0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan62 halaman

Wawancara Pengembangan Madrasah

Dokumen tersebut merupakan pedoman wawancara mendalam untuk penelitian manajemen pengembangan Madrasah Aliyah Ikhlasul Muhajirin. Pedoman ini berisi daftar pertanyaan untuk berbagai aspek pengembangan yang akan ditanyakan kepada narasumber terkait seperti kepala madrasah, waka kurikulum, guru dan siswa. Aspek-aspek yang ditanyakan meliputi pengembangan penerimaan siswa baru, kurikulum

Diunggah oleh

mudrika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan62 halaman

Wawancara Pengembangan Madrasah

Dokumen tersebut merupakan pedoman wawancara mendalam untuk penelitian manajemen pengembangan Madrasah Aliyah Ikhlasul Muhajirin. Pedoman ini berisi daftar pertanyaan untuk berbagai aspek pengembangan yang akan ditanyakan kepada narasumber terkait seperti kepala madrasah, waka kurikulum, guru dan siswa. Aspek-aspek yang ditanyakan meliputi pengembangan penerimaan siswa baru, kurikulum

Diunggah oleh

mudrika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

174

Lampiran 1. Pedoman Wawancara

DAFTAR PERTANYAAN
WAWANCARA
MENDALAM

MANAJEMEN PENGEMBANGAN
MADRASAH ALIYAH (MA) IKHLASUL
MUHAJIRIN KABUPATEN CIANJUR

Sub Fokus Aspek/ Indikator Pertanyanan Informan


Penelitian Penelitian
Pengembangan 1. Prosedur PPDB 1. Prosedur PPDB Kamad
Penerimaan 2. Sistem PPDB apa yang Waka
Peserta Didik Guru
dikembangkan
Baru (PPDB)
di MA Ikhalsul
Muhajirin?
2. Bagaimanakah
pengembangan
sistem
penerimaan
siswa baru di
MA Ikhalsul
Muhajirin?
3. Bagaimanaka
h proses
rekrutmen
dan seleksi
siswa baru?
Pengembangan 1. Pengembangan 1. Bagaimanakah Kamad
KTSP kurikulum muatan Waka,
muatan
lokal Kurikulum di Guru
2. Pengembangan MA Ikhalsul
lifeskill Muhajirin?
3. Pengembangan 2. Bagaimanaka
diri h madrasah
mengembangk
an muatan
lokal?
3. Bagaimanaka
h madrasah
mengembangk
an muatan
lifeskill?
4. Bagaimanakah
madrasah
mengembangka
n pembinaan
kegiatan
175

pengembangan
diri?

Pengembangan 1. Pendidikan 1. Bagaimanakah Kamad


Sumber Daya 2. Pelatihan madrasah Kepala TU
Manusia 3. Pengembangan Guru,waka
Karir mengembangkan
guru dan staf
melalui
pendidikan?
2. Bagaimanakah
madrasah
mengembangkan
guru dan staf
melalui
pelatihan?
176

3. Bagaimanakah
madrasah
mengembangkan
guru dan staf
melalui
pengembangan
karir?
Pengembangan Pengembangan 1. Bagaimanakah Kamad
Sarana Teknologi madrasah Kepala TU,
Prasarana mengembangk Waka,
an sarana siswa
prasarana di
MA Ikhalsul
Muhajirin?
2. Sarana prasarana
apa saja yang
dikembangkan di
MA Ikhalsul
Muhajirin?
3. Bagaimanak
ah fasilitas
kelas
unggulan?
Pengembangan 1. Sumber dana 1. Bagaimanakah Kamad
pengelolaan 2. Prosedur mengembangka Kepala TU
keuangan anggaran n sumber dana Guru
2. Prosedur di MA Ikhalsul
akuntansi Muhajirin?
keuangan 2. Bagaimanakah
Prosedur
anggaran di MA
Ikhalsul
Muhajirin?
3. Aplikasi apa saja
yang digunakan
di MA Ikhalsul
Muhajirin?
Pengembangan 1. Hubungan 1. Bagaimanakah Kamad
Humas sekolah dengan pengembangan Waka
masyarakat program humas Guru
2. Peran di MA Ikhalsul
komite Muhajirin?
sekolah Bagimanakah
peran komite dan
masyarakat di MA
Ikhalsul
Muhajirin?
177

Pengembangan 1. Nilai-nilai Kamad


Budaya 2. Norma-norma 1. Apa sajakah Waka
Madrasah 3. Tradisi ragam nilai Guru
yang Siswa
dikembangkan
di MA Ikhalsul
Muhajirin?
2. Apa sajakah
norma- norma
yang
dikembangkan
di MA Ikhalsul
Muhajirin?
3. Bagaimanakah
tradisi-tradidi
di MA Ikhalsul
Muhajirin?
178

Lampiran 2. Daftar Observasi

DAFTAR OBSERVASI

Tanggal Pengamatan :
Tempat : MA Ikhlasul Muhajirin
Pengamatan :
Pengamat : Fajarita Riesmawati
Ruang/Waktu :
Kegiatan :
Peristiwa :

Setting dan Peristiwa yang diamati :

No Ragam Situasi yang Diamati Keterangan


1 Keadaan fisik dan Lingkungan Sekolah : Kegiatan yang perlu
a. Suasana lingkungan MA Ikhalsul dan penting agar
Muhajirin
b. Ruang kelas beserta sarana prasarana diambil
foto/gambarnya
c. Suasana kegiatan belajar siswa regular dan
kelas unggulan Jika ada kegiatan
yang
d. Hiasan dan tulisan yang di pasang terlewat diganti
dengan wawancara
2. Upacara dan Ritual
a. Penerimaan Siswa Baru
b. Pelepasan lulusan
c. Upacara bendera hari Senin
d. Upacara hari besar nasional/keagamaan
e. Kegiatan seremonial lainnya
f. Kebiasaan memulai dan mengakhiri
pembelajaran

3. Suasana Proses Belajar Mengajar


a. PBM oleh guru bidang studi
b. Kegiatan pratikum
c. Kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler

4. Kegiatan Lainnya
a. manajemen kepala madrasah dalam
pembagian tugas dan fungsi waka,
pembina, wali kelas, BK, untuk
meningkatkan layanan dan mutu madrasah
b. Pengembangan profesional pendidik dan
tenaga kependidikan
c. Pengembangan diri siswa
d. Sistem Informasi Madrasah
e. Prestasi siswa MA Ikhalsul Muhajirin
179

Lampiran 3. Daftar Dokumen

DAFTAR DOKUMEN

Dokumen :
Nomor Kode :
Diringkas :
Waktu :

No Jenis
Dokumen
1 Manajemen
a. Rumusan visi dan misi
b. Kebijakan sekolah
d. Notulen dan agenda rapat

2. Data Kesiswaan
a. Jumlah kelas dan jumlah siswa
b. Jumlah pendaftar dan jumlah yang diterima tahun terakhir

3. Data ketenagaan
a. Kepala sekolah beserta biodatanya
b. Guru (tingkat pendidikan, pengalaman, dan tugas,dsb)
c. Staf/karyawan (tingkat pendidikan beserta rincian tugasnya)

4. Organisasi
a. Struktur organisasi madrasah dan rincian tugas
b. Kumpulan Surat-surat Keputusan dan Surat Tugas

5. Pedoman dan Peraturan-peraturan


a. Deskripsi tugas kepala madrasah, guru, dan staf
b. Pedoman/peraturan guru
c. Pedoman peraturan akademik siswa
d. Peraturan tata tertib sekolah

6. Sarana Prasarana Madrasah


a. Denah lokasi MA Ikhlasul Muhajirin
b. Gedung dan ruang MA Ikhlasul Muhajirin
c. Sarana dan alat-alat pembelajaran
d. Sarana dan fasilitas penunjang lainnya

7. Proses Belajar mengajar


a. Jadwal pelajaran, jadwal kegiatan ko-kurikuler dan ekstra
kurikuler
b. Kurikulum

8. Sejarah MA Ikhlasul Muhajirin


a. Catatan sejarah perkembangan sekolah
b. Foto/rekaman kegiatan sekolah
180

Lampiran 4 : Transkip Wawancara

Transkip Wawancara dengan Kepala Madrasah

Jabatan : Kepala MA Ikhlasul Muhajirin


Hari/Tanggal : Selasa/ 10 Desember 2013
Tempat : Ruang Kepala Sekolah
Waktu : Pukul 10.00-11.00 WIB

Hari ini kepala madrasah sedang tidak ada banyak kegiatan, peneliti segera
menemui kepala madrasah untuk melakukan wawancara yang sudah peneliti
hubungi sebelumnya yaitu pada hari Sabtu, tanggal 7 Desember 2013.

P : Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh


KS : Ws Wr Wb
P : Maaf Pak, saya mengganggu waktu bapak. Saya mahasiswi Pasca
Sarjana Unila yang membutuhkan beberapa informasi dari bapak
berkaitan dengan judul tesis saya tentang Manajemen Pengembangan
Madrasah Berbasis Mutu Pendidikan.
KS : Ya silahkan
P : Berapa lama Bapak menjabat Kepala Madrasah di MTs Negeri
Kotaagung?
KS : Saya menjabat kepala madrasah di MTsN ini sudah 3 tahun mulai dari
Oktober 2011 samapai dengan sekarang. Sebelumnya saya kepala
madrasah di MTsN Model Talangpadang selama 8 tahun.
P : Selama bapak menjadi kepala Madrasah bagaimana cara bapak
mensosialisasikan budaya madrasah kepada guru, siswa dan warga
masyarakat?
KS : Madrasah sebenarnya sama dengan sekolah umum, tetapi karena kita
sekolah umum yang bercirikan agama islam, kita mengikuti budaya
yang islami. Titik tekannya adalah dengan akhlakul karimah.
Kemudian karena masyarakat yang ada di sekitar madrasah mayoritas
orang Lampung kitapun menggunakan Budaya Lampung dalam
berbagai kegiatan di madrasah. Sosialisasi budaya madrasah di mulai
dari visi madrasah yaitu menjadi madrasah unggulan dalam
iptek,Imtaq dan berakhlakul karimah yang kita letakkan di depan pintu
masuk madrasah. Berangkat dari visi tersebut, saya mensosialisasikan
budaya madrasah untuk menjadi madrasah unggul melalui rapat
dewan guru dan hasil rapat tersebut diimplementasikan kepada siswa.
Di sekolah kami juga kami pajang beberapa slogan atau pamplet
seperti malu datang terlambat, malu pulang cepat , kebersihan
sebagian dari iman, mari kita tingkatkan kerja yang professional, mari
berkompetisi yang sehat dan lain-lain. Budaya yang kita sepakati
tidak menyimpang dari ajaran Islam.
181

P : Budaya membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi suatu


kebiasaan dan nilai yang mengikat seluruh warga madrasah,
bagaimana usaha bapak untuk menanamkannya kepada guru, staf dan
siswa apakah dengan langsung menberikan contoh?
KS : Saya menanamkan nilai ketauladanan kepada guru dalam hal
tanggung jawab, kebersihan, disiplin, jujur dan sholat berjamaah.
Guru ketika masuk kelas harus melihat kebersihan. Nilai disiplin, saya
minta guru harus lebih pagi dari siswa, guru memberi contoh untuk
sholat berjamaah di madrasah. Guru menjadi ujung tombak
ketauladanan bagi siswa. Bagaimana siswa akan disiplin kalau
gurunya tidak disiplin. Bagaimana siswa akan jujur kalau gurunya
tidak jujur.
P : Pak, seandainya ada guru yang berprestasi di madrasah ini, biasanya
reward apa yang bapak berikan kepada mereka, dan sebaliknya
punishment apa yang bapak lakukan ketika ada guru yang tidak
disiplin, dan sering meninggalkan tugas?
KS : Reward untuk guru berprestasi minimal saya ucapakan terima kasih dan
di acara Hab Depag yang setiap tahun kami laksanakan, guru tersebut
kami usulkan untuk diberi penghargaan dan piagam oleh Kamenag
Kabupaten Tanggamus. Sedangkan bagi guru yang malas dan tidak
disiplin, selama ini saya belum pernah menghukum mereka sampai
penundaan gaji berkala atau penurunan pangkat. Biasanya saya akan
memangil mereka sebagai bentuk pembinaan yang sifatnya edukatif.
Kami sudah punya MOU antara guru dan kepala madrasah. Di situ
tertuang komitmen dan kesepakatan untuk disiplin guru.
P : Untuk reward siswa sendiri seperti apa bentuknya pak?
KS : Ketika siswa kami mendapat juara di berbagai lomba baik yang
diadakan di tingkat kabupaten maupun provinsi, biasanya kami beri
hadiah, piagam, dan uang saku untuk memotivasi mereka agar lebih
baik dalam kejuaran berikutnya.
P : Mohon penjelasan bapak, apa yang melatarbelakangi bapak dengan
mengadakan program kelas unggulan di madrasah ini ?
KS : Kelas unggulan di Madrasah terbentuk sejak tahun 2009. Latar
belakangnya karena saya adalah alumni dari SMA 2 Bandar lampung,
dan pernah menjadi Kepala Madrasah di MTS Model Talang Padang
yang sudah terlebih dahulu membentuk kelas unggulan. Saya
mencoba memfasilitasi siswa yang berprestasi untuk sekolah di
daerahnya daripada di luar kota. Saya lihat madrasah lebih efektif
dengan adanya kelas unggulan, walaupun hanya beberapa siswa yang
benar-benar berprestasi di kelas tersebut tetapi mereka dapat
meningkatkan prestasi madrasah baik dalam kegiatan intra dan ekstra
kurikuler. Saat ini kami punya 4 kelas unggulan. Kelas VII 2 kelas,
Kelas VIII dan kelas IX masing-masing 1 kelas.
P : Mengenai rekrutmen dan seleksinya bagaimana pak?
KS : Rekrutmen siswanya berbeda dengan kelas regular. Proses
seleksinya ketat. Mereka ada tes potensi akademik dan tes
wawancara. Siswa yang berprestasi di SD atau MI nya tidak akan
diterimanya di kelas unggulan bila tidak lulus tes.
P : Untuk seleksi guru yang mengajar di kelas unggulan bagaimana pak?
180

KS : Guru [Link] memiliki kredibilitas. Guru yang cerdas,


kreatif, punya ruhul jihad yang besar dan memiliki komitmen untuk
memajukan peseta didik yang dapat menjadi guru di situ. Guru PNS
senior kalau tidak cakap tidak dapat mengajar di kelas tersebut. Guru
honor yang mengajar berasal dari lulusan universitas negeri dan guru
bahasa arab lulusan pondok.
P : Strategi apa yang bapak lakukan dalam manajemen pengembangan
madrasah untuk meningkatakan mutu madrasah?
KS : Manajemen saya adalah dengan POAC. Planning, organizing,
actuating dan controlling. Bagaimana mangajak guru punya planning
yang baik, actuating yang benar dan sama-sama mengevaluasi.
Pertama yang saya lakukan adalah dengan menyusun visi dan misi
bersama guru, staf dan komite. Saya meminta mereka untuk komitmen
bersama-sama memajukan madrasah. Saya punya kepala TU yang
bertanggung jawab di bidang administrasi. Saya punya waka
kurikulum, kesiswaan, humas, dan sarana prasarana. Masing-masing
waka menyusun program sesuai dengan tupoksinya masing-masing. I
minggu sekali kami rapat internal. Hasil rapat kami sampaikan
kepada guru. Kami selalu mengevaluasi dan menerima masukan dari
guru-guru lain.
P : Untuk pengembangan guru dan staf sendiri biasanya apa yang bapak
lakukan selama ini?
KS : 74 % guru di madrasah sudah mendapat serifikat profesi. Mereka
dituntut untuk selalu mengevaluasi dirinya dalam menjalankan
tugasnya sebagai guru professional. Guru-guru juga saya ikut
sertakan dalam kegiatan MGMP, workshop dan pelatihan. Saya sangat
welcome dan mendukung guru yang melanjutkan pendidikannya ke
S2 untuk peningkatan kualitas guru di MTs. Saat ini sudah 11 guru
yang melanjutkan studinya.
Staf juga dituntut untuk menguasai IT, Karena saat ini segala bentuk
pelaporan, dan sistem gaji sudah menggunakan aplikasi-aplikasi yang
berbasisi IT. Staf yang belum menguasai IT, kita panggil pelatih untuk
mengajarkan mereka. Agar terampil dan cakap menggunakannya.
P : Disamping pelatihan guru dan staf, ada juga promosi dan mutasi.
Gambaran mutasi di madrasah seperti apa Pak?
KS : Madrasah adalah lembaga formal yang memiliki aturan dalam proses
mutasi. Ada mutasi karena guru tersebut dianggap cakap dan
dibutuhkan sekolah lain yang jenjangnya lebih tinggi, ada mutasi agar
guru tersebut lebih efektif dalam menjalankan tugas bila dekat dengan
keluarga, dan ada juga karena guru tersebut kinerjanya kurang baik.
P : Penghargaan kepada guru dan staf tidak hanya materi, tetapi juga dapat

berupa immaterial. Bentuk penghargaan yang biasa bapak berikan


seperti apa?
KS : Madrasah ini memiliki budaya kekeluargaan. Penghargaan biasanya
dengan ucapan yang menyejukkan, pujian, dan sertifikat untuk
memotivasi mereka agar bekerja lebih baik.
P : Madrasah memilki Akreditasi A. Apakah sarana prasarana yang ada
di MTS sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal?
181

KS : Sekolah negeri punya aturan, karena menerima BOS, madrasah tidak


182

diperkenankan meminta dana dari masyarakat. Sebenarnya, boleh saja


meminta dana dari masyarakat, tetapi sebagian masyarakat
beranggapan sekolah negeri adalah sekolah gratis. Saat ini pengadaan
buku, kantin, UKS, dan WC belum memenuhi SPM. Tetapi WC
yang ada dalam kondisi bersih dan budaya tertib terjaga. Siswa yang
membutuhkan buku dapat meminjam di perpustakaan. Kesimpulannya
Sarana prasarana di MTS sudah mendekati baik.
P : Bisa bapak ceritakan tentang Sistem Informasi Manajemen yang ada di
madrasah ini.
KS : Sistem Informasi Manajemen sudah berjalan baik di madrasah.
Contohnya gaji sudah melalui ATM, laporan keuangan menggunakan
SPA, absen menggunakan fingerprint, data EMIS sudah online ke
pusat dan bel yang sudah menggunakan computer memudahkan satf
TU dalam menjalankan tugasnya.
P : Terimakasih pak, wawancara ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya akhiri
dengan Wassalammualaikum Warrohmatullahi Wabarakatu.
KS : Waalaikumsalam Warraomatullahi Wabarokatu.
183

Lampiran 4 : Transkip Wawancara

Transkip Wawancara dengan Guru MA Ikhlasul Muhajirin

Kode informan : W.G2 dan


G3.14122013 Jabatan : Guru
Hari/Tanggal : Sabtu/ 14 Desember
2013 Tempat : Ruang Guru
Waktu : Pukul 09.00-10.00 WIB

Setelah mendapatkan informasi tentang manajemen pengembangan madrasah


dari kepala madrasah, pada hari ini peneliti melanjutkan wawancara kedua
dengan dua orang guru.

P : Assalamualaikum Warrohmatullahi
Wabarokatu. Inf : Waalaikumsalam
Warraomatullahi Wabarokatu.
P : Sedang apa Pak? Maaf saya ganggu waktunya hari ini.
Inf : Sedang jadi panitia semester. Silahkan bu tempatnya agak acak-
acakan. P : Berapa lama bapak mengajar di MTs?
Inf : Saya mengajar sejak tahun 2000 dan diangkat jadi PNS tahun
2007 P Bapak mengajar mata pelajaran apa?
Inf : Sebelum PNS saya mengajar IPS dan ketika diangkat menjadi
PNS saya mengajar Akidah Akhlak sesuai dengan ijasah yang saya
miliki.
P : Begini pak, saya ingin mengetahui bagaimana cara kepala
madrsah dalam mensosialisasikan budaya madrasah?
Inf : Kepala madrasah biasa menyampaikannya ketika upacara mengenai
tata tertib madrasah, kebersihan, kerapihan dan disiplin. Di dalam
rapatpun beliau selalu mengingatkan tentang hal tersebut kepada
guru. Guru akan mensosialisasikannya kepada siswa ketika mereka
mengajar.
P : Budaya membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi kebiasaan.
Bagaimana kepala madrasah menanamkan budaya yang baik
kepada warga madrasah?
Inf : Penanaman budaya biasanya melalui pembiasaan dan contoh. Seperti
pembiasaan guru dan siswa untuk selalu berakhlakul karimah
seperti hormat dan santun kepada guru, cium tangan orang yang
lebih tua, sholat berjamaah di sekolah, ketika bertemu
mengucapkan salam dan bersalaman, memulai pelajaran dengan
membaca alqur’an selama 10 menit.
P : Penghargaan atau reward yang diberikan kepada guru biasanya
seperti apa Bu?
Inf : Kepala madrasah mempunyai cara sendiri untuk menghargai guru yang
berprestasi misalnya dengan pujian. Ataupun dengan melibatkan
guru tersebut dalam kegiatan kepanitiaan di sekolah.
P : Untuk Ibu sendiri biasanya hukuman yang diberikan kepada siswa
yang malas dan tidak mengerjakan tugas seperti apa?
184

Inf : Punishment guru berbeda-beda. Kalau saya biasanya memberikan PR


untuk dikerjakan kembali oleh siswa. Baju tidak dimasukkan ada
poin
185

untu siswa tersebut, kalau sudah keseringan maka orang tua siswa
di panggil.
P : Makasih bu. Menurut bapak, budaya unggul madrasah atau kelebihan
madrasah dari sekolah umumnya seperti apa?
Inf : O.. banyak bu. Madrasah menitik beratkan pada akhlak seperti
pendidikan berkarakter , budaya untuk berprestasi, dan pelajaran
agama yang muatannya lebih banyak dari sekolah umum
P : Bisa Ibu tambahkan…
Inf : Ya.. seperti kedisiplinan guru dan siswa, kebersihan diri, kelas, dan
lingkungan yang selalu terjaga.
P Selama ibu di MTs, apakah ibu pernah menjadi panitia PSB?
Inf : Pernah tetapi sudah lama sekali. Panitia biasanya bergiliran dan
setiap guru di beri kesempatan untuk menjadi panitia.
P Menurut Bapak sendiri apa ada perbedaan PSB saat ini dan dulu.
Inf : O.. ada bu. Sudah 4 tahun ini MTs selain menerima siswa regular juga
merekrut siswa kelas unggulan baik melalui LCT tingkat SD yang
diadakan madrasah, maupun melalui tes. Proses rekrutmen melalui
sosialisasi untuk menjaring siswa berprestasi ke SD sekitar
Kecamtan Kotaagung dan wonosobo. Kalau untuk regular
waktunya sama dengan sekolah umum sekitar bulan Juni.
Persyaratannya mengisi formulir pendaftaran, fotokopi rapor , dan
fas foto. Seleksinya melalui tes tertulis dan lisan. Siswa harus dapat
mengaji.
P : Apakah Bapak dan ibu mengajar di kelas
unggulan? Inf : Saya tidak, tetapi kalau bu
Tuti ya.
P Bagaimana bu mengajar di kelas unggul?
Inf : Anaknya dari seleksi tes saja sudah unggul. Ketika mengajar
siswa lebih aktif, dan cepat memahami pelajaran yang diberikan.
Guru hanya memfasilitasi belajar mereka. Ruang kelas mereka ber
AC dan menggunakan LCD dalam pembelajaran.
P Persiapan bapak dalam mengajar apa Pak?
Inf : Menyipakan materi pembelajaran, silabus, RPP, dan media
pembelajaran. Proses Belajar menggunakn tahap-tahap eksplorasi,
elaborasi dan konfirmasi.
P : Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh
kehidupan dalam kelas. Di dalam KTSP juga ada yang namanya
hidden kurikulum. Bisa bapak ceritakan tentang hidden kurikulum
di madrasah?
Inf : Hidden kurikulum adalah kurikulum yang tidak tertulis tetapi perlu
disampaikan kepada peseta didik. Di dalam PBM, guru
mengingatkan siswa kewajiban sholat 5 waktu, kejujuran, tanggung
jawab, hormat dan santun kepada guru dan sebagainya.
P Bagaimana mengenai evaluasi pembelajaran yang selama ini bapak
lakukan?
Inf : Evaluasi biasanya saya berikan selama PBM berlangsung dengan
memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui
apakah mereka sudah menguasai KD yang diberikan. Kami
melaksanakan ulangan harian, mid semester, dan ujian semester
186

dengan bentuk soal esai maupun pilihan ganda. Tujuannya untuk


mengukur
187

apakah tujuan pembelajaran yang kami harapkan tercapai.


P Kalau bu Tuti sendiri bagaimana bu?
Inf : Saya tidak hanya mengevaluasi aspek kognitif siswa saja tetapi
juga aspek afektif dan psikomor siswa. Bagaimana akhlak siswa
sehari-hari di dalam kelas, tanggung jawab mereka ketika di beri
tugas, juga memberikan mereka hapalan.
P : Apakah bapak ikut MGMP mata pelajaran yang bapak ampu?
Inf : MGMP untuk mata pelajaran umum sudah jalan, tetapi untuk MGMP
mapel agama belum jalan. Tetapi pada saat ini kepala madrasah
melalui waka kurikulum membentuk kordinator mata pelajaran
untuk menyamakan persepsi dan mendiskusikan hal-hal yang
berkaitan dengan mapel masing-masing. Pertemuannya 2 minggu
sekali.
P Promosi yang dilakukan kepala madrasah selama ini seperti apa Bu?
Inf : Apabila ada guru yang berprestasi, ia akan dipromosikan menjadi
wakil kepala atau di ajukan menjadi kepala madrasah, tetapi semua
ini tergantung kepada Kepala madrasah sendiri.
P Ok bu, sekarang menurut ibu bagaimana proses mutasi yang ada di
madrasah ini ?
Inf : Baru-baru ini ada beberapa rekan kami yang mutasi karena
pemerataan guru. Ada guru yang di mutasi ke madrasah swasta,
karena MTs tersebut membutuhkan guru, ada yang mutasi karena
MAN membutuhkan guru tersebut. Proses mutasi biasanya urusan
kamad, Kamenag dan Kanwil.
P : Sekarang topik kita beralih ke sarana prasarana. Menurut pendapat ibu
bagaimana sarana prasarana yang ada di MTS ini?
Inf : Sarana prasarana sudah baik. Sarana untuk agama ada tempat wudhu,
mushola, Al-Qur’an. Untuk mata pelajaran lain ada laboratorium
IPA, Komputer, perpustakaan, LCD, and media pembelajaran.
P Menurut bapak, apakah sarana prasarana itu sudah memenuhi
Standar Pelayanan Minimal?
Inf : Sebagian ada yang terpenuhi, tetapi ada juga yang belum seperti
pengadaan buku di perpustakaan belum 1 buku 1 siswa, Kantin
yang belum tertata rapi, ruang UKS yang masih kurang luas dan
sebagainya. Memang, menyiapkan itu semua tidak mudah, tidak
gampang dan tidak murah.
P Ibu mengenal Sistem informasi manajemen bu?
Inf : Duh.. saya kurang paham, coba tanya dengan bapak saja?
Inf Sistem Informasi manajemen saya juga kurang paham, tetapi di
madrasah ini, kami sudah menggunakan fingerprint untuk absensi
kehadiran, gaji sudah lewat ATM, bel sudah terkomputerisasi, dan
data siswa dan guru juga sudah menggunakan komputer. Ada juga
facebook khusus guru MTs, dimna kami menggunakan itu untuk
memberi informasi.
P : Terimakasih atas wawancaranya pak, dan ibu. Saya sangat terbantu
dengan informasi yang diberikan. Ws. Wr. Wb.
Inf : Sama-sama bu. [Link].
188

Lampiran 4 : Transkip Wawancara

Transkip Wawancara dengan Guru

Kode informan :
W.G1.13122013 Jabatan : Guru
Hari/Tanggal : Jum’at/ 13 Desember
2013 Tempat : Ruang Guru
Waktu : Pukul 10.00-11.00 WIB

Setelah mendapatkan informasi tentang manajemen pengembangan

madrasah MA Ikhlasul Muhajirin, peneliti melanjutkan wawancara dengan

guru senior yang lain.

P : Assalamualaikum Warrohmatullahi
Wabarokatu. Inf : Waalaikumsalam
Warraomatullahi Wabarokatu.
P : Maaf bu saya ganggu waktunya hari ini. Saya membutuhkan
bantuan ibu untuk meyelesaikan tugas tesis saya.
Inf : Ya silahkan. Judul tesisnya apa bu kalau saya boleh tahu.
P : Manajemen Pengembangan Madrasah Berbasis Mutu Pendidikan.
Sudah berapa lama ibu mengajar di madrasah ini?
Inf : Sudah 13 tahun.
P Akreditasinya apa bu?
Inf : Akreditasi A. Baru-baru ini kami juga melaksanakan akreditasi
kembali, tetapi hasilnya belum tahu.
P : Dari masa kerja ibu yang sudah 13 tahun ini berarti ibu sudah dapat
mengamati, melihat, dan mengetahui bagaimana budaya dan iklim
organisasi di MTs ini. Menurut ibu, budaya madrasah itu apa Bu?
Inf : Budaya adalah kebiasaan dan nilai-nilai yang diterapkan di
madrasah ini.
P : Sosialisasinya sendiri seperti apa Bu agar warga madrasah mengetahui
budaya madrasah tersebut?
Inf : Biasanya kamad menekankannya pada waktu upacara karena
seluruh warga madrasah mendengar pada saat itu. Kepsek selalu
menekankan bahwa madarasah berbeda dengan sekolah umumnya
dalam segi pakaian, akhlak, ibadah sholat, dan mata pelajaran.
Beliau juga menekankan pentingnya berprestasi agar visi madrasah
terwujud.
P : Budayakan tidak instant ya bu. Untuk menjadi kebiasaan atau tradisi
di MTs perlu proses. Kiat ibu untuk menanamkan budaya itu
sendiri kepada siswa seperti apa?
Inf : Penanaman budaya terutama nilai-nilai mengandung 2 pengertian.
Kamad menanamkannya kepada guru, dan guru menanamkannya
kepada siswa. Contohnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai,
murid dibiasakan untuk mengaji, diadakannya sholat berjamaah
189

secara bergiliran. Kepsek dan guru ujung tombak ketauladanan.


190

P : Menurut ibu, ragam nilai dalam budaya madrasah apa bu?


Inf : Ya seperti berpakaian yang sopan, antar guru bersalaman ketika
bertemu, siswa mencium tangan guru bila bertemu, dan sebagainya.
P : Seandainya ada guru yang berprestasi dan ada juga guru yang
malas dan tidak disiplin, bagaimana bentuk reward dan
punishment yang biasa kamad berikan?
Inf : Biasanya guru yang berprestasi tersebut di angkat menjadi pembina
ataupun waka, dan diusulkan dalam perlomban guru berprestasi
tingkat kabupaten maupun provinsi. Sedangkan bagi guru yang
malas biasanya kamad memanggil guru tersebut dan diberi
peringatan secara lisan. Kalau untuk siswa yang berprestasi
biasanya diberi beasiswa dan piagam.
P : Kalau ibu sendiri biasanya memberikan hukuman kepada siswa
yang malas dan tidak mengerjakan PR seperti apa?
Inf : Saya biasanya meminta siswa untuk membuang sampah baik yang
ada di dalam kelas maupun di luar kelas atau memberi mereka
tugas hapalan.
P Dapat saya simpulkan budaya madrasah yang ibu sampaikan adalah
mengenai disiplin dan kebersihan. Di samping itu, budaya unggul
madrasah lainnya apa Bu?
Inf : Kebiasaan sholat dhuha, sholat berjamaah, kegiatan-kegiatan
keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler, dan adanya kelas unggulan.
P Saya lihat siswa MTs hampir 1000 orang dan menjadi sumber
daya yang besar bagi madrasah. Apakah Ibu tahu sistem rekrutmen
dan seleksi siswa baru di madrasah?
Inf : Ya. Persyaratan siswa baru untuk kelas reguler biasanya mengisi
formulir, menyerahkan fotokopi rapor kelas 5 dan 6, dan pasphoto
3X4. Untuk siswa kelas unggulan, persyaratannya siswa yang
menduduki peringkat 1 sampai 5 di sekolahnya. Proses rekrutmen
sendiri biasanya dimulai dari sosialisasi tim PSB ke sekolah-
sekolah dasar yang ada di Kecamatan Kotaagung dan Wonosobo.
Tujuannya untuk menjaring siswa-siswa yang berprestasi dan
mempromosikan kelas unggulan yang ada di madrasah. Proses
seleksi sendiri biasanya dengan seleksi administrasi, tes ngaji dan
tes tertulis. Apabila siswa lulus tes ngaji maka siswa berhak
mendapat nomor tes. Tes tertulis biasanya tes mata pelajaran IPA,
Matematika, Agama, dan Bahasa Indonesia. Bagi siswa yang akan
masuk kelas unggulan, setelah lulus tes tersebut, mereka akan
mengikuti tes potensi akademik dan wawancara Bahasa Inggris.
Pelaksanaan tes untuk kelas regular biasanya di Bulan Juni dan
kelas unggulan di awal Maret.
P : Mengenai sistem evaluasi PSB seperti apa bu?
Inf : Maaf, saya kurang paham mengenai evaluasi tersebut. Mngkin
dapat ibu tanyakan kepada waka siswa atau panitia PSB?
P Terima kasih bu. Wawancara selanjutnya tentang pelaksanaan
kurikulum pembelajaran. Apakah muatan kurikulum MTs sama
dengan SMP atau pondok pesantren?
Inf : Setahu saya muatan kurikulum MTs hampir sama dengan SMP,
akan tetapi mata pelajaran agama lebih banyak. Mapel agama di
191

bagi
192

menjadi 5 seperti SKI, Akidah, Qur’an Hadits, bahasa Arab dan


SKI. Sedangkan untuk siswa kelas unggulan jam belajar mereka
lebih lama dari kelas regular karena ada beberapa penambahan jam
pada mata pelajaran tertentu seperti Matematika, Bahasa Inggris
dan Bahasa Arab.
P Ibu mengajar sudah 13 tahun. Bagaimana persiapan ibu dalam
PBM ? Inf : Sama seperti guru lain lakukan seperti menyiapkan
bahan atau materi,
silabus, rpp, media. Kami biasa menggunakan LCD dalam PBM.
Tugas guru untuk membuat Power Poin pembelajaran. Untuk kelas
unggulan, media sudah tersedia di ruang kelas jadi tidak perlu
bongkar pasang LCD.
P : Kalau kita lihat KTSP Bu ada yang namanya hidden kurikulum. Bisa
ibu ceritakan tentang hal itu kepada saya?
Inf : Hidden kurikulum biasanya kami tekankan pada karakter,
bagaimana siswa agar santun, jujur, disiplin dan bertanggung
jawab.
P Bagaimana dengan evaluasi pembelajaran yang biasa ibu lakukan
dalam kegiatan PBM?
Inf : Biasanya dalam PBM saya memberikan evaluasi kepada siswa
dalam bentuk pertanyaan lisan maupun tulisan, tugas kelompok,
dan hapalan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Evaluasi
pembelajaran juga dalam bentuk ulangan harian, mid semester dan
ujian semester.
P Manajemen Pengembangan Madrasah berkaitan erat dengan
manajemen pengembangan siswa, guru dan staf, sarana prasarana,
hubungan masyarakat dan lain-lain. Yang ibu tahu untuk
pengembangan guru di madrasah biasanya seperti apa?
Inf : Biasanya guru dilibatkan dalam kegiatan workshop dan pelatihan,
guru juga diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi. Ada 11 guru yang telah dan sedang
belajar di universitas yang ada di Bandar Lampung seperti UNILA,
IAIN, STKIP dan UBL
P : Guru yang dianggap cakap biasanya mendapat promosi dari
kamad. Yang ibu tahu biasanya promosi apa yang diberikan kamad
kepada guru tersebut?
Inf : Biasanya menjadi pembina, waka maupun
kamad. P Kalau proses mutasi seperti apa Bu?
Inf : Mutasi karena ada permintaan sendiri, dan mutasi karena untuk
pemerataan guru bahkan akhir bulan ini ada 3 orang guru kami
yang mutasi.
P Sekarang kita beralih ke pengelolaan sarana prasarana. Menurut ibu
bagaimana pengelolaan sarpras di MTs apakah sudah memenuhi
Standar Pelayanan Minimal?
Inf : Sarana prasarana di MTs sudah cukup baik. Ada laboratorium IPA,
Komputer, mushola, ruang UKS, kantin dan sebagainya. Tetapi
belum semua sarana memenuhi SPM seperti keberadaan WC belum
bisa memenuhi 1 wc untuk 40 siswa laki-laki, ataupun 1 buku
untuk 1 siswa. Yang terpenting wc dapat digunakan dengan baik
193

dan siswa dapat bergantian meminjam buku di perrpustakaan.


P : Bagaimana mengenai Sistem Informasi Manajemen yang ada di MTs ?
Inf : SIM sudah berjalan dengan baik seperti database guru dan siswa yang
sudah terkomputerisasi, keuangan sudah menggunakan aplikasi-
194

aplikasi keuangan yang memudahkan bendahara, pemasangan


WIFI yang memudahkan guru untuk mengakses informasi dan
lain-lain.
P Terimakasih atas informasinya bu. Hasil wawancara ini sangat
bermanfaat bagi saya. Ws. Wr. Wb.
Inf : Sama-sama bu. [Link].
195

Lampiran 4 : Transkip Wawancara

Transkip Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Sarana


Prasarana

Kode informan : W.WM1.16122013


Jabatan : Waka Sarana Prasarana
Hari/Tanggal : Senin/ 16 Desember
2013 Tempat : Ruang Waka
Waktu : Pukul 11.00 - 12.00 WIB

Pada hari ini peneliti mendapat kesempatan untuk bertemu dengan wakil

kepala bidang sarana prasarana di ruang kerja.

P : Assalamualaikum Wr. Wb .
Inf : Ws Wr Wb. Ada yang saya bisa bantu Bu?
P : Ya. Apa kabarnya pak, sudah lama tidak bertemu ?
Inf Alhamdulillah sehat. Saya baru saja pulang dari Aceh dalam
rangka studi komprehensif pendidikan. Ada beberapa hal yang
perlu kita terapkan di sini agar madrasah kita lebih berkarakter
dari sebelumnya.
P : Insya Allah, wawancara saya akan berkaitan dengan mutu
pendidikan yang ada di MTs ini. Menurut bapak apakah budaya
madrasah itu ?
Inf Menurut pendapat saya budaya madrasah adalah tingkah laku dan
kebiasaan-kebiasaan yang bernilai positif yang harus ditanamkan
kepada seluruh warga madrasah, baik berkaitan dengan budaya
agama islam ataupun kebiasaan-kebiasaan yang mengikat di
madrasah seperti sifat hormat menghormati kepada guru dan teman,
cinta kepada kebersihan, disiplin, budaya tertib dalam pakaian dan
belajar, nilai-nilai luhur agama seperti melaksanakan sholat dhuha
dan zhuhur yang sudah terjadwal selama ini, budaya pada intinya
mengacu pada visi madrasah yaitu menjadi madrasah unggulan dan
membentuk siswa yang berakhlakul karimah.
P : Yang bapak ketahui bagaimana biasanya kepala
madrasah mensosialisasikan budaya yang ada di madrasah?
Inf : Sebelum budaya itu dilaksanakan oleh warga madrasah, terlebih dahulu
konsep budaya dituangkan dalam visi dan misi madrasah. Kepala
madrasah bersama dengan guru merumuskan metode apa yang
paling tepat untuk program budaya madrasah sehingga tepat dengan
sasaran. Sosialisasi biasanya disampaikan melalui upacara pada hari
Senin, maupun dengan adanya pamplet atau slogan-slogan yang
mengajak seluruh komponen madrasah untuk berpartisipasi
melaksanakan budaya itu yang sudah kita rumuskan dalam visi
madrasah
P : Selama ini yang bapak amati, ragam nilai apa yang membuat
MTsN Kotaagung dari sekolah lainnya?
196

Inf Sebenarnya madrasah sama dengan sekolah umum. Hanya saja


madrasah merupakan pendidikan dasar tingkat menengah yang
mengacu
190

pada nilai-nilai keislaman. Kita mencoba menunjukkan kepada


masyarakat Iptek kita tidak ketinggalan. Kita mempunyai nilai-nilai
keagamaan. Di sini yang ditanamkan adalah pembentuk
kepribadian anak.
P : Pak, bila ada guru yang berprestasi dan ada juga guru yang tidak disiplin
dalam melaksanakan tugas, apa tindakan yang diambil kepala
madasah?
Inf Kepala madrasah memberi kesempatan guru yang berprestasi
untuk turut dalam berbagai kegiatan yang ada di dalam maupun di
luar sekolah seperti workshop dan pelatihan-pelatihan. Ada
beberapa tahap untuk guru yang tidak disiplin, misalnya teguran
lisan, dan teguran tertulis. Untuk tindakan yang lebih jauh seperti
penundaan gaji berkala belum ada.
P : Bapak mengajar di MTs sudah lebih dari 10 tahun, kalau ada siswa
yang sering membuat gaduh kelas dan tidak mengerjakan pr,
bagaimana tindakan bapak terhadap anak tersebut?
Inf Seiring dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, kita jauhi
tindakan kekerasan yang dapat melukai siswa. MTs ini
mengupayakan pembentukan kearah yang positif. Saya pribadi bila
ada anak yang tidak mengerjakan tugas yang saya berikan, saya
biasa memberi tugas menghapal surat pendek, sholat dhuha atau
zhuhur dan meminta siswa untuk menyelesaikan tugas mereka. Kita
harapkan mereka mendapat nilai positif dari hukuman tersebut.
P : Ketika kita berbicara tentang mutu pendidikan, maka tidak terlepas dari
input, proses dan output. Input berkaitan dengan penerimaan
siswa baru. Yang ingin saya ketahui bagaimana proses rekrutmen
dan seleksi siswa baru?
Inf Proses seleksi siswa baru ada 2 tahap, pertama mencari siswa-
siswa yang berpotensi untuk kelas unggulan dengan persyaratan
peringkat 1-5 di sekolahnya. Pada tahun 2013 kali rekrut 2 kelas.
Setelah seleksi administrasi, berkas di seleksi, lulus berkas mereka
berhak mengikuti tes potensi akademik, Matematika, IPA, Bahasa
Inggris. Setelah itu kami ambil 80 orang untuk seleksi wawancara
Bahasa Inggris dan tes matematika. Dan yang kami ambil hanya 60
siswa. Tahap kedua adalah untuk kelas regular dengan persyaratan
yang berbeda dan proses seleksi yang berbeda.
P : Setelah Penerimaan Siswa Baru selesai, biasanya apa yang di evaluasi
panitia PSB?
Inf Kami mengevaluasi pelaksanaan PSB, kerja panitia, soal apakah
terlalu sulit atau mudah untuk siswa, dan penilaian sudah objektif
atau belum.
P : Bagaimana muatan kurikulum untuk kelas unggulan dan regular?
Inf Kepala madrasah sudah sepakat dengan komite dan dewan guru
untuk kelas unggulan ada penambahan materi yang lebih luas.
Keunggulan dari madrasah adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan
Sain yang mendapat porsi lebih dibanding kelas regular. Hasil dari
berbagai even sudah terlihat seperti mendapatkan medali perak dan
perunggu dalam kompetisi Olimpiade tingkat kabupaten dan
provinsi berturut-turut selama 2 tahun, juara 1 dan 2 lomba LCT
191

tingkat Kabupaten
192

Tanggamus, dan di bidang olahragapun mereka unggul. Ini


adalah produk yang kita dapat dari pelaksaaan kelas unggulan.
P : Sebelum mengajar, persiapan apa yang bapak lakukan?
Inf Persiapan saya ya sesuai dengan ketentuan dan kewajiban guru
seperti perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Konten apa yang
akan kita berikan kepada siswa, menerapkan metodologi belajar
yang sesuai dengan materi yang kita ajarkan sehingga pbm berjalan
secara aktif dan menyenangkan. Saya hindari metode ceramah.
P : Pelaksanaan hidden kurikulum seperti apa pak?
Inf Ya…. Walau saya guru matematika, saya sering member mereka
nasehat-nasehat yang berkaitan dengan agama, akhlak yang
bermanfaat bagi masa depan mereka.
P : Bagaimana dengan pelaksanaan evaluasi?
Inf Evaluasi PBM ada beberapa hal seperti apakah anak sudah mampu
melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dalam pembelajaran,
dari segi proses dan evaluasi dalam bentuk ulangan harian, mid
dan semester.
P : Manajemen pengembangan madrasah melalui POAC yang
dikembangkan tidak hanya siswa tetapi juga guru dan staf. Bentuk
pengembangan guru biasanya seperti apa?
Inf Selama ini yang kami lakukan adalah pembinaan rutin seperti
rapat antar guru mapel. Kepala madrasah tidak henti-hentinya
mengajak guru untuk berkinerja baik sesuai tupoksinya. Guru dan
staf mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah diprogramkan
Kementerian Agama seperti workshop dan diklat yang menunjang
pengembangan profesi guru. Kamad juga sangat membantu guru
yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dengan memberi
kemudahan dan dukungan untuk peningkatan kompetensi guru.
Apabila ada kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten
Tanggamus dalam kegiatan MGMP, kamad bersifat terbuka dalam
memberi kesempatan guru untuk mengikutinya. Dengan harapan
agar gurui dan staf bekerja secara optimal.
P : Promosi apa yang diberikan kepala madrasah kepada guru yang di
anggap cakap?
Inf Promosi sangat terbuka untuk menjadi wali kelas, pembina, kepala
laboratorium dan waka maupun pengusulan menjadi kamad.
P : Kalau proses mutasinay pak?
Inf Proses mutasi yang ada di MTs sangat jarang biasanya diikuti
kebutuhan dari organisasi. Jika ada MAN yang kurang guru dan
MTs lebih, maka dikordinasikan dengan pihak Kamenag dan
Kanwil. Intinya lebih mengarah pada kebutuhan organisasi secara
keseluruhan.
P : Bagaimana dengan sarana prasarana yang ada di MTs ini?
Inf Alhamdulillah, sarana prasarana belajar sudah memadai walau ada
beberapa yang masih kurang. Kami mendapat akreditasi A, ini
salah satu bukti nyata dari lembaga legal dalam menilai madrasah.
P : Yang terakhir pak, bagaimana pelaksanaan SIM di madrasah ini?
Inf Sementara ini yang sudah kita terapkan adalah pelayanan gaji lewat
ATM, database siswa and pegawai, dan lain-lain. Kalau
193

dibandingkan
194

dengan Aceh, SIM mereka sudah terpadu dalam system yang


cakupannya lebih luas. Untuk daerah Kotaagung madrasah lebih
unggul dalam hal pengadministrasian di banding sekolah umum
lainnya.
P Terimakasih atas informasinya pak. Hasil wawancara ini sangat
bermanfaat bagi saya. Ws. Wr. Wb.
Inf : Sama-sama bu. [Link].
195

Lampiran 4 : Transkip Wawancara

Transkip Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Humas

Kode informan : W.WM2.16122013


Jabatan : Waka Humas
Hari/Tanggal : Senin/ 16 Desember
2013 Tempat : Ruang Waka
Waktu : Pukul 10.00-11.00 WIB

Pada hari ini peneliti mendapat kesempatan untuk bertemu dengan salah

satu wakil kepala bidang Humas.

P : Assalamualaikum Wr. Wb !
Inf : Ws Wr Wb. Ada yang saya bisa bantu Bu?
P : Ya. Saya butuh bantuan ibu untuk penyelesaian tugas tesis
saya. Inf Baik, bila ada yang saya bantu silahkan.
P : Berapa lama ibu mengajar di MTs ini?
Inf Saya mengajar di sini sejak tahun 2000, jadi sekitar 13 tahunan.
P : Artinya ibu sudah memahami kebiasaan-kebiasaan yang ada di
MTs ini. Inf : Ya. Insyaallah, saya paham.
P : Maaf bu, menurut ibu budaya madrasah itu apa?
Inf Menurut pendapat saya, budaya madrasah adalah perilaku, sikap,
tingkah laku yang tercipta atau diciptakan oleh situasi madrasah.
Contohnya, kebiasaan mengaji di awal jam pelajaran, sholat
berjamaah di waktu zhuhur dan Ashar, disiplin dan lain-lain.
Biasanya kamad mensosialisasikan budaya itu melalui contoh yang
menunjukkan ketauladanan, kemudian ada slogan atau pamplet
yang menunjukkan budaya kerja, dan budaya mutu yang dipajang di
dinding-dinding depan kelas seperti menuntut ilmu, jagalah
kebersihan, malu datang terlambat, tingkatkan prestasi belajar dan
sebagainya yang tujuannya mengajak guru dan siswa untuk
menuju lebih baik.
P : Kalau budaya mutu itu sendiri seperti apa
bu? Inf
P : Kalau yang ibu lihat ragam nilai di MTs apa bu?
Inf Nilai hormat-menghormati, nilai kedisiplinan. Budaya saling
hormat- menghormati terlihat jelas terutama anak-anak yang aktif
dalam organisasi pramuka, rohis, maupun OSIS.
P : Bagi guru yang berprestasi apa yang biasanya kamad berikan?
Inf Biasanya di dalam rapat diungkapkan guru ini adalah guru yang
cerdas, guru yang loyal agar guru lain bisa melihat dan mencontoh
guru yang berprestasi tersebut. Sedangkan untuk guru yang malas
biasanya kamad memanggil guru tersebut melalui waka kurikulum,
menanyakan masalah tersebut, memebri nasehat, motivasi dan
masukan. Biasanya setelah dipanggil kamad, ada perubahan pada
guru tersebut. Ada seorang guru yang tidak disiplin di madrasah,
196

guru tersebut diberi


197

tanggung jawab lebih, ternyata menunjukkan hasil yang baik.


P : Dari pembicaran kita, yang saya pahamai budaya ungul kita ngaji dan
sholat. Ada tidak nilai yang lain seperti disiplin, kebersihan maupun
prestasi untuk meningkatkan mutu madrasah?
Inf Keunggulan yang saya liat ada kemauan lebih dari siswa untuk
belajar. Mereka tidak malu untuk menggunakan Bahasa Arab dan
Bahasa Ingggris kepada guru mapel tersebut dan hubungan dengan
guru dekat. Senang dengan guru akan sangat membantu siswa
untuk berprestasi.
Semangat anak-anak dalam berorganisasi sangat tinggi, untuk
meningkatkan mutu madrasah tidak hanya unggul di bidang agama
tetapi di kegiatan ekstrakurikulerpun mereka unggul. Kedisiplinan
siswa dan guru baik. Kekeluargaan antar guru juga terjalin dengan
baik.
P : Apakah muatan kurikulum di kelas unggulan dan kelas regular sama?
Dan kalau berbeda dimana perbedaannya?
Inf Muatan kurikulum hampir sama, perbedaanya terletak pada
beberapa jam tambahan untuk mata pelajaran tertentu seperti
Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, Matematika dan IPA, Tahsin dan
Tahfis.
P : Bagaimana persiapan ibu mengajar di kelas ungulan dan regular?
Inf Persiapan yang saya lakukan ya hampir sama, tetapi karena jam
Bahasa Inggris banyak di kelas unggulan, dan rasa ingin tahu siswa
lebih banyak, motivasi juga tinggi, guru harus lebih kreatif dan
memberikan inovasi dalam pembelajaran agar tidak membosankan
seperti game, scrabble, jumble sentence, arranging sentences. Saya
mencari bahan pembelajaran melalui internet.
P : Di dalam KTSP ada yang namanya hidden curriculum. Apa yang
biasanya ibu lakukan dalam hidden curriculum tersebut?
Inf Biasanya saya tanamkan tentang pembentukan karakter demgan
biasa memberikan pujian maupun ungkapan-ungkapan yang dapat
memotivasi mereka untuk belajar seperti, terima kasih, maaf saya
datang terlambat, bagus sekali jawabanmu dan sebagainya.
P : Menurut ibu apakah sarana prasarana sudah sesuai SPM?
Inf Menurut saya ya sudah, walaupun kami belum mempunyai lab
bahasa, tetapi sekolah menyediakan tape recorder untuk dibawa ke
dalam kelas, ada LCD dan ada laptop yang disediakan. Bahkan
untuk kelas unggulan suasana belajarnya nyaman, tertata baik, AC,
tempat air minum, loker siswa, dan LCD sudah permanen
terpasang.
P : Oh ya bu , mengenai Sistem Informasi Manajemen sendiri bagaimana ?
Inf Menurut saya baik. Sistem informasi di bidang administrasi
terutama kurikulum, kesiswaan maupun keuangan sudah OK.
P : OK bu. Terima kasih atas bantuannya. BIla dibutuhkan saya akan
kembali mewancarai ibu. Ws. Wr. Wb.
Inf Ws Wr Wb.
198

Lampiran 4 Transkrip Wawancara

Hari/Tanggal : Senin, 21 April 2014


Waktu : 09.00 – 10.00
Informan : Kepala Madrasah (W. KM.21042014)
Tempat : Ruang Kepala MTsN Kotaagung

Sub Fokus Isi


Penelitian Wawancara
Manajemen P : Bagaimanakah bapak menyusun rencana program
Madrasah madrasah? J :
Rencana program madrasah disusun bersama-
sama waka madrasah, guru, komite, pengawas dan
stakeholder. Langkah pertama adalah menyusun visi
madrasah. Dari visi, kami jabarkan
ke dalam misi. Dan untuk mencapai misi tersebut kami
buat tujuan- tujuan madrasah yang kemudian
dijabarkan dalam berbagai program-program [Link]
rencana program kerja dalam jangka pendek, menengah
maupun panjang.
P : Sosialisasi visinya dengan cara apa pak ?
J : Visi madrasah kami sosialisasikan waktu rapat,
upacara, maupun banner berisikan visi dan tujuan yang
kami letakkan di tempat yang mudah di baca oleh
warga madrasah. Ketika rapat dengan wali murid yang
berkaitan dengan program madrasah, Visi untuk
menjadi madrasah unggulan kami paparkan kepada
mereka.
P : Kemudian bagaimana cara bapak untuk melaksanakan
rencana kerja madrasah?
J : Untuk melaksanakan Rencana kerja madrasah, saya
membuat tim kerja yang terdiri dari waka kurikulum,
kesiswaan, humas, sarana prasarana, Kepala TU,
bendahara dan komite, wali kelas, Pembina, guru yang
bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing.
Mereka membuat program kerja yang dilaksanakan
berdasarkan rencana kerja tahunan dan dilaksanakan
oleh penanggung jawab kegiatan . Kami
mengevaluasinya di setiap tahun ajaran baru.
P : Apakah bapak memiliki strategi pengembangan
madrasah? Kalau saya boleh tau Strategi apa yang
bapak gunakan dalam pengembangan madrasah ini?
J : Ya, tentu saja saya punya strategi antara lain :
1. Strategi yang pertama saya lakukan adalah
bagaimana membentuk tim kerja yang kuat dan
solid. Saya memilih guru- guru yang aktif, kreatif,
berwawasan luas dan memiliki komitmen untuk
memajukan madrasah.
199

2. Menjalin komunikasi yang harmonis dengan warga


madrasah, dan masyarakat.
3. Saya berinovasi dalam mengembangkan program
kelas unggulan, dan Alhamdulillah prestasi mereka
membanggakan madrasah. Kegiatan-kegiatan
ekstrakurikuler bagi perkembangan bakat siswa
kami kembangkan dengan latihan intensif.
4. Di bidang kurikulum dan Proses pembelajaran, kami
mendorong guru untuk menggunakan IT sebagai
media pembelajaran.
5. Peningkatan mutu Sumber Daya Manusia melalui
kegiatan
pelatihan, pendidikan, workshop, seminar-seminar
agar dapat
200

meningkatkan profesional mereka.


6. Fasilitas Sarana dan prasarana pembelajaran kami
lengkapi.
7. Pelaporan keuanganpun dengan menggunakan
berbagai aplikasi keuangan seperti SIMTO dan lain-
lain
P : Apakah pengawasan dan evaluasi sudah dijalankan oleh
pengawas dan bapak sebagai kepala madrasah ?
J : Ya. Pengawasan madrasah dilakukan oleh Pengawas
dari Kamenag. Mereka mengawasi Kamad dan guru-
guru madrasah. Yang biasa dilakukan adalah supervisi
akademik. Saya juga melakukan supervisi kelas kepada
guru sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Kegiatan ini dibantu oleh guru-guru senior di bidang
mata pelajaran. Saya mengevaluasi kegiatan-kegiatan
program madrasah setelah selesai dilaksanakan.
Sebagai bahan evaluasi kami membuat EDS setiap
tahun dan penilaian Akreditasi
setiap 5 tahun sekali. Guru melaporkan hasil evaluasi
setiap akhir semester.
201

Budaya P : Budaya madrasah tidak terlepas dari nilai-nilai dan


Madrasah norma-norma. Yang ingin saya ketahui norma-norma
apasajakah yang berlaku dan disepakati di madrasah?
J : Norma yang disepakati adalah norma agama, dimana
tata tertib yang kami tentukan mengacu pada akhlakul
karimah. Anak di biasakan sholat, salam disiplin dan
kita sepakat dengan orang tua.
P : Bagaimanakah bapak membentuk komitmen dan
partisipasi warga madrasah?
J : Komitmen saya sampaikan kepada guru dan staf tu
ketika rapat. Saya dengan guru sepakat untuk membuat
kontrak mengajar yang ditandatangani di atas materai.
Karena hak-hak mereka saya penuhi, mereka juga
harus melaksanakan kewajiban. Komitmen guru untuk
memberikan ketauladanan

P : Kalau melalui tindakan simbolik seperti apa pak ?


J : Moto Kementerian Agama adalah Ikhlas beramal.
Artinya bahwa Karyawan Kementerian Agama dalam
mengabdi kepada masyarakat dan Negara berlandaskan
niat beribadah dengan tulus dan ikhlas. Arinya bahwa
guru dan staf bekerja tidak hanya mengharapkan
finasial saja tetapi juga bernilai ibadah. Apa yang diberi
Allah kepada kita tidak sebanding dengan apa yang kita
terima. Kerja dengan sungh-sungguh dan bernilai
ibadah. Kita dituntut untuk bekerja yang cerdas, benar
dan Ikhlas.
P : Apakah bapak memberikan penghargaan kepada
guru, staf
maupun siswa?
J : Madrasah memberikan penghargaan kepada guru –
guru dan siswa yang dianggap berprestasi dan
diumumkan di rapat dan di halaman sekolah. Baik
berupa piagam maupun hadiah.
P : Bagaimana cara bapak membangun kontrol sosial ?
J : Madrasah membangun hubungan yang harmonis
dengan lingkungan madrasah. Warga sekitar madrasah
turut terlibat dalam pengawasan siswa. Mereka
memberi informasi kepada madasah ketika ada anak
yang membolos pada saat jam belajar, lompat
pagar, merokok, bahkan berkelahi di luar jam belajar.
Penerimaan Siswa Baru
202

P : Kurikulum apa yang bapak gunakan saat ini ?


Pelaksanaan J : Kami masih menggunakan KTSP dan dalam persiapan
kurikulum menggunakan Kurikulum 2013
P : Landasan apa yang bapak gunakan dalam dalam
menyusun KTSP?
J : Landasan dalam menyusun KTSP adalah Undang-
Undang NO 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan 8
SNP.
P : Siapa pak yang terlibat dalam penyusunan KTSP?
J : Yang terlibat dalam penyusunan KTSP adalah kamad,
waka, kaur TU, guru ,stakeholder dan komite?
P : Bagaimanakah upaya bapak dalam mengembangkan
kurikulum muatan lokal dan life skill di Madrasah?
J : Mulok kita lihat yang bermanfaat. Dan karena
lingkungan masyarakat Lampung, kami adakan mulok
Bahasa Lampung tetapi tidak hanya bahasa, tetapi juga
seni budaya lampung seperti tarian dan pakaian.
Pengemban P : Bagaimanakah bapak menentukan kebutuhan
g an pengembangan SDM yang ada di madrasah?
Sumber J : Kita petakan dan kita lihat SDM guru atau staf TU, kita
Daya lihat pengembangan apa yang sangat mereka
Manusia butuhkan saat ini. Kalau ada guru yang mismatch
kami ikutkan dalam pelatihan agar mereka menjadi
guru yang profesional.
P : Pendekatan pelatihan apa yang digunakan?
J : Guru-guru kami libatkan dalam kegiatan workshop,
pelatihan dan MGMP mata pelajaran.
P : Apakah setelah mereka mengikuti pelatihan bapak
evaluasi dan apa tindak lanjut dari pelatihan dan
pengembangan SDM tersebut?
J : Guru –guru yang mengikuti pendidikan maupun
pelatihan kami evaluasi untuk mengetahui sejauh
mana ilmu yang mereka peroleh dapat
diimplementasikan dalam pekerjaan mereka sehari-
hari. Apakah ada perubahan setelah mendapatkan
ilmu dan lebih baik dari sebelumnya. Kami meminta
mereka untuk berbagi ilmu dan mensosialisasikan
hasil diklat dan workshop kepada teman-
teman yang lain
Pengelolaan P : Bagaimanakah menentukan perencaanaan sarana dan
Sarana prasarana Pendidikan ?
Prasarana J : Penggunaan dana untuk madrasah negeri dibatasi oleh
akun-akun penggunaan anggaran di DIPA, karena itu
dalam menentukan perencanaan sarana
prasarana kami menganalisis kebutuhan berdasarkan
skala prioritas. Kami mem buat perencanaan matang
supaya tidak mubazir.
P : Bagaimanakah pemeliharaan sarana prasarana di
madrasah?
203

J : Pemeliharaan sarana prasarana dengan perbaikan-


perbaikan,
rehab, di cat. Dan apabila dana kurang kami meminta
bantuan masyarakat untuk membantu.
204

Lampiran 4 Transkrip Wawancara

Hari/Tanggal : Senin, 21 April 2014


Waktu : 11.00 – 12.00
Informan : Guru SKI (W. G1. 21042014)
Tempat : Ruang Guru MTsN Kotaagung

Sub Fokus Pertanya


Penelitian an
Manajemen P : Ass Wr. Wb. Maaf bu, saya ingin mengetahui
Madrasah bagaimana madrasah menyusun rencana program
madrasah?
J : Ws Wr Wb. Kamad bersama-sama waka
menyusun rencana program madrasah dengan cara
menyusun visi dan misi madrasah ke depan.
P : Bagaimanakah visi madrasah disosialisasikan
kepada warga madrasah?
J : Kamad biasanya menyampaikan visi melalui
rapat, melalui banner. Dan ketika rapat dengan
wali murid, kamad juga menyampaikan visi
tersebut kepada mereka agar mengetahup program
madrasah ke depan.
P : Kemudian setelah visi, misi, tujuan di buat,
bagaimana pelaksanaan rencana kerja madrasah ?
J : Kamad bersama waka-waka melaksanakan apa
yang sudah diprogram dengan dibantu oleh
Pembina-pembina, bk, wali kelas maupun komite.
P : Apakah ibu tahu strategi apa yang kamad
gunakan dalam pengembangan madrasah?
J : Salah satu strategi kamad adalah berinovasi dalam
mengembangkan program kelas unggulan,
mengembangkan IT dalam proses pembelajaran,
melengkapi fasilitas sarana dan prasarana, dan
mendorong guru dan staf untuk meningkatkan
kemampuan mereka untuk bekerja secara
profesional.
P : Saya lihat adanya kelas unggulan menjadi salah
satu daya tarik masyarakat untuk menyekolahkan
anaknya di madrasah. Selama ini bagaimanakah
bentuk pengawasan dan evaluasi?
J : Setiap semester Kepala madrasah memiliki jadwal
supervisi akademik. Kegiatan supervisi ini
dibantu dengan guru-guru yang senior. Dalam
kegiatan evaluasi, madrasah juga membuat EDS
setiap tahun untuk mengetahui kelemahan-
kelemahan, dan meningkatkannya pada tahun
berikutnya. Guru melaporkan hasil evaluasi setiap
akhir semester.
205

Budaya P : Maaf bu, pada wawancara yang lalu saya telah


Madrasah menanyakan tentang nilia-nilai yang ada di
madrasah. Sekarang yang ingin saya ketahui
norma-norma apa sajakah yang berlaku dan
disepakati di madrash?
J : Norma adalah aturan-aturan yang telah ditentukan
baik tertulis maupun tidak tertulis. Madrasah
memiliki aturan bahwa guru dan Staf PNS
memiliki 6 hari kerja, dan bagi
guru serifikasi harus 37,5 jam perminggu. Guru
memiliki Kode etik dan siswa memiliki tata tertib
siswa.
206

P : Bagaimanakah komitmen di bentuk oleh kepala


madrasah kepada warga madrasah?
J : Madrasah ketika rapat membahas tentang
komitmen guru terhadap kemajuan madrasah.
Komitmen ini ada yang dilakukan secara tertulis
seperti kontrak mengajar. Guru dengan siswapun
mempunyai kontarak mengajar.
P : Penggunaan simbol sendiri seperti apa di
madrasah ?
J : Symbol saya artikan sebagai logo KEMENAG
yaitu ikhlas beramal. Simbol ini digunakan dalam
setiap aktivitas maupun kegiatan-kegiatan guru di
madrasah. Guru diharapkan bekerja tanpa
menuntut imbalan.
Penerimaan Siswa Baru
Pelaksanaan P : Madrasah saat ini masih menggunakan KTSP.
kurikulum Yang ingin saya tahu apakah landasan yang
digunakan dalam menyusun KTSP?
J : UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional P : Siapa yang terlibat dalam penyusunan
KTSP?
J : Menteri Pendidikan dan orang-orang yang
kompeten dalam pendidikan.
P : Ketika kita berbicara tentang KTSP, kita tidak
dapat memisahkannya dengan pengembangan
muatan lokal dan lifeskill. Bagaimanakah upaya
kepala madrasah dalam mengembangkan
kurikulum muatan lokal di Madrasah?
J : Kamad dalam mengembangkan muatan lokal
mengacu pada UU No. 20 Tahun 2003, dan
dengan kearifan lokal disesuaikan dengan daerah
masing-masing. Di madrasah Mulok kami adalah
bahasa lampung. Dan untuk kelas unggulan
dikembangkan program Tahsin dan Tahfiz.
P : Kegiatan ekstrakurikuler apa saja yang ada di
madrasah bu? J : Kegiatan ekstrakurikuler
dilakukan di luar jam belajar. Kegiatan
ekstrakurikuler yang ada di madrasah adalah
karate, pramuka, rohis, prestasi akademik, paskibra,
OSIS. Kamad menunjuk guru-guru untuk menjadi
Pembina kegiatan ekstrakurikuler. Pembinaan ini
dilakukan 1 minggu
sekali. Para Pembina bertanggung jawab kepada
Kamad.
P : Bagaimanakah dengan kegiatan bimbingan
belajar?
J : Bimbel biasanya diadakan menjelang ujian
nasional. Tetapi siswa-siswa yang mengalami
207

kesulitan belajar bisa menghubungi guru bidang


studi untuk memperoleh bimbingan khusus. Dan
ternyata ini cukup efektif untuk membantu siswa
tersebut.

Pengembangan P : Pengembangan SDM penting sekali bagi


Sumber Daya kemajauan madrasah. Bagaimanakah madrasah
Manusia menentukan kebutuhan pengembangan SDM?
J : Pengembangan SDM dilakukan dengan melihat
analisis kebutuhan SDM. Biasanya ketika ada
undangan pelatihan atau workshop. Kamad
berkordinasi denga waka kurikulum
untuk menentukan siapa-sipa yang membutuhkan
Pengelolaan Sarana Prasarana
200

Lampiran 4 Transkrip Wawancara

Hari/Tanggal : Rabu, 23 April 2014


Waktu : 08.30 – 09.30
Informan : 2 Guru Akidah Akhlak (W.G2 dan G3.
23042014) Tempat : Ruang Piket MTsN Kotaagung

Sub Fokus Pertanya


Penelitian an
Manajemen 1. Bagaimanakah madrasah menyusun
Madrasah rencana program madrasah?
MTsN Kotaagung memiliki program madrasah.
Rencana program madrasah disusun atau dibuat
berdasarkan visi dan misi madrasah. Dengan
dasar visi dan misi ini program madrasah
dilaksanakan dengan melibatkan seluruh dewan
guru, kepala madrasah, serta komite.
2. Bagaimanakah kamad mensosialisasikan visi
kepada warga madrasah?
Visi dan misi madrasah bukan hanya milik
madrasah tetapi juga milik masyarakat sekitar
madrasah. Masyarakat harus mengetahui visi dan
misi madrasah. Kamad mensosialisasikannya
melalui rapat dewan guru, musyawawah antar
komite dengan pihak sekolah, membuat
spanduk/banner, dituliskan dalam brosur
pendaftaran siswa baru, Dewan guru juga sellau
menyampaikaan pada siswa.

3. Bagaimanakah melaksanakan rencana kerja


madrasah?
Dari visi dan misi madrasah tersusunlah rencana
program madrasah.
Rencana kerja madrasah dilaksanakan menjadi
program jangka pendek dan jangka panjang.
Kepala madrasah membagi tugasnya dengan waka
dan Kaur TU, agar program kerja dapat terlaksana
dengan baik untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
4. Strategi apa yang bapak gunakan dalam
pengembangan madrasah?
Dalam pengembangan madrasah, seluruh dewan
guru sepakat untuk mengadakan program kelas
unggulan, mencari bakat siswa dalam
pengembangan diri, kerapihan dan kebersihan
sekolah diutamakan adanya Pembina 7k, siswa
diikutkan dalam berbagai lomba baik di tingkat
kecamatan, kabupaten maupun nasional.
201

5. Bagaimanakah bentuk pengawasan dan evaluasi?


Pengawasan dilakukan dengan melihat kondisi
kebersihan madrasah, mengecek presensi
siswa dan guru,
Untuk evaluasi, guru memberikan ulangan harian,
ulangana mid semester dan semester. Dan
melaporkan hasil tersebut setahun 2 kali.

Budaya 1. Apa sajakah ragam nilai di MA Ikhlasul


Madrasah Muhajirin?
2. Apa sajakah norma-norma yang berlaku dan
disepakati di sekolah?
202

Norma adalah aturan-aturan yang harus dipatuhi


oleh seluruh warga madrasah. Untuk guru dan
siswa ada norma dalam berpakaian, madrasah
membuat aturan seragam apa yang digunakan
pada hari-hari tertentu, kerapian dalam
berpakaian, guru saling berjabat tangan bila saling
bertemu, siswa mencium tangan guru bila
bertemu. Siswa diwajibkan menjaga kebersihan,
guru maupun siswa bersama-sama membuang
sampah sekecil apapun jika terlihat, Guru
diwajibkan mengikuti upacara setiap hari senin.
Ada kode etik guru dan tata tertib siswa. Sebelum
belajar siswa dibiasakan membaca alquran 10
menit. Guru dan siswa menjaga kebersihan
dengan adanya gerakan semut.
3. Bagaimanakah membentuk komitmen
Budaya tidaka akan berjalan dan terlaksana tanpa
adanya komitmen atau kesepakatan, untuk itu
perlu diberikan sanksi baik guru maupun siswa
yang melanggar.
4. Bagaimanakah Penggunaan symbol ?
Penggunaan symbol bisa berbentuk banner yang
isinya memotivasi guru dan siswa yang dipasang
di dinding-dinding kelas. Bisa juga berupa symbol
logo depag ikhlas beramal.
5. Bagaimanakah kontrol social
Madrasah bekerjasama dengan orang tua dan
masyarakat untuk turut mengawasi dan membina
peseta didik. Pihak sekolah juga bekerjasama
dengan dewan guru, walikelas dan BK..
Pelaksanaan 5. Apakah landasan yang digunakan dalam
kurikulum menyusun KTSP? KTSP disusun berlandaskan
latar belakang siswa dan lingkungan sekolah
serta materi yang ada di madrasah itu sendiri
yang meliputi sk dan kd serta waktu yang
disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai.
6. Siapa yang terlibat dalam penyusunan KTSP?
KTSP disusun oleh kamad beserta guru,
pengawas dan komite
7. Bagaimanakah muatan kurikulum pembelajaran
yang digunakan di MA Ikhlasul Muhajirin ?
8. Bagaimanakah upaya kepala madrasah dalam
mengembangkan kurikulum muatan lokal di
Madrasah? Adapaun yang dilakukan kamad
dengan diadakannya pengembangan diri adalah
dengan membiasakan anak sholat berjamaah di
madrasah, lomba kebersihan antar kelas, lomba
kelas meetng, ekstra kurikuler, karate dan bidang
203

keagamaan, serta diadaknnya workshop bagi


seluruh dewan guru.
204

Lampiran 5. Hasil Observasi

Catatan Lapangan Hasil Observasi

Lokasi Obyek : Lapangan Upacara MA Ikhlasul


Muhajirin Jenis Obyek : Kegiatan upacara penaikan
bendera Catatan Pengamatan :
Hari/tanggal : Senin, 2 Desember 2013
Pukul : 07.00 WIB – 07.50
Pengamat : Fajarita Riesmawati
Penulisan Catatan : Selasa, 3 Desember 2013 Pukul 16.00 - 16.45

Observa Data/Hasil Pengamatan


si
Kegiatan sebelum Pukul 7.00 WIB, kepala madrasah, guru-guru,
upacara staf TU dan siswa-siswi berkumpul di lapangan
upacara. Pak Sarifuddin sebagai waka
kesiswaan dibantu oleh Ibu Rofiah selaku
pembina OSIS menyiapkan dan merapihkan
peserta didik. Hari
ini yang bertugas siswa kelas VIII.A
Pelaksanaan upacara Tepat pukul 7.10 WIB, upacara di mulai.
Setelah penaikan bendera, kepala madrasah
selaku pembina upacara dalam amanatnya
mengingatkan siswa untuk selalu mematuhi
tata tertib madrasah, menjaga kebersihan, dan
mengisi waktu dengan belajar ketika ada guru
yang berhalangan hadir. Ucapan terimakasih
juga disampaikan kepada
siswa yang menjadi petugas upacara pada hari
ini.
Kegiatan setelah Upacara berakhir pukul 07.40 WIB. Setelah
upacara upacara selesai, Pak Sarifuddin menyampaikan
pengumuman-pengumuman dan meminta
salah satu siswa untuk tampil membawakan
pidato
bahasa Arab atau Bahasa Inggris atau
ceramah di hadapan siswa lainnya kurang lebih
10 menit.
Komentar Peneliti (KP)
Tradisi di madrasah yang memberikan
kesempatan siswa untuk tampil
mempresentasikan kemampuannya dalam
berbahasa asing secara bergantian adalah hal
yang positif karena dapat memotivasi siswa
untuk berani menunjukkan
potensi dan bakat mereka dalam berbahasa
asing.
205

Lampiran 5. Hasil Observasi

Catatan Lapangan Hasil Observasi

Lokasi Obyek : Ruang Kelas VIII. B MA Ikhlasul


Muhajirin Jenis Obyek : Supervisi Kelas
Catatan Pengamatan :
Hari/tanggal : Rabu, 4 Desember 2013

Pukul : 08.30 – 09.50 WIB.


Pelaksana : Drs. Akhyarulloh, M.M.
Pengamat : Fajarita Riesmawati
Penulisan Catatan : Kamis, 5 Desember 2013 Pukul 16.00 - 16.45

Observasi Data/Hasil Pengamatan


Kegiatan Sebelum Pak Minarto menyiapkan perangkat
Supervisi pembelajaran sebelum kegiatan supervisi di
mulai. Kepala madrasah dan pak Minarto
bersama-sama masuk ke dalam kelas. Terlihat
bahwa anak-anak terkejut karena tidak biasanya
kepala madrasah memantau kegiatan
pembelajaran. Pak Minarto menyerahkan RPP ke
kepala madrasah. Kepala madrasah duduk di
bangku belakang untuk mengawasi kegiatan
pembelajaran matematika hari ini.
Pelaksanaan Setelah mengisi jurnal pembelajaran di kelas dan
Supervisi mengabsensi siswa, Pak Minarto memulai
kegiatan pelajaran dengan bertanya kepada siswa
apa yang mereka ketahui tentang Lingkaran.
Siswa dengan antusias menjawab pertanyaan
tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan
penjelasan tentang rumus lingkaran. Setelah itu
siswa secara berkelompok di minta untuk
mendiskusikan lembar kerja yang diberikan.
Guru berkeliling kelas mengamati dan memberi
bantuan ketika ada siswa yang bertanya. Di
akhir pembelajaran, Pak Minarto menyimpulkan
materi tentang lingkaran 10 menit sebelum
kegiatan pembelajaran berakhir. Pada
pelaksanaan supervisi, Kepala madrasah hanya
duduk dan mengamati
jalannya proses kegiatan pembelajaran sambil
membuat catatan-catatan yang akan diberikan
kepada guru.
Evaluasi Supervisi Di kantor guru, Kepala Madrasah berdiskusi
mengenai proses kegiatan pembelajaran dengan
menunjukan hasil penilaian supervisi akademik
kepada Pak Minarto. Evaluasi
ini bermanfaat untuk mengetahui kelemahan dan
206

kelebihan guru dalam mengajar dan ada tindak


lanjut.

Komentar Peneliti (KP) : Supervisi akademik


yang dilaksanakan kepala madrasah cukup
efektif untuk membina dan membantu guru
dalam meningkatkan kualitas mengajar mereka
sehingga akan berpengaruh pada usaha
meningkatkan hasil belajar siswa.
207

Lampiran 5. Hasil Observasi

Catatan Lapangan Hasil Observasi

Lokasi Obyek : Lapangan olahraga, mushola dan ruang kelas


MTsN Jenis Obyek : Kegiatan classmeeting siswa MTs Negeri
Kotagung Catatan Pengamatan :
Hari/tanggal : Kamis, 19 Desember 2013
Pukul : 08.00 – 10.00 WIB
Pengamat : Fajarita Riesmawati
Penulisan Catatan : Jum’at, 20 Desember 2013 Pukul 16.00 - 16.45

Observasi Data/Hasil Pengamatan


Awal Kegiatan Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan
kelas dan dilaksanakan selama 4 hari.
Sebelum pelaksanaan lomba antar kelas di
mulai, panitia mendata siswa- siswa yang
akan mengikuti lomba. Ruang kelas,
musholla, dan lapangan yang akan digunakan
disiapkan. Juri atau tim penilai pada setiap
tangkai lomba bersiap-siap untuk
melaksanakan tugas. Ketua OSIS dan
pengurusnya terlihat sibuk.
Tangkai perlombaan classmeeting adalah
pidato Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan
Bahasa Indonesia, MTQ untuk putra dan
putri, kaligraphi, bulu tangkis, futsal, tenis
meja, karate dan bola voli.
Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan
jadwal kegiatan lomba hari ini. Hari ini
jadwal MTQ bertempat di musholla. Pidato
Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa
Inggris di ruang kelas, Final Bulu tangkis di
lapangan madrasah. Timpenilai sibuk dengan
kegiatan mereka untuk mencari siswa-siswi
yang berprestadi di bidang non akademik.
Siswa-
siswipun antusias mengikuti kegiatan
tersebut.
Akhir Kegiatan Pada akhir kegiatan program, kordinator
masing- masing lomba menyerahkan hasil
penilaian kepada panitia untuk diumumkan
siapa yang mendapat juara pada perlombaan
tersebut. Pengumuman dan pemberian hadiah
akan diberikan pada Hari Sabtu
sebelum pembagian rapor.
208

Komentar Peneliti (KP) :

Kegiatan lomba antar kelas adalah kegiatan


yang rutin dilaksanakan sebelum pembagian
rapor. Dalam kegiatan ini anak-anak yang
memiliki bakat dan potensi di bidang
masing-masing akan menunjukkan
kemampuannya, Di sini ada nilai persaingan
dan prestasi. Panitia dan para tim juri
berkordinasi dengan baik untuk
mensukseskan kegiatan tersebut. Ini
menunjukkan nilai kerjasama.
209

Lampiran 5. Hasil Observasi

Catatan Lapangan Hasil Observasi

Lokasi Obyek : Aula MA Ikhlasul Muhajirin


Jenis Obyek : Kegiatan Pengembangan
guru Catatan Pengamatan :
Hari/tanggal : Senin-Rabu, 23- 25 Desember 2013
Pukul : 08.30 – 15.00 WIB
Pengamat : Fajarita Riesmawati
Penulisan Catatan : Kamis, 26 Desember 2013 Pukul 10.00 - 11.00 WIB

Observasi Data/Hasil Pengamatan


Pembukaan kegiatan Kepala Kamenag Kabupaten Tanggamus, Drs.
workshop Bukri, membuka acara pada pukul 09.00 WIB.
Beliau menyampaikan bahwa madrasah harus
mengikuti kebijakan pemerintah tentang
perubahan kurikulum. Guru-guru MTs se-KKM
MTsN Kotaagung dituntut untuk mengubah
pola pikir mereka tentang kurikulum 2013 dan
mau ataupun tidak harus melaksanakannya di
awal tahun
2014. Kepala MTs juga berpesan kepada para
guru untuk aktif mengikuti kegiatan workshop.
Pelaksanaan Workshop dilaksanakan selama 3 hari dan
Workshop diikuti secara aktif oleh guru-guru yang
berjumlah 90 orang yang dibagi kedalam 3
kelas. Tutor dan dari Pengawas Kamenag dan
LPMP. Fasilitator dari waka madrasah. Guru
sangat antusias dan aktif mengikuti seluruh
kegiatan, termasuk game-game yang diberikan
panitia. Tutor menyampaikan materi dengan
menarik dan diselingi dengan tampilan slide
icebreaking untuk menghindari kebosanan.
Kegiatan berakhir pukul 15.00 WIB. Pada
setiap akhir kegiatan, peserta diminta untuk
mengisi lembar evaluasi kegiatan untuk
perbaikan kegiatan pada hari berikutnya.
Penutupan Kegiatan Workshop ditutup oleh kepala madrasah dengan
Workshop selalu mengingatkan kepada guru-guru swasta
anggota KKM untuk menyampaikan ke guru-
guru lain yang belum mengikuti kegiatan
tersebut dan bersegera menyiapkan diri
terhadap perubahan Kurikulum 2013. Peserta
diminta untuk menyampaikan masukan dan
saran pada kegiatan
ini. Workshop ditutup pukul 14.00 WIB.
210

Komentar Peneliti (KP) :

Kegiatan workshop ini sangat bermanfaat bagi


guru-guru untuk mempersiapkan diri dalam
menghadapi pelaksanaan Kurikulum 2013.
Kurikulum sebaik apapun tidak akan berhasil
diterapkan, tanpa adanya kemauan dan usaha
guru untuk selalu berusaha meningkatkan
kemampuan mengajar mereka sesuai dengan
perkembangan zaman. Input yang biasa-biasa
saja dengan proses sangat baik
akan menghasilkan output yang amat baik.
211

JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN

No. URAIAN KEGIATAN Bulan


ke
1 2 3 4 5 6 7 Okt
1. Membuat judul X
2. Membuat proposal X X
3. Seminar proposal X
4. Perbaikan proposal X X
5. Penelitian lapangan X X
6. Penyususnan tesis X X
7. Seminar hasil X
8. Hasil tesis X
9. Ujian tesis X
10. Pencetakan akhir tesis X
11. Wisuda X
212

PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU

Suasana Pendaftaran Calon Siswa Baru MA Ikhlasul Muhajirin TP.


2013/2014

Rekrutmen Calon Peserta Siswa Baru Kelas Unggulan


Melalui LCT
213

PENGEMBANGAN GURU DAN STAF

Suasana Pembukaan Workshop Sosialisasi Kurikulum 2013

Mengutus Guru Pada Pelatihan Alat Musik Kabupaten Tanggamus


214

BUDAYA MADRASAH

Acara Pelepasan Siswa Kelas IX dengan Tradisi Busana


Lampung

Pemotongan Hewan Qurban di MTsN Kotaagung Tanggamus


210

SARANA PRASARANA PEMBELAJARAN

FASILITAS BELAJAR SISWA KELAS UNGGULAN

Antusias Siswa Belajar di Perpustakaan


211

KURIKULUM PEMBELAJARAN

Mengembangkan Sikap Sportif Siswa dalam Kegiatan


AKSIOMA

Melaksanakan Pembelajaran di Luar Kelas pada Pembelajaran Ekosistem


212
213

Anda mungkin juga menyukai