0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan3 halaman

Arti dan Fungsi Paragraf dalam Teks

Paragraf adalah kesatuan kalimat yang membahas satu topik. Paragraf memiliki fungsi untuk memudahkan pemahaman pembaca dengan membagi karangan menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik. Struktur dasar paragraf terdiri dari kalimat topik dan kalimat penjelas.

Diunggah oleh

Ardi Ansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan3 halaman

Arti dan Fungsi Paragraf dalam Teks

Paragraf adalah kesatuan kalimat yang membahas satu topik. Paragraf memiliki fungsi untuk memudahkan pemahaman pembaca dengan membagi karangan menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik. Struktur dasar paragraf terdiri dari kalimat topik dan kalimat penjelas.

Diunggah oleh

Ardi Ansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGERTIAN DAN FUNGSI PARAGRAF

1. Pengertian Paragraf
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita sering mendengar orang menyebutkan atau mengucapkan,
bahkan membaca di surat kabar, di majalah hiburan, di internet, dan di buku-buku, perkataan paragraf atau
alinea. Tidak hanya yang tertulis, tetapi juga diucapkan dalam berbagai pertemuan, seperti tatap muka di kelas,
rapat, diskusi, seminar, dan lokakarya. Misalnya, seorang guru di depan kelas mengucapkan: “Anak-anak, coba
perhatikan paragraf pertama cerita berikut”. Namun, setelah mendengar atau membaca perkataan paragraf itu,
lalu apakah Anda sudah memahami atau mengerti akan arti dan fungsi paragraf? Padahal, ketika kita menulis
surat, menulis laporan, menulis makalah atau kertas kerja, ataupun menulis cerita, tentu menggunakan paragraf.
Syukurlah apabila Anda sudah memahami dan mengerti akan arti dan fungsi paragraf dalam menulis suatu
karangan. Akan tetapi, apabila Anda belum mengerti dan memahami akan arti dan fungsi paragraf itu, baiklah
kita telusuri bersama-sama akan arti dan fungsi paragraf tersebut.
Paragraf adalah suatu bentuk pengungkapan gagasan yang terjalin dalam rangkaian beberapa kalimat. Semi
(2007:86) dan Arifin (2008:115) menyatakan paragraf adalah seperangkat kalimat yang mengacu pada satu
topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran yang mempunyai keterkaitan dengan
satu topik. Setiap paragraf boleh saja terdiri atas satu kalimat, dua kalimat, tiga kalimat, bahkan lebih dari lima
kalimat pun diperbolehkan, asalkan kalimat-kalimat dalam satu paragraf tersebut tidak berbicara masalah atau
topik yang lain. Semua kalimat dalam satu paragraf harus memperbincangkan satu masalah yang bertalian erat
dengan topik atau masalah yang sedang dibicarakan. Yang perlu Anda ingat adalah paragraf hanya ada dalam
ragam bahasa tulis. Ragam bahasa lisan tidak pernah mengenal istilah paragraf. Istilah lain paragraf adalah
alinea.

Contoh sebuah paragraf.

Suatu hari libur, aku turut berburu dengan seorang pamanku. Dia agak kurus badannya, tapi dari raut
wajahnya ada sesuatu kekerasan watak yang suka bersinar dan mudah ditangkap. Wataknya memang keras
dan seisi rumah takut padanya. Segala perintahnya diikuti dan dikerjakan dengan patuh.
(Riyono Pratikto, “Setia Seekor Anjing”)

Kutipan di atas, diambil dari cerpen “Setia Seekor Anjing” karya Riyono Pratikto. Contoh paragraf yang
kami petik ini terdiri atas empat kalimat. Semua kalimat membicarakan satu persoalan, yaitu tentang pamanku.
Oleh karena itu, paragraf itu mempunyai satu topik tentang “Pamanku” yang memiliki kesukaan berburu pada
hari libur, badannya kurus, wataknya keras, seisi rumah takut padanya, dan segala perintahnya pun diikuti dan
dipatuhinya.

2. Fungsi Paragraf
Setelah memahami pengertian paragraf di atas dengan contoh sebuah paragraf yang ditulis oleh Riyono
Pratikto, coba Anda renungkan, apa fungsi paragraf dalam karangan atau tulis menulis itu? Dengan topik lain
Anda dapat merenungkan, misalkan Anda menulis laporan perjalanan sehabis mengantar murid-murid berwisata
di sebuah pantai. Tulisan Anda yang panjang itu tentu memerlukan beberapa paragraf. Anda akan lebih mudah
menuliskan laporan perjalanan wisata itu apabila memahami fungsi paragraf.
Menurut Djago Tarigan (2009:5-6) fungsi paragraf adalah sebagai berikut.
a. Penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan.
b. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang.
c. Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis.
d. Pedoman bagi pembaca untuk mengikuti dan memahami alur pikiran pengarang.
e. Penyampai pikiran atau ide pokok pengarang kepada pembaca.
f. Penanda bahwa pikiran baru dimulai.
g. Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup
karangan.
Dengan memahami fungsi paragraf tersebut tentu Anda dapat lebih mudah membuat atau menuliskan
sebuah karangan panjang. Sekarang cobalah menulis sebuah karangan pendek, empat atau lima paragraf saja,
biar terlihat secara nyata kemampuan Anda memahami pengertian paragraf dan fungsinya.

B. PENANDA DAN STRUKTUR PARAGRAF

1. Penanda Paragraf
Apakah yang menjadi penanda paragraf? Secara visual atau lihatan Anda akan melihat setiap permulaan
kalimat menjorok ke dalam kira-kira lima ketuk (hitungan mesin ketik) atau satu tab (hitungan komputer). Ayo
perhatikan bagan contoh berikut dengan dua paragraf.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------

Atau dapat juga ada jarak spasi antara paragraf pertama dan kedua seperti contoh bagan berikut.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----
---------

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----
---------

Perhatikan pula contoh konkretnya sebagai berikut.

Malang benar nasib Andini. Bayi berusia enam bulan itu, 2 Juli lalu, meninggal dunia setelah
menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya. Andini memang tidak seperti bayi kebanyakan, kulit
tubuhnya mengelupas mulai kepala hingga kaki. Kondisi itu diderita sejak lahir. Selain Andini, puluhan
warga Pantai Buyat, juga terkena penyakit benjolan pada tubuhnya, pusing-pusing, dan cepat lelah. Warga
menyebutkan, penyakit-penyakit itu paling banyak diderita setelah perusahaan penambang emas, PT
Newmont Minahasa Raya, beroperasi di Teluk Buyat.
Akhirnya, pekan lalu, sejumlah warga setempat, termasuk ibu Andini, Masnah Stirman, mengadukan
diri sebagai korban dampak pembuangan limbah PT Newmont. Mereka bahkan mengadu hingga ke Jakarta.
(Koran Tempo, Kamis, 22 Juli 2004:B12)

Dari bagan dan contoh konkret paragraf di atas jelas bahwa sebuah paragraf dapat ditandai dengan memulai
kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira lima ketukan mesin ketik atau satu tab (indentation) mesin
komputer, dan dapat juga dengan memberi jarak yang agak renggang dari paragraf sebelumnya ke paragraf
sesudahnya. Hal ini dimaksudkan agar lebih memudahkan pembaca melihat permulaan setiap paragraf dan
mengikuti alur pemikiran penulis dari satu tahap ke tahap berikutnya.

2. Struktur Paragraf
Saudara, dalam pembicaraan tentang paragraf, tentu Anda memiliki pertanyaan: Bagaimanakah struktur
paragraf dalam sebuah karangan itu?
Paragraf dibangun setidak-tidaknya atas dua unsur utama, yaitu: kalimat topik dan kalimat penjelas. Selain
itu, ada juga paragraf yang didukung oleh unsur transisi dan unsur kalimat penegas. Keempat unsur penyusun
paragraf tersebut, terkadang muncul secara bersamaan, terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam
sebuah paragraf. Unsur utama yang tidak dapat ditinggalkan dalam sebuah paragraf adalah kalimat topik dan
kalimat penjelas. Bahkan, ada paragraf yang hanya terdiri atas kalimat topik semuanya.
Kalimat topik adalah kalimat yang berisi topik yang dibicarakan pengarang. Topik yang dibicarakan
pengarang itu biasanya diletakkan sebagai kalimat inti atau kalimat utama dalam satu paragraf. Posisi kalimat
topik dalam satu paragraf dapat diletakkan: (a) di bagian awal paragraf (sebagai bentuk paragraf deduktif), (b) di
bagian akhir paragraf (sebagai bentuk paragraf induktif), (c) di bagian awal dan di bagian akhir paragraf
(sebagai bentuk paragraf campuran deduktif dan induktif), dan (d) tersebar di seluruh paragraf. Penjelasan
mengenai posisi kalimat topik beserta contohnya akan dijelaskan lebih lanjut dalam Kegiatan Belajar 2 bagian
jenis paragraf berdasarkan posisi kalimat topik.
Ciri-ciri kalimat topik adalah:
a. mengandung permasalahan yang potensial untuk diperinci dan diuraikan lebih lanjut;
b. merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri;
c. mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain; dan
d. dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung atau frase transisi.

Contoh paragraf yang kalimat topiknya berada di bagian awal paragraf dengan struktur: transisi, kalimat
topik, kalimat penjelas, dan kalimat penegas.

(1) Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu, (2) tanggung jawab Miko semakin berat. (3) Semua biaya
hidup keluarga berada di beban pundaknya. (4) Dia harus menyelesaikan utang-piutang orang tuanya yang
telah meninggal itu. (5) Selain itu, (6) kelanjutan sekolah adik-adiknya juga harus dipertahankan. (7)
Usaha kecil mengelola tambak ikan peninggalan ayahnya harus pula ia laksanakan. (8) Belum lagi (9) ia
sehari-hari harus melaut mencari ikan di tengah lautan. (10) Miko benar-benar menjadi tumpuan harapan
keluarga nelayan kecil itu.

Contoh paragraf dengan ditandai angka (1) hingga (10) di atas masing-masing unsur yang membangun
struktur paragraf dapat diterangkan sebagai berikut.
a. Transisi berupa kata dan kelompok kata sebagai sarana pengait antarkalimat dalam paragraf: (1), (5), dan
(8).
b. Kalimat topik yang berpotensi untuk dapat diperinci lebih lanjut: (2).
c. Kalimat penjelas atau kalimat pengembang yang menjelaskan atau mengembangkan kalimat topik: (3), (4),
(6), (7), dan (9).
d. Kalimat penegas yang menegaskan kembali inti paragraf: (10).

Masing-masing unsur yang membangun struktur paragraf tersebut dapat dilihat pada Modul karena itu
lanjutkan dengan membaca Modul mengenai unsur, mulai dari mengenal Transisi

Anda mungkin juga menyukai