0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan25 halaman

Program Bimbingan Konseling SMP 2015-2016

Dokumen tersebut merupakan program kerja bimbingan dan konseling SMP Negeri 13 Muaro Jambi untuk tahun ajaran 2015/2016 yang mencakup tujuan, pelaksanaan program, sarana prasarana, pengelolaan, dan anggaran.

Diunggah oleh

Dede Rahmat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan25 halaman

Program Bimbingan Konseling SMP 2015-2016

Dokumen tersebut merupakan program kerja bimbingan dan konseling SMP Negeri 13 Muaro Jambi untuk tahun ajaran 2015/2016 yang mencakup tujuan, pelaksanaan program, sarana prasarana, pengelolaan, dan anggaran.

Diunggah oleh

Dede Rahmat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRO G RAM KERJA

BIMBING AN DAN KO NSELING


SMP NEG ERI 13 MUARO JAMBI
Tahun 2015-2016

1. PRO G RAM TAHUNAN


2. PRO G RAM SEMESTER
3. PRO G RAM BULANAN
4. PRO G RAM MING G UAN
5. PRO G AM SATLAY (RPLBK)

G URU PEMBIMBING : SAIFUDIN. [Link].


NIP :
TAHUN AJARAN : 2015/2016

i
LEMBAR PENG ESAHAN

Yang Bertanda tangan di bawah ini Kepala SMPN 13 Muaro Jambi mengesahkan
Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 13 Muaro Jambi yang disusun
oleh:

Nama : Saifudin, [Link].,


Unit kerja : SMPN 13 Muaro Jambi
Jenis Guru : Guru Bimbingan dan Konseling

Sungai Bahar, Agustus 2015


Kepala Sekolah

Mardani, [Link]
NIP. 196202041990031006

ii
KATA PENG ANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmad dan hidayah-Nya sehingga penyusunan program kerja
Bimbingan dan Konseling SMPN 13 Muaro Jambi tahun ajaran 2015/2016 dapat
terselesaikan.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini berdasarkan silabus
dan kurikulum berbasis kompetensi dan garis besar program layanan bimbingan
dan konseling untuk pengembangan diri. Penyusunan program ini didahului
dengan need assesmen, studi kelayakan dan konsultasi program pada pihak-pihak
terkait, agar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang
berkompeten. Dalam penyusunan program ini tentunya masih banyak
kekurangannya, untuk itu penyusun sangat mengharapkan masukan dan saran-
saran dari semua pihak, dalam penyempurnaan dikemudian hari.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua
pihak yang membantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan pada kami
menjadi pahala dan mendapat imbaklan yang sepantasnya dari Allah SWT. Amin.

Sungai Bahar, Agustus 2015


Guru BK SMPN 13 Muaro Jambi

Saifudin, [Link].

iii
DAFTAR ISI
PROGRAM KERJA ............................................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................................ii
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iv
BAB I ..................................................................................................................................1
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A. Rasional ...................................................................................................................... 1
B. Dasar Pelaksanaan.......................................................................................................3
C. Visi Dan Misi Sekolah Dan Bimbingan Konseling..................................................... 3
D. Tujuan Layanan Bimbingan Dan Konseling............................................................... 4
BAB II ................................................................................................................................ 5
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING ................................. 5
A. Tugas Perkembangan Peserta Didik SMP................................................................... 5
B. Bidang-bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling................................................. 5
C. Fungsi Layanan Bimbingan dan Konseling ................................................................ 9
D. Kegiatan Layanan dan Pendukung Pelayanan Bimbingan dan Konseling.................. 9
E. Program Layanan...................................................................................................... 12
F. Penilaian Pelayanan Bimbingan dan Konseling........................................................13
G. Mekanisme dan Strategi Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling.............. 14
H. Sarana dan Prasarana Bimbingan dan Konseling...................................................... 15
I. Pengelolaan dan Pelaksana Layanan Bimbingan dan Konseling.............................. 16
J. Anggaran...................................................................................................................18

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasional
Manajemen dan pengembangan sumber daya manusia, negara sudah
mengamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa salah
satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan
bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh
pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan
sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, yang mampu
mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimal.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 1 butir (1) menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa,dan negara. Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnyapotensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulai, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggungjawab.
Konselor di sekolah memikul tanggung jawab untuk
menyelenggarakan layanan bimbingan dengan sebaik-baiknya. Sesuai dengan
pengertian Bimbingan dan Konseling menurut SK Mendikbud
No.025/0/1995, bahwa Bimbingan dan Konseling di Sekolah adalah proses
bantuan khusus yang diberikan kepada semua peserta didik di dalam
memahami diri, mengarahkan diri, bertindak serta bersikap sesuai dengan
tuntutan dan keadaan lingkungan Sekolah, keluarga dan masyarakat dalam
rangka mencapai per-kembangan yang optimal, maka nyatalah bahwa layanan
bimbingan harus berdasarkan dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan
di setiap jenjang pendidikan.
Peserta didik sebagai individu manusia pada hakekatnya adalah
mahluk yang sempurna tetapi keberadaannya belum sempurna sehingga perlu

1
proses penyempurnaan dan sedang berada dalam proses berkembang kearah
kematangan dan kemandirian. Proses perkembangan tersebut tidak selalu
berjalan dalam alur linier, lurus atau searah dengan potensi dan harapan,
sehingga diperlukan layananan bimbingan konseling.
Masa remaja adalah masa perkembangan transisi antara masa anak
dan dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan social-
emosional. Perubahan biologis mencakup perubahan dalam hakikat fisik
individu. Perubahan kognitif meliputi perubahan pikiran, interligensi, dan
bahasa. Perubahan social-emosional meliputi perubahan dalam hubungan
individu dengan manusia lain, dalam emosi, dalam kepribadian dan dalam
perandari konteks social dalam perkembangannya (Santrocks, 2003).
Dewey (1958:62) menekankan bahwa pendidikan itu merupakan suatu
proses pertumbuhan (growth). Dalam hal ini dia menulis: Karena
pertumbuhan merupakan ciri khas dari kehidupan, maka pendidikan menjadi
satu dengan pertumbuhan, tanpa akhir. Tolok ukur mutu pendidikan di
sekoplah adalah sampai dimana sekolah itu dapat menciptakan suasana untuk
pertumbuhan dan menyajikan cara-cara untuk membuat pertumbuhan itu
terlaksana dengan baik
Bertitik tolak dari pemikiran di atas, maka jelas bila sekolah ingin
mencapai perkembangan optimal bagi para peserta didiknya, maka sekolah
harus pula dapat memberikan layanan yang optimal pula. Mengingat
bimbingan dan konseling  adalah  salah satu bagian integral dari seluruh
komponen/sistem pendidikan di sekolah, maka setiap layanan dan pendekatan
bimbingan terintegrasi dalam setiap kegiatan pendidikan itu sendiri dan
diarahkan kepada pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri. Untuk dapat
memberikan layanan yang efektif, relevan dengan  kebutuhan dan realistik
dengan kondisi sekolah, maka setiap kegiatan atau layanan tersebut harus
direncanakan dan disusun dalam suatu program bimbingan yang benar-benar
dipersiapkan sebelumnya secara matang.
Program bimbingan yang baik tentunya berorientasi pada kebutuhan
yang dirasakan oleh para peserta didik/sekolah sebagai lembaga pendidikan,
keadaan serta kemampuan sekolah  yang bersangkutan. Oleh sebab itu setiap
tahun program perlu disusun kembali dengan membuat prioritas-prioritas
layanan atau kegiatan yang benar-benar dibutuhkan peserta didiknya.
 Konsultasi dengan Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru sangat diperlukan
di dalam memperoleh masukan-masukan sebagai bahan penyusunan program

2
bimbingan. Mengingat peranan dan tugas  bimbingan dan konseling sangat
penting dalam konteks keseluruhan kurikulum dan program sekolah berda-
sarkan tujuan perkembangan yang optimal dari semua peserta didik, maka
layanan bimbingan yang diperlukan perlu pula mendapat dukungan dari
berbagai pihak yaitu Kepala Sekolah, guru serta personil sekolah lainnya.
Tanpa dukungan dari berbagai pihak, bimbingan hanyalah merupakan
pelengkap tuntutan kurikulum dan tidak dapat berbuat optimal dalam
memberikan layanannya kepada peserta didik.

B. Dasar Pelaksanaan
1. UU No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. UU No. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
4. UU No. 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan
5. UU No. 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana
Pendidikan
6. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses
7. Permendiknas No. 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik
Dan Kompetensi Konselor.
8. Permendikbud RI no. 68 tahun 2013 tentang kerangka dasae dan struktur
kurikulumm sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiah.
9. Permendikbud no 114 tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada
pendidikan dasar dan menengah
10. K13 SMPN 13 Muaro Jambi.

C. Visi Dan Misi Sekolah Dan Bimbingan Konseling


1. Visi dan Misi Sekolah
a. Visi
Berprestasi, Disiplin, dan berwawasan lingkungan berdasarkan iman
dan taqwa.
b. Misi
1) Melaksankan PBM yang bermutu.
2) Mewujudkan prestasi baik di bidang akademik dan non akademik.
3) Mewujudkan rasa memiliki terhadap sekolah serta disiplin yang kuat
bagi warga sekolah.
4) Menciptakan lulusan yang kompetitif.

3
5) Mewujudkan manajemen sekolah yang tangguh, transparan, dan
akuntabel.
6) Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.
7) Mewujudkan kerjasama dengan masyarakat dunia usaha dalam
penggalangan dana pendidikan.
8) Memiliki indsan yang taat beribadah pada tuhan yang maha esa.
9) Menyediakan standar penilaian prestasi akademik dan non akademik
baik bagi peserta didik, maupun pendidik, dan tenaga kependidikan.

2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling


a. Visi
Terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan
melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan
perkembangan dan pengentasan masalah agar berkembang secara
optimal, mandiri, dan bahagia.
b. Misi
1) Memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan
perilaku efektif normatif dalam kehidupan secara optimal keseharian
dan masa depan.
2) Memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik
di dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
3) Memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada
kehidupan efektif sehari-hari.

D. Tujuan Layanan Bimbingan Dan Konseling


Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu
peserta didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian
dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembangannya yang
mencakup aspek pribadi, sosial, belajar, karir secara utuh dan optimal.
Tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling adalah membantu
konseli agar mampu:
(1) memahami dan menerima diri dan lingkungannya;
(2) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan
kehidupannya di masa yang akan datang;
(3) mengembangkan potensinya seoptimal mungkin;
(4) menyesuaikan diri dengan lingkungannya;

4
(5) mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi dalam kehidupannya
dan
(6) mengaktualiasikan dirinya secara bertanggung jawab.
BAB II
PELAKSANAAN PRO G RAM BIMBING AN DAN KO NSELING

A. Tugas Perkembangan Peserta Didik SMP


1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa 
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis 
terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk
kehidupan yang sehat.
3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya  dalam
peranannya sebagai pria atau wanita.
4. Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam
kehidupan sosial yang lebih luas.
5. Mengenal kemampuan bakat, dan minat serta arah kecenderungan karier
dan apresiasi seni.
6. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan
kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau 
mempersiapkan karier serta berperan dalam kehidupan masyarakat.
7. Mengenal gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara
emosional, sosial dan ekonomi.
8. Mengenal sistem etika dan nilai-nilai sebagai pedoman hidup sebagai
pribadi, anggota masyarakat dan minat manusia.

B. Bidang-bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling


Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat
bidang layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Pada hakikatnya perkembangan tersebut
merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap diri
individu peserta didik/konseli.
1. Bimbingan dan konseling pribadi
a. Pengertian

Suatu proses pemberian bantuan dari konselor atau guru


bimbingan dan konseling kepada peserta didik/konseli untuk

5
memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan
merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang
perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai
perkembangan pribadinya secara optimal dan mencapai kebahagiaan,
kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.

b. Tujuan

Bimbingan dan konseling pribadi dimaksudkan untuk membantu


peserta didik/konseli agar mampu (1) memahami potensi diri dan
memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun
psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam
kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya
secara baik, (4) mencapai keselarasan perkembangan antara cipta-rasa-
karsa, (5) mencapai kematangan/kedewasaan cipta-rasa-karsa secara
tepat dalam kehidupanya sesuai nilai-nilai luhur, dan (6)
mengakualisasikan dirinya sesuai dengan potensi diri secara optimal
berdasarkan nilai-nilai luhur budaya dan agama.

c. Ruang Lingkup
Secara garis besar, lingkup materi bimbingan dan konseling
pribadi meliputi pemahaman diri, pengembangan kelebihan diri,
pengentasan kelemahan diri, keselarasan perkembangan cipta-rasa-
karsa, kematangan/kedewasaan cipta-rasa-karsa, dan aktualiasi diri
secara bertanggung jawab. Materi bimbingan dan konseling pribadi
tersebut dapat dirumuskan berdasarkan analisis kebutuhan
pengembangan diri peserta didik, kebijakan pendidikan yang
diberlakukan, dan kajian pustaka.

2. Bimbingan dan konseling sosial


a. Pengertian
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta
didik/konseli untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan
interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi sosial, mampu
mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan
lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan
kebermaknaan dalam kehidupannya.

6
b. Tujuan
Bimbingan dan konseling sosial bertujuan untuk membantu
peserta didik/konseli agar mampu (1) berempati terhadap kondisi orang
lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya, (3) menghormati
dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma
yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama
dengan orang lain secara bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik
dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan.
c. Ruang Lingkup
Secara umum, lingkup materi bimbingan dan konseling sosial
meliputi pemahaman keragaman budaya, nilai-nilai dan norma sosial,
sikap sosial positif (empati, altruistis, toleran, peduli, dan kerjasama),
keterampilan penyelesaian konflik secara produktif, dan keterampilan
hubungan sosial yang efektif.
3. Bimbingan dan konseling belajar
a. Pengertian
Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan
konseling kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil
merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian,
memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara
optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan
kebahagiaan dalam kehidupannya.
b. Tujuan
Bimbingan dan konseling belajar bertujuan membantu peserta
didik untuk (1) menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan
memahami berbagai hambatan belajar; (2) memiliki sikap dan
kebiasaan belajar yang positif; (3) memiliki motif yang tinggi untuk
belajar sepanjang hayat; (4) memiliki keterampilan belajar yang efektif;
(5) memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan
selanjutnya; dan (6) memiliki kesiapan menghadapi ujian.
c. Ruang Lingkup
Lingkup bimbingan dan konseling belajar terdiri atas sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang menunjang efisiensi dan
keefektivan belajar pada satuan pendidikan dan sepanjang
kehidupannya; menyelesaikan studi pada satuan pendidikan, memilih

7
studi lanjut, dan makna prestasi akademik dan non akademik dalam
pendidikan, dunia kerja dan kehidupan masyarakat.

4. Bimbingan dan konseling karir


a. Pengertian
Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan
konseling kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami pertumbuhan,
perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir
sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar
informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan
hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
b. Tujuan
Bimbingan dan konseling karir bertujuan menfasilitasi
perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir
sepanjang rentang hidup peserta didik/konseli. Dengan demikian,
peserta didik akan (1) memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat
dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan; (2) memiliki
pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang
kematangan kompetensi karir; (3) memiliki sikap positif terhadap dunia
kerja; (4) memahami relevansi kemampuan menguasai pelajaran
dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang
menjadi cita-cita karirnya masa depan; (5) memiliki kemampuan untuk
membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan,
persyaratan kemampuan yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis
pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja; memiliki
kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan
secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan
minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi; membentuk
pola-pola karir; mengenal keterampilan, kemampuan dan minat;
memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan
karir.
c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup bimbingan karir terdiri atas pengembangan sikap
positif terhadap pekerjaan, pengembangan keterampilan menempuh
masa transisi secara positif dari masa bersekolah ke masa bekerja,

8
pengembangan kesadaran terhadap berbagai pilihan karir, informasi
pekerjaan, ketentuan sekolah dan pelatihan kerja, kesadaran akan
hubungan beragam tujuan hidup dengan nilai, bakat, minat, kecakapan,
dan kepribadian masing-masing. Untuk itu secara berurutan dan
berkesinambungan, kompetensi karir peserta didik difasilitasi
bimbingan dan konseling dalam setiap jenjang pendidikan dasar dan
menengah.

C. Fungsi Layanan Bimbingan dan Konseling


Pelayanan bimbingan dan konseling mendukung fungsi-fungsi:
1. Pemahaman: membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2. Pencegahan : membantu peserta didik mampu mencegah atau
menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat
perkembangan dirinya.
3. Pengentasan: membantu peserta didik mengatasi masalah yang
dialaminya.
4. Pemeliharaan dan pengembangan: membantu peserta didik dalam
memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi
positif yang dimilikinya.
5. Advokasi: membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan
atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

D. Kegiatan Layanan dan Pendukung Pelayanan Bimbingan dan Konseling


1. Jenis Layanan
a. Layanan Orientasi
Layanan BK yang membantu peserta didik memahami lingkungan
baru, seprti lingkungan suatu pendidikan bagi peserta didik baru dan
objek-onjek yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta
mempermudah dan memperlancar peran dilingkungan baru secara
efektif dan efisien.
b. Layanan Informasi
Layanan Bk yang membantu peserta didik menerima dan memahami
berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir dan pendidikan lanjutan
secara terarah, objektif dan bijak.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran

9
Layanan NK yang membantu peserta didik memperoleh penempatan
dan penyaluran yang tepat didalam kelas, kelompok belajar,
peminatan/jurusan/program studi, program latihan, magang dan
kegiatan ekstrakulikuler secara terarah objektif dan bijak.
d. Layanan Penguasaan Konten
Layanan BK yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu,
terutama kompetensi dan atau kebiasaan dalam melakukan, berbuat
atau mengerjakan sesuatu yang berguna bagi kehidupan disekolah, dan
masyarakat sesuai dengan tuntutan kemajuan dan berkarakter yang
terpuji.
e. Layanan Konseling Perorangan
Layanan BK yang membantu peserta didik mengentaskan masalah
pribadinya melalui prosedur perorangan.
f. Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan BK yang membantu peserta didik dalam pengembangan
pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan,
dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai
dengan tunutan karakter yang terpuji melalui pembahasan topik-
topiktertentu dalam suasana dinamika kelompok.
g. Layanan Konseling Kelompok
Layanan BK yang membantu peserta didik dalam membahas dan
mengentaskan masalah pribadi sesuai dengan tuntutan karakter yang
terpuji sesuai dinamika kelompok.
h. Layanan Konsultasi
Layanan BK yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam
memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara dan atau perlaukan
yang erlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan
karakter yang terpuji.
i. Layanan Mediasi
Layanan BK yang membantu peserta didik dalam menyelesaikan
permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan pihak lain sesuai
dengan tuntutan karakter yang terpuji.
j. Layanan Advokasi
Layanan BK yang membantu peserta didik untuk memperoleh kembali
hak-hak dirinya yang tidak diperhatikan dan atau mendapa perlakan
yang salah sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji.

10
2. Kegiatan Pendukung
a. Aplikasi Instrumentasi
Yaitu kegiatan pengumpulan data dan lingkungannya, melalui aplikasi
berbagai instrumen, baik tes maupun non tes.

b. Himpunan Data
Yaitu kegiatan hmpunan data yang relevan dengan upaya diri,
pengembangan diri peserta didik, yang diselenggarakan secara
berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
c. Konferensi Kasus
Yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam
pertemuan khusus yang dihindari oleh pihak-pihak yang dapat
memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya
masalah peserta didik, melalui pertemuan yang bersifat terbatas dan
tertutup.
d. Kunjungan Rumah
Yaitu kegiatan memperoeh data, kemudahan dan komitmen bagi
terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang
tua dan atau keluarganya.
e. Tampilan Kepustakaan
Yaitu kegiatan menyedakan berbagai bahan pustaka yang digunakan
peserda didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial,
kegiatan belajar, dan kelanjutan studi serta karir atau jabatan.
f. Alih Tangan Kasus
Yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik
kepihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
3. Format Layanan
a. Individu
Yaitu format kegiatan BK yang melayani peserta didik secara
perorangan
b. Kelompok
Yaitu format kegiatan BK yang melayani sejumlah peserta didik
melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal
Yaitu format kegiatan BK yang melayani sejumlah peserta didik
dalam rombongan belajar 1 kelas.
d. Lapangan

11
Yaitu format kegiatan BK yang melayani seorang atau sejumlah
peserta didik melalui kegiatan diluar kelas atau lapangan terbuka.

e. Pendekatan Khusus
Yaitu format kegiatan BK yang melayani kepentingan peserta didik
melalui pendekatan kepada pihak-pihak terkait yang dapat
memberikan kemudahan.
f. Jarak Jauh
Yaitu format kegiatan BK yang melayani kepentingan peserta didik
melalui media dan/saran jarak jauh, seperti surat dan sarana
elektronik.

E. Program Layanan
1. Jenis Program
a. Program Tahunan
Program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu tahun.
b. Program Semester
Program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu semester yang merupakan penjebaran program
tahunan.
c. Program Bulanan
Program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu bulan yang merupakan penjebaran dari program
semester.
d. Program Mingguan
Program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program
bulanan.
e. Program Harian
Program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan pada
hari-hari tertentu dalam satu minggu. Merupakan penjebaran dari
program mingguan yang diwujudkan dalam bentuk RPLBK.

2. Penyusunan Program

12
a. Program pelayanan bimbingan dan konseling disusun berdasarkan
kebutuhan peserta didik yang diperoleh melalui aplikasi instrumen.
b. Substansi program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi
empat bidang pengembangan, jenis layanan kegiatan dan pendukung,
bentuk kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume atau beban tugas guru
bimbingan dan konseling.

F. Penilaian Pelayanan Bimbingan dan Konseling


Penilaian terhadap keberhasilan pelayanan BK dilaksanakan baik untuk
kegiatan klasikal maupun nonklasikal, meliputi penilaian proses dan penilain
hasil kegiatan dengan fokus kemampuan berkehidupan efektif sehari-hari
(KES) dengan unsur-unsur AKURS-nya.
a. Penialain Proses
Penilaian proses kegiatan pelayanan BK dilakukan melalui analisis
terhadap ketertiban unsur-unsur sebagimana tercantum dalam SATLAN /
RPL dan Satkung / RKP, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi
pelaksanaan kegiatan.
b. Penilaian Hasil
Penilaian hasil pelayanan BK dilakukan melalui :
[Link] segera (laiseg), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan
dan kegiatan pendukung BK untuk mengetahui secara langsung
perolehan siswa yang dilayani.
[Link] jangka pendek (laijapan), penialain dalam waktu tertentu
(jangka pendek : 1 minggu sampai 1 bulan) setelah satu jenis layanan
atau kegiatan pendukung BK diselenggarakan untuk mengetahui
dampak lanjutan atau kegiatan terhadap siswa.
[Link] jangka panjang (laijapang), yaitu penilaian dalam waktu
tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau
beberapa layanan dan kegiatan pendukung BK diselenggarakan untuk
mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung
BK terhadap peserta didik yang bersangkutan dan arah tindak lanjutnya
secara menyeluruh.

c. Fokus Penilaian
Fokus penilaian hasil layanan BK adalah dipahami atau dikuasainya lima
unsur perilaku kehidupan efektif sehari hari (KES) yang disebut AKURS
oleh peserta didik atau sasaran layanan, yaitu :

13
A= acuan yang perlu diakses oleh peserta didik atau sasaran layanan
berkenaan dengan pegembangan diri dan atau pengentasan
masalahnya.
K= kompetensi yang perlu dimiliki dan diimplementasikan pserta didik
atau sasaran layanan untuk pengemangan diri dan pengentasan
masalahnya mengacu pada acuan yang dimaksud.
U= upaya yang perlu diolah untuk mengembangkan diri dan
mengentaskan masalah mengacu kepada acuan dan kompetensi
yang dimaksud.
R= suasana perasaan positif berkenanaan dengan komponen A-K-U
yang dimaksud.
S= sungguh-sungguh dalam melaksanakan upaya yang dimaksud
dalam rangka pengembangan diri dan penanganan asalah peserta
didik atau sasaran layanan yang dimaksud.

G. Mekanisme dan Strategi Pelaksanaan Program Bimbingan dan


Konseling
Strategi layanan bimbingan dan konseling berkenaan dengan berbagai
upaya yang dilakukan oleh konselor atau guru bimbingan dan konseling
untuk memfasilitasi peserta didik/konseli mencapai kemandirian dalam
kehidupannya. Strategi layanan bimbingan dan konseling dibedakan atas
jumlah individu yang dilayani, jenis dan intensitas masalah yang dihadapi
peserta didik/ konseli, dan cara komunikasi layanan. Strategi layanan
bimbingan dan konseling berdasarkan jumlah individu yang dilayani
dilaksanakan melalui layanan individual, layanan kelompok, layanan
klasikal, atau layanan kelas besar atau lintas kelas. Strategi layanan
bimbingan dan konseling berdasarkan jenis dan intensitas masalah yang
dihadapi peserta didik/konseli dilaksanakan melalui bimbingan klasikal,
bimbingan kelompok, bimbingan individual, konseling individual, konseling
kelompok, atau advokasi. Strategi layanan bimbingan dan konseling
berdasarkan cara komunikasi layanan dilaksanakan melalui tatap muka antara
konselor atau guru bimbingan dan konseling dengan peserta didik/konseli
atau menggunakan media tertentu, baik media cetak maupun elektronik.
Media bimbingan dan konseling yang dimaksudkan misalnya : papan
bimbingan, kotak masalah, leaflet, website, email, buku, telepon, dan lainnya.

14
Dalam pembinaan siswa di sekolah diperlukan adanya kerjasama
semua personil sekolah yang meliputi : guru mata pelajaran, wali kelas, guru
pembimbing dan Kepala Sekolah.
1. Guru Mata Pelajaran: Membantu siswa memberikan informasi tentang data
siswa yang meliputi Daftar Nilai Siswa, Laporan Observasi, Catatan
Anekdot
2. Wali Kelas : Disamping sebagai orang tua kedua di sekolah membantu
mengkoordinasi informasi dan kelengkapan data yang meliputi :Daftar
Nilai, Angket Orang Tua, Laporan Observasi siswa, Catatan Anekdot,
Catatan Home Visit, Catatan Wawancara
3. Guru Pembimbing : Disamping bertugas memberikan layanan informasi
kepada siswa juga sebagai sumber data yang meliputi :Kartu Akademis,
Catatan Konseling, Data Psikotes, Catatan Konverensi Kasus. Maka Guru
Pembimbing perlu melengkapi data yang diperoleh dari guru mata
pelajaran, wali kelas dan sumber-sumber lain yang terkait yang akan
dimasukan ke dalam buku pribadi dan map pribadi.
4. Kepala Sekolah : Sebagai penanggung jawab pelaksanaan Bimbingan
Konseling di sekolah perlu mengetahui dan memeriksa kegiatan yang
dilakukan oleh guru mata pelajaran, wali kelas dan guru pembimbing.
Kegiatan guru Pembimbing yang perlu diketahui oleh Kepala Sekolah
antara lain : Rapat priodik guru pembimbing yang dilakukan setiap bulan,
Melaporkan kegiatan pembimbing yang dilakukan setiap bulan., Laporan
tentang kelengkapan data.

PO LA PENANG ANAN SISWA BERMASALAH


Pembinaan siswa dilaksanakan oleh seluruh unsur pendidikan di
sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah.
Adapun penanganan siswa bermasalah di sekolah adalah sebagai
berikut : Seorang siswa yang melangar tata tertib dapat ditindak oleh
semua guru piket, wali kelas bahkan langsung kepala sekolah. Tindakan
tersebut diinformasikan kepada wali kelas yang bersangkutan dengan
menggunakan kartu komunikasi, sementara itu Guru Pembimbing
berperan dalam mengetahui sebab-sebab yang melatarbelakangi sikap dan
tindakan siswa tersebut.
Dalam hal ini Guru Pembimbing membantu menangani masalah
siswa tersebut dengan meneliti latar belakang tindakan siswa melalui

15
serangkaian wawancara dan informasi dari sejumlah sumber data, setelah
wali kelas merekomendasikannya.

H. Sarana dan Prasarana Bimbingan dan Konseling


Untuk menunjang kegiatan-kegiatan Bimbingan Konseling di atas maka perlu
adanya sarana dan prasarana yang memadai antara lain :
1. Sarana
Sarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan layanan
Bimbingan Konseling adalah sebagai berikut :
Alat Pengumpul Data antara lain : Pedoman Observasi, Catatan
Harian, Daftar Nilai Prestasi, Kartu Konsultasi, biodata peserta
didik/konseli, pedoman wawancara, pedoman observasi, catatan anekdot,
daftar cek, skala penilaian, angket (angket peserta didik dan orang tua),
biografi dan autobiografi, angket sosiometri, AUM, ITP, format RPLBK,
format-format surat (panggilan, referal, kunjungan rumah), format
pelaksanaan pelayanan, dan format evaluasi.
Alat Penyimpan Data antara lain : Kartu Pribadi, Buku Pribadi, Map,
PC.
Perlengkapan Teknis antara lain : Buku Pedoman / Petunjuk
Pelaksanaan Bimbingan Konseling, Buku Informasi ( pribadi, sosial,
belajar, karier ), Paket Bimbingan ( Pribadi, sosial, belajar dan karier ).
Perlengkapan Administrasi siswa antara lain : Blangko-blangko surat,
Agenda Surat, Alat-alat tulis.
2. Prasarana
Prasaran penunjang yang diperlukan dalampelaksanaan Bimbingan
Konseling di sekolah antara lain :
1. Ruang Bimbingan Konseling
a. Ruang Tamu
b. Ruang Konsultasi /konseling
c. Ruang konseling kelompok
d. Ruang bibliokonseling
e. Ruang Dokumentasi yang dilengkapi dengan meja, kursi, almari,
papan tulis dan rak.
2. Anggaran
a. Surat – menyurat
b. Transportasi
c. Penataran

16
d. Pengadaan alat-alat lainnya

I. Pengelolaan dan Pelaksana Layanan Bimbingan dan Konseling


1. Kinerja guru Bimbingan dan Konseling
Pengelolaan pada dasarnya terfokus pada empat pilar kegiatan
yaitu perencanaan (P =planning ), pengorganisasian (O= organizing),
pelaksanaan (A= actuaring), dan pengontrolan (C = controlling).
2. Kinerja guru Bimbingan dan konseling dalam pengelolaan satuan
pendidikan.
Unsur pengelolaan satuan pendidikan dapat dilihat dengan diagram
sederhana sebagai berikut:

Pimpinan sekolah

POAC
TU

POAC

Guru Wali kelas Guru BK

POAC POAC POAC

siswa
Diagram: organisasi pengelolaan satuan pendidikan

a. Semua warga dalam organigram tersebut kecuali siswa menyusun dan


menyelnggarakan POAC-nya sendiri. POAC guru pembimbing sekolah
sebagaimana dikemukakan diatas ditujukan kepada seluruh siswa yang
menjadi tanggunggjawabnya dengan volume minimal 24 jam
pembelajaran per minggu.
b. Kondisi yang sangat menguntungkan terjadi apabila semua unsur yang ada
saling mengharmonisasikan POAC mereka dalam suasana kerjasama.
c. POAC pimpinan satuan pendidikan mengkoordinasikan POAC semua
unsur bawahannya untuk menciptakan ketepatgunaan dan kedayagunaan
yang optimal di seluruh satua pendidikan sesuai dengan fungsi dan tugas
pokok setiap unsur.
5. Pelaksana kegiatan bimbingan dan konseling

17
Pelaksanaan program bimbingan dan konseling melibatkan beberapa pihak
diantaranya:
a. Kepala sekolah
Penentuan start personal bimbigan konseling, penyusunan program bk,
sosialisasi dan penetapan program BK pada sivitas sekolah sebagai bagian
dari program pendidikan, penyediaan program sarana dan prasaranya
yang diperlukan dalam program BK.

b. Wakil Kepala Sekolah


Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutaa yang berkaitan deengan
pelaksanaan layanan BK, sosialisasi program BK pada seluruh personil
dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya.
c. Wali Kelas
Menyidiakan informasi tentang karakteristik didik dikelasnya, memanta
perkmbangan dan kemajuan para peserta didik dikelasnya terutama yang
telah memperoleh layanan BK.
d. Guru Mapel
Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan peserta didik
dalam mengikuti proses pembelajaran, memantau perkebangan dan
kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan
BK.
e. Guru Bimingan dan konseling
Mengorganisasikan selueuh aktifitas layanan BK, melaukan analisis
terhadap karakteristik dan perkembangan peserta didik.

J. Anggaran
Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari pengelolaan
bimbingan dan konseling. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran
yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Anggaran ini
harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Satuan [Link]
strategi pengelolaan yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program
layanan bimbingan dan konseling memerlukan analisis terhadap anggaran
yang dimiliki. Strategi pengelolaan program yang dipilih harus disesuaikan
dengan anggaran yang dimiliki.

18
Kebijakan satuan pendidikansetiap satan pendidikan harus memberikan
dukunganterhadap penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling.
Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai
kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan.
Adapun komponen anggaran meliputi:
Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program
Bimbingan dan Konseling.
Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk asesmen kebutuhan,
kunjungan rumah, pengadaan pustaka terapi/buku pendukung, mengikuti
diklat/seminar/workshop atau kegiatan profesi bimbingan dan konseling,
studi lanjut, kegiatan musyawarah guru bimbingan dan konseling, pengadaan
instrumen bimbingan dan konseling, dan lainnya yang relevan untuk
operasional layanan bimbingan dan konselinh.
Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau
pemberian layanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan,
pengadaan buku-buku untuk konseling pustaka, penyiapan perangkat
konseling kelompok).
Sumber biaya selain dari RKAS (rencana kegiatan dan anggaran
Sekolah/Madrasah), dengan dukungan kebijakan Kepala Sekolah/Madrasah
jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui
kesepakatan lembaga dengan pihak lain, atau menggunakan sumber yang
dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah.

19
STRUKTUR O RG ANISASI BIMBING AN KO NSELING
SMP NEG ERI 13 MUARO JAMBI

KEPALA SEKOLAH
KOMITE Mardani, [Link] STAF AHLI

TATA USAHA

GURU GURU PEMBIMBING


MATA PELAJARAN Saifudin, [Link] WALI KELAS

Siswa- Siswi SMPN 13 Muaro


Jambi

KETERANG AN

20
1. = Garis Komando

2. = Garis Konsultasi / kerjasama

3. = Garis Koordinasi

21

Anda mungkin juga menyukai