PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS LAWANG
Jln. Sumberwaras 1 Kalirejo
Email : lawangpkm@[Link]
MALANG – 65125
KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS LAWANG
KABUPATEN MALANG
NOMOR: 440 /42/KEP/[Link]/2018
TENTANG
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS PUSKESMAS
DENGAN RAHMAD TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
Menimbang : a. bahwa pelayanan klinis Puskesmas dilaksanakan sesuai
kebutuhan pasien;
b. bahwa pelayanan klinis Puskesmas perlu memperhatikan
mutu dan keselamatan pasien;
c. bahwa untuk menjamin pelayanan klinis dilaksanakan
sesuai kebutuhan pasien, bermutu, dan memperhatikan
keselamatan pasien, maka perlu disusun kebijakan
penunjang pelayanan klinis di Puskesmas Lawang.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015
tentang Akreditasi Puskesmas;
3. Buku Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi
Puskesmas;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 75 Tahun 2014
tentang Puskesmas;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
741/MENKES/PER/X/2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota;
6. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor. 3 tahun
2015 tentang Sistem Kesehatan Kabupaten Malang.
7. Peraturan Pemerintah Nomor. 51 Tahun 2009 tentang
Pekerjaan Kefarmasian.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 30 tahun 2014
tentang Standart Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis
10. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Nomor 56 Tahun 2015 tentang Tatacara dan Persyaratan
Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS
PUSKESMAS LAWANG
Kesatu : Kebijakan penunjang pelayanan klinis meliputi,
Lampiran 1 : Pelayanan Penunjang Laboratorium
Lampiran 2 : Pelayanan Penunjang Obat
Lampiran 3 : Rekam Medis
Lampiran 4 : Lingkungan Fisik Puskesmas
Lampiran 5 : Managemen Peralatan
Lampiran 6 : Managemen Sumber Daya Manusia
Kedua : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan akan diadakan perbaikan / perubahan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Lawang
Pada tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
NUR SYAMSU DHUHA
Lampiran 1
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lawang
Nomor : 440/42/KEP/[Link]/2018
Tentang
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS
PUSKESMAS LAWANG
PELAYANAN LABORATORIUM :
1. Jenis Pemeriksaan Laboratorium di Puskesmas Lawang :
a. Darah Lengkap
b. Feses Lengkap
c. Widal
d. Golongan Darah
e. Anti HIV
f. HbsAg
g. Sipilis TPHA
h. BTA
i. Malaria
j. Gula Darah
k. Asam Urat
l. Cholesterol
m. Tes Kehamilan
2. Permintaan Pemeriksaan Penerimaan Spesimen, Pengambilan dan
penyimpanan spesimen
Kebijakan Permintaan Pemeriksaan, Penerimaan Spesimen, Pengambilan Dan
Penyimpanan Spesimen :
a. Permintaan pemeriksaan laboratorium dengan membawa blanko
permintaan pemeriksaan dari unit pelayanan (poli umum, poli gigi, poli kia,
kb, kaber dan ugd) untuk pasien rawat inap permintaan pemeriksaan di
tulis di buku permintaan lab
b. Penerimaan spesimen harus diterima langsung oleh petugas laboratorium,
petugas laboratorium mencatat identitas pasien dan meletakkan spesimen
di meja spesimen sesuai nomor urut pasien untuk menghindari kesalahan
pengambilan
c. Pengambilan spesimen yang dilakukan di ruang sampling atau tempat
pengambilan darah laboratorium Puskesmas Lawang. Untuk pasien rawat
inap petugas laboratorium mengambil ke ruangan ruangan sesuai dengan
buku permintaan pemeriksaan laborat yang berada di ugd.
d. Pemeriksaan dilakukan dilaboratorium Puskesmas Lawang
e. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan SOP
3. Pelayanan diluar jam kerja
a. Petugas dapat melakukan pemeriksaan GDA (UGD, rawat inap)
b. Diluar jenis pemeriksaan tersebut ( GDA) Petugas memberikan KIE
keluarga pasien untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium diluar
Puskesmas Lawang
c. Pengambilan sampel dilakukan di puskesmas Lawang (rawat inap dan
kaber) dan keluarga diminta mengantar sampel ke laboratorium rujukan
d. Setelah hasil keluar ,keluarga pasien diminta untuk membawa lagi ke
puskesmas dan memberikan hasil ke petugas piket ( perawat/bidan yang
saat itu jaga piket).
4. Pemeriksaan yang beresiko tinggi
5. Waktu Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Laboratorium untuk pasien
biasa dan Cito/ gawat darurat
NO PARAMETER METODE WAKTU
PEMERIKSAAN PENYAMPAIAN
HASIL
(per menit)
1. Hemoglobin 5 3
2. Golongan darah 5 3
3. Gula darah 5 3
4. Cholesterol 7 3
5. Asam urat 5 3
6. Tes kehamilan 7 4
7. Protein/Glukosa urin 5 3
8. Siphylis 20 10
9. HIV 20 10
10. HBsAg 20 10
11. Faeces 30 15
12. Darah Lengkap 60 30
13. widal 30 15
6. Jenis Reagensia Esensial dan Bahan Lain Yang Harus Tersedia
No Nama Reagensia Kemasan Suhu
1 Widal Vial 2-8 0c
2 Cleaner ERBA Botol plastik Suhu ruangan
3 Lyse ERBA Botol plastik Suhu ruangan
4 Hipoclean ERBA Sachet Suhu ruangan
5 Diluent ERBA Box kardus Suhu ruangan
6 Glukosa stik Strip Suhu ruangan
7 Asam Urat stik Strip Suhu ruangan
8 Cholesterol stik strip Suhu ruangan
9 Golongan darah Vial 2-8 0c
10 Rapid HIV (SD) Strip/rapid 2-30 0c
11 Rapid HIV (INTEC) Strip/rapid 2-30 0c
12 Rapid HIV (ONCOPROBE) Strip/rapid 2-30 0c
13 Alkohol 70% Botol putih Suhu ruangan
14 Zn Botol coklat Suhu ruangan
15 Minyak emersi Botol coklat Suhu ruangan
16 Eosin Botol coklat Suhu ruangan
17 Test kehamilan Box/strip Suhu ruangan
18 Albumin Urine stik Tube Suhu ruangan
19 Rapid TPHA Strip/rapid 2-30 0c
20 Rapid Malaria Strip/rapid 2-30 0c
7. Tentang Menyatakan Kapan Reagensia Tidak Tersedia ( Batas Buffer Stok
untuk melakukan Order ) Tentang Menyatakan Kapan Reagensia Tidak
Tersedia ( Batas Buffer Stok untuk melakukan Order )
Ketersediaan reagensia, buffer stock reagen di laboratorium
NO Nama Reagen Batas Buffer Waktu Barang Akan
Stock untuk Habis
order ini
1 Carbol fuchsin (ZN A) 2 botol 1 tahun
2 Hcl alcohol (ZN B) 2 botol 1 tahun
3 Methylene Blue (ZN C) 2 botol 1 tahun
4 Anti Sera A 50 ml 3 tahun
5 Anti Sera B 50 ml 3 tahun
6 Anti Sera AB 50 ml 3 tahun
7 Anti Sera D 50 ml 3 tahun
8 Glukose Stik 26 6 bulan
9 Cholesterol Stik 17 6 bulan
10 Asam Urat Stik 19 6 bulan
11 Haemogloblin Stik 8 3 bulan
12 Rapid malaria 39 2 tahun
13 Anti HIV Intec 20 1 tahun
14 Anti HIV Onco 14 1 tahun
15 Anti HIV Vikia 16 1 tahun
16 Anti HIV SD 250 5 bulan
17 Tes syphilis rapid 40 2 bulan
18 Rapid plasma reagen ( 97 1 tahun
RPR )
19 Aquadest 2 liter 1 tahun
20 Alkohol 70 % 1liter 1 bulan
21 Lysol 1 liter 5 bulan
22 Protein & glukosa urin stik 15 box 1 tahun
23 Typhi O 5 ml 5 bulan
24 Typhi H 5ml 5 bulan
25 Paratyphi AO 5 ml 5 bulan
26 Paratyphi BO 5 ml 5 bulan
27 Diluent erba 20 liter 3 bulan
28 Clener erba 1 liter 4 bulan
29 Lyse erba 1 liter 4 bulan
30 Hipoclean erba 100 ml 1 tahun
31 Control normal erba 3 cc 3 bulan
32 Clorine 0,5% 1 liter 1 bulan
8. Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Pemeriksaan Laboratorium
NO NAMA PEMERIKSAAN LAB RENTANG NILAI
1 HB L = 13,5 – 17,5 g/dl
P = 12,5 – 16,5 g/dl
2 Gula Darah Acak ≤ 200 mg/dl
3 Gula Darah Puasa 80 – 100 mg/dl
4 Gula Darah 2 JPP 100 – 120 mg/dl
5 Cholesterol ≤ 200 mg/dl
6 Asam Urat L = 3,4 – 7,0 mg/dl
P = 2,4 – 6,0 mg/dl
7 Protein Urin NEGATIF
8 Glukosa Urin NEGATIF
9 Eritrosit L. = 4,40-5,50 x106/µl
P. = 3,20-4,50 x106/µl
10 Lekosit 5-10 x103/µl
11 Trombosit 150-450 x103/µl
12 Hematocrit L = 40-54%
P = 38-47%
13 Diffcount Eos 1-4, Bas 0-1, Stab 2-6, Seg 50-70,
Lim 20-40, Mono 2-8
9. Pengendalian Mutu Laboratorium
a. Pengendalian mutu ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan
hasil pemeriksaan laboratorium klinik
b. Pengendalian mutu juga dilakukan untuk menjamin mutu pelayanan
laboratorium
c. Pengendalian mutu mengandung dua komponen, pemantapan mutu
internal dan pemantapan mutu eksternal
10. Penanganan dan Pembuangan Bahan Berbahaya
a. Semua petugas harus mengetahui cara penanganan dan pembuangan
bahan berbahaya
b. Semua petugas menggunakan kantong plastik merah dan hitam untuk
memisahkan bahan berbahaya dan bahan tidak berbahaya
c. Petugas mengumpulkan limbah bahan berbahaya di tempat penampungan
sementara sebelum diambil oleh pihak ke tiga
Ditetapkan di : LAWANG
Pada tanggal : 02 JANUARI 2018
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
NUR SYAMSU DHUHA
Lampiran 2
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lawang
Nomor : 440/42/KEP/[Link]/2018
Tentang
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS
PUSKESMAS LAWANG
PELAYANAN OBAT :
1. Penanggung Jawab Pelayanan Obat
a. Nama : Meiria Nurani
NIP : 19800517 201001 2 015
Jabatan : Assisten Apoteker.
2. Penyediaan Obat yang Menjamin Ketersediaan Obat
Penyediaan obat dilaksanakan di Ruang Obat Puskesmas Lawang
3. Pelayanan Obat 24 Jam
Puskesmas Lawang memberikan pelayanan obat 24 jam kepada pasien yang
datang di unit gawat darurat dan kamar bersalin.
Petugas di ugd/rawat inap yang diberi wewenang untuk melayani obat 24 jam :
NO NAMA JABATAN
1 Nanik Zainiyah Perawat UGD/Rawat Inap
2 Dewi Rohayaning Perawat UGD/Rawat Inap
3 Dina Anggraini Perawat UGD/Rawat Inap
4 Reni Wulandari Perawat UGD/Rawat Inap
5 Rizaldi Witantra Perawat Pustu
6 Dina Suryani Perawat Ponkesdes
7 Suliswati Perawat Ponkesdes
8 Desi Mustikasari Perawat Ponkesdes
9 Siska Wahyuliningtyas Perawat Ponkesdes
10 Nindi Yunarista Rois Perawat Ponkesdes
11 Eny Triana Perawat Ponkesdes
12 Siti Khoiriyah Perawat Ponkesdes
13 Mikha Shinta Chapti Perawat Ponkesdes
14 Hafid Masriyan Perawat Ponkesdes
15 Tifan Alfani Perawat Ponkesdes
16 Eka Ilham Perawat Ponkesdes
17 Muchsinet Jimi Antoko Perawat Ponkesdes
Petugas dikamar bersalin yang diberi wewenang untuk melayani obat 24 jam
adalah :
NO NAMA JABATAN
1 Lilik Agustina Bidan Puskesmas
2 Leny Marlina Bidan Puskesmas
3 Halimatus Sa’diyah Bidan Puskesmas
4 Citra Kartika Bidan Puskesmas
5 Sartika Bidan Puskesmas
6 Yunik Suhesti Bidan Desa
7 Retno Wahyuni Bidan Desa
8 Naning Sriwanti Bidan Desa
9 Sri Ambarwati Bidan Desa
10 Affrilia Betty Bidan Desa
11 Ika Anngraini P Bidan Desa
12 Ema Kurniatus S Bidan Desa
13 Indrayanti Bidan Desa
14 Rohdaulina Saragih Bidan Desa
15 Hartining W Bidan Desa
16 Dewi Nirmalasari Bidan Desa
4. Persyaratan Petugas Yang Berhak Memberi Resep
a. Semua kegiatan pengobatan dan pemberian resep di Puskesmas Lawang
dilaksanakan oleh dokter / dokter gigi sesuai kompetensinya dengan
persyaratan sebagai berikut :
1. Memiliki Surat Tanda Registrasi.
2. Memiliki Surat Ijin Praktik Dokter/Dokter gigi di Puskesmas Lawang.
b. Daftar Nama Dokter di Puskesmas Lawang :
NO NAMA JABATAN DALAM KEDINASAN
1 [Link] Syamsu Dhuha Kepala Puskesmas Lawang
2 dr. Yenni Ardiani Dokter Umum
3 [Link] Angraini Dokter Umum
4 drg. Shepta Rina M Dokter Gigi
5. Persyaratan Petugas Yang Berhak Menyediakan Obat
Penyediaan obat dan Pengelolaan Obat di Puskesmas Lawang dilaksanakan
oleh:
a. Assisten Apoteker sesuai kompetensinya, wajib memiliki :
1. Ijazah D3 Ahli Madya Farmasi
2. Memiliki Sertifikat Kompetensi.
3. Memiliki Surat Pernyataan telah mengucapkan sumpah / janji Assisten
Apoteker.
4. Memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknik Kefarmasian
(STRTTK).
5. Memiliki Surat Ijin Kerja.
Nama Petugas yang Berhak Menyediakan Obat :
NO NAMA/NIP JABATAN DALAM KEDINASAN
1 Meiria Nurani Assisten Apoteker
6. Peresepan, Pemesanan dan Pengelolaan Obat
Peresepan adalah proses pesanan atau permintaan obat tertulis dari
dokter dan dokter gigi, kepada petugas obat di Puskesmas Lawang untuk
menyediakan atau membuatkan obat dan menyerahkannya kepada pasien.
Resep merupakan sarana komunikasi professional antara dokter, penyedia obat
dan pasien (pengguna obat). Isi resep merupakan refleksi dari proses
pengobatan. Untuk itu, agar obat berhasil, resep harus rasional.
Kriteria resep yang tepat, aman dan rasional yaitu:
1. Tepat obat sesuai dengan diagnosis penyakitnya.
2. Tepat indikasi penyakit.
3. Tepat pemilihan obat.
4. Tepat dosis.
5. Tepat cara pemberian obat.
6. Tepat pasien.
Bahasa dalam penulisan resep menggunakan bahasa latin yang sudah
digunakan sebagai bahasa ilmu kesehatan karena bahasa latin tidak
mengalami perubahan (statis), sehingga resep obat yang ditulis dalam bahasa
latin tidak akan terjadi salah tafsir.
Penulisan resep yang baik harus lengkap dan jelas. Dalam resep untuk
pasien rawat jalan dan rawat inap di Puskesmas Lawang harus tercantum:
1. Tanggal penulisan resep.
2. Nama pasien.
3. Umur pasien.
4. Alamat pasien.
5. Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan obat.
6. Nama obat, jumlah dan dosis obat yang diberikan per oral.
7. Nama terang petugas penulis resep.
8. Kode Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA/Kaber, UGD/Rawat Inap
9. Kode pasien Umum, Askes atau JKM (BPJS)
A. PEMESANAN OBAT
Sumber penyediaan obat di Puskesmas Lawang berasal dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Malang. Obat yang diperkenankan untuk disediakan di
Puskesmas Lawang adalah obat – obat yang tercantum dalam Formularium
Nasional yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.
Permintaan obat untuk mendukung pelayanan obat di Puskesmas
Lawang diajukan petugas pengelola obat yang telah ditunjuk (SK Petugas
Penanggung Jawab dan Pengelola Obat Puskesmas Lawang) kepada Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dengan menggunakan format LPLPO,
sedangkan permintaan dari sub unit ke Petugas Pengelola Obat dilakukan
secara periodik menggunakan LPLPO sub unit.
Tujuan dari permintaan obat adalah untuk memenuhi kebutuhan obat di
Puskesmas Lawang sesuai dengan pola penyakit yang ada di wilayah
Kecamatan Lawang.
Kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan dalam permintaan obat antara lain:
1. Menentukan jenis permintaan obat
a. Permintaan Rutin
Dilakukan sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Malang untuk Puskesmas Lawang.
b. Permintaan Khusus
Dilakukan di luar jadwal distribusi rutin apabila:
Kebutuhan meningkat
Terjadi kekosongan
ada KLB atau Bencana
2. Menentukan jumlah permintaan obat
Data yang diperlukan antara lain:
a. Data pemakaian obat periode sebelumnya.
b. Jumlah kunjungan resep.
c. Jadwal distribusi obat dari UPT Gudang Farmasi Kabupaten Malang.
d. Sisa Stok.
3. Menghitung kebutuhan obat dengan cara:
Q = SK + SP + (WT x D) – SS
Keterangan:
Q = jumlah obat yang dipesan
SK = stok kerja
SP = stok pengaman
WT = waktu tunggu
SS = sisa stok
D = pemakaian rata – rata per minggu/ per bulan
Stok Kerja Pemakaian rata – rata periode distribusi.
Waktu Dihitung mulai dari permintaan obat oleh Puskesmas Lawang
Tunggu sampai dengan penerimaan obat di Puskesmas Lawang.
Stok Persediaan obat untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan
Pengaman kunjungan, keterlambatan kedatangan obat. Besarnya
ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Puskesmas dan
Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Sisa Stok Sisa obat yang masih tersedia di Puskesmas Lawang pada
akhir periode distribusi.
B. PENGELOLAAN OBAT
Obat dan perbekalan kesehatan hendaknya dikelola secara optimal
untuk menjamin tercapainya tepat jumlah, tepat jenis, tepat penyimpanan,
tepat waktu pendistribusian, tepat penggunaan dan tepat mutunya di tiap unit
pelayanan kesehatan.
Pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan meliputi kegiatan:
1. Perencanaan dan permintaan,
2. penerimaan,
3. penyimpanan dan distribusi,
4. pencatatan dan pelaporan.
5. supervisi dan evaluasi pengelolaan obat.
7. Penggunaan Obat Yang Dibawa sendiri oleh Pasien / Keluarga
Untuk memberikan perlindungan kepada pasien dan masyarakat dalam
memperoleh sediaan farmasi dan jasa kefarmasian di Puskesmas Lawang :
1. Memberikan kebijakan dan prosedur penggunaan obat-obatan pasien
rawat inap yang resepnya dibawa dan diambil sendiri oleh
pasien/keluarga pasien;
2. Menunjuk Dokter dan petugas farmasi melakukan evaluasi dan
pengawasan kepada pasien dalam mengkonsumsi obat apabila terjadi
kejadian yang tidak diinginkan segera melapor ke petugas.
8. Penanganan Obat Kadaluarsa / Rusak
Tujuan dilaksanakannya penanganan obat rusak adalah untuk melindungi
pasien dari efek samping penggunaan obat rusak/kedaluwarsa.
Dalam menangani obat rusak/kedaluwarsa, maka langkah – langkah yang
harus dilakukan adalah:
a. Petugas pengelola obat mengumpulkan obat rusak dalam gudang obat
.
b. Obat yang rusak/kadaluwarsa dikurangkan dari catatan sisa stok pada
Kartu Stok oleh petugas pengelola obat.
c. Petugas pengelola obat melaporkan obat rusak/kadaluwarsa kepada
Kepala Puskesmas.
d. Kepala Puskesmas melaporkan dan mengirimkan kembali obat
rusak/kadaluwarsa kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Malang.
9. Penanggung Jawab Tindak Lanjut Pelaporan
Menunjuk Meiria Nurani NIP.1980051705 201001 2 015 sebagai Penanggung
Jawab Tindak Lanjut Pelaporan.
10. Penyediaan obat emergensi di unit kerja
Penanggung Jawab Penyediaan Obat Emergensi Di Unit Kerja
Puskesmas Lawang adalah : Indriyana Werdiningsih
11. Penyimpanan obat emergensi di unit pelayanan
Penanggung jawab penyimpanan obat emergensi di unit pelayanan puskesmas
Lawang :
1. Nama : Desi Mustikasari, [Link] Kep.
Jabatan : Penanggung Jawab Obat Emergensi di UGD.
2. Nama : Indrayanti
Jabatan : Penanggung Jawab Obat Emergensi di Kaber
3. Nama : Lilik Agustina, [Link] Keb.
Jabatan : Penanggung Jawab Obat Emergensi di Poli Anak
4. Nama : [Link] Rina Mufidah
Jabatan : Penanggung Jawab Obat Emergensi di Poli Gigi
5. Nama : Dewi Rohayaning, [Link] Kep
Jabatan : Penanggung Jawab Obat Emergensi di Rawat Inap
Ditetapkan di : Lawang
Pada tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
NUR SYAMSU DHUHA
Lampiran 3
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lawang
Nomor : 440/42/KEP/[Link]/2018
Tentang
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS
PUSKESMAS LAWANG
MANAJEMEN INFORMASI REKAM MEDIS
1. Standarisasi kode, klasifikasi diagnosis dan terminologi yang digunakan
menggunakan Kode ICD X
DIARE DAN INFEKSI USUS
A009 Cholera, unspecified
A010 Typhoid fevers
A014 paratyphoid fevers, unspecified
A039 Shigellosis, unspecified
A049 Bacterial intestinal infection , unspecified
A069 Amoebiasis, unspecified
A084 Viral intestinal infection, unspecified
A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin
Z220 Carrier of typhoid
TBC
Tuberculosis of lung, confirmed by sputum microscopy with or
A150 without culture
A160 Tuberculosis of lung, bacteriologically and histologically negative
A188 Tuberculosis of other specified organs
A182 Tuberculous peripheral lymphadenopathy
A184 Tuberculosis of skin and subcutaneous tissue
A199 Miliary tuberculosis, unspecified
KUSTA
A309 Leprosy, unspecified
A305 Lepromatous Leprosy
A301 Tubercoloid Leprosy
INFEKSI PADA KELAMIN
A519 Early syphilis, unspecified
A549 Gonococcal infection, unspecified
A568 Sexually transmitted chlamydial infection of other sites
A57 Chancroid
A58 Granuloma inguinale
A599 Trichomoniasis, unspecified
A609 Anogenital herpesviral infection, unspecified
A64 Unspecified sexually transmitted disease
INFEKSI VIRUS
A829 Rabies, unspecified
A90 Dengue fever [classical dengue]
A91 Dengue haemorrhagic fever
A920 Chikungunya virus disease
A959 Yellow fever, unspecified
B009 Herpesviral infection, unspecified
B018 Varicella with other complications
B019 Varicella without complication
B028 Zoster with other complications
B029 Zoster without complication
B058 Measles with other complications
B059 Measles without complication
B09 Unspec viral inf characterized skin / mucous membr lesions
B209 HIV disease resulting in unspec infectious or parasitic disease
B268 Mumps with other complications
B269 Mumps without complication
HEPATITIS
B159 Hepatitis a without hepatic coma
B162 Acute hepatitis b without delta-agent with hepatic coma
B171 Acute hepatitis C
B172 Acute hepatitis E
B178 Other specified acute viral hepatitis
B189 Chronic viral hepatitis, unspecified
Z225 Carrier of viral hepatitis
JAMUR
B359 Dermatophytosis, unspecified
B350 Tinea barbae and tinea capitis
B351 Tinea unguium
B352 Tinea manuum
B353 Tinea pedis
B354 Tinea corporis
B356 Tinea cruris
B360 Pityriasis versicolor
B370 Candidal stomatitis
B372 Candidiasis of skin and nail
B373 Candidiasis of vulva and vagina (N77.1*)
B488 Other specified mycoses
MALARIA
B509 Plasmodium falciparum malaria, unspecified
B518 Plasmodium vivax malaria with other complications
B519 Plasmodium vivax malaria without complication
B528 Plasmodium malariae malaria with other complications
B529 Plasmodium malariae malaria without complication
B538 Other parasitologically confirmed malaria nec
B530 Plasmodium ovale malaria
KECACINGAN DAN KUTU
B689 Taeniasis, unspecified
B699 Cysticercosis, unspecified
B749 Filariasis, unspecified
B769 Hookworm disease, unspecified
B779 Ascariasis, unspecified
B80 Enterobiasis
B852 Pediculosis, unspecified
B853 Phthiriasis
B86 Scabies
KANKER DAN TUMOR
C119 Malignant neoplasm, nasopharynx, unspecified
C189 Malignant neoplasm, colon, unspecified
C221 Malignant neoplasm, intrahepatic bile duct carcinoma
C229 Malignant neoplasm, liver, unspecified
C509 Malignant neoplasm, breast, unspecified
C539 Malignant neoplasm, cervix uteri, unspecified
C56 Malignant neoplasm of ovary
C609 Malignant neoplasm, penis, unspecified
C698 Malignant neoplasm, overlapping lesion of eye and adnexa
C699 Malignant neoplasm, eye, unspecified
C720 Malignant neoplasm, spinal cord
C725 Malignant neoplasm, other and unspecified cranial nerves
C729 Malignant neoplasm, central nervous system, unspecified
C73 Malignant neoplasm of thyroid gland
C919 Lymphoid leukaemia, unspecified
C929 Myeloid leukaemia, unspecified
C939 Monocytic leukaemia, unspecified
C947 Other specified leukaemias
D039 Melanoma in situ, unspecified
D049 Carcinoma in situ skin, unspecified
D059 Carcinoma in situ of breast, unspecified
D069 Carcinoma in situ cervix, unspecified
D229 Melanocytic naevi, unspecified
D24 Benign neoplasm of breast
KELAINAN GIZI
D509 Iron deficiency anaemia, unspecified
D519 Vitamin b12 deficiency anaemia, unspecified
D569 Thalassaemia, unspecified
D599 Acquired haemolytic anaemia, unspecified
D638 Anaemia in other chronic diseases classified elsewhere
D649 Anaemia, unspecified
D690 Allergic purpura
D699 Haemorrhagic condition, unspecified
E40 Kwashiorkor
E41 Nutritional marasmus
E42 Marasmic kwashiorkor
E50 Vitamin a deficiency, unspecified
E511 Beriberi
E539 Vitamin B deficiency, unspecified
E54 Ascorbic acid deficiency
E559 Vitamin d deficiency, unspecified
E560 Deficiency of vitamin E
E561 Deficiency of vitamin K
E568 Deficiency of other vitamins
E569 Vitamin deficiency, unspecified
E58 Dietary calcium deficiency
E611 Iron deficiency
E617 Deficiency of multiple nutrient elements
E639 Nutritional deficiency, unspecified
E641 Sequelae of vitamin A deficiency
E642 Sequelae of vitamin C deficiency
E648 Sequelae of other nutritional deficiencies
E669 Obesity, unspecified
E703 Albinism
E739 Lactose intolerance, unspecified
KELAINAN ENDOKRIN
E039 Hypothyroidism, unspecified
E049 Nontoxic goitre, unspecified
E059 Thyrotoxicosis, unspecified
E107 Insulin-dependent diabetes mellitus without complications
E109 Insulin-dependent diabetes mellitus without complications
E117 Non-insulin-dependent diabetes mellitus with multiple comps
E119 Non-insulin-depend diabetes mellitus without complication
E160 Drug-induced hypoglycaemia without coma
E161 Other hypoglycaemia
E784 Other hyperlipidaemia
E789 Disorder of lipoprotein metabolism, unspecified
E780 Pure hypercholesterolaemia
E781 Pure hyperglyceridaemia
E782 Mixed hyperlipidaemia
E783 Hyperchylomicronaemia
E784 Other hyperlipidaemia
Hyperuricaemia without signs of inflammatory arthritis and
E790 tophaceous disease
KELAINAN MENTAL/ PSIKIATRI
F009 Dementia in alzheimer's disease, unspecified
F019 Vascular dementia, unspecified
F067 Mild cognitive disorder
F109 Ment & behav dis due use alcohol: unsp ment & behav dis
F119 Mental & behav dis due use opiods; unsp mental & behav dis
F139 Men & behav dis due seds/hypnotics: unsp men & behav dis
F149 Mental & behav dis due use cocaine: unsp mental & behav dis
F159 Men & beh dis due oth stims inc caffeine: unsp men & beh dis
F169 Men & behav dis due use hallucinogens: unsp men & behav dis
F160 Acute intoxication due to use of hallucinogens
F179 Men & behav dis due use tobacco: unsp men & behav dis
F209 Schizophrenia, unspecified
F200 Paranoid schizophrenia
F201 bephrenic schizophrenia
F202 Catatonic schizophrenia
F203 Undifferentiated schizophrenia
F329 Depressive episode, unspecified
F409 Phobic anxiety disorder, unspecified
F418 Other specified anxiety disorders
F429 Obsessive-compulsive disorder, unspecified
F432 Adjustment disorders
F439 Reaction to severe stress, unspecified
F459 Somatoform disorder, unspecified
F519 Nonorganic sleep disorder, unspecified
F529 Unspec sex dysfunction not caused by organic disord or dis
F708 Mild mental retardation, other impairments of behaviour
F718 Moderate mental retardation, other impairments of behaviour
F728 Severe mental retardation, other impairments of behaviour
F738 Profound mental retardation, other impairments of behaviour
F788 Other mental retardation, other impairments of behaviour
F798 Unspec mental retardation
F840 Childhood autism
Z915 Personal history of self-harm
T740 Neglect and abandonment
T748 Other maltreatment syndromes
Maltreatment syndromes (physical abuse, sexual abuse,
T749 psychological abuse)
NEUROLOGI
F959 Tic disorders
G009 Bacterial meningitis, unspecified
G20 Parkinson's disease
G251 Drug-induced tremor
G259 Extrapyramidal and movement disorder, unspecified
G409 Epilepsy, unspecified
G439 Migraine, unspecified
G442 Tension-type headache
G448 Other specified headache syndrome
G510 Bell's palsy
G530 Postzoster neuralgia (B02.2+)
G560 Carpal tunnel syndrome
G809 Infantile cerebral palsy, unspecified
G819 Hemiplegia, unspecified
G822 Paraplegia, unspecified
G825 Tetraplegia, unspecified
G919 Hydrocephalus, unspecified
I619 Intracerebral haemorrhage, unspecified
I639 Cerebral infarction, unspecified
I64 Stroke, not specified as haemorrhage or infarction
R251 Tremor, unspecified
R290 Tetany
R400 Somnolence
R401 Stupor
R411 Anterograde amnesia
R412 Retrograde amnesia
R478 Other and unspecified speech disturbances
R470 Dysphasia and aphasia
R51 Headache
R55 Syncope and collapse
R560 Febrile convulsions
MATA
B309 Viral conjunctivitis, unspecified
H000 Hordeolum and other deep inflammation of eyelid
H001 Chalazion
H010 Blepharitis
H018 Other specified inflammation of eyelid
H020 Entropion and trichiasis of eyelid
H021 Ectropion of eyelid
H024 Ptosis of eyelid
H025 Other disorders affecting eyelid function
H026 Xanthelasma of eyelid
H052 Exophthalmic conditions
H109 Conjunctivitis, unspecified
H100 Mucopurulent conjunctivitis
H101 Acute atopic conjunctivitis
H105 Blepharoconjunctivitis
H110 Pterygium
H113 Conjunctival haemorrhage
H169 Keratitis, unspecified
H179 Corneal scar and opacity, unspecified
H259 Senile cataract, unspecified
H268 Other specified cataract
H409 Glaucoma, unspecified
H400 Glaucoma suspect
H527 Disorder of refraction, unspecified
H520 Hypermetropia
H521 Myopia
H522 Astigmatism
H524 Presbyopia
H539 Visual disturbance, unspecified
H535 Colour vision deficiencies
H536 Night blindness
H540 Blindness, both eyes
H541 Blindness, one eye, low vision other eye
H544 Blindness, one eye
H571 Ocular pain
TELINGA
H609 Otitis externa, unspecified
H612 Impacted cerumen
H659 Nonsuppurative otitis media, unspecified
H664 Suppurative otitis media, unspecified
H681 Obstruction of Eustachian tube
H729 Perforation of tympanic membrane, unspecified
H811 Benign paroxysmal vertigo
H908 Mixed conductive and sensorineural hearing loss, unspecified
H920 Otalgia
H921 Otorrhoea
H931 Tinnitus
KARDIOVASKULAR
I10 Essential (primary) hypertension
I110 Hypertensive heart disease with (congestive) heart failure
I119 Hypertensive heart disease without (conges) heart failure
I209 Angina pectoris, unspecified
I259 Chronic ischaemic heart disease, unspecified
I499 Cardiac Arrhytmia, unspecified
H50 Heart failure
I500 Congestive heart failure
I889 Nonspecific lymphadenitis, unspecified
I959 Hypotension, unspecified
I950 Idiopathic hypotension
I951 Orthostatic hypotension
R000 Tachycardia, unspecified
R001 Bradycardia, unspecified
R002 Palpitations
R011 Cardiac murmur, unspecified
R012 Other cardiac sounds
R074 Chest pain, unspecified
SALURAN PERNAPASAN
J00 Acute nasopharyngitis [common cold]
J019 Acute sinusitis, unspecified
J029 Acute pharyngitis, unspecified
J039 Acute tonsillitis, unspecified
J118 Influenza with other manifestations, virus not identified
J189 Pneumonia, unspecified
J209 Acute bronchitis, unspecified
J300 Vasomotor rhinitis
J304 Allergic rhinitis, unspecified
J310 Chronic rhinitis
J311 Chronic nasopharyngitis
J312 Chronic pharyngitis
J32 Chronic sinusitis, unspecified
J348 Other specified disorders of nose and nasal sinuses
J350 Chronic tonsillitis
J40 Bronchitis, not specified as acute or chronic
J448 Other specified chronic obstructive pulmonary disease
J459 Asthma, unspecified
R042 Haemoptysis
R040 Epistaxis
R05 Cough
R060 Dyspnoea
R066 Hiccough
R067 Sneezing
R070 Pain in throat
R090 Asphyxia
R230 Cyanosis
U049 Severe acute respiratory syndrome (SARS)
SALURAN PENCERNAAN
K119 Disease of salivary gland, unspecified
K116 Mucocele of salivary gland
K121 Other forms of stomatitis
Gastric ulcer, unspec as acute or chronic w'out haemorrhage or
K259 perforation
K299 Gastroduodenitis, unspecified
K309 Dyspepsia
K359 Acute appendicitis, unspecified
Unilateral or unspecified inguinal hernia, without obstruction or
K409 gangrene
K598 Other specified functional intestinal disorders
K590 Constipation
K920 Haematemesis
K921 Melena
I849 Unspecified haemorrhoids without complication
R102 Pelvic and perineal pain
R104 Other and unspecified abdominal pain
R100 Acute abdomen
R11 Nausea and vomiting
R12 Heartburn
R13 Dysphagia
R14 Flatulence and related conditions
R160 Hepatomegaly, not elsewhere classified
R161 Splenomegaly, not elsewhere classified
R18 Ascites
R196 Halitosis
KULIT
A46 Erysipelas
A480 Gas gangrene
B07 Viral warts
L010 Impetigo [any organism] [any site]
L029 Cutaneous abscess, furuncle and carbuncle, unspecified
L039 Cellulitis, unspecified
L049 Acute lymphadenitis, unspecified
L080 Pyoderma
L209 Atopic dermatitis, unspecified
L22 Diaper [napkin] dermatitis
L239 Allergic contact dermatitis, unspecified cause
L249 Irritant contact dermatitis, unspecified cause
L279 Dermatitis due to unspecified substance taken internally
L299 Pruritus, unspecified
L303 Infective dermatitis
L305 Pityriasis alba
L309 Dermatitis, unspecified
L409 Psoriasis, unspecified
L45 Papulosquamous disorders in diseases classified elsewhere
L509 Urticaria, unspecified
L609 Nail disorder, unspecified
L600 Ingrowing nail
L709 Acne, unspecified
L749 Eccrine sweat disorder, unspecified
L80 Vitiligo
L910 Keloid scar
R202 Paraesthesia of skin
R21 Rash and other nonspecific skin eruption
R229 Localized swelling, mass and lump, unspecified
SENDI DAN OTOT
M109 Gout, unspecified
M138 Other specified arthritis
M329 Systemic lupus erythematosus, unspecified
M328 Other forms of systemic lupus erythematosus
M329 Systemic lupus erythematosus, unspecified
M330 Juvenile dermatomyositis
M436 Torticollis
M479 Spondylosis, unspecified
M542 Cervicalgia
M545 Low back pain
M674 Ganglion
M709 Unsp soft tis disorder related to use overuse and pressure
M791 Myalgia
M819 Osteoporosis, unspecified
M849 Disorder of continuity of bone, unspecified
R252 Cramp and spasm
GINJAL DAN SALURAN KENCING
N179 Acute renal failure, unspecified
N189 Chronic renal failure, unspecified
N200 Calculus of kidney and ureter
N219 Calculus of lower urinary tract, unspecified
N23 Unspecified renal colic
N309 Cystitis, unspecified
N301 Interstitial cystitis (chronic)
N341 Nonspecific urethritis
N343 Urethral syndrome, unspecified
N40 Hyperplasia of prostate
N450 Orchitis, epididymitis and epididymo-orchitis with abscess
N459 Orchitis epididymitis and epididymo-orchitis without abscess
N47 Redundant prepuce, phimosis and paraphimosis
R309 Painful micturition, unspecified
R300 Dysuria
R309 Painful micturition, unspecified
R31 Unspecified haematuria
R32 Unspecified urinary incontinence
R33 Retention of urine
R34 Anuria and oliguria
R36 Urethral discharge
KELAINAN ORGAN WANITA DAN HORMONAL
N602 Fibroadenosis of breast
N61 Inflammatory disorders of breast
N72 Inflammatory disease of cervix uteri
N738 Other specified female pelvic inflammatory diseases
N759 Disease of bartholin's gland, unspecified
N768 Other specified inflammation of vagina and vulva
N819 Female genital prolapse, unspecified
N820 Vesicovaginal fistula
N821 Other female urinary-genital tract fistulae
N841 Polyp of cervix uteri
N86 Erosion and ectropion of cervix uteri
N912 Amenorrhoea, unspecified
N915 Oligomenorrhoea, unspecified
N921 Excessive and frequent menstruation with irregular cycle
N938 Other abnormal uterine and vaginal bleeding
N958 Other specified menopausal and perimenopausal disorders
KEHAMILAN
O009 Ectopic pregnancy, unspecified
Spontaneous abortion, incomplete, with other and unspecified
O033 complication
O034 Spontaneous abortion, incomplete, without complication
Spontaneous abortion, complete/unspecified, with other &
O038 unspecified complication
O039 Spontaneous abortion, complete or unspecified, without complication
O13 Gest [pregnancy-induced] hypertens without sig proteinuria
O159 Eclampsia, unspecified as to time period
O200 Threatened abortion
O219 Vomiting of pregnancy, unspecified
O289 Abnormal finding on antenatal screening of mother
O309 Multiple gestation, unspecified
O329 Maternal care for malpresentation of fetus, unspecified
O364 Maternal care for intrauterine death
O365 Maternal care for poor fetal growth
O418 Other specified disorders of amniotic fluid and membranes
O429 Premature rupture of membranes, unspecified
O440 Placenta praevia specified as without haemorrhage
O441 Placenta praevia with haemorrhage
O469 Antepartum haemorrhage, unspecified
O48 Prolonged pregnancy
O60 Preterm delivery
O624 Hypertonic, incoordinate, and prolonged uterine contractions
O639 Long labour, unspecified
O660 Obstructed labour due to shoulder dystocia
O721 Other immediate postpartum haemorrhage
O809 Single spontaneous delivery, unspecified
O85 Puerperal sepsis
O860 Infection of obstetric surgical wound
O861 Other infection of genital tract following delivery
O862 Urinary tract infection following delivery
O863 Other genitourinary tract infections following delivery
O864 Pyrexia of unknown origin following delivery
O868 Other specified puerperal infections
O872 Haemorrhoids in the puerperium
O900 Disruption of caesarean section wound
O901 Disruption of perineal obstetric wound
O902 Haematoma of obstetric wound
O91 Infection of breast associated with childbirth
O910 Infection of nipple associated with childbirth
O911 Abscess of breast associated with childbirth
O921 Cracked nipple associated with childbirth
O922 Other and unspecified disorders of breast associated with childbirth
O95 Obstetric death of unspecified cause
O96 Death from any obstetric cause occurring more than 42 days but less
O97 Death from sequelae of direct obstetric causes
O980 Tuberculosis complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
O981 Syphilis complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
O982 Gonorrhoea complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
O984 Viral hepatitis complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
O990 Anaemia complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
Endocrine, nutritional and metabolic diseases complicating
O992 pregnancy, childbirth and
the puerperium
Mental disorders and diseases of the nervous system complicating
O993 pregnancy, childbirth and
the puerperium
Diseases of the respiratory system complicating pregnancy,
O995 childbirth and the puerperium
the puerperium
Diseases of the skin and subcutaneous tissue complicating
O997 pregnancy, childbirth and
NEONATUS
A33 Tetanus neonatorum
P000 Fetus and newborn affected by maternal hypertensive disorders
P020 Fetus and newborn affected by placenta praevia
P030 Fetus and newborn affected by breech delivery and extraction
P032 Fetus and newborn affected by forceps delivery
P033 Fetus and newborn affected by delivery by vacuum extractor
P034 Fetus and newborn affected by caesarean delivery
P042 Fetus and newborn affected by maternal use of tobacco
P043 Fetus and newborn affected by maternal use of alcohol
P059 Slow fetal growth, unspecified
P071 Other low birth weight
P080 Exceptionally large baby
P120 Cephalhaematoma due to birth injury
P123 Bruising of scalp due to birth injury
P158 Other specified birth injuries
P219 Birth asphyxia, unspecified
P375 Neonatal candidiasis
P391 Neonatal conjunctivitis and dacryocystitis
P394 Neonatal skin infection
P579 Kernicterus, unspecified
P95 Fetal death of unspecified cause
Q000 Anencephaly
Q02 Microcephaly
Q039 Congenital hydrocephalus, unspecified
Q059 Spina bifida, unspecified
Q120 Congenital cataract
Q150 Congenital glaucoma
Q171 Macrotia
Q172 Microtia
Q210 Ventricular septal defect
Q211 Atrial septal defect
Q213 Tetralogy of Fallot
Q232 Congenital mitral stenosis
Q233 Congenital mitral insufficiency
Q250 Patent ductus arteriosus
Q431 Hirschsprung's disease
Q539 Undescended testicle, unspecified
Q549 Hypospadias, unspecified
Q560 Hermaphroditism, not elsewhere classified
Q563 Pseudohermaphroditism, unspecified
Q640 Epispadias
Q660 Talipes equinovarus
Q676 Pectus excavatum
Q677 Pectus carinatum
Q699 Polydactyly, unspecified
Q753 Macrocephaly
R95 Suddden infant death syndrome
KELUHAN LAINNYA
R509 Fever, unspecified
R53 Malaise and fatigue
R600 Localized oedema
R630 Anorexia
R631 Polydipsia
R632 Polyphagia
R634 Abnormal weight loss
R635 Abnormal weight gain
R64 Cachexia
R69 Unknown and unspecified causes of morbidity
R95 Sudden infant death syndrome
Z209 Contact with and exposure to unspec communicable disease
Z21 Asymptomatic human immunodeficiency virus [HIV] infection status
Z229 Carrier of infectious disease, unspecified
Y95
Nosocomial condition
HASIL LABORATORIUM LAINNYA
R739 Hyperglycaemia, unspecified
R730 Abnormal glucose tolerance test
R75 Laboratory evidence of human immunodeficiency virus [HIV]
R81 Glycosuria
R829 Other and unspecified abnormal findings in urine
R839 Abnormal findings in cerebrospinal fluid unspecified abnormal finding
R940 Abnormal results of function studies of central nervous system
Abnormal results of function studies of peripheral nervous system
R941 and special sense
R944 Abnormal results of kidney function studies
R945 Abnormal results of liver function studies
R946 Abnormal results of thyroid function studies
R947 Abnormal results of other endocrine function studies
R948 Abnormal results of function studies of other organs & system
TRAUMA KEPALA DAN LEHER
S009 Superficial injury of head, part unspecified
S019 Open wound of head, part unspecified
S029 Fracture of skull and facial bones, part unspecified
S033 Dislocation of other and unspecified parts of head
S035 Sprain and strain joints ligs other and unspec parts head
S059 Injury of eye and orbit, unspecified
S069 Intracranial injury, unspecified
S119 Open wound of neck, part unspecified
S129 Fracture of neck, part unspecified
S16 Injury of muscle and tendon at neck level
T010 Open wounds involving head with neck
TRAUMA DADA
S204 Other superficial injuries of back wall of thorax
S223 Fracture of rib
S270 Traumatic pneumothorax
S271 Traumatic haematothorax
S298 Other specified injuries of thorax
S299 Unspecified injury of thorax
TRAUMA ABDOMEN DAN PELVIS
S309 Superficial inj of abdomen lower back and pelvis part unspec act
S317 Multiple open wounds of abdomen, lower back and pelvis
S328 Fracture of oth unspec parts of lumbar spine and pelvis
S369 Injury of unspecified intra-abdominal organ
S379 Injury of unspecified urinary and pelvic organ
TRAUMA TANGAN
S409 Superficial injury of shoulder and upper arm, unspecified
S410 Open wound of shoulder
S411 Open wound of upper arm
S428 Fracture of other parts of shoulder and upper arm
S433 Dislocation of other and unspec parts of shoulder girdle
S437 Sprain and strain of oth and unspec part of shoulder girdle
S469 Inj unspec muscle and tendon at shoulder and upper arm level
S509 Superficial injury of forearm, unspecified
S569 Inj other and unspec muscles and tendons at forearm level
S609 Superficial injury of wrist and hand, unspecified
S619 Open wound of wrist and hand part, part unspecified
S628 Fracture of other and unspecified parts of wrist and hand
S630 Dislocation of wrist
S637 Sprain and strain of other and unspecified parts of hand
S669 Inj unspecified muscle and tendon at wrist and hand level
TRAUMA KAKI
S709 Superficial injury of hip and thigh, unspecified
S710 Open wound of hip
S711 Open wound of thigh
S729 Fracture of femur, part unspecified
S730 Dislocation of hip
S731 Sprain and strain of hip
S764 Inj of other and unspec muscles and tendons at thigh level
S767 Injury of multiple muscles and tendons at hip & thigh level
S809 Superficial injury of lower leg, unspecified
S819 Open wound of lower leg, part unspecified
S829 Fracture of lower leg, part unspecified
S831 Dislocation of knee
S836 Sprain and strain of other and unspecified parts of knee
S869 Injury of unspecified muscle and tendon at lower leg level
S909 Superficial injury of ankle and foot, unspecified
S910 Open wound of ankle
S913 Open wound of other parts of foot
S929 Fracture of foot, unspecified
S930 Dislocation of ankle joint
S934 Sprain and strain of ankle
S969 Injury of unspec muscle and tendon at ankle and foot level
TRAUMA LAINNYA
T008 Superfic injuries involving oth combinations of body regions
T68 Hypothermia
Z041 Examination and observation following transport accident
A259 Rat-bite fever, unspecified
T638 Toxic effect of contact with other venomous animals
T634 Toxic effect, venom of other arthropods
L559 Sunburn, unspecified
KERACUNAN
Toxic effect, halogen derivative of aliphatic and aromatic
T539 hydrocarbons
T598 Toxic effect, other specified gases, fumes and vapours
T609 Toxic effect, pesticide, unspecified
T628 Toxic effect, other specified noxious substances eaten as food
T629 Toxic effect, noxious substance eaten as food, unspecified
GENERAL CHECK-UP
Z000 General medical examination
Z001 Routine child health examination
Z002 Examination for period of rapid growth in childhood
Z008 Other general examinations
Z010 Examination of eyes and vision
Z011 Examination of ears and hearing
Z012 Dental examination
Z013 Examination of blood pressure
Z017 Laboratory examination
Z018 Other specified special examinations
Z020 Examination for admission to educational institution
Z021 Pre-employment examination
Z022 Examination for admission to residential institutions
Z024 Examination for driving licence
Z025 Examination for participation in sport
Z026 Examination for insurance purposes
Z027 Issue of medical certificate
Z028 Other examinations for administrative purposes
Z029 Examination for administrative purposes, unspecified
Z039 Observation for suspected disease or condition, unspecified
Z108 Routine gen health check-up of other defined subpopulations
Z100 Occupational health examination
KB – KIA
Z308 Other contraceptive management
Z309 Contraceptive management, unspecified
Z320 Pregnancy, not (yet) confirmed
Z321 Pregnancy confirmed
Z33 Pregnant state, incidental
Z349 Supervision of normal pregnancy, unspecified
Z369 Antenatal screening, unspecified
Z379 Outcome of delivery, unspecified
Z390 Care and examination immediately after delivery
Z391 Care and examination of lactating mother
Z392 Routine postpartum follow-up
Z975 Presence of (intrauterine) contraceptive device
Z014 Gynaecological examination (general)(routine)
IMUNISASI
Z232 Need for immunization against tuberculosis [BCG]
Z235 Need for immunization against tetanus alone
Z240 Need for immunization against poliomyelitis
Z244 Need for immunization against measles alone
Z246 Need for immunization against viral hepatitis
Need for immunization against diphtheria-tetanus-pertussis,
Z271 combined (DTP)
Need for immunization against diphtheria-tetanus-pertussis with
Z273 poliomyelitis, (DTP-polio)
Z289 Immunization not carried out for unspecified reason
T880 Infection following immunization
POST OPERASI / TINDAKAN MEDIS LAINNYA
T808 Oth comps following infusion transfusion & therap inject
T809 Unspecified complication following infusion, transfusion and
T887 Unspecified adverse effect of drug or medicament
Other specified complications of surgical and medical care, not
T888 elsewhere classified
Z478 Other specified orthopaedic follow-up care
Z488 Other specified surgical follow-up care
Z579 Occupational exposure to unspecified risk-factor
Z729 Problem related to lifestyle, unspecified
Z961 Presence of intraocular lens
Z965 Presence of tooth-root and mandibular implants
Z966 Presence of orthopaedic joint implants
Z967 Presence of other bone and tendon implants
Z970 Presence of artificial eye
Z971 Presence of artificial limb (complete)(partial)
Z972 Presence of dental prosthetic device (complete)(partial)
Z973 Presence of spectacles and contact lenses
Z974 Presence of external hearing-aid
2. Dilakukan pembakuan singkatan yang digunakan dalam pelayanan sesuai
dengan standar nasional atau lokal
No Lain-lain
1 HPHT Hari Pertama Haid Terakhir
2 HPL Hari Perkiraan Lahir
3 SDIDTK Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang
5 PMTCT Prevention Mother to Child Transmission
6 VCT Voluntery Conseling and Testing
7 PPIA Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak
8 GPA Gravida.. Para.. Abortus..
9 UK Umur Kehamilan
10 KIE Konseling Informasi Edukasi
11 TFU Tinggi Fundus Uteri
12 BSC Bekas Op SC
13 SC Section Caesarian
14 Atk Usia Anak Terkecil
15 DJJ Denyut Jantung Janin
16 IVA Inspeksi Visual dengan Asam Asetat
17 LILA Lingkar Lengan Atas
18 TB Tinggi Badan
19 BB Berat Badan
20 LK Lingkar Kepala
21 Rh Ronchi
22 Wh Wheezing
23 TD Tekanan Darah
24 N Nadi
25 S Subyektif
26 O Obyektif
27 A Assessment
28 P Planing
29 Ane Anemia
30 Ict Ikterik
31 Met Meteorismus
32 Vs Vesiculer
33 Bv Bronchovesicular
34 Lab. Laboratorium
36 DL Darah Lengkap
37 GDA Gula Darah Acak
38 GDP Gula Darah Puasa
39 UL Urin Lengkap
40 ANC Ante Natal Care
41 Epig Epigastrium
42 V/V Vulva/Vagina
44 PITC Provider Inisiated Testing and Counseling
45 FDH Fix Drug Combination
46 T Temperatur (c)
47 TTV Tanda Tanda Vital
48 Insp Inspekulo
49 DTD Diare Tanpa Dehidrasi
51 Bapilnas Batuk Pilek Panas
52 Bapil Batuk Pilek
53 mg miligram
54 dl desiliter
55 2JPP 2 Jam Post Prandial
56 gr gram
57 MCV Mean Corpuscular Volume
58 MCH Mean Corpuscular Hemoglobin
59 MCHC Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration
60 PHBS Perilaku Hidup Bersih & Sehat
61 IMS Infeksi Menular Seksual
62 MTBS Managemen Terpadu Balita Sakit
63 MTBM Managemen Terpadu Bayi Muda
64 INC Intra Natal Care
65 PNC Post Natal Care
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
66 P4K Komplikasi
67 IUFD Intra Uteri Foetal Death
68 CPD Chepalo Pelvic Disproposional
B. Diagnosa Penyakit :
No. Diagnosa Penyakit
1 HT Hipertensi
2 AFP Acute Flaccid Paralysis
3 DM Diabetes Melitus
4 AU Arthritis Unspesifik
5 DC Decompensasi Cordis
6 BPH Benign Prostat Hiperthrophy
7 CKD Cronic Kidney Disease
8 CVA Cerebro vascular Attack
9 CHD Coronary Heart disease
10 COPD Chronic obstructive Pulmonary Disease
11 CTS Carpal tunnel syndrome
12 CRS Cervical Root Syndrome
13 CHF Congestive Heart Failure
14 Ca. Cancer
15 DHF Dengue Haemorrhagic Fever
16 DB Demam Berdarah
17 DUB Disfunction Uterine Bleeding
18 FA Flour Albus
19 FAM Fibroadeoma Mammae
20 Fr. Fracture
21 GGA Gagal Ginjal Akut
22 GGK Gagal Ginjal Kronik
23 HNP Hernia Nucleus Pulposus
24 HF Heart Failure
25 HFMD Hand Foot Mouth Disease
26 IMA Infark Myocard Akut
27 ISK Infeksi Saluran Kencing
28 ISR Infeksi Saluran Reproduksi
29 ISPA Infeksi Saluran Pernapasan Akut
30 ITP Idiopathic
31 ASHD Arterosclerosis Heart Disease
32 GBS Guilan Bare Syndrom
33 HHD Hipertensif Heart Disease
34 HIV Human Imunodefisiensi Virus
35 OMSK Otitis Media Supuratif Kronis
36 KDRT Kekerasan Dalam Rumah Tangga
37 KLL Kecelakaan Lalu Lintas
38 LBP Low back Pain
39 MH Morbus Hansen
40 OA Osteoarthritis
41 PID Pelvic Inflamatory Disease
42 PJR Penyakit Jantung Rematik
43 SLE Sistemik Lupus Erimatosus
44 SVT Supra Ventrikular Takikardia
45 TBC Tuberculosis
46 THA Tension Headache
47 OF Observasi Febris
48 BBP Batuk Bukan Pneumoni
49 DBC Demam Bukan Campak
50 DBM Demam Bukan Malaria
51 DMBDBD Demam Mungkin Bukan Demam Berdarah Dengue
52 LETSU Letak Sungsang
53 LETLI Letak Lintang
54 APB Ante Partum Bleeding
55 HPP Haemorrhagia Post Partum
56 PE Pre Eklampsia
57 BBLR Berat Bayi Lahir Rendah
58 CPD Cephalo Pelvic Disporpotion
59 OMA Otitis Media Akut
60 OMS Otitis Media Serosa
61 RA Reumatoid Arthritis
62 AUB Abnormal Uterine Bleeding
63 BP Broncho Pneumonia
64 FDE Fixed Drug Eruption
65 PJK Penyakit Jantung Koroner
66 CTEV Congenital Talipes Equino Varus
No Diagnose Penyakit Gigi
1 IO Intrra Oral
2 EO Extra Oral
3 P Perkusi
4 D Druk
5 PAK Periodontitis Apikalis Kronis
5 PAA Periodontitis Apikasi Akut
6 PMK Periodonitis Marginalis Kronis
7 PMA Periodontitis marginalis Akut
8 GMK Gingivitis Marginalis Kronis
9 GMA Gingivitis Marginalis Akut
10 EXO Extraction
11 XYL Xylocain / Lidocain
12 ADR Adreraline / Ephinephrine
13 LE Chlor Ethyl
14 PST Persistensi
15 RA Rahang Atas
16 RB Rahang Bawah
17 TGIC Tumpatan Glass Ionomer Cement
18 TS Tumpatan Sementara
19 CaOH Calsium Hidroxide
20 EUG Eugenol
21 CHKM Chlorphenol Kamfer Mentol
22 DEVIT Devitalisai
23 H2O2 Hidrogen Peroksida
C. Pemeriksaan laboratorium
No Singkatan Kepanjangan
1 DL Darah Lengkap
2 UL Urine Lengkap
3 FL Feces Lengkap
4 HB Hemoglobin
5 Trombo Trombosit
6 LED Laju Endap Darah
7 GDA Gula Darah
8 BTA Bakteri Tahan Asam
9 PPT Pregnancy Tes
10 TG Tri Gliserid
11 HDL Haid Denity Lipo Protein
12 LDL Low Denity Lipo Protein
13 SGOT Serum Glutamat Oxalacid Transaminase
14 SGPT Serum Glutamat Oxalacid Transaminase
[Link]
No Nama Obat (dalam RM)
1 CTM CLOROPHENIRAMINE MELEAT
2 PCT PARACETAMOL
3 BC VIT BCOMPLEX
4 B1 THSAMIN HCL
5 B6 PRYDOXIN HCL
5 B12 CYANOCABALAMIN
6 VITC ASAM ASKORBAT
7 VITK PHYTOMENADION
8 HCT HYDROCHLORTIAZID
9 HC HYDROCORTISON SALEP
10 CPZ CHLORPROMAZINE HCL
11 ISDN ISOSARBIDE DINITRAT
12 NA-DIC NATRIUM DICLOFENAC
13 OMZ OMEPRAZOLE
14 SF SULFAS FEROSUS
15 AS FOL ASAM FOLAT
E. Lain lain
No Lain-lain
1 HPHT Hari Pertama Haid Terakhir
2 HPL Hari Perkiraan Lahir
3 SDIDTK Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang
5 PMTCT Prevention Mother to Child Transmission
6 VCT Voluntery Conseling and Testing
7 PPIA Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak
8 GPA Gravida.. Para.. Abortus..
9 UK Umur Kehamilan
10 KIE Konseling Informasi Edukasi
11 TFU Tinggi Fundus Uteri
12 BSC Bekas Op SC
13 SC Section Caesarian
14 Atk Usia Anak Terkecil
15 DJJ Denyut Jantung Janin
16 IVA Inspeksi Visual dengan Asam Asetat
17 LILA Lingkar Lengan Atas
18 TB Tinggi Badan
19 BB Berat Badan
20 LK Lingkar Kepala
21 Rh Ronchi
22 Wh Wheezing
23 TD Tekanan Darah
24 N Nadi
25 S Subyektif
26 O Obyektif
27 A Assessment
28 P Planing
29 Ane Anemia
30 Ict Ikterik
31 Met Meteorismus
32 Vs Vesiculer
33 Bv Bronchovesicular
34 Lab. Laboratorium
36 DL Darah Lengkap
37 GDA Gula Darah Acak
38 GDP Gula Darah Puasa
39 UL Urin Lengkap
40 ANC Ante Natal Care
41 Epig Epigastrium
42 V/V Vulva/Vagina
44 PITC Provider Inisiated Testing and Counseling
45 FDH Fix Drug Combination
46 T Temperatur (c)
47 TTV Tanda Tanda Vital
48 Insp Inspekulo
49 DTD Diare Tanpa Dehidrasi
51 Bapilnas Batuk Pilek Panas
52 Bapil Batuk Pilek
53 mg miligram
54 dl desiliter
55 2JPP 2 Jam Post Prandial
56 gr gram
57 MCV Mean Corpuscular Volume
58 MCH Mean Corpuscular Hemoglobin
59 MCHC Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration
60 PHBS Perilaku Hidup Bersih & Sehat
61 IMS Infeksi Menular Seksual
62 MTBS Managemen Terpadu Balita Sakit
63 MTBM Managemen Terpadu Bayi Muda
64 INC Intra Natal Care
65 PNC Post Natal Care
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
66 P4K Komplikasi
67 IUFD Intra Uteri Foetal Death
68 CPD Chepalo Pelvic Disproposional
3. Akses terhadap rekam medis
a. Petugas yang mempunyai wewenang mengakses rekam medis di
Puskesmas Lawang adalah petugas rekam medis dan pendaftaran yang
ditunjuk oleh Kepala Puskesmas Lawang dan bertanggungjawab atas
pengembalian dan pendistribusian berkas rekam medis.
b. Informasi tentang identitas, diagnosis, riwayat penyakit, riwayat
pemeriksaan dan riwayat pengobatan pasien harus dijaga kerahasiaannya
oleh petugas kesehatan baik dokter, dokter gigi, perawat, bidan, petugas
pengelola atau petugas yang ditunjuk oleh kepala puskesmas.
c. Informasi tentang identitas, diagnosis, riwayat penyakit, riwayat
pemeriksaan dan riwayat pengobatan dapat dibuka dalam hal
1. Untuk kepentingan kesehatan pasien;
2. Memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka
penegakan hukum atas perintah pengadilan;
3. Permintaan dan /atau persetujuan pasien sendiri;
4. Permintaan institusi / lembaga berdasarkan ketentuan perundang
undangan ; dan
5. Untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan audit medis, sepanjang
tidak menyebutkan identitas pasien.
d. Permintaan rekam medis untuk tujuan sebagaimana dimaksud pada point
sebelumnya harus dilakukan secara tertulis kepada kepala Puskesmas
Lawang mengetahui Dinas Kesehatan.
e. Bagi pihak yang memerlukan data di dalam rekam medis dapat diberikan
resume atau ringkasan perawatan pasien, hasil pemeriksaan dan riwayat
pelayanan yang diberikan, sesuai dengan produser dan ketentuan yang
berlaku pada rekam medis.
Pihak Internal
a. Pihak internal yang boleh mengakses rekam medis adalah:
- Kepala puskesmas.
- Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan langsung kepada
pasien.
- Petugas loket dan rekam medis.
b. Dokumen rekam medis tidak boleh dibawa keluar dari Puskesmas
Lawang.
c. Peminjaman selama jam kerja.
Eksternal
a. Pihak eksternal yang boleh mengakses rekam medis adalah:
- Untuk kepentingan kesehatan pasien.
- Memenuhi aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum
atas perintah pengadilan.
- Permintaan dan/atau persetujuan pasien sendiri.
- Permintaan institusi/lembaga berdasarkan ketentuan perundang-
undangan.
- Untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan audit medis sepanjang
tidak menyebutkan identitas pasien dengan persetujuan institusi yang
berhak.
b. Peminjaman hanya pada lingkungan Puskesmas dan tidak boleh
dibawa keluar Puskesmas Lawang.
c. Peminjaman selama jam kerja.
4. Pelayanan rekam medis dan metode identifikasi
Kegiatan rekam medis adalah pengumpulan data dan pencatatan
segala keterangan tentang bukti-bukti dari seorang sehingga dapat di tetapkan
dan menyamakan keterangan tersebut dengan individu seorang, dengan kata
lain identifikasi kita dapat mengetahui identitas seorang dengan
membedakana dari orang lain.
Pelayanan rekam medis menjadi salah satu nilai penting dalam
keselamatan pasien. Contoh: jika terjadi kesalahan pemberian obat kepada
pasien, dengan rekam medis dapat ditemukan keluhan pasien dan obat yang
diberikan sehingga apabila ditemukan ketidak sesuaian maka menjadi
kegagalan identifikasi puskesmas yang memberikan pelayanan.
Guna mencegah kesalahan dari kejadian yang tidak diharapkan, atau
bahkan menjadi centinel, maka puskesmas membuat kebijakan, panduan dan
SOP (standar produser operasional yang menjadi acuan bagi staf puskesmas
dalam melakukan identifikasi pada pasien.
Berikut kebijakan Puskesmas Lawang :
1. Identifikasi dari penamaan
a. Mengenali secara fisik
Melihat wajah / fisik seorang secara umum
Membandingkan seorang dengan gambar / foto
b. Memperoleh keterangan pribadi
Nama
Alamat
Tempat tanggal lahir
Sesuai KTP
c. Melakukan penggabungan antara pengenalan fisik dengan keterangan
pribadi
2. Pengumpulan data identifikasi
a. Wawancara langsung dengan sumbernya atau orang lain
b. Mengisi formulir identifikasi oleh orang yang bersangkutan
c. Gabungan wawancara dengan hasil dari form formulir.
3. Persyaratan bagi petugas rekam medis dalam mengidentifikasi:
a. Nama pasien terdiri dari satu kata atau lebih.
b. Penulisan identitas sesuai dengan KTP / SIM / Paspor yang masih
berlaku.
c. Untuk keseragaman penulisan nama pasien digunakan ejaan baru yang
disempurnakan dengan penggunaan huruf cetak.
d. Tidak diperkenankan untuk mencantumkan title / jabatan / gelar.
e. Perkataan tuan, saudara, bapak tidak dicantumkan dalam penulisan
nama pasien.
KEBIJAKAN PELAYANAN REKAM MEDIS DAN METODE IDENTIFIKASI
PUSKESMAS LAWANG
1. Setiap pasien yang berobat di Puskesmas Lawang memiliki satu nomor
rekam medis
2. Penyimpanan rekam medis pasien rawat jalan disimpan dalam satu
tempat.
3. Permintaan rekam medis hanya bisa diberikan untuk kepentingan
pengobatan pasien.
4. Seluruh pelayanan dokumen rekam medis dilaksanakan oleh petugas
rekam medis .
5. Semua profesi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada
pasien diwajibkan menulis seluruh pelayanan yang di berikan pada
lembar rekam medis yang telah di tentukan.
6. Petugas rekam medis bertanggung jawab atas pengembalian dan
pendistribusian rekam medis.
7. Rekam medis yang telah di kembalikan keruang rekam medis, yang
belum lengkap, wajib dilengkapi oleh profesi tenaga kesehatan yang
bersangkutan pada hari yang sama.
8. Seluruh hasil pemeriksaan pelayanan penunjang wajib di cantumkan
pada lembar rekam medis.
9. Pada rekam medis, wajib dicantumkan koding penyakit berdasarkan
ICD-X.
10. Seluruh pelayanan rekam medis wajib berorientasi pada keputusan
pasien.
11. Bagi pasien yang memerlukan data rekam medis, dapat diberikan
resume atau ringkasan perawatan pasien dan hasil pemeriksaan
penunjang
5. Pelayanan rekam medis memuat tentang sistem pengkodean, penyimpanan,
dokumentasi rekam medis
Penyimpanan berkas Rekam Medis :
a. SISTEM PENGKODEAN
Nomor pasien adalah nomor rekam medis pasien yang didapat saat
pasien mendaftar pertama kali saat masuk Puskesmas Lawang dengan
system nomor.
Nomor rekam medis tersebut akan dipakai selamanya untuk kunjungan-
kunjungan ke unit-unit penunjang medis dan instalasi lain untuk
mendapatkan pelayanan.
Berkas rekam medis pasien akan disimpan didalam satu berkas dengan
satu nomor rekam medis pasien.
b. SISTEM PENYIMPANAN
Penyimpanan rekam medis dalam rak penyimpanan secara berurut
sesuai dengan urutan nomor rekam medis.
Disimpan dalam ruang kusus yang baik dalam hal penerangan,
pengaturan suhu, ruangan terpelihara, faktor keselamatan kerja
petugas dan ergonomi.
Menggunakan rak terbuka.
c. DOKUMENTASI REKAM MEDIS
Pasien yang terdaftar di Puskesmas Lawang dicatat di dalam buku
pendaftaran pasien menggunakan personal folder.
d. BUKU EXSPEDISI
Terdapat buku ekspedisi sebagai media pengawas terhadap
penggunaan rekam medis yang keluar dari ruang RM.
Dalam penggunaannya “petunjuk keluar” ini diletakkan sebagai
pengganti pada tempat berkas rekam medis yang diambil (dikeluarkan)
dari rak penyimpanan.
Petunjuk keluar ini tetap berada di rak file tersebut sampai berkas
rekam medis yang diambil dikembalikan ketempat semula.
6. Pelayan rekam medis memuat kebijakan penyimpanan dan masa retensi
rekam medis
7. Isi rekam medis
a. Isi rekam medis untuk pasien rawat jalan pada sarana pelayanan
kesehatan sekurang-kurangnya memuat:
1. Identitas pasien;
2. Tanggal;
3. Hasil anamnesis, mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan
riwayat penyakit;
4. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medik;
5. Diagnosis;
6. Rencana penatalaksanaan;
7. Pengobatan dan/atau tindakan;
8. Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien;
9. Untuk pasien kasus gigi dilengkapi dengan odontogram klinik
dan untuk ibu hamil dilengkapi kartu ibu hamil;
10. Persetujuan tindakan bila diperlukan.
b. Isi rekam medis untuk pasien gawat darurat, sekurang-kurangnya
memuat:
1. Identitas pasien;
2. Kondisi saat pasien tiba di sarana pelayanan kesehatan;
3. Identitas pengantar pasien;
4. Tanggal dan waktu;
5. Hasil anamnesis, mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan
riwayat penyakit;
6. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medik;
7. Diagnosis;
8. Pengobatan dan/atau tindakan;
9. Ringkasan kondisi pasien sebelum meninggalkan pelayanan unit
gawat darurat dan rencana tindak lanjut;
10. Nama dan tanda tangan dokter, dokter gigi, atau tenaga
kesehatan tertentu yang memberikan pelayanan kesehatan;
11. Sarana transportasi yang digunakan bagi pasien yang akan
dipindahkan ke sarana pelayanan kesehatan lain (dirujuk); dan
12. Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
c. Pasien Rawat Inap
Data pasien rawat inap yang dimasukkan dalam medical record
sekurang-kurangnya antara lain:
a. Identitas Pasien
b. Tanggal dan waktu.
c. Anamnesis (sekurang-kurangnya keluhan, riwayat
penyakit.
d. Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang medis.
e. Diagnosis
f. Rencana penatalaksanaan
g. Pengobatan dan atau tindakan
h. Persetujuan tindakan bila perlu
i. Catatan obsservasi klinis dan hasil pengobatan
j. Ringkasan pulang (discharge summary)
k. Nama dan tanda tangan dokter, dokter gigi atau tenaga
kesehatan tertentu yang memberikan pelayanan
ksehatan.
l. Pelayanan lain yang telah diberikan oleh tenaga
kesehatan tertentu.
m. Untuk kasus gigi dan dilengkapi dengan odontogram klinik
Ditetapkan di : Lawang
Pada tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
NUR SYAMSU DHUHA
Lampiran 4
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lawang
Nomor : 440/42/KEP/[Link]/2018
Tentang
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS
PUSKESMAS LAWANG
MANAJEMEN LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS LAWANG
1. Kondisi fisik bangunan dan lingkungan puskesmas wajib dipantau secara rutin.
2. Prasarana puskesmas, yang meliputi air, listrik, genset, gas O2, gas LPG, IPAL
harus dipantau secara periodik, dipelihara, dan diperbaiki dan dipastikan
berfungsi.
3. Hasil pemantauan, pemeliharaan, dan perbaikan harus didokumentasikan.
4. Bahan dan limbah berbahaya harus diidentifikasi, disimpan dengan benar,
dimonitor penyimpanan dan penggunaannya, dan ditindak lanjuti.
5. Disusun program menjamin lingkungan puskesmas yang aman meliputi:
perencanaan, pelaksanaan, pendidikan dan pelatihan, pemantauan dan
evaluasi.
6. Disusun program pemeliharaan peralatan, meliputi perencanaan,
pelaksanaaan, monitoring, evaluasi dan tindak lanjut.
7. Peralatan yang perlu dikalibrasi harus dikalibrasi tepat waktu.
8. Peralatan steril harus disterilkan dengan prosedur yang benar.
Ditetapkan di : Lawang
Pada tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
NUR SYAMSU DHUHA
Lampiran 5
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lawang
Nomor : 440/42/KEP/[Link]/2018
Tentang
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS
PUSKESMAS LAWANG
MANAJEMEN PERALATAN PUSKESMAS LAWANG
1. Tentang memisahkan alat yang bersih dan kotor, alat yang memerlukan
sterlisasi, alat yang membutuhkan perawatan lebih serta alat alat yang
membutuhkan persyaratan khusus untuk peletakkannya.
2. Sterilisasi alat
3. Penanggungjawab pengelola peralatan dan kalibrasi.
4. Penggantian dan perbaikan alat yang rusak agar tidak mengganggu
pelayanan.
Ditetapkan di : Lawang
Pada tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
NUR SYAMSU DHUHA
Lampiran 6
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lawang
Nomor : 440/42/KEP/[Link]/2018
Tentang
KEBIJAKAN PENUNJANG PELAYANAN KLINIS
PUSKESMAS LAWANG
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PUSKESMAS LAWANG
5. Pola ketenagaan sdm klinis harus disusun berdasar analisis kebutuhan sdm.
6. Tenaga klinis yang bekerja di puskesmas harus mempunyai surat ijin yang
berlaku.
7. Evaluasi kinerja tenaga klinis harus dilakukan secara berkala paling lambat
satu tahun sekali.
8. Peluang untuk melakukan pendidikan dan pelatihan harus diinformasikan
kepada tenaga klinis.
9. Tiap tenaga klinis harus mempunyai uraian tugas dengan kejelasan
kewenangan klinis untuk masing-masing petugas.
Keterlibatan Petugas Pemberi Pelayanan Klinis Dalam Peningkatan Mutu
Klinis :
Setiap petugas pemberi pelayanan klinis memiliki kewajiban untuk terlibat
dalam upaya peningkatan mutu klinis dengan :
a. Berperan aktif dalam melaksanakan identifikasi permasalahan mutu
layanan klinis
b. Berperan aktif dalam melakukan analisis terhadap permasalahan mutu
layanan klinis
c. Berperan aktif dalam menyusun rencana perbaikan terhadap mutu
layanan klinis
d. Berperan aktif dalam melaksanakan suatu perbaikan mutu layanan
klinis
10. Pelaksanaan uraian tugas dan wewenangan setiap tenaga klinis harus
dievaluasi dan ditindak lanjuti.
Ditetapkan di : Lawang
Pada tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA PUSKESMAS LAWANG,
NUR SYAMSU DHUHA