0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan26 halaman

Ikatan

ikatan

Diunggah oleh

ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan26 halaman

Ikatan

ikatan

Diunggah oleh

ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diselesaikan sebagai salah satu syarat
untuk menyelesaikan mata kuliah Program Profesi Guru (PPG) Jurusan Kimia,
Falkutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang

Periode Juli-Desember 2018


Di SMK Padang

DIPERIKSA DAN DISAHKAN OLEH

Dosen Pembimbing Guru Pamong

MENGETAHUI,
Kepala Sekolah SMK Padang

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT


karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang berjudul “Pembelajaran Ikatan
Kimia Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Android disertai dengan
LKPD” Penelitian ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk melengkapi
persyaratan kegiatan Program Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Padang.
Dalam melakukan penelitian ini ini, penulis tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Hj. Ellizar, M. Pd selaku dosen pembimbing PPG
Laporan ini telah penulis buat dengan mempedomani banyak sumber. Namun,
tidak ada gading yang tidak retak. Oleh karena itu kritikan dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan demi kemajuan penulis dimasa yang akan
datang. Semoga PTK ini bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca
hendaknya.

Padang, Maret 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... i


KATA PENGANTAR ...............................................................................................ii
DAFTAR ISI .............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 2
D. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 3
BAB II KAJIAN TEORI............................................................................................ 4
A. Tinjauan Aktivitas Belajar .............................................................................. 4
B. Belajar dan Pembelajaran ................................................................................ 7
C. Media Pembelajaran ........................................................................................ 9
D. Lembar Kerja Peserta didik ......................................................................... 14
E. Kerangka Berfikir.......................................................................................... 17
BAB III METODOLOGI PENELITIAN................................................................. 18
A. Jenis Penelitian .............................................................................................. 18
B. Subjek penelitian ........................................................................................... 18
C. Sumber Data Penelitian ................................................................................. 18
D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 19
E. Desain Penelitian ........................................................................................... 19
F. Prosedur Kerja Penelitian.............................................................................. 20

iii
iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ikatan kimia merupaka pokok bahasan yang mempelajari materi

dalam partikel terkecil, dimana atom itu tidak bisa dilihat secara langsung dan

tidak pernah tampak sehingga sulit untuk mempelajarinya dan

mengajarkannya, oleh karena itu guru harus mempunyai cara memotivasi

peserta didik untuk meningkatkan aktivitas belajar.

Guru sebagai orang yang terlibat langsung dalam pembelajaran,

seharusnya dapat mengupayakan banyak hal untuk meningkatkan aktivitas

belajar peserta didik agar diperoleh hasil belajar yang lebih baik, diantaranya

dengan menggunakan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang

tepat, menyenangkan, dan membangkitkan antusiasme peserta didik. Guru

hendaknya memotivasi peserta didik dengan berbagai strategi dan

pengetahuan, berpikir secara kritis untuk menyelesaikan setiap permasalahan,

sehingga diharapkan kompetensi peserta didik juga akan lebih baik.

Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik untuk memberikan

sebuah media pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif

berpartisipasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan media

pembelajaran berbasis android yang disertai dengan lembar kegiatan peserta

didik. Dengan media ini peserta didik akan belajar untuk berpartisipasi aktif

dalam proses pembelajaran, diharapkan dengan adanya media ini kegiatan

belajar mengajar menjadi lebih menarik, menyenangkan serta tidak

1
membosankan sehingga nanti diharapkan aktivitas belajar peserta didik akan

meningkat.

Dengan meningkatnya aktivitas belajar peserta didik diharapkan hasil

belajar peserta didik juga ikut meningkat. Oleh karena itu judul penelitian ini

adalah “Pembelajaran Ikatan Kimia Menggunakan Media Pembelajaran

Berbasis Android disertai dengan LKPD”

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang dikemukakan di atas maka yang

menjadi identifikasi masalah adalah:

1. Bagaimanakah penerapan media pembelajaran berbasis android dan

lembar kegiatan peserta didik pada pembelajaran ikatan kimia?

2. Bagaimanakah penerapan media pembelajaran berbasis android dan

lembar kegiatan peserta didik pada pembelajaran ikatan kimia dapat

meningkatkan aktivitas belajar peserta didik?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk

mengetahui apakah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis

android dan LKPD dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik pada

pokok bahasan ikatan kimia.

2
D. Manfaat Penelitian

Setelah penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan, diharapkan

bermanfaat bagi:

1. Guru, sebagai bahan masukan bagi guru bidang studi kimia dan bidang

studi lainnya.

2. Peserta didik, dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia.

3. Pimpinan, untuk dapat melakukan pembinaan terhadap guru dalam upaya

meningkatkan proses pembelajaran.

3
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Tinjauan Aktivitas Belajar

Pendidikan modern lebih menitik beratkan pada aktivitas sejati,


dimana peserta didik belajar sambil bekerja. Sehubungan dengan hal tersebut,
sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekan pada pendayagunaan asas
keaktifan (aktivitas) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan
Menurut Sardiman (1996:95) aktivitas belajar adalah suatu perilaku
yang selalu berusaha, bekerja atau belajar dengan sungguh-sungguh untuk
mendapat kemajuan atau prestasi yang gemilang dari perubahan tingkah laku
yang diperoleh dari pengalaman dan latihan. Faktor keberhasilan peserta
didik dalam belajar sangat tergantung kepada keaktifan peserta didik itu
sendiri sebagai subjek belajar.
Selama proses belajar mengajar peserta didik diharapkan mempunyai
aktivitas belajar positif. Menurut Sriyono (1992: 8) dalam dunia pendidikan
keaktifan belajar merupakan tuntutan logis dari pengajaran yang seharusnya,
tidak ada suatu kegiatan belajar mengajar tanpa melibatkan keaktifan peserta
didik. Permasalahannya adalah tingkat keaktifan peserta didik itu dalam
proses belajar mengajar. Sedangkan keaktifan peserta didik itu sendiri sangat
tergantung kepada dorongan atau motivasi yang timbul baik dari dalam diri
seseorang maupun dari luar dirinya, sehingga semakin tinggi dorongan yang
timbul dalam diri seseorang akan semakin aktif dalam belajar.
Untuk mengelompokkan aktivitas yang sedang berlangsung Sadirman,
A. M (1996: 99) membedakan aktivitas tersebut menjadi beberapa bagian
yaitu:
a. Visualactivities, (mendengarkan uraian,ercakapan,diskusi,musik,pidato).
b. Oral activities, (menyatakan, bertanya, mengeluarkan pendapat, memberi
saran, merumuskan, wawancara, diskusi, interupsi).

4
c. Listening activities, (mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik,
pidato).
d. Writing activities, (menulis cerita, karangan, laporan, angket,menyalin).
e. Drawing activities, (menggambar, membuat grafik, peta, digram).
f. Motor activities, (melakukan percobaan, membuat konstruksi, model,
mereparasi, berkebun, bermain, beternak).
g. Mental activities, (menanggapi, mengingat, memecahkan
soal,menganalisa, melihat hubunga, memutuskan).
h. Emotional activities, (menaruh minat, bosan, gembira,bersemangat,
berani, bergairah, tenang, gugup)

Dengan berpedoman pada pengelompokan aktivitas yang


dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas- aktivitas tersebut
terdiri dari:
1) Aktivitas verbal yaitu kegiatan yang mengeluarkan ujaran atau suara,
2) Aktivitas non verbal yaitu kegiatan yang tidak mengutamakan ujaran dan
3) Aktivitas mental yaitu kegiatan yang memperlihatkan perubahan sikap
atas dasar perubahan pikiran dan perasaan peserta didik.

Sehubungan dengan hal tersebut menurut Oemar Hamalik (2001:175)


ada beberapa manfaat aktifitas yaitu:
a. Mendorong peserta didik mencari pengalaman sendiri dan
langsung mengalami sendiri.
b. Dengan berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek
pribadi peserta didik secara integral.
c. Memupuk kerja sama yang harmonis di kalangan peserta didik.
d. Mendorong para peserta didik bekerja menurut minat dan
kemampuan sendiri.
e. Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi
demokratis.

5
f. Pengajaran diselenggarakan secara realistis dan konkret sehingga
mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta
menghindarkan verbalistis.
g. Menjadikan pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana
aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2004:132-137) mengemukakan


beberapa aktivitas belajar yaitu:
a. Mendengarkan
b. Memandang
c. Meraba, membau, dan mencicipi / mengecap
d. Menulis / mencatat
e. Membaca
f. Membuat ikhtisar / ringkasan dan menggarisbawahi
g. Mengamati tabel-tabel, diagram, dan bagan-bagan
h. Menyusun paper / kertas kerja
i. Mengingat
j. Berpikir
k. Latihan dan praktek

Aktivitas belajar peserta didik akan meningkat dan lebih bergairah


dalam belajar jika ada yang diharapkan, yaitu pengetahuan serta nilai yang
baik. Hal ini sesuai dengan Prayitno (1989: 123) bahwa: “Peserta didik akan
meningkat kegairahan belajarnya karena ingin mendapatkan nilai yang baik,
untuk tes yang akan dihadapinya”.
Berdasarkan uraian diatas, dapat dikatakan bahwa dengan tes akan
memotivasi peserta didik untuk aktif belajar, sehingga kegairahan dalam
belajar akan meningkat dan hasil belajar peserta didik juga akan lebih baik.

6
B. Belajar dan Pembelajaran

Belajar merupakan tindakan dan prilaku yang kompleks.

Pembelajaran terjadi karena adanya suatu interaksi individu dengan

lingkungannya. Proses belajar mengajar akan terjadi jika individu

memperoleh sesuatu di lingkungannya yang mengakibatkan tejadinya

perubahan dalam dirinya. Perubahan yang terjadi kearah tingkah laku lebih

baik, sehingga terjadi proses berfikir yang mampu menimbulkan pengalaman

dalam pembelajaran.

Proses belajar menuntut peserta didik aktif dan berfikir kritis dalam

menyikapi suatu masalah, sehingga menemukan sendiri konsep-konsep

materi pelajaran. Arthur [Link] dalam Thonthowi (1991:99) menyatakan

bahwa belajar adalah ”perubahan tingkah laku karena pengalaman dan

latihan”. Selanjutnya Slameto (1995:2) menyatakan “belajar adalah suatu

proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan

tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu

itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”. Lufri (2007:10) juga

mengemukakan beberapa rumusan tentang belajar yang umum digunakan,

yaitu :

a. Belajar didefinisikan sebagai modifikasi atau peneguhan


perilaku melalui pengalaman (learning is defined as the
modification or strengthening of behavior through
experiencing).
b. Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku individu
yang terjadi akibat interaksi dengan lingkungannya.
c. Belajar merupakan suatu proses atau aktivitas individu
dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya sehingga
terjadi pengalaman belajar.

7
Belajar yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan atau

menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan

sikap. Menurut Hamalik (2007:36) “Belajar adalah modifikasi atau

memperteguh kelakuan melalui pengalaman”. Selanjutnya Sardiman

(2006:20) menyatakan “Belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah

laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan

membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya”. Hal ini

sejalan dengan pendapat Prayitno (2009:310) yang mengatakan bahwa belajar

adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Kemudian teori dari Gagne

dalam Slameto (2003:13) memberikan dua definisi belajar yaitu :

a. Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi


dalam pengetahuan, keterampilan, dan tingkah laku.
b. Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan
yang diperoleh dari instruksi.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran

merupakan suatu proses dalam memperoleh pengalaman atau pengetahuan

baru yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat tetap.

Seseorang yang belajar akan mengalami perubahan tingkah laku dan

pengetahuan yang lebih baik dibandingkan sebelum peserta didik tersebut

mengalami proses belajar. Orang yang belajar memiliki ciri-ciri perubahan

tingkah laku sebagaimana yang di ungkapkan oleh Slameto (2003:3), yaitu :

a. Perubahan terjadi secara sadar.


b. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional.
c. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
d. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara.
e. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah.
f. Perubahan mencangkup seluruh aspek tingkah laku.

8
Hamalik (2007:49-50) mengemukakan ciri-ciri belajar adalah:

a. Belajar berbeda dengan kematangan


b. Belalajr dibedakan dari perubahan fisik dan mental.
c. Ciri belajar yang hasilnya relatif menetap

Jadi jelaslah bahwa seseorang yang mempunyai ciri-ciri diatas, berarti

telah mengalami proses pembelajaran. Untuk mencapai perubahan tersebut

tidak terlepas dari fungsi guru dalam proses pembelajaran. Proses

pembelajaran hendaknya selalu melibatkan peserta didik secara aktif karena

bisa mengembangkan kemampuan peserta didik antara lain kemampuan

mengamati, mengaplikasikan konsep, merencanakan dan melaksanakan

penelitian serta mengkomunikasikan hasil penelitian. Menurut Lufri (2007:2)

“Prinsip dasar pembelajaran adalah mengembangkan potensi anak didik

(kognitif, efektif, psikomotor atau dalam paradigma baru dikenal istilah

kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan skill) secara optimal”.

Selanjutnya Hamalik (2007:65-66) menyatakan tiga ciri khas yang

terkandung dalam pelmbelajaran, yaitu:

a. Rencana, ialah penataaan ketenagaan, material, dan proedur, yang


merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran.
b. Kesalingtergantungan antara unsur-unsur sistem pembelajaran
yang serasi dalam suatu keseluruhan.
c. Tujuan, sistem pembelajaran memiliki tujuan tertentu yang
hendak dicapai.

C. Media Pembelajaran

Menurut Kustandi dan Sutjipto (2011: 21), media pembelajaran adalah

alat yang dapat memperjelas makna dan pesan yang di sampaikan pada proses

belajar mengajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih

baik dan sempurna.

9
1. Ciri-ciri Media

Gerlach dan Ely dalam (Kustandi dan Sutjipto, 2011: 13-14)

mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa

media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang

mungkin guru tidak mampu melakukannya, yaitu :

a. Ciri Fiksatif (Fixative Property)

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam,

menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi, suatu peristiwa atau

objek. Suatu peristiwa atau objek dapat diurut dan disusun kembali

dengan media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket

komputer, compact disk dan film. Dengan ciri fiksatif ini, media

memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek yang terjadi pada

suatu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.

b. Ciri Manipulatif (Manipulative Property)

Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena

media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu

berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua

atau tiga menit dengan teknik pengambilam gambar time-lapse

recording. Di samping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula

diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman

video.

c. Ciri Distributif (DistributiveProperty)

10
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau

kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan

kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar peserta didik

dengan stimulasi pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian

itu.

2. Jenis Media

Menurut Sanjaya (2012: 172-173), media pembelajaran dapat

diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana

melihatnya.

a. Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:

1) Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja atau

media yang hanya memiliki unsur suara.

2) Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat dan tidak

mengandung unsur suara.

3) Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung

unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.

b. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi ke

dalam:

1) Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak. Melalui

media ini peserta didik diharapkan dapat mempelajari hal-hal

atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus

menggunakan ruangan khusus.

11
2) Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan

waktu.

c. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi

kedalam:

1) Media yang diproyeksikan, jenis media yang seperti ini

memerlukan alat proyeksi khusus seperti film projector untuk

memproyeksikan film, slide projector untuk memproyeksikan

film slide, dan OHP untuk memproyeksikan transparansi. Tanpa

alat pendukung ini, maka media tidak akan bisa berfungsi.

2) Media yang tidak diproyeksikan

3. Fungsi Media

Fungsi media menurut Sanjaya (2012: 169-170) adalah:

a. Menangkap suatu objek atau peristiwa penting tertentu

Peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan

dengan foto, film, atau direkam melalui video atau audio, kemudian

peristiwa itu dapat disimpan dan digunakan apabila diperlukan.

b. Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu

Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan

pelajaran yang bersifat abstrak menjadi kongkret sehingga mudah

dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme.

12
c. Menambah gairah dan motivasi belajar peserta didik

Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar peserta

didik sehingga perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran

lebih meningkat.

4. Manfaat Penggunaan Media

Menurut Sudjana dan Rivai (2011: 2) manfaat menggunakan

media pengajaran dalam proses belajar peserta didik, yaitu:

a. Dengan menggunakan media peserta didik akan lebih tertarik untuk

belajar sehingga menumbuhkan motivasi belajar

b. Media dapat memperjelas makna dari pelajaran yang disampaikan

sehingga dapat dipahami oleh peserta didik sehingga tujuan

pembelajaran dapat tercapai

c. Media membuat metode pembelajaran lebih bervariasi

d. Peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak

hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti

mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

5. Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Android

Media pembelajaran interaktif android merupakan software

pembelajaran interaktif yang dapat di masukkan/diinstall pada sistem

aplikasi android seperti smartphone dan tablet dengan tampilan dibuat

menarik sehingga disukai oleh peserta didik. Media ini bisa bersifat

online maupun ofline. Kelebihan dari media ini adalah

a. Peserta didik dapat belajar secara mandiri

13
b. Peserta didik dapat belajar dimana saja karena mudah untuk

dibawa

c. Lebih mudah digunakan

D. Lembar Kerja Peserta didik

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan istilah lain dari

lembar kerja peserta didik (LKS). Pergantian istilah ini digunakan karena

pergantian istilah peserta didik menjadi peserta didik pada kurikulum 2013.

Meskipun istilah yang digunakan berbeda, tetapi susunan dari lembar kerja

tersebut tidak berubah atau tetap menggunakan susunan dan struktur dari

LKS dalam penyusunan LKPD (Mizarwan dkk. 2015 : 46)

Menurut Devi dkk (2009:32) “Lembar Kerja Peserta didik adalah

lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik”.

LKPD biasanya berupa petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan

suatu tugas. Menurut Trianto (2013:223) “LKPD memuat sekumpulan

kegiatan mendasar yang harus dilakukan peserta didik untuk memaksimalkan

pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator

pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh”.

Salah satu sumber belajar dan media pembelajaran yang dapat

membantu peserta didik maupun guru dalam proses pembelajaran adalah

LKPD . LKPD termasuk media cetak hasil pengembangan teknologi cetak

yang berupa buku dan berisi materi visual (Arsyad, 2010:29).Artinya, LKPD

14
merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh guru

sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran.

LKPD memiliki fungsi untuk membantu peserta didik menemukan

konsep, seseorang akan belajar jika dia aktif mengonstruksi pengetahuan

didalam otaknya. Salah satu bahan ajar yang dapat diimplementasikan dalam

proses pembelajaran yaitu materi pembelajaran dalam bentuk LKPD yang

memiliki ciri: LKPD mengenengahkan terlebih dahulu suatu fenomena yang

bersifat konkret, sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang akan

dipelajari. Berdasarkan pengamatannya selanjutnya peserta didik diajak untuk

mengonstruksi pengetahuan yang didapatnya tersebut (Amri, 2013: 101).

Widjajanti (2008: 1-2) menambahkan bahwa LKPD mempunyai

beberapa fungsi sebagai berikut:

1. Merupakan alternatif bagi guru untuk mengarahkan pelajaran atau

memperkenalkan suatu kegiatan tertentu sebagai kegiatan belajar

mengajar,

2. Dapat digunakan untuk mempercepat proses pengajaran dan

menghemat waktu penyajian suatu topik,

3. Dapat untuk mengetahui seberapa jauh materi yang telah dikuasai

peserta didik,

4. Dapat mengoptimalkan alat bantu pengajaran yang terbatas,

5. Membantu peserta didik dapat lebih aktif dalam proses belajar

mengajar,

15
6. Dapat membangkitkan minat peserta didik jika LKPD disusun secara

rapi, sistematis mudah dipahami oleh peserta didik sehingga mudah

menarik perhatian peserta didik,

7. Dapat menumbuhkan kepercayaaan pada diri peserta didik dan

meningkatkan motivasi belajar dan rasa ingin tahu,

8. Dapat mempermudah penyelesaian tugas perorangan, kelompok atau

klasikal karena peserta didik dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan

kecepatan belajarnya,

9. Dapat digunakan untuk melatih peserta didik menggunakan waktu

seefektif mungkin,

10. Dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan

masalah.

Keuntungan adanya LKPD adalah bagi guru, memudahkan guru

dalam melaksanakan pembelajaran, bagi peserta didik akan belajar secara

mandiri dan belajar memahami serta menjalankan suatu tugas tertulis (Devi,

2009: 37). Ada dua jenis bentuk LKPD untuk pembelajaran IPA yakni LKPD

untuk eksperimen dan LKPD non eksperimen atau lembar kerja diskusi

(Devi, 2009: 32-33).

16
E. Kerangka Berfikir

Masalah: Kurangnya minat belajar peserta didik dan sulitnya


menyampaikan pelajaran ikatan kimia karena tidak bisa di lihat secara
nyata

Solusi

Membuat pelajaran lebih menarik dengan media pembelajaran dan


LKPD

Perlu

Menerapkan media pembelajaran berbasis android dan disertai dengan


LKPD

Dilakukan

Siklus satu

Siklus dua

Peningkatan aktivitas belajar pesertaa didik

Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikiran

17
18

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian adalah penelitian tindakan (Action Research) dimana

dalam satu kelas diberi tindakan (action) karena adanya kesenjangan atau

masalah dalam pembelajaran yaitu rendahnya aktivitas peserta didik dalam

belajar. Tindakan ini diharapkan dapat memecahkan atau mengurangi

masalah pada tingkat yang diinginkan. Dalam penelitian ini dilakukan

observasi di dalam kelas terhadap aktivitas peserta didik selama pembelajaran

berlangsung. Dari hasil penelitian ini didapat suatu kesimpulan sebagai hasil

penelitian.

B. Subjek penelitian

Yang dijadikan subjek dalam penelitian ini adalah kelas X SMK

dalam mata pelajaran kimia semester satu tahun pelajaran 2018/2019 Jadwal

penelitian berlangsung bulan Oktober sampai bulan November 2018.

C. Sumber Data Penelitian

Data penelitian berdasarkan sumbernya termasuk data primer. Data

primer dari penelitian ini diperoleh dari catatan hasil pengamatan observasi

oleh observer pada tabel pengamatan saat proses belajar mengajar

berlangsung.
D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data

Alat atau instrumen yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah

lembaran observasi. Lembaran observasi digunakan untuk mengumpulkan

aktivitas peserta didik saat berlangsung proses belajar mengajar, sehingga

selama penelitian ini akan terkumpul data tentang aktivitas peserta didik.

E. Desain Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Apabila pada

akhir siklus kedua sudah tercapai keberhasilan tindakan, penelitian ini

dihentikan. Namun, apabila belum tercapai keberhasilna, akan dilakukan lagi

tindakan siklus tiga. Berikut ini disajikan desain penelitian dalam bentuk

diagram alir.

19
Permasalahan: aktifitas belajar Rencana tindakan 1: Pelaksanaan
peserta didik rendah Pembelajaran tindakan siklus
menggunakan media 1
pembelajaran android
dan LKPD

Siklus 1

Refleksi tindakan Analisis data hasil Pengamatan


siklus 1 pelaksanaan tindakan pelaksanaan tindakan
siklus 1 siklus 1

Permasalahan yang Perbaikan perencanaan Pelaksanaan


ditemukan dari Siklus pembelajaran kontekstual tindakan siklus 2
1 dengan video (siklus 1)

Siklus 2

Refleksi tindakan Analisis data hasil Pengamatan


siklus 2 pelaksanaan tindakan pelaksanaan
siklus 2 tindakan siklus 2

Gambar 2: Desain penelitian

F. Prosedur Kerja Penelitian

Penelitian ini dapat digolongkan kedalam jenis penelitian tindakan

kelas, yang dilakukan dalam dua siklus. Adapun desain penelitian tindakan

kelas tersebut diperlihatkan seperti di bawah ini:

20
Rencana Tindakan I
Refleksi Awal sebelum
Tindakan
- Menyusun RPP
G. - Media pembelajaran berbasis android
- Aktivitas belajar siswa rendah
studio
Guru mengajar dengan metode
- H.
- Membuat LKPD
ceramah

I. Observasi I Pelaksanaan Tindakan I


- Melakukan observasi dengan - Mengajar kimia menggunakan media
format tersedia
J. pembelajaran.
- Melakukan pengamatan aktivitas - Membentuk kelompok 3-4 siswa.
siswa
K. - Siswa diskusi menggunakan LKPD

Refleksi I Rencana Tindakan II


L.
- Menganalisis hasil tindakan I - Revisi tindakan I menjadi
berupa langkah guru dalam rencana tindakan II
M.
pembelajaran aktivitas peserta
didik.
N.
- Merencanakan perbaikan
tindakan untuk siklus II

Observasi II Pelaksanaan Tindakan II


O.
- Melakukan observasi terhadap - Mengajar kimia menggunakan
pelaksanaan pembelajaran media pembelajaran.
P.
- Menilai dan menganalisis hasil - Membentuk kelompok 3-4 siswa.
tindakan II - Siswa diskusi menggunakan
Q. LKPD

Revisi Akhir Tindakan II


Revisi tindakan akhir untuk
rencana tindakan penelitian
selanjutnya

Gambar 3. Alur desain PTK (penelitian tindakan)

21
22

Anda mungkin juga menyukai