HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diselesaikan sebagai salah satu syarat
untuk menyelesaikan mata kuliah Program Profesi Guru (PPG) Jurusan Kimia,
Falkutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang
Periode Juli-Desember 2018
Di SMK Padang
DIPERIKSA DAN DISAHKAN OLEH
Dosen Pembimbing Guru Pamong
MENGETAHUI,
Kepala Sekolah SMK Padang
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT
karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang berjudul “Pembelajaran Ikatan
Kimia Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Android disertai dengan
LKPD” Penelitian ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk melengkapi
persyaratan kegiatan Program Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Padang.
Dalam melakukan penelitian ini ini, penulis tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Hj. Ellizar, M. Pd selaku dosen pembimbing PPG
Laporan ini telah penulis buat dengan mempedomani banyak sumber. Namun,
tidak ada gading yang tidak retak. Oleh karena itu kritikan dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan demi kemajuan penulis dimasa yang akan
datang. Semoga PTK ini bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca
hendaknya.
Padang, Maret 2018
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...............................................................................................ii
DAFTAR ISI .............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 2
D. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 3
BAB II KAJIAN TEORI............................................................................................ 4
A. Tinjauan Aktivitas Belajar .............................................................................. 4
B. Belajar dan Pembelajaran ................................................................................ 7
C. Media Pembelajaran ........................................................................................ 9
D. Lembar Kerja Peserta didik ......................................................................... 14
E. Kerangka Berfikir.......................................................................................... 17
BAB III METODOLOGI PENELITIAN................................................................. 18
A. Jenis Penelitian .............................................................................................. 18
B. Subjek penelitian ........................................................................................... 18
C. Sumber Data Penelitian ................................................................................. 18
D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 19
E. Desain Penelitian ........................................................................................... 19
F. Prosedur Kerja Penelitian.............................................................................. 20
iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ikatan kimia merupaka pokok bahasan yang mempelajari materi
dalam partikel terkecil, dimana atom itu tidak bisa dilihat secara langsung dan
tidak pernah tampak sehingga sulit untuk mempelajarinya dan
mengajarkannya, oleh karena itu guru harus mempunyai cara memotivasi
peserta didik untuk meningkatkan aktivitas belajar.
Guru sebagai orang yang terlibat langsung dalam pembelajaran,
seharusnya dapat mengupayakan banyak hal untuk meningkatkan aktivitas
belajar peserta didik agar diperoleh hasil belajar yang lebih baik, diantaranya
dengan menggunakan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang
tepat, menyenangkan, dan membangkitkan antusiasme peserta didik. Guru
hendaknya memotivasi peserta didik dengan berbagai strategi dan
pengetahuan, berpikir secara kritis untuk menyelesaikan setiap permasalahan,
sehingga diharapkan kompetensi peserta didik juga akan lebih baik.
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik untuk memberikan
sebuah media pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif
berpartisipasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan media
pembelajaran berbasis android yang disertai dengan lembar kegiatan peserta
didik. Dengan media ini peserta didik akan belajar untuk berpartisipasi aktif
dalam proses pembelajaran, diharapkan dengan adanya media ini kegiatan
belajar mengajar menjadi lebih menarik, menyenangkan serta tidak
1
membosankan sehingga nanti diharapkan aktivitas belajar peserta didik akan
meningkat.
Dengan meningkatnya aktivitas belajar peserta didik diharapkan hasil
belajar peserta didik juga ikut meningkat. Oleh karena itu judul penelitian ini
adalah “Pembelajaran Ikatan Kimia Menggunakan Media Pembelajaran
Berbasis Android disertai dengan LKPD”
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang dikemukakan di atas maka yang
menjadi identifikasi masalah adalah:
1. Bagaimanakah penerapan media pembelajaran berbasis android dan
lembar kegiatan peserta didik pada pembelajaran ikatan kimia?
2. Bagaimanakah penerapan media pembelajaran berbasis android dan
lembar kegiatan peserta didik pada pembelajaran ikatan kimia dapat
meningkatkan aktivitas belajar peserta didik?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis
android dan LKPD dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik pada
pokok bahasan ikatan kimia.
2
D. Manfaat Penelitian
Setelah penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan, diharapkan
bermanfaat bagi:
1. Guru, sebagai bahan masukan bagi guru bidang studi kimia dan bidang
studi lainnya.
2. Peserta didik, dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia.
3. Pimpinan, untuk dapat melakukan pembinaan terhadap guru dalam upaya
meningkatkan proses pembelajaran.
3
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Aktivitas Belajar
Pendidikan modern lebih menitik beratkan pada aktivitas sejati,
dimana peserta didik belajar sambil bekerja. Sehubungan dengan hal tersebut,
sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekan pada pendayagunaan asas
keaktifan (aktivitas) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan
Menurut Sardiman (1996:95) aktivitas belajar adalah suatu perilaku
yang selalu berusaha, bekerja atau belajar dengan sungguh-sungguh untuk
mendapat kemajuan atau prestasi yang gemilang dari perubahan tingkah laku
yang diperoleh dari pengalaman dan latihan. Faktor keberhasilan peserta
didik dalam belajar sangat tergantung kepada keaktifan peserta didik itu
sendiri sebagai subjek belajar.
Selama proses belajar mengajar peserta didik diharapkan mempunyai
aktivitas belajar positif. Menurut Sriyono (1992: 8) dalam dunia pendidikan
keaktifan belajar merupakan tuntutan logis dari pengajaran yang seharusnya,
tidak ada suatu kegiatan belajar mengajar tanpa melibatkan keaktifan peserta
didik. Permasalahannya adalah tingkat keaktifan peserta didik itu dalam
proses belajar mengajar. Sedangkan keaktifan peserta didik itu sendiri sangat
tergantung kepada dorongan atau motivasi yang timbul baik dari dalam diri
seseorang maupun dari luar dirinya, sehingga semakin tinggi dorongan yang
timbul dalam diri seseorang akan semakin aktif dalam belajar.
Untuk mengelompokkan aktivitas yang sedang berlangsung Sadirman,
A. M (1996: 99) membedakan aktivitas tersebut menjadi beberapa bagian
yaitu:
a. Visualactivities, (mendengarkan uraian,ercakapan,diskusi,musik,pidato).
b. Oral activities, (menyatakan, bertanya, mengeluarkan pendapat, memberi
saran, merumuskan, wawancara, diskusi, interupsi).
4
c. Listening activities, (mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik,
pidato).
d. Writing activities, (menulis cerita, karangan, laporan, angket,menyalin).
e. Drawing activities, (menggambar, membuat grafik, peta, digram).
f. Motor activities, (melakukan percobaan, membuat konstruksi, model,
mereparasi, berkebun, bermain, beternak).
g. Mental activities, (menanggapi, mengingat, memecahkan
soal,menganalisa, melihat hubunga, memutuskan).
h. Emotional activities, (menaruh minat, bosan, gembira,bersemangat,
berani, bergairah, tenang, gugup)
Dengan berpedoman pada pengelompokan aktivitas yang
dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas- aktivitas tersebut
terdiri dari:
1) Aktivitas verbal yaitu kegiatan yang mengeluarkan ujaran atau suara,
2) Aktivitas non verbal yaitu kegiatan yang tidak mengutamakan ujaran dan
3) Aktivitas mental yaitu kegiatan yang memperlihatkan perubahan sikap
atas dasar perubahan pikiran dan perasaan peserta didik.
Sehubungan dengan hal tersebut menurut Oemar Hamalik (2001:175)
ada beberapa manfaat aktifitas yaitu:
a. Mendorong peserta didik mencari pengalaman sendiri dan
langsung mengalami sendiri.
b. Dengan berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek
pribadi peserta didik secara integral.
c. Memupuk kerja sama yang harmonis di kalangan peserta didik.
d. Mendorong para peserta didik bekerja menurut minat dan
kemampuan sendiri.
e. Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi
demokratis.
5
f. Pengajaran diselenggarakan secara realistis dan konkret sehingga
mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta
menghindarkan verbalistis.
g. Menjadikan pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana
aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2004:132-137) mengemukakan
beberapa aktivitas belajar yaitu:
a. Mendengarkan
b. Memandang
c. Meraba, membau, dan mencicipi / mengecap
d. Menulis / mencatat
e. Membaca
f. Membuat ikhtisar / ringkasan dan menggarisbawahi
g. Mengamati tabel-tabel, diagram, dan bagan-bagan
h. Menyusun paper / kertas kerja
i. Mengingat
j. Berpikir
k. Latihan dan praktek
Aktivitas belajar peserta didik akan meningkat dan lebih bergairah
dalam belajar jika ada yang diharapkan, yaitu pengetahuan serta nilai yang
baik. Hal ini sesuai dengan Prayitno (1989: 123) bahwa: “Peserta didik akan
meningkat kegairahan belajarnya karena ingin mendapatkan nilai yang baik,
untuk tes yang akan dihadapinya”.
Berdasarkan uraian diatas, dapat dikatakan bahwa dengan tes akan
memotivasi peserta didik untuk aktif belajar, sehingga kegairahan dalam
belajar akan meningkat dan hasil belajar peserta didik juga akan lebih baik.
6
B. Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan tindakan dan prilaku yang kompleks.
Pembelajaran terjadi karena adanya suatu interaksi individu dengan
lingkungannya. Proses belajar mengajar akan terjadi jika individu
memperoleh sesuatu di lingkungannya yang mengakibatkan tejadinya
perubahan dalam dirinya. Perubahan yang terjadi kearah tingkah laku lebih
baik, sehingga terjadi proses berfikir yang mampu menimbulkan pengalaman
dalam pembelajaran.
Proses belajar menuntut peserta didik aktif dan berfikir kritis dalam
menyikapi suatu masalah, sehingga menemukan sendiri konsep-konsep
materi pelajaran. Arthur [Link] dalam Thonthowi (1991:99) menyatakan
bahwa belajar adalah ”perubahan tingkah laku karena pengalaman dan
latihan”. Selanjutnya Slameto (1995:2) menyatakan “belajar adalah suatu
proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu
itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”. Lufri (2007:10) juga
mengemukakan beberapa rumusan tentang belajar yang umum digunakan,
yaitu :
a. Belajar didefinisikan sebagai modifikasi atau peneguhan
perilaku melalui pengalaman (learning is defined as the
modification or strengthening of behavior through
experiencing).
b. Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku individu
yang terjadi akibat interaksi dengan lingkungannya.
c. Belajar merupakan suatu proses atau aktivitas individu
dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya sehingga
terjadi pengalaman belajar.
7
Belajar yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan atau
menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan
sikap. Menurut Hamalik (2007:36) “Belajar adalah modifikasi atau
memperteguh kelakuan melalui pengalaman”. Selanjutnya Sardiman
(2006:20) menyatakan “Belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah
laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan
membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya”. Hal ini
sejalan dengan pendapat Prayitno (2009:310) yang mengatakan bahwa belajar
adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Kemudian teori dari Gagne
dalam Slameto (2003:13) memberikan dua definisi belajar yaitu :
a. Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi
dalam pengetahuan, keterampilan, dan tingkah laku.
b. Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan
yang diperoleh dari instruksi.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
merupakan suatu proses dalam memperoleh pengalaman atau pengetahuan
baru yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat tetap.
Seseorang yang belajar akan mengalami perubahan tingkah laku dan
pengetahuan yang lebih baik dibandingkan sebelum peserta didik tersebut
mengalami proses belajar. Orang yang belajar memiliki ciri-ciri perubahan
tingkah laku sebagaimana yang di ungkapkan oleh Slameto (2003:3), yaitu :
a. Perubahan terjadi secara sadar.
b. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional.
c. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
d. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara.
e. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah.
f. Perubahan mencangkup seluruh aspek tingkah laku.
8
Hamalik (2007:49-50) mengemukakan ciri-ciri belajar adalah:
a. Belajar berbeda dengan kematangan
b. Belalajr dibedakan dari perubahan fisik dan mental.
c. Ciri belajar yang hasilnya relatif menetap
Jadi jelaslah bahwa seseorang yang mempunyai ciri-ciri diatas, berarti
telah mengalami proses pembelajaran. Untuk mencapai perubahan tersebut
tidak terlepas dari fungsi guru dalam proses pembelajaran. Proses
pembelajaran hendaknya selalu melibatkan peserta didik secara aktif karena
bisa mengembangkan kemampuan peserta didik antara lain kemampuan
mengamati, mengaplikasikan konsep, merencanakan dan melaksanakan
penelitian serta mengkomunikasikan hasil penelitian. Menurut Lufri (2007:2)
“Prinsip dasar pembelajaran adalah mengembangkan potensi anak didik
(kognitif, efektif, psikomotor atau dalam paradigma baru dikenal istilah
kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan skill) secara optimal”.
Selanjutnya Hamalik (2007:65-66) menyatakan tiga ciri khas yang
terkandung dalam pelmbelajaran, yaitu:
a. Rencana, ialah penataaan ketenagaan, material, dan proedur, yang
merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran.
b. Kesalingtergantungan antara unsur-unsur sistem pembelajaran
yang serasi dalam suatu keseluruhan.
c. Tujuan, sistem pembelajaran memiliki tujuan tertentu yang
hendak dicapai.
C. Media Pembelajaran
Menurut Kustandi dan Sutjipto (2011: 21), media pembelajaran adalah
alat yang dapat memperjelas makna dan pesan yang di sampaikan pada proses
belajar mengajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih
baik dan sempurna.
9
1. Ciri-ciri Media
Gerlach dan Ely dalam (Kustandi dan Sutjipto, 2011: 13-14)
mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa
media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang
mungkin guru tidak mampu melakukannya, yaitu :
a. Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam,
menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi, suatu peristiwa atau
objek. Suatu peristiwa atau objek dapat diurut dan disusun kembali
dengan media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket
komputer, compact disk dan film. Dengan ciri fiksatif ini, media
memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek yang terjadi pada
suatu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.
b. Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena
media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu
berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua
atau tiga menit dengan teknik pengambilam gambar time-lapse
recording. Di samping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula
diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman
video.
c. Ciri Distributif (DistributiveProperty)
10
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau
kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan
kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar peserta didik
dengan stimulasi pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian
itu.
2. Jenis Media
Menurut Sanjaya (2012: 172-173), media pembelajaran dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana
melihatnya.
a. Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:
1) Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja atau
media yang hanya memiliki unsur suara.
2) Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat dan tidak
mengandung unsur suara.
3) Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung
unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.
b. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi ke
dalam:
1) Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak. Melalui
media ini peserta didik diharapkan dapat mempelajari hal-hal
atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus
menggunakan ruangan khusus.
11
2) Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan
waktu.
c. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi
kedalam:
1) Media yang diproyeksikan, jenis media yang seperti ini
memerlukan alat proyeksi khusus seperti film projector untuk
memproyeksikan film, slide projector untuk memproyeksikan
film slide, dan OHP untuk memproyeksikan transparansi. Tanpa
alat pendukung ini, maka media tidak akan bisa berfungsi.
2) Media yang tidak diproyeksikan
3. Fungsi Media
Fungsi media menurut Sanjaya (2012: 169-170) adalah:
a. Menangkap suatu objek atau peristiwa penting tertentu
Peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan
dengan foto, film, atau direkam melalui video atau audio, kemudian
peristiwa itu dapat disimpan dan digunakan apabila diperlukan.
b. Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu
Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan
pelajaran yang bersifat abstrak menjadi kongkret sehingga mudah
dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme.
12
c. Menambah gairah dan motivasi belajar peserta didik
Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar peserta
didik sehingga perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran
lebih meningkat.
4. Manfaat Penggunaan Media
Menurut Sudjana dan Rivai (2011: 2) manfaat menggunakan
media pengajaran dalam proses belajar peserta didik, yaitu:
a. Dengan menggunakan media peserta didik akan lebih tertarik untuk
belajar sehingga menumbuhkan motivasi belajar
b. Media dapat memperjelas makna dari pelajaran yang disampaikan
sehingga dapat dipahami oleh peserta didik sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai
c. Media membuat metode pembelajaran lebih bervariasi
d. Peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak
hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti
mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
5. Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Android
Media pembelajaran interaktif android merupakan software
pembelajaran interaktif yang dapat di masukkan/diinstall pada sistem
aplikasi android seperti smartphone dan tablet dengan tampilan dibuat
menarik sehingga disukai oleh peserta didik. Media ini bisa bersifat
online maupun ofline. Kelebihan dari media ini adalah
a. Peserta didik dapat belajar secara mandiri
13
b. Peserta didik dapat belajar dimana saja karena mudah untuk
dibawa
c. Lebih mudah digunakan
D. Lembar Kerja Peserta didik
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan istilah lain dari
lembar kerja peserta didik (LKS). Pergantian istilah ini digunakan karena
pergantian istilah peserta didik menjadi peserta didik pada kurikulum 2013.
Meskipun istilah yang digunakan berbeda, tetapi susunan dari lembar kerja
tersebut tidak berubah atau tetap menggunakan susunan dan struktur dari
LKS dalam penyusunan LKPD (Mizarwan dkk. 2015 : 46)
Menurut Devi dkk (2009:32) “Lembar Kerja Peserta didik adalah
lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik”.
LKPD biasanya berupa petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan
suatu tugas. Menurut Trianto (2013:223) “LKPD memuat sekumpulan
kegiatan mendasar yang harus dilakukan peserta didik untuk memaksimalkan
pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator
pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh”.
Salah satu sumber belajar dan media pembelajaran yang dapat
membantu peserta didik maupun guru dalam proses pembelajaran adalah
LKPD . LKPD termasuk media cetak hasil pengembangan teknologi cetak
yang berupa buku dan berisi materi visual (Arsyad, 2010:29).Artinya, LKPD
14
merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh guru
sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran.
LKPD memiliki fungsi untuk membantu peserta didik menemukan
konsep, seseorang akan belajar jika dia aktif mengonstruksi pengetahuan
didalam otaknya. Salah satu bahan ajar yang dapat diimplementasikan dalam
proses pembelajaran yaitu materi pembelajaran dalam bentuk LKPD yang
memiliki ciri: LKPD mengenengahkan terlebih dahulu suatu fenomena yang
bersifat konkret, sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang akan
dipelajari. Berdasarkan pengamatannya selanjutnya peserta didik diajak untuk
mengonstruksi pengetahuan yang didapatnya tersebut (Amri, 2013: 101).
Widjajanti (2008: 1-2) menambahkan bahwa LKPD mempunyai
beberapa fungsi sebagai berikut:
1. Merupakan alternatif bagi guru untuk mengarahkan pelajaran atau
memperkenalkan suatu kegiatan tertentu sebagai kegiatan belajar
mengajar,
2. Dapat digunakan untuk mempercepat proses pengajaran dan
menghemat waktu penyajian suatu topik,
3. Dapat untuk mengetahui seberapa jauh materi yang telah dikuasai
peserta didik,
4. Dapat mengoptimalkan alat bantu pengajaran yang terbatas,
5. Membantu peserta didik dapat lebih aktif dalam proses belajar
mengajar,
15
6. Dapat membangkitkan minat peserta didik jika LKPD disusun secara
rapi, sistematis mudah dipahami oleh peserta didik sehingga mudah
menarik perhatian peserta didik,
7. Dapat menumbuhkan kepercayaaan pada diri peserta didik dan
meningkatkan motivasi belajar dan rasa ingin tahu,
8. Dapat mempermudah penyelesaian tugas perorangan, kelompok atau
klasikal karena peserta didik dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan
kecepatan belajarnya,
9. Dapat digunakan untuk melatih peserta didik menggunakan waktu
seefektif mungkin,
10. Dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan
masalah.
Keuntungan adanya LKPD adalah bagi guru, memudahkan guru
dalam melaksanakan pembelajaran, bagi peserta didik akan belajar secara
mandiri dan belajar memahami serta menjalankan suatu tugas tertulis (Devi,
2009: 37). Ada dua jenis bentuk LKPD untuk pembelajaran IPA yakni LKPD
untuk eksperimen dan LKPD non eksperimen atau lembar kerja diskusi
(Devi, 2009: 32-33).
16
E. Kerangka Berfikir
Masalah: Kurangnya minat belajar peserta didik dan sulitnya
menyampaikan pelajaran ikatan kimia karena tidak bisa di lihat secara
nyata
Solusi
Membuat pelajaran lebih menarik dengan media pembelajaran dan
LKPD
Perlu
Menerapkan media pembelajaran berbasis android dan disertai dengan
LKPD
Dilakukan
Siklus satu
Siklus dua
Peningkatan aktivitas belajar pesertaa didik
Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikiran
17
18
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian adalah penelitian tindakan (Action Research) dimana
dalam satu kelas diberi tindakan (action) karena adanya kesenjangan atau
masalah dalam pembelajaran yaitu rendahnya aktivitas peserta didik dalam
belajar. Tindakan ini diharapkan dapat memecahkan atau mengurangi
masalah pada tingkat yang diinginkan. Dalam penelitian ini dilakukan
observasi di dalam kelas terhadap aktivitas peserta didik selama pembelajaran
berlangsung. Dari hasil penelitian ini didapat suatu kesimpulan sebagai hasil
penelitian.
B. Subjek penelitian
Yang dijadikan subjek dalam penelitian ini adalah kelas X SMK
dalam mata pelajaran kimia semester satu tahun pelajaran 2018/2019 Jadwal
penelitian berlangsung bulan Oktober sampai bulan November 2018.
C. Sumber Data Penelitian
Data penelitian berdasarkan sumbernya termasuk data primer. Data
primer dari penelitian ini diperoleh dari catatan hasil pengamatan observasi
oleh observer pada tabel pengamatan saat proses belajar mengajar
berlangsung.
D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data
Alat atau instrumen yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah
lembaran observasi. Lembaran observasi digunakan untuk mengumpulkan
aktivitas peserta didik saat berlangsung proses belajar mengajar, sehingga
selama penelitian ini akan terkumpul data tentang aktivitas peserta didik.
E. Desain Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Apabila pada
akhir siklus kedua sudah tercapai keberhasilan tindakan, penelitian ini
dihentikan. Namun, apabila belum tercapai keberhasilna, akan dilakukan lagi
tindakan siklus tiga. Berikut ini disajikan desain penelitian dalam bentuk
diagram alir.
19
Permasalahan: aktifitas belajar Rencana tindakan 1: Pelaksanaan
peserta didik rendah Pembelajaran tindakan siklus
menggunakan media 1
pembelajaran android
dan LKPD
Siklus 1
Refleksi tindakan Analisis data hasil Pengamatan
siklus 1 pelaksanaan tindakan pelaksanaan tindakan
siklus 1 siklus 1
Permasalahan yang Perbaikan perencanaan Pelaksanaan
ditemukan dari Siklus pembelajaran kontekstual tindakan siklus 2
1 dengan video (siklus 1)
Siklus 2
Refleksi tindakan Analisis data hasil Pengamatan
siklus 2 pelaksanaan tindakan pelaksanaan
siklus 2 tindakan siklus 2
Gambar 2: Desain penelitian
F. Prosedur Kerja Penelitian
Penelitian ini dapat digolongkan kedalam jenis penelitian tindakan
kelas, yang dilakukan dalam dua siklus. Adapun desain penelitian tindakan
kelas tersebut diperlihatkan seperti di bawah ini:
20
Rencana Tindakan I
Refleksi Awal sebelum
Tindakan
- Menyusun RPP
G. - Media pembelajaran berbasis android
- Aktivitas belajar siswa rendah
studio
Guru mengajar dengan metode
- H.
- Membuat LKPD
ceramah
I. Observasi I Pelaksanaan Tindakan I
- Melakukan observasi dengan - Mengajar kimia menggunakan media
format tersedia
J. pembelajaran.
- Melakukan pengamatan aktivitas - Membentuk kelompok 3-4 siswa.
siswa
K. - Siswa diskusi menggunakan LKPD
Refleksi I Rencana Tindakan II
L.
- Menganalisis hasil tindakan I - Revisi tindakan I menjadi
berupa langkah guru dalam rencana tindakan II
M.
pembelajaran aktivitas peserta
didik.
N.
- Merencanakan perbaikan
tindakan untuk siklus II
Observasi II Pelaksanaan Tindakan II
O.
- Melakukan observasi terhadap - Mengajar kimia menggunakan
pelaksanaan pembelajaran media pembelajaran.
P.
- Menilai dan menganalisis hasil - Membentuk kelompok 3-4 siswa.
tindakan II - Siswa diskusi menggunakan
Q. LKPD
Revisi Akhir Tindakan II
Revisi tindakan akhir untuk
rencana tindakan penelitian
selanjutnya
Gambar 3. Alur desain PTK (penelitian tindakan)
21
22