Project task
ARIFAH (4183141043)
DINDA ANGGITA MAYSARAH (4183141061)
FEBIAN HAGANTA GIBRAN (4183141036)
BILINGUAL BIOLOGY EDUCATION 2018
DEPARTMENT OF BIOLOGY
FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCE
STATE UNIVERSITY OF MEDAN
2019
0
FOREWORD
Praise the presence of God. For all the blessings and prizes from the paper entitled
"Project of Integral Calculus" arranged to completion. We do not forget to thank the parties
who helped us in helping and supporting us to prepare this paper. I hope this paper can be
useful for many people and as a teaching material for me to make better papers in the future
both to improve the form and content contained in it, because of the limited knowledge that
we have, we believe there are still many short arrivals in writing this, therefore I really hope
for constructive suggestions and criticism from readers for the perfection of this paper.
Medan, May 2019
Reviewer
i
Table of Content
Foreword i
Table of Content ii
CHAPTER I PRELIMINARY 1
1.1 Background 1
1.2 Problem Formulation 1
1.3 Objectives
CHAPTER II LITERATURE REVIEW
CHAPTER III SOLUTION TO PROBLEM
CHAPTER IV CLOSING
4.1 Conclution
4.2 Suggestion
Bibliography
ii
CHAPTER I
PRELIMINARY
1.1 Background
Matematika merupakan ilmu yang mempelajari tentang besaran, struktur,
bangun ruang, dan perubahan – perubahan pada suatu bilangan. Penggunaan
matematika dalam kehidupan sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman dan
penalaran, serta untuk memecahkan suatu masalah dan menafsirkan solusi dari
permasalahan yang ada. Tanpa disadari ketika kita mempelajari matematika, kita
memiliki ketelitian dan kecermatan yang sangat baik karena nilai-nilai pada
matematika yang menggunakan nilai yang kompleks sehingga faktor ketelitian sangat
diperlukan untuk menghitung suatu rumusan masalah. Matematika terdiri atas banyak
cabang ilmu, Salah satu cabang dari ilmu matematika yang dipelajari di sekolah
jenjang SMA dan SMK adalah Integral. Integral merupakan bentuk operasi
matematika yang menjadi kebalikan (invers) dari operasi turunan dan jumlah atau
suatu luas daerah tertentu. Dalam pembelajarannya terkadang terdapat kendala di
kalangan anak SMA/SMK, terutama pada sub materi Integral Substitusi dan Parsial.
Dalam perhitungan integral, tidak semua fungsi bisa diintegralkan dengan memakai
rumus dasar atau rumus umum dari [Link] menyelesaikan fungsi yang sulit
diintegralkan, harus menggunakan teknik pengintegralan. Salah satu teknik
pengintegralan untuk integral yang tidak bisa diintegralkan dengan cara sesuai definisi
maupun substitusi adalah dengan cara integral parsial. Dalam makalah ini disajikan
cara cepat dalam menyelesaikan soal – soal integral substitusi dan parsial, dengan
tujuan menambah kepahaman dan menghemat waktu pengerjaan siswa dalam
menyelesaikan soal yang diberikan kepadanya.
1.2 Problem Formulation
1. Apa yang dimaksud integral parsial dan integral substitusi?
2. Bagaimana cara mengerjakan soal yang terkait integral parsial dan integral
substitusi?
1
3. Bagaimana cara mudah dalam mengerjakan soal integral parsial dan integral
subtitusi?
1.3 Objectives
1. Untuk memenuhi tugas projek pada mata kuliah Kalkulus Integral
2. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan terkait integral.
3. Mengetahui informasi terkait integral parsial dan integral substitusi.
4. Mengetahui cara mudah dalam mengerjakan integral parsial dan integral subtitusi
dengan menggunakan waktu yang cepat dan tepat.
2
CHAPTER II
LITERATURE REVIEW
A. Landasan Theoritis
Antara integral, limit, dan deferensial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan
dan saling berhubungan. Pengertian limit digunakan dalam pengertian dasar hitung
deferensial dan integral. Berkaitan dengan pengertian limit , integral dapat diartikan
sebagai limit dari jumlah luas bagian-bagian yang sangat kecil di bawah kurva. Sedangkan
integral jika dikaitkan dengan deferensial, maka pengintegralan merupakan invers
(kebalikan) dari pendiferensialan. Karena itu integral disebut pula anti deferensial (anti
turunan). Suatu fungsi F dkatakan sebagai integral dari f apabila F’(x) = f(x) untuk setiap x
dalam domain F. Karena turunan konstanta adalah nol, maka setiap bentuk F(x) + C
dengan C sembarang konstanta , juga merupakan integral dari f(x). Jadi jika diketahui
fungsi turunannya, maka dapat dicari fungsi awalnya dengan menggunakan integral.
Integral ditemukan menyusul ditemukannya masalah dalam diferensiasi dimana
matematikawan harus berfikir bagaimana menyelesaikan masalah yang berkebalikan
dengan solusi diferensiasi. Lambang dari integral adalah ∫ yang dibaca integral. Jika
ditelisik lebih dalam lagi, maka Integral dapat dibagi menjadi dua macam yaitu Integral tak
tentu dan integral tertentu. Pada perhitungan integral tak tentu maupun integral tentu
sering dijumpai suatu pengintegralan yang tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa
maupun dengan cara [Link] harus diselesiakan dengan cara bagian per bagian.
Perhitungan integral yang seperti ini disebut sebagai integral parsial(Arifin,2013).
B. Integral Substitusi
Integral dengan cara subsitusi adalah suatu integrasi yang digunakan untuk mengubah
permasalahan integrasi yang rumit ke bentuk yang lebih sederhana. Karena teorema dasar
penting untuk mencari anti turunan. Tetapi rumus-rumus anti turunan kita tidak
memberitahu kita bagaimana menghitung integral seperti:∫ 2𝑥√1 + 𝑥 2 𝑑𝑥. Menurut
Stewart (2001), untuk mencari integral ini kita menggunakan strategi pemecahan masalah
tentang memperkenalkan sesuatu ekstra. Di sini ”sesuatu ekstra” adalah variabel baru, kita
3
ganti variabel x menjadi variabel u (Sujarwo,2016). Andaikan kita anggap bahwa u adalah
besaran di bawa tanda akar, dan = 1 + 𝑥 2 , Maka diferensial u adalah 𝑑𝑢 = 2𝑥𝑑𝑥. Catat
bahwa jika dx dalam notasi untuk integral ditafsirkan sebagai diferensial, maka diferensial
2xdx akan muncul dalam soal di atas, sehingga secara formal, tanpa membenarkan
perhitungan kita dapat tuliskan :
∫ 2𝑥 √1 + 𝑥 2 𝑑𝑥
= ∫ √1 + 𝑥 2 2𝑥𝑑𝑥
3
2
= √𝑢𝑑𝑢 = 3 𝑢2 + C
3
2
= 3 (1 + 𝑥 2 )2 + 𝐶
Tetapi sekarang kita dapat memeriksa bahwa kita mempunyai jawaban yang benar
dengan menggunakan aturan rantai untuk mendeferensialkan fungsi terakhir dari
jawaban di atas.
𝑑 2 23 1
[ (1 + 𝑥 2 + 𝐶] = (1 + 𝑥 2 )2 2𝑥 = 2𝑥 √1 + 𝑥 2
𝑑𝑥 3 32
Secara umum, metode ini berfungsi bilamana kita mempunyai integral yang dapat kita
tuliskan dalam bentuk ∫ 𝑓(𝑔(𝑥))𝑔′ (𝑥)𝑑𝑥 . Perhatikan bahwa jika F`=f maka
𝑑
∫ 𝐹 ′ (𝑔(𝑥))𝑔′ (𝑥)𝑑𝑥 = 𝐹(𝑔(𝑥)) + 𝐶 karena menurut aturan rantai 𝑑𝑥
[𝐹(𝑔(𝑥))] =
𝐹 ′ (𝑔(𝑥))𝑔′(𝑥). Jika kita membuat ”pergantian variabel”atau ”pensubsitusian” ,
u=g(x) maka, ∫ 𝐹 ′ (𝑔(𝑥))𝑔′ (𝑥)𝑑𝑥 = 𝐹(𝑔(𝑥)) − 𝐶 = 𝐹(𝑢) − 𝐶 = ∫ 𝐹 (𝑢)𝑑𝑢tau,
dengan menuliskan F`=f, kita peroleh: ∫ 𝑓(𝑔(𝑥))𝑔(𝑥)𝑑𝑥 = ∫ 𝑓(𝑢)𝑑𝑢
(Mintarjo,2018)
Perhatikan bahwa aturan subsitusi untuk pengintegralan dibuktikan dengan
aturan rantai untuk pendeferensialan. Perhatikan juga bahwa jika u=g(x) maka
du=g`(x)dx, satu cara untuk menghafal Aturan Subsitusi adalah memikirkan dx dan du
sebagai deferensial. Maka dapat diringkas dengan langkahlangkah sebagai berikut:
4
1. Pilihlah u, misal u=g(x)
𝑑𝑢
2. Tentukan 𝑑𝑥 = 𝑔′(𝑥)
3. Subsitusikan u=g(x), du=g`(x)dx. Pada tahap ini, integral harus dalam suku ke u,
tidak boleh tersisa suku-suku dalam x. Jika tidak demikian, coba dengan
pemilihan u yang lain.
4. Selesaikan integral yang dihasilkan.
5. Ganti u dengan g(x), sehingga jawaban akhirnya dalam suku ke x Subsitusi yang
termudah dapat diperoleh apabila integrasinya merupakan turunan suatu fungsi,
kecuali untuk konstanta yang ditambahkan pada peubah bebasnya.
Teknik Integral Substitusi Dalam Fungsi Trigonometri :
Fungsi trigonometri sebagai integran, untuk beberapa kasus, tidak bisa
langsung diintegralkan seperti rumus integral awal. Sehingga perlu juga dilakukan
perubahan integran. Perubahan pada fungsi trigonometri dapat dilakukan sesuai dengan
persamaan berikut:
Sama hal dengan fungsi aljabar, fungsi trigonometri dapat menggunakan teknik
substitusi ini jika integran terdiri dari perkalian sebuah fungsi dengan fungsi
turunannya sendiri. Pengoperasian juga sama dengan fungsi aljabar.
5
C. Integral Parsial
Jika integrasi menggunakan substitusi gagal, mungkin saja dapat menggunakan
substitusi ganda (double subtitution), yang lebih dikenal sebagai integrasi parsial atau
integral parsial. Integral parsial adalah kaidah yang mengubah integral perkalian dua
fungsi menjadi bentuk lain, yang diharapkan lebih sederhana. Kaidah ini berasal dari
kaidah darab pada kalkulus diferensial. Kaidah darab (Bahasa Inggris: product rule), atau
sering disebut hukum Leibniz, adalah kaidah yang menentukan turunan dari hasil kali
(darab) dua fungsi yang terdiferensialkan (Arvianto,2016). Kaidah ini dapat dituliskan
sebagai: (f g)’ = f’ g + f g’ atau dalam notasi Leibniz:
𝑑 𝑑𝑣 𝑑𝑢
(𝑢𝑣) = 𝑢 +𝑣
𝑑𝑥 𝑑𝑥 𝑑𝑥
Integral parsial memiliki dua variabel pembantu yaitu (u) dan (v). Variabel (u) dan (v)
ini dapat membantu perhitungan nilai dua perkalian bilangan yang akan diintegralkan.
Bilangan tersebut memiliki perkalian integral khusus yang tidak dapat digunakan pada
integral subtitusi. Berikut ini adalah penurunan rumus dari integral parsial :
d.(uv) = [Link] + [Link]
[Link] = d.(uv) – [Link]
∫[Link] = ∫d.(uv) - ∫[Link] = u.v - ∫[Link]
Pada rumus diatas biasanya dalam soal kita memiliki bilangan (u) dan (dv).
Bilangan (u) akan diturunkan menjadi (du) sedangkan (dv) akan diintegralkan menjadi
bilangan (v). Sehingga akan menemukan empat bilangan yang akan dimasukan kedalam
rumus integral parsial. Diperoleh nilai dari integral (u) dikali (dv) sama dengan (u)
dikalikan dengan (v) dikurangi integral (v) dikali (du). Sering kali terdapat banyak
pendapat yang menyatakan bahwa integral parsial hampir sama penyederhanaannya seperti
integral subtitusi. Padahal dalam konsep penyederhanaan integral parsial lebih rumit
dibandingkan integral subtitusi. Integral parsial menyederhanakan fungsi dengan
6
pemilihan fungsi yang akan diturunkan dan yang akan diintegralkan untuk membuat
fungsi-fungsi baru yang akan digunakan pada rumus integral parsial.
Ciri-Ciri Integral Parsial :
Cara paling mudah untuk mengetahui ciri – ciri dari soal integral parsial adalah
pemakaian perkalian beda fungsi dalam soal integralnya. Antara lain ; perkalian suku
banyak dengan suku banyak, seperti ∫ x2 ( x + 3 )6 dx , perkalian fungsi aljabar dengan
fungsi trigonometri, seperti ∫ 4x sin 5x dx, perkalian suku banyak dengan bentuk akar,
seperti ∫ 𝑥 2 √𝑥 − 1, bahkan perkalian yang melibatkan basis logaritma natural , seperti ∫ ex
cos x dx. Integral-integral tersebut tidak bisa diselesaikan dengan cara substitusi biasa,
akan tetapi perlu diselesaikan secara parsial (Sanhadi,2016).
Contoh soal Integral Parsial :
Tentukan nilai dari ∫ x2 ( x + 3 )6 dx !
Penyelesaian :
Misalkan u = x2 maka du = 2x dx
1
dv = ( x + 3 )6 dx maka v = ∫ ( x + 3 )6 dx =7 (𝑥 + 3)6
sehingga ∫ x2 ( x + 3 )6 dx = ∫ u dv
= uv - ∫ v du
1 2
= 7 𝑥 2 (𝑥 + 3)7 − 7 ∫ 𝑥(𝑥 + 3)7 𝑑𝑥
∫ 𝑥(𝑥 + 3)7 𝑑𝑥 (masih merupakan integral parsial, sehingga diselesaikan dengan
menggunakan rumus umum integral parsial juga. Misal u = x maka du = dx dv = (x + 3) 7
1
dx maka v = ∫(𝑥 + 3)7 𝑑𝑥 = (𝑥 + 3)8
8
∫ 𝑥(𝑥 + 3)7 𝑑𝑥 = ∫ 𝑢 𝑑𝑣
= uv - ∫v du
1 1
= 8 𝑥(𝑥 + 3)8 − 8 ∫(𝑥 + 3)8
7
1 1
=8 𝑥(𝑥 + 3)8 − 72 (𝑥 + 3)8
Sehingga :
2 2 1 1 1 1
− ∫ 𝑥(𝑥 + 3)7 𝑑𝑥 = − ( 𝑥(𝑥 + 3)8 − (𝑥 + 3)9 = − 𝑥(𝑥 + 3)8 + (𝑥 + 3)9
7 7 8 72 28 252
Jadi :
1 1 1
∫ 𝑥 2 (𝑥 + 3)6 𝑑𝑥 = 𝑥 2 (𝑥 + 3)7 − 𝑥(𝑥 + 3)8 + (𝑥 + 3)9 + 𝐶
7 28 252
8
CHAPTER III
SOLUTION TO PROBLEM
3.1 Soal Integral Substitusi dan solusi cepat
Integral subtitusi ditandai dengan adanya perkalian/pembagian pada suku yang
hendak diintegralkan. Atau dengan kata lain, kita bisa memilah soal tersebut menjadi dua
suku, yang penulis namai “suku induk” dan “suku anak“. Pemilahan suku itulah yang akan
kita gunakan untuk mengerjakan soal integral substitusi, prens. Yuk, kita mulai. Simak
caranya ya!
1. Pilah soal integral menjadi dua bagian: induk dan anak. Sederhana saja, suku induk
adalah suku yang memiliki pangkat lebih besar. Masuk akal ‘kan? Namanya juga
induk, hehe. Dari soal tersebut bisa kita pilah menjadi seperti ini:
2. Turunkan induk, kemudian cari hubungan antara turunan tersebut dengan anaknya.
3. Yang perlu diingat adalah bahwa hubungan harus dinyatakan dalam perkalian. Artinya,
turunan perlu dikali 2 agar bisa sama dengan sang anak. Angka ” 2 “ inilah yang
nantinya akan berguna untuk menyelesaikan soal.
9
4. Terakhir, setelah diketahui hubungan turunan-anak, abaikan sang anak dan integralkan
soal seperti cara integral “biasa”. Hehe, sadis kali ya. Setelah mengetahui hubungan
induk-anak eh malah si anak ditendang tak dianggap!
3.2 Soal Integral Parsial dan solusi cepat
∫ 2𝑥. 𝑒 𝑥 𝑑𝑥
Selanjutnya, gunakan rumus integral parsial. Sehingga diperoleh persamaan di bawah.
Sebenarnya, langkah-langkah di atas sudah cukup untuk menemukan hasil
integral suatu fungsi. Namun, untuk beberapa kasus soal integral, cara di atas bisa
menjadi membutuhkan usaha dan waktu yang lebih. Sehingga, ada rumus cepet untuk
mengerjakan soal integral parsial. Berikut ini akan diuraikan cara cepat menentukan
10
hasil integral parsial menggunakan metode TURIN (Turunkan lalu Integralkan). Proses
pengerjaan integral parsial dengan cara cepat akan menggunakan soal yang sama
seperti di atas, sehingga sobat idschool dapat membandingkan hasilnya.
Soal yang akan dicari integralnya adalah
∫ 2𝑥. 𝑒 𝑥 𝑑𝑥
Langkah awal sama seperti pengerjaan integral parsial dengan cara runut, yaitu
memisal komponen menjadi u dan dv. Selanjutnya, sobat idschool perlu menurunkan u
sampai hasil turunannya adalah 0 dan mengintegralkan dv sampai proses mengikuti u.
Hasilnya dapat terlihat sepeti tabel di bawah.
Turunan u Integral dv
2x ex
2 ex
0 ex
Hasil integral diperoleh dari perkalian dengan aturan seperti yang ditunjukkan anak
panah. Sehingga, hasil integralnya adalah
∫ 2𝑥. 𝑒 𝑥 dx
= 2x. [Link] + C
= 2xex-2ex + C
= 2ex (x-1) + C
11
CHAPTER IV
CLOSING
4.1 Conclution
Dalam mejawab soal – soal kalkulus khusunya Parsial dan substitusi terdapat
cara tertentu agar lebih cepat dalam pengerjaannya. Untuk menentukan nilai integral
parsial dengan teknik TURIN lebih sederhana jika dibandingkan dengan menggunakan
rumus ∫ u dv = uv - ∫ v du, dimana siswa tidak perlu lagi memisalkan u dan dv, akan
tetapi tinggal memilih fungsi yang diturunkan dan fungsi yang diintegralkan. Fungsi
yang akan diturunkan tentu saja pilih fungsi yang apabila diturunkan terus menerus
menjadi nol, sedangkan fungsi yang lain diintegralkan. Sedangkan tantangan utama
dalam penggunaan aturan subsitusi adalah memikirkan subsitusi yang tepat. Anda
seharusnya memilih berupa fungsi dalam integran yang diferensialnya juga muncul
(kecuali untuk faktor konstanta). Jika tidak mungkin, cobalah memilih u berupa
bagian yang agak rumit dari integran. Pencarian subsitusi yang benar merupakan kiat
tersendiri. Bukan hal yang tidak biasa, jika tebakan anda pertama tidak berhasil,
cobalah subsitusi lain. Tidak semua fungsi dapat diintegrasikan menggunakan subsitusi
. Alternatif yang ditawarkan penulis, merupakan upaya penulis dalam mempermudah
pemahaman tentang integral dengan cara subsitusi. Sehingga siswa dapat mengatasi
kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal integral selain dengan cara subsitusi yaitu
dengan cara langsung.
4.2 Suggestion
Sebagai saran untuk penelitian lebih lanjut, sebaiknya menggunakan contoh
soal yang lebih banyak dan tingkat yang lebih sulit untuk melatih keterampilan dan
kemampuan dalam menyelesaikan soal – soal terkait kalkulus substitusi dan parsial.
12
Bibliography
Arifin, Z. (2013). Perbandingan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa antara yang
Mengikuti Model PBL dengan Cooperative Learning Tipe STAD dalam Pembelajaran
Integral pada Kelas XII IPA SMA Negeri 4 Kota Bima (Doctoral dissertation,
Universitas Terbuka).
Arvianto, I.R.,(2016). Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal
Integral Pada Mata Kuliah Matematika Informatika Ditinjau Dari Gaya Kognitif.
Mintarjo, M. (2018). INTEGRAL PARSIAL DENGAN TEKNIK TURIN. PROSIDING
SENDIKA, 4(1).
Sanhadi, K. C. D., & Muklis, Y. M. (2016). Problematika Dalam Teknik Integrasi Substitusi
dan Parsial Serta Alternatif Pemecahannya.
Sujarwo, A. (2016). MENGATASI KESULITAN SISWA SMK DALAM
MENYELESAIKAN SOAL INTEGRAL DENGAN CARA SUBSTITUSI.
APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 2(1), 1-7.
13