JURNAL SAINS TERAPAN VOL. 5 NO.
1 2019 e-ISSN 2477-5525
p-ISSN 2406-8810
Received: March 2019 Accepted : April 2019 Published: April 2019
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kebusukan Telur Menggunakan Metode
Fuzzy Logic Berbasis Mikrokontroler Arduino Nano 328
David Christover1*, Adhe Yusphie Panca T.S.2, Jordan Ananda Purnomo, S.T3, Muhammad Muttaqin
Yusup4
1,2,3,4
Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan
*
E-mail: christoverdavid@[Link]
Abstrak
Telur merupakan salah satu sumber protein bagi masyarakat Indonesia dan selalu menjadi pilihan utama
dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Hal ini dikarenakan pengolahannya yang praktis dan harganya
yang cenderung relatif murah jika dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Saat ini kebutuhan telur
ayam nasional telah mencapai 65% dengan didominasi oleh kategori telur ayam ras. Diprediksi bahwa kebutuhan
telur secara nasional akan meningkat hingga tahun 2021 sebesar 4,87% dengan tingkat konsumsi sebesar 4,18%
per tahun. Meskipun seperti itu, dalam pemilihan jenis telur yang berkualitas dari produsen, penjual dan terhadap
konsumen masih terbilang konvensional dan belum terjamin apakah telur tersebut layak dikonsumsi atau tidak
sehingga diperlukan adanya metode baru yang lebih efisien dan mengetahui ciri-ciri kualitas telur yang baik.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dibentuklah sebuah alat praktis yang mudah digunakan bagi pedagang
konvensional. Alat ini bekerja dengan menggunakan sensor BH1750 dan MQ-2 sebagai parameter dalam
penentuan telur busuk yang kemudian diolah dengan menggunakan mikrokontroller Arduino-nano, selanjutnya
pengolahan data tersebut menggunakan kecerdasan buatan fuzzy logic berdasarkan parameter yang telah disusun
dari fungsi keanggotaan setiap parameter yang telah didapatkan dari sensor. Penelitian ini dilakukan dengan
melakukan pengumpulan informasi terlebih dahulu, lalu melakukan survei ke lokasi yang berupa pasar
tradisional untuk mencari telur yang diambil secara acak dengan pengujian 3 sampel [Link] hasil dari
tiga kali pengujian terhadap 3 sampel telur yang diambil secara acak,didapatkan bahwa telur 2 dengan nilai Ro
sebesar sebesar 4,29 [Link], 4,53 [Link] dan 4,79 [Link] dan memiliki nilai intensitas cahaya sebesar 10,00
lux dan 5,00 lux adalah telur yang memiliki kualitas terbaik dibandingkan dengan 2 telur lainnya.
Kata kunci: Cahaya, Fuzzy Logic, Telur
Abstract
Eggs are a source of protein for the people of Indonesia and are always the main choice in meeting daily
food needs. This is because the processing is practical and the price tends to be relatively cheap when compared
to other animal protein [Link] the need for national chicken eggs has reached 65%, dominated by
broiler eggs. It is predicted that the need for eggs nationally will increase until 2021 by 4.87% with a
consumption level of 4.18% per year. Even so, in the selection of quality eggs from producers, sellers and
consumers it is still fairly conventional and not guaranteed whether the eggs are suitable for consumption or
not, so a new method is needed that is more efficient and knows the characteristics of good egg [Link] on
this background, a practical tool that is easy to use for conventional traders is [Link] tool works by using
BH1750 and MQ-2 sensors as parameters in determining rotten eggs which are then processed using Arduino-
nano 328 microcontroller, then processing the data using fuzzy logic artificial intelligence based on parameters
that have been compiled from the membership function of each parameter that has been obtained from sensor.
This research was conducted by collecting information first, then conducting a survey to a location in the form
of a traditional market to find eggs taken randomly by testing 3 egg [Link] on the results of three tests
on 3 egg samples taken randomly, it was found that egg 2 with a Ro value of 4.29 [Link], 4.53 [Link] and 4.79
[Link] and had a value of light intensity of 10.00 lux and 5.00 lux are eggs that have the best quality compared
to 2 other eggs.
Keywords: Egg, Fuzzy Logic, Light
1
JURNAL SAINS TERAPAN VOL. 5 NO.1 2019 e-ISSN 2477-5525
p-ISSN 2406-8810
1. Pendahuluan 2.1 Pengumpulan Informasi
Saat ini kebutuhan telur ayam nasional Metode yang digunakan dalam studi
telah mencapai 65% dengan didominasi oleh literatur adalah dengan mencari sumber-
kategori telur ayam ras. Diprediksi bahwa sumber data dari buku dan jurnal yang
kebutuhan telur secara nasional akan berkaitan dalam menunjang proses penelitian
meningkat hingga tahun 2021 sebesar 4,87% tersebut dengan instrumen yang digunakan
dengan tingkat konsumsi sebesar 4,18% per adalah berupa sumber cahaya yang berasal dari
tahun [1]. Di Kota Balikpapan sendiri juga LED, sensor cahaya BH1750FVI, sensor MQ2,
memiliki masyarakat yang selalu memenuhi Arduino Nano 328 dan referensi yang
kebutuhan sehari-harinya dengan telur berkaitan dengan tema penelitian yang
sehingga akan terus meningkat di pasar dijalankan [2][3].
tradisional maupun pasar modern. Meskipun
seperti itu, dalam pemilihan jenis telur yang
berkualitas dari produsen dan penjual terhadap
konsumen masih terbilang konvensional dan
belum terjamin apakah telur tersebut layak
dikonsumsi atau tidak sehingga diperlukan Gambar 2. Diagram Blok Alat
adanya metode baru yang lebih efisien dan
mengetahui ciri-ciri kualitas telur yang baik. Perancangan lunak dilakukan dengan
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pembuatan program kecerdasan buatan
dibentuklah sebuah alat praktis yang mudah (Artificial Intelligence) menggunakan fuzzy
digunakan bagi pedagang konvensional dengan logic dan sistem embedded fuzzy logic ke
menggunakan mikrokontroller Arduino-nano Arduino Nano 328. Perancangan perangkat
328. Selanjutnya pengolahandatatersebut lunak bertujuan untuk menentukan setiap alur
menggunakan kecerdasan buatan fuzzy logic kerja dari sistem pembusukan telur secara
berdasarkan parameter yang telah disusun dari otomatis. Setiap masukan yang diterima akan
fungsi keanggotaan setiap parameter yang diatur oleh fuzzy logic yang selanjutnya akan
telah didapatkan dari sensor. diproses untuk menentukan eksekusi pada
bagian keluaran.
2. Metodologi
Metode yang digunakan dalam Dengan menggunakan metode fuzzy
penelitian tersebut dapat digambarkan pada logic model Mamdani pada Matlab maka
Flowchart di bawah ini sebagai berikut. terdapat 3 variabel pada penelitian ini yaitu
cahaya sinar laser, H2S dan kebusukan telur.
Fungsi keanggotaan ditunjukkan pada Gambar
3, 4, dan 5.
Gambar 3. Variabel Cahaya LED
Variabel cahayaterdiri dari 7 fungsi
keanggotaan yaitu Sangat Gelap (SG), Gelap
(G), Kurang Gelap (KG), Sedang (S), Kurang
Terang (KT), Terang (T), dan Sangat Terang
(ST).
Gambar 1. Flowchart Metode Penelitian
2
JURNAL SAINS TERAPAN VOL. 5 NO.1 2019 e-ISSN 2477-5525
p-ISSN 2406-8810
Gambar 4. Variabel H2S Gambar 7. Sensor BH1750FVI
Variabel H2S terdiri dari 3 fungsi keanggotaan Sensor BH1750FVI sebagai media utama yang
yaitu Kurang (K), Sedang (S), dan Tinggi (T). berfungsi menangkap intensitas cahaya yang
dipancarkan oleh sumber cahaya.
Gambar 5. Variabel Kebusukan Gambar [Link] Nano 328
Variabel kebusukan terdiri dari 4 fungsi
keanggotaan yaitu Sangat Baik (SB), Baik (B),
Busuk (BU) dan Sangat Busuk (SBU). Arduino Nano328sebagai mikrokontroler yang
mengatur seluruh fungsi kerja seluruh sensor
yang digunakan.
Gambar 9. LCD Display
LCD Display sebagai media yang
Gambar 6. Rules Viewer Fuzzy Logic
menunjukkan indikator kualitas telur yang
telah diujikan.
Pada gambar 6 ditunjukan mengenai Rules
viewer dimana memiliki tujuan untuk
menampilkan hasil olahan dari variabel
masukan yaitu cahaya laser dan H2S sehingga
menghasilkan variable keluaran yaitu nilai
kebusukan telur [4][5].
2.2 Survei Lapangan
Dalam penelitian ini perlu dilakukannya Gambar 10. Sinar LED
pengamatan secara langsung ke lokasi berupa
pasar tradisional yang menjual telur dan Sinar LED ini memiliki fungsi sebagai sumber
membeli sampel secara acak telur yang dijual cahaya yang ditembakkan ke arah telur.
oleh penjual telur tersebut sebanyak 3 telur.
2.3 Media Penelitian
Di bawah ini merupakan komponen yang
digunakan dalam penelitian tersebut adalah
sebagai berikut:
3
JURNAL SAINS TERAPAN VOL. 5 NO.1 2019 e-ISSN 2477-5525
p-ISSN 2406-8810
Gambar 11. Sensor MQ2
Gambar 13. Visualisasi Alat Terhadap Telur yang
Sensor MQ2 berfungsi sebagai sensor Berkualitas Baik
pendukung untuk mendeteksi gas H2S yang
dihasilkan oleh telur. Berdasarkan pada gambar 13, maka dapat
Berdasarkan komponen - komponen ditinjau bahwa jika cahaya yang ditembakan ke
tersebut kemudian disatukan hingga arah telur dan intensitas cahaya yang keluar
membentuk media akhir untuk penelitian menembus cangkang telur tersebut memiliki
adalah sebagai berikut: kadar nilai yang tinggi kemudian terbaca oleh
sensor BH11750FVI akan mendapat respon
bahwa telur tersebut memiliki kualitas yang
baik.
Gambar 12. Alat Uji Kualitas Telur yang telah
Disatukan Gambar 14. Visualisasi Alat Terhadap Telur yang
Berkualitas Buruk/Busuk
Proses kerja alat ini adalah dengan
meletakkan telur yang akan diuji melalui Kemudian berdasarkan pada gambar 14 dapat
wadah yang tersedia berbentuk lingkaran diperhatikan bahwa terdapat perbedaan reaksi
berongga lalu memasukkanya ke dalam alat pada cahaya yang telah ditembakan ke arah
penguji. Setelah itu hidupkan Sinar LED yang telur ternyata sulit menembus cangkang telur
berfungsi untuk menembakan cahaya ke arah tersebut dan menyebabkan intensitas cahaya
telur tersebut dan sensor BH1750FVI serta yang dibaca oleh sensor BH11750FVI menjadi
sensor MQ2 akan membaca nilai dari hasil sedikit atau rendah nilainya dan akan
respon intensitas cahaya yang diterima dan menghasilkan respon bahwa telur tersebut
aroma H2S yang dikeluarkan oleh tersebut berkualitas buruk atau busuk [2][6].
tersebut. Setelah melalui beberapa proses
tersebut, indikator telur yang telah dujikan b. Pengujian Terhadap 3 Sampel Telur
akan muncul di layar LCD Display. Setelah melakukan survei, kemudian
dilakukan percobaan ke beberapa telur dan
diambil 3 sampel secara acak untuk diketahui
3. Hasil dan Pembahasan kualitasnya seperti pada tabel 1 sebagai berikut:
a. Visualisasi Kinerja Alat Tabel 1. Hasil Pengujian Terhadap 3 Telur
Pada alat tersebut terdapat dua jenis
kinerja yang masing-masing memiliki fungsi Objek Keterangan
dan tujuannya tersendiri. Visualisasi kinerja Telur 1 Tingkat kebusukan sedikit terlihat
tersebut dapat dilihat pada gambar 13 dan Telur 2 Tingkat kebusukan tidak terlihat
gambar 14 sebagai berikut: Telur 3 Tingkat kebusukan sangat terlihat
Jika ditinjau pada Tabel 1, maka dapat
diketahui bahwa telur 2 adalah telur yang
kualitasnya paling baik diantara 2 lainnya
dikarenakan tingkat kebusukannya yang tidak
terlihat.
4
JURNAL SAINS TERAPAN VOL. 5 NO.1 2019 e-ISSN 2477-5525
p-ISSN 2406-8810
Kemudian, pada tabel hasil pengujian kedua
dapat diketahui bahwa telur 1 yang memiliki
nilai Ro sebesar 4,36 [Link] memiliki nilai
intensitas cahaya sebesar 5,00 lux dengan
respon hasilnya adalah baik. Hal ini juga
berlaku pada telur 2 yang memiliki nilai Ro
sebesar 4,53 [Link] memiliki nilai intensitas
cahaya sebesar 10,00 lux dengan respon
Gambar 10. 3 Sampel Telur yang Diujikan
hasilnya adalah baik. Sama seperti pada tabel 2,
disini terdapat perbedaan pada telur 3 yang
Gambar 10 adalah 3 sampel telur yang diambil memiliki nilai Ro sebesar 4,29 [Link]
secara acak untuk diujikan terhadap alat memiliki nilai intensitas cahaya sebesar 0 lux
detektor kualitas telur untuk diketahui jenis dengan respon hasilnya adalah busuk.
telur yang memiliki kualitas yang baik dan
Tabel 4. Hasil Pengujian Ketiga
yang buruk atau busuk.
Objek Nilai Nilai Nilai Hasil
c. Data Hasil Pengujian Ro H2S Intensitas
Di bawah ini adalah tabel hasil pengujian Telur 1 4,72 0 2,00 lux Busuk
yang telah dilakukan terhadap 3 sampel telur [Link]
yang diambil secara acak yakni sebagai Telur 2 4,79 0 5,00 lux Baik
berikut: [Link]
Telur 3 4,63 0 0 Busuk
Tabel 2. Hasil Pengujian Pertama [Link]
Objek Nilai Nilai Nilai Hasil Setelah itu, pada tabel hasil pengujian ketiga
Ro H2S Intensitas
terdapat perbedaan yang signifikan yaitu dapat
Telur 1 4,20 0 5,00 lux Baik
[Link]
diketahui bahwa telur 1 yang memiliki nilai Ro
Telur 2 4,29 0 10,00 lux Baik sebesar 4,72 [Link] memiliki nilai intensitas
[Link] cahaya sebesar 2,00 lux dengan respon hasilnya
Telur 3 4,00 0 0 Busuk adalah busuk, sangat berbeda dengan hasil 2
[Link] pengujian sebelumnya. Pada telur 2 yang
memiliki nilai Ro sebesar 4,79 [Link]
Berdasarkan pada tabel hasil pengujian memiliki nilai intensitas cahaya sebesar 5,00
pertama, dapat diketahui bahwa telur 1 yang lux dengan respon hasilnya adalah baik. Sama
memiliki nilai Ro sebesar 4,20 [Link] seperti pada tabel 2 dan tabel 3, disini terdapat
memiliki nilai intensitas cahaya sebesar 5,00 pada telur 3 yang memiliki nilai Ro sebesar
lux dengan respon hasilnya adalah baik. Hal ini 4,63 [Link] memiliki nilai intensitas cahaya
juga berlaku pada telur 2 yang memiliki nilai sebesar 0 lux dengan respon hasilnya adalah
Ro sebesar 4,29 [Link] memiliki nilai busuk.
intensitas cahaya sebesar 10,00 lux dengan
respon hasilnya adalah baik. Terdapat
perbedaan pada telur 3 yang memiliki nilai Ro
sebesar 4,00 [Link] memiliki nilai intensitas
cahaya sebesar 0 lux dengan respon hasilnya
adalah busuk.
Tabel 3. Hasil Pengujian Kedua
Objek Nilai Nilai Nilai Hasil
Ro H2S Intensitas Gambar 11. LCD Display Respon Telur Kualitas
Telur 1 4,36 0 5,00 lux Baik Baik
[Link] Pada gambar 11 dapat dilihat bahwa tampilan
Telur 2 4,53 0 10,00 lux Baik pada telur yang berkualitas baik akan muncul
[Link] pada layar LCD berdasarkan pada hasil dari
Telur 3 4,29 0 0 Busuk proses – proses pengujian yang dilakukan.
[Link]
5
JURNAL SAINS TERAPAN VOL. 5 NO.1 2019 e-ISSN 2477-5525
p-ISSN 2406-8810
5. Saran
Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan
setidaknya terdapat 2 indikator tambahan yaitu
pengukuran berat telur dan penggantian sensor
udara detektor H2S yang lebih sensitif agar
pengambilan keputusan yang akan diolah
menggunakan fuzzy logic akan jauh lebih
akurat dan lebih terjamin efektifitasnya dalam
mendeteksi kualitas telur.
6. Ucapan Terimakasih
Gambar 12. LCD Display Respon Telur Kualitas
Penulis mengucapkan terima kasih
Buruk/Busuk kepada saudara Jordan Ananda Purnomo,
Institut Teknologi Kalimantan dan masyarakat
Pada gambar 12 dapat dilihat bahwa tampilan penjual telur Balikpapan dalam membantu
pada telur yang berkualitas buruk atau busuk menjalankan penelitian ini hingga ke titik
akan muncul pada layar LCD berdasarkan pada penyelesaian masalah dan tanpa hambatan
hasil dari proses – proses pengujian yang sekalipun. Semoga kedepannya hasil penelitian
dilakukan, sama seperti telur yang berkualitas ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya
baik. dan dapat membantu untuk pengembangan
penelitian lebih lanjut.
4. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil data dan 7. Daftar Pustaka
pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan [1] Kementerian Pertanian Republik
metode fuzzy logic berhasil digunakan dalam Indonesia. “Telur Sumber Makanan
pengambil keputusan pada sistem kebusukan Bergizi”. Sukabumi (2010).
telur. Setelah mendapat 3 sampel jenis telur [2] Hamdani, Mochammad. “Alat Pendeteksi
yang diambil secara acak dan melakukan Telur Menggunakan Sensor Cahaya Dan
pengujian dengan pengulangan sebanyak 3 kali Bahasa C”. Jurnal Teknologi Informasi
didapatkan hasil berupa telur 2 yang memiliki Vol.5 No.1 (2010).
nilai Ro sebesar 4,29 [Link], 4,53 [Link] dan [3] Rahardi, Sulistyo. “Detektor Kondisi
4,79 [Link] dan memiliki nilai intensitas Kelayakan Telur Ayam Kampung Dengan
cahaya sebesar 10,00 lux, 10,00 lux dan 5,00 Fuzzy Logic”. Universitas Jember (2013).
lux adalah telur yang memiliki kualitas terbaik [4] Ali, Fuead & Amran, Noor Azhar.
dibandingkan dengan 2 telur lainnya. Telur 1 “Development of An Egg Incubator Using
awalnya masih memiliki kualitas yang baik Raspberry for Precision Farming”.
mengingat nilai intensitas cahaya yang dimiliki Malaysian Institute of Information
sebesar 5,00 lux selama 2 kali pengujian, Technology: Univerisiti Kuala Lumpur
namun mengalami penurunan menjadi 2,00 lux (2016).
pada pengujian ketiga hingga menyebabkan [5] Ramiro, Vargas C. “Egg Candling
statusnya yang berawal “baik” menjadi Analysis Equipment Design: A Safety
“sedikit terlihat busuk”. Telur 3 jelas Solution”. Elsevier, Science Direct (2018).
merupakan telur dengan kualitas yang buruk [6] Nugroho, Agung & Wijayanti, Vinda.
karena semenjak dari pengujian pertama “Alat Pendeteksi Telur Berbasis
hingga pengujian ketiga memiliki nilai Mikrokontroler PIC16F84”. Jurnal Ilmiah
intensitas cahaya sebesar 0 lux atau berkas Go Infotech Vol. 21 No.1 (2015).
cahaya tak ada sama sekali menembus
cangkang telur dan sensor BH11750FVI tidak
membaca adanya berkas cahaya yang masuk
hingga menghasilkan respon hasil berupa
kualitas busuk.