0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan7 halaman

Lotion Antioksidan Ekstrak Daun Suruhan

Dokumen ini membahas tentang formulasi dan aktivitas antioksidan lotion ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida L.). Penelitian ini menyiapkan 3 formula lotion yang berbeda konsentrasi ekstrak daun suruhan, lalu menguji sifat fisik dan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasilnya menunjukkan formula III yang mengandung ekstrak 0,550 mg/ml memenuhi syarat uji sifat fisik dan memiliki aktivitas antiok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan7 halaman

Lotion Antioksidan Ekstrak Daun Suruhan

Dokumen ini membahas tentang formulasi dan aktivitas antioksidan lotion ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida L.). Penelitian ini menyiapkan 3 formula lotion yang berbeda konsentrasi ekstrak daun suruhan, lalu menguji sifat fisik dan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasilnya menunjukkan formula III yang mengandung ekstrak 0,550 mg/ml memenuhi syarat uji sifat fisik dan memiliki aktivitas antiok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No.

1 (September, 2018)

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK DAUN


SURUHAN (Peperomia pellucida L.)
(Formulation and Antioxidant Activity of Lotion of Suruhan Leaf Extract
(Peperomia pellucida L.)
(Submited : 6 September 2018, Accepted : 30 September 2018)

Tuty Mulyani, Herda Ariyani, Rahimah, Selvia Rahmi


Program Studi Diploma Farmasi Fakultas Farmasi
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

ABSTRAK
Kulit merupakan organ yang melapisi seluruh permukaan tubuh makhluk hidup. Penggunaan sediaan
topikal yang mengandung antioksidan banyak digunakan untuk melindungi kulit dari radikal bebas, salah
satunya adalah lotion dari ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida). Ekstrak daun suruhan memiliki
aktivitas antioksidan tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui formulasi dan aktivitas antioksidan pada lotion ekstrak daun suruhan dengan metode DPPH
(1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). Lotion ekstrak daun suruhan dibuat dalam 3 formula dan diuji sifat fisiknya.
Sampel yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan adalah lotion yang mengandung ekstrak daun
suruhan sebesar 0,550 mg/ml (formula III). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan DPPH
dengan konsentrasi 100 ppm. Pengukuran absorbansi untuk mengetahui aktivitas antioksidan lotion ekstrak
daun suruhan dilakukan dengan menggunakan spetrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang
maksimum 519 nm. Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam % inhibisi (% aktivitas hambatan). Hasil
pengujian menunjukkan bahwa lotion ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida) dengan konsentrasi
0,550 mg/ml (formula III) memenuhi persyaratan uji sifat fisik dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan
% aktivitas hambatan rata-rata sebesar 93,29%  5,487.

Kata Kunci: lotion, ekstrak daun suruhan, antioksidan, DPPH

ABSTRACT

Skin is an organ that covered the entire of the body surfaces. The use of topical preparation forms
containing antioxidants is widely used to protect the skin from free radicals, such as a lotion from suruhan
leaf extract (Peperomia pellucida). Suruhan leaf extract has high antioxidant activity so it can counteract
free radicals. This study aims is to determine the formulation and antioxidant activity of lotion of suruhan
leaf extract with DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). Lotion of suruhan leaf extract was made in 3
formulas and tested for physical properties. The antioxidant activity sample used is a lotion containing of
0,550 mg/ml suruhan leaf extract (formula III). Antioxidant activity was carried out using DPPH with a
concentration of 100 ppm. The absorbance measurement to determine the antioxidant activity of the lotion
was carried out using a UV-Vis spectrophotometer with a maximum wavelength of 519 nm. Antioxidant
activity is expressed in % inhibition (% inhibitory activity). The results showed that the lotion of suruhan leaf
extract (Peperomia pellucida) in concentration of 0,550 mg/ml (formula III) was fulfill the physical properties
test and has antioxidant activity with % inhibitory activity of 93.29%  5,487.

Keywords: lotion, suruhan leaf extract, antioxidant, DPPH

[Link]/[Link]/jcps 111
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)

PENDAHULUAN Lotion ekstrak daun suruhan kemudian


Radikal bebas yang berupa sinar ultraviolet perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
adalah salah satu penyebab dari kerusakan kulit. mengetahui aktivitas antioksidannya. Sampai saat
Dalam kondisi yang berlebih, sinar UV dapat ini belum ada penelitian sejenis. Salah satu
menimbulkan beberapa masalah terhadap kulit, metode yang digunakan dalam penentuan
mulai dari kulit kemerahan, pigmentasi, bahkan aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-
dalam waktu lama menyebabkan resiko kanker. diphenyl-2- picrylhydrazyl). DPPH merupakan
Radikal bebas yang dihasilkan akan pereaksi yang bersifat radikal bebas. Mekanisme
menyebabkan kerusakan DNA, yang berdampak metode ini adalah mereaksikan antioksidan yang
pada proliferasi sel secara terus menerus terdapat pada sampel dengan DPPH. Antioksidan
sehingga menjadi awal terbentuknya kanker (Sari, akan mendonorkan atom hidrogennya sehingga
2015). Diperlukan antioksidan yang berfungsi akan menghambat aktivitas dari radikal bebas
untuk menstabilkan radikal bebas dengan (Sitorus et al., 2013).
melengkapi kekurangan elektron dari radikal
bebas sehingga menghambat terjadinya reaksi METODE
berantai. Antioksidan mampu bertindak sebagai Penelitian ini merupakan penelitian
penyumbang radikal hidrogen atau dapat eksperimental. Data penelitian disajikan secara
bertindak sebagai akseptor radikal bebas deskriptif untuk melihat aktivitas antioksidan lotion
sehingga dapat menunda tahap inisiasi ekstrak daun suruhan menggunakan metode
pembentukan radikal bebas (Redha, 2010; DPPH. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium
Sitorus et al., 2013). Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas
Salah satu tumbuhan yang mengandung Muhammadiyah Banjarmasin. Sampel yang
antioksidan tinggi adalah tumbuhan suruhan digunakan adalah lotion ekstrak daun suruhan
(Peperomia pellucida). Secara empiris daun yang diformulasikan di Laboratorium Farmasetika
suruhan digunakan untuk merawat kulit dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
cara dihaluskan terlebih dahulu dengan air Alat dan Bahan
secukupnya kemudian dibalurkan ke kulit. Alat yang digunakan dalam penelitian ini
Menurut penelitian Salamah dan Hanifah (2014), meliputi alat-alat lotionas, perangkat alat
ekstrak etanol daun suruhan memiliki aktivitas ekstraksi, batang pengaduk, cawan penguap,
antioksidan dengan kandungan 55 mg. lotionas beker, lotionas ukur, pH meter atau pH
Kandungan metabolit sekunder pada daun digital, objek glass, termometer, labu ukur 100,
suruhan adalah flavonoid, alkaloid, tanin, dan 50, dan 10 ml, sentrifuge, spektrofotometer
glikosida. Senyawa sekunder flavonoid berperan UV- Vis, kuvet, timbangan analitik, gelas
sebagai antioksidan yang digunakan untuk ukur, kertas saring, corong, beker glass, kaca
menghambat dan menghentikan radikal bebas arloji, dan aluminium foil.
serta mempercepat proses penyembuhan luka
Bahan yang digunakan dalam penelitian
dengan cara meningkatkan atau mempercepat
ini adalah bahan pembuatan lotion (asam stearat,
proliferasi sel fibroblast dan produksi serabut
trietanolamin, paraffin cair, setil alkohol,
kolagen (Redha, 2010).
gliserin,metil paraben, vanili essense, etanol 96%,
Ekstrak daun suruhan kami formulasi
dalam bentuk lotion, sehingga lebih praktis dan daun suruhan, dan aquadest), lotion ekstrak
mudah digunakan. Pemakaian lotion daun suruhan, DPPH, dan ethanol p.a.
meninggalkan rasa dingin oleh karena evaporasi Determinasi Tanaman
komponen air. Lotion yang baik adalah tidak Determinasi dilakukan terlebih dahulu
terlalu greasy (berminyak) saat digunakan dan untuk memperoleh kepastian bahwa tanaman
dapat menyerap dengan cepat saat dioleskan di yang digunakan berasal dari tanaman yang
kulit. Lotion merupakan pilihan paling tepat jika dimaksud, sehingga kemungkinan akan terhindar
membutuhkan pelembab yang ringan atau bila dari kesalahan dalam pengumpulan bahan
digunakan untuk seluruh tubuh. Karena penelitian. Determinasi tanaman dilakukan di
bentuknya ringan dan tidak meninggalkan residu, Laboratorium Biologi Universitas Lambung
lotion bisa digunakan di pagi hari tanpa perlu Mangkurat Banjarbaru pada tanggal 28 Februari
khawatir bisa menempel di pakaian dan juga 2018. Hasil determinasi yang dilakukan adalah
digunakan jika tinggal di iklim yang lembab atau sebagai berikut:
ketika cuaca mulai panas (Zulkarnain et al., Kingdom : Plantae
2013). Devisi : Spermatophyta

[Link]/[Link]/jcps 112
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)

Subdivisi : Angiospermae dimasukkan ke dalam campuran pada suhu 35 ºC


Kelas : Dicotyledoneae kemudian dilakukan pengadukan selama kurang
Ordo : Piperales lebih satu menit.
Familia : Piperaceae Ketiga formula kemudian dilakukan uji sifat fisik
Genus : Peperomia meliputi (Anggraini, 2017):
Species : Peperomia pellucida (L.) Kunth a. Uji Organoleptik
Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Suruhan Pengamatan secara langsung bentuk,
Pembuatan ekstrak etanol daun suruhan warna, dan bau dari lotion.
dengan metode maserasi, yaitu merendam b. Uji Homogenitas
simplisia dalam pelarut penyari yang sesuai. Sampel lotion dioleskan pada sekeping
Pada penelitian ini digunakan etanol 96% sebagai kaca atau bahan transparan lain yang
pelarut penyari karena sifatnya yang mampu cocok, sediaan tersebut harus
melarutkan hampir semua zat, baik yang bersifat menunjukkan susunan yang homogen dan
polar, semipolar, maupun yang non polar serta tidak terlihat adanya partikel kasar.
kemampuan untuk mengendapkan protein dan c. Uji Daya Lekat
menghambat kerja enzim sehingga dapat Uji Daya Lekat dilakukan dengan cara
menghindari proses hidrolisis dan oksidasi (Firtya meletakkan lotion (secukupnya) di atas
et al., 2010; Salamah dan Hanifah, 2014) objek glass yang telah ditentukan luasnya.
Proses pembuatan simplisia dilakukan Letakkan objek glass yang lain di atas
dengan cara mengambil daun suruhan yang lotion tersebut, tekan dengan beban 1 kg
segar kemudian dilakukan pengeringan agar selama 5 menit. Objek glass dipasang
mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, pada alat. Lepas beban seberat 100 g dan
sehingga dapat disimpan dengan waktu yang dicatat waktunya hingga kedua objek
lebih lama. Simplisia yang digunakan pada glass tersebut terlepas
penelitian ini sebanyak 200 gram kemudian d. Uji Daya Sebar
dimasukkan kedalam toples kaca, ditambahkan Sejumlah zat tertentu dletakkan di atas
dengan etanol 96% sebanyak 800 ml dan kaca berskala kemudian bagian atasnya
direndam selama 5 hari sambil sesekali digojok, diberi kaca yang sama, dan ditingkatkan
setelah itu cairan disaring dan diuapkan hingga bebannya, dan diberi rentang waktu 1-2
didapat 7 grami ekstrak kental. menit. Kemudian diameter penyebaran
Pembuatan Lotion Ekstrak Daun Suruhan diukur pada setiap penambahan beban,
Lotion dibuat dengan formula sebagai saat sediaan berhenti menyebar (dengan
berikut (Anggraini, 2017): waktu tertentu secara teratur). Lotion
memenuhi syarat jika daya sebar berada
Tabel 1. Formula Lotion Ekstrak Daun Suruhan pada rentang 5-7 cm.
Bahan Komposisi (%)
Formula I Formula II Formula III e. Uji pH
Ekstrak Daun 0,055 0,055 0,055 Pengujian pH dilakukan dengan
Suruhan mencelupkan pH meter ke dalam sediaan
Asam Stearat 2,5 2,5 2,5
Trietanolamin 1 1 1 lotion, lalu diukur dengan pH meter. Lotion
Parafin cair 8 8 8 memenuhi syarat pH produk pelembab
Setil alcohol 2 4 6
Gliserin 8 8 8
kulit jika berkisar antara 4,5-8,0.
Metal paraben 0,1 0,1 0,1 Preparasi Sampel Uji Aktivitas Antioksidan
Vanili essence 3 tetes 3 tetes 3 tetes Lotion ekstrak daun suruhan (formula III)
Aquadest Ad 100 Ad 100 Ad 100
ditimbang 2,5 gram kemudian dimasukkan ke
dalam tabung reaksi. Pada tabung reaksi
Bahan-bahan yang larut minyak (asam stearat, ditambahkan 5 ml etanol p.a kemudian tabung
setil alkohol, dan parafin cair) dimasukkan ke ditutup dengan plastik hitam. Gojog tabung
dalam cawan penguap. Bahan-bahan yang larut
hingga larutan homogan. Pisahkan larutan
air (trietanolamin, gliserin dan aquades) dengan cara disentrifuge selama 10 menit, saring
dimasukkan ke dalam beker glass. Fase minyak hingga didapat filtrat yang jernih.
dan fase air dipanaskan dan diaduk pada suhu Pembuatan Larutan DPPH dan Penentuan
70- 75ºC secara terpisah hingga homogen Panjang Gelombang Maksimum
kemudian dicampurkan pada suhu 70ºC, sambil Ditimbang 10 mg DPPH kemudian
diaduk hingga kedua fase homogen dan dilarutkan dengan etanol p.a sampai 100 ml
mencapai suhu 40 ºC. Pengawet (metil paraben),
(larutan stok). Larutan DPPH tersebut diambil 5
parfum, dan zat aktif ekstrak daun suruhan
[Link]/[Link]/jcps 113
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)

ml kemudian dimasukkan labu ukur 10 ml dan Tabel 2. Hasil Uji Organoleptik, Homogenitas dan pH
Lotion Ekstrak Daun Suruhan
ditambahkan etanol p.a sampai 10 ml, gojog Uji Sifat Fisik Formula I Formula II Formula III
hingga homogen dan didiamkan di tempat gelap Organoleptik:
selama 30 menit. Panjang gelombang diukur Warna Hijau muda Hijau muda Hijau muda
Bau Khas Khas Khas
pada rentang 400-800 nm. lang Bentuk Agak kental Kental Sangat kental
Uji Aktivitas Antioksidan Homogenitas Homogen Homogen Homogen
pH 7 7 7,8
Sampel yang telah dipreparasi diambil 3
ml dimasukkan ke dalam labu ukur 10 ml. pada Hasil uji organoleptis warna sediaan berwarna
labu ditambahkan larutan DPPH sebanyak 2 ml hijau muda karena konsentrasi ekstrak yang
dan etanol p.a sampai 10 ml. Diamkan di tempat dimasukkan cukup besar yaitu sebanyak 55 mg
gelap selama 30 menit. Setelah operating time, sehingga kandungan klorofil yang ada pada
sampel dibaca absorbansinya dengan ekstrak membuat perubahan warna fisik sediaan
spektrofotometer UV-Vis pada panjang lotion menjadi hijau muda. Adanya perbedaan
gelombang maksimal yang diperoleh yaitu 519 bentuk sediaan ketiga formula karena pengaruh
nm. pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan perbedaan konsentrasi setil alkohol sebagai
dengan cara menghitung % inhibisi (% aktivitas emulgator. Sehingga dapat disimpulkan semakin
hambatan) yang ditentukan dengan rumus: tinggi konsentrasi setil alkohol bentuk sediaan
𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙−𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
semakin kental. (Rowe et al., 2009). Uji
%inhibisi= 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙
x100% homogenitas diperoleh sediaan lotion formula I, II,
dan III, memenuhi syarat homogenitas yaitu
HASIL DAN PEMBAHASAN olesan terlihat rata dan tidak ada partikel kasar
Tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida) yang terasa. Syarat sediaan lotion yaitu jika
merupakan tanaman khas Indonesia yang kaya dioleskan pada sekeping kaca tidak adanya
akan manfaat. Tanaman ini memiliki potensi pemisahan antara komponen penyusun emulsi
untuk digunakan sebagai antikanker, tersebut (Anggraini, 2017). Hasil uji daya lekat
antihiperglikemia, antimikroba, antiinflamasi, dan adalah sebagai berikut:
antioksidan (Hamzah et al., 2012; Rojas-Martinez
Tabel 3. Hasil Uji Daya Lekat Lotion Ekstrak Daun Suruhan
et al., 2013; Salma et al., 2013; Togubu et al., Beban Daya Lekat (detik)
2013, Wei et al., 2011). Beberapa penelitian Formula I Formula II Formula III
menunjukkan bahwa daun suruhan memiliki 1 Kg 2,6 3,9 5,9
2,7 3,4 6,1
aktivitas antioksidan baik dalam bentuk daun 2,0 3,6 6,2
segar maupun kering (Mutee et al., 2010; Rata-rata 2,43 3,63 5,55
Oloyede et al., 2011; Sitorus et al., 2013). Untuk
penggunaan sehari-hari, suruhan telah Dari hasil uji yang dilakukan hanya
diformulasikan menjadi beberapa sediaan, salah formulasi III yang memenuhi syarat karena waktu
satunya lotion. Penelitian ini bertujuan untuk daya lekat > 4 detik. Dari data tersebut dapat
mengetahui formulasi danaktivitas antioksidan disimpulkan bahwa variasi konsentrasi setil
dari lotion ekstrak daun suruhan. alkohol sebagai emulgator memiliki pengaruh
Formulasi lotion ekstrak daun suruhan terhadap waktu daya lekat dari sediaan lotion.
dibuat dalam 3 formula. Adanya perbedaan pada Dari data tersebut memperlihatkan bahwa
lotion formula I, formula II, dan formula III terletak semakin tinggi konsentrasi setil alkohol pada
pada perbedaan konsentrasi setil alkohol sebagai formula semakin meningkat kemampuan melekat
emulgator yaitu 2%, 4% dan 6% yang berbentuk sediaan lotion tersebut. Hal ini dikarenakan setil
lilin, serpihan putih, dan butiran (Rowe et al., alkohol yang berbentuk lilin, serpihan putih, dan
2009). Setil alcohol berpengaruh pada bentuk butiran yang membuat kemampuan melekat lotion
sediaan lotion. Lotion yang telah diformulasi semakin meningkat (Rowe et al., 2009).
kemudian diuji sifat fisiknya. Hasil uji sifat fisik Hasil uji daya sebar dapat dilihat dari Tabel 4
lotion dapat dilihat pada Tabel 2, Tabel 3, dan sebagai berikut:
Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Daya Sebar Lotion Ekstrak Daun Suruhan
Lotion Daya Sebar (cm)
Beban Beban Beban Beban Beban Rata-
0g 50 g 100 g 150 g 200 g rata
FI 4,9 6,2 7,1 7,6 7,8 6,72
FII 4,5 5,9 6,9 7,3 7,7 6,46
FIII 4,4 5,7 6,5 7,1 7,5 6,24

[Link]/[Link]/jcps 114
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)

Hasil pengukuran rata-rata daya sebar formula I, ekstrak daun suruhan dilakukan pengukuran %
II, dan III menunjukkan bahwa daya sebar lotion inhibisi dengan hasil sebagai berikut:
termasuk baik karena berada pada rentang daya
sebar lotion yang baik yaitu 5-7 cm (Anggraini, Tabel 5. Hasil Uji Aktivitas Antioksidan Lotion Ekstrak Daun Suruhan
Sampel Kandungan Absorbansi Absorbansi % Inhibisi
2017). Ekstrak DPPH Sampel
Pada penelitian ini uji aktivitas antioksidan Lotion 55 mg 0.612 0,009 98,52 %
dilakukan dengan metode DPPH. Metode DPPH ekstrak 93,79 %
0,038
daun
(1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) adalah metode yang suruhan 0,076 87,58 %
sederhana, cepat, mudah untuk skrining aktivitas Rata-rata  SD 0,041 93,29 % 
penangkapan radikal bebas beberapa senyawa 5,487
0,035
dan hanya memerlukan sedikit sampel Berdasarkan Tabel 5 dapat disimpulkan
dibandingkan dengan metode lain. Metode ini bahwa lotion ekstrak daun suruhan mengandung
dapat mengukur efektivitas total antioksidan baik aktivitas antioksidan. Hal ini dapat dilihat dari
dalam pelarut polar ataupun nonpolar. Metode ini terjadinya penurunan absorbansi sampel jika
mengukur semua komponen antioksidan, baik dibandingkan dengan absorbansi DPPH.
yang larut dalam lemak ataupun dalam air Kemampuan lotion ekstrak daun suruhan
(Hassan et al., 2013; Rajan and Bhat, 2016). (Peperomia pellucida) sebagai antioksidan dapat
Sebelum dilakukan absorbansi sampel dilihat dari berkurangnya intensitas warna ungu
dilakukan penentuan panjang gelombang dari larutan DPPH yang telah ditambahkan dalam
maksimum DPPH terlebih dahulu menggunakan sampel. Berkurangnya intensitas warna larutan
spektrofotometer UV-Vis, Panjang gelombang DPPH tersebut dapat menunjukkan bahwa terjadi
maksimum memiliki kepekaan maksimal yang reaksi antara atom hidrogen yang lepas oleh
menghasilkan absorbansi paling besar. bahan uji dengan molekul radikal DPPH
Absorbansi diukur pada rentang panjang (Andayani et al., 2008; Lolaen, 2013).
gelombang 400-800 nm (Kusumawardhani et al., Parameter yang digunakan untuk
2015). Langkah pertama dalam penentuan menentukan kekuatan suatu aktivitas antioksidan
Panjang gelombang adalah pembuatan larutan adalah % inhibisi. Aktivitas antioksidan
stok DPPH 100 ppm. Dari larutan stok 100 ppm berdasarkan % inhibisi dapat ditunjukkan pada
kemudian dibuat larutan blanko dengan Tabel 6 (Mayawati, 2014).
konsentrasi 50 ppm dan diamkan selama 30
menit. Dari pengukuran yang dilakukan, panjang Tabel 6. Aktivitas Antioksidan Berdasarkan % Inhibisi
% Inhibisi Aktivitas Antioksidan
gelombang maksimum yang diperoleh adalah 519 50% - 90% Tinggi
nm dengan absorbansi 0,612, 20% - 50% Sedang
Pengujian aktivitas antioksidan lotion 0% Tidak ada aktivitas antioksidan
ekstrak daun suruhan yang sudah di sentrifuge
selama 10 menit, dicampur dengan larutan DPPH Dari hasil penelitian ini didapat % inhibisi
dan etanol p.a kemudian didiamkan selama 30 sebesar 93,29%, sehingga dapat disimpulkan
menit, Hal ini dikarenakan reaksi tersebut berjalan bahwa lotion ekstrak daun suruhan (Peperomia
lambat dan sampel yang mengandung pellucida) mempunyai aktivitas antioksidan yang
antioksidan telah optimum dalam meredam sangat tinggi.
radikal bebas DPPH pada waktu tersebut serta Aktivitas antioksidan pada ekstrak
untuk mendapatkan hasil yang stabil. Pada saat daun suruhan dihasilkan oleh metabolit
didiamkan terjadi perubahan warna dari warna sekunder flavonoid. Senyawa polifenolik
ungu berubah menjadi warna kuning. Setelah seperti flavonoid dapat bereaksi sebagai
didiamkan 30 menit diukur absorbansinya pada pereduksi, penangkap radikal bebas.
panjang gelombang 519 nm (Thummajitsakul and Flavonoid berperan sebagai antioksidan
Silprasit, 2017), Mekanisme terjadinya reaksi dengan cara mendonasikan atom
DPPH ini berlangsung melalui transfer elektron. hidrogennya atau melalui kemampuannya
Adanya aktivitas antioksidan dari sampel
mengkelat logam, berada dalam bentuk
mengakibatkan terjadinya perubahan warna pada
larutan DPPH dengan etanol yang semula
glukosida (mengandung rantai samping
berwarna ungu menjadi kuning dan mengalami glukosa) atau dalam bentuk bebas yang
penurunan absorbansi (Kedare and Singh, 2011; disebut aglikon (Fitrya et al., 2010; Redha,
Mishra et al., 2012; Sharma and Bhat, 2009). 2010; Sitorus et al., 2013).
Untuk mengukur aktivitas antioksidan pada lotion
[Link]/[Link]/jcps 115
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)

KESIMPULAN picrylhydrazil). Jurnal Mahasiswa Farmasi


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lotion Fakultas Kedokteran UNTAN, 1 (1
ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida L.) Mishra, K., Ojha, H. and Chaudhury, N.K., 2012.
mempunyai aktivitas antioksidan dan memiliki % Estimation of antiradical properties of
inhibisi kategori tinggi yaitu sebesar 93,29%. antioxidants using DPPH assay: A critical
review and results. Food
DAFTAR PUSTAKA chemistry, 130(4), pp.1036-1043.
Andayani., R, Maimunah, dan Y. Lisawati. 2008. Mutee, A.F., Salhimi, S.M., Yam, M.F., Lim, C.P.,
Penentuan Aktivitas Antioksidan, Kadar Abdullah, G.Z., Ameer, O.Z., Abdulkarim,
Fenolat Total dan Likopen pada Buah
M.F. and Asmawi, M.Z., 2010. In vivo anti-
Tomat (Solanum lycopersicum L). Jurnal
inflammatory and in vitro antioxidant
Sains dan Teknologi Farmasi, Vol. 13, No.
activities of Peperomia pellucida. Int J
1, 2008, halaman 31-37. ISSN : 1410 –
0177 Pharmacol, 6(5), pp.686-90.
Anggraini, N., (2016). Formulasi dan Uji Sifat Fisik Oloyede, G.K., Onocha, P.A. and Olaniran, B.B.,
Lotion Antioksidan dari Ekstrak Etanol 2011. Phytochemical, toxicity,
Daun Suruhan (Paperomia pellucida L.). antimicrobial and antioxidant screening of
Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Farmasi leaf extracts of Peperomia pellucida from
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Nigeria. Advances in Environmental
Fitrya, F., Anwar, L. and Novitasari, E., 2010. Biology, 5(12), pp.3700-3709..
Isolasi Senyawa Fenolat dari Fraksi Etil Rajan, N.S. and Bhat, R., 2016. Antioxidant
Asetat Kulit Batang Tumbuhan compounds and antioxidant activities in
Gandaria. Jurnal Penelitian Sains, 13(1). unripe and ripe kundang fruits (Bouea
Hamzah, R.U., Odetola, A.A., Erukainure, O.L. macrophylla Griffith). Fruits, 71(1), pp.41-
and Oyagbemi, A.A., 2012. Peperomia 47.
pellucida in diets modulates Redha, A., 2010. Flavonoid: Struktur, Sifat
hyperglyceamia, oxidative stress and Antioksidan, dan Peranannya dalam
dyslipidemia in diabetic rats. Journal of Sistem Biologis, Jurnal Belian, 9 (2):196-
202
Acute Disease, 1(2), pp.135-140.
Rojas-Martínez, R., Arrieta, J., Cruz-Antonio, L.,
Hassan, S.H.A., Fry, J.R. and Bakar, M.F.A.,
Arrieta-Baez, D., Velázquez-Méndez, A.M.
2013. Antioxidant and phytochemical
and Sánchez-Mendoza, M.E., 2013.
study on pengolaban (Litsea garciae), an
Dillapiole, isolated from Peperomia
edible underutilized fruit endemic to
pellucida, shows gastroprotector activity
Borneo. Food Science and
against ethanol-induced gastric lesions in
Biotechnology, 22(5), pp.1-7.
Wistar rats. Molecules, 18(9), pp.11327-
Kedare, S.B. and Singh, R.P., 2011. Genesis and
11337.
development of DPPH method of
Rowe, R.C., Sheskey, P.J., dan Owen, S.C.
antioxidant assay. Journal of food science
(2009). Handbook of Pharmaceutical
and technology, 48(4), pp.412-422.
Excipients, 6th edition. Pharmaceutical
Kusumawardhani, N., Sulistyarti, H., Atikah, 2015.
Press : London. Hal 155.
Penentuan Panjang Gelombang
Maksimum dan pH Optimum dalam Salamah, N. & Hanifah.L., 2014. Uji Aktivitas
Pembuatan Tes Kit Sianida Berdasarkan Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Suruhan
Pembentukan Hidrindantin. Kimia Student (Paperomia pellucida ( L) H.B&K) dengan
Journal, Vol. 1, No. 1, pp. 711-717 Metode Fosfolibdat. Prosiding SPOA XVI
Lolaen, L., dkk. 2013. Uji Aktivitas Antioksidan dan Muktamar XII PERHIPBA, pp. 341-
Kandungan Fitokimia Jus Buah Gandaria 349.
(Bouea macrophylla Griffith). Pharmacon. Salma, N., Paendong, J., Momuat, L.I. and
2(02). Togubu, S., 2013. Antihiperglikemik
Mayawati, E., 2014. Uji Efektivitas Antioksidan Ekstrak Tumbuhan Suruhan (Peperomia
Ekstrak Methanol Buah Papaya (Carica pellucida [L.] Kunth) Terhadap Tikus
papaya L.) Dalam Formulasi Krim Wistar (Rattus norvegicus L.) Yang
Terhadap DPPH (2,2- diphenyl-1- Diinduksi Sukrosa. Jurnal Ilmiah
Sains, 13(2), pp.116-123.
[Link]/[Link]/jcps 116
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)

Sari, A, N., 2015. Antioksidan Alternative Untuk


Menangkal Bahaya Radikal Bebas Pada
Kulit. Skripsi, Universitas Islam Negri Ar-
Raniry.
Sharma, O.P. and Bhat, T.K., 2009. DPPH
antioxidant assay revisited. Food
chemistry, 113(4), pp.1202-1205.
Sitorus, E., Momuat, L.I. and Katja, D.G., 2013.
Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Suruhan
(Peperomia pellucida [L.] Kunth). Jurnal
Ilmiah Sains, 13(1), pp.80-85.
Thummajitsakul, S. and Silprasit, K., 2017.
Genetic differentiation and antioxidant
activities of Bouea macrophylla Griffith in
Nakhon Nayok province. Journal of
Applied Biological Chemistry, 60(1),
pp.41-48.
Togubu, S., Momuat, L.I., Paendong, J.E. and
Salma, N., 2013. Aktivitas
Antihiperglikemik dari Ekstrak Etanol dan
Heksana Tumbuhan Suruhan (Peperomia
pellucida [L.] Kunth) pada Tikus Wistar
(Rattus norvegicus L.) yang
Hiperglikemik. Jurnal MIPA Unsrat
Online, 2(2), pp.109-114.
Wei, L.S., Wee, W., Siong, J.Y.F. and
Syamsumir, D.F., 2011. Characterization
of anticancer, antimicrobial, antioxidant
properties and chemical compositions of
Peperomia pellucida leaf extract. Acta
Medica Iranica, 49(10), pp.670-674.
Zulkarnain, A. K., Susanti, M. & Lathifa, A. N.,
2013. Stabilitas Fisik Sediaan Lotion O/W
dan W/O Ekstrak Buah Mahkota Dewa
Sebagai Tabir Surya Dan Uji Iritasi Primer
pada Kelinci. Traditional Medicine Journal,
18(3). pp. 141–150.

[Link]/[Link]/jcps 117

Anda mungkin juga menyukai