Lotion Antioksidan Ekstrak Daun Suruhan
Lotion Antioksidan Ekstrak Daun Suruhan
1 (September, 2018)
ABSTRAK
Kulit merupakan organ yang melapisi seluruh permukaan tubuh makhluk hidup. Penggunaan sediaan
topikal yang mengandung antioksidan banyak digunakan untuk melindungi kulit dari radikal bebas, salah
satunya adalah lotion dari ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida). Ekstrak daun suruhan memiliki
aktivitas antioksidan tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui formulasi dan aktivitas antioksidan pada lotion ekstrak daun suruhan dengan metode DPPH
(1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). Lotion ekstrak daun suruhan dibuat dalam 3 formula dan diuji sifat fisiknya.
Sampel yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan adalah lotion yang mengandung ekstrak daun
suruhan sebesar 0,550 mg/ml (formula III). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan DPPH
dengan konsentrasi 100 ppm. Pengukuran absorbansi untuk mengetahui aktivitas antioksidan lotion ekstrak
daun suruhan dilakukan dengan menggunakan spetrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang
maksimum 519 nm. Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam % inhibisi (% aktivitas hambatan). Hasil
pengujian menunjukkan bahwa lotion ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida) dengan konsentrasi
0,550 mg/ml (formula III) memenuhi persyaratan uji sifat fisik dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan
% aktivitas hambatan rata-rata sebesar 93,29% 5,487.
ABSTRACT
Skin is an organ that covered the entire of the body surfaces. The use of topical preparation forms
containing antioxidants is widely used to protect the skin from free radicals, such as a lotion from suruhan
leaf extract (Peperomia pellucida). Suruhan leaf extract has high antioxidant activity so it can counteract
free radicals. This study aims is to determine the formulation and antioxidant activity of lotion of suruhan
leaf extract with DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). Lotion of suruhan leaf extract was made in 3
formulas and tested for physical properties. The antioxidant activity sample used is a lotion containing of
0,550 mg/ml suruhan leaf extract (formula III). Antioxidant activity was carried out using DPPH with a
concentration of 100 ppm. The absorbance measurement to determine the antioxidant activity of the lotion
was carried out using a UV-Vis spectrophotometer with a maximum wavelength of 519 nm. Antioxidant
activity is expressed in % inhibition (% inhibitory activity). The results showed that the lotion of suruhan leaf
extract (Peperomia pellucida) in concentration of 0,550 mg/ml (formula III) was fulfill the physical properties
test and has antioxidant activity with % inhibitory activity of 93.29% 5,487.
[Link]/[Link]/jcps 111
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)
[Link]/[Link]/jcps 112
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)
ml kemudian dimasukkan labu ukur 10 ml dan Tabel 2. Hasil Uji Organoleptik, Homogenitas dan pH
Lotion Ekstrak Daun Suruhan
ditambahkan etanol p.a sampai 10 ml, gojog Uji Sifat Fisik Formula I Formula II Formula III
hingga homogen dan didiamkan di tempat gelap Organoleptik:
selama 30 menit. Panjang gelombang diukur Warna Hijau muda Hijau muda Hijau muda
Bau Khas Khas Khas
pada rentang 400-800 nm. lang Bentuk Agak kental Kental Sangat kental
Uji Aktivitas Antioksidan Homogenitas Homogen Homogen Homogen
pH 7 7 7,8
Sampel yang telah dipreparasi diambil 3
ml dimasukkan ke dalam labu ukur 10 ml. pada Hasil uji organoleptis warna sediaan berwarna
labu ditambahkan larutan DPPH sebanyak 2 ml hijau muda karena konsentrasi ekstrak yang
dan etanol p.a sampai 10 ml. Diamkan di tempat dimasukkan cukup besar yaitu sebanyak 55 mg
gelap selama 30 menit. Setelah operating time, sehingga kandungan klorofil yang ada pada
sampel dibaca absorbansinya dengan ekstrak membuat perubahan warna fisik sediaan
spektrofotometer UV-Vis pada panjang lotion menjadi hijau muda. Adanya perbedaan
gelombang maksimal yang diperoleh yaitu 519 bentuk sediaan ketiga formula karena pengaruh
nm. pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan perbedaan konsentrasi setil alkohol sebagai
dengan cara menghitung % inhibisi (% aktivitas emulgator. Sehingga dapat disimpulkan semakin
hambatan) yang ditentukan dengan rumus: tinggi konsentrasi setil alkohol bentuk sediaan
𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙−𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
semakin kental. (Rowe et al., 2009). Uji
%inhibisi= 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙
x100% homogenitas diperoleh sediaan lotion formula I, II,
dan III, memenuhi syarat homogenitas yaitu
HASIL DAN PEMBAHASAN olesan terlihat rata dan tidak ada partikel kasar
Tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida) yang terasa. Syarat sediaan lotion yaitu jika
merupakan tanaman khas Indonesia yang kaya dioleskan pada sekeping kaca tidak adanya
akan manfaat. Tanaman ini memiliki potensi pemisahan antara komponen penyusun emulsi
untuk digunakan sebagai antikanker, tersebut (Anggraini, 2017). Hasil uji daya lekat
antihiperglikemia, antimikroba, antiinflamasi, dan adalah sebagai berikut:
antioksidan (Hamzah et al., 2012; Rojas-Martinez
Tabel 3. Hasil Uji Daya Lekat Lotion Ekstrak Daun Suruhan
et al., 2013; Salma et al., 2013; Togubu et al., Beban Daya Lekat (detik)
2013, Wei et al., 2011). Beberapa penelitian Formula I Formula II Formula III
menunjukkan bahwa daun suruhan memiliki 1 Kg 2,6 3,9 5,9
2,7 3,4 6,1
aktivitas antioksidan baik dalam bentuk daun 2,0 3,6 6,2
segar maupun kering (Mutee et al., 2010; Rata-rata 2,43 3,63 5,55
Oloyede et al., 2011; Sitorus et al., 2013). Untuk
penggunaan sehari-hari, suruhan telah Dari hasil uji yang dilakukan hanya
diformulasikan menjadi beberapa sediaan, salah formulasi III yang memenuhi syarat karena waktu
satunya lotion. Penelitian ini bertujuan untuk daya lekat > 4 detik. Dari data tersebut dapat
mengetahui formulasi danaktivitas antioksidan disimpulkan bahwa variasi konsentrasi setil
dari lotion ekstrak daun suruhan. alkohol sebagai emulgator memiliki pengaruh
Formulasi lotion ekstrak daun suruhan terhadap waktu daya lekat dari sediaan lotion.
dibuat dalam 3 formula. Adanya perbedaan pada Dari data tersebut memperlihatkan bahwa
lotion formula I, formula II, dan formula III terletak semakin tinggi konsentrasi setil alkohol pada
pada perbedaan konsentrasi setil alkohol sebagai formula semakin meningkat kemampuan melekat
emulgator yaitu 2%, 4% dan 6% yang berbentuk sediaan lotion tersebut. Hal ini dikarenakan setil
lilin, serpihan putih, dan butiran (Rowe et al., alkohol yang berbentuk lilin, serpihan putih, dan
2009). Setil alcohol berpengaruh pada bentuk butiran yang membuat kemampuan melekat lotion
sediaan lotion. Lotion yang telah diformulasi semakin meningkat (Rowe et al., 2009).
kemudian diuji sifat fisiknya. Hasil uji sifat fisik Hasil uji daya sebar dapat dilihat dari Tabel 4
lotion dapat dilihat pada Tabel 2, Tabel 3, dan sebagai berikut:
Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Daya Sebar Lotion Ekstrak Daun Suruhan
Lotion Daya Sebar (cm)
Beban Beban Beban Beban Beban Rata-
0g 50 g 100 g 150 g 200 g rata
FI 4,9 6,2 7,1 7,6 7,8 6,72
FII 4,5 5,9 6,9 7,3 7,7 6,46
FIII 4,4 5,7 6,5 7,1 7,5 6,24
[Link]/[Link]/jcps 114
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)
Hasil pengukuran rata-rata daya sebar formula I, ekstrak daun suruhan dilakukan pengukuran %
II, dan III menunjukkan bahwa daya sebar lotion inhibisi dengan hasil sebagai berikut:
termasuk baik karena berada pada rentang daya
sebar lotion yang baik yaitu 5-7 cm (Anggraini, Tabel 5. Hasil Uji Aktivitas Antioksidan Lotion Ekstrak Daun Suruhan
Sampel Kandungan Absorbansi Absorbansi % Inhibisi
2017). Ekstrak DPPH Sampel
Pada penelitian ini uji aktivitas antioksidan Lotion 55 mg 0.612 0,009 98,52 %
dilakukan dengan metode DPPH. Metode DPPH ekstrak 93,79 %
0,038
daun
(1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) adalah metode yang suruhan 0,076 87,58 %
sederhana, cepat, mudah untuk skrining aktivitas Rata-rata SD 0,041 93,29 %
penangkapan radikal bebas beberapa senyawa 5,487
0,035
dan hanya memerlukan sedikit sampel Berdasarkan Tabel 5 dapat disimpulkan
dibandingkan dengan metode lain. Metode ini bahwa lotion ekstrak daun suruhan mengandung
dapat mengukur efektivitas total antioksidan baik aktivitas antioksidan. Hal ini dapat dilihat dari
dalam pelarut polar ataupun nonpolar. Metode ini terjadinya penurunan absorbansi sampel jika
mengukur semua komponen antioksidan, baik dibandingkan dengan absorbansi DPPH.
yang larut dalam lemak ataupun dalam air Kemampuan lotion ekstrak daun suruhan
(Hassan et al., 2013; Rajan and Bhat, 2016). (Peperomia pellucida) sebagai antioksidan dapat
Sebelum dilakukan absorbansi sampel dilihat dari berkurangnya intensitas warna ungu
dilakukan penentuan panjang gelombang dari larutan DPPH yang telah ditambahkan dalam
maksimum DPPH terlebih dahulu menggunakan sampel. Berkurangnya intensitas warna larutan
spektrofotometer UV-Vis, Panjang gelombang DPPH tersebut dapat menunjukkan bahwa terjadi
maksimum memiliki kepekaan maksimal yang reaksi antara atom hidrogen yang lepas oleh
menghasilkan absorbansi paling besar. bahan uji dengan molekul radikal DPPH
Absorbansi diukur pada rentang panjang (Andayani et al., 2008; Lolaen, 2013).
gelombang 400-800 nm (Kusumawardhani et al., Parameter yang digunakan untuk
2015). Langkah pertama dalam penentuan menentukan kekuatan suatu aktivitas antioksidan
Panjang gelombang adalah pembuatan larutan adalah % inhibisi. Aktivitas antioksidan
stok DPPH 100 ppm. Dari larutan stok 100 ppm berdasarkan % inhibisi dapat ditunjukkan pada
kemudian dibuat larutan blanko dengan Tabel 6 (Mayawati, 2014).
konsentrasi 50 ppm dan diamkan selama 30
menit. Dari pengukuran yang dilakukan, panjang Tabel 6. Aktivitas Antioksidan Berdasarkan % Inhibisi
% Inhibisi Aktivitas Antioksidan
gelombang maksimum yang diperoleh adalah 519 50% - 90% Tinggi
nm dengan absorbansi 0,612, 20% - 50% Sedang
Pengujian aktivitas antioksidan lotion 0% Tidak ada aktivitas antioksidan
ekstrak daun suruhan yang sudah di sentrifuge
selama 10 menit, dicampur dengan larutan DPPH Dari hasil penelitian ini didapat % inhibisi
dan etanol p.a kemudian didiamkan selama 30 sebesar 93,29%, sehingga dapat disimpulkan
menit, Hal ini dikarenakan reaksi tersebut berjalan bahwa lotion ekstrak daun suruhan (Peperomia
lambat dan sampel yang mengandung pellucida) mempunyai aktivitas antioksidan yang
antioksidan telah optimum dalam meredam sangat tinggi.
radikal bebas DPPH pada waktu tersebut serta Aktivitas antioksidan pada ekstrak
untuk mendapatkan hasil yang stabil. Pada saat daun suruhan dihasilkan oleh metabolit
didiamkan terjadi perubahan warna dari warna sekunder flavonoid. Senyawa polifenolik
ungu berubah menjadi warna kuning. Setelah seperti flavonoid dapat bereaksi sebagai
didiamkan 30 menit diukur absorbansinya pada pereduksi, penangkap radikal bebas.
panjang gelombang 519 nm (Thummajitsakul and Flavonoid berperan sebagai antioksidan
Silprasit, 2017), Mekanisme terjadinya reaksi dengan cara mendonasikan atom
DPPH ini berlangsung melalui transfer elektron. hidrogennya atau melalui kemampuannya
Adanya aktivitas antioksidan dari sampel
mengkelat logam, berada dalam bentuk
mengakibatkan terjadinya perubahan warna pada
larutan DPPH dengan etanol yang semula
glukosida (mengandung rantai samping
berwarna ungu menjadi kuning dan mengalami glukosa) atau dalam bentuk bebas yang
penurunan absorbansi (Kedare and Singh, 2011; disebut aglikon (Fitrya et al., 2010; Redha,
Mishra et al., 2012; Sharma and Bhat, 2009). 2010; Sitorus et al., 2013).
Untuk mengukur aktivitas antioksidan pada lotion
[Link]/[Link]/jcps 115
ISSN : 2598-2095 Vol. 2 No. 1 (September, 2018)
[Link]/[Link]/jcps 117