0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
419 tayangan192 halaman

Documen

Laporan tahunan APINDO 2013 membahas upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebijakan. APINDO aktif terlibat dalam penerbitan peraturan untuk mendukung UKM dan dunia usaha serta meningkatkan daya saing daerah.

Diunggah oleh

Hasan Sulaiman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
419 tayangan192 halaman

Documen

Laporan tahunan APINDO 2013 membahas upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebijakan. APINDO aktif terlibat dalam penerbitan peraturan untuk mendukung UKM dan dunia usaha serta meningkatkan daya saing daerah.

Diunggah oleh

Hasan Sulaiman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Tahunan 2013

APINDO - Asosiasi Pengusaha Indonesia


Dewan Pimpinan Nasional
Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO)
Gedung Permata Kuningan Lt. 10
Jl. Kuningan Mulia Kav. 9 C Guntur, Setiabudi
Jakarta 12980 - Indonesia
Telp : (62-21) 83780824 (hunting) - Fax : (62-21) 83780823, 83780746
Email : sekretariat@[Link] - Website : [Link]

VISI & MISI


VISI :
Terciptanya iklim usaha yang baik dalam rangka mewujudkan
pembangunan nasional secara nyata.

MISI :
1. Meningkatkan daya juang dan daya saing Perusahaan /
Pengusaha Indonesia.
2. Mewujudkan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial
yang harmonis, dinamis serta berkeadilan.
3. Melindungi, memberdayakan dan membela seluruh pelaku
usaha Indonesia terutama anggota.
4. Merepresentasikan dunia usaha Indonesia diberbagai
lembaga Nasional dan Internasional dan secara khusus di
dalam Lembaga Ketenagakerjaan

ii Laporan Tahunan 2013


SAMBUTAN KETUA UMUM

D
alam berbagai kesempatan, saya sering
mengemukakan Indonesia is too big to
fail - kita terlalu besar dan kaya untuk
menjadi negara gagal. Peringatan itu - yang
barangkali oleh sebagian pihak dinilai terlalu
pesimistik, tercetus karena kekhawatiran saya
yang terus menyaksikan berbagai hal yang
tidak produktif terjadi dalam perekonomian
kita. Tahun lalu ekonomi kita memang tumbuh
5,6%, cukup baik dibandingkan negara-negara
lain di dunia. Namun, Indonesia deserves more!
Pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dapat
tercapai bila kita menyingkirkan hambatan
hambatan besar perekonomian. Hambatan
tersebut diantaranya Subsidi BBM yang sangat
besar mencapai 20% dari total anggaran
negara (APBN) yang tidak tepat sasaran
karena lebih banyak dinikmati oleh lapisan
masyarakat yang cukup mampu, padahal
semestinya bisa dialokasikan untuk aktivitas
produktif misalnya pelayanan kesehatan,
pendidikan, dan infrastruktur dasar.
Selain itu, kita juga mengalami hambatan sisi lain, dalam hal pelayanan dunia usaha,
hambatan langsung terhadap aktivitas usaha meski pemerintah telah menerapkan one
yang sudah lama dan masih terus kita alami stop services perijinan usaha, namun
seperti: ketidakpastian hukum, buruknya implementasinya masih jauh dari harapan
kualitas infrastruktur, lemahnya inter-koneksi sehingga kurang banyak membantu pening-
infrastruktur dan logistik, rumitnya perpajakan, katan daya saing untuk menarik investor.
biaya tinggi kepabeanan, dan lain sebagainya. Dalam hal yang lebih mikro, Permenakertrans
Bagaimana Indonesia Dapat Meningkat- 9/2012 mengenai pengaturan tenaga
kan Produktivitas dan Daya Saing ?. Demikian alih daya (outsourcing) dengan keharusan
pertanyaan dunia usaha menghadapi ber- penentuan proses bisnis yang tidak dapat
bagai hambatan perekonomian, sekaligus dilaksanakan oleh banyak asosiasi usaha,
spirit pelaku usaha untuk meningkatkan telah menyebabkan ketidakpastian usaha
produktivitas dan daya saing Indonesia. selama tahun 2013.
Pertanyaan yang diangkat sebagai tema APINDO juga menyaksikan gelombang
laporan tahunan 2013 ini merupakan refleksi PHK (pemutusan hubungan kerja) sebagai
APINDO terhadap berbagai hal yang berkaitan akibat kebijakan populis di banyak daerah,
dengan aktivitas dunia usaha. diantaranya PHK yang terjadi pada perusahaan-
Sepanjang tahun 2013 perusahaan- perusahaan Korea (misalnya) yang secara
perusahaan anggota APINDO mengalami total melakukan PHK terhadap sekitar 64
tekanan perekonomian akibat berbagai per- ribu pekerja karena tingginya kenaikan Upah
soalan fundamental seperti inflasi 8,3% yang Minimum Provinsi (UMP) 2013 yang diputuskan
tertinggi di ASEAN, pelemahan nilai tukar tahun sebelumnya. Penentuan UMP tahun
rupiah, kenaikan suku bunga yang erat terkait 2014 di penghujung tahun 2013 juga masih
dengan defisit neraca transaksi berjalan. Di belum lepas dari politisasi pengupahan dimana

Asosiasi Pengusaha Indonesia iii


SAMBUTAN KETUA UMUM

terjadi ‘unjuk rasa’ yang menyebutnya sebagai produk dan akses pasar, APINDO memainkan
‘mogok nasional’ yang dari sisi substansi juga peranan sangat penting dalam penerbitan PP
sudah salah karena pada dasarnya ‘mogok’ 46/2013 tentang “Pajak Penghasilan atas
hanya dapat dilakukan jika terjadi ‘gagalnya Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Di-
perundingan’, sementara ‘mogok nasional’ peroleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran
tidak terkait langsung dengan gagalnya Bruto Tertentu” atau yang lebih populer disebut
perundingan. Lebih buruk lagi, unjuk rasa ‘Pajak UKM’, serta melakukan sosialisasinya di
tersebut disertai dengan tindakan kekerasan berbagai daerah yang diikuti ribuan UKM.
dan perusakan sarana perusahaan di berbagai APINDO juga turut aktif memberikan masuk-
tempat yang mengindikasikan tindakan an dalam persiapan CEPA (comprehensive
kriminal. economic partnership agreement) Indonesia
Dunia usaha tentu tidak ingin tenggelam dengan Uni Eropa dengan membentuk tim
dengan hanya mencela rendahnya kualitas kerja khusus di APINDO yang melakukan
kebijakan, lemahnya layanan kelembagaan, berbagai kajian dan sosialisasi CEPA tersebut.
maupun penyimpangan-penyimpangan yang Sementara itu, dalam penerbitan berbagai
dilakukan pemberi jasa layanan. APINDO secara kebijakan nasional APINDO aktif terlibat dalam
aktif mengupayakan perbaikannya, diantaranya penyusunan berbagai UU, diantaranya UU
dengan intensif terlibat dalam penerbitan Perindustrian maupun UU Perdagangan, serta
Inpres 9/2013 tentang “Penetapan Upah revisi DNI (daftar negatif investasi). Berbagai
Minimum Dalam Rangka Keberlangsungan masukan APINDO dalam penerbitan peraturan
Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan perundang-undangan tersebut didasari prinsip
Pekerja”. Dalam implementasinya, perintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia agar
Presiden kepada aparat pemerintahan di menjadi lebih kondusif dan suportif terhadap
bawahnya tersebut cukup membantu meskipun investasi, dengan tetap memperhatikan
belum sangat efektif mengerem kenaikan UMP dampaknya terhadap ketahanan para pelaku
yang berlebihan karena pada kenyataannya bisnis nasional.
terdapat 9 Provinsi yang menetapkan UMP Untuk mendukung daya saing daerah
2014 di atas KHL (kebutuhan hidup layak) yang daerah di Indonesia, APINDO bekerjasama
bertentangan dengan peraturan perundang- dengan Asia Competitiveness Institute (ACI)
undangan. Penentuan UMP menjadi perhatian dari Lee Kuan Yew School of Public Policy,
APINDO mengingat dampaknya yang besar National University of Singapore, melakukan
terhadap aktivitas usaha dan ketenagakerjaan, survei “Daya Saing dan Strategi Pembangunan
terlebih bagi industri padat karya dan usaha 33 Provinsi di Indonesia”. Launching hasil
skala kecil menengah. Data sepuluh tahun studi tersebut dilakukan di Singapore dan di
terakhir menunjukkan bahwa kenaikan UMP Jakarta, yang dilanjutkan dengan serangkaian
tidak diikuti dengan kenaikan produktivitas sosialisasi di daerah-daerah.
artinya terjadi kenaikan biaya per unit produksi, Untuk meningkatkan produktivitas dan daya
dimana di kawasan ASIA Indonesia berada di saing Indonesia di masa depan, pemerintah
posisi terendah kedua di atas Vietnam. Lain harus mampu mengantisipasi kondisi eksternal
halnya dengan China yang kenaikan upahnya berupa ketidakstabilan pasar keuangan global
tinggi namun diimbangi dengan kenaikan pesat dan menurunnya permintaan global. Kebijakan
produktivitas sehingga biaya per unit produksi moneter dan fiskal diharapkan mendukung
turun secara signifikan. dunia usaha untuk mengurangi biaya modal
Untuk meningkatkan kontribusi UKM dalam dan bahan baku yang tinggi. Pemerintah
perekonomian nasional, selain melakukan juga diharap mengurangi subsidi minyak dan
berbagai kegiatan seperti peningkatan kualitas mengembangkan energi baru dan terbarukan

iv Laporan Tahunan 2013


SAMBUTAN KETUA UMUM

untuk mengurangi beban anggaran akibat di dalam dan untuk rakyat. Pemimpin dengan
subsidi yang keliru. Penanganan persoalan modal utama seperti itu yang diyakini dunia
fundamental lainnya yakni infrastruktur usaha akan mampu menggerakkan berbagai
dan konektivitas mutlak diperlukan untuk lapisan masyarakat untuk bekerja bersama
mendukung supply chain industri manufaktur mewujudkan kualitas perekonomian yang lebih
sehingga meningkatkan produktivitas dan daya baik.
saing kita. APINDO akan terus bekerja untuk Indonesia
Dalam hal ketenagakerjaan, harus dilaku- yang berdaya saing tinggi – yang bisa terwujud
kan de-politisasi pengupahan dengan didukung dengan dukungan berbagai pihak. Dalam
implementasi SJSN (sistem jaminan sosial kesempatan ini, saya ingin mengucapkan
nasional) yang baik serta jaminan keamanan terimakasih pertama kali dan terutama kepada
usaha. Dialog sosial pemberi kerja dan puluhan ribu perusahaan anggota APINDO di
pekerja harus diutamakan untuk mencapai seluruh Indonesia, DPP APINDO di 33 Provinsi
kesepemahaman dan kesepakatan dalam dan DPK APINDO di ratusan Kabupaten/Kota
menghadapi persoalan hubungan industrial. di Indonesia, yang memberi mandat kepada
Relasi pengusaha dan pekerja semestinya kami untuk memperjuangkan kepentingan
tidak terjebak dalam penekanan profit sharing dunia usaha dan atas dukungan finansial yang
yang sering menimbulkan pertentangan diberikan. Terimakasih kami juga untuk asosiasi
diametral antara pihak manajemen dengan asosiasi usaha sektoral anggota dan partner
pekerja, namun lebih mengedepankan spirit APINDO serta asosiasi usaha asing yang terus
peningkatan profit. Spirit ini tentu hanya mendukung aktivitas kami. Demikian juga
bisa diwujudkan jika pengusaha secara fair terimakasih untuk para mitra yang telah lama
membagi profit dari peningkatan profit melalui dan terus mendukung kegiatan APINDO seperti
suatu proses joint-consultation manajemen IOE, ACE, NHO, DECP, CTS dan ILO. Kami juga
dan pekerja daripada mekanisme bargaining. menyampaikan penghargaan kepada berbagai
Dalam menghadapi kompetisi global instansi pemerintah terkait yang menjadi mitra
dimana aktivitas usaha Indonesia semakin kami dalam penyusunan kebijakan publik
terintegrasi dalam perekonomian dunia melalui maupun implementasinya.
berbagai kesepakatan perekonomian bilateral, Akhirnya, saya sampaikan terima kasih
multilateral dan internasional, peningkatan kepada semua pihak yang telah memungkin-
produktivitas dan daya saing menjadi kunci bagi kan diterbitkannya Laporan Tahunan APINDO
Indonesia untuk mendapatkan manfaat dari tahun 2013 ini.
integrasi perekonomian global tersebut. Tidak
ada pilihan lain selain mengerjakan berbagai DEWAN PIMPINAN NASIONAL
pekerjaan rumah tersebut untuk tidak terlibas ASOSIASI PENGUSAHA INDONESIA
daya saing negara-negara lain yang terus (APINDO)
berbenah memperbaiki perekonomiannya.
Dalam menghadapi tahun politik 2014,
dunia usaha tidak boleh keliru dalam
memilih pemimpin utama bangsa ini yang
dapat dipercaya dan mampu menumbuhkan
harapan di tengah berbagai pesimisme
bahkan sinisme terhadap kepemimpinan
Indonesia saat ini. APINDO sepenuhnya akan Sofjan Wanandi
mendukung pemimpin yang memiliki hati, Ketua Umum
berbaur dengan rakyat, mau bekerja bersama,

Asosiasi Pengusaha Indonesia v


DAFTAR ISI

II VISI DAN MISI

III SAMBUTAN KETUA UMUM

VI DAFTAR ISI

VIII PENGANTAR

IX STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA


DPN APINDO 2013 - 2018

XX STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DPN APINDO

XXII DAFTAR ALAMAT DEWAN PIMPINAN PROVINSI APINDO

2 BIDANG ORGANISASI & PEMBERDAYAAN DAERAH

16 BIDANG HUKUM & ADVOKASI

22 BIDANG INFORMASI & LAYANAN ANGGOTA

vi Laporan Tahunan 2013


DAFTAR ISI

30 BIDANG HUBUNGAN INTERNASIONAL

46 BIDANG USAHA KECIL MENENGAH (UKM)

64 BIDANG KETENAGAKERJAAN

72 BIDANG PERINDUSTRIAN

76 BIDANG PERDAGANGAN

92 BIDANG KEUANGAN& PERBANKAN

96 BIDANG PERTANIAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN

98 BIDANG PENDIDIKAN, PELATIHAN, PENELITIAN & PENGEMBANGAN

113 BANTUAN KEMANUSIAAN APINDO

114 KEGIATAN DEWAN PIMPINAN PROVINSI

Asosiasi Pengusaha Indonesia vii


PENGANTAR

L
aporan Tahunan ini menyajikan ber- Di tahun 2013 juga diadakan Musya-
bagai kegiatan yang telah dilakukan warah Nasional (Munas) APINDO ke IX di
oleh Dewan Pimpinan Nasional bulan April 2013 yang telah menghasilkan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN beberapa keputusan penting organisasi,
APINDO) sepanjang tahun 2013, Lembaga diantaranya Pembentukan Pengurus DPN
Otonom di bawah DPN APINDO, serta APINDO Periode 2013 – 2018 dimana
secara sekilas menyertakan sebagian Bapak Sofjan Wanandi kembali dipercaya
kegiatan dari DPP (Dewan Pimpinan oleh pengurus dan anggota APINDO untuk
Provinsi) APINDO. kembali memimpin APINDO.

Sebagaimana tema laporan tahunan Rangkaian kegiatan DPN APINDO selama


ini “Bagaimana Indonesia Dapat Me- tahun 2013 dilaksanakan oleh bidang-
ningkatkan Produktivitas dan Daya bidang berikut ini:
Saing”, kegiatan-kegiatan APINDO pada • Bidang Organisasi dan Pemberdayaan
dasarnya bertujuan untuk mewujudkan Daerah
Indonesia yang lebih produktif dan • Bidang Hukum dan Advokasi
berdaya saing. Berbagai kegiatan yang • Bidang Pelayanan dan Informasi
dilaksanakan APINDO merupakan respon Anggota
atas kebijakan-kebijakan dan pelayanan • Bidang Hubungan International
terhadap dunia usaha, yang diharapkan • Bidang UKM
meningkatkan kualitas kebijakan dan • Bidang Ketenagakerjaan
pelayanan. Selain berkontribusi dalam • Bidang Perdagangan
bidang ketenagakerjaan, APINDO juga • Bidang Industri
terlibat dalam berbagai bidang yang • Bidang Keuangan dan Perbankan
mempengaruhi kinerja dunia usaha, • Bidang Pertanian
diantaranya namun tidak terbatas pada • Bidang Pendidikan dan Latihan
bidang perpajakan, perdagangan, industri, (Apindo Training Center – ATC)
energi, infrastruktur, kepabeanan, dan • Lembaga Sertifikasi Profesi Hubungan
UKM. Industrial Indonesia (LSP HII)
• Kegiatan dari DPP APINDO (Provinsi)
Dalam pengembangan organisasi, DPN
APINDO dengan dukungan para partnernya Untuk para stakeholder APINDO, buku ini
melakukan berbagai jenis kegiatan untuk diharapkan dapat memberikan gambaran
pengembangan kapasitas organisasi dan dasar tentang lingkup keterlibatan publik
aktivitas internal organisasi, diantaranya: APINDO dalam mewujudkan Indonesia
perencanaan stratejik, rapat kerja dan yang lebih produktif dan berdaya saing.
koordinasi nasional, musyawarah provinsi,
ILC (international labor conference), dan
lain sebagainya.

viii Laporan Tahunan 2013


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

KETUA KEHORMATAN :

M. Jusuf Kalla

DEWAN PERTIMBANGAN :

SEKRETARIS : KETUA :
Franky O. Widjaja Theodore P. Rachmat

ANGGOTA :

Agung Adiprasetyo Arifin Panigoro Chairul Tanjung Djoni Andhella Eddy Sariaatmadja

Eddy Sugianto Edwin Soeryadjaya Elvyn G. Masassya Erman Suparno H.M. Aksa Mahmud H.M. Sattar Taba Hari Boedi Hartono

Haryanto Adikoesoemo Hasanuddin Rachman James T. Riady Karen Agustiawan Kiki Barki Mardjoeki Atmadiredja Mucki Tan

Nur Pamudji Oesman Sapta Peter Sondakh Prayogo Pangestu Prijono Sugiarto Robert Budi Hartono S. P. Lohia

Sudhamek Sugianto Kusuma Surya Darmadi Suryo B. Sulisto Tahir Trihatma K. Haliman William Katuari

Asosiasi Pengusaha Indonesia ix


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

KETUA UMUM WAKIL KETUA UMUM

DEWAN PIMPINAN HARIAN :

Sofjan Wanandi Chris Kanter

KETUA :

Anton J. Supit Anthony Hilman Benny Soetrisno D.E Setijoso

Eddy Hartono Endang Susilowati Franky Sibarani Fransiscus Welirang

F.X. Sri Martono Handaka Santosa Hariyadi B. Sukamdani Johnny Darmawan Mintardjo Halim

Nina Tursinah Putri K. Wardhani Rachmat Gobel Shinta Widjaja Kamdani Soebronto Laras

x Laporan Tahunan 2013


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

SEKRETARIS UMUM

Suryadi Sasmita

WAKIL SEKRETARIS UMUM :

Herman Kasih Iftida Yasar Lukito Wanandi M. Aditya Warman Sanny Iskandar

BENDAHARA UMUM :
Victor R. Hartono

WAKIL BENDAHARA :
Glenn Sugita Harry Hanawi Yeane Lim

Asosiasi Pengusaha Indonesia xi


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

1. B
IDANG KETENAGAKERJAAN :
• Ananto Harjokusumo
• Deddy Harsono
• Didik P. Sumbodo
• Dipasusila Satia Utama
• Harijanto
• Handoyo Budhisejati
• Harjono Ananto Harjokusumo Deddy Harsono Didik P. Sumbodo Dipasusila Satia Utama
• Inda D. Hasman
• Matheus Sekardianto
• Myra M. Hanartani
• Sarman Simanjorang
• Timoer Soetanto

Handoyo Budhi Sejati Harijanto Harjono Inda D. Hasman

Matheus Sekardianto Myra M. Hanartani Sarman Simanjorang Timoer Soetanto

2. BIDANG HUBUNGAN INTERNASIONAL :


• Ananda Siregar
• Bernadino M. Vega
• Catharina Widjaja
• Chris Septirymen
• Fachry Thaib
• Gautam Naraindras
• Hardini Puspasari Bernadino M. Vega Catharina Widjaja Chris Septirymen Fachry Thaib
• Hendra Widjaja
• Sinta Sirait
• Selo Winardi
• Wahyuni Bahar
• Yos Adiguna Ginting

xii
Gautam Naraindras Hardini Puspasari Hendra Widjaja Sinta Sirait

Selo Winardi Wahyuni Bahar Yos Adiguna Ginting


xii Laporan Tahunan 2013
STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

3. BIDANG PERTANIAN :
• Adikelana Adiwoso
• Arif Rachmat
• Farid Bahar
• Joko Supriyono
• Krissantono
• Sudirman
Adikelana Adiwoso Arif Rachmat Farid Bahar Joko Supriyono

Krissantono Sudirman

4. BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN :

• Christian Wanandi
• Gunawan Tjokro
• Haryono Tjahjarijadi
• Hendrisman Rahim
• Henry Chevalier
• Henrietta Kristanto
• Herris B. Simandjuntak Christian Wanandi Gunawan Tjokro Haryono Tjahjarijadi Hendrisman Rahim
• Hotman Simbolon
• Prijohandojo Kristanto
• Siddhi Widyaprathama
• Tjip Ismail
• Willy S. Dharma

Henry Chevalier Henrietta Kristanto Herris B. Simandjuntak Hotman Simbolon

Prijohandojo Kristanto Siddhi Widyaprathama Tjip Ismail Willy S. Dharma

Asosiasi Pengusaha Indonesia xiii


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

5. BIDANG PERHUBUNGAN DAN ESDM


• Andianto Setiabudi
• Arif Wibowo
• Bani Poespoesoetjipto
• David Hutagalung
• Hari Jaya Pahlawan
• Jobi Triananda
• Lawrence Barki Andianto Setiabudi Jobi Triananda Hari Jaya Pahlawan Lawrence Barki
• Mohamad Afdal Bahaudin
• Muliawan Margadana
• Syakib Bafagih
• Tiffany Johanes

Muliawan Margadana Syakib Bafagih Tiffany Johanes

6. BIDANG INDUSTRI MANUFAKTUR


• Adji Sapta
• Ade Sudrajat
• Ali Soebroto
• Eddy Yusuf
• Eko Rudianto
• Henry C. Wijaya
• I Made Dana Tangkas I Made Dana Tangkas
Ade Sudrajat Eko Rudianto
• Massaruddin
• Noergardjito
• R. Basuki
• Rivana Erni
• Rosalina
• Sumirad Widodo
• Wartam Radjid
R. Basuki Wartam Radjid

xiv Laporan Tahunan 2013


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

7. BIDANG PENDIDIKAN
• Agus Dwijanto
• Bob Azzam
• Darwoto
• Doddy Irawan
• Gama A. Yogotomo
• Ishak A. Muin
• Luki Setiawan
• Sugito Agus Dwijanto Bob Azzam Doddy Irawan Gama A. Yogotomo

• Zulfikar Amiruddin

Luki Setiawan Ishak A. Muin Zulfikar Amiruddin

8. BIDANG INDUSTRI JASA


• Arfan Awaludin
• Ahmad Zaky Amirudin
• Benecditus Sulaiman
• Cecep Rukmana
• Dian Noeh Abubakar
• Johanes Setijono
• Rina R. Maksum Dian Noeh Abubakar Wicaksono Soebroto Yasha Chatab
• Wicaksono Soebroto
• Yasha Chatab

9. BIDANG KETAHANAN PANGAN


• Benny Kusbini
• Glenn Pardede
• Hari Lukmito
• Thomas Darmawan

Glenn Pardede Thomas Darmawan

Asosiasi Pengusaha Indonesia xv


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

10. BIDANG LOGISTIK


• Bambang Soetiono
• Iskandar Zulkarnain
• Moenardji Soedargo
• Stefanus H. Ruspandy
• Sumadi Kusuma

Bambang Soetiono Iskandar Zulkarnain Moenardji Soedargo

Stefanus H. Ruspandy Sumadi Kusuma

11. BIDANG INFRASTRUKTUR


• Evan Kanter
• Franky Lumenta
• Henry Wahyu
• Jeffry Nedi
• Ongki Abdulrachman
• Rama Datau
• Rico Herlambang Evan Kanter
• Zulnahar Usman

12. BIDANG EKONOMI KREATIF


• Amy Wirabudi
• Brata Rafli
• Chris Hardijaya
• Handito Joewono
• Intan Katoppo
• Leoni Agustin
• Sinta Dhanuwardoyo Brata Rafli Sinta Dhanuwardoyo
• Solichin

xvi Laporan Tahunan 2013


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

13. BIDANG UKM - IKM


• Apreyvita Wulansari
• Djoko Wintoro
• Endah Karniasari
• Fachruddin Basalamah
• Gina Karsana
• Indira Abidin
• Miftachul Bari Djoko Wintoro Endah Karniasari Fachruddin Basalamah Gina Karsana
• Nita Yudi
• Nursupriyani
• RM Adji Srihandoyo
• Riza Deliansyah
• Sisdjiatmo K.
Widhaningrat
• Susan Budiharjo
• Syahnan Phalipi Indira Abidin Nursupriyani RM Adji Srihandoyo Riza Deliansyah
• Wulan Maharani Tilaar

Susan Budiharjo Syahnan Phalipi Wulan Maharani Tilaar

14. BIDANG ORGANISASI & PEMBERDAYAAN DAERAH


• Ahmad Bakri Putra
• Djoko Sungkono
• Fernando Ganindito
• Feri Sunardi
• Gema Taruna
• Mansyur Achmad
• M. Alfan Alfian Ahmad Bakri Putra Gema Taruna Syamsul Munir Urip Widodo
• Murniansya Madjid
• Sharmila
• Syamsul Munir
• Tedjodinigrat
• Urip Widodo

Asosiasi Pengusaha Indonesia xvii


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

15. BIDANG HUKUM DAN ADVOKASI


• Arfiyanto Adisastra
• Evert Matulessy
• Hana Nurlela
• Ibrahim Sumantri
• Moh. Syaufii Syamsuddin
• M. Aulia Syaufii
• Perryanto Wahyudi Arfiyanto Adisastra Evert Matulessy Hana Nurlela Ibrahim Sumantri
• Sudirman
• Silva Liem
• Susanto Widjaja

Moh. Syaufii Syamsuddin M. Aulia Syaufii Perryanto Wahyudi Silva Liem

16. BIDANG PERDAGANGAN Sudirman Susanto Widjaja

• Afit Purwanto
• Dharma Surjaputra
• Fernando Hutahaean
• Helga Kumontoy
• Lay Ridwan Gautama
• Josep R. Bica Wicaksono
• I Made Astawa Dharma Surjaputra Fernando Hutahaean Helga Kumontoy Lay Ridwan Gautama
• Megain Wijaya
• Nursalam
• Ratna Sari Loppies
• Roy Sembel
• Sancoyo Antariksa
• Satria Hamid
• Sarwi Notoatmodjo
I Made Astawa Josep R. Bica Wicaksono Megain Wijaya Nursalam

Ratna Sari Loppies Roy Sembel Sancoyo Antariksa Satria Hamid Sarwi Notoatmodjo

xviii Laporan Tahunan 2013


STRUKTUR, KOMPOSISI & PERSONALIA
DPN APINDO 2013 - 2018

17. BIDANG RITEL


• Agus Riandy Sijoatmodjo
• Mira Amahorseya
• Pudjianto
• Tutum Rahanta
• Thomas Farial
• Yongki Susilo
Agus R. Sijoatmodjo Mira Amahorseya Pudjianto

Thomas Farial Tutum Rahanta Yongki Susilo

18. PROPERTI DAN KONSTRUKSI


• Andreas Suharsono
• Ben Susanto
• Eddy Hussy
• Edwyn Lim
• Halim Shahab
• Hadian Pramudika
• Hendra Lesmana Edwyn Lim Setyo Maharso
• Jimmy Sardjono Michael
• Johannes Ongko
• Johannes Archiadi
• Roy Mande
• Setyo Maharso
• Stefanus Ridwan
• Teguh Budiono
• Theresia Rustandi Teguh Budiono Theresia Rustandi

Asosiasi Pengusaha Indonesia xix


STRUKTUR ORGANISASI
SEKRETARIAT DPN APINDO

Direktur Eksekutif Wakil Direktur Eksekutif

P. Agung Pambudhi Diana M. Savitri Chris S. Suhendra

Dept. Head

Sekretaris Ketum,
Informasi & Layanan Anggota

Ani Sulistyowati

Manager Staf

Departemen Iwan Zulkarnain Yoana Yosepin Fitria PS

HRD & General Affair


Penata Kantor

Tri Adi Andri P. Abduloh

Dept. Head Staf

Departemen Organisasi &


Pemberdayaan Daerah

Wahyu Handoko Solikhun

xx Laporan Tahunan 2013


STRUKTUR ORGANISASI
SEKRETARIAT DPN APINDO

Staf

Departemen
Hukum & Advokasi

Sri Winarni Adrinaldi

Dept. Head

Departemen Diana M. Savitri


Hubungan International
Project Mgr Lead Economist Economist

Maya Safira Riandy Laksono M. Rizqy A. Sehat Dinati S.

Dept. Head Staf Project Mgr Project Officer

Departemen
Usaha Kecil Menengah (UKM)

Kanti Widiarti Chandra KP. Indra Kesuma Virlian N.

Dept. Head Staf

Departemen
Keuangan dan Pembukuan

Chris S. Suhendra Rina Yuniawati Nadia Caprisiana

Asosiasi Pengusaha Indonesia xxi


DAFTAR ALAMAT
DEWAN PIMPINAN PROVINSI APINDO

NAD Bengkulu
Ketua : H.M. Dahlan Sulaiman, SE Ketua : M. Basri Muhammad
Jl. Tengku Daud, Beureuh No. 70 E Banda Aceh Jl. Merapi No. 116 Kebun Tebeng Bengkulu
Telp. : 0651 - 227 36, 216 14 Telp. : 0736 - 284 05
Facs. : 0651 - 227 36, 635 554 Facs. : 0736 - 284 05
HP. : 0812 807 98384 HP. : 0811 737 281
E-mail : nad@[Link], E-mail : bengkulu@[Link],
apindoaceh@[Link] apindobengkulu@[Link]

Sumatera Utara Sumatera Selatan


Ketua : Parlindungan Purba, SH, MM Ketua : Sumarjono Saragih
Jl. Sungai Deli No. 21 Medan Jl. Brigjend Hasan kasim Komp. Jaya Raya Garden No.
Telp. : 061 - 773 980 21, 457 5651, 414 4657 C-3 Palembang
Facs. : 061 - 457 5651 Telp : 0711 - 601 0422
HP. : 0812 606 7184 Telp. / Facs . : 0711-824 783
E-mail : sumut@[Link] , HP. : 0812 785 3569
apindosu@[Link], HP. : 0812 711 1744
parlin_senat@[Link] E-mail : sumsel@[Link],
apindo_sumsel@[Link],
Riau hesi_sly@[Link],
Ketua : Helfried Sitompul [Link]@[Link]
Hotel Premiere Lantai 3 Ruang Mulia 9
Jl. Jend. Sudirman No. 389 Pekanbaru Bangka Belitung
Telp. : 0761 - 853 636 Ketua : WFM Nasution
Facs. dan Facs : 0761 - 789 1818 Jl. Air Selan No. 232 Gabek I Pangkal Pinang
HP. : 0813 7067 3994 Telp. : 0717 - 421 793
E-mail : riau@[Link], Facs. : 0717 - 425 6635, 422 007
apindo_riau@[Link] HP. : 0812 784 6046
E-mail : babel@[Link],
Kepulauan Riau elligustina@[Link],
Ketua : Ir. Cahya pur_bpl@[Link],
Kompleks Citra Indah Blok A3 No 1 - 2 Batam Centre, pur_bpl@[Link]
Batam
Telp. : 0778 - 469 955 Lampung
Facs. : 0778 – 467366 Ketua : Yusuf Kohar
HP. : 0812 702 2800 Jl. Gajah Mada No. 17B Bandar Lampung
E-mail : [Link]@[Link], Telp. : 0721 - 258 614
sekretariat@[Link], Facs. : 0721 - 261 327
info@[Link], HP. : 0858 403 473 07
sekretaris@[Link] E-mail : lampung@[Link],
iwanpalem@[Link],
Sumatera Barat
Ketua : Muzakir Aziz Akin Banten
Jl. Ombilin No. 2 Rimbo Kaluang, Padang Ketua : Deddy Djunaedi
Telp. : 0751 - 443390 Jl. Jend. Sudirman Ruko Glodok Blok F 11 Kota
Facs. : 0751 41584 Serang Baru – Serang Banten
HP. : 0852 639 60309 Telp. : 0254 - 914 4849
E-mail : sumbar@[Link], Facs. : 0254 - 212 741
sekretariat@[Link] HP. : 0856 921 178 17
E-mail : banten@[Link],
Jambi dppapindobanten@[Link],
Ketua : Junus Abdullah info@[Link],
Jl. Raden Wijaya No. 92 Jambi
Telp. : 0741 - 420 38 DKI Jakarta
Facs. : 0741 - 420 38 Ketua : Drs. Soeprayitno. MBA; MSc, Ph.D
HP. : 0853 137 64121 Graha Mampang L6 Jl. Mampang Prapatan Raya No.
E-mail : jambi@[Link], 100 Jakarta 12760
tininiki@[Link] Telp. : 021 - 797 0323, 770 365
Facs. : 021 - 797 0018
HP. : 0818 765 485
E-mail : dkijakarta@[Link],
apindodki@[Link],

xxii Laporan Tahunan 2013


DAFTAR ALAMAT
DEWAN PIMPINAN PROVINSI APINDO

Jawa Barat NTB


Ketua : Deddy Widjaya Ketua : Ni Ketut Wolini
Putraco Gading Regenci Jl. Gading Utama Blok K - 3 Jl. Kecubung No. 6 Gomong Lama Mataram
Soekarno - Hatta Bandung 40292 Telp. : 0370 - 634 680
Telp. : 022 - 732 3131, 730 3029 Facs. : 0370 - 634 680
Facs. : 022 - 732 3131 HP. : 0878 636 61953
HP. : 0815 730 046 68 E-mail : ntb@[Link],
E-mail : jawabarat@[Link], nindyanursakinah@[Link]
apindojbr@[Link],
[Link]@[Link] NTT
Ketua : Freddy Ongko
Jawa Tengah Jl. Sunan Gunung Jati 18 Kampung Solor Kupang NTT
Ketua : Frans Kongi Telp. : 0380 - 832 115, 828813
Ruko Semarang Indah Blok E II No. 28 Jl. Madukoro Facs. : 0380 - 831 718
Raya Semarang 501444 HP. : 0812 377 7052
Telp. : 024 - 766 329 90 HP. : 0813 384 60654
Facs. : 024 - 766 329 89 E-mail : ntt@[Link],
HP. : 0812 281 6623 nttdppapindo@[Link],
E-mail : jawatengah@[Link], tarsankupang@[Link],
dpdasmg@[Link]
Kalimantan Barat
DI Yogyakarta Ketua : Maman Surachman
Ketua : Buntoro PT. Erna Djulianti
Gedung Mega Andalan Kalasan (MAK) Jl. Adi Sucipto Km. 5 Pontianak Kalimantan Barat
Jl. Tanjung Tirto N0.34 – 36 Telp. : 0561 - 739 777
Telp. : 0274 – 7838844, 496393, 497068 Facs. : 0561 - 739 828
Facs. : 0274 – 496226 HP. : 0811 570 490
HP. : 0811 268 783 HP. : 08115707584
HP. : 0852 282 18777 E-mail : kalbar@[Link],
E-mail : diyogya@[Link], ed-pers-ro@[Link],
apindodiy@[Link], evo@[Link]
priharsonodrupa@[Link],
imamfriend@[Link], Kalimantan Tengah
supriharsono@[Link] Ketua : Hernica Rasan
Website : [Link] Gedung Batang Garing L3 Kav. 307
Jl. DI Panjaitan No. 1 Palangkaraya 73112
Jawa Timur Telp. : 0536 - 324 2218
Ketua : Alim Markus Facs. : 0536 - 324 2217
Jl. Citandui 22 Surabaya HP. : 0812 513 10561
Telp. : 031 - 561 4865, 5677918 E-mail : kalteng@[Link],
Facs. : 031 - 561 5436 apindo_kalteng@[Link]
HP. : 0815 514 1954
E-mail : jawatimur@[Link],
apindo@[Link], Kalimantan Timur
apindojtm@[Link], Ketua : M. Slamet Brotosiswojo
apindojtm@[Link] Ruko Puri Blok B No. 10 Kompleks Balikpapan Baru
Balikpapan
Telp. : 0542 - 7212466
Bali Facs. : 0542 - 7212488
Ketua : Drs. Panudiana Kuhn, MM HP. : 0852 515 15215
Jl. Menuh No. 1 Denpasar HP. : 0813 473 90212
Telp. : 0361 - 263 243, 751 816 E-mail : kaltim@[Link],
Facs. : 0361 - 263 243, 756 647 apindokaltim@[Link],
HP. : 0812 392 7837 herryjohanes@[Link],
E-mail : bali@[Link], shaa_ree@[Link]
apindobali@[Link],
[Link]@[Link]

Asosiasi Pengusaha Indonesia xxiii


DAFTAR ALAMAT
DEWAN PIMPINAN PROVINSI APINDO

Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara


Ketua : Supriadi DR, Spd, MM Ketua : Gunawan Yiedri
Komplek Ruko 53 Kav. 6, Jl. Lingkar Dalam Jl. Malik Raya No. 33 A, Kendari
Banjarmasin Sulawesi Tenggara 93111
HP. 0811 500 7758, 0813 496 223 22 HP. : 0811 378 696
Telp. dan Fac. : 0511 - 431 5592 E-mail : sultenggara@[Link],
E-mail : kalsel@[Link], gunawan_yiedri@[Link],
[Link]@[Link], pateraitjulang@[Link]
ymsri@[Link],
titipujilestari@[Link] Maluku Utara
Ketua : Christopher Herliem, SH
Sulawesi Utara Jl. Dr. Chasan Boesoirie No. 40 Ternate-Maluku Utara
Ketua : Andre Angoy Telp. : 0921-326 231
Jl. Sarapung No. 3 – 5 Manado 95111 Facs. : 0921-326 231
Telp. : 0431-846457 Telp. / Facs. : 0921-312 8720
Facs. : 0438-866889 HP. : 0812 475 1625
HP. : 0812 443 500 66 HP. : 0813 405 906 22
E-mail : sulut@[Link], E-mail : malukuutara@[Link],
[Link]@[Link], [Link]@[Link]
pangkey@[Link],
[Link]@[Link], Maluku
Ketua : Hellen Sarita de Lima
Gorontalo Hellen S. Koesnadi, SH & Part
Ketua : H. Suharto Puluhulawa Jl. Cendrawasih Gg. Vina SK 3/2 No. 7 Ambon 97123
Jl. Kenangan No. 156 Dulalowo Kec. Kota Tengah – Telp. : 0911-341 257
Gorontalo Facs. : 0911-354 952
Telp. : 0435-824431, 826859 HP. : 0813 432 339 22
Facs. : 0435-826859 E-mail : maluku@[Link],
HP. : 0812 430 2851 hellen_ambon@[Link]
HP. : 0813 561 177 78 johntomasoa@[Link]
E-mail : gorontalo@[Link],
harto_06@[Link], Papua
albertpede@[Link], Ketua : Drs. Simon P. Morin
albertpedealbert@[Link] Jl. Raya Abepantai No. 30 Kel. Awiyo, Abepura,
Jayapura 99351
Sulawesi Barat Telp. : 0967-582 459
Ketua : Drs. Harun, MM Facs. : 0967-582 459
Jl. Emmy Saelan No. 9 Mamuju HP. 0812 105 2980
Telp. : 0426-219 62 HP. 0821 980 722 73 , 0813 448 819 11
Facs. : 0426-219 62 E-mail : papua@[Link],
HP. : 0813 818 374 99 apindopapua@[Link]
E-mail : sulbar@[Link], [Link]@[Link]
[Link]@[Link],
harunmandar@[Link] Papua Barat
Ketua : James Taroreh
Jl. Brawijaya No. 4 Manokwari – Papua Barat
Sulawesi Tengah Telp. : 0986 211723
Ketua : Arthur Pangemanan Facs. : 0986 215281
Jl. Sapta Marga II/2 Palu HP. : 0812 483 0109
Telp. : 0451-487 301 HP. : 0813 808 023 87
Facs. : 0451-456 556 E-mail : papuabarat@[Link],
HP. : 0813 410 153 75 apindopabar@[Link],
E-mail : sulteng@[Link], jamestaroreh@[Link],
moniqueikha@[Link], ramlahaliyafie@[Link]
pantau_lwk@[Link]

Sulawesi Selatan
Ketua : Drs. La Tunreng
Jl. Jend. A. Yani No. 23 Makassar
Telp. : 0411-324 944, 437 059
Facs. : 0411-324 944, 466 3606
HP. : 0813 422 613 83
E-mail : sulsel@[Link],
baktipersada_latu@[Link]

xxiv Laporan Tahunan 2013


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah
Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

PENDAHULUAN
Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Peng- selain untuk silaturahmi juga untuk dialog
usaha Indonesia (DPN APINDO) khususnya tentang permasalahan permasalahan aktual
Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah dunia usaha serta penyampaian informasi-
menyelenggarakan sejumlah kegiatan baik informasi organisasi. Agenda organisasi
terpusat secara nasional maupun di sejumlah lainnya yang dilaksanakan adalah Rapat
daerah selama tahun 2013. Kegiatan- Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov)
kegiatan tersebut pada dasarnya ditujukan untuk menentukan kebijakan organisasi dan
untuk penguatan kapasitas organisasi berikut program kerjanya. Di tingkat nasional, salah
sumber daya para pengelolanya melalui satu kegiatan yang diselenggarakan adalah
kegiatan lokakarya / seminar baik yang Musyawarah Nasional (Munas) yang sangat
dilakukan tersendiri, maupun sebagai bagian penting bagi masa depan Apindo mengingat
dari kegiatan keorganisasian Musyawarah dalam Munas tersebut ditentukan kebijakan
Provinsi (Musprov). Kegiatan lainnya seperti strategis organisasi dan penetapan Ketua
Business Gathering di Provinsi dilakukan Umum yang memimpin kiprah Apindo.

KEGIATAN
1. Musyawarah Nasional IX APINDO
Tahun 2013

Dunia Usaha Maju Indonesia Kuat merupa-


kan tema Musyawarah Nasional (MUNAS)
ke IX Asosiasi Pengusaha Indonesia yang
diselenggarakan pada tanggal 8 - 10 April
2013. MUNAS yang dihadiri oleh kurang lebih
1.000 pengusaha baik dari daerah maupun
tingkat nasional, selain itu MUNAS APINDO
ke IX ini juga dihadiri oleh beberapa Menteri
Koordinator dan Menteri terkait, Gubernur DKI
Jakarta serta para duta besar negara sahabat minggu media cetak maupun elektronika
dan perwakilan organisasi International di tiada henti memberitakan / mempublikasikan
Indonesia. MUNAS APINDO ke IX ini dibuka kegiatan besar ini yang menunjukkan besarnya
oleh Presiden RI dan ditutup oleh Wakil harapan pemangku kepentingan dunia usaha
Presiden RI. Perhelatan besar ini tidak saja terhadap kiprah / karya nyata APINDO khusunya
menjadi perhatian dan memberikan dampak bagi kepentingan dunia usaha di Indonesia.
bagi pelaku usaha di dalam negeri tetapi juga Dalam sambutannya sebelum membuka
memunculkan harapan yang besar terhadap MUNAS APINDO ke IX secara resmi, Presiden
APINDO dari negara-negara sahabat (luar Republik Indonesia, Bapak Dr. Susilo Bambang
negeri) untuk mencoba menjalin kerjasama Yudhoyono mengapresiasi pengusaha yang
bisnis dan investasi dengan kalangan telah berperan aktif membangun ketahanan
pengusaha di Indonesia. Lebih dari 1 (satu) ekonomi Indonesia. Presiden juga mengakui

Asosiasi Pengusaha Indonesia 3


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

APINDO perlu terus menerus memperkuat


kapasitasnya dalam melakukan advokasi
terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah,
terutama mengenai ketenagakerjaan serta
mengakomodir kepentingan dunia usaha.
Berangkat dari semangat dan rekomendasi
MUNAS APINDO ke IX ini, Bidang Organisasi
dan Pemberdayaan Daerah DPN APINDO
kembali mengajak dan mengingatkan bagi
seluruh jajaran APINDO di semua tingkatan
untuk senantiasa bekerjasama untuk saling
masih ada beberapa masalah yang mengganggu menopang, saling melengkapi, bersinergi untuk
perekonomian, misalnya hubungan industrial mewujudkan visi, misi dan tujuan APINDO pada
yang masih diwarnai demonstrasi disertai tahun 2014 yang akan datang.
kekerasan. Presiden mengaku sudah meng- MUNAS ke IX APINDO juga diisi dengan
instruksikan kepada kepala daerah dan aparat dialog nasional yang menghadirkan tiga Menteri
keamanan untuk menjaga situasi sosial dan Koordinator dan para menteri terkait dalam
keamanan “Mari kita semua berperan aktif lingkup koordinasinya. Dialog dimaksudkan
untuk memastikan situasi politik, sosial, dan untuk mendiskusikan masalah-masalah di
keamanan terjaga dengan baik. Aksi-aksi bidang ekonomi, politik, hukum, keamanan,
anarkis buruh, sweeping, penyegelan pabrik, dan kesejahteraan rakyat serta mencari solusi
tidak boleh terjadi lagi. Aparat keamanan dan yang tepat guna menciptakan iklim usaha
kepala daerah harus ikut bertanggung jawab". dan investasi yang kondusif dalam rangka
MUNAS sebagai forum pengambilan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
keputusan tertinggi organisasi, akhirnya secara Rangkaian MUNAS APINDO selama tiga hari
aklamasi memilih Bapak Sofjan Wanandi ini ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden
sebagai Ketua Umum DPN APINDO dan Bapak Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Boediono,
Theodore Rachmat sebagai Ketua Dewan yang dalam sambutannya menggaris bawahi
Pertimbangan Nasional APINDO masa bakti pentingnya kiprah dan peran pengusaha yang
tahun 2013 – 2018. Menyikapi amanat ini, inovatif dalam meletakkan landasan yang
Ketua Umum mengajak seluruh keluarga besar kokoh bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
APINDO untuk terus berbenah diri menghadapi Wapres juga mengajak APINDO untuk
tantangan ke depan yang semakin tidak mudah. berperan aktif menjadi jembatan kontinuitas
Gejolak hubungan industrial yang terjadi di pembangunan dan mengawal kelancaran
tahun tahun 2012 harus dijadikan pelajaran. transisi pemerintahan pada tahun 2014.

4 Laporan Tahunan 2013


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

2. Business Gathering

Business Gathering adalah ajang pertemu-


an bisnis yang diselenggarakan oleh DPN/
DPP APINDO dengan bantuan pembiayaan dari
Mitra kerjasama DPN APINDO dengan NHO.
Pertemuan dikalangan pebisnis ini bertujuan
memberikan informasi terkait potensi investasi
yang ada didaerah maupun informasi makro
terkait perekonomian nasional yang dikaitkan
dengan kebijakan pemerintah pusat maupun
daerah terkait peluang bisnis dan investasi
baik asing maupun domestik. Acara Business S.E., M.M., Ketua DPN APINDO Bapak Anthony
Gathering dihadiri oleh anggota luar biasa / Hilman, serta Direktur Proyek NHO Norwegia
anggota biasa APINDO, Pejabat Pemerintahan Mr. Bjorn Delbaek. Hasil dari forum ini adalah
setempat serta Pengurus / Anggota Asosiasi kepercayaaan dunia usaha terhadap DPP
Sektoral tertentu yang menonjol di daerah APINDO Lampung semakin tinggi. Segala
tersebut. Pada tahun 2013 Business Gathe- keputusan yang diambil oleh dunia usaha di
ring diselenggarakan di 8 (delapan) Provinsi, Lampung selanjutnya menunggu masukan
di bawah ini. dari DPP APINDO Lampung, misalnya masalah
perijinan, ketenagakerjaan, infrastruktur (pe-
2.1 Business Gathering DPP APINDO labuhan) dan lain sebagainya yang meng-
Lampung ganggu iklim investasi.

2.2 Business Gathering DPP APINDO


Nusa Tenggara Timur

“Pentingnya Bisnis dan Investasi yang Kon-


dusif dalam Hubungannya dengan Hubungan
Industrial Ketenagakerjaan di Provinsi Lam-
pung” menjadi tema Business Gathering Tak kurang dari 100 pengusaha lokal dan
yang diadakan DPP APINDO Lampung pada pengurus DPP/DPK APINDO NTT hadir dalam
tanggal 4 Maret 2013 lalu. Tema ini diusung acara Business Gathering yang digelar DPP
guna mengangkat potensi Lampung yang APINDO Nusa Tenggara Timur 15-16 Maret
sangat besar di sektor pertanian, perkebunan, 2013 silam. Mengangkat tema “Hubungan
dan pariwisata. Acara dihadiri lebih dari 150 Industrial yang Dinamis, Harmonis, dan
pengusaha lokal maupun pengurus DPP/ Berkeadilan, Memperkuat Daya Investasi
DPK Apindo Lampung. Turut hadir pula Ketua dan Perdagangan”, Business Gathering ini
DPP APINDO Lampung Bapak M. Yusuf Kohar, menghadirkan narasumber di antaranya Ketua

Asosiasi Pengusaha Indonesia 5


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

Umum DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi, dibuka oleh Asisten II Gubernur NTB Bapak H.
Ketua DPN APINDO Bapak Anthony Hilman, Haris, [Link].
Ketua DPP APINDO NTT Bapak Freddy Ongko Business Gathering ini membahas :
Saputra, serta Direktur Utama Bank NTT Drs. • Hambatan / berbagai kendala dunia usaha di
Daniel Tagudedo. Nusa Tenggara Barat
Dalam acara tersebut Ketua Umum DPN • Konsolidasi internal APINDO dan
APINDO menyerahkan santunan kematian peningkatan kinerja organisasi dalam rangka
dan hari tua program Jamsostek sebesar Rp. pemberdayaan daerah
29.632.430,- kepada ahli waris dan tenaga • Konsolidasi Provinsi dan Kabupaten Kota
kerja alm. Ahmad Syarif. Almarhum Ahmad dalam rangka pengembangan potensi sumber
merupakan peserta Jamsostek dari Koperasi daya alam seperti pertanian (pengembangan
TKBM Kupang yang meninggal pada bulan potensi jagung) peternakan (budidaya sapi
Maret 2013. lokal) perikanan, dan pengembangan potensi
rumput laut.
2.3 Business Gathering DPP APINDO
Nusa Tenggara Barat 2.4 Business Gathering DPP APINDO
DKI Jakarta

DPP APINDO Nusa Tenggara Barat


menggelar Business Gathering & Rakerkonprov
27 Juni 2013 lalu. Mengusung tema “Dunia Business Gathering yang digelar DPP
Usaha Maju, Indonesia Kuat”, acara ini dihadiri APINDO DKI Jakarta pada tanggal 2 Oktober
kurang lebih 100 pengusaha dari berbagai 2013 mengangkat tema “Menyikapi Union
sektor serta pengurus DPP/DPK Apindo Se- Busting, Kriminalisasi Pengusaha dan Antisipasi
NTB. Turut hadir pula Ketua DPP APINDO NTB Pelaksanaan BPJS”, Business Gathering kali
Ibu Ni Ketut Wolini dan Ketua DPN APINDO ini menghadirkan narasumber di antaranya,
Bapak Anthony Hilman. Business Gathering ini Ketua DPN APINDO Bapak Anthony Hilman SH.

6 Laporan Tahunan 2013


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

MBA, Ketua DPP APINDO Bapak Soeprayitno Melalui Business Gathering ini diharapkan
serta Mr. Bjorn Delbaek Direktur Program NHO semua unsur dunia usaha baik yang bergabung
dari Norwegia yang berkesempatan berbagi di APINDO, KADIN dan Asosiasi sektoral lainnya
pengalaman tentang dinamika asosiasi di Kalimantan Tengah bersama Pemerintah
pengusaha dan hubungan dengan Pemerintah daerah siap menyongsong Asean Economic
serta Serikat Pekerja di Norwegia. Community 2013.
Melalui Business Gathering ini diharapkan
anggota DPP APINDO DKI Jakarta khususnya 2.6 Business Gathering DPP APINDO
selalu solid / bersinergi menghadapi dinamika Banda Aceh
hubungan industrial di DKI Jakarta dan
sekitarnya. Business Gathering yang digelar DPP
APINDO Banda Aceh pada tanggal 2 Desember
2.5 Business Gathering DPP APINDO 2013 dengan peserta kurang lebih 100 orang
Kalimantan Tengah mengangkat tema “Dunia Usaha Kuat, Ekonomi
Aceh Tangguh”. Business Gathering dibuka
oleh Asisten II Sekda Aceh T. Said Mustafa
mewakili Gubernur Aceh dan menghadirkan
narasumber Bapak Anthony Hilman SH, MBA
yang mengajak semua unsur pengusaha di
Aceh untuk bersinergi dengan para pemangku
kepentingan perekonomian di Aceh menuju
kesejahteraan umum yang lebih baik.

Business Gathering yang digelar DPP


APINDO Kalimantan Tengah pada tanggal 17
Oktober 2013 mengangkat tema “Kesiapan
Dunia Usaha menuju Asean Economic
Community 2013”, Business Gathering kali ini
menghadirkan narasumber di antaranya, Ketua
KADIN Provinsi Kalimantan Tengah Bapak
H. Tugiyo Wiratmodjo, Ketua DPN APINDO
Bapak Anthony Hilman SH. MBA, serta Bapak
[Link] , Ketua PT ASKES (Persero) Wilayah
Regional VIII.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 7


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

2.7 Business Gathering DPP APINDO Riau 2.8 Business Gathering DPP APINDO
Sulawesi Barat
Business Gathering yang digelar DPP
APINDO Sulawesi Barat dilaksanakan pada
tanggal 28 Desember 2013 dengan peserta
kurang lebih 75 orang mengangkat tema
“Dunia Usaha Kuat, Ekonomi Sulawesi Barat
Tumbuh Menuju Kesejahteraan Bersama”.
Business Gathering DPP APINDO Sulawesi
Barat dibuka oleh Bapak Muh. Hisyam Said
Kepala Bidang Pengembangan Koperasi,
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi
dan UMKM Sulawesi Barat sekaligus sebagai
narasumber yang didampingi narasumber
dari DPN APINDO Bapak Anthony Hilman SH,
MBA, dan narasumber lain dari BRI dan Bank
Mandiri Kantor Cabang Mamuju, Sulawesi
Barat.

Business Gathering yang digelar DPP


APINDO Riau pada tanggal 15 Desember
2013 dengan peserta kurang lebih 100 orang
mengangkat tema “Daya Saing Iklim Investasi
di Indonesia/Riau dikaitkan dengan daya
stabilitas ekonomi, kepastian hukum dan
Kebijakan Upah Buruh”. Business Gathering
dibuka oleh KAPOLDA Riau Brigjen Pol. Condro
Kirono sekaligus sebagai narasumber yang
didampingi narasumber dari DPN APINDO
Bapak Herman Kasih, Kadisnaker Riau Bapak
Nasarudin, Wakajati Riau Bapak Bapak Johanes
Tanak, Kepala BPMPD Riau Bapak Irhas Irfan,
Manajer HRIR CPI Sumatera Operations Bapak
Ariyanto C. Wibisono dan Kepala SKK Migas Anggota DPP APINDO Sulawesi Barat dan
Perwakilan Riau Bapak Bahari Abbas. Pengurus maupun anggota Asosiasi Sektoral
Dalam sambutan pembukaan Bapak yang hadir pada acara ini berkesempatan
Helfried Sitompul Ketua DPP APINDO Riau untuk dialog interaktif baik dengan perwakilan
menyampaikan bahwa Business Gathering Pemerintah yang hadir maupun dengan pihak
ini diharapkan dapat semakin meningkatkan perbankan yang diharapkan dapat memberi
jalinan komunikasi dan kebersamaan kemudahan dalam akses dan pengajuan
baik internal maupun eksternal APINDO pinjaman modal usaha untuk menopang dan
dalam menjawab berbagai isu aktual yang meningkatkan usaha/bisnis khususnya di
berkembang. Provinsi Sulawesi Barat.

8 Laporan Tahunan 2013


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

3. Musyawarah Provinsi (MUSPROV) diantaranya intensitas komunikasi dan konsoli-


dasi organisasi, komunikasi dan koordinasi
Pada tahun 2013 ini Musyawarah Provinsi asosiasi lintas sektor, pelayanan optimal
(MUSPROV) APINDO diselenggarakan di : terhadap anggota dan turut serta mengawal
daya saing usaha khususnya di Kalimantan
3.1 DPP APINDO Nusa Tenggara Timur Tengah.
Setelah penyelenggaraan Bussiness Terpilih sebagai Ketua DPP APINDO
Gathering DPP APINDO menyelenggarakan
Musyawarah Provinsi APINDO Nusa Tenggara
Timur yang dihadiri oleh seluruh DPK APINDO
Se Nusa Tenggara Timur dan secara aklamasi
memilih kembali Bapak Fredy Ongko sebagai
Ketua DPP APINDO Nusa Tenggara Timur masa
bhakti tahun 2013 – 2018.

Kalimantan Tengah masa bhakti tahun 2013-


2018 adalah Bapak Hernica K. Rasan dan
Bapak Ir. Suharspono sebagai Ketua Dewan
Pertimbangan.

3.3 DPP APINDO DKI Jakarta


DPP APINDO DKI Jakarta melaksanakan
Musyawarah Provinsi pada tanggal 19
November 2013. Acara ini dihadiri lebih dari
70 peserta dari unsur pengurus DP P/DPK
3.2 DPP APINDO Kalimantan Tengah Apindo Se DKI Jakarta dan dihadiri pula Ketua
DPP APINDO Kalimantan Tengah melaksa- Umum DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi
nakan Musyawarah Provinsi pada 25 Maret dan Bapak Anthony Hilman SH, MBA Ketua
2013. Acara ini dihadiri lebih dari 50 peserta Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah
dari unsur pengurus DPP/DPK Apindo DPN APINDO.
Kalimantan Tengah serta dihadiri oleh Musprov kali ini selain menghasilkan
nasumber dari DPN APINDO Bapak Anthony tersusunnya kepengurusan yang baru juga
Hilman, SH. MBA. Musprov kali ini selain meng- menghasilkan beberapa rekomendasi
hasilkan tersusunnya kepengurusan yang baru diantaranya intensitas komunikasi dan
juga menghasilkan beberapa rekomendasi konsolidasi organisasi, komunikasi dan
koordinasi asosiasi lintas sektor, pelayanan

Asosiasi Pengusaha Indonesia 9


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

optimal terhadap anggota dan turut serta Terpilih kembali sebagai Ketua DPP APINDO
mengawal daya saing usaha khususnya di DKI Aceh masa bhakti tahun 2013-2018 adalah
Jakarta. Bapak H.M. Dachlan Sulaiman, SE
Terpilih kembali sebagai Ketua DPP APINDO
DKI Jakarta masa bhakti tahun 2013-2018
adalah Bapak Soeprayitno .

4. Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi


(Rakerkonprov) APINDO Se-Nusa
Tenggara Barat

Sebagaimana amanat Anggaran Dasar dan


Anggaran Rumath Tangga APINDO, setelah
3.4 DPP APINDO Aceh penyelenggaraan Bussiness Gathering, DPP
DPP APINDO Aceh melaksanakan Musya- APINDO Nusa Tengara Barat menyelenggarakan
warah Provinsi pada tanggal 2 Desember Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi yang
2013. Acara ini dihadiri lebih dari 60 peserta membahas identifikasi masalah dunia usaha
dari unsur pengurus DPP/DPK Apindo Se Aceh terutama di Nusa Tenggara Barat dan mencari
dan dihadiri pula narasumber dari DPN APINDO solusi bersama serta melaksanakan strategi
Bapak Anthony Hilman SH, MBA Ketua Bidang
Organisasi dan Pemberdayaan Daerah..
Musprov kali ini selain menghasilkan tersu-
sunnya kepengurusan yang baru juga meng-
hasilkan beberapa rekomendasi diantaranya
intensitas komunikasi dan konsolidasi organi-
sasi, komunikasi dan koordinasi asosiasi lintas
sektor, pelayanan optimal terhadap anggota
dan turut serta mengawal daya saing usaha
khususnya di Aceh.

10 Laporan Tahunan 2013


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

digunakan dalam penetapan upah minimum


• Peranan upah minimum dan peranan
perundingan bersama dalam penetapan
upah .
• Ketrampilan bernegosiasi untuk penetapan
upah minimum
Setelah kegiatan ini diharapkan APINDO di
semua tingkatan mempersiapkan dan meng-
koordinasikan perundingan upah minimum.

dalam rangka penciptaan iklim investasi yang


baik, kondusif, harmonis, bermartabat dan
berkeadilan.

5. Lokakarya Penetapan Upah Minimum

DPN APINDO bekerjasama dengan ILO


Jakarta menyelenggarakan Lokakarya Pe-
netapan Upah Minimum di 2 (dua) wilayah
yaitu di Jawa Barat tepatnya di kota Bogor pada
tanggal 18 - 19 Maret 2013 dan Makassar
(Sulawesi Selatan) pada tanggal 21-22 Maret
2013. Peserta kegiatan ini adalah para ketua
DPP APINDO. Adapun pembicaranya adalah
Unsur DPN APINDO, Unsur Serikat Pekerja /
Serikat Buruh dan ILO.
Lokakarya ini bertujuan sebagai forum untuk
bertukar pandangan bagi internal pengusaha
(APINDO) mengenai tantangan-tantangan yang
terkait dengan penetapan upah minimum.
Forum ini juga membuka kesempatan untuk
menangani tantangan-tantangan tersebut
pada tingkat bipartit atau tripartit, dan belajar 6. Launching Buku Analisis Daya Saing
dari wilayah yang lainnya. dan Strategi Pembangunan dan Survei
Agenda Pembahasan : Daya Saing Usaha Tahap Kedua di 33
• Pemaparan mengenai kondisi aktual peng- Provinsi seluruh Indonesia
upahan di Indonesia
• Arah Kebijakan Penetapan Upah menurut Pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi
DPN APINDO dan stabil dalam dua belas tahun terakhir
• Identifikasi tantangan, kekuatan dan telah menempatkan Indonesia sebagai salah
perbaikan yang diperlukan dalam system satu tujuan investasi paling menarik di Asia
penetapan upah minimum Tenggara. Investasi asing di Indonesia telah
• Tren Pengupahan Global meningkat sejak krisis finansial melanda Asia
• Penggunaan data BPS untuk penetapan upah Tenggara pada akhir 1990-an. Pada periode
minimum (perwakilan BPS). Pengumpulan 1993-2003 jumlah investasi asing yang masuk
data BPS pada tingkat nasional dan propinsi: ke Indonesia rata-rata USD 1,8 miliar per
bagaimana cara kerjanya dan bagaimana tahun, sementara pada tahun 2012 investasi

Asosiasi Pengusaha Indonesia 11


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

asing yang masuk mencapai USD 23 miliar. berdasarkan empat variabel, yaitu stabilitas
Kelas menengah yang tumbuh pesat, jumlah makro ekonomi, perencanaan kelembaga-
penduduk yang besar, dan melimpahnya an, iklim usaha dan tenaga kerja, serta
sumber daya alam adalah beberapa faktor pembangunan infrastruktur. ACI menggandeng
yang menarik investor untuk berinvestasi di APINDO dalam melakukan survei kepada
Indonesia. Meski demikian, daya tarik yang pengusaha di daerah guna mendukung pe-
besar ini belum didukung dengan iklim investasi nelitiannya.
yang kondusif dan infrastruktur yang memadai. Hasil penelitian ACI tersebut telah di-
Era otonomi daerah yang memberikan publikasikan dalam bentuk buku berjudul Daya
wewenang ekonomi lebih luas kepada daerah Saing dan Strategi Pembangunan untuk 33
ternyata membawa masalah baru dalam Provinsi Indonesia. Peluncuran buku tersebut
investasi. Pengurusan izin usaha yang berbelit, diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25
aturan yang tumpang tindih, serta tingginya Juni 2013 lalu. Acara ini juga dihadiri Ketua
biaya birokrasi adalah beberapa di antaranya. Umum DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi.
Belum lagi masalah keterbatasan tenaga kerja Dalam sambutannya, Ketua Umum DPN
terampil dan buruknya infrastruktur di daerah. APINDO menekankan bahwa cara terbaik
Padahal daerah adalah tulang punggung dalam membangun perekonomian di era otonomi
peningkatan realisasi investasi yang pada daerah ini adalah dengan memperhatikan
akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi pembangunan daerah. Sofjan juga mendesak
nasional. kepala daerah untuk melakukan reformasi
Mengingat pentingnya peran daerah dalam birokrasi guna memperbaiki iklim investasi di
realisasi investasi, Asia Competitiveness provinsinya masing-masing sehingga Indonesia
Institute (ACI) dari Lee Kuan Yew School of bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan
Public Policy, National University of Singapore, investasinya ke depan.
melakukan penelitian terhadap daya saing 33
Provinsi di Indonesia. Daya saing Provinsi diukur

12 Laporan Tahunan 2013


Bidang Organisasi
& Pemberdayaan Daerah

7. Survei Identifikasi Kebutuhan dan Pe-


nyusunan Buku Pedoman Perilaku
Pengusaha “BERSIH” terkait dengan
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerin-
tah melalui Lelang Sistem Elektronik

DPN APINDO bekerjasama dengan KPPOD,


Kemitraaan dan PT. Siemen Indonesia
menyelenggarakan Sosialisasi dan Need
Assessment Program Pengadaan Barang dan
Jasa Pemerintah Sistem Elektronik di 5 (lima)
daerah, yaitu Bandung, Medan, Makassar,
Yogyakarta, dan Jayapura.

sistem elektronik pengadaan barang dan


jasa (e-procurement) untuk menggantikan
pengadaan barang/jasa secara tradisional yang
dinilai membuka banyak celah penyimpangan.
Selain berfokus pada sosialisasi pentingnya
pengadaan barang dan jasa dengan sistem
elektronik, kegiatan ini juga menjelaskan
prosedur mengikuti proses pengadaan barang
dan jasa pemerintah kepada pihak swasta.
Tindak lanjut dari program ini adalah
diterbitkannya Buku Panduan Perilaku
Bisnis Beretika untuk Sistem Integritas Bagi
Pengusaha (BERSIH) yang bertujuan :
Pengadaan barang dan jasa publik yang • Meningkatnya integritas dan tindakan
efisien dan profesional sangat penting karena anti korupsi dari para pengusaha dalam
terkait erat dengan kualitas pelayanan institusi Pengadaan Barang dan Jasa;
publik terhadap warga negara. Rendahnya • Berkurangnya perilaku koruptif dan anti
kualitas pelayanan publik di Indonesia salah persaingan sehat di kalangan pengusaha
satunya terkait dengan pengadaan barang dan dalam PBJ
jasa yang masih rentan terhadap korupsi. • Mendorong pihak-pihak lain yang terlibat
Dalam kurun waktu 2004 - 2012, jumlah dalam PBJ, termasuk aparatur pemerintah
korupsi terkait pengadaan barang dan jasa yang untuk bersikap transparan, adil akuntabel
ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan bertanggungjawab.
(KPK) mencapai 38 persen dari keseluruhan
kasus yang ditangani. Menyikapi hal ini,
sejak 2010 pemerintah memperkenalkan

Asosiasi Pengusaha Indonesia 13


Bidang Hukum
& Advokasi

Bidang Hukum
& Advokasi

16 Laporan Tahunan 2013


Bidang Hukum
& Advokasi

PENDAHULUAN

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Bidang b. Melaksanakan kegiatan penelitian dan


Hukum dan Advokasi Asosiasi Pengusaha pelatihan dalam rangka peningkatan mutu
Indonesia (DPN APINDO) merupakan wujud dan profesionalisme SDM dalam lingkup
komitmen APINDO untuk menciptakan kondisi dunia usaha baik dilakukan oleh APINDO
hubungan industrial yang harmonis, dinamis, sendiri maupun bekerjasama dengan
dan berkeadilan bagi dunia usaha di Indonesia. lembaga-lembaga profesional lainnya.
Bidang Hukum dan Advokasi pada prinsipnya c. Menggalang kerjasama dengan para
menyelenggarakan 3 (tiga) peran dan fungsi pelaku Hubungan Industrial, baik di
utama APINDO yang terdiri dari: dalam maupun luar negeri, sepanjang
tidak bertentangan dengan asas dan
1. Perlindungan tujuan APINDO serta peraturan peraturan
a. Meningkatkan efekfitas peran APINDO perundang-undangan yang berlaku di
sebagai organisasi yang mewakili Peng- Indonesia.
usaha/Perusahaan di Lembaga-Lembaga
Tripartit baik tingkat Nasional maupun Dalam tataran implementasinya, per-
tingkat Internasional. kembangan ketenagakerjaan dan/atau Hu-
b. Melaksanakan kaidah-kaidah operasional bungan Industrial di Indonesia yang terjadi
Hubungan Industrial Indonesia sesuai hingga saat ini tidak terlepas dari peran aktif
dengan tuntutan-tuntutan era globalisasi Bidang Hukum dan Advokasi DPN APINDO yang
yang berlandaskan kepada kebijakan dituangkan dalam berbagai program kerja dan
Nasional. kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain:
1. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksa-
2. Pembelaan naan UU No.2 tahun 2004 tentang Penye-
a. Memberikan saran / konsultasi dalam lesaian Perselisihan Hubungan Industrial
bidang pengembangan SDM/Ketenaga- (PPHI), termasuk didalamnya berkonsultasi
kerjaan/Hubungan Industrial kepada dan berkoordinasi dengan DPP dan instansi
anggota. teknis terkait seperti Kemenakertrans dan
b. Membantu anggota dalam Penyusunan Mahkamah Agung,
Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian 2. Turut serta dalam perumusan berbagai
Kerja bersama (PKB) beserta teknik-teknik rancangan peraturan pelaksana terkait
bernegosiasi. ketenagakerjaan/Hubungan Industrial Indo-
c. Memberikan saran, tuntunan atau nesia melalui Lembaga Kerjasama Tripartit
pedoman, dan/atau bantuan hukum Nasional (LKS Tripnas);
dalam setiap masalah perselisihan 3. Aktif melakukan sosialisasi berbagai
hubungan industrial kepada anggota. peraturan pelaksana Ketenagakerjaan dan/
atau Hubungan industrial seperti sosialisasi
3. Pemberdayaan Permenaker No. 19 tahun 2012 dan Surat
a. Mengupayakan agar para anggota atau Edarannya, baik dalam bentuk lokakarya
pengusaha memperoleh informasi yang maupun seminar, baik sebagai pemrakarsa
mutakhir tentang perkembangan-perkem- maupun sebagai narasumber.
bangan di bidang Ketenagakerjaan/
Hubungan Industrial melalui berbagai
sarana dan pranata komunikasi.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 17


Bidang Hukum
& Advokasi

KEGIATAN

1. Sosialisasi Pasca Permenakertrans No. Mandiri Lantai 10, Jakarta. Forum tersebut telah
19 Tahun 2012 tentang Syarat-syarat mengadakan diskusi ½ hari dihadiri sekitar 40
Penyerahan Sebagian Pelaksanaan (empat puluh) orang terdiri dari OJK (Otoritas
Pekerjaan Kepada Perusahaan lain Jasa Keuangan), Bank Indonesia, Asosiasi
Perbankan : Perhimpunan Bank-Bank Umum
Menindaklanjuti pembahasan Outsourcing Nasional (Perbanas), Himpunan Bank Milik
pada acara Konvensi Outsourcing Indonesia Negara (Himbara), Asosiasi Bank Pembangunan
2013 yang telah diselenggarakan oleh APINDO Daerah (Asbanda), Asosiasi Bank Syariah
Training Centre (ATC) pada tanggal 2 – 5 April Indonesia (Asbisindo) dan Asosiasi Bank
2013 bertempat di Hotel Grand Mustika Asing. Pertemuan forum tersebut bermaksud
Yogyakarta dengan dihadiri sekitar 500 (lima untuk membuat rekomendasi khusus sektor
ratus) orang dari berbagai asosiasi sektor. perbankan tentang Permenakertrans yang
Beberapa asosiasi sektor mengundang dimaksud.
Ketua Hukum dan Advokasi DPN APINDO ibu
Endang Susilowati sebagai narasumber dengan 1.2 Eurocham Finance Working Group
pembahasan Permenakertrans No. 19 Tahun Meeting
2012 yang telah diundangkan pada tanggal
19 November 2012 dan perusahaan wajib
menyesuaikan dengan ketentuan Permenaker
tersebut selama 1 (satu) tahun sampai tanggal
19 November 2013.
Asosiasi sektor yang mengadakan sosialisasi
Permenakertrans No. 19 Tahun 2012 dan
mengundang Ketua Hukum dan Advokasi DPN
APINDO adalah :

1.1 Forum Human Capital Perbankan


Indonesia (FHCPI)
Eurocham Finance Working Group Meeting
menyelenggarakan pertemuan pada tanggal
14 Mei 2013, bertempat di Finance Club Lantai
27, Graha CIMB Niaga-Jakarta. Pertemuan
ini dihadiri sekitar 30 (tiga puluh) orang dari
berbagai perusahan Eropa di Indonesia dan
beberapa Kedutaan dari Negara-negara
anggota Uni Eropa. Temanya “Implementasi
Permenakertrans No. 19 Tahun 2012 khususnya
tentang implementasi peraturan outsourcing
dan tantangan bisnis”. Tujuannya memberikan
petunjuk untuk menentukan proses kegiatan
utama dan penunjang.
FHCPI menyelenggarakan pertemuan pada Selain itu, Eurocham mengundang pula
tanggal 24 April 2013, bertempat di Plaza sebagai narasumber adalah :

18 Laporan Tahunan 2013


Bidang Hukum
& Advokasi

• Ibu Sri Nurhaningsih Direktur Persyaratan


Kerja Kemenakertrans menyampaikan
materi tentang “Pengembangan petunjuk
pemerintah untuk menentukan kegiatan
utama dan penunjang”;
• Bapak Reza dari Abadi menyampaikan
materi tentang "Perkembangan Pelaksanaan
Permenakertrans No. 19 Tahun 2012”

1.3 Asosiasi Logistik Indonesia (ALI)


Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) merupakan
organisasi profesi nirlaba di bidang Supply
Chain dan Logistic Management (SC & LM).
menyelenggarakan Diskusi Panel tanggal 15
Mei 2013 bertempat di Ruang Audio Visual,
Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Tranportasi
(STMT) Trisakti Jakarta. Acara ini dihadiri sekitar
60 (enam puluh) orang. ALI juga mengundang
Bapak Satrio dari Kamajaya Logistik sebagai
narasumber.
Tema diskusi “Strategi Industri Logistik
Dalam Menyikapi Kontroversi Permenakertrans
No. 19 Tahun 2012”. Tujuan pertemuan ini
untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) bertempat di Hotel Horison Bogor, dengan
dalam rangka membuat rekomendas dihadiri oleh Hakim AdHoc PHI unsur APINDO
dan DPP APINDO di seluruh Indonesia.
Penyelenggaraan pertemuan ini bertujuan
untuk :
1. Melakukan pengawasan dan pengkajian
terhadap produk-produk hukum yang
dihasilkan oleh aparat hukum termasuk
didalamnya praktisi hukum;
2. Melakukan analisis terhadap pertimbangan
hukum mengenai Putusan Majelis Hakim,
atau dakwaan serta jalannya pengadilan;
3. Mendorong para hakim untuk meningkatkan
integritas moral, kredibilitas dan
profesionalitas dalam memeriksa dan
memutus suatu perkara agar tidak menjadi
2. Program APINDO - NHO putuan yang kontroversial.

2.1 Pertemuan Nasional Eksaminasi Putusan 2.2 Forum Forum Konsultasi dan Koordinasi
Hakim AdHoc PHI unsur APINDO Nasional Ketua DPP APINDO, dan Hakim
Program kerjasama APINDO dengan NHO Ad Hoc dan Kasasi unsure APINDO
tahun 2013, khusus bidang Hukum dan Program Kerjasama DPN APINDO dengan
Advokasi telah menyelenggarakan Pertemuan NHO dalam program Pertemuan Nasional
Nasional Eksaminasi Hakim AdHoc PHI Forum Konsultasi dan Koordinasi Nasional
unsur APINDO pada tanggal 27-28 Juni 2013 Ketua DPP APINDO, dan Hakim Ad Hoc dan

Asosiasi Pengusaha Indonesia 19


Bidang Hukum
& Advokasi

Kasasi unsure APINDO Tahun 2013 dengan


tema “Peningkatan Kualitas Putusan Hakim
Ad Hoc PHI Unsur APINDO melalui Konsiliasi
dan Konsultasi” sebagai sarana komunikasi
dan monitoring terhadap produk-produk
hukum yang dihasilkan oleh Hakim Ad-Hoc
unsur APINDO serta wadah sharing informasi
perkembangan dan penerapan Hukum Positif
di Indonesia serta persamaan pandangan
dan persepsi dalam penyelesaian hubungan
industrial. Kegiatan ini telahdilaksanakan
padatanggal 17 -19 November 2013 di Hotel kepada DPP APINDO wilayah kerjanya baik
Sagita, Balikpapan-Kalimantan Timur. terhadap jumlah perkara yang ditangani
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah maupun putusan terhadap perkara yang
sebagai berikut: telah disselesaikan.
1. Melakukan konsultasi dan koordinasi serta 4. Dapat menjadi alat Komunikasi dan moni-
evaluasi terhadap produk-produk hukum toring terhadap proses hukum baik proses
yang dihasilkan oleh Hakim Ad-Hoc unsure beracaranya maupun substansi hukumnya;
APINDO baik pada tingkat pertama maupun 5. Dapat mendorong upaya hukum dapat
pada tingkat kasasi agar dapat menjadi berjalan fair, transparan dan cerdas, sehingga
pedoman dan acuan dalam mengambil dapat mengungkap kasus ini secara tuntas,
putusan yang tepat dan adil pada perkara adil dan bermartabat;
yang sama (jurisprudensi); 6. Merumuskan dan mengevaluasi setiap
2. Sharing informasi mengenai perkembangan program-program kerja bidang hukum dan
dan penerapan hukum terhadap sengketa Advokasi dan memprioritaskan beberapa
Hubungan Industrial khususnya dalam hal program yang mempunyai urgensifitas yang
menyamakan sikap dan pandangan terkait tinggi.
norma hukum dan hukum acara dalam
Hubungan Industrial khususnya berkaitan
dengan futuristic Putusan MK nomor 100/ 3. Pelayan Konsultasi dan Advokasi
PPU-X/2012 tentang kadaluarsa sebagai
pedoman; Memberikan pelayanan kepada anggota
3. Mendorong para hakim untuk meningkatkan berupa informasi, saran, dalam bentuk
integritas moral, kredibilitas dan profe- konsultasi hingga tindakan advokasi
sionalitas dalam memeriksa dan memutus merupakan fungsi utama dan program kerja
suatu perkara dan peningkatan koordinasi Bidang Hukum dan Advokasi. Bidang Hukum
dan Advokasi memberikan pelayanan kepada
anggota mengenai implementasi peraturan
dan kebijakan pemerintah terkait hubungan
industrial di Indonesia berupa konsultasi dan
advokasi kepada anggota serta mengambil
langkah yang tepat dalam menyelesaikan
perselisihan hubungan industrial yang dialami
anggota.
Sejak April hingga Desember 2013 terdapat
2 (dua) Asosiasi Perusahaan, dan 22 (dua puluh
dua) perusahaan yang telah menggunakan

20 Laporan Tahunan 2013


Bidang Hukum
& Advokasi

hak mereka dalam melakukan konsultasi dan ketentuan pembuatan Alur Proses hingga
meminta advis hukum kepada Bidang Hukum masalah outsourcing.
dan Advokasi dengan berbagai permasalahan Advis hukum dan advokasi yang telah
yang mereka hadapi terkait Hubungan Industrial, diberikan kepada Anggota tersebut disesuaikan
khususnya masalah ketenagakerjaan. dengan pokok permasalahan, situasi dan
Terdapat beberapa Permasalahan yang kondisi secara faktual dan ketentuan normatif
dikonsultasikan oleh Anggota tersebut, mulai sesuai dengan peraturan perundangan-
dari permasalahan Demo atau unjuk rasa dan/ undangan yang berlaku yang menjadi rujukan
atau mogok kerja, perselihan hak, perselisihan hukum positif terkait Hubungan Industrial dan
PHK, perselisihan kepentingan, mengenai Ketenagakerjaan di Indonesia.
Perjanjian Kerja (PKWT dan PKWTT), mengenai

Asosiasi Pengusaha Indonesia 21


Bidang Informasi
& Layanan Anggota
Bidang Informasi
& L ayanan Anggota

PENDAHULUAN
Seiring dengan perjalanan panjang peran Perkembangan dunia usaha yang semakin
APINDO yang telah mencapai usia 61 tahun, maju dan senantiasa bergerak menuntut
tahun 2013 merupakan tahun penting bagi kecepatan informasi yang aktual dan tepat yang
langkah organisasi APINDO selama 5 (lima) dirasakan tidak hanya bermanfaat sebagai
tahun kedepan yakni dengan pelaksanaan pengetahuan dasar bagi organisasi maupun
Musyawarah Nasional IX yang telah individu namun tentunya sebagai pintu dalam
mengukuhkan kembali kepemimpinan Bapak memasuki persaingan usaha yang sehat.
Sofjan Wanandi sebagai Ketua Umum APINDO Keberadaan perusahaan anggota menjadi
Periode 2013-2018. Sebagai Organisasi besar bagian penting dalam perkembangan APINDO.
yang mewakili kepentingan dunia usaha saat Beragam kegiatan telah dilaksanakan se-
ini tidak hanya dibidang ketenagakerjaan dan bagai bentuk komitmen dalam memberikan
hubungan industrial, namun APINDO telah pelayanan dan informasi, Departemen Pe-
berusaha mewujudkan iklim usaha nasional layanan dan Informasi selalu berusaha
yang kondusif sehingga dapat memperkuat meningkatkan pelayanan dan jangkauan
perekonomian Nasional. informasi agar dapat diterima oleh seluruh
lapisan stakeholder APINDO.

KEGIATAN
Pada tahun 2013, Departemen Informasi
dan Layanan Anggota konsisten menjalani
kegiatan-kegiatan rutin, antara lain:

1. Kegiatan Bersifat Informasi


Informasi terkini mengenai perkembangan
dunia usaha sangat dibutuhkan baik itu bagi
perusahaan maupun individu, dalam beberapa
kegiatan ini, media informasi yang telah
dilakukan antara lain:

1.1 Members Alert


Setiap minggu anggota luar biasa
(ALB) APINDO dan Pengurus APINDO akan
mendapatkan informasi dan berita-berita
terkini yang berkaitan dengan dunia usaha
baik skala nasional maupun international
yang dikutip dari sumber media cetak maupun
elektronik. Members Alert bertujuan untuk
memberikan update informasi sebagai bahan
referensi bagi para anggota APINDO.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 23


Bidang Informasi
& L ayanan Anggota

1.2 Website
Perkembangan dunia Internet saat ini telah
menjadi kebutuhan primer bagi manusia,
segala macam informasi dan data-data
pendukung tersaji di dalamnya. Sebagai
bentuk pelayanan kepada dunia usaha secara
umum. APINDO menyajikan informasi yang
dapat di akses melalui website DPN APINDO,
yang bertujuan sebagai sarana dan media
bagi penyebaran informasi Kepada Pengurus,
perusahaan-perusahaan Anggota Luar Biasa
APINDO dan Non Anggota DPN APINDO.
Berdasarkan statistik 20 negara asal
terbanyak yang mengunjungi website APINDO
[Link] berasal dari Indonesia
sampai dengan Hungaria.

20 Negara terbanyak pengunjung Website APINDO

No. Negara Kode Halaman Hits Bandwidth

1. Indonesia id 96,061 1,146,023 31.51 GB


2. United States us 50,176 160,361 2.55 GB
3. France fr 11,721 13,713 96.29 MB
4. Thailand th 9,401 10,222 32.35 MB
5. Russian Federation ru 8,363 8,585 34.18 MB
6. China cn 7,138 8,305 204.37 MB
7. Vietnam vn 6,912 7,051 5.36 MB
8. Turkey tr 6,779 6,863 7.18 MB
9. Poland pl 6,120 6,931 50.22 MB
10. Italy it 6,032 6,940 26.91 MB
11. Canada ca 5,871 40,773 780.00 MB
12. Great Britain gb 5,701 7,733 43.83 MB
13. Greece gr 5,495 5,495 3.56 MB
14. Germany de 5,112 8,629 79.26 MB
15. Ukraine ua 4,860 5,077 25.89 MB
16. Netherlands nl 4,518 6,275 51.02 MB
17. Singapore sg 4,044 16,032 226.04 MB
18. Brazil br 3,888 4,837 11.34 MB
19. South Africa za 3,636 3,965 5.90 MB
20. Hungary hu 3,598 3,598 1.43 MB

24 Laporan Tahunan 2013


Bidang Informasi
& L ayanan Anggota

1.3 Konferensi Pers 2. Kegiatan Bersifat Layanan


Saat ini APINDO telah menjadi barometer
informasi tidak hanya bagi dunia usaha namun 2.1 Members Gathering
bagi para media cetak dan elektronika, untuk Tujuan pelaksanaan Members Gathering
itu pelaksanaan konferensi pers menjadi adalah untuk memberikan informasi terbaru
sangat penting dalam penyampaian segala terkait dengan ketenagakerjaan, hubungan
kebijakan dan informasi. industrial dan juga kebijakan Pemerintah lain-
Selama tahun 2013 DPN APINDO telah nya serta sharing informasi dan pengalaman
melaksanakan konferensi pers dengan agenda serta masukan-masukan bagi pelaksanaan
sebagai berikut: khususnya manajemen Sumber Daya Manusia
di tingkat perusahaan. Members Gathering
No. TEMA sendiri pada umumnya dilaksanakan setiap
1. Penandatangan Kerjasama APINDO dengan bulannya. Berikut adalah Tema-tema dalam
Palang Merah Indonesia pelaksanaan Member Gathering di tahun
2. Perkembangan Terkini Situasi 2013:
Perekonomian dan Ketenagakerjaan
No. TEMA
3. Dampak Kenaikan BBM terhadap
Dunia Usaha 1. Informasi Terkini terkait Penangguhan
4. Upah Minimum dan Sistem Jaminan Sosial UMP / UMK tahun 2013 dan Sosialisasi
Konvensi Outsourcing Business Process
5. Economic Outlook 2014 Indonesia Tahun 2013
2. Solusi Bagi Perusahaan dalam
Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja
dan Sistem Aplikasinya
3. Sosialisai Penggunaan Term of Delivery
Cost Insurance Freight (CIF) dalam
Kegiatan Ekspor
4. Mengembangkan Strategi Human Capital
yang Efektif
5. Implementasi Hasil Kesepakatan Ber-
sama Lembaga Kerjasama Tripartit
Nasional tentang Besaran Iuran Jaminan
Kesehatan dan Penerima Bantuan Iuran
6. Konsolidasi dalam Rangka Penetapan
Upah Minimum 2014 serta Masalah
Jaminan Kesehatan dan Pensiun

Narasumber dalam Penyelenggaraan Mem-


ber Gathering berasal dari Pengurus DPN
APINDO seperti Bapak Sofjan Wanandi, Bapak
Suryadi Sasmita, Bapak Aditya Warman, dan
lain-lain; Pejabat Pemerintah diantaranya:
Bapak Gusmardi Bustami Direktur Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian
Perdagangan RI; maupun para profesional di
Konfrensi Pers (Dok. Apindo)
bidangnya masing-masing.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 25


Bidang Informasi
& L ayanan Anggota

Pelaksanaan Member Gathering

2.2 CEO/Owners Gathering

Pelaksanaan CEO/Owners
Gathering

Kegiatan CEO/Owners Gathering ini sangat yang akan bersentuhan langsung dengan
strategis bagi dunia usaha untuk mengetahui dunia usaha.
perkembangan ke depan serta kebijakan- Pelaksanaan CEO/Owners Gathering yang
kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah telah dilaksanakan di Tahun 2013:

No. TEMA NARASUMBER


Bapak Gita Wirjawan
1. Kebijakan Terkini Kementerian Perdagangan
Menteri Perdagangan RI

2. Bapak M. Chatib Basri


Kebijakan Terkini Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan RI
3. Prospek dan Potensi Pariwisata Indonesia Ibu Mari Eka Pengestu
Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI
4. Peran & Fungsi OJK dalam Tatanan Perekonomian Bapak Muliawan Hadad
Indonesia Ketua Otoritas Jasa Keuangan RI

26 Laporan Tahunan 2013


Bidang Informasi
& L ayanan Anggota

3. Kegiatan Khusus Moment Bulan Puasa menjadi kesempatan


yang baik bagi Pengusaha dan Buruh/Pekerja
3.1 Law & Business Forum Kerjasama APINDO untuk introspeksi diri sekaligus sebagai media
dengan Metro TV Pada tanggal 27 Agustus silaturahim agar terciptanya hubungan kerja
2013 dengan tema “Sistem Perpajakan yang Harmonis demi mewujudkan iklim usaha
dan Kepastian Berusaha yang kondusif di Indonesia.

3.2 Silaturahim dan Buka Puasa Bersama


antara Pengusaha-Buruh/Pekerja pada
Tanggal 1 Agustus 2013.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 27


Bidang Informasi
& L ayanan Anggota

4. Pelatihan SMK3

Pelatihan Sistem Manajemen Kecelakaan


Kerja dan Kesehatan Kerja (SMK3) Bersertifi-
kasi bersertifikat dilaksanakan pada tanggal
14-16 November 2013 di Gedung Pertamina
Simpruk, Jakarta.
Perkembangan dunia usaha dan dunia kerja
menuntut perusahaan untuk selalu memelihara
dan meningkatkan mobilitas dan efisiensi.
Pelatihan SMK3
Semua potensi resiko harus dihindari dan
dicegah sebaik-baiknya, khususnya resiko yang
Bidang Informasi dan Layanan Anggota
terjadi karena kecelakaan kerja dan kesehatan
akan terus memberikan pelayanan kepada
kerja. DPN APINDO bekerjasama dengan
perusahaan anggota melalui kegiatan
Organisasi Pengusaha Norwegia (NHO) dan
Member Gathering dan CEO Gathering yang
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
mengangkat informasi dan berita terkini.
RI telah menyelenggarakan pelatihan Sistem
Pemberian informasi lainnya terangkum dalam
Manajemen K3 bagi perusahaan-perusahaan
members alerts, konferensi pers, website.
anggota APINDO dengan tujuan untuk
Pelaksanaan kegiatan yang bersifat pelatihan
mengimplementasikan SMK3 sesuai dengan
maupun seminar akan diupayakan terlaksana
peraturan perundang-undangan dalam rangka
secara berkelanjutan.
menuju standar nasional yang berbudaya K3.
DPN APINDO juga akan melakukan
kunjungan rutin secara berkala ke para
anggotanya untuk berdialog mengenai berbagai
hal yang mempengaruhi kinerja perusahaan
anggota APINDO.
Memberikan pelayanan dan Informasi yang
akurat, aktual dan terpercaya menjadi salah
satu hal penting dilaksanakan tahun 2014,
perbaikan pelayanan dan kecepatan informasi
menjadi harapan untuk mencapai tujuan sesuai
dengan Visi APINDO dalam menciptakan iklim
usaha yang baik dan kondusif.
Dengan pelayanan anggota yang semakin
baik, diharapkan meningkatkan jumlah
Peserta pelatihan berfoto bersama instruktur
perusahaan yang bergabung menjadi anggota
APINDO.

28 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Hubungan Internasional
Bidang
Hubungan Internasional

PENDAHULUAN
Peranan Bidang Hubungan Internasional Dalam konteks ekonomi dan bisnis,
pada Asosiasi Pengusaha Indonesia sebagai kebijakan dan regulasi perlu selaras agar
wadah komunikasi, informasi, representasi, situasi perekonomian kondusif. Kondisi ini
fasilitasi, advokasi serta perumus kebijakan dapat memperluas kesempatan usaha dalam
hubungan luar negeri diwujudkan dengan negeri yang berdaya saing. Dampak globalisasi
melakukan diseminasi atau sosialisasi ekonomi menuntut APINDO perlu lebih
melalui komunikasi hubungan masyarakat berkiprah dalam mengadvokasi kebijakan dan
(public relations). Untuk mendukung misi regulasi internasional melalui tim negosiasi
organisasi, khususnya dalam mewujudkan Perjanjian Perdagangan Bebas antar negara
iklim ketenagakerjaan dan hubungan (Free Trade Agreement – FTA) dan Perjanjian
industrial yang harmonis, dinamis dan Kerjasama Ekonomi (Comprehensive Economic
berkeadilan serta meningkatkan daya Partnership Agreement – CEPA). Peran APINDO
juang dan daya saing Pengusaha Indonesia dalam perundingan Perdagangan Internasional
dalam merepresentasikan dunia usaha tersebut mendukung Keputusan Presiden
Indonesia diberbagai lembaga Nasional dan No. 6 tahun 2013 tentang Pembentukan Tim
Internasional, maka pada tahun 2013 Bidang Nasional untuk Perundingan Perdagangan
Hubungan Internasional secara berkelanjutan Nasional menjadi bagian dari Tim Perunding
memperkuat hubungan internal dan eksternal Indonesia terkait berbagai CEPA/FTA.
melalui kerjasama dengan para mitra dalam APINDO sangat aktif menyampaikan aspirasi
dan luar negeri. dan advokasi terhadap rancangan undang-
Bentuk hubungan dan kerjasama inter- undang perdagangan nasional serta revisi
nasional dari tahun ke tahun diupayakan untuk Daftar Negatif Investasi (DNI) yang diharapkan
lebih menyuarakan Pengusaha Indonesia dapat memberikan kesempatan optimal bagi
melalui wadah organisasi pengusaha di pengusaha dalam negeri dan memberikan
tingkat regional dan internasional. Kerjasama peluang investasi yang saling menguntungkan
internasional yang berkelanjutan dengan bagi investor asing.
mitra asing bertujuan untuk memperkuat Melalui bidang Hubungan Internasional,
kemampuan dan keahlian melalui pengem- APINDO turut pula aktif dalam The Indonesia
bangan organisasi di tingkat pusat dan Service Dialog. Dialog ini melibatkan ke-
daerah, pengembangan UKM binaan lembagaan, para pemangku kepentingan
APINDO, memperkuat koordinasi antara yaitu para pengusaha, pemerintah, peneliti
pusat dan daerah untuk dialog sosial, hukum yang secara teratur melakukan forum publik
ketenagakerjaan dan hubungan industrial dan lokakarya berbasis penelitian untuk
serta memfasilitasi anggota APINDO dalam membahas prioritas dan reformasi dalam
kegiatan pelatihan terkait ketenagakerjaan. upaya meningkatkan pertumbuhan pada
sektor jasa pelayanan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 31


Bidang
Hubungan Internasional

KEGIATAN

1. Kerjasama Program dengan ILO 2. Pertemuan Para Pengusaha dan Ahli


tentang Pekerjaan Layak Nasional untuk Perubahan Dunia Kerja dan Peta
Ketenagakerjaan di ASEAN
APINDO sebagai unsur lembaga Tripartit
Nasional telah menandatangani kerjasama Integrasi Ekonomi ASEAN direncanakan
untuk program Pekerjaan Layak untuk Indonesia. akan berlangsung pada awal 2015. Peristiwa
Sebagai konstituen Organisasi Perburuhan ini merupakan momen sangat penting bagi
Internasional (ILO) maka APINDO turut terlibat Indonesia. Kawasan ASEAN yang terintegrasi
dalam penyusunan dan impolementasi program dengan populasi gabungan lebih dari 600
kegiatan Decent Work Country Program juta orang, dengan wilayah seluas 4,4 juta km
(DWCP). Pada Pakta Lapangan Kerja Indonesia persegi, total produk domestik bruto sekitar US
(PLKI) menegaskan tiga bidang prioritas, yaitu $ 1.500 miliar dan total perdagangan lebih dari
Penciptaan Lapangan Pekerjaan, Hubungan US $ 1.500 miliar merupakan kekuatan ekonomi
Industrial dan Perlindungan Sosial. regional yang besar.
Catatan penting yang telah disampaikan oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) bertujuan
APINDO untuk menciptakan Hubungan Industrial untuk mengubah wilayah ini menjadi pasar dan
yang harmonis adalah ILO sebagai lembaga basis produksi tunggal, pusat pertumbuhan
tripartit internasional dapat memfasilitasi regional lebih dinamis dan kompetitif dengan
dialog sosial yang lebih baik dan efektif melalui integrasi penuh ke dalam ekonomi global.
kelembagaan dan peningkatan kapasitas. Idealnya, Integrasi ASEAN untuk bisnis akan

Kegiatan yang telah dilaksanakan pada program DWCP

No. Project/Workshop / Training Date/Venue

1. Project Research and Policy, ACE develop a position paper on “Key


Labour and Social Constraints and Way Forward for a Successful 2015
ASEAN Integration

2. ILO Tripartite Action to Protect and Promote The Rights of Migrant


Workers in The ASEAN Region

3. Fifth Tripartite Regional Seminar on Industrial Relations in the ASEAN 27 - 28 Feb


Region “Social Dialogue and Labour Law Reform on the Legal and Hanoi, Vietnam
Regulatory Framework on the employment relationship”

4. ILO Asian Knowledge Forum: Realizing Decent Work for Domestic 24 – 26 April
Workers Bangkok, Thailand

5. Expert Meeting on Changing Workplace and Employment Patterns: The 7 - 8 November


Challenges and Opportunities for ASEAN Employers Bali, Indonesia

6. Pertemuan Nasional Persiapan Indonesia Menuju Pertemuan ke-6 22 Oktober


Forum ASEAN tentang Pekerja Migran Jakarta, Indonesia

7. Consultation Workshop on the ASEAN Community 2015: Managing 5 - 6 November


Integration for better jobs and shared prosperity Bangkok, Thailand

8. The Global Conference on Monitoring and Assessing Progress on Decent 18 - 19 November


Work Brussels, Belgium

32 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Hubungan Internasional

Alicia Bala, Deputy Secretary General ASEAN beserta peserta “Expert Meeting -
The Road to the ASEAN Economic Community 2015 and Beyond”, di Bali

berdampak pada akses pasar yang lebih besar Secara umum terlepas dari sektor industri kunci
ke pasar terbesar di dunia, sedangkan bagi para di negara-negara ASEAN, pengetahuan tentang
investor hal ini memberikan kesempatan untuk program dan tujuan ASEAN serta implikasi
memasuki lingkungan yang berdaya saing dan dan peluang untuk bisnis masih dirasa kurang
sumber daya yang beragam di kawasan ASEAN. informasi dan belum ada strategi yang jelas yang
Untuk lebih memahami faktor-faktor yang dilakukan oleh pemerintah dan pelaku bisnis di
mendorong perubahan tersebut, Biro ILO beberapa negara anggota. Intinya tujuan ASEAN
untuk kegiatan para Pengusaha (ACT/EMP) tidak akan tercapai kecuali investor lokal dan
mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh asing dapat meyakinkan bahwa ASEAN adalah
para ahli dan pimpinan organisasi dari sepuluh tempat yang lebih baik untuk berinvestasi
negara anggota ASEAN, termasuk APINDO dan dibandingkan pesaingnya. Demikian yang
anggota Konfederasi Pengusaha ASEAN lainnya, disampaikan oleh Ibu Shinta W. Kamdani, Ketua
spesialis dalam industri rekrutmen, perwakilan APINDO bidang Hubungan Internasional dalam
senior perusahaan, konsultan internasional, sambutannya.
para peneliti terkemuka dari masyarakat
akademik. 3. APINDO dalam Konferensi Perburuhan
Pertemuan ini berlangsung di Bali - Indonesia Internasional
pada tanggal 7 - 8 November 2013. Tujuan per-
temuan membahas gambaran tantangan dalam Konferensi Ketenagakerjaan Internasional
persiapan untuk integrasi ASEAN melalui diskusi (International Labour Conference - ILC) telah
tentang apa artinya dan kepentingan untuk diselenggarakan di Jenewa Swiss, 5 - 20 Juni
bisnis dan para pelaku dan organisasi terkait. 2013. Keberadaan dan peran delegasi Republik
Hasil diskusi ini menjadi masukan kolektif dan Indonesia (DELRI) khususnya unsur Pengusaha
analisis tentang pasar tenaga kerja di kawasan (APINDO) pada ILC ke-102 telah dapat memenuhi
ASEAN. Rekomendasi bersama dapat menjadi semua posisi, yaitu pada Komite Tetap Aplikasi
referensi para organisasi Pengusaha/Bisnis Standar dan Komite-komite Tehnik, seperti:
untuk berpartisipasi aktif dalam debat kebijakan komite Kesempatan Kerja dan Perlindungan
di tingkat nasional dan regional. Sosial dalam Perubahan Struktur Penduduk,
Pada kenyataannya, perusahaan besar dari komite Pembangunan Berkelanjutan Melalui
negara ASEAN sudah aktif berinvestasi di negara- Kerja Layak dan Ramah Lingkungan, serta
negara ASEAN tetangga. BUMN Indonesia komite Dialog Sosial.
telah ber-investasi pada sektor infrastruktur di Peran ini perlu ditingkatkan lagi agar ke-
Myanmar atau Salim Group pada proyek-proyek hadiran DELRI unsur pengusaha menjadi lebih
infrastruktur di Viet Nam, Myanmar dan Thailand. bermakna. Selanjutnya Ketua DELRI unsur

Asosiasi Pengusaha Indonesia 33


Bidang
Hubungan Internasional

tentang Kebijakan Strategis terkait Integrasi


ASEAN 2015 serta agenda lainnya Serah
Terima jabatan Presiden ACE kepada Malaysian
Employers Federation (MEF).
Untuk menanggapi kebijakan strategis
tersebut, APINDO sebagai organisasi yang
merepresentasikan Pelaku Usaha, perlu
mengupayakan terobosan yang merupakan
wujud sumbangsihnya kepada bangsa dan
negara Indonesia. Salah satu elemen dari
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah
F.X Sri Martono, Ketua Delegasi APINDO dan GB ILO
beserta Duta Besar Berkuasa Penuh Swiss dan
liberalisasi mobilitas tenaga kerja (Free flow of
Delegasi Indonesia unsur Tripartit Skilled Workers), jika tenaga kerja Indonesia
tidak mampu bersaing maka kesenjangan
ini akan menyebabkan meningkatnya jumlah
APINDO, Bapak F.X. Sri Martono, Ketua APINDO pengangguran terbuka khususnya pengangguran
Bidang Pelatihan dan anggota Governing Body terdidik usia muda.
ILO (GB ILO) menyatakan pada pidato pleno ILC
ke-102 bahwa dunia ketenagakerjaan dalam
hubungannya dengan globalisasi akan menjadi
semakin komplek. Selain itu ketimpangan dalam
berbagai aspek antara negara maju dan negara
berkembang masih terus perlu diperbaiki. Untuk
itu masalah-masalah yang dibahas pada ILC ke-
102 seperti ketenagakerjaan sektor tenaga kerja
kaum muda, standar ketenagakerjaan, promosi Para Pimpinan dan Eksekutif Organisasi Pengusaha ASEAN
beserta Pimpinan ILO/ACTEMP Geneva dan Bangkok
kelangsungan usaha dan penguatan kapasitas (Regional) pada 38th ACE Annual Meeting, Singapura
ILO perlu dikembangkan sesuai dengan
tuntutan globalisasi. Hal ini bisa dicapai dengan
meningkatkan kerjasama teknis, baik pada Kondisi ini akan menjadikan Indonesia
tingkat nasional, regional maupun internasional. sebagai negara yang paling dirugikan oleh MEA
Peran ILO untuk mencapai tujuan tersebut perlu 2015. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-
ditingkatkan dan selanjutnya agar menjadi salah langkah konkrit sebagai terobosan berani untuk
satu agenda utama PBB. mengatasi masalah ketenagakerjaan yang
membelenggu Indonesia selama ini. Upaya
4. Pertemuan Tahunan Organisasi terobosan dimaksud melalui 3 aspek :
Pengusaha Regional ASEAN ke-38
Perluasan Tenaga Kerja
Di awal tahun 2013, APINDO menghadiri Setiap delegasi APINDO yang melakukan
pertemuan tahunan ASEAN Confederation kunjungan bisnis keluar negeri juga akan
of Employers (ACE) di Singapura tanggal 12 membawa misi penciptaan peluang kerja untuk
Januari 2013. Pertemuan ke-38 pada tahun Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
ini bertujuan untuk mengkonfirmasi hasil APINDO, khususnya para pengusaha yang
pertemuan ACE ke-37 dan mendiskusikan isu- melakukan outsourcing TKI ke luar negeri
isu yang timbul dari pertemuan terakhir tersebut. mendapatkan Mutual Recognition Agreement
Berbagi informasi mengenai perkembangan (MRA) dari partner luar negeri berkaitan dengan
terbaru dalam Hubungan Industrial dan masalah penggunaan tenaga kerja Indonesia pada sektor
Ketenagakerjaan di setiap negara. Membahas jasa tertentu. Pengakuan ini sangat penting untuk
hal-hal yang timbul dari pertemuan ILO dengan mendapatkan pengakuan dan penghargaan para
para anggota ACE pada tanggal 11 Januari 2013 TKI terampil Indonesia di luar negeri.

34 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Hubungan Internasional

Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja


APINDO melalui organisasi dan anggota-
anggotanya perlu menerapkan secara konsisten
pola pelatihan berbasis kompetensi melalui
pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi
(LSP) dan pemberdayaan serta pengembangan
APINDO Training Center (ATC).
Langkah strategis lainnya adalah membentuk
dan memfungsikan lembaga mediasi antara
dunia usaha/industri dengan dunia pendidikan.
Lembaga ini yang nantinya menjadi dapur dari Penasehat Dana Moneter Internasional
penguatan dan perkembangan kompetensi SDM (IMF) untuk Asia Pasifik, Mr. David Cowen telah
Indonesia yang bermanfaat bagi semua pihak. berdiskusi dengan APINDO dan Pengamat
Ekonomi - CORE Indonesia Ibu Hendri Saparini
Hubungan Industrial yang Kondusif yang bertajuk Indonesia-Mengelola Norma
APINDO berupaya menciptakan hubungan Baru Global yang diselenggarakan Asosiasi
industrial yang kondusif melalui perjuangannya Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hotel Grand
untuk merevisi Peraturan Perundangan Hyatt Jakarta tanggal 29 Agustus 2013 yang
Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003) yang masih diikuti sekitar 75 peserta.
dinilai kurang kondusif. Khususnya hal-hal yang IMF memaparkan laporan terbaru ten-
mengatur tentang Penetapan Upah, Kompensasi tang Indonesia kepada anggota Apindo. Pe-
dan Jaminan Sosial. rubahan struktural mencakup reformasi
APINDO sebagai bagian dari organisasi iklim investasi, seperti masalah perburuhan,
yang taat terhadap hukum ketenagakerjaan di untuk bersiap menampung relokasi industri
Indonesia dan juga merupakan anggota dari dari Cina dan negara lainnya ke Indonesia.
organisasi-organisasi internasional yang tunduk Pemerintah juga harus memperluas basis
pada konvensi dan ratifikasi internasional. pajak dan membenahi administrasi pajak untuk
Oleh karena itu, dalam menghadapi MEA 2015 meningkatkan penerimaan. Agar pemerintah
APINDO perlu menegaskan dan mengupayakan mengurangi subsidi energi secara bertahap
Peraturan Perundang tentang Buruh Migran, dan mengalihkannya untuk bantuan langsung
Kerangka & Isi yang jelas dan tegas khususnya tunai kepada kelompok miskin. Pemerintah
tentang Perlindungan, Hak & Kewajiban, sebaiknya mengarahkan anggaran untuk
Jaminan Sosial (Pekerja & Keluarga). APINDO mengembangkan sistem jaminan sosial dan
telah pula mendukung penyesuaian peraturan membangun infrastruktur.
perundangan ketenagakerjaan nasional Dalam kesempatan tersebut, IMF menyoroti
dalam rangka ratifikasi konvensi internasional tingkat upah minimum Indonesia yang relatif
khususnya yang menyangkut Pekerja Migran sangat tinggi dibandingkan dengan negara
kecuali Pekerja PRT (Pembantu Rumah Tangga). lain. Menurut Penasehat IMF tersebut, hal ini
turut memacu inflasi dan berkorelasi dengan
5. Diskusi IMF tentang Dampak tingkat produktivitas yang menentukan daya
Perubahan Lingkungan Global saing di pasar global. ”Indonesia memiliki suplai
terhadap Perekonomian Indonesia. tenaga kerja yang banyak dan sebagian besar
bekerja di sektor pertanian dengan produktivitas
Selama beberapa tahun terakhir Indonesia rendah. Harus ada reformasi struktural untuk
telah menghadapi perubahan besar dalam mengalihkan mereka ke sektor bernilai tambah,”
lingkungan global. Hal ini dipengaruhi pula oleh Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Ibu
kondisi pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Hendri Saparini menguraikan pemerintah atas
Cina dan pasar negara berkembang lainnya. saran IMF meliberalkan sektor pertanian dengan

Asosiasi Pengusaha Indonesia 35


Bidang
Hubungan Internasional

mendorong impor dan mengurangi subsidi. negara yang kaya sumber daya dan dalam
Sektor pertanian nasional yang belum kokoh menuju pembangunan jangka panjang pada
akhirnya kehilangan daya saing menghadapi ekonomi industri yang lebih beragam.
produk impor yang murah dan masuk kapan
saja. Menurut Hendri, pemerintah mengabaikan 7. CEO Update - APINDO Forum
sektor pertanian yang menampung sedikitnya dengan IOE
40 juta tenaga kerja sehingga menjadi penopang
perekonomian nasional. Hendri meminta APINDO sebagai anggota organisasi peng-
pemerintah sadar dan mau membenahi masalah usaha internasional, pada tahun ini berupaya
struktural perekonomian di semua sektor. untuk lebih berpartisipasi dalam memberikan
”Bukan mengutak-atik kebijakan moneter dan prespektif, ide dan gagasan sebagai pengusaha
fiskal semata”. Indonesia. Upaya ini penting diperkuat agar
situasi, kondisi dan potensi Indonesia dapat
6. Presentasi CEO General Electric, menjadi rekomendasi dalam menghadapi isu-
Amerika Serikat isu perburuhan internasional.
Pada forum CEO Gathering, APINDO telah
APINDO bekerjasama dengan KADIN mengundang pejabat IOE Mr. Brent Wilton,
Indonesia dan Departemen Perdagangan Secretary General dan Ms. Siew Sze Lee, Adviser
menyelenggarakan diskusi dengan presentasi for Asia Pacific Regional membahas topik Upah
oleh Jeff Immelt, CEO General Electric, di Minimum, Jaminan Sosial, Ketenagakerjaan
Auditorium Departemen Perdagangan Jakarta dan Dialog Sosial di APINDO Jakarta, Jum’at
pada tanggal 19 Februari 2013. Topik presentasi (8/11/2013). Dalam sambutannya, Mr. Brent
tentang "Kepemimpinan dalam Dunia Baru Wilton menggarisbawahi pentingnya perusahaan
Globalisasi". Forum ini ditujukan untuk para berbagi perspektif dengan APINDO untuk
pemimpin bisnis terkemuka dan pejabat membangun dan memperkuat suara bisnis.
pemerintah dan ide-ide telah disampaikan
tentang isu yang akan mempengaruhi dunia
untuk kurun waktu ke depan, serta rencana
General Electric di Indonesia .
Ide pertama adalah dampak kemandirian
energi di AS dengan memanfaatkan sumber gas
alam yang melimpah , yang akan mempengaruhi
daya saing global. Ide kedua adalah pergeseran
akibat globalisasi dalam mengembangkan
kemitraan lokal dari sebelumnya melalui upaya
Alih Daya (outsourcing). Ketiga, pentingnya
penelitian dan pengembangan daya saing Mr. Brent Wilton, Secretary General IOE dan Ms. Siew
perusahaan sektor manufaktur. Keempat , Sze Lee, Adviser for Asia Pacific Regional serta Mr. Sri
perkembangan teknologi terutama pada media Martono Ketua DPN APINDO dalam kegiatan CEO Gathering
membahas topic upah minimum dan jaminan sosial di
sosial yang dapat mengadopsi data industri yang Jakarta pada tanggal 8 November 2013.
real time, dan dapat diakses dari mana saja di
dunia. Kelima , pentingnya kepemimpinan untuk Berkenaan dengan peningkatan pengawasan
melayani pelanggan dengan lebih baik . internasional dan isu-isu perburuhan di negara-
Indonesia dengan segala potensi dan masih negara berkembang, IOE menekankan bahwa
perlu pembangunan infrastruktur, merupakan perhatian tersebut tidak berarti bahwa Indonesia
negara mitra penting bagi GE sebagai salah harus mengimpor model Barat. Para pengusaha
satu perusahaan infrastruktur terbesar di dunia. perlu bekerja sama dengan pemerintah
Immelt mengatakan bahwa GE ingin mengambil dan pekerja untuk menemukan model yang
bagian dalam perjalanan Indonesia sebagai berkelanjutan di Indonesia sesuai kondisi dan

36 Laporan Tahunan 2013


setempat/komunitas bisnis
lokal dalam kepengurusan
Bidang
serta keanggotaan APINDO
sehingga dapat memperkuat
Hubungan
organisasiInternasional
APINDO di daerah.

Strategic Membantu DPP APINDO


Planning dalam menentukan rencana
strategis dan program
tahunan.
situasi nya untuk mendapatkan hal yang benar
Monitoring Untuk mengetahui
di tempat kerja, khususnya yang berkaitan of Strategic perkembangan perencanaan
dengan pencegahan terhadap kemungkinan Planning strategis yang telah
yang bisa membuat Indonesia rentan terhadap ditetapkan dalam lokakarya
tekanan dari luar. sebelumnya maka dilakukan
Pada sesi tersebut, IOE memberikan argumen pemantauan terhadap
terkait Upah Minimum, bahwa para perusahaan program tersebut.
anggota APINDO dapat mengidentifikasi Upaya mengembangkan
Capacity
dan memberikan data yang relevan untuk Building kompetensi, pengembangan
memfasilitasi upaya lobi APINDO. Beralih sistem dan sumber daya
ke jaminan sosial, IOE akan memperbarui sekretariat agar lebih
rekomendasi pengusaha tentang perlindungan meningkatkan kinerja sesuai
posisi, potensi dan kebutuhan
sosial yang diadopsi dari Konferensi Perburuhan
organisasi.
Internasional tahun 2012. Pengusaha harus
terlibat secara proaktif dalam konsultasi Pembinaan dan Pelatihan UKM
dengan pemerintah mengenai skema jaminan
Pelatihan Tujuan dari pelatihan adalah
sosial, berkontribusi terhadap analisis untuk terbentuknya koperasi UKEA
Manajemen dan
memastikan sistem jaminan sosial yang Desain untuk di Propinsi, terbentuknya
berkelanjutan secara finansial. sektor andalan kemitraan antara UKM/
Laporan Bidang Hubungan Internasional IKM dengan pengusaha
tahun 2013 untuk kerjasama luar negeri besar khususnya anggota,
dengan para mitra dan organisasi pengusaha terbukanya akses kredit
perbankan UKM/IKM.
internasional, sebagai berikut :
Pelatihan Meningkatkan keanggotaan
8. Kerjasama Bilateral Multi-years Pengantar DPN APINDO dari sektor
Confederation of Norwegian Pengelolaan UKM/IKM, meningkatkan
Merek kualitas dan efisiensi serta
Enterprises (NHO) efektifitas produk UKM,
mengembangkan produk
NHO adalah organisasi pengusaha terbesar UKM agar lebih berinovasi,
dan paling berpengaruh di Norwegia. Kemitraan meningkatkan kemitraan
APINDO dengan NHO dimulai sejak tahun 2003. dan pemasaran produk UKM,
Kesepakatan kerjasama difokuskan kepada meningkatkan kemampuan
UKM khususnya brand
pengembangan organisasi di tingkat DPP
management.
(Propinsi) dan DPK (Kabupaten/Kota).
Pengembangan Advokasi dan Sosialisasi
Kerjasama Bilateral Multi-years Peraturan, Perundang-undangan
APINDO dengan NHO Hubungan Industrial
Pengembangan Organisasi
Pertemuan Membahas isu-isu hubungan
Business Menarik atensi dan Nasional industrial, keputusan
Gathering partisipasi para pengusaha Pengurus DPP peradilan hubungan industrial
setempat/komunitas bisnis dan hasil putusan mahkamah
lokal dalam kepengurusan hubungan industrial.
serta keanggotaan APINDO
sehingga dapat memperkuat Pertemuan Membahas putusan hakim
organisasi APINDO di daerah. Nasional peradilan hubungan industrial
untuk Program terhadap kasus di peradilan
Strategic Membantu DPP APINDO Eksaminasi hubungan industrial dan
Planning dalam menentukan rencana untuk menguji kinerja
strategis dan program hakim peradilan hubungan
tahunan. industrial.

Monitoring Untuk mengetahui Pelatihan Sistem Manajemen K3


of Strategic perkembangan perencanaan
Planning strategis yang telah Pelatihan bagi Mengembangkan keahlian
ditetapkan dalam lokakarya Para Auditor Asosiasi Pengusaha
dan kemampuan Auditor Indonesia 37
sebelumnya maka dilakukan SMK3 SMK3, memberikan sertifikat
pemantauan terhadap profesional yang diberikan
dan hasil putusan mahkamah
hubungan industrial.
Bidang
Pertemuan Membahas putusan hakim
Hubungan
Nasional Internasional
peradilan hubungan industrial
untuk Program terhadap kasus di peradilan
Eksaminasi hubungan industrial dan
untuk menguji kinerja
hakim peradilan hubungan
industrial.
peserta dan organisasi mereka dan hal-hal
Pelatihan Sistem Manajemen K3
yang dapat menginspirasi pengembangan lebih
Pelatihan bagi Mengembangkan keahlian lanjut. Tujuan forum ini adalah memperkuat
Para Auditor dan kemampuan Auditor kemampuan peserta untuk mengambil
SMK3 SMK3, memberikan sertifikat inisiatif dalam mengembangkan kebijakan
profesional yang diberikan dan pelaksanaan organisasi mereka pada
oleh pejabat pemerintah yang
bidang Corporate Social Responsibilty (OSH,
berwenang, meningkatkan
jumlah perusahaan anggota Etika, Lingkungan, dan Hak Asasi Manusia).
untuk mendapatkan Hal penting pula untuk menginformasikan
sertifikat Sistem Manajemen prespektif dan trend dunia kerja. Selain itu,
Kesehatan dan Keselamatan dampak akhir dari seminar regional ini akan
Kerja (SMK3). menciptakan lingkungan bekerja yang lebih baik
bagi karyawan pada perusahaan-perusahaan
anggota organisasi.
9. Regional Seminar ke-7
NHO-CEC-VCCI-APINDO 10. The Overseas Human Resources and
Industry Development Association
Regional seminar yang dihadiri 4 (empat) (HIDA)
negara yang tergabung dalam kerjasama dengan
organisasi Pengusaha Norwegia (NHO). APINDO Hubungan kerjasama APINDO dan HIDA
sebagai tuan rumah, telah menyelenggarakan (Jepang) adalah menyelenggarakan pelatihan
pertemuan ini di Batam, Indonesia pada tanggal dalam negeri dan luar negeri yang fokus pada
10 - 12 Desember 2013. bidang Hubungan Industrial, Manajemen
Sumber Daya Manusia dan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja. Pelatihan ini bertujuan
agar peserta pelatihan mendapatkan ilmu baru
tentang sistem kerja di Jepang ataupun negara
peserta lain melalui pola benchmarking.
Program pelatihan yang rutin diselenggarakan
dengan kurikulum HIDA dan Pelatih profesional
Jepang serta program joint study yang dihadiri
oleh 16 negara-negara di Asia Pasifik sebagai
berikut :

No. Nama Program

1. Role of Executive on Better Industrial


Relations in Global Era [ERGE]

2. Trainers' Training Course on Management


Training Program [ERM1]

3. Program on Industrial Relations (IR) and


Human Resource Management (HRM)
[ERPM-1]

Seminar Regional ke-7 ini fokus pada kebijak- 4. Program on Occupational Safety and Health
Management and Work Environment
an dan pelaksanaan organisasi pengusaha
[ERWM]
mengenai tantangan umum yang dihadapi dalam
kehidupan kerja untuk mencapai kesepakatan 5. Program on Industrial Relations (IR) and
dan kerjasama secara terus menerus antara Human Resource Management (HRM)
[ERPM-2]

6. The Refresher Seminar for Former


Participants of NICC Short-term Programs
38 Laporan Tahunan 2013 [ERLX]

7. Joint study “In search of a Global


Standard for better Industrial Relations
2. Trainers' Training Course on Management
Training Program [ERM1]
Bidang
3. Program on Industrial Relations (IR) and
Human Resource Management (HRM) Hubungan Internasional
[ERPM-1]

4. Program on Occupational Safety and Health


Management and Work Environment
[ERWM]
Sesuai pengamatan, permasalahan ini dapat
5. Program on Industrial Relations (IR) and
Human Resource Management (HRM) terjadi karena faktor komunikasi yang tidak
[ERPM-2] memadai dan tidak efektif dan manajemen
menghadapi kesulitan untuk berkomunikasi
6. The Refresher Seminar for Former dengan para pekerjanya. Forum ini difasilitasi
Participants of NICC Short-term Programs
[ERLX]
untuk bertukar informasi dan praktek yang baik
bagi masing-masing peserta yang merupakan
7. Joint study “In search of a Global perwakilan para organisasi pengusaha di
Standard for better Industrial Relations wilayah Asia Pasifik.
Communication”
12. Dutch Employers Cooperation
11. Joint Study IR Communication Program (DECP) dan International
Training Center Turin (ITC ILO)
Untuk pertama kali APINDO menjadi tuan
rumah dalam menyelenggarakan program Joint
Study yang dihadiri oleh perwakilan 16 (enam
belas) negara di kawasan Asia Pasifik. Acara
berlangsung di Jakarta, Indonesia pada tanggal
3 - 6 Desember 2013.

Sofjan Wanandi dengan Special Advisor DECP dan


fasilitator International Training Center of the ILO

Kegiatan kerjasama antara APINDO, DECP


dan ITC ILO di tahun 2013 adalah meneruskan
kegiatan menuju pada suatu wacana baru
dalam rangka perkuatan organisasi dalam
lobi dan advokasi khususnya dalam isu-isu
ketenagakerjaan yang krusial di Indonesia.
Lokakarya yang difasilitasi DECP dan ITC-
ILO kepada APINDO tahun 2013 merupakan
rangkaian pelatihan yang pada tahun lalu
telah dilaksanakan di wilayah Jabodetabek
dan DPP di wilayah pulau Jawa. Tahun ini,
lokakarya mengenai penentuan upah minimum
mengundang Pengurus DPP/DPK dan per-
Topik IR Communication menjadi agenda yang wakilan Dewan Pengupahan unsur APINDO di
terpilih, mengingat IR Communication adalah wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah dan
salah satu komponen penting bagi manajemen wilayah Timur yang bertempat di Bogor dan
perusahaan untuk meningkatkan kemampuan Makasar.
daya saing dan mewujudkan pengembangan Lokakarya bertujuan untuk memperkuat dan
perusahaan yang stabil dan kondusif. Pada meningkatkan kapasitas teknis dalam proses
saat ini, fakta nya di banyak negara mengalami negosiasi upah melalui penelitian, meningkatkan
permasalahan ketenagakerjaan karena kemampuan dalam mengidentifikasi tingkat
pandangan dan kepentingan yang berbeda. upah minimum agar lebih efektif dan
mencapai penyesuaian yang wajar. Pada sesi

Asosiasi Pengusaha Indonesia 39


Bidang
Hubungan Internasional

pembukaan lokakarya di Bogor, Bapak Hariyadi sebagai forum untuk berbagi best practices,
B. Sukamdani, Ketua DPN APINDO bidang mendorong pengembangan pasar, mendorong
Ketenagakerjaan dan Ketua Dewan Pengupahan capacity building, serta pertukaran informasi
Nasional menerangkan bahwa usulan kenaikan dalam rangka memperluas hubungan dagang RI
upah minimum (UM) tahun 2013 rata-rata - Amerika Serikat dan dikoordinasikan bersama
sebesar 30- 50 %, para pengusaha menilai oleh Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi
angka kenaikan tidak rasional. Pada awalnya, Internasional, Kemenko Perekonomian dan
Upah Minimum sebagai safety net tetapi pada Assistant Secretary of Commerce for Market
saat ini menjadi upah standar. Access & Compliance, U.S. Department of
Para pengusaha merasakan keberatan Commerce (USDC) sebagai co-chairs.
dengan kenaikan UM yang tinggi, kondisi ini juga Sejak dibentuk pada tahun 2011, kedua
akan menyebabkan ikut naik “upah sundulan”, negara telah menyepakati lima proyek, yaitu:
terutama bagi pekerja yang memiliki masa kerja (1) Capacity Development for Indonesia ESCO
di atas satu tahun. Tantangan bagi Pengusaha Association (APKENINDO),
apabila terjadi politisasi upah yang kemudian (2) Benefits of Clean and Reliable Electric Power
Kepala Daerah menetapkan upah tanpa Solutions to Indonesia,
persetujuan Dewan Pengupahan Propinsi/Kota. (3) The Indonesian Welding Personnel and Tech-
Selain narasumber dari Pengurus APINDO, nology Improvement Project Initatives,
hadir pula narasumber dari perwakilan Serikat (4) Maximizing the Benefits of a Credit Reporting
Pekerja/Buruh, Badan Pusat Statistik (BPS), dan System, dan
Pusat Pengkajian Pengupahan Nasional (P3N). (5) Innovation & IP Empowerment Workshops.
Materi pembahasan terkait Penggunaan Data Proyek-proyek tersebut sedang dalam tahap
Ekonomi Dalam Penghitungan Upah Minimum, perencanaan dan persiapan untuk di-
Proses Penghitungan KHL dan UMP sebagai implementasikan di tahun 2013 dan 2014.
contoh di wilayah DKI Jakarta. Perwakilan
Serikat Pekerja/Buruh menyampaikan harapan- Berikut keterlibatan perwakilan APINDO
nya agar Pemerintah dalam kebijakan UM tidak dalam sejumlah kegiatan US-Indonesia Com-
membebani para pengusaha dan membawa mercial Dialogue :
kemiskinan terstruktur bagi para Pekerja/
Buruh. Dalam rangka mencegah laju inflasi • 19 Februari 2013, Jakarta, Rapat Steering
yang terlalu tinggi, yang dapat membawa Committe Indonesia, yang telah membahas
dampak kepada daya beli para Pekerja/Buruh project proposal terkait (1) Capacity
yang berpenghasilan UM. Pemerintah harus Development for Indonesia ESCO Association
mencegah terjadinya krisis dengan menjaga (APKENINDO) dan The Indonesian Welding
stabilitas ekonomi, politik, sosial, stabilitas Personnel and Technology Improvement
keamanan serta menjamin adanya kepastian Project Initiatives.
hukum sehingga Indonesia menjadi negara
yang paling kondusif dan aman sebagai tujuan • 4 Juni 2013, Jakarta, Technical Meeting
investasi. dengan pembahasan (1) Perkembangan dan
Implementasi CD Projects (2) Pembahasan
13. US - Indonesia Commercial lanjut terkait Welding Project dan (3)
Dialogue 2013 pembahasan terkait usulan dunia usaha
Indonesia terkait proyek-proyek alternatif yang
Selama tahun 2013 APINDO terlibat aktif dapat disampaikan kepada pihak AS.
dalam Steering Committee Commercial
Dialogue RI – Amerika Serikat yang merupakan • 29 Juli 2013, Jakarta, Rapat Persiapan
working group trade and investment di bawah Penyusunan Potensi Proyek, yang telah
Comprehensive Partnership RI - Amerika membahas sejumlah topik proyek alternatif
Serikat. Commercial Dialogue ini berfungsi termasuk rencana kerjasama branding produk-

40 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Hubungan Internasional

produk UKM Indonesia di AS, (2) Intellectual


Property Rights-IPR untuk paten teknologi di
bidang riset perkebunan (3) Bidang Animasi
(4) Bidang Fashion.

• 20 September 2013, Rapat Steering Committe


Indonesia dalam rangka persiapan High-Level
Meeting Commercial Dialogue pada tanggal 5
Oktober 2013 di Bali.

• 5 Oktober 2013, Bali, Commercial Dialogue kusi yang terbuka mengenai Perkembangan
High Level Meeting di sela-sela pelaksanaan Aktual Sektor Jasa. Dalam lokakarya dibahas
KTT APEC. Pertemuan tersebut dilatarbelakangi berbagai persoalan penting yang harus disikapi
ide dari dunia usaha kedua negara untuk Indonesia termasuk mengenai RCEP & ASEAN,
meningkatkan antusisme dan partisipasi serta Plurilateral Negotiations, APEC & ABAC, dan
memperluas jangkauan kerjasama dunia RUU Perdagangan. Materi pembahasan dalam
usaha dalam kerangka Commercial Dialogue lokakarya tersebut merupakan kesinambungan
RI – Amerika Serikat. High Level Meeting dari dialog mengenai Sektor Jasa yang
tersebut telah dihadiri oleh U.S. Secretary of dilaksanakan sebelumnya oleh Kementrian
Commerce (Ms. Penny Pritzker) dan Chairman Perdagangan. Pembahasan akan dilanjutkan
U.S. Chamber of Commerce didampingi para dengan membahas hasil riset bidang Jasa seperti
CEO senior anggota dari U.S. Chamber of Pariwisata dan Konektivitas, Pendidikan, dan
Commerce (USCC) dan U.S.-ASEAN Business Kesehatan. Para Nara Sumber nasional maupun
Council (USABC). Delegasi Indonesia dipimpin internasional, serta perwakilan dari Kementrian
oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Perdagangan yang mempresentasikan pe-
dan dihadiri Ketua Umum APINDO, Ketua mikirannya adalah Dr Sherry Stephenson
Umum KADIN Indonesia, sejumlah pengusaha (SEADI), Professor Christopher Findlay (Univer-
nasional serta anggota Steering Committee sity of Adelaide), Dr Sjamsu Rahardja (Senior
Indonesia. Economist World Bank), Dr. Yose Rizal (Ketua
Departemen Ekonomi CSIS), Dr. Iskandar
14. Indonesia Service Dialogue Panjaitan (Direktorat Perdagangan dalam
Negosiasi Jasa, Kementrian Perdagangan).
Program APINDO yang didukung USAID ini
diawali dengan menitikberatkan aktivitasnya • Public Forum Indonesia Services Dialogue
pada pengenalan forum Indonesia Services (Surabaya 19 April 2013, JW Marriot Hotel)
Dialogue (ISD) dengan keterlibatan luas para
stakeholder terkait. Aktivitas-aktivitasnya meng- Tujuan dari Forum Publik tentang Sektor
angkat tentang pentingnya sektor jasa dalam Jasa Kompetitif dengan tema “Unlocking Value
perekonomian Indonesia. Adding Potential for 21st Century Business”
Berikut kegiatan-kegiatan utama ISD yang adalah untuk menyediakan kesempatan dialog
telah dilaksanakan: bagi para Menteri Senior Indonesia dan para Ahli
dari APEC dan ABAC dengan Komunitas Usaha
• Policy and Research Workshop I tentang Indonesia beserta para partner usahanya, dalam
Perkembangan Aktual di bidang Jasa dan membahas prioritas prioritas yang berkembang
Isu-Isu yang dihadapi Indonesia (Jakarta, 25 dalam agenda APEC 2013.
Februari 2013, APINDO Training Center) Fokus Forum tersebut membahas Peran
Sektor Jasa mengingat peran pentingnya dalam
Lokakarya tersebut memberikan kesem- pencapaian sukses untuk Pengembangan
patan luas penyampaian isu-isu dan dis- Infrastruktur, yang dimaksudkan untuk mem-

Asosiasi Pengusaha Indonesia 41


Bidang
Hubungan Internasional

Aswicahyono, CSIS, dan “Indonesia Movie Indus-


try: The Impediments to Its Growth” oleh Dr. Titik
Anas, CSIS.

• ISD-KADIN Indonesia “ASEAN Business


Briefing on Services” (Jakarta 26 September
2013, Kadin Indonesia)

Kegiatan ini merupakan bagian dari Seri


Diskusi ASEAN yang diselenggarakan oleh
Kadin-Indonesia untuk mendiskusikan rencana
implementasi Masyarakat Ekonomi (MEA) tahun
2015, khususnya mengenai Kesepakatan
bangun pemahaman mengenai dinamika baru
Kerangka Kerja ASEAN dalam Bidang Jasa - AFAS
regional dan global dalam Perdagangan dan
(ASEAN Framework Agreement on Services).
Investasi, termasuk di dalamnya persoalan
ISD dipilih sebagai partner Kadin-Indonesia
Konektivitas yang Efisien.
untuk menyelenggarakannya mengingat
Pembicara kunci dalam kegiatan ini adalah
keberadaan ISD sebagai Forum Dialog semakin
Bp. Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan RI), Mr.
dikenal oleh para stakeholder di bidang Jasa,
Alejandro Jara (Deputy Director General, WTO),
khususnya untuk mendiskusikan berbagai Hasil
Bp. Sofjan Wanandi (Ketua Umum APINDO),
Penelitian terkait Hambatan dan Kebijakan
[Link] Kanter (Wakil Ketua Umum APINDO)
di bidang Jasa. Beberapa nara sumber yang
dan Bp. Suryo Bambang Sulisto (Ketua Umum
memberikan presentasi adalah: Dr. Sjamsu
Kadin-Indonesia), Bp. Wishnu Wardhana (Ketua
Rahardja (Senior Economist World Bank) dan
APEC Business Advisory Council) dan Dr. Chatib
Dr. Dionisius A. Narjoko (Researcher ERIA –
Basri (Kepala BKPM).
Economic Research Institute for ASEAN).
• Policy and Research Workshop (Jakarta 25
Juli 2013, APINDO Training Center)

Forum ini mempresentasikan dan diskusi


beberapa Paper Penelitian ISD dengan ragam
topic berikut ini: “Pricing Practice in Indonesia
Electricity Service” oleh Dr. Yose Rizal Damuri,
CSIS.
“Trade and Employment in Services, In-
donesia’s Forgotten Sector” oleh Dr. Haryo
Chris Kanter, Wakil Ketua Umum pada “ASEAN Business
Briefing on Services” di Jakarta

15. Forum Bisnis Dengan Organisasi


Pengusaha Asing

Selama tahun 2013, APINDO terlibat dalam


berbagai forum bisnis dengan organisasi
pengusaha dari beberapa negara di dunia,
seperti Vietnam, Jepang, India, Cina,Turki, Swiss,
Firlandia dan Belanda. Forum bisnis antara
APINDO dengan masing-masing negara terutama

42 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Hubungan Internasional

16. European Union Delegation Jakarta


“Advancing Indonesia’s Civil Society
in Trade and Investment Climate
(ACTIVE) Programme”

Proyek kerja sama APINDO dengan Delegasi


Uni Eropa-Jakarta yang sudah berlangsung sejak
tahun 2012 pada prinsipnya bertujuan untuk
memperkuat peran APINDO dalam pengambilan
Shinta W. Kamdani, Ketua Hubungan Internasional
pada Forum APEC 2013 - Bali keputusan dan advokasi kebijakan berdasarkan
analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
negara yang memiliki hubungan dagang yang Program ini secara spesifik memperkuat peran
penting dan strategis guna mempromosikan APINDO dalam memberikan masukan ke para
Indonesia sebagai negara tujuan investasi dan pihak terkait dalam persiapan proses negosiasi
mitra dagang yang dapat diandalkan. Adapun Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif
Business Gathering yang telah dilaksanakan (CEPA) Indonesia dan Uni Eropa. Tujuan spesifik
sebagai berikut : lainnya dari program ini adalah pembentukan
pusat analisis di Sekretariat DPN APINDO.
No. Project/Workshop / Training Date/Venue Sesuai dengan program kerja yang telah
1. Kunjungan Delegasi 14 Maret disusun untuk proyek selama 3 (tiga) tahun
Kementrian Ekonomi dan 2012-2014, berikut beberapa kegiatan yang
Pengusaha Turki
dilaksanakan oleh Tim ACTIVE selama periode
2. Business Matching High 28 Agustus kerja tahun 2013 :
Quality Products Association,
The Embassy of Vietnam
1. Peningkatan Kapasitas Sekretariat APINDO
3. Roundtable Meet KADIN, 26 Agustus
Federation of Indian Tujuan pada lingkup program kerja ini adalah
Chambers of Commerce and untuk membentuk infrastruktur institusi yang
Industry (FICCI) kuat bagi APINDO khususnya dalam perannya
4. Kunjungan Presiden Republik 4 Oktober sebagai pemberi masukan dan informasi yang
Rakyat Cina, H.E. Xin Jinping, konstruktif serta terkini kepada para pemangku
Business Luncheon
kepentingan seperti pemerintah, pihak swasta,
5. Kunjungan PM India, H.E. 10 Oktober dan masyarakat.
Manmohan Singh, CEO
Meeting

6. Winning Team : Indonesia, 24 Oktober


Finland “Up The Value Chain
With Smart Solutions”
The Embassy of Finland,
FinPro the Finish Trade
Promotion Agency

7. Business Luncheon Indonesia 28 Oktober


– Switzerland “Towards
Deeper Economic Relations
Through Comprehensive
Economic Partnership”

8. Indonesia – Netherlands 20 November


Business Forum, “Going
Forward Together”
KADIN, VNO-NCW, the Pelatihan peningkatan kapasitas mengenai advokasi
Embassy of the Kingdom of untuk sekretariat di Belitung
the Netherlands, Indonesian
Netherlands Association (INA)

Asosiasi Pengusaha Indonesia 43


Bidang
Hubungan Internasional

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi : • Pembentukan Tim Negosiasi APINDO untuk


• Pelembagaan Tim Kajian Kebijakan APINDO CEPA Indonesia-Uni Eropa. (November 2013)
(Analysis Unit of APINDO). Dua orang Ekonom • Sosialisasi CEPA Indonesia-EU di Makassar
serta Advisor proyek terlibat aktif dalam (20 Februari 2013) dan Batam (17 Desember
penyusunan 2 (dua) publikasi yang telah 2013).
diterbitkan APINDO yaitu: 1) Energi Alternatif • Penyusunan positioned paper dan executive
Bio-diesel, dan 2) APINDO Economic Outlook summary APINDO mengenai Indonesia-EU
2014. (September - Desember 2013) CEPA sebagai bentuk rekomendasi awal dari
• Pelatihan Strategi Komunikasi sebagai dunia usaha nasional berjudul “In facing
Penguatan Sekretariat di Jakarta. (26-27 Indonesia-European Union Comprehensive
November 2013) Economic Partnership Agreement perspec-
• Peningkatan Kapasitas tentang Advokasi tive from Indonesia’s Business Sector”.
Kebijakan CEPA untuk Sekretariat DPN APINDO (November–Desember 2013).
di Belitung. (21-23 Desember 2013).

2. Advokasi Kebijakan FTA/CEPA


Seiring dengan peran APINDO yang makin
meluas sesuai dengan perkembangan dunia
usaha di Indonesia, selain kontribusinya dalam
bidang ketenagakerjaan, sejak tahun 2012
APINDO juga terlibat dalam 12 bidang lainnya
yang mempengaruhi kinerja dunia usaha.
Dalam hal peningkatan iklim investasi di
Indonesia, melalui program ACTIVE, APINDO
mempersiapkan konsep masukan hal hal Sosialisasi CEPA Indonesia-EU di Batam
penting dalam persiapan perundingan CEPA Tampak Dubes EU untuk Indonesia, H.E Olof Skoog
Indonesia – Uni Eropa.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi : 3. Peningkatan Kualitas Komunikasi
• Finalisasi penyusunan dan publikasi working Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan
paper mengenai studi terhadap dampak Free memperkuat jangkauan media terhadap APINDO
Trade Agreement (FTA) antara ASEAN dan serta mengembangkan jalur komunikasi yang
Cina yang berjudul “Indonesia-China Trade efektif dan efisien dengan para pemangku
in ACFTA: Mapping of Competitiveness and kepentingan khususnya masyarkat dengan
Specialization” (Januari 2013, publikasi : mengoptimalkan penggunaan berbagai fasi-
Oktober 2013) litas komunikasi yang ada, seperti website
• Survey Dampak ACFTA terhadap usaha di APINDO, serta penggunaan social media untuk
Indonesia, dan publikasi Executive Summary: mendapatkan jangkauan berita yang lebih luas
The Impact of ACFTA on Indonesian Businesses. terhadap kinerja APINDO. Kegiatan yang telah
Selain dibagikan kepada para pemangku dilaksanakan berupa: pembaharuan konsep
kepentingan, publikasi ini didistribusikan dan materi website APINDO, penyusunan blue-
pertama kali di konferensi European Union- print strategi komunikasi APINDO, dan pelatihan
Indonesia Business Dialogue (EIBD) pada komunikasi bagi Personil DPN dan DPP APINDO,
21-22 Oktober 2013, sekaligus memperkuat serta ATC (Apindo Training Center).
keterlibatan ACTIVE dengan pemangku
kepentingan lainnya yakni Kadin Indonesia.

44 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)
Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

PENDAHULUAN
APINDO adalah organisasi pengusaha yang kredit oleh perbankan diharapkan dapat
mewakili kepentingan dunia usaha di bidang menjadi mesin pendorong perekonomian bagi
ketenagakerjaan, hubungan industrial dan UKM-IKM. Dengan demikian UKM-IKM tetap
mewujudkan iklim usaha dan investasi nasional dapat berperan penting dalam perekonomian.
yang kondusif. Selain menjalankan agenda 2. Keterbatasan Akses Pemasaran
utamanya, APINDO juga menaruh perhatian Para pelaku UKM-IKM secara umum mempunyai
besar pada pengembangan dan penguatan UKM jaringan pasar yang terbatas, sehingga belum
(Usaha Kecil Menengah) dan IKM (Industri Kecil mampu mengakses pasar secara keseluruhan.
Menengah) sebagai pendukung perekonomian 3. Keterbatasan Akses Manajemen Keuangan
Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan Sebagian besar manajemen keuangan UKM-
UKM tahun 2012 mencatat bahwa UKM-IKM IKM masih dikerjakan secara sederhana dan
memberikan kontribusi sebesar 58.50% dari total manual. Hal inilah yang menjadi keunikan UKM-
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Jumlah IKM, yaitu tidak mempunyai informasi yang
UKM-IKM di tahun 2012 sebesar 56.534.591 terorganisasi dengan baik mengenai kondisi
unit; mampu menyerap tenaga kerja sebanyak keuangan mereka.
107.657.510 orang. 4. Isu Struktural Yang Dihadapi Pelaku UKM-IKM
UKM-IKM juga berperan strategis sebagai meliputi:
jaring pengaman masyarakat nasional dalam a. Tingginya impor jumlah bahan baku, bahan
menghadapi krisis dan gejolak perekonomian. setengah jadi dan komponen seluruh
Keberadaan UKM-IKM yang kuat dapat produksi.
menjadi modal pembangunan perekonomian b. Kurangnya penguasaan dan penerapan
serta “bantalan” dalam menghadapi gejolak teknologi (masih banyak jenis “penjahit” dan
perekonomian global. UKM-IKM dinilai sebagai “perakit”).
tulang punggung perekonomian nasional, c. Rendahnya kualitas sumber daya manusia,
khususnya bagi negara-negara anggota ASEAN; sebagaimana tercermin dalam tingkat
hal ini dipertimbangkan atas dasar jumlah pelaku pendidikan tenaga kerja.
dan penyerapan tenaga kerja UKM-IKM yang d. Belum banyaknya integrasi UKM-IKM
cukup banyak. nasional dengan perusahaan besar dalam
Asian Development Bank (ABD) menyebutkan rantai kemitraan.
bahwa 30% UKM-IKM dimiliki oleh perempuan 5. Liberalisasi Perdagangan Jasa Dan Barang
dan dari 70% tersebut sebanyak 30% dikelola oleh Dalam kerangka regional dan global, UKM-IKM
perempuan. Oleh karenanya peranan perempuan nasional menghadapi tantangan yang berat karena
dalam perkenomian cukup besar meskipun di persaingan yang semakin ketat di era liberalisasi
beberapa tempat perempuan masih mengalami perdagangan. Untuk itu UKM-IKM nasional harus
perlakuan diskriminasi dalam menjalankan dapat meningkatkan daya saingnya agar dapat
usaha. UKM-IKM terutama perempuan masih memperoleh manfaat dari era liberalisasi ini.
banyak mengalami kendala dalam hal kebijakan, Sebagai kontribusi APINDO terhadap UKM-
keahlian, pengetahuan manajemen, infrastruktur, IKM, melalui Bidang UKM-IKM, APINDO telah
modal, pengemasan, pemasaran dan lain-lain. melakukan serangkaian kegiatan yang terkait
Isu utama UKM-IKM meliputi: dengan hal tersebut antara lain: pemberdayaan
1. Keterbatasan Akses Modal dan pengembangan UKM-IKM, penguatan
Para pelaku UKM-IKM secara umum bersifat pengarustamaan jender, program pemberdayaan
non-bankable, yaitu tidak mempunyai asset angkatan muda (youth employment), program
legal yang memadai sebagai jaminan ke bank. pekerja anak, kerjasama program penanganan
Hingga saat ini, perbankan masih menjadi penderita cacat, HIV-AIDS, CSR dan program
sumber utama pembiayaan investasi dinegara terkait lainnya.
berkembang seperti Indonesia. Penyaluran

Asosiasi Pengusaha Indonesia 47


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

KEGIATAN
Kegiatan Bidang UKM-IKM meliputi 4 Sub 1. KERJASAMA APINDO dengan
Bidang: KONFEDERASI BISNIS DAN INDUSTRI
1. Sub Bidang UKM-IKM dan Perempuan NORWEGIA (NHO)
Pengusaha
Pemberdayaan UKM-IKM dan Perempuan Kerjasama APINDO dengan NHO dalam
Pengusaha seluruh Indonesia melalui pengembangan UKM-IKM telah berlangsung
pelatihan, kemitraan pasar dan sumber beberapa tahun terakhir. Melanjutkan
pendanaan. Penguatan UKM-IKM melalui kegiatan di tahun sebelumnya, bidang UKM
Koperasi UKEA di daerah, sosialisasi APINDO memberikan dukungan pada UKM
mengenai Social Compliance untuk UKM- dalam peningkatan kemampuan manajemen,
IKM yang berorientasi Ekspor, sosialisasi pengemasan produk, dan pemasarannya.
program K3 di UKM-IKM.
2. Sub Bidang Perempuan Pekerja
Mengintensifkan program Produktifitas
untuk meningkatkan kemampuan dan
keterampilan perempuan agar mampu
melaksanakan pekerjaan secara profesional
dan mampu mandiri.
3. Sub Bidang Jender
Pembentukan kesadaran, pemantauan,
advokasi dan pemberdayaan jender terkait
masalah Diskriminasi sampai Sexual
Harassment.
4. Sub Bidang Sosial
Berperan aktif dalam pemberdayaan
masyarakat melalui program pengentasan
pekerja anak, pekerja paksa, 1.1 Pelatihan Manajemen dan Disain
mempromosikan dan mendorong pekerja Selama tahun 2013 APINDO melakukan
layak, penyandang disabilitas, HIV-AIDS pelatihan Manajemen dan Disain Produk di
dan penyakit wabah yang lain, penderita beberapa daerah Provinsi berikut ini.
ketergantungan Narkoba dan termasuk
pemberdayaan keluarga mandiri (KB). DPP APINDO KALIMANTAN BARAT
Kegiatan pelatihan dilaksanakan tanggal
Mitra kerjasama bidang UKM-IKM DPN 5-6 Maret 2013 di Hotel Mercure-Pontianak,
APINDO berasal dari berbagai institusi di dalam Kalimantan Barat dengan peserta 61 UKM-IKM
negeri maupun luar negeri. Intitusi dalam dari sektor fashion & asesoris dan makanan &
negeri yang bekerjasama dengan APINDO dari minuman (kemasan) terdiri dari 38 orang.
berbagai kementrian dan lembaga Negara,
asosiasi usaha, perbankan, BUMN, perguruan DPP APINDO SULAWESI BARAT
tinggi dan media TV. Sedangkan dari institusi Kegiatan Pelatihan dilaksanakan tanggal
luar negeri diantaranya ILO, lembaga donor, 25-26 Juni 2013 di Villa Bogor Leppe Majene,
asosiasi usaha asing diantaranya dari Swedia Sulawesi Barat dengan peserta 67 UKM-IKM
(CTS) dan Norwegia (NHO), dan kedutaan besar dari sektor fashion & asesoris dan makanan &
Negara sahabat di Indonesia. minuman terdiri dari 32 orang.

48 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

1.1.3 DPP APINDO NUSA TENGGARA BARAT ditahun ke-8 ini mengangkat sebuah tema
Kegiatan Pelatihan dilaksanakan tanggal “Simfoni Khatulistiwa“. Kegiatan Pelatihan
3-4 Oktober 2013 di Hotel Lombok Raya, dilaksanakan 6-7 Juli 2013 di Jogya Expo
Mataram, NTB dengan peserta 28 sektor Center, Jogjakarta dengan peserta 50 UKM-
asesoris (Mutiara) dan 26 Sektor fashion IKM dari Sektor Fashion dan Asesoris.
(Tenun, anyaman). Tujuan Kegiatan : untuk menemukan jati diri/
soul yang kuat berkarakter sebagai alternatif
diferensiasi dan value added bagi produk-
produk fashion demi mendukung kemajuan
industri mode di Jogjakarta khususnya dan
Indonesia umumnya

1.3 WEBSITE
Website [Link] se-
bagai sarana informasi dan perluasan jejaring
UKM terus diupayakan perbaikan kualitasnya
dengan menambahkan jumlah anggotanya
dan juga agar semakin luas cakupan
kemanfaatannya.

1.2 JOGJA FASHION WEEK 2013


Merupakan media apresiasi dan promosi
antara produsen fashion dan masyarakat
konsumen maupun pemerhati, yang mana
dalam kurun waktu 8 tahun selalu peduli pada
hasil produk fashion yang mengangkat seni
budaya bangsa Indonesia.
Jogja Fashion Week merupakan sebuah
event tahunan yang selalu mendorong
tumbuh kembangnya produsen busana yang
merupakan home industry dan usaha kecil
menengah menuju kesempurnaan. Dimana

Asosiasi Pengusaha Indonesia 49


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

1.4 RUKEMA (RUMAH KEMAS APINDO)

Rumah Kemas APINDO (RUKEMA), adalah


perusahaan kemasan khusus untuk UKM-IKM
Indonesia. RUKEMA didukung oleh APINDO
untuk meningkatkan daya saing produk
UKM-IKM melalui desain kemasan, produksi 3. Pelatihan Kemasan Produk UKM-IKM
kemasan dan pelatihan kemasan. Layanan Depok. RUKEMA memberi pelatihan untuk
kami mengutamakan kualitas desain premium produk unggulan UKM-IKM Depok pada
dan unggul secara ekonomis sehingga dapat bulan Juli 2013.
dijangkau oleh sektor UKM- IKM. 4. Pelatihan Kemasan Produk UKM-IKM
Layanan Rumah Kemas APINDO: Jakarta Utara. RUKEMA memberi pelatihan
• Pembangunan dan pengelolaan Rumah untuk produk unggulan UKM-IKM Jakarta
Kemas APINDO cabang daerah. Utara pada bulan Agustus 2013.
• Desain kemasan produk UKM-IKM daerah. 5. Pameran di Pesta Wirausaha 2013.
• Produksi/cetak kemasan produk UKM-IKM RUKEMA turut berkontribusi dalam ajang
daerah. pameran kewirausahaan UKM-IKM Nasional
• Pelatihan kemasan produk UKM-IKM daerah. pada bulan Februari 2013.
Melalui layanan tersebut, Rumah Kemas
APINDO berkomitmen untuk menciptakan
industri era baru untuk kemasan UKM-IKM
Indonesia yang unggul secara ekonomis,
mampu bersaing di kancah global.
Kegiatan dan Aktivitas Rumah Kemas
APINDO 2013 :
1. Desain Kemasan Produk UKM-IKM Daerah.
Selama tahun 2013, RUKEMA telah
melayani 65 UKM-IKM dari berbagai daerah.
Desain kemasan yang menarik mampu
meningkatkan nilai jual produk-produk yang
awalnya masih tradisional.
2. Pelatihan Kemasan Produk UKM-IKM
Pontianak. RUKEMA memberi pelatihan
untuk produk unggulan UKM-IKM Pontianak
pada bulan April 2013.

6. Lomba Produk Kreatif Tingkat Nasional.


Dalam rangka menyambut HUT RI ke 68,
RUKEMA mengadakan kontes produk
kreatif tingkat nasional yang diikuti oleh
100 peserta.

50 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

2. KERJASAMA APINDO dengan


CHAMBER TRADE SWEDEN (CTS)

adalah untuk menjamin akses pasar dan


Strategi pembangunan Indonesia perlu juga membangun kemandirian institusi yang
memberdayakan sektor riil, khususnya mengatur pasar bagi UKM-IKM.
Usaha Kecil dan Menengah (UKM-IKM). Kerjasama Chamber Trade Sweden (CTS)
Sektor ini berada di garis depan untuk dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia
menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi (APINDO), menyelenggarakan:
pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan
antara daerah. Bahkan sejumlah isu 2.1 Benchmarking Workshop APINDO-CTS
seperti urbanisasi akan berkurang ketika Merupakan salah satu rangkaian kegiatan
mengembangkan UKM-IKM di daerah karena Indonesia-Sweden Partnership Programme
tidak membuat orang-orang sibuk untuk yang berfokus pada lesson learnt good
datang ke kota besar untuk mencari pekerjaan. practices, tanggal 19-20 Februari 2013 di Bali.
Oleh karena itu, diperlukan kerjasama untuk
merumuskan strategi peningkatan daya saing 2.2 Sustainability Fashion Seminar dan
UKM-IKM. Sustainability Fashion Futures Workshop
Setidaknya ada empat hal yang perlu Sustainability Fashion Seminar dan
dilakukan untuk meningkatkan daya saing Bekerjasama dengan Indonesia Fashion
UKM-IKM, yang pertama adalah tersedianya Week di Jakarta Convention Center dengan
layanan publik yang handal dan transparan mendatangkan expert dari Sweden Fashion
bagi UKM-IKM. Kedua, membangun dan Academy, tanggal 15 Februari 2013, di Jakarta
menyediakan infrastruktur yang diperlukan. Convention Center.
Ketiga meningkatkan kapasitas sumber
daya manusia, unit usaha dan akses untuk 2.3 SMEs Capacity Development Workshop
membiayai UKM-IKM. Dan yang keempat SMEs Capacity Development Workshop

Asosiasi Pengusaha Indonesia 51


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

rantai produksi dan bagaimana memenuhi


persyaratan dari pembeli international dan
bagaimana untuk bekerja menuju pasar
yang baru.
• Tanggal 16-17 september 2013, di
Bandung, Jawa Barat
• Tanggal 19-20 September 2013, di DI
Yogyakarta
• Tanggal 23-24 September 2013, Surabaya,
Jawa Timur

2.4 Business Delegation Sweden Companies


Dilaksanakan tanggal 20-24 Oktober 2013
dan diikuti oleh 10 (sepuluh) perusahaan
Swedia yang melakukan B to B meeting dengan
perusahaan anggota APINDO di Jakarta dan
Bandung. Dari 10 (sepuluh) perusahaan
Swedia yang mengikuti Business Delegation,
sampai saat ini sudah 3 (tiga) perusahaan
yang sudah melakukan kontak bisnis dengan
perusahaan anggota APINDO sedangkan 7
(tujuh) perusahaan lain masih melakukan
untuk 25 UKM-IKM di masing-masing propinsi penjajakan kontak bisnis.
terpilih: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat,
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan 2.5 Konferensi UKM-IKM APINDO
Bali dengan 3 modul, masing-masing modul Selama 2 hari (dua) hari dengan Tema
dilaksanakan selama 2 (dua) hari: “Strategi dan Penanggulangan Korupsi Bagi
a. Modul 1 fokus pada daya saing bagi per- UKM-IKM di Seluruh Indonesia” Tanggal 12-13
usahaan, penguatan kapasitas manajemen Desember 2013, di Bogor Jawa Barat.
bisnis dan pengembangan bisnis yang ber-
kelanjutan diselenggarakan:
• Tanggal 7-8 Juni 2013, di Bandung, Jawa
Barat
• Tanggal 10-11 Juni 2013, di DI Yogyakarta
• Tanggal 13-14 Juni 2013, di Surabaya,
Jawa Timur
b. Modul 2 fokus pada penguatan kapasitas
pasar dalam akses pasar, prosedur ekspor
dan melakukan bisnis di pasar internasional.
• Tanggal 19-20 Agustus 2013, di Bandung,
Jawa Barat
• Tanggal 22-23 Agustus 2013, di DI Tujuan :
Yogyakarta • Untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi
• Tanggal 26-27 Agustus 2013, di Surabaya, dan revitalisasi peran APINDO dalam
Jawa Timur berkontribusi terhadap UKM-IKM secara
c. Modul 3 fokus pada memberikan wawasan, nasional.
pengetahuan dan pemahaman terhadap

52 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

• Untuk menciptakan kesadaran di antara


masyarakat bisnis mengenai risiko yang
berkaitan dengan perilaku tidak etis dalam
praktek bisnis.
• Untuk menyamakan visi di lapangan antara
perusahaan dan pemangku kepentingan di
Indonesia.
• Untuk mendorong tindakan kolektif meng-
hindari korupsi melalui penanda-tanganan
pakta integritas.

APINDO, Indonesia Fashion Week bersama


Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
menggagas Green Movement, sebuah gerakan
untuk meningkatkan kesadaran menciptakan
produk fashion yang cinta lingkungan.
Indonesia Fashion Week yakin bahwa produk
fashion yang baik hendaknya berupa produk
fashion yang "bertanggung jawab". Produk
fashion yang tidak hanya indah saat dikenakan,
namun produk yang proses produksinya tidak
menyakiti alam; dari penggunaan material
hingga proses distribusi itu sendiri.
Hasil yang diharapkan: Sebagai item yang dikenakan sehari-hari,
• Sebuah visi bersama secara nasional dalam produk fashion adalah salah satu kategori
mengembangkan UKM-IKM di Indonesia. yang paling banyak dikonsumsi. Selama ini
• Adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih para produsen lebih fokus menciptakan produk
baik bagi UKM-IKM APINDO secara nasional. berharga murah tanpa peduli betapa banyak
• Peningkatan komitmen APINDO dalam jejak karbon yang ditinggalkan di muka Bumi.
mendukung UKM-IKM di Indonesia. Padahal ketika Bumi semakin "sakit", maka
• Adanya rencana strategis secara nasional Bumi tidak lagi menjadi tempat yang ideal
untuk meningkatkan keanggotaan UKM-IKM untuk dihuni dan fashion pun tidak lagi bisa
di Asosiasi. dinikmati sebagai mana mestinya.
• Pemahaman yang lebih baik peserta tentang Bangsa Indonesia yang telah begitu kreatif
Etika Bisnis dan Deklarasi Aksi Kolektif (CAD). menciptakan berbagai produk fashion yang
• Peningkatan komitmen dalam misi yang sangat beragam, tentunya sudah mampu
saling menguatkan antar sesama UKM-IKM. "naik kelas". Sejak Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono menyatakan komitmennya me-
2.6 Sustainable Fashion Workshop ngurangi emisi gas rumah kaca di tahun
Persiapan-persiapan penyelenggaraan Indo- 2009, Indonesia telah menunjukkan arahnya.
nesia Fashion Week 2014 sudah dilaksanakan Indonesia tidak menjadi penonton pasif dalam
sejak 2013 dimana APINDO terlibat di dalamnya. "konsep hijau" yang telah menjadi perhatian
The Biggest Fashion Movement ini menetapkan dunia global, namun turut berpartisipasi
diri bukan hanya sebuah event tahunan namun mewujudkan ini. Menjadi penikmat fashion
sebuah gerakan fashion. Indonesia Fashion yang sadar akan lingkungan sekaligus menjadi
Week tidak hanya fokus memperbaiki fashion produsen fashion yang lebih bertanggung
secara permukaannya saja, namun lebih jauh jawab.
lagi yaitu proses penciptaan produk fashion itu
sendiri.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 53


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

Di dalam Blue Print Ekonomi Kreatif yang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
diluncurkan di Indonesia Fashion Week tahun Republik Indonesia, Dekranasda dan pejabat
lalu; Kekayaan Lokal dan Kepedulian akan daerah.
Lingkungan Hidup adalah landasan utama Workshop dan seminar ini diharapkan
yang mendasari seluruh penciptaan produk dapat menghasilkan kurikulum dan garis
dan kegiatan mempromosikan fashion lokal. besar penerapan konsep hijau dalam industri
Untuk mencapai tujuan itu, Indonesia fashion Indonesia yang nantinya akan menjadi
Fashion Week mengajak semua pihak untuk acuan bagi semua. Sebuah pilot project yang
turut serta mengenal konsep hijau dalam diharapkan membantu mempromosikan dan
berbagai kegiatan sosialisasi. mensosialisasikan semangat Green Movement
Setelah mengadakan seminar bertema dalam wujud nyata.
green di Indonesia Fashion Week 2013 lalu, Sebagai puncaknya, visualisasi dari pilot
tahun ini Indonesia Fashion Week menggelar project ini akan dapat disaksikan di Indonesia
berbagai pra-event yang mengusung tema Fashion Week 2014 yang akan digelar pada
green. SWARNAFest 2013 di Pulau Alor, NTT tanggal 20-23 Februari 2013 di Jakarta
(21-22 November 2013) dan Business Meeting Convention Center.
di Kementerian Perindustrian (27 November
2013) adalah deretan acara yang menjadi 3. KERJASAMA APINDO dengan
bagian dari Green Movement. INTERNATIONAL LABOR
Acara lain yang tidak kalah penting adalah ORGANIZATION (ILO)
Sustainable Fashion Workshop & Seminar yang
diadakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 3.1 Sustaining Competitive and Responsible
Desember 2013 di J.S Luwansa Hotel. Enterprises (SCORE)
APINDO bersama dengan Chamber Trade APINDO terus melanjutkan kerjasama
Sweden dan Indonesia Fashion Week kembali dengan ILO dalam Program SCORE yakni
menggelar workshop dan seminar ini. program untuk meningkatkan produktivitas,
Acara yang dibuka oleh Ibu Dina Midiani efisiensi dan daya saing. Kerjasama antara
(Indonesia Fashion Week), Ms. Sofie Wikander pengusaha dan pekerja juga sangat perlu
(Chamber Trade of Sweden), Ibu Nina Tursinah untuk bisa bermitra dengan baik sehingga
(APINDO) dan Mr Daniel Johansson (Swedish pada akhirnya dapat meningkatkan
Embassy) ini memberikan pengetahuan lebih produktivitas. APINDO mendukung proyek
tentang penerapan konsep hijau dalam proses SCORE karena percaya bahwa proyek ini dapat
produksi fashion dari hulu ke hilir. Partisipan menguntungkan semua pihak.
diajarkan dengan sistem technical know- Sampai saat ini sudah 91 (sembilan puluh
how; dari pengambilan keputusan, pemilihan satu) UKM-IKM yang mengikuti program SCORE
material hingga cara-cara yang dapat sebagai pilot project. Para UKM-IKM yang
digunakan. Mereka juga diajarkan tentang menjadi pilot project SCORE telah membuktikan
sustainable business; bagaimana "pilihan bahwa produktivitas mereka meningkat, ada-
hijau"nya dapat meningkatkan pendapatan nya perbaikan ditempat kerja dan meningkatkan
dan kemajuan bisnis itu sendiri. Seluruh komunikasi antara pekerja dengan pengusaha.
materi disampaikan langsung oleh praktisi Para UKM-IKM juga dapat mencapai efisiensi
Sustainable Fashion dari Chamber Trade of berupa pengulangan pekerjaan yang minimal
Sweden dan Indonesia Fashion Week. dan tingkat reject yang turun. Bahkan 4 (empat)
Acara ini diikuti oleh desainer, pelaku dari 91 (sembilan puluh satu) UKM-IKM yang
industri fashion Indonesia, pelajar sekolah menjadi pilot project SCORE yaitu Lestari
mode, asosiasi, Kementerian Perindustrian, Dini Tunggul (Jakarta), Mubaroqfood (Kudus)
Kementerian Perdagangan, Kementerian dan Baruasa Mandiri (Kendari) serta Green
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Batik (Jogjakarta) mendapatkan penghargaan

54 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

produktivitas “Paramakarya Award” dari 4. KERJASAMA APINDO dengan SMALL


pemerintah; dalam hal ini Kementerian Tenaga MEDIUM ENTERPRISE JAPAN (SMEJ)
Kerja dan Transmigrasi. Dalam tindak lanjut penandatanganan
MoU antara APINDO dengan SMEJ untuk
3.2 ILO MAMPU Project CTA dapat meningkatkan kerjasama yang
Pemberdayaan ekonomi dan sosial saling menguntungkan demi tercapainya
perempuan adalah pusat keberhasilan pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak,
pembangunan manusia yang berkelanjutan pada tanggal 10 April 2013 telah diadakan
di Indonesia. Namun banyak perempuan Business Meeting diikuti oleh 70 perusahaan
Indonesia terus mengalami diskriminasi di dan kantor pemerintah asal dari Ehime
semua tahap dari siklus kerja. Terlepas dari Prefecture dan Tokyo Jepang dimana 14
perluasan kesempatan kerja selama dekade perusahaan diantaranya sudah menyatakan
terakhir dan keuntungan yang signifikan; siap untuk melakukan business meeting
dalam meningkatkan akses anak perempuan dengan perusahaan anggota APINDO.
dan partisipasi dalam pendidikan, perempuan
tidak berpartisipasi sama dipasar tenaga kerja. 5. KERJASAMA APINDO dengan BADAN
Perempuan mendapatkan sekitar 25 persen KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA
upah kurang dari laki-laki untuk bekerja dan BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
pekerja perempuan yang sebagian besar
terlibat dalam pekerjaan yang tidak dibayar dan
dalam perekonomian informal di mana upah,
kondisi kerja dan keamanan kerja biasanya
miskin.
Segregasi pekerjaan berbasis gender
juga cenderung menjebak perempuan dalam
pekerjaan tingkat rendah dengan fungsi
pengambilan keputusan minimal, berdampak
pada peluang yang dirasakan bagi generasi
muda memasuki angkatan kerja.
Sampai saat ini sudah dilaksanakan
kegiatan: 5.1 Informasi Dasar
• Focus Group Discussion tentang Mempromo- 1. MoU BKKBN dan APINDO tanggal 26 Januari
sikan Kesetaraan & Mencegah Diskriminasi 2011 dengan ruang lingkup meliputi:
di Tempat Kerja. Tujuannya untuk membantu a. Kampanye dan Sosialisasi Program KB
perusahaan-perusahaan mengambil langkah (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).
untuk mempromosikan kesempatan dan b. Pengembangan dan Peningkatan Akses
perlakuan yang sama serta menghapuskan dan Kualitas Pelayanan KB di Lingkungan
diskriminasi dalam kebijakan dan praktik Perusahaan dan atau KB Mandiri.
perusahaan yang dilaksanakan pada tanggal c. Program Peningkatan Ketahanan Ke-
28 Februari 2013 di Jakarta. luarga.
• Workshop Mempromosikan Kesetaraan & Jangka waktu MoU 3 (tiga) tahun, berakhir
Mencegah Diskriminasi di Tempat Kerja, bulan Januari 2014.
dilaksanakan tanggal 1 April 2013 di Jakarta. 2. Deklarasi Bali, tanggal 7-9 November 2012
• Lokakarya dan Sosialisasi Tripartit Tingkat dengan ruang lingkup:
Propinsi tentang Perlindungan terhadap a. KB Perusahaan wajib didukung oleh
Pekerja Rumahan tanggal 10 September semua pihak.
2013 di Surabaya dan tanggal 12 September b. Membangun komitmen politis diantara
2013 di Medan. pimpinan perusahaan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 55


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

c. Program KB perusahaan agar dipercepat e. Memfasilitasi pelayanan KB di Perusahaan


perluasan dan jangkauannya. dengan memanfaatkan Mobil pelayanan
d. Memberikan kemudahan sesuai KB
kemampuan. f. Memfasilitasi tumbuh kembang program
e. Peningkatan kampanye dan sosialisasi KB di Perusahaan
KIE program KB. 3. Tingkat Kabupaten/Kota
a. Mendukung pelaksanaan Lomba KB
Perusahaan
b. Memfasilitasi pelayanan KB di Perusahaan
dengan
memanfaatkan Mobil pelayanan KB
c. Fasilitasi peningkatan jumlah KB Per-
usahaan

5.2 Informasi sebagian kegiatan Strategis


1. Pertemuan tahunan APINDO bersama
BKKBN sejak tahun 2011.
2. Kegiatan komunikasi program (menjadi
narasumber pada kegiatan BKKBN).
3. Kegiatan pembinaan ke propinsi (monitoring
dan evaluasi pelayanan KB di perusahaan
secara bersama-sama)
4. Kegiatan untuk penggerakan dan apresiasi
berupa lomba KB Perusahaan dari tahun
2011 s/d sekarang, dengan pemenang
lomba KB perusahaan.

5.3 Informasi Dukungan BKKBN untuk KB


Perusahaan-APINDO
1. Tingkat Pusat
a. Penyelenggaraan Pertemuan APINDO
seluruh Indonesia
b. Rapat Koordinasi antara BKKBN dan
APINDO
c. Narasumber pada pertemuan/seminar 5.4. Peran APINDO dalam KB Perusahaan
pusat dan propinsi 1. Tingkat Pusat
2. Tingkat Propinsi a. Mendukung pelaksanaan KB di Perusa-
a. Menjadi Tim Advokasi dan penggerakan haan
ditingkat propinsi b. menjadi Tim promosi program KB
b. Penyelenggaraan rapat koordinasi antara c. Bimbingan teknis pelaksanaan program
BKKBN propinsi dan DPP APINDO Propinsi KB di Perusahaan
c. Menjadi Tim Penilai Lomba KB perusahaan 2. Tingkat Propinsi
d. Narasumber pada pertemuan/seminar a. Mendukung pelaksanaan KB di Perusa-
ditingkat propinsi haan
b. Menjadi Tim promosi program KB

56 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

3. Tingkat Kabupaten/Kota perusahaan termasuk konsekuensi sosial dan


a. Memfasilitasi pemberian pelayanan KB di lingkungan, baik untuk saat ini maupun untuk
Perusahaan jangka panjang.
Sesuai dengan ketentuan international
5.5. Peluang Program KB di Perusahaan labour standards bahwa yang dimaksud
1. Perubahan mindset dengan tujuan dengan social compliance pada prinsipnya
menempatkan program KB menjadi bagian sebagaimana tercakup dalam 8 (delapan)
integral dari perusahaan dan karyawan untuk konvensi ILO yang merujuk pada 4 (empat)
mewujudkan keluarga yang berkualitas tema yaitu:
(bukan hanya beranak 2 tetapi juga anak 1. Bisnis selayaknya mendukung kebebasan
dan keluarga yang berkualitas). MoU perlu berserikat dan menghargai hak untuk
diperpanjang, diperluas dan tujuan lebih berunding secara kolektif;
jelas. 2. Penghapusan segala bentuk kerja paksa;
2. Merubah APINDO dan Tripartit perusahaan 3. Penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan
dari partisipasi menjadi owner daripada dan jabatan pekerjaan; dan
program. Program KB merupakan salah satu 4. Penghapusan pekerja anak.
yang masuk dalam agenda perencanaan
untuk meningkatkan kesejahteraan dan Penerapan social compliance oleh
kualitas karyawan. perusahaan sangat penting untuk
3. Memberikan keleluasaan perusahaan meningkatkan citra/image dan daya saing
membangun kemitraan yang sejajar produk ekspor Indonesia ke mitra strategisnya
untuk kesejahteraan keluarga antara lain di luar negeri.
dimungkinkan melalui kegiatan-kegiatan KB Untuk tahun 2013, kegiatan social
dengan dukungan CSR perusahaan. compliance diadakan:
• Propinsi Nusa Tenggara Barat (Lombok) :
6. KERJASAMA APINDO dengan tanggal 2 Juli 2013
DIREKTORAT JENDERAL • Propinsi Aceh (Banda Aceh) :
PENGEMBANGAN EKSPOR tanggal 5 Sep-tember 2013
NASIONAL (DJPEN) KEMENTERIAN • Propinsi Sulawesi Utara (Manado) :
PERDAGANGAN MELALUI KEGIATAN tanggal 19 September 2013
SOSIALISASI SOCIAL COMPLIANCE • Propinsi Jawa Tengah (Solo) :
BAGI PERUSAHAAN YANG tanggal 13 November 2013
BERORIENTASI EKSPOR Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
penyebarluasan informasi yang ditujukan
Melanjutkan kerjasama di tahun kepada pihak penerima manfaat (kelompok
2012, APINDO mendukung upaya untuk target atau individu) sehingga dapat
meningkatkan pemahaman mengenai meningkatkan kesadaran dunia usaha akan
perlunya social compliance bagi dunia usaha ketentuan social compliance dan berbagai
Indonesia, khususnya para pelaku usaha ketentuan lain mengenai perdagangan.
(eksportir) nasional, sebagai langkah awal Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini,
dalam meningkatkan kesadaran pengusaha hendaknya di tahun anggaran berikutnya
Indonesia terhadap penerapan social dapat terus dikembangkan dalam kegiatan
compliance di perusahaannya. lainnya, misalnya pelatihan yang berkelanjutan
Sosial compliance merupakan suatu (dilakukan secara mandiri oleh para pengusaha
tanggung jawab perusahaan atas hal−hal yang di wilayah sekitarnya, proses sertifikasi
berimplikasi terhadap kepentingan konsumen, khususnya SA 8000, dll). Selain itu, prinsip
karyawan, pemegang saham dan lingkungan social compliance juga harus diterapkan ke
dalam segala aspek terkait dengan operasional dalam industri dalam negeri, terutama UKM-

Asosiasi Pengusaha Indonesia 57


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

FORUM KOMUNIKASI JEJARING PEMAGANGAN

IKM sehingga lebih siap untuk menghadapi 15.00, yang bisa disaksikan melaui Ch 100
tantangan pasar global. Indovision, Top TV, OK TV atau Live Streaming
via [Link] peserta dari UKM-
7. FORUM KOMUNIKASI JEJARING IKM berbagai sektor seperti: Sektor Fashion
PEMAGANGAN (FKJP) & Asesories, Sektor Furniture & Handicraft,
Sektor Makanan & Minuman, Sektor Jamu
Keterlibatan APINDO dalam Forum Komuni- & Herbal dan perserta UKM-IKM yang sudah
kasi Jejaring Pemagangan (FKJP) telah dilakukan mempromosikan produk usahanya pada acara
tahun sebelumnya dan terus dilanjutkan tahun Biz Brief.
2013 yang bertujuan untuk menjembatani
kepentingan pembinaan kompetensi tenaga 9. PENANDATANGAN MOU APINDO
kerja, ketersediaan peluang dan infra struktur dengan PLAN INTERNATIONAL
yang ada di perusahaan untuk pelaksanaan
pemagangan. Plan International Inc. sebuah organisasi
Tahun 2013 telah dilakukan kegiatan FKJP internasional yang telah terdaftar berdasarkan
di Provinsi Gorontalo (28 Februari 2013) dan hukum Amerika Serikat, tujuan utama dari
Provinsi Maluku (22 Maret 2013). Plan Indonesia adalah untuk memperbaiki
kehidupan untuk anak-anak, keluarganya
8. KERJASAMA ASOSIASI PENGUSAHA dan juga masyarakat. Plan Indonesia telah
INDONESIA (APINDO) DENGAN MNC mengembangkan sebuah proyek yang bernama
BUSINESS TV Young Women Economic Empowerment (untuk
selanjutnya disebut sebagai “Proyek YEE”);
Dalam rangka menindak lanjuti kerjasama membutuhkan keahlian dari institusi yang akan
Bidang UKM-IKM DPN APINDO dengan MNC menjadi mitra kerja sama untuk mengelola dan
Business TV untuk pemberdayaan UKM-IKM melaksanakan Proyek dan dengan ini telah
binaan DPN APINDO melalui penayangan di menunjuk Partner sebagai pihak kompeten
MNC Business TV menyelenggarakan acara Biz yang mampu mencapai segala tujuan dari
Brief berupa Talkshow setiap hari Jumat, Jam Proyek dilakukan Penandatanganan MoU

58 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

Kerjasama Bidang DPN APINDO dengan MNC Business TV dalam


menyelenggarakan acara Biz Brief berupa Talkshow :

No. Nama Perusahaan Tgl Tayang (LIVE) Sektor

1. DR. Masyari 17 Mei 2013 Jamu & Herbal


2. Ade Kresna PT. Astra Kriya Handicraft 24 Mei 2013 Exclusive Souvenir Khas Indonesia
Suwandi
3. Merry Pramono Sisesa Stylish Moslem 31 Mei 2013 Perancang Busana Muslim (APPMI)
Designer Wear, [Link] Raya No.8
Kebayoran Baru-Jaksel
4. Ir. Titah Sihdjati PT. Tesena Inovindo, Jl. H. 7 Juni 2013 Merk : Tesena Produksi alat
Riadhie Jusin No.43 Susukan Cira- Kesehatan RI :
cas Jakarta Timur - Infant Incubator
- Transport Incubator
- Infant Warmer
- Phototherapy Unit
- UV Room Sterilizer
- Scrub Station, Suction Unit
- Operating Lamp
- Vacuum Extractor, Incinerator
- Needle Destroyer
- Hospital Furniture (bed, trolley,etc)
Sertifikat ISO 9001,ISO 13425,SNI

5. Harto Suwignyo SUWIG GUITAR WORKSHOP 14 Juni 2013 Handicraft


JL. Pemuda I no: 15 Rawa-
mangun, Jakarta Timur
6. R. Emma RUMAH BETAWI 21 Juni 2013 Jenis Usaha : Fashion & Craft
Damayanti Jl. Raya Bekasi Km 17 tentang Budaya Betawi
No.43 Jatinegara Kaum
Jakarta Timur
7. H.M. Irwan PT. Sinjaraga Santika Sport 28 Juni 2013 Produsen Bola
Suryanto Jl. Liangjulang No 104
Kadipaten Majalengka
45452 West Java
8. H. Suwarno Jl. Transyogi Km 1 No. 60 5 Juli 2013 Manufaktur, Aksesories Mobil :
Cileungsi, Bogor 16820, suwarno55@[Link],
Jawa Barat - Indonesia, Telp sudarsono_04@[Link]
: 021-82495433, 021-
82491703,
Fax : 021-82499291
9. Fahry Yanuar Rukema, 021-7520576, 12 Juli 2013 Pengemasan Produk :
Rahman 08777 5808 151 [Link]@[Link]
10. Sisca Susanto Arthaboga Prima 19 Juli 2013 Kue kering lebaran, parcel, cake
Jl. Penataran Blok A.206 lebaran, catering dan kursus masak/
Duta Kranji Bintara Bekasi kue
Barat
11. Hj Feny Mustafa Shafira Corporation (Shafco 26 Juli 2013 Jenis Produk : Pakaian Muslim dan
Enterprise), Jl. Rumah Sakit Baju koko Pria
No.139 Bndung [Link]
[Link]@[Link]
12. Onny Meliani Mustika Indonesia, Gedung 16 Agustus 2013 Leather
Saras Dhati Cempaka Putih Timur hermin_sarasati87@[Link]
17 Jakarta Pusat, Telp.021-
98068633
13. Yeddy Saputra CV Abad Baru, Komp 23 Agustus 2013 Produk Dodol Garut Premium, Sari
(Mitra Pasar Karang Tengah Permai, Kurma Premium, Abon Ikan Tuna/
Swalayan/ Cileduq, Tangerang Marlin/lele merek Sarinah, Bandrek
Carrefour) 021-733048 / Sarinah) dan Produk Jaket Semi Kulit
HP.08170094596 dari Garut Merek Asgart (Asli Garut)
14. Remmy Sofiansi Flock Energy 20 Sep 2013 Produk Pakaian Berenergy (Tenun
HP.081380253130 & Batik), Flock Energy adalah Suatu
Produk yg menggabungkan antara
teknologi masa depan, kesehatan &
Fashion. melalui Teknologi Natvibra
yg menanamkan frekuensi alami
bumi (natural Vibration) kedalam
setiap Pakaian Flock energy, maka
setiap pengguna produk Flock
Energy akan merasakan manfaat
bagi optimalisasi kehidupannya.
15. Irma Pamela Irma engelen craft 22 Nov 2013 Prasetya Mulia
Engelen 0815 9302841
16. Eddy CV Hanjuang Inti Teknik 29 Nov 2013 Calon Penerima Paramakarya
Cimahi Jabar (Mempromosikan Produk
Bajigur,Bandrek dan Listrik Tenaga
Mikro Hidro, Keunggulannya)

Asosiasi Pengusaha Indonesia 59


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

antara APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) 11. KERJASAMA DENGAN KEMENTERIAN


dengan Plan International pada tanggal 2 SOSIAL DAN KEMENTERIAN TENAGA
Agustus 2013 mulai berlaku sejak 1 Agustus KERJA
2013 hingga 31 Oktober 2016.
Bertepatan dengan Hari Disabilitas
International pada tanggal 3 Desember 2013
ditanda tangani MoU Antara APINDO dengan
Kementerian Sosial dan dengan Kementerian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi bertempat
di Kementerian Sosial untuk jangka waktu 5
(lima) tahun.
Kesepahaman Bersama ini dimaksudkan
sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan
sumber daya yang ada pada para pihak yang
didasarkan asas saling membantu, saling
mendukung dan saling menguntungkan dalam
rangka pelatihan dan penempatan tenaga
kerja penyandang disabilitas di perusahaan.
Kesepahaman Bersama ini bertujuan untuk
mensinergikan program dan kegiatan para
pihak dalam rangka pelatihan dan penempatan
tenaga kerja penyandang disabilitas di
perusahaan.
Ruang Lingkup Kesepahaman Bersama ini
meliputi:
1. Fasilitasi pelaksanaan pelatihan kerja
pada lembaga rehabilitasi sosial baik milik
pemerintah maupun swasta/masyarakat.
2. Penyiapan data penyandang disabilitas
yang siap bekerja dan sudah bekerja di
10. GP2SP (GERAKAN PEKERJA perusahaan.
PEREMPUAN SEHAT PRODUKTIF) 3. Pelaksanan pendampingan sosial bagi
KERJASAMA DENGAN KEMENTERIAN penyandang disabilitas yang bekerja di
KESEHATAN perusahaan.
4. Penyediaan informasi pasar kerja bagi
Dukungan APINDO terhadap program penyandang disabilitas.
Kementrian Kesehatan ini dimaksudkan untuk 5. Pembinaan dan pengawasan penempatan
peningkatan kualitas tenaga kerja, baik dari tenaga kerja penyandang disabilitas.
segi ketangguhan fisik maupun keterampilan 6. Fasilitasi pelaksanaan pelatihan kerja dan/
kerja bagi para pekerja perempuan . Tahun atau rehabilitasi vokasional di perusahaan.
2013, kegiatan GP2SP diadakan di Provinsi 7. Fasilitasi pemagangan penyandang
DKI Jakarta 15 Mei 2013, Jawa Timur 26 Juni disabilitas di perusahaan.
2013, dan Kepri–Batam 11 Sptember 2013. 8. Fasilitasi penempatan tenaga kerja
penyandang disabilitas di perusahaan.
9. Peningkatan peran serta dunia usaha
melalui Corporate Social Responsibility
(CSR) dalam penyiapan dan penyerapan
tenaga kerja penyandang disabilitas.

60 Laporan Tahunan 2013


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

10. Sosialisasi pelatihan dan penempatan


tenaga kerja penyandang disabilitas di
perusahaan.

12 INDONESIA FASHION WEEK 2013

Sejalan dengan misi pemerintah untuk


menjadikan Indonesia sebagai salah satu
pusat mode maka Indonesia Fashion Week
dibentuk dengan visi menjadikan Indonesia
sebagai pusat inspirasi. Menjadi pusat
mode berarti harus mempunyai kemampuan
mengedepankan kekayaan lokal untuk menjadi pakaian perempuan, casual, cocktail/party,
inspirasi industri mode global; artinya bukan muslim, pakaian pria, anak-anak, aksesori
hanya produk akhir industri mode yang akan dan tekstil tradisional. Selain pemeran dagang
terserap namun juga mulai dari raw material juga ditampilkan lebih dari 200 perancang
hingga sumber daya lainnya, dari hulu ke hilir. dalam peragaan busana selama 4 (empat)
Dengan demikian misi untuk mensejahterakan hari pameran ini. Lomba entrepreneur dengan
rakyat Indonesia melalui produk mode dapat tema local konten juga digelar, selain seminar
tercapai. trend, workshop kecantikan dan banyak lagi
talk show.
Tahun 2013, Indonesia Fashion Week me-
nampilkan zona “Green”, “Starting Point” dan
“Concept Point” untuk lebih mempersiapkan
menjadikan event yang peduli akan per-
kembangan industri mode. Event Indonesia
Fashion Week ini dirancang menjadi Trade
Event B to B di tahun 2015.

13. TRADE EXPO INDONESIA 2013

Indonesia Fashion Week dirancang menjadi


ajang presentasi inovasi produk mode Indonesia
yang terutama terinspirasi dari kekayaan Trade Expo Indonesia (TEI) merupakan
local. Digelar pertama kali di 23-26 Februari pameran Business tahunan yang diorganisir
2012 dengan jumlah peserta lebih dari 380 oleh Kementerian Perdagangan RI, Tahun
brand tersebar dalam beberapa zona, yaitu ini, TEI bekerjasama dengan Kementerian

Asosiasi Pengusaha Indonesia 61


Bidang Usaha Kecil
Menengah (UKM)

Perindustrian Kementerian Kelautan dan investasi, juga menjadi ajang pertukaran


Perikanan, serta Badan Koordinasi Penanaman potensi serta peluang bisnis dan investasi pada
Modal. sektor industry Indonesia dalam menghadapi
Sebagai platform promosi yang efektif TEI meningkatnya kompetensi dan ketidakpastian
bertujuan untuk mempromosikan barang ekonomi global.
dan jasa berkualitas Indonesia kepada
pasar global, memperluas jejaring bisnis dan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

CUSTOM CLEARANCE  
(sea, air, project based) 

DOMESTIC DELIVERIES  
(inland, FCL, LCL, airfreight, seafreight) 

WAREHOUSING 

LOGISTIC EFFICIENCY ADVISORY SERVICES 

 
 
PT UNGGUL CIPTA TRANS
Graha BIP 9th Floor 
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta 12930 
INDONESIA 
Telephone:  +62‐21‐2525866 
Facsimile:   +62‐21‐2521537 

62 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Ketenagakerjaan
Bidang Ketenagakerjaan

PENDAHULUAN
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kerja serta menciptakan Hubungan Industrial
merupakan salah satu organisasi pengusaha yang harmonis, demokratis, adil dan bermar-
yang hingga saat ini mengurusi bidang tabat. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia
ketenagakerjaan pada umumnya dan terkadang menyebabkan perselisihan Hubun-
Hubungan Industrial pada khususnya, yang gan Industrial, terutama di antara kalangan
mendapat pengakuan baik di dalam negeri pengusaha dan pekerja. Untuk menjembatani
maupun luar negeri. Misi utama pemerintah kepentingan tersebut, dibentuk lembaga non-
Indonesia di bidang ketenagakerjaan, dalam struktural yang bersifat tripartit, yaitu Dewan
hal ini APINDO bersama-sama dengan Pengupahan dan Lembaga Kerja Sama (LKS)
Pemerintah c.q. Kementerian Tenaga Kerja Tripartit Nasional dimana APINDO berperan
dan Transmigrasi, adalah mempromosikan secara aktual.
kesempatan kerja dan pelayanan penempatan

KEGIATAN
A. DEWAN PENGUPAHAN NASIONAL meningkatkan kinerja APINDO yang berperan
(DEPENAS) strategis dalam pencapaian tujuan dari Dewan
Pengupahan Nasional (Depenas). Hasil-hasil
Dalam keterlibatannya dengan Depenas, tersebut dalam prosesnya akan dilaporkan
APINDO bertugas untuk memberikan saran sebagai berikut.
dan pertimbangan kepada pemerintah dalam
rangka perumusan kebijakan pengupahan dan I. SMP3 (Sistem Manajemen Pembinaan
pengembangan sistem pengupahan nasional. Pengupahan di Perusahaan)
Sebagai bagian dari unsur Depenas yang
mewakili unsur pengusaha, APINDO terlibat Dalam rangka menjaga keberlangsun-
dalam beberapa sidang pleno Depenas. Hal- gan dunia usaha dan kesejahteraan buruh/
hal yang menjadi bahasan dalam kegiatan pekerja (rakyat), APINDO bersama-sama
pertemuan Dewan Pengupahan Nasional dengan Sekretariat Depenas telah mengada-
(Depenas) antara lain: kan pertemuan untuk membahas agenda
1. SMP3 (Sistem Manajemen Pembinaan SMP3 (Sistem Manajemen Pembinaan
Pengupahan di Perusahaan) Pengupahan di Perusahaan). Harapan APINDO
2. RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) terhadap SMP3 adalah dapat menata sistem
tentang Pengupahan. pembayaran upah yang diberikan perusahaan
APINDO secara aktual terlibat dalam setiap kepada pekerja dalam suatu standar atau
pertemuan atau sidang pleno Depenas yang skala pengupahan, sesuai kemampuan dan
telah diselenggarakan sebanyak 5 (lima) kali tingkat pekerja. Dengan demikian, struktur
di sepanjang tahun 2013. Beberapa kajian upah yang diberikan perusahaan kepada
yang telah dibahas pada tahun 2013 tidak pekerjanya menjadi jelas dan proporsional
hanya akan menjadi bahan dokumentasi dimana mengacu kepada masa kerja dan
tetapi diharapkan menjadi informasi dan pengalaman.
bahan tinjauan (evaluasi) dalam rangka

Asosiasi Pengusaha Indonesia 65


Bidang Ketenagakerjaan

II. RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) • Membuat rujukan utama dalam perumusan
tentang Pengupahan kebijakan dan pengembangan sistem
pengupahan nasional.
Depenas juga telah membuat kajian • Mengimplementasikan kebijakan dan sistem
secara intensif terkait proses penyusunan pengupahan nasional yang terintegrasi
Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan berbasis riset (data ilmiah) di seluruh
tentang Pengupahan. RPP Pengupahan Indonesia.
merupakan amanat dari UU Nomor 13 Tahun • Menciptakan iklim investasi yang kondusif
2003 Pasal 97 tentang Ketenagakerjaan. melalui kebijakan dan sistem pengupahan
Peraturan-peraturan yang disusun dalam RUU yang mendorong produktivitas dan
Pengupahan harus memacu peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh.
kompetensi, prestasi kerja dan produktivitas. • Menciptakan nilai tambah ekonomi untuk
Atas dasar pertimbangan dari banyak aspek, stakeholder.
DPN APINDO Bidang Pengupahan mempunyai
3 (tiga) langkah utama yang terus diupayakan, b. Jangka Panjang :
yaitu: • Membangun secara nyata paradigma baru
• Memperbaiki Sumber Daya Manusia dan dari sistem pengupahan yang adil oleh
sumber data di APINDO, terutama pada lembaga yang kredibel, bagi pengusaha dan
Bidang Pengupahan serta Bidang Hukum pekerja.
dan Advokasi, karena kedua Bidang ini • Memastikan matriks kompetensi anggota
merupakan ujung tombak keberadaan dewan pengupahan berbasis dasar-dasar
APINDO dan sekaligus performa kita. pengupahan yang bersifat riset .
• Mendorong pengalihan pihak surveyor untuk • Memastikan data hasil riset menjadi dasar
pengambilan data yang menjadi dasar utama mengambil kebijakan dan menyusun
penentuan pengupahan, harus diambil sistem pengupahan nasional.
oleh lembaga yang memiliki kredibilitas • Memastikan sistem telah terintegrasi
yang teruji. Jadi tidak ada lagi pengambilan dalam implementasi penentuan KHL
data (survei) KHL oleh unsur yang memiliki sampai dengan survei dan perundingan
kepentingan. upah minimum secara terus-menerus dan
• Tetap memberikan ruang bagi usaha padat konstruktif sehingga mendorong tercapainya
karya untuk memperoleh insentif atau UMK/UMP yang berbasis riset dan objektif
keringanan, di antaranya penundaan upah yang selanjutnya dapat menjadi rujukan
minimum, bila memang cukup alasan untuk semua pihak.
itu. • Memastikan analisis dan pengembangan
kebijakan dan sistem pengupahan jangka
III. Usulan APINDO dalam Dewan Pengupahan panjang yang terarah pada pencapaian upah
yang berkeadilan.
Beberapa masukan untuk Dewan Peng- • Memastikan tujuan independensi Dewan
upahan baik di Tingkat Daerah maupun di Pengupahan yang didukung data hasil riset
Tingkat Nasional, yang diperlukan untuk oleh lembaga yang kredibel.
mengintegrasikan dan mengoptimalkan target Harapan APINDO yang perlu segera
Dewan Pengupahan Daerah/ Nasional dalam direalisasikan pada tahun 2014 adalah
jangka pendek dan jangka panjang yang lebih peningkatan sumber daya manusia yang
nyata antara lain dicapai dengan cara berikut: terlibat dalam Dewan Pengupahan, serta
memberikan kesadaran yang utuh kepada
a. Jangka Pendek : semua pihak, sehingga dapat menjadikan
• Menetapkan UMP tepat waktu di seluruh Dewan Pengupahan sebagai sarana solutif
Indonesia.

66 Laporan Tahunan 2013


Bidang Ketenagakerjaan

dibandingkan sebagai sarana politis atas Dalam interaksi tiga pihak, pemerintah,
kepentingan pihak-pihak tertentu, dan pekerja, dan pengusaha bertemu bersama
atas hal itu APINDO harus mampu menjadi dalam suatu wadah tripartit untuk membahas
pelopor untuk mendorong kemandirian tanpa hal-hal yang menjadi masalah. Realisasi
mengurangi rasa hormat kepada para pihak yang paling umum dari interaksi tripartit ini
lain dalam lingkup tripartit. terwujud melalui Lembaga Kerja Sama (LKS)
Tripartit. Forum tripartit merupakan forum
B. LEMBAGA KERJA SAMA (LKS) yang sangat strategis bagi APINDO. APINDO
TRIPARTIT NASIONAL menjadi representasi tunggal untuk mewakili
organisasi pengusaha di LKS Tripartit Nasional.
Struktur perekonomian suatu negara dapat Keberadaan APINDO dalam Lembaga
tercermin dari struktur ketenagakerjaan. Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sangat
Wacana tentang kebijakan ketenagakerjaan diperlukan untuk membantu penyelesaian
dan Hubungan Industrial sebaiknya diletakkan masalah-masalah ketenagakerjaan yang
dalam konteks yang lebih luas, karena isu terjadi saat ini.
ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Permasalahan utama dalam ketenagakerja-
merupakan fenomena yang melibatkan buruh/ an yang seringkali menimbulkan Hubungan
pekerja, pengusaha, dan pemerintah yang Industrial menjadi tidak harmonis adalah
memerlukan kondisi “ideal” bagi semua pihak mengenai pengupahan, pelaksanaan tenaga
demi kepentingan nasional. alih daya (outsourcing), SJSN (Sistem Jaminan
Sosial Nasional), dan pengaturan serikat
buruh/pekerja. Isu-isu tersebut menjadi
perhatian utama APINDO dalam LKS Tripartit
Nasional. Dengan demikian, peran APINDO di
lembaga tripartit yang strategis ini harus terus
digarap lebih baik dan mempunyai kebijakan
jelas tentang hal-hal yang harus diperjuangkan
di dalam forum ini, sehingga APINDO dapat
memberikan sumbangan pemikiran dimana
kebijakan-kebijakan yang dihasilkan tidak akan
menghambat kepentingan berbagai pihak.

I. Hubungan Industrial Di Indonesia

Hubungan Industrial adalah kegiatan yang


mendukung terciptanya hubungan harmonis
antara pelaku bisnis (pengusaha), karyawan
(pekerja), dan pemerintah, sehingga tercapai
ketenangan bekerja dan kelangsungan
berusaha (industrial peace). Sebagai wakil dari
industri/pengusaha, APINDO berperan dalam
memberikan usulan dan mencari solusi terbaik
Wujud interaksi dalam Sidang Pleno Lembaga Kerja Sama bagi kepentingan nasional. Masalah Hubungan
(LKS) Tripartit. Lembaga ini merupakan forum tripartit Industrial mendapat perhatian khusus dari
yang sangat strategis bagi APINDO untuk memberikan
sumbangan pemikiran dimana kebijakan-kebijakan yang APINDO dalam penanganannya, karena
dihasilkan diharapkan tidak akan menghambat kepenting- berpengaruh besar terhadap kelangsungan
an berbagai pihak. (Sumber : Dokumentasi Kemenakertrans,
2013)
proses produksi dan usaha di perusahaan/
industri.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 67


Bidang Ketenagakerjaan

Rapat Koordinasi Badan Intelejen Negara (BIN) dengan APINDO dan instansi terkait lainnya (Polri, TNI dan Kemenakertrans)
membahas persoalan Ketenagakerjaan dan Keamanan berusaha.

Di dalam forum LKS Tripartit Nasional ini, (LKS Tripnas) atas tindakan anarkis di be-
APINDO memanfaatkan kesempatan untuk berapa kawasan oleh oknum atas pengru-
mengajak Serikat Buruh/Pekerja untuk sakan, sweeping atas aset perusahaan dan
bersama-sama membangun Hubungan Indus- intimidasi terhadap manajemen perusahaan.
trial yang harmonis. Oleh karena itu, diperlukan • Menghargai independensi dewan peng-
langkah preventif atas kasus-kasus Hubungan upahan di masing-masing daerah melaui
Industrial di Indonesia yang terjadi akibat survei dan riset pengupahan yang adil dan
permasalahan pengupahan. Langkah-langkah objektif.
preventif yang dilakukan oleh APINDO antara • Melakukan komunikasi Aktif melalui DPN
lain sebagai berikut : APINDO dengan pemerintah (Menakertrans,
• Mendesak Pimpinan Daerah untuk mem- LIPI, Bapenas dan DPR Komisi IX) untuk
perhatikan dan memahami secara kompre- melihat masalah upah bukan ranah politis,
hensif regulasi penetapan upah berdasar- tetapi area teknis yang membutuhkan kajian
kan kesepakatan dewan pengupahan yang secara ilmiah dalam penetapannya.
didasarkan oleh hasil riset yang adil bagi • Mendorong terciptanya lembaga yang
pengusaha dan pekerja, serta yang paling independen dengan melibatkan para ahli
penting adalah tidak melakukan intervensi untuk turut aktif di masing-masing daerah
politis atas proses penetapan UMP/UMSP dalam mendorong perundingan upah yang
Final yang dituangkan dalam bentuk SK adil, independen, dan berbasis riset oleh
Gubernur. Mendesak Pemerintah Daerah lembaga yang kredibel.
untuk berani bertindak tegas atas setiap Dalam interaksi APINDO dengan pemerintah
bentuk penyimpangan, tindakan anarkis yang diluar mekanisme LKS-Tripartit, APINDO
mengarah kepada pengrusakan, sweeping mendukung Instruksi Presiden (Inpres) no.
dan intimidasi kepada siapapun yang terkait 9/2013 terkait upah minimum, yang pada
dengan pengambilan keputusan tentang dasarnya penegasan Presiden bagi semua
UMP/UMSP Final, sehingga pemerintah pihak terkait untuk mengikuti mekanisme
sebagai fasilitator dan dinamisator di Dewan peraturan perundang-undangan dalam
Pengupahan akan bisa terwujud. penentuan UMP/UMK (Upah Minimum Provinsi
• Mengecam dan menyuarakan sikap melalui atau Kabupaten/Kota). APINDO menilai bahwa
Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasio-nal Inpres tersebut dapat menjadi dasar untuk

68 Laporan Tahunan 2013


Bidang Ketenagakerjaan

proses usaha/produksi yang berbeda satu


dengan lainnya bahkan sekalipun untuk
industri yang sama. Lebih lanjut ketentuan
bahwa jika permenakertrans tersebut tidak
dijalankan sebagaimana mestinya pada saat
berlakunya ketentuan maka para pekerja
outsourcing secara hukum beralih status
dari pekerja waktu tertentu (PKWT) menjadi
pekerja waktu tidak tertentu (PKWTT) / pekerja
permanen, telah menyebabkan kekisruhan
Rapat Koordinasi APINDO dengan Menko Polkam, Pangab,
hubungan pengusaha dengan pekerja.
Kapolri, Kepala BIN dan Kepala Kejaksaan Tinggi, sebagai Berbagai upaya yang dilakukan Apindo untuk
tindak lanjut Rapat Kabinet Terbatas Bidang Perekonomian.
merubah peraturan tersebut baik melalui
mekanisme dalam tripartit nasional dan
meminimalisir kenaikan UMP/UMP yang tidak berbagai upaya persuasif tidak mencapai hasil
wajar sebagaimana terjadi di tahun 2012 yang diharapkan. Upaya terakhir yang sedang
sebelumnya. Inpres tersebut cukup membantu dilakukan Apindo adalah bersama dengan
dunia usaha meskipun belum sepenuhnya asosiasi usaha lain mengajukan judicial review
efektif mengingat beberapa Kepala Daerah atas permenakertrans tersebut.
mengabaikannya dimana terdapat 9 Provinsi Perhatian APINDO terkait permasalahan
yang menetapkan UMP di atas ketentuan KHL outsourcing fokus kepada masalah pengawasan
sebagaimana Inpres dan ketentuan peraturan pemerintah atas perizinan perusahaan-
perundang-undangan. perusahaan outsourcing di Indonesia dan
pelaksanaannya. Melalui LKS Tripartit Nasional,
II. Kebijakan Alih Daya (Outsourcing) APINDO terus berupaya untuk menyamakan
persepsi dengan Serikat Buruh/Pekerja
Kebijakan tenaga kerja alih daya dan Pemerintah atas definisi dan batasan
(outsourcing) disusun sebagai solusi dalam operasional dari perusahaan outsourcing.
menyerap tenaga kerja Indonesia yang APINDO juga mendesak pemerintah untuk
produktif dan berjumlah cukup besar. Di sisi melakukan sosialisasi tentang outsourcing
lain, alih daya (outsourcing) dimanfaatkan yang menyeluruh sehingga semua pihak
oleh perusahaan sebagai strategi efisiensi memiliki pemahaman yang tepat tentang apa
usaha yang berkelanjutan dalam menghadapi yang dimaksud dengan outsourcing.
persaingan global, baik dari segi mutu maupun
kuantitas produksi perusahaan. Dalam III. SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL
praktek Negara-negara di dunia, outsourcing (SJSN)
tidak mungkin untuk dihapuskan diatur
pelaksanaannya agar memberikan manfaat Pembangunan sosial akan berdampak
bagi baik perusahaan maupun pekerja. sistemik kepada pembangunan ekonomi
Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 nasional. Oleh karena itu, Sistem Jaminan
yang mengatur alih daya (outsourcing), pada Sosial Nasional (SJSN) hadir sebagai amanat
prosesnya, dinilai telah menimbulkan masalah Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-
baru bagi dunia usaha. Keharusan setiap Undang Nomor 40 Tahun 2004 pada dasarnya
asosiasi usaha sektoral untuk menetapkan merupakan program negara yang mewajibkan
proses bisnis/produksi yang core dan non- negara Indonesia untuk mengembangkan
core yang berlaku bagi para anggotanya sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
merupakan kesalahan fatal permenakertrans dan memberdayakan masyarakat yang lemah
tersebut, mengingat setiap usaha memiliki dan tidak mampu sesuai dengan martabat

Asosiasi Pengusaha Indonesia 69


Bidang Ketenagakerjaan

kemanusiaan. SJSN meliputi 5 (lima) program, • Monitoring dan Evaluasi DJSN atas progres
yaitu: Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan persiapan transformasi PT Askes (persero)
Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan PT Jamsostek (persero) ke BPJS
dan Jaminan Pensiun. • Sebagai uji coba dalam implementasi
Meskipun telah ditentukan sejak sepuluh pelaksanaan Jaminan Kesehatan,
tahun lalu melalui Undang-Undang Nomor 40 Kemenkokesra telah menunjuk 6 propinsi
Tahun 2004, pembuatan regulasi turunannya yaitu Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta,
dan implementasi program SJSN kurang siap Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
untuk dilaksanakan. SJSN pada dasarnya • Jaminan Kesehatan yang mulai
merupakan suatu program sangat besar dan diimplementasikan pada tanggal 1 Januari
substansial untuk awal mula reformasi sistem 2014 kepesertaan pertama sebesar sekitar
jaminan sosial di Indonesia. Oleh sebab itu, 120 juta penduduk meliputi eks peserta
pengaturan dan pengawalan atas pelaksanaan Jamkesmas, eks peserta Askes PNS/
program SJSN harus bersifat menyeluruh Pensiunan TNI Polri, eks Jamsostek, dan
sehingga manfaatnya bisa optimal. Secara sebagian peserta Jamkesda. besarnya iuran
keseluruhan, selanjutnya, program ini per bulan adalah:
diharapkan dapat menunjang pertumbuhan • PBI sebesar Rp. 19.225 per orang per
(pro-growth) serta menciptakan sumber daya bulan, perawatan kelas 3
manusia yang cerdas dan terlindungi sehingga • Pekerja Bukan Penerima Upah:
membuka lapangan kerja (pro-job). - Rp. 59.500 per orang per bulan,
Sampai akhir tahun 2013 pemerintah perawatan kelas 1
baru sebatas mengesahkan UU Nomor 24 - Rp. 42.500 per orang per bulan,
Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara perawatan kelas 2
Jaminan Sosial (BPJS) sebagai penyelenggara - Rp. 25.500 per orang pe bulan,
jaminan sosial di Indonesia. Ada 2 (dua) BPJS, perawatan kelas 3
yaitu BPJS Kesehatan (jaminan kesehatan) • Pekerja Penerima Upah:
dan BPJS Ketenagakerjaan (jaminan - Pegawai Pemerintah: Pemberi Kerja 3%,
kecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan Pekerja 2% dari gaji per bulan, jaminan
pensiun). Aktivitas DJSN lebih tertuju pada termasuk keluarga langsung maksimum
persiapan BPJS Ketenagakerjaan yang dimulai 5 orang.
implementasinya 1 Januari 2014. - Pegawai Swasta: Pemberi Kerja 4.5%,
Berikut beberapa persiapan BPJS Kesehatan Pekerja 0.5% dari gaji per bulan dengan
yang telah dilakukan: pagu gaji 2x PTKP K1. Jaminan termasuk
• Persiapan pelaksanaan transformasi dari PT keluarga langsung maksimum 5 orang.
Askes (persero) dan PT Jamsostek (persero) • Dalam pelayanan jaminan kesehatan telah
menjadi badan hukum public BPJS. Secara ditetapkan harus sistem rujukan yang
khusus DJSN lebih menaruh perhatian dimulai dari layanan 1 (puskesmas, klinik
segera terbitnya peraturan pelaksanaan dan dokter umum) untuk apabila perlu dirujuk ke
tugas-tugas monitoring dan evaluasi. layanan berikutnya (dokter spesialis, rumah
• Penerbitan peraturan menyangkut jaminan sakit). Karena kepesertaannya bersifat wajib
kesehatan dan peraturan lainnya agar maka diperlukan Koordinasi Manfaat bagi
BPJS sebagai badan hukum publik dapat peserta yang sudah melaksanakan jaminan
beroperasi. kesehatan lain atau lebih baik. Aturan
• DJSN sebagai pengawas eksternal BPJS tentang koordinasi manfaat akan ditetapkan
bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan oleh BPJS Kesehatan.
(OJK) telah melaksanakan MOU terkait Mengenai BPJS Ketenagakerjaan sampai
kerjasama dalam melaksanakan tugas- dengan tanggal 30 Juni 2014 dalam program
tugas pemeriksaan kepada BPJS. Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian,

70 Laporan Tahunan 2013


Bidang Ketenagakerjaan

dan Jaminan Hari Tua masih tetap berdasarkan proses kelembagaannya belum disiapkan.
program sesuai dengan UU 3/1992 tentang Catatan lain, APINDO mengkhawatirkan
Jamsostek. Kemudian pada tanggal 1 Juli 2015 beban anggaran negara ini yang dialokasikan
sudah harus menyelenggarakan programnya untuk subsidi masyarakat melalui SJSN
menyesuaikan dengan UU 40/2004 SJSN dapat mengganggu APBN. Dalam jangka
beserta peraturan pelaksanaannya. panjang, APINDO mengingatkan pemerintah
APINDO yang mewakili pengusaha atau untuk mempersiapkan kebijakan keuangan
pemberi kerja terlibat dalam persiapan SJSN Negara, khususnya untuk memenuhi
tersebut, diantaranya dalam penentuan kewajiban pemberian jaminan hari tua bagi
besaran persentase kontribusi pemberi kerja pekerja Indonesia jika saatnya SJSN bidang
dan pekerja yang kesepakatannya dilalui ketenagakerjaan sudah dilaksanakan secara
melalui proses yang sangat panjang. APINDO penuh. Pengalaman negara-negara yang jauh
menilai bahwa SJSN akan menyusahkan lebih dahulu menerapkan sistem jaminan sosial
pengusaha, khususnya dalam hal pengalihan dengan berbagai persoalan yang dihadapinya
jaminan sosial tenaga kerja dan kesehatan termasuk kesulitan perencanaan keuangan
yang semula dilakukan oleh perusahaan negaranya, harus menjadi pembelajaran yang
asuransi swasta kepada BPJS mengingat baik bagi Indonesia.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 71


Bidang
Perindustrian

Bidang
Perindustrian

72 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Perindustrian

PENDAHULUAN
Visi pembangunan Industri Nasional se- Indonesia dengan mendorong ekspor dan
bagaimana yang tercantum dalam Peraturan membatasi impor, mempromosikan investasi
Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang untuk meningkatkan kapasitas pada sisi
Kebijakan Industri Nasional adalah Indonesia penyediaan dan menaikkan produktivitas,
menjadi Negara Industri Tangguh pada tahun serta menyediakan peluang kerja selama
2025, dengan visi antara pada tahun 2020 kemungkinan melambatnya laju pertumbuhan
sebagai Negara Industri Maju Baru, karena ekonomi dalam jangka pendek. Jika dilihat dari
sesuai dengan Deklarasi Bogor tahun 1995 kebijakan makro ekonomi, baik fiskal maupun
antar para kepala Negara APEC pada tahun moneter, sektor industri memegang peranan
tersebut liberalisasi di negara-negara APEC strategis dalam upaya mencapai sasaran
sudah harus terwujud. pembangunan ekonomi.
Namun demikian, sejak pertengahan tahun APINDO mengemban tugas untuk secara
2013, tekanan pasar keuangan Indonesia aktif mencermati dan sekaligus terlibat
meningkat pada yang berkontribusi terhadap langsung dalam setiap kebijakan yang telah
defisit neraca berjalan yang lebih besar dan/atau akan diterbitkan oleh Kementerian
daripada perkiraan, bersamaan dengan Perindustrian dan/atau Kementerian terkait
penurunan minat investor terhadap aset- dengan perindustrian. Selama tahun 2013,
aset pasar berkembang di seluruh dunia. APINDO telah terlibat dalam berbagai aktivitas
Sebagai tanggapan, Pemerintah Indonesia terkait dengan kebijakan-kebijakan yang
mengumumkan suatu paket kebijakan diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian
ekonomi pada 23 Agustus 2013, agar bisa sebagai berikut.
menanggapi ketidakseimbangan eksternal

KEGIATAN
1. PAKET KEBIJAKAN EKONOMI YANG produksi ini terjadi di sektor industri otomotif
BERFOKUS PADA SEKTOR INDUSTRI (11,48%), industri barang logam, bukan mesin
PADAT KARYA dan peralatannya (11,37%), serta industri
makanan (10,77%). Perhatikan Gambar 1.
Sektor industri memegang peranan strategis Diharapkan tahun 2020 kontribusi industri non-
dalam upaya mencapai sasaran pembangunan migas terhadap PDB telah mampu mencapai
ekonomi. Selain itu, pembangunan sektor 30%, dimana kontribusi industri kecil ditambah
industri menjadi sangat penting karena industri menengah sama atau mendekati
kontribusinya terhadap pembentukan Produk kontribusi industri besar. Selama kurun waktu
Domestik Bruto (PDB) sangat besar. PDB 2010 s.d 2020 industri harus tumbuh rata-rata
Indonesia tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78% 9,43% dengan pertumbuhan Industri kecil,
dibandingkan tahun 2012. Sektor industri menengah dan besar, yaitu masing-masing
pengolahan berkontribusi besar terhadap minimal sebesar 10,00%, 17,47%, dan 6,34%.
total pertumbuhan PDB dengan sumber Untuk mewujudkan target-target tersebut,
pertumbuhan sebesar 1,42%. Produksi APINDO memberikan masukan strategis
industri manufaktur besar dan sedang tumbuh dan juga mengharapkan adanya upaya
sebesar 5,64% yoy (year on year) di tahun dari Pemerintah yang terukur dan mampu
2013 dibanding tahun 2012. Pertumbuhan mengakomodasi kepentingan usaha dan

Asosiasi Pengusaha Indonesia 73


Bidang
Perindustrian

industri antara lain sebagai berikut. 2. PERUMUSAN DEFINISI, BATASAN, DAN


1. Memberikan kepastian dan penegakan KLASIFIKASI INDUSTRI PADAT KARYA
hukum yang mampu menciptakan ketertiban
dan keamanan bagi kegiatan usaha dan Kenaikan Upah Minimum 2013 telah
investasi. memukul kelangsungan usaha cukup banyak
2. Mempermudah perizinan dan prosedur ter- industri nasional, terutama industri padat
utama dalam hal izin mendirikan bangunan karya. APINDO sangat memperhatikan kondisi
pabrik, penyelesaian masalah tata ruang tersebut dimana industri telah memberikan
dan pembebasan tanah. Hal ini juga kontribusi pertumbuhan perekonomian
menghambat pembangunan infrastruktur. Indonesia. Karena itu, APINDO memberikan
3. Mensikronisasikan peraturan dan kebijakan usulan agar pemerintah lebih memerhatikan
antar-kementerian maupun antara industri padat karya secara khusus untuk
pemerintah pusat dan daerah. menghindari Pemutusan Hubungan Kerja
4. Meningkatkan nilai tambah dan daya (PHK). Dengan demikian, pemerintah dan
saing industri dengan mengintensifkan semua pihak yang berkepentingan berupaya
produktivitas pekerja/buruh. menghasilkan keputusan yang bersifat strategis
5. Menguatkan faktor penunjang dengan mempertimbangkan keberlanjutan
pengembangan industri, misalnya sarana dan stabilitas.
dan prasarana distribusi (jalan, pelabuhan, APINDO berjuang selama kurang lebih
dan sebagainya). 7 (tujuh) bulan untuk merumuskan kriteria
6. Meningkatkan inovasi dan penguasaan Industri Padat Karya bersama dengan
teknologi industri yang hemat energi dan Kementerian Perindustrian, yaitu didefinisikan
ramah lingkungan. sebagai industri yang mempunyai tenaga paling
7. Memperkuat struktur industri. sedikit 200 orang dan persentase biaya tenaga
8. Meningkatkan peran industri kecil dan kerja dalam biaya produksi paling sedikit
menengah terhadap PDB. sebesar 15%. Ketentuan ini tertuang dalam

Gambar 1. Laju dan sumber pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)


Tahun 2013 menurut sektor (Dok. Apindo 2013)

74 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Perindustrian

Peraturan Menteri Perindustrian No.51/M-IND/ Hulu). Perihal pengembangan industri hulu,


PER/10/2013 tentang Definisi dan Batasan walaupun secara spesifik tidak disebutkan
Serta Klasifikasi Industri Padat Karya Tertentu. dalam UU Perindustrian, namun Pasal 31–
Di dalam peraturan tersebut, disebutkan pula 33 mengamanatkan bahwa dalam rangka
jenis-jenis industri yang termasuk ke dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya
klasifikasi industri padat karya sebagai berikut. alam, Pemerintah mendorong pengembangan
1. Industri makanan, minuman, dan tembakau industri pengolahan di dalam negeri. Lebih
2. Industri tekstil dan pakaian jadi lanjut ditegaskan pula bahwa dalam rangka
3. Industri kulit dan barang kulit peningkatan nilai tambah industri guna
4. Industri alas kaki pendalaman dan penguatan struktur industri
5. Industri mainan anak-anak dalam negeri, Pemerintah dapat melarang atau
6. Industri furnitur. membtasi ekspor sumber daya alam. Selain
itu, UU Perindustrian juga mengamanatkan
3. PENINJAUAN, PENYUSUNAN, DAN agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
PEMBUATAN MASUKAN ATAS menjamin ketersediaan sumber daya alam
UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN untuk memenuhi kebutuhan industri dalam
negeri.
Sepanjang tahun 2013, Bidang Kerja Dukungan Kebijakan (Fiskal – Non fiskal)
Regulasi Perdagangan APINDO telah terlibat penyelamatan dan Pengamanan Industri.
langsung secara aktif dalam penyusunan Dalam rangka mempercepat pembangunan
UU Prindustrian bersama-sama dengan industri dalam negeri, sejalan dengan harapan
Kementerian Perindustrian. Dalam keterlibatan APINDO, UU Perindustrian telah menunjukkan
tersebut, guna mendapatkan masukan dari keberpihakkannya kepada industri dalam
para pelaku usaha, Bidang Kerja Regulasi negeri. UU Perindustrian telah memberikan
Perdagangan mengundang dan menyertakan landasan hukum bagi Pemerintah untuk dapat
partisipasi para anggota APINDO untuk memberikan dukungan kebijakan berupa
didengar pendapatnya melalui berbagai fiskal maupun nonfiskal kepada industri dalam
pertemuan dan pembahasan. negeri. Selain itu, dalam rangka mendukung
Berdasarkan masukan-masukan dari para pertumbuhan industri dalam negeri, UU
pelaku usaha dan para ahli tersebut, Bidang Perindustrian telah meletakkan dasar hukum
Kerja Regulasi Perdagangan menyusun Daftar bagi Pemerintah untuk melakukan tindakan
Inventaris Masalah dan menyampaikannya penyelamatan dan pengamanan industri
kepada Komisi VI DPR-RI sebagai masukan bilaman terjadi kondisi-kondisi tertentu yang
dan usulan dari APINDO selaku wakil dari dapat merugikan industri dalam negeri.
para pelaku usaha. Untuk itu, APINDO telah Penyelamatan dan pengamanan industri
diundang pula dalam Rapat Dengar Pendapat dalam negeri dapat dilakukan dalam bentuk
Komisi VI DPR-RI. tarif, nontarif, pemberian stimulus fiskal atau
Pengaturan yang Holistik oleh Satu pemberian kredit program.
Kementerian. Secara garis besar, UU Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Perindustrian yang telah disahkan telah Negeri. Perhatian APINDO terkait peningkatan
sejalan dengan harapan dari APINDO dimana penggunaan produk dalam negeri telah pula
UU Perindustrian telah mengisyaratkan dan terjawab dalam UU Perindustrian dimana Pasal
memberikan kewenangan yang menyeluruh 86 UU Perindustrian secara tegas mewajibkan
kepada kementerian yang membidangi Pemerintah, lembaga-lembaga, dan institusi-
perindustrian untuk mengatur, membina, dan institusi Pemerintah, Badan Usaha Milik
mengembangkan industri nasional, dengan Negara/Daerah untuk menggunakan dan
kewenangan untuk melimpahkan pengaturan membelanjakan anggaran belanjanya untuk
hal-hal bersifat teknis kepada Kementerian membeli produk-produk dalam negeri, serta
teknis terkait. mendorong swasta nasional untuk juga
Pengembangan Industri Olahan (Industri menggunakan produk dalam negeri.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 75


Bidang
Perdagangan
Bidang
Perdagangan

PENDAHULUAN

Selain mengurusi bidang ketenagakerjaan Terkait dengan kebijakan perdagangan,


dan hubungan industrial, Asosiasi Pengusaha APINDO dilibatkan oleh Pemerintah c.q.
Indonesia (APINDO) telah dilibatkan secara Kementerian Perdagangan untuk memberikan
intensif menjadi rekan pemerintah khususnya usulan konstruktif dalam RUU Perdagangan.
Kementerian Perdagangan untuk memberikan APINDO yang mewakili pelaku usaha, berharap
masukan strategis dalam bidang perekonomian bahwa RUU Perdagangan dapat melindungi
dan perdagangan. Di samping itu, sejak tahun pasar dan konsumen domestik sehingga
2013, APINDO dipercaya oleh Pemerintah pasal-pasal di dalamnya mampu mendorong
untuk duduk sebagai Tim Negosiator utama pertumbuhan dan peningkatan daya saing
dalam setiap kerja sama perdagangan luar dunia usaha.
negeri. Selama tahun 2013, APINDO bersama
Posisi strategis APINDO sangat penting dengan pemerintah dan asosiasi-asosiasi
untuk meningkatkan hubungan ekonomi sektoral lainnya telah berperan secara
dan menciptakan kesempatan investasi dan intensif dalam pembahasan utama seperti
perdagangan antara Indonesia dengan negara- Rancangan Undang-Undang Perdagangan
negara mitra, APINDO menjalin dialog rutin (RUU Perdagangan), Revisi Daftar Negatif
dengan misi perdagangan asing di Jakarta Investasi (Revisi DNI), E-Commerce, Paket
antara lain: ASEAN Framework Agreement on Services
• American Chamber (AmCham) (AFAS), Peraturan CIF (Cost, Insurance, and
• Indonesia-Australia Business Chamber (IABC) Freight) dalam Kegiatan Ekspor. Laporan ini
• British Chamber (BritCham) membahas peran APINDO yang secara aktual
• Jerman Chamber (EKONID) terlibat dalam setiap proses perumusan
• European Chambers (EuroCham) kebijakan-kebijakan perdagangan di Indonesia
• Netherlands Chambers (INA) dan internasional.
• Jakarta Japan Club (JJC)
• Korea Chambers (KoCham)

Salah satu pasal di dalam RUU Perdagangan mengatur


tentang perdagangan elektronik atau yang umum dikenal
sebagai E-Commerce adalah jenis industri dimana pem-
belian dan penjualan produk dan/atau jasa dilakukan
melalui sistem elektronik seperti internet dan jaringan
komputer lainnya.

76 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Perdagangan

RUU PERDAGANGAN

Di tengah situasi perdagangan dalam dan singkat dalam fokus pandangan terhadap RUU
luar negeri yang kian bergeliat beberapa tahun Perdagangan sebagai berikut.
belakangan ini memerlukan payung hukum 1. PERDAGANGAN DALAM NEGERI
yang kuat, terutama di sektor perdagangan.
UU Perdagangan dinilai dapat menjadi pijakan 1.1 Pengaturan Tentang Jasa
mendasar dalam meningkatkan perdagangan Sektor Jasa belum cukup diatur dalam
sekaligus membela kepentingan nasional. BAB [Link] karena itu, diusulkan untuk
Hingga saat ini, Komisi Perdagangan DPR menambahkan 1 Pasal yang secara khusus
bersama Pemerintah masih membahas RUU mengatur sektor jasa secara umum, tetapi tetap
Perdagangan yang diharapkan dapat menjadi membuka ruang bagi peraturan pemerintah
payung hukum yang mengatur kegiatan untuk mengatur lebih lanjut mengenai jasa dan
perdagangan secara menyeluruh. pendelegasiannya ke departemen terkait.
Keberadaan UU Perdagangan sangat
penting, mengingat Indonesia berperan besar 1.2. Pengakuan Kemampuan Kompetensi
dalam perdagangan dalam dan luar negeri Asing
dimana juga merupakan potensi pasar yang Pasal 8 RUU Perdagangan mensyaratkan
sangat besar dengan jumlah penduduk hampir Pemerintah memberi pengakuan terhadap
250 juta berikut dengan daya beli yang kuat. kompentensi teknis dari negara lain; sepanjang
Manfaat dari RUU Perdagangan antara lain: sudah dilakukan perjanjian saling pengakuan
(1) sebagai kebijakan yang memihak dan secara bilateral atau regional. Pengaturan ini
menguatkan industri dalam negeri, dirasa akan membatasi para pelaku usaha
(2) meningkatkan penggunaan produk dalam terhadap akses kompetensi yang mungkin
negeri, dibutuhkan - tetapi tidak dapat diakses karena
(3) fasilitasi bantuan hukum dengan anggaran tidak terdapat perjanjian saling pengakuan.
pemerintah, Untuk menghilangkan suasana saling
(4) mengembangkan ekspor melalui pembuatan pengakuan, diusulkan agar pengakuan atas
kebijakan ekspor berupa kebijakan fiskal, kompetensi teknis yang berasal dari negara lain
moneter, industri, pembiayaan, dan lainnya, didasarkan pada standar yang berlaku secara
(5) membentuk tim negosiasi dalam kerja internasional - bukan berdasarkan pengakuan
sama perdagangan internasional, serta secara bilateral atau regional.
(6) menyediakan sarana komunikasi dan
fasilitasi. 1.3 Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Selain itu, UU Perdagangan menjadi Negeri
cermin kedaulatan dalam rangka melindungi Diusulkan untuk disamakan dengan konsep
kepentingan nasional, terutama menyangkut pada RUU Perindustrian, yaitu mewajibkan
pilar perekonomian, yaitu sektor perdagangan. Pemerintah, Lembaga Pemerintah, BUMN dan
Untuk itu, RUU Perdagangan harus segera BUMD untuk membeli produk dalam negeri
diselesaikan dan diharapkan berisi pasal-pasal dan mendorong swasta untuk menggunakan
yang melindungi kepentingan nasional dimana produk dalam negeri.
bersifat terbuka tetapi tetap memegang prinsip
kehati-hatian, terutama pada sektor-sektor 1.4 Sarana Perdagangan
[Link] masukan para pelaku bisnis Pada dasarnya, sarana perdagangan sudah
nasional dari APINDO terakomodasi secara cukup diatur dalam RUUP, namun perlu diatur

Asosiasi Pengusaha Indonesia 77


Bidang
Perdagangan

mengenai peran Pemerintah Pusat dan nasional menjadi tidak kompetitif; dantidak
Pemerintah Daerah dalam mengembangkan semua barang dapat mencantumkan tanda
dan menjaga keberlangsungan pasar rakyat. pendaftaran pada kemasannya. Selain
Pasal 13 ayat 1 RUU Perdagangan men- itu, pencantuman tanda pendaftaran
syaratkan bahwa Gudang yang merupakan akan menambah biaya bagi pelaku usaha.
sarana penunjang perdagangan wajib Karenanya, diusulkan agar cukup dibebani
didaftarkan. Kewajiban ini dikecualikan untuk dengan kewajiban mendaftarkan saja di
gudang-gudang yang diatur dalam Pasal 14 Kementerian teknis terkait.
RUU Perdagangan. Diusulkan juga untuk
dikecualikan dari kewajiban pendaftaran 2. PERDAGANGAN LUAR NEGERI
gudang untuk (a) gudang-gudang yang dimiliki
oleh pelaku usaha yang tidak melakukan Perdagangan luar negeri diatur dalam
kegiatan usaha perdagangan; dan (b) gudang- BAB VII dari Pasal 32 sampai dengan Pasal
gudang ditempat pelaku usaha melakukan 42 RUU Perdagangan. Dalam pengaturan
kegiatan usahanya. mengenai perdagangan luar negeriini tidak
diatur mengenai perdagangan Jasa, padahal
1.5 Pengendalian apabila diperhatikan, arus ekspor dan impor
Pengendalian sebagaimana diatur dalam jasa tidaklah sedikit. Maka, diusulkan agar
Pasal 17-Pasal 22. Pemberian kewenangan dalamperdagangan luar negeri diatur juga
oleh UU kepada pemerintah daerah untuk mengenai perdagangan jasa.
mengendalikan ketersediaan barang ke- Definisi eksportir dan importir yang
butuhan pokok dan/atau barang penting menegaskan bahwa importir dan eksportir
(dalam Pasal 17) dapat menimbulkan adalah "orang perorangan ..." dikaitkan
permasalahan baru yang memungkinkan dengan perizinan dibidang ekspor-impor yang
pemerintah daerah memiliki kewenangan menegaskan bahwa ekspor hanya dilakukan
sendiri untuk melarang dan/atau mengizinkan oleh pelaku usaha yang telah ditetapkan
suatu kebutuhan tertentu untuk memasuki sebagai exportir dan impor barang hanya dapat
atau keluar dari daerah tersebut. Untuk itu, dilakukan oleh importir yang memiliki pengenal
diusulkan agar diberikan pembatasan dan sebagai importir. Artinya, pemerintah harus
pengaturan lebih lanjut mengenai kewenangan memfasilitasi perorangan sebagai importir
pengendalian ketersediaan barang kebutuhan atau exportir dan terhadapnya harus diberikan
pokok oleh Undang-Undang. pengenal sebagai importir atau penetapan
Dalam rangka pengendalian Pasal 21 RUU sebagai ekportir
Perdagangan mewajibkan agar semua produsen
atau importir yang memperdagangkan barang 3. PENGEMBANGAN EKSPOR
yang terkait dengan keamanan, keselamatan,
kesehatan, dan lingkungan hidup, untuk (a) Fokuskepada pasal 43 sampai dengan pasal
mendaftarkan barang yang diperdagangkan 50 mengenai cara pengembangan ekspor
kementerian yang menyelenggarakan peme- melalui pembinaan dan promosi,pelaku usaha
rintahan di bidang perdagangan; dan (b) merasa bahwa pengembangan ekspor tidak
mencantumkan tanda pendaftaran pada cukup hanya dilakukan dengan pembinaan
barang dan/atau kemasannya. dan promosi namun diperlukan juga dukungan
Pelaku usaha melihat bahwa kewajiban berupa program pengembangan, kebijakan
mendaftarkan barang kepada Kementerian ekspor (dukungan pembiayaan, hukum, fiskal,
Perdagangan akan memperpanjang jalur moneter), dankelembagaan.
birokrasi dan membuat perekonomian

78 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Perdagangan

4. KERJA SAMA PERDAGANGAN RUU Perdagangan mengamanatkan


INTERNASIONAL pemerintah untuk membuat sekurang-
kurangnya 25 peraturan pelaksana yang terdiri
Pelaku usaha mencermati bahwa dalam dari 5 Peraturan Pemerintah, 8 Peraturan
pengaturan mengenai kerjasama perdagangan Presiden, dan 12 Peraturan Menteri. Namun,
internasional (sebagaimana diatur dalam RUU Perdagangan tidak memberikan jaminan
BAB X, mulai dari Pasal 52 hingga Pasal 54 bahwa pemerintah dalam penyusunan dan
RUU Perdagangan), RUU Perdagangan harus pembuatan peraturan pelaksana tersebut akan
memberikan kewenangan kepada pemerintah melibatkan dan mendengarkan aspirasi dari
untuk membentuk suatu tim negosiasi para pelaku usaha. Untuk itu, diusulkan agar
dalam rangka kerja sama perdagangan menyisipkan 1 BAB yang mengatur tentang
internasional yang melibatkanpelaku usaha peran serta masyarakat atau pemangku
serta profesional-profesiaonal yang ahli dalam kepentingan dalam menyusun dan membuat
negosiasi perdagangan. RUU Perdagangan peraturan pelaksana, termasuk dalam rangka
juga harus mengamanatkan pemerintah untuk pengawasan pelaksanaan ketentuan dalam
aktif memperjuangkan pelaku usaha nasional RUU Perdagangan.
untuk dapat masuk ke negara-negara tujuan
ekspor. Sehubungan dengan Tim Negosiasi 6. SISTEM INFORMASI PERDAGANGAN
dan Pelibatan Pelaku usaha dalam kaitannya
kerja sama perdagangan internasional, pelaku Pelaku usaha melihat adanya kebutuhan
usaha mengusulkan perubahan pada pasal 52 tentang tersedianya sistem informasi
ayat 1 dan penambahan ayat dalam pasal yang perdagangan yang komprehensif sehingga
sama. dapat mendorong terciptanya informasi yang
Selain itu, pemerintah harus melibatkan akurat sehingga dapat dimanfaatkan oleh
pemangku kepentingan untuk mengetahui pelaku usaha untuk kegiatan [Link]
keunggulan-keunggulan produk dalam negeri pula bagi pemerintah yang akan melakukan
yang dapat ditawarkan ke negara tujuan ekspor kerjasama perdagangan internasional atau
dan produk-produk yang tidak diproduksi di melakukan negosiasi untuk membuka pasar di
Indonesia tetapi sangat dibutuhkan di dalam dunia internasional.
negeri. Selain itu, dalam menjalin kerjasama
perdagangan internasional, perlu diperhatikan 7. SANKSI PIDANA
perlindungan terhadap Hak Atas Kekayaan
Intelektual dan Konsumen Dalam Negeri. Pelaku usahamencermati bahwa penentuan
jumlah denda dan lamanya pidana penjara
5. FASILITAS DAN KOMUNIKASI (sebagaimana diatur dalam Ketentuan sanksi
pidana BAB XV mulai dari Pasal 65 sampai
Sistem komunikasi dan fasilitasi dimaksud- dengan Pasal 73 RUU Perdagangan) tidak
kan untuk: (a) memberikan ruang diskusi bagi dilandasi dengan dasar yang jelas. Mengingat
para pemangku kepentingan dalam menyusun ancaman hukuman pidana diatas 4 tahun,
peraturan pelaksana, (b) menciptakan ruang yang secara hukum acara pidana dapat
bagi pemerintah untuk mengumpulkan infor- dilakukan penahanan selama dalam proses
masi dari para pelaku usaha dalam rangka penyidikan, maka perlu dijelaskan (dalam
upaya pemerintah untuk menciptakan akses penjelasan) bahwa pengenaan sanksi pidana
pasar bagi pelaku usaha dalam negeri di terjadi melalui mekanisme pemberian teguran,
dunia internasional, (c) ruang konsultasi publik pembinaan, pencabutan izin dan pengenaan
yang dapat menjadi fasilitator diskusi dalam denda terlebih dahulu.
penyelesaian masalah jika terjadi sengketa.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 79


Bidang
Perdagangan

8. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB Perdagangan yang memberikan penegasan


PEMERINTAH akan kewajiban pemerintah dan koordinasinya
dengan daerah, misalnya sebagaimana diatur
RUU Perdagangan ini tidak banyak dalam pasal 17 ayat 3 yang menjelaskan
mengatur mengenai kewajiban dan tanggung bahwa pemerintah daerah dalam membuat
jawab pemerintah dalam mengembangkan kebijakannya sendiri harus mengacu kepada
perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. kebijakan pemerintah pusat, dan pasal 9 ayat 1
RUU Perdagangan hendaknya mengamanatkan tendang pengertian “mendorong penggunaan
Pemerintah maupun pemerintah daerah untuk produk dalam negeri”.
melakukan pembinaan yang nyata terhadap
pelaku usaha sehingga para pelaku usaha siap 9. PERIZINAN DAN KOORDINASI ANTARA
untuk bersaing didunia internasional maupun PEMERINTAH, PEMERINTAH DAERAH,
dalam negeri. Pembinaan sebagaimana DAN LEMBAGA
dimaksud diatas dapat berupa pemberian
fasilitas-fasilitas, pemberian bantuan teknis, RUU Perdagangan ini mengatur perizinan
pendampingan, danfasilitasi. Pemerintahpun di dua tempat, yaitu didalam BAB IV pasal 16
harus secara aktif dan konsisten dan BAB VII pasal 42. Birokrasi yang panjang
memperjuangkan dan melindungi kepentingan dalam pengurusan perizinan merupakan salah
pelaku usaha nasional di kancah perdagangan satu kendala dalam meningkatkan daya saing
dunia. perdagangan nasional karenanya diusulkan
RUU Perdagangan harus memerintahkan agar dalam RUU diaturmengenai kemudahan
kepada Pemerintah maupun Pemerintah memperoleh perizinan, misalnya dengan
Daerah untuk membuka komunikasi aktif memasukkan penerapan proses pengurusan
dengan para pelaku usaha sehingga terdapat izin satu atap, yang saat ini dikenal dengan
kesamaan pemikiran dibidang perdagangan nama INSW (Indonesian National Single
yang tentunya akan mempermudah pemerintah Window) pada ketentuan penjelasan dalam satu
dalam melakukan perjanjian kerjasama pasal RUU Perdagangan. Diusulkan agar RUU
perdagangan internasional dan negosiasi- Perdagangan tidak memberikan kewenangan
negosiasi perdagangan. terlampau luas kepada Pemerintah Daerah
Perihal tersebut diatas, telah disipkan didalam hal perizinan, agar tidak terjadi
beberapa perubahan kecil dalam RUU birokarasi yang panjang.

RUU PERDAGANGAN :
E-COMMERCE DI INDONESIA
Dalam konteks perdagangan, kemajuan oleh orang-orang yang tidak bertanggung
teknologi informasi dan komunikasi [Link] itu, kemudahan dari kemajuan
memungkinkan transaksi bisnis dilakukan teknologi ini harus disertai dengan pengaturan
secara virtual melalui internet (online). yang tepat sehingga dapat memberikan
Aktivitas atau transaksi perdagangan demikian perlindungan dan menciptakan ketertiban
dikenal dengan istilah electronic commerce dalam bertransaksi melalui E-commerce.
(E-Commerce). Kemajuan dan peningkatan Usulan atau masukan atas Rancangan
penggunaan E-commerce dalam dunia Undang-Undang Perdagangan (RUU Per-
perdaganganrawan terhadap penyalahgunaan dagangan) yang salah satu pasalnya

80 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Perdagangan

mengatur tentang e-commerce antara lain transaksi virtual.


diuraikansebagai berikut. 3. Penertiban dan pembenahan dibidang
1. Borderless transaction melalui E-Commerce, E-Commerce dan tata caranya.
perlu mendapat perhatian lebih karena 4. Pengaturan tentang E-Commerce banyak
(misalnya) perdagangan barang yang diatur di peraturan perundang-undangan
dilakukan oleh vendor asing di luar negeri yang [Link] menjamin kepastian
kepada para buyer di Indonesia melalui hukum diperlukan pengaturan spesifik
website tentunya tidak akan tunduk pada tentang perdagangan melalui media
peraturan perundang-undangan yang elektronik. Oleh karena itu, diperlukan
berlaku di Indonesia. pemberian usulan tentang perlu atau tidaknya
2. Kepastian dan perlindungan hukum dibuatkan satu bab khusus dalam RUU
terhadap pengguna dan pelaku E-Commerce Perdagangan yang mengatur E-Commerce
serta perlindungan konsumen, mengingat atau perdagangan melalui media elektronik,
perdagangan melalui E-Commerce akan layaknya pengaturan tentang perdagangan
banyak menghadirkan toko / outlet virtual, perbatasan, perdagangan antar-pulau dan
kantor virtual (bahkan pasar virtual), serta perdagangan Internasional.

AFAS (ASEAN FRAMEWORK


AGREEMENT ON SERVICES)

1. LATAR BELAKANG DAN TUJUAN AFAS


Landasan AFAS adalah GATS (General
Di kawasan ASEAN terdapat perundingan Agreement of Trade in Services) yang
liberalisasi di sektor jasa yaknidilakukan merupakan hasil perundingan putaran
melalui AFAS. Secara singkat, AFAS (ASEAN Uruguay dimana memungkinkan adanya
Framework Agreement on Services) merupakan perundingan tersendiri antara dua negara atau
persetujuan dan kerja sama dalam rangka lebih dengan meliberalisasikan perdagangan
liberalisasi perdagangan di bidang jasa dalam bidang jasa melebihi yang sudah dilakukan
forum ASEAN. AFAS memfokuskan pada trade dalam kerangka WTO. Dalam kerangka inilah
in services danmenegaskan hal-hal sebagai AFAS ditandatangani oleh negara-negara
berikut : anggotaASEAN pada tanggal 15 Desember
a. Kesepakatan untuk integrasi ekonomi 1995 di Thailand.
kawasan ASEAN Adapun Blueprint Masyarakat Ekonomi
b. Meningkatkan kerja sama perdagangan jasa ASEAN (MEA) yang ditandatangani pada
yang lebih terbuka melalui pelaksanaan November 2007, menyepakati bahwa pada
AFAS. tahun 2015, perdagangan bidang jasa bagi
c. Dapat melakukan negosiasi atas specific negara anggota ASEAN sudah harus bebas dari
commitment on market access, national segala hambatan. Pengertian “bebas” dalam
treatment dan additional commitments yang blueprint MEA adalah bebas dari hambatan-
mencakup seluruh modes of supply sekor hambatan berupa jumlah pemasok jasa, nilai
jasa. transaksi, jumlah kegiatan, jumlah tenaga kerja
d. Liberalisasi sektor jasa dilakukan secara asing, jenis entitas hokum, dan Partisipasi
bertahap sampai tercapai tingkat liberalisasi Modal Asing – Foreign Equity Participation
yang lebih tinggi. (FEP) sebesar 70%. Realisasi pencapaian
e. Negara anggota ASEAN diberikan fleksibelitas target Blueprint MEA, yaitu:
dalam melakukan offer.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 81


Bidang
Perdagangan

a. Jasa Sektor Prioritas, merupakan jasa Untuk itu, APINDO memberikan usulan terkait
pariwisata, kesehatan, transportasi udara perencanaan terhadap subsektor jasa yang
dan e-ASEAN harus sudah terbuka dengan akan dikomitmenkan oleh Ditjen Perdagangan
FEP sebesar 70% pada tahun 2010. Dalam Negeri antara lain:
b. Jasa Logistik, harus sudah terbuka dengan a. Jasa Bisnis Lainnya (CP 88442): Percetakan
FEP sebesar 70% tahun 2013 dimana saat dan Penerbitan, dan
ini sudah terbuka sebesar 51% sejak tahun b. Jasa Distribusi (CP310): Jasa Retail buah
2010. dan sayur-sayuran dengan minimum luas
c. Jasa-jasa lain non-prioritas, harus sudah area di atas 5.000 m2.
terbuka dengan FEP sebesar 70% tahun Di samping itu, APINDO mengharapkan pula
2015 dimana saat ini sudah terbuka sebesar pemerintah:
51% sejak tahun 2010. a. Tidak menambahkan subsektor tersebut
serta
2. USULAN APINDO TERKAIT PAKET b. Tidak mengajukan maupun menerima
KOMITMEN AFAS usulan dari negara-negara lain dalam
perundingan AFAS 9.
Tinjauan terhadap AFAS 8 yang telah Sehubungan dengan hal tersebut di
dikomitmenkan oleh Ditjen Perdagangan atas dan untuk memenuhi FEP yang akan
Dalam Negeri, maka APINDO mengharapkan dikomitmenkan pada AFAS-9 maka DNI harus
pemerintah dapat : direvisi. Untuk itu, Bina Usaha Perdagangan
a. membuat penelaahan dan kajian mendalam merencanakan untuk menambah subsektor
dan jasa yang aka dikomitmenkan pada AFAS-9,
b. membuka jasa logistik untuk penanaman yaitu:
modal dari negara anggota ASEAN dalam a. Jasa bisnis lainnya, yaitu percetakan dan
kerangka MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) penerbitan,
serta usulan untuk mengubah maksimal b. Jasa distribusi, yaitu penjualan ritel buah-
kepemilikan modal asing sebesar 51% buahan dan sayur-sayuran dengan minimum
menjadi maksimal 49%. area seluas 5.000 m2,
Saat ini, negara-negara anggota ASEAN c. Jasa penyimpanan barang yang dibekukan
telah memasuki Paket Komitmen AFAS 9 di luar area pelabuhan dan lini I, dan
dengan 104 subsektor yang diintegrasikan. d. Jasa logistik dan retail.

REVISI DNI
(DAFTAR NEGATIF INVESTASI)

1. LATAR BELAKANG REVISI DAFTAR diatur dalam DNI akan dianggap terbuka
NEGATIF INVESTASI (DNI) 100%. Adapun AFAS melakukan pengaturan
pada sektor jasa yang diperbolehkan sehingga
Pembahasan DNI dan komitmen Paket AFAS yang tidak diatur akan diangap tertutup 100%
saling terkait, tetapi keduanya menggunakan (sepanjang tidak bertentangan dengan DNI
pendekatan yang berbeda, yaitu negativisme dan peraturan perundang-undangan lainnya).
dan positivisme. DNI mengatur bidang usaha Pada AFAS 8, target kepemilikan modal
yang dilarang (negatif), sehingga yang tidak asing untuk sektor yang masuk kategori priority

82 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Perdagangan

integrity sector (jasa pariwisata, kesehatan, karena penyusunan revisi DNI harus
transportasi udara, dan e-ASEAN) adalah mempertimbangkan kemampuan dalam negeri
sebesar 70% dan untuk sektor lain termasuk untuk mengembangkan bidang usaha tertentu.
jasa distribusi dan bisnis sebesar 51%. Kemampuan dalam negeri meliputi kapasitas
Usulan ratifikasi AFAS 8 sejalan dengan upaya yaitu kemampuan untuk menyediakan
pemerintah untuk merevisi Peraturan Presiden modal serta kemauan untuk berinvestasi.
Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Sebagaicontoh, jasa “cold storage” yang
Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang dimana di AFAS sudah dibuka untuk PMA
Terbuka di Bidang Penanaman Modal Asing maksimal 51% dan membutuhkan teknologi
(dikenal dengan sebutan ‘Revisi Daftar Negatif tinggi. Bidang-bidang usaha seperti ini atau
Investasi / DNI’) yang meliputi: yang membutuhkan teknologi tinggi sebaiknya
a. Penjualan langsung dibuka untuk asing tetapi selayaknya dapat
b. Jasa kebersihan umum bangunan ‘menggandeng’ partner lokal. Pemerintah
c. Pedagang eceran perlu meninjau sektor dan subsektor bidang
d. Perdagangan besar (distributor dan ke- usaha mikro, kecil, dan menengah nasional
agenan) yang memiliki kemampuan lokal untuk masuk
e. Jasa survei dan berdaya saing. Pengukuran kemampuan
f. Broker proper / real estate atas dasar balas pelaku usaha lokal ini sebaiknya menjadi
jasa (fee) atau kontrak pertimbangan atas revisi sektor / subsektor
g. Jasa persewaan alat transportasi darat yang seharus dimiliki 100% PMDN.
h. Jasa persewaan real estate
i. Persewaan mesin c. Keterkaitan Industri
j. Perdagangan besar minuman keras, dan • Usulan APINDO untuk DNI dapat
k. Jasa kegiatan lainnya. mempertimbangkan keterkaitan suatu
sektor dengan sektor lainnya. Perlindungan
2. USULAN-USULAN APINDO TERKAIT tetap perlu diberikan kepada pengusaha
PENYUSUNAN REVISI DNI lokal, khususnya di skala usaha kecil dan
menengah.
Penyusunan DNI harus diarahkan untuk • Dalam isu bidang usaha jasa distributor
mencapai pertumbuhan yang tinggi dan yang pada kenyataan dibuka 100% untuk
percepatan perkembangan bagi Indonesia asing, disarankan oleh APINDO untuk
dengan tetap mempertimbangkan: aspek dibuka hanya kepada pengusaha lokal
persaingan, kemampuan, keterkaitan industri, saja. Dasar pertimbangan adalah dampak
dan pemberdayaan sumber daya dalam negeri. yang diakibatkan terhadap jasa distributor
di dalam perdagangan eceran, selain itu,
a. Persaingan kemampuan lokal untuk masuk ke bidang
DNI harus dapat melindungi dan usaha ini cukup besar.
memberdayakan pengusaha Indonesia • Terkait dengan perdagangan eceran,
sehingga berpartisipasi dalam pembangunan sebaiknya dimiliki dalam negeri 100%.
nasional. Untuk itu, diperlukan keberpihakan Dasar pertimbangan adalah sebagian besar
kepada pengusaha lokaldi dalam DNI. DNI pelaku usaha bidang ini adalah skala Usaha
dapat memberikan keterbukaan tetapi juga Mikro, Kecil, dan Menengah.
bersifat hati-hati dimana melindungi pegusaha • Usulan APINDO agar ditambahkan ke
lokal. dalam DNI menjadi 100% PMDN antara
lain pedagang eceran motor, pedagang
b. Kemampuan eceran suku cadang motor pedagang eceran
APINDO menyadari bahwa DNI tidak kendaraan niaga, pedagang eceran suku
harus menutup semua bidang dari PMA cadang kendaraan niaga, pedagang eceran

Asosiasi Pengusaha Indonesia 83


Bidang
Perdagangan

tekstil dan produk tekstil, pedagang eceran kondisi diperlukannya tenaga kerja asing
makanan dan minuman, pedagang eceran dengan jenis keahlian khusus di dalam negeri
alas kaki, pedagang eceran elektronik, maka harus ada sertifikasi / izin khusus dari
pedagang eceran mainan anak-anak, badan terkait. Hal yang perlu diwaspadai adalah
dan pedagang eceran komestik, serta aliran bebas tenaga kerja dan jasa professional.
jasa persewaan pusat belanja dan pasar Untuk itu, diperlukan peraturan yang ada
tradisional. dapat menjamin ketersediaan lapangan kerja
bagi tenaga kerja dan professional Indonesia.
d. Pemberdayaan sumber daya dalam negeri Selain itu, pemberdayaan sumber daya lokal
APINDO memberikan masukan atas sektor- juga dapat dilakukan dengan kewajiban
sektor yang sudah terlanjur dibuka untuk asing untuk menggunakan komponen dalam negeri
agar dapat ditambahkan peraturan untuk dalam bidang usaha yang sudah terbuka
mempekerjakan tenaga kerja Indonesia. Dalam kepemilikannya untuk asing.

84 Laporan Tahunan 2013


Bidang
Perdagangan

E. PERATURAN COST, INSURANCE, Asosiasi Pengusaha Batu Bara pada 12 Juni


2013 di Kantor Pusat APINDO di Jakarta.
AND FREIGHT (CIF) DALAM
d. Berperan sebagai fasilitator antara Pemerintah
KEGIATAN EKSPOR dengan berbagai asosiasi lintas sektor dimana
telah melakukan pembicaraan terkait dengan
I. Pendahuluan TOD CIF kepada asosiasi lintas sektor, seperti
Pada 27 Februari 2013, APINDO menanda- industri manufaktur, produk-produk pertanian.
tangani perjanjian kerja sama tentang ketentuan
Biaya Pengiriman Asuransi Kargo (Cost Insurance II. Pandangan Dunia Usaha Terhadap
Freight / CIF) dalam kegiatan ekspor antara Peraturan CIF
Kementerian Perdagangan, Indonesia Eximbank, Fokus pandangan APINDO yang mewakili
PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), KADIN, organisasi perusahaan atau pelaku usaha
Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia (INSA/ terhadap ketentuan CIF antara lain dijelaskan
Indonesian National Shipowners Association), sebagai berikut.
Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI), a. Efisiensi
serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia • Terkait pengalihan tanggung jawab dari
(ALFI). pembeli ke eksportir, penggunaan term delivery
APINDO menyadari sepenuhnya maksud CIF tidak praktis karena menambah beban
baik dari penggunaan terms of delivery CIF eksportir yaitu penyediaan kapal nasional yang
untuk menyelamatkan devisa negara serta notabene relatif sedikit, menanggung risiko
berkontribusi terhadap perbaikan kinerja ekspor, atas keselamatan barang sampai di pelabuhan
pengurangan defisit neraca perdagangan jasa tujuan serta menanggung biaya Freight dan
Indonesia (khususnya asuransi dan kargo), Insurance.
serta pengembangan daya saing industri dan • Untuk komoditas yang pembelinya tidak banyak
penciptaan lapangan kerja di sektor perkapalan atau buyers market, biasanya pembeli membeli
dan asuransi nasional. Dalam hal ini, APINDO dalam jumlah besar dari berbagai negara
telah menawarkan diri untuk menjadi fasilitator sementara porsi pembelian dari Indonesia
sehingga Pemerintah dapat terbantu melalui relatif kecil sehingga dalam situasi seperti
masukan dari dunia usaha atau asosiasi- itu, pembeli memiliki posisi tawar bargaining
asosiasi terkait peraturan CIF. Dengan demikian position yang tinggi untuk menentukan term of
APINDO mendukung kebijakan CIF dan berharap delivery yang lebih murah.
kebijakan pemerintah juga dapat mengakomodasi • Biaya freight lokal belum kompetitif bagi pelaku
kepentingan pengusaha, bukan merugikan dunia usaha nasional jika dibandingkan biaya yang
usaha di kemudian hari. ditawarkan pelayaran asing.
Sebagaimana tertuang dalam Keputusan b. Infrastruktur
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor • Ketersediaan kapal nasional belum memadai
127.1/M-DAG/KEP/3/2013 dan Keputusan untuk mendukung term CIF untuk ekspor.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kapal nasional rata-rata berupa kapal feeder
Nomor 44/PEN/SK/3/2013 pada 1 Maret 2013, atau kapal penghantar sampai Singapura atau
APINDO diputuskan sebagai anggota tim Task beberapa pelabuhan lain di Asia, bukan tipe
Force dari CIF. Kegiatan yang telah dilakukan kapal ocean going.
APINDO dalam kapasitasnya sebagai anggota tim • Belum tersedia informasi yang memadai
Task Force CIF antara lain: mengenai Informasi dan Muatan Kapal.
a. Bersama Kementerian Perdagangan, APINDO • Impor yang menggunakan term of delivery FOB
telah melakukan sosialisasi Penerapan Sistem seringkali mengalami kendala pencatatan di
TOD CIF pada bulan April 2013 di Jawa Timur, bea cukai.
Jawa Tengah, dan Jawa Barat. • Suku bunga perbankan nasional tidak
b. Telah melakukan sosialisasi TOD CIF dengan kompetitif jika dibandingkan dengan suku
anggota perusahaan dan stakeholders APINDO bunga perbankan asing untuk mendorong
pada tanggal 7 Mei 2013 di Kantor Pusat pertumbuhan industri pelayaran nasional.
APINDO di Jakarta. • Kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia
c. Telah melakukan sosialisasi TOD CIF khusus belum kondusif bagi pelayaran. Dengan
dengan asosiasi pertambangan antara lain

Asosiasi Pengusaha Indonesia 85


Bidang
Perdagangan

demiki���
��� �eme�i���� di�����k�� d���� mem�
�e�ke��lk��� me�evisi� d�� me�gim�leme���si
kebijakan-kebijakan fiskal dan moneter yang
kondusif bagi pertumbuhan dan perkemban�
gan pelayaran nasional.
c. Daya Saing
• Dalam kondisi di mana produk Indonesia
kehilangan daya saing dibanding produk negara
lain karena berbagai hambatan domestik yang
menyebabkan high cost economy, daya tawar
eksportir nasional lemah sehingga buyer yang
menentukan sistem angkutan dan asuransi.
• Masih tingginya biaya ekonomi di pelabuhan
dan logistik (high cost economy) dib��di�gk��
negara-negara lain.
d. Terkait Rencana Peningkatan Kualitas
Data Pencatatan Ekspor dan Impor Melalui
APINDO terlibat dalam sosialisasi penggunaan Terms of
Pengisian Formulir PEB dan PIB Delivery Cost Insurance Freight (CIF) di kegiatan ekspor
APINDO mendukung dan setuju dengan
pencatatan PEB dan PIB saja, tetapi nilai asuransi b. Pendekatan Pelaku Bisnis Pelayaran Domes-
d�� freight sudah ditentukan, serta berkoordinasi tik Kepada Eksportir dan Importir Di Luar
dengan Perpajakan tentang isi yang akan dipakai Negeri
adalah yang sebenarnya. Pada intinya, dunia APINDO menyarankan kepada pelaku bisnis
usaha mendukung peningkatan kualitas data pelayaran dalam negeri (termasuk INSA / Indo-
ekspor-impor melalui perubahan pencatatan nesian National Shipowner Association) untuk
PEB dan PIB namun secara jelas menghimbau tidak hanya “berburu di dalam kandang” tetapi
kepada Pemerintah bahwa exercise i�i sem���� juga berani melakukan pendekatan kepada para
semata hanya bertujuan untuk meningkatkan eksportir dan importir di luar negeri. Dengan
kualitas pencatatan data ekspor-impor jangan demikian, bisnis pelayaran nasional dapat kuat
sampai menjadi persoalan perpajakan di dan berkembang. Walau demikian, kondisi ini
lapangan dimana pengusaha akan ditagih nilai tidak harus dipaksakan agar tidak menganggu
pajak lebih, khususnya atas patokan freight & ekspor dan menurunkan daya saing.
insurance yang dikeluarkan oleh Kementerian c. Kebijakan Nasional Untuk Meningkatkan
Keuangan RI. Daya Saing Pengiriman Barang Ekspor Secara
Komprehensif
III. Rekomendasi Terkait Peraturan CIF Peran pemerintah secara langsung dapat
a. Prioritas Aksi Untuk Ekspor mendorong daya saing pengiriman barang ekspor
Untuk mendorong tingkat keberhasilan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya
transformasi term ekspor dari FOB ke CIF, maka nasional, dalam bentuk kebijakan yang pro-bisnis
perlu dipilih produk ekspor yang memenuhi terkait kegiatan ini. Kebijakan tersebut antara lain:
kriteria utama antara lain yang memiliki daya • Kebijakan untuk industri pelayaran antara lain
saing/posisi tawar di pasar internasional menghapus PPN untuk pembelian kapal dalam
(pembeli), cadangan/volume ekspor yang cukup negeri, menghapus pajak bahan bakar untuk
besar, karakteristik produk yang secara teknik operasional pengangkutan ekspor dan impor,
dapat ditangani oleh pengangkutan nasional, serta mendorong kredit murah dalam rangka
tingkat risiko (bisnis maupun politis) yang dapat pengadaan kapal. Dengan demikian, industri
dicover oleh asuransi nasional, serta pelabuhan/ pelayaran menjadi kuat.
tempat khusus untuk melakukan ekspor untuk • Kebijakan infrastruktur (termasuk logistik)
mengurangi kerugian/risiko akibat antrian. Untuk dari satu titik poin ke titik poin yang lain untuk
itu, direkomendasikan agar pengaturan kapal, diperbaiki.
asuransi, pelabuhan, logistik, dan peraturan- • Agar tidak mematikan ekspor serta tidak
peraturan yang menghambat segera diperbaiki. menurunkan daya saing ekspor dan impor.

86 Laporan Tahunan 2013


Bidang Keuangan
& Perbankan

Bidang Keuangan
& Perbankan

86 Laporan Tahunan 2013


Bidang Keuangan
& Perbankan

PENDAHULUAN
Bidang Keuangan dan Perbankan DPN pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal
APINDO mengemban tugas untuk men- untuk merespon krisis perekonomian. Bidang
dukung aktivitas ekonomi riil agar dapat yang juga menangani perpajakan ini bersama
menjalankan usahanya secara produktif dengan pemerintah menyusun peraturan
melalui keterlibatannya dalam penyusunan pemerintah tentang ketentuan pajak yang
kebijakan keuangan dan perbankan. Selama populer disebut Pajak UKM.
tahun 2013, bidang ini bekerjasama dengan

KEGIATAN
1. Penyusunan Paket Kebijakan Stabili-
sasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Dimulai pertengahan tahun 2013 Indonesia


mengalami fluktuasi nilai tukar rupiah yang
terus berlangsung sampai dengan bulan
Agustus, serta tekanan deficit neraca transaksi
berjalan, baik dikarenakan faktor eksternal
maupun faktor internal. Untuk membendung
memburuknya perekonomian Indonesia
dalam menghadapi hal tersebut, APINDO aktif
terlibat dalam pembahasan paket kebijakan
perekonomian yang dipimpin oleh Menteri
Koordinator Perekonomian yang diikuti Menteri
Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri
Perdagangan dan beberapa Wakil Menteri.
Hasil pembahasan tersebut dibahas lebih lanjut
dalam Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin
oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Wakil Presiden Boediono, para Menteri
Perekonoman dan para Pengurus Harian DPN
APINDO. Rapat Kabinet tersebut menghasilkan
“Paket Kebijakan Stabilisai dan Pertumbuhan Beberapa Pengurus DPN APINDO menghadiri undangan
Bapak Presiden RI dalam Rapat Kabinet terbatas Bidang
Ekonomi” yang dikeluarkan pemerintah tanggal Perekonomian di kantor Kepresidenan.
23 Agustus 2013 yang pada prinsipnya berisi 4
(empat) paket kebijikan untuk: mendorong ekspor dengan memberi keringanan
• Menjaga Neraca Transaksi Berjalan (Current pajak bagi perusahaan yang berorientasi
Account Deficit) dan Nilai Tukar Rupiah; ekspor, dan mengurangi impor dengan
• Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Daya memperbesar biodiesel solar untuk mengurangi
Beli Masyarakat, konsumsi solar dari impor. Untuk paket kedua,
• Menjaga Tingkat Inflasi, dan dilakukan dengan menjaga defisit APBN
• Mempercepat Investasi. sebesar 2,38% dan memastikan pembiayaan
Materi paket pertama tersebut diantaranya: yang aman. Paket ketiga, memperbaiki tata

Asosiasi Pengusaha Indonesia 87


Bidang Keuangan
& Perbankan

niaga sapi dan hortikultura dari yang semula (PP) No. 46 Tahun 2013 tentang “Pajak Peng-
impor berdasarkan kuota menjadi impor hasilan atas Penghasilan dari Usaha yang
berdasarkan mekanisme harga. Sedangkan Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Me-
paket keempat diantaranya dilaksanakan miliki Peredaran Bruto Tertentu” atau lebih
dengan mengefektifkan pelayanan terpadu dikenal dengan “Pajak UKM”.
satu pintu perijinan investasi, dan revisi DNI
(Daftar Negatif Investasi).
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi
Indonesia, APINDO sepenuhnya mendukung
kebijakan tersebut sejak dari penyusunan
dan implementasinya. Implementasi paket
kebijakan tersebut cukup membantu meng-
atasi gejolak nilai tukar yang memberikan efek
positif bagi dunia usaha, meskipun kurang
optimal sebagaimana diharapkan.

2. Penyusunan Peraturan Pemerintah


tentang ‘Pajak UKM’

Menyadari pentingnya pemasukan pajak


untuk pembangunan, APINDO berinisiatif
untuk memperluas basis pajak guna
meningkatkan pemasukan pajak bagi negara.
APINDO berpandangan bahwa kewajiban pajak
Sosialisasi PP No. 46 tahun 2013 (pajak UKM) yang dilakukan
menjadi tanggung jawab bersama sebagai Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak Bersama dengan
warga negara dan bukan hanya menjadi APINDO dan KADIN di hotel Novotel Jakarta pada tanggal 11
tanggung jawab dari pelaku usaha besar saja. November 2013, menghadirkan lebih dari 1000 Pengusaha
UKM se-Jabodetabek.
Oleh karenanya, pungutan pajak juga harus
dilakukan terhadap pelaku usaha kecil yang
sudah memiliki omset memadai. APINDO
meyakini jika pungutan pajak terhadap pelaku
usaha kecil (UKM) dengan skala usaha tertentu
tersebut diterapkan dengan baik maka juga
akan mengurangi praktek pungutan illegal
perpajakan atas pelaku usaha kecil tersebut.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, APIN-
DO secara aktif bersama dengan pemerintah
menyusun penerbitan Peraturan Pemerintah

Sosialisasi Peraturan Pemerintah No.46 tahun 2013 dan


fasilitas Pembayaran Pajak melalui ATM yang dilakukan
oleh Dirjen Pajak bersama dengan APINDO dan KADIN
di Hotel Haris Bandung pada tanggal 10 Desember 2013
dihadiri lebih dari 1200 pengusaha UKM.

88 Laporan Tahunan 2013


Bidang Keuangan
& Perbankan

jawab dengan Dirjen Pajak Fuad Rahmani, dan


arahan DPN APINDO yang disampaikan oleh
Ketua Umum APINDO Bapak Sofjan Wanandi.
Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan DPP
APINDO setempat dalam pelaksanaannya.

3. Kebijakan Pembatasan Debt Equity


Ratio (DER)

Jumlah utang luar negeri swasta yang


semakin tinggi membuat pemerintah khawatir
dan akan menetapkan batas rasio utang
terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio
(DER) dalam perhitungan pajak. Rasio utang
swasta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
telah mencapai 30%. Tingginya utang luar
negeri swasta yang umumnya bersifat jangka
pendek dan menggunakan mata uang asing
berpotensi menciptakan instabilitas keuangan
Dengan dihadiri lebih dari 1000 pengusaha UKM di
Yogyakarta, kerjasama Dirjen Pajak dengan APINDO dan dan makroekonomi.
KADIN telah melaksanakan Sosialisasi PP No.46 tahun 2013 Meskipun kebijakan pembatasan DER
bertempat di Auditorium LPP, Yogyakarta pada tanggal 13 bertujuan untuk mengurangi utang swasta dan
Desember 2013.
menjaga kestabilan makro ekonomi Indonesia,
sifat kebijakan ini adalah untuk berjaga-jaga.
Penentuan tarif pajak 1% dalam PP APINDO berharap agar kebijakan pembatasan
tersebut merupakan hasil kesepakatan DER ini tidak kaku karena para pelaku usaha
bersama antara APINDO dan Ditjen Pajak berperan pula dalam pembangunan.
setelah melalui proses negosiasi yang cukup Namun demikian, setelah mempelajari
panjang. Pengenaan pajak PPh yang bersifat kebijakan pembatasan DER di berbagai
final sebesar 1% ini diperuntukan bagi para negara, APINDO berpandangan bahwa tujuan
pengusaha yang memiliki omzet penjualan utama pembatasan DER adalah menambah
kurang dari Rp. 4,8 milyar per tahunnya. pemasukan pajak dari perusahaan-
Untuk sinkronisasi dengan ketentuan pajak perusahaan multinasional yang menerapkan
saat ini mengenai pengenaan PPn untuk “thin capitalization”. Pengertian dari thin
perusahaan PKP (Perusahaan Kena Pajak) capitalization adalah keadaan dimana
berdasarkan omzet penjualan Rp. 600 juta, sebuah perusahaan dibiayai oleh hutang
akan disesuaikan menjadi 4,8 milyar yang yang proporsinya relatif sangat tinggi bila
mulai berlaku Januari 2014. dibandingkan dengan modal.
Sosialisasi pertama PP No. 46 Tahun 2013 Perusahaan multinasional menghemat
dilakukan Direktorat Jendral Pajak bersama Pajak Penghasilan melalui “Thin Capitalization”
dengan APINDO di Jakarta yang dihadiri bilamana Kreditur terkena tarif Pajak
oleh Menteri Keuangan Chatib Basri dan Penghasilan yang lebih rendah dari Debitur. Oleh
Dirjen Pajak Fuad Rahmani serta sejumlah karena itu, di masa lalu banyak Debitur yang
Pengurus DPN APINDO, diantaranya Ketua berdomisili di negara yang tidak mengenakan
Umum Bapak Sofjan Wanandi dan Sekretaris Pajak Penghasilan sama sekali atau menge-
Umum Bapak Suryadi Sasmita, yang diikuti nakan Pajak Penghasilan yang sangat rendah.
lebih dari 1.000 UKM di Jakarta. Sosialisasi Penghematan Pajak Penghasilan ini akan lebih
dilanjutkan di Bandung dan Jogjakarta yang berkurang apabila negara domisili Debitur
masing masing diikuti sekitar 1.000 UKM mengenakan “Withholding Tax” atas bunga
untuk mendengarkan penjelasan dan tanya yang dibayarkan ke Kreditur di luar negeri.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 89


Bidang Keuangan
& Perbankan

3.1. Penerapan DER Dalam Negeri yang berarti wajib pajak pribadi yang terdaftar
Tarif PPh Badan di Indonesia adalah 25%. sekarang (yang umumnya adalah karyawan),
Pengecualian diberikan kepada Perusahaan Pphnya memang dipotong oleh wajib pajak
Publik yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat badan dan disetorkan oleh wajib pajak badan.
sebanyak 40% atau lebih terkena tarif PPh Dengan demikian, Pemerintah tidak akan
sebesar 20%; perusahaan tertentu yang pernah mendapat setoran pajak yang besar
terkena tarif final; dan perusahaan yang sedang langsung dari wajib pajak orang pribadi.
menikmati Tax Holiday. Namun, perusahaan- Mayoritas penerimaan pajak akan senantiasa
perusahaan yang mendapat pengecualian tarif berasal dari wajib pajak badan, kecuali bila ada
ini jumlah relatif sangat sedikit sehingga untuk perubahan sistem.
menentukan Kebijakan Fiskal dapat diabaikan, APINDO berkeberatan dan menolak kebijak-
dan dapat dianggap bahwa semua perusahaan an pembatasan DER sehingga kebijakan ini
di Indonesia terkena tarif PPh yang sama, yaitu hingga laporan dibuat, belum diterbitkan atau
25%. Dengan demikian, pembatasan DER tidak ditunda penerbitannya.
perlu diterapkan apabila Debitur dan Kreditur
adalah wajib pajak dalam negeri. 4. Kebijakan Cukai Hasil Tembakau
(Permenkeu No.78/PMK.011/2013)
3.2. Usaha Pemerintah Indonesia untuk
Menarik Investasi Dari Luar Negeri Pemerintah melalui Menteri Keuangan
Pemerintah sedang gencar menarik menerbitkan kebijakan tentang penetapan
investasi dari luar negeri. Hal yang perlu golongan dan tarif cukai hasil tembakau
dipertimbangkan adalah mengenai apakah terhadap pengusaha pabrik hasil tembakau
tambahan penerimaan negara sepadan yang mempunyai keterkaitan pada 12 Juni
dengan risiko turunnya minat investasi dari 2013. Kebijakan tersebut ditetapikan melalui
luar negeri. Investor luar negeri akan berpikir Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/
bahwa sehabis pembatasan DER, peraturan PMK.011/2013 tanggal 12 April 2013.
apa lagi yang akan diterbitkan oleh Pemerintah Tujuan dari kebijakan cukai hasil tembakau
yang dimana dapat mengancam iklim usaha di ini antara lain mewujudkan iklim usaha
Indonesia. industri hasil tembakau yang kondusif dan
mengamankan penerimaan negara dari
3.3. Sumber Peningkatan Rasio upaya penghindaran tarif cukai, sehingga
Penerimaan Pajak perlu diatur ketentuan mengenai hubungan
APINDO berpendapat bahwa Direktorat keterkaitan antarpabrik hasil tembakau dan
Jenderal Pajak sangat tidak efisien dalam menetapkan penggolongan dan tarif cukai
mengelola penerimaan pajak. Hal ini jelas hasil tembakau atas pabrik yang memiliki
terlihat dari pernyataan Direktur Jenderal hubungan keterkaitan dengan pabrik lainnya.
Pajak beberapa waktu lalu, yaitu: “98% Peraturan No.78/PMK.011/2013 ini ditujukan
penerimaan pajak berasal dari 525.000 wajib untuk meningkatkan penerimaan cukai dengan
pajak badan saja. Padahal, masih ada 25 juta target dari Ditjen Bea dan Cukai Kementerian
badan hukum yang beroperasi di Indonesia”. Di Keuangan adalah tambahan penerimaan cukai
kesempatan yang lain, Direktur Jenderal Pajak rokok hingga Rp. 400 miliar di tahun 2013.
mengatakan: “di negara lain, perbandingan APINDO berpandangan bahwa kenaikan
antara penerimaan dari wajib pajak perorangan cukai rokok untuk pabrik rokok milik peng-
dibanding wajib pajak badan adalah 70:30. usaha yang masih bertalian keluarga adalah
Sementara di Indonesia, kondisi terbalik. Hal ini tidak berguna dan akan mengorbankan
menunjukkan bahwa wajib pajak perorangan perusahaan rokok nasional skala kecil.
tidak patuh.” Dengan demikian, APINDO menolak Kebijakan
Sistem perpajakan Indonesia tampaknya Cukai Hasil Tembakau (Permenkeu No.78/
sangat bertumpu pada sistem “withholding tax” PMK.011/2013).

90 Laporan Tahunan 2013


Bidang Pertanian,
Peternakan & Perkebunan
Bidang Pertanian,
Peternakan & Perkebunan

PENDAHULUAN

Komoditas pertanian dalam arti luas perkebunan yang dapat bermintra (inti-plasma)
mencakup tanaman pangan, peternakan, dengan petani. Petani yang bermitra dengan
perkebunan, dan perikanan, mengalami perusahaan besar, tidak menghadapi kesulitan
peningkatan kuantitas produksi dari waktu dalam pemasaran produknya, dan harga
ke waktu. Namun demikian karena adanya produknya cukup bagus disisi petani (misalnya,
peningkatan pendapatan serta jumlah dalam hal kelapa sawit). Namun, Petani yang
penduduk, maka permintaan komoditas tidak bermitra dengan perusahaan besar,
pertanian juga mengalami peningkatan. rendah produktivitasnya dan tidak mendapat
Sayangnya, data kita menunjukkan bahwa jaminan harga, yang terutama terjadi pada
banyak komoditas dalam kelompok tanaman tanaman pangan (termasuk hortikultura).
pangan yang diimpor, demikian juga halnya Hambatan dalam peningkatan produktivitas
dengan komoditas perikanan dan peternakan. Petani juga erat terkait jaminan harga dan
Hal tersebut menarik perhatian publik penggunaan teknologi (tepat guna). Sebagai
untuk mengetahui lanjut tentang kinerja contoh, Petani di NTT selalu tertinggal dari
sektor pertanian. Pada kenyataannya potensi sisi produktivitas komoditas per hektar
sumber daya alam melimpah dan jumlah dibandingkan dengan Petani di pulau Jawa,
SDM yang tinggi, ternyata belum memberikan karena ketergantungannya pada curah hujan.
kontribusi yang berarti karena komoditas yang Petani NTT sebenarnya bisa mengikuti saran/
juga diproduksi di Indonesia semakin banyak anjuran pemerintah untuk investasi teknologi
yang diimpor. Apa yang menjadi penyebabnya, guna meningkatkan produktivitasnya, namun
mengapa produk dari negara lain dapat lebih hal tersebut tidak dilakukan mengingat tidak
kuat memasuki pasar Indonesia? adanya jaminan harga pasca panen. Selain
Berdasarkan data statistik, banyak mengenai harga, kondisi infrastruktur yang
komoditas pertanian seharusnya tidak diimpor tidak memadai berupa sarana angkutan baik
mengingat jumlah produksi dalam negeri dan di darat maupun di laut, dan fasilitas bongkar
kebutuhannya yang sudah seimbang, namun muat di pelabuhan, juga membuat Petani
pada kenyataannya masih banyak produk enggan investasi teknologi. Kondisi serupa
diimpor. Ada kemungkinan belum tercatatnya tidak hanya terjadi di NTT namun juga di
pengguna komoditas dalam jumlah besar, daerah-daerah yang jauh dari pusat konsumen,
atau jumlah produksi yang sebenarnya tidak dengan infrastruktur yang tidak memadai.
sebanyak laporan. Mengingat harga yang tinggi Pada dasarnya, jika pemerintah dapat
dari komoditas tersebut di pasar domestik, menjamin kepastian harga dan didukung
hal tersebut menunjukkan bahwa komoditas infrastruktur yang memadai, maka diyakini
yang diimpor itu memang tidak cukup tersedia bahwa Petani akan mengikuti anjuran
di dalam negeri. Hal ini merupakan ironi pemerintah untuk penggunaan teknologi (tepat
mengingat lahan pertanian di Indonesia yang guna) untuk meningkatkan produktivitasnya.
sangat luas, selayaknya komoditas pertanian Atas dasar kondisi pemahaman tersebut,
menjadi andalan Indonesia sebagai komoditas Bidang Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan
ekspor. DPN APINDO giat mengikuti pertemuan, dan
Dalam hal produksi, hampir semua proaktif melakukan koordinasi dengan Institusi
komoditas pertanian dibudidayakan oleh Pemerintah terkait, agar tantangan yang
petani skala kecil. Sedangkan, perusahaan dihadapi tersebut dapat diatasi.
besar pada umumnya mengelola tanaman

Asosiasi Pengusaha Indonesia 93


Bidang Pertanian,
Peternakan & Perkebunan

KEGIATAN

1. TANAMAN PANGAN TTS dan kabupaten Belu maupun di Kupang.


Dalam setiap kesempatan pertemuan selalu
Tanaman pangan yang mendapat perhatian disampaikan bahwa jagung akan menjadi
besar ialah jagung, sebab seringkali timbul komoditas penting, karena masyarakat
perbedaan pendapat antara Pemerintah menyadari pentingnya mengkonsumsi
dengan Pengguna Jagung skala besar. Data protein. Protein yang murah antara lain dari
statistik dari BPS menunjukkan produksi yang unggas dan ternak peliharaan yang lain.
cukup tinggi, namun angka impornya juga Komponen pakan untuk unggas terbesar
bertambah, tahun 2013 sebesar 3 juta ton. ialah jagung, mencapai 50%.
Jika melihat program yang dikembangkan • Pertemuan-pertemuan yang sama juga
Pemerintah untuk meningkatkan produksi dilakukan dengan Gubernur Sulteng di Palu,
jagung sebenarnya cukup banyak dan Sultra di Kendari bersama Dirjen Tanaman
terencana, yang apabila program tersebut Pangan dan beberapa Kabupaten lainnya.
berjalan dengan baik, maka seyogyanya tidak • Berkoordinasi dengan Gabungan Perusaha-
perlu ada impor. Namun, pada kenyataannya an Makanan Ternak (GPMT) untuk memberi
pengguna jagung skala besar (Pabrik Pakan kesempatan kepada perwakilan dari
Ternak, dan Industri Olahan) pada kondisi Kabupaten TTS dan Provinsi NTT untuk
tertentu tidak dapat membeli jagung domestik meninjau pabrik pakan ternak di Surabaya
sesuai kebutuhannya. Inilah yang membuat serta meninjau pertanian jagung di Jawa
mereka harus mengimpor, agar pasokan Timur. Tujuan yang ingin dicapai, agar
pakan kepada pelanggangnya dapat dipenuhi. mereka melihat bagaimana jagung diolah
Pada dasarnya, pabrik pakan mengharapkan menjadi pakan ternak, dan kualitas jagung
tersedia jagung minimal tiga bulan kebutuhan yang diinginkan. Disamping itu, diharapkan
kedepan. mereka dapat meniru cara petani jagung
Berbagai kegiatan dilakukan APINDO untuk Jatim membudidayakan jagung, agar
terus menggalakkan produksi jagung di dalam produktivitas mereka dapat setara dengan
negeri, antara lain: yang dicapai di Jatim dan kabupaten yang
• Selalu hadir dalam pertemuan yang sukses lainnya seperti Kabupaten Dompu
dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian NTB karena komitmen Bupati yang sangat
yang membahas Program Jagung, agar dapat kuat.
menyampaikan situasi yang dihadapi, dan • Untuk menjawab kekhawatiran petani ter-
memberikan saran-saran konstruktif. hadap harga jagung yang sering dilaporkan
• Menjadi Nara Sumber dalam diskusi turun pada saat panen, maka APINDO
terkait dengan program produksi jagung, mendukung terjadinya kesepakatan oleh
di Jakarta ataupun di Provinsi. Kehadiran GPMT dengan menawarkan harga jagung
dalam diskusi telah membantu menjelaskan minimum diterima di gudang anggota GPMT
kepada stakeholder, bahwa industri pakan pada sentra produksi jagung. Kalau harga
memperioritaskan jagung domestik, dan jagung di pasaran lebih rendah dari harga
tidak akan mengimpor apabila tersedia di yang ditawarkan oleh GPMT, jagung domestik
dalam negeri. tetap dibeli dengan harga minimum. Apabila
• Mendukung dan menggalakkan program terjadi kenaikan harga jagung diatas harga
produksi jagung untuk NTT, bekerjasama minimum yang ditawarkan, maka GPMT
dengan mantan Gubernur NTT. Kabupaten akan membeli sesuai dengan harga pasar.

94 Laporan Tahunan 2013


Bidang Pertanian,
Peternakan & Perkebunan

Tawaran ini disampaikan untuk memperkuat Jumlah industri peternakan mengalami


pernyataan GPMT, bahwa jagung domestik pertumbuhan baik PMA maupun PMDN.
diprioritaskan untuk digunakan, dan juga Meskipun pertumbuhannya cukup baik,
untuk menghilangkan dugaan bahwa GPMT tantangan selalu ada, antara lain flu burung,
sengaja mengimpor jagung untuk menekan fluktuasi harga daging ayam dan telur, dan
harga jagung domestik. kesulitan mendapatkan jagung domestik untuk
• Pada setiap kesempatan pertemuan, pakan ternak. Semua tantangan yang dihadapi
APINDO selalu mengusulkan agar di sentra diatasi dengan koordinasi dengan Kementerian
produksi jagung hendaknya dapat disediakan Pertanian dan instansi terkait lainnya, agar
mesin pengering jagung, sehingga jagung masalah dapat ditanggulangi dengan cepat.
dapat segera dikeringkan, dapat disimpan APINDO mencatat bahwa harga daging ayam
menunggu pembeli jagung, dan jagung tidak dan telur ditingkat konsumen relatif setabil,
terserang jamur yang menghasilkan aflatoxin. namun harga yang diterima peternak tergolong
Produksi jagung musim hujan banyak yang rendah. Disisi lain, para produsen DOC (anak
rusak karena tidak dapat segera dikeringkan. ayam umur sehari) mengalami kerugian yang
• Pada setiap ada kesempatan bertemu besar, karena terjadi kelebihan pasokan.
dengan Pimpinan Provinsi maupunj Para produsen DOC tidak bisa bersepakat
Bupati, APINDO mengajak Petani Jagung mengurangi produksinya karena bisa
untuk menggalakkan produksi jagung di digolongkan melakukan kartel, dan sebagai
wilayahnya, sebab jagung adalah komoditas akibatnya terjadi kelebihan pemasokan, dan
yang mudah dibudidayakan, sudah tersedia harganya jatuh. Menghadapi hal ini, APINDO
teknologinya, umur pendek, dan pasti akan mengangkat permasalahan ini ke Pemerintah,
dibeli. Komoditas ini akan menjadi sumber antara lain ke Kemtan, Kemdag, dan KPPU
pendapatan petani yang handal apabila untuk mencari solusi bersama. Apabila para
dilakukan koordinasi yang baik. industri unggas terus menerus mengalami
• Para Pimpinan Daerah diadvokasi untuk kerugian, demikian juga peternak, maka akan
membangun fasilitas penampungan terjadi gangguan perekonomian, yang bisa
komoditas pertanian sistim modern, sehingga berakibat lebih parah bagi semua pihak. Sudah
komoditas dapat disimpan untuk jangka banyak peternak skala kecil yang tidak dapat
waktu panjang tanpa mengalami kerusakan. melanjutkan usahanya, terjadi pengangguran
• Penerapan teknologi maju terus digalak- di perdesaan. Perusahaan skala besar mungkin
kan, agar produktivitas tinggi dapat dicapai. dapat bertahan untuk jangka waktu yang relatif
Teknologi baru yang kini sedang menan- panjang, sedangkan peternak skala kecil tidak
jak penggunaannya ialah jagung rekayasa dapat bertahan lama.
teknologi (transgenic plant - Genetic Modify Upaya pendekatan ke pihak terkait sedang
Organism). Indonesia sudah lama mengkon- dan masih akan terus dilanjuklan APINDO,
sumsi produk rekayasa teknologi melalui im- agar dapat diperoleh solusi yang membuat
por jagung dan impor kedelai. para pelaku dapat mengembangkan usahanya
dengan baik, dan pasokan daging ayam dan
2. PETERNAKAN telur tetap berlangsung. Hanya Pemerintah
yang dapat melakukan upaya penyelematan,
Dalam sub-sektor Peternakan, yang karena sudah ada Undang-undang yang
mendapat perhatian banyak ialah unggas. memayunginya. Menjadi tugas Pemerintah
Unggas adalah pemasok protein masyarakat, untuk melakukan upaya penyelamatan bukan
bertumbuh dengan cepat, berkisar 7,5 – 10 saja untuk mengatasi kekurangan produksi,
% per tahun. Konsumsi daging ayam masih tetapi juga untuk berperan apabila terjadi
tergolong rendah di kawasan Asean, namun kelebihan produksi.
terjadi pertumbuhan yang menggembirakan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 95


Bidang Pertanian,
Peternakan & Perkebunan

3. PERKEBUNAN APINDO berpendapat bahwa pandangan


tersebut diatas tidak berdasarkan kenyataan,
Duta Besar RI untuk Serbia, Semuel dan mereka yang menolak tidak mengetahui
Samson, meminta APINDO untuk memfasilitasi situasi yang terjadi dilapangan. Hanya petani
pertemuan dengan jajaran Kementerian padi yang baik posisinya, karena Pemerintah
Pertanian, untuk memberikan informasi melalui BULOG melakukan pembelian beras/
kepada Pimpinan Perusahaan MK Group gabah, sehingga harga gabah/beras petani
yang datang ke Indonesia dalam rangka tidak fluktuatif. Komoditas pangan yang lain,
menjajaki investasi di sub-sektor perkebunan, termasuk hortikultura selalu mengalami
yaitu perkebunan tebu dan pabrik gula, dan penurunan harga pada saat panen raya,
perkebunan jagung skala besar. Koordinasi kadang-kadang sangat merugikan petani
dilakukan dengan Dirjen Tanaman Pangan, karena tidak ada kepastian harga dan
Dirjen Perkebunan, dan stakeholder yang penyerapannya. Untuk itu, APINDO mendukung
terkait untuk bertemu dengan MK Group implementasi kebijakan yang memberikan
bersama Duta Besar RI untuk Serbia. Untuk kesempatan kepada perusahaan swasta
diketahui, MK Group dari Serbia mencari lahan untuk mengembangkan tanaman pangan
yang luas untuk pertanaman tebu dan jagung, skala luas baru berdasarkan PP No. 18/2010.
berkisar 30.000 hektar untuk masing-masing Perusahaan swasta diminta bermintra dengan
komoditas. Perusahaan ini sudah melakukan petani. Setiap perusahaan maksimun arealnya
usaha perkebunan yang sama di negaranya, 10.000 hektar. Implementasi PP tersebut
dan ingin memperluas usahanya di Indonesia. masih harus ditindak lanjuti, sebab pihak BPN
Jagung akan lebih mantap produksinya apabila belum bersedia mengeluarkan sertifikat HGU
ada perusahaan yang mengembangkan jagung untuk tanaman pangan.
skala luas, sebab mereka akan membangun Beberapa informasi yang terekam dari
fasilitas penanganan pasca panen. Dengan berbagai pertemuan yang diikuti.
adanya fasilitas pasca panen, maka petani di • Investasi pertanian PMDN, 2008 -2012,
sekitarnya memiliki peluang untuk menjual 32,06 T rupiah, atau 12 % dari PMDN.
produknya kepada perusahaan tersebut. • Investasi pertanian PMA, 2008 – 2012, 3,58
Dengan demikian, petani akan turut menikmati M USD, atau 4,17 % PMA.
keberadaan dari perusahaan besar tersebut. • Investasi sektor pertanian masih lemah,
Dalam hal kelapa sawit, pertanaman kelapa term of trade rendah, high risk, low profit,
sawit bertumbuh bagus, karena perusahaan KKN masih tinggi, proses perizinan investasi
memiliki pabrik yang mampu membeli TBS lambat dan berbelit-belit.
(tandan buah segar) dari petani, dan petani • Lahan pertanian relatif kecil dibanding
terjamin TBS-nya dapat terjual. Pada tanaman dengan jumlah penduduk, banyak lahan
pangan, tidak banyak fasilitas penanganan belum disertifikasi. Luas kepemilikan lahan
pasca panen yang tersedia di sentra produksi kecil kecil, banyak petani tidak punya lahan.
pangan. Salah satu kelemahan dalam • Infrastruktur: dana untuk irigasi dan
pengembangan tanaman pangan skala luas infrastruktur pertanian hanya 2,1 – 2,5 %
ialah terlambatnya dibuka peluang bagi dari APBN. Sarana untuk agroindustri sangat
perusahaan swasta untuk mengembangkan terbatas.
tanaman pangan skala besar. Ada pihak yang • Dana Research and Development terendah
menilai, apabila tanaman pangan juga digarap di kawasan ASEAN, 10 % dari APBN, yang
oleh pengusaha swasta besar, maka petani 40 % dari jumlah dana tersebut digunakan
akan semakin terpuruk, mengingat petani skala untuk gaji.
kecil tidak memiliki daya saing dibandingkan • Pembiayaan: karena high risk, perbankan
dengan pengelolaan pertanaman skala besar. enggan memberikan kredit. Pangsa kredit

96 Laporan Tahunan 2013


Bidang Pertanian,
Peternakan & Perkebunan

pertanian hanya 5,5 % dari total kredit Rp. tidak jatuh, membuat petani ada kepastian
2.721,9 T keuntungan. Pemerintah seyogyanya ber-
• Model investasi sektor pertanian perlu peran atau memfasilitas Pengusaha Swasta.
dibangun bersama semua stakeholder, yang • Impor peralatan pertanian tidak dipungut
memerlukan koordinasi. bea masuk (peralatan lapang, mesin-mesin
• Perlu dibangun kebijakan investasi yang pengolah hasil, dsb.). Beberapa negara
efisien. Regulasi perizinan yang mudah dan tetangga memberi keringanan kepada
sederhana, dan kepastian hukum disamping pengusahanya. Dengan demikian, produk
insentif fiskal yang menarik. yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.
• Negara tetangga banyak yang memberikan • Pemerintah Pusat harus memperkuat peran
kredit budidaya tanaman dan perikatan dari Pemerintah Daerah, agar kepentingan
dengan suku bunga sangat kecil, sedangkan petani/nelayannya mendapat perhatian yang
di Indonesia suku bunga tinggi sehingga sulit lebih baik. Banyak permasalahan sektor
bersaing dalam era perdagangan global. pertanian yang timbul di Daerah, dapat
• Perlu dibangun fasilitas penanganan hasil diselesaikan dengan baik oleh Pimpinan
panen (dryer, gudang, gudang, mesin Daerah.
pengolah awal) dan silo, agar produk primer • Untuk bisa sukses dalam masalah pangan
dapat disimpan lama, sehingga kebutuhan diperlukan komitmen baik pemerintah pusat
industri olahan terjamin. Disamping itu, maupun daerah.
penyerapan produk yang cepat, harga

Asosiasi Pengusaha Indonesia 97


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan
APINDO TRAINING CENTER (ATC)
Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

PENDAHULUAN

Pembangunan Human Capital di Indonesia Apindo telah bergerak memasuki konstelasi


yang inovatif, produktif dan kompetitif Nasional dunia Ketenagakerjaan Indonesia
merupakan sebuah kebutuhan dunia usaha dengan menyediakan berbagai jawaban atas
akan ketersediaan pelaku Hubungan Industrial ketidakpastian politik perburuhan yang terlalu
yang handal dan berkompetensi sesuai kompleks di lima tahun terakhir.
bidangnya, serta pengembangan sumber Konfigurasi skenario pengembangan
daya manusia secara umum. Berangkat kompetensi SDM Hubungan Industrial (HI)
dari visi tersebut Dewan Pimpinan Nasional terpadu versi ATC – dirancang dengan akurat,
Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO) cerdas dan mutakhir berbasis riset terapan
melahirkan sebuah bisnis unit, Apindo Training di tempat kerja. Spirit dan nilai ATC dalam
Center yang mengemban misi menjadi center perjalanan mewujudkan visi dan misinya
of exellence pengembangan human capital di memposisikan ATC di lini terdepan – dalam
Indonesia. pembangunan Hubungan Industrial yang
Memasuki tahun keempat sejak harmonis menuju terciptanya kondisi ‘industrial
pendiriannya, Apindo Training Center yang & labour peace’ dan iklim investasi nasional
bergerak melalui payung bisnis PT. Pusat Studi yang kondusif dan berkesinambungan.

ORGANISASI
Diperkuat dengan struktur organisasi
yang semakin solid pada tahun 2013, Apindo Pelaksana Harian
Training Center yang dikukuhkan di dalam akta • General Manager : Henricus Punto
notaris dengan badan hukum PT. Pusat Studi
• Program Division Head : Zukra Budi Utama
Apindo, memiliki struktur sebagai berikut :
• Department Head :
Board of Advisor 1. Operation & GA : Gregorius Triyoga AP
2. Strategic Planning & Program :
1. Sofjan Wanandi
Uliya Hanifunnisa
2. Suryadi Sasmita 3. Marketing & Cust. Relations :
3. Victor Hartono Julita Fitriani
4. Finance, Accounting, & HRD :
Board of Executive Devi Widiyanti

1. FX Sri Martono
• Staf :
1. Finance & Training Support : Priandoko
2. Franky Sibarani 2. Operation & Training Support :
3. Sanny Iskandar Dada Imam Januardi
4. M. Aditya Warman 3. Research Analyst : Adisti Hapsari
5. Iftida Yasar

Asosiasi Pengusaha Indonesia 99


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

KEGIATAN

Senantiasa fokus mengemban mimpi 1.3. Angkatan X, 1 – 5 Oktober 2013


menjadi sebuah “center of excellence” IRCP angkatan X masih dilaksanakan di
pengembangan Human Capital di Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada
di tahun 2013 ini Apindo Training Center telah Selasa – Sabtu, 2 – 6 Juli 2013. Program ini
melaksanakan berbagai kegiatan-kegiatan awalnya dihadiri 25 orang peserta yang terdiri
baik itu yang bersifat reguler, dimana kegiatan dari 22 peserta umum dan 3 orang peserta dari
rutin yang memang telah dilaksanakan pada sekretariat DPN APINDO dan Apindo Training
tahun-tahun sebelumnya serta melakukan Center.
kegiatan-kegiatan terobosan yang diharapkan Baik sertifikasi bagi peserta IRCP IX dan X
mampu menjawab tantangan terkini kebutuhan masih dalam proses penilaian.
Hubungan Industrial di Indonesia.
Berikut merupakan laporan kegiatan Apindo 2. Speak Up - ATC Forum
Training Center pada tahun 2013 ini: ATC telah melaksanakan Speak Up sebanyak
3 kali, yaitu:
I. Training Reguler 2.1. Update Terkait Peraturan Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi RI No. 19 tentang
Beberapa kegiatan reguler yang dilaksana- Outsourcing pada Kamis, 14 Maret 2013.
kan oleh ATC adalah antara lain: Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 250
orang dan merupakan salah satu media
1. Industrial Relation Certification promosi bagi program Business Process
Program (IRCP) Outsourcing - Indonesia Convention 2013.
2.2. Pada Kamis, 23 Mei 2013 yang lalu ATC
1.1. Angkatan VIII, 18 – 23 Maret 2013 kembali menghadirkan Speak Up dengan
IRCP angkatan VIII dilaksanakan di Fakultas tajuk “Ada apa di balik pernyataan: ‘Berani
Hukum Universitas Indonesia pada Selasa- Bayar Upah Di Bawah UMP? Penjara
Sabtu, 18 – 23 Maret 2013. Program ini Ganjarannya!!!’”. Program ini dihadiri
awalnya diikuti oleh 17 orang, namun pada oleh kurang lebih 170 praktisi Hubungan
pelaksanaannya, 5 orang mengundurkan diri, Industrial dari berbagai perusahaan dan
sehingga total peserta yang mengikuti program instansi pemerintah.
dari awal hingga akhir adalah 12 orang. Dari 2.3. Pada Kamis, 10 Oktober 2013 kembali
ke 12 orang ini keseluruhan telah dinyatakan ATC menyajikan forum Speak Up dengan
memenuhi kualifikasi dan mendapatkan tajuk “Menakar Upah Minimum 2014”.
sertifikasi IRCP. Program ini dihadiri oleh kurang lebih 300
praktisi Hubungan Industrial dari berbagai
1.2. Angkatan IX, 2 – 6 Juli 2013 perusahaan dan instansi pemerintah.
IRCP angkatan IX dilaksanakan di Fakultas Program ini cukup menarik perhatian
Hukum Universitas Indonesia pada Selasa – karena tepat dengan momentum
Sabtu, 2 – 6 Juli 2013. Program ini awalnya kompleksitas tuntutan dan penentuan
dihadiri 33 orang peserta yang terdiri dari upah minimum tahun 2014.
30 peserta umum dan 3 orang peserta dari
sekretariat DPN APINDO dan Apindo Training
Center.

100 Laporan Tahunan 2013


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

II. Training In-House dilaksanakan di Hotel Nusa Indah, Balikpapan


pada Hari Jumat, 8 Maret 2013.
1. Pelatihan Hubungan Kerja dan Pengupahan
PT. Autocomp System Indonesia 5. Industrial Relations Officer Development
Bertempat di Hotel Sommerset, Sura- Program (IRODP) PT. Pertamina (persero)
baya, pada Jumat, 1 Februari 2013, ATC Industrial Relations Officer Development
menyelenggarakan pelatihan Hubungan Program (IRODP) merupakan salah satu tipe
Kerja dan Pengupahan bekerja sama dengan training berjenjang kerjasama antara ATC
PT. Autocomp System Indonesia, sebuah dengan PT. Pertamina (persero). Program
grup perusahaan yang bergerak di bidang ini merupakan sebuah program pelatihan
manufaktur suku cadang kendaraan bermotor. hubungan industrial level officer dimana target
Pelatihan ini berlangsung selama 1 (satu) hari kompetensi yang diharapkan dapat tercapai
yang dihadiri oleh kurang lebih 20 manajer dan adalah peserta mampu menjadi seorang staf
supervisor HRD perusahaan tersebut. Hubungan Industrial yang memiliki kemampuan
antisipasi di tingkat administratif. Program ini
2. Industrial Relations Specialist Develop- telah mengalami beberapa perkembangan
ment Program (IRSDP) PT. Pertamina sejak pertama kali diselenggarakan. In-Class
(persero) training dilaksanakan selama 5 (lima) hari
Industrial Relations Specialist Development bertempat di Pertamina Learning Center,
Program (IRSDP) merupakan program Simpruk, pada 26 – 30 Agustus 2013.
kerjasama antara ATC dengan PT. Pertamina
(persero). Program ini merupakan sebuah 6. IR Certification for PT. Toyota Motors
program pelatihan hubungan industrial level Manufacturing Indonesia and PT. Astra
specialist. In-Class training dilaksanakan Daihatsu Motors Suppliers
selama 10 (sepuluh) hari di Hotel Patra Jasa Industrial Relations Certification merupakan
Semarang, pada 18 – 28 Februari 2013. sebuah program yang cukup diminati oleh dunia
hubungan industrial di Indonesia. Program
3. Training LKS Bipartit PT. Garuda Indonesia sertifikasi ini kemudian dimodifikasi sesuai
Program ini merupakan pembekalan dengan kebutuhan-kebutuhan perusahaan
framework kemitraan bagi seluruh pengurus menjadi taylor made dan dilaksanakan khusus
Lembaga Kerjasama Bipartit (LKS Bipartit) PT. bagi internal perusahaan.
Garuda Indonesia yang diikuti oleh kurang lebih Kali ini PT. Toyota Motors Manufacturing
35 orang peserta. Diselenggarakan di Training Indonesia dan PT. Astra Daihatsu Motors
Center PT. Garuda Indonesia, Kompleks melakukan pembinaan kepada para suppliers-
Bandara Soekarno Hatta pada hari Jumat, nya terkait hubungan Industrial dengan
tanggal 1 Maret 2013. menggandeng ATC dalam menyelenggarakan
sertifikasi IR yang telah dilaksanakan pada hari
4. IR Framework for Union PT. Bukit Makmur Senin – Jumat, 23 – 27 September 2013.
Mandiri Utama
Program ini merupakan sebuah kerjasama III. IR Class
antara ATC dengan PT. Bukit Makmur Mandiri
Utama (BUMA) dengan tujuan memberikan Di tahun 2013, ATC menyadari bahwa
pembekalan dan pengayaan konsep kemitraan selain program-program sertifikasi berbasis
bagi pengurus serikat pekerja-nya. Program pengembangan kompetensi, program
ini dipadukan dengan pertemuan LKS Bipartit training yang bersifat mengembangkan
Nasional PT. Bukit Makmur Mandiri Utama knowledge, serta program talkshow yang
(BUMA) yang dihadiri oleh kurang lebih 25 bersifat memberikan perluasan wawasan dan
orang perwakilan pengurus Serikat Pekerjanya, update, para pelaku hubungan Industrial juga

Asosiasi Pengusaha Indonesia 101


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

memerlukan sebuah training yang bersifat Program ini diawali dengan beberapa
kilat namun langsung ditargetkan dapat kegiatan promosi dan update terkait
mengembangkan skill khusus hubungan Permenakertrans No. 19 tahun 2013 tersebut
Industrial. yaitu antara lain:
Di pertengahan tahun 2013, ATC • Update terkait Permenakertrans No. 19
mengeluarkan program yang dinamakan IR tahun 2013 di Kawasan Industri MM 2100,
Class, sebuah training dengan durasi singkat Cibitung pada hari Kamis, 7 Maret 2013 yang
dalam satu paket yang berisi beberapa dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta
pertemuan, yang dikembangkan secara efektif • Update terkait Permenakertrans No. 19
dengan menghadirkan narasumber yang tahun 2013 di Hotel Pangeran, Pekanbaru,
kompeten di bidangnya. pada Sabtu, 15 Maret 2013 yang dihadiri
IR Class di tahun 2013 diselenggarakan oleh kurang lebih 100 peserta
sebanyak 2 seri, dengan mengambil tema • Update terkait Permenakertrans No. 19 tahun
Penyelesaian Perselisihan Hubungan 2013 di KIIC, Cikarang pada hari Kamis, 21
Industrial bagi Pemula. Setiap seri terdiri dari Maret 2013 yang dihadiri oleh kurang lebih
4 kali pertemuan. Dua pertemuan pertama 50 peserta
membahas mengenai teori-teori Penyelesaian • Update terkait Permenakertrans No. 19 tahun
Perselisihan Hubungan Industrial, sedangkan 2013 kepada Asosiasi-asosiasi sektor usaha
dua pertemuan selanjutnya membahas pada hari Jumat, 22 Maret 2013, bertempat
mengenai studi kasus. di ruang kelas ATC, yang dihadiri oleh kurang
• IR Class Penyelesaian Perselisihan Hubungan lebih 30 peserta.
Industrial bagi Pemula dilaksanakan setiap Adapun laporan lengkap mengenai kegiatan
hari Jumat, pada tanggal 21, 28 Juni dan ini disiapkan secara terpisah dan dilampirkan
12, 19 Juli 2013. IR Class PPHI bagi Pemula bersama laporan ini.
angkatan pertama ini dihadiri oleh total 22
orang peserta. 2. Social Security and Minimum Wages Indo-
• IR Class PPHI bagi pemula yang kedua nesian Convention 2013
dilaksanakan setiap hari Jumat pula pada Program konvensi kedua yang diseleng-
tanggal 20, 27 September dan 11, 18 Oktober garakan ATC di tahun 2013 ini dilaksanakan
2013. IR Class PPHI bagi Pemula angkatan pada tanggal 6 - 8 November 2013 di Hotel
kedua ini dihadiri oleh total 25 orang peserta. Gran Melia, Jakarta. Program ini membahas
mengenai kesiapan dunia usaha dalam
IV. Event Besar Industrial Relations menghadapi program BPJS Kesehatan yang
akan diselenggarakan pemerintah mulai
1. Business Process Outsourcing - Indonesian tanggal 1 Januari 2014 serta program BPJS
Convention 2013 Ketenagakerjaan yang akan diselenggarakan
Program ini merupakan sebuah program mulai tanggal 1 Juli 2015, serta membahas dan
terobosan yang dilaksanakan oleh ATC pada mencari solusi atas polemik dan ketidakpastian
2 -5 April 2013 di Hotel Sheraton Mustika, upah 2014.
Yogyakarta. Program yang merupakan Program ini diawali dengan beberapa
sebuah konvensi Hubungan Industrial kegiatan promosi dan update terkait topik-topik
pertama di Indonesia yang membahas tersebut yaitu antara lain:
mengenai Outsourcing, menjawab tantangan 1. Update terkait Jaminan Kesehatan dan Upah
implementasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Minimum di Kawasan Industri EJIP, Cikarang
dan Transmigrasi RI No. 19 tahun 2012 tentang pada hari Rabu, 16 Oktober 2013 yang
“Syarat-Syarat Penyerahan Pelaksanaan dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta.
Sebagian Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain”. 2. Update terkait Jaminan Kesehatan dan Upah

102 Laporan Tahunan 2013


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

Minimum di Kawasan Industri MM 2100, 3. IR Framework dan Outsourcing


Cibitung pada hari Kamis, 16 Oktober 2013 Management PT. Bintang Toedjoeh
yang dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta. PT. Bintang Toedjoeh merupakan sebuah
3. Update terkait Upah Minimum di Kawasan perusahaan yang bergerak di bidang
Industri MM 2100, Cibitung pada hari Rabu, farmasi dan obat-obatan. ATC update terkait
23 Oktober 2013 yang dihadiri oleh kurang tren Industrial Relations di Indonesia, IR
lebih 150 peserta. Framework, serta Outsourcing Management
Adapun laporan lengkap mengenai kegiatan ini bagi perusahaan ini pada Jumat, 13 September
disiapkan secara terpisah dan dilampirkan 2013. Training ini dihadiri oleh kurang lebih 30
bersama laporan ini. orang peserta.

V. Management Sharing VI. Pengembangan ATC Cabang

Selain menyelenggarakan kegiatan Perkembangan Apindo Training Center di


training yang bersifat in-class dengan bawah asuhan Dewan Pimpinan Nasional
dihadiri peserta baik umum maupun internal Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO)
perusahaan, ATC juga banyak menerima semakin bergema gaungnya di seluruh penjuru
request untuk memberikan management nusantara. Di akhir tahun 2012 telah dilakukan
sharing. Management sharing ini bersifat pertemuan dengan perwakilan-perwakilan
khusus bagi internal perusahaan, dengan Dewan Pimpinan Propinsi (DPP) APINDO untuk
bentuk permintaan salah satu pembicara ATC membahas ekspansi bisnis ATC di bawah
untuk dapat berbicara di forum management asuhan DPP-DPP APINDO se-Indonesia.
perusahaan terkait. Atas hasil dari rapat kerja tersebut telah
Beberapa management sharing yang telah dilakukan beberapa assessment terhadap
dilakukan di tahun 2013 antara lain: perwakilan setiap DPP tersebut dalam rangka
persiapan pembentukan cabang ATC di DPP
1. Pembekalan Perundingan PKB PT. Weda APINDO. Berdasarkan assessment tersebut
Bay Nickel maka menyusul dua DPP sebelumnya yakni
PT. Weda Bay Nickel merupakan sebuah DPP Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan
perusahaan yang bergerak di bidang yang telah di-launching pada tahun 2012, di-
pertambangan. ATC memberikan pembekalan launching pula ATC Cabang Riau pada tahun
perundingan PKB kepada tim perunding PKB 2013.
perusahaan ini pada Selasa, 29 Januari 2013. Kegiatan launching dilakukan pada tanggal
Training ini dihadiri oleh kurang lebih 30 orang 24 Oktober 2013 kemudian dilanjutkan dengan
peserta. penyelenggaraan Roadshow Outsourcing
sebagai kelanjutan dari Business Process
2. Pembekalan Perundingan PKB PT. VICO Outsourcing – Indonesian Convention 2013 di
Indonesia Yogyakarta.
PT. Vico Indonesia merupakan sebuah Training Outsourcing yang terselenggara
perusahaan yang bergerak di bidang Minyak serangkaian dengan kegiatan Outsourcing
dan Gas Bumi. ATC memberikan pembekalan Roadshow ini dilaksanakan pada tanggal 24 –
perundingan PKB kepada tim perunding PKB 25 Oktober 2013 di Hotel Pangeran, Pekanbaru,
perusahaan ini pada Jumat, 13 September dengan dihadiri oleh kurang lebih 78 peserta
2013. Training ini dihadiri oleh kurang lebih 30 yang tentu saja merupakan anggota dan mitra
orang peserta. dari DPP Riau.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 103


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

Kinerja ATC tahun 2013 tercermin dalam tabel berikut:

Selama tahun 2013 Apindo Training Center berbagai kegiatan tersebut selama tahun
telah melakukan kurang lebih 23 (dua puluh 2013 ATC telah bermitra dengan lebih dari 500
tiga) kegiatan yang beragam baik skala kecil, perusahaan baru baik perusahaan nasional
skala menengah, maupun skala besar. Dari maupun perusahaan asing.

IRCP VIII, 18 – 23 Maret 2013

104 Laporan Tahunan 2013


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

Business Process Outsourcing – Indonesian Convention 2013, 2 – 4 April

Speak Up Forum, 23 Mei 2013

Asosiasi Pengusaha Indonesia 105


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

IR Certification, 23 – 27 September 2013

IR Class PPHI bagi Pemula Batch II, Oktober 2013

106 Laporan Tahunan 2013


Bidang Pendidikan, Pelatihan,
Penelitian & Pengembangan

Social Security and Minimum Wages Indonesian Convention, 6 – 8 November 2013

OPTIMISME ATC TAHUN 2014


Berkaca dari perjalanan selama 4 tahun
terakhir, ditambah dengan pengukuhan ATC
dalam bentuk badan hukum di bawah PT.
Pusat Studi Apindo, serta membidani pendirian
Lembaga Sertifikasi Profesi Hubungan
Industrial Indonesia (LSP HII), ATC optimis
untuk terus melangkah menjadi pioneer bagi
pengembangan Hubungan Industrial dan
Human Capital di Indonesia. maupun kegiatan-kegiatan baru yang tentu saja
Selalu terdepan dalam menjawab tantangan dihadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan
kondisi ketenagakerjaan, pada tahun 2014 akan pengembangan Hubungan Industrial di
yang akan datang ATC akan menampilkan Indonesia.
sebuah konferensi pertama Hubungan Terus mengembangkan diri ke arah yang lebih
Industrial di Indonesia: baik, ATC diharapkan mampu membuktikan diri
Selain konferensi tersebut, di tahun 2014 menjadi “center of excellence” pengembangan
ATC telah menyiapkan berbagai kegiatan baik Human Capital di Indonesia.
itu melanjutkan yang selama ini telah berjalan,

Asosiasi Pengusaha Indonesia 107


LSP-HII

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI


HUBUNGAN INDUSTRIAL INDONESIA (LSP-HII)

DATA LSP-HII
Nama Lembaga : LSP HUBUNGAN INDUSTRIAL PENDIRI & KETERWAKILAN
INDONESIA (LSP-HII) - Sofjan Wanandi (APINDO & Santini Group)
Tanggal Berdiri : 10 Desember 2012 - Suryadi Sasmita (APINDO & Wacoal Group)
Domisili : Jakarta - F.X. Sri Martono (APINDO & Astra Group)
Level LSP : Pihak Ketiga (Third Party)
Lisensi : BNSP (Badan Nasional KEPENGURUSAN
Sertifikasi Profesi)
Pendiri & Keterwakilan:
I. DEWAN PENGARAH
Ketua : Sofjan Wanandi
- Sofjan Wanandi (APINDO & Santini Group)
Sekretaris : Suryadi Sasmita
- Suryadi Sasmita (APINDO & Wacoal Group)
- F.X. Sri Martono (APINDO & Astra Group)
II. DEWAN PENGURUS
Mitra Pendiri LSP-HII : Presiden Direktur : F.X. Sri Martono
- PT Astra International Tbk Deputy Presiden Direktur : M. Aditya Warman
- PT Union Sampoerna Direktur : Kusno Erudi
- PT Freeport Indonesia Sekretaris & PDCA : Mariety Ruth
- PT Bank Central Asia Tbk Kepala Bidang :
• Manager Standarisasi :
- PT Bank Permata Tbk
Zukra Budi Utama
- PT Bank Mandiri • Manager Sertifikasi:
- PT Pertamina Uliya Hanifunnisa
- PT Federal International Finance • Manager Manajemen Mutu :
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Henricus Punto
• Manager Akreditasi/Umum :
- PT United Tractors tbk
G. Triyoga A. Prabowo
• Manager Keuangan :
PANITIA KERJA PERSIAPAN PEMBENTUKAN Devi Widiyanti
LSP (Ad-Hoc)
Ketua : F.X. Sri Martono
Wakil Ketua : M. Aditya Warman
Sekretaris : Kusno Erudi
Anggota : - Julita Fitriani
- Sugito
- Zukra Budi Utama
- Triyoga A. Prabowo

108 Laporan Tahunan 2013


LSP-HII

PENDAHULUAN
Sejak Apindo Training Center (ATC) berdiri diharapkan akan berlaku efektif dalam tahun
tahun 2010 yang silam, selama ini ATC mencatat 2013. SKKNI tersebut adalah hasil Konvensi
kinerja dan prestasi yang menggembirakan. Nasional SKKNI Ke-IV Sektor Ketenagakerjaan,
Seiring dengan itu APINDO kemudian Sub-Sektor Hubungan Industrial tanggal 13
mengambil langkah strategis memantapkan Oktober 2011 di Kemenakertrans RI.
kemajuan ATC tersebut dengan mendirikan Tujuan utama LSP-HII adalah memberikan
“Lembaga Sertifikasi Profesi Hubungan sertifikasi profesi di bidang Hubungan Industrial
Industrial Indonesia” (LSP-HII) dibawah yang memperoleh pengakuan yang sah secara
Lisensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi nasional terhadap kompetensi para Profesional
Profesi). Aplikasi Lisensi LSP (Third Party) ke Hubungan Industrial. Melalui ATC dan LSP-
BNSP dimaksud saat ini masih dalam proses, HII tersebut maka APINDO terlibat langsung
sambil menunggu berlakunya SKKNI (Standar dalam dimensi pembangunan Human Capital
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang nasional Indonesia.
kompetensi profesi Hubungan Industrial yang

KEGIATAN
1) Pada Bulan Juni 2013 yang akan digunakan sebagai pedoman
Mengadakan Pertemuan Para Mitra Pendiri LSP HII agar dapat menyusun Skema
yang dihadiri kuarng lebih 20 Perusahaan. Sertifikasi untuk diserahkan kepada pihak
Guna untuk mendapatkan dana dari para BNSP
Perusahaan yang telah kami undang. Dan
terkumpul dana dari 7 Perusahaan. 3) Pada Tanggal 18 September 2013
Mengadakan Pertemuan Para Mitra
2) Pada Tanggal 5 September 2013 Pendiri Batch 2 yang dihadiri 10 Perusahaan.
• Kami Mengadakan Training Penyusunan Guna untuk mendapatkan dana dari para
Bimtek Document LSP HII Pada Bulan Perusahaan yang telah kami undang.
September kami LSP HII megadakan
training in house Bimtek Penyusunan 4) Pada Bulan November 2013
Document Mutu tepat nya di Ruang Pada Bulan November kami mengadakan
training ATC yang di hadiri oleh 22 Peserta rapat kecil untuk membicarakan skema
dari ATC, LSP dan Apindo sebagai salah sertifikasi sebagai salah satu syarat pendirian
satu pemenuhan syarat berdirinya LSP HII. LSP HII kepada BNSP. Dan pembuatan skema
• Adapun kami melakukan training tersebut tersebut dalam proses in progres adapun yang
pembicara dari pihak BNSP itu sendiri. kami buat antara lain yaitu Matrix dari Skema
Kami mengadakan training tersebut tersebut dan Skema Sertifikasi itu sendiri
selama 1 hari penuh dari pukul 08.30 wib hingga awal januari 2014 target di dalam
- 17.30 wib. pembuatan skema tersebut dan di berikan
• Materi yang diberikan yaitu seputar bagai kepada BNSP yaitu pada tanggal 17 Januari
mana menyusun panduan mutu LSP HII 2014.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 109


LSP-HII

Adapun skema tersebut adalah syarat 7. Surat Pernyataan dari LSP HII kepada BNSP
dari pengembangan yang akan di ajukan ke 8. dll
BNSP agar dapat dilaksanakannya apresiasi. Kami juga sering melakukan pengecekan
Skema tersebut juga berisi tentang materi kepada pihak BNSP dan sering bertanya
asessment yang akan menjadi panduan untuk dokumen-dokumen apa lagi yang kurang dan
mendapatkan sertifikasi dari LSP HII kepada segera kami berikan untuk mendapatkan
seluruh karyawan yang akan mengikuti training lisensi atau apresiasi oleh pihak BNSP.
di ATC dan di Asessment oleh pihak LSP HII. Dan kami sedang menunggu jawaban atau
undangan untuk Apresiasi dari BNSP kepada
5) Pada Bulan November 2013 LSP HII.
Kami melayangkan surat kepada Dirjen
Dilantas Disnakertrans untuk meminta surat
dukungan Pendirian LSP HII serta di ajukan SUMBER DANA
dirujuk pada ke PHI. Dan telah menerima Sumber Dana dan Kekayaan LSP-HII APINDO
surat dukungan tersebut dari Dirjen PHI dapat diperoleh dari Penyertaan Modal Awal
Disnakertrans. yang berasal dari Stakeholder meliputi unsur:
Perubahan Akta Notaris telah kami lakukan Pendiri, Dewan Pengarah, Dewan Pengurus,
dalam pasal 15 dan itu dilakukan hanya dengan Dewan Pengawas, Mitra Pendiri, Subsidi dari
menggunakan Surat Sirkuler yang di Ketahui Pemerintah, Donasi Sponsor dari Dalam dan
atau diparaf oleh Presiden Direktur serta luar Negeri, dan Sumber-sumber Pendapatan
Deputy Direktur untuk di Tanda Tangani Oleh lain yang sah dan tidak mengikat.
Ketua DPN APINDO yaitu Bp. Sofjan Wanadi dan Pada Tahun 2013, LSP HII mengadakan 2
Sekretaris DPN APINDO Bp. Suryadi Sasmita. kali pertemuan kepada Mitra Pendiri sebanyak
Kami juga melayangkan surat perubahan 40 Perusahaan. Pertemuan tersebut dibagi
struktur Organisasi yang akan dikeluarkan nya kedalam 2 tahap yaitu pada bulan Juni dan
SK terbaru dari Ketua DPN APINDO yaitu Bp. September 2013. Adapun sumber dana yang
Sofjan Wanadi. telah diperoleh dari beberapa mitra pendiri
Kami juga mengerjakan Panduan Mutu selama tahun 2013 telah masuk antara lain
salah satu persyaratan document yang dari perusahaan :
dilayangkan ke BNSP serta menyiapkan • Bank Mandiri
document-document yang dibutuhkan BNSP • Freeport Indonesia
untuk persyaratan terdaftar nya LSP HII di • Astra International
BNSP. • BCA
• Pertamina
6) Pada Bulan Desember 2013 • Bank Permata
Pada Tahun 2013 tepatnya Bulan Desember • FIF
beberapa document-document telah di • TMMIN
masukkan atau di layangkan ke BNSP sebagai • UT
persyaratan awal untuk pendirian LSP, adapun • Union Metal
document-document yang telah di kerjakan
dan di layangkan ke BNSP antara Lain :
1. Akta Pendirian VISI, MISI & OBYEKTIF
2. NPWP dan Surat Domisili Kantor
3. Struktur Organisasi Visi
4. Panduan Mutu “Menjadi LSP unggulan yang mampu
5. SK melayani kebutuhan Sertifikasi Profesi
6. SOP Hubungan Industrial di seluruh Indonesia –
dengan kredibilitas yang diakui secara sah baik
nasional maupun internasional.”

110 Laporan Tahunan 2013


LSP-HII

Misi 3. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi VI


1. Mengembangkan Sistem Sertifikasi Profesi ► Pengembang Strategi dan Pengelolaan
Hubungan Industrial dan Ketanagakerjaan; Hubungan Industrial (1 Unit Kompetensi
2. Mengembangkan sarana dan prasarana SKKNI)
Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial dan
Ketenagakerjaan; Cluster-II: Pengembangan Pengupahan &
3. Mengembangkan dan menerapkan Standar Jamsostek Hubungan Industrial
Mutu Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial 4. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
dan Ketenagakerjaan; IV ► Pengembang Pengupahan dan
4. Mengembangkan Sistem Informasi Jamsostek (3 Unit Kompetensi SKKNI)
Kompetensi Profesi Hubungan Industrial dan 5. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
Ketenagakerjaan, dan V ► Pengembang Pengupahan dan
5. Melaksanakan Sertifikasi Profesi Hubungan Jamsostek (2 Unit Kompetensi SKKNI)
Industrial. 6. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
VI ► Pengembang Pengupahan dan
Obyektif Jamsostek (12 Unit Kompetensi SKKNI)
1. Memberikan pengakuan kualifikasi
profesi yang sah secara nasional terhadap Cluster-III: Pengembangan Kelembagaan
kompetensi yang dimiliki oleh para Hubungan Industrial
Profesional Hubungan Industrial; 7. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
2. Sertifikasi dirancang untuk mendorong IV ► Pengembang Kelembagaan
peningkatan kualifikasi profesi dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial (10
peningkatan nilai ekonomis kepada Unit Kompetensi SKKNI)
Pemegang Sertifikat Profesi Hubungan 8. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
Industrial; dan V ► Pengembang Kelembagaan
Memberikan jaminan mutu bagi Pemegang Pemasyarakatan Hubungan Industrial (3
Sertifikat Profesi Hubungan Industrial sesuai Unit Kompetensi SKKNI)
dengan atribut kompetensi dan profesinya 9. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya VI ► Pengembang Kelembagaan
diri dan kebanggaan terhadap profesi, karier Pemasyarakatan Hubungan Industrial (6
kerja, bidang kerja, dan perusahaannya. Unit Kompetensi SKKNI)

Cluster-IV: Pengembangan Persyaratan


PRODUK & RUANG LINGKUP Kerja, Kesejahteraan, dan Analisis
LSP HUBUNGAN INDUSTRIAL Diskriminasi Hubungan Industrial
INDONESIA
10. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
Cluster-I: Pengembangan Strategi & V ► Pengembang Persyaratan Kerja,
Pengelolaan Hubungan Industrial Kesejahteraan, dan Analisis Diskriminasi
1. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi IV (2 Unit Kompetensi SKKNI)
► Pengembang Strategi dan Pengelolaan 11. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi
Hubungan Industrial (5 Unit Kompetensi VI ► Pengembang Persyaratan Kerja,
SKKNI) Kesejahteraan, dan Analisis Diskriminasi
2. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi V (13 Unit Kompetensi SKKNI)
► Pengembang Strategi dan Pengelolaan
Hubungan Industrial (3 Unit Kompetensi
SKKNI)

Asosiasi Pengusaha Indonesia 111


LSP-HII

Cluster-V: Pencegahan dan Penyelesaian 13. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi


Perselisihan Hubungan Industrial VI ► Pencegah dan Penyelesaian
12. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi Perselisihan Hubungan Industrial (7 Unit
V ► Pencegah dan Penyelesaian Kompetensi SKKNI)
Perselisihan Hubungan Industrial (6 Unit
Kompetensi SKKNI)

RENCANA KERJA & OPTIMISME 2014


RENCANA KERJA 2014 12) Running Training go Public
1) Penyelesaian Penyusunan Dokumen 13) Target 40 COY sebagai Mitra
Skema Sertifikasi LSP-HII 14) 2.5 M dana untuk LSP
2) Menyelenggarakan Inhouse Training
Asesor Kompetensi OPTIMISME 2014
3) Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) Optimisme dan ekspektasi LSP-HII APINDO
4) Menyelenggarakan Inhouse Training tahun 2014 sebagai berikut:
Asesor Lisensi • Optimis SKKNI Sektor Ketenagakerjaan Sub-
5) Pengangkatan Asesor Kompetensi dan Sektor Hubungan Industrial akan diumumkan
Asesor Lisensi dalam ‘Berita Negara’ tahun 2014 dan SKKNI
6) Verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) akan berlaku efektif dalam tahun 2014.
7) Melaksanakan Pertemuan Kembali • Dengan intensitas dukungan Stakeholder
kepada Para Mitra Pendiri Batch 4 dan 5 – optimis LSP-HII akan memperoleh Lisensi
8) Pembukaan Rekening LSP HII dari BNSP dan dapat beroperasi dalam tahun
9) Permohonan Lisensi (Third Party) LSP-HII 2014.
ke BNSP • Dalam periode 2014–2015, LSP-HII Pusat
10) Pleno BNSP Keputusan Lisensi – Penerbit- berencana akan membuka LSP-HII Cabang di
an Sertifikat Lisensi LSP-HII 4 Propinsi (DPP APINDO).
11) Inaugurasi Pendirian dan Operasional LSP-
HII APINDO.

112 Laporan Tahunan 2013


Bantuan Kemanusiaan APINDO

BANTUAN KEMANUSIAAN APINDO UNTUK MUSIBAH


ANGIN TYPHOON HAIYAN DI FILIPINA

D
alam Bulan Desember 2013, ketika barang barang yang sangat dibutuhkan oleh
terjadi musibah angin Typhoon Haiyan di para korban bencana alam tersebut antara
Negara tetangga Filipina, DPN APINDO lain terdiri dari: makanan khusus untuk balita,
bersama dengan Anggota Luar Biasa serta anak-anak, susu, biskuit, air mineral, dan mie
beberapa Perusahaan lain yang bersimpati instant.
terhadap musibah tersebut memberikan Disamping itu atas himbauan dari APINDO,
bantuan kemanusiaan kepada Filipina yang beberapa perusahaan anggota APINDO juga
diserahkan melalui Palang Merah Indonesia langsung menyumbangkan bantuan kema-
(PMI). nusiaan melalui PMI, antara lain produsen
Bantuan yang diberikan oleh APINDO makanan seperti Indofood dan Garuda Food,
selain berupa uang tunai yang diserahkan produsen pakaian wanita dan pakaian lain-
langsung oleh Ketua Umum APINDO Bapak nya seperti Wacoal dan Hammer, produsen
Sofjan Wanandi kepada Ketua Palang Merah obat2an ; Combiphar, dll. yang turut berpartisi-
Indonesia (PMI) Bapak Jusuf Kalla, juga berupa pasi dalam bantuan kemanusiaan ini.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 113


KEGIATAN
DEWAN PIMPINAN PROVINSI
Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO ACEH

Ketua : [Link] Sulaeman SE.


Sekretaris Eksekutif : Kenny Kurniadharma
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten /Kota : 23 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 517 Perusahaan
Jumlah Anggota Luar Biasa : 26 Perusahaan

Dalam tahun 2013 telah dilantik pengurus Sementara kegiatan sosialisasi peranan
DPK di lingkungan Propinsi Aceh oleh Ketua APINDO dalam hal perdagangan dan bantuan
DPP Aceh yaitu: DPK Banda Aceh dan DPK hukum / advokasi kepada anggota APINDO
Sabang periode 2012 -2017. Beberapa kegiatan telah pula dilakukan oleh pengurus DPP Aceh.
seperti lokakarya dengan pemerintah daerah Disamping itu ketua DPP Aceh sering menjadi
membahas draf pengembangan ekonomi narasumber di beberapa stasiun TV lokal
lokal Banda Aceh, pelatihan yg diadakan oleh dengan berbagai topik diantaranya dialog
APINDO Aceh Training Center untuk pemandu mensejahterakan buruh membangun negeri di
wisata dan service seluler, proses magang dari stasiun TVRI Aceh pada tanggal 30 April 2013
beberapa tenaga trampil dan profesional di Terkait Pengupahan dan LKS Tripartit
beberapa perusahaan anggota dari DPP Aceh, ketua DPP Aceh yang juga anggota Dewan
serta pelaksanaan FGD Studi Kasus Survei Pengupahan Propinsi Aceh (Unsur APINDO
Indeks Kinerja Logistik di Banda Aceh, telah Aceh) aktif dalam penyusunan dan survei KHL
mewarnai kegiatan yang dilakukan oleh DPP di pasar tradisional dan modern serta berdialog
Aceh selama tahun 2013. dengan komisi F DPRD Aceh.

Gallery foto kegiatan DPP Aceh selama tahun 2013 :

Pelantikan Pengurus DPK APINDO Banda Aceh (kiri) dan DPK Sabang (kanan)
untuk periode 2012-2017 oleh Ketua DPP APINDO Aceh

Asosiasi Pengusaha Indonesia 115


Kegiatan
DPP APINDO

Kegiatan pelatihan/magang untuk bidang Pemandu Wisata


dan Service Seluler di APINDO Aceh Training Center

[Link] Sulaiman, SE) menjadi Pemateri pada BIMTEK


Negosiasi Hubungan Industrial yang dihadiri oleh para
Pejabat Disnaker dan SP/SB se-Indonesia di Hotel De
Pade, Banda Aceh tanggal 3 s/d 5 Juli 2013 dengan judul;
"Negoisasi Hubungan Industrial dari Sudut Pandang
Pengusaha".

Ketua APINDO Aceh H.M. Dahlan Sulaiman, SE mengisi


acara di TVRI Station Aceh dalam dialog Mensejahterakan
Buruh Membangun Negeri pada tanggal 30 April 2013
pukul 16:00 WIB.
Silaturrahmi APINDO Aceh / PT. Jamsostek se-Aceh dengan
Gubernur Aceh di Pendopo, Banda Aceh untuk memberikan
informasi mengenai Pengusaha dan Tenaga Kerja dalam
Hubungan Industrial di Provinsi Aceh.

PELUANG INVESTASI
A. Sektor Pertambagan dan Energi
1. Pembangkit Listrik Panas Bumi (Geo-
termal)
Provinsi Aceh menyimpan potensi panas
bumi yang cukup besar di dua kawasan
yaitu wilayah Kerja Pertambangan (WKP)
Ketua APINDO Aceh ([Link] Sulaiman, SE) sebagai Seulawah Agam, Aceh Besar dan WKP
narasumber pada Eksaminasi Nasional Keputusan Peng-
adilan Hubungan Industrial di Bogor tanggal 27-28 Juni Jaboi, Pulau Weh.
2013 (APINDO & NHO). 2. Emas
Lokasi penambangan emas tersebar di
beberapa daerah, antara lain di Gunong

116 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Potensi Sumber Daya Mineral Logam di Aceh

Potensi Sumber Daya Mineral Non-Logam di Aceh

Asosiasi Pengusaha Indonesia 117


Kegiatan
DPP APINDO

Ujeung Kecamatan Krueng Sabe, Aceh 4. Sawit


Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan dan Aceh 5. Nilam
Timur masih digarap secara tradisional 6. Jagung
oleh masyarakat. 7. Kayu Jabon.
3. Biji Besi, di Kabupaten Aceh Besar E. Industri/Pengolahan
4. Granite, di Kabupaten Aceh Selatan 1. Pengolahan CPO
5. Marmer, di Kabupaten Aceh Besar dan 2. Pengolahan CPO ke barang jadi (minyak
Kabupaten Aceh Selatan makan, margarine dan lain-lain)
6. Magnesium, di Kabupaten Aceh dengan 3. Pengolahan Cacao
yang cukup banyak 4. Pengolahan ikan dan tepung ikan
7. Pabrik Semen, di Kabupaten Aceh Besar 5. Pakan Ternak
dan Kabupaten Pidie. 6. Packing (kemasan).
B. Kelautan dan Perikanan F. Pariwisata dan Hiburan
1. Perikanan tangkap lepas pantai 1. Pembangunan kawasan wisata
2. Budidaya rumput laut 2. Pengolahan wisata air/sungai (kapal,
3. Keramba ikan dan Lobster resto terapung)
C. Pertanian dan Peternakan 3. TV Lokal.
1. Peternakan dan penggemukan sapi G. Perhubungan
2. Peternakan ayam potong dan ayam 1. Maskapai penerbangan lokal (antar
petelur. Kabupaten dan Provinsi)
D. Perkebunan 2. Perhubungan lintas laut
1. Kopi H. Perdagangan dan Ritel
2. Coklat 1. Mall di Kota Banda Aceh, Lhoukseuma-
3. Karet we dan Langsa.

Daerah Produksi Perkebunan Kopi di Prov. Aceh. Daerah Produksi Perkebunan Coklat di Prov. Aceh

Daerah Produksi Perkebunan Sawit di Prov. Aceh Daerah Produksi Perkebunan Nilam di Prov. Aceh

118 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO SUMATERA UTARA


Ketua : Parlindungan Purba SH, MM
Sekretariat : Pratama
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 13 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 765 Perusahaan
Jumlah Anggota Luar Biasa : 19 Perusahaan

P
rovinsi Sumatera Utara yang berada pelaksanaan hingga evaluasi pelaksanaan.
di ujung Barat Indonesia merupakan Seminar diadakan pada tgl 6 Maret
provinsi yang sangat luas dengan 33 2013 betempat di Hotel Grand Antares
Kabupaten/Kota. Wilayah ini memiliki potensi Medan yang dihadiri 125 orang anggota
ekonomi di bidang pertanian, perkebunan, APINDO dan asosiasi pengusaha lainnya
perikanan, dan pariwisata. Dalam bidang dari Provinsi Sumatera Utara. Melalui
perkebunan, komoditi utama yang bisa seminar tersebut, para peserta dibekali
dikembangkan adalah: kelapa sawit, karet, dengan pemahaman tentang proses
kopi, dan coklat. Selain bidang bidang pelaksanaan SPSE (E-procurement),
tersebut, wilayah ini juga menyimpan potensi dan menjembatani kesenjangan dalam
pengembangan energi terbarukan (renewable pelaksanaannya, menganalisis kasus-
energy) seperti biomassa dan biofuel. kasus yang memungkinkan terjadinya
Dalam mengikuti dinamika perekonomian praktek KKN dalam PBJ (Pengadaan
di provinsi ini, DPP APINDO Sumatera Utara Barang dan Jasa), serta menemukan solusi
telah memiliki 13 DPK APINDO. Selama tahun untuk menghindarinya. Seminar tersebut
2013, beberapa kegiatan yang telah dilakukan juga dimaksudkan untuk memperluas
oleh DPP Sumut diantaranya adalah: keterjangkauan pelaksanaan SPSE dalam
pengadaan barang dan jasa kepada
1. Seminar Lokakarya Internalisasi seluruh stakeholder untuk diterapkan
Sistem Integritas dan Good secara konsisten dan konsekuen.
Coorporate Governance Menuju
Pengadaan Bersih 2. “Focus Group Discussion (FGD) Need
Assessment untuk Membangun Model
Latar belakang diadakannya seminar Collaborative Action on Corporate
ini adalah upaya untuk mendorong prinsip Integrity (CACI) Bagi Vendors dan
integritas dan anti korupsi dalam praktek Asosiasi Vendors di Provinsi Sumatera
pengadaan barang/jasa publik melalui Utara”
peningkatan kapasitas yang akan mendorong
pada perubahan sikap (behavior), yang pada FGD ini diadakan pada tanggal 8 Maret
akhirnya memenuhi prinsip-prinsip: 2013 di Hotel Antares Medan dengan tujuan
(1) reliability: dapat dipertanggung jawabkan untuk menghasilkan model dari Collaborative
dengan adanya transparasi dalam pe- Action on Corporate Integrity on Integrity / CACI
ngelolaan dan (atau secara singkat: koalisi pengusaha ber-
(2) integrity: integritas/terpadu dalam pe- integritas). Koalisi pengusaha ber-integritas ini
laksanaan yang dimulai dari perencanaan, diharapkan akan berperan sebagai:

Asosiasi Pengusaha Indonesia 119


Kegiatan
DPP APINDO

(1) kelompok yang mempelopori dipatuhinya 4. Save Our Sumut (SOS) “ Gerakan Se-
sistem integritas dalam Pengadaan Barang juta Tanda Tangan Rakyat Sumatera
dan Jasa Publik dengan cara internalisasi Utara atas Krisis Energi Listrik dan Gas
sistem ke dalam SoP korporasi dan; Yang Berkepanjangan
(2) kelompok yang memberikan dukungan
dan bimbingan kepada anggota untuk Aksi sejuta tanda tangan sebagai bentuk
mematuhi internalisasi system integritas keprihatinan atas krisis energi listrik dan gas
dalam bisnisnya. Sebaga nara sumber dari yang terus mendera Sumatera Utara. Tujuan
DPN APINDO dan KPPOD yaitu Robert Endi aksi adalah menunjukkan realitas kepada
Jaweng dan Wahyu handoko. Sedangkan para pengambil kebijakan publik bahwa efek
peserta dalam acara ini sebanyak 20 krisis listrik dan gas sangat negatif dalam
orang yang memiliki latar belakang perkembangan perekonomian dan masyarakat
berpengalaman dalam tender-tender di SUMUT. Aksi ini berlangsung di Lapangan
pengadaan barang/jasa Pemerintah dan Merdeka Medan pada hari Sabtu 5 Oktober
merupakan layer pertama atau kedua di 2013 yang diikuti oleh berbagai elemen
perusahaan. masyarakat seperti kalangan pengusaha,
mahasiswa, kelompok buruh dan pekerja serta
3. Suara Pengusaha “Kejelasan Kontribu- elemen masyarakat lainnya.
si Jasa Pemeliharaan Fasilitas Pelabu-
han dan Pemadaman Listrik” 5. Musyawarah Kabupaten Ke - III & Pelan-
tikan Asosiasi Pengusaha Indonesia
DPP APINDO Sumatera Utara sebagai (Apindo) Kab. Deli Serdang
asosiasi yang beranggotakan sebagian besar
perusahaan-perusahaan yang melakukan Kesinambungan dan pengembangan peran
kegiatan ekspor-impor sangat keberatan dan organisasi secara efektif dan efisien, sangat
dengan tegas menolak rencana kenaikan ditentukan oleh penataan segenap perangkat
tarif pelabuhan BICT (Belawan Internatioanal organisasi di setiap tingkatan. Musyawarah
Container Terminal) sebesar 20 %. Kenaikan Kabupaten merupakan perangkat institusi
tarif tersebut tidak tepat karena menuju ke tertinggi organisasi yang menentukan kadar
era perdagangan bebas, seharusnya tarif perkembangan organisasi pada tingkatan
menjadi lebih murah agar perusahaan tidak tersebut. Selain melakukan evaluasi kinerja atas
mengeluarkan biaya yang semakin tinggi pelaksanaan program dan kegiatan, memilih
dan akan melemahkan daya saing produk kepengurusan baru, Muskab juga menetapkan
Sumatera Utara. Melalui kegiatan ini yang kebijaksanaan umum dan strategi yang akan
diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2013 di tempuh DPKab APINDO Deli Serdang ke
di Matador Café, Medan, pengusaha minta depan. Untuk itu, Muskab DPkab APINDO Deli
kejelasan dari Pelindo mengenai kontribusi Serdang ke - III memiliki posisi strategis untuk
jasa pemeliharaan fasilitas pelabuhan yang mempersiapkan penyusunan garis-garis besar
semestinya dibicarakan dengan pihak-pihak kebijakan organisasi dimaksud dalam periode
yang mempunyai kepentingan secara langsung lima tahunan 2013 – 2018. Musyawarah
karena dampaknya adalah akan mempengaruhi Kabupaten Ke – III Deli Serdang dilaksanakan
daya saing perusahaan. pada tanggal 5 Oktober 2013 di Hotel Garuda
Citra Medan telah memilih Pengurus Baru
DPKab APINDO Deli Serdang yang kemudian
dilantik pada tgl 19 Oktober 2013 di Hotel
Polonia Medan.

120 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Beberapa foto kegiatan DPP Sumut selama tahun 2013 :

Focus Group Discussion (FGD) Need Assessment Untuk


Membangun Model Collaborative Action on Corporate
Integrity (CACI) Bagi Vendors dan Asosiasi Vendors di
Provinsi Sumatera Utara

Seminar Lokakarya Internalisasi Sistem Integritas dan


Good Coorporate Governance menuju Pengadaan Bersih

Suara Pengusaha “Kejelasan Kontribusi Jasa Pemeliharaan


Fasilitas Pelabuhan dan Save Our Sumut (SOS) Gerakan Sejuta Tanda Tangan
Pemadaman Listrik” Rakyat Sumatera Utara atas Krisis Energi Listrik dan
Gas yang Berkepanjangan

Asosiasi Pengusaha Indonesia 121


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO RIAU

Ketua : Helfried Sitompul


Sekretaris Eksekutif : Citra Rustam Siregar
Jumlah Dewan Pimpinan Kab. / kota : 10 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota biasa : 348 Perusahaan

B
erbagai kegiatan dilakukan oleh DPP Utara (Sumbagut) dan Ketua Gapki Riau. Selain
Riau untuk memberikan pelayanan itu diadakan juga sosialisasi mengenai pergub
ke anggota, diantaranya seminar dan UMSP Migas tahun 2013 yang dihadiri oleh
penjelasan mengenai Industrial Relation beberapa perusahaan Migas dan ketua SKK
Update yang dikaitkan dengan Outsourcing, Migas Riau serta narasumber lainnya.
dihadiri oleh pengurus dari DPP Riau dan juga Member Gathering yang diperuntukan
dari DPN APINDO Jakarta , sebagai narasumber untuk anggota DPP Riau diadakan pada
adalah pembicara dari Universitas yang ada di tanggal 24 Juli 2013 bersama dengan Serikat
propinsi Riau. pekerja/ Serikat buruh ( SP/SB) sebagai bentuk
Dalam rangka memperingati Hari Buruh silaturahmi dengan anggota sekaligus dengan
International pada tanggal 29 April 2013, SP/SB
diadakan dialog yang dihadiri oleh pengurus dan Berikut beberapa foto kegiatan yang sudah
anggota dari DPP Riau, Kadisnakertransduk dilakukan DPP APINDO Riau di tahun 2013 :
Riau, Kepada SKK Migas Sumatera Bagian

Training mengenai Industrial Relation Update yang


Members gathering DPP Riau bersama dengan dikaitkan dengan Outsourcing dihadiri juga oleh
SP/SB sekaligus forum silaturahmi bersama. Bapak Aditya Warman dari DPN APINDO.

122 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO KEPULAUAN RIAU

Ketua : Ir. Cahya


Sekretariat : Mona Fitria
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 5 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 407 Perusahaan

S
elama tahun 2013, selain keterlibatan Unsur DPP Kepri juga terlibat dalam
dalam kegiatan regular penentuan kegiatan Tripartitnas dengan melakukan
UMP/UMK menjelang akhir tahun, DPP kunjungan kerja ke Korea Selatan, bertemu
Kepri juga melakukan serangkaian kegiatan dengan berbagai pihak disana, diantaranya:
lainnya dengan berbagai pihak, diantaranya KLF (Korean Labor Federation), Human
di dalam bulan Puasa Ramadhan DPP Kepri Resource Development Service of Korea,
mengadakan buka puasa dan silaturahmi FKTU (Federation Korean Trade United) yang
dengan Kapolda Kepri untuk meningkatkan merupakan Serikat Buruh terbesar di Korea
kerjasama antara Kepolisian Kepri dengan Selatan, serta mengadakan pertemuan juga
DPP Kepri. dengan KEF (Korean Employers Federation).

Malam Silaturami dan berbuka puasa bersama DPP APINDO KEPRI dengan Kepala
Kepolisan Daerah Kepri (Kapolda Kepri), tanggal 17 Juli 2013 di Batam.

Pertemuan Tripartit Nasional dengan KLF (Korean Labour Pertemuan Tripartit Nasional dengan Human Resource
Federation) di Seoul-Korea Development Service Of Korea (seperti Balai Pelatihan
Tenaga kerja di Korea)

Asosiasi Pengusaha Indonesia 123


Kegiatan
DPP APINDO

Members gathering DPP Riau bersama Training mengenai Industrial Relation Pertemuan Tripartit Nasional dengan
Pertemuan APINDO dengan KEF (Korean Employers Federation) Di Seoul - Korea
dengan SP/SB sekaligus forum Update yang dikaitkan dengan Out- FKTU (Federation Korean Trade
silaturahmi bersama. sourcing dihadiri juga oleh Bapak United) Serikat Buruh terbesar
Aditya Warman dari DPN APINDO. di Korea

DPP APINDO SUMATERA BARAT

Ketua : Muzakir Azis Akin SE.


Sekretariat : Dewi Fitria
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 9 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 300 perusahaan

D
ari 300 perusahaan Anggota Biasa yang Pengusaha UKM di Sumbar untuk dapat
dimiliki oleh DPP Sumbar, sebagian menerima pelatihan dan bimbingan dari Qatar
besar adalah perusahaan UKM yang Opportunities mengenai bidang tertentu yang
tersebar di 9 Kabupaten dan Kota wilayah nantinya dapat mengembangkan usaha dari
Propinsi Sumatera Barat. Dalam melakukan perusahaan UKM
afkifitas organisasi selama tahun 2013, Selain itu kerjasama juga dilakukan oleh
DPP Sumbar telah mengadakan beberapa DPP Sumbar dengan National University of
kegiatan diantaranya melakukan kerjasama Singapore dalam kegiatan survey daya saing
dengan Qatar Opportunities yang bertujuan dan pembangunan di 33 Propinsi di seluruh
untuk memberikan kesempatan kepada Indonesia termasuk di propinsi Sumatera

Dibawah ini beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP Sumbar :

124 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Barat yang hasilnya akan sangat berguna guna tersebut termasuk ketua UKM DPP Sumbar
mengetahui sampai sejauh mana kemampuan untuk dapat bertukar pikiran dan saling
pengusaha di Sumatera Barat untuk dapat memberikan informasi mengenai kemajuan
bersaing dengan wilayah lain di Indonesia. dan perkembangan pengusaha UKM di daerah
Dalam rangka Munas APINDO ke IX di masing masing dengan team UKM dari DPP
Jakarta pada bulan April 2013, DPP Sumbar lainnya di seluruh Indonesia
juga mengirim team untuk menghadiri acara

DPP APINDO LAMPUNG

Ketua : Yusuf Kohar


Sekretariat : Ridwan Hasyim
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 6 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 428 Perusahaan

D
PP Lampung merupakan salah satu DPP daerah di Indonesia, salah satunya adalah di
yang aktif membina para pengusaha Jakarta Trade Expo 2013 beberapa waktu yang
UKM yang ada di wilayah Lampung, lalu. DPP Lampung sering kali menjadi tempat
diantaranya tercermin dengan seringnya pelatihan bagi pengusaha UKM yang diberikan
pengusaha UKM binaan DPP Lampung dari DPN APINDO, di tahun 2013 Lampung
mengikuti pameran yang ada di beberapa mengadakan business gathering yang merupa-

Asosiasi Pengusaha Indonesia 125


Kegiatan
DPP APINDO

kan kerjasama DPN APINDO dengan mitra serta dengan Cagub dan Cawagub sebelum
asing NHO dari Norwegia. diadakannya pilkada daerah Lampung.
DPP Lampung juga aktif memberikan Dalam hal peningkatan pemahaman
sosialisasi dan informasi kepada anggotanya tentang daya saing propinsi Lampung, DPP
melalui beberapa kegiatan diantaranya pene- Lampung mengadakan acara Dialog antara
rangan mengenai peningkatan produktifitas Anggota Apindo Lampung dengan Pakar Asia
di perusahaan anggota serta sosialisasi gas Competitiveness Institute (ACI) Singapura
alam untuk industri bagi anggota dari DPP dan beserta DPN APINDO. Dalam memperingati
DPK/kota di propinsi Lampung. Selain itu DPP HARI AIDS SEDUNIA (HAS) 2013, DPP Lampung
juga aktif membina hubungan baik dengan mengadakan kegiatan dengan tema Cegah
pejabat daerah setempat misalnya dengan HIV-AIDS ”Lindungi Pekerja, Keluarga dan
KAPOLDA Lampung dalam acara silaturahmi, Bangsa”.

Dibawah ini beberapa foto dokumentasi kegiatan yang dilakukan oleh DPP Lampung :

Business Gathering dengan narasumber dari DPN APINDO Ramah tamah Mr. Bjorn dari NHO dengan pengurus DPP
dan NHO Norwegia, diadakan tanggal 4 Maret 2013 Lampung dan Bapak Anthony Hilman, Ketua Bidang
Organisasi dan Pemberdayaan Daerah DPN APINDO.

Malam silaturahmi DPP Lampung dengan Kapolda Ketua DPP Lampung Bp Jusuf Kohar dalam acara temu
Lampung beserta jajaran kepolisian Propinsi Lampung bicara dengan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur
Lampung periode tahun 2014- 2019.

126 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO SUMATERA SELATAN

Ketua : Sumarjono Saragih


Sektretaris Eksekutif : Harry Hartanto
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota : 1 Kota
Jumlah Anggota Biasa : 63 Perusahaan

S
ejak dikukuhkannya kepengurusan Sumsel Bapak Ghandi Arius.
DPP APINDO Sumatera Selatan (Sum- Terkait dengan Penetapan UMP Propinsi
Sel) yang baru pada bulan September Sumatera Selatan dimana pengusaha merasa
2011 oleh Ketua Umum APINDO, maka penetapan pemerintah tidak sesuai dengan
diadakan perombakan dan penataan kembali keputusan dari Dewan pengupahan Daerah
kepengurusan organisasi mulai dari Dewan Sumatera Selatan, maka untuk hal itu DPP
Pimpinan Propinsi sampai dengan Dewan Sum-Sel mengajukan gugatan terhadap SK
Pimpinan Kota, dimana sebelumnya operasional UMP Sumsel 2013. DPP APINDO Sumatera
DPP Sum-Sel dipimpin oleh caretaker untuk Selatan melalui Kuasa Hukumnya melakukan
waktu yang cukup lama. Penataan kembali upaya hukum terhadap SK UMP Sumsel Tahun
organisasi APINDO Sumatera Selatan tersebut 2013, yaitu dengan menggugat ke PTUN
diharapkan akan memperbaiki kinerja pengurus Palembang, dilanjutkan dengan Banding dan
dan juga sekretariat mulai dari tingkat propinsi Kasasi ke MA. DPP APINDO Sumsel berupaya
sampai dengan kabupaten / kota. untuk mendapatkan kepastian hukum yang
Sampai saat ini DPP Sum-Sel baru memiliki mengikat sampai ke tingkat yang paling tinggi
1 perwakilan Dewan Pimpinan Kota (DPK) yaitu (Kasasi).
kota Palembang, dimana diharapkan untuk Dalam upaya memberikan informasi yang
waktu kedepan akan berdiri pula beberapa DPK berimbang terhadap upaya gugatan UMP oleh
APINDO di beberapa kabupaten dan kota di DPP APINDO Sumsel dan sekaligus publikasi
wilayah Sumatera Selatan. mengenai eksistensi DPP APINDO Sumsel,
Dalam Perkembangannya DPP Sumsel mulai maka DPP APINDO Sumsel melakukan Press
mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk Conference dan Press Release untuk media-
melayani dan memberikan informasi kepada media cetak maupun elektronik.
perusahaan anggota, diantaranya: kerjasama Sebagai realisasi kerjasama DPN APINDO
dengan DPN APINDO dan NHO serta didukung dengan ACI Singapore, APINDO Sumsel menjadi
oleh GAPKI (Asosiasi Kelapa Sawit) DPP Sumsel salah satu provinsi untuk dilaksanakannya
menyelenggarakan Business Gathering dengan Survey Daya Saing Usaha oleh Tim ACI
tema: “Dampak Kenaikan UMP terhadap Singapore secara langsung dengan responden
Perekonomian di Indonesia – UMP Mengganas, adalah anggota DPP APINDO Sumsel. Kegiatan
Bisnis Tergilas”. Kegiatan Business Gathering dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Palembang
tersebut dilaksanakan di Hotel Novotel pada 24 Oktober 2013. Pada bulan November
Palembang tanggal 11 September 2013, 2013, Ketua DPP APINDO Sumsel menghadiri
dengan nara sumber dari DPN APINDO Bapak kegiatan ACIAnnual Conference di Singapura
Anthony Hilman, Pemprov Sumsel Bapak dan melakukan penandatanganan LOI antara
Syamsul Bahri dan Kuasa Hukum DPP APINDO ACI dengan DPP APINDO Sumsel.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 127


Kegiatan
DPP APINDO

Dalam kegiatan rutin Rapat Pengurus DPP kegiatan DPP APINDO Sumsel, Melanjutkan
APINDO Sumatera Selatan telah pula dibahas Inisiasi pembentukan DPK (Kabupaten/Kota:
beberapa hal antara lain: pembahasan program OKU, Muara Enim, OKI) dan Isue isue lainnya.

Beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP Sumatera Selatan selama tahun 2013 :

Business Gathering APINDO – NHO, 11 September 2013 di Hotel Novotel Palembang

Press Conference DPP APINDO Sumatera Selatan; Topik: Gugatan DPP APINDO Sumsel terhadap SK UMP Sumsel Tahun 2013

Pertemuan APINDO dengan ACI Singapore; Survei Daya Saing Usaha Hotel Grand Zuri Palembang, 24 Oktober 2013

128 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

POTENSI INVESTASI DI PROVINSI • Potensi investasi untuk komoditi karet


SUMATERA SELATAN diarahkan ke industri hilir. Untuk kelapa
sawit selain ke industri hilir, masih
Potensi investasi di daerah Sumatera terdapat potensi untuk industri hulu
Selatan diantaranya: seperti replanting dan pembangunan
1. Sektor Minyak dan Gas (Migas); pabrik CPO.
• Pertambangan batubara, minyak dan • Industri yang mendukung lingkungan
gas bumi dan pembangkit listrik mulut hidup seperti industi pengolahan limbah
tambang. kelapa sawit, limbah kayu karet dan
2. Sektor Non Migas; sampah menjadi energi.
• Perkebunan karet dan sawit mendominasi 3. Potensi investasi di bidang infrastruktur;
industri sektor non migas di Provinsi • Pengembangan pembangunan pelabuhan
Sumatera Selatan, disusul kopi dan Tanjung Api-Api.
komoditi pertanian/perkebunan lainnya • Jalur kereta api double track.
seperti tebu, dll.

DPP APINDO BANTEN

Ketua : Deddy Djunaedi


Sekretaris Eksekutif : Arwin Kusmanta
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota : 7 Kabupaten/Kota
Jumlah Anggota Biasa : 535 Perusahaan

P
otensi di bidang pertanian, perkebunan, Jaringan telekomunikasi tetap dan seluler;
perikanan, pertambangan, dan Suplai bahan baku air bersih untuk industri
pariwisatan hingga saat ini belum dan rumah tangga dan terdapat jalur pipa gas
dikelola secara maksimal. dari Sumatera Selatan ke Bojonegara, Banten.
Banten menarik menjadi tujuan investasi Pada saat ini terdapat beberapa proyek
karena infrastruktur pendukung yang yang diprioritaskan menjadi tujuan investasi
telah tersedia, seperti akses jalan tol dari utama di Provinsi Banten, antara lain adalah
Jakarta-Tangerang-Merak; Akses jalan Arteri pembangunan Jembatan Selat Sunda yang
Primer (jalan Nasional) di seluruh wilayah; menjadi penghubung antara Pulau Sumatera
Akses kereta api Jakarta–Rangkasbitung– dan Pulau Jawa dan pembangunan jalan tol
Merak; Akses penerbangan internasional Serpong-Balaraja.
(Bandara Soekarno-Hatta); Akses pelabuhan Selain itu banyak daya tarik wisata yang ada
penyeberangan kapal Ferry Ro-Ro (ASDP di Provinsi Banten antara lain Taman Nasional
Merak); Pelabuhan petikemas standar Ujung Kulon, Pantai Anyer, Mercusuar kawasan
internasional (Pelabukan Ciwandan); Pelabuh- Anyer-Carita, Pantai Karang Bolong, Pantai
an Curah standar internasional & dermaga Sawarna, Pantai Tanjung Lesung, Pulau Dua/
untuk kepentingan sendiri; Tersedianya PLTU Pulau Burung, Pulau Umang, Gunung Krakatau,
(Suralaya, Bojonegara dan Captive Power (KDL, dan Rawadano. Pemandangan yang ditawarkan
Tifico, Indah Kiat, Nicomas, Chandra Asri); di berbagai daya tarik wisata tersebut memiliki

Asosiasi Pengusaha Indonesia 129


Kegiatan
DPP APINDO

daya tarik tersendiri, sehingga dijadikan sebagai dapat memperluas wawasan keanggotaan
ikon wisata di Provinsi Banten disamping dengan menarik perusahaan-perusahaan
kebudayaan asli penduduk Banten yang sudah tersebut menjadi anggota dari DPP Banten
sangat terkenal diseluruh Nusantara seperti dan selanjutnya dapat berkolaborasi dengan
kesenian tradsional Kuda Lumping dan seni perusahaan UKM yang menjadi binaan dari
bela diri Pencak Silat. DPP Banten, agar perusahaan UKM yang ada di
Banyak industri berskala besar dan bertaraf Propinsi Banten dapat terbantu dengan adanya
International berada di propinsi Banten, hal ini perhatian dan kerjasama antara perusahaan
merupakan tantangan bagi DPP Banten untuk besar dengan perusahaan UKM tersebut

Beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP Banten selama tahun 2013 :

Survey Daya Saing Usaha Tahap Kedua (Tahun 2013) Kerja sama ACI Singapore – DPP APINDO Provinsi Banten,
diadakan pada tanggal 29 Oktober 2013 di Hotel Great Western Resort Hotel, Tangerang – Banten.

Seminar tentang “Pelaksanaan BPJS Kesehatan Bagi Perusahaan” pada tanggal 19 Desember 2013,
mengambil lokasi di Padang Golf Modernland, Tangerang – Banten.

130 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO DKI JAKARTA


Ketua : [Link],[Link].D
Sekretaris Eksekutif : Danny Herwidodo
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 5 Kota
Jumlah Anggota Biasa : 170 Perusahaan

P
ertumbuhan ekonomi tertinggi di DKI Jawa yang memberikan sumbangan terhadap
Jakarta pada triwulan III/2013 terjadi PDB 58,20%. Kemudian diikuti oleh Pulau
di sektor pengangkutan dan komunikasi Sumatera 23,75%, Pulau Kalimantan 8,45%,
sebesar 2,97 %, selanjutnya sektor jasa-jasa Pulau Sulawesi 4,87% dan sisanya 4,73% di
sebesar 2,86 %, sektor perdagangan-hotel- pulau-pulau lain. Di Jawa masih didominasi DKI
restoran sebesar 2,05%, sektor pertanian Jakarta (16,58%), Sumatra oleh Riau (6,83%),
sebesar 2,32 %, sektor konstruksi sebesar 1,83 Kalimantan oleh Kalimantan Timur (5,33%)
%, sektor industri pengolahan sebesar 1,53 %, dan Sulawesi oleh Sulawesi Selatan (2,52%).
sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan Gejolak perburuhan DKI 2013 masih di
sebesar 1,31 %, serta sektor listrik-gas-air dominasi penetapan Upah Minimum Provinsi
bersih sebesar 0,47 %, sementara sektor (UMP), dimana saat Gubernur DKI Jakarta
pertambangan-penggalian tumbuh minus Joko Widodo menyetujui upah buruh naik
0,38%. 43%, menimbulkan protes dari kalangan
Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta pengusaha dan mereka mengancam untuk
sampai dengan triwulan III tahun 2013 memindahkan bisnisnya keluar dari Indonesia
(Januari-September) tumbuh sebesar 6,35% atau menutup usahanya. Sementara itu di
dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 ini jumlah perusahaan yang
di tahun 2012. Sektor pengangkutan dan mengajukan penangguhan pembayaran upah
komunikasi masih menjadi sektor dengan sesuai keputusan pemerintah DKI Jakarta
pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 11,23%, sebanyak 345 perusahaan, dari jumlah itu
diikuti oleh sektor jasa-jasa dan perdagangan- yang disetujui 63 perusahaan sedangkan 282
hotel-restoran yang masing-masing tumbuh perusahaan ditolak. Upah minimum provinsi
7,56 % dan 7,06% (UMP) DKI Jakarta tahun 2014 telah ditetapkan
Seperti halnya dengan tahun-tahun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebesar Rp
sebelumnya, perekonomian DKI Jakarta pada 2.441.301,74/bulan atau naik 10% dari UMP
triwulan II dan III tahun 2013 juga masih tahun 2012 yang sebesar Rp. 2.200.000,-
didominasi oleh sektor keuangan-real estat- Selama tahun 2013, DPP DKI Jakarta
jasa perusahaan, sektor perdagangan-hotel- selalu mengikuti rapat-rapat dalam bidang
restoran, dan sektor industri pengolahan. ketenagakerjaan melalui Tripartit, Dewan
Sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan Pengupahan Daerah dan Forum Hubungan
memberi kontribusi rata-rata sebesar 27,82 Industrial Propinsi DKI Jakarta baik dilakukan
%, sektor perdagangan-hotel-restoran rata- bersama dengan instansi pemerintah maupun
rata sebesar 21,07 % dan sektor industri swasta diantaranya menghadiri undangan
pengolahan rata-rata sebesar 15,07 %. audiensi dan Pengukuhan anggota LKS
Sementara struktur perekonomian Indonesia Tripartit Prop DKI Jakarta dan anggota tripartit
secara spasial pada triwulan III 2013 masih di 5 kota administrasi dengan Gubernur DKI
didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jakarta pada tanggal 26 Februari 2013. Selain

Asosiasi Pengusaha Indonesia 131


Kegiatan
DPP APINDO

itu di tingkat Nasional DPP DKI Jakarta banyak II. PENGUPAHAN


menghadiri beberapa undangan seminar, 1. Mewakili dan terus aktif sebagai Anggota
rapat pembahasan Ketenagakerjaan dengan Dewan Pengupahan Nasional maupun
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi.
serta beberapa Kementerian lain, pertemuan 2. Mewakili dan aktif Sebagai Tim Survei
bisnis dengan pengusaha luar negeri Pasar.
diantaranya Seminar on Investment Climate di 3. Menghadiri rapat-rapat koordinasi terkait
Turkey pada bulan Maret 2013 dan pertemuan pengupahan yang dilaksanakan oleh
Japan and Indonesia Bisnis meeting yang Pemerintah ataupun Serikat Pekerja dan
dilaksanakan pada bulan April 2013. Instansi lainnya.
Musyawarah Provinsi (MUSPROV) dan
Musyawarah Kota (MUSKOT) VIII Tahun 2013 III. UKM & PEMBERDAYAAN
dilaksanakan pada tanggal 19 Nopember PEREMPUAN
2013 bertempat di Ballroom Gedung Cawang
Kencana dibuka oleh Ketua DPN APINDO Bapak [Link] HIV AIDS diantaranya :
Sofyan Wanandi dihadiri para pejabat nasional • Berperan aktif dalam Program Pemda
maupun Provinsi DKI. Dalam acara tersebut DKI “NO Tobacco Day”
telah diterima Laporan pertanggung jawaban • Sosialisasi dan pemahaman HIV AIDS
pengurus APINDO DKI tahun 2008-2013 dan diselenggarakan oleh Disnakertrans
memilih Ketua DPP APINDO DKI maupun Ketua 2. Penghapusan CHILD LABOUR
DPK Jakarta Utara, DPK Jakarta Barat, DPK • Menyiapkan sekilas pandang
Jakarta Pusat dan DPK Jakarta Selatan periode kesetaraan keluarga miskin melalui
tahun 2013- 2018. Dari Kepengurusan baru “Service Protection Program”
yang terpilih mempunyai beberapa tugas yang • Saling tukar menukar infomasi praktek-
masih harus diselesaikan antara lain: praktek di dunia kerja berikut strategi
penanganan Pekerja Anak.
I. ADVOKASI & HUBUNGAN • Masuk Tim Perumus “Tantangan-
INDUSTRIAL tantangan serta kesempatan lanjut
1. Aktif mencari informasi terbaru terkait untuk Policy Recommendation Proses
ketenagakerjaan ke Pemerintah ataupun Penyusunan Kebijakan”
Serikat Pekerja. 3. Program “GENRE” (Generasi Penerus)
2. Mencari solusi dan atau membantu bertujuan meningkatkan pengetahuan
menyelesaikan permasalahan terkait Tenaga kerja tentang berbagai masalah
ketenakerjaan yang terjadi di perusahaan yang sering menimpa remaja saat ini,
Anggota. tidak terkecuali tenaga kerja muda-muda
3. Mencari solusi atas kekurangan personil di perusahaan.
yang ditempatkan sebagai hakim PHI 4. Putting Out System dengan Kementerian
dari unsur APINDO. Mendampingi atau PP & PA Khusus menunjang terwujudnya :
mewakili perusahaan Anggota dalam • Kesempatan dan perlakuan yang sama
pembuatan peraturan atau permasalahan dalam pekerjaan.
yang terjadi pada perusahaan Anggota. • Efektivitas Pengarusutamaan
4. Memberikan informasi/solusi terkait Gender (Gender Mainstreaming)
ketenagakerjaan kepada Anggota Ketengakerjaan dan Ketransmigrasian,
bentuk lebih berstruktur.

132 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP DKI Jakarta selama tahun 2013 :

Beberapa kegiatan dalam acara Musyawarah Propinsi DKI Jakarta yang telah dilakukan pada tanggal
19 November 2013 di Jakarta, dan telah terpilih kembali Bapak Drs. Soeprayitno MBA. MSc. Ph.D
sebagai Ketua DPP APINDO DKI Jakarta

Seminar Nasional “Antisipasi Potensi Konflik Ketenagakerjaan Nasional 2014”, Pembicara Utama
Bapak Arief Budi Susilo, Pemred Bisnis Indonesia dan Ibu Nur’aina mewakili Direksi Jamsostek Persero.

Kegiatan Pelatihan UMKM binaan DPP APINDO Jakarta, sekaligus sarasehan yang diikuti oleh
para pegusaha UMKM bersama ketua Bidang UMKM DPP DKI Jakarta Ibu Reni Nurhadi

Seminar BPJS yang diadakan bersama dengan Pelatihan Survei pengupahan.


DPN APINDO

Asosiasi Pengusaha Indonesia 133


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO DKI JAWA BARAT


Ketua : Dedy Widjaja
Sekretaris Eksekutif : Rudi Martono
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten/ Kota : 26 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 1.708 Perusahaan
Jumlah Anggota Luar Biasa : 31 Perusahaan

P
rovinsi Jawa Barat memiliki luas produk dalam negeri dengan barang impor di
wilayah 37.173 km², dengan jumlah pasar domestik, WTO mengijinkan Indonesia
penduduk 46.497.175 jiwa, tersebar untuk melindungi produsen dalam negeri dari
di 27 Kabupaten/Kota (18 Kabupaten dan dampak negatif pasar bebas berupa Tindakan
9 Kota). DPP APINDO memiliki 26 DPK dari Pengamanan Perdagangan (Safeguards
27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Provinsi Measures).
ini adalah salah satu dari pusat aktivitas Tujuan dari acara ini adalah untuk mem-
ekonomi utama di Indonesia, yang banyak berikan informasi, pemahaman dan konsultasi
dikontribusikan dari aktivitas manufaktur kepada Para Pelaku Usaha tentang instrumen
serta perdagangan dan jasa yang tersebar di Safeguards. Acara ini dihadiri oleh 85 orang
berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat. utusan dari perusahaan anggota APINDO dan
Dalam upaya melakukan pelayanan terhadap perwakilan DPK APINDO. Bertindak sebagai
kebutuhan para anggotanya, DPP APINDO Narasumber adalah Tim dari KPPI, acara
Jabar melakukan berbagai kegiatan baik yang Sosialisasi ini dirangkai dengan sesi Konsultasi
terkait dengan ketenagakerjaan atau kegiatan One-on-One.
kegiatan lain untuk mendukung kinerja dunia
usaha dan meningkatkan investasi di Jawa 2. Seminar dan Focus Group Discussion
Barat. Berikut beberapa kegiatan diantaranya (FGD) tentang Pengadaan Barang
yang dilaksanakan selama tahun 2013. dan Jasa Dengan Sistem Elektronik
(E-Procurement).
1. Sosialisasi dan Konsultasi Tindakan
Pengamanan Perdagangan DPP APINDO Jawa Barat bekerjasama
(Safeguards) di Bandung dengan DPN APINDO dan didukung oleh
KEMITRAAN, telah mengadakan kegiatan
Acara Sosialisasi dan Konsultasi Tindakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD)
Pengamanan (Safeguards) ini dilaksanakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa Dengan
pada hari Kamis tanggal 14 Maret 2013, di Sistem Elektronik (E-Procurement), dengan
Hotel Aston Pasteur Jl. Dr. Djundjunan No. 96 tema “Pengarusutamaan Sistem Integritas
Bandung. Acara ini merupakan kerjasama dan Good Corporate Governance Menuju
antara DPP APINDO Jawa Barat dengan KPPI Pengadaan Bersih”, pada tanggal 20 – 22
(Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia) Maret 2013, di Hotel Aston Tropicana Jl.
dengan tema : “Perlindungan Produsen Dalam Cihampelas No. 125-129 Bandung.
Negeri Dari Dampak Negatif Melonjaknya Tujuan dari Seminar dan TOT ini adalah:
Impor, Melalui Tindakan Pengamanan 1) Untuk meningkatkan kapasitas dari para
Perdagangan (Safeguards)”. vendors dan asosiasi anggota DPP APINDO
Dengan semakin meningkatnya persaingan Jawa Barat terhadap sistem integritas,

134 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

pelaksanaan proses bisnis yang jujur dan Ruang Kerja Menteri Perindustrian RI, Jl. Gatot
terbuka serta nilai-nilai anti korupsi dalam Subroto Kav. 52 - 53. Jakarta , dalam Audiensi
menerapkan E-procurement, tersebut, Bapak Menteri Perindustrian RI
2) Untuk memberikan informasi kepada didampingi oleh Dirjen Kerjasama Industri
vendors dan asosiasi tentang pentingnya Internasional Bapak Agus Tjahajana dan
kewajiban untuk memenuhi E-procurement jajarannya.
dari Pemerintah dan keuntungan yang Delegasi dari Pengusaha Taiwan yang hadir
akan dinikmati oleh vendors dan asosiasi, pada acara audiensi tersebut adalah Mr. Y.
dalam menginternalisasikan prinsip-prinsip H. Lee dan Mr. Eric Hsu. Dalam audiensi
dan nilai-nilai dimaksud dalam pengadaan yang berlangsung dengan ramah dan penuh
barang dan jasa guna menghindari tindak kekeluargaan tersebut, dibahas beberapa
pidana korupsi dan mendukung perwujudan topik pembicaraan, antara lain:
Good Corporate Governance ke dalam • Para investor dari Taiwan, terutama yang
praktek ber-korporasi sehari-hari. bergerak di bidang logam, permesinan dan
Acara Seminar diadakan dalam 2 (dua) elektronik, berencana akan berinvestasi di
Angkatan, yaitu Angkatan I pada Rabu 20 Jawa Barat, terutama di Kabupaten Bekasi
Maret 2013, diikuti oleh 100 peserta, utusan dan Kabupaten Karawang.
dari perusahaan, asosiasi dan perwakilan DPK • Para investor tersebut mohon bantuan dan
APINDO. Sedangkan Angkatan II diadakan bimbingan dari Kemenperin RI agar proses
pada Kamis 21 Maret 2013, yang diikuti oleh investasi mereka berjalan lancar.
90 peserta dari utusan yang sama seperti
pada angkatan 1 4. Rapat Koordinasi APINDO se Jawa
Narasumber Seminar adalah: Barat tentang Hasil Munas APINDO
• Bapak Anthony Hilman (Ketua DPN APINDO), Ke-9 Tahun 2013, May Day 2013, dan
• Bapak Prof. Himawan Adinegoro (LKPP), UMK 2014.
• Bapak Wisnu Setyo Wijoyo (LKPP),
• Bapak Gunawan (PT. Siemens Indonesia), Pada hari Selasa tanggal 23 April 2013,
• Bapak Budi Santoso (KEMITRAAN), bertempat di Aula Kantor PT. Jamsostek Kanwil
• Bapak Ahmad Amin, MBA (CPPR UGM), IV Jawa Barat, telah diadakan Rapat Koordinasi
• Ibu Dr. Ika Mardiah (Kepala LPSE Provinsi antara DPP APINDO Jawa Barat dengan DPK
Jawa Barat), APINDO se Jawa Barat tentang Hasil Munas
• Ibu Natalia Herawati (KEMITRAAN), APINDO Ke-9 Tahun 2013, May Day 2013, UMK
• Bapak Martin B. Chandra (DPP APINDO Jawa 2014.
Barat), dan Rapat Koordinasi ini diadakan dalam rangka
• Bapak Wahyu Handoko (DPN APINDO). untuk :
Acara FGD yang dilaksanakan pada 22 1) Menyampaikan informasi terkini tentang
Maret 2013, diikuti oleh 30 peserta dan hasil Munas APINDO ke-9 tahun 2013, yang
sebagai. narasumber adalah dari CPPR UGM telah diadakan pada tanggal 8 - 9 April 2013
dan DPN APINDO. di Hotel JS Luwansa Jakarta,
2) Menyamakan persepsi dan pandangan,
3. Audiensi dengan Menteri Perindustrian antara DPP APINDO Jawa Barat dengan DPK
RI Bapak M.S. Hidayat APINDO se Jawa Barat terkait persiapan dan
antisipasi May Day 2013 dan pembahasan
Pada hari Jum’at tanggal 19 April 2013, UMK 2014.
Ketua DPP APINDO Jawa Barat, Bapak Dedy Acara Rakor ini dipimpin langsung oleh
Widjaja, bersama-sama dengan delegasi dari Bapak Dedy Widjaja (Ketua DPP APINDO
Pengusaha Taiwan melakukan audiensi dengan Jawa Barat) dengan didampingi oleh Anggota
Menteri Perindustrian RI Bapak M.S. Hidayat, di Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat unsur

Asosiasi Pengusaha Indonesia 135


Kegiatan
DPP APINDO

APINDO. Dari 26 DPK APINDO se Jawa Barat, 1) Memperkuat kapasitas manajemen


25 DPK hadir di acara ini. bisnis dan pengembangan bisnis yang
berkelanjutan;
5. Business Meeting antara Pengurus dan 2) Memperkuat kapasitas pasar ekspor; dan
Anggota Luar Biasa DPP APINDO Jawa 3) Memberikan pengetahuan tentang
Barat dengan Delegasi Pengusaha bagaimana memenuhi persyaratan pembeli
Selandia Baru. dari internasional.
Narasumber dalam workshop ini adalah:
Pada hari Jum’at tanggal 24 Mei 2013, Ibu Nina Tursinah (Ketua DPN APINDO Bidang
bertempat di Hotel Sheraton Jl. Ir. Juanda UKM), Ms. Sofie Wikander (International
(Dago) No. 390 Bandung, telah diadakan Project Manager Chamber Trade Sweden), Ms.
acara Business Meeting antara Pengurus dan Kajsa Nylander (Business Development Expert,
Anggota Luar Biasa DPP APINDO Jawa Barat Respect AB), dan Bapak Eddy Iskandar, PhD.
dan DPK APINDO se Bandung Raya dengan (OXCELL Fellow).
Delegasi Pengusaha dari Selandia Baru.
Tujuan dari Business Meeting ini: 7. Sosialisasi Rehabilitasi Vokasional
1) Membangun jaringan dan komunikasi bisnis dalam Penempatan Penyandang
antara pengusaha Selandia Baru dengan Disabilitas di Dunia Usaha
pengusaha Jawa Barat;
2) Menjajaki peluang terjalinnya kerjasama Pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2013,
bisnis antara para pengusaha dari Selandia DPP Jabar bekerjasama dengan Balai Besar
Baru dengan para pengusaha Jawa Barat, Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD)
utamanya yang tergabung dalam DPP Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat
APINDO Jawa Barat. dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Delegasi Pengusaha dari Selandia Baru Provinsi Jawa Barat, mengadakan acara
dipimpin oleh Sir Kenneth Stevens membawa Sosialisasi Rehabilitasi Vokasional dalam
33 orang . Sedangkan dari DPP APINDO Jawa Penempatan Penyandang Disabilitas di Dunia
Barat dan DPK APINDO se Bandung Raya, yang Usaha, bertempat di Hotel Grand Pasundan Jl.
hadir sebanyak 35 orang. Peta No. 147-149 Bandung.
Tujuan dari diselenggarakannya acara ini
6. Workshop tentang SMEs Development adalah :
Capacity Building 1) Mensosialisakan rehabilitasi vokasional
dalam penempatan penyandang disabilitas
DPP APINDO Jawa Barat bekerjasama dengan di dunia usaha;
DPN APINDO serta didukung oleh Chamber 2) Kesepakatan bersama yang ditandatangani
Trade Sweden (CTS) telah mengadakan oleh semua pemangku kepentingan,
Workshop, pada hari Jum’at tanggal 7 Juni termasuk DPP Jabar, tentang Pemberdayaan
2013, bertempat di Ruang The Palace, Hotel Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di
Savoy Homann Jl. Asia Afrika No. 112 Bandung. Provinsi Jawa Barat.
Peserta yang mengikuti Workshop sebanyak 32 Hadir pada acara ini sebanyak 150 orang,
orang Perwakilan Perusahaan UKM, dari : DPP yang terdiri dari perwakilan perusahaan,
APINDO Jawa Barat, DPP APINDO DKI Jakarta instansi terkait, asosiasi bisnis, dan asosiasi
dan DPP APINDO Banten. para penyandang disabilitas.
Workshop ini diikuti oleh UKM (Usaha
Kecil dan Menengah) di sektor: fashion dan
accessories serta furniture dan handicraft yang
bertujuan untuk :

136 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

8. Rapat Koordinasi (Rakor) APINDO se Irjen (Pol) Drs. Suhardi Alius, MH. Pelantkan
Jawa Barat tentang Upah Minimum diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 30
Tahun 2014 Kaitannya dengan Inpres Oktober 2013, bertempat di Hotel Holiday Inn,
No. 9 Tahun 2013 dan Permenakertrans Berlian Ballroom, Jl. Ir. H. Juanda No. 31-33
No. 7 Tahun 2013. Bandung.
Forum Kemitraan ini dibentuk dengan
Pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 2013, tujuan untuk memberi wadah bagi kedua
bertempat di Hotel Savoy Homann, Ruang belah pihak (POLDA Jabar dan DPP APINDO
Embasssy, Jl. Asia Afrika No. 112 Bandung, Jawa Barat), diharapkan dengan adanya forum
telah diadakan Rapat Koordinasi (Rakor) kemitraan ini dapat semakin mendorong
APINDO se Jawa Barat tentang Upah Minimum terwujud dan terpeliharanya KAMTIBMAS,
Tahun 2014 Kaitannya dengan Inpres No. 9 utamanya di lingkungan usaha dan lingkungan
Tahun 2013 dan Permenakertrans No. 7 Tahun kerja. Sehingga pada akhirnya, diharapkan
2013. iklim usaha yang kondusif di wilayah Provinsi
Dua orang Narasumber yang memberikan Jawa Barat, benar-benar dapat diwujudkan dan
paparannya yaitu : dijaga.
• dr. Aris Jatmiko, MM. AAAK (Kepala PT. Askes Hadir pada acara pelantikan ini sekitar 170
(Persero) Divisi Regional V Jawa Barat), yang orang, terdiri dari: Pengurus DPP APINDO Jawa
memaparkan tentang BPJS Kesehatan, dan Barat, Pengurus DPK APINDO se Jawa Barat,
• Bapak Anthony Hilman (Ketua DPN APINDO Para Pengusaha Anggota APINDO, Para Tokoh
Bidang Organisasi dan Pemeberdayaan Pengusaha, dan Para Pejabat Utama POLDA
Daerah), yang memaparkan tentang Inpres Jabar.
No. 9 Tahun 2013 tentang Kebijakan
Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka 10. Sosialisasi Peraturan Pemerintah
Keberlangsungan Usaha dan Peningkatan No. 46 Tahun 2013 dan Pengenalan
Kesejahteraan Pekerja, dan Permenakertrans Fasilitas Pembayaran Pajak Melalui
No. 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum, ATM dari Bank-Bank yang Telah
serta implementasinya. Ditunjuk oleh Pemerintah.
Acara Rakor ini dipimpin langsung oleh
Bapak Dedy Widjaja (Ketua DPP APINDO DPP APINDO Jawa Barat bekerjasama dengan
Jawa Barat) dengan didampingi oleh Anggota DPN APINDO dan Direktorat Jenderal Pajak
Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat unsur Kementerian Keuangan RI, telah mangadakan
APINDO. Dari 26 DPK APINDO se Jawa Barat, acara Sosialisasi Peraturan Pemerintah No.
yang hadir pada acara Rakor ini adalah 25 46 Tahun 2013 dan Pengenalan Fasilitas
DPK. Setiap DPK yang hadir diwakili oleh Ketua Pembayaran Pajak Melalui ATM dari Bank-Bank
atau Sekretaris dan 1 orang Anggota Dewan yang Telah Ditunjuk oleh Pemerintah.
Pengupahan Kabupaten/Kota unsur APINDO. Acara tersebut dilaksanakan pada hari
Selasa tanggal 10 Desember 2013, di Hotel
9. Pelantikan Forum Kemitraan POLDA Harris & Convention Festival Citylink, Jl. Peta
Jabar dan DPP APINDO Jawa Barat No. 241, Pasir Koja, Bandung.
Dalam Rangka Mewujudkan Jawa Peserta yang menghadiri acara sosialisasi
Barat Kondusif. tersebut sebanyak 1200 orang, terdiri dari:
Pengurus DPP APINDO Jawa Barat, Pengurus
Forum Kemitraan POLDA Jabar dan DPP DPK APINDO se Jawa Barat, Perusahaan
APINDO Jawa Barat, dengan Ketuanya Bapak Anggota APINDO, Para UKM Binaan DPP
Dedy Widjaja, secara resmi telah dilantik APINDO Jawa Barat, Pelaku Usaha UKM, aparat
langsung oleh Bapak Kapolda Jawa Barat, Dinas Pemprov dan Pemkot/kab terkait, dan
perwakilan Perguruan Tinggi.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 137


Kegiatan
DPP APINDO

Hadir pada acara sosialisasi tersebut (1) pengembangan jalan tol,


adalah: Dirjen Pajak Kemenkeu RI (Bapak (2) pengelolaan sumber daya air,
Fuad Rahmany), Sekretaris Umum DPN (3) sanitasi dan pengembangan penyediaaan
APINDO (Bapak Suryadi Sasmita), Ketua DPN jaringan air,
APINDO Bidang UKM/IKM (Ibu Nina Tursinah), (4) pembangunan dan pengelolaan fasilitas
Ketua DPP APINDO Jawa Barat (Bapak Dedy pengolahan sampah di sejumlah Kabupa-
Widjaja), Pengurus KADIN Indonesia (Bapak ten/Kota.
Iwan Hanafi), dan Pimpinan Bank-Bank Wilayah Peluang investasi di Jawa Barat juga di-
Jawa Barat. dukung dengan sumber daya energi dari panas
bumi yang melimpah. Potensi dan pemanfaatan
SEKILAS POTENSI EKONOMI energi panas bumi mencapai 6.101 MW atau
JAWA BARAT sekitar 21% dari total 29.000 MW sumberdaya
panas bumi Indonesia. Berbagai aktivitas
Aktivitas perekonomian Jawa Barat yang pengembangan, pengusahaan, penelitian
didominasi sektor pertanian, industri manu- dan teknologi telah banyak dilakukan sejak
faktur dan perdagangan mulai sedikit me- beberapa dekade lalu. Terdapat 43 lokasi
ningkat sejalan dengan mulai membaiknya manifestasi panas bumi di 11 Kabupaten/
kondisi perekonomian global di tahun 2013. Kota, dengan total potensi mencapai 6.101 MW
Pertumbuhan investasi meningkat dari dari angka tersebut yang sudah terbangkitkan
8,4% menjadi 8,5% yang berasal dari PMA menjadi energi listrik hingga tahun 2012 adalah
(Penanaman Modal Asing) maupun PMDN sebesar 1073 MW melalui PLTP Kamojang
(Penanaman Modal Dalam Negeri). Kabupaten dengan kapasitas 200 MW, kemudian PLTP
Bekasi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Awibengkok Gunung Salak dengan kapasitas
Karawang masih menjadi daerah yang menarik 375 MW, PLTP Darajat dengan kapasitas 265
investor PMA dan PMDN terbesar di Jawa Barat, MW dan PLTP Wayang Windu dengan kapasitas
yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru. 227 MW.
PMA terbesar dari investor Jepang, diikuti Selain panas bumi, Jawa Barat memiliki
Korea Selatan dan Amerika Serikat. potensi energi baru terbarukan lain, diantaranya
Peluang investasi terbuka lebar dengan mikro hidro 5600 MW, kemudian energi surya
dukungan infrastruktur yang memadai, 4,8 kilowatt hour (kwh)/m2/hari, potensi angin
mengingat pembangunan infrastruktur di meter per detik, lalu limbah ternak sapi yang
Jabar yang menunjukkan perkembangan dapat dimanfaatkan menjadi biogas setara
menggembirakan. Pembebasan tanah jalan 300 ribu m3 per hari gas methane 70 persen
tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Ciawi- dari ternak sapi sejumlah kurang lebih 300
Sukabumi ditargetkan selesai pertengahan ribu ekor sapi dan juga potensi limbah organik
tahun 2013 dan dapat dimulai beroperasi atau sampah cukup tinggi 20 ribu m3 per hari.
pada tahun 2014. Tol Purwakarta-Palimanan Aktivitas perekonomian yang sudah
saat ini juga telah memasuki tahap perataan berjalan baik di sektor pertanian, industri
tanah dan rencananya dapat digunakan pada manufaktur, dan perdagangan di salah satu
tahun 2014. Pemerintah, baik pusat maupun pusat perekonomian terbesar di Indonesia ini,
daerah (Provinsi Jawa Barat), menyediakan sangat terbuka pengembangan investasi lanjut
peluang yang besar kepada investor untuk dengan tambahan infrastruktur dan energy
berinvestasi di sektor infrastruktur. Di sektor tersebut di atas yang sangat dibutuhkan untuk
infrastruktur ini, yang dapat dikembangkan pengembangan aktivitas usaha.
antara lain meliputi:

138 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Beberapa Foto Kegiatan yang telah dilakukan DPP Jawa Barat selama tahun 2013 :

Sambutan dan sekaligus membuka acara oleh Ketua DPP Peserta sosialisasi sedang berkonsultasi secara One on One
Jawa Barat Bapak Dedy Widjaja dalam Acara Sosialisasi dengan tim dari KPPI
dan Konsultasi Tindakan Pengamanan Perdagangan
(Safeguards) di Bandung

Bapak Dedy Widjaja memberikan Sambutan dan sekaligus Moderator dan Para Narasumber Seminar E-Procurement
membuka Seminar dan FGD Angkatan II

Bapak Dedy Widjaja dan pengusaha Taiwan beraudiensi Foto bersama dengan Menperin RI dan Jajarannya
dengan Menperin RI

Asosiasi Pengusaha Indonesia 139


Kegiatan
DPP APINDO

Bapak Dedy Widjaja didampingi oleh Anggota Dewan Peng- Pengurus DPK APINDO se Jawa Barat menyampaikan laporannya
upahan Provinsi Jawa Barat

Bapak Dedy Widjaja memberikan sambutan dan peng- Bapak Dedy Widjaja dan Sir Kenneth Steven (Ketua Delegasi
arahannya didepan delegasi pengusaha Selandia baru Pengusaha Selandia Baru)

Bapak Martin B. Chandra (Sekretaris DPP Jabar) mem- Foto bersama Narasumber, Panitia dan Peserta Workshop
berikan sambutan dalam workshop tentang SMEs Develop-
ment Capacity Building

Penandatanganan Kesepakatan Bersama oleh DPP APINDO Foto bersama setelah penandatanganan Kesepakatan Bersama
Jawa Barat dan para pemangku kepentingan lainnya dalam
penempatan disablitas dalam dunia usaha

140 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Bapak Dedy Widjaja didampingi oleh Anggota Dewan Peng- Pengurus DPK APINDO se Jawa Barat menyampaikan
upahan Provinsi Jawa Barat dalam Rakor Pengupahan DPK/ laporannya kepada DPP Jawa Barat
kota se-Jawa Barat

Bapak Dedy Widjaja menyampaikan kata sambutannya saat Bapak Kapolda Jabar bersalaman dengan Bapak Dedy
pelantikan forum kemitraan dengan Kepolisian Widjaja setelah acara pelantikan

Bapak Dedy Widaja menyampaikan sambutan Selamat Bapak Dedy Widjaja bersama Dirjen Pajak dan Sekum DPN
Datang dalam acara sosialisasi pajak UKM di Hotel Harris APINDO
Bandung

Asosiasi Pengusaha Indonesia 141


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO JAWA TENGAH


Ketua : Frans Kongi.
Sekretaris Eksekutif : Daryanto
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 35 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 1.097 Perusahaan
Jumlah Anggota Luar Biasa : 76 Perusahaan

D
PP APINDO Jawa Tengah merupakan menarik minat perusahaan untuk menjadi
salah satu DPP yang mempunyai anggota APINDO, yang meningkatkan jumlah
sekretariat yang sangat aktif membantu anggota luar biasa DPP Jawa Tengah sejak
pengurus dalam melakukan kegiatan. Berbagai tahun 2010 sampai dengan 2013 sebagaimana
kegiatan yang telah dilaksanakannya berhasil dapat dilihat dari grafik yang ada dibawah ini.

Kegiatan yang dilakukan DPP Jawa


Tengah diantaranya members gathering
dan beberapa seminar dengan beberapa
topik terkait dunia usaha yang diadakan
untuk melayani kebutuhan anggota dari DPP
Jawa Tengah. Dalam hal keorganisasian,
pembentukan beberapa DPK baru diwilayah
Jawa Tengah semakin memperluas jaringan
dan keanggotaan dari DPP Jawa Tengah. Galeri
Seminar Nasional Hubungan Kerja Perburuhan Pancasila
Foto sebagian kegiatan selama tahun 2013 : dan Muktamar GASBIINDO Ke-XII, Maret 2013

142 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Rakor DPP - DPK APINDO se-Jateng,12 Juni 2013

Members Gathering APINDO Jawa Tengah bulan Februari


2013 dan April 2013 di Semarang.

Rombongan DPP Jawa Tengah bersama Ketua Umum


APINDO Bapak Sofjan Wanandi dalam Munas APINDO ke
IX di Jakarta.
Wawancara Profil APINDO Jawa Tengah di Borobudur TV
tgl 31 Maret 2013 Interview bersama ketua DPP APINDO
Jawa Tengah Bapak Frans Kongi

Pelantikan DPK APINDO Purbalingga, 29 Mei 2013

Rapat mengenai Kadin Award se-Jawa Tengah yang di-


laksanakan pada tgl 23 April 2013

Pelantikan DPK APINDO Purworejo,19 Juni 2013


Rakerkonprov APINDO Jateng, 15 Mei 2013

Asosiasi Pengusaha Indonesia 143


Kegiatan
DPP APINDO

Seminar Pemanfaatan Gas sebagai Sumber Energi Alternatif Gathering APINDO, Kayu Arum Salatiga, 23 Juni 2013
yang Efisien dan Ramah Lingkungan serta Penandatanganan
MoU antara APINDO dengan Konsorsium Pertamina dan SK
E&S Co., Ltd., Gumaya Tower Hotel, 4 Juli 2013

DPP APINDO D. I. YOGYAKARTA

Ketua : Buntoro
Sekretaris Eksekutif : Sulistyawati
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 5 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 130 Perusahaan

Y A. BEBERAPA KEGIATAN
ogyakarta merupakan kota pelajar dan
budaya yang sudah sangat terkenal bukan BIDANG UKM
saja di dalam negeri tetapi juga sampai
ke luar negeri. Banyak turis asing yang datang 1. Serial Workshop SMEs Development
ke Yogyakarta untuk melihat ragam budaya Capacity Building
dan kerajinan khas yang ada di Yogyakarta Kerjasama DPP Yogyakarta dengan DPN
termasuk batik dan kuliner. Oleh karena itu APINDO dan Chamber Trade of Sweden (CTS),
di Yogyakarta banyak berdiri pengusaha UKM yang dilaksanakan 3 kali dalam 3 modul
yang tumbuh dan berkembang seiring dengan yang berbeda. Modul 1 (10-11 Juni 2013)
majunya pariwisata di wilayah Yogyakarta, dengan fokus pelatihan pada daya saing
hal ini dapat membawa dampak terhadap bagi perusahaan dan penguatan kapasitas
pertumbuhan ekonomi dan pencipataan manajemen bisnis. Modul 2 (22-23 Agustus
lapangan kerja. 2013) dengan fokus pengetahuan dasar
DPP Yogyakarta selama tahun 2013 mengekspor, termasuk pengetahuan tentang
melakukan serangkaian kegiatan dalam kebutuhan pasar internasional dan bagaimana
beberapa bidang yaitu: bidang UKM, Organisasi, melakukan bisnis yang berkelanjutan
Hubungan Industrial dan Advokasi. (sustainable) serta juga mencakup materi
tentang pentingnya “Social Compliance” bagi
dunia usaha. Modul 3 (19-20 September
2013) dengan fokus materi hak patent dan

144 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

copyright, prosedur ekspor-impor, dan stategi diskusi adalah memberikan pemahaman


pertumbuhan. dan juga meningkatkan kemampuan dalam
menganalisa dan menerapkan bagaimana
2. Pelatihan Building Powerful Brand- strategi negosiasi Perjanjian Kerja Bersama,
Jogja Fashion Week 2013 peserta diskusi ini adalah perusahaan anggota
Kerjasama dengan NHO, pelatihan ini dari DPP Yogyakarta.
diadakan tgl 6-7 Juli 2013 di Jogja Expo Center
(JEC), pelatihan ini untuk membahas peran 2. Pengurusan Kasus Retribusi Izin
brand sebagai asset, model apa saja yang Gangguan Kabupaten Sleman
dapat digunakan dalam membangun dan Yogyakarta
mengelola brand, apa yang dilakukan oleh Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No.8
brand untuk meningkatkan pembelian, serta tahun 2012 tentang Retribusi Izin Gangguan,
pengembangan personality brand, pelatihan ini dimana besaran retribusi yang harus dibayarkan
masih berada dalam satu rangkaian kegiatan oleh para pengusaha di Kabupaten Sleman
Jogja Fashion Week 2013. melonjak sangat signifikan di atas 5.000% dari
sebelumnya. Perhitungan ini hanya berlaku
3. Sosialisasi “Pajak UKM” (PP No.46 di Kabupaten Sleman saja, sedangkan di
Tahun 2013) Kabupaten lain masih menggunakan hitungan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) lama. Pengaduan dari para Pengusaha di
bersama-sama dengan Direktorat Jenderal Kabupaten Sleman ini ditangani oleh DPP
Pajak dan Kamar Dagang Industri (KADIN) Yogyakarta melalui Tim Advokasinya antara
Indonesia menyelenggarakan Sosialisasi lain : Ibu Hermelien Yusuf, SH; Bapak Asror
Penerapan PPh Final 1% (Peraturan Handoko, SH; Bapak [Link] Saleh, MM dan
Pemerintah No. 46 Tahun 2013). Acara ini Bapak Drs. [Link] Harsono, MM. Dimulai
diselenggarakan pada tanggal 13 Desember dengan audiensi bersama Bupati Sleman,
2013 bertempat di Gedung Auditorium LPP, Pengaduan ke Lembaga Ombudsman Daerah
[Link] Sumoharjo Yogyakarta dan dihadiri hingga di laksanakan Gelar Kasus, Pelaporan
oleh sekitar 1.000 orang peserta dari UKM- ke DPN APINDO dan ditangani oleh KPPOD,
IKM Se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Dirjen hingga dikeluarkannya 2 (dua) kali Peraturan
Pajak Bapak Fuad Rahmani serta ketua DPP Bupati Sleman namun masih dirasa berat oleh
Yogyakarta Bp Buntoro hadir pula di acara ini pelaku usaha. Team Advokasi melanjutkan
beraudiensi dengan Pemda Sleman dan
B. BEBERAPA KEGIATAN BIDANG Kepala KPP dan koordinasi dengan berbagai
HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN Asosiasi Sektoral. Berkat dukungan dari
ADVOKASI berbagai pihak (DPN APINDO, KPPOD Jakarta,
LOD DIY) dan kerja keras dari Tim Advokasi
1. Diskusi Pembahasan Strategi DPP APINDO DIY maka akhirnya diterbitkan
Negosiasi PKB dan Outsourcing Peraturan Bupati Sleman No. 39 tahun 2013
Diskusi Pembahasan Strategi Negosiasi PKB tanggal 1 Oktober 2013 tentang Tarif Retribusi
(Perjanjian Kerja Bersama) dan Pelaksanaan Izin Gangguan yang isinya : Biaya Retribusi Izin
Outsourcing Pasca Permenaker no. 19 tahun Gangguan yang semula tarifnya sangat tinggi
2012 tentang “Syarat syarat Penyerahan (di atas 5.000% kenaikan dari 5 tahun yang
Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada lalu) menjadi 0% (bebas retribusi perpanjang-
Perusahaan Lain” diadakan pada tanggal 8 an izin gangguan) sepanjang perusahaan
Februari 2013 di Resto "Ayam Kampung" Jalan tidak terlambat mengajukan permohonan per-
Palagan Tentara Pelajar Yogyakarta. Tujuan panjangan, terdapat perubahan luas/fungsi

Asosiasi Pengusaha Indonesia 145


Kegiatan
DPP APINDO

lahan, perubahan produk, perubahan sarana, dengan tujuan untuk menghasilkan model
penambahan kapasitas dan perubahan dari koalisi pengusaha dalam BERSIH
manajemen. dengan mendapatkan input dari vendors dari
D.I. Yogyakarta (catatan: juga dilakukan di
C. BEBERAPA KEGIATAN BIDANG Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur dan
ORGANISASI Makassar). Koalisi pengusaha BERSIH ini
diharapkan akan berperan sebagai :
1. Semiloka Internalisasi System • Kelompok yang mempelopori dipatuhinya
Integritas dan Good Corporate sistem integritas dalam pengadaan barang
Governance dan jasa publik dengan cara internalisasi
Dalam rangka mengarusutamakan prinsip sistem ke dalam SOP korporasi
integritas dan anti korupsi dalam pengadaan • Kelompok yang memberikan dukungan dan
barang dan jasa, Kemitraan bekerjasama bimbingan kepada anggota untuk mematuhi
dengan APINDO, KLPP serta KPPOD dan internalisasi sistem integritas dalam
didukung oleh SIEMENS mengadakan bisnisnya.
kegiatan Semiloka Internalisasi System
Integritas dan Good Corporate Governance 3. Survei Daya Saing Usaha
pada tanggal 30 Mei 2013 di Borobudur Survei daya saing usaha di wilayah
Meeting Room, Hotel Saphir Yogyakarta, Yogyakarta diadakan di hotel Saphire Jogja-
tujuan umum dari Semiloka ini adalah: karta 4 September 2013 dengan peserta
Meningkatkan pemahaman peserta tentang anggota DPP Yogyakarta maupun yang belum
penerapan sistem integritas dan nilai-nilai anti menjadi anggota, Survei ini merupakan
korupsi dalam proses pengadaan barang/jasa kerjasama DPP Yogyakarta dengan Asia
publik, untuk mencapai Good Governance, competitiveness Institure Singapore (ACI).
membekali peserta dengan informasi terkait
proses pelaksanaan SPSE (E-Procurement), 4. Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan
dan menjembatani kesenjangan dalam BPJS Kesehatan
pelaksanaannya, menganalisis kasus-kasus Dalam rangka menjelang pelaksanaan
yang memungkinkan terjadinya praktek KKN program pemerintah berupa BPJS Kesehatan
dalam PBJ, serta menemukan solusi untuk dan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh
menghindarinya, memperluas keterjangkauan masyarakat dan khususnya tenaga kerja,
pelaksanaan SPSE dalam pengadaan barang maka DPP APINDO bekerjasama dengan
dan jasa kepada seluruh stakeholder untuk PT. Jamsostek dan PT Askes mengadakan
diterapkan secara konsisten dan konsekuen. sosialisasi program tersebut kepada pengurus
dan anggota DPP Yogyakarta.
2. Focus Group Discussion (FGD) need Kegiatan sosialisasi ini juga dilakukan di
assessment untuk membangun model 2 DPK yaitu Kulon Progo dan Gunung Kidul,
Collaborative Action on Corporate beberapa narasumber baik dari DPP APINDO
Integrity/BERSIH bagi vendors dan Yogyakarta, PT Jamsostek dan PT Askes serta
asosiasi vendors di Provinsi DIY pejabat pemerintah setempat ikut memberikan
Kerja sama Kemitraan dengan APINDO- penjelasan kepada masyarakat setempat
KPPOD ini adalah awal dari rangkaian kegiatan mengenai program BPJS Kesehatan dan
Technical Assistance dalam membangun ketenagakerjaan ini.
model ini sebagai tahapan kegiatan berikutnya

146 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Beberapa foto kegiatan yang dilakukan DPP Yogyakarta selama tahun 2013 :

Kegiatan Workshop SMEs Capacity Development Modul 1,2 dan 3 serta


pelatihan Building Powerful Brand, Jogja Fashion week 2013

Sosialisasi “ PAJAK UKM “ (PP No. 46 Tahun 2013)

Semiloka Internalisasi Sistem Integritas dan Good Corporate Governance di Yogyakarta

Sosialisasi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Kegiatan Diskusi pembahasan strategi negosiasi dan
outsourcing serta pengurusan kasus Retribusi Izin
Gangguan Kabupaten Sleman Yogyakarta
(Bidang Hubungan Industrial dan Advokasi)

Asosiasi Pengusaha Indonesia 147


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO JAWA TIMUR

Ketua : Alim Markus


Sekretaris Eksekutif : Drs. M. Sudjana
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 36 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 1.578 Perusahaan

D
alam perkembangannya sampai 3) Pendidikan dan Pelatihan, dengan meng-
dengan tahun 2013, DPP Ja-Tim telah adakan training untuk anggota mengenai
memiliki 36 cabang DPK/kota dari total hubungan industrial dan mengadakan
38 kabupaten/kota yang ada di wilayah Jawa seminar mengenai pengembangan sumber
Timur, 2 kabupaten yang belum terbentuk daya manusia ataupun topik lain yang
adalah Kabupaten Tuban dan Kabupaten dianggap perlu oleh anggota.
Bangkalan, yang diharapkan dalam waktu yang
tidak terlalu lama di 2 kabupaten tersebut akan
terbentuk cabang APINDO. POTENSI EKONOMI JAWA TIMUR
Kondisi makro ekonomi Jawa Timur dalam
tiga tahun terakhir.
Tiga sektor yang memberikan kontribusi
terbesar pada triwulan III 2013 adalah :
• Perdagangan, Hotel dan Restaurant : 29,22 %
• Industri Pengolahan : 27,12 %
• Pertanian : 16,72 %
Jumlah 73,11 %

Kondisi Makro Ekonomi Jawa Timur


Program Pelatihan Penguatan Kapasitas manajemen bisnis
dan Pengembangan bisnis di Surabaya pada tgl 13-14 Juni
pada Triwulan III 2013
2013.
Tahun 2013

Sebagai bentuk pelayanan kepada anggota, Triwulan III Target


DPP Jawa Timur telah melakukan beberapa hal
antara lain : Pertumbuhan ekonomi Jatim 7.12 % 7.30 %
(Pertumbuhan Nasional) (6.50 %) (6.80 %)
1) Bantuan hukum dan advokasi, berupa kon-
sultasi kepada anggota yang mempunyai PDRB (dalam triliun rupiah) 657.815.01 965.28
masalah dengan ketenagakerjaan seperti
perselisihan, PHK, pengupahan sampai Pendapatan per kapita
24.52 25.76
dengan pembuatan PP dan PKB, (dalam juta upiah)
2) Temu Konsultasi, yaitu pembinaan dengan
Inflasi (Year on Year) 1.51% 5%
konsultasi langsung kepada anggota
(Nasional) (4.43 %) (5.65 %)
disesuaikan dengan kebutuhan dari
anggota dan issue yang aktual mengenai
ketenagakerjaan,

148 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Beberapa jenis bidang usaha yang diminati oleh PMA di Jawa Timur

Investasi TK
No. Bidang Usaha Proyek
(US$ Ribu) (orang)

1 Industri Makanan 57 2.633.234 2035

2 Industri Kimia dan Farmasi 34 1.081.211 -

3 Industri Kendaraan Bermotordan Alat Transportasi Lain 6 972.122 3.000

4 Tanaman Pangan Perkebunan 6 455.385 12.216

5 Kontruksi 2 436.503 5.735

6 Industri logam. Mesin dan Elektronik 28 261.901 12.216

7 Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran 3 214.380 5.375

8 Perdagangan & Reparasi 57 208.258 10.680

9 Industri Mineral Non Logam 16 165.417 11.310

10 Jasa Lainnya 209 6.428.411 45.026

TOTAL 291 6.989.960 68.841

Beberapa Lokasi di Jawa Timur yang diminati oleh PMA

Investasi TK
No. Lokasi Proyek
(US$ Ribu) (orang)

1 Kab. Gresik 44 1.982.965 10.491

2 Kab. Banyuwangi 6 969.733 10.355

3 Surabaya 87 952.201 5.450

4 Kab. Sidoarjo 40 521.647 10.876

5 Kab. Jombang 9 470.560 891

6 Kab. Lamongan 5 420.770 12.666

7 Kab. Tuban 5 420.200 100

8 Kab. Pasuruan 38 339.602 534

9 Jab. Mojokerto 25 307.785 100

10 Kab/Kota lainnya 32 604.497 17.378

TOTAL 291 6.989.960 68.841

Asosiasi Pengusaha Indonesia 149


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO KALIMANTAN TIMUR

Ketua : M. Slamet Brotosiswoyo


Sekretaris Eksekutif : Herry Yohanes
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 12 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 459 Perusahaan

D
PP Kalimantan Timur dalam tahun Kesehatan tersebut. Selain itu diadakan pula
2013 mengadakan sosialisasi menge- seminar mengenai Transformasi BPJS, dimana
nai perlindungan pengamanan per- pimpinan DPP Kalimantan Timur menjadi salah
dagangan dan juga melakukan kunjungan satu narasumber dalam seminar tersebut
kerja ke PT ASKES (persero) dalam rangka yang bertujuan untuk memberikan penjelasan
melihat persiapan pelaksanaan BPJS kepada peserta mengenai program BPJS
Kesehatan, dimana program tersebut sudah Kesehatan.
akan dimulai pada tgl 1 Januari 2014. Hal itu DPP APINDO Kalimantan Timur juga me-
dirasakan sangat penting karena masih banyak ngadakan kerjasama dengan PT Asuransi
dikalangan pengusaha dan pekerja yang Jiwasraya dalam bentuk penandatangan MOU
belum mengetahui secara jelas bagaimana yang dilakukan di Jakarta dan disaksikan juga
perhitungan dan sistem pelaksanaan BPJS oleh ketua DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi.

Beberapa foto kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2013 :

Sosialisasi Perlindungan Pengamanan Perdagangan, Pimpinan DPP Kal-tim sebagai narasumber dalam Seminar
APINDO-KPPI Hotel Le Grandeur Balikpapan, 11 April 2013 Sehari mengenai “Transformasi BPJS” yang diadakan di
Hotel Grand Senyiur , Balikpapan.

Kunjungan kerja Team DPP APINDO Kalimantan Timur ke Penandatanganan MOU DPP APINDO Kaltim dengan PT.
Kantor Wilayah PT. Askes (Persero) dalam rangka persiapan (Persero) Asuransi Jiwasraya dilaksanakan di kantor
pelaksanan BPJS Kesehatan, dilaksanakan di Balikpapan DPN APINDO Jakarta pada tanggal 21 Oktober 2013 dan
pada tanggal 6 September 2013 disaksikan pula oleh Ketua Umum APINDO Bapak Sofjan
Wanandi.

150 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Konferensi ACI di Singapura tanggal 26–27 November 2013 Foto bersama dengan Ketua Umum APINDO dan Ketua DPP
dihadiri oleh beberapa DPP APINDO seluruh Indonesia dan APINDO seluruh Indonesia saat diadakan Konferensi ACI di
juga Ketua Umum APINDO Bapak Sofjan Wanandi. Singapura 26-27 November 2013

DPP APINDO KALIMANTAN TENGAH

Ketua : Hernica Rasan


Sekretariat : Citra Anggraeni
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 10 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 70 Perusahaan

D
PP Kalimantan Tengah dalam menjalan- Produktifitas” yang memberikan pemahaman
kan kegiatannya banyak menjalin kepada beberapa perusahaan anggota tentang
hubungan baik dengan berbagai produktivitas bagi tenaga kerja yang ada di
instansi pemerintah ataupun lembaga non perusahaan masing-masing.
departemen dan juga organisasi/asosiasi CDPP Kal-Teng juga melakukan kegiatan
baik asing maupun domestik, semenjak FGD (Focus Group Discussion) yang diikuti
terbentuknya pengurus baru pada tanggal 25 oleh DPP Kal Teng antara lain mengenai
Maret 2013 dalam acara Musyawarah Propinsi strategi menanggulangi pengangguran ter-
DPP APINDO Kal Teng yang memilih Bapak didik, yang bertujuan untuk memberikan
Hernica Rasan sebagai ketua DPP APINDO Kal masukan dari berbagai badan dan lembaga
Teng untuk periode 2013 – 2018. yang ada di propinsi Kalimantan Tengah,
Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya kerja sama dengan Kementerian Diknas
kerjasama dengan ILO Kalteng untuk melaku- Direktorat Sosial dan pendidikan. Kegiatan
kan evaluasi pelaksanaan proyek GLQCIER lainnya terkait Program Keluarga Berencana
selama 8 bulan di 3 kabupaten /kota di di Perusahaan, merupakan kerjasama antara
wilayah Kal Teng telah dilaksanakan pada Kanwil BKKBN Kal Teng dengan DPP Kal Teng
tanggal 30 Mei 2013. Kegiatan lainnya adalah dalam merancang program bersama yang
pertemuan dengan Disnakertans Propinsi dapat dilakukan untuk menjalankan program
Kalimantan Tengah untuk membahas berbagai Keluarga Berancana khususnya di perusahaan
persoalan ketenagakerjaan, diantaranya ke- di wilayah propinsi Kal Teng.
giatan pada tanggal 10 Juni 2013 “Acara Klinik Dalam kegiatan terkait UMP, Ketua DPP Kal

Asosiasi Pengusaha Indonesia 151


Kegiatan
DPP APINDO

Teng melakukan sosialisasi UMP 2014 dalam Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
acara talkshow di TVRI Kalimantan Tengah pada tanggal 3 - 5 September di Hotel Mercure
yang merupakan hasil kerjasama TVRI dengan Jakarta.
Nakertrans dan DPP APINDO Kal Teng. Ketua Dalam hal bisnis Jasa Keuangan, DPP Kal
DPP Kal Teng juga aktif sebagai anggota Dewan Teng juga aktif untuk menghadiri sosialisasi
Pengupahan Daerah dalam penentuan UMP mengenai OJK membahas mengenai peng-
Propinsi Kalimantan Tengah, dan pernah juga alihan fungsi pengawasan Bank dari Bank
mengikuti Konsolidasi Dewan Pengupahan Indonesia kepada OJK.
Nasional se-Indonesia yang diadakan oleh

Pelantikan dan foto bersama pengurus DPP APINDO Kalimatan Tengah yang terpilih dalam MUSPROV APINDO
Kalimantan Tengah tanggal 25 Maret 2013 di Aula Batang Garing, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

DPP APINDO KALIMANTAN SELATAN

Ketua : Dr (Cand ) H. Supriadi [Link]


Sekretariat : YM. Sri Kusminingsih SE.
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 10 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 308 Perusahaan
Jumlah Anggota Luar Biasa : 7 Perusahaan

D
engan mempunyai cabang di 10 DPK/ pengusaha baru sekaligus mengurangi pe-
Kota di wilayah Propinsi Kalimantan ngangguran yang ada di Kalimantan Selatan
Selatan, DPP APINDO Kalimantan Kerjasama yang dilakukan DPP APINDO
Selatan telah memiliki 183 perusahaan UKM Kal-Sel dengan beberapa instansi pemerintah
yang merupakan binaan dari DPP APINDO Kal- maupun swasta yang diwujudkan dalam bentuk
Sel, jumlah yang relatif besar ini menandakan seminar, sosialisasi, dan kerjasama, bertujuan
pengurus DPP APINDO Kal-Sel sangat untuk memberikan pemahaman dan penjelasan
memperhatikan tumbuh dan berkembangnya mengenai hal hal yang dianggap penting untuk
pengusaha UKM di wilayah Kalimantan Selatan diketahui khususnya bagi kepentingan Anggota
artinya membantu menciptakan pengusaha- (para pengusaha dan UKM).

152 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan • Kerjasama dengan PT. Askes dalam Sosia-
oleh DPP APINDO Kal-Sel selama tahun 2013 lisasi Sistem Jaminan Sosial telah diadakan
dapat dilihat dibawah ini : di Hotel Palm Banjarmasin pada tanggal 28
• Seminar alih Daya (outsourcing) dengan tema: Oktober 2013
Kewajiban Hukum bagi pelaku usaha terkait • DPP Apindo Kalsel Menghadiri Undangan ACI
outsourcing di Kalsel Paska Permenakertrans (Asia Competitiveness Institute) di Singapore
No. 9 Tahun 2012 yang diadakan di Swissbel pada tanggal 25-28 November 2013
Hotel Banjarmasin pada tanggal 23 Februari
2013

• Kerjasama dengan Kementerian Keuangan


RI mengenai Sosialisasi Peran dan Tugas
• Kerjasama DPP APINDO Kalsel dengan komite Pengawas Perpajakan diadakan pada
Kementerian Perdagangan RI dalam Sosiali- tanggal 11 Desember 2013
sasi Tindakan Pengamanan Perdagangan
(Safeguards) “ Perlindungan Bagi Produsen
Dalam Negeri dari Dampak Negatif Lonjakan
Impor melalui Instrument Safeguards, di-
adakan di Hotel Palm Banjarmasin, tanggal
4 Juni 2013

Peluang Usaha yang Masih Terbuka


Di Provinsi Kalimantan Selatan

1. Pertambangan Batu Bara


Batu bara meski dalam kondisi slowdown
• Seminar Daya Saing Usaha kerjasama DPP tapi masih exist di Bumi Lambung Mangkurat.
APINDO Kalsel dengan Asian Competitiveness Peluang ini masih sangat terbuka untuk bisa
Institute (ACI), yang telah diadakan di Hotel di kembangkan, potensi alam kalsel yang kaya
Mercure Banjarmasin pada tanggal 4 Sep- akan deposit batu bara, serta masih tingginya
tember 2013 permintaan ekspor akan batu bara tersebut.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 153


Kegiatan
DPP APINDO

2. Perkebunan Kelapa Sawit kerajinan tersebut juga sangat berpeluang


Kelapa sawit sejak booming di Kalimantan untuk menjadi lahan bisnis, sejak diadakannya
Selatan pada tahun 2008 sangat berpotensial pelatihan-pelatihan ditahun 2005 untuk
untuk dikembangkan, banyaknya kompetisi pengusaha UKM, maka UKM semakin besar
dalam perkebunan kelapa sawit dan masih dan sudah ada showroom untuk menampung
banyak nya lahan tidur yang masih bisa di garap Produk UKM.
merupakan peluang yang cukup menjanjikan
bagi dunia usaha. 4. Koperasi
Koperasi sudah terbentuk di tahun 2008
3. Kerajinan Daerah/UKM namun jumlah anggotanya baru berjumlah
Banyaknya kerajinan daerah yang belum 35 orang UKM dan masih bisa dikembangkan
tersentuh oleh pengusaha-pengusaha besar, untuk lebih berdaya guna bagi masyarakat dan
dimana kerjasama untuk mengembangkan pengusaha.

DPP APINDO SULAWESI SELATAN

Ketua : Drs La Tunreng


Direktur Eksekutif : Marsin
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 24 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 196 Perusahaan
Jumlah Anggota Luar Biasa : 35 Perusahaan

D
engan mempunyai kantor cabang Australia yang berminat untuk berinvestasi di
yang tersebar di 24 Kabupaten/kota Sulawesi Selatan.
di seluruh propinsi Sulawesi Selatan, Sesuai dengan Program pembangunan
DPP Sul-Sel telah memiliki lebih dari 100 yang telah dicanangkan Gubernur Sulawesi
perusahaan UKM yang menjadi binaan dari Selatan dimana ingin menjadikan Sulawesi
DPP Sul-Sel. Potensi jumlah penduduk yang Selatan sebagai daerah percepatan/akselerasi
besar di propinsi Sulawesi Selatan mendorong dibidang agrobisnis dan agroindustri serta
berkembangnya usaha mandiri masyarakat mengembangkan industri manufaktur dan
atau tumbuhnya pengusaha UKM, disamping pertambangan, maka pada malam Business
itu berpotensi pula untuk mendatangkan gathering yang diadakan DPP Sul-Sel hadir
investor baik asing ataupun domestik untuk 2 perusahaan raksasa dari Australia yang
melakukan kegiatan bisnis dan berinvestasi di bergerak dibidang konstruksi (infrastruktur)
wilayah Sulawesi Selatan. yaitu PT Leingthon Contractors Indonesia dan
DPP Sul-Sel cukup tanggap dengan kondisi PT. Thiess yang akan melakukan bisnis di
wilayah dan iklim bisnis di Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan, tentunya APINDO berhasil
karena itu pada tangal 29 Mei 2013 diadakan mempertemukan para pengusaha Australia
Business Gathering yang dihadiri pula oleh dangan Pengusaha Indonesia untuk melakukan
Komisi Perdagangan Australia (Australian kerjasama bisnis yang saling menguntungkan
Trade Commission - Austrade) yang membawa DPP Sul Sel juga aktif memperjuangkan UMP
pula beberapa pengusaha besar dari negara di Sulawesi Selatan dengan mengadakan survei

154 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

pasar dan mengikuti perundingan dengan Kegiatan lain yang telah dilakukan DPP Sul-Sel
pemerintah sebagai pembuat keputusan adalah memfasilitasi Mediasi Serikat Pekerja
sebelum ditetapkannya UMP tahun 2014 di dengan PT Pegadaian di kota Makassar.
Sulawesi Selatan dan aktif pula membahas Beberapa foto kegiatan (dank lipping berita)
UMP Sulawesi Selatan setelah ditetapkannya DPP Sul-Sel selama tahun 2013 dapat dilihat
UMP tahun 2014 oleh pemerintah daerah. dibawah ini.

Berita Business Gathering yang diadakan DPP Sulawesi


Selatan termuat dalam Harian Raksyat Sulsel yang terbit
di Makassar pada tanggal 29 Mei 2013.

Pertemuan Serikat Pekerja/serikat buruh dan APINDO


pada daerah padat industri

Rapat yang digelar di sekretariat DPP APINDO Sulsel


menyikapi keputusan pemerintah daerah setelah
ditetapkannya UMP Sulawesi Selatan untuk tahun 2014

Workshop penyusunan Kebutuhan Hidup Layak (KHL)


di Sulawesi Selatan.

Mediasi yang dilakukan Serikat Pekerja dengan PT


Pegadaian (persero) yang difasilitasi oleh DPP Sul-Sel.

Asosiasi Pengusaha Indonesia 155


Kegiatan
DPP APINDO

DPP APINDO SULAWESI TENGGARA

Ketua : Gunawan Yiedri, SE, MM


Sekretaris Eksekutif : Zuhri Rustam
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / kota : 8 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 424 Perusahaan

P
ulau Sulawesi dan Kalimantan dikenal Menurut Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur
memiliki potensi tambang nikel, Alam SE, [Link] perlu ada terobosan untuk
emas, batubara, minyak dan potensi membuka keterisolasian dan menciptakan
kelautannya. Semua potensi ini umumnya lapangan kerja baru untuk kesejahteraan
masih belum tergarap secara maksimal dan masyarakat dan diperlukan keberanian serta
baru sekitar 31,20% yang sudah berhasil dukungan dari semua pihak.
diolah. Sejak tahun 2012 lalu, investor dari Ketua DPN APINDO Sofjan Wanandi,
Negeri Tirai Bambu (China) sudah memulai belum lama ini mengujungi Pulau Wawaonii,
membangun pabrik pengolahan nikel [smalter] Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi
dengan nilai investasi sekitar US$2 Miliar di Tenggara dengan didampingi Gubernur
Kabupaten Konawe Utara. Dari total investasi Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, SE,[Link]
ini, pemerintah Sulawesi Tenggara mendapat dan Ketua DPP APINDO Sulawesi Tenggara,
saham 10 persen serta setoran US$2 per Gunawan Yiedri, SE, MM. Pulau ini kaya dengan
ton nikel, Namun saat ini, kontribusi hasil sumber alam seperti tambang, potensi hutan
pertambangan di Sulawesi Tenggara hanya dan kelautan, Gubernur Sulawesi Tenggara,
mendapat sekitar 5,20 persen dari PDRB Nur Alam, mengharapkan Ketua DPN APINDO
[Produk Domestik Regional Bruto] bagi hasil “menggiring” rekan-rekan bisnis pak Sofjan
dan Community Development dari berbagai untuk datang berinvestasi didaerahnya dan
perusahaan tambang telah menghasilkan berjanji akan memberikan kemudahan bagi
pendapatan sebesar Rp. 37,60 Miliar (Tahun investor dalam berinvestasi.
2010). Ketua DPN APINDIO, selama dua hari, selain
Potensi kekayaan alam yang dimiliki mengujungi pulau Wawonii dan Kota Kendari
Sulawesi Tenggara cukup melimpah tetapi menjajaki kemungkin berinvestasi dibidang
belum terjamah dan bila tidak ada terobosan perhotelan dan pembukaan sekolah kesehatan,
dan langkah yang tepat dan cepat, Sulawesi juga melakukan pertemuan bersama aparat
Tenggara dipastikan semakin tertinggal. pemerintah prov. Sulawesi Tenggara.

Pelabuhan Laut Bungkutoko di Provinsi Sulawesi Tenggara


Kunjungan kerja Ketua DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi sebagai pelabuhan untuk mengangkut hasil-hasil mineral
ke Sulawesi Tenggara didampingi oleh Gubernur Sultra dari tambang ke tempat tujuan di seluruh Indonesia
Bapak Nur Alam dan Ketua DPP Sultra Bapak Gunawan
Yiedri.

156 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

Kegiatan pengusaha UKM bidang garmen dan tekstil Penambangan nikel di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

DPP APINDO BALI

Ketua : Drs. Panudiana Kuhn, MM


Sekretaris Eksekutif : I Wayan Suece
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 9 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 360 Perusahaan

P
rovinsi Bali yang sangat terkenal migrasi, dan Kementerian Perdagangan, serta
sampai ke Manca Negara karena instansi pemerintah lainnya.
keindahan alam, budaya, dan kesenian Berikut ini beberapa kegiatan yang telah di-
yang menyatu dengan kehidupan modern, laksanakan oleh DPP Bali selama tahun 2013 :
mendorong tumbuh dan berkembangnya
Industri Pariwisata dan industri-industri 1. Members Gathering dengan tema “Pernak-
lain yang mendukung industri pariwisata. Pernik Permasalahan Hubungan Industrial
Banyaknya wisatawan mancanegara (wisman) dan Jamsostek ”bertempat di Melia Bali
dan wisatawan nusantara (wisnus) yang Hotel, Nusadua, Bali tanggal 15 Maret 2013
berkunjung ke Bali mendorong tumbuhnya dengan peserta sebanyak 65 Orang.
berbagai macam pengusaha UKM yang
produknya sangat diminati oleh para pelancong
baik asing dan domestik.
DPP APINDO Bali sampai dengan tahun
2013 telah menghimpun sebanyak 360
perusahaan sebagai anggotanya yang sebagian
dari anggota tersebut adalah pengusaha UKM,
untuk mendukung kegiatan perekonomian di
Bali. Dalam menjalankan kegiatannya DPP Bali
bermitra dengan BUMN seperti Jamsostek dan
Askes serta instansi pemerintah diantaranya
BKKBN, Kementerian Tenaga Kerja dan Trans-

Asosiasi Pengusaha Indonesia 157


Kegiatan
DPP APINDO

3. Ceramah Tentang Indentifikasi Peluang


Bisnis kepada Aparat yang membidangi ke-
tenagakerjaan di provinsi, kabupaten/ Kota
se Bali yang diberikan oleh I Wayan Sukada
SE. (Wakil Ketua DPP APINDO Bali) di hotel
Dewi Karya, Denpasar Bali tanggal 18
September 2013 dengan jumlah peserta 70
orang.

2. Kegiatan temu kosultasi dengan tema “Anti-


sipasi Permasalahan Hubungan Industrial
dalam Era Globalisasi Ekonomi” bertempat
di Inna Bali Hotel, Denpasar, Bali tanggal
19 Juni 2013, diikuti oleh sekitar 60 orang
perserta.

Para peserta sedang mendengarkan pemaparan materi


dari Narasumber

4. Ceramah peran APINDO terhadap Dunia


Usaha untuk membangun kesejahteraan
pekerja/karyawan melalui program keluarga
berencana di tingkat perusahaan oleh M.
Suwenten [Link] (Sekretaris Umum DPP
APINDO Bali) di Hotel Nusa Indah, Denpasar
Bali, tanggal 19 September 2013, jumlah
Para Nara Sumber sedang ramah tamah di ruang VIP hotel
di dampingi Bapak Made Putu Yadnya,SH Wakil Ketua DPP peserta 80 orang.
APINDO Bali.

Peserta sedang mengajukan pertanyaan


Salah seorang peserta sedang mengajukan pertanyaan ter- tentang proses pengelolaan Keluarga
kait dengan prosedur penyelesaian perselisihan hubungan Berencana di Perusahaan
industrial melalui Peradilan Hubungan Industrial

158 Laporan Tahunan 2013


Kegiatan
DPP APINDO

5. Seminar tentang peran APINDO dalam


pemberdayaan Ekonomi Keluarga sedang
disampaikan oleh M. Suwenten [Link]
(Sekretaris Umum DPP APINDO Bali) yang
diadakan di Ruang Pertemuan BKKBN
Perwakilan Bali di Denpasar tgl 10 Desember
2013 dengan peserta 50 orang.

Peserta mendengarkan pemaparan


materi dari Nara sumber

6. Kegiatan Members Gathering bekerja-


sama dengan PT. ASKES (Persero) cabang
Denpasar tentang “Sosialisasi Badan Penye-
lenggara Jaminan Sosial di hotel Nikki, Bali
Para peserta sedang mendengarkan penjelasan mengenai
tgl 11 Desember 2013 jumlah peserta 115 BPJS dari Kepala PT. ASKES cabang Denpasar
orang.

DPP
DPPAPINDO
APINDONUSA TENGARA
SULAWESI TIMUR
SELATAN
Ketua : Freddy Ongko
Sekretariat : Roby Rawis
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota : 11 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 320 Perusahaan

D
ari 21 kabupaten/kota yang ada di pelatihan yang diadakan oleh DPN APINDO
seluruh Propinsi Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan mitra baik asing maupun
DPP APINDO NTT sudah mempunyai domestik dengan tujuan perbaikan ekonomi
11 DPK / Kota dengan 320 anggota. Sampai dan peningkatan taraf hidup serta kemandirian
saat ini beberapa kabupaten di propinsi NTT dari masyarakat [Link] dapat hidup
masih masuk dalam kategori “Tertinggal”, yang lebih layak dari kehidupan yang dialami
baik dalam kehidupan ekonomi masyarakatnya pada saat ini.
maupun dalam pembangunan daerah secara Program Plan Indonesia yang didukung oleh
keseluruhan termasuk pendidikan bagi anak Uni Eropa dimana APINDO menjadi bagian dari
usia sekolah. Tim Program, mengadakan pelatihan sekaligus
Dalam kaitan dengan ketertinggalan pendidikan mengenai gender, dan mengajarkan
ekonomi beberapa kabupaten tersebut, ketrampilan bagi pemberdayaan wanita muda
seringkali propinsi NTT menjadi tempat tujuan didaerah tersebut agar mempunyai keahlian

Asosiasi Pengusaha Indonesia 159


Kegiatan
DPP APINDO

tertentu yang nantinya menjadi bekal dan propinsi NTT sudah barang tentu mempunyai
modal dimasa depan untuk dapat bekerja peran yang penting demi kelancaran suatu
sekaligus memperbaiki taraf hidup yang lebih program yang dilaksanakan di wilayah Propinsi
baik bagi diri sendiri maupun keluarganya, Nusa Tenggara Timur, karena itu hubungan
Pelatihan dilakukan di kabupaten Timor Tengah baik dengan berbagai lembaga dan instansi
Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS) pemerintah maupun swasta sangatlah di-
selama tahun 2013. perlukan dan hal ini akan terus dibina dan
DPP NTT sebagai fasilitator kegiatan pe- dilakukan oleh DPP NTT.
latihan maupun sosial yang dilakukan di

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP NTT selama tahun 2013 diantaranya :
1. Musyawarah Provinsi DPP APINDO NTT yang dilakukan pada bulan Maret 2013 dan dihadiri
oleh Ketua Umum APINDO Bapak Sofjan Wanandi, dimana hasil Musprov telah berhasil memilih
kembali Bapak Freddy Ongko sebagai Ketua DPP APINDO NTT untuk masa bakti 2013-2018.

2. Business Gathering yang diadakan DPP APINDO Nusa Tenggara Timur 15 - 16 Maret 2013
dengan tema “Hubungan Industrial yang Dinamis, Harmonis, dan Berkeadilan, Memperkuat
Daya Investasi dan Perdagangan”, narasumber Ketua Umum DPN APINDO Bapak Sofjan
Wanandi, Ketua DPN APINDO Bapak Anthony Hilman, Ketua DPP APINDO NTT Bapak Freddy
Ongko Saputra, serta Direktur Utama Bank NTT Drs. Daniel Tagudedo.

160 Laporan Tahunan 2013

Anda mungkin juga menyukai