Documen
Documen
MISI :
1. Meningkatkan daya juang dan daya saing Perusahaan /
Pengusaha Indonesia.
2. Mewujudkan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial
yang harmonis, dinamis serta berkeadilan.
3. Melindungi, memberdayakan dan membela seluruh pelaku
usaha Indonesia terutama anggota.
4. Merepresentasikan dunia usaha Indonesia diberbagai
lembaga Nasional dan Internasional dan secara khusus di
dalam Lembaga Ketenagakerjaan
D
alam berbagai kesempatan, saya sering
mengemukakan Indonesia is too big to
fail - kita terlalu besar dan kaya untuk
menjadi negara gagal. Peringatan itu - yang
barangkali oleh sebagian pihak dinilai terlalu
pesimistik, tercetus karena kekhawatiran saya
yang terus menyaksikan berbagai hal yang
tidak produktif terjadi dalam perekonomian
kita. Tahun lalu ekonomi kita memang tumbuh
5,6%, cukup baik dibandingkan negara-negara
lain di dunia. Namun, Indonesia deserves more!
Pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dapat
tercapai bila kita menyingkirkan hambatan
hambatan besar perekonomian. Hambatan
tersebut diantaranya Subsidi BBM yang sangat
besar mencapai 20% dari total anggaran
negara (APBN) yang tidak tepat sasaran
karena lebih banyak dinikmati oleh lapisan
masyarakat yang cukup mampu, padahal
semestinya bisa dialokasikan untuk aktivitas
produktif misalnya pelayanan kesehatan,
pendidikan, dan infrastruktur dasar.
Selain itu, kita juga mengalami hambatan sisi lain, dalam hal pelayanan dunia usaha,
hambatan langsung terhadap aktivitas usaha meski pemerintah telah menerapkan one
yang sudah lama dan masih terus kita alami stop services perijinan usaha, namun
seperti: ketidakpastian hukum, buruknya implementasinya masih jauh dari harapan
kualitas infrastruktur, lemahnya inter-koneksi sehingga kurang banyak membantu pening-
infrastruktur dan logistik, rumitnya perpajakan, katan daya saing untuk menarik investor.
biaya tinggi kepabeanan, dan lain sebagainya. Dalam hal yang lebih mikro, Permenakertrans
Bagaimana Indonesia Dapat Meningkat- 9/2012 mengenai pengaturan tenaga
kan Produktivitas dan Daya Saing ?. Demikian alih daya (outsourcing) dengan keharusan
pertanyaan dunia usaha menghadapi ber- penentuan proses bisnis yang tidak dapat
bagai hambatan perekonomian, sekaligus dilaksanakan oleh banyak asosiasi usaha,
spirit pelaku usaha untuk meningkatkan telah menyebabkan ketidakpastian usaha
produktivitas dan daya saing Indonesia. selama tahun 2013.
Pertanyaan yang diangkat sebagai tema APINDO juga menyaksikan gelombang
laporan tahunan 2013 ini merupakan refleksi PHK (pemutusan hubungan kerja) sebagai
APINDO terhadap berbagai hal yang berkaitan akibat kebijakan populis di banyak daerah,
dengan aktivitas dunia usaha. diantaranya PHK yang terjadi pada perusahaan-
Sepanjang tahun 2013 perusahaan- perusahaan Korea (misalnya) yang secara
perusahaan anggota APINDO mengalami total melakukan PHK terhadap sekitar 64
tekanan perekonomian akibat berbagai per- ribu pekerja karena tingginya kenaikan Upah
soalan fundamental seperti inflasi 8,3% yang Minimum Provinsi (UMP) 2013 yang diputuskan
tertinggi di ASEAN, pelemahan nilai tukar tahun sebelumnya. Penentuan UMP tahun
rupiah, kenaikan suku bunga yang erat terkait 2014 di penghujung tahun 2013 juga masih
dengan defisit neraca transaksi berjalan. Di belum lepas dari politisasi pengupahan dimana
terjadi ‘unjuk rasa’ yang menyebutnya sebagai produk dan akses pasar, APINDO memainkan
‘mogok nasional’ yang dari sisi substansi juga peranan sangat penting dalam penerbitan PP
sudah salah karena pada dasarnya ‘mogok’ 46/2013 tentang “Pajak Penghasilan atas
hanya dapat dilakukan jika terjadi ‘gagalnya Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Di-
perundingan’, sementara ‘mogok nasional’ peroleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran
tidak terkait langsung dengan gagalnya Bruto Tertentu” atau yang lebih populer disebut
perundingan. Lebih buruk lagi, unjuk rasa ‘Pajak UKM’, serta melakukan sosialisasinya di
tersebut disertai dengan tindakan kekerasan berbagai daerah yang diikuti ribuan UKM.
dan perusakan sarana perusahaan di berbagai APINDO juga turut aktif memberikan masuk-
tempat yang mengindikasikan tindakan an dalam persiapan CEPA (comprehensive
kriminal. economic partnership agreement) Indonesia
Dunia usaha tentu tidak ingin tenggelam dengan Uni Eropa dengan membentuk tim
dengan hanya mencela rendahnya kualitas kerja khusus di APINDO yang melakukan
kebijakan, lemahnya layanan kelembagaan, berbagai kajian dan sosialisasi CEPA tersebut.
maupun penyimpangan-penyimpangan yang Sementara itu, dalam penerbitan berbagai
dilakukan pemberi jasa layanan. APINDO secara kebijakan nasional APINDO aktif terlibat dalam
aktif mengupayakan perbaikannya, diantaranya penyusunan berbagai UU, diantaranya UU
dengan intensif terlibat dalam penerbitan Perindustrian maupun UU Perdagangan, serta
Inpres 9/2013 tentang “Penetapan Upah revisi DNI (daftar negatif investasi). Berbagai
Minimum Dalam Rangka Keberlangsungan masukan APINDO dalam penerbitan peraturan
Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan perundang-undangan tersebut didasari prinsip
Pekerja”. Dalam implementasinya, perintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia agar
Presiden kepada aparat pemerintahan di menjadi lebih kondusif dan suportif terhadap
bawahnya tersebut cukup membantu meskipun investasi, dengan tetap memperhatikan
belum sangat efektif mengerem kenaikan UMP dampaknya terhadap ketahanan para pelaku
yang berlebihan karena pada kenyataannya bisnis nasional.
terdapat 9 Provinsi yang menetapkan UMP Untuk mendukung daya saing daerah
2014 di atas KHL (kebutuhan hidup layak) yang daerah di Indonesia, APINDO bekerjasama
bertentangan dengan peraturan perundang- dengan Asia Competitiveness Institute (ACI)
undangan. Penentuan UMP menjadi perhatian dari Lee Kuan Yew School of Public Policy,
APINDO mengingat dampaknya yang besar National University of Singapore, melakukan
terhadap aktivitas usaha dan ketenagakerjaan, survei “Daya Saing dan Strategi Pembangunan
terlebih bagi industri padat karya dan usaha 33 Provinsi di Indonesia”. Launching hasil
skala kecil menengah. Data sepuluh tahun studi tersebut dilakukan di Singapore dan di
terakhir menunjukkan bahwa kenaikan UMP Jakarta, yang dilanjutkan dengan serangkaian
tidak diikuti dengan kenaikan produktivitas sosialisasi di daerah-daerah.
artinya terjadi kenaikan biaya per unit produksi, Untuk meningkatkan produktivitas dan daya
dimana di kawasan ASIA Indonesia berada di saing Indonesia di masa depan, pemerintah
posisi terendah kedua di atas Vietnam. Lain harus mampu mengantisipasi kondisi eksternal
halnya dengan China yang kenaikan upahnya berupa ketidakstabilan pasar keuangan global
tinggi namun diimbangi dengan kenaikan pesat dan menurunnya permintaan global. Kebijakan
produktivitas sehingga biaya per unit produksi moneter dan fiskal diharapkan mendukung
turun secara signifikan. dunia usaha untuk mengurangi biaya modal
Untuk meningkatkan kontribusi UKM dalam dan bahan baku yang tinggi. Pemerintah
perekonomian nasional, selain melakukan juga diharap mengurangi subsidi minyak dan
berbagai kegiatan seperti peningkatan kualitas mengembangkan energi baru dan terbarukan
untuk mengurangi beban anggaran akibat di dalam dan untuk rakyat. Pemimpin dengan
subsidi yang keliru. Penanganan persoalan modal utama seperti itu yang diyakini dunia
fundamental lainnya yakni infrastruktur usaha akan mampu menggerakkan berbagai
dan konektivitas mutlak diperlukan untuk lapisan masyarakat untuk bekerja bersama
mendukung supply chain industri manufaktur mewujudkan kualitas perekonomian yang lebih
sehingga meningkatkan produktivitas dan daya baik.
saing kita. APINDO akan terus bekerja untuk Indonesia
Dalam hal ketenagakerjaan, harus dilaku- yang berdaya saing tinggi – yang bisa terwujud
kan de-politisasi pengupahan dengan didukung dengan dukungan berbagai pihak. Dalam
implementasi SJSN (sistem jaminan sosial kesempatan ini, saya ingin mengucapkan
nasional) yang baik serta jaminan keamanan terimakasih pertama kali dan terutama kepada
usaha. Dialog sosial pemberi kerja dan puluhan ribu perusahaan anggota APINDO di
pekerja harus diutamakan untuk mencapai seluruh Indonesia, DPP APINDO di 33 Provinsi
kesepemahaman dan kesepakatan dalam dan DPK APINDO di ratusan Kabupaten/Kota
menghadapi persoalan hubungan industrial. di Indonesia, yang memberi mandat kepada
Relasi pengusaha dan pekerja semestinya kami untuk memperjuangkan kepentingan
tidak terjebak dalam penekanan profit sharing dunia usaha dan atas dukungan finansial yang
yang sering menimbulkan pertentangan diberikan. Terimakasih kami juga untuk asosiasi
diametral antara pihak manajemen dengan asosiasi usaha sektoral anggota dan partner
pekerja, namun lebih mengedepankan spirit APINDO serta asosiasi usaha asing yang terus
peningkatan profit. Spirit ini tentu hanya mendukung aktivitas kami. Demikian juga
bisa diwujudkan jika pengusaha secara fair terimakasih untuk para mitra yang telah lama
membagi profit dari peningkatan profit melalui dan terus mendukung kegiatan APINDO seperti
suatu proses joint-consultation manajemen IOE, ACE, NHO, DECP, CTS dan ILO. Kami juga
dan pekerja daripada mekanisme bargaining. menyampaikan penghargaan kepada berbagai
Dalam menghadapi kompetisi global instansi pemerintah terkait yang menjadi mitra
dimana aktivitas usaha Indonesia semakin kami dalam penyusunan kebijakan publik
terintegrasi dalam perekonomian dunia melalui maupun implementasinya.
berbagai kesepakatan perekonomian bilateral, Akhirnya, saya sampaikan terima kasih
multilateral dan internasional, peningkatan kepada semua pihak yang telah memungkin-
produktivitas dan daya saing menjadi kunci bagi kan diterbitkannya Laporan Tahunan APINDO
Indonesia untuk mendapatkan manfaat dari tahun 2013 ini.
integrasi perekonomian global tersebut. Tidak
ada pilihan lain selain mengerjakan berbagai DEWAN PIMPINAN NASIONAL
pekerjaan rumah tersebut untuk tidak terlibas ASOSIASI PENGUSAHA INDONESIA
daya saing negara-negara lain yang terus (APINDO)
berbenah memperbaiki perekonomiannya.
Dalam menghadapi tahun politik 2014,
dunia usaha tidak boleh keliru dalam
memilih pemimpin utama bangsa ini yang
dapat dipercaya dan mampu menumbuhkan
harapan di tengah berbagai pesimisme
bahkan sinisme terhadap kepemimpinan
Indonesia saat ini. APINDO sepenuhnya akan Sofjan Wanandi
mendukung pemimpin yang memiliki hati, Ketua Umum
berbaur dengan rakyat, mau bekerja bersama,
VI DAFTAR ISI
VIII PENGANTAR
64 BIDANG KETENAGAKERJAAN
72 BIDANG PERINDUSTRIAN
76 BIDANG PERDAGANGAN
L
aporan Tahunan ini menyajikan ber- Di tahun 2013 juga diadakan Musya-
bagai kegiatan yang telah dilakukan warah Nasional (Munas) APINDO ke IX di
oleh Dewan Pimpinan Nasional bulan April 2013 yang telah menghasilkan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN beberapa keputusan penting organisasi,
APINDO) sepanjang tahun 2013, Lembaga diantaranya Pembentukan Pengurus DPN
Otonom di bawah DPN APINDO, serta APINDO Periode 2013 – 2018 dimana
secara sekilas menyertakan sebagian Bapak Sofjan Wanandi kembali dipercaya
kegiatan dari DPP (Dewan Pimpinan oleh pengurus dan anggota APINDO untuk
Provinsi) APINDO. kembali memimpin APINDO.
KETUA KEHORMATAN :
M. Jusuf Kalla
DEWAN PERTIMBANGAN :
SEKRETARIS : KETUA :
Franky O. Widjaja Theodore P. Rachmat
ANGGOTA :
Agung Adiprasetyo Arifin Panigoro Chairul Tanjung Djoni Andhella Eddy Sariaatmadja
Eddy Sugianto Edwin Soeryadjaya Elvyn G. Masassya Erman Suparno H.M. Aksa Mahmud H.M. Sattar Taba Hari Boedi Hartono
Haryanto Adikoesoemo Hasanuddin Rachman James T. Riady Karen Agustiawan Kiki Barki Mardjoeki Atmadiredja Mucki Tan
Nur Pamudji Oesman Sapta Peter Sondakh Prayogo Pangestu Prijono Sugiarto Robert Budi Hartono S. P. Lohia
Sudhamek Sugianto Kusuma Surya Darmadi Suryo B. Sulisto Tahir Trihatma K. Haliman William Katuari
KETUA :
F.X. Sri Martono Handaka Santosa Hariyadi B. Sukamdani Johnny Darmawan Mintardjo Halim
Nina Tursinah Putri K. Wardhani Rachmat Gobel Shinta Widjaja Kamdani Soebronto Laras
SEKRETARIS UMUM
Suryadi Sasmita
Herman Kasih Iftida Yasar Lukito Wanandi M. Aditya Warman Sanny Iskandar
BENDAHARA UMUM :
Victor R. Hartono
WAKIL BENDAHARA :
Glenn Sugita Harry Hanawi Yeane Lim
1. B
IDANG KETENAGAKERJAAN :
• Ananto Harjokusumo
• Deddy Harsono
• Didik P. Sumbodo
• Dipasusila Satia Utama
• Harijanto
• Handoyo Budhisejati
• Harjono Ananto Harjokusumo Deddy Harsono Didik P. Sumbodo Dipasusila Satia Utama
• Inda D. Hasman
• Matheus Sekardianto
• Myra M. Hanartani
• Sarman Simanjorang
• Timoer Soetanto
xii
Gautam Naraindras Hardini Puspasari Hendra Widjaja Sinta Sirait
3. BIDANG PERTANIAN :
• Adikelana Adiwoso
• Arif Rachmat
• Farid Bahar
• Joko Supriyono
• Krissantono
• Sudirman
Adikelana Adiwoso Arif Rachmat Farid Bahar Joko Supriyono
Krissantono Sudirman
• Christian Wanandi
• Gunawan Tjokro
• Haryono Tjahjarijadi
• Hendrisman Rahim
• Henry Chevalier
• Henrietta Kristanto
• Herris B. Simandjuntak Christian Wanandi Gunawan Tjokro Haryono Tjahjarijadi Hendrisman Rahim
• Hotman Simbolon
• Prijohandojo Kristanto
• Siddhi Widyaprathama
• Tjip Ismail
• Willy S. Dharma
7. BIDANG PENDIDIKAN
• Agus Dwijanto
• Bob Azzam
• Darwoto
• Doddy Irawan
• Gama A. Yogotomo
• Ishak A. Muin
• Luki Setiawan
• Sugito Agus Dwijanto Bob Azzam Doddy Irawan Gama A. Yogotomo
• Zulfikar Amiruddin
• Afit Purwanto
• Dharma Surjaputra
• Fernando Hutahaean
• Helga Kumontoy
• Lay Ridwan Gautama
• Josep R. Bica Wicaksono
• I Made Astawa Dharma Surjaputra Fernando Hutahaean Helga Kumontoy Lay Ridwan Gautama
• Megain Wijaya
• Nursalam
• Ratna Sari Loppies
• Roy Sembel
• Sancoyo Antariksa
• Satria Hamid
• Sarwi Notoatmodjo
I Made Astawa Josep R. Bica Wicaksono Megain Wijaya Nursalam
Ratna Sari Loppies Roy Sembel Sancoyo Antariksa Satria Hamid Sarwi Notoatmodjo
Dept. Head
Sekretaris Ketum,
Informasi & Layanan Anggota
Ani Sulistyowati
Manager Staf
Staf
Departemen
Hukum & Advokasi
Dept. Head
Departemen
Usaha Kecil Menengah (UKM)
Departemen
Keuangan dan Pembukuan
NAD Bengkulu
Ketua : H.M. Dahlan Sulaiman, SE Ketua : M. Basri Muhammad
Jl. Tengku Daud, Beureuh No. 70 E Banda Aceh Jl. Merapi No. 116 Kebun Tebeng Bengkulu
Telp. : 0651 - 227 36, 216 14 Telp. : 0736 - 284 05
Facs. : 0651 - 227 36, 635 554 Facs. : 0736 - 284 05
HP. : 0812 807 98384 HP. : 0811 737 281
E-mail : nad@[Link], E-mail : bengkulu@[Link],
apindoaceh@[Link] apindobengkulu@[Link]
Sulawesi Selatan
Ketua : Drs. La Tunreng
Jl. Jend. A. Yani No. 23 Makassar
Telp. : 0411-324 944, 437 059
Facs. : 0411-324 944, 466 3606
HP. : 0813 422 613 83
E-mail : sulsel@[Link],
baktipersada_latu@[Link]
PENDAHULUAN
Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Peng- selain untuk silaturahmi juga untuk dialog
usaha Indonesia (DPN APINDO) khususnya tentang permasalahan permasalahan aktual
Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah dunia usaha serta penyampaian informasi-
menyelenggarakan sejumlah kegiatan baik informasi organisasi. Agenda organisasi
terpusat secara nasional maupun di sejumlah lainnya yang dilaksanakan adalah Rapat
daerah selama tahun 2013. Kegiatan- Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov)
kegiatan tersebut pada dasarnya ditujukan untuk menentukan kebijakan organisasi dan
untuk penguatan kapasitas organisasi berikut program kerjanya. Di tingkat nasional, salah
sumber daya para pengelolanya melalui satu kegiatan yang diselenggarakan adalah
kegiatan lokakarya / seminar baik yang Musyawarah Nasional (Munas) yang sangat
dilakukan tersendiri, maupun sebagai bagian penting bagi masa depan Apindo mengingat
dari kegiatan keorganisasian Musyawarah dalam Munas tersebut ditentukan kebijakan
Provinsi (Musprov). Kegiatan lainnya seperti strategis organisasi dan penetapan Ketua
Business Gathering di Provinsi dilakukan Umum yang memimpin kiprah Apindo.
KEGIATAN
1. Musyawarah Nasional IX APINDO
Tahun 2013
2. Business Gathering
Umum DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi, dibuka oleh Asisten II Gubernur NTB Bapak H.
Ketua DPN APINDO Bapak Anthony Hilman, Haris, [Link].
Ketua DPP APINDO NTT Bapak Freddy Ongko Business Gathering ini membahas :
Saputra, serta Direktur Utama Bank NTT Drs. • Hambatan / berbagai kendala dunia usaha di
Daniel Tagudedo. Nusa Tenggara Barat
Dalam acara tersebut Ketua Umum DPN • Konsolidasi internal APINDO dan
APINDO menyerahkan santunan kematian peningkatan kinerja organisasi dalam rangka
dan hari tua program Jamsostek sebesar Rp. pemberdayaan daerah
29.632.430,- kepada ahli waris dan tenaga • Konsolidasi Provinsi dan Kabupaten Kota
kerja alm. Ahmad Syarif. Almarhum Ahmad dalam rangka pengembangan potensi sumber
merupakan peserta Jamsostek dari Koperasi daya alam seperti pertanian (pengembangan
TKBM Kupang yang meninggal pada bulan potensi jagung) peternakan (budidaya sapi
Maret 2013. lokal) perikanan, dan pengembangan potensi
rumput laut.
2.3 Business Gathering DPP APINDO
Nusa Tenggara Barat 2.4 Business Gathering DPP APINDO
DKI Jakarta
MBA, Ketua DPP APINDO Bapak Soeprayitno Melalui Business Gathering ini diharapkan
serta Mr. Bjorn Delbaek Direktur Program NHO semua unsur dunia usaha baik yang bergabung
dari Norwegia yang berkesempatan berbagi di APINDO, KADIN dan Asosiasi sektoral lainnya
pengalaman tentang dinamika asosiasi di Kalimantan Tengah bersama Pemerintah
pengusaha dan hubungan dengan Pemerintah daerah siap menyongsong Asean Economic
serta Serikat Pekerja di Norwegia. Community 2013.
Melalui Business Gathering ini diharapkan
anggota DPP APINDO DKI Jakarta khususnya 2.6 Business Gathering DPP APINDO
selalu solid / bersinergi menghadapi dinamika Banda Aceh
hubungan industrial di DKI Jakarta dan
sekitarnya. Business Gathering yang digelar DPP
APINDO Banda Aceh pada tanggal 2 Desember
2.5 Business Gathering DPP APINDO 2013 dengan peserta kurang lebih 100 orang
Kalimantan Tengah mengangkat tema “Dunia Usaha Kuat, Ekonomi
Aceh Tangguh”. Business Gathering dibuka
oleh Asisten II Sekda Aceh T. Said Mustafa
mewakili Gubernur Aceh dan menghadirkan
narasumber Bapak Anthony Hilman SH, MBA
yang mengajak semua unsur pengusaha di
Aceh untuk bersinergi dengan para pemangku
kepentingan perekonomian di Aceh menuju
kesejahteraan umum yang lebih baik.
2.7 Business Gathering DPP APINDO Riau 2.8 Business Gathering DPP APINDO
Sulawesi Barat
Business Gathering yang digelar DPP
APINDO Sulawesi Barat dilaksanakan pada
tanggal 28 Desember 2013 dengan peserta
kurang lebih 75 orang mengangkat tema
“Dunia Usaha Kuat, Ekonomi Sulawesi Barat
Tumbuh Menuju Kesejahteraan Bersama”.
Business Gathering DPP APINDO Sulawesi
Barat dibuka oleh Bapak Muh. Hisyam Said
Kepala Bidang Pengembangan Koperasi,
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi
dan UMKM Sulawesi Barat sekaligus sebagai
narasumber yang didampingi narasumber
dari DPN APINDO Bapak Anthony Hilman SH,
MBA, dan narasumber lain dari BRI dan Bank
Mandiri Kantor Cabang Mamuju, Sulawesi
Barat.
optimal terhadap anggota dan turut serta Terpilih kembali sebagai Ketua DPP APINDO
mengawal daya saing usaha khususnya di DKI Aceh masa bhakti tahun 2013-2018 adalah
Jakarta. Bapak H.M. Dachlan Sulaiman, SE
Terpilih kembali sebagai Ketua DPP APINDO
DKI Jakarta masa bhakti tahun 2013-2018
adalah Bapak Soeprayitno .
asing yang masuk mencapai USD 23 miliar. berdasarkan empat variabel, yaitu stabilitas
Kelas menengah yang tumbuh pesat, jumlah makro ekonomi, perencanaan kelembaga-
penduduk yang besar, dan melimpahnya an, iklim usaha dan tenaga kerja, serta
sumber daya alam adalah beberapa faktor pembangunan infrastruktur. ACI menggandeng
yang menarik investor untuk berinvestasi di APINDO dalam melakukan survei kepada
Indonesia. Meski demikian, daya tarik yang pengusaha di daerah guna mendukung pe-
besar ini belum didukung dengan iklim investasi nelitiannya.
yang kondusif dan infrastruktur yang memadai. Hasil penelitian ACI tersebut telah di-
Era otonomi daerah yang memberikan publikasikan dalam bentuk buku berjudul Daya
wewenang ekonomi lebih luas kepada daerah Saing dan Strategi Pembangunan untuk 33
ternyata membawa masalah baru dalam Provinsi Indonesia. Peluncuran buku tersebut
investasi. Pengurusan izin usaha yang berbelit, diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25
aturan yang tumpang tindih, serta tingginya Juni 2013 lalu. Acara ini juga dihadiri Ketua
biaya birokrasi adalah beberapa di antaranya. Umum DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi.
Belum lagi masalah keterbatasan tenaga kerja Dalam sambutannya, Ketua Umum DPN
terampil dan buruknya infrastruktur di daerah. APINDO menekankan bahwa cara terbaik
Padahal daerah adalah tulang punggung dalam membangun perekonomian di era otonomi
peningkatan realisasi investasi yang pada daerah ini adalah dengan memperhatikan
akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi pembangunan daerah. Sofjan juga mendesak
nasional. kepala daerah untuk melakukan reformasi
Mengingat pentingnya peran daerah dalam birokrasi guna memperbaiki iklim investasi di
realisasi investasi, Asia Competitiveness provinsinya masing-masing sehingga Indonesia
Institute (ACI) dari Lee Kuan Yew School of bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan
Public Policy, National University of Singapore, investasinya ke depan.
melakukan penelitian terhadap daya saing 33
Provinsi di Indonesia. Daya saing Provinsi diukur
Bidang Hukum
& Advokasi
PENDAHULUAN
KEGIATAN
1. Sosialisasi Pasca Permenakertrans No. Mandiri Lantai 10, Jakarta. Forum tersebut telah
19 Tahun 2012 tentang Syarat-syarat mengadakan diskusi ½ hari dihadiri sekitar 40
Penyerahan Sebagian Pelaksanaan (empat puluh) orang terdiri dari OJK (Otoritas
Pekerjaan Kepada Perusahaan lain Jasa Keuangan), Bank Indonesia, Asosiasi
Perbankan : Perhimpunan Bank-Bank Umum
Menindaklanjuti pembahasan Outsourcing Nasional (Perbanas), Himpunan Bank Milik
pada acara Konvensi Outsourcing Indonesia Negara (Himbara), Asosiasi Bank Pembangunan
2013 yang telah diselenggarakan oleh APINDO Daerah (Asbanda), Asosiasi Bank Syariah
Training Centre (ATC) pada tanggal 2 – 5 April Indonesia (Asbisindo) dan Asosiasi Bank
2013 bertempat di Hotel Grand Mustika Asing. Pertemuan forum tersebut bermaksud
Yogyakarta dengan dihadiri sekitar 500 (lima untuk membuat rekomendasi khusus sektor
ratus) orang dari berbagai asosiasi sektor. perbankan tentang Permenakertrans yang
Beberapa asosiasi sektor mengundang dimaksud.
Ketua Hukum dan Advokasi DPN APINDO ibu
Endang Susilowati sebagai narasumber dengan 1.2 Eurocham Finance Working Group
pembahasan Permenakertrans No. 19 Tahun Meeting
2012 yang telah diundangkan pada tanggal
19 November 2012 dan perusahaan wajib
menyesuaikan dengan ketentuan Permenaker
tersebut selama 1 (satu) tahun sampai tanggal
19 November 2013.
Asosiasi sektor yang mengadakan sosialisasi
Permenakertrans No. 19 Tahun 2012 dan
mengundang Ketua Hukum dan Advokasi DPN
APINDO adalah :
2.1 Pertemuan Nasional Eksaminasi Putusan 2.2 Forum Forum Konsultasi dan Koordinasi
Hakim AdHoc PHI unsur APINDO Nasional Ketua DPP APINDO, dan Hakim
Program kerjasama APINDO dengan NHO Ad Hoc dan Kasasi unsure APINDO
tahun 2013, khusus bidang Hukum dan Program Kerjasama DPN APINDO dengan
Advokasi telah menyelenggarakan Pertemuan NHO dalam program Pertemuan Nasional
Nasional Eksaminasi Hakim AdHoc PHI Forum Konsultasi dan Koordinasi Nasional
unsur APINDO pada tanggal 27-28 Juni 2013 Ketua DPP APINDO, dan Hakim Ad Hoc dan
hak mereka dalam melakukan konsultasi dan ketentuan pembuatan Alur Proses hingga
meminta advis hukum kepada Bidang Hukum masalah outsourcing.
dan Advokasi dengan berbagai permasalahan Advis hukum dan advokasi yang telah
yang mereka hadapi terkait Hubungan Industrial, diberikan kepada Anggota tersebut disesuaikan
khususnya masalah ketenagakerjaan. dengan pokok permasalahan, situasi dan
Terdapat beberapa Permasalahan yang kondisi secara faktual dan ketentuan normatif
dikonsultasikan oleh Anggota tersebut, mulai sesuai dengan peraturan perundangan-
dari permasalahan Demo atau unjuk rasa dan/ undangan yang berlaku yang menjadi rujukan
atau mogok kerja, perselihan hak, perselisihan hukum positif terkait Hubungan Industrial dan
PHK, perselisihan kepentingan, mengenai Ketenagakerjaan di Indonesia.
Perjanjian Kerja (PKWT dan PKWTT), mengenai
PENDAHULUAN
Seiring dengan perjalanan panjang peran Perkembangan dunia usaha yang semakin
APINDO yang telah mencapai usia 61 tahun, maju dan senantiasa bergerak menuntut
tahun 2013 merupakan tahun penting bagi kecepatan informasi yang aktual dan tepat yang
langkah organisasi APINDO selama 5 (lima) dirasakan tidak hanya bermanfaat sebagai
tahun kedepan yakni dengan pelaksanaan pengetahuan dasar bagi organisasi maupun
Musyawarah Nasional IX yang telah individu namun tentunya sebagai pintu dalam
mengukuhkan kembali kepemimpinan Bapak memasuki persaingan usaha yang sehat.
Sofjan Wanandi sebagai Ketua Umum APINDO Keberadaan perusahaan anggota menjadi
Periode 2013-2018. Sebagai Organisasi besar bagian penting dalam perkembangan APINDO.
yang mewakili kepentingan dunia usaha saat Beragam kegiatan telah dilaksanakan se-
ini tidak hanya dibidang ketenagakerjaan dan bagai bentuk komitmen dalam memberikan
hubungan industrial, namun APINDO telah pelayanan dan informasi, Departemen Pe-
berusaha mewujudkan iklim usaha nasional layanan dan Informasi selalu berusaha
yang kondusif sehingga dapat memperkuat meningkatkan pelayanan dan jangkauan
perekonomian Nasional. informasi agar dapat diterima oleh seluruh
lapisan stakeholder APINDO.
KEGIATAN
Pada tahun 2013, Departemen Informasi
dan Layanan Anggota konsisten menjalani
kegiatan-kegiatan rutin, antara lain:
1.2 Website
Perkembangan dunia Internet saat ini telah
menjadi kebutuhan primer bagi manusia,
segala macam informasi dan data-data
pendukung tersaji di dalamnya. Sebagai
bentuk pelayanan kepada dunia usaha secara
umum. APINDO menyajikan informasi yang
dapat di akses melalui website DPN APINDO,
yang bertujuan sebagai sarana dan media
bagi penyebaran informasi Kepada Pengurus,
perusahaan-perusahaan Anggota Luar Biasa
APINDO dan Non Anggota DPN APINDO.
Berdasarkan statistik 20 negara asal
terbanyak yang mengunjungi website APINDO
[Link] berasal dari Indonesia
sampai dengan Hungaria.
Pelaksanaan CEO/Owners
Gathering
Kegiatan CEO/Owners Gathering ini sangat yang akan bersentuhan langsung dengan
strategis bagi dunia usaha untuk mengetahui dunia usaha.
perkembangan ke depan serta kebijakan- Pelaksanaan CEO/Owners Gathering yang
kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah telah dilaksanakan di Tahun 2013:
4. Pelatihan SMK3
PENDAHULUAN
Peranan Bidang Hubungan Internasional Dalam konteks ekonomi dan bisnis,
pada Asosiasi Pengusaha Indonesia sebagai kebijakan dan regulasi perlu selaras agar
wadah komunikasi, informasi, representasi, situasi perekonomian kondusif. Kondisi ini
fasilitasi, advokasi serta perumus kebijakan dapat memperluas kesempatan usaha dalam
hubungan luar negeri diwujudkan dengan negeri yang berdaya saing. Dampak globalisasi
melakukan diseminasi atau sosialisasi ekonomi menuntut APINDO perlu lebih
melalui komunikasi hubungan masyarakat berkiprah dalam mengadvokasi kebijakan dan
(public relations). Untuk mendukung misi regulasi internasional melalui tim negosiasi
organisasi, khususnya dalam mewujudkan Perjanjian Perdagangan Bebas antar negara
iklim ketenagakerjaan dan hubungan (Free Trade Agreement – FTA) dan Perjanjian
industrial yang harmonis, dinamis dan Kerjasama Ekonomi (Comprehensive Economic
berkeadilan serta meningkatkan daya Partnership Agreement – CEPA). Peran APINDO
juang dan daya saing Pengusaha Indonesia dalam perundingan Perdagangan Internasional
dalam merepresentasikan dunia usaha tersebut mendukung Keputusan Presiden
Indonesia diberbagai lembaga Nasional dan No. 6 tahun 2013 tentang Pembentukan Tim
Internasional, maka pada tahun 2013 Bidang Nasional untuk Perundingan Perdagangan
Hubungan Internasional secara berkelanjutan Nasional menjadi bagian dari Tim Perunding
memperkuat hubungan internal dan eksternal Indonesia terkait berbagai CEPA/FTA.
melalui kerjasama dengan para mitra dalam APINDO sangat aktif menyampaikan aspirasi
dan luar negeri. dan advokasi terhadap rancangan undang-
Bentuk hubungan dan kerjasama inter- undang perdagangan nasional serta revisi
nasional dari tahun ke tahun diupayakan untuk Daftar Negatif Investasi (DNI) yang diharapkan
lebih menyuarakan Pengusaha Indonesia dapat memberikan kesempatan optimal bagi
melalui wadah organisasi pengusaha di pengusaha dalam negeri dan memberikan
tingkat regional dan internasional. Kerjasama peluang investasi yang saling menguntungkan
internasional yang berkelanjutan dengan bagi investor asing.
mitra asing bertujuan untuk memperkuat Melalui bidang Hubungan Internasional,
kemampuan dan keahlian melalui pengem- APINDO turut pula aktif dalam The Indonesia
bangan organisasi di tingkat pusat dan Service Dialog. Dialog ini melibatkan ke-
daerah, pengembangan UKM binaan lembagaan, para pemangku kepentingan
APINDO, memperkuat koordinasi antara yaitu para pengusaha, pemerintah, peneliti
pusat dan daerah untuk dialog sosial, hukum yang secara teratur melakukan forum publik
ketenagakerjaan dan hubungan industrial dan lokakarya berbasis penelitian untuk
serta memfasilitasi anggota APINDO dalam membahas prioritas dan reformasi dalam
kegiatan pelatihan terkait ketenagakerjaan. upaya meningkatkan pertumbuhan pada
sektor jasa pelayanan.
KEGIATAN
4. ILO Asian Knowledge Forum: Realizing Decent Work for Domestic 24 – 26 April
Workers Bangkok, Thailand
Alicia Bala, Deputy Secretary General ASEAN beserta peserta “Expert Meeting -
The Road to the ASEAN Economic Community 2015 and Beyond”, di Bali
berdampak pada akses pasar yang lebih besar Secara umum terlepas dari sektor industri kunci
ke pasar terbesar di dunia, sedangkan bagi para di negara-negara ASEAN, pengetahuan tentang
investor hal ini memberikan kesempatan untuk program dan tujuan ASEAN serta implikasi
memasuki lingkungan yang berdaya saing dan dan peluang untuk bisnis masih dirasa kurang
sumber daya yang beragam di kawasan ASEAN. informasi dan belum ada strategi yang jelas yang
Untuk lebih memahami faktor-faktor yang dilakukan oleh pemerintah dan pelaku bisnis di
mendorong perubahan tersebut, Biro ILO beberapa negara anggota. Intinya tujuan ASEAN
untuk kegiatan para Pengusaha (ACT/EMP) tidak akan tercapai kecuali investor lokal dan
mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh asing dapat meyakinkan bahwa ASEAN adalah
para ahli dan pimpinan organisasi dari sepuluh tempat yang lebih baik untuk berinvestasi
negara anggota ASEAN, termasuk APINDO dan dibandingkan pesaingnya. Demikian yang
anggota Konfederasi Pengusaha ASEAN lainnya, disampaikan oleh Ibu Shinta W. Kamdani, Ketua
spesialis dalam industri rekrutmen, perwakilan APINDO bidang Hubungan Internasional dalam
senior perusahaan, konsultan internasional, sambutannya.
para peneliti terkemuka dari masyarakat
akademik. 3. APINDO dalam Konferensi Perburuhan
Pertemuan ini berlangsung di Bali - Indonesia Internasional
pada tanggal 7 - 8 November 2013. Tujuan per-
temuan membahas gambaran tantangan dalam Konferensi Ketenagakerjaan Internasional
persiapan untuk integrasi ASEAN melalui diskusi (International Labour Conference - ILC) telah
tentang apa artinya dan kepentingan untuk diselenggarakan di Jenewa Swiss, 5 - 20 Juni
bisnis dan para pelaku dan organisasi terkait. 2013. Keberadaan dan peran delegasi Republik
Hasil diskusi ini menjadi masukan kolektif dan Indonesia (DELRI) khususnya unsur Pengusaha
analisis tentang pasar tenaga kerja di kawasan (APINDO) pada ILC ke-102 telah dapat memenuhi
ASEAN. Rekomendasi bersama dapat menjadi semua posisi, yaitu pada Komite Tetap Aplikasi
referensi para organisasi Pengusaha/Bisnis Standar dan Komite-komite Tehnik, seperti:
untuk berpartisipasi aktif dalam debat kebijakan komite Kesempatan Kerja dan Perlindungan
di tingkat nasional dan regional. Sosial dalam Perubahan Struktur Penduduk,
Pada kenyataannya, perusahaan besar dari komite Pembangunan Berkelanjutan Melalui
negara ASEAN sudah aktif berinvestasi di negara- Kerja Layak dan Ramah Lingkungan, serta
negara ASEAN tetangga. BUMN Indonesia komite Dialog Sosial.
telah ber-investasi pada sektor infrastruktur di Peran ini perlu ditingkatkan lagi agar ke-
Myanmar atau Salim Group pada proyek-proyek hadiran DELRI unsur pengusaha menjadi lebih
infrastruktur di Viet Nam, Myanmar dan Thailand. bermakna. Selanjutnya Ketua DELRI unsur
mendorong impor dan mengurangi subsidi. negara yang kaya sumber daya dan dalam
Sektor pertanian nasional yang belum kokoh menuju pembangunan jangka panjang pada
akhirnya kehilangan daya saing menghadapi ekonomi industri yang lebih beragam.
produk impor yang murah dan masuk kapan
saja. Menurut Hendri, pemerintah mengabaikan 7. CEO Update - APINDO Forum
sektor pertanian yang menampung sedikitnya dengan IOE
40 juta tenaga kerja sehingga menjadi penopang
perekonomian nasional. Hendri meminta APINDO sebagai anggota organisasi peng-
pemerintah sadar dan mau membenahi masalah usaha internasional, pada tahun ini berupaya
struktural perekonomian di semua sektor. untuk lebih berpartisipasi dalam memberikan
”Bukan mengutak-atik kebijakan moneter dan prespektif, ide dan gagasan sebagai pengusaha
fiskal semata”. Indonesia. Upaya ini penting diperkuat agar
situasi, kondisi dan potensi Indonesia dapat
6. Presentasi CEO General Electric, menjadi rekomendasi dalam menghadapi isu-
Amerika Serikat isu perburuhan internasional.
Pada forum CEO Gathering, APINDO telah
APINDO bekerjasama dengan KADIN mengundang pejabat IOE Mr. Brent Wilton,
Indonesia dan Departemen Perdagangan Secretary General dan Ms. Siew Sze Lee, Adviser
menyelenggarakan diskusi dengan presentasi for Asia Pacific Regional membahas topik Upah
oleh Jeff Immelt, CEO General Electric, di Minimum, Jaminan Sosial, Ketenagakerjaan
Auditorium Departemen Perdagangan Jakarta dan Dialog Sosial di APINDO Jakarta, Jum’at
pada tanggal 19 Februari 2013. Topik presentasi (8/11/2013). Dalam sambutannya, Mr. Brent
tentang "Kepemimpinan dalam Dunia Baru Wilton menggarisbawahi pentingnya perusahaan
Globalisasi". Forum ini ditujukan untuk para berbagi perspektif dengan APINDO untuk
pemimpin bisnis terkemuka dan pejabat membangun dan memperkuat suara bisnis.
pemerintah dan ide-ide telah disampaikan
tentang isu yang akan mempengaruhi dunia
untuk kurun waktu ke depan, serta rencana
General Electric di Indonesia .
Ide pertama adalah dampak kemandirian
energi di AS dengan memanfaatkan sumber gas
alam yang melimpah , yang akan mempengaruhi
daya saing global. Ide kedua adalah pergeseran
akibat globalisasi dalam mengembangkan
kemitraan lokal dari sebelumnya melalui upaya
Alih Daya (outsourcing). Ketiga, pentingnya
penelitian dan pengembangan daya saing Mr. Brent Wilton, Secretary General IOE dan Ms. Siew
perusahaan sektor manufaktur. Keempat , Sze Lee, Adviser for Asia Pacific Regional serta Mr. Sri
perkembangan teknologi terutama pada media Martono Ketua DPN APINDO dalam kegiatan CEO Gathering
membahas topic upah minimum dan jaminan sosial di
sosial yang dapat mengadopsi data industri yang Jakarta pada tanggal 8 November 2013.
real time, dan dapat diakses dari mana saja di
dunia. Kelima , pentingnya kepemimpinan untuk Berkenaan dengan peningkatan pengawasan
melayani pelanggan dengan lebih baik . internasional dan isu-isu perburuhan di negara-
Indonesia dengan segala potensi dan masih negara berkembang, IOE menekankan bahwa
perlu pembangunan infrastruktur, merupakan perhatian tersebut tidak berarti bahwa Indonesia
negara mitra penting bagi GE sebagai salah harus mengimpor model Barat. Para pengusaha
satu perusahaan infrastruktur terbesar di dunia. perlu bekerja sama dengan pemerintah
Immelt mengatakan bahwa GE ingin mengambil dan pekerja untuk menemukan model yang
bagian dalam perjalanan Indonesia sebagai berkelanjutan di Indonesia sesuai kondisi dan
Seminar Regional ke-7 ini fokus pada kebijak- 4. Program on Occupational Safety and Health
Management and Work Environment
an dan pelaksanaan organisasi pengusaha
[ERWM]
mengenai tantangan umum yang dihadapi dalam
kehidupan kerja untuk mencapai kesepakatan 5. Program on Industrial Relations (IR) and
dan kerjasama secara terus menerus antara Human Resource Management (HRM)
[ERPM-2]
pembukaan lokakarya di Bogor, Bapak Hariyadi sebagai forum untuk berbagi best practices,
B. Sukamdani, Ketua DPN APINDO bidang mendorong pengembangan pasar, mendorong
Ketenagakerjaan dan Ketua Dewan Pengupahan capacity building, serta pertukaran informasi
Nasional menerangkan bahwa usulan kenaikan dalam rangka memperluas hubungan dagang RI
upah minimum (UM) tahun 2013 rata-rata - Amerika Serikat dan dikoordinasikan bersama
sebesar 30- 50 %, para pengusaha menilai oleh Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi
angka kenaikan tidak rasional. Pada awalnya, Internasional, Kemenko Perekonomian dan
Upah Minimum sebagai safety net tetapi pada Assistant Secretary of Commerce for Market
saat ini menjadi upah standar. Access & Compliance, U.S. Department of
Para pengusaha merasakan keberatan Commerce (USDC) sebagai co-chairs.
dengan kenaikan UM yang tinggi, kondisi ini juga Sejak dibentuk pada tahun 2011, kedua
akan menyebabkan ikut naik “upah sundulan”, negara telah menyepakati lima proyek, yaitu:
terutama bagi pekerja yang memiliki masa kerja (1) Capacity Development for Indonesia ESCO
di atas satu tahun. Tantangan bagi Pengusaha Association (APKENINDO),
apabila terjadi politisasi upah yang kemudian (2) Benefits of Clean and Reliable Electric Power
Kepala Daerah menetapkan upah tanpa Solutions to Indonesia,
persetujuan Dewan Pengupahan Propinsi/Kota. (3) The Indonesian Welding Personnel and Tech-
Selain narasumber dari Pengurus APINDO, nology Improvement Project Initatives,
hadir pula narasumber dari perwakilan Serikat (4) Maximizing the Benefits of a Credit Reporting
Pekerja/Buruh, Badan Pusat Statistik (BPS), dan System, dan
Pusat Pengkajian Pengupahan Nasional (P3N). (5) Innovation & IP Empowerment Workshops.
Materi pembahasan terkait Penggunaan Data Proyek-proyek tersebut sedang dalam tahap
Ekonomi Dalam Penghitungan Upah Minimum, perencanaan dan persiapan untuk di-
Proses Penghitungan KHL dan UMP sebagai implementasikan di tahun 2013 dan 2014.
contoh di wilayah DKI Jakarta. Perwakilan
Serikat Pekerja/Buruh menyampaikan harapan- Berikut keterlibatan perwakilan APINDO
nya agar Pemerintah dalam kebijakan UM tidak dalam sejumlah kegiatan US-Indonesia Com-
membebani para pengusaha dan membawa mercial Dialogue :
kemiskinan terstruktur bagi para Pekerja/
Buruh. Dalam rangka mencegah laju inflasi • 19 Februari 2013, Jakarta, Rapat Steering
yang terlalu tinggi, yang dapat membawa Committe Indonesia, yang telah membahas
dampak kepada daya beli para Pekerja/Buruh project proposal terkait (1) Capacity
yang berpenghasilan UM. Pemerintah harus Development for Indonesia ESCO Association
mencegah terjadinya krisis dengan menjaga (APKENINDO) dan The Indonesian Welding
stabilitas ekonomi, politik, sosial, stabilitas Personnel and Technology Improvement
keamanan serta menjamin adanya kepastian Project Initiatives.
hukum sehingga Indonesia menjadi negara
yang paling kondusif dan aman sebagai tujuan • 4 Juni 2013, Jakarta, Technical Meeting
investasi. dengan pembahasan (1) Perkembangan dan
Implementasi CD Projects (2) Pembahasan
13. US - Indonesia Commercial lanjut terkait Welding Project dan (3)
Dialogue 2013 pembahasan terkait usulan dunia usaha
Indonesia terkait proyek-proyek alternatif yang
Selama tahun 2013 APINDO terlibat aktif dapat disampaikan kepada pihak AS.
dalam Steering Committee Commercial
Dialogue RI – Amerika Serikat yang merupakan • 29 Juli 2013, Jakarta, Rapat Persiapan
working group trade and investment di bawah Penyusunan Potensi Proyek, yang telah
Comprehensive Partnership RI - Amerika membahas sejumlah topik proyek alternatif
Serikat. Commercial Dialogue ini berfungsi termasuk rencana kerjasama branding produk-
• 5 Oktober 2013, Bali, Commercial Dialogue kusi yang terbuka mengenai Perkembangan
High Level Meeting di sela-sela pelaksanaan Aktual Sektor Jasa. Dalam lokakarya dibahas
KTT APEC. Pertemuan tersebut dilatarbelakangi berbagai persoalan penting yang harus disikapi
ide dari dunia usaha kedua negara untuk Indonesia termasuk mengenai RCEP & ASEAN,
meningkatkan antusisme dan partisipasi serta Plurilateral Negotiations, APEC & ABAC, dan
memperluas jangkauan kerjasama dunia RUU Perdagangan. Materi pembahasan dalam
usaha dalam kerangka Commercial Dialogue lokakarya tersebut merupakan kesinambungan
RI – Amerika Serikat. High Level Meeting dari dialog mengenai Sektor Jasa yang
tersebut telah dihadiri oleh U.S. Secretary of dilaksanakan sebelumnya oleh Kementrian
Commerce (Ms. Penny Pritzker) dan Chairman Perdagangan. Pembahasan akan dilanjutkan
U.S. Chamber of Commerce didampingi para dengan membahas hasil riset bidang Jasa seperti
CEO senior anggota dari U.S. Chamber of Pariwisata dan Konektivitas, Pendidikan, dan
Commerce (USCC) dan U.S.-ASEAN Business Kesehatan. Para Nara Sumber nasional maupun
Council (USABC). Delegasi Indonesia dipimpin internasional, serta perwakilan dari Kementrian
oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Perdagangan yang mempresentasikan pe-
dan dihadiri Ketua Umum APINDO, Ketua mikirannya adalah Dr Sherry Stephenson
Umum KADIN Indonesia, sejumlah pengusaha (SEADI), Professor Christopher Findlay (Univer-
nasional serta anggota Steering Committee sity of Adelaide), Dr Sjamsu Rahardja (Senior
Indonesia. Economist World Bank), Dr. Yose Rizal (Ketua
Departemen Ekonomi CSIS), Dr. Iskandar
14. Indonesia Service Dialogue Panjaitan (Direktorat Perdagangan dalam
Negosiasi Jasa, Kementrian Perdagangan).
Program APINDO yang didukung USAID ini
diawali dengan menitikberatkan aktivitasnya • Public Forum Indonesia Services Dialogue
pada pengenalan forum Indonesia Services (Surabaya 19 April 2013, JW Marriot Hotel)
Dialogue (ISD) dengan keterlibatan luas para
stakeholder terkait. Aktivitas-aktivitasnya meng- Tujuan dari Forum Publik tentang Sektor
angkat tentang pentingnya sektor jasa dalam Jasa Kompetitif dengan tema “Unlocking Value
perekonomian Indonesia. Adding Potential for 21st Century Business”
Berikut kegiatan-kegiatan utama ISD yang adalah untuk menyediakan kesempatan dialog
telah dilaksanakan: bagi para Menteri Senior Indonesia dan para Ahli
dari APEC dan ABAC dengan Komunitas Usaha
• Policy and Research Workshop I tentang Indonesia beserta para partner usahanya, dalam
Perkembangan Aktual di bidang Jasa dan membahas prioritas prioritas yang berkembang
Isu-Isu yang dihadapi Indonesia (Jakarta, 25 dalam agenda APEC 2013.
Februari 2013, APINDO Training Center) Fokus Forum tersebut membahas Peran
Sektor Jasa mengingat peran pentingnya dalam
Lokakarya tersebut memberikan kesem- pencapaian sukses untuk Pengembangan
patan luas penyampaian isu-isu dan dis- Infrastruktur, yang dimaksudkan untuk mem-
PENDAHULUAN
APINDO adalah organisasi pengusaha yang kredit oleh perbankan diharapkan dapat
mewakili kepentingan dunia usaha di bidang menjadi mesin pendorong perekonomian bagi
ketenagakerjaan, hubungan industrial dan UKM-IKM. Dengan demikian UKM-IKM tetap
mewujudkan iklim usaha dan investasi nasional dapat berperan penting dalam perekonomian.
yang kondusif. Selain menjalankan agenda 2. Keterbatasan Akses Pemasaran
utamanya, APINDO juga menaruh perhatian Para pelaku UKM-IKM secara umum mempunyai
besar pada pengembangan dan penguatan UKM jaringan pasar yang terbatas, sehingga belum
(Usaha Kecil Menengah) dan IKM (Industri Kecil mampu mengakses pasar secara keseluruhan.
Menengah) sebagai pendukung perekonomian 3. Keterbatasan Akses Manajemen Keuangan
Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan Sebagian besar manajemen keuangan UKM-
UKM tahun 2012 mencatat bahwa UKM-IKM IKM masih dikerjakan secara sederhana dan
memberikan kontribusi sebesar 58.50% dari total manual. Hal inilah yang menjadi keunikan UKM-
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Jumlah IKM, yaitu tidak mempunyai informasi yang
UKM-IKM di tahun 2012 sebesar 56.534.591 terorganisasi dengan baik mengenai kondisi
unit; mampu menyerap tenaga kerja sebanyak keuangan mereka.
107.657.510 orang. 4. Isu Struktural Yang Dihadapi Pelaku UKM-IKM
UKM-IKM juga berperan strategis sebagai meliputi:
jaring pengaman masyarakat nasional dalam a. Tingginya impor jumlah bahan baku, bahan
menghadapi krisis dan gejolak perekonomian. setengah jadi dan komponen seluruh
Keberadaan UKM-IKM yang kuat dapat produksi.
menjadi modal pembangunan perekonomian b. Kurangnya penguasaan dan penerapan
serta “bantalan” dalam menghadapi gejolak teknologi (masih banyak jenis “penjahit” dan
perekonomian global. UKM-IKM dinilai sebagai “perakit”).
tulang punggung perekonomian nasional, c. Rendahnya kualitas sumber daya manusia,
khususnya bagi negara-negara anggota ASEAN; sebagaimana tercermin dalam tingkat
hal ini dipertimbangkan atas dasar jumlah pelaku pendidikan tenaga kerja.
dan penyerapan tenaga kerja UKM-IKM yang d. Belum banyaknya integrasi UKM-IKM
cukup banyak. nasional dengan perusahaan besar dalam
Asian Development Bank (ABD) menyebutkan rantai kemitraan.
bahwa 30% UKM-IKM dimiliki oleh perempuan 5. Liberalisasi Perdagangan Jasa Dan Barang
dan dari 70% tersebut sebanyak 30% dikelola oleh Dalam kerangka regional dan global, UKM-IKM
perempuan. Oleh karenanya peranan perempuan nasional menghadapi tantangan yang berat karena
dalam perkenomian cukup besar meskipun di persaingan yang semakin ketat di era liberalisasi
beberapa tempat perempuan masih mengalami perdagangan. Untuk itu UKM-IKM nasional harus
perlakuan diskriminasi dalam menjalankan dapat meningkatkan daya saingnya agar dapat
usaha. UKM-IKM terutama perempuan masih memperoleh manfaat dari era liberalisasi ini.
banyak mengalami kendala dalam hal kebijakan, Sebagai kontribusi APINDO terhadap UKM-
keahlian, pengetahuan manajemen, infrastruktur, IKM, melalui Bidang UKM-IKM, APINDO telah
modal, pengemasan, pemasaran dan lain-lain. melakukan serangkaian kegiatan yang terkait
Isu utama UKM-IKM meliputi: dengan hal tersebut antara lain: pemberdayaan
1. Keterbatasan Akses Modal dan pengembangan UKM-IKM, penguatan
Para pelaku UKM-IKM secara umum bersifat pengarustamaan jender, program pemberdayaan
non-bankable, yaitu tidak mempunyai asset angkatan muda (youth employment), program
legal yang memadai sebagai jaminan ke bank. pekerja anak, kerjasama program penanganan
Hingga saat ini, perbankan masih menjadi penderita cacat, HIV-AIDS, CSR dan program
sumber utama pembiayaan investasi dinegara terkait lainnya.
berkembang seperti Indonesia. Penyaluran
KEGIATAN
Kegiatan Bidang UKM-IKM meliputi 4 Sub 1. KERJASAMA APINDO dengan
Bidang: KONFEDERASI BISNIS DAN INDUSTRI
1. Sub Bidang UKM-IKM dan Perempuan NORWEGIA (NHO)
Pengusaha
Pemberdayaan UKM-IKM dan Perempuan Kerjasama APINDO dengan NHO dalam
Pengusaha seluruh Indonesia melalui pengembangan UKM-IKM telah berlangsung
pelatihan, kemitraan pasar dan sumber beberapa tahun terakhir. Melanjutkan
pendanaan. Penguatan UKM-IKM melalui kegiatan di tahun sebelumnya, bidang UKM
Koperasi UKEA di daerah, sosialisasi APINDO memberikan dukungan pada UKM
mengenai Social Compliance untuk UKM- dalam peningkatan kemampuan manajemen,
IKM yang berorientasi Ekspor, sosialisasi pengemasan produk, dan pemasarannya.
program K3 di UKM-IKM.
2. Sub Bidang Perempuan Pekerja
Mengintensifkan program Produktifitas
untuk meningkatkan kemampuan dan
keterampilan perempuan agar mampu
melaksanakan pekerjaan secara profesional
dan mampu mandiri.
3. Sub Bidang Jender
Pembentukan kesadaran, pemantauan,
advokasi dan pemberdayaan jender terkait
masalah Diskriminasi sampai Sexual
Harassment.
4. Sub Bidang Sosial
Berperan aktif dalam pemberdayaan
masyarakat melalui program pengentasan
pekerja anak, pekerja paksa, 1.1 Pelatihan Manajemen dan Disain
mempromosikan dan mendorong pekerja Selama tahun 2013 APINDO melakukan
layak, penyandang disabilitas, HIV-AIDS pelatihan Manajemen dan Disain Produk di
dan penyakit wabah yang lain, penderita beberapa daerah Provinsi berikut ini.
ketergantungan Narkoba dan termasuk
pemberdayaan keluarga mandiri (KB). DPP APINDO KALIMANTAN BARAT
Kegiatan pelatihan dilaksanakan tanggal
Mitra kerjasama bidang UKM-IKM DPN 5-6 Maret 2013 di Hotel Mercure-Pontianak,
APINDO berasal dari berbagai institusi di dalam Kalimantan Barat dengan peserta 61 UKM-IKM
negeri maupun luar negeri. Intitusi dalam dari sektor fashion & asesoris dan makanan &
negeri yang bekerjasama dengan APINDO dari minuman (kemasan) terdiri dari 38 orang.
berbagai kementrian dan lembaga Negara,
asosiasi usaha, perbankan, BUMN, perguruan DPP APINDO SULAWESI BARAT
tinggi dan media TV. Sedangkan dari institusi Kegiatan Pelatihan dilaksanakan tanggal
luar negeri diantaranya ILO, lembaga donor, 25-26 Juni 2013 di Villa Bogor Leppe Majene,
asosiasi usaha asing diantaranya dari Swedia Sulawesi Barat dengan peserta 67 UKM-IKM
(CTS) dan Norwegia (NHO), dan kedutaan besar dari sektor fashion & asesoris dan makanan &
Negara sahabat di Indonesia. minuman terdiri dari 32 orang.
1.1.3 DPP APINDO NUSA TENGGARA BARAT ditahun ke-8 ini mengangkat sebuah tema
Kegiatan Pelatihan dilaksanakan tanggal “Simfoni Khatulistiwa“. Kegiatan Pelatihan
3-4 Oktober 2013 di Hotel Lombok Raya, dilaksanakan 6-7 Juli 2013 di Jogya Expo
Mataram, NTB dengan peserta 28 sektor Center, Jogjakarta dengan peserta 50 UKM-
asesoris (Mutiara) dan 26 Sektor fashion IKM dari Sektor Fashion dan Asesoris.
(Tenun, anyaman). Tujuan Kegiatan : untuk menemukan jati diri/
soul yang kuat berkarakter sebagai alternatif
diferensiasi dan value added bagi produk-
produk fashion demi mendukung kemajuan
industri mode di Jogjakarta khususnya dan
Indonesia umumnya
1.3 WEBSITE
Website [Link] se-
bagai sarana informasi dan perluasan jejaring
UKM terus diupayakan perbaikan kualitasnya
dengan menambahkan jumlah anggotanya
dan juga agar semakin luas cakupan
kemanfaatannya.
Di dalam Blue Print Ekonomi Kreatif yang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
diluncurkan di Indonesia Fashion Week tahun Republik Indonesia, Dekranasda dan pejabat
lalu; Kekayaan Lokal dan Kepedulian akan daerah.
Lingkungan Hidup adalah landasan utama Workshop dan seminar ini diharapkan
yang mendasari seluruh penciptaan produk dapat menghasilkan kurikulum dan garis
dan kegiatan mempromosikan fashion lokal. besar penerapan konsep hijau dalam industri
Untuk mencapai tujuan itu, Indonesia fashion Indonesia yang nantinya akan menjadi
Fashion Week mengajak semua pihak untuk acuan bagi semua. Sebuah pilot project yang
turut serta mengenal konsep hijau dalam diharapkan membantu mempromosikan dan
berbagai kegiatan sosialisasi. mensosialisasikan semangat Green Movement
Setelah mengadakan seminar bertema dalam wujud nyata.
green di Indonesia Fashion Week 2013 lalu, Sebagai puncaknya, visualisasi dari pilot
tahun ini Indonesia Fashion Week menggelar project ini akan dapat disaksikan di Indonesia
berbagai pra-event yang mengusung tema Fashion Week 2014 yang akan digelar pada
green. SWARNAFest 2013 di Pulau Alor, NTT tanggal 20-23 Februari 2013 di Jakarta
(21-22 November 2013) dan Business Meeting Convention Center.
di Kementerian Perindustrian (27 November
2013) adalah deretan acara yang menjadi 3. KERJASAMA APINDO dengan
bagian dari Green Movement. INTERNATIONAL LABOR
Acara lain yang tidak kalah penting adalah ORGANIZATION (ILO)
Sustainable Fashion Workshop & Seminar yang
diadakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 3.1 Sustaining Competitive and Responsible
Desember 2013 di J.S Luwansa Hotel. Enterprises (SCORE)
APINDO bersama dengan Chamber Trade APINDO terus melanjutkan kerjasama
Sweden dan Indonesia Fashion Week kembali dengan ILO dalam Program SCORE yakni
menggelar workshop dan seminar ini. program untuk meningkatkan produktivitas,
Acara yang dibuka oleh Ibu Dina Midiani efisiensi dan daya saing. Kerjasama antara
(Indonesia Fashion Week), Ms. Sofie Wikander pengusaha dan pekerja juga sangat perlu
(Chamber Trade of Sweden), Ibu Nina Tursinah untuk bisa bermitra dengan baik sehingga
(APINDO) dan Mr Daniel Johansson (Swedish pada akhirnya dapat meningkatkan
Embassy) ini memberikan pengetahuan lebih produktivitas. APINDO mendukung proyek
tentang penerapan konsep hijau dalam proses SCORE karena percaya bahwa proyek ini dapat
produksi fashion dari hulu ke hilir. Partisipan menguntungkan semua pihak.
diajarkan dengan sistem technical know- Sampai saat ini sudah 91 (sembilan puluh
how; dari pengambilan keputusan, pemilihan satu) UKM-IKM yang mengikuti program SCORE
material hingga cara-cara yang dapat sebagai pilot project. Para UKM-IKM yang
digunakan. Mereka juga diajarkan tentang menjadi pilot project SCORE telah membuktikan
sustainable business; bagaimana "pilihan bahwa produktivitas mereka meningkat, ada-
hijau"nya dapat meningkatkan pendapatan nya perbaikan ditempat kerja dan meningkatkan
dan kemajuan bisnis itu sendiri. Seluruh komunikasi antara pekerja dengan pengusaha.
materi disampaikan langsung oleh praktisi Para UKM-IKM juga dapat mencapai efisiensi
Sustainable Fashion dari Chamber Trade of berupa pengulangan pekerjaan yang minimal
Sweden dan Indonesia Fashion Week. dan tingkat reject yang turun. Bahkan 4 (empat)
Acara ini diikuti oleh desainer, pelaku dari 91 (sembilan puluh satu) UKM-IKM yang
industri fashion Indonesia, pelajar sekolah menjadi pilot project SCORE yaitu Lestari
mode, asosiasi, Kementerian Perindustrian, Dini Tunggul (Jakarta), Mubaroqfood (Kudus)
Kementerian Perdagangan, Kementerian dan Baruasa Mandiri (Kendari) serta Green
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Batik (Jogjakarta) mendapatkan penghargaan
IKM sehingga lebih siap untuk menghadapi 15.00, yang bisa disaksikan melaui Ch 100
tantangan pasar global. Indovision, Top TV, OK TV atau Live Streaming
via [Link] peserta dari UKM-
7. FORUM KOMUNIKASI JEJARING IKM berbagai sektor seperti: Sektor Fashion
PEMAGANGAN (FKJP) & Asesories, Sektor Furniture & Handicraft,
Sektor Makanan & Minuman, Sektor Jamu
Keterlibatan APINDO dalam Forum Komuni- & Herbal dan perserta UKM-IKM yang sudah
kasi Jejaring Pemagangan (FKJP) telah dilakukan mempromosikan produk usahanya pada acara
tahun sebelumnya dan terus dilanjutkan tahun Biz Brief.
2013 yang bertujuan untuk menjembatani
kepentingan pembinaan kompetensi tenaga 9. PENANDATANGAN MOU APINDO
kerja, ketersediaan peluang dan infra struktur dengan PLAN INTERNATIONAL
yang ada di perusahaan untuk pelaksanaan
pemagangan. Plan International Inc. sebuah organisasi
Tahun 2013 telah dilakukan kegiatan FKJP internasional yang telah terdaftar berdasarkan
di Provinsi Gorontalo (28 Februari 2013) dan hukum Amerika Serikat, tujuan utama dari
Provinsi Maluku (22 Maret 2013). Plan Indonesia adalah untuk memperbaiki
kehidupan untuk anak-anak, keluarganya
8. KERJASAMA ASOSIASI PENGUSAHA dan juga masyarakat. Plan Indonesia telah
INDONESIA (APINDO) DENGAN MNC mengembangkan sebuah proyek yang bernama
BUSINESS TV Young Women Economic Empowerment (untuk
selanjutnya disebut sebagai “Proyek YEE”);
Dalam rangka menindak lanjuti kerjasama membutuhkan keahlian dari institusi yang akan
Bidang UKM-IKM DPN APINDO dengan MNC menjadi mitra kerja sama untuk mengelola dan
Business TV untuk pemberdayaan UKM-IKM melaksanakan Proyek dan dengan ini telah
binaan DPN APINDO melalui penayangan di menunjuk Partner sebagai pihak kompeten
MNC Business TV menyelenggarakan acara Biz yang mampu mencapai segala tujuan dari
Brief berupa Talkshow setiap hari Jumat, Jam Proyek dilakukan Penandatanganan MoU
CUSTOM CLEARANCE
(sea, air, project based)
DOMESTIC DELIVERIES
(inland, FCL, LCL, airfreight, seafreight)
WAREHOUSING
LOGISTIC EFFICIENCY ADVISORY SERVICES
PT UNGGUL CIPTA TRANS
Graha BIP 9th Floor
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta 12930
INDONESIA
Telephone: +62‐21‐2525866
Facsimile: +62‐21‐2521537
PENDAHULUAN
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kerja serta menciptakan Hubungan Industrial
merupakan salah satu organisasi pengusaha yang harmonis, demokratis, adil dan bermar-
yang hingga saat ini mengurusi bidang tabat. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia
ketenagakerjaan pada umumnya dan terkadang menyebabkan perselisihan Hubun-
Hubungan Industrial pada khususnya, yang gan Industrial, terutama di antara kalangan
mendapat pengakuan baik di dalam negeri pengusaha dan pekerja. Untuk menjembatani
maupun luar negeri. Misi utama pemerintah kepentingan tersebut, dibentuk lembaga non-
Indonesia di bidang ketenagakerjaan, dalam struktural yang bersifat tripartit, yaitu Dewan
hal ini APINDO bersama-sama dengan Pengupahan dan Lembaga Kerja Sama (LKS)
Pemerintah c.q. Kementerian Tenaga Kerja Tripartit Nasional dimana APINDO berperan
dan Transmigrasi, adalah mempromosikan secara aktual.
kesempatan kerja dan pelayanan penempatan
KEGIATAN
A. DEWAN PENGUPAHAN NASIONAL meningkatkan kinerja APINDO yang berperan
(DEPENAS) strategis dalam pencapaian tujuan dari Dewan
Pengupahan Nasional (Depenas). Hasil-hasil
Dalam keterlibatannya dengan Depenas, tersebut dalam prosesnya akan dilaporkan
APINDO bertugas untuk memberikan saran sebagai berikut.
dan pertimbangan kepada pemerintah dalam
rangka perumusan kebijakan pengupahan dan I. SMP3 (Sistem Manajemen Pembinaan
pengembangan sistem pengupahan nasional. Pengupahan di Perusahaan)
Sebagai bagian dari unsur Depenas yang
mewakili unsur pengusaha, APINDO terlibat Dalam rangka menjaga keberlangsun-
dalam beberapa sidang pleno Depenas. Hal- gan dunia usaha dan kesejahteraan buruh/
hal yang menjadi bahasan dalam kegiatan pekerja (rakyat), APINDO bersama-sama
pertemuan Dewan Pengupahan Nasional dengan Sekretariat Depenas telah mengada-
(Depenas) antara lain: kan pertemuan untuk membahas agenda
1. SMP3 (Sistem Manajemen Pembinaan SMP3 (Sistem Manajemen Pembinaan
Pengupahan di Perusahaan) Pengupahan di Perusahaan). Harapan APINDO
2. RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) terhadap SMP3 adalah dapat menata sistem
tentang Pengupahan. pembayaran upah yang diberikan perusahaan
APINDO secara aktual terlibat dalam setiap kepada pekerja dalam suatu standar atau
pertemuan atau sidang pleno Depenas yang skala pengupahan, sesuai kemampuan dan
telah diselenggarakan sebanyak 5 (lima) kali tingkat pekerja. Dengan demikian, struktur
di sepanjang tahun 2013. Beberapa kajian upah yang diberikan perusahaan kepada
yang telah dibahas pada tahun 2013 tidak pekerjanya menjadi jelas dan proporsional
hanya akan menjadi bahan dokumentasi dimana mengacu kepada masa kerja dan
tetapi diharapkan menjadi informasi dan pengalaman.
bahan tinjauan (evaluasi) dalam rangka
II. RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) • Membuat rujukan utama dalam perumusan
tentang Pengupahan kebijakan dan pengembangan sistem
pengupahan nasional.
Depenas juga telah membuat kajian • Mengimplementasikan kebijakan dan sistem
secara intensif terkait proses penyusunan pengupahan nasional yang terintegrasi
Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan berbasis riset (data ilmiah) di seluruh
tentang Pengupahan. RPP Pengupahan Indonesia.
merupakan amanat dari UU Nomor 13 Tahun • Menciptakan iklim investasi yang kondusif
2003 Pasal 97 tentang Ketenagakerjaan. melalui kebijakan dan sistem pengupahan
Peraturan-peraturan yang disusun dalam RUU yang mendorong produktivitas dan
Pengupahan harus memacu peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh.
kompetensi, prestasi kerja dan produktivitas. • Menciptakan nilai tambah ekonomi untuk
Atas dasar pertimbangan dari banyak aspek, stakeholder.
DPN APINDO Bidang Pengupahan mempunyai
3 (tiga) langkah utama yang terus diupayakan, b. Jangka Panjang :
yaitu: • Membangun secara nyata paradigma baru
• Memperbaiki Sumber Daya Manusia dan dari sistem pengupahan yang adil oleh
sumber data di APINDO, terutama pada lembaga yang kredibel, bagi pengusaha dan
Bidang Pengupahan serta Bidang Hukum pekerja.
dan Advokasi, karena kedua Bidang ini • Memastikan matriks kompetensi anggota
merupakan ujung tombak keberadaan dewan pengupahan berbasis dasar-dasar
APINDO dan sekaligus performa kita. pengupahan yang bersifat riset .
• Mendorong pengalihan pihak surveyor untuk • Memastikan data hasil riset menjadi dasar
pengambilan data yang menjadi dasar utama mengambil kebijakan dan menyusun
penentuan pengupahan, harus diambil sistem pengupahan nasional.
oleh lembaga yang memiliki kredibilitas • Memastikan sistem telah terintegrasi
yang teruji. Jadi tidak ada lagi pengambilan dalam implementasi penentuan KHL
data (survei) KHL oleh unsur yang memiliki sampai dengan survei dan perundingan
kepentingan. upah minimum secara terus-menerus dan
• Tetap memberikan ruang bagi usaha padat konstruktif sehingga mendorong tercapainya
karya untuk memperoleh insentif atau UMK/UMP yang berbasis riset dan objektif
keringanan, di antaranya penundaan upah yang selanjutnya dapat menjadi rujukan
minimum, bila memang cukup alasan untuk semua pihak.
itu. • Memastikan analisis dan pengembangan
kebijakan dan sistem pengupahan jangka
III. Usulan APINDO dalam Dewan Pengupahan panjang yang terarah pada pencapaian upah
yang berkeadilan.
Beberapa masukan untuk Dewan Peng- • Memastikan tujuan independensi Dewan
upahan baik di Tingkat Daerah maupun di Pengupahan yang didukung data hasil riset
Tingkat Nasional, yang diperlukan untuk oleh lembaga yang kredibel.
mengintegrasikan dan mengoptimalkan target Harapan APINDO yang perlu segera
Dewan Pengupahan Daerah/ Nasional dalam direalisasikan pada tahun 2014 adalah
jangka pendek dan jangka panjang yang lebih peningkatan sumber daya manusia yang
nyata antara lain dicapai dengan cara berikut: terlibat dalam Dewan Pengupahan, serta
memberikan kesadaran yang utuh kepada
a. Jangka Pendek : semua pihak, sehingga dapat menjadikan
• Menetapkan UMP tepat waktu di seluruh Dewan Pengupahan sebagai sarana solutif
Indonesia.
dibandingkan sebagai sarana politis atas Dalam interaksi tiga pihak, pemerintah,
kepentingan pihak-pihak tertentu, dan pekerja, dan pengusaha bertemu bersama
atas hal itu APINDO harus mampu menjadi dalam suatu wadah tripartit untuk membahas
pelopor untuk mendorong kemandirian tanpa hal-hal yang menjadi masalah. Realisasi
mengurangi rasa hormat kepada para pihak yang paling umum dari interaksi tripartit ini
lain dalam lingkup tripartit. terwujud melalui Lembaga Kerja Sama (LKS)
Tripartit. Forum tripartit merupakan forum
B. LEMBAGA KERJA SAMA (LKS) yang sangat strategis bagi APINDO. APINDO
TRIPARTIT NASIONAL menjadi representasi tunggal untuk mewakili
organisasi pengusaha di LKS Tripartit Nasional.
Struktur perekonomian suatu negara dapat Keberadaan APINDO dalam Lembaga
tercermin dari struktur ketenagakerjaan. Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sangat
Wacana tentang kebijakan ketenagakerjaan diperlukan untuk membantu penyelesaian
dan Hubungan Industrial sebaiknya diletakkan masalah-masalah ketenagakerjaan yang
dalam konteks yang lebih luas, karena isu terjadi saat ini.
ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Permasalahan utama dalam ketenagakerja-
merupakan fenomena yang melibatkan buruh/ an yang seringkali menimbulkan Hubungan
pekerja, pengusaha, dan pemerintah yang Industrial menjadi tidak harmonis adalah
memerlukan kondisi “ideal” bagi semua pihak mengenai pengupahan, pelaksanaan tenaga
demi kepentingan nasional. alih daya (outsourcing), SJSN (Sistem Jaminan
Sosial Nasional), dan pengaturan serikat
buruh/pekerja. Isu-isu tersebut menjadi
perhatian utama APINDO dalam LKS Tripartit
Nasional. Dengan demikian, peran APINDO di
lembaga tripartit yang strategis ini harus terus
digarap lebih baik dan mempunyai kebijakan
jelas tentang hal-hal yang harus diperjuangkan
di dalam forum ini, sehingga APINDO dapat
memberikan sumbangan pemikiran dimana
kebijakan-kebijakan yang dihasilkan tidak akan
menghambat kepentingan berbagai pihak.
Rapat Koordinasi Badan Intelejen Negara (BIN) dengan APINDO dan instansi terkait lainnya (Polri, TNI dan Kemenakertrans)
membahas persoalan Ketenagakerjaan dan Keamanan berusaha.
Di dalam forum LKS Tripartit Nasional ini, (LKS Tripnas) atas tindakan anarkis di be-
APINDO memanfaatkan kesempatan untuk berapa kawasan oleh oknum atas pengru-
mengajak Serikat Buruh/Pekerja untuk sakan, sweeping atas aset perusahaan dan
bersama-sama membangun Hubungan Indus- intimidasi terhadap manajemen perusahaan.
trial yang harmonis. Oleh karena itu, diperlukan • Menghargai independensi dewan peng-
langkah preventif atas kasus-kasus Hubungan upahan di masing-masing daerah melaui
Industrial di Indonesia yang terjadi akibat survei dan riset pengupahan yang adil dan
permasalahan pengupahan. Langkah-langkah objektif.
preventif yang dilakukan oleh APINDO antara • Melakukan komunikasi Aktif melalui DPN
lain sebagai berikut : APINDO dengan pemerintah (Menakertrans,
• Mendesak Pimpinan Daerah untuk mem- LIPI, Bapenas dan DPR Komisi IX) untuk
perhatikan dan memahami secara kompre- melihat masalah upah bukan ranah politis,
hensif regulasi penetapan upah berdasar- tetapi area teknis yang membutuhkan kajian
kan kesepakatan dewan pengupahan yang secara ilmiah dalam penetapannya.
didasarkan oleh hasil riset yang adil bagi • Mendorong terciptanya lembaga yang
pengusaha dan pekerja, serta yang paling independen dengan melibatkan para ahli
penting adalah tidak melakukan intervensi untuk turut aktif di masing-masing daerah
politis atas proses penetapan UMP/UMSP dalam mendorong perundingan upah yang
Final yang dituangkan dalam bentuk SK adil, independen, dan berbasis riset oleh
Gubernur. Mendesak Pemerintah Daerah lembaga yang kredibel.
untuk berani bertindak tegas atas setiap Dalam interaksi APINDO dengan pemerintah
bentuk penyimpangan, tindakan anarkis yang diluar mekanisme LKS-Tripartit, APINDO
mengarah kepada pengrusakan, sweeping mendukung Instruksi Presiden (Inpres) no.
dan intimidasi kepada siapapun yang terkait 9/2013 terkait upah minimum, yang pada
dengan pengambilan keputusan tentang dasarnya penegasan Presiden bagi semua
UMP/UMSP Final, sehingga pemerintah pihak terkait untuk mengikuti mekanisme
sebagai fasilitator dan dinamisator di Dewan peraturan perundang-undangan dalam
Pengupahan akan bisa terwujud. penentuan UMP/UMK (Upah Minimum Provinsi
• Mengecam dan menyuarakan sikap melalui atau Kabupaten/Kota). APINDO menilai bahwa
Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasio-nal Inpres tersebut dapat menjadi dasar untuk
kemanusiaan. SJSN meliputi 5 (lima) program, • Monitoring dan Evaluasi DJSN atas progres
yaitu: Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan persiapan transformasi PT Askes (persero)
Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan PT Jamsostek (persero) ke BPJS
dan Jaminan Pensiun. • Sebagai uji coba dalam implementasi
Meskipun telah ditentukan sejak sepuluh pelaksanaan Jaminan Kesehatan,
tahun lalu melalui Undang-Undang Nomor 40 Kemenkokesra telah menunjuk 6 propinsi
Tahun 2004, pembuatan regulasi turunannya yaitu Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta,
dan implementasi program SJSN kurang siap Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
untuk dilaksanakan. SJSN pada dasarnya • Jaminan Kesehatan yang mulai
merupakan suatu program sangat besar dan diimplementasikan pada tanggal 1 Januari
substansial untuk awal mula reformasi sistem 2014 kepesertaan pertama sebesar sekitar
jaminan sosial di Indonesia. Oleh sebab itu, 120 juta penduduk meliputi eks peserta
pengaturan dan pengawalan atas pelaksanaan Jamkesmas, eks peserta Askes PNS/
program SJSN harus bersifat menyeluruh Pensiunan TNI Polri, eks Jamsostek, dan
sehingga manfaatnya bisa optimal. Secara sebagian peserta Jamkesda. besarnya iuran
keseluruhan, selanjutnya, program ini per bulan adalah:
diharapkan dapat menunjang pertumbuhan • PBI sebesar Rp. 19.225 per orang per
(pro-growth) serta menciptakan sumber daya bulan, perawatan kelas 3
manusia yang cerdas dan terlindungi sehingga • Pekerja Bukan Penerima Upah:
membuka lapangan kerja (pro-job). - Rp. 59.500 per orang per bulan,
Sampai akhir tahun 2013 pemerintah perawatan kelas 1
baru sebatas mengesahkan UU Nomor 24 - Rp. 42.500 per orang per bulan,
Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara perawatan kelas 2
Jaminan Sosial (BPJS) sebagai penyelenggara - Rp. 25.500 per orang pe bulan,
jaminan sosial di Indonesia. Ada 2 (dua) BPJS, perawatan kelas 3
yaitu BPJS Kesehatan (jaminan kesehatan) • Pekerja Penerima Upah:
dan BPJS Ketenagakerjaan (jaminan - Pegawai Pemerintah: Pemberi Kerja 3%,
kecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan Pekerja 2% dari gaji per bulan, jaminan
pensiun). Aktivitas DJSN lebih tertuju pada termasuk keluarga langsung maksimum
persiapan BPJS Ketenagakerjaan yang dimulai 5 orang.
implementasinya 1 Januari 2014. - Pegawai Swasta: Pemberi Kerja 4.5%,
Berikut beberapa persiapan BPJS Kesehatan Pekerja 0.5% dari gaji per bulan dengan
yang telah dilakukan: pagu gaji 2x PTKP K1. Jaminan termasuk
• Persiapan pelaksanaan transformasi dari PT keluarga langsung maksimum 5 orang.
Askes (persero) dan PT Jamsostek (persero) • Dalam pelayanan jaminan kesehatan telah
menjadi badan hukum public BPJS. Secara ditetapkan harus sistem rujukan yang
khusus DJSN lebih menaruh perhatian dimulai dari layanan 1 (puskesmas, klinik
segera terbitnya peraturan pelaksanaan dan dokter umum) untuk apabila perlu dirujuk ke
tugas-tugas monitoring dan evaluasi. layanan berikutnya (dokter spesialis, rumah
• Penerbitan peraturan menyangkut jaminan sakit). Karena kepesertaannya bersifat wajib
kesehatan dan peraturan lainnya agar maka diperlukan Koordinasi Manfaat bagi
BPJS sebagai badan hukum publik dapat peserta yang sudah melaksanakan jaminan
beroperasi. kesehatan lain atau lebih baik. Aturan
• DJSN sebagai pengawas eksternal BPJS tentang koordinasi manfaat akan ditetapkan
bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan oleh BPJS Kesehatan.
(OJK) telah melaksanakan MOU terkait Mengenai BPJS Ketenagakerjaan sampai
kerjasama dalam melaksanakan tugas- dengan tanggal 30 Juni 2014 dalam program
tugas pemeriksaan kepada BPJS. Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian,
dan Jaminan Hari Tua masih tetap berdasarkan proses kelembagaannya belum disiapkan.
program sesuai dengan UU 3/1992 tentang Catatan lain, APINDO mengkhawatirkan
Jamsostek. Kemudian pada tanggal 1 Juli 2015 beban anggaran negara ini yang dialokasikan
sudah harus menyelenggarakan programnya untuk subsidi masyarakat melalui SJSN
menyesuaikan dengan UU 40/2004 SJSN dapat mengganggu APBN. Dalam jangka
beserta peraturan pelaksanaannya. panjang, APINDO mengingatkan pemerintah
APINDO yang mewakili pengusaha atau untuk mempersiapkan kebijakan keuangan
pemberi kerja terlibat dalam persiapan SJSN Negara, khususnya untuk memenuhi
tersebut, diantaranya dalam penentuan kewajiban pemberian jaminan hari tua bagi
besaran persentase kontribusi pemberi kerja pekerja Indonesia jika saatnya SJSN bidang
dan pekerja yang kesepakatannya dilalui ketenagakerjaan sudah dilaksanakan secara
melalui proses yang sangat panjang. APINDO penuh. Pengalaman negara-negara yang jauh
menilai bahwa SJSN akan menyusahkan lebih dahulu menerapkan sistem jaminan sosial
pengusaha, khususnya dalam hal pengalihan dengan berbagai persoalan yang dihadapinya
jaminan sosial tenaga kerja dan kesehatan termasuk kesulitan perencanaan keuangan
yang semula dilakukan oleh perusahaan negaranya, harus menjadi pembelajaran yang
asuransi swasta kepada BPJS mengingat baik bagi Indonesia.
Bidang
Perindustrian
PENDAHULUAN
Visi pembangunan Industri Nasional se- Indonesia dengan mendorong ekspor dan
bagaimana yang tercantum dalam Peraturan membatasi impor, mempromosikan investasi
Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang untuk meningkatkan kapasitas pada sisi
Kebijakan Industri Nasional adalah Indonesia penyediaan dan menaikkan produktivitas,
menjadi Negara Industri Tangguh pada tahun serta menyediakan peluang kerja selama
2025, dengan visi antara pada tahun 2020 kemungkinan melambatnya laju pertumbuhan
sebagai Negara Industri Maju Baru, karena ekonomi dalam jangka pendek. Jika dilihat dari
sesuai dengan Deklarasi Bogor tahun 1995 kebijakan makro ekonomi, baik fiskal maupun
antar para kepala Negara APEC pada tahun moneter, sektor industri memegang peranan
tersebut liberalisasi di negara-negara APEC strategis dalam upaya mencapai sasaran
sudah harus terwujud. pembangunan ekonomi.
Namun demikian, sejak pertengahan tahun APINDO mengemban tugas untuk secara
2013, tekanan pasar keuangan Indonesia aktif mencermati dan sekaligus terlibat
meningkat pada yang berkontribusi terhadap langsung dalam setiap kebijakan yang telah
defisit neraca berjalan yang lebih besar dan/atau akan diterbitkan oleh Kementerian
daripada perkiraan, bersamaan dengan Perindustrian dan/atau Kementerian terkait
penurunan minat investor terhadap aset- dengan perindustrian. Selama tahun 2013,
aset pasar berkembang di seluruh dunia. APINDO telah terlibat dalam berbagai aktivitas
Sebagai tanggapan, Pemerintah Indonesia terkait dengan kebijakan-kebijakan yang
mengumumkan suatu paket kebijakan diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian
ekonomi pada 23 Agustus 2013, agar bisa sebagai berikut.
menanggapi ketidakseimbangan eksternal
KEGIATAN
1. PAKET KEBIJAKAN EKONOMI YANG produksi ini terjadi di sektor industri otomotif
BERFOKUS PADA SEKTOR INDUSTRI (11,48%), industri barang logam, bukan mesin
PADAT KARYA dan peralatannya (11,37%), serta industri
makanan (10,77%). Perhatikan Gambar 1.
Sektor industri memegang peranan strategis Diharapkan tahun 2020 kontribusi industri non-
dalam upaya mencapai sasaran pembangunan migas terhadap PDB telah mampu mencapai
ekonomi. Selain itu, pembangunan sektor 30%, dimana kontribusi industri kecil ditambah
industri menjadi sangat penting karena industri menengah sama atau mendekati
kontribusinya terhadap pembentukan Produk kontribusi industri besar. Selama kurun waktu
Domestik Bruto (PDB) sangat besar. PDB 2010 s.d 2020 industri harus tumbuh rata-rata
Indonesia tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78% 9,43% dengan pertumbuhan Industri kecil,
dibandingkan tahun 2012. Sektor industri menengah dan besar, yaitu masing-masing
pengolahan berkontribusi besar terhadap minimal sebesar 10,00%, 17,47%, dan 6,34%.
total pertumbuhan PDB dengan sumber Untuk mewujudkan target-target tersebut,
pertumbuhan sebesar 1,42%. Produksi APINDO memberikan masukan strategis
industri manufaktur besar dan sedang tumbuh dan juga mengharapkan adanya upaya
sebesar 5,64% yoy (year on year) di tahun dari Pemerintah yang terukur dan mampu
2013 dibanding tahun 2012. Pertumbuhan mengakomodasi kepentingan usaha dan
PENDAHULUAN
RUU PERDAGANGAN
Di tengah situasi perdagangan dalam dan singkat dalam fokus pandangan terhadap RUU
luar negeri yang kian bergeliat beberapa tahun Perdagangan sebagai berikut.
belakangan ini memerlukan payung hukum 1. PERDAGANGAN DALAM NEGERI
yang kuat, terutama di sektor perdagangan.
UU Perdagangan dinilai dapat menjadi pijakan 1.1 Pengaturan Tentang Jasa
mendasar dalam meningkatkan perdagangan Sektor Jasa belum cukup diatur dalam
sekaligus membela kepentingan nasional. BAB [Link] karena itu, diusulkan untuk
Hingga saat ini, Komisi Perdagangan DPR menambahkan 1 Pasal yang secara khusus
bersama Pemerintah masih membahas RUU mengatur sektor jasa secara umum, tetapi tetap
Perdagangan yang diharapkan dapat menjadi membuka ruang bagi peraturan pemerintah
payung hukum yang mengatur kegiatan untuk mengatur lebih lanjut mengenai jasa dan
perdagangan secara menyeluruh. pendelegasiannya ke departemen terkait.
Keberadaan UU Perdagangan sangat
penting, mengingat Indonesia berperan besar 1.2. Pengakuan Kemampuan Kompetensi
dalam perdagangan dalam dan luar negeri Asing
dimana juga merupakan potensi pasar yang Pasal 8 RUU Perdagangan mensyaratkan
sangat besar dengan jumlah penduduk hampir Pemerintah memberi pengakuan terhadap
250 juta berikut dengan daya beli yang kuat. kompentensi teknis dari negara lain; sepanjang
Manfaat dari RUU Perdagangan antara lain: sudah dilakukan perjanjian saling pengakuan
(1) sebagai kebijakan yang memihak dan secara bilateral atau regional. Pengaturan ini
menguatkan industri dalam negeri, dirasa akan membatasi para pelaku usaha
(2) meningkatkan penggunaan produk dalam terhadap akses kompetensi yang mungkin
negeri, dibutuhkan - tetapi tidak dapat diakses karena
(3) fasilitasi bantuan hukum dengan anggaran tidak terdapat perjanjian saling pengakuan.
pemerintah, Untuk menghilangkan suasana saling
(4) mengembangkan ekspor melalui pembuatan pengakuan, diusulkan agar pengakuan atas
kebijakan ekspor berupa kebijakan fiskal, kompetensi teknis yang berasal dari negara lain
moneter, industri, pembiayaan, dan lainnya, didasarkan pada standar yang berlaku secara
(5) membentuk tim negosiasi dalam kerja internasional - bukan berdasarkan pengakuan
sama perdagangan internasional, serta secara bilateral atau regional.
(6) menyediakan sarana komunikasi dan
fasilitasi. 1.3 Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Selain itu, UU Perdagangan menjadi Negeri
cermin kedaulatan dalam rangka melindungi Diusulkan untuk disamakan dengan konsep
kepentingan nasional, terutama menyangkut pada RUU Perindustrian, yaitu mewajibkan
pilar perekonomian, yaitu sektor perdagangan. Pemerintah, Lembaga Pemerintah, BUMN dan
Untuk itu, RUU Perdagangan harus segera BUMD untuk membeli produk dalam negeri
diselesaikan dan diharapkan berisi pasal-pasal dan mendorong swasta untuk menggunakan
yang melindungi kepentingan nasional dimana produk dalam negeri.
bersifat terbuka tetapi tetap memegang prinsip
kehati-hatian, terutama pada sektor-sektor 1.4 Sarana Perdagangan
[Link] masukan para pelaku bisnis Pada dasarnya, sarana perdagangan sudah
nasional dari APINDO terakomodasi secara cukup diatur dalam RUUP, namun perlu diatur
mengenai peran Pemerintah Pusat dan nasional menjadi tidak kompetitif; dantidak
Pemerintah Daerah dalam mengembangkan semua barang dapat mencantumkan tanda
dan menjaga keberlangsungan pasar rakyat. pendaftaran pada kemasannya. Selain
Pasal 13 ayat 1 RUU Perdagangan men- itu, pencantuman tanda pendaftaran
syaratkan bahwa Gudang yang merupakan akan menambah biaya bagi pelaku usaha.
sarana penunjang perdagangan wajib Karenanya, diusulkan agar cukup dibebani
didaftarkan. Kewajiban ini dikecualikan untuk dengan kewajiban mendaftarkan saja di
gudang-gudang yang diatur dalam Pasal 14 Kementerian teknis terkait.
RUU Perdagangan. Diusulkan juga untuk
dikecualikan dari kewajiban pendaftaran 2. PERDAGANGAN LUAR NEGERI
gudang untuk (a) gudang-gudang yang dimiliki
oleh pelaku usaha yang tidak melakukan Perdagangan luar negeri diatur dalam
kegiatan usaha perdagangan; dan (b) gudang- BAB VII dari Pasal 32 sampai dengan Pasal
gudang ditempat pelaku usaha melakukan 42 RUU Perdagangan. Dalam pengaturan
kegiatan usahanya. mengenai perdagangan luar negeriini tidak
diatur mengenai perdagangan Jasa, padahal
1.5 Pengendalian apabila diperhatikan, arus ekspor dan impor
Pengendalian sebagaimana diatur dalam jasa tidaklah sedikit. Maka, diusulkan agar
Pasal 17-Pasal 22. Pemberian kewenangan dalamperdagangan luar negeri diatur juga
oleh UU kepada pemerintah daerah untuk mengenai perdagangan jasa.
mengendalikan ketersediaan barang ke- Definisi eksportir dan importir yang
butuhan pokok dan/atau barang penting menegaskan bahwa importir dan eksportir
(dalam Pasal 17) dapat menimbulkan adalah "orang perorangan ..." dikaitkan
permasalahan baru yang memungkinkan dengan perizinan dibidang ekspor-impor yang
pemerintah daerah memiliki kewenangan menegaskan bahwa ekspor hanya dilakukan
sendiri untuk melarang dan/atau mengizinkan oleh pelaku usaha yang telah ditetapkan
suatu kebutuhan tertentu untuk memasuki sebagai exportir dan impor barang hanya dapat
atau keluar dari daerah tersebut. Untuk itu, dilakukan oleh importir yang memiliki pengenal
diusulkan agar diberikan pembatasan dan sebagai importir. Artinya, pemerintah harus
pengaturan lebih lanjut mengenai kewenangan memfasilitasi perorangan sebagai importir
pengendalian ketersediaan barang kebutuhan atau exportir dan terhadapnya harus diberikan
pokok oleh Undang-Undang. pengenal sebagai importir atau penetapan
Dalam rangka pengendalian Pasal 21 RUU sebagai ekportir
Perdagangan mewajibkan agar semua produsen
atau importir yang memperdagangkan barang 3. PENGEMBANGAN EKSPOR
yang terkait dengan keamanan, keselamatan,
kesehatan, dan lingkungan hidup, untuk (a) Fokuskepada pasal 43 sampai dengan pasal
mendaftarkan barang yang diperdagangkan 50 mengenai cara pengembangan ekspor
kementerian yang menyelenggarakan peme- melalui pembinaan dan promosi,pelaku usaha
rintahan di bidang perdagangan; dan (b) merasa bahwa pengembangan ekspor tidak
mencantumkan tanda pendaftaran pada cukup hanya dilakukan dengan pembinaan
barang dan/atau kemasannya. dan promosi namun diperlukan juga dukungan
Pelaku usaha melihat bahwa kewajiban berupa program pengembangan, kebijakan
mendaftarkan barang kepada Kementerian ekspor (dukungan pembiayaan, hukum, fiskal,
Perdagangan akan memperpanjang jalur moneter), dankelembagaan.
birokrasi dan membuat perekonomian
RUU PERDAGANGAN :
E-COMMERCE DI INDONESIA
Dalam konteks perdagangan, kemajuan oleh orang-orang yang tidak bertanggung
teknologi informasi dan komunikasi [Link] itu, kemudahan dari kemajuan
memungkinkan transaksi bisnis dilakukan teknologi ini harus disertai dengan pengaturan
secara virtual melalui internet (online). yang tepat sehingga dapat memberikan
Aktivitas atau transaksi perdagangan demikian perlindungan dan menciptakan ketertiban
dikenal dengan istilah electronic commerce dalam bertransaksi melalui E-commerce.
(E-Commerce). Kemajuan dan peningkatan Usulan atau masukan atas Rancangan
penggunaan E-commerce dalam dunia Undang-Undang Perdagangan (RUU Per-
perdaganganrawan terhadap penyalahgunaan dagangan) yang salah satu pasalnya
a. Jasa Sektor Prioritas, merupakan jasa Untuk itu, APINDO memberikan usulan terkait
pariwisata, kesehatan, transportasi udara perencanaan terhadap subsektor jasa yang
dan e-ASEAN harus sudah terbuka dengan akan dikomitmenkan oleh Ditjen Perdagangan
FEP sebesar 70% pada tahun 2010. Dalam Negeri antara lain:
b. Jasa Logistik, harus sudah terbuka dengan a. Jasa Bisnis Lainnya (CP 88442): Percetakan
FEP sebesar 70% tahun 2013 dimana saat dan Penerbitan, dan
ini sudah terbuka sebesar 51% sejak tahun b. Jasa Distribusi (CP310): Jasa Retail buah
2010. dan sayur-sayuran dengan minimum luas
c. Jasa-jasa lain non-prioritas, harus sudah area di atas 5.000 m2.
terbuka dengan FEP sebesar 70% tahun Di samping itu, APINDO mengharapkan pula
2015 dimana saat ini sudah terbuka sebesar pemerintah:
51% sejak tahun 2010. a. Tidak menambahkan subsektor tersebut
serta
2. USULAN APINDO TERKAIT PAKET b. Tidak mengajukan maupun menerima
KOMITMEN AFAS usulan dari negara-negara lain dalam
perundingan AFAS 9.
Tinjauan terhadap AFAS 8 yang telah Sehubungan dengan hal tersebut di
dikomitmenkan oleh Ditjen Perdagangan atas dan untuk memenuhi FEP yang akan
Dalam Negeri, maka APINDO mengharapkan dikomitmenkan pada AFAS-9 maka DNI harus
pemerintah dapat : direvisi. Untuk itu, Bina Usaha Perdagangan
a. membuat penelaahan dan kajian mendalam merencanakan untuk menambah subsektor
dan jasa yang aka dikomitmenkan pada AFAS-9,
b. membuka jasa logistik untuk penanaman yaitu:
modal dari negara anggota ASEAN dalam a. Jasa bisnis lainnya, yaitu percetakan dan
kerangka MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) penerbitan,
serta usulan untuk mengubah maksimal b. Jasa distribusi, yaitu penjualan ritel buah-
kepemilikan modal asing sebesar 51% buahan dan sayur-sayuran dengan minimum
menjadi maksimal 49%. area seluas 5.000 m2,
Saat ini, negara-negara anggota ASEAN c. Jasa penyimpanan barang yang dibekukan
telah memasuki Paket Komitmen AFAS 9 di luar area pelabuhan dan lini I, dan
dengan 104 subsektor yang diintegrasikan. d. Jasa logistik dan retail.
REVISI DNI
(DAFTAR NEGATIF INVESTASI)
1. LATAR BELAKANG REVISI DAFTAR diatur dalam DNI akan dianggap terbuka
NEGATIF INVESTASI (DNI) 100%. Adapun AFAS melakukan pengaturan
pada sektor jasa yang diperbolehkan sehingga
Pembahasan DNI dan komitmen Paket AFAS yang tidak diatur akan diangap tertutup 100%
saling terkait, tetapi keduanya menggunakan (sepanjang tidak bertentangan dengan DNI
pendekatan yang berbeda, yaitu negativisme dan peraturan perundang-undangan lainnya).
dan positivisme. DNI mengatur bidang usaha Pada AFAS 8, target kepemilikan modal
yang dilarang (negatif), sehingga yang tidak asing untuk sektor yang masuk kategori priority
integrity sector (jasa pariwisata, kesehatan, karena penyusunan revisi DNI harus
transportasi udara, dan e-ASEAN) adalah mempertimbangkan kemampuan dalam negeri
sebesar 70% dan untuk sektor lain termasuk untuk mengembangkan bidang usaha tertentu.
jasa distribusi dan bisnis sebesar 51%. Kemampuan dalam negeri meliputi kapasitas
Usulan ratifikasi AFAS 8 sejalan dengan upaya yaitu kemampuan untuk menyediakan
pemerintah untuk merevisi Peraturan Presiden modal serta kemauan untuk berinvestasi.
Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Sebagaicontoh, jasa “cold storage” yang
Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang dimana di AFAS sudah dibuka untuk PMA
Terbuka di Bidang Penanaman Modal Asing maksimal 51% dan membutuhkan teknologi
(dikenal dengan sebutan ‘Revisi Daftar Negatif tinggi. Bidang-bidang usaha seperti ini atau
Investasi / DNI’) yang meliputi: yang membutuhkan teknologi tinggi sebaiknya
a. Penjualan langsung dibuka untuk asing tetapi selayaknya dapat
b. Jasa kebersihan umum bangunan ‘menggandeng’ partner lokal. Pemerintah
c. Pedagang eceran perlu meninjau sektor dan subsektor bidang
d. Perdagangan besar (distributor dan ke- usaha mikro, kecil, dan menengah nasional
agenan) yang memiliki kemampuan lokal untuk masuk
e. Jasa survei dan berdaya saing. Pengukuran kemampuan
f. Broker proper / real estate atas dasar balas pelaku usaha lokal ini sebaiknya menjadi
jasa (fee) atau kontrak pertimbangan atas revisi sektor / subsektor
g. Jasa persewaan alat transportasi darat yang seharus dimiliki 100% PMDN.
h. Jasa persewaan real estate
i. Persewaan mesin c. Keterkaitan Industri
j. Perdagangan besar minuman keras, dan • Usulan APINDO untuk DNI dapat
k. Jasa kegiatan lainnya. mempertimbangkan keterkaitan suatu
sektor dengan sektor lainnya. Perlindungan
2. USULAN-USULAN APINDO TERKAIT tetap perlu diberikan kepada pengusaha
PENYUSUNAN REVISI DNI lokal, khususnya di skala usaha kecil dan
menengah.
Penyusunan DNI harus diarahkan untuk • Dalam isu bidang usaha jasa distributor
mencapai pertumbuhan yang tinggi dan yang pada kenyataan dibuka 100% untuk
percepatan perkembangan bagi Indonesia asing, disarankan oleh APINDO untuk
dengan tetap mempertimbangkan: aspek dibuka hanya kepada pengusaha lokal
persaingan, kemampuan, keterkaitan industri, saja. Dasar pertimbangan adalah dampak
dan pemberdayaan sumber daya dalam negeri. yang diakibatkan terhadap jasa distributor
di dalam perdagangan eceran, selain itu,
a. Persaingan kemampuan lokal untuk masuk ke bidang
DNI harus dapat melindungi dan usaha ini cukup besar.
memberdayakan pengusaha Indonesia • Terkait dengan perdagangan eceran,
sehingga berpartisipasi dalam pembangunan sebaiknya dimiliki dalam negeri 100%.
nasional. Untuk itu, diperlukan keberpihakan Dasar pertimbangan adalah sebagian besar
kepada pengusaha lokaldi dalam DNI. DNI pelaku usaha bidang ini adalah skala Usaha
dapat memberikan keterbukaan tetapi juga Mikro, Kecil, dan Menengah.
bersifat hati-hati dimana melindungi pegusaha • Usulan APINDO agar ditambahkan ke
lokal. dalam DNI menjadi 100% PMDN antara
lain pedagang eceran motor, pedagang
b. Kemampuan eceran suku cadang motor pedagang eceran
APINDO menyadari bahwa DNI tidak kendaraan niaga, pedagang eceran suku
harus menutup semua bidang dari PMA cadang kendaraan niaga, pedagang eceran
tekstil dan produk tekstil, pedagang eceran kondisi diperlukannya tenaga kerja asing
makanan dan minuman, pedagang eceran dengan jenis keahlian khusus di dalam negeri
alas kaki, pedagang eceran elektronik, maka harus ada sertifikasi / izin khusus dari
pedagang eceran mainan anak-anak, badan terkait. Hal yang perlu diwaspadai adalah
dan pedagang eceran komestik, serta aliran bebas tenaga kerja dan jasa professional.
jasa persewaan pusat belanja dan pasar Untuk itu, diperlukan peraturan yang ada
tradisional. dapat menjamin ketersediaan lapangan kerja
bagi tenaga kerja dan professional Indonesia.
d. Pemberdayaan sumber daya dalam negeri Selain itu, pemberdayaan sumber daya lokal
APINDO memberikan masukan atas sektor- juga dapat dilakukan dengan kewajiban
sektor yang sudah terlanjur dibuka untuk asing untuk menggunakan komponen dalam negeri
agar dapat ditambahkan peraturan untuk dalam bidang usaha yang sudah terbuka
mempekerjakan tenaga kerja Indonesia. Dalam kepemilikannya untuk asing.
demiki���
��� �eme�i���� di�����k�� d���� mem�
�e�ke��lk��� me�evisi� d�� me�gim�leme���si
kebijakan-kebijakan fiskal dan moneter yang
kondusif bagi pertumbuhan dan perkemban�
gan pelayaran nasional.
c. Daya Saing
• Dalam kondisi di mana produk Indonesia
kehilangan daya saing dibanding produk negara
lain karena berbagai hambatan domestik yang
menyebabkan high cost economy, daya tawar
eksportir nasional lemah sehingga buyer yang
menentukan sistem angkutan dan asuransi.
• Masih tingginya biaya ekonomi di pelabuhan
dan logistik (high cost economy) dib��di�gk��
negara-negara lain.
d. Terkait Rencana Peningkatan Kualitas
Data Pencatatan Ekspor dan Impor Melalui
APINDO terlibat dalam sosialisasi penggunaan Terms of
Pengisian Formulir PEB dan PIB Delivery Cost Insurance Freight (CIF) di kegiatan ekspor
APINDO mendukung dan setuju dengan
pencatatan PEB dan PIB saja, tetapi nilai asuransi b. Pendekatan Pelaku Bisnis Pelayaran Domes-
d�� freight sudah ditentukan, serta berkoordinasi tik Kepada Eksportir dan Importir Di Luar
dengan Perpajakan tentang isi yang akan dipakai Negeri
adalah yang sebenarnya. Pada intinya, dunia APINDO menyarankan kepada pelaku bisnis
usaha mendukung peningkatan kualitas data pelayaran dalam negeri (termasuk INSA / Indo-
ekspor-impor melalui perubahan pencatatan nesian National Shipowner Association) untuk
PEB dan PIB namun secara jelas menghimbau tidak hanya “berburu di dalam kandang” tetapi
kepada Pemerintah bahwa exercise i�i sem���� juga berani melakukan pendekatan kepada para
semata hanya bertujuan untuk meningkatkan eksportir dan importir di luar negeri. Dengan
kualitas pencatatan data ekspor-impor jangan demikian, bisnis pelayaran nasional dapat kuat
sampai menjadi persoalan perpajakan di dan berkembang. Walau demikian, kondisi ini
lapangan dimana pengusaha akan ditagih nilai tidak harus dipaksakan agar tidak menganggu
pajak lebih, khususnya atas patokan freight & ekspor dan menurunkan daya saing.
insurance yang dikeluarkan oleh Kementerian c. Kebijakan Nasional Untuk Meningkatkan
Keuangan RI. Daya Saing Pengiriman Barang Ekspor Secara
Komprehensif
III. Rekomendasi Terkait Peraturan CIF Peran pemerintah secara langsung dapat
a. Prioritas Aksi Untuk Ekspor mendorong daya saing pengiriman barang ekspor
Untuk mendorong tingkat keberhasilan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya
transformasi term ekspor dari FOB ke CIF, maka nasional, dalam bentuk kebijakan yang pro-bisnis
perlu dipilih produk ekspor yang memenuhi terkait kegiatan ini. Kebijakan tersebut antara lain:
kriteria utama antara lain yang memiliki daya • Kebijakan untuk industri pelayaran antara lain
saing/posisi tawar di pasar internasional menghapus PPN untuk pembelian kapal dalam
(pembeli), cadangan/volume ekspor yang cukup negeri, menghapus pajak bahan bakar untuk
besar, karakteristik produk yang secara teknik operasional pengangkutan ekspor dan impor,
dapat ditangani oleh pengangkutan nasional, serta mendorong kredit murah dalam rangka
tingkat risiko (bisnis maupun politis) yang dapat pengadaan kapal. Dengan demikian, industri
dicover oleh asuransi nasional, serta pelabuhan/ pelayaran menjadi kuat.
tempat khusus untuk melakukan ekspor untuk • Kebijakan infrastruktur (termasuk logistik)
mengurangi kerugian/risiko akibat antrian. Untuk dari satu titik poin ke titik poin yang lain untuk
itu, direkomendasikan agar pengaturan kapal, diperbaiki.
asuransi, pelabuhan, logistik, dan peraturan- • Agar tidak mematikan ekspor serta tidak
peraturan yang menghambat segera diperbaiki. menurunkan daya saing ekspor dan impor.
Bidang Keuangan
& Perbankan
PENDAHULUAN
Bidang Keuangan dan Perbankan DPN pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal
APINDO mengemban tugas untuk men- untuk merespon krisis perekonomian. Bidang
dukung aktivitas ekonomi riil agar dapat yang juga menangani perpajakan ini bersama
menjalankan usahanya secara produktif dengan pemerintah menyusun peraturan
melalui keterlibatannya dalam penyusunan pemerintah tentang ketentuan pajak yang
kebijakan keuangan dan perbankan. Selama populer disebut Pajak UKM.
tahun 2013, bidang ini bekerjasama dengan
KEGIATAN
1. Penyusunan Paket Kebijakan Stabili-
sasi dan Pertumbuhan Ekonomi
niaga sapi dan hortikultura dari yang semula (PP) No. 46 Tahun 2013 tentang “Pajak Peng-
impor berdasarkan kuota menjadi impor hasilan atas Penghasilan dari Usaha yang
berdasarkan mekanisme harga. Sedangkan Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Me-
paket keempat diantaranya dilaksanakan miliki Peredaran Bruto Tertentu” atau lebih
dengan mengefektifkan pelayanan terpadu dikenal dengan “Pajak UKM”.
satu pintu perijinan investasi, dan revisi DNI
(Daftar Negatif Investasi).
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi
Indonesia, APINDO sepenuhnya mendukung
kebijakan tersebut sejak dari penyusunan
dan implementasinya. Implementasi paket
kebijakan tersebut cukup membantu meng-
atasi gejolak nilai tukar yang memberikan efek
positif bagi dunia usaha, meskipun kurang
optimal sebagaimana diharapkan.
3.1. Penerapan DER Dalam Negeri yang berarti wajib pajak pribadi yang terdaftar
Tarif PPh Badan di Indonesia adalah 25%. sekarang (yang umumnya adalah karyawan),
Pengecualian diberikan kepada Perusahaan Pphnya memang dipotong oleh wajib pajak
Publik yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat badan dan disetorkan oleh wajib pajak badan.
sebanyak 40% atau lebih terkena tarif PPh Dengan demikian, Pemerintah tidak akan
sebesar 20%; perusahaan tertentu yang pernah mendapat setoran pajak yang besar
terkena tarif final; dan perusahaan yang sedang langsung dari wajib pajak orang pribadi.
menikmati Tax Holiday. Namun, perusahaan- Mayoritas penerimaan pajak akan senantiasa
perusahaan yang mendapat pengecualian tarif berasal dari wajib pajak badan, kecuali bila ada
ini jumlah relatif sangat sedikit sehingga untuk perubahan sistem.
menentukan Kebijakan Fiskal dapat diabaikan, APINDO berkeberatan dan menolak kebijak-
dan dapat dianggap bahwa semua perusahaan an pembatasan DER sehingga kebijakan ini
di Indonesia terkena tarif PPh yang sama, yaitu hingga laporan dibuat, belum diterbitkan atau
25%. Dengan demikian, pembatasan DER tidak ditunda penerbitannya.
perlu diterapkan apabila Debitur dan Kreditur
adalah wajib pajak dalam negeri. 4. Kebijakan Cukai Hasil Tembakau
(Permenkeu No.78/PMK.011/2013)
3.2. Usaha Pemerintah Indonesia untuk
Menarik Investasi Dari Luar Negeri Pemerintah melalui Menteri Keuangan
Pemerintah sedang gencar menarik menerbitkan kebijakan tentang penetapan
investasi dari luar negeri. Hal yang perlu golongan dan tarif cukai hasil tembakau
dipertimbangkan adalah mengenai apakah terhadap pengusaha pabrik hasil tembakau
tambahan penerimaan negara sepadan yang mempunyai keterkaitan pada 12 Juni
dengan risiko turunnya minat investasi dari 2013. Kebijakan tersebut ditetapikan melalui
luar negeri. Investor luar negeri akan berpikir Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/
bahwa sehabis pembatasan DER, peraturan PMK.011/2013 tanggal 12 April 2013.
apa lagi yang akan diterbitkan oleh Pemerintah Tujuan dari kebijakan cukai hasil tembakau
yang dimana dapat mengancam iklim usaha di ini antara lain mewujudkan iklim usaha
Indonesia. industri hasil tembakau yang kondusif dan
mengamankan penerimaan negara dari
3.3. Sumber Peningkatan Rasio upaya penghindaran tarif cukai, sehingga
Penerimaan Pajak perlu diatur ketentuan mengenai hubungan
APINDO berpendapat bahwa Direktorat keterkaitan antarpabrik hasil tembakau dan
Jenderal Pajak sangat tidak efisien dalam menetapkan penggolongan dan tarif cukai
mengelola penerimaan pajak. Hal ini jelas hasil tembakau atas pabrik yang memiliki
terlihat dari pernyataan Direktur Jenderal hubungan keterkaitan dengan pabrik lainnya.
Pajak beberapa waktu lalu, yaitu: “98% Peraturan No.78/PMK.011/2013 ini ditujukan
penerimaan pajak berasal dari 525.000 wajib untuk meningkatkan penerimaan cukai dengan
pajak badan saja. Padahal, masih ada 25 juta target dari Ditjen Bea dan Cukai Kementerian
badan hukum yang beroperasi di Indonesia”. Di Keuangan adalah tambahan penerimaan cukai
kesempatan yang lain, Direktur Jenderal Pajak rokok hingga Rp. 400 miliar di tahun 2013.
mengatakan: “di negara lain, perbandingan APINDO berpandangan bahwa kenaikan
antara penerimaan dari wajib pajak perorangan cukai rokok untuk pabrik rokok milik peng-
dibanding wajib pajak badan adalah 70:30. usaha yang masih bertalian keluarga adalah
Sementara di Indonesia, kondisi terbalik. Hal ini tidak berguna dan akan mengorbankan
menunjukkan bahwa wajib pajak perorangan perusahaan rokok nasional skala kecil.
tidak patuh.” Dengan demikian, APINDO menolak Kebijakan
Sistem perpajakan Indonesia tampaknya Cukai Hasil Tembakau (Permenkeu No.78/
sangat bertumpu pada sistem “withholding tax” PMK.011/2013).
PENDAHULUAN
Komoditas pertanian dalam arti luas perkebunan yang dapat bermintra (inti-plasma)
mencakup tanaman pangan, peternakan, dengan petani. Petani yang bermitra dengan
perkebunan, dan perikanan, mengalami perusahaan besar, tidak menghadapi kesulitan
peningkatan kuantitas produksi dari waktu dalam pemasaran produknya, dan harga
ke waktu. Namun demikian karena adanya produknya cukup bagus disisi petani (misalnya,
peningkatan pendapatan serta jumlah dalam hal kelapa sawit). Namun, Petani yang
penduduk, maka permintaan komoditas tidak bermitra dengan perusahaan besar,
pertanian juga mengalami peningkatan. rendah produktivitasnya dan tidak mendapat
Sayangnya, data kita menunjukkan bahwa jaminan harga, yang terutama terjadi pada
banyak komoditas dalam kelompok tanaman tanaman pangan (termasuk hortikultura).
pangan yang diimpor, demikian juga halnya Hambatan dalam peningkatan produktivitas
dengan komoditas perikanan dan peternakan. Petani juga erat terkait jaminan harga dan
Hal tersebut menarik perhatian publik penggunaan teknologi (tepat guna). Sebagai
untuk mengetahui lanjut tentang kinerja contoh, Petani di NTT selalu tertinggal dari
sektor pertanian. Pada kenyataannya potensi sisi produktivitas komoditas per hektar
sumber daya alam melimpah dan jumlah dibandingkan dengan Petani di pulau Jawa,
SDM yang tinggi, ternyata belum memberikan karena ketergantungannya pada curah hujan.
kontribusi yang berarti karena komoditas yang Petani NTT sebenarnya bisa mengikuti saran/
juga diproduksi di Indonesia semakin banyak anjuran pemerintah untuk investasi teknologi
yang diimpor. Apa yang menjadi penyebabnya, guna meningkatkan produktivitasnya, namun
mengapa produk dari negara lain dapat lebih hal tersebut tidak dilakukan mengingat tidak
kuat memasuki pasar Indonesia? adanya jaminan harga pasca panen. Selain
Berdasarkan data statistik, banyak mengenai harga, kondisi infrastruktur yang
komoditas pertanian seharusnya tidak diimpor tidak memadai berupa sarana angkutan baik
mengingat jumlah produksi dalam negeri dan di darat maupun di laut, dan fasilitas bongkar
kebutuhannya yang sudah seimbang, namun muat di pelabuhan, juga membuat Petani
pada kenyataannya masih banyak produk enggan investasi teknologi. Kondisi serupa
diimpor. Ada kemungkinan belum tercatatnya tidak hanya terjadi di NTT namun juga di
pengguna komoditas dalam jumlah besar, daerah-daerah yang jauh dari pusat konsumen,
atau jumlah produksi yang sebenarnya tidak dengan infrastruktur yang tidak memadai.
sebanyak laporan. Mengingat harga yang tinggi Pada dasarnya, jika pemerintah dapat
dari komoditas tersebut di pasar domestik, menjamin kepastian harga dan didukung
hal tersebut menunjukkan bahwa komoditas infrastruktur yang memadai, maka diyakini
yang diimpor itu memang tidak cukup tersedia bahwa Petani akan mengikuti anjuran
di dalam negeri. Hal ini merupakan ironi pemerintah untuk penggunaan teknologi (tepat
mengingat lahan pertanian di Indonesia yang guna) untuk meningkatkan produktivitasnya.
sangat luas, selayaknya komoditas pertanian Atas dasar kondisi pemahaman tersebut,
menjadi andalan Indonesia sebagai komoditas Bidang Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan
ekspor. DPN APINDO giat mengikuti pertemuan, dan
Dalam hal produksi, hampir semua proaktif melakukan koordinasi dengan Institusi
komoditas pertanian dibudidayakan oleh Pemerintah terkait, agar tantangan yang
petani skala kecil. Sedangkan, perusahaan dihadapi tersebut dapat diatasi.
besar pada umumnya mengelola tanaman
KEGIATAN
pertanian hanya 5,5 % dari total kredit Rp. tidak jatuh, membuat petani ada kepastian
2.721,9 T keuntungan. Pemerintah seyogyanya ber-
• Model investasi sektor pertanian perlu peran atau memfasilitas Pengusaha Swasta.
dibangun bersama semua stakeholder, yang • Impor peralatan pertanian tidak dipungut
memerlukan koordinasi. bea masuk (peralatan lapang, mesin-mesin
• Perlu dibangun kebijakan investasi yang pengolah hasil, dsb.). Beberapa negara
efisien. Regulasi perizinan yang mudah dan tetangga memberi keringanan kepada
sederhana, dan kepastian hukum disamping pengusahanya. Dengan demikian, produk
insentif fiskal yang menarik. yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.
• Negara tetangga banyak yang memberikan • Pemerintah Pusat harus memperkuat peran
kredit budidaya tanaman dan perikatan dari Pemerintah Daerah, agar kepentingan
dengan suku bunga sangat kecil, sedangkan petani/nelayannya mendapat perhatian yang
di Indonesia suku bunga tinggi sehingga sulit lebih baik. Banyak permasalahan sektor
bersaing dalam era perdagangan global. pertanian yang timbul di Daerah, dapat
• Perlu dibangun fasilitas penanganan hasil diselesaikan dengan baik oleh Pimpinan
panen (dryer, gudang, gudang, mesin Daerah.
pengolah awal) dan silo, agar produk primer • Untuk bisa sukses dalam masalah pangan
dapat disimpan lama, sehingga kebutuhan diperlukan komitmen baik pemerintah pusat
industri olahan terjamin. Disamping itu, maupun daerah.
penyerapan produk yang cepat, harga
PENDAHULUAN
ORGANISASI
Diperkuat dengan struktur organisasi
yang semakin solid pada tahun 2013, Apindo Pelaksana Harian
Training Center yang dikukuhkan di dalam akta • General Manager : Henricus Punto
notaris dengan badan hukum PT. Pusat Studi
• Program Division Head : Zukra Budi Utama
Apindo, memiliki struktur sebagai berikut :
• Department Head :
Board of Advisor 1. Operation & GA : Gregorius Triyoga AP
2. Strategic Planning & Program :
1. Sofjan Wanandi
Uliya Hanifunnisa
2. Suryadi Sasmita 3. Marketing & Cust. Relations :
3. Victor Hartono Julita Fitriani
4. Finance, Accounting, & HRD :
Board of Executive Devi Widiyanti
1. FX Sri Martono
• Staf :
1. Finance & Training Support : Priandoko
2. Franky Sibarani 2. Operation & Training Support :
3. Sanny Iskandar Dada Imam Januardi
4. M. Aditya Warman 3. Research Analyst : Adisti Hapsari
5. Iftida Yasar
KEGIATAN
memerlukan sebuah training yang bersifat Program ini diawali dengan beberapa
kilat namun langsung ditargetkan dapat kegiatan promosi dan update terkait
mengembangkan skill khusus hubungan Permenakertrans No. 19 tahun 2013 tersebut
Industrial. yaitu antara lain:
Di pertengahan tahun 2013, ATC • Update terkait Permenakertrans No. 19
mengeluarkan program yang dinamakan IR tahun 2013 di Kawasan Industri MM 2100,
Class, sebuah training dengan durasi singkat Cibitung pada hari Kamis, 7 Maret 2013 yang
dalam satu paket yang berisi beberapa dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta
pertemuan, yang dikembangkan secara efektif • Update terkait Permenakertrans No. 19
dengan menghadirkan narasumber yang tahun 2013 di Hotel Pangeran, Pekanbaru,
kompeten di bidangnya. pada Sabtu, 15 Maret 2013 yang dihadiri
IR Class di tahun 2013 diselenggarakan oleh kurang lebih 100 peserta
sebanyak 2 seri, dengan mengambil tema • Update terkait Permenakertrans No. 19 tahun
Penyelesaian Perselisihan Hubungan 2013 di KIIC, Cikarang pada hari Kamis, 21
Industrial bagi Pemula. Setiap seri terdiri dari Maret 2013 yang dihadiri oleh kurang lebih
4 kali pertemuan. Dua pertemuan pertama 50 peserta
membahas mengenai teori-teori Penyelesaian • Update terkait Permenakertrans No. 19 tahun
Perselisihan Hubungan Industrial, sedangkan 2013 kepada Asosiasi-asosiasi sektor usaha
dua pertemuan selanjutnya membahas pada hari Jumat, 22 Maret 2013, bertempat
mengenai studi kasus. di ruang kelas ATC, yang dihadiri oleh kurang
• IR Class Penyelesaian Perselisihan Hubungan lebih 30 peserta.
Industrial bagi Pemula dilaksanakan setiap Adapun laporan lengkap mengenai kegiatan
hari Jumat, pada tanggal 21, 28 Juni dan ini disiapkan secara terpisah dan dilampirkan
12, 19 Juli 2013. IR Class PPHI bagi Pemula bersama laporan ini.
angkatan pertama ini dihadiri oleh total 22
orang peserta. 2. Social Security and Minimum Wages Indo-
• IR Class PPHI bagi pemula yang kedua nesian Convention 2013
dilaksanakan setiap hari Jumat pula pada Program konvensi kedua yang diseleng-
tanggal 20, 27 September dan 11, 18 Oktober garakan ATC di tahun 2013 ini dilaksanakan
2013. IR Class PPHI bagi Pemula angkatan pada tanggal 6 - 8 November 2013 di Hotel
kedua ini dihadiri oleh total 25 orang peserta. Gran Melia, Jakarta. Program ini membahas
mengenai kesiapan dunia usaha dalam
IV. Event Besar Industrial Relations menghadapi program BPJS Kesehatan yang
akan diselenggarakan pemerintah mulai
1. Business Process Outsourcing - Indonesian tanggal 1 Januari 2014 serta program BPJS
Convention 2013 Ketenagakerjaan yang akan diselenggarakan
Program ini merupakan sebuah program mulai tanggal 1 Juli 2015, serta membahas dan
terobosan yang dilaksanakan oleh ATC pada mencari solusi atas polemik dan ketidakpastian
2 -5 April 2013 di Hotel Sheraton Mustika, upah 2014.
Yogyakarta. Program yang merupakan Program ini diawali dengan beberapa
sebuah konvensi Hubungan Industrial kegiatan promosi dan update terkait topik-topik
pertama di Indonesia yang membahas tersebut yaitu antara lain:
mengenai Outsourcing, menjawab tantangan 1. Update terkait Jaminan Kesehatan dan Upah
implementasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Minimum di Kawasan Industri EJIP, Cikarang
dan Transmigrasi RI No. 19 tahun 2012 tentang pada hari Rabu, 16 Oktober 2013 yang
“Syarat-Syarat Penyerahan Pelaksanaan dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta.
Sebagian Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain”. 2. Update terkait Jaminan Kesehatan dan Upah
Selama tahun 2013 Apindo Training Center berbagai kegiatan tersebut selama tahun
telah melakukan kurang lebih 23 (dua puluh 2013 ATC telah bermitra dengan lebih dari 500
tiga) kegiatan yang beragam baik skala kecil, perusahaan baru baik perusahaan nasional
skala menengah, maupun skala besar. Dari maupun perusahaan asing.
DATA LSP-HII
Nama Lembaga : LSP HUBUNGAN INDUSTRIAL PENDIRI & KETERWAKILAN
INDONESIA (LSP-HII) - Sofjan Wanandi (APINDO & Santini Group)
Tanggal Berdiri : 10 Desember 2012 - Suryadi Sasmita (APINDO & Wacoal Group)
Domisili : Jakarta - F.X. Sri Martono (APINDO & Astra Group)
Level LSP : Pihak Ketiga (Third Party)
Lisensi : BNSP (Badan Nasional KEPENGURUSAN
Sertifikasi Profesi)
Pendiri & Keterwakilan:
I. DEWAN PENGARAH
Ketua : Sofjan Wanandi
- Sofjan Wanandi (APINDO & Santini Group)
Sekretaris : Suryadi Sasmita
- Suryadi Sasmita (APINDO & Wacoal Group)
- F.X. Sri Martono (APINDO & Astra Group)
II. DEWAN PENGURUS
Mitra Pendiri LSP-HII : Presiden Direktur : F.X. Sri Martono
- PT Astra International Tbk Deputy Presiden Direktur : M. Aditya Warman
- PT Union Sampoerna Direktur : Kusno Erudi
- PT Freeport Indonesia Sekretaris & PDCA : Mariety Ruth
- PT Bank Central Asia Tbk Kepala Bidang :
• Manager Standarisasi :
- PT Bank Permata Tbk
Zukra Budi Utama
- PT Bank Mandiri • Manager Sertifikasi:
- PT Pertamina Uliya Hanifunnisa
- PT Federal International Finance • Manager Manajemen Mutu :
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Henricus Punto
• Manager Akreditasi/Umum :
- PT United Tractors tbk
G. Triyoga A. Prabowo
• Manager Keuangan :
PANITIA KERJA PERSIAPAN PEMBENTUKAN Devi Widiyanti
LSP (Ad-Hoc)
Ketua : F.X. Sri Martono
Wakil Ketua : M. Aditya Warman
Sekretaris : Kusno Erudi
Anggota : - Julita Fitriani
- Sugito
- Zukra Budi Utama
- Triyoga A. Prabowo
PENDAHULUAN
Sejak Apindo Training Center (ATC) berdiri diharapkan akan berlaku efektif dalam tahun
tahun 2010 yang silam, selama ini ATC mencatat 2013. SKKNI tersebut adalah hasil Konvensi
kinerja dan prestasi yang menggembirakan. Nasional SKKNI Ke-IV Sektor Ketenagakerjaan,
Seiring dengan itu APINDO kemudian Sub-Sektor Hubungan Industrial tanggal 13
mengambil langkah strategis memantapkan Oktober 2011 di Kemenakertrans RI.
kemajuan ATC tersebut dengan mendirikan Tujuan utama LSP-HII adalah memberikan
“Lembaga Sertifikasi Profesi Hubungan sertifikasi profesi di bidang Hubungan Industrial
Industrial Indonesia” (LSP-HII) dibawah yang memperoleh pengakuan yang sah secara
Lisensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi nasional terhadap kompetensi para Profesional
Profesi). Aplikasi Lisensi LSP (Third Party) ke Hubungan Industrial. Melalui ATC dan LSP-
BNSP dimaksud saat ini masih dalam proses, HII tersebut maka APINDO terlibat langsung
sambil menunggu berlakunya SKKNI (Standar dalam dimensi pembangunan Human Capital
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang nasional Indonesia.
kompetensi profesi Hubungan Industrial yang
KEGIATAN
1) Pada Bulan Juni 2013 yang akan digunakan sebagai pedoman
Mengadakan Pertemuan Para Mitra Pendiri LSP HII agar dapat menyusun Skema
yang dihadiri kuarng lebih 20 Perusahaan. Sertifikasi untuk diserahkan kepada pihak
Guna untuk mendapatkan dana dari para BNSP
Perusahaan yang telah kami undang. Dan
terkumpul dana dari 7 Perusahaan. 3) Pada Tanggal 18 September 2013
Mengadakan Pertemuan Para Mitra
2) Pada Tanggal 5 September 2013 Pendiri Batch 2 yang dihadiri 10 Perusahaan.
• Kami Mengadakan Training Penyusunan Guna untuk mendapatkan dana dari para
Bimtek Document LSP HII Pada Bulan Perusahaan yang telah kami undang.
September kami LSP HII megadakan
training in house Bimtek Penyusunan 4) Pada Bulan November 2013
Document Mutu tepat nya di Ruang Pada Bulan November kami mengadakan
training ATC yang di hadiri oleh 22 Peserta rapat kecil untuk membicarakan skema
dari ATC, LSP dan Apindo sebagai salah sertifikasi sebagai salah satu syarat pendirian
satu pemenuhan syarat berdirinya LSP HII. LSP HII kepada BNSP. Dan pembuatan skema
• Adapun kami melakukan training tersebut tersebut dalam proses in progres adapun yang
pembicara dari pihak BNSP itu sendiri. kami buat antara lain yaitu Matrix dari Skema
Kami mengadakan training tersebut tersebut dan Skema Sertifikasi itu sendiri
selama 1 hari penuh dari pukul 08.30 wib hingga awal januari 2014 target di dalam
- 17.30 wib. pembuatan skema tersebut dan di berikan
• Materi yang diberikan yaitu seputar bagai kepada BNSP yaitu pada tanggal 17 Januari
mana menyusun panduan mutu LSP HII 2014.
Adapun skema tersebut adalah syarat 7. Surat Pernyataan dari LSP HII kepada BNSP
dari pengembangan yang akan di ajukan ke 8. dll
BNSP agar dapat dilaksanakannya apresiasi. Kami juga sering melakukan pengecekan
Skema tersebut juga berisi tentang materi kepada pihak BNSP dan sering bertanya
asessment yang akan menjadi panduan untuk dokumen-dokumen apa lagi yang kurang dan
mendapatkan sertifikasi dari LSP HII kepada segera kami berikan untuk mendapatkan
seluruh karyawan yang akan mengikuti training lisensi atau apresiasi oleh pihak BNSP.
di ATC dan di Asessment oleh pihak LSP HII. Dan kami sedang menunggu jawaban atau
undangan untuk Apresiasi dari BNSP kepada
5) Pada Bulan November 2013 LSP HII.
Kami melayangkan surat kepada Dirjen
Dilantas Disnakertrans untuk meminta surat
dukungan Pendirian LSP HII serta di ajukan SUMBER DANA
dirujuk pada ke PHI. Dan telah menerima Sumber Dana dan Kekayaan LSP-HII APINDO
surat dukungan tersebut dari Dirjen PHI dapat diperoleh dari Penyertaan Modal Awal
Disnakertrans. yang berasal dari Stakeholder meliputi unsur:
Perubahan Akta Notaris telah kami lakukan Pendiri, Dewan Pengarah, Dewan Pengurus,
dalam pasal 15 dan itu dilakukan hanya dengan Dewan Pengawas, Mitra Pendiri, Subsidi dari
menggunakan Surat Sirkuler yang di Ketahui Pemerintah, Donasi Sponsor dari Dalam dan
atau diparaf oleh Presiden Direktur serta luar Negeri, dan Sumber-sumber Pendapatan
Deputy Direktur untuk di Tanda Tangani Oleh lain yang sah dan tidak mengikat.
Ketua DPN APINDO yaitu Bp. Sofjan Wanadi dan Pada Tahun 2013, LSP HII mengadakan 2
Sekretaris DPN APINDO Bp. Suryadi Sasmita. kali pertemuan kepada Mitra Pendiri sebanyak
Kami juga melayangkan surat perubahan 40 Perusahaan. Pertemuan tersebut dibagi
struktur Organisasi yang akan dikeluarkan nya kedalam 2 tahap yaitu pada bulan Juni dan
SK terbaru dari Ketua DPN APINDO yaitu Bp. September 2013. Adapun sumber dana yang
Sofjan Wanadi. telah diperoleh dari beberapa mitra pendiri
Kami juga mengerjakan Panduan Mutu selama tahun 2013 telah masuk antara lain
salah satu persyaratan document yang dari perusahaan :
dilayangkan ke BNSP serta menyiapkan • Bank Mandiri
document-document yang dibutuhkan BNSP • Freeport Indonesia
untuk persyaratan terdaftar nya LSP HII di • Astra International
BNSP. • BCA
• Pertamina
6) Pada Bulan Desember 2013 • Bank Permata
Pada Tahun 2013 tepatnya Bulan Desember • FIF
beberapa document-document telah di • TMMIN
masukkan atau di layangkan ke BNSP sebagai • UT
persyaratan awal untuk pendirian LSP, adapun • Union Metal
document-document yang telah di kerjakan
dan di layangkan ke BNSP antara Lain :
1. Akta Pendirian VISI, MISI & OBYEKTIF
2. NPWP dan Surat Domisili Kantor
3. Struktur Organisasi Visi
4. Panduan Mutu “Menjadi LSP unggulan yang mampu
5. SK melayani kebutuhan Sertifikasi Profesi
6. SOP Hubungan Industrial di seluruh Indonesia –
dengan kredibilitas yang diakui secara sah baik
nasional maupun internasional.”
D
alam Bulan Desember 2013, ketika barang barang yang sangat dibutuhkan oleh
terjadi musibah angin Typhoon Haiyan di para korban bencana alam tersebut antara
Negara tetangga Filipina, DPN APINDO lain terdiri dari: makanan khusus untuk balita,
bersama dengan Anggota Luar Biasa serta anak-anak, susu, biskuit, air mineral, dan mie
beberapa Perusahaan lain yang bersimpati instant.
terhadap musibah tersebut memberikan Disamping itu atas himbauan dari APINDO,
bantuan kemanusiaan kepada Filipina yang beberapa perusahaan anggota APINDO juga
diserahkan melalui Palang Merah Indonesia langsung menyumbangkan bantuan kema-
(PMI). nusiaan melalui PMI, antara lain produsen
Bantuan yang diberikan oleh APINDO makanan seperti Indofood dan Garuda Food,
selain berupa uang tunai yang diserahkan produsen pakaian wanita dan pakaian lain-
langsung oleh Ketua Umum APINDO Bapak nya seperti Wacoal dan Hammer, produsen
Sofjan Wanandi kepada Ketua Palang Merah obat2an ; Combiphar, dll. yang turut berpartisi-
Indonesia (PMI) Bapak Jusuf Kalla, juga berupa pasi dalam bantuan kemanusiaan ini.
Dalam tahun 2013 telah dilantik pengurus Sementara kegiatan sosialisasi peranan
DPK di lingkungan Propinsi Aceh oleh Ketua APINDO dalam hal perdagangan dan bantuan
DPP Aceh yaitu: DPK Banda Aceh dan DPK hukum / advokasi kepada anggota APINDO
Sabang periode 2012 -2017. Beberapa kegiatan telah pula dilakukan oleh pengurus DPP Aceh.
seperti lokakarya dengan pemerintah daerah Disamping itu ketua DPP Aceh sering menjadi
membahas draf pengembangan ekonomi narasumber di beberapa stasiun TV lokal
lokal Banda Aceh, pelatihan yg diadakan oleh dengan berbagai topik diantaranya dialog
APINDO Aceh Training Center untuk pemandu mensejahterakan buruh membangun negeri di
wisata dan service seluler, proses magang dari stasiun TVRI Aceh pada tanggal 30 April 2013
beberapa tenaga trampil dan profesional di Terkait Pengupahan dan LKS Tripartit
beberapa perusahaan anggota dari DPP Aceh, ketua DPP Aceh yang juga anggota Dewan
serta pelaksanaan FGD Studi Kasus Survei Pengupahan Propinsi Aceh (Unsur APINDO
Indeks Kinerja Logistik di Banda Aceh, telah Aceh) aktif dalam penyusunan dan survei KHL
mewarnai kegiatan yang dilakukan oleh DPP di pasar tradisional dan modern serta berdialog
Aceh selama tahun 2013. dengan komisi F DPRD Aceh.
Pelantikan Pengurus DPK APINDO Banda Aceh (kiri) dan DPK Sabang (kanan)
untuk periode 2012-2017 oleh Ketua DPP APINDO Aceh
PELUANG INVESTASI
A. Sektor Pertambagan dan Energi
1. Pembangkit Listrik Panas Bumi (Geo-
termal)
Provinsi Aceh menyimpan potensi panas
bumi yang cukup besar di dua kawasan
yaitu wilayah Kerja Pertambangan (WKP)
Ketua APINDO Aceh ([Link] Sulaiman, SE) sebagai Seulawah Agam, Aceh Besar dan WKP
narasumber pada Eksaminasi Nasional Keputusan Peng-
adilan Hubungan Industrial di Bogor tanggal 27-28 Juni Jaboi, Pulau Weh.
2013 (APINDO & NHO). 2. Emas
Lokasi penambangan emas tersebar di
beberapa daerah, antara lain di Gunong
Daerah Produksi Perkebunan Kopi di Prov. Aceh. Daerah Produksi Perkebunan Coklat di Prov. Aceh
Daerah Produksi Perkebunan Sawit di Prov. Aceh Daerah Produksi Perkebunan Nilam di Prov. Aceh
P
rovinsi Sumatera Utara yang berada pelaksanaan hingga evaluasi pelaksanaan.
di ujung Barat Indonesia merupakan Seminar diadakan pada tgl 6 Maret
provinsi yang sangat luas dengan 33 2013 betempat di Hotel Grand Antares
Kabupaten/Kota. Wilayah ini memiliki potensi Medan yang dihadiri 125 orang anggota
ekonomi di bidang pertanian, perkebunan, APINDO dan asosiasi pengusaha lainnya
perikanan, dan pariwisata. Dalam bidang dari Provinsi Sumatera Utara. Melalui
perkebunan, komoditi utama yang bisa seminar tersebut, para peserta dibekali
dikembangkan adalah: kelapa sawit, karet, dengan pemahaman tentang proses
kopi, dan coklat. Selain bidang bidang pelaksanaan SPSE (E-procurement),
tersebut, wilayah ini juga menyimpan potensi dan menjembatani kesenjangan dalam
pengembangan energi terbarukan (renewable pelaksanaannya, menganalisis kasus-
energy) seperti biomassa dan biofuel. kasus yang memungkinkan terjadinya
Dalam mengikuti dinamika perekonomian praktek KKN dalam PBJ (Pengadaan
di provinsi ini, DPP APINDO Sumatera Utara Barang dan Jasa), serta menemukan solusi
telah memiliki 13 DPK APINDO. Selama tahun untuk menghindarinya. Seminar tersebut
2013, beberapa kegiatan yang telah dilakukan juga dimaksudkan untuk memperluas
oleh DPP Sumut diantaranya adalah: keterjangkauan pelaksanaan SPSE dalam
pengadaan barang dan jasa kepada
1. Seminar Lokakarya Internalisasi seluruh stakeholder untuk diterapkan
Sistem Integritas dan Good secara konsisten dan konsekuen.
Coorporate Governance Menuju
Pengadaan Bersih 2. “Focus Group Discussion (FGD) Need
Assessment untuk Membangun Model
Latar belakang diadakannya seminar Collaborative Action on Corporate
ini adalah upaya untuk mendorong prinsip Integrity (CACI) Bagi Vendors dan
integritas dan anti korupsi dalam praktek Asosiasi Vendors di Provinsi Sumatera
pengadaan barang/jasa publik melalui Utara”
peningkatan kapasitas yang akan mendorong
pada perubahan sikap (behavior), yang pada FGD ini diadakan pada tanggal 8 Maret
akhirnya memenuhi prinsip-prinsip: 2013 di Hotel Antares Medan dengan tujuan
(1) reliability: dapat dipertanggung jawabkan untuk menghasilkan model dari Collaborative
dengan adanya transparasi dalam pe- Action on Corporate Integrity on Integrity / CACI
ngelolaan dan (atau secara singkat: koalisi pengusaha ber-
(2) integrity: integritas/terpadu dalam pe- integritas). Koalisi pengusaha ber-integritas ini
laksanaan yang dimulai dari perencanaan, diharapkan akan berperan sebagai:
(1) kelompok yang mempelopori dipatuhinya 4. Save Our Sumut (SOS) “ Gerakan Se-
sistem integritas dalam Pengadaan Barang juta Tanda Tangan Rakyat Sumatera
dan Jasa Publik dengan cara internalisasi Utara atas Krisis Energi Listrik dan Gas
sistem ke dalam SoP korporasi dan; Yang Berkepanjangan
(2) kelompok yang memberikan dukungan
dan bimbingan kepada anggota untuk Aksi sejuta tanda tangan sebagai bentuk
mematuhi internalisasi system integritas keprihatinan atas krisis energi listrik dan gas
dalam bisnisnya. Sebaga nara sumber dari yang terus mendera Sumatera Utara. Tujuan
DPN APINDO dan KPPOD yaitu Robert Endi aksi adalah menunjukkan realitas kepada
Jaweng dan Wahyu handoko. Sedangkan para pengambil kebijakan publik bahwa efek
peserta dalam acara ini sebanyak 20 krisis listrik dan gas sangat negatif dalam
orang yang memiliki latar belakang perkembangan perekonomian dan masyarakat
berpengalaman dalam tender-tender di SUMUT. Aksi ini berlangsung di Lapangan
pengadaan barang/jasa Pemerintah dan Merdeka Medan pada hari Sabtu 5 Oktober
merupakan layer pertama atau kedua di 2013 yang diikuti oleh berbagai elemen
perusahaan. masyarakat seperti kalangan pengusaha,
mahasiswa, kelompok buruh dan pekerja serta
3. Suara Pengusaha “Kejelasan Kontribu- elemen masyarakat lainnya.
si Jasa Pemeliharaan Fasilitas Pelabu-
han dan Pemadaman Listrik” 5. Musyawarah Kabupaten Ke - III & Pelan-
tikan Asosiasi Pengusaha Indonesia
DPP APINDO Sumatera Utara sebagai (Apindo) Kab. Deli Serdang
asosiasi yang beranggotakan sebagian besar
perusahaan-perusahaan yang melakukan Kesinambungan dan pengembangan peran
kegiatan ekspor-impor sangat keberatan dan organisasi secara efektif dan efisien, sangat
dengan tegas menolak rencana kenaikan ditentukan oleh penataan segenap perangkat
tarif pelabuhan BICT (Belawan Internatioanal organisasi di setiap tingkatan. Musyawarah
Container Terminal) sebesar 20 %. Kenaikan Kabupaten merupakan perangkat institusi
tarif tersebut tidak tepat karena menuju ke tertinggi organisasi yang menentukan kadar
era perdagangan bebas, seharusnya tarif perkembangan organisasi pada tingkatan
menjadi lebih murah agar perusahaan tidak tersebut. Selain melakukan evaluasi kinerja atas
mengeluarkan biaya yang semakin tinggi pelaksanaan program dan kegiatan, memilih
dan akan melemahkan daya saing produk kepengurusan baru, Muskab juga menetapkan
Sumatera Utara. Melalui kegiatan ini yang kebijaksanaan umum dan strategi yang akan
diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2013 di tempuh DPKab APINDO Deli Serdang ke
di Matador Café, Medan, pengusaha minta depan. Untuk itu, Muskab DPkab APINDO Deli
kejelasan dari Pelindo mengenai kontribusi Serdang ke - III memiliki posisi strategis untuk
jasa pemeliharaan fasilitas pelabuhan yang mempersiapkan penyusunan garis-garis besar
semestinya dibicarakan dengan pihak-pihak kebijakan organisasi dimaksud dalam periode
yang mempunyai kepentingan secara langsung lima tahunan 2013 – 2018. Musyawarah
karena dampaknya adalah akan mempengaruhi Kabupaten Ke – III Deli Serdang dilaksanakan
daya saing perusahaan. pada tanggal 5 Oktober 2013 di Hotel Garuda
Citra Medan telah memilih Pengurus Baru
DPKab APINDO Deli Serdang yang kemudian
dilantik pada tgl 19 Oktober 2013 di Hotel
Polonia Medan.
B
erbagai kegiatan dilakukan oleh DPP Utara (Sumbagut) dan Ketua Gapki Riau. Selain
Riau untuk memberikan pelayanan itu diadakan juga sosialisasi mengenai pergub
ke anggota, diantaranya seminar dan UMSP Migas tahun 2013 yang dihadiri oleh
penjelasan mengenai Industrial Relation beberapa perusahaan Migas dan ketua SKK
Update yang dikaitkan dengan Outsourcing, Migas Riau serta narasumber lainnya.
dihadiri oleh pengurus dari DPP Riau dan juga Member Gathering yang diperuntukan
dari DPN APINDO Jakarta , sebagai narasumber untuk anggota DPP Riau diadakan pada
adalah pembicara dari Universitas yang ada di tanggal 24 Juli 2013 bersama dengan Serikat
propinsi Riau. pekerja/ Serikat buruh ( SP/SB) sebagai bentuk
Dalam rangka memperingati Hari Buruh silaturahmi dengan anggota sekaligus dengan
International pada tanggal 29 April 2013, SP/SB
diadakan dialog yang dihadiri oleh pengurus dan Berikut beberapa foto kegiatan yang sudah
anggota dari DPP Riau, Kadisnakertransduk dilakukan DPP APINDO Riau di tahun 2013 :
Riau, Kepada SKK Migas Sumatera Bagian
S
elama tahun 2013, selain keterlibatan Unsur DPP Kepri juga terlibat dalam
dalam kegiatan regular penentuan kegiatan Tripartitnas dengan melakukan
UMP/UMK menjelang akhir tahun, DPP kunjungan kerja ke Korea Selatan, bertemu
Kepri juga melakukan serangkaian kegiatan dengan berbagai pihak disana, diantaranya:
lainnya dengan berbagai pihak, diantaranya KLF (Korean Labor Federation), Human
di dalam bulan Puasa Ramadhan DPP Kepri Resource Development Service of Korea,
mengadakan buka puasa dan silaturahmi FKTU (Federation Korean Trade United) yang
dengan Kapolda Kepri untuk meningkatkan merupakan Serikat Buruh terbesar di Korea
kerjasama antara Kepolisian Kepri dengan Selatan, serta mengadakan pertemuan juga
DPP Kepri. dengan KEF (Korean Employers Federation).
Malam Silaturami dan berbuka puasa bersama DPP APINDO KEPRI dengan Kepala
Kepolisan Daerah Kepri (Kapolda Kepri), tanggal 17 Juli 2013 di Batam.
Pertemuan Tripartit Nasional dengan KLF (Korean Labour Pertemuan Tripartit Nasional dengan Human Resource
Federation) di Seoul-Korea Development Service Of Korea (seperti Balai Pelatihan
Tenaga kerja di Korea)
Members gathering DPP Riau bersama Training mengenai Industrial Relation Pertemuan Tripartit Nasional dengan
Pertemuan APINDO dengan KEF (Korean Employers Federation) Di Seoul - Korea
dengan SP/SB sekaligus forum Update yang dikaitkan dengan Out- FKTU (Federation Korean Trade
silaturahmi bersama. sourcing dihadiri juga oleh Bapak United) Serikat Buruh terbesar
Aditya Warman dari DPN APINDO. di Korea
D
ari 300 perusahaan Anggota Biasa yang Pengusaha UKM di Sumbar untuk dapat
dimiliki oleh DPP Sumbar, sebagian menerima pelatihan dan bimbingan dari Qatar
besar adalah perusahaan UKM yang Opportunities mengenai bidang tertentu yang
tersebar di 9 Kabupaten dan Kota wilayah nantinya dapat mengembangkan usaha dari
Propinsi Sumatera Barat. Dalam melakukan perusahaan UKM
afkifitas organisasi selama tahun 2013, Selain itu kerjasama juga dilakukan oleh
DPP Sumbar telah mengadakan beberapa DPP Sumbar dengan National University of
kegiatan diantaranya melakukan kerjasama Singapore dalam kegiatan survey daya saing
dengan Qatar Opportunities yang bertujuan dan pembangunan di 33 Propinsi di seluruh
untuk memberikan kesempatan kepada Indonesia termasuk di propinsi Sumatera
Dibawah ini beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP Sumbar :
Barat yang hasilnya akan sangat berguna guna tersebut termasuk ketua UKM DPP Sumbar
mengetahui sampai sejauh mana kemampuan untuk dapat bertukar pikiran dan saling
pengusaha di Sumatera Barat untuk dapat memberikan informasi mengenai kemajuan
bersaing dengan wilayah lain di Indonesia. dan perkembangan pengusaha UKM di daerah
Dalam rangka Munas APINDO ke IX di masing masing dengan team UKM dari DPP
Jakarta pada bulan April 2013, DPP Sumbar lainnya di seluruh Indonesia
juga mengirim team untuk menghadiri acara
D
PP Lampung merupakan salah satu DPP daerah di Indonesia, salah satunya adalah di
yang aktif membina para pengusaha Jakarta Trade Expo 2013 beberapa waktu yang
UKM yang ada di wilayah Lampung, lalu. DPP Lampung sering kali menjadi tempat
diantaranya tercermin dengan seringnya pelatihan bagi pengusaha UKM yang diberikan
pengusaha UKM binaan DPP Lampung dari DPN APINDO, di tahun 2013 Lampung
mengikuti pameran yang ada di beberapa mengadakan business gathering yang merupa-
kan kerjasama DPN APINDO dengan mitra serta dengan Cagub dan Cawagub sebelum
asing NHO dari Norwegia. diadakannya pilkada daerah Lampung.
DPP Lampung juga aktif memberikan Dalam hal peningkatan pemahaman
sosialisasi dan informasi kepada anggotanya tentang daya saing propinsi Lampung, DPP
melalui beberapa kegiatan diantaranya pene- Lampung mengadakan acara Dialog antara
rangan mengenai peningkatan produktifitas Anggota Apindo Lampung dengan Pakar Asia
di perusahaan anggota serta sosialisasi gas Competitiveness Institute (ACI) Singapura
alam untuk industri bagi anggota dari DPP dan beserta DPN APINDO. Dalam memperingati
DPK/kota di propinsi Lampung. Selain itu DPP HARI AIDS SEDUNIA (HAS) 2013, DPP Lampung
juga aktif membina hubungan baik dengan mengadakan kegiatan dengan tema Cegah
pejabat daerah setempat misalnya dengan HIV-AIDS ”Lindungi Pekerja, Keluarga dan
KAPOLDA Lampung dalam acara silaturahmi, Bangsa”.
Dibawah ini beberapa foto dokumentasi kegiatan yang dilakukan oleh DPP Lampung :
Business Gathering dengan narasumber dari DPN APINDO Ramah tamah Mr. Bjorn dari NHO dengan pengurus DPP
dan NHO Norwegia, diadakan tanggal 4 Maret 2013 Lampung dan Bapak Anthony Hilman, Ketua Bidang
Organisasi dan Pemberdayaan Daerah DPN APINDO.
Malam silaturahmi DPP Lampung dengan Kapolda Ketua DPP Lampung Bp Jusuf Kohar dalam acara temu
Lampung beserta jajaran kepolisian Propinsi Lampung bicara dengan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur
Lampung periode tahun 2014- 2019.
S
ejak dikukuhkannya kepengurusan Sumsel Bapak Ghandi Arius.
DPP APINDO Sumatera Selatan (Sum- Terkait dengan Penetapan UMP Propinsi
Sel) yang baru pada bulan September Sumatera Selatan dimana pengusaha merasa
2011 oleh Ketua Umum APINDO, maka penetapan pemerintah tidak sesuai dengan
diadakan perombakan dan penataan kembali keputusan dari Dewan pengupahan Daerah
kepengurusan organisasi mulai dari Dewan Sumatera Selatan, maka untuk hal itu DPP
Pimpinan Propinsi sampai dengan Dewan Sum-Sel mengajukan gugatan terhadap SK
Pimpinan Kota, dimana sebelumnya operasional UMP Sumsel 2013. DPP APINDO Sumatera
DPP Sum-Sel dipimpin oleh caretaker untuk Selatan melalui Kuasa Hukumnya melakukan
waktu yang cukup lama. Penataan kembali upaya hukum terhadap SK UMP Sumsel Tahun
organisasi APINDO Sumatera Selatan tersebut 2013, yaitu dengan menggugat ke PTUN
diharapkan akan memperbaiki kinerja pengurus Palembang, dilanjutkan dengan Banding dan
dan juga sekretariat mulai dari tingkat propinsi Kasasi ke MA. DPP APINDO Sumsel berupaya
sampai dengan kabupaten / kota. untuk mendapatkan kepastian hukum yang
Sampai saat ini DPP Sum-Sel baru memiliki mengikat sampai ke tingkat yang paling tinggi
1 perwakilan Dewan Pimpinan Kota (DPK) yaitu (Kasasi).
kota Palembang, dimana diharapkan untuk Dalam upaya memberikan informasi yang
waktu kedepan akan berdiri pula beberapa DPK berimbang terhadap upaya gugatan UMP oleh
APINDO di beberapa kabupaten dan kota di DPP APINDO Sumsel dan sekaligus publikasi
wilayah Sumatera Selatan. mengenai eksistensi DPP APINDO Sumsel,
Dalam Perkembangannya DPP Sumsel mulai maka DPP APINDO Sumsel melakukan Press
mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk Conference dan Press Release untuk media-
melayani dan memberikan informasi kepada media cetak maupun elektronik.
perusahaan anggota, diantaranya: kerjasama Sebagai realisasi kerjasama DPN APINDO
dengan DPN APINDO dan NHO serta didukung dengan ACI Singapore, APINDO Sumsel menjadi
oleh GAPKI (Asosiasi Kelapa Sawit) DPP Sumsel salah satu provinsi untuk dilaksanakannya
menyelenggarakan Business Gathering dengan Survey Daya Saing Usaha oleh Tim ACI
tema: “Dampak Kenaikan UMP terhadap Singapore secara langsung dengan responden
Perekonomian di Indonesia – UMP Mengganas, adalah anggota DPP APINDO Sumsel. Kegiatan
Bisnis Tergilas”. Kegiatan Business Gathering dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Palembang
tersebut dilaksanakan di Hotel Novotel pada 24 Oktober 2013. Pada bulan November
Palembang tanggal 11 September 2013, 2013, Ketua DPP APINDO Sumsel menghadiri
dengan nara sumber dari DPN APINDO Bapak kegiatan ACIAnnual Conference di Singapura
Anthony Hilman, Pemprov Sumsel Bapak dan melakukan penandatanganan LOI antara
Syamsul Bahri dan Kuasa Hukum DPP APINDO ACI dengan DPP APINDO Sumsel.
Dalam kegiatan rutin Rapat Pengurus DPP kegiatan DPP APINDO Sumsel, Melanjutkan
APINDO Sumatera Selatan telah pula dibahas Inisiasi pembentukan DPK (Kabupaten/Kota:
beberapa hal antara lain: pembahasan program OKU, Muara Enim, OKI) dan Isue isue lainnya.
Beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP Sumatera Selatan selama tahun 2013 :
Press Conference DPP APINDO Sumatera Selatan; Topik: Gugatan DPP APINDO Sumsel terhadap SK UMP Sumsel Tahun 2013
Pertemuan APINDO dengan ACI Singapore; Survei Daya Saing Usaha Hotel Grand Zuri Palembang, 24 Oktober 2013
P
otensi di bidang pertanian, perkebunan, Jaringan telekomunikasi tetap dan seluler;
perikanan, pertambangan, dan Suplai bahan baku air bersih untuk industri
pariwisatan hingga saat ini belum dan rumah tangga dan terdapat jalur pipa gas
dikelola secara maksimal. dari Sumatera Selatan ke Bojonegara, Banten.
Banten menarik menjadi tujuan investasi Pada saat ini terdapat beberapa proyek
karena infrastruktur pendukung yang yang diprioritaskan menjadi tujuan investasi
telah tersedia, seperti akses jalan tol dari utama di Provinsi Banten, antara lain adalah
Jakarta-Tangerang-Merak; Akses jalan Arteri pembangunan Jembatan Selat Sunda yang
Primer (jalan Nasional) di seluruh wilayah; menjadi penghubung antara Pulau Sumatera
Akses kereta api Jakarta–Rangkasbitung– dan Pulau Jawa dan pembangunan jalan tol
Merak; Akses penerbangan internasional Serpong-Balaraja.
(Bandara Soekarno-Hatta); Akses pelabuhan Selain itu banyak daya tarik wisata yang ada
penyeberangan kapal Ferry Ro-Ro (ASDP di Provinsi Banten antara lain Taman Nasional
Merak); Pelabuhan petikemas standar Ujung Kulon, Pantai Anyer, Mercusuar kawasan
internasional (Pelabukan Ciwandan); Pelabuh- Anyer-Carita, Pantai Karang Bolong, Pantai
an Curah standar internasional & dermaga Sawarna, Pantai Tanjung Lesung, Pulau Dua/
untuk kepentingan sendiri; Tersedianya PLTU Pulau Burung, Pulau Umang, Gunung Krakatau,
(Suralaya, Bojonegara dan Captive Power (KDL, dan Rawadano. Pemandangan yang ditawarkan
Tifico, Indah Kiat, Nicomas, Chandra Asri); di berbagai daya tarik wisata tersebut memiliki
daya tarik tersendiri, sehingga dijadikan sebagai dapat memperluas wawasan keanggotaan
ikon wisata di Provinsi Banten disamping dengan menarik perusahaan-perusahaan
kebudayaan asli penduduk Banten yang sudah tersebut menjadi anggota dari DPP Banten
sangat terkenal diseluruh Nusantara seperti dan selanjutnya dapat berkolaborasi dengan
kesenian tradsional Kuda Lumping dan seni perusahaan UKM yang menjadi binaan dari
bela diri Pencak Silat. DPP Banten, agar perusahaan UKM yang ada di
Banyak industri berskala besar dan bertaraf Propinsi Banten dapat terbantu dengan adanya
International berada di propinsi Banten, hal ini perhatian dan kerjasama antara perusahaan
merupakan tantangan bagi DPP Banten untuk besar dengan perusahaan UKM tersebut
Beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP Banten selama tahun 2013 :
Survey Daya Saing Usaha Tahap Kedua (Tahun 2013) Kerja sama ACI Singapore – DPP APINDO Provinsi Banten,
diadakan pada tanggal 29 Oktober 2013 di Hotel Great Western Resort Hotel, Tangerang – Banten.
Seminar tentang “Pelaksanaan BPJS Kesehatan Bagi Perusahaan” pada tanggal 19 Desember 2013,
mengambil lokasi di Padang Golf Modernland, Tangerang – Banten.
P
ertumbuhan ekonomi tertinggi di DKI Jawa yang memberikan sumbangan terhadap
Jakarta pada triwulan III/2013 terjadi PDB 58,20%. Kemudian diikuti oleh Pulau
di sektor pengangkutan dan komunikasi Sumatera 23,75%, Pulau Kalimantan 8,45%,
sebesar 2,97 %, selanjutnya sektor jasa-jasa Pulau Sulawesi 4,87% dan sisanya 4,73% di
sebesar 2,86 %, sektor perdagangan-hotel- pulau-pulau lain. Di Jawa masih didominasi DKI
restoran sebesar 2,05%, sektor pertanian Jakarta (16,58%), Sumatra oleh Riau (6,83%),
sebesar 2,32 %, sektor konstruksi sebesar 1,83 Kalimantan oleh Kalimantan Timur (5,33%)
%, sektor industri pengolahan sebesar 1,53 %, dan Sulawesi oleh Sulawesi Selatan (2,52%).
sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan Gejolak perburuhan DKI 2013 masih di
sebesar 1,31 %, serta sektor listrik-gas-air dominasi penetapan Upah Minimum Provinsi
bersih sebesar 0,47 %, sementara sektor (UMP), dimana saat Gubernur DKI Jakarta
pertambangan-penggalian tumbuh minus Joko Widodo menyetujui upah buruh naik
0,38%. 43%, menimbulkan protes dari kalangan
Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta pengusaha dan mereka mengancam untuk
sampai dengan triwulan III tahun 2013 memindahkan bisnisnya keluar dari Indonesia
(Januari-September) tumbuh sebesar 6,35% atau menutup usahanya. Sementara itu di
dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 ini jumlah perusahaan yang
di tahun 2012. Sektor pengangkutan dan mengajukan penangguhan pembayaran upah
komunikasi masih menjadi sektor dengan sesuai keputusan pemerintah DKI Jakarta
pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 11,23%, sebanyak 345 perusahaan, dari jumlah itu
diikuti oleh sektor jasa-jasa dan perdagangan- yang disetujui 63 perusahaan sedangkan 282
hotel-restoran yang masing-masing tumbuh perusahaan ditolak. Upah minimum provinsi
7,56 % dan 7,06% (UMP) DKI Jakarta tahun 2014 telah ditetapkan
Seperti halnya dengan tahun-tahun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebesar Rp
sebelumnya, perekonomian DKI Jakarta pada 2.441.301,74/bulan atau naik 10% dari UMP
triwulan II dan III tahun 2013 juga masih tahun 2012 yang sebesar Rp. 2.200.000,-
didominasi oleh sektor keuangan-real estat- Selama tahun 2013, DPP DKI Jakarta
jasa perusahaan, sektor perdagangan-hotel- selalu mengikuti rapat-rapat dalam bidang
restoran, dan sektor industri pengolahan. ketenagakerjaan melalui Tripartit, Dewan
Sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan Pengupahan Daerah dan Forum Hubungan
memberi kontribusi rata-rata sebesar 27,82 Industrial Propinsi DKI Jakarta baik dilakukan
%, sektor perdagangan-hotel-restoran rata- bersama dengan instansi pemerintah maupun
rata sebesar 21,07 % dan sektor industri swasta diantaranya menghadiri undangan
pengolahan rata-rata sebesar 15,07 %. audiensi dan Pengukuhan anggota LKS
Sementara struktur perekonomian Indonesia Tripartit Prop DKI Jakarta dan anggota tripartit
secara spasial pada triwulan III 2013 masih di 5 kota administrasi dengan Gubernur DKI
didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jakarta pada tanggal 26 Februari 2013. Selain
Beberapa foto kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP DKI Jakarta selama tahun 2013 :
Beberapa kegiatan dalam acara Musyawarah Propinsi DKI Jakarta yang telah dilakukan pada tanggal
19 November 2013 di Jakarta, dan telah terpilih kembali Bapak Drs. Soeprayitno MBA. MSc. Ph.D
sebagai Ketua DPP APINDO DKI Jakarta
Seminar Nasional “Antisipasi Potensi Konflik Ketenagakerjaan Nasional 2014”, Pembicara Utama
Bapak Arief Budi Susilo, Pemred Bisnis Indonesia dan Ibu Nur’aina mewakili Direksi Jamsostek Persero.
Kegiatan Pelatihan UMKM binaan DPP APINDO Jakarta, sekaligus sarasehan yang diikuti oleh
para pegusaha UMKM bersama ketua Bidang UMKM DPP DKI Jakarta Ibu Reni Nurhadi
P
rovinsi Jawa Barat memiliki luas produk dalam negeri dengan barang impor di
wilayah 37.173 km², dengan jumlah pasar domestik, WTO mengijinkan Indonesia
penduduk 46.497.175 jiwa, tersebar untuk melindungi produsen dalam negeri dari
di 27 Kabupaten/Kota (18 Kabupaten dan dampak negatif pasar bebas berupa Tindakan
9 Kota). DPP APINDO memiliki 26 DPK dari Pengamanan Perdagangan (Safeguards
27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Provinsi Measures).
ini adalah salah satu dari pusat aktivitas Tujuan dari acara ini adalah untuk mem-
ekonomi utama di Indonesia, yang banyak berikan informasi, pemahaman dan konsultasi
dikontribusikan dari aktivitas manufaktur kepada Para Pelaku Usaha tentang instrumen
serta perdagangan dan jasa yang tersebar di Safeguards. Acara ini dihadiri oleh 85 orang
berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat. utusan dari perusahaan anggota APINDO dan
Dalam upaya melakukan pelayanan terhadap perwakilan DPK APINDO. Bertindak sebagai
kebutuhan para anggotanya, DPP APINDO Narasumber adalah Tim dari KPPI, acara
Jabar melakukan berbagai kegiatan baik yang Sosialisasi ini dirangkai dengan sesi Konsultasi
terkait dengan ketenagakerjaan atau kegiatan One-on-One.
kegiatan lain untuk mendukung kinerja dunia
usaha dan meningkatkan investasi di Jawa 2. Seminar dan Focus Group Discussion
Barat. Berikut beberapa kegiatan diantaranya (FGD) tentang Pengadaan Barang
yang dilaksanakan selama tahun 2013. dan Jasa Dengan Sistem Elektronik
(E-Procurement).
1. Sosialisasi dan Konsultasi Tindakan
Pengamanan Perdagangan DPP APINDO Jawa Barat bekerjasama
(Safeguards) di Bandung dengan DPN APINDO dan didukung oleh
KEMITRAAN, telah mengadakan kegiatan
Acara Sosialisasi dan Konsultasi Tindakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD)
Pengamanan (Safeguards) ini dilaksanakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa Dengan
pada hari Kamis tanggal 14 Maret 2013, di Sistem Elektronik (E-Procurement), dengan
Hotel Aston Pasteur Jl. Dr. Djundjunan No. 96 tema “Pengarusutamaan Sistem Integritas
Bandung. Acara ini merupakan kerjasama dan Good Corporate Governance Menuju
antara DPP APINDO Jawa Barat dengan KPPI Pengadaan Bersih”, pada tanggal 20 – 22
(Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia) Maret 2013, di Hotel Aston Tropicana Jl.
dengan tema : “Perlindungan Produsen Dalam Cihampelas No. 125-129 Bandung.
Negeri Dari Dampak Negatif Melonjaknya Tujuan dari Seminar dan TOT ini adalah:
Impor, Melalui Tindakan Pengamanan 1) Untuk meningkatkan kapasitas dari para
Perdagangan (Safeguards)”. vendors dan asosiasi anggota DPP APINDO
Dengan semakin meningkatnya persaingan Jawa Barat terhadap sistem integritas,
pelaksanaan proses bisnis yang jujur dan Ruang Kerja Menteri Perindustrian RI, Jl. Gatot
terbuka serta nilai-nilai anti korupsi dalam Subroto Kav. 52 - 53. Jakarta , dalam Audiensi
menerapkan E-procurement, tersebut, Bapak Menteri Perindustrian RI
2) Untuk memberikan informasi kepada didampingi oleh Dirjen Kerjasama Industri
vendors dan asosiasi tentang pentingnya Internasional Bapak Agus Tjahajana dan
kewajiban untuk memenuhi E-procurement jajarannya.
dari Pemerintah dan keuntungan yang Delegasi dari Pengusaha Taiwan yang hadir
akan dinikmati oleh vendors dan asosiasi, pada acara audiensi tersebut adalah Mr. Y.
dalam menginternalisasikan prinsip-prinsip H. Lee dan Mr. Eric Hsu. Dalam audiensi
dan nilai-nilai dimaksud dalam pengadaan yang berlangsung dengan ramah dan penuh
barang dan jasa guna menghindari tindak kekeluargaan tersebut, dibahas beberapa
pidana korupsi dan mendukung perwujudan topik pembicaraan, antara lain:
Good Corporate Governance ke dalam • Para investor dari Taiwan, terutama yang
praktek ber-korporasi sehari-hari. bergerak di bidang logam, permesinan dan
Acara Seminar diadakan dalam 2 (dua) elektronik, berencana akan berinvestasi di
Angkatan, yaitu Angkatan I pada Rabu 20 Jawa Barat, terutama di Kabupaten Bekasi
Maret 2013, diikuti oleh 100 peserta, utusan dan Kabupaten Karawang.
dari perusahaan, asosiasi dan perwakilan DPK • Para investor tersebut mohon bantuan dan
APINDO. Sedangkan Angkatan II diadakan bimbingan dari Kemenperin RI agar proses
pada Kamis 21 Maret 2013, yang diikuti oleh investasi mereka berjalan lancar.
90 peserta dari utusan yang sama seperti
pada angkatan 1 4. Rapat Koordinasi APINDO se Jawa
Narasumber Seminar adalah: Barat tentang Hasil Munas APINDO
• Bapak Anthony Hilman (Ketua DPN APINDO), Ke-9 Tahun 2013, May Day 2013, dan
• Bapak Prof. Himawan Adinegoro (LKPP), UMK 2014.
• Bapak Wisnu Setyo Wijoyo (LKPP),
• Bapak Gunawan (PT. Siemens Indonesia), Pada hari Selasa tanggal 23 April 2013,
• Bapak Budi Santoso (KEMITRAAN), bertempat di Aula Kantor PT. Jamsostek Kanwil
• Bapak Ahmad Amin, MBA (CPPR UGM), IV Jawa Barat, telah diadakan Rapat Koordinasi
• Ibu Dr. Ika Mardiah (Kepala LPSE Provinsi antara DPP APINDO Jawa Barat dengan DPK
Jawa Barat), APINDO se Jawa Barat tentang Hasil Munas
• Ibu Natalia Herawati (KEMITRAAN), APINDO Ke-9 Tahun 2013, May Day 2013, UMK
• Bapak Martin B. Chandra (DPP APINDO Jawa 2014.
Barat), dan Rapat Koordinasi ini diadakan dalam rangka
• Bapak Wahyu Handoko (DPN APINDO). untuk :
Acara FGD yang dilaksanakan pada 22 1) Menyampaikan informasi terkini tentang
Maret 2013, diikuti oleh 30 peserta dan hasil Munas APINDO ke-9 tahun 2013, yang
sebagai. narasumber adalah dari CPPR UGM telah diadakan pada tanggal 8 - 9 April 2013
dan DPN APINDO. di Hotel JS Luwansa Jakarta,
2) Menyamakan persepsi dan pandangan,
3. Audiensi dengan Menteri Perindustrian antara DPP APINDO Jawa Barat dengan DPK
RI Bapak M.S. Hidayat APINDO se Jawa Barat terkait persiapan dan
antisipasi May Day 2013 dan pembahasan
Pada hari Jum’at tanggal 19 April 2013, UMK 2014.
Ketua DPP APINDO Jawa Barat, Bapak Dedy Acara Rakor ini dipimpin langsung oleh
Widjaja, bersama-sama dengan delegasi dari Bapak Dedy Widjaja (Ketua DPP APINDO
Pengusaha Taiwan melakukan audiensi dengan Jawa Barat) dengan didampingi oleh Anggota
Menteri Perindustrian RI Bapak M.S. Hidayat, di Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat unsur
8. Rapat Koordinasi (Rakor) APINDO se Irjen (Pol) Drs. Suhardi Alius, MH. Pelantkan
Jawa Barat tentang Upah Minimum diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 30
Tahun 2014 Kaitannya dengan Inpres Oktober 2013, bertempat di Hotel Holiday Inn,
No. 9 Tahun 2013 dan Permenakertrans Berlian Ballroom, Jl. Ir. H. Juanda No. 31-33
No. 7 Tahun 2013. Bandung.
Forum Kemitraan ini dibentuk dengan
Pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 2013, tujuan untuk memberi wadah bagi kedua
bertempat di Hotel Savoy Homann, Ruang belah pihak (POLDA Jabar dan DPP APINDO
Embasssy, Jl. Asia Afrika No. 112 Bandung, Jawa Barat), diharapkan dengan adanya forum
telah diadakan Rapat Koordinasi (Rakor) kemitraan ini dapat semakin mendorong
APINDO se Jawa Barat tentang Upah Minimum terwujud dan terpeliharanya KAMTIBMAS,
Tahun 2014 Kaitannya dengan Inpres No. 9 utamanya di lingkungan usaha dan lingkungan
Tahun 2013 dan Permenakertrans No. 7 Tahun kerja. Sehingga pada akhirnya, diharapkan
2013. iklim usaha yang kondusif di wilayah Provinsi
Dua orang Narasumber yang memberikan Jawa Barat, benar-benar dapat diwujudkan dan
paparannya yaitu : dijaga.
• dr. Aris Jatmiko, MM. AAAK (Kepala PT. Askes Hadir pada acara pelantikan ini sekitar 170
(Persero) Divisi Regional V Jawa Barat), yang orang, terdiri dari: Pengurus DPP APINDO Jawa
memaparkan tentang BPJS Kesehatan, dan Barat, Pengurus DPK APINDO se Jawa Barat,
• Bapak Anthony Hilman (Ketua DPN APINDO Para Pengusaha Anggota APINDO, Para Tokoh
Bidang Organisasi dan Pemeberdayaan Pengusaha, dan Para Pejabat Utama POLDA
Daerah), yang memaparkan tentang Inpres Jabar.
No. 9 Tahun 2013 tentang Kebijakan
Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka 10. Sosialisasi Peraturan Pemerintah
Keberlangsungan Usaha dan Peningkatan No. 46 Tahun 2013 dan Pengenalan
Kesejahteraan Pekerja, dan Permenakertrans Fasilitas Pembayaran Pajak Melalui
No. 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum, ATM dari Bank-Bank yang Telah
serta implementasinya. Ditunjuk oleh Pemerintah.
Acara Rakor ini dipimpin langsung oleh
Bapak Dedy Widjaja (Ketua DPP APINDO DPP APINDO Jawa Barat bekerjasama dengan
Jawa Barat) dengan didampingi oleh Anggota DPN APINDO dan Direktorat Jenderal Pajak
Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat unsur Kementerian Keuangan RI, telah mangadakan
APINDO. Dari 26 DPK APINDO se Jawa Barat, acara Sosialisasi Peraturan Pemerintah No.
yang hadir pada acara Rakor ini adalah 25 46 Tahun 2013 dan Pengenalan Fasilitas
DPK. Setiap DPK yang hadir diwakili oleh Ketua Pembayaran Pajak Melalui ATM dari Bank-Bank
atau Sekretaris dan 1 orang Anggota Dewan yang Telah Ditunjuk oleh Pemerintah.
Pengupahan Kabupaten/Kota unsur APINDO. Acara tersebut dilaksanakan pada hari
Selasa tanggal 10 Desember 2013, di Hotel
9. Pelantikan Forum Kemitraan POLDA Harris & Convention Festival Citylink, Jl. Peta
Jabar dan DPP APINDO Jawa Barat No. 241, Pasir Koja, Bandung.
Dalam Rangka Mewujudkan Jawa Peserta yang menghadiri acara sosialisasi
Barat Kondusif. tersebut sebanyak 1200 orang, terdiri dari:
Pengurus DPP APINDO Jawa Barat, Pengurus
Forum Kemitraan POLDA Jabar dan DPP DPK APINDO se Jawa Barat, Perusahaan
APINDO Jawa Barat, dengan Ketuanya Bapak Anggota APINDO, Para UKM Binaan DPP
Dedy Widjaja, secara resmi telah dilantik APINDO Jawa Barat, Pelaku Usaha UKM, aparat
langsung oleh Bapak Kapolda Jawa Barat, Dinas Pemprov dan Pemkot/kab terkait, dan
perwakilan Perguruan Tinggi.
Beberapa Foto Kegiatan yang telah dilakukan DPP Jawa Barat selama tahun 2013 :
Sambutan dan sekaligus membuka acara oleh Ketua DPP Peserta sosialisasi sedang berkonsultasi secara One on One
Jawa Barat Bapak Dedy Widjaja dalam Acara Sosialisasi dengan tim dari KPPI
dan Konsultasi Tindakan Pengamanan Perdagangan
(Safeguards) di Bandung
Bapak Dedy Widjaja memberikan Sambutan dan sekaligus Moderator dan Para Narasumber Seminar E-Procurement
membuka Seminar dan FGD Angkatan II
Bapak Dedy Widjaja dan pengusaha Taiwan beraudiensi Foto bersama dengan Menperin RI dan Jajarannya
dengan Menperin RI
Bapak Dedy Widjaja didampingi oleh Anggota Dewan Peng- Pengurus DPK APINDO se Jawa Barat menyampaikan laporannya
upahan Provinsi Jawa Barat
Bapak Dedy Widjaja memberikan sambutan dan peng- Bapak Dedy Widjaja dan Sir Kenneth Steven (Ketua Delegasi
arahannya didepan delegasi pengusaha Selandia baru Pengusaha Selandia Baru)
Bapak Martin B. Chandra (Sekretaris DPP Jabar) mem- Foto bersama Narasumber, Panitia dan Peserta Workshop
berikan sambutan dalam workshop tentang SMEs Develop-
ment Capacity Building
Penandatanganan Kesepakatan Bersama oleh DPP APINDO Foto bersama setelah penandatanganan Kesepakatan Bersama
Jawa Barat dan para pemangku kepentingan lainnya dalam
penempatan disablitas dalam dunia usaha
Bapak Dedy Widjaja didampingi oleh Anggota Dewan Peng- Pengurus DPK APINDO se Jawa Barat menyampaikan
upahan Provinsi Jawa Barat dalam Rakor Pengupahan DPK/ laporannya kepada DPP Jawa Barat
kota se-Jawa Barat
Bapak Dedy Widjaja menyampaikan kata sambutannya saat Bapak Kapolda Jabar bersalaman dengan Bapak Dedy
pelantikan forum kemitraan dengan Kepolisian Widjaja setelah acara pelantikan
Bapak Dedy Widaja menyampaikan sambutan Selamat Bapak Dedy Widjaja bersama Dirjen Pajak dan Sekum DPN
Datang dalam acara sosialisasi pajak UKM di Hotel Harris APINDO
Bandung
D
PP APINDO Jawa Tengah merupakan menarik minat perusahaan untuk menjadi
salah satu DPP yang mempunyai anggota APINDO, yang meningkatkan jumlah
sekretariat yang sangat aktif membantu anggota luar biasa DPP Jawa Tengah sejak
pengurus dalam melakukan kegiatan. Berbagai tahun 2010 sampai dengan 2013 sebagaimana
kegiatan yang telah dilaksanakannya berhasil dapat dilihat dari grafik yang ada dibawah ini.
Seminar Pemanfaatan Gas sebagai Sumber Energi Alternatif Gathering APINDO, Kayu Arum Salatiga, 23 Juni 2013
yang Efisien dan Ramah Lingkungan serta Penandatanganan
MoU antara APINDO dengan Konsorsium Pertamina dan SK
E&S Co., Ltd., Gumaya Tower Hotel, 4 Juli 2013
Ketua : Buntoro
Sekretaris Eksekutif : Sulistyawati
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten / Kota : 5 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 130 Perusahaan
Y A. BEBERAPA KEGIATAN
ogyakarta merupakan kota pelajar dan
budaya yang sudah sangat terkenal bukan BIDANG UKM
saja di dalam negeri tetapi juga sampai
ke luar negeri. Banyak turis asing yang datang 1. Serial Workshop SMEs Development
ke Yogyakarta untuk melihat ragam budaya Capacity Building
dan kerajinan khas yang ada di Yogyakarta Kerjasama DPP Yogyakarta dengan DPN
termasuk batik dan kuliner. Oleh karena itu APINDO dan Chamber Trade of Sweden (CTS),
di Yogyakarta banyak berdiri pengusaha UKM yang dilaksanakan 3 kali dalam 3 modul
yang tumbuh dan berkembang seiring dengan yang berbeda. Modul 1 (10-11 Juni 2013)
majunya pariwisata di wilayah Yogyakarta, dengan fokus pelatihan pada daya saing
hal ini dapat membawa dampak terhadap bagi perusahaan dan penguatan kapasitas
pertumbuhan ekonomi dan pencipataan manajemen bisnis. Modul 2 (22-23 Agustus
lapangan kerja. 2013) dengan fokus pengetahuan dasar
DPP Yogyakarta selama tahun 2013 mengekspor, termasuk pengetahuan tentang
melakukan serangkaian kegiatan dalam kebutuhan pasar internasional dan bagaimana
beberapa bidang yaitu: bidang UKM, Organisasi, melakukan bisnis yang berkelanjutan
Hubungan Industrial dan Advokasi. (sustainable) serta juga mencakup materi
tentang pentingnya “Social Compliance” bagi
dunia usaha. Modul 3 (19-20 September
2013) dengan fokus materi hak patent dan
lahan, perubahan produk, perubahan sarana, dengan tujuan untuk menghasilkan model
penambahan kapasitas dan perubahan dari koalisi pengusaha dalam BERSIH
manajemen. dengan mendapatkan input dari vendors dari
D.I. Yogyakarta (catatan: juga dilakukan di
C. BEBERAPA KEGIATAN BIDANG Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur dan
ORGANISASI Makassar). Koalisi pengusaha BERSIH ini
diharapkan akan berperan sebagai :
1. Semiloka Internalisasi System • Kelompok yang mempelopori dipatuhinya
Integritas dan Good Corporate sistem integritas dalam pengadaan barang
Governance dan jasa publik dengan cara internalisasi
Dalam rangka mengarusutamakan prinsip sistem ke dalam SOP korporasi
integritas dan anti korupsi dalam pengadaan • Kelompok yang memberikan dukungan dan
barang dan jasa, Kemitraan bekerjasama bimbingan kepada anggota untuk mematuhi
dengan APINDO, KLPP serta KPPOD dan internalisasi sistem integritas dalam
didukung oleh SIEMENS mengadakan bisnisnya.
kegiatan Semiloka Internalisasi System
Integritas dan Good Corporate Governance 3. Survei Daya Saing Usaha
pada tanggal 30 Mei 2013 di Borobudur Survei daya saing usaha di wilayah
Meeting Room, Hotel Saphir Yogyakarta, Yogyakarta diadakan di hotel Saphire Jogja-
tujuan umum dari Semiloka ini adalah: karta 4 September 2013 dengan peserta
Meningkatkan pemahaman peserta tentang anggota DPP Yogyakarta maupun yang belum
penerapan sistem integritas dan nilai-nilai anti menjadi anggota, Survei ini merupakan
korupsi dalam proses pengadaan barang/jasa kerjasama DPP Yogyakarta dengan Asia
publik, untuk mencapai Good Governance, competitiveness Institure Singapore (ACI).
membekali peserta dengan informasi terkait
proses pelaksanaan SPSE (E-Procurement), 4. Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan
dan menjembatani kesenjangan dalam BPJS Kesehatan
pelaksanaannya, menganalisis kasus-kasus Dalam rangka menjelang pelaksanaan
yang memungkinkan terjadinya praktek KKN program pemerintah berupa BPJS Kesehatan
dalam PBJ, serta menemukan solusi untuk dan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh
menghindarinya, memperluas keterjangkauan masyarakat dan khususnya tenaga kerja,
pelaksanaan SPSE dalam pengadaan barang maka DPP APINDO bekerjasama dengan
dan jasa kepada seluruh stakeholder untuk PT. Jamsostek dan PT Askes mengadakan
diterapkan secara konsisten dan konsekuen. sosialisasi program tersebut kepada pengurus
dan anggota DPP Yogyakarta.
2. Focus Group Discussion (FGD) need Kegiatan sosialisasi ini juga dilakukan di
assessment untuk membangun model 2 DPK yaitu Kulon Progo dan Gunung Kidul,
Collaborative Action on Corporate beberapa narasumber baik dari DPP APINDO
Integrity/BERSIH bagi vendors dan Yogyakarta, PT Jamsostek dan PT Askes serta
asosiasi vendors di Provinsi DIY pejabat pemerintah setempat ikut memberikan
Kerja sama Kemitraan dengan APINDO- penjelasan kepada masyarakat setempat
KPPOD ini adalah awal dari rangkaian kegiatan mengenai program BPJS Kesehatan dan
Technical Assistance dalam membangun ketenagakerjaan ini.
model ini sebagai tahapan kegiatan berikutnya
Beberapa foto kegiatan yang dilakukan DPP Yogyakarta selama tahun 2013 :
Sosialisasi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Kegiatan Diskusi pembahasan strategi negosiasi dan
outsourcing serta pengurusan kasus Retribusi Izin
Gangguan Kabupaten Sleman Yogyakarta
(Bidang Hubungan Industrial dan Advokasi)
D
alam perkembangannya sampai 3) Pendidikan dan Pelatihan, dengan meng-
dengan tahun 2013, DPP Ja-Tim telah adakan training untuk anggota mengenai
memiliki 36 cabang DPK/kota dari total hubungan industrial dan mengadakan
38 kabupaten/kota yang ada di wilayah Jawa seminar mengenai pengembangan sumber
Timur, 2 kabupaten yang belum terbentuk daya manusia ataupun topik lain yang
adalah Kabupaten Tuban dan Kabupaten dianggap perlu oleh anggota.
Bangkalan, yang diharapkan dalam waktu yang
tidak terlalu lama di 2 kabupaten tersebut akan
terbentuk cabang APINDO. POTENSI EKONOMI JAWA TIMUR
Kondisi makro ekonomi Jawa Timur dalam
tiga tahun terakhir.
Tiga sektor yang memberikan kontribusi
terbesar pada triwulan III 2013 adalah :
• Perdagangan, Hotel dan Restaurant : 29,22 %
• Industri Pengolahan : 27,12 %
• Pertanian : 16,72 %
Jumlah 73,11 %
Beberapa jenis bidang usaha yang diminati oleh PMA di Jawa Timur
Investasi TK
No. Bidang Usaha Proyek
(US$ Ribu) (orang)
Investasi TK
No. Lokasi Proyek
(US$ Ribu) (orang)
D
PP Kalimantan Timur dalam tahun Kesehatan tersebut. Selain itu diadakan pula
2013 mengadakan sosialisasi menge- seminar mengenai Transformasi BPJS, dimana
nai perlindungan pengamanan per- pimpinan DPP Kalimantan Timur menjadi salah
dagangan dan juga melakukan kunjungan satu narasumber dalam seminar tersebut
kerja ke PT ASKES (persero) dalam rangka yang bertujuan untuk memberikan penjelasan
melihat persiapan pelaksanaan BPJS kepada peserta mengenai program BPJS
Kesehatan, dimana program tersebut sudah Kesehatan.
akan dimulai pada tgl 1 Januari 2014. Hal itu DPP APINDO Kalimantan Timur juga me-
dirasakan sangat penting karena masih banyak ngadakan kerjasama dengan PT Asuransi
dikalangan pengusaha dan pekerja yang Jiwasraya dalam bentuk penandatangan MOU
belum mengetahui secara jelas bagaimana yang dilakukan di Jakarta dan disaksikan juga
perhitungan dan sistem pelaksanaan BPJS oleh ketua DPN APINDO Bapak Sofjan Wanandi.
Sosialisasi Perlindungan Pengamanan Perdagangan, Pimpinan DPP Kal-tim sebagai narasumber dalam Seminar
APINDO-KPPI Hotel Le Grandeur Balikpapan, 11 April 2013 Sehari mengenai “Transformasi BPJS” yang diadakan di
Hotel Grand Senyiur , Balikpapan.
Kunjungan kerja Team DPP APINDO Kalimantan Timur ke Penandatanganan MOU DPP APINDO Kaltim dengan PT.
Kantor Wilayah PT. Askes (Persero) dalam rangka persiapan (Persero) Asuransi Jiwasraya dilaksanakan di kantor
pelaksanan BPJS Kesehatan, dilaksanakan di Balikpapan DPN APINDO Jakarta pada tanggal 21 Oktober 2013 dan
pada tanggal 6 September 2013 disaksikan pula oleh Ketua Umum APINDO Bapak Sofjan
Wanandi.
Konferensi ACI di Singapura tanggal 26–27 November 2013 Foto bersama dengan Ketua Umum APINDO dan Ketua DPP
dihadiri oleh beberapa DPP APINDO seluruh Indonesia dan APINDO seluruh Indonesia saat diadakan Konferensi ACI di
juga Ketua Umum APINDO Bapak Sofjan Wanandi. Singapura 26-27 November 2013
D
PP Kalimantan Tengah dalam menjalan- Produktifitas” yang memberikan pemahaman
kan kegiatannya banyak menjalin kepada beberapa perusahaan anggota tentang
hubungan baik dengan berbagai produktivitas bagi tenaga kerja yang ada di
instansi pemerintah ataupun lembaga non perusahaan masing-masing.
departemen dan juga organisasi/asosiasi CDPP Kal-Teng juga melakukan kegiatan
baik asing maupun domestik, semenjak FGD (Focus Group Discussion) yang diikuti
terbentuknya pengurus baru pada tanggal 25 oleh DPP Kal Teng antara lain mengenai
Maret 2013 dalam acara Musyawarah Propinsi strategi menanggulangi pengangguran ter-
DPP APINDO Kal Teng yang memilih Bapak didik, yang bertujuan untuk memberikan
Hernica Rasan sebagai ketua DPP APINDO Kal masukan dari berbagai badan dan lembaga
Teng untuk periode 2013 – 2018. yang ada di propinsi Kalimantan Tengah,
Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya kerja sama dengan Kementerian Diknas
kerjasama dengan ILO Kalteng untuk melaku- Direktorat Sosial dan pendidikan. Kegiatan
kan evaluasi pelaksanaan proyek GLQCIER lainnya terkait Program Keluarga Berencana
selama 8 bulan di 3 kabupaten /kota di di Perusahaan, merupakan kerjasama antara
wilayah Kal Teng telah dilaksanakan pada Kanwil BKKBN Kal Teng dengan DPP Kal Teng
tanggal 30 Mei 2013. Kegiatan lainnya adalah dalam merancang program bersama yang
pertemuan dengan Disnakertans Propinsi dapat dilakukan untuk menjalankan program
Kalimantan Tengah untuk membahas berbagai Keluarga Berancana khususnya di perusahaan
persoalan ketenagakerjaan, diantaranya ke- di wilayah propinsi Kal Teng.
giatan pada tanggal 10 Juni 2013 “Acara Klinik Dalam kegiatan terkait UMP, Ketua DPP Kal
Teng melakukan sosialisasi UMP 2014 dalam Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
acara talkshow di TVRI Kalimantan Tengah pada tanggal 3 - 5 September di Hotel Mercure
yang merupakan hasil kerjasama TVRI dengan Jakarta.
Nakertrans dan DPP APINDO Kal Teng. Ketua Dalam hal bisnis Jasa Keuangan, DPP Kal
DPP Kal Teng juga aktif sebagai anggota Dewan Teng juga aktif untuk menghadiri sosialisasi
Pengupahan Daerah dalam penentuan UMP mengenai OJK membahas mengenai peng-
Propinsi Kalimantan Tengah, dan pernah juga alihan fungsi pengawasan Bank dari Bank
mengikuti Konsolidasi Dewan Pengupahan Indonesia kepada OJK.
Nasional se-Indonesia yang diadakan oleh
Pelantikan dan foto bersama pengurus DPP APINDO Kalimatan Tengah yang terpilih dalam MUSPROV APINDO
Kalimantan Tengah tanggal 25 Maret 2013 di Aula Batang Garing, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
D
engan mempunyai cabang di 10 DPK/ pengusaha baru sekaligus mengurangi pe-
Kota di wilayah Propinsi Kalimantan ngangguran yang ada di Kalimantan Selatan
Selatan, DPP APINDO Kalimantan Kerjasama yang dilakukan DPP APINDO
Selatan telah memiliki 183 perusahaan UKM Kal-Sel dengan beberapa instansi pemerintah
yang merupakan binaan dari DPP APINDO Kal- maupun swasta yang diwujudkan dalam bentuk
Sel, jumlah yang relatif besar ini menandakan seminar, sosialisasi, dan kerjasama, bertujuan
pengurus DPP APINDO Kal-Sel sangat untuk memberikan pemahaman dan penjelasan
memperhatikan tumbuh dan berkembangnya mengenai hal hal yang dianggap penting untuk
pengusaha UKM di wilayah Kalimantan Selatan diketahui khususnya bagi kepentingan Anggota
artinya membantu menciptakan pengusaha- (para pengusaha dan UKM).
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan • Kerjasama dengan PT. Askes dalam Sosia-
oleh DPP APINDO Kal-Sel selama tahun 2013 lisasi Sistem Jaminan Sosial telah diadakan
dapat dilihat dibawah ini : di Hotel Palm Banjarmasin pada tanggal 28
• Seminar alih Daya (outsourcing) dengan tema: Oktober 2013
Kewajiban Hukum bagi pelaku usaha terkait • DPP Apindo Kalsel Menghadiri Undangan ACI
outsourcing di Kalsel Paska Permenakertrans (Asia Competitiveness Institute) di Singapore
No. 9 Tahun 2012 yang diadakan di Swissbel pada tanggal 25-28 November 2013
Hotel Banjarmasin pada tanggal 23 Februari
2013
D
engan mempunyai kantor cabang Australia yang berminat untuk berinvestasi di
yang tersebar di 24 Kabupaten/kota Sulawesi Selatan.
di seluruh propinsi Sulawesi Selatan, Sesuai dengan Program pembangunan
DPP Sul-Sel telah memiliki lebih dari 100 yang telah dicanangkan Gubernur Sulawesi
perusahaan UKM yang menjadi binaan dari Selatan dimana ingin menjadikan Sulawesi
DPP Sul-Sel. Potensi jumlah penduduk yang Selatan sebagai daerah percepatan/akselerasi
besar di propinsi Sulawesi Selatan mendorong dibidang agrobisnis dan agroindustri serta
berkembangnya usaha mandiri masyarakat mengembangkan industri manufaktur dan
atau tumbuhnya pengusaha UKM, disamping pertambangan, maka pada malam Business
itu berpotensi pula untuk mendatangkan gathering yang diadakan DPP Sul-Sel hadir
investor baik asing ataupun domestik untuk 2 perusahaan raksasa dari Australia yang
melakukan kegiatan bisnis dan berinvestasi di bergerak dibidang konstruksi (infrastruktur)
wilayah Sulawesi Selatan. yaitu PT Leingthon Contractors Indonesia dan
DPP Sul-Sel cukup tanggap dengan kondisi PT. Thiess yang akan melakukan bisnis di
wilayah dan iklim bisnis di Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan, tentunya APINDO berhasil
karena itu pada tangal 29 Mei 2013 diadakan mempertemukan para pengusaha Australia
Business Gathering yang dihadiri pula oleh dangan Pengusaha Indonesia untuk melakukan
Komisi Perdagangan Australia (Australian kerjasama bisnis yang saling menguntungkan
Trade Commission - Austrade) yang membawa DPP Sul Sel juga aktif memperjuangkan UMP
pula beberapa pengusaha besar dari negara di Sulawesi Selatan dengan mengadakan survei
pasar dan mengikuti perundingan dengan Kegiatan lain yang telah dilakukan DPP Sul-Sel
pemerintah sebagai pembuat keputusan adalah memfasilitasi Mediasi Serikat Pekerja
sebelum ditetapkannya UMP tahun 2014 di dengan PT Pegadaian di kota Makassar.
Sulawesi Selatan dan aktif pula membahas Beberapa foto kegiatan (dank lipping berita)
UMP Sulawesi Selatan setelah ditetapkannya DPP Sul-Sel selama tahun 2013 dapat dilihat
UMP tahun 2014 oleh pemerintah daerah. dibawah ini.
P
ulau Sulawesi dan Kalimantan dikenal Menurut Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur
memiliki potensi tambang nikel, Alam SE, [Link] perlu ada terobosan untuk
emas, batubara, minyak dan potensi membuka keterisolasian dan menciptakan
kelautannya. Semua potensi ini umumnya lapangan kerja baru untuk kesejahteraan
masih belum tergarap secara maksimal dan masyarakat dan diperlukan keberanian serta
baru sekitar 31,20% yang sudah berhasil dukungan dari semua pihak.
diolah. Sejak tahun 2012 lalu, investor dari Ketua DPN APINDO Sofjan Wanandi,
Negeri Tirai Bambu (China) sudah memulai belum lama ini mengujungi Pulau Wawaonii,
membangun pabrik pengolahan nikel [smalter] Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi
dengan nilai investasi sekitar US$2 Miliar di Tenggara dengan didampingi Gubernur
Kabupaten Konawe Utara. Dari total investasi Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, SE,[Link]
ini, pemerintah Sulawesi Tenggara mendapat dan Ketua DPP APINDO Sulawesi Tenggara,
saham 10 persen serta setoran US$2 per Gunawan Yiedri, SE, MM. Pulau ini kaya dengan
ton nikel, Namun saat ini, kontribusi hasil sumber alam seperti tambang, potensi hutan
pertambangan di Sulawesi Tenggara hanya dan kelautan, Gubernur Sulawesi Tenggara,
mendapat sekitar 5,20 persen dari PDRB Nur Alam, mengharapkan Ketua DPN APINDO
[Produk Domestik Regional Bruto] bagi hasil “menggiring” rekan-rekan bisnis pak Sofjan
dan Community Development dari berbagai untuk datang berinvestasi didaerahnya dan
perusahaan tambang telah menghasilkan berjanji akan memberikan kemudahan bagi
pendapatan sebesar Rp. 37,60 Miliar (Tahun investor dalam berinvestasi.
2010). Ketua DPN APINDIO, selama dua hari, selain
Potensi kekayaan alam yang dimiliki mengujungi pulau Wawonii dan Kota Kendari
Sulawesi Tenggara cukup melimpah tetapi menjajaki kemungkin berinvestasi dibidang
belum terjamah dan bila tidak ada terobosan perhotelan dan pembukaan sekolah kesehatan,
dan langkah yang tepat dan cepat, Sulawesi juga melakukan pertemuan bersama aparat
Tenggara dipastikan semakin tertinggal. pemerintah prov. Sulawesi Tenggara.
Kegiatan pengusaha UKM bidang garmen dan tekstil Penambangan nikel di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
P
rovinsi Bali yang sangat terkenal migrasi, dan Kementerian Perdagangan, serta
sampai ke Manca Negara karena instansi pemerintah lainnya.
keindahan alam, budaya, dan kesenian Berikut ini beberapa kegiatan yang telah di-
yang menyatu dengan kehidupan modern, laksanakan oleh DPP Bali selama tahun 2013 :
mendorong tumbuh dan berkembangnya
Industri Pariwisata dan industri-industri 1. Members Gathering dengan tema “Pernak-
lain yang mendukung industri pariwisata. Pernik Permasalahan Hubungan Industrial
Banyaknya wisatawan mancanegara (wisman) dan Jamsostek ”bertempat di Melia Bali
dan wisatawan nusantara (wisnus) yang Hotel, Nusadua, Bali tanggal 15 Maret 2013
berkunjung ke Bali mendorong tumbuhnya dengan peserta sebanyak 65 Orang.
berbagai macam pengusaha UKM yang
produknya sangat diminati oleh para pelancong
baik asing dan domestik.
DPP APINDO Bali sampai dengan tahun
2013 telah menghimpun sebanyak 360
perusahaan sebagai anggotanya yang sebagian
dari anggota tersebut adalah pengusaha UKM,
untuk mendukung kegiatan perekonomian di
Bali. Dalam menjalankan kegiatannya DPP Bali
bermitra dengan BUMN seperti Jamsostek dan
Askes serta instansi pemerintah diantaranya
BKKBN, Kementerian Tenaga Kerja dan Trans-
DPP
DPPAPINDO
APINDONUSA TENGARA
SULAWESI TIMUR
SELATAN
Ketua : Freddy Ongko
Sekretariat : Roby Rawis
Jumlah Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota : 11 Kabupaten / Kota
Jumlah Anggota Biasa : 320 Perusahaan
D
ari 21 kabupaten/kota yang ada di pelatihan yang diadakan oleh DPN APINDO
seluruh Propinsi Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan mitra baik asing maupun
DPP APINDO NTT sudah mempunyai domestik dengan tujuan perbaikan ekonomi
11 DPK / Kota dengan 320 anggota. Sampai dan peningkatan taraf hidup serta kemandirian
saat ini beberapa kabupaten di propinsi NTT dari masyarakat [Link] dapat hidup
masih masuk dalam kategori “Tertinggal”, yang lebih layak dari kehidupan yang dialami
baik dalam kehidupan ekonomi masyarakatnya pada saat ini.
maupun dalam pembangunan daerah secara Program Plan Indonesia yang didukung oleh
keseluruhan termasuk pendidikan bagi anak Uni Eropa dimana APINDO menjadi bagian dari
usia sekolah. Tim Program, mengadakan pelatihan sekaligus
Dalam kaitan dengan ketertinggalan pendidikan mengenai gender, dan mengajarkan
ekonomi beberapa kabupaten tersebut, ketrampilan bagi pemberdayaan wanita muda
seringkali propinsi NTT menjadi tempat tujuan didaerah tersebut agar mempunyai keahlian
tertentu yang nantinya menjadi bekal dan propinsi NTT sudah barang tentu mempunyai
modal dimasa depan untuk dapat bekerja peran yang penting demi kelancaran suatu
sekaligus memperbaiki taraf hidup yang lebih program yang dilaksanakan di wilayah Propinsi
baik bagi diri sendiri maupun keluarganya, Nusa Tenggara Timur, karena itu hubungan
Pelatihan dilakukan di kabupaten Timor Tengah baik dengan berbagai lembaga dan instansi
Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS) pemerintah maupun swasta sangatlah di-
selama tahun 2013. perlukan dan hal ini akan terus dibina dan
DPP NTT sebagai fasilitator kegiatan pe- dilakukan oleh DPP NTT.
latihan maupun sosial yang dilakukan di
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh DPP NTT selama tahun 2013 diantaranya :
1. Musyawarah Provinsi DPP APINDO NTT yang dilakukan pada bulan Maret 2013 dan dihadiri
oleh Ketua Umum APINDO Bapak Sofjan Wanandi, dimana hasil Musprov telah berhasil memilih
kembali Bapak Freddy Ongko sebagai Ketua DPP APINDO NTT untuk masa bakti 2013-2018.
2. Business Gathering yang diadakan DPP APINDO Nusa Tenggara Timur 15 - 16 Maret 2013
dengan tema “Hubungan Industrial yang Dinamis, Harmonis, dan Berkeadilan, Memperkuat
Daya Investasi dan Perdagangan”, narasumber Ketua Umum DPN APINDO Bapak Sofjan
Wanandi, Ketua DPN APINDO Bapak Anthony Hilman, Ketua DPP APINDO NTT Bapak Freddy
Ongko Saputra, serta Direktur Utama Bank NTT Drs. Daniel Tagudedo.