0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan21 halaman

Prosedur ACLS untuk Taki dan Bradiaritmia

Dokumen tersebut memberikan contoh kasus resusitasi jantung paru (CPR) pada pasien yang mengalami arrest jantung. Kasus dimulai dengan pasien tidak sadarkan diri, dilanjutkan dengan pemberian CPR, defibrilasi, intubasi, dan pemberian obat seperti epinefrin dan amiodarone secara bergantian sambil terus mengevaluasi irama jantung pasien.

Diunggah oleh

Stephen On-Air
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan21 halaman

Prosedur ACLS untuk Taki dan Bradiaritmia

Dokumen tersebut memberikan contoh kasus resusitasi jantung paru (CPR) pada pasien yang mengalami arrest jantung. Kasus dimulai dengan pasien tidak sadarkan diri, dilanjutkan dengan pemberian CPR, defibrilasi, intubasi, dan pemberian obat seperti epinefrin dan amiodarone secara bergantian sambil terus mengevaluasi irama jantung pasien.

Diunggah oleh

Stephen On-Air
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ACLS NOTE

Biasanya dr Radit akan memberikan kasus mulai dari takiaritmia atau bradiaritmia (bisa juga sinus takikardi atau
sinus ritmik which means kasus ALO atau STEMI) terus dibikin jadi arrest terus ROSC dan berakhirlah ujian ACLS
😊 semangat!

Belajar dengan dr Gaby dimulai dengan tebak-tebakan EKG. Ini simplified gimana paham irama EKG
dengan cepat

P wave not Junctional


identified rhythm / SVT
Narrow QRS
SR / ST/ SB /
Normal P
Regular QRS AV Block

VT /
Wide QRS Ventricular
escape rhythm

P wave not
AFib
identified

Narrow QRS Multiple p Aflut / MAT

Irregular SSS / AV
Normal P
QRS Block

VF / Torsade
Wide QRS
de Pointes

1
ARREST SHOCKABLE

KU: Laki-laki tidak sadarkan diri

No. Action statement Keterangan


1 Cek respon Periksa kesadaran
1. Alert
2. Voice: “Pak, bangun pak!!”
3. Pain: dr Dizzy ga pakai aliran ini, tapi dr Radit dan dr Gaby
yes
4. Unresponsive: Pasien ternyata tidak sadar.

2 Panggil bantuan Panggil bantuan: tergantung setting 65303118 (118)


RS: aktifkan code blue, “Suster, tolong ambilkan monitor, defibrilator
dan trolley emergency.”
Outside hospital: tolong telfon ambulans dan cari AED
3 Cek Pulse Periksa pulse 10 s dengan meraba arteri carotid sambil kepalanya 10 detik maksimal
diatas mulut pasien untuk periksa nafas dengan look feel listen
“1001, 1002, 1003, 1004, 1005, 1006, 1007, 1008, 1009, 1010.”
Pulse tidak teraba.
Lakukan RJP!
4 CPR 1 RJP dilakukan 30:2 dengan evaluasi setiap 5 siklus atau 2 menit. Prinsip RJP
Lakukan RJP dengan prinsip yang baik:
1. Push hard 100-120x/min
2. Push fast kedalaman 5-6 cm
3. Minimal interupsi
4. Complete recoil
5. Avoid hyperventilation
5 Monitor datang RJP tetap dilanjutkan. Sekuens cek rhythm
2
Cek rhythm Pasang kabel elektroda.
Hentikan RJP. VT:
Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG  tentukan iramanya shockable atau non-shockable
Shockable:
- VT pulseless: kalau liat irama ini segera cek nadi. Kalau VT
pulse artinya bukan arrest
- VF: gausah cek nadi
VF:
Kita lakukan DC shock pada kasus shockable

6 DC Shock 1 RJP dilanjutkan sambil mempersiapkan defibrilasi Sekuens DC shock


Setting voltage menjadi 360 joule untuk monofasik atau 200 joule
untuk bifasik
Jelly.
Charge.
Hentikan RJP.
I’m clear. You are clear Everybody clear.
Cek monitor irama masih sama.
Shock.
Lanjutkan RJP.
7 CPR 2 Persiapkan IV line.
8 Cek rhythm Hentikan RJP. Sekuens cek rhythm
Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG.
Irama VF.
Kita lakukan DC shock.
9 DC Shock 2 RJP dilanjutkan sambil mempersiapkan defibrilasi Sekuens DC shock
Setting voltage menjadi 360 joule untuk monofasik atau 200 joule
untuk bifasik
Jelly.
Charge.
Hentikan RJP.
I’m clear. You are clear Everybody clear.
Cek monitor irama masih sama.
Shock.
Lanjutkan RJP.
10 CPR 3 Airway: Sekuens Obat
1. Hiperventilasi 10x (untuk preoksigenasi)
2. Pasang intubasi terus yg airway bilang “Intubasi terpasang” Epinephrine sediaan ampul 1mg/1cc,
dan bagging 1:1000
3. Kapten cek posisi ETT di 5 tempat: 2 apex paru, 2 basal Berikan setiap 3-5 menit
paru, 1 lambung
4. Kalau asimetris atau cuma mengembang di sisi kanan, Prinsip RJP setelah intubasi
kapten bilang “angkat ETT sedikit” nanti cek lagi posisi ETT
5. “Berikan ventilasi setiap 6 detik”

Masukkan obat Epinefrin 1 mg bolus cepat.


Flush dengan 20cc NaCl 0,9%.
Angkat lengan.

Setelah intubasi terpasang ventilasi dan kompresi jalan sendiri-sendiri.


Ventilasi 10x/min.
Kompresi minimal 100x/min.
Evaluasi setiap 2 menit.

11 Cek rhythm Hentikan RJP. Sekuens cek rhythm


Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG.
Irama VF.
Kita lakukan DC shock.
12 DC Shock 3 RJP dilanjutkan sambil mempersiapkan defibrilasi Sekuens DC shock
Setting voltage menjadi 360 joule untuk monofasik atau 200 joule
untuk bifasik
Jelly.
Charge.
Hentikan RJP.
I’m clear. You are clear Everybody clear.
Cek monitor irama masih sama.
Shock.
Lanjutkan RJP.
13 CPR 4 Masukkan obat Amiodarone 300 mg 2 ampul diencerkan dalam 20cc Sekuens obat
3
D5% bolus lambat
Evaluasi 2 menit lagi. Amiodarone sediaan ampul 150mg/3cc
14 Cek rhythm Hentikan RJP. Sekuens cek rhythm
Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG.
Irama VF.
Kita lakukan DC shock.
15 DC Shock 4 RJP dilanjutkan sambil mempersiapkan defibrilasi Sekuens DC shock
Setting voltage menjadi 360 joule untuk monofasik atau 200 joule
untuk bifasik
Jelly.
Charge.
Hentikan RJP.
I’m clear. You are clear Everybody clear.
Cek monitor irama masih sama.
Shock.
Lanjutkan RJP.
16 CPR 5 Masukkan obat Epinefrin 1 mg bolus cepat. Sekuens obat
Flush dengan 20cc NaCl 0,9%.
Angkat lengan. Epinephrine sediaan ampul 1mg/1cc,
Evaluasi 2 menit lagi. 1:1000

17 Cek rhythm Hentikan RJP. Sekuens cek rhythm


Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG.
Irama VF.
Kita lakukan DC shock.
18 DC Shock 5 RJP dilanjutkan. Sekuens DC shock
Jelly.
Charge.
Hentikan RJP.
I’m clear. Everybody clear.
Cek monitor.
Shock.
Lanjutkan RJP.
19 CPR 6 Masukkan obat Amiodarone 150 mg 1 ampul diencerkan dalam 20cc Sekuens obat
D5% bolus lambat
Evaluasi 2 menit lagi. Amiodarone sediaan ampul 150mg/3cc
Dst Dst Dst Dst

Kalau tiba-tiba berubah algoritma dari non-shockable jadi shockable, dr Radit maunya ulang dari pertama
(meskipun di algoritma AHA tulisannya back to 5 or 7 jadi turutin aja yah)

ARREST NON-SHOCKABLE

No. Action statement Keterangan


1 Cek respon Periksa kesadaran
1. Alert
2. Voice: “Pak, bangun pak!!”
3. Pain: dr Dizzy ga pakai aliran ini, tapi dr Radit dan dr Gaby
yes
4. Unresponsive: Pasien ternyata tidak sadar.

2 Panggil bantuan Panggil bantuan: tergantung setting 65303118 (118)


RS: aktifkan code blue, “Suster, tolong ambilkan monitor, defibrilator
dan trolley emergency.”
Outside hospital: tolong telfon ambulans dan cari AED
3 Cek Pulse Periksa pulse 10 s dengan meraba arteri carotid sambil kepalanya 10 detik maksimal
diatas mulut pasien untuk periksa nafas dengan look feel listen
“1001, 1002, 1003, 1004, 1005, 1006, 1007, 1008, 1009, 1010.”
Pulse tidak teraba.
Lakukan RJP!
4 CPR 1 RJP dilakukan 30:2 dengan evaluasi setiap 5 siklus atau 2 menit. Prinsip RJP
Lakukan RJP dengan prinsip yang baik:
1. Push hard 100-120x/min
2. Push fast kedalaman 5-6 cm
3. Minimal interupsi
4. Complete recoil
5. Avoid hyperventilation
5 Monitor datang RJP tetap dilanjutkan sampai selesai 1 siklus Sekuens cek rhythm
Cek rhythm Pasang kabel elektroda.
Hentikan RJP.
Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG  tentukan iramanya shockable atau non-shockable
4
Non-shockable:
- PEA: irama apapun selain asystole, VT, VF yang tidak ada
nadi, jadi segera cek nadi kalau lihat irama lain. Kalau ada
nadi artinya ROSC
- Asystole: tentukan true asystole dengan memastikan
elektroda yang ada di badan pasien terpasang, kalau
terpasang dan asystole berarti true asystole, kalau ada
yang lepas cek ulang iramanya

7 CPR 2 Compression: lanjutkan kompresi Sekuens Obat

Airway: Epinephrine sediaan ampul 1mg/1cc,


1. Hiperventilasi 10x (untuk preoksigenasi) 1:1000
2. Pasang intubasi terus yg airway bilang “Intubasi terpasang” Berikan setiap 3-5 menit
dan bagging
3. Kapten cek posisi ETT di 5 tempat: 2 apex paru, 2 basal Prinsip RJP setelah intubasi
paru, 1 lambung
4. Kalau asimetris atau cuma mengembang di sisi kanan,
kapten bilang “angkat ETT sedikit” nanti cek lagi posisi ETT
5. “Berikan ventilasi setiap 6 detik”

IV line:
Pasang IV line
Masukkan obat Epinefrin 1 mg bolus cepat.
Flush dengan 20cc NaCl 0,9%.
Angkat lengan.

Setelah intubasi terpasang ventilasi dan kompresi jalan sendiri-sendiri.


Ventilasi 10x/min.
Kompresi minimal 100x/min.
Evaluasi setiap 2 menit.
8 Cek rhythm Hentikan RJP. Sekuens cek rhythm
Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG.
Irama masih non-shockable.
10 CPR 3 Lanjutkan kompresi
Ventilasi 10x/min.
Kompresi minimal 100x/min.
Evaluasi setiap 2 menit.

11 Cek rhythm Hentikan RJP. Sekuens cek rhythm


Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG.
Irama masih non-shockable

Dst Dst Dst Dst

5
ROSC

1 Cek rhythm Hentikan RJP. Sekuens cek rhythm


Switch airway dan kompresi.
Nilai Irama EKG.
Irama berubah.
Periksa pulse (selain asystole dan VF)
Pulse teraba cukup walaupun lambat.
Pasien dalam keadaan ROSC.
2 Secondary survey Evaluasi ulang.
● Airway:
o tanya “apakah suara nafas grok grok?” means banyak
mukus dan harus suction. Sebelum suction hiperventilasi
10x lalu suction di dalam ETT dan sekitar mulut.
o cek ETT lagi di 5 posisi
● Breathing:
o Hiperventilasi 10x lalu stop bagging dan periksa apakah
pasien bernapas spontan, Jika tidak spontan dibantu
ventilasi setiap 6 detik
o Cek saturasi, Pastikan saturasi oksigen > 94%, kalau kurang
tingkatkan oksigen jadi 10-15 Lpm
● Circulation
o Nilai hemodinamik, Tekanan darah, Heart rate, irama
o Pasang kateter dan buang urin inisial selanjutnya tampung
urin
o Cek EKG 12 lead dan rontgen thorax
o Nilai ulang hemodinamik (lanjutannya bisa ke algoritma

6
aritmia atau hipotensi)
3 Kasus Hipotensi Tekanan darah <90 mmHg Fluid challenge hasilnya ada:
Fluid challenge test: untuk menekuan causa hipotensi apakah - Tetap: ulang dan tingkatkan
gangguan kontraktilitas atau gangguan volume dosisnya
Fluid challenge test - TD meningkat: fluid challenge
Tanya BB pasien responsif artinya pasien
1-4 cc/kg dalam 10 menit gangguan volume
- TD tetap atau turun: fluid
challenge tidak responsif artinya
pasien gangguan kontraktilitas
3a. Norepinephrine drip Pasien direncanakan pemberian Norepinephrine infusion. Sediaan norepinephrine 1 ampul 8mg/8ml
(TD <70) Norepinephrine mulai dosis 0.5ug/min. Pengenceran Normal Saline 50cc.
Berat badan pasien berapa? Maksimal 30ug/kg/min.
Hitung dosis norepinephrine.
3b. Dopamine drip Pasien direncanakan pemberian Dopamine infusion. Sediaan dopamin 1 ampul 200mg/5cc
(TD 70-100 + shock) Dopamine mulai dosis 5ug/kg/min. Pengenceran Normal Saline 50cc.
Berat badan pasien berapa? Maksimal 20ug/kg/min.
Hitung dosis dopamine.
Ex. 250 ug/min.
3c. Dobutamine drip Pasien direncanakan pemberian Dobutamine infusion. Sediaan dobutamine 1 ampul 250mg/5cc
(TD 70-100) Dobutamine mulai dosis 2ug/kg/min. Pengenceran Normal Saline 50cc
Berat badan pasien berapa? Maksimal 20ug/kg/min
Hitung dosis dopamine.
Ex. 100 ug/min.

ACUTE CORONARY SYNDROME

KU: Laki-laki sadar nyeri dada (ACS STEMI)


No. Action Statement Keterangan
1 OIM Berikan Oxygen nasal kanul 2L/min Sekuens OIM
Pasang IV line
Pasang monitor
● Tekanan darah
7
● Pulse Heart Rate (laporkan teraba kuat/lambat)
● Monitor EKG (laporkan sinus dan kesan ST elevasi)
2 Anamnesis Deskripsi Anamnesis ACS singkat + eksklusi penyebab
● Lokasi lain
● Durasi
● Onset Yang boleh dilakukan anamnesis hanya
● Pemicu dan pereda pasien dengan irama sinus rhythm atau
● Sensasi/kualitas sinus tachycardia
● Radiasi
● Gejala penyerta
Harapannya: ada nyeri dada seperti ditindih beban berat, menjalar ke
leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati disertai mual, muntah,
dan keringat dingin
Eksklusi dd/ yang gawat darurat aka bikin cepat meninggal
● Diseksi aorta: Sensasi seperti dirobek? dibakar? Tajam ditusuk-
tusuk?
● PE: Bengkak kaki dan riwayat imobilisasi, riwayat naik pesawat
kelas ekonomi jangka waktu lama atau berbaring lama setelah
operasi panggul atau tulang belakang
● Tension pneumothorax: Riwayat trauma di dada,
● Pneumothorax spontan: riwayat batuk atau sakit paru lama
Kesimpulan bahwa pasien dengan gejala angina tipikal dengan
diagnosis kerja ACS.
12 Aspirin Aspirin loading dose 160-320 mg 2-4 tablet dikunyah
3 Nitrat 1 Rencanakan pemberian nitrat. Sekuens Nitrat
Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa
● Severe bradycardia: cek nadi
● Severe Tachycardia
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam atau taldalafil dalam 48 jam
● RV infark: biasanya dr Radit boam sih karena belum di EKG
Pemberian nitrat SL Nitrogliserin 400ug atau ISDN 1 tablet 5 mg
Tanya apakah rasanya seperti odol? Kalau engga artinya sudah basi.
Evaluasi 4 menit kemudian.
4 Evaluasi Perbaikan nyeri dada?
5 Nitrat 2 Rencanakan pemberian nitrat. Sekuens Nitrat
Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa
● Severe bradycardia: cek nadi
● Severe Tachycardia
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam atau taldalafil dalam 48 jam
● RV infark: biasanya dr Radit boam sih karena belum di EKG
Pemberian nitrat SL Nitrogliserin 400ug atau ISDN 1 tablet 5 mg.
Tanya apakah rasanya seperti odol? (kalau engga artinya sudah basi)
Evaluasi 4 menit kemudian.
6 Evaluasi Perbaikan nyeri dada?
7 Nitrat 3 Rencanakan pemberian nitrat. Sekuens Nitrat
Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa
● Severe bradycardia: cek nadi
● Severe Tachycardia
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam atau taldalafil dalam 48 jam
● RV infark: biasanya dr Radit boam sih karena belum di EKG
Pemberian nitrat SL Nitrogliserin 400ug atau ISDN 1 tablet 5 mg.
Tanya apakah rasanya seperti odol? (kalau engga artinya sudah basi)
Evaluasi 4 menit kemudian.
8 Evaluasi Perbaikan nyeri dada?
9 Morphine 1 Rencanakan pemberian Morphine. Sekuens Morphine
Perhatikan kontraindikasi Morphine
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa Sediaan MST 1 vial 20mg/2cc
● Depresi napas: <8x/menit
Perhatikan persiapan Morphine Sediaan Naloxone 0,4mg/cc bolus, max 6mg
● Siapkan resusitasi kit
● Naloxone
Pemberian MST 2-4mg yang sudah diencerkan 1 ampulnya (10 mg)
dengan D5% menjadi 10 cc masukkan 2-4 cc bolus pelan.
Evaluasi 4 menit kemudian.
10 Evaluasi Perbaikan nyeri dada?
11 Morphine 2 Rencanakan pemberian Morphine. Sekuens Morphine
Perhatikan kontraindikasi Morphine
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa Sediaan MST 1 vial 10mg/5cc
● Depresi napas: <8x/menit
Perhatikan persiapan Morphine Sediaan Naloxone 0,4mg/cc bolus, max 6mg
● Siapkan resusitasi kit
● Naloxone
8
Pemberian MST 2-4mg yang sudah diencerkan 1 ampulnya (10 mg)
dengan D5% menjadi 10 cc masukkan 2-4 cc bolus pelan.
Evaluasi 4 menit kemudian.
12 Evaluasi Perbaikan nyeri dada?
13 NTG drip Rencanakan pemberian nitrat drip. Sekuens NTG
Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi Titrasi sampai:
● Severe bradycardia ● Sesak/nyeri berkurang
● Severe Tachycardia ● Dosis maksimal
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam dan taldalafil dalam 48 jam ● Efek samping muncul
● RV infark
Pemberian nitrat drip 1 ampul 10mg diencerkan dalam 50cc D5%
syringe pump mulai dari
● Nitrogliserin 10ug/min titrasi setiap 5 min +10ug/min
hingga maksimal 200ug/min.
● ISDN 1mg/jam titrasi setiap 5 min +1mg/jam hingga
maksimal 10mg/jam
14 Diagnosis EKG 12 lead
Cardiac enzyme
Pasien kita simpulkan STEMI sebutkan lokasinya
15 Tentukan reperfusi Indikasi
● STEMI onset < 12 jam
● STEMI prolong chest pain
Pilihan reperfusi
● Primary PCI tanya apakah ada center untuk iNi
● fibrinolitik menggunakan alteplase (mahal) atau
sreptokinase.
16 Fibrinolitik Perhatikan kontraindikasi Fibrinolitik
● Stroke Hermoargik kapanpun
● Stroke iskemik > 3 jam - < 3 bulan
● Tumor intrakranial
● Trauma Kranial atau operasi craniofacial <3 bulan
● AVM
● Diseksi aorta
● Active internal bleeding kecuali menstruasi

Pemberian streptokinase 1,5 juta unit dalam 100cc NaCl 0,9% syringe
pump selama 30-60 min.
Evaluasi PAHA
● Perdarahan
● Alergi
● Hipotensi
● Aryhtmia (accelerated junctional tachycardia)
17 Monitor Evaluasi keberhasilan reperfusi
● Nyeri dada berkurang atau menghilang
● Aritmia accelerated junctional tachycardia
● ST elevasi turun >50%
Masukkan pasien ke ICCU
● Konsul ahli

9
TAKIARITMIA

SVT Manuver vagal ATP 3x CCB

QRS sempit

AF atau flutter Infus antiaritmia


Takiartimia stabil

Tes ATP 3x untuk


QRS lebar membedakan VT Amiodarone
atau SVT aberans

10
KU: Wanita sadar berdebar-debar (SVT stabil)
No. Action Statement Keterangan
1 OIM Berikan Oxygen nasal kanul 2L/min Sekuens OIM
Pasang IV line
Pasang monitor SVT:
● Tekanan darah
● Pulse Heart Rate (laporkan teraba kuat/lambat)
● Monitor EKG (laporkan terlihat irama SVT)

VT polimorfik/Torsades de pointes

VT monomorfik

AF

Atrial flutter

2 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas


● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


3 EKG 12 lead Pasang dan baca EKG 12 lead.
Laporkan diagnosis SVT stabil.
4 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


5 Manuvr Vagal Pasien direncanakan manuver vagal.
Pastikan tidak ada bruit di kanan dan kiri menggunakan stetoskop
serta KI relatif: riwayat stroke dan riwayat cardiac arrest
Lakukan manuver vagal 10 detik →di glomus atau dibawah angulus
mandibula, yg heboh tekan terus geter-geterin yang kuat
Mata ke monitor.
6 Evaluasi Irama
Tekanan darah.
Pulse.
7 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg

11
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


8 Manuver Vagal Pasien direncanakan manuver vagal lagi.
Lakukan manuver vagal 10 detik.
Mata ke monitor.
9 Evaluasi Irama
Tekanan darah.
Pulse.
10 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


11 Adenosin (ATP) 1 Pasien direncanakan pemberian Adenosine. Sekuens Adenosine
Pasang threeway
Siapkan spuit NaCl 0.9% 20cc dan pasang di threeway Sediaan ATP 1 ampul 20mg/2cc
ATP 10mg bolus cepat.
Flush dengan 20cc NaCl 0,9%.
Angkat lengan.
Evaluasi 2 menit kemudian.
Apakahdada terasa panas?
Mata ke monitor
12 Evaluasi Tekanan darah.
Pulse.
13 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


14 Adenosin (ATP) 2 Pasien direncanakan pemberian Adenosine. Sekuens Adenosine
Pasang threeway
Siapkan spuit NaCl 0.9% 20cc dan pasang di threeway Sediaan ATP 1 ampul 20mg/2cc
ATP 20mg bolus cepat.
Flush dengan 20cc NaCl 0,9%.
Angkat lengan.
Evaluasi 2 menit kemudian.
Apakahdada terasa panas?
Mata ke monitor
15 Evaluasi Tekanan darah.
Pulse.
16 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


17 Adenosine (ATP) 3 Pasien direncanakan pemberian Adenosine.
Pasang threeway
Siapkan spuit NaCl 0.9% 20cc dan pasang di threeway
ATP 20mg bolus cepat.
Flush dengan 20cc NaCl 0,9%.
12
Angkat lengan.
Evaluasi 2 menit kemudian.
Apakahdada terasa panas?
Mata ke monitor
18 Konsul Ahli Lapor konsulen pasien SVT stabil yang sudah diberikan Vagal Manuver
dan Adenosine.
19 CCB (diltiazem) 1 Pasien direncanakan diberikan diltiazem 15 mg. Sediaan Diltiazem vial 25mg/5cc
Bolus IV selama 2 menit. Pengenceran D5% / normal saline
Evaluasi setelah 15 menit.
20 Evaluasi Tekanan darah.
Pulse.
21 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


22 CCB (diltiazem) 2 Pasien direncanakan diberikan diltiazem 20 mg. Sediaan Diltiazem vial 25mg/5cc
Bolus IV selama 2 menit. Pengenceran D5% / normal saline
Evaluasi setelah 15 menit.
23 Evaluasi Tekanan darah.
Pulse.
24 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


25 CCB (diltiazem) 3 Pasien direncanakan diberikan diltiazem maintenance. Sediaan Diltiazem vial 25mg/5cc.
Drip IV 10mg/jam. Pengenceran D5% / normal saline.
Evaluasi setelah xx menit.
26 Konsul Ahli Lapor konsulen pasien SVT stabil yang sudah diberikan Vagal Manuver,
Adenosine dan diltiazem.
27 Alternatif diltiazem Verapamil. Sediaan verapamil ampul 5mg/2cc.
IV bolus 5 mg selama 2 menit. Pengenceran D5% / normal saline.
Evaluasi selama 15 menit.
Lanjutan dosis 5 mg setiap 30 menit.
Maksimal dosis 20 mg.

**VT stabil
● Jika yakin VT monomorfik maka langsung konsul ahli
● Jika tidak yakin VT masih bisa pakai adenosine + amiodarone
● Dosis amiodaron:
o 150 mg IV dalam 10 menit (dapat diulang)
o Maintenance 360 mg selama 6 jam (1 mg/min) + 540 mg dalam 18 jam (0,5 mg/min)
o Pengenceran dalam D5%

KU: laki-laki sadar berdebar-debar (takiaritmia tidak stabil)


No. Action Statement Keterangan
1 OIM Berikan Oxygen nasal kanul 2L/min Sekuens OIM
Pasang IV line
Pasang monitor
● Tekanan darah
● Pulse Heart Rate (laporkan teraba kuat/lambat)
● Monitor EKG (laporkan terlihat irama SVT/VT/afib)
2 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin

13
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


3 Kardioversi 1 Informed consent pasien: irama listrik jantung tidak benar sehingga Dosis kardioversi
Pasien tidak stabil harus diberikan alat kejut jantung listrik untuk mengembalikan irama, ● SVT 50 joule
konsekuensinya bisa terjadi luka bakar, stroke, hingga kematian ● VT 100 joule
● Afib 120 joule: pastikan onsetnya
Persiapkan pasien untuk dilakukan kardioversi <48 jam. Kalau lebih diperiksa dulu
● Sedasi propofol 1mg/kg atau midazolam 0.1-0.3mg/kg tanya BB apakah ada trombus atau tidak
pasien berapa
● Pastikan pasien tertidur Sediaan diazepam 10mg/2cc ampul
● Trolley emergency
Lakukan kardioversi Sediaan midazolam 15mg/3cc ampul
● Synchronized.
● Jelly.
● Charge.
● I’m clear. Everybody clear.
● Cek monitor.
● Shock.
● Nilai irama apakah masih sama
4 Kardioversi 2 Naikkan dosis kardioversi 50 joule.
Lakukan kardioversi
● Synchronized.
● Jelly.
● Charge.
● I’m clear. Everybody clear.
● Cek monitor.
● Shock.
5 dst dst Dst.

14
BRADIARITMIA

KU: Laki-laki dengan keluhan seperti mau pingsan (Bradikardia)


No. Action Statement Keterangan
1 OIM Berikan Oxygen nasal kanul 2L/min Sekuens OIM
Pasang IV line
Pasang monitor Sinus bradikardi
● Tekanan darah
● Pulse Heart Rate (laporkan teraba kuat/lambat)
● Monitor EKG (laporkan terlihat irama AV blok derajat 3)

AV block derajat 1

Iramanya LDR jadi jaraknya jauh2 (pr


interval memanjang)

AV block derajat 2 Mobitz I

Iramanya LDR makin lama makin jauh


lama2 cerai (pr interval memanjang
progresif hingga drop beat)

AV block derajat 2 Mobitz II

Ga jauh tiba-tiba cerai (tiba-tiba ada drop


beat)

AV block derajat 3 atau total AV block

15
Jalan masing-masing
2 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


Low degree AV block: AV block derajat 1 dan 2 Mobitz I yg tidak stabil
txnya sulfas atropine
High degree AV block: AV block derajat 2 Mobitz II dan total AV block
3 Transcutaneous Pacing Pasien harus segera dipasangkan transcutaneous pacing.
Apa alatnya tersedia? : Tidak.
Selagi menunggu alat tersedia berikan obat-obatan.
4 Sulfas Atropin 1 Pasien direncanakan pemberian SA. Sekuens SA
Sulfas Atropin 0,5 mg IV bolus.
Flush dengan 20cc NaCl 0,9%. Sediaan SA ampul 0,25mg/1cc, maksimal
Angkat lengan. dosis 3 mg.
Evaluasi 4 menit kemudian.
5 Evaluasi Tekanan darah.
Pulse.
6 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


7 Transcutaneous Pacing Pasien harus segera dipasangkan transcutaneous pacing.
Apa alatnya sudah tersedia? : Tidak.
Selagi menunggu alat tersedia berikan obat-obatan.
8 Dst Dst (sampai sekuens SA 6x) dst

9 Evaluasi Tekanan darah.


Pulse.
10 Stabilitas 5 stabil Sekuens Stabilitas
● Hipotensi: Tekanan darah < 100mmHg
● Altered Mental Status: orientasi baik
● Tanda Shock: akral dingin
● Angina: nyeri dada seperti ditindih beban berat yang menjalar
ke leher, rahang, lengan kiri, punggung, ulu hati, disertai mual,
muntah, dan keringat dingin
● Acute Heart Failure: sesak napas yang diperberat dengan posisi
berbaring dan diperingan dengan posisi duduk

Laporkan pasien stabil/tidak stabil.


11 Transcutaneous Pacing Pasien harus segera dipasangkan transcutaneous pacing.
Apa alatnya sudah tersedia? : Tidak.
Selagi menunggu alat tersedia berikan obat-obatan.
12 Drip Dopamine Pasien direncanakan pemberian Dopamine infusion. Sediaan dopamin 1 ampul 200mg/5cc
Dopamine dosis 2-10 ug/kg/min Pengenceran Normal Saline 50cc.
Berat badan pasien berapa? Maksimal 10ug/kg/min.
Hitung dosis dopamine.
Ex. 250 ug/min.
13 Alternatif Dopamine Pasien direncanakan pemberian epinefrin infusion (dopamine -). Sediaan epinefrin 1 ampul 1mg/1cc.
Drip Epinefirn Epinefrin dosis 2-10 ug/min. Pengenceran Normal Saline 50cc.
Maksimal 10ug/min.
14 Transcutaneous Pacing Pasien harus segera dipasangkan transcutaneous pacing.
Apa alatnya sudah tersedia? : Ya.
16
Pasang Transcutaneous Pacing.
15 Konsul Ahli Konsul ahli untuk pemasangan Transvenous Pacing
Transveous Pacing
16 Monitor dan Observasi Monitor dan observasi
● Kalau stabil --> EKG 12 lead + observasi dan nilai stabilitas setiap saat
● SA hanya efektif pada AV block grade 1 dan mobitz type 1
o Mobitz type 2 dan TAVB tidak bisa pakai SA kecuali penyebabnya adalah penumpukan adenosine akibat
infark

17
ALO

KU: Laki-laki dengan sesak napas berat


No. Action Statement Keterangan
1 OIM Berikan Oxygen nasal kanul 2L/min Sekuens OIM
Pasang IV line
18
Pasang monitor
● Tekanan darah
● Pulse Heart Rate (laporkan teraba kuat/lambat)
● Monitor EKG (laporkan tidak bradikardi atau takikardi)
2 Anamnesis singkat Deskripsi Anamnesis ALO singkat + eksklusi penyebab
● Onset lain
● Pemicu dan pereda
● DOE Anamnesis jika irama sinus rhythm atau
● OP sinus tachycardia
● PND
● Riwayat bengkak kaki
dr Radit akan sok sokan sesak banget jadi kalau susah jawabnya bilang
aja ganti NRM 12 Lpm dan pasien diposisikan duduk atau semi fowler
Eksklusi
● Riwayat nyeri dada?
● Riwayat trauma?
● Riwayat imobilisasi?
● Riwayat asma?
● Riwayat serangan jantung?
3 PF singkat Tanda Vital: HR, RR, TD akral
PF auskultasi paru ditemukan rhonchi basah basal bilateral. S3. JVP.
4 Diagnosis Kesimpulan bahwa pasien dengan gejala sesak dengan diagnosis kerja
ALO.
Posisi setengah duduk.
5 Nitrat 1 Rencanakan pemberian nitrat. Sekuens Nitrat
Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa
● Severe bradycardia: cek nadi
● Severe Tachycardia
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam atau taldalafil dalam 48 jam
● RV infark: biasanya dr Radit boam sih karena belum di EKG
Pemberian nitrat SL Nitrogliserin 400ug atau ISDN 1 tablet 5 mg
Tanya apakah rasanya seperti odol? Kalau engga artinya sudah basi.
Evaluasi 4 menit kemudian.
6 Evaluasi Perbaikan sesak?
TD?
HR?
Akral hangat?
7 Nitrat 2 Rencanakan pemberian nitrat. Sekuens Nitrat
Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa
● Severe bradycardia: cek nadi
● Severe Tachycardia
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam atau taldalafil dalam 48 jam
● RV infark: biasanya dr Radit boam sih karena belum di EKG
Pemberian nitrat SL Nitrogliserin 400ug atau ISDN 1 tablet 5 mg
Tanya apakah rasanya seperti odol? Kalau engga artinya sudah basi.
Evaluasi 4 menit kemudian.

8 Evaluasi Perbaikan sesak?


TD?
HR?
Akral hangat?
9 Nitrat 3 Rencanakan pemberian nitrat. Sekuens Nitrat
Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa
● Severe bradycardia: cek nadi
● Severe Tachycardia
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam atau taldalafil dalam 48 jam
● RV infark: biasanya dr Radit boam sih karena belum di EKG
Pemberian nitrat SL Nitrogliserin 400ug atau ISDN 1 tablet 5 mg
Tanya apakah rasanya seperti odol? Kalau engga artinya sudah basi.
Evaluasi 4 menit kemudian.
10 Evaluasi Perbaikan sesak?
TD?
HR?
Akral hangat?
11 Furosemide Rencanakan pemberian furosemide. Sediaan furosemide 20mg/1cc
Pastikan pasien tidak hipotensi.
Berapa berat badan pasien?
Tanya berat badan pasien karena akan diberikan dosis 1 mg/kg
Pasien diberikan furosemide 40 mg IV.
Pasien dipasangkan kateter urin buang urin inisial dan tampung urin
selanjutnya
Evaluasi diuresis 5 menit kemudian.
19
Sementara itu lanjutkan medikasi lainnya.

12 Evaluasi Perbaikan sesak?


TD?
HR?
Akral hangat?
11 Furosemide Rencanakan pemberian furosemide. Sediaan furosemide 20mg/1cc
Pastikan pasien tidak hipotensi.
Berapa berat badan pasien?
Tanya berat badan pasien karena akan diberikan dosis 1 mg/kg
Pasien diberikan furosemide 40 mg IV.
Pasien dipasangkan kateter urin buang urin inisial dan tampung urin
selanjutnya
Evaluasi diuresis 5 menit kemudian.
Sementara itu lanjutkan medikasi lainnya.

13 Morphine 1 Rencanakan pemberian Morphine. Sekuens Morphine


Perhatikan kontraindikasi Morphine
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa Sediaan MST 1 vial 20mg/2cc
● Depresi napas: <8x/menit
Perhatikan persiapan Morphine Sediaan Naloxone 0,4mg/cc bolus, max 6mg
● Siapkan resusitasi kit
● Naloxone
Pemberian MST 2-4mg yang sudah diencerkan 1 ampulnya (10 mg)
dengan D5% menjadi 10 cc masukkan 2-4 cc bolus pelan.
Evaluasi 4 menit kemudian.
14 Evaluasi Perbaikan sesak?
TD?
HR?
Akral hangat?
13 Morphine 2 Rencanakan pemberian Morphine. Sekuens Morphine
Perhatikan kontraindikasi Morphine
● Hipotensi: tanya tekanan darah pasien sekarang berapa Sediaan MST 1 vial 20mg/2cc
● Depresi napas: <8x/menit
Perhatikan persiapan Morphine Sediaan Naloxone 0,4mg/cc bolus, max 6mg
● Siapkan resusitasi kit
● Naloxone
Pemberian MST 2-4mg yang sudah diencerkan 1 ampulnya (10 mg)
dengan D5% menjadi 10 cc masukkan 2-4 cc bolus pelan.
Evaluasi 4 menit kemudian.
15a NTG drip Rencanakan pemberian nitrat drip. Sekuens NTG
(TD>100) Perhatikan kontraindikasi nitrat
● Hipotensi Titrasi sampai:
● Severe bradycardia ● Sesak/nyeri berkurang
● Severe Tachycardia ● Dosis maksimal
● Riwayat sildenafil dalam 24 jam dan taldalafil dalam 48 jam Efek samping muncul
● RV infark
Pemberian nitrat drip 1 ampul 10mg diencerkan dalam 50cc D5%
syringe pump mulai dari
● Nitrogliserin 10ug/min titrasi setiap 5 min +10ug/min
hingga maksimal 200ug/min.
● ISDN 1mg/jam titrasi setiap 5 min +1mg/jam hingga
maksimal 10mg/jam
15b. Dopamine drip Pasien direncanakan pemberian Dopamine infusion. Sediaan dopamin 1 ampul 200mg/5cc
(TD 70-100 + shock) Dopamine mulai dosis 5ug/kg/min. Pengenceran Normal Saline 50cc.
Berat badan pasien berapa? Maksimal 20ug/kg/min.
Hitung dosis dopamine.
Ex. 250 ug/min.
15c. Dobutamine drip Pasien direncanakan pemberian Dobutamine infusion. Sediaan dobutamine 1 ampul 250mg/5cc
(TD 70-100) Dobutamine mulai dosis 2ug/kg/min. Pengenceran Normal Saline 50cc
Berat badan pasien berapa? Maksimal 20ug/kg/min
Hitung dosis dopamine.
Ex. 100 ug/min.
16. Monitor Monitor dan observasi
Konsul ahli untuk IABP

Lain-lain:
● Fluid challenge test
o Hanya ada 3 kemungkinan
▪ Nadi turun, BP naik
▪ Nadi naik, BP turun
▪ Inkonklusif
o Diulang terus kalau inkonklusif
● Nitrat
20
o Yang dipakai hanya dinitrate atau trinitrate (mononitrate/ISMN ga boleh)
o Pada dosis awal bekerja pada CGMP di vena
o Pada dosis tinggi menghasilkan arteriolodilator
o Pemberian SL masuk ke vena buccal masuk ke deep bronchial vein masuk ke toraks
o Vena kulit dada juga bisa ke deep bronchial vein
▪ Makanya zaman dulu ada nitropatch dengan efek samping pusing & sakit kepala
● Furosemide
o Afek tidak langsung pada venodilator pada 2 Na K Cl simport inhibitor sehingga menghasilkan
wind castle effect
● Morphine
o Vasodilatasi vena sistemik pada reseptor µ
o Efek lainnya antianxiety dan anti pain

21

Anda mungkin juga menyukai