UNIVERSITAS INDONESIA
LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER
DI SUKU DINAS KESEHATAN
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN
KOORDINATOR FARMASI MAKANAN DAN MINUMAN
PERIODE 16 JANUARI - 3 FEBRUARI 2012
LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER
FIKA ENRI APRIGIYONIES, [Link] 1106046906
ANGKATAN LXXIV
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM PROFESI APOTEKER- DEPARTEMEN FARMASI
DEPOK
JUNI 2012
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
UNIVERSITAS INDONESIA
LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER
DI SUKU DINAS KESEHATAN
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN
KOORDINATOR FARMASI MAKANAN DAN MINUMAN
PERIODE 16 JANUARI - 3 FEBRUARI 2012
LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER
FIKA ENRI APRIGIYONIES, [Link] 1106046906
ANGKATAN LXXIV
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM PROFESI APOTEKER- DEPARTEMEN FARMASI
DEPOK
JUNI 2012
i
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, yang telah senantiasa
melimpahkan karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Lembaga Pemerintahan Suku Dinas
Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker ini disusun sebagai salah satu
syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa Program Profesi Apoteker di
Departemen Farmasi Universitas Indonesia untuk mencapai gelar profesi
Apoteker. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
memahami peran dan tugas Apoteker di lembaga pemerintahan, khususnya di
Suku Dinas Kesehatan. Pelaksanaan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di
Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan berlangsung pada
periode 13 Januari – 3 Februari 2012. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan
terima kasih atas bantuan dan bimbingan yang diberikan, kepada :
1. Ibu Prof. Dr. Yahdiana Harahap, Apt., MS., selaku Ketua Departemen
Farmasi FMIPA UI serta pembimbing di Departemen Farmasi FMIPA UI
2. Bapak Dr. Harmita, Apt., selaku Ketua Program Profesi Apoteker
Departemen Farmasi FMIPA UI.
3. Bapak Deden Muliadi, [Link]., Apt., selaku pembimbing di Suku Dinas
Kesehatan pada PKPA di lembaga pemerintahan.
4. Bapak dan Ibu staf pengajar beserta segenap karyawan Departemen Farmasi
FMIPA UI.
5. Para Staf Seksi Sumber Daya Kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta
Selatan, Bapak Yose Rizal, [Link], [Link], Ibu Mutiara Dewi, [Link],M.M, Ibu
Nuril Astuti, [Link], [Link]., Apt; Ibu Halida, Ibu Ida Komariah, Ibu Fitri,
Amd Keb, dan teman-teman angkatan LXXIV Program Profesi Apoteker
Universitas Indonesia.
6. Keluarga yang telah memberikan bantuan moril dan materiil, serta pihak-
pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu
baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan laporan ini.
iii
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh
sebab itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca.
Akhir kata, penulis berharap semoga pengetahuan dan pengalaman yang penulis
peroleh selama menjalani Praktek Kerja Profesi Apoteker ini dapat bermanfaat
bagi rekan-rekan sejawat dan semua pihak yang membutuhkan.
Depok, Februari 2012
Penulis
iv
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI........................................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................vi
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
[Link] Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Tujuan .................................................................................................... 2
BAB 2 TINJAUAN UMUM .................................................................................. 4
2.1 Suku Dinas Kesehatan............................................................................ 4
2.2 Visi dan Misi Suku Dinas Kesehatan ..................................................... 5
2.3 Susunan Organisasi ................................................................................ 6
BAB 3 TINJAUAN KHUSUS ............................................................................ 13
3.1 Koordinator Farmasi Makanan dan Minuman ..................................... 13
3.2 Dasar Hukum ....................................................................................... 15
3.3 Perizinan Sarana Pelayanan Kesehatan Farmasi
Makanan dan Minuman........................................................................ 16
3.4 Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Sarana Pelayanan
Kesehatan Farmasi Makanan dan Minuman ........................................ 21
BAB 4 PEMBAHASAN ....................................................................................... 23
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 35
5.1 Kesimpulan .......................................................................................... 35
5.2 Saran ..................................................................................................... 35
DAFTAR ACUAN ............................................................................................... 37
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Struktur Organisasi Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Selatan............................................. 39
Lampiran 2. Formulir Permohonan Surat Izin Apotek .......................................................... 40
Lampiran 3. Formulir Persyaratan Permohonan Izin Apotek ................................................. 43
Lampiran 4. Berita Acara Pemeriksaan Sarana Apotek .......................................................... 45
Lampiran 5. Formulir Pernyataan Siap Melakukan Kegiatan .................................................. 49
Lampiran 6. Formulir Permohonan Izin Pedagang Eceran Obat ............................................. 50
Lampiran 7. Formulir Permohonan Persetujuan Prinsip Industri Kecil Obat Tradisional ........ 52
Lampiran 8. Formulir Permohonan Izin Usaha Industri Kecil Obat Tradisional ...................... 54
Lampiran 9. Formulir Permohonan Izin Cabang/ Sub Penyalur Alat Kesehatan ...................... 56
Lampiran 10. Formulir Permohonan Sertifikasi Produksi Pangan ............................................. 58
Lampiran 11. Berita Acara Pemusnahan Perbekalan Farmasi ................................................... 59
Lampiran 12. Daftar Apotek di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2011 ....................................... 61
Lampiran 13. Daftar Pedagang Eceran Obat di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2011 ............... 64
Lampiran 14. Daftar Pangan Industri Rumah Tangga
di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2011 ............................................................... 65
Lampiran 15. Denah Ruangan Gudang Obat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan ................. 68
Lampiran 16. LPLPO Sepuluh Puskesmas Kecamatan
di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2011 .............................................................. 70
vi
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam Undang-Undang tentang pemerintahan daerah yaitu Undang-
Undang No.22 Tahun 1999 dan peraturan pemerintah tentang kewenangan
pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom yaitu Peraturan
Pemerintah No.25 Tahun 2000, dijelaskan bahwa sistem pemerintahan saat ini
telah diubah dari sistem sentralisasi menjadi desentralisasi. Pemerintah pusat
memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah
dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab
kepada daerah secara proporsional (Undang-Undang RI Nomor 22, 1999).
Kewenangan sebagai daerah otonom dalam mengatur dan mengurus daerahnya
sendiri mencakup banyak bidang termasuk bidang kesehatan (Pemerintah
Republik Indonesia, 2000).
Dengan adanya sistem otonomi daerah, maka dalam perwujudan
pembangunan kesehatan dibuatlah peraturan daerah tentang sistem kesehatan
daerah (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2009a). Sistem kesehatan daerah
bertujuan menyelenggarakan pembangunan kesehatan baik masyarakat, swasta,
maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara sinergis, berhasil guna dan
berdaya guna, sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2009a). Dengan adanya kewenangan
tersebut pula, maka dibentuklah suku dinas kesehatan di tiap kota administrasi di
wilayah Jakarta.
Suku dinas kesehatan ikut ambil bagian dalam menyukseskan
pembangunan kesehatan melalui upaya kesehatan. Upaya kesehatan adalah setiap
kegiatan dan/ atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu,
terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dengan cara pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,
pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/ atau
masyarakat. Penyelenggaraan upaya kesehatan sebagaimana yang dimaksud
1 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
2
tersebut didukung oleh sumber daya kesehatan (Pemerintah Republik Indonesia,
2009a).
Di dalam struktur organisasi suku dinas kesehatan terdapat seksi sumber
daya kesehatan yang membawahi koordinator farmasi makanan dan minuman.
koordinator farmasi makanan dan minuman merupakan salah satu wadah bagi
apoteker dalam menjalankan tugas profesinya di lingkup pemerintahan.
Apoteker merupakan salah satu tenaga kesehatan pemberi pelayanan kesehatan
kepada masyarakat yang mempunyai peranan penting karena terkait langsung
dengan pemberian pelayanan, khususnya pelayanan kefarmasian (Pemerintah
Republik Indonesia, 2009b).
Mahasiswa calon apoteker perlu mengetahui perannya di lingkup
pemerintahan sebagai salah satu tempat untuk melaksanakan tugas profesinya
kelak. Praktek kerja profesi apoteker merupakan salah satu sarana bagi calon
apoteker untuk mendapatkan pengalaman kerja, pengetahuan, gambaran, dan
pemahaman yang lebih mendalam tentang peran apoteker di lingkup
pemerintahan. Oleh karena itu, Departemen Farmasi Universitas Indonesia
bekerja sama dengan Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan
mengadakan kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang berlangsung
dari tanggal 16 Januari hingga 3 februari 2012 untuk memberikan wawasan
kepada calon apoteker mengenai perannya di suku dinas kesehatan.
1.2 Tujuan
Tujuan dari Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Suku Dinas
Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan adalah agar mahasiswa program
profesi apoteker FMIPA UI:
a. Mengetahui dan memahami gambaran umum suku dinas kesehatan beserta
peran dan fungsinya.
b. Mengetahui dan memahami gambaran umum Seksi Sumber Daya
Kesehatan (SDK).
c. Mengetahui dan memahami pelaksanaan tugas dan fungsi koordinator
farmasi makanan minuman (farmakmin) di lapangan, baik yang terkait
dengan perizinan maupun yang terkait dengan pembinaan, pengawasan, dan
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
3
pengendalian sarana kesehatan pada lingkup Kota Administrasi Jakarta
Selatan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 2
TINJAUAN UMUM
2.1 Tinjauan Umum Suku Dinas Kesehatan
Suku dinas kesehatan merupakan unit kerja dinas kesehatan dalam
pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan kesehatan masyarakat. Suku
dinas kesehatan dipimpin oleh seorang kepala suku dinas yang secara teknis dan
administrasi berkedudukan di bawah kepala dinas kesehatan dan bertanggung
jawab kepada kepala dinas kesehatan, serta secara operasional berkedudukan di
bawah walikota dan bertanggung jawab kepada walikota (Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta, 2009b). Suku dinas kesehatan yang pembentukannya mengacu pada
Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2008 merupakan gabungan dari suku dinas
pelayanan kesehatan dan suku dinas kesehatan masyarakat. Berdasarkan peran
dan fungsinya dinas kesehatan provinsi berperan sebagai regulator, sedangkan
suku dinas kesehatan berperan sebagai auditor.
Suku dinas kesehatan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan
dan pengembangan kesehatan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas pembinaan
dan pengembangan kesehatan masyarakat, suku dinas kesehatan mempunyai
fungsi (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2009b):
a. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) suku dinas kesehatan.
b. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas kesehatan;
c. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian penyelenggaraan kesehatan
lingkungan, kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan perorangan, rujukan,
khusus, tradisional, dan keahlian.
d. Pengendalian penanggulangan kegawatdaruratan, bencana, dan Kejadian Luar
Biasa (KLB).
e. Pengendalian pencegahan dan pemberantasan penyakit menular/ tidak
menular.
f. Pengawasan dan pengendalian ketersediaan perbekalan kefarmasian.
g. Pelaksanaan surveilans kesehatan.
h. Pelaksanaan monitoring penerapan sistem manajemen mutu kesehatan.
4 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
5
i. Pengendalian pencapaian standardisasi prasarana dan sarana pelayanan
kesehatan baik pemerintah maupun swasta.
j. Pelaksanaan pemungutan, penatausahaan, penyetoran, pelaporan, dan
pertanggungjawaban penerimaan retribusi kesehatan yang diterima suku dinas
kesehatan.
k. Pemberian, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi, perizinan/ rekomendasi/
sertifikasi di bidang kesehatan.
l. Penegakan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan pada lingkup
kabupaten/ kota administrasi.
m. Pelaksanaan pengembangan peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan
gizi dan kesehatan masyarakat.
n. Penghimpunan, pengolahan, pemeliharaan, penyajian, pengembangan, dan
pemanfaatan data dan informasi mengenai kesehatan masyarakat, kesehatan
lingkungan, prasarana dan sarana pelayanan kesehatan perseorangan, rujukan,
khusus, tradisional, dan keahlian pada lingkup kabupaten/ kota administrasi.
o. Penyediaan, penatausahaan, penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan
prasarana dan sarana suku dinas kesehatan.
p. Pengelolaan kepegawaian, keuangan, dan barang.
q. Pelaksanaan kegiatan kerumahtanggaan dan ketatausahaan.
r. Pelaksanaan kegiatan publikasi dan pengaturan acara suku dinas kesehatan.
s. Penyiapan bahan laporan dinas kesehatan kabupaten/ kota yang terkaitdengan
tugas dan fungsi suku dinas kesehatan.
t. Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi suku dinas
kesehatan.
2.2. Visi dan Misi Suku Dinas Kesehatan
Visi Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan adalah
masyarakat Jakarta Selatan yang mandiri untuk hidup sehat. Sedangkan misi yang
diemban oleh suku dinas kesehatan untuk mencapai visi tersebut adalah
a. Meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga kesehatan dan sarana
pelayanan kesehatan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
6
b. Mengendalikan dan menanggulangi gizi buruk dan penyakit menular, penyakit
tidak menular, dan penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan.
c. Menggalang kemitraan dengan berbagai sektor dan seluruh potensi yang ada di
masyarakat.
d. Mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) sesuai dengan kemajuan
teknologi.
e. Meningkatkan mutu sistem pemasaran sosial kesehatan yang inovatif.
2.3 Susunan Organisasi
Struktur organisasi suku dinas kesehatan berdasarkan Peraturan Gubernur
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 150 Tahun 2009, terdiri dari :
1. Kepala Suku Dinas
Kepala suku dinas selaku pimpinan di suku dinas mempunyai tugas
sebagai berikut :
a. Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi suku dinas.
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas subbagian, seksi dan subkelompok
jabatan fungsional.
c. Melaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan/atau instansi
pemerintah/swasta terkait, dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi suku
dinas.
d. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi suku
dinas.
2. Subbagian Tata Usaha
Subbagian Tata Usaha merupakan satuan kerja staf suku dinas kesehatan dalam
pelaksanaan administrasi umum suku dinas kesehatan. Subbagian tata usaha
dipimpin oleh seorang kepala subbagian yang berkedudukan di bawah kepala
suku dinas dan bertanggung jawab kepada kepala suku dinas. Subbagian tata
usaha mempunyai tugas:
a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai dengan lingkup tugasnya.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
7
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai
dengan lingkup tugasnya.
c. Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Kerja dan Angggaran (RKA) dan
Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas.
d. Melaksanakan monitoring, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas.
e. Pengelolaan kepegawaian, keuangan, dan barang suku dinas.
f. Pelaksanaan kegiatan surat menyurat dan kearsipan suku dinas.
g. Penyediaan, penatausahaan, penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan
prasarana dan sarana kerja suku dinas.
h. Memelihara kebersihan, keindahan, keamanan, dan ketertiban kantor.
i. Melaksanakan pengelolaan ruang rapat/ pertemuan suku dinas.
j. Melaksanakan publikasi kegiatan, upacara, dan pengaturan acara suku dinas.
k. Menerima, mencatat, membukukan, menyetorkan, dan melaporkan penerimaan
retribusi suku dinas kesehatan.
l. Menyiapkan bahan laporan suku dinas yang terkait dengan tugas subbagian tata
usaha.
m. Mengkoordinasikan penyusunan laporan (kegiatan, keuangan, kinerja, dan
akuntabilitas) suku dinas.
n. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas subbagian tata
usaha.
3. Seksi Kesehatan Masyarakat
Seksi kesehatan masyarakat merupakan satuan kerja suku dinas kesehatan
dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan kesehatan
masyarakat. Seksi kesehatan masyarakat dipimpin oleh seorang kepala seksi yang
berkedudukan di bawah kepala suku dinas dan bertanggung jawab kepada kepala
suku dinas. Seksi kesehatan masyarakat mempunyai tugas :
a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai ruang lingkup tugasnya.
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai
dalam lingkup tugasnya.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
8
c. Melaksanakan pengendalian mutu kegiatan pelaksanaan kesehatan keluarga
termasuk kesehatan ibu, bayi, anak balita, kesehatan anak prasekolah, usia
sekolah, remaja, kesehatan reproduksi, usia lanjut, keluarga berencana, pekerja
wanita, dan asuhan keperawatan.
d. Mengkoordinasikan sektor terkait dan masyarakat profesi untuk pencegahan
dan pengendalian program kesehatan masyarakat.
e. Melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dan informasi.
f. Melaksanakan bimbingan teknis tenaga kesehatan di bidang kesehatan
masyarakat.
g. Melaksanakan kajian perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat tingkat
kota administrasi/ kabupaten.
h. Melaksanakan manajemen basis data kesehatan melalui sistem informasi
manajemen kesehatan yang terintegrasi.
i. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program gizi dan Pembinaan Peran
Serta Masyarakat (PPSM).
j. Menerapkan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG).
k. Menyiapkan bahan laporan suku dinas kesehatan yang terkait dengan tugas
seksi kesehatan masyarakat.
l. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas seksi kesehatan
masyarakat.
4. Seksi Pelayanan Kesehatan
Seksi pelayanan kesehatan merupakan satuan kerja suku dinas kesehatan dalam
pelaksanaan pelayanan kesehatan. Seksi pelayanan kesehatan dipimpin oleh
seorang kepala seksi yang berkedudukan di bawah kepala suku dinas dan
bertanggungjawab kepada kepala suku dinas. Seksi pelayanan kesehatan
mempunyai tugas:
a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai dengan lingkup tugasnya.
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai
dengan lingkup tugasnya.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
9
c. Melaksanakan kegiatan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian tatalaksana
pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan.
d. Menghimpun, mengolah, menyajikan, memelihara, mengembangkan,
memanfaatkan, data dan informasi upaya pelayanan kesehatan.
e. Melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian penerapan standar
pelayanan kesehatan masyarakat.
f. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pelaksanaan akreditasi sarana
pelayanan kesehatan.
g. Memberikan rekomendasi/ perizinan sarana pelayanan kesehatan.
h. Memberikan tanda daftar kepada pengobat tradisional.
i. Melaksanakan siaga 24 jam per Pusat Pengendali Dukungan Kesehatan
(Pusdaldukkes).
j. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan standar pelayanan minimal
pelayanan kesehatan.
k. Menyiapkan bahan laporan suku dinas kesehatan yang terkait dengan tugas
seksi pelayanan kesehatan.
l. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas seksi pelayanan
kesehatan.
5. Seksi Pengendalian Masalah Kesehatan
Seksi pengendalian masalah kesehatan merupakan satuan kerja suku dinas
kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian masalah kesehatan. Seksi
pengendalian masalah kesehatan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang
berkedudukan di bawah kepala suku dinas dan bertanggungjawab kepada kepala
suku dinas. Seksi pengendalian masalah kesehatan mempunyai tugas:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) suku dinas sesuai dengan lingkup tugasnya.
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai
dengan lingkup tugasnya.
c. Melaksanakan pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular,
kesehatan jiwa masyarakat, surveilans epidemiologi, penanggulangan wabah/
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan kesehatan lingkungan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
10
d. Melaksanakan kegiatan pembinaan pelaksanaan kesehatan haji.
e. Menyiapkan materi sosialisasi kesehatan tentang pengendalian penyakit
menular/ tidak menular serta kesehatan jiwa masyarakat.
f. Melaksanakan kegiatan bimbingan, konsultasi, dan pendampingan teknis
peningkatan kompetensi surveilans epidemiologi, tenaga kesehatan
pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta kesehatan jiwa
masyarakat.
g. Melaksanakan kegiatan koordinasi, kerja sama dan kemitraan pengendalian
penyakit menular dan tidak menular serta kesehatan jiwa masyarakat dengan
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD)
dan/ atau instansi pemerintah/ swasta/ masyarakat.
h. Melaksanakan kegiatan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan
imunisasi.
i. Menghimpun, mengolah, menyajikan, memelihara, mengembangkan, dan
memanfaatkan data dan informasi surveilans epidemiologi sebagai Sistem
Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD-KLB) pada lingkup kabupaten/
kota administrasi.
j. Melaksanakan kegiatan investigasi penyakit potensial Kejadian Luar Biasa
(KLB) dan dugaan wabah serta keracunan makanan.
k. Meningkatkan sistem jaringan informasi wabah/ Kejadian Luar Biasa (KLB)
dan surveilans.
l. Melaksanakan kegiatan pengendalian surveilans kematian.
m. Melaksanakan kegiatan monitoring dan pemetaan kegiatan penanggulangan
wabah/ Kejadian Luar Biasa (KLB) dan surveilans.
n. Melaksanakan kegiatan pengendalian pelaksanaan program kesehatan
lingkungan meliputi penyehatan air minum/ air bersih, penyehatan makanan
dan minuman, pengamanan limbah, pengendalian vektor, pengendalian radiasi,
penyehatan lingkungan kumuh penyehatan di tempat-tempat umum, tempat
kerja, tempat pengelolaan pestisida termasuk pemberian rekomendasi Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), upaya pengelolaan lingkungan/
upaya pemantauan lingkungan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
11
o. Melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian sarana penunjang
kesehatan lingkungan.
p. Penyajian materi pelatihan teknis dalam bidang kesehatan lingkungan dan
kesehatan kerja.
q. Menyiapkan bahan laporan suku dinas kesehatan yang terkait dengan tugas
seksi pengendalian masalah kesehatan.
r. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas seksi
pengendalian masalah kesehatan.
6. Seksi Sumber Daya Kesehatan
Seksi sumber daya kesehatan merupakan satuan kerja suku dinas kesehatan
dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber daya kesehatan. Seksi sumber
daya kesehatan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berkedudukan di bawah
kepala suku dinas dan bertanggung jawab kepada kepala suku dinas. Seksi sumber
daya kesehatan mempunyai tugas:
a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai dengan lingkup tugasnya.
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Suku Dinas sesuai
dengan lingkup tugasnya.
c. Melaksanakan pemberian perizinan tenaga dan sarana farmasi, makanan, dan
minuman.
d. Memberikan rekomendasi/ perizinan praktek tenaga kesehatan.
e. Melaksanakan kegiatan bimbingan teknis tenaga kesehatan.
f. Menyusun peta kebutuhan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan
berdasarkan analisa kebutuhan pendidikan dan pelatihan.
g. Melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi tingkat kepatuhan petugas
kesehatan terhadap standar pelayanan.
h. Melaksanakan kegiatan audit internal dan audit eksternal penerapan sistem
manajemen mutu.
i. Malaksanakan survey kepuasan pelanggan kesehatan.
j. Melaksanakan kegiatan bimbingan, konsultasi, dan pendampingan penerapan
sistem manajemen mutu kepada puskesmas.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
12
k. Melaksanakan kegiatan pengembangan mutu melalui forum dan fasilitator.
l. Melaksanakan fasilitasi peningkatan kemampuan tenaga fasilitator, instruktur,
dan auditor mutu pelayanan kesehatan.
m. Melaksanakan kegiatan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian sarana
farmasi makanan minuman, yang meliputi industri kecil obat tradisional, sub
penyalur alat kesehatan, apotek, toko obat, depo farmasi, dan industri makanan
minuman rumah tangga.
n. Melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengendalian harga obat generik dan
persediaan cadangan obat esensial.
o. Melaksanakan pengelolaan persediaan obat dan perbekalan kesehatan pada
lingkup kabupaten/ kota administrasi.
p. Melaksanakan monitoring dan pemetaan sumber daya kesehatan.
q. Menyiapkan bahan laporan suku dinas kesehatan yang terkait dengan tugas
seksi sumber daya kesehatan.
r. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas seksi sumber
daya kesehatan.
Seksi sumber daya kesehatan dibagi menjadi tiga koordinator untuk
memudahkan pelaksanaan tugas dan fungsi seksi sumber daya kesehatan.
Koordinator yang terdapat pada seksi sumber daya kesehatan adalah koordinator
tenaga kesehatan, koordinator pengelola standardisasi mutu kesehatan, dan
koordinator farmasi makanan dan minuman. Setiap koordinator memiliki fungsi
dan tugas khusus yang mendukung pelaksanaan tugas-tugas dan seksi Sumber
Daya Kesehatan (SDK).
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 3
TINJAUAN KHUSUS
KOORDINATOR FARMASI MAKANAN DAN MINUMAN
3.1 Koordinator Farmasi Makanan dan Minuman
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berperan sebagai regulator yang
membuat kebijakan, pedoman, maupun persyaratan dalam pelaksanaan hal-hal
yang berkenaan dengan kesehatan. Suku dinas kesehatan yang merupakan unit
kerja dinas kesehatan berperan sebagai auditor terhadap regulasi yang telah dibuat
dinas kesehatan untuk dilaksanakan oleh subjek atau sasaran regulasi tersebut.
Suku dinas kesehatan dalam pelaksanaan peran dan fungsinya mempunyai
struktur tertentu sebagaimana diatur oleh Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor
150 tahun 2009. Dalam peraturan tersebut suku dinas kesehatan terdiri dari seksi
sumber daya kesehatan, seksi pelayanan kesehatan, seksi kesehatan masyarakat,
seksi pengendalian masalah kesehatan, dan seksi sumber daya kesehatan.
Seksi sumber daya kesehatan yang secara garis besar mempunyai peran
dalam lingkup tenaga kesehatan, mutu kesehatan, serta kefarmasian, makanan,
dan minuman, yang dibagi menjadi beberapa koordinator untuk memudahkan
pelaksanaan tugas dan fungsi. Koordinator yang terdapat pada seksi sumber daya
kesehatan adalah koordinator tenaga kesehatan, koordinator pengelola
standardisasi mutu kesehatan, serta koordinator farmasi makanan dan minuman.
Setiap koordinator memiliki fungsi dan tugas khusus yang mendukung
pelaksanaan tugas-tugas dan seksi Sumber Daya Kesehatan (SDK). Koordinator
pada seksi SDK yang akan dipaparkan pada bab ini adalah farmasi makanan dan
minuman (Farmakmin).
Tugas pokok koordinator farmasi makanan minuman adalah:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA), dan Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan (PPK) seksi sumber
daya kesehatan.
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Petunjuk
Pelaksanaan Kegiatan (PPK) seksi sumber daya kesehatan.
13 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
14
c. Melaksanakan supervisi dalam rangka rekomendasi perizinan sarana
farmakmin seperti apotek, apotek rakyat, Cabang Penyalur Alat Kesehatan,
Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT), Pangan Industri Rumah Tangga
(PIRT), dan Pedagang Eceran Obat (PEO).
d. Melaksanakan pengelolaan dan layanan perizinan apotek, apotek rakyat,
cabang penyalur alat kesehatan, industri kecil obat tradisional, pangan
industri rumah tangga, dan pedagang eceran obat.
e. Bimbingan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal) terhadap sarana
pelayanan kesehatan kefarmasian pemerintahan dan swasta.
f. Melakukan akreditasi dan pengawasan mutu pelayanan kesehatan.
g. Mengendalikan mutu pelayanan kefarmasian klinik.
h. Melakukan pengelolaan bidang obat suku dinas kesehatan.
i. Melaksanakan pemantauan harga obat generik, dan persediaan cadangan obat
esensial.
j. Melakukan pengamanan obat, obat tradisional, alat kesehatan, kosmetika,
makanan, dan minuman.
k. Memantau dampak lingkungan.
l. Melaksanakan rekapitulasi Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
(LPLPO) puskesmas.
m. Pembinaan produsen, distributor dan penggunaan obat, termasuk narkotika,
psikotropika dan zat aditif (NAPZA).
n. Melaksanakan pengelolaan penyuluhan keamanan pangan serta memberikan
sertifikat penyuluhan industri rumah tangga makanan dan minuman.
o. Melaksanakan pengelolaan laporan narkotika.
p. Pengelolaan terhadap hasil supervisi.
q. Melaksanakan pencatatan surat masuk dan keluar serta pendistribusiannya.
r. Pengendalian mutu pelayanan kefarmasian komunitas, melalui saran,
rekomendasi perbaikan, penilaian, pemberian penghargaan, sanksi dan
rehabilitasi terhadap sarana farmasi, makanan, dan minuman.
s. Memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dilaporkan profesi dan
masyarakat.
t. Mensosialisasikan perundangan dan program.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
15
u. Bekerja sama dalam tim dengan koordinator standardisasi mutu dan
koordinator tenaga kesehatan.
v. Menilai dan mempertanggungjawabkan kinerja.
w. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan langsung.
3.2 Dasar Hukum
Dasar hukum yang yang menjadi pijakan pelaksanaan peran dan fungsi dari
Koordinator Farmasi Makanan dan Minuman yaitu:
a. Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.
b. Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
c. Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 25 tahun 1980 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah RI No. 26 tahun 1965 tentang Apotek.
e. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 tahun 1990 tentang Masa
Bakti dan Izin Kerja Apoteker.
f. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51 tahun 2009 tentang
Pekerjaan Kefarmasian.
g. Peraturan Menteri Kesehatan No. 28/Menkes/Per/I/1978 tentang
Penyimpanan Narkotika.
h. Peraturan Menteri Kesehatan No. 142/Menkes/Per/III/1991 tentang Penyalur
Alat Kesehatan.
i. Peraturan Menteri Kesehatan No. 246/Menkes/Per/V/1990 tentang Izin Usaha
Industri Kecil Obat Tradisional dan Pendaftaran Obat Tradisional.
j. Peraturan Menteri Kesehatan No. 284/2007 tentang Apotek Rakyat.
k. Peraturan Menteri Kesehatan No. 688/Menkes/Per/VII/1997 tentang
Peredaran Psikotropika.
l. Keputusan Menteri Kesehatan No. 497/Menkes/SK/VII/2006 tentang Daftar
Obat Esensial Nasional.
m. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1331/Menkes/SK/X/2002 tentang
Perubahan Peraturan Menteri Kesehatan No. 167/Kab/[Link]/1972 tentang
Pedagang Eceran Obat.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
16
n. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan No. 922/Menkes/Per/X/1993
tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek.
o. Keputusan Menteri Kesehatan No. 2912/B/SK/IX/1986 tentang Penyuluhan
Bagi Perusahaan Makanan Industri Rumah Tangga.
p. Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 970 tahun 1990 tentang Ketentuan
Penyelenggaraan Usaha Pedagang Eceran Obat di Wilayah DKI Jakarta.
3.3 Perizinan Sarana Pelayanan Kesehatan Farmasi Makanan dan
Minuman
Setiap orang dan/ atau badan hukum yang menyiapkan, meracik, dan/ atau
mendistribusikan sediaan farmasi, alat kesehatan, perbekalan kesehatan rumah
tangga, serta industri rumah tangga yang memproduksi, mengolah, dan
mendistribusikan makanan dan minuman, wajib mengajukan perizinan. Perizinan
diajukan kepada kepala dinas kesehatan, namun dengan adanya otonomi daerah,
maka perizinan diajukan ke suku dinas kesehatan kota/ kabupaten administrasi.
Perizinan yang dikelola oleh suku dinas kesehatan adalah izin apotek, izin
pedagang eceran obat, izin cabang penyalur alat kesehatan, izin industri kecil obat
tradisional, dan sertifikasi produksi pangan industri rumah tangga bagi industri
kecil makanan dan minuman. Selain itu, terdapat apotek rakyat yang perizinannya
juga diajukan ke suku dinas kesehatan, dimana izin penyelenggaraannya diatur
dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 284 tahun 2007.
3.3.1 Apotek
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian oleh apoteker. Dalam menjalankan praktek kefarmasian, apoteker
harus menerapkan standar pelayanan kefarmasian yang merupakan pelayanan
langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan
farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu
kehidupan pasien (Pemerintah Republik Indonesia, 2009a).
Pekerjaan kefarmasian harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dan kewenangan, salah satunya adalah apoteker yang
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
17
merupakan tenaga kefarmasian. Setiap tenaga kefarmasian yang melakukan
pekerjaan kefarmasian wajib memiliki surat tanda registrasi, dimana untuk
apoteker adalah Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) yang dikeluarkan oleh
menteri dan berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka
waktu lima tahun apabila memenuhi syarat. Untuk memperoleh STRA, maka
persyaratan yang harus dipenuhi adalah :
a. Ijazah apoteker.
b. Sertifikat kompetensi profesi.
c. Surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/ janji apoteker.
d. Surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang memiliki surat izin
praktek.
e. Membuat surat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika
profesi.
Sebelum melaksanakan kegiatan di apotek, apoteker pengelola apotek
wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA). Izin apotek berlaku selama apotek yang
bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan dan APA dapat melaksanakan
tugasnya dan masih memenuhi persyaratan.
Untuk mendapatkan SIA, APA mengajukan surat permohonan SIA kepada
kepala suku dinas kabupaten/ kota. SIA diberikan oleh menteri yang
mendelegasikan wewenangnya kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/ kota
(Departemen Kesehatan RI, 2002b). Untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian
kepada masyarakat, maka dikeluarkan pemberlakuan pedoman pelayanan
kefarmasi di apotek oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Di dalam
peraturan ini tercantum persyaratan pendirian apotek. Selain itu, segala bentuk
perubahan dalam pengelolaan apotek diharuskan memperbaharui izin.
3.3.2 Apotek Rakyat
Apotek rakyat adalah sarana pelayanan kefarmasian dimana dilakukan
penyerahan obat dan perbekalan kesehatan dan tidak melakukan peracikan.
Apotek rakyat juga tidak menjual narkotika serta harus mengutamakan obat
generik. Pengaturan apotek rakyat bertujuan untuk :
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
18
a. Pedoman bagi toko obat yang ingin meningkatkan pelayanan dan status
usahanya menjadi apotek rakyat.
b. Pedoman bagi perorangan atau usaha kecil yang ingin mendirikan apotek
rakyat.
c. Melindungi masyarakat untuk dapat memperoleh pelayanan kefarmasian
(Departemen Kesehatan RI, 2007).
Setiap orang atau badan usaha dapat mendirikan apotek rakyat, dimana
apotek rakyat harus memiliki izin yang dikeluarkan oleh kepala dinas kesehatan
kabupaten/ kota. Setiap apotek rakyat harus memiliki 1 (satu) orang apoteker
sebagai penanggung jawab dan dapat dibantu oleh asisten apoteker. Permohonan
izin pendirian apotek rakyat diajukan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/
kota dan akan dikeluarkan oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/ kota
(Departemen Kesehatan RI, 2007).
3.3.3 Pedagang Eceran Obat
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 167 Tahun 1972,
pedagang eceran obat adalah orang atau badan hukum indonesia yang memiliki
izin untuk menyimpan obat-obat bebas dan obat bebas terbatas (daftar W) untuk
dijual secara eceran di tempat tertentu sebagaimana tercantum dalam surat izin.
Pedagang eceran obat dapat diusahakan oleh perusahaan negara, perusahaan
swasta atau perorangan, dimana pedagang eceran obat menjual obat-obat bebas
dan obat-obat bebas terbatas dalam bungkusan dari pabrik yang membuatnya
secara eceran dan harus menjaga agar obat-obat yang dijual bermutu baik dan
berasal dari pabrik-pabrik farmasi atau pedagang besar farmasi yang mendapat
izin dari menteri kesehatan. Obat-obat bebas terbatas harus disimpan dalam lemari
khusus dan tidak boleh dicampur dengan obat-obat atau barang-barang lain
(Departemen Kesehatan RI, 2002a).
Permohonan perizinan sarana pedagang eceran obat diajukan kepada kepala
dinas kesehatan kabupaten/ kota setempat. Penerbitan izin setiap pedagang eceran
obat harus disampaikan tembusan oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota
kepada menteri, kepala dinas kesehatan propinsi serta kepala balai POM setempat
(Departemen Kesehatan RI, 2002a). Izin usaha pedagang eceran obat berlaku
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
19
selama 2 (dua) tahun terhitung dari mulai tanggal ditetapkan dan 3 (tiga) bulan
sebelum masa berlaku izin berakhir harus mengajukan permohonan perpanjangan
izin pedagang eceran obat.
Penanggung jawab toko obat adalah asisten apoteker yang merupakan
penanggung jawab teknis farmasi. Permohonan izin pedagang eceran obat
diajukan secara tertulis dan disertai:
a. Alamat dan denah tempat usaha.
b. Nama dan alamat pemohon.
c. Nama dan alamat asisten apoteker.
d. Fotokopi ijazah, surat pengusaha dan surat izin kerja asisten apoteker.
e. Surat pernyataan kesediaan bekerja asisten apoteker sebagai penanggung
jawab teknis.
Pencabutan izin pedagang eceran obat dilakukan oleh kepala dinas
kesehatan kabupaten/ kota dan pemilik izin harus menyerahkan surat izinnya
kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/ kota (Departemen Kesehatan RI,
2002a).
3.3.4 Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT)
Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) adalah industri obat tradisional
dengan total aset tidak lebih dari Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah),
tidak termasuk harga tanah dan bangunan. Usaha IKOT wajib memenuhi
persyaratan sebagai berikut, yaitu dilakukan oleh perorangan atau badan hukum
berbentuk perseroan terbatas atau koperasi, memiliki nomor pokok wajib pajak,
dan harus didirikan di tempat yang bebas pencemaran dan tidak mencemari
lingkungan (Departemen Kesehatan RI, 1990).
Sebelum menjalankan usahanya, pemilik industri obat tradisional ini harus
memiliki izin dalam hal sarana dan prasarana industri tersebut. Untuk mendirikan
usaha industri kecil obat tradisional diperlukan izin menteri kesehatan. Sebagai
penanggungjawab teknis industri kecil obat tradisional adalah seorang apoteker.
Industri kecil obat tradisional wajib mengikuti pedoman Cara Pembuatan Obat
Tradisional yang Baik (CPOTB) yang ditetapkan oleh menteri kesehatan
(Departemen Kesehatan RI, 1990).
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
20
Sebelum izin industri kecil obat tradisional diperoleh, terlebih dahulu
pemohon harus mengajukan izin prinsip. Persetujuan prinsip ini diberikan kepada
pemohon untuk dapat langsung melakukan persiapan dan usaha pembangunan,
pengadaan, pemasangan instalasi-instalasi peralatan, dan lain-lain yang diperlukan
pada lokasi yang disetujui (Departemen Kesehatan RI, 1990).
3.3.5 Cabang Penyalur Alat Kesehatan
Cabang penyalur alat kesehatan adalah perwakilan usaha dari penyalur alat
kesehatan yang telah mendapatkan izin. Dalam hal ini apabila suatu perusahaan
atau distributor besar ingin melaksanakan atau memiliki perwakilan usaha di suatu
daerah, perusahaan atau distributor tersebut dapat mengajukan perizinan sub
penyalur alat kesehatan kepada suku dinas kesehatan.
Kebanyakan usaha penyalur alat kesehatan yang ada saat ini dilakukan oleh
perorangan tanpa keberadaan badan usaha yang jelas. Artinya usaha ini dilakukan
oleh perorangan tersebut jika mendapatkan suatu tender proyek peralatan
kesehatan. Oleh karena itu pembinaan terhadap cabang penyalur alat kesehatan ini
harus dilakukan dengan ketat. Segala bentuk perubahan yang terjadi baik fisik
maupun non fisik wajib dilaporkan kepada suku dinas kesehatan untuk diurus
perizinan perubahan tersebut.
3.3.6 Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)
Pangan industri rumah tangga adalah perusahaan pangan yang memiliki
tempat usaha di lokasi pemukiman dengan peralatan pengolahan pangan manual
hingga semi otomatis. Dalam menjalankan PIRT ini, perusahaan pangan harus
mempunyai Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga atau SPP-IRT.
Sesuai Surat Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat Makanan RI Nomor
HK.00.05.5.1640 tanggal 30 April 2003 antara lain tentang Sertifikasi Produksi
Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), SPP-IRT bertujuan untuk:
a. Meningkatkan pengetahuan produsen dan karyawan tentang pengolahan
pangan dan peraturan perudang-undangan di bidang keamanan pangan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
21
b. Menumbuhkan kesadaran dan motivasi produsen dan karyawan tentang
pentingnya pengolahan pangan yang higienis dan tanggung jawab terhadap
keselamatan konsumen.
c. Meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang
dihasilkan PIRT.
3.4 Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Sarana Pelayanan
Kesehatan Farmasi Makanan dan Minuman
Pembinaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh suku dinas kesehatan dalam
bentuk pemberian informasi, sosialisasi peraturan, memberi penyegaran,
memberikan bimbingan teknis secara langsung ke lapangan maupun tidak
langsung untuk meningkatkan konsistensi petugas agar memenuhi persyaratan.
Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan pembinaan terhadap masyarakat
dan terhadap setiap penyelenggara kegiatan yang berhubungan dengan sumber
daya kesehatan di bidang kesehatan dan upaya kesehatan (Undang-Undang RI
No.36, 2009).
Pembinaan yang dilakukan pemerintah diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan setiap orang dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang
kesehatan; menggerakkan dan melaksanakan penyelenggaraan upaya kesehatan;
memfasilitasi dan menyelenggarakan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan
kesehatan; memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan perbekalan
kesehatan, termasuk sediaan farmasi dan alat kesehatan serta makanan dan
minuman; memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan standar dan
persyaratan; melindungi masyarakat terhadap segala kemungkinan yang dapat
menimbulkan bahaya bagi kesehatan (Undang-Undang RI No.36, 2009).
Bentuk pembinaan yang dilaksanakan oleh pemerintah antara lain
(Undang-Undang RI No.36, 2009):
a. Komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
b. Pendayagunaan tenaga kesehatan.
c. Pembiayaan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
22
Tujuan besar dari pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh
pemerintah adalah untuk melindungi pihak-pihak yang ada maupun terlibat dalam
upaya kesehatan. Dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan, pemerintah
dalam hal ini menteri kesehatan dapat mendelegasikan wewenangnya kepada
pihak lain, misalnya lembaga pemerintah non-kementerian, kepala dinas provinsi,
dan kepala dinas kabupaten/ kota yang berperan di bidang kesehatan.
Pengawasan pada sarana kefarmasian dilaksanakan secara langsung ke sarana
farmasi oleh dinas kesehatan, suku dinas kesehatan, dan lintas sektor terkait
untuk mengetahui apakah pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek telah
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Sedangkan pengendalian dilaksanakan
sebagai upaya tindak lanjut dari pengawasan yang dapat berupa sanksi
administrasi, berupa teguran, peringatan, sampai pencabutan izin.
Suku dinas kesehatan kota administrasi melaksanakan kebijakan teknis yang
ditetapkan oleh dinas kesehatan yaitu melaksanakan pembinaan, pengawasan dan
pengendalian terhadap teknis pelaksanaan program di kota administrasi misalnya
apotek, puskesmas, dan rumah sakit. Suku dinas kesehatan kota administrasi
dapat memberikan teguran dan pencabutan izin. pembinaan, pengawasan,
pengendalian berfungsi untuk memantau proses dan produk-produk layanan di
bidang kesehatan secara efektif dan efisien dalam kaitannya dengan peningkatan
mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga kepuasan masyarakat
sebagai pengguna jasa pelayanan dapat dipenuhi secara optimal sesuai dengan
sumber daya yang ada.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 4
PEMBAHASAN
Negara Republik Indonesia sebagai negara kesatuan menganut dan
menerapkan asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan
memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan
otonomi daerah. Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat memberikan
keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah dengan
memberikan kewenangan yang luas dan bertanggung jawab kepada masing-
masing daerah secara proporsional. Aturan tentang otonomi daerah memberikan
kewenangan kepada pemerintah daerah untuk lebih mandiri dalam
mengembangkan dan mengelola daerahnya masing-masing agar dapat lebih
berkembang.
Otonomi yang diberikan diaplikasikan dalam bentuk pengalihan sebagian
kewenangan dan tugas pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Pelaksanaan
otonomi daerah didasarkan pada Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 10 Tahun
2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Propinsi DKI Jakarta. Sebagai
implementasi Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2008 tersebut maka
dibentuklah perangkat daerah dengan dinas kesehatan sebagai salah satu
perangkat yang mengurusi masalah kesehatan. Penjelasan lebih lanjut mengenai
peran dan fungsi dinas kesehatan sebagai perangkat daerah diatur dalam Peraturan
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 150 Tahun 2009. Menurut UU Nomor 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan, pemerintah daerah berwenang merencanakan
kebutuhan perbekalan kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerahnya.
Kewenangan merencanakan kebutuhan perbekalan kesehatan yang dimaksud
tersebut harus memperhatikan pengaturan dan pembinaan standar pelayanan yang
berlaku secara nasional.
Suku dinas kesehatan kota administrasi merupakan bagian dari struktur
organisasi dinas kesehatan pada tingkat kota administrasi di Provinsi DKI Jakarta
yang dipimpin oleh seorang kepala suku dinas. Suku dinas kesehatan secara teknis
administratif bertanggung jawab kepada kepala dinas kesehatan dan secara teknis
23 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
24
operasional bertanggung jawab kepada walikota dari kota administrasi yang
bersangkutan.
Suku dinas kesehatan terdiri dari lima bagian penting yaitu subbagian tata
usaha, seksi kesehatan masyarakat, seksi pelayanan kesehatan, seksi sumber daya
kesehatan, dan seksi pengendalian masalah. Tiap subbagian dipimpin oleh seorang
kepala subbagian dan tiap seksi dipimpin oleh seorang kepala seksi yang dalam
melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala suku dinas.
Seksi sumber daya kesehatan memiliki tiga koordinator, yaitu koordinator
tenaga kesehatan, koordinator standarisasi mutu kesehatan, serta koordinator
farmasi makanan dan minuman. Setiap koordinator memiliki tugas pokok dan
fungsi yang telah ditetapkan oleh kepala seksi sumber daya kesehatan.
Seksi sumber daya kesehatan memiliki tugas pokok diantaranya
melaksanakan pemberian rekomendasi sarana kefarmasian tertentu dan sarana
lainnya yang berhubungan dengan kesehatan serta pelaksanaan pembinaan,
pengawasan, dan pengendalian terhadap perbekalan kesehatan. Tugas-tugas
tersebut dikelola oleh koordinator farmasi makanan dan minuman. Oleh karena
hal tersebut erat kaitannya dengan bidang farmasi, maka dalam laporan ini akan
dibahas lebih banyak mengenai bagian Koordinator Farmasi Makanan dan
Minuman, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Koordinator tenaga kesehatan berperan dalam pengelolaan, pembinaan,
pengaturan, dan pendidikan bagi tenaga kesehatan maupun calon tenaga
kesehatan. Kegiatan yang dilakukan oleh koordinator tenaga kesehatan adalah
mengelola pengembangan profesi medik keperawatan; menyusun peta kebutuhan
pendidikan dan tenaga kesehatan berdasarkan analisa kebutuhan pendidikan dan
pelatihan; mengadakan pelatihan serta uji kompetensi tenaga kesehatan; membuat
usulan dan supervisi diklat ke puskesmas; membuat usulan bahan perumusan
kebijakan akreditasi profesi/ jabatan tenaga kesehatan; mengelola pelaksanaan
praktek kerja lapangan serta menyelenggarakan rapat evaluasi praktek kerja
lapangan dengan puskesmas maupun institusi pendidikan; menyelenggarakan
pemilihan, menetapkan, mengusulkan tenaga kesehatan teladan dari Suku Dinas
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
25
Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi
DKI Jakarta.
Koordinator standardisasi mutu kesehatan berperan dalam pembuatan
standarisasi mutu pelayanan kesehatan baik dalam tataran internal suku dinas
kesehatan maupun tataran eksternal, dalam hal ini implementasi kepada
masyarakat. Kegiatan yang dilakukan oleh koordinator standardisasi mutu
kesehatan adalah menyusun rencana kerja dan anggaran program standarisasi
mutu kesehatan; pelaksana pembuatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ)
program mutu; koordinator pemantauan proses sistem menajemen mutu;
melaksanakan evaluasi kegiatan program standardisasi mutu kesehatan;
koordinator pengendalian dokumen; koordinator Gugus Kendali Mutu (GKM) dan
konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin); koordinator audit internal
dan eksternal; koordinator tinjauan manajemen; koordinator komunikasi internal;
serta koordinator pengelolaan keluhan pelanggan.
Koordinator farmasi makanan dan minuman memegang peranan dalam
perizinan, pengawasan, dan pengendalian sarana kesehatan, baik yang
dikendalikan oleh pemerintah maupun perorangan. Beberapa kegiatan yang
dkendalikan oleh koordinator farmasi makanan dan minuman adalah
melaksanakan pengelolaan perizinan apotek, apotek rakyat, Cabang Penyalur
Alat Kesehatan (CPAK), Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT), Produksi
Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan Pedagang Eceran Obat (PEO);
melaksanakan supervisi dan pengelolaan hasil supervisi dalam rangka
rekomendasi perizinan sarana farmakmin; melaksanakan binwasdal terhadap
sarana pelayanan kesehatan kefarmasian, baik pemerintahan maupun swasta;
melaksanakan pengelolaan penyuluhan keamanan pangan; melaksanakan
pengelolaan laporan narkotika dan psikotropika; melakukan pengelolaan bidang
obat suku dinas kesehatan; melaksanakan pemantauan harga obat narkotika, dan
persediaan cadangan obat esensial; serta melaksaksanakan rekapitulasi Laporan
Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) dari puskesmas kecamatan
dalam satu wilayah kota administrasi.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
26
Selama proses Praktek Kerja Profesi Apoteker, penulis mendapatkan
kesempatan untuk ikut serta dalam beberapa kegiatan pelaksanaan tugas pokok
dan fungsi Koordinator Farmasi Makanan dan Minuman di Suku Dinas
Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Pelaksanaan praktek kerja ini
berlangsung selama tiga minggu periode 16 Januari hingga 3 Februari 2012.
Beberapa kegiatan yang penulis lakukan diantaranya adalah rekapitulasi triwulan
dan tahunan LPLPO dari tiap puskesmas kecamatan dalam wilayah Kota
Administrasi Jakarta Selatan; mempelajari alur proses pembuatan Surat Izin
Apotek (SIA); inventarisasi data perizinan apotek baru selama tahun 2011 di
wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan; mempelajari pelaksanaan pembinaan,
pengawasan, dan pengendalian sarana pelayanan kesehatan (binwasdal) dari Suku
Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan terhadap perkembangan
apotek, apotek rakyat, Cabang Penyalur Alat Kesehatan (CPAK), Industri Kecil
Obat Tradisional (IKOT), Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan
Pedagang Eceran Obat (PEO); mempelajari pembuatan angka kredit rekapan
jumlah resep dari puskesmas; mempelajari pengelolaan dan alur keluar obat
dari gudang obat suku dinas kesehatan; mempelajari pelaksanaan pelayanan
obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu dan Jagakarsa;
inventarisasi daftar PIRT dan PEO baru selama tahun 2010 dan 2011 di
wilayah Kota Administrasi Jakata Selatan; dan melakukan pendataan sisa stok
dan tanggal kadaluarsa dari obat program, obat depkes, dan obat suku dinas
yang disimpan di gudang obat Suku Dinas Kesehatan Kota Adminsitrasi
Jakarta Selatan.
Pada proses perizinan sarana kesehatan, alur proses yang harus dilalui
secara umum sama, hanya berbeda dalam hal persyaratan. Segala proses
perizinan penyelanggaraan dilaksanakan dengan sistem satu atap yaitu di kantor
Walikota, tepatnya di bagian pelayanan terpadu (yandu). Pemohon terlebih
dahulu datang ke Kantor Pelayanan Terpadu Bagian Kesehatan dengan
mengutarakan maksud pemohon pada petugas di bagian tersebut. Untuk informasi
mendetail, pemohon dapat bertanya langsung perihal proses perizinan untuk
apotek, apotek rakyat, cabang penyalur alat kesehatan, industri kecil obat
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
27
tradisional, produksi pangan industri rumah tangga, ataupun pedagang eceran
obat. Kemudian pemohon akan mendapatan formulir yang berisi daftar
kelengkapan yang harus dilengkapi sebagai persyaratan, baik kelengkapan
dokumen maupun kelengkapan sumber daya sarana kesehatan. Setelah
persyaratan selesai disiapkan, pemohon datang kembali ke kantor pelayanan
terpadu untuk menyerahkan berkas persyaratan perizinan sarana kesehatan.
Apabila ada berkas yang kurang sesuai, pemohon diminta untuk memperbaiki
atau melengkapi.
Berkas yang diserahkan oleh pemohon di kantor pelayanan terpadu
kemudian dibawa ke kantor suku dinas kesehatan. Berkas permohonan yang sudah
lengkap persyaratan administrasinya kemudian dikirimkan ke Subbag Tata Usaha
untuk registrasi surat masuk. Setelah didisposisi oleh kepala suku dinas kesehatan,
kemudian berkas diserahkan ke seksi sumber daya kesehatan bagian farmasi
makanan dan minuman. Petugas bagian farmasi makanan dan minuman kemudian
memeriksa kembali dokumen tersebut sebelum proses pemeriksaan kelengkapan
sumber daya sarana kesehatan dilakukan dalam bentuk inspeksi lapangan. Dalam
proses tersebut petugas suku dinas memeriksa kesesuaian antara persiapan
persyaratan dokumen tertulis yang diserahkan pemohon dengan kondisi di
lapangan.
Aspek-aspek yang diperiksa oleh petugas suku dinas kesehatan dalam
proses perizinan apotek mencakup sumber daya manusia yang sesuai persyaratan,
keadaan bangunan, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan sarana
kesehatan, serta dokumen asli. Aspek bangunan yang harus ada meliputi papan
nama, bentuk dan luas bangunan, kelengkapan ruangan seperti ruang racik,
penyerahan resep, administrasi, kamar kerja apoteker, toilet, dan ruang tunggu.
Kelengkapan bangunan lain yang diperiksa meliputi penerangan, sumber air,
ventilasi, sanitasi, dan alat pemadam kebakaran. Aspek kelengkapan dari
perlengkapan yang harus ada untuk sebuah apotek adalah peralatan pembuatan
dan peracikan obat, penyimpanan, wadah dan etiket, serta peralatan administrasi.
Aspek tenaga kefarmasian yang harus ada adalah apoteker dan asisten apoteker.
Data administrasi asli yang harus ada adalah KTP Apoteker Pengelola Apotek
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
28
(APA) dan Pemilik Sarana Apotek (PSA), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
APA dan PSA, Surat Izin Kerja Apoteker (SIKA) atau Surat Penugasan (SP) APA
atau Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA), Undang-Undang Gangguan
(UUG), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau surat sewa, surat keterangan
domisili, peta lokasi, denah ruangan beserta ukuran dan fungsi, dan akte
perusahaan jika berbentuk badan hukum.
Hasil pemeriksaan dibuat dalam bentuk berita acara pemeriksaan sarana
apotek untuk ditindaklanjuti dalam bentuk pemberian izin. Apabila selama proses
pemeriksaan ada kelengkapan yang kurang sesuai/ belum memenuhi persyaratan,
suku dinas kesehatan akan meminta pemohon untuk melengkapi persyaratan
sebagaimana dimaksud maksimal dalam jangka waktu satu bulan. Apabila seluruh
persyaratan sudah dilengkapi serta dilakukan peninjauan ulang, maka Surat
Keputusan Kepala Suku Dinas Kesehatan tentang perizinan penyelenggaraan
sarana kesehatan dapat diberikan kepada pemohon. Namun apabila kelengkapan
berkas tidak dapat dipenuhi dalam kurun waktu satu bulan, pemohon dianggap
mengundurkan diri. Untuk melanjutkan perizinan, pemohon harus mengulang
tahapan-tahapan perizinan dari awal dengan mengajukan kembali permohonan ke
bagian pelayanan terpadu seperti yang telah dijelaskan di atas. Untuk hal-hal yang
menjadi persyaratan dalam proses pendaftaran perizinan dapat dilihat pada
lampiran.
Pada kesempatan lain penulis mengunjungi gudang penyimpanan obat Suku
Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan yang terletak di Kelurahan
Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Penulis diberi kesempatan
mengamati dan terlibat langsung dalam aktivitas penyiapan dan penyaluran obat
dari gudang ke Puskesmas Kecamatan Pancoran, Pesanggrahan, dan Kebayoran
Lama. Gudang penyimpanan obat dan alat kesehatan ini dijaga oleh satu orang
petugas. Gudang penyimpanan obat Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi
Jakarta Selatan terdiri dari dua lantai. Lantai 1 (satu) terdiri dari ruang gudang
penyimpanan obat Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan (C),
ruang gudang penyimpanan obat program (B), ruang gudang penyimpanan obat
Departemen Kesehatan (A), dan ruang gudang penyimpanan obat Puskesmas
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
29
Kecamatan Jagakarsa. Lantai 2 (dua) terdiri dari kantor yang untuk sementara
menjadi ruang gudang penyimpanan obat Puskesmas Kecamatan Mampang
Prapatan. Hanya ruangan gudang penyimpanan obat milik suku dinas kesehatan
yang ber-AC, sedangkan ruangan gudang lainnya tidak ber-AC. Denah gudang
dicantumkan pada Lampiran 15.
Obat-obat yang terdapat dalam gudang penyimpanan disusun berdasarkan
tahun kadaluarsa dari obat. Obat-obat yang kadaluarsa pada tahun 2012-2013
diberi tanda label berwarna merah pada karton terluarnya, sedangkan obat-obat
yang kadaluarsa pada tahun 2014 diberi tanda label berwarna kuning, dan obat-
obat yang kadaluarsa pada tahun 2015 diberi tanda label berwarna hijau. Hal ini
membantu menghindari terjadinya penumpukan obat-obat yang tidak terpakai
karena telah melewati tanggal kadaluarsa dan memudahkan petugas untuk
mendahulukan pendistribusian obat-obatan yang telah dekat tanggal
kadaluarsanya dari gudang penyimpanan obat ke puskesmas kecamatan agar bisa
segera digunakan. Untuk itu penulis juga ditugaskan membantu melakukan
pendataan sisa stok dan tanggal kadaluarsa dari obat program, obat depkes, dan
obat suku dinas yang disimpan di gudang obat Suku Dinas Kesehatan Kota
Adminsitrasi Jakarta Selatan. Obat-obat pada gudang suku dinas dialokasikan
untuk kebutuhan pegawai suku dinas, untuk mencukupi kekurangan dan
kebutuhan tiap kecamatan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan
untuk antisipasi terjadinya kondisi gawat darurat. Obat-obat pada gudang program
dialokasikan sesuai program yang dicanangkan seperti program pemberantasan
penyakit menular, TB paru, penyakit ISPA, filariasis, malaria, program kesehatan
ibu dan anak, dan sebagainya. Obat-obat pada gudang departemen kesehatan
dialokasikan untuk kebutuhan suku dinas dan puskesmas kecamatan.
Tiap obat maupun alat kesehatan yang tersedia di gudang memiliki kartu
stok sebagai kontrol untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan yang masuk,
sehingga apabila terjadi penyimpangan jumlah dapat dengan mudah ditelusuri.
Kartu stok merupakan tabel yang berisi nama obat serta satuannya, nama pihak
yang melakukan pengambilan obat, jumlah pengambilan, persediaan akhir, waktu
kadaluarsa obat, serta tanda tangan petugas pengelola gudang. Kartu stok wajib
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
30
dimiliki setiap jenis obat. Penulis sempat ikut mempelajari cara pengisian kartu
stok, rekapitulasi kartu stok, serta menghitung jumlah obat yang tertera di kartu
stok dan membandingkan dengan kondisi secara riil. Pengisian kartu stok,
dilakukan dengan menuliskan nomor surat (berita acara), nama kecamatan, jumlah
barang yang keluar, jumlah barang sisa, dan tanda tangan dari penanggung jawab
gudang.
Penulis juga melakukan pengeluaran obat untuk Puskesmas Kecamatan
Pancoran, Pesanggrahan, dan Kebayoran Lama. Obat-obat yang dikeluarkan harus
ditulis dalam berita acara yang dibuat rangkap dua dan ditandatangani oleh
pengelola gudang. Satu lembar digunakan untuk penanggung jawab puskesmas,
sedangkan lembar yang lainnya digunakan untuk arsip gudang. Setiap melakukan
pengeluaran obat, maka harus dilakukan pengisian kartu stok. Setelah itu,
dilakukan pengecekan antara jumlah barang yang tertera pada kartu stok, dengan
jumlah barang ada, untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan.
Selama periode PKPA Penulis sempat berkunjung ke Puskesmas Kecamatan
Pasar Minggu yang terletak di wilayah Kelurahan Kebagusan. Puskesmas
Kecamatan Pasar Minggu terdiri dari 3 (tiga) lantai, lantai 1 adalah Instalasi
Farmasi, lantai 2 adalah tempat pendaftaran dan poli untuk pemeriksaan pasien,
dan lantai 3 adalah kantor administrasi puskesmas. Poli yang tersedia pada
Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu adalah poli umum, poli gigi, THT, poli
mata, paru-paru, Kesehatan Anak (KA), Kesehatan Ibu (KI), kesehatan jiwa, dan
poli syaraf. Tenaga medis untuk menunjang poli tersebut adalah 10 dokter umum,
6 dokter gigi, dokter kandungan, dan dokter syaraf. Tenaga kesehatan yang
terdapat pada instalasi farmasi terdiri dari 2 orang apoteker dan 2 orang asisten
apoteker. Pelayanan obat di instalasi farmasi dilayani dari pukul 07.30 sampai
dengan pukul 13.00. Resep dokter yang dilayani di instalasi farmasi setiap harinya
berkisar antara 300 sampai 500 resep. Obat yang diberikan sebagian besar adalah
sediaan tablet, kapsul, pulveres, sirup, dan sediaan topikal. Karena banyaknya
pelayanan resep yang dilakukan di Instalasi Farmasi Puskesmas Kecamatan Pasar
Minggu, untuk dispensing dari obat suspensi kering dilakukan sendiri oleh pasien
dengan penjelasan sebelumnya oleh apoteker. Semua resep dokter dari poli
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
31
dilayani di Instalasi Farmasi kecuali Obat Anti Tuberkulosis (OAT), serum, dan
vaksin karena diberikan dan dijelaskan langsung pada poli yang bersangkutan.
Tidak ada perbedaan obat yang diserahkan pada pasien dari tiap poli dan pasien
program seperti pasien dari program Jamsostek dan Askes, perbedaan hanya
terletak pada cap yang terdapat pada resep obatnya. Pasien tidak dikenakan biaya
untuk obat yang diberikan di instalasi farmasi, pasien hanya cukup membayar
biaya administrasi pada saat mendaftar.
Pengadaan obat di tiap puskesmas kecamatan di Provinsi DKI Jakarta,
dilakukan sendiri oleh masing-masing puskesmas. Begitu pula dengan Puskesmas
Kecamatan Pasar Minggu yang melakukan sendiri pengadaan obat untuk
kebutuhan obat baik di puskesmas kecamatan maupun kebutuhan obat di
kelurahan. Jika persediaan obat tidak mencukupi jumlahnya, Puskesmas
Kecamatan Pasar Minggu dapat melakukan permintaan obat ke Suku Dinas
Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Puskesmas Kecamatan Pasar
Minggu memiliki gudang puskesmas yang digunakan untuk menyimpan obat dan
alat kesehatan, sedangkan instalasi farmasi memiliki tempat penyimpanan obat
tersendiri yang terpisah dari gudang puskesmas. Tiap-tiap kelurahan mengirimkan
LPLPO kelurahan pada puskesmas kecamatan untuk permintaan obat.
Pengalokasian obat oleh puskesmas kecamatan pada puskesmas kelurahan
berdasarkan dari konsumsi, morbiditas, dan pola penyakit. Penataan obat dan alat
kesehatan di gudang puskesmas tidak berdasarkan penggolongan obat. Pada
masing-masing karton kemasan terluar obat diberikan tanda khusus yang
menunjukkan tanggal kadaluarsa. Hal tersebut dikarenakan sedikitnya tenaga
kesehatan di instalasi farmasi. Penataan obat dan alat kesehatan di ruang
penyimpanan instalasi farmasi ditempatkan pada lemari khusus, terdapat pula
lemari pendingin untuk menyimpan obat seperti obat gigi dan oksitosin.
Kendala yang ditemui pada pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi
Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu adalah kurangnya jumlah tenaga kesehatan,
yaitu hanya terdiri dari 2 orang apoteker dan 2 orang asisten apoteker. Jumlah
tersebut tidak sebanding dengan banyaknya beban kerja pelayanan resep yang
diterima di instalasi farmasi. Selain itu juga masih kurangnya penerimaan
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
32
rekomendasi apoteker oleh dokter, sehingga peran serta farmasis dalam
Pharmaceutical Care masih kurang.
Lingkup kerja Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta selatan
meliputi sepuluh kecamatan dimana tiap kecamatan tersebut memiliki puskesmas
kecamatan yang melayani masyarakat. Kesepuluh kecamatan tersebut adalah
Kecamatan Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Kebayoran Baru, Kebayoran
Lama, Cilandak, Tebet, Jagakarsa, Mampang Prapatan, dan Setiabudi. Untuk
kegiatan pengelolaan obat, penulis membantu kegiatan rekapitulasi LPLPO
Puskesmas di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan selama periode Januari-
Desember 2011. Setiap bulan puskesmas wajib untuk membuat laporan
pemakaian obat dan alat kesehatan kepada suku dinas kesehatan. Melalui laporan
tersebut dapat diketahui persediaan obat dan alat kesehatan apa saja yang kurang
dan perlu penambahan dari suku dinas kesehatan. Persediaan obat dan alat
kesehatan yang dibutuhkan oleh puskesmas dikelola oleh Suku Dinas Kesehatan
melalui Koordinator Farmakmin.
LPLPO digunakan sebagai laporan pemakaian obat bulanan oleh
penanggung jawab obat puskesmas sekaligus sebagai lembar permintaan
kebutuhan obat bulan berikutnya kepada dinas kesehatan kota. Pemintaan
tambahan obat dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,
sedangkan untuk mengatasi kekosongan obat di puskesmas dapat dilakukan setiap
saat sesuai kebutuhan diluar jadwal yang telah ditetapkan.
Fungsi LPLPO antara lain untuk laporan pemakaian obat bulanan, sebagai
surat permintaan/ pesanan obat dari rumah sakit/ puskesmas kepada dinas
kesehatan kabupaten/ kota, laporan jumlah kunjungan resep, dokumen bukti atau
sumber informasi tentang pengeluaran obat, dokumen bukti atau sumber informasi
untuk penerimaan obat dan perencanaan kebutuhan obat di puskesmas, sebagai
sarana untuk monitoring dan evaluasi persediaan dan penggunaan obat, sumber
informasi untuk melakukan supervisi dan pembinaan, dan sarana untuk
meningkatkan kepatuhan petugas dalam menyampaikan laporan (Direktorat
Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, 2010). Data dan informasi yang
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
33
diperoleh dari LPLPO ini sangat dibutuhkan untuk perencanaan kebutuhan obat,
pendistribusian obat, serta kegiatan pengendalian persediaan obat.
Dari data LPLPO tersebut, penulis kemudian menggolongkan obat-obat
dalam daftar LPLPO berdasarkan kelas farmakoterapinya yaitu obat sistem
gastrointestinal dan hepatobilier, obat kardiovaskuler dan hematopoetik, obat
saluran pernapasan, obat Sistem Saraf Pusat (SSP), obat antivertigo, obat
analgesik (opioid), obat analgesik dan antipiretik, obat analgesik dan
antiinflamasi, obat hiperurisemia, kortikosteroid, kontrasepsi, Obat Anti
Tuberkulosis (OAT), antibiotik, obat antivirus, obat antijamur, obat antelmintik,
obat yang bekerja pada uterus, obat-obatan topikal, antihistamin, vaksin dan
serum, larutan Steril dan Intra Vena (IV), obat antidiabetes, vitamin dan mineral,
serta golongan obat lain-lain. Seluruh data yang diperoleh dari pemakaian obat
selama bulan Januari hingga Desember pada tiap puskesmas kecamatan tersebut
kemudian direkapitulasi dan dijumlah total penggunaannya selama satu tahun.
Dengan adanya data penggolongan pemakaian obat berdasarkan kelas
farmakoterapi tersebut dapat terlihat pola penyakit yang terjadi di masyarakat,
penyebaran obat yang terdapat di 10 Kecamatan di wilayah Kota Administrasi
Jakarta Selatan, serta obat yang sering digunakan per golongan dari tiap
puskesmas. Selain itu, dapat diketahui persediaan obat apa saja yang kurang dan
perlu penambahan dari suku dinas kesehatan.
Kegiatan pembinaan, pengawasan dan pengendalian (binwasdal) bertujuan
untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjamin dan terjangkau
bagi masyarakat dengan sarana kesehatan yang menunjang pelayanan kesehatan
prima dan sumber daya manusia yang profesional dan responsif. Pembinaan
dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan. Proses binwasdal yang
pertama dilakukan adalah dengan melakukan tinjauan lapangan. Kegiatan ini
dilaksanakan apabila ada rekomendasi pelaksanaan dari Balai Besar POM maupun
atas inisiatif suku dinas kesehatan sendiri dan sekurang-kurangnya dilaksanakan
satu kali dalam setahun.
Untuk itu, penulis ditugaskan untuk membuat rekapitulasi daftar apotek
baru tahun 2011 serta daftar PIRT dan PEO baru tahun 2010 dan 2011, kemudian
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
34
daftar tersebut dikelompokkan berdasarkan wilayah kelurahan tempat apotek,
PIRT, atau PEO tersebut berada. Hal ini dilakukan untuk memudahkan
perencanaan pelaksanaan binwasdal dari suku dinas kesehatan. Dengan adanya
daftar apotek, PIRT, dan PEO per wilayah kelurahan, dapat meningkatkan
efisiensi pelaksanaan kegiatan binwasdal karena petugas dari farmakmin dapat
langsung mengunjungi beberapa apotek, PIRT, dan PEO sekaligus apabila
lokasinya berdekatan. Daftar PIRT dan PEO juga dikelompokkan berdasarkan
bulan pendaftarannya, hal ini akan memudahkan untuk melihat PIRT atau PEO
mana yang masa berlaku sertifikat izinnya mendekati habis masa berlakunya.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Suku dinas kesehatan dibentuk berdasarkan pada Peraturan Gubernur
Provinsi DKI Jakarta Nomor 150 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Dinas Kesehatan, yaitu merupakan gabungan dari suku dinas
pelayanan kesehatan dan suku dinas kesehatan masyarakat. Suku dinas
kesehatan memiliki tugas pokok dan fungsi dalam upaya pelaksanaan
kegiatan pembinaan dan pengembangan kesehatan masyarakat.
2. Seksi sumber daya kesehatan membawahi tiga koordinator yaitu,
koordinator tenaga kesehatan, koordinator pengelola standarisasi mutu
kesehatan dan koordinator farmasi makanan dan minuman (farmakmin).
3. Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi seksi sumber daya kesehatan
koordinator farmasi makanan minuman, terutama yang berkaitan dengan
kegiatan perizinan maupun kegiatan pembinaan, pengawasan, dan
pengendalian sarana kesehatan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan
peraturan, baik dalam segi administratif maupun pelaksanaan di
lapangan.
5.2 Saran
1. Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan perlu memiliki
website yang interaktif dan menarik untuk media penyampaian informasi
pelayanan, kebijakan, maupun kegiatan suku dinas kesehatan.
2. Perlu pengadaan sistem informasi teknologi yang lebih memadai untuk
administrasi pelaporan, khususnya untuk Laporan Pemakaian dan
Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Selain itu perlunya penambahan
sumber daya manusia di bagian koordinator farmasi makanan dan
minuman untuk meningkatkan efisiensi kerja.
3. Kegiatan pembinaan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran
dan pengetahuan tenaga kesehatan maupun pemilik sarana pelayanan
35 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
36
kesehatan, farmasi, makanan, dan minuman serta meminimalisasi
pelanggaran yang terjadi.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
DAFTAR ACUAN
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2003). Keputusan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor HK.00.05.5.1640
tentang Pedoman Tata Cara Penyelenggaraan Sertifikasi Produksi Pangan
Industri Rumah Tangga. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1972). Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 167 Tahun 1972 tentang Pedagang Eceran
Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1990). Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 246 Tahun 1990 tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional dan
Pendaftaran Obat Tradisional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2002a). Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1331 Tahun 2002 tentang:
Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
167 Tahun 1972 tentang Pedagang Eceran Obat. Jakarta: Departemen
Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2002b). Keputusan Menteri
Kesehatan RI Nomor 1332 Tahun 2002 tentang: Perubahan Atas Peraturan
Menteri Kesehatan RI Nomor 922 Tahun 1993 tentang: Ketentuan dan Tata
Cara Pemberian Izin Apotek. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 284 tahun 2007 tentang Apotek Rakyat. Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2010). Materi
Pelatihan Manajemen Kefarmasian di Instalasi Farmasi Kabupaten/ Kota.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
37 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
38
Gubernur Provinsi DKI Jakarta. (2008) Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 10
Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Jakarta: Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2008). Peraturan Daerah Provinsi DKI
Jakarta Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2009a). Peraturan Daerah Provinsi DKI
Jakarta Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Daerah. Jakarta:
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2009b). Peraturan Gubernur Provinsi DKI
Jakarta Nomor 150 Tahun 2009 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas
Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Pemerintah
Republik Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2000). Peraturan pemerintah Republik
Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan
Kewenangan Propinsi sebagai Otonom. Jakarta: Pemerintah Republik
Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2009a). Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Republik
Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2009b). Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta:
Pemerintah Republik Indonesia.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
39
Lampiran 1.
Struktur Organisasi Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Provinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta Selatan
SUKU DINAS
KESEHATAN
KOTA
ADMINISTRASI
SUB BAGIAN
TATA USAHA
SEKSI SEKSI SEKSI SEKSI
KESEHATAN PELAYANAN SUMBER PENGENDALIAN
MASYARAKAT KESEHATAN DAYA MASALAH
KESEHATAN KESEHATAN
PUSKESMAS
KECAMATAN
PUSKESMAS
KELURAHAN
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
40
Lampiran 2.
Formulir Permohonan Surat Izin Apotek
No. Dokumen F-SD-001
No. Revisi 00
No. : Jakarta,
Lamp :
Hal : Permohonan Surat Izin Apotek. Kepada
Yth. Kepala Suku Dinas Kesehatan
Kota Administrasi Jakarta
Selatan
di
Jakarta
Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin
Apotek dengan data-data sebagai berikut :
I PEMOHON :
Nama Apoteker : ..............................................................................
No. SIK / SP : ..............................................................................
No. KTP : ..............................................................................
Alamat & No. Telp : ..............................................................................
..............................................................................
Pekerjaan sekarang : ..............................................................................
No NPWP : ..............................................................................
II APOTEK
Nama : ..............................................................................
Alamat : ..............................................................................
Kelurahan/Kecamatan : ..............................................................................
No Telpon : ..............................................................................
Provinsi : DKI Jakarta
III Dengan : milik sendiri / milik pihak lain.
menggunakan sarana
Nama Pemilik sarana : ..............................................................................
Alamat : ..............................................................................
..............................................................................
No telp. : ..............................................................................
No NPWP : ..............................................................................
Akta perjanjian :
kerjasama No ..............................................................................
Diibuat di hadapan :
Notaris ..............................................................................
di : ..............................................................................
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
41
Lampiran 2 (lanjutan).
Formulir Permohonan Surat Izin Apotek
No. Dokumen F-SD-001
No. Revisi 00
Bersama permohonan ini kami lampirkan :
1. Data Apoteker
Fotocopy KTP Apoteker Pengelola Apotek / APA (Jabodetabek)
Fotocopy NPWP APA
Pasfoto berwarna uk.4x6 cm 1 lembar
F otocopy Surat Izin Kerja / Surat Penugasan
Fotocopy Surat Lolos butuh dari Dinas Kesehatan Provinsi bagi APA
yang berasal dari luar Provinsi DKI Jakarta/ Surat Berhenti dari sarana
farmakmin lain bila pernah bekerja di DKI
Surat Izin dari Atasan bagi APA yang PNS/ABRI / POLRI
2. Data Pemilik Sarana Apotek ( PSA )
Fotocopy KTP Pemilik Sarana Apotek ( PSA ) / Pimpinan Perusahaan
Fotocopy NPWP
Pasfoto berwarna uk.4x6 cm ( 1 lembar )
3. Fotocopy Akte Perusahaan bila berbentuk badan hukum yang telah terdaftar di
Depkeh dan HAM RI
4. Salinan Akte Perjanjian kerjasama antara APA dan PSA / SK pengangkatan bagi
perusahaan BUMN.
5. Fotocopy IMB yang telah dilegalisir ( Kecuali Bagi sarana yang berada di
Perkantoran,Pertokoan ,Mall dan Pasar ) dan perjanjian sewa menyewa/ Kontrak
6. Foto copy Undang-undang Gangguan (UUG) dari Dinas Tramtib yang telah
dilegalisir ( Kecuali Bagi sarana yang berada di Perkantoran,Pertokoan ,Mall dan
Pasar )
7. Surat Pernyataan dari Apoteker Pengelola Apotek tidak bekerja pada perusahaan
Farmasi lain diatas Materai Rp 6000,-.
8. Surat pernyataan APA yang menyatakan akan tunduk serta patuh kepada peraturan
yang berlaku diatas materai Rp.6.000,-
9. Surat Pernyataan dari Apoteker Pengelola Apotek tidak melakukan penjualan
Narkotika, Obat Keras Tertentu tanpa resep di atas Materai Rp 6000,-
10. Surat Pernyataan Pemilik Sarana Apotek tidak pernah terlibat dan tidak akan
terlibat dalam pelanggaran peraturan di bidang Farmasi / obat dan tidak ikut campur
dalam hal pengelolaan obat di atas Materai Rp 6000,-
11. Peta lokasi & Denah ruangan beserta fungsi dan ukurannya
12. Struktur Organisasi dan Tata Kerja / Tata Laksana
13. Rencana jadwal buka Apotek
14. Daftar Ketenagaan berdasarkan pendidikan
15. Kelengkapan Asisten Apoteker / D3 Farmasi
Surat Izin Asisten Apoteker
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
42
Lampiran 2 (lanjutan).
Formulir Permohonan Surat Izin Apotek
No. Dokumen F-SD-001
No. Revisi 00
Fotocopy KTP
Surat Pernyataan Bersedia Bekerja Diatas Materai Rp 6000 ,-
16. Daftar peralatan peracikan Obat
17. Daftar Buku Pustaka
18. Perlengkapan Administrasi
Contoh Etiket Kartu Stock Copy resep,
Blanko SP &blanko faktur Form Laporan Narkotika
19. Rekomendasi ISFI Jakarta Selatan
Demikian permohonan kami, atas perhatian dan persetujuannya kami
ucapkan terima kasih.
Pemohon,
Apoteker Pengelola Apotek
Materai
6000
(......................................................)
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
43
Lampiran 3.
Formulir Persyaratan Permohonan Izin Apotek
No. Dokumen F-SD-002
No. Revisi 00
Persyaratan Permohonan Izin Apotek
Nama : ……………………………………………………………………….
Apotek
Alamat : Jl. ………………………………………… No … RT/RW……….
Apotek
Kel …………………………… Kec ………………………………
Kodya Jakarta Selatan. Telp. ……………….
No Jenis Persyaratan Ada Tidak Keterangan
1 Permohonan Izin
2 Data Apoteker :
Fotocopy KTP Jabodetabek
Fotocopy NPWP
Fotocopy Surat Izin Kerja / Surat Penugasan
Pas foto berwarna uk 4 x 6 (1 lembar)
Fotocopy Surat Lolos butuh dari Dinas
Kesehatan Provinsi bagi APA dari luar
Provinsi DKI Jakarta./ Surat Keterangan
berhenti dari sarana Farmasi lain bagi yang
bekerja di DKI Jakarta
Surat Izin dari Atasan bagi PNS/ABRI
3 Data-data Pemilik Sarana Apotek (PSA) / Pimpinan
Perusahaan
Fotocopy KTP
Fotocopy NPWP
Pasfoto berwarna uk 4 x 6 ( 1 lembar )
4 Fotocopy Akte Perusahaan bila berbentuk badan
hukum yang telah terdaftar di Depkeh dan HAM RI
5 Akte Perjanjian kerjasama Antara APA dan PSA /
SK Pengangkatan bagi Perusahaan BUMN (Salinan /
Fotocopy yang sudah dilegalisir
6 Fotocopy IMB yang telah dilegalisir (kecuali bagi
sarana yang berada di Perkantoran, Pertokoan, Mall,
Pasar ) dan perjanjian sewa menyewa / kontrak
7 Fotocopy Undang-undang Gangguan(UUG) dari
Dinas Trantib Propinsi DKI Jakarta yang telah
dilegalisir (kecuali bagi sarana yang berada
diperkantoran, Pertokoan, Mall, Pasar)
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
44
Lampiran 3 (lanjutan).
Formulir Persyaratan Permohonan Izin Apotek
No. Dokumen F-SD-002
No. Revisi 00
8 Surat Pernyataan dari Apoteker Pengelola Apotek
tidak bekerja pada perusahaan Farmasi lain diatas
Materai Rp 6000,-.
9 Surat pernyataan pemohon yang menyatakan akan
tunduk serta patuh kepada peraturan yang berlaku
diatas materai Rp.6.000,-
Surat Pernyataan Pemilik Sarana Apotek tidak
pernah terlibat dan tidak akan terlibat dalam
10 pelanggaran peraturan di bidang Farmasi / obat dan
tidak ikut campur dalam hal pengelolaan obat di
atas Materai Rp 6000,-
11 Peta lokasi dan denah ruangan serta fungsi dan
ukurannya
12 Surat Pernyataan dari Apoteker Pengelola Apotek
tidak melakukan penjualan Narkotika, Obat Keras
Tertentu tanpa resep di atas Materai Rp 6000,-
13 Struktur Organisasi dan Tata Kerja / Tata Laksana
14 Rencana jadwal buka Apotek
15 Kelengkapan Asisten Apoteker / D3 Farmasi
Fc Surat Izin Kerja / Surat Izin Asisten
Apoteker
Fotocopy KTP
Surat Pernyataan bersedia bekerja diatas
Materai Rp. 6000,-
16 Daftar peralatan peracikan obat
17 Daftar Buku Pustaka
18 Perlengkapan Administrasi
Etiket,
Kartu Stock,
Copy resep
Blanko SP
Formulir Laporan Narkotika
Kwitansi
19 Sertifikat Kompetensi Apoteker
20 Rekomendasi ISFI Jakarta Selatan
Jakarta , …………………….
Yang Menyerahkan, Petugas Yang Menerima,
( ) ( )
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
45
Lampiran 4.
Berita Acara Pemeriksaan Sarana Apotek
No. Dokumen : F-SD-003
No. Revisi : 00
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA
JAKARTA
DINAS KESEHATAN
SUKU DINAS KESEHATAN
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN
Jl. Radio I No. 8 Kebayoran Baru Telp. 7395287, 7395344, Fax 7251373
JAKARTA KODE POS: 12130
BERITA ACARA PEMERIKSAAN SARANA APOTEK
SUKU DINAS KESEHATAN
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN
Pada hari ..................... tanggal ................ bulan ........................ tahun ................. kami
yang bertandatangan di bawah ini sesuai dengan Surat Tugas Kepala Suku Dinas
Kesehatan Kota Adminitrasi Jakarta Selatan No. ................................. telah melakukan
pemeriksaaan setempat terhadap:
I. DATA APOTEK
Nama Apotek : .......................................................................
Alamat : .......................................................................
Kel. .............................................................................
Kec. ............................................................................
Telp. ...........................................................................
Kotamadya/Provinsi : Jakarta Selatan/DKI Jakarta
Nama APA : .......................................................................
Nama PSA : .......................................................................
Pemeriksaan ini dilakukan adalah sebagai persyaratan untuk memperoleh izin mendirikan
Apotek dengan hasil sebagai berikut:
II. DATA ADMINISTRASI
1. Fc Akte Perusahaan : sesuai asli / tidak
2. Fc KTP Apoteker Pengelola Apotek (APA) : sesuai asli / tidak
3. Fc NPWP dari APA : sesuai asli / tidak
4. Fc Surat Izin Kerja/Surat Penugasan APA : sesuai asli / tidak
5. Fc KTP Pemilik Sarana Apotek (PSA) : sesuai asli / tidak
6. Fc NPWP dari PSA : sesuai asli / tidak
7. Fc UUG dari Dinas Tramtib Provinsi DKI Jakarta : sesuai asli / tidak
8. Fc IMB/Surat Sewa : sesuai asli / tidak
9. Fc Surat Keterangan Domisili : sesuai asli / tidak
10. Peta lokasi : sesuai / tidak
11. Denah ruangan beserta fungsi dan ukurannya : sesuai / tidak
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
46
Lampiran 4 (lanjutan).
Berita Acara Pemeriksaan Sarana Apotek
No. Dokumen : F-SD-003
No. Revisi : 00
HASIL PEMERIKSAAN
Penilaian
Rincian Persyaratan Kenyataan
TMS MS
I. BANGUNAN
1. Sarana Apotek Sarana apotek dapat didirikan
pada lokasi yang sama dengan
kegiatan pelayanan dan
komoditi lainnya diluar sediaan
farmasi
2. Bangunan apotek sekurang-kurangnya memiliki ruangan khusus untuk:
a) Ruang peracikan Ada/Tidak
b) Penyerahan resep Ada/Tidak
c) Ruang administrasi Ada/Tidak
d) Kamar kerja Ada/Tidak
Apoteker
e) WC Ada/Tidak
f) Ruang tunggu Ada/Tidak
3. Kelengkapan bangunan calon Apotek:
a) Sumber air Harus memenuhi persyaratan Sumur/PAM/sum
kesehatan ur pompa, dll
b) Perorangan Harus cukup terang, sehingga PLN/generator
dapat menjamin pelaksanaan Petromak, dll
tugas dan fungsi apotek
c) Alat pemadam Harus berfungsi dengan baik …… buah dengan
kebakaran sekurang-kurangnya dua buah ukuran ………lb
d) Ventilasi Yang baik serta memenuhi jendela ……buah
persyaratan hygiene lainnya AC
e) Sanitasi Harus baik serta memenuhi Ada/Tidak
persyaratan hygiene lainnya:
Saluran pembuangan limbah: Ada/Tidak
Tempat pembuangan sampah: ……… buah
4. Papan nama Berukuran minimal: Berukuran:
panjang: 60 cm Panjang: ….. cm
lebar: 40 cm Lebar: …… cm
dengan tulisan Dengan tulisan:
- hitam diatas dasar putih ………………
- tinggi huruf minimal: 5 cm
- tebal: 5 cm
II. PERLENGKAPAN
1. Alat pembuatan, pengolahan, dan peracikan
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
47
Lampiran 4 (lanjutan).
Berita Acara Pemeriksaan Sarana Apotek
No. Dokumen : F-SD-003
No. Revisi : 00
a. Timbangan miligram minimal 1 set Ada/Tidak
dengan anak timbangan Tgl tera:
yang sudah ditera
b. Timbangan gram dengan minimal 1 set Ada/Tidak
anak timbangan yang Tgl tera
sudah ditera
c. Perlengkapan lain Sesuai kebutuhan
2. Perlengkapan dan alat perbekalan farmasi:
a. Lemari & rak obat Sesuai kebutuhan ……….. buah
b. Lemari pendingin minimal 1 buah Ada/Tidak
c. Lemari narkotik minimal 1 buah Ada/Tidak
d. Lemari psikotropik minimal 1 buah Ada/Tidak
3. Wadah pengemas
a. Etiket Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
b. Wadah pengemas Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
4. Alat administrasi
a. Blangko pesanan obat Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
b. Blangko kartu stock obat Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
c. Blangko salinan resep Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
d. Blangko kwitansi Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
e. Blangko nota penjualan Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
f. Buku pencatatan Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
narkotika
g. Form laporan narkotika Sesuai kebutuhan Ada/Tidak
5. Buku Wajib - Farmakope Indonesia - Ada/Tidak
- Kumpulan Peraturan Per- - Ada/Tidak
UU yang berhubungan
dengan Apotek
III. TENAGA - -
KESEHATAN
1. Apoteker Pendamping ……………
orang
2. Asisten Apoteker ……………
orang
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
48
Lampiran 4 (lanjutan).
Berita Acara Pemeriksaan Sarana Apotek
No. Dokumen : F-SD-003
No. Revisi : 00
Kesimpulan:
Demikianlah Berita Acara ini kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung
jawab.
Jakarta, / /2012
Pimpinan/Apoteker Pengelola Apotek Yang membuat berita acara,
1. Nama :
NIP :
2. Nama :
NIP :
( )
3. Nama :
NIP :
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
49
Lampiran 5.
Formulir Pernyataan Siap Melakukan Kegiatan
No. Dokumen F-SD-076
No. Revisi 00
Nomor : Jakarta,
Lampiran :
Hal : Pernyataan siap melakukan Kepada
Kegiatan Yth. Kepala Sudin Kesehatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Di Jakarta
Menunjuk Surat Permohonan kami nomor: ……… tanggal……………………dan
menunjuk ketentuan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor:
1332/MENKES/SK/X/2002 Pasal 7 ayat (4) dan (5), dengan ini kami laporkan
bahwa Apotek…………………..yang beralamat di
…………………………………………..………………………………..................Ke
l……………………………….Kecamatan………….............................................
Kota Administrasi Jakarta Selatan telah siap untuk melaksanakan kegiatan.
Demikianlah untuk diketahui dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Apoteker Pengelola Apotek
____________________________
(SIK……..........,...…………………..)
Tembusan :
1. Menteri Kesehatan RI di Jakarta
2. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
50
Lampiran 6.
Formulir Permohonan Izin Pedagang Eceran Obat
No. Dokumen F-SD-028
No. Revisi 00
Nomor : Jakarta ,
Lamp :
Hal : Permohonan Izin Kepada
Pedagang Eceran Obat Yth, Kepala Suku Dinas
Kesehatan
Kota Administarsi Jakarta Selatan
di Jakarta
Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan
izin,Pedagang Eceran Obatdengan data-data sebagai berikut :
Nama Pemilik : ...................................................................................
Alamat / Telepon : ...................................................................................
...................................................................................
Nama Toko Obat : ...................................................................................
Alamat Toko Obat : ...................................................................................
...................................................................................
Nama AA P. Jawab : ....................................................................................
Nomor S.I.K/ SIAA : ...................................................................................
Alamat / telepon : ...................................................................................
...................................................................................
Sebagai pertimbangan bersama ini kami lampirkan surat-surat sebagai
berikut :
1. Foto Copy KTP Pemohon (Jabodetabek) / Pemilik Toko Obat
2. Akte pendirian perusahaan bila berbentuk badan hukum yang disahkan
terdaftar pada Menkeh HAM.
3. Gambar Denah Lokasi Tempat Usaha dan Denah ruangan [ Toko ]
4. Foto Copy Ijazah yang dilegalir &SIAA yang masih berlaku.
5. Surat Pernyataan Kesediaan Bekerja sebagai A .A Penanggung Jawab teknis
pada Toko Obat diatas materai Rp 6.000,-
6. Fotocopy Tanda Bukti Pemilikan Tempat / status bangunan tempat usaha
milik sendiri lampirkan sertifikat dan bila sewa minimal 2 (dua) tahun dengan
melampirkan surat sewa dan fotocopy KTP pemilik
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
51
Lampiran 6. (Lanjutan)
Formulir Permohonan Izin Pedagang Eceran Obat
No. Dokumen F-SD-028
No. Revisi 00
7. Foto Copy SIUP [TDUP] ( Bila Bentuk Badan Hukum )
8. Fotocopy NPWP Pemilik
9. Surat Pernyataan Tidak Akan Menjual Obat Daftar G dan Tidak Melayani
Resep Dokter.
10. Pasphoto berwarna Pemohon dan AA Penanggung jawab (@ 2 Lembar),
uk 4 x 6
Demikian permohonan ini kami buat dengan sebenarnya dengan harapan
dapat dikabulkan
Hormat kami,
AA Penanggung Jawab
Materai
Cap / Stempel.
6.000
(............................................)
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
52
Lampiran 7.
Formulir Permohonan Persetujuan Prinsip Industri Kecil Obat Tradisional
No. Dokumen F-SD-036
No. Revisi 00
Nomor : Jakarta,
Lamp :
Hal : Permohonan Persetujuan Kepada
Prinsip Industri Kecil Obat Tradisional Yth. Kepala Suku Dinas Kesehatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan
di J a k a r t a
Dengan Hormat,
Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan persetujuan
Prinsip Industri Kecil Obat Tradisional dengan data – data sebagai berikut :
1. Pemohon.
a. Nama Pemohon :
b. Alamat dan Nomor Telp :
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) :
2. Perusahaan
a. Nama Industri Kecil Obat Tradisional :
b. Alamat dan Nomor Telp :
c. Nomor Akte pendirian perusahaan :
(yang telah disahkan oleh Depkeh atau Akte Koperasi yang telah disahkan
oleh [Link])
d. Luas Tanah tersedia : m2
e. Lahan tersebut diperuntukkan Industri: Ya/ Tidak/ Belum ditetapkan
3. Penanggung Jawab Teknis
a. Nama :
b. No SIK/ SP :
4. Rencana Produksi
No Bentuk Sediaan Kapasitas Produksi Pertahun
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
53
Lampiran 7. (Lanjutan)
Formulir Permohonan Persetujuan Prinsip Industri Kecil Obat Tradisional
No. Dokumen F-SD-036
No. Revisi 00
5 Total asset diluar harga bangunan dan tanah Rp ..........................................
(terbilang : .................................................................................................... )
Bersama permohonan ini disertai lampiran-lampiran diperlukan :
1. Foto copy Akte Pendirian Perusahaan/Koperasi
2. Fotocopy KTP pemilik
3. Fotocopy KTP dari Apoteker dan Penanggungjawab Teknis (Jabodetabek)
4. Fotocopy Ijasah Apoteker
5. Foto copy SIK/ SP Apoteker (bila telah ada )
6. Rekomendasi ISFI Jakarta Selatan
7. Foto copy surat lolos butuh bagi Apoteker dari luar provinsi DKI Jakarta.
8. Fotocopy surat Ijin Industri Kecil Obat tradisional dari Sudin Perindag
9. Surat pernyataan tidak bekerja pada perusahaan farmasi lain diatas materei
Rp.6000.
10. Surat Perjanjian Kerjasama Antara Apoteker dengan Pihak Perusahaan diatas
materai Rp.6.000,-
11. Foto copy NPWP. Perusahaan
12. UUG yang telah dilegalisir untuk industri kecil obat tradisional
13. Fotocopy IMB yang telah dilegalisir dan bila sewa lampirkan surat sewa
menyewa minimal 3 ( tiga ) tahun.
14. Surat pernyataan pengolahan limbah diatas materei Rp.6000.
Demikianlah keterangan tersebut diatas dibuat dengan sebenarnya, atas
Perhatiannya dan persetujuan Bapak kami sampaikan terima kasih.
Hormat Kami
cap/ Stempel perusahan
Materai
6000
( __________________ )
Direktur
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
54
Lampiran 8.
Formulir Permohonan Izin Usaha Industri Kecil Obat Tradisional
No. Dokumen F-SD-033
No. Revisi 00
Nomor : Jakarta,
Lamp :
Hal : Permohonan Izin Usaha Industri Kepada
Kecil Obat Tradisional Yth. Kepala Suku Dinas Kesehatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan
di J a k a r t a
Dengan Hormat,
Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Izin
UsahaIndustri Kecil Obat Tradisional dengan data–data sebagai berikut:
I. UMUM
1. Nama Pemohon
2. Jabatan
3. Alamat dan Nomor Telp
4. Nama Badan Hukum ( bagi yang berstatus Badan Hukum )
5. Nama Industri Kecil Obat Tradisional
6. Alamat perusahaan dan Nomor Telp
7. Nama Penanggung Jawab Teknis
8. No SIK / SP
II. INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL YANG DIMOHON :
1. Lokasi dan luas tanah
a. Lokasi Industri : ( ) Lahan Peruntukan
Industri
: ( ) Estate Industri
: ( ) Daerah Perumahan
: ( ) Daerah lainnya
b. Alamat Industri Kecil Obat Tradisional :
c. Luas tanah :
2. a. Bentuk Obat tradisional :
( ) Parem ( ) Rajangan ( ) Kapsul
( ) Tapel ( ) Pil ( ) Cairan Obat Dalam
( ) Salep ( ) Pastilles ( ) Cairan Obat Dalam
( ) Pilis ( ) Serbuk
b. Mesin dan peralatan/ perlengkapan : (dalam lampiran tersendiri)
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
55
Lampiran 8. (Lanjutan)
Formulir Permohonan Izin Usaha Industri Kecil Obat Tradisional
No. Dokumen F-SD-033
No. Revisi 00
3. Jadwal waktu penyelesaian bangunan penanganan peralatan :
a. Bangunan Industri selesai pada bulan …….... Tahun ………......
b. Mulai Produksi bulan ………………….. ....... Tahun …...……...
III. TENAGA KERJA
Penggunaan tenaga kerja Indonesia :
Tenaga Apoteker :
Tenaga Asisten Apoteker :
Tenaga Produksi lainnya :
Tenaga Pemasaran / Administrasi :
IV. NILAI INVESTASI
Nilai Investasi : Rp......................
(Terbilang : ......................................................................................)
V. PEMASARAN
1. Dalam Negeri :
2. Luar Negeri :
3. Merek Dagang ( Jika ada ) :
VI. Sumber daya Energi Yang dipakai :
Bersama permohonan ini disertai lampiran-lampiran diperlukan :
1. Fotocopy persetujuan prinsip
2. Peta lokasi
3. Denah ruangan serta ukurannya
4. Tata Cara Pengolahan serta Pengemasan
5. Daftar Alat Laboratorium
6. Daftar Buku Peraturan Per-UU dibidang Farmasi dan lain-lain.
7. Daftar Mesin dan peralatan /perlengkapan.
Demikianlah keterangan tersebut diatas dibuat dengan sebenarnya, atas
perhatiannya dan persetujuan Bapak kami sampaikan terima kasih.
Hormat Kami,
Materai
6000
( ________________ )
Direktur
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
56
Lampiran 9.
Formulir Permohonan Izin Cabang/ Sub Penyalur Alat Kesehatan
No. Dokumen F-SD-025
No. Revisi 00
Jakarta,
No :
Lamp :
Hal : Permohonan Persetujuan Pendirian Kepada
Cab/Sub Penyalur Alat Kesehatan Yth. Kepala Suku Dinas Kesehatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan
di J a k a r t a
.
Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan
Persetujuan Pendirian Cab/Sub Penyalur Alat Kesehatan dengan data-data sbb :
1. PEMOHON
Nama Direktur UPAK Pusat :
Alamat dan no. telp :
No Izin Usaha PAK Pusat :
2. CABANG / SUB PAK
Nama Cab / Sub PAK :
Alamat Kantor & No. telp. :
Alamat Gudang dan No. telp :
Nama Pimpinan Cab/Sub PAK :
Nama Penanggung Jawab teknis :
Bersama permohonan ini kami lampirkan persyaratan sbb :
1. Surat Penunjukkan dari UPAK sebagai Sub/Cab PAK diatas Materai
Rp 6000,-.
2. Fotocopy Izin UPAK Pusat .
3. Fotocopy Akte Notaris Badan hukum dan fotocopy pengesahan dari
Dep Kehakiman dan HAM bila berbentuk badan hukum Cabang/Sub
PAK
4. Denah bangunan kantor /ruangan beserta ukuran dan fungsi
5. Peta Lokasi..
6. Fotocopy SIUP Cabang/Sub PAK atau Surat Pernyataan akan
melengkapi SIUP diatas materai Rp 6000,-
7. Fotocopy NPWP Perusahaan Cabang/Sub PAK.
8. Fotocopy Undang-undang Gangguan Cabang/Sub PAK yang telah
dilegalisir ( kecuali sarana yang berada didalam Pertokoan ,
Perkantoran , Mall, Pasar ).
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
57
Lampiran 9. (Lanjutan)
Formulir Permohonan Izin Cabang/ Sub Penyalur Alat Kesehatan
No. Dokumen F-SD-025
No. Revisi 00
9. Fotocopy IMB yang telah dilegalisir ( Kecuali Bagi sarana yang berada
di Perkantoran,Pertokoan ,Mall dan Pasar ) dan perjanjian sewa
menyewa
10. Fotocopy KTP Pemohon/ Pimpinan Cabang/Sub PAK.
11. Surat Pernyataan bersedia bekerja sebagai penanggung jawab teknis di
atas Materai Rp 6000,-
12. Fotocopy Ijazah dari Penanggung Jawab teknis
13. Fotocopy KTP Penanggung Jawab Teknis (Jabodetabek).
Demikian permohonan kami, atas perhatian dan persetujuan bapak kami
sampaikan terima kasih.
Perusahaan Yang ditunjuk Pemohon,
Cap Perusahaan
Materai
6000
_____________________
Direktur Sub/ Cabang PAK Direktur UPAK Pusat
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
58
Lampiran 10.
Formulir Permohonan Sertifikasi Produksi Pangan
No. Dokumen F-SD-038
No. Revisi 00
Nomor : Jakarta
Lampiran :
Hal : Permohonan Sertifikat Kepada
Produksi Pangan [Link] Suku Dinas Kesehatan
Industri Rumah Tangga Kota Administrasi Jakarta Selatan
di Jakarta
Yang bertanda tangan di bawah ini saya
Nama Pemilik : ……………………………………………….
Nama Perusahaan : ……………………………………………….
Alamat / telepon : ……………………………………………….
Nama Penanggung Jawab : ……………………………………………….
Alamat / telepon : ……………………………………………….
Sebagai pertimbangan bersama ini kami lampirkan surat-surat sebagai berikut :
1. Data Perusahaan Pangan Industri Rumah Tangga
2. Data Produk makanan/minuman
3. Peta Lokasi Tempat Usaha
4. Denah Ruangan beserta ukuran
5. Rancangan etiket / label
6. Foto Copy KTP Penanggung jawab / Pemilik (Jabodetabek)
7. Pasfoto berwarna Pemohon/ Penanggung Jawab 3 x 4 (2lembar)
8. Surat TandaPendaftaran Industri Kecil bagi perusahaan yang memiliki
Modal Peralatan lebih dari Rp.5.000.000/ Surat keterangan bila modal
peralatan kurang dari Rp.5.000.000
9. Surat Keterangan penunjukan , bila repacking
10. Copy Tanda Bukti Pemilik Tempat / status bangunan tempat usaha
milik sendiri (lampirkan sertifikat) dan bila sewa minimal 2 (dua)
tahun dengan melampirkan surat sewa dan fotocopy KTP pemilik
11. Sertifikat Keamanan Pangan (Mengikuti Penyuluhan Keamanan
Pangan)
Demikianlah permohonan ini kami buat dengan sebenarnya dengan
harapan dapat dikabulkan.
Hormat kami
Cap Perusahaan
Materai
6000
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
59
Lampiran 11.
Berita Acara Pemusnahan Perbekalan Farmasi
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN
NOMOR : 1332/Menkes/SK/X/2002
TENTANG : KETENTUAN DAN TATA CARA PEMBERIAN IZIN
APOTEK
BERITA ACARA PEMUSNAHAN PERBEKALAN FARMASI
Pada hari ini…………….tanggal………….bulan………….tahun………….sesuai
dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan No. 922/MENKES/PER/X/1993
tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, kami yang bertanda
tangan di bawah ini :
Nama Apoteker Pengelola Apotek : …………………………………………....
SIK / SP : ……………………………………………
Nama Apotek : ……………………………………………
Alamat Apotek : ……………………………………………
Telah melakukan pemusnahan : ……………………………………………
Tempat melakukan pemusnahan : ……………………………………………
Berita Acara ini dibuat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.
Berita Acara ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan dikirimkan kepada :
1. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan
2. Kepala Balai Besar POM di Jakarta
Jakarta,
Saksi-saksi : Yang membuat Berita Acara:
1. Nama : Nama :
NIP : SIK / SP :
Tanda tangan : Tanda tangan :
2. Nama :
NIP :
Tanda tangan :
3. Nama :
NIP :
Tanda tangan :
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
60
Lampiran 11. (Lanjutan)
Berita Acara Pemusnahan Perbekalan Farmasi
LAMPIRAN DAFTAR PERBEKALAN FARMASI YANG
DIMUSNAHKAN
ALASAN
NO NAMA JUMLAH
PEMUSNAHAN
Jakarta, ……………………..
Yang membuat berita acara:
Apotek er Pengelola Apotek
SIK / SP :
……………………
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
61
Lampiran 12.
Daftar Apotek di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2011
BULAN Nama Apotik Kelurahan/Kecamatan Apoteker Pengelola Apotek SIA STRA
JAN Century Wonder Tebet Barat/ Tebet Panji Alam, [Link]., Apt. [Link].10000010/04/Sudinkes/01.11 KP.[Link].3628/ 1 Juni 2010
Century Episentrum Walk Karet Semanggi/ Setiabudi Irda Rizki Azis, [Link].,Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/01.11 KP [Link].4627
Prima Farma 2 Cipedak/ Jagakarsa Kustantri Wahyuni, [Link]., Apt. [Link].11001101/04/Sudinkes/01.11 KP.[Link].4007/ 23 April 2004
FEB Wonder Tebet Barat/ Tebet Drs. Iskandar Nain, Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/02.11 3161/ B/ 09 September 1981
Kimia Farma 152 Pejaten Barat/ Pasar Minggu M. Idris Abdullah, [Link]., Apt. [Link].40000040/04/Sudinkes/02.11 KP.[Link].5610/ 14 Agustus 2002
Century Pharma
Fatmawati Cipete Selatan/ Cilandak Ferra Avrianty, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/02.11 KP.[Link].2892/ 2 Juli 200
Medika Plaza Kartika
Chandra Karet Semanggi/ Setiabudi Yuni Ardiani, [Link]., Apt. [Link].10000010/04/Sudinkes/02.11 KP.[Link].1606/ 13 Maret 2010
Kimia Farma 47 Gandaria Utara/ Keb. Baru Muhardiman, [Link]., Apt. [Link].30000030/04/Sudinkes/02.11 KP.[Link]/ 14 Januari 2002
kp.[Link].5262/ 18 September
Nayaka Farma Karet Semanggi/ Setiabudi Annitha Popang, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/02.11 2009
Sana Farma Fatmawati Cilandak Barat/ Cilandak Dra. Rusiati Sumapradja, Apt. [Link].20000101/04/Sudinkes/02.11 482/SIK/SKI/1993/28 Oktober 1993
Ayin Gandaria Selatan/ Cilandak Rosa Fitria, [Link]., Apt. [Link].10000010/04/Sudinkes/02.11 KP.[Link].13398/ 20 Oktober 2003
Century Pharma
MAR Kebagusan City Kebagusan/ Pasar Minggu Ayu Ramadaniaty, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/03.11 KP.[Link].5762/ 5 Desember 2008
Dewi Sakti Karet/ Setiabudi Soejati Liana, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/03.11 KP.[Link].7875/ 7 Agustus 2010
Sana Farma [Link] Tebet Barat/ Tebet Dra. Rozinah, Apt. [Link].31000011/04/Sudinkes/03.11 0659/PT/1994/ 28 Februari 1994
Pasar Minggu/ Pasar KP.[Link].8032/ 31 Desember
K-24 Pasar Minggu Minggu Nifo Mirasari, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/03.11 2010
APR K-24 Warung Buncit Kalibata/ Pancoran Dra. Dhanya Rosa, Apt. [Link].10000010/04/Sudinkes/04.11 4812/ B
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
62
Lampiran 12 (lanjutan).
Daftar Apotek di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2011
BULAN Nama Apotik Kelurahan/Kecamatan Apoteker Pengelola Apotek SIA STRA
Zamzam Bintaro/ Pesanggrahan Imroatu Thoyibah, [Link]., Apt. [Link].10000010/04/Sudinkes/04.11 KP.[Link].2466
Aji Waras Fatmawati Cilandak Barat/ Cilandak Dra. Diyan Wahyuningsih, Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/04.11 0448/ Apt/ 1993
MEI Ratu Jagakarsa/ Jagakarsa Nurhayati, [Link]., Apt. [Link].40000220/04/Sudinkes/05.11 KP.[Link].5991/ 28 Oktober 2009
Super Hemat Pengadegan/ Pancoran Agus Priana Diman, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/05.11 KP.[Link].2918
Kuningan Barat/ Mampang
Ais Prapatan Dra. Dwi Indriati, Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/07.11 5503/ B
Jati Cilandak Barat/ Cilandak Endang Nurjaman, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/07.11 KP.[Link].6023
Pela Mampang/ Mampang
AGT NX Gene Indonesia Prapatan Nuril Astuti, Apd, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/08.11 KP [Link].0783
Century Kalibata City Rawajati/ Pancoran Lisdiana, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/08.11 KP [Link].2248
Century Mutiara Gunung/ Kebayoran Baru Leny Susanti, [Link]., Apt. [Link].30100121/04/Sudinkes/08.11 KP.[Link].6418/ 11 Oktober 2010
Ristra Pharma Care Gandaria Utara/ Keb. Baru Dra. Evi Azizah, Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/08.11 1187/1995
K 24 Pondok Labu Pondok Labu/ Cilandak Witri Astuti, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/08.11 KP [Link].4184
Abu Farma Cipete Selatan/ Cilandak Drs. Lautan P. Siagian, Apt. [Link].30000030/04/Sudinkes/08.11 1064/Apt/1995/11 Mei 1995
K-24 Radio Dalam Gandaria Utara/ Keb. Baru Zaenal Arifin, [Link]., Apt. [Link].10000010/04/Sudinkes/08.11 KP.[Link].2013/ 31 Mei 2006
SEPT Roxy Poltangan Tanjung Barat/ Jagakarsa Drs. Kusnaidi, Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/09.11 KP [Link].5590
Century Putra Jaya Cilandak Barat/ Cilandak Nova Susanti Saputri, [Link]. Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/09.11 KP [Link].3554
RS Bersalin Asih Melawai/ Kebayoran Baru Mey Melania, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/08.11 KP [Link].3721
19870620/STRA-UP/2011/23378/7
OKT K-24 Abdullah Syafei Bukit Duri/ Tebet Annisa'a Nurillah, [Link], Apt [Link].00000000/04/Sudinkes/10.11 September 2011
Naya Farma Tanjung Barat/ Jagakarsa Riandari Retno Tyas, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/10.11 KP.[Link].0120/15 Januari 2011
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
63
Lampiran 12 (lanjutan).
Daftar Apotek di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2011
BULAN Nama Apotik Kelurahan/Kecamatan Apoteker Pengelola Apotek SIA
STRA
Klinik Mata Nusantara Lebak Bulus/ Cilandak Rini Handayani, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/10.11 KP.01.01.V.5.2.5712
Esther Tebet Timur/ Tebet Dra. Sri Murdiati, Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/10.11 3418/B
Aji Waras Cipedak Cipedak/Jagakarsa Deden Muliadi, [Link]., Apt [Link].00000000/04/Sudinkes/10.11 KP [Link].00989
Helena Kramat Pela/ Kebayoran Baru Tofa Apriansyah, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/10.11 KP [Link].03475
Yakespen Antam Tanjung Barat/ Jagakarsa Nani Prihatini, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/10.11 KP [Link].0155
Eddy Kebayoran Lama Utara/ Keb. Lama Simotyan Hernita, [Link], Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/11.11 KP.[Link].3.6153
KP [Link].5395/ 07
NOV Enorme Gunung/ Kebayoran Baru Rodo Udi Yuliana, [Link]., Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/11.11 November 2008
0327/APT/1993/17 Mei
Pejaten Sehat Jatipadang/ Pasar Minggu Dra. Yusmaniar, Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/11.11 1993
Kebayoran Lama Selatan/ Keb. KP.01.01.V.5.2.9464/25
Erha 21 Lama Daniel Ventje Lima, [Link], Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/11.11 April 1997
Eddy Kebayoran Lama Utara/ Keb. Lama Simotyan Hernita, [Link], Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/11.11 KP.[Link].3.6153
Parsa Petukangan Selatan/ Pesanggrahan Lusiana, [Link], Apt. [Link].00000000/04/Sudinkes/11.11 KP.[Link].1439
Kebayoran Lama Selatan/ Keb. KP.[Link].2168/ 20 April
DES K-24 Pondok Pinang Lama Indri N uraida, [Link].,Apt [Link].10000010/04/Sudinkes/12.11 2009
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
64
Lampiran 13.
Daftar Pedagang Eceran Obat di Wilayah Jakarta Selatan tahun 2011
Nama Pedagang
BULAN Nama Pemilik Eceran Obat Kelurahan/Kecamatan Asisten Apoteker Surat Izin Asisten Apoteker Nomor Registrasi
Boston Health And 43.12.09.00582/ 16 Nopember
JAN PT. Matahari Putra Prima Tbk Beauty Karet Semanggi/ Setia Budi Lina Yuliana 2010 [Link].0/04/Sudinkes/01.11
Petukangan Utara/ 43.11.08.01540/ 26 Nopember
FEB Esti Widoyati Berkah Pesanggrahan Miftahul Jannah 2008 [Link].0/04/Sudinkes/02.11
Drs. Bowo W., Apt, [Link] Nashira Pondok Pinang/ [Link] Eva Fajramita 33229/Pend/AA/14 April 1995 [Link].0/04/Sudinkes/02.11
MAR Dewi Sukma Ayu Wijaya Kusuma Lebak Bulus/ Cilandak Salimah Herawati 43.04.09.00452 [Link].5/04/Sudinkes/03.11
PT. Hero Supermarket Tbk/ Guardian Apartemen
Anton Lukmanto Taman Rasuna Menteng Atas/ Setia Budi Sari Aprilia 446.442.J/PPK.3/1/2011 [Link].5/04/Sudinkes/03.11
Pt. Hero Supermarket Tbk/
Anton Lukmanto Guardian Klinik Retna Cilandak Barat/ Cilandak Intan Diwanti 43.09.10.00578 [Link].5/04/Sudinkes/03.11
Lie Cin Khiat Sehat Utama [Link] Utara/ Keb. Lama Ratna Dewi 43.06.08.00852/ 2 Juli 2008 [Link].5/04/Sudinkes/03.11
MEI Hendra Kurniawan Foodmart Express Karet Semanggi/ Setia Budi Ida Lamria 43.12.09.01711 [Link].0/04/Sudinkes/05.11
Sri Maryati Bahari Gandaria Selatan/Cilandak Sri Nuryati 43.04.09.00445 [Link].0/04/Sudinkes/05.11
JUNI Magdalena Ikhlas Dan Berkah 18 Pondok Pinang/ [Link] Silvester Dominggus 43.03.10.00100 [Link].0/04/Sudinkes/06.11
Wawah Hermawan Restu II Ragunan/Pasar Minggu Mahdiah Mahmud [Link].52 [Link].2/04/Sudinkes/06.11
PT. Hokky Bersama, An. Tri
JULI Ubaya Adri M Grand Lucky Gandaria Utara/ [Link] Rosintan Simarmata 43.05.11.00392.1 [Link].0/04/Sudinkes/07.11
Sri Hidayani, [Link], Apt Adreena Tanjung Barat/ Jagakarsa Dewi Septiani 6474/2006/02 April 2007 [Link].0/04/Sudinkes/07.11
AGT Nana Suryana Nana Karet/Setiabudi Megawati 2816/2006 [Link].0/04/Sudinkes/08.11
PT. Hasil Karsa Makmur
OKT [Link] Kusnadi Aneka Buana Pondok Labu/ Cilandak Yunita Nirmawati H. 43.08.08.01023 [Link].2/04/Sudinkes/10.11
PT. Lotte Mart Indonesia An. Lotte Mart Kuningan
DES Riza Hidayat City Karet Kuningan/ Setiabudi Yuaprino 28417/Pend/AA [Link].0/04/Sudinkes/12.11
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
65
Lampiran 14.
Daftar Pangan Industri Rumah Tangga di Wilayah Jakarta Selatan tahun 2011
Nama Perusahaan Nama Pemilik Kelurahan/ kecamatan Jenis Produksi Merk Dagang No. PIRT
Dnp Ir. Enni Indrawati Cilandak Timur/Pasar Minggu Lasagna dnp P-IRT NO. 606317101135
Ninoy ® Henny Karet Semanggi/Setiabudi Abon Cabe Original Ninoy ® P-IRT NO. 212317101136
Pt. Mandiri Berlima H. Sukandar K. Petukangan Utara/Pesanggrahan Roti Manis Rasa Coklat Mandiri Bakery P-IRT NO. 206317101134
Igam Sutiti Home Industry Igam Sutiti Jagakarsa/ Jagakarsa Keripik Jamur Tiram Igam Sutiti P-IRT NO. 604317101133
Pt. Koin Bumi Kim Woo Jae Rawa Barat/ Kebayoran Baru Tepung Roti Mu Gung Hwa P-IRT NO. 206317101132
De Layla Arini Merawati Jatipadang/ Pasar Minggu Sheumpyes Keju De Layla P-IRT NO. 206317101131
J. Co Zaenudin Ulujami/ Pesanggrahan Propolis Madu J. Pro P-IRT NO. 109317101130
Nugget Furai Madya Putri A. Tanjung Barat/ Jagakarsa Chicken Nugget Original Nugget Furai P-IRT NO. 206317101129
M. Djojo Bakery Nining Kartika I Pondok Pinang/Kebayoran Lama Roti Tawar M. Djojo Bakery P-IRT NO. 206317101128
Pt. Cipta Citra Permata Chitra Dewi Bangka/ Mampang Prapatan White Toast Chef's Kitchen P-IRT NO. 206317101127
Assunah Budi Haryanto Menteng Atas/ Setiabudi Madu Madu Mumtaz Assunah P-IRT NO. 209317101126
Yy Dimsum Ida Faridah Keramat Pela/ Kebayoran Baru Hakau Yy Dim Sum P-IRT NO. 206317101125
Alika Khotimah Tegal Parang/Mampang Prapatan Soes Alika P-IRT NO. 206317101124
Pt. Supra Boga Lestari Nugroho Setiadharma Pondok Pinang Kebayoran Lama Roti Cranbery Toast Ranch Pastry P-IRT NO. 206317101122
Roti D'light Dewanta Manik Bangka/ Mampang Prapatan Roti Tawar Gandum Whole Wheat Bread P-IRT NO. 206317101123
Arum Sari Ii Nur Hasanah Pela Mampang/ Mampang Prapatan Keripik Tahu Mampang Indah P-IRT NO. 215317101021
Kingdom Handiyono, SE Bukit Duri/Tebet Es Stik Rasa Anggur Kingdom P-IRT NO. 216317101120
Kenanga Ii Sumartinah Cilandak Barat/Cilandak Pastel Abon Amelia P-IRT NO. 206317101119
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
66
Lampiran 14 (lanjutan).
Daftar Pangan Industri Rumah Tangga di Wilayah Jakarta Selatan tahun 2011
Nama Perusahaan Nama Pemilik Kelurahan/ kecamatan Jenis Produksi Merk Dagang No. PIRT
Kenanga I Siti Irene Wiria Cilandak Barat/Cilandak Tepung Bumbu Serba Guna Cisia P-IRT NO. 206317101118
Palem Fitriyah Saraswati Petukangan Utara/Pesanggrahan Jahe Instan Palem P-IRT NO. 206317101117
Mawar Lestari Siti Sarah Ulujami/ Pesanggrahan Keripik Singkong Pedas Gotri P-IRT NO. 203317102115
Mawar Berseri Supartini Ulujami/ Pesanggrahan Sari Kedelai Ibu Tini P-IRT NO. 213317102114
Adenium Kusdinar Pengadegan/ Pancoran Bir Pletok Seger Sumyah P-IRT NO. 113317101113
Sri Rejeki Titik Suharti Pondok Pinang/ Kebayoran Lama Bir Pletok Instan Sri Rejeki P-IRT NO. 213317101111
Wijaya Kusuma Praja Karyanti Kebayoran Lama Selatan/ Kebayoran Lama Kacang Telur Wijaya Kusuma Praja P-IRT NO. 215317101110
Cahaya Melati Reni Priyatin Kebayoran Lama Selatan/ Kebayoran Lama Jahe Merah Instan Jasmine P-IRT NO. 213317101109
Seruni Sri Rahayuningsih Kebayoran Lama Selatan/ Kebayoran Lama Stik Karamel Seruni Cookies P-IRT NO. 206317101108
Seruni Gandaria Sarin Kramat Pela/ Kebayoran Baru Jahe Instan Seruni P-IRT NO. 213317101107
Seruni Mandiri Suprihatin Kramat Pela/ Kebayoran Baru Rempeyek Kacang Tanah Seruni Mandiri P-IRT NO. 206317101106
Kemuning Ii Sri Daswati Cipete Utara/Kebayoran Baru Keripik Singkong Mas One P-IRT NO. 215317101105
Kemuning 1 Sri Wiyati Cipete Utara/Kebayoran Baru Jahe Instan Bu Sri Paimo P-IRT NO. 213317101104
Sekar Kedaton Sri Hartati Kebon Baru/ Tebet Bir Pletok Sekar Kedaton P-IRT NO. 113317101103
Nusa Indah Merah Denny Aryani Bukit Duri/Tebet Bir Pletok Nusa Indah Merah P-IRT NO. 113317101102
Hanjuang Eha Soleha Manggarai Selatan/ Tebet Sirup Jeruk Jahe Hanjuang P-IRT NO. 109317101101
Rusa Sirup Sumaryani Manggarai Selatan/ Tebet Sirup Jeruk Lemon Rusa Sirup P-IRT NO. 109317101100
Cempaka Mentas Surtini Menteng Atas/Setiabudi Cheese Stick Cempaka Mentas P-IRT NO. 206317101099
Aster Mandiri Siami Menteng Atas/Setiabudi Bakpia Barokah P-IRT NO. 306317101098
Aster Abadi Siti Mariyah Menteng Atas/Setiabudi Rempeyek Kacang Aster Abadi P-IRT NO. 206317101097
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
67
Lampiran 14. (Lanjutan)
Daftar Pangan Industri Rumah Tangga di Wilayah Jakarta Selatan
Nama Perusahaan Nama Pemilik Kelurahan/ kecamatan Jenis Produksi Merk Dagang No. PIRT
Kemuning Indah Siti Hawa Kuningan Barat/Mampang Prapatan Wornas Instan Kemuning Indah P-IRT NO. 214317101096
Lestari Lasmi Kuningan Barat/Mampang Prapatan Kunyit Asam Instan Lestari P-IRT NO. 213317101095
Anggrek Bulan Duriyah Kuningan Barat/Mampang Prapatan Temulawak Instan Anggrek Bulan P-IRT NO. 213317101094
Kebagusan Jaya Rosiah Kebagusan/Pasar Minggu Bir Pletok Kebagusan Jaya P-IRT NO. 113317101093
Delima Triti Siti nuraisyah Pejaten Timur/ Pasar Minggu Nastar Triti P-IRT NO. 206317101092
Rumpaka Yayat Sumiati Ragunan/ Pasar Minggu Jahe Instan Rumpaka P-IRT NO. 213317101091
Cempedak Lestari Hj. Etih Srengseh Sawah/Jagakarsa Bir Pletok Cempedak Lestari P-IRT NO. 113317101090
Alkesa Lestari Mardiah Cipedak/Jagakarsa Rempeyek Kacang Ibu Mardiah P-IRT NO. 206317102089
Sejahtera Komariah Jagakarsa/ Jagakarsa Jahe Merah Instan Rheinata P-IRT NO. 213317101088
Yono Mandiri Sumarno Bintaro/Pesanggrahan Udon Yono Mandiri P-IRT NO. 206317101087
Ud. Health Today Ryanto Kosasih Pulo/Kebayoran Baru Sirup Rasa Buah Kiwi Hti Quick P-IRT NO. 209317101086
PT. Koin Bumi Kim Woo Joe Rawa Barat/ Kebayoran Baru Tepung Roti Mu Gung Hwa P-IRT NO. 206317101085
PT. Lucky Strategis Rudi Wirawan Senayan/Kebayoran Baru Kacang Almond Bubuk Grand Selection P-IRT NO. 206317155084
PT. Lucky Strategis Rudi Wirawan Senayan/Kebayoran Baru Kacang Walnut (Repacking) Grand Selection P-IRT NO. 215317150084
PT. Lucky Strategis Rudi Wirawan Senayan/Kebayoran Baru Ketumbar (rempah-rempah)/Repacking Grand Selection P-IRT NO. 212317122084
PT. Lucky Strategis Rudi Wirawan Senayan/Kebayoran Baru Raisin (Manisan buah)/Repacking Grand Selection P-IRT NO. 214317143085
Arum Sari IV Sarjilah Pala Mampang/Mampang Prapatan Brownies Kukus Pilian P-IRT NO. 306317109020
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
68
Lampiran 15.
Denah Ruangan Gudang Obat Sudinkes Jakarta Selatan
(Lantai 1 Tampak Dari Atas)
Pintu Pintu
kecil Pintu masuk kecil
Kamar mandi
Tangga lantai 1
Teras dalam
Gudang C
Gudang PKM Kec
Gudang B Jagakarsa
Gudang A
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
69
Lampiran 15 (Lanjutan).
Denah Ruangan Gudang Obat Sudinkes Jakarta Selatan
(Lantai 2 Tampak Dari Atas)
Gudang PKM Kec.
Mampang Prapatan
Lantai atas Teras atas
Kantor dalam Tangga
ke Lt..2
Tampak dari atas
Gudang lantai satu
Keterangan :
Gudang A : Gudang Obat Dari Departemen Kesehatan
Gudang B : Gudang Obat Dari Program
Gudang C : Gudang Obat Buffer Suku Dinas Kesehatan
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
70
Lampiran 16.
LPLPO Sepuluh Puskesmas Kecamatan Di Wilayah Jakarta Selatan Periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
I Sistem gastrointestinal dan hepatobilier
1 Obat lambung Antasida doen tablet kombinasi 362763 160361 663 1106 643842 429943 47200 234284 226314 219413
Antasida doen suspensi 50050 299 244553 354030 2359 3001 700 316 451 135
Cytotec 28974 0 297 50 0 0 0 0 46 0
Omeprazol 120 mg kapsul 5144 2609 360 600 30674 43806 3600 870 0 4814
Ranitidin 150 mg tablet 3269 28876 8679 8069 36311 56855 41800 12584 26144 893
Simetidin tablet 200 mg 94 17533 50659 22713 69000 17707 23131 56802
Jumlah 450294 209678 305211 386568 713186 533605 162300 265761 276086 282057
2 Antiemetik Dimenhydrinate tablet 50 mg 12290 5134 0 0 11499 0 0 0 0 0
Domperidon 1108 3127 228 240 0 662 0 0 5229 0
Domperidon
syrup(metoklopropamid) 146 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Metoclopramide hcl tab.10 mg 7 847 6318 2081 19222 17250 3000 1596 10443 13691
Metoklopropamid inj 0 1441 100 0 0 0 0 47 26 0
Tilidon 0 0 0 760 0 0 0 0 0 0
Jumlah 13551 10549 6646 3081 30721 17912 3000 1643 15698 13691
3 Antispasmodik Ekstrak belladon tab.10 mg 38045 10263 13826 12578 402 519 0 0 19134 595
Hyoscine n-butylbromide inj 0 0 0 20 0 0 0 0 55 0
Hyoscine n-butylbromide tab 10mg 8000 1801 0 848 0 0 0 0 200 0
Papaverina hcl inj.40 mg/ml-1ml 871 48 207 8000 597 0 0 6610 0 0
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
71
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Papaverina hcl tab 4mg 171 13468 76611 30171 79196 57757 28000 31479 20628 16664
Spasminal 0 0 0 0 0 330 0 0 0 0
Jumlah 47087 25580 90644 51617 80195 58606 28000 38089 40017 17259
4 Antidiare Garam oralit untuk 100 ml air 66782 0 70 45706 0 0 0 2044 200 50
Garam oralit untuk 200 ml air 29379 9957 17351 0 27454 31107 34775 16258 41841 37008
Imodium tablet 12825 0 0 194 0 0 0 0 2947 0
Kaolin 550 mg + pektin 20 mg
tablet kombinasi 1397 41663 39549 52064 65306 71189 49500 43633 46625 55275
Karbo adsorben tablet 250 mg 0 0 5565 2950 5250 0 0 0 0 0
Lacto b 386 0 386 0 0 0 0 0 0 0
Spasminal 60 0 66 100 0 0 0 0 0 0
Zinc phosphat liq 0 0 10 0 0 0 0 4 0 0
Zinc phosphat pow 0 0 12 0 0 0 0 4 0 0
Zink 60 21730 17057 27887 22284 10631 0 20413 20874 7090
Jumlah 110889 73350 80067 128901 120294 112927 84275 82356 112487 99423
5 Laksatif Bisacodyl tab 5 mg(dulcolax 5 mg) 0 0 2021 601 9912 381 0 0 3792 2270
Dulcolak supp ped 5 mg 0 0 0 813 51 381 0 0 3 36
Dulcolak supp ped 10 mg 26465 400 0 0 30 0 0 0 39 0
Dulcolak tab 211 0 0 0 120 0 0 0 0 0
Dulcolax supp 10 mg 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0
Jumlah 26676 400 2021 1414 10113 762 0 0 3837 2306
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
72
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
6 Enzim pcernaan Vitazym tablet 50 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 50 0 0 0 0 0 0 960 0 0
7 Preparat anorektal Antihemroid doen kombinasi 58 976 2030 737 3028 1475 516 1520 2069 1523
Mycrolac 58 7727 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 116 8703 2030 737 3028 1475 516 1520 2069 1523
I Kv dan hematopoietik
1 Obat jantung Digoksin tablet 0,25 mg 305 235 2044 1073 865 7891 500 267 5255 10
Epinefrin (adrenalin) inj.0.1 %-1ml 887 41 127 40094 2230 446 0 0 851 138
Jumlah 1192 276 2171 41167 3095 8337 500 267 6106 148
2 Antiangina ISDN tab sublingual 5mg 3671 4668 1232 10128 6735 1236 500 1544 6206 1721
Jumlah 3671 4668 1232 10128 6735 1236 500 1544 6206 1721
3 Antihipertensi Aldacton 100 mg 0 0 0 159 0 0 0 0 0 0
Aldacton 25 mg 0 0 0 90 0 0 0 0 0 0
Amilodipine 5 mg 2464 0 0 0 0 0 0 7409 4063 0
Amlodipine 10 mg 0 0 5563 1582 0 0 0 0 0 0
Diltiazem 30 mg tablet 0 105 0 0 0 96 0 0 0 0
Furosemid tablet 40 mg 2759 0 1006 702 4383 9303 0 1787 2793 1083
Hidroklorotiazid (hct) tablet 25 mg 58564 7270 19809 23838 67631 59067 82000 46864 14443
Kaptopril 12,5 mg tablet 90455 86697 73408 73672 82679 64605 62500 64371 89307 74346
Kaptopril 25 mg tablet 80395 42596 57830 58898 108143 84369 45900 49780 69910 91152
Kaptopril 50 mg 3975 0 660 138 0 0 0 0 0 0
Nifedipine 10 mg tablet 22607 18151 2675 27832 600 40086 36800 0 0 29762
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
73
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Propranolol 10 mg tablet 460 0 0 0 489 0 0 0 245 0
Reserpin tablet 0,10 mg 4300 0 1081 6546 4186 0 0 810 2150 900
Propanolol hcl tablet 40 mg 12227 0 40 80 10830 0 0 0 6555 0
Propranolol 10 mg tablet 460 0 0 0 489 0 0 0 245 0
Reserpin tablet 0,25 mg 1311 0 16324 13806 200 0 0 700 0 2668
Jumlah 279517 154819 178396 207343 279141 257526 227200 124857 221887 214354
4 Dislipidemia Genfibrozil 10933 0 2440 451 0 0 6000 3068 0 0
Simvastatin 155 1250 12160 13984 1270 4765 1800 245 11444 707
Jumlah 11088 1250 14600 14435 1270 4765 7800 3313 11444 707
5 Hemostatik Aspilet 5964 12570 4629 37247 12561 3954 4000 6619 28700 34
Fitomenadion (vit k) tablet 10 mg 5768 4723 6765 3158 15237 9694 11000 9365 9288 4397
Fitomenadion inj.10 mg/ml-1 ml 882 531 431 2067 851 1286 0 126 4341 10
Transamin kps 0 3008 0 0 0 0 0 0 0 0
Trombophob salep 2 43 35 14 10 0 0 0 79 0
Jumlah 12616 20875 11860 42486 28659 14934 15000 16110 42408 4441
6 Diabetes Glibenklamid tablet 5 mg 74244 46079 39036 36384 34527 48181 0 36700 41079 28079
Glurenorm tablet 0 0 0 0 1945 0 0 0 0 0
Metformin 500 mg 91024 34619 33561 89767 0 28316 30000 24713 91223 34767
Metformin 850 mg 0 0 0 4100 60395 0 0 0 0 0
Jumlah 165268 80698 72597 130251 96867 76497 30000 61413 132302 62846
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
74
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
I Saluran pernapasan
Anti asma dan
1 ppok Aminofilin injeksi 24 mg/ml -10 ml 1990 0 68 2332 1668 0 0 106 72 0
Aminofilin tablet 200 mg 21042 18478 29032 16823 46525 16285 103900 18145 13316 12740
Efedrin hcl tablet 25 mg 61888 24717 47290 29588 86753 33883 369000 17517 37323 35515
Ketotifen 1mg tablet 0 0 50 13 0 0 0 0 0 0
Pulmicort 0 0 0 85 0 0 0 0 0 0
Salbutamol 4 mg tablet 7348 0 2601 930 712 24469 44900 10351 3362 8728
Salbutamol tablet 2 mg 14520 14803 11738 3468 27693 506 15700 8004 11476 17678
Terbutaline 415 0 0 0 0 0 0 0 100 0
Theobron (theosal) 415 0 815 0 0 0 0 0 0 0
Ventolin nebul 15 0 0 86 0 0 0 0 704 185
Jumlah 107633 57998 91594 53325 163351 75143 533500 54122 66353 74846
2 Ekspektoran Ambroxol syrup 3429 4210 521 212 4004 814 0 1475 1470 6799
Ambroxol tablet 64745 0 558 2008 121347 18855 19700 12114 50581 42563
Bisolvon drop 5 0 70 2 0 0 0 0 27 18
Bisolvon elixir(bromhexin sirup) 525 0 2940 62 0 0 0 525 0 0
Bromhexin hcl tablet 8 mg 9177 9906 43501 4421 16944 28600 11400 15430 18482 380
Gliseril guayakolat 100 mg 430295 489790 364191 351176 441746 476001 89000 288844 501521 284844
Ipeka sirup 0,14% 0 0 0 1317 0 0 1310 0 0 0
O b h plus 0 0 0 0 36 0 0 0 0 0
Obat batuk hitam (obh) cairan 5444 11672 2491 2149 6067 6940 630 2769 6806 9545
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
75
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Obh 50 0 446 0 0 0 2124 106 0 523
Obp 448 0 2278 0 0 0 1530 2 0 99
Jumlah 514118 515578 416996 361347 590144 531210 125694 321264 578887 344771
3 Antitusif Dekstrometorfan hbr sirup 3413 11332 1369 3106 1929 19081 240 2157 2055 955
Dekstrometorfan hbr tablet 80900 27504 368029 28142 75702 132013 41000 54417 46596 67227
Kodein hcl tablet 10 mg 4621 9533 15201 11833 16809 181 3258 3605 1147
Jumlah 88934 38836 378931 46449 89464 167903 41421 59832 52256 69329
Iv Obat ssp Amitriptilin hcl tablet salut 2595 0 705 2149 24254 2924 2200 0 2441 290
Aprazolam 30 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Diazepam 5 mg rectal tube 86 0 32 531 30 77 0 0 184 11
Diazepam inj.5 mg/ml - 2 ml 215 0 64 477 80 7415 0 0 692 148
Diazepam tablet 2 mg 28823 20236 52463 25426 26752 53775 291000 27031 50971 35909
Diazepam tablet 5 mg 0 0 12053 0 530 0 0 0 0 242
Fenitoin natrium inj.50 mg/ml 0 0 0 165 0 0 0 0 0 0
Fenitoin natrium kapsul 100 mg 293 0 0 3040 1060 3694 0 0 795 0
Fenitoin natrium kapsul 30 mg 728 28424 0 75 0 0 0 0 0 0
Fenobarbital inj.50 mg/ml-2ml 0 0 0 5815 0 0 0 0 0 0
Fenobarbital tablet 100 mg 0 0 0 2520 1393 7450 0 0 100 65200
Fenobarbital tablet 30 mg 22346 0 13790 26920 14563 59966 31000 13380 10000 0
Haloperidol 2 mg 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Haloperidol 5 mg 0 0 3938 415 0 0 0 0 0 0
Haloperidol 5 mg tablet 12666 2704 7302 415 42232 21833 0 0 6695 0
Haloperidol tablet 0,5 mg 605 0 1745 7980 202 4738 5000 237 2491 215
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
76
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Haloperidol tablet 1,5 mg 16335 500 5380 5119 6880 10360 23900 1163 1352 1664
Karbamazepin tablet 200 mg 172 0 1613 0 1280 3762 0 165 0 0
Klobazam 10 mg tablet / frisium 22 0 286 10 1674 0 0 28 1248 0
Klorpromazin hcl inj.5 mg/ml-2 ml 2929 0 0 10 0 0 0 0 0 0
Klorpromazin hcl tab salut 100 mg 0 3609 4531 3045 13263 11599 10000 1140 15770 0
Klorpromazin hcl tablet salut 25 mg 0 378 400 17429 1952 0 0 2104 0
Lidokain kompositum injeksi 1106 2319 1929 620 4350 1609 0 123 481 750
Lidokaina 2% injeksi 2 ml/ampul 981 160 3486 39 1301 577 1000 0 1437 259
Lidokaina hcl (inj. 1% - 2 ml 9165 0 80 0 151 0 0 0 150
Pehacain inj 126 0 220 2821 488 1920 0 1705 1575 0
Stelazin 1 mg tab 2000 0 0 0 500 0 0 0 0 0
Stelazin 5 mg tab 0 0 0 0 7436 0 0 0 1000 0
Triheksifenidil HCl tablet 2 mg 9056 2748 12331 6217 39138 92186 6000 1395 3044 1741
Jumlah 110279 60700 122326 94209 204835 285988 370100 46366 102380 106579
V Antivertigo Merislon 185 0 260 1149 0 0 0 0 0 0
Jumlah 185 0 260 1149 0 0 0 0 0 0
Vi Analgesik opioid Tramadol inj 345 0 0 0 0 0 0 0 138 0
Tramadol 30 0 570 20 635 0 0 0 25 0
Jumlah 375 570 20 635 163 0
Vii Analgesik Biogesic tablet 0 0 0 0 0 0 0 215 0 0
antipiretik
Dumin supp 0 0 0 11 0 0 0 0 65 0
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
77
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Ibuprofen tablet 200 mg 48475 0 42716 90706 33824 35736 116278 40228 49259 68516
Ibuprofen tablet 400 mg 39143 30142 9730 2880 10680 0 79395 25532 13301 0
Parasetamol sirup 120 mg/5ml 17448 4514 9011 9553 9344 18763 10525 1264 6822 7567
Parasetamol tablet 100 mg 25061 699618 20482 42470 10600 62649 0 58148 7700 12749
Parasetamol tablet 500 mg 866034 405624 491804 869938 914333 3008 506776 1057787 570819
Jumlah 996161 734274 487563 637424 934386 1031481 209206 632163 1134934 659651
Analgesik
Viii antiinflamasi Antalgin (metampiron) tab.500 mg 141146 78375 176070 154771 171551 22881 384309 122579 171495 144100
Antalgin injeksi 250 mg/ml-2ml 15479 0 0 8750 0 0 0 1375 0 0
Antimigrain doen kombinasi 227 2857 185 1248 823 98 9 5434 0
Asam mefenamat 250 mg kapsul 5534 14800 15472 0 390 1945 2186 90 18381
Asam mefenamat 500 mg tab salut 132069 140158 66523 61993 165838 210721 457990 112940 91697 28446
Asetosal tablet 100 mg 0 0 4130 0 0 0 64495 190 0 0
Asetosal tablet 500 mg 0 0 6020 0 0 0 0 0 0 0
Doloneurobion 1931 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Indometasin 25 mg kapsul 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kamaflam 50 5588 0 0 0 0 0 0 0 0
Na diklofenak 25 mg 7580 24436 9160 930 15370 3060 1317 9412 1395
Na diklofenak 50 mg 5875 0 50 0 21023 11327 908739 161 2888 0
Nonflamin 110 1580 0 0 0 0 0 0 0 0
Piroxicam 10 mg tablet 35701 24776 23325 20188 76329 50426 0 36018 65036 48062
Piroxicam 20 mg tablet 29599 0 234 9970 12339 4300 0 478 6949 0
Stugeron tablet 0 0 0 0 1771 0 0 0 0 0
Jumlah 375301 292570 301169 257850 465434 302813 1817478 277253 353001 240384
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
78
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Ix Hiperurisemia Alopurinol tablet 100 mg 40348 24534 18059 25634 28061 39639 10700 17233 14114 11952
Jumlah 40348 24534 18059 25634 28061 39639 10700 17233 14114 11952
X Kortikosteroid Betametason krim 0,1 % 3933 84 8514 318 5631 495 1360 1240 1949 966
Betason n krim 3199 0 116 194 76 0 0 391 142 0
Deksametason inj.5 mg/ml-1 ml 386 0 1369 4 568 35574 300 855 294 342
Deksametason tablet 0,5 mg 344259 122584 191985 323717 193307 307676 210000 172096 202130 244242
Hidrokortison krim 0,5% 2818 2488 5991 45979 4091 10752 0 3193 7368 5036
Kortison asetat injeksi 13 28 0 0 40 0 0 22 0 0
Prednison tablet 5 mg 151423 175110 105421 120176 240974 99345 86000 101077 349706 185813
Jumlah 506031 300294 313395 490388 444687 453842 297660 278874 561589 436399
Xi Kontrasepsi Cyclofem inj 1315 231 93 92 2612 523 0 340 596 0
Cyclogeston 0 0 20 147 0 0 0 0 0 0
Cyclogeston inj 277 0 0 0 0 0 0 414 1580 0
Depo geston 571 0 17 414 0 0 0 97 1785 0
Depo progestin 223 0 2174 0 2029 1007 480 413 584 0
Depoprovera inj 0 200 0 0 0 0 0 0 0 0
Ethynylestradiol tablet 0,05 mg 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Iud ct 3804 2 0 0 2995 0 0 0 0 240 0
Medroxy progesteron acetat 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Mikrogynon 16 0 0 18 0 0 0 500 151 0
Trinodiol 4 0 100 31 0 1277 0 0 841 0
Jumlah 2413 431 2404 3697 4641 2807 480 1764 5777 0
Xii Antibiotik
1 Antibiotik oral Amoksilin kapsul 250 mg 104110 20789 10772 84174 25140 0 909480 30974 104576 326530
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
79
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Amoksilin sirup kering 125 mg/ 20960 0 14910 18889 9663 15872 5820 13753 14403 22462
Amoksisilin 500 mg kapsul 637064 716596 399842 553379 514750 700083 333500 419429 696621 635158
Ampisilin 1000 injeksi 10 0 292 248 1100 0 0 292 450 0
Ampisilin 500 mg injeksi 14577 0 0 0 0 0 0 0 1150 0
Ampisilin kaplet 500 mg 0 0 12045 92081 5123 0 0 16954 22833 500
Ampisilin sirup kering 125 mg/5 ml 1948 0 31008 4145 0 0 0 0 0 633
Cefixime 400 mg+azythromycin
1000 mg 0 0 0 3 0 0 0 0 13 0
Clindamicin 150 mg 0 0 0 0 11567 0 0 0 0 0
Clindamicin 300 mg 700 0 0 0 12115 0 0 0 350 0
Doxycycline kapsul 100 mg 0 0 2258 7421 52 20257 500 486 3790 0
Erythromycin 200 mg/5 ml sirup 0 0 3 982 7669 308 1323 0 10 1731
Erythromycin kapsul 250 mg 0 0 736 9731 14388 321 720 0 6153 45969
Erythromycin kapsul 500 mg 0 0 6011 708 8359 8081 30500 0 5663 0
Fenoksii metil penisilina 500 mg 0 0 0 73 0 0 0 0 0 0
Fg troches 28 200 0 0 0 0 0 0 0 0
Gentamisin 40 mg/2 ml injeksi 75 0 0 225 0 0 0 0 0 0
Gentamisin 80 mg/2 ml injeksi 0 0 0 10 0 0 0 0 450 0
Griseofulvin tablet 125
mg,micronized 16580 5244 12396 13375 86632 9277 7600 20031 17243 8227
Kanamisin sulfat serbuk injeksi
1000 mg/vial 208 100 0 1 0 288 270 0 64 0
Kloramfenikol kapsul 250 mg 38972 80214 62179 61234 459 30131 0 40772 62598 34884
Kloramfenikol suspensi 125mg/5ml 80 2269 316 463 98451 181 0 203 204 708
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
80
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Kotrimoksazol dewasa tablet 125018 46372 68383 87360 6614 111580 29900 67522 121052 87895
Kotrimoksazol pedriatik tablet 23427 0 10446 83182 4150 15 55000 13430 33795 52443
Kotrimoksazol suspensi 6630 11904 8971 5869 12891 6189 2645 7509 7215 10208
Lincomycin 250mg 2162 0 0 0 1508 4507 0 7509 0 0
Lincomycin 500mg 18522 4889 8967 35806 0 0 15480 10866 1304 0
Ofloxacin 0 0 0 0 138 0 0 0 0 0
Oksitetraksiklin inj50 mg/ml-10ml 0 218 0 698 2952 155 0 0 0 0
Rifampisin kaplet 600 mg 100 0 0 10766 0 0 0 0 0 0
Rifampisin kapsul 300 mg 116 1170 1580 554 10410 0 0 0 7044 0
Rifampisin kapsul 450 mg 4393 170 1378 25015 1634 733 20000 8004 0
Sefadroksil 250 mg kapsul 0 0 100 0 20007 0 0 198 0 0
Sefadroksil 500 mg kapsul 14039 26406 1142 11750 32731 4901 8760 9350 2700 0
Sefadroxil syr 72 99 0 0 0 0 0 0 0 0
Siprofloksasin 250 mg tablet 10858 0 2317 0 0 0 0 3452 0 0
Siprofloksasin 500 mg tablet 59248 28673 21466 26689 11066 60190 39450 40886 15772 46389
Streptomisin sulfat inj.1g/vial 0 0 0 31589 0 0 0 0 362 0
Tetrasiklin hcl kapsul 250 mg 37282 23949 62986 42707 18925 39521 108000 2873 40446 24301
Tetrasiklin hcl kapsul 500 mg 8529 0 14033 450 3685 2220 5500 3646 5060 0
Thiamphenicol 500 mg kps 3403 20390 266 850 0 10631 0 2041 3033 100
Jumlah 1149111 989652 754802 1210427 922179 1025441 1574448 712174 1182358 1298138
2 Antibiotik topikal Gentamisin sulfat salep kulit 4241 457 1152 3498 6480 3749 29236 0 1799 2513
Kloramfenikol+hidrokortison 2,5 % 495 1302 1326 1351 361 670 0 0 1621 1119
Kloramfenikol salep 2 % 817 2080 887 234 838 1611 0 0 111 2700
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
81
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Oksitetraksiklin hcl salep 3% 4925 2374 5343 1252 3371 3110 0 2593 6191 1995
Jumlah 10478 6213 8708 6335 11050 9140 29236 2593 9722 8327
Jumlah
1159589 995865 763510 1216762 933229 1034581 1603684 714767 1192080 1306465
Xiii Oat Etambutol hcl tablet 250 mg 0 0 750 0 0 0 0 0 0 0
Etambutol tablet 500 mg 344 0 629 0 0 204 0 0 3112 0
Fdc 1-3 162 0 1 16 127 0 0 0 231 0
Fdc -2 0 0 1 0 0 0 0 0 23 0
Isoniazid tablet 100 mg 930 830 2103 35975 2212 72653 0 3228 0
Isoniazid tablet 300 mg 7878 770 7910 7336 13014 2307 6992 0 30181 10
O a t katagori 3 132 23 35 15210 0 0 0 0 0 0
Oat katagori sisipan 2 5 70 451 0 0 0 0 16 1
Oat katagori anak 1 0 24 20 48 70184 0 2 77 1
Obat antituberkulosis kategori 1 17 41 141 258 0 0 0 15 15 7
Obat antituberkulosis kategori 2 2 0 114 28 12 0 0 0 1 0
Pirazinamid tablet 500 mg 2400 0 3564 3020 41032 0 3268 2740 1295 0
Jumlah 11868 1669 15342 62314 54233 74907 82913 2757 38179 19
Xiv Antifungi Antifungi doen kombinasi 153 128 1873 1003 260 1116 22263 0 926 669
Kandistatin 0 0 0 16 0 0 0 0 0 0
Ketokonazole 4865 3377 250 122 11873 8712 13287 0 3381 0
Ketokonazole cream 0 143 0 0 2277 825 0 0 0 0
Kifluzole 0 0 0 0 0 0 0 0 1678 0
Metronidazol tablet 250 mg 5037 1808 5257 1417 11168 83 9240 1971 21101 1484
Metronidazole tablet 500 mg 12771 5127 6579 1250 42306 0 6941 8900 813
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
82
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Miconazole 2% krim 2505 1695 2088 891 0 0 0 0 1487 1680
Nistatin 100.000 iu/g [Link] 2645 639 2285 1775 4954 2940 9546 0 2497 1433
Nistatin 500.000 iu tablet salut 136 1051 143 1290 26 0 0 763 358
Jumlah 28112 7790 17931 11946 33072 56008 54336 8912 40733 6437
Xv Antivirus Asiklovir 200 mg tablet 22534 0 28917 34151 16382 290 0 6512 25547 25799
Asiklovir 400 mg talet 30136 7831 12157 1557 27496 30660 0 14564 13638 19133
Asiklovir krim 5 % 4687 718 13447 2013 2525 1678 1150 1598 1426 1493
Tamiflu 0 0 0 373 0 0 0 0 0 0
Jumlah 57357 8549 54521 38094 46403 32628 1150 22674 40611 46425
Xvi Anthelmintik Albendazol tablet 400 mg 0 0 0 2110 0 908 0 0 2545 553
Mebendazol 500 mg tablet 0 0 0 600 0 0 0 0 0 0
Mebendazol sirup 100 mg/5 ml 0 0 0 100 0 0 0 0 0 0
Mebendazol tablet 100 mg 0 0 0 520 0 0 0 0 0 0
Metronidazol tablet 250 mg 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Metronidazole tablet 500 mg 0 0 5737 6579 0 0 0 0 0 0
Pirantel pamoat tablet 365 mg 52268 1046 3474 1291 836 3157 0 1300 1775 51041
Jumlah 52268 1046 9211 11200 836 4065 0 1300 4320 51594
Xvii Obat yang Metilergometrin inj.0.2 mg - 1ml 581 0 355 334 762 1810 0 16 239 90
bekerja pada
uterus Metilergometrin tab salut 0.125 mg 606 0 405 72 400 3025 0 365 2097 111
Oksitosin inj.10 iu/ml - 1ml 496 0 85 271 1430 89570 0 823 1960
Jumlah 1683 0 845 677 2592 94405 0 381 3159 2161
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
83
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Xviii Topikal
1 Preparat mata Gentamisin sulfat tetes mata 1420 261 32 95 0 663 0 0 0 0
Gentamycin salep mata 154 0 0 203 0 0 0 0 0 0
Kloramfenikol salep mata 1% 8637 0 3627 936 2245 11213 1732 0 1962 2027
Kloramfenikol tetes mata 1 % 1716 0 809 119 2546 1843 0 0 1562 829
Oksitetraksiklin hcl salep mata 1422 1305 807 1517 618 1350 0 0 1280 2081
Sulfasetamid natrium tetes mata
15% 0 0 0 0 0 0 0 0 151 0
Jumlah 13349 1566 5275 2870 5409 15069 1732 0 4955 4937
2 Preparat telinga Fenol gliserol tetes telinga 10% 1434 2676 3549 285 1352 4129 0 0 997 120
Kloramfenikol tetes telinga 3% 14 1837 10861 1006 2182 2179 3144 4802 1569 1218
Hydrogen peroksida 1793 0 0 1291 0 0 0 0 0 0
Jumlah 3241 4513 14410 2582 3534 6308 3144 4802 2566 1338
Preparat
3 mulut/tenggorokan Betadine obat kumur 30 110 96 1220 0 0 0 6 0 0
Borax glicerol 1966 1529 0 0 0 0 0 0 0 0
Gentian violet larutan 1% 1384 505 6938 1096 458 6502 1272 633 1229 1606
Kalium permanganat serbuk 0 0 0 0 0 0 638 0 27 1
Polikresulen 20 29 0 33 6 25 0 0 27 1
Yodium povidon larutan 10% 1 lt 18 2 18 18 1 18 18 1 76 0
Yodium povidon larutan 10% 30
ml 13 0 47 31 2 1 0 10 119 0
Yodium povidon larutan 10% 300
ml 49 84 103 15 1 0 0 53 171 49
Jumlah 3480 2259 7202 2413 468 6546 1928 703 1649 1657
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
84
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
4 Preparat kulit Anti bakteri doen salep komb. 20986 417 332 1390 0 0 0 0 0 14
Bioplacenton jelly 634 284 119 32 42 192 135 59 143 295
Counterpain krim 0 3719 179 50 40 0 0 129 0 0
Gentamisin sulfat salep kulit 0 0 0 0 0 0 1760 1866 0 0
Gentamisin sulfat salep kulit 0 0 0 0 0 0 1760 1866 0 0
Ikhtamol salep 10 % 357 284 470 68 332 232 24 85 136 440
Kalium permanganat serbuk 1001 3719 2419 765 3243 12 0 1614 5120 832
Minyak ikan salep 10% 212 0 194 372 296 2926 0 0 266 85
Salep 2-4 kombinasi 372 0 2229 1490 1025 987 1080 164 2564 680
Salisil bedak 2 % 4933 1579 3525 2913 5693 3058 0 1030 4028 283
Jumlah 28495 10002 9467 7080 10671 7407 2999 4947 12257 2629
Jumlah 48565 18340 36354 14945 20082 35330 9803 10452 21427 10561
Difenhidramin hcl inj. 10 mg/ml
Xix Antihistamin 0.1 ml 294 27 322 2178 2479 379 450 180 1135 85
Diphenhidramin hcl tablet 25 mg 2102 0 0 0 0 224 0 0 0
Heksamin tablet 500 mg 0 0 8614 402 0 0 0 0 13179 282
Klorfeniramin maleat (ctm) tablet
4 mg 670429 390165 374008 456257 699527 664652 362000 462447 614950 747555
Loratadine (micronized) / claritin 5961 8004 210 4111 0 11664 0 0 10493 925
Jumlah 678786 398196 383154 462948 702006 676919 362450 462627 639757 748847
Xx Vaksin Vaksin polio tetes 137 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Serum anti rabies 0 0 2875 0 0 0 0 2875 0 0
Jumlah 137 0 2875 0 0 0 0 2875 0 0
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
85
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Xxi Larutan steril Dekstran 70-larutan 6% steril 5 0 47 0 0 0 0 0 0 0
Glukosa [Link] 5% steril 156 0 46 120 196 54 245 38 67 13
Glukosa [Link] 10% steril 1289 0 0 0 0 0 0 0 1 0
Glukosa [Link] 40% steril 135 0 0 0 0 0 0 0 15 0
Kombinasi natrium klorida dan
glukosa 0,45 %/ 5% larutan infus
steril . 30 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Magnesium SO4 inj(iv) 20%-25ml 0 0 0 85 0 0 0 26 0 0
Magnesium SO4inj.(iv) 45 -25ml 0 0 0 23 0 0 0 0 0 0
Natrium Cl lar infus 0.9 % steril 0 0 192 238 172 40 55 26 152 36
Natrium tiosulfat inj.25%-10 ml 0 0 57 3390 0 0 0 0 0 0
Ringer laktat larutan infus steril 412 278 357 923 465 677 40 33 261 245
Jumlah 2027 278 699 4779 833 771 340 123 496 294
Xxii Vitamin Asam askorbat (vit.c) tab.250 mg 101431 64085 0 0 51135 532390 0 45 5000 0
Asam askorbat (vit.c)tab.50 mg 0 0 1226979 406488 391580 0 178000 172355 564240 280694
Asam folat 1 mg tablet 0 0 25484 16815 1877 0 0 6315 30933 0
Becefort 548 0 2177 1000 0 0 0 0 0
Bioneuron 919 0 6564 990 2599 0 0 2040 0 8430
Bisolvon drop 0 0 70 2 0 0 0 0 0
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
86
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No Golongan obat Nama obat lama minggu baru
Calcidor 0 0 0 256 0 0 0 0 0
Cavit w/g 0 0 100 8 77 7 0 122 87 3
Hemafort 0 0 0 0 5672 0 0 0 0 0
Kalsium laktat (kalk) tab.500 mg 302071 155275 175411 321751 274106 288402 69000 156479 271701 225974
Methil cobalt 500 mg 0 0 0 0 4172 0 0 0 0 0
Multivit 4969 1200 0 0 0 0 0 0 0 0
Multivitaplex syr 159 0 0 11 0 0 0 0 0 0
Neuroborant 0 0 11300 0 0 0 0 0 0 0
Neurovit e 0 0 0 0 1040 0 0 0 0 0
Piridoksin hcl tablet 10 mg 589448 233240 170456 289753 386608 414204 383500 159730 510130 199448
Retinol ( vitamin a ) kapsul
200.000 iu 1723 0 24226 21175 64163 30 0 0 76106 142
Retinol tablet salut 50.000 iu 400 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Retinol 100.000 iu tablet 4460 3000 0 0 8489 0 0 0 16430 0
Retinol 200.000 iu tablet 4 20000 0 0 0 0 0 0 0 0
Sangobion kap 0 0 0 0 0 0 0 9555 0 0
Sianokobalamin ( vit.b 12 ) inj.
500 mcg/ml 41 576 3000 155 0 118 0 793 347 0
Tablet tambah darah kombinasi 473557 144720 100804 103519 400627 270011 73000 45097 403490 170119
Thiamin hcl(vit b1) tablet 50 mg 438450 216885 310038 298045 231545 349836 -70000 195533 356592 196148
Tiamin hcl ( vit b1 ) inj.100
mg/ml - 1 ml 0 440 5030 0 0 42344 0 3530 1088 0
Vitamin 6.000 iu tab 910 8795 13733 6735 0 2675 30000 7317 100 7313
Vitamin b kompleks tablet 533018 858360 259594 374693 451662 579516 54000 287623 503047 374157
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
87
Lampiran 16 (Lanjutan). LPLPO Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011
Golongan Kebayoran Pasar Kebayoran
Cilandak Mampang Pesanggrahan Tebet Setiabudi Pancoran Jagakarsa
No obat Nama obat lama minggu baru
Vitamin b12 50 mcg tablet 481270 334385 252074 296080 176840 205619 244000 62740 271373 153844
Xylestesin hijau inj 0 0 0 0 0 0 0 298 0 0
Jumlah 2933378 2040961 2587040 2137476 2452192 2685152 961500 1109572 3010664 1616272
Xxiii Obat lain Atropin sulfat injeksi 0,25 mg. 0 0 0 0 0 659 0 0 0 0
Atropine i mg/ml injeksi
1ml/ampul 0 0 0 0 0 39 0 0 0 0
Borax glicerol 0 0 1157 258 3489 1160 0 1752 3312 2025
Cresophene 0 0 24 10 12 9 0 5 18 4
Heksamin tablet 500 mg 0 0 0 0 3295 0 0 0 0 0
Kuinin dihidroklorida inj.25% 2
m 0 0 0 0 0 4454 0 0 0 0
Lisol 0 0 0 0 0 266 0 0 0 0
Methionin tablet 100 mg 0 0 0 0 1279 0 0 0 0 0
Natrium bikarbonas inj.0,4%
meylon 0 0 0 0 1000 0 0 0 0 0
Natrium bikarbonat tab.500 mg 0 0 3540 101698 3147 0 0 0 7376 260
Nephrolit 0 0 0 442 0 0 0 0 0 0
Propiltiourasil tablet 100 mg 0 0 0 6641 1831 0 0 0 16 4
Silver amalgam serbuk 65 - 75 % 0 0 10 8 13 14 0 12 10722 2293
Jumlah 0 0 4731 109057 14066 6601 0 1769 21444 4586
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
UNIVERSITAS INDONESIA
REKAPITULASI LAPORAN PEMAKAIAN DAN LEMBAR
PERMINTAAN OBAT (LPLPO)
DAN LAPORAN BULANAN DATA KESAKITAN (LB1)
PUSKESMAS KEBAYORAN BARU DAN SETIA BUDI
DI SUKU DINAS KESEHATAN JAKARTA SELATAN
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2011
TUGAS KHUSUS PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER
FIKA ENRI APRIGIYONIES, [Link]
1106046906
ANGKATAN LXXIV
DEPARTEMEN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM PROFESI APOTEKER
DEPOK
FEBRUARI 2012
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
UNIVERSITAS INDONESIA
REKAPITULASI LAPORAN PEMAKAIAN DAN LEMBAR
PERMINTAAN OBAT (LPLPO)
DAN LAPORAN BULANAN DATA KESAKITAN (LB1)
PUSKESMAS KEBAYORAN BARU DAN SETIA BUDI
DI SUKU DINAS KESEHATAN JAKARTA SELATAN
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2011
TUGAS KHUSUS PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER
FIKA ENRI APRIGIYONIES, [Link]
1106046906
ANGKATAN LXXIV
DEPARTEMEN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM PROFESI APOTEKER
DEPOK
FEBRUARI 2012
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iii
DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................iv
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................
[Link] Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Tujuan .................................................................................................... 3
BAB 2 TINJAUAN UMUM ....................................................................................
2.1 Suku Dinas Kesehatan............................................................................ 4
2.2 Pusat kesehatan Masyarakat ................................................................... 8
2.3 Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) .............. 12
2.4 Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) .............................................. 14
BAB 3 PELAKSANAAN ........................................................................................
3.1 Waktu dan Tempat ............................................................................... 15
3.2 Cara Kerja ............................................................................................ 15
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................ 17
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................
5.1 Kesimpulan .......................................................................................... 25
5.2 Saran ..................................................................................................... 26
DAFTAR REFERENSI ....................................................................................... 27
ii
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1. Alur Pelaporan Obat di Puskesmas .................................................. 12
Gambar 4.1. Presentase dari 13 obat terbanyak berdasarkan LPLPO Kecamatan
Kebayoran Baru periode 2011 ......................................................... 18
Gambar 4.2. Presentase dari 13 obat terbanyak berdasarkan LPLPO Kecamatan
Setia Budi periode 2011................................................................... 19
Gambar 4.3. Presentase dari 13 penyakit terbanyak perdasarkan LB1 Kecamatan
Kebayoran Baru periode 2011 ......................................................... 20
Gambar 4.4. Presentase dari 13 penyakit terbanyak perdasarkan LB1 Kecamatan
Setia Budi periode 2011................................................................... 21
iii
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Puskesmas kecamatan di Kota Administrasi Jakarta Selatan dan
puskesmas kelurahan yang berada dalam ruang lingkupnya ..................... 29
Lampiran 2. Dua puluh pemakaian obat terbanyak, satuan, dan jumlahnya di
Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru ...................................................... 30
Lampiran 3. Dua puluh pemakaian obat terbanyak, satuan, dan jumlahnya di
Puskesmas Kecamatan Setia Budi ................................................................. 30
Lampiran 4. Tiga Belas penyakit terbanyak, berdasarkan Laporan Bulanan Data
Kesakitan (LB1) di Puskesmas KecamatanKebayoran Baru ...................... 31
Lampiran 5. Tiga Belas penyakit terbanyak, berdasarkan Laporan Bulanan Data
Kesakitan (LB1) di Puskesmas Kecamatan Setia Budi ................................ 32
iv
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur
kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945. Definisi kesehatan menurut UU nomor 36 tahun
2009 tentang kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual
maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara
sosial dan ekonomis. Upaya kesehatan harus dilakukan secara terpadu, terintregasi
dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,
pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau
masyarakat (Depkes RI, 2009).
Setiap upaya pembangunan harus dilandasi dengan wawasan kesehatan
dalam arti pembangunan nasional harus memperhatikan kesehatan masyarakat dan
merupakan tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.
Pembangunan nasional harus disertai dengan pembangunan kesehatan.
Pembangunan kesehatan harus didukung oleh sumber daya kesehatan yang
memadai, diantaranya adalah sediaan farmasi dan pelayanan kesehatan. Termasuk
di dalam sediaan farmasi adalah obat, obat tradisional, bahan obat, dan kosmetik,
dan yang termasuk di dalam pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan
dasar di puskesmas dan tenaga kesehatan yang bekerja di dalamnya.
Manajemen obat perlu dilakukan untuk menjamin bahwa obat yang akan
digunakan bermutu, aman, tepat efikasinya, jumlahnya tepat, dan tersedia serta
dapat dijangkau keberadaanya oleh masyarakat di semua golongan. Hal tersebut
dapat terlaksana dengan adanya sistem dan tenaga kesehatan yang handal. Jika
terjadi ketidaktepatan dalam manajemen obat tersebut, seperti obat yang kurang
atau lebih jumlahnya, obat kadaluarsa, atau obat tidak tepat penggunaan, dapat
dikarenakan tidak efisien dan efektif dalam proses perencanaan, pengorganisasian
dan pengendalian obat. Pendokumentasian obat dalam catatan fisik maupun
1 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
2
elektronik dapat mengoptimalkan manajemen obat karena dapat dimilikinya data
yang lengkap dan rapi dari obat, untuk perencanaan pengadaan obat, mencegah
kesalahan, dan dapat digunakan untuk penelusuran kesalahan.
Pemerintah bertanggung jawab untuk merencanakan, mengatur,
menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan
yang merata dan terjangkau oleh masyarakat, dalam hal pelayanan publik.
(Depkes RI, 2009). Adanya otonomi daerah, sebagian kewenangan dan tugas
pemerintah pusat dilimpahkan ke pemerintah daerah. Oleh karena itu, pemerintah
DKI Jakarta melalui surat keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 58
Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Provinsi DKI
Jakarta mendirikan Suku Dinas Pelayanan Kesehatan (Sudin Yankes) dan Suku
Dinas Kesehatan Masyarakat (Sudin Kesmas) (Gubernur Provinsi DKI Jakarta,
2008). Berdasarkan Perda No. 10 tahun 2008, pada Januari 2009 Sudin Yankes
dan Sudin Kesmas digabung menjadi satu sehingga sekarang menjadi Suku Dinas
Kesehatan (Sudinkes) di setiap kota administrasi yang berada di DKI Jakarta,
yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur
dan Pulau Seribu. Sudinkes terutama seksi Farmasi Makanan dan Minuman
mempunyai tugas melaksanakan pelayanan perizinan, pembinaan, pengawasan,
dan pengendalian pelayanan kesehatan (Gubernur Provinsi DKI Jakarta, 2009).
Dalam pengawasan obat, dilakukan pengawasan terhadap penggunaan obat di
puskesmas melalui Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO).
Pengawasan LPLPO untuk monitoring dan evaluasi persediaan obat di puskesmas
(Hayati, 2011). Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) juga penting untuk
mengetahui penyakit dan jumlahnya yang terjadi dalam suatu kecamatan.
Pada Suku Dinas Kesehatan, seksi yang bertanggung jawab terhadap
Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) adalah seksi Sumber
Daya Kesehatan subseksi Farmasi Makanan dan Minuman. Salah satu sumber
daya kesehatan yang berperan penting dalam manajemen obat adalah apoteker.
Seksi yang bertanggung jawab terhadap Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1)
adalah seksi Kesehatan Masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka
mahasiswa
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
3
Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) diberikan tugas khusus mengenai
rekapitulasi dan LPLPO dan rekapitulasi Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1)
pada Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru dan Setia Budi wilayah Jakarta
Selatan.
1.2. Tujuan
Pelaksanaan PKPA di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta
Selatan Seksi Sumber Daya Kesehatan, terutama di bagian Farmasi Makanan dan
Minuman, bertujuan agar mahasiswa calon apoteker:
a. Mengetahui sistem dan tujuan pelaporan LPLPO Puskesmas.
b. Mengetahui penggolongan obat dari LPLPO yang digunakan di kecamatan
Kebayoran Baru dan Setia Budi wilayah Jakarta Selatan periode Januari-
Desember 2011.
c. Mengetahui jumlah pemakaian obat terbanyak berdasarkan LPLPO yang
digunakan di Kecamatan Kebayoran Baru dan Setia Budi wilayah Jakarta
Selatan periode Januari-Desember 2011.
d. Mengetahui jumlah penyakit terbanyak berdasarkan Laporan Bulanan Data
Kesakitan (LB1) di Kecamatan Kebayoran Baru dan Setia Budi wilayah
Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 2
TINJAUAN UMUM
2.1. Suku Dinas Kesehatan (Gubernur Provinsi DKI Jakarta, 2009)
Suku dinas kesehatan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan,
pengendalian, dan penilaian efektivitas pelayanan kesehatan dan program
kesehatan masyarakat.
Dalam menyelenggarakan tugasnya, suku dinas kesehatan mempunyai
fungsi :
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) dan Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan (PPK) suku dinas.
b. Melaksanakan dokumen pelaksanaan anggaran dan petunjuk pelaksanaan
kegiatan suku dinas.
c. Melaksanakan koordinasi administrasi kesehatan pada lingkup wilayah kota
administrasi.
d. Mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan memanfaatkan data dan informasi
kesehatan pada lingkup kota administrasi.
e. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelayanan kesehatan pada
lingkup administrasi.
f. Menegakkan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan pada lingkup
kota administrasi.
g. Melaksanakan pengembangan peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan.
h. Melaksanakan penyediaaan, penatausahaaan, penggunaan, pemelihara, dan
perawatan prasarana dan sarana kerja suku dinas.
i. Mengelola kepegawaian, keuangan, barang, dan ketatausahaan suku dinas.
j. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian penyelengaraan kesehatan
lingkungan.
k. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian penyelengaraan kesehatan
masyarakat.
l. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan pelayanan
kesehatan perorangan, rujukan, khusus, tradisional, dan keahlian.
m. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian penanggulan kegawatdaruratan,
bencana dan kejadian luar biasa.
4 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
5
n. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian pencegahan dan pemberantasan
penyakit menular / tidak menular.
o. Melaksanakan pembinaan, dan pengendalian ketersediaan kefarmasian.
p. Melaksanakan penyelengaraan surveilans kesehatan.
q. Melaksanakan pemungutan, penatausahaan, penyetoran, pelaporan dan
pertanggungjawaban penerimaan retribusi dan denda administrasi pelayanan
kesehatan.
r. Rekomendasi perizinan bidang kesehatan.
s. Melaksanakan pengembangan peran serta masyarakat dalam upaya
peningkatan gizi dan kesehatan.
t. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan sistem informasi kesehatan.
u. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan sistem manajemen mutu
kesehatan.
v. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian pencapaian standardisasi sarana
prasarana pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta.
w. Melaksanakan pemberian dukungan teknis dan administrasi kepada
masyarakat dan SKPD terkait.
x. Melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, dan barang.
y. Melaksanakan pelaporan dan pertanggungjawaban, penyiapan bahan laporan
dinas kesehatan dan kota administrasi yang terkait dengan tugas dan fungsi
suku dinas.
z. Melaksanakan pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan
fungsi suku dinas kesehatan.
Salah satu fungsi dari suku dinas kesehatan adalah sebagai auditor
di wilayahnya. suku dinas kesehatan dipimpin oleh seorang kepala suku dinas
yang secara teknis dan administratif bertanggung jawab kepada kepala dinas
kesehatan provinsi.
2.1.1. Seksi Sumber Daya Kesehatan
Seksi Sumber Daya Kesehatan yang secara garis besar mempunyai peran
dalam lingkup tenaga kesehatan, mutu kesehatan, serta kefarmasian,
makanan, dan minuman, yang dibagi menjadi beberapa koordinator untuk
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
6
memudahkan pelaksanaan tugas dan fungsi. Koordinator yang terdapat pada
Seksi Sumber Daya Kesehatan adalah Koordinator Tenaga Kesehatan,
Koordinator Pengelola Standardisasi Mutu Kesehatan, serta Koordinator
Farmasi Makanan dan Minuman. Setiap koordinator memiliki fungsi dan tugas
khusus yang mendukung pelaksanaan tugas-tugas dan Seksi Sumber Daya
Kesehatan (SDK). Koordinator pada Seksi SDK yang akan dipaparkan pada bab
ini adalah Farmasi Makanan dan Minuman (Farmakmin).
Tugas pokok Koordinator Farmasi Makanan Minuman adalah:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA), dan Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan (PPK) Seksi
Sumber Daya Kesehatan.
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Petunjuk
Pelaksanaan Kegiatan (PPK) Seksi Sumber Daya Kesehatan.
c. Melaksanakan supervisi dalam rangka rekomendasi perizinan sarana
Farmakmin seperti apotek, apotek rakyat, Sub Penyalur Alat Kesehatan
(Cab/Sub-PAK), Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT), Pangan Industri
Rumah Tangga (PIRT), dan Pedagang Eceran Obat (PEO).
d. Melaksanakan pengelolaan dan layanan perizinan apotek, apotek rakyat,
Sub Penyalur Alat Kesehatan (SPAK), Industri Kecil Obat Tradisional
(IKOT), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan Pedagang Eceran Obat
(PEO).
e. Bimbingan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal) terhadap sarana
pelayanan kesehatan kefarmasian pemerintahan dan swasta.
f. Melakukan akreditasi dan pengawasan mutu pelayanan kesehatan.
g. Mengendalikan mutu pelayanan kefarmasian klinik.
h. Melakukan pengelolaan bidang obat Suku Dinas Kesehatan Kota
Administrasi Jakarta Selatan.
i. Melaksanakan pemantauan harga obat generik dan persediaan cadangan obat
esensial.
j. Melakukan pengamanan obat, obat tradisional, alat kesehatan, kosmetika,
makanan, dan minuman.
k. Memantau dampak lingkungan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
7
l. Melaksanakan rekapitulasi laporan LPLPO (Laporan Pemakaian dan
Lembar Permintaan Obat) puskesmas.
m. Pembinaan produsen, distributor dan penggunaan obat, termasuk narkotika,
psikotropika dan zat aditif (NAPZA).
n. Melaksanakan pengelolaan penyuluhan keamanan pangan serta
memberikan sertifikat penyuluhan industri rumah tangga makanan dan
minuman.
o. Melaksanakan pengelolaan laporan narkotika.
p. Pengelolaan terhadap hasil supervisi.
q. Melaksanakan pencatatan surat masuk dan keluar serta pendistribusiannya.
r. Pengendalian mutu pelayanan kefarmasian komunitas, melalui saran,
rekomendasi perbaikan, penilaian, pemberian penghargaan, sanksi dan
rehabilitasi terhadap sarana farmasi, makanan, dan minuman.
s. Memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dilaporkan profesi dan
masyarakat.
t. Mensosialisasikan perundangan dan program.
u. Bekerja sama dalam tim dengan Koordinator Standardisasi Mutu dan
Koordinator Tenaga Kesehatan.
v. Menilai dan mempertanggungjawabkan kinerja.
w. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan langsung.
2.1.2. Seksi Kesehatan Masyarakat
Seksi Kesehatan Masyarakat merupakan satuan kerja lini suku
dinas kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan
kesehatan masyarakat. seksi kesehatan masyarakat dipimpin oleh seorang
kepala seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada
kepala suku dinas. Seksi Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas :
a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai ruang lingkup tugasnya.
b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) suku dinas sesuai
dalam lingkup tugasnya melaksanakan pengendalian mutu kegiatan
pelaksanaan kesehatan keluarga termasuk kesehatan ibu, bayi, anak balita,
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
8
kesehatan anak prasekolah, usia sekolah, remaja, kesehatan reproduksi,
usia lanjut, keluarga berencana, pekerja wanita, dan asuhan keperawatan.
c. Mengkoordinasikan sektor terkait dan masyarakat profesi untuk
pencegahan dan pengendalian program kesehatan masyarakat.
d. Melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dan informasi.
e. Melaksanakan bimbingan teknis tenaga kesehatan di bidang kesehatan
masyarakat.
f. Melaksanakan kajian perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat
tingkat kota/kabupaten.
g. Melaksanakan menajemen basis data kesehatan melalui sistem informasi
menajemen kesehatan yang terintegrasi.
h. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program gizi dan PPSM.
i. Menerapkan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG).
j. Menyiapkan bahan laporan suku dinas kesehatan yang terkait dengan tugas
Seksi Kesehatan Masyarakat.
k. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas Seksi
Kesehatan Masyarakat.
Seksi Kesehatan Masyarakat menerima pelaporan bulanan angka kesakitan (LB1)
dari puskesmas kecamatan dan melakukan rekapitulasi terhadap data tersebut.
2.2. Pusat Kesehatan Masyarakat
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan
kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja. Secara nasional, standar wilayah kerja suatu
puskesmas adalah satu kecamatan (target penduduk 30.000 jiwa). Apabila pada
satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas maka tanggung jawab wilayah
kerja dibagi antar puskesmas (Departemen Kesehatan RI, 2006). Puskesmas
termasuk fasilitas pelayanan kesehatan strata pertama seperti halnya praktek
dokter, poliklinik, dan balai kesehatan masyarakat (Kepmenkes No. 128 tahun
2004). Berdasarkan Kepmenkes No.128 tahun 2004, visi puskesmas adalah
tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Indikator
pencapaian kecamatan sehat dilihat dari lingkungan sehat, perilaku sehat, cakupan
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
9
pelayanan kesehatan yang bermutu dan derajat kesehatan penduduk kecamatan
(Kepmenkes No. 128 tahun 2004). Pemerintah telah membuat standar pelayanan
kefarmasian di puskesmas untuk menjamin pelayanan kefarmasian di puskesmas.
DOEN dan pedoman pengobatan dasar di puskesmas disusun untuk mencapai
keberhasilan terapi (Departemen Kesehatan RI, 2006).
2.2.1. Klasifikasi Puskesmas (Kepmenkes No. 128 tahun 2004)
Dalam satu kecamatan dapat berdiri beberapa puskesmas. Puskesmas
utama juga memiliki unit bantuan dalam melakukan pelayanannya yaitu
puskesmas pembantu. Puskesmas pembantu yaitu puskesmas yang unit
pelayanannya lebih sederhana serta berfungsi menunjang dan membantu kegiatan
puskesmas yang ruang lingkupnya lebih besar. Ruang lingkup dari puskesmas
pembantu adalah 2 - 3 desa (2500 jiwa untuk luar Jawa dan Bali) atau 10.000 jiwa
(untuk Jawa dan Bali).
2.2.2. Upaya Kesehatan Puskesmas (Kepmenkes No. 128 tahun 2004)
[Link].Puskesmas memiliki kewajiban menjalankan beberapa upaya kesehatan.
Upaya kesehatan tersebut ditentukan berdasarkan kebutuhan utama
masyarakat Indonesia dalam upaya menuju Indonesia Sehat. Upaya
kesehatan wajib menjadi komitmen nasional, regional dan global untuk
dijalankan pada pelayanan kesehatan di puskesmas. Upaya kesehatan
wajib tersebut adalah :
a. Upaya kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana.
b. Upaya promosi kesehatan.
c. Upaya kesehatan lingkungan.
d. Upaya perbaikan gizi.
e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
f. Upaya pengobatan dasar.
[Link].Selain upaya kesehatan yang wajib, puskesmas juga dapat menjalankan
upaya pengembangannya. Upaya kesehatan pengembangan ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan masyarakat di sekitar puskesmas
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
10
serta disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Berikut adalah upaya
kesehatan pengembangan yang telah ada :
a. Upaya kesehatan sekolah.
b. Upaya kesehatan olahraga.
c. Upaya perawatan kesehatan masyarakat.
d. Upaya kesehatan kerja.
e. Upaya kesehatan gigi dan mulut.
f. Upaya kesehatan jiwa.
g. Upaya kesehatan mata.
h. Upaya kesehatan usia lanjut.
i. Upaya pembinaan pengobatan tradisional.
2.2.3. Puskesmas di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan
[Link].Terdapat 67 puskesmas yang tersebar pada 10 kecamatan di wilayah
Jakarta Selatan. Setiap kecamatan memiliki puskesmas kecamatan.
Puskesmas di Jakarta Selatan tidak seluruhnya memiliki beban kerja yang
sama. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhinya adalah :
a. Ruang lingkup wilayah kerja serta jumlah penduduk tiap wilayah kecamatan.
b. Kecenderungan penduduk tiap wilayah kecamatan untuk berobat ke puskesmas.
c. Perbedaan ketersediaan sarana dan tenaga kerja di tiap puskesmas.
[Link] puskesmas kelurahan yang berada dalam ruang lingkup kerja
puskesmas kecamatan.
[Link].Puskesmas dapat membagi ruang – ruang pelayanan pengobatan pasien
sebagai berikut :
a. Poli gigi : melayani pengobatan terkait penyakit gigi dan gusi.
b. Poli umum : melayani pengobatan penyakit selain penyakit gigi dan gusi untuk
pasien berusia 5 – 55 tahun.
c. Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) : melayani pemeriksaan kehamilan,
penggunaan KB ataupun melayani pengobatan bagi ibu hamil.
d. Poli MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sehat) : melayani pengobatan bagi
anak berusia di bawah 5 tahun.
e. Poli lansia (lanjut usia) : melayani pengobatan pasien berusia > 55 tahun.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
11
f. Pengendalian Penyakit Menular (P2M) : melayani pemberian obat bagi pasien
– pasien yang tercatat sebagai penderita penyakit TBC dan kusta.
Umumnya poli umum memiliki jumlah pasien terbanyak bila dibandingkan
dengan poli lainnya.
2.2.4. Sistem Pelaporan Obat Puskesmas di Wilayah Kota Administrasi Jakarta
Selatan
Secara periodik setiap unit dan subunit puskesmas (puskesmas, kamar
obat, kamar suntik, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, dan posyandu)
harus membuat laporan obat dengan menggunakan form LPLPO. Pelaporan dan
pencatatan dilakukan oleh setiap puskesmas di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Puskemas kelurahan mengirimkan laporan penggunaan obat ke puskesmas
kecamatan. Puskesmas kecamatan kemudian merekapitulasi semua laporan dari
puskesmas kelurahan yang berada di bawahnya. Selanjutnya, puskesmas
kecamatan melaporkan hasil rekapitulasi ke suku dinas kesehatan. Wilayah
Jakarta Selatan terdiri dari 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Setia Budi, Kebayoran
Baru, Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, Tebet, Cilandak,
Pesanggrahan, Pancoran, Jagakarsa. Semua Puskesmas kecamatan ini harus
melaporkan penggunaan obat mereka ke Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan
paling lambat tanggal 8 pada bulan berikutnya (Wulandari, 2010).
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
12
Gambar 2.1 Alur Pelaporan Obat di Puskesmas.
2.3. Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) adalah
formulir terpadu yang digunakan dalam sistem informasi obat di tingkat
kabupaten /kota, puskesmas dan puskesmas pembantu. LPLPO digunakan sebagai
laporan pemakaian obat bulanan oleh penanggung jawab obat puskesmas
sekaligus sebagai lembar permintaan kebutuhan obat bulan berikutnya kepada
dinas kesehatan kabupaten/kota. Pemintaan tambahan obat dapat dilakukan sesuai
dengan jadwal yang telah ditetapkan, sedangkan untuk mengatasi kekosongan
obat di puskesmas dapat dilakukan setiap saat sesuai kebutuhan diluar jadwal
yang telah ditetapkan (Wulandari, 2010).
2.3.1. Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat dibuat rangkap tiga,
yaitu:
a. Asli untuk unit pengelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
Kabupaten/Kota.
b. Salinan 1 dikirim untuk instansi penerima (RS/puskesmas).
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
13
c. Salinan 2 unutk arsip dinas kesehatan dati kabupaten/kota (Hayati, 2011).
2.3.2. Isi Laporan Pemakaian dan lembar Permintaan Obat (LPLPO) terdiri dari:
a. Nomor dan tanggal pelaporan dan atau permintaan
b. Nama puskesmas yang bersangkutan
c. Nama kecamatan dari wilayah kerja puskesmas
d. Nama kabupaten/kota dari wilayah kecamatan yang bersangkutan
e. Tanggal pembuatan dokumen
f. Bulan bersangkutan untuk satuan kerja puskesmas
g. Jika hanya melaporkan data pemakaian dan sisa stok obat maka diisi dengan
nama bulan bersangkutan.
h. Jika dengan mengajukan permintaan obat (termasuk pelaporan data obat) diisi
dengan periode distribusi bersangkutan (Hayati, 2011).
Alur pelaporan LPLPO oleh unit pelayanan kesehatan dan daerah dari
Departemen Kesehatan RI sebagai berikut: LPLPO puskesmas kelurahan
melaporkan ke puskesmas kecamatan paling lambat tanggal 1 pada bulan
berikutnya. Puskesmas kecamatan mengirimkan LPLPO ke suku dinas kesehatan
kotamadya/kabupaten selambat-lambatnya tanggal 8 pada bulan berikutnya.
LPLPO kotamadya/kabupaten dikirim kepada dinas kesehatan propinsi setiap 3
bulan. Dinas kesehatan propinsi melaporkan 6 bulan sekali ke Departemen
Kesehatan RI.
Fungsi LPLPO antara lain: laporan pemakaian obat bulanan, lembar
permintaan obat, laporan kunjungan resep, dokumen bukti atau sumber informasi
tentang pengeluaran obat, dokumen bukti atau sumber informasi untuk
penerimaan obat, dokumen bukti atau sumber informasi untuk perencanaan
kebutuhan obat, sarana untuk monitoring dan evaluasi persediaan dan penggunaan
obat, sumber informasi untuk melakukan supervisi dan pembinaan, dan sarana
untuk meningkatkan kepatuhan petugas dalam menyampaikan laporan
(Wulandari, 2010).
Informasi yang dapat diperoleh dari LPLPO adalah jenis dan jumlah sisa
stok atau stok awal obat, jenis dan jumlah persediaan obat, perbandingan antara
jumlah persediaan dengan jumlah pemakaian obat perbulan, perbandingan antara
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
14
pemakaian obat dengan resep, dan perbandingan antara jumlah persediaan dengan
jumlah pemakaian obat perbulan. Data dan informasi yang diperoleh dari LPLPO
ini sangat dibutuhkan untuk perencanaan kebutuhan obat, pendistribusian obat
serta kegiatan pengendalian persediaan obat (Wulandari, 2010)
2.4. Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1)
Laporan Bulanan Data Kesakitan mencakup data dari puskesmas
pembantu dalam wilayah kerja puskesmas, berdasarkan penderita yang datang
berobat ke gedung puskesmas/puskesmas pembantu, maupun yang diobati/dirawat
diluar gedung seperti dirumah, dipanti, di posyandu atau puskesmas keliling, tidak
termasuk rumah sakit. Kasus penyakit yang dilaporkan tidak dibedakan antara
penderita berasal dari dalam wilayah maupun dari luar wilayah puskesmas.
Laporan dari puskesmas pembantu sudah harus diterima oleh puskesmas untuk
selambat-lambatnya tanggal 2 bulan berikutnya dari bulan laporan. Laporan LB1
ini selambat-lambatnya dikirim setiap tanggal 8 bulan berikutnya sesuai dari
bulan laporan ke Suku Dinas Jakarta Selatan Seksi Kesehatan Masyarakat.
Pengisian kolom penyakit per golongan umur dengan angka absolut, apabila tidak
ditemukan kasusnya pada semua golongan umur agar ditulis nihil. (Fadli, 2005.,
Karmoedi, 2002). Laporan Bulanan Data Kesakitan digunakan untuk mengetahui
adanya wabah dan untuk pengadaan dan perencanaan obat. Seksi Kesehatan
Masyarakat Suku Dinas Jakarta Selatan hanya mengolah rekapitulasi data, untuk
masalah tindak lanjut atas LB1 tergantung dari masing-masing program
kesehatan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 3
PELAKSANAAN
3.1 Waktu dan Tempat
Pengambilan data dilakukan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan
Seksi Sumber Daya Kesehatan bagian Farmasi Makanan dan Minuman dan Seksi
Kesehatan Masyarakat dari tanggal 16 Januari 2012 sampai 3 Februari 2012.
3.2. Cara Kerja
3.2.1. Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
Data diambil dari data sekunder berupa Laporan Pemakaian dan Lembar
Permintaan Obat (LPLPO) Kecamatan Kebayoran Baru dan Setia Budi Suku
Dinas Kesehatan Jakarta Selatan bulan Januari-Desember 2011. Data diolah
dengan cara memasukkan data ke program Microsoft Excel sebagai data base
penggunaan obat Kecamatan Kebayoran Baru dan Setia Budi di Suku Dinas
Kesehatan Jakarta Selatan. Data yang dimasukkan yaitu jumlah pemakaian obat
dalam tiap kecamatan tersebut. Data disajikan dalam bentuk tabel untuk
mendapatkan gambaran deskriptif meliputi:
a. Penggolongan obat yang dipakai di Puskesmas Kebayoran Baru dan Setia
Budi Jakarta Selatan pada periode Januari-Desember 2011.
b. Tiga belas pemakaian obat terbanyak di kecamatan Kebayoran Baru dan Setia
Budi Jakarta Selatan pada periode Januari-Desember 2011.
3.2.1. Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1)
Data diambil dari data sekunder berupa Laporan Bulanan Data Kesakitan
(LB1) kecamatan Kebayoran Baru dan Setia Budi Suku Dinas Kesehatan Jakarta
Selatan bulan Januari-Desember 2011. Data diolah dengan cara memasukkan data
ke program Microsoft Excel sebagai data base angka kesakitan Kecamatan
Kebayoran Baru dan Setia Budi di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. Data
yang dimasukkan yaitu jumlah penyakit dalam tiap kecamatan tersebut. Data
disajikan dalam bentuk tabel untuk mendapatkan gambaran deskriptif meliputi:
15 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
16
a. Data kesakitan yang terjadi di Puskesmas Kebayoran Baru dan Setia Budi
Jakarta Selatan pada periode Januari-Desember 2011
b. Tiga belas Data kesakitan atau penyakit terbanyak di kecamatan Kebayoran
Baru dan Setia Budi Jakarta Selatan pada periode Januari-Desember 2011.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
Manajemen obat merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung
pelaksanaan sistem pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Laporan
Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) merupakan formulir terpadu
yang digunakan dalam sistem informasi obat di tingkat kabupaten/kota,
puskesmas kecamatan, dan puskesmas kelurahan. LPLPO digunakan sebagai
laporan pemakaian obat bulanan oleh penanggung jawab puskesmas.
Sistem pelaporan LPLPO Kelurahan di DKI Jakarta dilakukan setiap bulan
ke kecamatan dan sistem pelaporan LPLPO kecamatan di DKI Jakarta dilakukan
setiap bulan ke suku dinas kesehatan. Suku dinas kesehatan menerima laporan
pemakaian obat di puskesmas tiap bulannya sebagai pengawasan terhadap
penggunaan obat di puskesmas sebab puskesmas kecamatan merencanakan sendiri
kebutuhan obatnya untuk pemakaian satu tahun, baik untuk puskesmas kecamatan
maupun puskesmas kelurahan. Hal ini dilakukan karena puskesmas kecamatan di
wilayah DKI Jakarta dianggap mampu melakukan pengelolaan obat sendiri.
Puskesmas kecamatan merencanakan pengadaan obat tiap tahunnya berdasarkan
jumlah pemakaian obat selama setahun, jumlah kunjungan pasien, dan pola
penyakit yang berkembang. Puskesmas kelurahan mendapat distribusi obat dari
puskesmas kecamatan setiap tiga bulan sekali, namun apabila terjadi kekosongan
obat maka puskesmas kelurahan dapat langsung melakukan permintaan obat ke
puskesmas kecamatan. Suku dinas kesehatan tetap menyediakan obat program dan
obat suku dinas jika terjadi kekurangan obat di tingkat kecamatan atau kelurahan
dan jika terjadi kondisi gawat darurat. Sistem pelaporan LPLPO suku dinas
kesehatan di DKI Jakarta dilakukan setiap 3 bulan ke dinas kesehaan provinsi
yang akan diteruskan Kementrian Kesehatan RI.
Data rekapitulasi penggunaan obat pada Laporan Pemakaian dan Lembar
Permintaan Obat (LPLPO) puskesmas dan Laporan Bulanan Data Kesakitan
(LB1) diambil dari LPLPO dan LB1 puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru dan
Setia Budi periode Januari sampai Desember 2011. Puskesmas Kecamatan ini
harus melaporkan penggunaan obat mereka ke Suku Dinas Kesehatan Jakarta
17 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
18
Selatan paling lambat tanggal 8 pada bulan berikutnya. Data diolah secara manual
dengan memasukkan LPLPO dan LB1 ke program Microsoft Excel sebagai
rekapitulasi LPLPO dan LB1 perbulan dari puskesmas kecamatan tersebut.
Berdasarkan data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
(LPLPO) di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru wilayah Jakarta Selatan
periode Januari-Desember 2011, 13 obat yang paling banyak dipakai secara
berurutan dari yang terbesar yaitu Parasetamol Tablet 500 mg, Klorfeniramin
Maleat (CTM) Tablet 4 mg, Amoksisilin Kapsul 500 mg, Gliseril Guayakolat
Tablet 100 mg, Vitamin B Kompleks Tablet, Antasida Doen Tablet Kombinasi,
Thiamin HCl (Vit B1) Tablet 50 mg, Asam Askorbat (Vit.C) Tablet 50 mg,
Deksametason Tablet 0,5 mg, Piridoksin HCl Tablet 10 mg, Kalsium Laktat
(Kalk) Tablet 500 mg, Antalgin (Metampiron) Tablet 500 mg, Asam Mefenamat
Tablet Salut Selaput 500 mg. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 2.
Parasetamol Tablet 500
mg
Presentase 13 Pemakaian Klorfeniramin Maleat
Obat Terbanyak (CTM) Tablet 4 mg
Amoksisilin Kapsul 500
Kecamatan Kebayoran Baru mg
Gliseril Guayakolat 100
mg
5% 4% 3% Vitamin B Kompleks
5% Tablet
15% Antasida Doen Tablet
5%
Kombinasi
5% 14% Thiamin CL(Vit B1)
Tablet 50 mg
13% Asam Askorbat
9% 9% (Vit.C)Tablet 50 mg
6% Deksametason Tablet 0,5
7% mg
Piridoksin HCL Tablet
10 mg
Kalsium Laktat (Kalk)
Tablet 500 mg
Antalgin (Metampiron)
Tablet 500 mg
Asam Mefenamat Tablet
Salut Selaput 500 Mg
Gambar 4.1 Presentase dari 13 obat terbanyak berdasarkan LPLPO
Kecamatan Kebayoran Baru periode 2011
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
19
Berdasarkan data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
(LPLPO) di Puskesmas Kecamatan Setia Budi wilayah Jakarta Selatan periode
Januari-Desember 2011, 13 obat yang paling banyak dipakai secara berurutan dari
yang terbesar yaitu : Parasetamol Tablet 500 mg, Klorfeniramin Maleat (CTM)
Tablet 4 mg, Amoksisilin 500 Kapsul mg, Piridoksin HCl Tablet 10 mg, Vitamin
B Kompleks Tablet, Asam Askorbat (Vit.C) Tablet 50 mg, Thiamin HCl (Vit B1)
Tablet 50 mg, Vitamin B12 Tablet 50 mcg, Tablet Tambah Darah Kombinasi,
Piridoksin Hcl Tablet 10 mg, Gliseril Guayakolat Tablet 100 mg, Deksametason
Tablet 0,5 mg, Kalsium Laktat (Kalk) Tablet 500 mg. Hasil selengkapnya dapat
dilihat pada Lampiran 3.
Presentase 13 Pemakaian Obat Terbanyak
Kecamatan Setia Budi
Parasetamol Tablet 500 mg
Klorfeniramin Maleat (CTM)
Tablet 4 mg
Amoksisilin 500 Kapsul mg
Piridoksin HCLTablet 10 mg
5% 2% 2%
5% Vitamin B Kompleks Tablet
6% 18%
Asam Askorbat (Vit.C)Tablet
6% 11% 50 mg
Thiamin HCL (Vit B1) Tablet
10% 50 mg
9%
7% 9% 10% Vitamin B12 Tablet 50 mcg
Tablet Tambah Darah
Kombinasi
Piridoksin Hcl Tablet 10 mg
Gliseril Guayakolat 100 mg
Deksametason Tablet 0,5 mg
Kalsium Laktat (Kalk) Tablet
500 mg
Gambar 4.2 Presentase dari 13 obat terbanyak berdasarkan LPLPO
Kecamatan Setia Budi periode 2011
Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) digunakan untuk melihat wabah
penyakit serta untuk pengadaan dan perencanaan obat. Berdasarkan data Laporan
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
20
Bulanan Data Kesakitan (LB1) di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru
wilayah Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011, 13 penyakit terbanyak
secara berurutan dari yang terbesar yaitu : infeksi akut lain pernafasan atas,
penyakit pulpa dan jaringan perapikal, penyakit darah tinggi, penyakit pada sistem
otot dan jaringan pengikat, diare, penyakit kulit infeksi, tonsilitis, penyakit kulit
alergi, ginggivitis dan penyakit periodontal, penyakit mata lainya, gangguan gigi
dan jaringan penyangga lain, penyakit lain pada saluran pernafasan atas, infeksi
telinga tengah. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4.
Presentase 13 penyakit terbanyak Infeksi akut lain pernafasan
Kecamatan Kebayoran Baru atas
Penyakit pulpa dan jaringan
perapikal
Penyakit darah tinggi
Penyakit pada sistem otot dan
2% jaringan pengikat
2% 1% 1% Diare
4%
5%
Penyakit kulit infeksi
6% 41%
6%
Tonsilitis
6%
7% Penyakit kulit alergi
7% 12%
Ginggivitis dan penyakit
periodontal
Penyakit mata lainya
Gangguan gigi dan jaringan
penyangga lain
Penyakit lain pada saluran
pernafasan atas
Infeksi telinga tengah
Gambar 4.3 Presentase dari 13 penyakit terbanyak perdasarkan LB1 Kecamatan
Kebayoran Baru periode 2011
Berdasarkan data Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) di Puskesmas
Kecamatan Setia Budi wilayah Jakarta Selatan periode Januari-Desember 2011,
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
21
13 penyakit terbanyak secara berurutan dari yang terbesar yaitu : infeksi akut lain
pernafasan atas, penyakit pulpa dan jaringan perapikal, penyakit pada sistem otot
dan jaringan pengikat, penyakit lain pada saluran pernafasan atas, penyakit darah
tinggi, penyakit kulit infeksi, penyakit kulit alergi, diare, ginggivitis dan penyakit
periodontal, penyakit mata lainya, gangguan gigi dan jaringan penyangga lain,
tonsilitis, infeksi telinga tengah. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran
5.
Infeksi akut lain pernafasan
Presentase 13 penyakit terbanyak atas
Kecamatan Setia Budi Penyakit pulpa dan jaringan
perapikal
Penyakit pada sistem otot
dan jaringan pengikat
2%
1% Penyakit lain pada saluran
3% 2%
4% pernafasan atas
5%
5% Penyakit darah tinggi
42%
6% Penyakit kulit infeksi
6%
7% Penyakit kulit alergi
7% 10%
Diare
Ginggivitis dan penyakit
periodontal
Penyakit mata lainya
Gangguan gigi dan jaringan
penyangga lain
Tonsilitis
Infeksi telinga tengah
Gambar 4.4 Presentase dari 13 penyakit terbanyak perdasarkan LB1 Kecamatan
Setia Budi periode 2011
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
22
Berdasarkan urutan data kesakitan terbanyak dari Puskesmas Kebayoran
Baru dan Setia Budi penyakit yang paling banyak terjadi adalah infeksi akut lain
saluran pernafasan bagian atas (41% untuk Kecamatan Kebayoran Baru, 42 %
untuk Kecamatan setia Budi) yang termasuk dalam Infeksi Saluran Pernapasan
Atas (ISPA). Definisi dan Patofisiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
adalah infeksi akut yang dapat terjadi disepanjang saluran pernafasan dan
organnya (telinga bagian tengah, cavum pleura dan sinus paranasalis) (Utari,
2010). Secara anatomik, ISPA dikelompokkan menjadi ISPA bagian atas
misalnya batuk pilek, faringitis, otitis media, sinusitis, tonsilitis dan ISPA bagian
bawah seperti bronkhitis, bronkhiolitis dan pneumonia. Infeksi Saluran
Pernafasan Akut bagian atas jarang menimbulkan kematian walaupun insidennya
lebih besar dari ISPA bagian bawah (Sukandar, 2010). Berdasarkan Laporan
Bulanan Data kesakitan (LB1), penyakit saluran pernapasan bagian atas terdiri
dari tonsillitis, infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas, dan penyakit
lain pada saluran pernapasan bagian atas. Infeksi akut lain pada saluran
pernafasan bagian atas adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri ataupun
virus yang terdiri dari otitis media, sinusitis, faringitis, dan influenza.
Penatalaksanaan infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas dari akan
dihubungkan dengan pemakaian obat yang banyak digunakan dari data LPLPO
Puskesmas Kebayoran Baru dan Setia Budi untuk melihat kesesuaian secara garis
besar antara penyakit dan pengobatan dilihat dari angka terbanyaknya.
Faringitis adalah inflamasi atau infeksi dari membran mukosa faring
(dapat juga tonsilo palatina) (DepKes RI, 2007). Faringitis akut biasanya
merupakan bagian dari infeksi akut orofaring yaitu tonsilo faringitis akut, atau
bagian dari influenza (rinofaringitis). Penatalaksanaan influenza dan faringitis
akut, untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan digunakan Parasetamol
dan untuk infeksi sekunder digunakan antibiotik Amoksisillin, Kotrimoksazol,
dan Eritromisin. Jika penyebab influenza adalah karena alergi, dapat diberikan
antihistamin seperti CTM, dan untuk mengurangi peradangan diberikan
kortikosteroid seperti Deksametason. Dapat diberikan obat mukolitik atau
ekspektoran untuk mengurangi dahak. Berdasarkan LPLPO Puskesmas
Kebayoran Baru, Parasetamol Tablet 500 mg (15%), Amoksisilin Kapsul 500 mg
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
23
(13%), Kloefeniramin maleat (CTM) Tablet 4 mg (14%), Deksametason Tablet
0,5 mg (5%) dan Gliseril Guayakolat Tablet 100 mg (9%) yang digunakan dalam
penatalaksanaan influenza atau faringitis akut masuk dalam 9 terbanyak
penggunaan obat, sedangkan berdasarkan LPLPO Puskesmas Kecamatan Setia
Budi, Parasetamol Tablet 500 mg (18%), Amoksisilin Kapsul 500 mg (10%),
Kloefeniramin Maleat (CTM) Tablet 4 mg (11%), Gliseril Guayakolat Tablet 100
mg (5%), dan Deksametason Tablet 0,5 mg (2 %) termasuk dalam 12 terbanyak
penggunaan obat.
Otitis Media Akut (OMA) adalah radang akut telinga tengah yang terjadi
terutama pada bayi atau anak yang biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas
bagian atas. Penatalaksanaan OMA, diberikan antibiotik Amoksisilin, Ampisillin,
dan Eritromisin. Untuk mengatasi demam dan rasa nyeri diberikan analgetik
antipiretik seperti Parasetamol dan untuk mengatasi gejala alergi diberikan
antihistamin seperti CTM dan untuk mengurangi peradangan diberikan
kortikosteroid seperti Deksametason. Berdasarkan LPLPO Puskesmas Kebayoran
Baru, Parasetamol Tablet 500 mg (15%), Amoksisilin Kapsul 500 mg (13%),
Kloefeniramin maleat (CTM) Tablet 4 mg (14%), Deksametason Tablet 0,5 mg
(5%) yang digunakan dalam penatalaksanaan OMA masuk dalam 9 terbanyak
penggunaan obat, sedangkan berdasarkan LPLPO Puskesmas Kecamatan Setia
Budi Parasetamol Tablet 500 mg (18%), Amoksisilin Kapsul 500 mg (10%),
Kloefeniramin Maleat (CTM) Tablet 4 mg (11%), dan Deksametason Tablet 0,5
mg (2 %) termasuk dalam 12 terbanyak penggunaan obat.
Sinusitis adalah suatu peradangan pada sinus yang terjadi karena alergi
atau infeksi virus, bakteri maupun jamur. Sinusitis bisa terjadi pada salah satu dari
keempat sinus. Sinusitisis akut terjadi sampai dengan 4 minggu. Penatalaksanaan
sinusitis, diberikan antibiotik Amoksisilin dan Kotrimoksazol untuk
mengendalikan infeksi bakteri. Analgesik antipiretik seperti Parasetamol
diberikan untuk mengurangi rasa nyeri, dan untuk mengurangi peradangan
diberikan kortikosteroid seperti Deksametason. Antihistamin tidak efektif untuk
sinusitis. Berdasarkan LPLPO Puskesmas Kebayoran Baru Parasetamol Tablet
500 mg (15%), Amoksisilin Kapsul 500 mg (13%), yang digunakan dalam
penatalaksanaan sinusitis masuk dalam 3 terbanyak penggunaan obat, sedangkan
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
24
berdasarkan LPLPO Puskesmas Kecamatan Setia Budi Parasetamol Tablet 500
mg (18%), Amoksisilin Kapsul 500 mg (10%) dan termasuk dalam 3 terbanyak
penggunaan obat.
Hanya dengan menghubungkan LPLPO dan LB1 dari Puskesmas
Kebayoran Baru dan Setia Budi hanya dapat memaparkan secara garis besar
penyakit yang sering muncul dan obat yang paling banyak dipakai tetapi tidak
dapat melihat kerasionalan pengobatan pada masing-masing puskesmas
kecamatan. Diperlukan data seperti resep yang masuk, medical record, dan
sebagainya untuk dapat melihat kerasionalan pengobatan.
Kendala yang ditemukan pada kegiatan rekapitulasi LPLPO Puskesmas
Kecamatan Kebayoran Baru dan Setia Budi adalah terlambatnya pengiriman
LPLPO dari puskesmas tersebut ke Suku Dinas Jakarta Selatan. Keterlambatan
pengiriman LPLPO puskesmas tersebut ke Suku Dinas Jakarta Selatan dapat
disebabkan karena terlambatnya pengiriman LPLPO dari puskesmas kelurahan
dalam lingkup kecamatan yang bersangkutan. Terlambatnya pengiriman LPLPO
dari puskesmas kelurahan dapat disebabkan karena kurangnya tenaga kesehatan di
puskesmas kelurahan tersebut sehingga pengelolaan pelaporan obat dapat
tertunda. Keterlambatan waktu penyampaian LPLPO puskesmas kelurahan ke
puskesmas kecamatan dapat mempengaruhi proses perencanaan, pengadaan, dan
pendistribusian obat dari puskesmas kecamatan ke puskesmas kelurahan yang
bersangkutan sehingga dapat terjadi keterlambatan pengiriman barang yang
menyebabkan kekosongan beberapa macam dan jumlah obat yang dibutuhkan
untuk pelayanan kesehatan.
Pelaporan LPLPO di puskesmas kelurahan dan puskesmas kecamatan
masih ada yang dalam bentuk hardcopy, dan bukan dalam bentuk softcocy. Hal
tersebut juga merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh petugas di Suku
Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dalam proses rekapitulasi data LPLPO. Format
standar LPLPO telah dibuat dan disosialiasikan ke puskesmas kecamatan, oleh
karena itu setiap puskesmas kecamatan diharapkan dapat mengikuti format
standar tersebut sehingga dapat memudahkan dalam rekapitulasi LPLPO di suku
dinas kesehatan, serta menghemat waktu dan tenaga petugas di suku dinas
kesehatan.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
a. Sistem pelaporan LPLPO pada Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dari
puskesmas kecamatan menggunakan sistem manual dalam memasukkan data
dalam bentuk hardcopy pada program Microsoft excel. LPLPO digunakan
sebagai laporan pemakaian obat bulanan oleh penanggung jawab obat
puskesmas. Kemudian setiap 3 bulan data tersebut dikirimkan ke dinas
kesehatan provinsi untuk dikompilasi dan selanjutnya diserahkan ke pusat
yaitu Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan alat Kesehatan setiap enam
bulan sekali.
b. Berdasarkan data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
di Puskesmas Kecamatan kebayoran baru wilayah Jakarta Selatan periode
Januari-Desember 2011, 13 obat yang paling banyak dipakai secara berurutan
dari yang terbesar yaitu: Parasetamol Tablet 500 mg, Klorfeniramin Maleat
(CTM) Tablet 4 mg, Amoksisilin Kapsul 500 mg, Gliseril Guayakolat Tablet
100 mg, Vitamin B Kompleks Tablet, Antasida Doen Tablet Kombinasi,
Thiamin HCl (Vit B1) Tablet 50 mg, Asam Askorbat (Vit.C) Tablet 50 mg,
Deksametason Tablet 0,5 mg, Piridoksin HCl Tablet 10 mg, Kalsium Laktat
(Kalk) Tablet 500 mg, Antalgin (Metampiron) Tablet 500 mg, dan Asam
Mefenamat Tablet Salut Selaput 500 mg.
c. Berdasarkan data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
di Puskesmas Kecamatan Setia Budi wilayah Jakarta Selatan periode Januari-
Desember 2011, 13 obat yang paling banyak dipakai secara berurutan dari
yang terbesar yaitu :Parasetamol Tablet 500 mg, Klorfeniramin Maleat (CTM)
Tablet 4 mg, Amoksisilin 500 Kapsul mg, Piridoksin HCl Tablet 10 mg,
Vitamin B Kompleks Tablet, Asam Askorbat (Vit.C) Tablet 50 mg, Thiamin
HCl (Vit B1) Tablet 50 mg, Vitamin B12 Tablet 50 mcg, Tablet Tambah
Darah Kombinasi, Piridoksin HCl Tablet 10 mg, Gliseril Guayakolat Tablet
100 mg, Deksametason Tablet 0,5 mg, dan Kalsium Laktat (Kalk) Tablet 500
mg.
25 Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
26
d. Berdasarkan data Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) di Puskesmas
Kecamatan Kebayoran Baru wilayah Jakarta Selatan periode Januari-
Desember 2011, 13 penyakit terbanyak yang muncul secara berurutan dari
yang terbesar yaitu : infeksi akut lain pernafasan atas, penyakit pulpa dan
jaringan perapikal, penyakit darah tinggi, penyakit pada sistem otot dan
jaringan pengikat, diare, penyakit kulit infeksi,tonsilitis, penyakit kulit alergi,
ginggivitis dan penyakit periodontal, penyakit mata lainya, gangguan gigi dan
jaringan penyangga lain, penyakit lain pada saluran pernafasan atas, dan
infeksi telinga tengah.
e. Berdasarkan data Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) di Puskesmas
Kecamatan Setia Budi wilayah Jakarta Selatan periode Januari-Desember
2011, 13 penyakit terbanyak yang muncul secara berurutan dari yang terbesar
yaitu : infeksi akut lain pernafasan atas, penyakit pulpa dan jaringan perapikal,
penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat, penyakit lain pada saluran
pernafasan atas, penyakit darah tinggi, penyakit kulit infeksi, penyakit kulit
alergi, diare, ginggivitis dan penyakit periodontal, penyakit mata lainya,
gangguan gigi dan jaringan, penyangga lain, tonsilitis, dan infeksi telinga
tengah.
5.2 Saran
a. Pelaporan LPLPO dikirim dalam bentuk softcopy dengan format laporan
standar dari suku dinas kesehatan.
b. Perlu adanya tambahan tenaga farmasi di puskesmas kelurahan untuk
meningkatkan efektifitas pelaporan LPLPO.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
27
DAFTAR REFERENSI
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2001). Pengelolaan
Obat Kabupaten/ Kota. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Pedoman Pengobatan Dasar
di Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.
Fadli, Khalikul. (2005). Gambaran Waktu Pengiriman dan Kelengkapan Pengisian
Laporan Bulanan SP2TP ke Dinas Kesehatan. Medan : USU 2009.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta. (2008) Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 10
Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Jakarta: Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta. (2009). Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta
Nomor 150 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Kesehatan Bagian ke-6 Pasal 22-26. Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta.
Hayati, Salmi. (2011). Rekapitulasi Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan
Obat (LPLPO) Puskesmas di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur
Periode Januari-Junii 2011. Depok: Universitas Indonesia.
Karmoedi, Moemoe. (2002). Rancangan Jaringan Informasi Kesehatan Pada
Sistem Pencatatan Dan Pelaporan Puskesmas Di Dinas Kesehatan
Kabupaten Karawang. Depok: Universitas Indonesia
Sukandar, Elin., Andrajati, Retnosari., Sigit, Joseph., Adyana, I., Setiadi, Adji.,
Kusnandar. (2010). ISO Farmakoterapi. Jakarta: PT. ISFI Penerbitan.
Utari, Larasita. (2010). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Dewasa
Dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut Di Instalasi Rawat Jalan Rumah
Sakit Islam Surakarta Periode Januari-Juni Tahun 2008. Surakarta:
Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
28
Wulandari, Hetty. (2010). Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika,
Rekapitulasi Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
Puskesmas di Jakarta Timur, dan Evaluasi Pencapaian Sasaran Mutu
Perizinan Sarana Kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur
Periode Januari-Desember 2009. Depok: Universitas Indonesia.
Universitas Indonesia
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
29
Lampiran 1. Puskesmas kecamatan di Kota Administrasi Jakarta Selatan dan
puskesmas kelurahan yang berada dalam ruang lingkupnya
Puskesmas Puskesmas
No. Kecamatan Puskesmas Kelurahan No. Kecamatan Puskesmas Kelurahan
1 Jagakarsa Jagakarsa I 7 Pancoran Duren Tiga
Jagakarsa II Kalibata I
Lenteng Agung I Kalibata II
Lenteng Agung II Cikoko
Srengseng Sawah Pengadegan
Pejaten Timur Pancoran
2
Pasar Minggu Pejaten Barat I Rawajati I
Pejaten Barat II Rawajati II
Pejaten Barat III 8 Tebet Menteng Dalam I
Pasar Minggu I Tebet Barat
Pasar Minggu II Tebet Timur
Kebagusan Kebon Baru
Ragunan Bukit Duri
Cilandak Timur Manggarai Selatan
3 Cilandak Gandaria Selatan Manggarai Selatan
Cipete Selatan Menteng Dalam II
Cilandak Barat 9 Kebayoran Grogol Utara I
Lebak Bulus Lama Grogol Utara II
Pondok Labu Grogol Selatan
4 Pesanggrahan Petukangan Utara Cipulir I
Petukangan Selatan Cipulir II
Kebayoran Lama
Ulujami Utara
Kebayoran Lama
Bintaro Selatan
Pesanggrahan Pondok Pinang
5 Kuningan Barat 10 Kebayoran Senayan
Mampang Baru
Mampang Prapatan Rawa Barat
Prapatan
Pela Mampang I Selong
Pela Mampang II Gunung
Tegal Parang Kramat Pela
Bangka Petogogan
6 Setia Budi Setiabudi Pulo
Karet Gandaria Utara I
Pasar Manggis Gandaria Utara II
Menteng atas Cipete Utara
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
30
Lampiran 2 : Tiga Belas pemakaian obat terbanyak, satuan, dan jumlahnya di
Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru
No. Jenis Obat Satuan Jumlah Rata-rata/bulan
1 Parasetamol Tablet 500 mg Tablet 506776 42231.33333
2 Klorfeniramin Maleat (CTM) Tablet 4 mg Tablet 462447 38537.21958
3 Amoksisilin Kapsul 500 mg Kapsul 419429 34952.41667
4 Gliseril Guayakolat 100 mg Tablet 288844 24070.29167
5 Vitamin B Kompleks Tablet Tablet 287623 23968.60183
6 Antasida Doen Tablet Kombinasi Tablet 234284 19523.625
7 Thiamin CL(Vit B1) Tablet 50 mg Tablet 195533 16294.375
8 Asam Askorbat (Vit.C)Tablet 50 mg Tablet 172355 14362.875
9 Deksametason Tablet 0,5 mg Tablet 172096 14341.34425
10 Piridoksin HCL Tablet 10 mg Tablet 159730 13310.86975
11 Kalsium Laktat (Kalk) Tablet 500 mg Tablet 156479 13039.91667
12 Antalgin (Metampiron) Tablet 500 mg Tablet 122579 10214.91667
13 Asam Mefenamat Tablet Salut Selaput 500 Mg Tablet 112940 9411.666667
Lampiran 3 : Tiga Belas pemakaian obat terbanyak, satuan, dan jumlahnya di
Puskesmas Kecamatan Setia Budi
No Nama Obat Satuan Jumlah Rata/bulan
1 Parasetamol Tablet 500 mg Tablet 528818 44068.17
2 Klorfeniramin Maleat (CTM) Tablet 4 mg Tablet 330006 27500.5
3 Amoksisilin 500 Kapsul mg Kapsul 306043 25503.58
4 Piridoksin HCLTablet 10 mg Tablet 290743 24228.58
5 Vitamin B Kompleks Tablet Tablet 277367 23113.92
6 Asam Askorbat (Vit.C)Tablet 50 mg Tablet 264233 22019.42
7 Thiamin HCL (Vit B1) Tablet 50 mg Tablet 206795 17232.92
8 Vitamin B12 Tablet 50 mcg Tablet 194659 16221.58
9 Tablet Tambah Darah Kombinasi Tablet 178498 14874.83
10 Piridoksin Hcl Tablet 10 mg Tablet 160465 13372.08
11 Gliseril Guayakolat 100 mg Tablet 158492 13207.67
12 Deksametason Tablet 0,5 mg Tablet 52862 4405.167
13 Kalsium Laktat (Kalk) Tablet 500 mg Tablet 49697 4141.417
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
31
Lampiran 4 : Tiga Belas penyakit terbanyak, berdasarkan Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) di Puskesmas Kecamatan Kebayoran
Baru
No. Jenis penyakit Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Nov Des Jumlah Rata-rata
1 Infeksi akut lain pernafasan atas 3032 2811 2925 2606 2252 2289 2219 2018 2279 2268 2120 2165 28984 2415.333
2 Penyakit pulpa dan jaringan perapikal 766 671 801 763 820 775 764 529 752 621 775 519 8556 713
3 Penyakit darah tinggi 442 471 539 496 632 436 423 346 423 358 390 221 5177 431.4167
4 Penyakit pada sistem otot dan jaringan 322 321 330 416 750 382 426 353 403 379 432 332 4846 403.8333
pengikat
5 Diare 342 374 352 315 410 322 353 250 358 306 395 315 4092 341
6 Penyakit kulit infeksi 260 287 272 350 289 388 344 365 287 337 361 371 3911 325.9167
7 Tonsilitis 413 419 310 467 363 397 284 253 270 236 223 214 3849 320.75
8 Penyakit kulit alergi 261 282 199 311 293 319 329 255 250 250 294 263 3306 275.5
9 Ginggivitis dan penyakit periodontal 255 278 270 252 224 208 279 97 265 226 184 173 2711 225.9167
10 Penyakit mata lainya 115 128 136 123 125 129 176 135 141 138 119 103 1568 130.6667
11 Gangguan gigi dan jaringan 162 63 112 107 120 97 123 67 84 115 142 74 1266 105.5
penyangga lain
12 Penyakit lain pada saluran pernafasan 102 76 97 90 32 58 35 31 18 43 80 176 838 69.83333
atas
13 Infeksi telinga tengah 69 63 79 66 95 68 56 76 33 66 56 76 803 66.91667
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012
32
Lampiran 5: Tiga Belas penyakit terbanyak, berdasarkan Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) di Puskesmas Kecamatan Setia Budi
No Jenis penyakit Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Des Jumlah Rata-rata
1 Infeksi akut lain pernafasan atas 1615 1899 2401 2348 1731 1754 2003 2241 2257 2340 2382 2797 25768 2147.3333
2 Penyakit pulpa dan jaringan perapikal 229 479 628 630 528 637 478 603 529 617 485 415 6258 521.5
3 Penyakit pada sistem otot dan jaringan 222 301 477 488 458 354 414 289 398 326 375 384 4486 373.83333
pengikat
4 Penyakit lain pada saluran pernafasan 185 301 312 625 442 505 406 324 280 352 302 402 4436 369.66667
atas
5 Penyakit darah tinggi 202 337 403 364 410 317 467 261 282 293 184 255 3775 314.58333
6 Penyakit kulit infeksi 167 205 323 319 233 279 307 307 272 303 283 296 3294 274.5
7 Penyakit kulit alergi 249 220 289 255 304 278 250 286 303 255 261 294 3244 270.33333
8 Diare 175 169 273 324 288 258 259 160 254 272 284 236 2952 246
9 Ginggivitis dan penyakit periodontal 165 181 214 178 265 178 307 157 76 176 136 140 2173 181.08333
10 Penyakit mata lainya 81 78 121 139 129 105 159 120 187 128 134 107 1488 124
11 Gangguan gigi dan jaringan penyangga 33 73 102 131 111 64 116 63 141 92 188 123 1237 103.08333
lain
12 Tonsilitis 61 79 84 123 104 72 75 52 125 119 121 108 1123 93.583333
13 Infeksi telinga tengah 30 45 63 49 48 39 24 51 64 53 53 40 559 46.583333
Laporan praktek..., Fika Enri Aprigiyonies, FMIPA UI, 2012