Morfologi dan Anatomi Semut
Morfologi dan Anatomi Semut
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semut merupakan salah satu model yang ideal untuk mengukur dan memonitor
keanekaragaman hayati karena beberapa alasan. Serangga yang tergolong ke dalam
family Formicidae dan ordo Hymenoptera ini sangat banyak dan dominan di dalam
ekosistim, baiksebagai predator atau bersimbiosis dengan tumbuhan dan berbagai
organisme lain. Sebagian besar semut mempunyai lokasi yang tertentu dan
mempunyaisarang perenial dengan wilayah untuk mencari makan yang terbatas,
sehingga mereka dapat pula digunakan sebagai indikator bagi kondisi lingkungan.
Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga social, dengan koloni dan sarang-sarangnya
yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. Anggota koloni terbagi menjadi semut
pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Dimungkinkan pula terdapat kelompok semut
penjaga. Satu koloni dapat menguasai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan
mereka. Koloni semut kadangkala disebut "superorganisme" karena koloni-koloni mereka
yang membentuk sebuah kesatuan.
Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat
di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari
berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu
menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya
tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali
berat badannya sendiri.
B. Rumusan Masalah
6. Klasifikasi semut?
C. Tujuan
PEMBAHASAN
Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat di
dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat
badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang
beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya tersaingi oleh
kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali berat badannya
sendiri.
A. Morfologi Semut
Gambar dekat memperlihatkan rahang bawah dan mata semut yang kecil.
Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma
(perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga
memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke
tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian
rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen
dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang
kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar
yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda
dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki
paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama
spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak
memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran
berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta
punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari
sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan
beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam
tubuhnya.
B. Anatomi semut.
Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya,
memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan
tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga
oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan
polarisasi.[8] Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk, bahkan
beberapa jenis dari mereka buta. Namun, beberapa spesies semut, semisal semut
bulldog Australia, memiliki penglihatan yang baik. Pada kepalanya juga terdapat
sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. Antena
semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon
yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga berguna sebagai alat
peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian depan
kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk
membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan.
Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil
untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut
lain atau larvanya.
Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat
semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan.
Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah
kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak
bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.
Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting,
termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang
terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan
melindungi sarangnya. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar
penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan.
Kiri :Semut pemakan daging sedang berkerumun. Kanan: Ratu semut pemakan
daging yang telah dibuahi mulai menggali koloni baru
Kehidupan seekor semut dimulai dari sebuah telur. Jika telur telah dibuahi, semut
yang ditetaskan betina (diploid); jika tidak jantan (haploid). Semut are
holometabolism, yaitu tumbuh melalui metamorfosa yang lengkap, melewati tahap
larva dan pupa (dengan pupa yang exarate) sebelum mereka menjadi dewasa. Tahap
larva adalah tahap yang sangat rentan — lebih jelasnya larva semut tidak memiliki
kaki sama sekali – dan tidak dapat menjaga diri sendiri.
Perbedaan antara ratu dan pekerja (dimana sama-sama betina), dan antara kasta
pekerja jika ada, ditentukan pada saat pemberian makan saat masih menjadi larva.
Makanan diberikan kepada larva dengan proses yang disebut trophallaxis dimana
seekor semut regurgitates makanan yang sebelumnya disimpan dalam crop for
communal storage. Ini juga cara yang digunakan semut dewasa memdistribusikan
makanan pada semut dewasa lainnya. Larva and pupa harus disimpan pada suhu yang
cukup konstan untuk memastikan mereka tumbuh dengan baik, sehingga sering
dipindahkan ke berbagai brood chambers dalam koloni.
Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa hari
pertama mereka untuk merawat ratu dan semut muda. Setelah itu meningkat menjadi
menggali dan pekerjaan sarang lainnya, dan kemudian mencari makan dan
mempertahankan sarang. Perubahan tugas ini bisa terjadi dengan mendadak dan
disebut dengan kasta sementara. Suatu teory mengapa seperti itu karena mencari
makan memiliki risiko kematian yang tinggi, sehingga semut hanya berpartisipasi
jika mereka sudah cukup tua dan bagaimanapun juga lebih dekat pada kematian.
Pada beberapa spesies semut terdapat kasta fisik — pekerja bisa memiliki ukuran
tubuh yang berbeda-beda, disebut pekerja minor, median, dan major, . Biasanya
semut yang lebih besar memiliki kepala yang tidak proporsional besarnya, dan
correspondingly rahang yang lebih kuat. Semut seperti ini seringkali disebut semut
"tentara" karena rahang mereka yang kuat membuat mereka lebih efektif ketika
digunakan untuk bertarung dengan makhluk lainnya, namun mereka masih tetap
seekor semut perkerja dan tugas mereka tidak banyak berbeda dengan pekerja minor
atau median. Pada beberapa spesies semut tidak memiliki pekerja median, membuat
pemisahan tegas dan perbedaan fisik yang jelas antara pekerja minor dan major.
Tidak seperti kebanyakan binatang lainnya, semut memiliki cara unik dalam
menghasilkan keturunan. Praduga bahwa mereka adalah binatang aseksual sepertinya
harus ditimbang ulang. Pasalnya, ada beberapa penelitian yang menyebut bahwa
mereka juga kawin.
Koloni semut dibagi menjadi beberapa kasta. Ada kelas pekerja, tentara, drone alias
pejantan, dan ratu. Dari situ muncul pertanyaan, siapa yang paling berperan dalam
proses reproduksi? Pembiakan sel telur menjadi anakan semut memang diemban oleh
Sang Ratu, tapi yang paling berperan besar adalah para drone yang memiliki tugas
kawin dengan ratu. Pejantan ini berkembang dari telur yang tidak dibuahi dengan
tujuan membuat keturunan. Selain menjadi pejantan, biasanya telur-telur ini akan
menetas menjadi betina bersayap yang kelak akan menjadi ratu dalam sebuah koloni
semut. Walter Tschinkel, peneliti semut dari Florida States University, menjelaskan,
saat pejantan sudah siap untuk kawin, mereka akan terbang ke puncak bukit atau ke
atas pohon secara berkelompok. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian ratu
koloni.
Semut bisa tidak keliru menghitung 123 derajat, sesuatu yang tak dapat dihitung
manusia tanpa alat. Ini seolah menunjukkan pengetahuan matematika yang teliti.
Namun, semut tidak mengenal matematika, berhitung pun mereka tak bisa. Jadi ini
menunjukkan bahwa tindakan mereka dilakukan menurut ilham istimewa, dan tidak
secara sadar.
Perkembangan larva mendorong semut yang lebih tua untuk memulai daur migrasi
baru. Inilah cara kerjanya : larva menghasilkan sekresi ketika dijilat dan dibersihkan
para pekerja. Penelitian menunjukkan bahwa cairan ini efektif dalam keputusan untuk
bermigrasi.
Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa
tempat seperti di Islandia, Greenland, dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah
[Link] saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membentuk sekitar 15 – 20%
jumlah biomassa hewan-hewan besar. Beberapa jenis semut sangat dikenal oleh
manusia karena hidup bersama-sama dengan manusia, seperti semut hitam, semut
besar, semut merah, semut api, dan semut rangrang. Rayap terkadang disebut semut
putih namun sama sekali berbeda kelompok dari semut walaupun mereka memiliki
struktur sosial yang sama.
Beberapa semut memiliki racun yang sangat beracun dan sangat penting untuk medis.
Spesies semut ini adalah Paraponera clavata ( tocandira ) dan Dinoponera spp. (
tocandiras palsu ) dari Amerika Selatan dan semut Myrmecia Australia .
Meskipun sebagian besar semut berusaha untuk bertahan dari upaya manusia untuk
membasmi mereka, beberapa semut masuk kategori sangat langka. Contoh termasuk
yang terancam punah adalah semut Randa Sri Lanka (Aneuretus simoni) dan
Adetomyrma venatrix Madagaskar. Telah diperkirakan oleh E.O. Wilson bahwa
jumlah semut individu hidup di dunia pada satu waktu adalah antara satu dan sepuluh
kuadrilium. Menurut perkiraan ini , total biomassa dari semua semut di dunia kira-
kira sama dengan total biomassa dari seluruh umat manusia . Juga, menurut perkiraan
ini , ada sekitar 1 juta semut untuk setiap manusia di Bumi. Mereka begitu
menakjubkan !
Adapun beberapa jenis semut yang banyak dijumpai di daerah perumahan yaitu
sebagai berikut:
Wujud dari semut ini adalah kepala berwarna gelap dengan perut berwarna bening.
Jenis semut ini tidak menggigit atau menyengat. Makanan yang dikonsumsi oleh
semut ini adalah makanan yang berasa manis, berbahan dasar gula. Lokasi
kesukaannya untuk bersarang ditemukan di dalam ruangan terutama lingkungan yang
lembab seperti di bawah bak cuci piring di dapur dan di dalam lemari. Semut ini bisa
datang ke rumah atau arean sekitarmu jika memiliki kebiasaan untuk tidak
berperilaku bersih atau pola konsumsi makanan yang tidak apik di rumah. Makanan
manis, remah-remah biskuit atau tumpahan minuman manis yang tidak dibersihkan
langsung mengundang semut pekerja untuk datang dengan cepat meninggalkan jejak
semut di rumah Anda dengan cepat.
Tampilannya semut ini berwarna hitam dan berkaki panjang, dapat bergerak tak
menentu ke segala arah ketika merasa terganggu. Jenis semut ini tidak menggigit atau
menyengat. Semut ini memakan berbagai jenis makanan, namun lebih menyukai
makanan yang berbasis [Link] gila bersarang di luar rumah (outdoor) khususnya
di bawah pot bunga serta merangkak di sekitar jalan setapak dan koridor bangunan.
Mengapa mereka datang ke tempatmu? Semut gila masuk ke dalam rumah Anda
melalui area luar rumah untuk mencari makan di dalam rumah. Mereka dapat dengan
mudah ditemukan di jalan setapak, area halaman dan kolam. Jenis semut ini adalah
salah satu spesies semut yang dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia, akan
menjadi lebih sulit untuk mengendalikan semut ini ketika mereka telah membangun
sumber makanan di dalam rumah Anda.
Tipsnya :Anda harus mencoba mengurangi kemungkinan jenis semut ini masuk ke
dalam rumah dengan cara membuang cabang pohon yang bersebelahan dengan
bangunan rumah Anda. Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk melindungi rumah
Anda dan mengatasi semut ini adalah dengan menutup semua celah dan retakan yang
dapat menjadi akses masuk semut gila ini.
4). Semut Tukang Kayu
Semut ini berukuran besar (17mm), warna tubuh sulit untuk diidentifikasi. Jenis
semut ini tidak menggigit atau menyengat. Mereka memakan embun madu dan
serangga [Link] tukang kayu memilih untuk bersarang di pohon dan struktur
kayu. Jenis semut ini menggigit kayu saat proses pembuatan sarangnya di pohon,
tetapi tidak mereka tidak memakan kayu sama seperti [Link] mereka datang
ke tempat Anda? Anda mungkin memiliki pipa yang bocor atau struktur kayu yang
menarik bagi jenis semut ini. Semut tukang kayu tertarik ke daerah dengan
kelembaban tinggi dan membentuk sarang berupa lubang-lubang pada struktur kayu.
Tipsnya: Memperbaiki semua pipa bocor yang ada di rumah Anda.
Berikut ini adalah jenis semut yang di kategorikan berdasarkan profesi dan jenis
lainnya yang sering kita jumpai:
Salah satu semut dengan perilaku paling menarik di dunia adalah semut pemotong
daun (leafcutter ant) dari genus Atta & Acromyrex yang hidup di wilayah selatan AS
& Amerika Latin. Sesuai namanya, kedua genus semut itu terkenal karena
kebiasaannya memotong dedaunan. Semut ini melakukan aktivitas memotong daun
untuk keperluan pertaniannya. Ciri-ciri khusus semut pemotong daun, yang juga di-
sebut “Atta”, adalah kebiasaan mereka membawa potongan daun yang mereka potong
di atas kepalanya. Semut ini bersembunyi di bawah daun, yang sangat besar
dibandingkan ukuran tubuh mereka. Daun ini mereka tahan dengan dagu yang
terkatup rapat. Oleh karena itu, perjalanan pulang semut pekerja setelah bekerja
seharian memberi pemandangan sangat menarik.
Bukan cuma manusia yang bisa membuat roti, semut pun ada juga yang bisa
membuat roti. Semut unik tersebut adalah semut penuai (harvester ant) dari genus
Messor yang terkenal karena kebiasaannya mengumpulkan biji-bijian sebagai
makanan utamanya. Semut penuai sendiri membuat roti untuk memudahkan seluruh
anggota sarang mengkonsumsi biji-biji makanannya tanpa harus repot-repot
mengupas kulitnya.
Cara semut ini membuat roti cukup unik. Mula-mula, semut penuai pekerja akan
mengupas kulit dari biji sehingga yang tertinggal hanyalah daging bijinya. Semut
pekerja tersebut kemudian akan mengunyah daging biji tersebut secara bersama-sama
dengan semut-semut pekerja lainnya. Aktivitas pengunyahan massal tersebut
dilakukan hingga daging biji tersebut sudah menjadi semacam adonan yang cukup
lunak & berbentuk tidak beraturan. Nah, adonan inilah yang disebut roti semut yang
kemudian akan digunakan sebagai persediaan makanan bagi seluruh anggota sarang.
4). Semut Penjahit
Semut rangrang atau kerengga adalah semut yang harusnya cukup familiar bagi kita
yang tinggal di Indonesia. Semut yang berasal dari genus Oecophylla ini terkenal
karena ukurannya yang besar & gigitannya yang menyakitkan. Selebihnya, semut
rangrang juga terkenal di kalangan pemelihara burung & ikan karena kepompongnya
(biasa disebut “telur semut”) biasa dikumpulkan untuk dijadikan makanan hewan-
hewan peliharaan tadi. Namun, mungkin belum banyak dari kita yang tahu bahwa
semut rangrang juga bisa menjahit. Di wilayah Barat, perilaku menjahit ini cukup
populer sehingga mereka kerap disebut dengan nama semut penganyam atau penenun
(weaver ant).
Berbeda dengan manusia yang menjahit untuk membuat pakaian atau menambal luka
yang parah, semut rangrang melakukan kegiatan menjahit untuk membuat sarangnya.
Mula-mula, semut rangrang akan menentukan terlebih dulu daun-daun di pucuk
pohon sebagai kerangka penyusun sarangnya. Jika sudah, beberapa ekor semut segera
bergerak ke tepi daun & saling merangkaikan diri membentuk jembatan hidup.
Camponotus saundersi adalah salah satu spesies semut kayu yang bisa ditemukan di
wilayah hutan tropis Asia Tenggara. Layaknya semut pada umumnya, bila sarang
mereka diserang oleh semut lain, maka semut ini akan melawan dengan memakai
rahangnya. Namun bila mulai terdesak, maka pada saat inilah semut C. saundersi
melakukan pengorbanan terakhir untuk membela koloninya : yakni dengan cara
meledakkan diri. Saat meledakkan diri, semut C. saundersi akan melepaskan cairan
kimia yang lengket & bersifat melepuhkan ke sekitarnya sehingga musuh semut yang
terkena cairan tersebut akan terjebak & tidak bisa bergerak hingga akhirnya mati
perlahan-lahan.
Pekerja semut api menyerang mangsa dengan sangat agresif menggunakan jarum
beracun. Telah diamati bahwa semut api muda dapat mencederai atau bahkan
membunuh reptil atau bayi menjangan. Selain itu, semut agresif ini bisa
menyebabkan padam listrik dengan merusak kabel. Pernah mereka menyerang
Amerika Selatan dan mengakibatkan kerusakan yang mengerikan. Jurnal dan majalah
tahun itu menginformasikan bahwa semut-semut ini mengunyah putus kabel listrik
sehingga listrik padam, menggagalkan panen senilai miliaran dolar, meruntuhkan
jalan tol dan menyengat manusia, mengakibatkan shock alergi yang me-lumpuhkan.
Mereka melakukan semua ini dengan rahang mereka yang kuat. Mereka bahkan
menggali terowongan di bawah jalan menyebabkan jalan dan jalan tol runtuh, juga
kerusakan lain di lingkungan.
Para ahli Amerika telah mencoba berbagai cara untuk mencegah kerusakan oleh
semut api. Mereka mencoba menyebarkan penyakit menular dalam koloni dengan
menyuntikkan kuman ke dalam lalat yang dimakan semut. Namun, secara
menakjubkan, diamati bahwa lalat berkuman itu sama sekali tidak mencederai semut.
Dalam analisis ditemukan bahwa semut memiliki salah satu sistem pertahanan yang
paling menarik di dunia makhluk hidup : struktur di dalam leher yang melindungi
mereka dari kuman. Berkat struktur ini, bakteri di dalam makanan apa pun yang
dimakan semut tertahan di leher dan tidak dapat memasuki tubuh.
Namun, bukan itu saja sistem perlindungan semut api sebagai produk kecerdasan
tertinggi. Mereka juga menyemprotkan cairan antimikroba yang diproduksi dalam
kantung racun mereka di sekitar sarang dan pada larva. Dengan demikian, sarang dan
larva menjadi sama sekali bebas kuman.
Larva ini, yang dibesarkan untuk tali sutranya, memiliki kelenjar sutra yang lebih
besar dari rata-rata, tetapi mudah dibawa karena ukurannya lebih kecil. Larva ini
memberikan semua sutranya untuk kebutuhan koloni, alih-alih menggunakannya
sendiri. Alih-alih memproduksi sutra perlahan-lahan dari kelenjar sutra tersebut,
mereka menyekresi sutra dalam jumlah besar pada satu saat tertentu, dan bahkan
tidak membangun kepompong sendiri. Selama sisa hidupnya, semut pekerja akan
melakukan apa-apa yang biasa dilakukan larva untuk mereka. Seperti yang terlihat,
larva ini hidup hanya sebagai “produsen sutra”.
Banyak jenis semut yang diberi makan dengan buangan pencernaan aphid (serangga
daun) yang disebut “madu”. Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa.
Akan tetapi, buangan pencernaan kutu ini – yang memakan getah tumbuhan –
dinamai demikian karena mengandung gula dalam kadar tinggi. Jadi, para pekerja
spesies ini, disebut semut madu, mengumpulkan madu dari kutu, biji (coccidae), dan
bunga. Metode semut mengumpulkan dari kutu sangat menarik. Si semut mendekati
kutu dan mulai mendorong perutnya. Kutu memberikan setetes buangan kepada
semut. Semut mulai mendorong perut kutu lagi untuk mendapat madu lebih banyak,
lalu menyedot cairan yang keluar. Ada pembagian kerja yang hebat di antara semut
madu pada fase ini. Sebagian semut digunakan sebagai “guci” untuk menampung
nektar yang dikumpulkan para pekerja lain.
Dalam setiap sarang terdapat satu ratu, para pekerja, dan juga para penampung madu.
Koloni semut jenis ini biasanya terletak di dekat pohon ek kerdil, yang dapat diambil
nektarnya oleh para pekerja. Pekerja menelan nektar itu dan membawanya ke sarang.
Nektar itu lalu ia keluarkan dari mulutnya dan ia tuangkan ke mulut pekerja muda
yang akan menampung madu ini. Pekerja muda ini, yang dinamai pot madu,
menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menyimpan makanan cair manis yang
sering diperlukan koloni untuk melewati masa sulit di gurun pasir. Mereka diberi
makanan hingga membengkak sampai sebesar bluberi. Lalu mereka bergantungan di
langit-langit ruangan seperti bola kuning, sampai mereka dipanggil untuk
memuntahkan nektar itu untuk saudaranya yang lapar. Selagi menempel pada langit-
langit, mereka mirip dengan kelompok anggur kecil dan tembus cahaya. Jika mereka
jatuh, para pekerja langsung mengembalikannya ke posisi semula. Madu dalam pot
madu beratnya hampir 8 kali lipat berat si semut.
Pada musim dingin atau musim kemarau, pekerja-biasa mengunjungi pot madu untuk
memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Semut pekerja menempelkan mulutnya
pada mulut si “pot”, yang mengeluarkan setetes madu dari tempat penyimpanannya
dengan mengerutkan otot. Pekerja memakan madu yang bernilai gizi tinggi ini
sebagai makanan pada musim sulit.
Semut kayu, seperti semut lain, juga rajin bekerja. Mereka selalu saja menghias ulang
sarang. Mereka memindahkan lapisan permukaan semula ke lapisan bawah secara
bertahap dan mereka menaikkan material dari lapisan bawah untuk mengganti lapisan
atas. Ada pengamatan menarik tentang perubahan yang dibuat semut pada sarang. Cat
biru disemprotkan ke puncak bukit sarang dan empat hari kemudian diamati bahwa
puncak bukit sudah kembali coklat. Partikel biru ditemukan 8-10 cm di bawah
permukaan. Dalam sebulan partikel ini turun hingga kedalaman 40 cm. Selanjutnya,
partikel ini mencapai lagi permukaan.
Semut legiun adalah hewan karnivora. Mereka melahap segala se-suatu yang terlihat.
Setiap semut panjangnya 6-12 milimeter, tetapi jumlah mereka yang besar dan
disiplin mereka mengimbangi kekurangan mereka dari segi ukuran.
Sinar matahari langsung dapat membunuh semut legiun dalam waktu singkat. Oleh
karena itu, mereka berjalan di malam hari atau dalam bayang-bayang. Karena peka
cahaya, mereka menggali terowongan panjang saat bergerak maju. Sebagian besar
semut berlari dalam terowongan ini tanpa keluar. Hal ini tidak mengurangi kecepatan
mereka, karena mereka dapat menggali terowongan sangat cepat dengan rahang
mereka yang kuat. Karenanya, mereka lari secara cepat dan rahasia. Semut legiun
bergerak sebagai pasukan yang sangat besar, melintasi segala hambatan kecuali api
dan air, meskipun mereka buta sama sekali.
Semut beludru yang hidup di gurun pasir memiliki tubuh berbulu banyak. Bulu alami
mereka merupakan lapisan yang mengisolasi panas. Ia menyimpan panas selama
malam-malam dingin di gurun pasir, dan melindungi diri dari panas di siang hari.
Karena bersayap, semut beludru jantan bisa menghindari panasnya pasir dengan
terbang. Akan tetapi, semut beludru betina harus berjalan di pasir yang panas karena
tak punya sayap. Mereka memerlukan bulu ini agar terlindung dari panas yang
berasal dari tanah maupun dari matahari.
Semut beludru betina mencari sarang serangga atau sarang lebah jenis apa pun, yang
dapat mereka gunakan setelah meninggalkan tempat mereka kawin. Jika sudah
menemukannya, mereka memasuki sarang. Mereka diperlengkapi dengan cara untuk
menangkis upaya pengusiran. Pada akhirnya mereka terus tinggal dalam sarang,
karena semut beludru memiliki kaki kuat dan perisai yang memungkinkan mereka
masuk ke sarang lebah sekalipun. Cangkang luar mereka sangat tebal dan keras. Para
ahli zoologi mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk menusuk dada
semut beludru dengan jarum baja.
Setelah masuk, semut ratu beludru yang memiliki segala macam kelengkapan untuk
tinggal dalam sarang lebah, mulai memakan simpanan madu. Selain itu, ia
meninggalkan telurnya dalam sel pupa atau kepompong lebah. Larva semut yang
menetas, memakan pupa inangnya, dan kelak menjadi pupa juga. Lebah
meninggalkan sarang pada akhir musim panas. Semut beludru melewatkan musim
dingin dalam sarang ini sebagai pupa. Menurut satu catatan, ada sarang lebah yang
berisi 76 semut beludru dan hanya dua ekor lebah.40 Contoh ini menunjukkan betapa
semut beludru betina efektif dan berhasil dalam menangani lebah betina. Dengan
menggunakan taktik halus, semut ratu beludru menduduki sarang dari dalam dan
merebut kendali sarang itu.
Semut api spesialis pertahanan juga rajin dan punya keterampilan tinggi. Mereka
dapat membangun bukit setinggi 30 cm dan selebar 60 cm, atau menggali terowongan
labirin hingga sedalam 1,5 m di bawah tanah. Di wilayah-wilayah tertentu, semut api
membangun bukit-bukit kecil hingga lebih dari 350 buah. Kemampuan makhluk
sekecil itu membangun sarang sebesar itu tentu bergantung pada kerajinannya.
Bagi semut Namib, hari biasa di gurun tidak dimulai pada satu waktu tertentu .. Yang
memulai hari-hari adalah suhu permukaan pasir standar setelah mencapai 30o C.
Tepat pada suhu ini semut mulai keluar dari sarang bawah tanah untuk mencari
makanan. Karena tubuh mereka sangat dingin, mereka tak dapat bergerak lurus dan
berjalan terseok-seok. Namun, ketika suhu meningkat, semakin banyak semut keluar
dan mereka mulai bergerak lebih lurus dan cepat. Lalu lintas tertinggi keluar-masuk
sarang adalah pada suhu 52,2o C. Ketika suhu melebihi ini, gerakan terus berlanjut,
tetapi ketika suhu mencapai 67,8o C, lalu lintas berhenti. Suhu ini dicapai sekitar
sejam sebelum tengah hari. Ketika suhu mulai turun pada sore hari, pencarian
makanan dimulai lagi dan berlanjut sehingga suhu permukaan jatuh hingga 30o C.
Semut mungkin mencari makanan sekitar enam hari jauhnya dari sarang tanpa
dimangsa hewan apa pun. Pada masa ini mereka membawa pulang makanan yang
beratnya 15-20 kali lipat berat mereka sendiri.
Semut, yang tak bisa pulang ke sarang ketika suhu di padang pasir sangat tinggi,
menggunakan metode yang cukup menarik untuk berlindung dari panas. Suhu udara
menurun jika jarak semakin jauh ke atas pasir. Misalnya jika suhu pasir 67,8o C, suhu
udara sedikit di atasnya adalah 55o C. Jadi, jika suhu permukaan pasir di atas 52,2o
C, semut mendaki benda seperti tumbuhan dan berdiam di situ sementara untuk
mendingin. Suhu tubuh semut yang kecil bisa cepat turun hingga mencapai suhu
sekitar. Dalam batang pohon, suhu bervariasi antara 30 hingga 38,3o C. Jeda
pendinginan ini memungkinkan semut mencari makanan dalam panas membara,
meskipun terputus-putus.
Pada suhu tinggi, jika tidak dapat menemukan tempat dingin dalam beberapa
detik, semut akan mati kepanasan. Malah, jika suhu pasir di atas 52,2o C, mereka
mengambil resiko setiap kali meninggalkan sarang. Lalu, bagaimana semut gurun
melepaskan dari kematian tak terhindarkan ini? Karena mereka tidak mengukur suhu
dengan termometer, kita dapat berkata bahwa mereka tercipta dengan mengetahui
apaharus dilakukan pada suhu apa dan mengetahui hal-hal ini sejak pertama kali
mereka meninggalkan sarang.
Beberapa semut memiliki racun yang sangat beracun dan sangat penting untuk medis.
Spesies semut ini adalah Paraponera clavata ( tocandira ) dan Dinoponera spp. (
tocandiras palsu ) dari Amerika Selatan dan semut Myrmecia Australia .
Meskipun sebagian besar semut berusaha untuk bertahan dari upaya manusia untuk
membasmi mereka, beberapa semut masuk kategori sangat langka. Contoh termasuk
yang terancam punah adalah semut Randa Sri Lanka (Aneuretus simoni) dan
Adetomyrma venatrix Madagaskar. Telah diperkirakan oleh E.O. Wilson bahwa
jumlah semut individu hidup di dunia pada satu waktu adalah antara satu dan sepuluh
kuadrilium. Menurut perkiraan ini , total biomassa dari semua semut di dunia kira-
kira sama dengan total biomassa dari seluruh umat manusia . Juga, menurut perkiraan
ini , ada sekitar 1 juta semut untuk setiap manusia di Bumi.
E. Evolusi Semut
Pada tahun 1966, E. O. Wilson, dkk. menemukan fosil semut dalam getah pohon
(Sphecomyrma freyi) dari periode Kapur. Fosil ini terjebak di sebuah getah pohon di
New Jersey dan telah berumur lebih dari 80 juta tahun. Fosil ini memberikan bukti
terjelas tentang hubungan semut modern dan tawon non-sosial. Semut periode Kapur
berbagi karakteristik semut modern dan tawon.
Selama periode Kapur, hanya sebagian kecil spesies yang berhasil menguasai daerah
benua besar Laurasia (bagian utara). Mereka pun sangat langka dengan perbandingan
jumlah sekitar 1% dari jenis serangga lainnya. Semut menjadi dominan setelah radiasi
adaptif pada awal Periode Tertiari. Jumlah spesies yang tersisa pada periode Kapur
dan periode Ecocene, hanya 1 dari 10 genera yang punah sampai saat ini. 56% dari
genera semut yang terdapat di fosil getah kayu di daerah Baltik (sejak Oligocene
awal), dan sekitar 96% dari genera semut yang terdapat di fosil getah kayu di
Dominika (sejak awal Miocene) masih bertahan hingga sekarang.
F. Klasifikasi Semut
Kerajaan : Animalia
Filum : Artropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Hymenoptera
Upaordo : Apokrita
Superfamili : Vespoidea
Famili : Formicidae Latreille, 1809
G. Peranan semut
Peranan semut ada yang langsung dan tidak langsung. Untuk langsung seperti
jenis semut besar karanggo atau rangrang dalam bidang pertanian dan perkebunan
guna memberantas hama penyakit [Link] di beberapa daerah perkebunan di
dunia seperti cokelat, kopi, atau jeruk, mengalami peningkatan produksi setelah
memasukkan semut jenis ini ke tanaman yang terserang [Link] semut ini
membentuk koloni di dedaunan kemudian memakan kutu daun yang menjadi
penyebar penyakit disebabkan oleh virus dan [Link] semut lain secara tidak
langsung yakni menyuburkan tanah melalui pembuatan rongga-rongga.
Pada dasarnya semua jenis semut membuat sarangnya di dalam tanah dengan
membuka rongga rongga [Link] tidak langsung ini membantu transportasi zat
dan mineral dalam tanah sehingga berpotensi pada penyuburan [Link]
semut juga merupakan bioindikator yakni memiliki kemampuan cukup peka terhadap
perubahan [Link] pada lingkungan bersih dan asri akan hidup jenis
semut yang berbeda dengan lingkungan kotor dan [Link] terjadi perubahan di
antara keduanya,maka jenis semut yang hidup juga akan [Link] manusia ini
penting untuk melihat tanda telah terjadi perubahan kondisi dari baik menjadi buruk
atau [Link] satu jenis semut yang cocok menjadi bioindikator yakni seperti
semut [Link] lain yang bermanfaat dari semut dan tengah dikembangkan
saat ini sebagai obat atau [Link] hal ini pada jenis semut tertentu semisal
semut raksasa jenis Dinomyrmex gigas memiliki kelenjar [Link] merupakan
sekret yang dihasilkan semut berupa zat bermanfaat untuk antibiotik.
H. Pengendalian semut
1. Mengusir semut dengan daun sirih, Daun sirih memiliki sejuta manfaat untuk
kehidupan. Semut tidak menyukai aroma daun sirih, maka dari itu biasanya
tidak ada semut yang berada di tanaman daun sirih.
2. Menggunakan bubuk kopi
3. Menggunakan cuka, Cuka memiliki rasa asam yang pekat, dan ini sangat tidak
disukai oleh semut.
4. Menggunakan garam
Dalam agama islam terdapat sebuah hadist yang melarang membunuh 4 jenis
hewan, yaitu Semut, Lebah, Hudhud, dan Suradi ( hewan jenis burung pipit ).
“Rasulullah saw melarang membunuh empat macam binatang yaitu: semut, lebah,
burung hudhud, dan burung shurad (Sejenis burung pipit). ” – HR Ahmad dan Abu
Daud.
“Dari Rasulullah saw. bahwa seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang
nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan
membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: Apakah hanya
karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu
bertasbih.” – Shahih Muslim
Maka dari itu kita sebisa mungkin tidak membunuh semut hanya karena
merasa terganggu karena makanan atau minuman kita dikerumuni oleh semut.
Adapun cara mengusirnya dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu.
1. Mengusir dengan cara meniup
Jika kamu merasa makanan atau minuman yang lupa kamu habiskan mulai
didekati oleh semut. Kamu bisa meniup niupkan kearah kumpulan semut. Maka
dengan sendirinya semut akan meninggalkan makanan ataupun minuman tersebut.
Jika makanan atau minuman kamu sudah terlanjur dikerumuni oleh semut,
langkah selanjutnya adalah dengan cara mengibas-ngibaskan. Namun usahakan saat
mengibaskan tidak terlalu kencang agar tidak ada semut yang mati.
Ini bertujuan agar makanan atau minuman kamu tidak dikerumuni oleh semut.
Sebaiknya kamu mengucapkan ” Hadza li Wakilil Qadhi ” yang artinya ” Ini adalah
milik wakil hakim “ atau dengan mengucapkan ” Hadza li Rosulil Qadhi “ yang
artinya ” Ini adalah milik utusan hakim “. Maka atas izin Allah semut tidak akan
mendekati makanan atau minuman kamu.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
[Link]
punya-cara-yang-unik-dalam-reproduksi
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]