67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan4 halaman

Sejarah dan Tujuan Organisasi CENTO

Cento adalah aliansi militer yang dibentuk pada 1955 oleh Turki, Irak, Iran, Pakistan, dan Inggris untuk mencegah ekspansi komunisme dan menjaga stabilitas di Timur Tengah. Tujuannya adalah memperkuat pertahanan negara-negara anggota melawan Uni Soviet. Organisasi ini dibubarkan pada 1979 akibat revolusi Iran dan mundurnya anggota lain seperti Turki dan Pakistan.

Diunggah oleh

Fatta Syam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan4 halaman

Sejarah dan Tujuan Organisasi CENTO

Cento adalah aliansi militer yang dibentuk pada 1955 oleh Turki, Irak, Iran, Pakistan, dan Inggris untuk mencegah ekspansi komunisme dan menjaga stabilitas di Timur Tengah. Tujuannya adalah memperkuat pertahanan negara-negara anggota melawan Uni Soviet. Organisasi ini dibubarkan pada 1979 akibat revolusi Iran dan mundurnya anggota lain seperti Turki dan Pakistan.

Diunggah oleh

Fatta Syam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CENTO (Central Treaty Organization)

OLEH:

DANDANA

KELAS XII IIS 3

UPT SMA NEGERI 3 LUWU UTARA


TAHUN PELAJARAN 2019/2020
A. Pengertian Cento

Cento Merupakan Suatu persetujuan yang ditandatangani pada


Februari 1955 antara Turki dan Irak, dan terbuka bagi tiap negara anggota dari Liga Arab atau
negara mana pun yang ada hubungannya dengan keamanan dan perdamaian di Timur
Tengah dan yang sepenuhnya diakui oleh keduabelah pihak Israel, yang tidak diakui oleh Irak,
karenanya tak diperkenankan memasuki pakta ini. Kemudian dibubarkan pada tahun 1979.
Tekanan AS dan janji-janji bantuan militer dan ekonomi menjadi kunci dalam negosiasi yang
mengarah ke perjanjian tersebut, meskipun Amerika Serikat awalnya tidak bisa berpartisipasi
"semata karena alasan prosedur teknis penganggaran." Pada tahun 1958, Amerika Serikat
bergabung dengan komite militer dari aliansi. Hal ini umumnya dianggap sebagai salah satu yang
paling sukses dari aliansi Perang Dingin. Markas organisasi itu pada awalnya terletak
di Baghdad (Irak) 1955-1958 dan Ankara (Turki) 1958-1979. Siprus juga merupakan lokasi
penting bagi CENTO karena posisi di dalam Timur Tengah dan Wilayah Basis Berdaulat
Inggris yang terletak di pulau itu.
Pada awal berdirinya CENTO, organisasi ini beranggotakan beberapa negara yaitu, Inggris,
Turki, Irak, Iran dan Pakistan. Organisasi ini juga memiliki negara yang bertindak sebagai
pengawas dalam organisasi, negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat.
B. Latar belakang dibentuknya CENTO

Central Treaty Organization yang disingkat CENTO merupakan organisasi defensif untuk
mempromosikan berbagi tujuan politik, militer dan ekonomi, dengan tujuan utama adalah untuk
mencegah serangan komunis dan mendorong perdamaian di Timur Tengah. Sebelum CENTO
berdiri, CENTO bermula dari The Baghdad Pact atau Baghdad pakta karena pada saat itu irak
masih bergabung diorganisasi ini akan tetapi setelah tanggal 14 Juli 1958, monarki Irak
digulingkan dalam kudeta militer. Pemerintah baru dipimpin oleh Jenderal Abdul Karim Qasim
yang menarik diri Pakta Baghdad, membuka hubungan diplomatik dengan Uni Soviet dan
mengadopsi sikap non-blok sehingga Pakta Baghdad dibubarkan dan membentuk Central Treaty
Organization karna markas besar Pakta Baghdad awalnya berada di Baghdad (Irak) 1955-1958
dan setelah CENTO berdiri markas besar CENTO dipindahkan di Ankara (Turki). Semenjak saat
itu CENTO berkomitmen untuk kerjasama dalam perlindungan bangsa, serta non-intervensi
dalam urusan masing-masing. Tujuannya adalah untuk menahan Uni Soviet (USSR) dengan
memiliki garis perbatasan negara yang kuat di sepanjang barat daya Uni Soviet. Satu lagi tujuan
ambisius adalah untuk menghilangkan orang-orang Kurdi. Demikian pula, ia dikenal sebagai
'Northern Tier' untuk mencegah ekspansi Soviet ke Timur Tengah
Central Treaty Organization (CENTO) diciptakan sebagai aliansi militer konvensional
dalam iklim Perang Dingin tahun 1950-an dan menjadi penghubung utama dalam rantai pakta
pertahanan strategis melawan Uni Soviet dan sekutunya. ekspansi komunis di wilayah Tier Utara
(Turki, Persia, dan Afghanistan) yang sangat kuat dan, itu tidak mungkin bahwa Persia, Irak,
Turki, dan Pakistan akan datang bersama-sama atas inisiatif sendiri tanpa jaminan Inggris dan
Amerika. Pada aliansi berbasis militer ini CENTO berbeda dengan aliansi lain seperti NATO dan
SEATO yang memiliki struktur komite militer, dan CENTO tidak memiliki struktur komando
militer atau pasukan tempur apapun yang pernah ditugaskan untuk organisasi, akan tetapi hanya
melakukan latihan militer gabungan secara periodik. Empat latihan militer tahunan yang
diadakan dari 1339, 1356, 1960 dan 1977, termasuk program pelatihan maritim yang disebut
Midlink yang diselenggarakan di Teluk Persia dan Laut Arab untuk angkatan laut dan
udara, operasi pertahanan udara (Sahbaz) untuk mengkoordinasikan pergerakan pesawat
bersama NATO, pencarian dan penyelamatan latihan (Najat) bahwa bencana simulasi manusia
yang melibatkan polisi setempat dan angkatan laut, serta angkatan bersenjata reguler, dan
kompetisi senjata kecil untuk mempromosikan keahlian menembak. dan CENTO memiliki
penyusunan struktur organisasi yang di sepakati bersama yaitu terdapat dewan menteri,
sekretariat, dan komite ekonomi dengan subkomite dalam kesehatan, perdagangan, dan bidang
komunikasi. Dan dewan menteri merupakan sumber tertinggi CENTO tentang otoritas,
pertemuan dilaksanakan setiap tahun oleh perdana menteri Negara anggota CENTO atau yang
mewakili menteri luar negeri baik pertemuan di Teheran, Islamabad, Ankara, London, dan
Washington. di CENTO terdapat dewan deputi yang secara rutin mengadakan mengadakan
pertemuan setiap dua minggu di markas Ankara pada tingkat duta besar.

C. Tujuan terbentuknya organisasi Cento

1. Meningkatkan produktivitas perusahaan dengan menyediakan tenaga kerja yang


terlatih dan termotivasi dengan baik.
2. Mendayahgunakan tenaga kerja secara efisien dan efektif seraya mampu
mengendalikan biaya tenaga kerja.
3. Mengembangkan dan mempertahankan kualitas kerja (work life) dengan membuka
kesempatan bagi kepuasan kerja dan aktualisasi diri karyawan.
4. Memastikan bahwa perilaku organisasi sesuai dengan undang-undang
ketenagakerjaan dengan menyediakan kesempatan kerja yang sama, lingkungan kerja
yang aman dan perlindungan terhadap hak karyawan.
5. Membantu organisasi mencapai tujuannya.
6. Menyediakan organisasi bagi karyawan-karyawan yang termotivasi dan terlatih
dengan baik.
7. Mengomunikasikan kebijakan sumber daya manusia kepada karyawan.
8. Membantu mempertahankan kebijakan etis dan perilaku yang bertanggung jawab
secara social.
9. Mengelola perubahan sehingga saling menguntungkan bagi individu, kelompok,
perusahaan dan masyarakat.

D. Pembubaran Cento

Saat masa akhir di organisasi ini atau sebelum CENTO dibubarkan ada beberapa factor yang
menyebabkan runtuhnya aliansi ini yaitu:

Politik CENTO Persia pada khususnya dipandang negatif oleh negara-negara Arab nasionalis,
yang menerima kebijakan pro-Barat Teheran, Karena kecenderungan pro-Barat, CENTO
menyebabkan gangguan serius di seluruh Timur Tengah. dan Luar organisasi, pemimpin Arab
berharap untuk blok netral antara dunia komunis dan Barat itu sangat menentang tujuan
organisasi.
Selain itu Revolusi Iran juga merupakan salah satu faktor akhir dari organisasi ini pada tahun
1979, namun pada kenyataannya sejak tahun 1974, ketika Turki menginvasi Cyprus. Hal ini
menyebabkan Inggris menarik pasukan yang telah dialokasikan untuk aliansi, dan Kongres
Amerika Serikat menghentikan bantuan militer Turki meskipun terdapat dua hak veto Presiden,
revolusi Iran tersebut menyebabkan penggulingan shah Iran dan penarikan dari CENTO dan
beberapa Negara lainnya mengikuti jejak iran untuk keluar dari CENTO yaitu Pakistan yang juga
menarik tahun itu setelah menentukan organisasi tidak lagi memiliki peran untuk bermain dalam
memperkuat keamanan. Dan setelah jatuhnya Muhammad-Reza Shah, pemerintahan Islam
ditimur tengah membatalkan keanggotaannya di CENTO. Dengan demikian organisasi
kehilangan hubungan pusat dan mengakibatkan banyaknya anggota CENTO yang mundur dari
keanggotaannya. Dengan Mundurnya Turki dan Pakistan pada tahun yang sama organisasi
dibubarkan secara formal pada tahun 1979.

Common questions

Didukung oleh AI

CENTO dissolved mainly due to political upheavals, such as the Iranian Revolution, which led to the withdrawal of Iran. The non-alignment stance of Arab nations, which were wary of CENTO's Western alignment, further strained the alliance. Additionally, the 1974 Turkish invasion of Cyprus resulted in a withdrawal of support from key allies like the UK and the cessation of military aid by the USA, weakening the alliance's viability. These internal and external pressures culminated in member states losing interest, leading to formal dissolution in 1979 following withdrawals by Iran, Pakistan, and eventually Turkey .

CENTO's primary objectives were to promote military cooperation and economic development to create a unified front against potential Soviet aggression. This reflected member states' need for security assurances and economic support amidst Cold War pressures. The alliance aimed to develop defense capabilities through joint exercises and boost economic ties to strengthen regional resilience. By providing military training, economic aid, and a framework for cooperation, CENTO sought to align member states' interests with Western strategic goals in the region .

CENTO reflected Western strategic aims during the Cold War by supporting a 'Northern Tier' barrier against Soviet incursion into the oil-rich Middle East. Activities such as joint military exercises were designed to enhance regional security and project Western influence through strategic partnerships. This focus on counterbalancing Soviet power aligned with Western interests of securing energy resources and maintaining geopolitical stability, yet the lack of direct Western military commitment, seen in CENTO's structure, highlighted a strategic preference for diplomacy and economic ties over direct military intervention .

CENTO's organizational structure included a council of ministers, economic committees, but notably lacked a permanent military structure, contrasting with NATO's robust military command. It relied on periodic joint military exercises rather than maintaining a standing force, such as 'Midlink' for naval and air forces coordination. While this allowed for flexibility and reduced costs, it limited CENTO's ability to respond swiftly to crises, making it less effective militarily than alliances like NATO, which had a clear command hierarchy and permanent forces .

CENTO's member nations, including Turkey, Iran, Pakistan, and initially Iraq, were strategically located at the crossroads of East and West, making them critical for countering Soviet expansion. Their contributions included strategic bases and cooperation in military exercises. However, differing national interests, such as Iran's regional ambitions and Iraq's withdrawal post-revolution, presented significant challenges. These factors influenced CENTO's formation to consolidate Western influence but also the internal discord that eventually led to its dissolution .

Economic and political factors critically influenced CENTO's effectiveness and dissolution. Economically, CENTO aimed to enhance collaboration among its members to strengthen their economic and military capacities, but did not achieve significant economic integration or development. Politically, regional disputes, contrasting national interests, and the shift towards non-alignment among Arab states undermined the alliance. The Iranian Revolution and the subsequent withdrawal of key members like Iran and Pakistan further destabilized CENTO, exposing its inability to adapt to regional political shifts, leading to its dissolution .

CENTO's lack of a unified military command, unlike NATO, hindered its operational readiness and swift response capabilities in times of crisis. This decentralized approach led to reliance on periodic exercises with no permanent forces, reducing its deterrent effect and responsiveness to geopolitical developments. Future alliances might learn that a coordinated military structure with standing forces enhances strategic coherence and operational efficiency, crucial for effective crisis management and deterrence .

CENTO, established during the Cold War period, aimed to prevent Soviet expansion into the Middle East by forming strong military and political cooperation among member states. Unlike NATO and SEATO, CENTO lacked a unified military command and permanent military forces, focusing instead on shared goals and periodic military exercises such as the Midlink program. CENTO's aim was to create a 'Northern Tier' of aligned nations to counter Soviet influence, primarily due to the strategic interests of Western powers, namely the UK and the USA .

The United States' involvement in CENTO was driven by its strategic interest in countering Soviet influence in the Middle East, a region critical for oil and geopolitical stability. Unlike its leading role and provision of military forces in NATO, the US participated more indirectly in CENTO, initially as an observer and later through its military committee, due to procedural budgetary constraints. This indirect involvement highlighted the focus on diplomatic influence and economic aid rather than direct military command as seen in NATO .

CENTO's military exercises, such as naval operations in the Persian Gulf and air defense coordination with NATO, aimed to deter Soviet aggression and bolster regional defense capabilities. However, their effectiveness was mixed. While exercises enhanced technical interoperability among members, the absence of a centralized command limited their impact on strategic stability. Moreover, regional tensions, internal dissent, and lack of commitment from key members like Iran and Iraq undermined the cohesion and deterrent effect, ultimately failing to stabilize the Middle East region .

Anda mungkin juga menyukai