SATUAN ACARA PENYULUHAN
BATU EMPEDU (CHOLELITHIASIS)
Oleh :
Achmad Nurhuda
Fidela Ishmah Afrilia
Dwike Hertyana
Ni Wayan Wijayanti Sari Rahayu
PROGRAM STUDI PROFESI NERS KEPERAWATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
SEPTEMBER 2019
SATUAN ACARA PEYULUHAN (SAP) CHOLELITHIASIS
Tema : Cholelithiasis
Hari / Tanggal : Sabtu, 21 September 2019
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang 18 RSSA
Sasaran : Keluarga Pasien dan Pengunjung
Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Malang
A. Latar Belakang
Kolelitiasis adalah pembentukan batu empedu yang biasanya terbentuk dalam
kandung empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu
(Brunner & Suddarth, 2001).Penyakit batu empedu sudah merupakan masalah
kesehatan yang penting di negara barat sedangkan di Indonesia baru mendapatkan
perhatian di klinis, sementara publikasi penelitian batu empedu masih terbatas.
Insiden batu kandung empedu di Indonesia belum diketahui dengan pasti,
karena belum ada penelitian. Banyak penderita batu kandung empedu tanpa gejala
dan ditemukan secara kebetulan pada waktu dilakukan foto polos abdomen, USG,
atau saat operasi untuk tujuan yang lain
Batu empedu umumnya ditemukan di dalam kandung empedu, tetapi batu
tersebut dapat bermigrasi melalui duktus sistikus ke dalam saluran empedu
menjadi batu saluran empedu dan disebut sebagai batu saluran empedu sekunder.
Pada beberapa keadaan, batu saluran empedu dapat terbentuk primer di dalam
saluran empedu intra-atau ekstra-hepatik tanpa melibatkan kandung empedu. Pada
sekitar 80% dari kasus, kolesterol merupakan komponen terbesar dari batu
empedu. Biasanya batu - batu ini juga mengandung kalsium karbonat, fosfat atau
bilirubinat, tetapi jarang batu- batu ini murni dari satu komponen saja.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum’
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran
memahami tentang penanganan pada pasien dengan batu empedu
(cholelithiasis)
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan klien maupun keluarga dan pengunjung
mampu memahami tentang :
a. Memahami pengertian cholelithiasis (batu empedu)
b. Memahami penyebab terjadinya cholelithiasis
c. Memahami klasifikasi cholelithiasis (batu empedu)
d. Memahami manifestasi cholelithiasis (batu empedu)
e. Mengetahui pemeriksaaan untuk pasien dengan cholelithiasis (batu
empedu)
f. Mengetahui penatalaksanaan pada pasien cholelithiasis (batu empedu)
C. Materi
a. Pengertian cholelithiasis (batu empedu)
b. Penyebab cholelithiasis (batu empedu)
c. Klasifikasi Cholelithiasis
d. Manifestasi Cholelithiasis
e. Pemeriksaan pada Cholelithiasis
f. Penatalaksanaan tentang Cholelithiasis
D. Metode
1) Ceramah
2) Tanya Jawab
E. Media
1) Leaflet
2) Leptop
3) LCD
F. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Peserta Metode Media
Pendahuluan 5 1. Memberi salam 1. Menjawab salam Ceramah LCD
menit 2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan dan
diri memperhatikan tanya
3. Menjelaskan tujuan 3. Menjawab jawab
penyuluhan dan pertanyaan
pokok materi yang
akan disampaikan
4. Mengkaji
pengetahuan
audience tentang
batu empedu
Penyajian 45 1. Menjelaskan Mendengarkan dan Ceramah LCD
menit materi memperhatikan dan
Pengertian pemberi materi tanya
cholelithiasis tentsng jawab
Penyebab terjadinya Cholelithiasis
cholelithiasis
Klasifikasi
cholelithiasis
Manifestasi
cholelithiasis
pemeriksaaan untuk
pasien dengan
cholelithiasis
Penatalaksanaan
pada pasien
2. Penyuluh
memberikan
materi
cholelithiasis
3. Memberikan sesi
untuk bertanya
Penutup 10 1. Meminta peserta 1. Mengajukan Tanya Leaflet
menit untuk menjelaskan pertanyaan jawab
kembali materi 2. Menjawab
yang telah di pertanyaan yang
berikan dengan di berikan oleh
singkat. penyuluh
2. Menyimpulkan 3. Membalas salam
hasil penyuluhan
3. Menutup acara,
dengan salam penutup
G. MATERI
(terlampir)
I. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan.
b. Kehadiran sasaran saat dilakukan penyuluhan.
c. Mengkaji pengetahuan awal sasaran tentang mencuci tangan.
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
b. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir.
c. Audiens berperan aktif selama penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
a. Sasaran dapat menyebutkan isi dari materi yang disajikan
pemateri dengan pertanyaan sebagai berikut:
Pengertian cholelithiasis (batu empedu)
Penyebab cholelithiasis (batu empedu)
Klasifikasi Cholelithiasis
Manifestasi Cholelithiasis
Pemeriksaan pada Cholelithiasis
Penatalaksanaan tentang Cholelithiasis
b. Sasaran paham terhadap materi yang disampaikan .
H. Daftar Pustaka
Nucleus Precise Newsletter. (2011). Batu Empedu. Jakarta : [Link]
Precise
Dr. H. Y. Kuncara Aplikasi klinis patofisiologi: Pemeriksaan dan manajemen,
edisi 2: 2009; Buku kedokteran EGC
Sjamsuhidajat R, de Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2005. 570-579.
MATERI CHOLELITHIASIS (BATU EMPEDU)
1. Pengertian cholelithiasis (batu empedu)
Kolelitiasis disebut juga batu empedu, gallstones, biliary calculus. Istilah
kolelitiasis dimaksudkan untuk pembentukan batu di dalam kandung
empedu. Batu kandung empedu merupakan gabungan beberapa unsur yang
membentuk suatu material mirip batu yang terbentuk di dalam kandung empedu.
Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam
saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut
kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis
(Nucleus Precise Newsletter, edisi 72, 2011).
Kolelitiasis adalah material atau kristal tidak berbentuk yang terbentuk
dalam kandung empedu. Komposisi dari kolelitiasis adalah campuran dari
kolesterol, pigmen empedu, kalsium dan matriks inorganik. Lebih dari 70% batu
saluran empedu adalah tipe batu pigmen, 15-20% tipe batu kolesterol dan sisanya
dengan komposisi yang tidak diketahui. Di negara-negara Barat, komponen utama
dari batu empedu adalah kolesterol, sehingga sebagian batu empedu mengandung
kolesterol lebih dari 80% (Majalah Kedokteran Indonesia, volum 57, 2007).
2. Penyebab cholelithiasis (batu empedu)
Wanita (beresiko dua jadi lebih besar dibanding laki-laki)
Usia lebih dari 40 tahun .
Kegemukan (obesitas).
Faktor keturunan
Aktivitas fisik
Kehamilan (resiko meningkat pada kehamilan)
Hiperlipidemia
Diet tinggi lemak dan rendah serat
Pengosongan lambung yang memanjang
Nutrisi intravena jangka lama
Dismotilitas kandung empedu
Obat-obatan antihiperlipedmia (clofibrate)
Penyakit lain (seperti Fibrosis sistik, Diabetes mellitus, sirosis hati, pankreatitis
dan kanker kandung empedu) dan penyakit ileus (kekurangan garam empedu)
Ras/etnik (Insidensinya tinggi pada Indian Amerika, diikuti oleh kulit putih,
baru orang Afrika)
3. Klasifikasi Cholelithiasis
a. Batu kolesterol : berbentuk oval, multifokal atau mulberry dan
mengandung lebih dari 70% kolesterol.
b. Batu pigmen : merupakan 10% dari total jenis baru empedu yang
mengandung <20% kolesterol. Jenisnya antara lain:
o Batu pigmen kalsium bilirubinat (pigmen coklat)
Berwarna coklat atau coklat tua, lunak, mudah dihancurkan
dan mengandung kalsium-bilirubinat sebagai komponen
utama. Batu pigmen cokelat terbentuk akibat adanya faktor stasis
dan infeksi saluran empedu.
o Batu pigmen hitam.
Berwarna hitam atau hitam kecoklatan, tidak berbentuk,
seperti bubuk dan kaya akan sisa zat hitam yang tak
terekstraksi. Batu pigmen hitam adalah tipe batu yang banyak
ditemukan pada pasien dengan hemolisis kronik atau sirosis hati
c. Batu campuran : merupakan batu campuran antara kolesterol dan pigmen
dimana mengandung 20-50% kolesterol.
4. Manifestasi Cholelithiasis
Nyeri pada perut bagian kanan atas
Kulit kuning
Warna kencing pekat seperti teh dan BAB berwarna pucat seperti tanah
liat
Kekurangan Vitamin
Sering buang gas dan sendawa
5. Pemeriksaan pada Cholelithiasis
Radiologi (USG)
Radiografi (Kolesistografi) : untuk mendeteksi batu empedu dan mengkaji
kemampuan kandung empedu untuk melakukan pengisian, memekatkan
isinya, berkontraksi serta mengosongkan isinya.
Sonogram : dapat mendeteksi batu dan menentukan apakah dinding
kandung empedu telah menebal.
Endoskopi
Pemeriksaan laboratoriun
6. Penatalaksanaan tentang Cholelithiasis
Non bedah
1. Penatalaksanaan pendukung dan diet
Kurang lebih 80% dari pasien-pasien inflamasi akut kandung empedu
sembuh dengan istirahat, cairan infus, penghisapan nasogastrik, analgesik
dan antibiotik. Intervensi bedah harus ditunda sampai gejala akut mereda
dan evalusi yang lengkap dapat dilaksanakan, kecuali jika kondisi pasien
memburuk.
Manajemen terapi :
1. Diet rendah lemak, tinggi kalori, tinggi protein
2. Pemasangan pipa lambung bila terjadi distensi perut.
3. Observasi keadaan umum dan pemeriksaan vital sign
4. Dipasang infus program cairan elektrolit dan glukosa untuk mengatasi
syok.
5. Pemberian antibiotik sistemik dan vitamin K (anti koagulopati)
Bedah
1. Kolesistektomi terbuka
Sebuah pembedahan besar pada perut dimana ahli bedah
mengangkat kantung empedu dengan pengirisan kulit dan daging perut
sepanjang 13-18 sentimeter. Pasien biasanya harus tetap berada
dirumah sakit sekitar 2-3 hari.
2. Kolesistektomi laparoskopi
Kolesistektomi laparoskopik tidak memerlukan pemotongan otot
pada perut sehingga tidak begitu sakit, cepat pulih, bekas luka relatif
kecil dan komplikasi yang relatif sedikit. Sebagian besar pasien dapat
meninggalkan rumah sakit pada hari yang sama atau keesokan harinya
setelah pembedahan.