0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan20 halaman

Metode Preloading dengan PVD untuk Tanah Lunak

Dokumen tersebut membahas tentang pemadatan tanah menggunakan metode preloading dengan penggunaan prefabricated vertical drain (PVD). Metode ini digunakan untuk memperbaiki tanah lempung lunak sebelum pembangunan infrastruktur transportasi agar memiliki daya dukung yang memadai dan tidak terjadi kerusakan struktur."

Diunggah oleh

Digifont Co
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan20 halaman

Metode Preloading dengan PVD untuk Tanah Lunak

Dokumen tersebut membahas tentang pemadatan tanah menggunakan metode preloading dengan penggunaan prefabricated vertical drain (PVD). Metode ini digunakan untuk memperbaiki tanah lempung lunak sebelum pembangunan infrastruktur transportasi agar memiliki daya dukung yang memadai dan tidak terjadi kerusakan struktur."

Diunggah oleh

Digifont Co
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

3

PEMADATAN TANAH MENGGUNAKAN


METODE PRELOADING (PVD)

PENGERTIAN UMUM
Problema utama pembangunan infrastruktur transportasi pada tanah lempung lunak (soft clay)
adalah daya dukung tanah dasarnya yang relatif rendah dan pemampatan tanah dasarnya yang
relatif besar serta berlangsung relatif lama. Apabila tanpa dilakukan perbaikan pada tanah
dasarnya terlebih dahulu maka infrastruktur transportasi yang dibangun berpotensi akan
mengalami kerusakan sebelum mencapai umur yang direncanakan. Untuk menanggulangi
problema tersebut salah satu dari beberapa alternatif yang bisa dilakukan adalah melakukan
perbaikan tanah dasar metoda preloading dengan penggunaan prefabricated vertical drain
(PVD). Makalah ini menguraikan prinsip- prinsip dasar perbaikan tanah lempung lunak metoda
preloading dengan penggunaan PVD dan beberapa contoh aplikasinya pada pembangunan
infrastruktur transportasi di Pulau Kalimantan. Diberikan juga contoh aplikasi perbaikan tanah
lempung lunak metoda preloading dengan penggunaan PVD yang menerapkan sistem kontrak
berbasis kinerja (performance based contract).

Kata kunci : pulau kalimantan, tanah lempung lunak, preloading, prefabricated vertical drain,
instrumen geoteknik

1. PENDAHULUAN portasi di Pulau Kalimantan yang dibangun pada


tanah lempung lunak perlu penanganan khusus.
Sekitar 20 juta hektar atau lebih dari 10% luas
daratan di Indonesia merupakan tanah lunak 2. PERAN TANAH PADA BANGUNAN
yang terdiri dari tanah lempung lunak (soft clay
soil) dan tanah gambut (peat soil). Penyebaran Tanah memiliki 3 (tiga) peran utama pada ba-
tanah lempung lunak di Indonesia ditunjukkan ngunan infrastruktur transportasi, yaitu sebagai
pada Gambar 1. Di Pulau Kalimantan penye- pendukung, bahan dan beban bangunan infra-
baran tanah lempung lunak berada di Provinsi struktur transportasi seperti yang ditunjukkan
Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, pada Gambar 2. Sebagai peran pendukung,
Kalimantan Timur, Kalimantan Barat maupun tanah harus mempunyai daya dukung yang
Kalimantan Tengah. mampu mendukung bangunan infrastruktur
transportasi yang berada di atasnya. Apabila
tanah mengalami pemampatan maka penurunan
bangunan yang diakibatkannya tidak menyebab-
kan bangunan infrastruktur transportasi rusak
seperti yang diilustrasikan pada Gambar 3.

: tanah lempung lunak


Gambar 1. Penyebaran tanah lempung lunak

Dalam pembangunan infrastruktur transportasi,


tanah lempung lunak termasuk tanah yang ber-
masalah (problematic soil) atau tanah yang sulit
(difficult soil). Oleh sebab itu maka problema atau
kesulitan pembangunan infrastruktur trans- Gambar 2. Peran tanah pada bangunan
188
Gambar 3. Syarat tanah pendukung bangunan

3. PROBLEMATIKA LEMPUNG LUNAK


Gambar 6. Kerusakan jalan perkerasan kaku
Sebagai pendukung bangunan infrastruktur
transportasi, tanah lempung lunak mempunyai
karakteristik daya dukung yang relatif rendah dan
pemampatannya yang relatif besar serta
berlangsung relatif lama. Apabila tanpa dilaku-
kan perbaikan terlebih dahulu maka bangunan
infrastruktur transportasi yang dibangun di atas-
nya berpotensi mengalami kerusakan sebelum
mencapai umur konstruksi yang direncanakan.

Pada Gambar 4 sampai dengan Gambar 9


ditunjukkan contoh-contoh kerusakan bangunan
infrastruktur transportasi yang dibangun pada
tanah lempung lunak. Gambar 7. Kerusakan oprit jembatan

Gambar 4. Kerusakan timbunan badan jalan Gambar 8. Kerusakan konstruksi jembatan

Gambar 5. Kerusakan jalan perkerasan lentur


Gambar 9. Kerusakan tiang lampu jalan
189
Pada Gambar 5 ditunjukkan kerusakan timbun- nya. Ilustrasi metoda preloading dengan peng-
an tanah badan jalan. Pada Gambar 5 ditunjuk- gunaan PVD ditunjukkan pada Gambar 10.
kan kerusakan jalan perkerasan lentur (flexible
pavement). Pada Gambar 6 ditunjukkan contoh
kerusakan jalan perkerasan kaku (rigid
pavement). Pada Gambar 7 ditunjukkan contoh
kerusakan oprit jembatan. Pada Gambar 8
ditunjukkan contoh kerusakan konstruksi
jembatan. Pada Gambar 9 ditunjukkan contoh
kerusakan tiang lampu jalan. Contoh-contoh
kerusakan tersebut hanyalah sebagian kecil dari
kejadian kerusakan infrastruktur transportasi Gambar 10. Prinsip preloading dengan PVD
yang dibangun pada tanah lempung lunak.
Perbaikan tanah lempung lunak metoda pre-
4. METODA PRELOADING DENGAN PVD loading dengan PVD merupakan satu sistem
perbaikan tanah yang terdiri dari pekerjaan
Untuk menanggulangi problema pembangunan preload, PVD, horizontal drain dan instrumen
infrastruktur transportasi pada tanah lempung geoteknik seperti yang ditunjukan Gambar 11.
lunak, pada Tabel 1 ditunjukkan beberapa Preload berfungsi untuk memampatkan tanah
metoda perbaikan tanah dimana untuk tanah dasar. PVD berfungsi untuk mempercepat proses
lempung lunak metoda perbaikan yang tersedia pemampatan tanah. Horizontal drain berfungsi
adalah preloading (with vertical drain), electro- untuk mengalirkan air pori dari PVD ke arah
osmosis, vacuum consolidation, lightweight fill, horisontal ke luar timbungan preload. Instrumen
stone column, jet grouting, lime columns, geoteknik berfungsi untuk memantau proses dan
fracture grouting, ground freezing, vitrification, mengetahui kinerja hasil perbaikan tanah yang
electrokinetic treatment dan electroheating. Dari telah dilakukan.
berbagai metoda tersebut yang dibahas pada
makalah ini hanya metoda preloading (with
vertical drain) saja.

Tabel 1. Metoda perbaikan tanah

Gambar 11. Sistem preloading dengan PVD

Pada metoda preloading dengan PVD (prefabri-


cated vertical drain), perbaikan tanah dilakukan
dengan cara meletakkan beban (preload) pada
tanah dasar sesuai dengan beban kerja (work
load) dan beban konstruksi (construction load)
yang direncanakan. Durasi pembebanan dilaku- Gambar 12. Proses preloading dengan PVD
kan sampai konsolidasi tanah dasar mencapai
derajat konsolidasi yang direncanakan. Apabila Pada perbaikan tanah lempung lunak metoda
derajat konsolidasi tanah dasar telah mencapai preloading dengan PVD, input-nya adalah tanah
pada derajat yang direncanakan maka preload yang mudah mampat (compresible soil), selan-
dibongkar dan konstruksi dimulai pelaksanaan- jutnya dilakukan aktivitas percepatan pemam-

190
patan (consolidation acceleration) dan mengha- yang direncanakan (Ur > 90%). Selanjutnya
silkan output berupa tanah yang relatif selesai digantikan dengan beban yang sama, yaitu beban
pemampatannya (non-compressible soil). konstruksi (perkerasan jalan) sebesar 1,25 ton/m2
dan beban kerja (lalu-lintas) 1,86 ton/m2.
Kinerja pekerjaan perbaikan tanah lempung
lunak metoda preloading dengan penggunaan 5.2. Perencanaan PVD
PVD diketahui dari evaluasi hasil monitoring
instrumen geoteknik, baik selama proses mau- PVD (prefabricated vertical drain) merupakan
pun setelah pekerjaan selesai dilaksanakan. salah satu produk geosintetik (geosynthetics
Evaluasi monitoring instrumen geoteknik meng- products) yang berfungsi sebagai pengalir air
hasilkan informasi seperti pada Gambar 13. (drainage). PVD merupakan material komposit
yang terdiri dari inti (core) dan penyaring (filter)
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15.
Fungsi PVD pada pekerjaan perbaikan tanah
lempung lunak metoda preloading dengan peng-
gunaan PVD adalah untuk mempercepat waktu
proses konsolidasi seperti yang ditunjukkan pada
Untuk memantau proses dan mengetahui hasil Gambar 16.
perbaikan tanah lempung lunak metoda pre-

Gambar 13. Evaluasi instrumen geoteknik

5. PERENCANAAN PEKERJAAN

5.1. Perencanaan Timbunan Preload

Salah satu hal penting yang menentukan keber-


hasilan metoda preloading dengan PVD adalah
dalam hal perencanaan timbunan preload. Pre-
load harus direncanakan sesuai dengan beban Gambar 15. Material PVD
konstruksi (construction load) dan beban kerja
(work load) yang akan berada di atas tanah
dasar. Output hasil perencanaan preload berupa
data berat jenis () dan tinggi timbunan preload.

Gambar 14. Perencanaan timbunan preload


Gambar 16. Fungsi PVD
Misalnya beban konstruksi (perkerasan jalan)
sebesar 1,25 ton/m2 dan beban kerja (lalu-lintas) PVD dapat mempercepat waktu konsolidasi
1,86 ton/m2 maka apabila digunakan tanah dikarenakan PVD dapat memperpendek jarak
timbunan dengan berat jenis () sebesar 1,75 pengaliran air pori. Apabila tanpa menggunakan
ton/m3 direncanakan tinggi timbunan preload PVD, waktu konsolidasi tanah lempung lunak
sebesar 1,77 meter. Timbunan preload setinggi diilustrasikan seperti pada Gambar 17. Air pori
1,77 meter itulah yang dibongkar apabila konso- mengalir ke arah vertikal sesuai dengan besar-
lidasi tanah dasar telah mencapai sesuai dengan nya koefisien konsolidasi vertikal (Cv) sepan-

191
jang tebal lapisan tanah lunak (Hd). Waktu
konsolidasi (t) ditentukan oleh besarnya kuadrat
dari tebal lapisan tanah lunak (Hd) dibagi de-
ngan koefisien konsolidasi vertikal (Cv).

Gambar 19. Jarak PVD dan waktu konsolidasi

Gambar 17. Proses konsolidasi tanpa PVD

Apabila digunakan PVD, waktu konsolidasi ta-


nah lempung lunak diilustrasikan seperti pada
Gambar 18. Air pori mengalir ke arah horison-
tal sesuai dengan besarnya koefisien konso-
lidasi horisontal (Ch) sepanjang setengah dari
jarak pemasangan PVD (s). Waktu konsolidasi
(t) ditentukan oleh besarnya kuadrat dari sete-
ngah jarak pemasangan PVD (s) dibagi dengan
koefisien konsolidasi horisontal (Ch). Gambar 20. Pola pemasangan PVD

Proses konsolidasi terjadi pada tanah yang mem-


punyai kemampumampatan yang tinggi (com-
pressible soil). Oleh karena PVD berfungsi untuk
mempercepat proses konsolidasi maka PVD
dipasang sepanjang tebal lapisan tanah yang
mempunyai kemampumampatan yang tinggi
saja. Untuk menentukan suatu tanah mempunyai
kemampumampatan yang tinggi dan mengetahui
berapa tebalnya, dapat digunakan tabel
konsistensi tanah kohesif pada Tabel 2.
Gambar 18. Proses konsolidasi dengan PVD
Tabel 2. Konsistensi tanah kohesif
Misalnya pada tanah lempung lunak setebal 10
meter tidak digunakan PVD dan waktu konsoli-
dasinya selama 100 tahun, apabila digunakan
PVD dengan jarak 2 meter dan nilai Ch = 2Cv
maka waktu konsolidasinya akan dipercepat 200
kalinya menjadi 0,5 tahun saja. Pada Gambar
19 ditunjukkan grafik hubungan antara derajat
dan waktu konsolidasi untuk beberapa alternatif
jarak pemasangan PVD, dimana semakin pendek
jarak pemasangan PVD akan semakin cepat
Tanah kohesif yang berkemampumampatan
waktu konsolidasinya.
tinggi adalah tanah yang dominan mengandung
lanau (silt) dan lempung (clay) dengan konsis-
Ada 2 (dua) macam pola pemasangan PVD,
tensi sangat lunak (very soft), lunak (soft) dan
yaitu pola segitiga (triangular pattern) dan pola
menengah (medium). Dalam praktek, biasanya
bujur sangkar (square pattern) seperti yang di-
ditentukan dengan nila N-SPT ≤ 10 atau nilai qc
tunjukkan pada Gambar 20.
≤ 40 kPa.

192
5.3. Perencanaan Horizontal Drain

Drainase horisontal (horizontal drain) diperlu-


kan untuk mengalirkan air pori secara horisontal
yang berasal dari PVD. Ada berbagai macam
alternatif horizontal drain yang bisa digunakan,
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 21
sampai Gambar 26. Pada Gambar 21 ditunjuk-
kan alternatif horizontal drain dengan menggu-
nakan pasir. Pada Gambar 22 dengan menggu-
nakan pasir dan 1 lapis geotextile di bawahnya.
Pada Gambar 23 dengan menggunakan pasir dan
2 lapis geotextile di bawah dan di atas pasir. Gambar 24. Penggunaan kerikil dan geotextile

Gambar 21. Penggunaan pasir Gambar 25. Penggunaan pipa dan geotextile

Gambar 22. Penggunaan pasir dan 1 geotextile Gambar 26. Penggunaan PHD

Apabila permeabilitas pasir sangat kecil dan


untuk membuat horizontal drain yang lebih
tebal memerlukan biaya yang tinggi maka di
dalam pasir tersebut dipasang subdrain yang di-
buat dari kerikil yang dibungkus geotextile seperti
pada Gambar 24. Apabila untuk peng- gunaan
pasir biayanya sangat tinggi maka hori- zontal
drain dibuat dari pipa berlubang (perfo- rated
pipe) yang dibungkus geotextile seperti pada
Gambar 25. Sebagai alternatif pengganti pipa
berlubang (perforated pipe) yang dibung- kus
geotextile digunakan prefabricated horizon- tal
Gambar 23. Penggunaan pasir dan 2 geotextile drain (PHD) seperti pada Gambar 26.

193
PHD (prefabricated horizontal drain) merupa- Yang dimaksud dengan material settlement plate
kan salah satu produk geosintetik (geosynthetics adalah seperti yang ditunjukkan Gambar 29.
products) yang berfungsi sebagai pengalir air Settlement plate berfungsi untuk mengetahui
(drainage). PHD merupakan material komposit penurunan yang terjadi pada permukaan tanah,
yang terdiri dari inti (core) dan penyaring (filter) dimana pemasangannya seperti yang ditunjuk-
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 27. kan pada Gambar 30.
Bentuk PHD menyerupai bentuk PVD namun
lebih tebal dari PVD karena fungsi PHD pada
pekerjaan perbaikan tanah lempung lunak metoda
preloading dengan penggunaan PVD adalah
untuk menampung dan mengalirkan air yang
berasal dari beberapa ujung PVD seperti pada
Gambar 28.

Gambar 29. Material settlement plate

Gambar 27. Material PHD

Gambar 30. Pemasangan settlement plate

Yang dimaksud dengan material extensometer


adalah seperti yang ditunjukkan Gambar 31.
Extensometer berfungsi untuk mengetahui
kompresi lapisan tanah lempung lunak, dimana
pemasangannya seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 28. Fungsi PHD Gambar 32.

5.4. Perencanaan Instrumen Geoteknik

Pemasangan instrumen geoteknik (geotechnical


instrument) pada pekerjaan perbaikan tanah lem-
pung lunak metoda preloading dengan penggu-
naan PVD berfungsi untuk monitoring proses
pelaksanaan selama pekerjaan berlangsung dan
mengetahui kinerja hasil pekerjaan perbaikan
tanah yang telah selesai dilakukan.

Berikut ini hanya diuraikan beberapa instrumen


geoteknik saja, yaitu settlement plate, extenso-
meter, piezometer dan inclinometer. Gambar 31. Material extensometer

194
Gambar 32. Pemasangan extensometer Gambar 35. Material vibrating wire pm.

Pemasangan piezometer berfungsi untuk menge-


tahui perubahan tekanan air pori. Ada 3 (tiga)
macam piezometer yang biasa digunakan pada
pekerjaan perbaikan tanah lempung lunak meto-
da preloading dengan penggunaan PVD, yaitu
open standpipe piezometer, vibrating wire piezo-
meter dan pneumatic piezometer.

Yang dimaksud dengan material open standpipe


piezometer adalah seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 33. Sedangkan pemasangan open
standpipe piezometer seperti yang ditunjukkan
pada Gambar 34. Gambar 36. Pemasangan vibrating wire pm.

Gambar 33. Material open standpipe pm. Gambar 37. Material pneumatic piezometer

Gambar 34. Pemasangan open standpipe pm.


Gambar 38. Pemasangan pneumatic piezometer
195
Yang dimaksud dengan material vibrating wire
piezometer adalah seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 35. Sedangkan pemasangan vibrating
wire piezometer seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 36. Yang dimaksud dengan material
pneumatic piezometer adalah seperti yang ditun-
jukkan pada Gambar 37. Sedangkan pemasang-
an pneumatic piezometer seperti ditunjukkan
Gambar 38. Yang dimaksud dengan material
inclinometer adalah seperti yang ditunjukkan
Gambar 39. Pemasangan inclinometer berfung- Gambar 41. Metoda preloading dengan PVD
si untuk mengetahui deformasi lateral tanah
seperti pada Gambar 40. 6.2. Pemasangan PVD

Metoda pemasangan PVD ditunjukkan pada


Gambar 42. Material PVD yang lentur dapat
dimasukkan ke dalam tanah dengan mengguna-
kan selongsong besi (mandrel) yang dipancang-
kan ke dalam tanah dengan menggunakan alat
berat. Agar PVD dapat tertinggal di dalam tanah
digunakan sepatu pelat (anchor plate) yang di-
pasang pada ujung bawah material PVD.

Gambar 39. Material inclinometer

Gambar 42. Metoda pemasangan PVD

Pemasangan PVD dimulai dengan membuat


pola pemasangan PVD di lapangan seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 43. Selanjutnya dila-
Gambar 40. Pemasangan inclinometer kukan pemasangan sepatu pelat seperti pada
Gambar 44.
6. PELAKSANAAN PEKERJAAN

6.1. Rencana Jaringan Kerja

Rencana jaringan kerja (network planning) pe-


laksanaan pekerjaan perbaikan tanah lempung
lunak metoda preloding dengan PVD ditunjuk-
kan pada Gambar 41. Pada metoda preloading
dengan PVD, waktu tunggu konsolidasi dihitung
setelah ketinggian timbunan preload mencapai
puncaknya. Kemudian setelah derajat konsolida-
si yang direncanakan telah tercapai, dilakukan
pembongkaran timbunan preload. Gambar 43. Pola pemasangan PVD di lapangan

196
sangan PHD pada setiap 2 ujung PVD yang
dipasang dengan pola bujur sangkar (square
pattern).

Gambar 44. Pemasangan sepatu pelat

Kemudian mandrel dipancangkan ke dalam tanah


seperti pada Gambar 45. Setelah mencapai
kedalaman yang direncanakan, mandrel ditarik
ke atas dan dilakukan pemo- tongan PVD di atas Gambar 47. Pemasangan PHD pada 1 PVD
permukan tanah seperti pada Gambar 46.

Gambar 45. Pemancangan mandrel ke tanah Gambar 48. Pemasangan PHD pada 2 PVD

Gambar 46. Pemotongan PVD di atas tanah


Gambar 49. Pemasangan PHD pada 2 PVD
6.3. Pemasangan PHD

Metoda pemasangan PHD ditunjukkan pada 6.4. Pemasangan Instrumen Geoteknik


Gambar 47, Gambar 48 dan Gambar 49. Pada
Pada Gambar 50 sampai dengan Gambar 55
Gambar 47 ditunjukkan pemasangan PHD pada ditunjukkan metoda pemasangan instrumen
setiap 1 ujung PVD. Pada Gambar 48 ditunjuk- geoteknik, yang terdiri dari dari settlement plate,
kan pemasangan PHD pada setiap 2 ujung PVD extensometer, piezometer dan inclinometer. Ada
yang dipasang dengan pola segitiga (triangular 3 (tipe) piezometer yang ditunjukkan pemasang-
pattern). Pada Gambar 49 ditunjukkan pema- annya, yaitu open standpipe piezometer, vibra-
ting wire piezometer dan pneumatic piezometer.
197
Gambar 50. Pemasangan settlement plate Gambar 54. Pemasangan pneumatic piezometer

Gambar 51. Pemasangan extensometer Gambar 55. Pemasangan inclinometer

7. MONITORING PEKERJAAN

Setelah instrumen geoteknik selesai dipasang,


selanjutnya dilakukan penimbunan preload
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 56.

Gambar 52. Pemasangan open standpipe pm.

Gambar 56. Timbunan tanah preload

Selama proses penimbunan preload berlang-


sung dilakukan monitoring, sebagai berikut :
a. tinggi timbunan
b. penurunan tanah
c. kompresi tanah
d. tekanan air pori tanah
e. pergerakan lateral tanah
Gambar 53. Pemasangan vibrating wire pm.
198
7.1. Monitoring Tinggi Timbunan jukkan pada Gambar 57. Dari pembacaan yang
ditunjukkan pada Gambar 58 selanjutnya dibuat
Untuk monitoring tinggi timbunan dilakukan grafik monitoring penurunan tanah seperti ditun-
pembacaan terhadap settlement plate dengan jukkan pada Gambar 60.
menggunakan alat baca auto level seperti ditun-
jukkan pada Gambar 57. Dari pembacaan yang
ditunjukkan pada Gambar 58 selanjutnya dibuat
grafik monitoring tinggi timbunan seperti ditun-
jukkan pada Gambar 59.

Gambar 60. Grafik monitoring penurunan tanah

7.3. Monitoring Kompresi Tanah

Untuk monitoring kompresi tanah dilakukan


pembacaan terhadap extensometer dengan
menggunakan alat baca settlement probe seperti
ditunjukkan pada Gambar 61. Dari pembacaan
Gambar 57. Alat baca settlement plate yang ditunjukkan pada Gambar 62 selanjutnya
dibuat grafik monitoring kompresi tanah seperti
ditunjukkan pada Gambar 63.

Gambar 58. Monitoring settlement plate

Gambar 61. Alat baca extensometer

Gambar 59. Grafik monitoring tinggi timbunan

7.2. Monitoring Penurunan Tanah

Untuk monitoring penurunan tanah dilakukan


pembacaan terhadap settlement plate dengan
menggunakan alat baca auto level seperti ditun- Gambar 62. Monitoring extensometer

199
Gambar 63. Grafik monitoring kompresi tanah
7.4. Monitoring Tekanan Air Pori Tanah
Untuk monitoring tekanan air pori tanah dilaku- Gambar 66. Alat baca pneumatic piezometer
kan pembacaan terhadap piezometer. Bila meng-
gunakan open standpipe piezometer digunakan Dari pembacaan open standpipe piezometer
alat baca water level indicator seperti ditunjuk- pada Gambar 67 selanjutnya dibuat grafik
kan pada Gambar 64. Bila menggunakan vibra- monitoring tekanan air pori tanah seperti pada
ting wire piezometer digunakan alat baca data Gambar 70. Dari pembacaan vibrating wire
logger seperti ditunjukkan pada Gambar 65. piezometer pada Gambar 68 selanjutnya dibuat
Bila menggunakan pneumatic piezometer digu- grafik monitoring tekanan air pori tanah seperti
nakan alat baca pneumatic pressure indicator pada Gambar 70. Dari pembacaan pneumatic
seperti ditunjukkan pada Gambar 66. piezometer pada Gambar 69 selanjutnya dibuat
grafik monitoring tekanan air pori tanah seperti
pada Gambar 70.

Gambar 64. Alat baca open standpipe pm.

Gambar 67. Monitoring open standpipe pm.

200
Untuk monitoring pergerakan lateral tanah dila-
kukan pembacaan terhadap inclinometer dengan
menggunakan alat baca digital inclinometer
system seperti ditunjukkan pada Gambar 71.
Dari pembacaan yang ditunjukkan pada
Gambar 72 selanjutnya dibuat grafik monito-
ring pergerakan lateral tanah seperti ditunjukkan
pada Gambar 73.

Gambar 69. Monitoring pneumatic piezometer

Gambar 70. Grafik monitoring tekanan air pori

7.5. Monitoring Pergerakan Lateral Tanah

Gambar 73. Grafik pergerakan lateral tanah

8. EVALUASI KINERJA PEKERJAAN

Monitoring pekerjaan perbaikan tanah metoda


preloading dengan penggunaan PVD dilakukan
selama proses penimbunan dilaksanakan sampai
dengan tercapainya penurunan tanah dan/atau
derajat konsolidasi yang direncanakan. Apabila
penurunan tanah dan/atau derajat konsolidasi
yang direncanakan tersebut telah tercapai,
selanjutnya dilakukan pekerjaan pembongkaran
timbunan preload (unloading) seprti yang ditun-
Gambar 71. Alat baca inclinometer jukkan pada Gambar 74.

Gambar 72. Monitoring inclinometer Gambar 74. Pembongkaran timbunan preload

201
8.1. Evaluasi Penurunan Tanah Untuk mengetahui kinerja konsolidasi tanah
dapat dilakukan evaluasi terhadap grafik moni-
Untuk mengetahui kinerja penurunan tanah toring penurunan tanah dengan menggunakan
dilakukan evaluasi terhadap grafik monitoring grafik PEIGNAUD pada Gambar 76.
penurunan tanah dengan menggunakan metoda
ASAOKA seperti ditunjukkan pada Gambar 75 Dengan metoda grafik PEIGNAUD tersebut
untuk mengetahui : selanjutnya dapat dapat dibuat tabel evaluasi
a. penurunan total yang akan terjadi konsolidasi tanah seperti ditunjukkan pada
b. waktu untuk mencapai penurunan total Tabel 4.

Tabel 4. Evaluasi konsolidasi tanah

Gambar 75. Metoda Asaoka

Dengan metoda ASAOKA tersebut selanjutnya


dapat dibuat tabel evaluasi penurunan tanah
seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.

Tabel 3. Evaluasi penurunan tanah Untuk mengetahui kinerja konsolidasi tanah


dapat juga dilakukan evaluasi terhadap grafik
monitoring tekanan air pori dengan mengguna-
kan grafik pada Gambar 77.

8.2. Evaluasi Konsolidasi Tanah

Gambar 77. Grafik evaluasi konsolidasi tanah

9. APLIKASI DI PULAU KALIMANTAN

Perbaikan tanah lempung lunak metoda pre-


loading dengan penggunaan PVD telah banyak
diaplikasikan di Pulau Kalimantan. Lebih dari
150 (seratus lima puluh) kontrak pekerjaan yang
telah dilaksanakan Penulis, sekurang-kurangnya
ada 21 (dua puluh satu) kontrak pekerjaan yang
Gambar 76. Grafik Peignaud telah dilaksanakan di Pulau Kalimantan.

202
Tabel 5. Aplikasi di Pulau Kalimantan

Gambar 80. Monitoring instrumen geoteknik

Pekerjaan pemasangan PVD ditunjukkan pada


Berikut ini diuraikan sebagian dari perbaikan ta- Gambar 78. Pekerjaan pemasangan PHD ditun-
nah metoda preloading dengan penggunaan PVD jukkan pada Gambar 79. Pelaksanaan monito-
yang diaplikasikan pada pembangunan ring instrumen geoteknik ditunjukkan pada
infrastruktur transportasi di Pulau Kalimantan. Gambar 80. Kinerja penurunan tanah lempung
lunak yang berhasil dilakukan ditunjukkan pada
9.1. Infrastruktur Transportasi Air Gambar 81.

Perbaikan tanah metoda preloading dengan


penggunaan PVD telah diaplikasikan pada
Proyek Pembangunan Pelabuhan Bagendang di
Sampit, Kalimantan Tengah, pada tahun 2010.

Gambar 81. Kinerja penurunan tanah

Perbaikan tanah metoda preloading dengan


penggunaan PVD juga telah diaplikasikan pada
Proyek Pembangunan Pelabuhan Trisakti di
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tahun
Gambar 78. Pemasangan PVD 2012.

Gambar 79. Pemasangan PHD Gambar 82. Pemasangan PVD

203
Gambar 83. Pemasangan PHD Gambar 86. Pemasangan geotextile

Gambar 84. Monitoring instrumen geoteknik Gambar 87. Pemasangan PVD

Gambar 85. Kinerja penurunan tanah


Gambar 88. Pemasangan instrumen geoteknik
Pelaksanaan pemasangan PVD ditunjukkan pada
Gambar 82. Pelaksanaan pemasangan PHD
ditunjukkan pada Gambar 83. Pelaksanaan
monitoring instrumen geoteknik ditunjukkan
pada Gambar 84. Kinerja penurunan tanah
lempung lunak yang berhasil dilakukan ditun-
jukkan pada Gambar 85.

9.2. Infrastruktur Transportasi Udara

Perbaikan tanah metoda preloading dengan


penggunaan PVD telah diaplikasikan pada
Proyek Pembangunan Bandar Udara Juwata di
Tarakan, Kalimantan Utara, pada tahun 2010. Gambar 89. Kinerja penurunan tanah

204
Pelaksanaan pemasangan geotextile ditunjukkan
pada Gambar 86. Pelaksanaan pemasangan
PVD ditunjukkan pada Gambar 87. Pelaksana-
an pemasangan instrumen geoteknik ditunjukkan
pada Gambar 88. Kinerja penurunan tanah
lempung lunak yang berhasil dilakukan ditun-
jukkan pada Gambar 89.

Perbaikan tanah metoda preloading dengan


penggunaan PVD juga telah diaplikasikan pada
Proyek Pembangunan Bandar Udara Samarinda Gambar 93. Kinerja penurunan tanah
Baru di Samarinda, Kalimantan Timur, pada
tahun 2013. Pelaksanaan pemasangan geotextile ditunjukkan
pada Gambar 90. Pelaksanaan pemasangan PVD
ditunjukkan pada Gambar 91. Pelaksana- an
monitoring instrumen geoteknik ditunjukkan
pada Gambar 92. Kinerja penurunan tanah
lempung lunak yang berhasil dilakukan ditun-
jukkan pada Gambar 93.

9.3. Infrastruktur Transportasi Darat

Perbaikan tanah metoda preloading dengan


penggunaan PVD telah diaplikasikan pada
Proyek Pembangunan Jalan Bebas Hambatan
Balikpapan – Samarinda Paket 4 di Samarinda,
Gambar 90. Pemasangan geotextile Kalimantan Timur, pada tahun 2014.

Gambar 91. Pemasangan PVD Gambar 94. Pemasangan geotextile

Gambar 92. Monitoring instrumen geoteknik Gambar 95. Monitoring instrumen geoteknik

205
Gambar 96. Kinerja penurunan tanah
Gambar 99. Monitoring instrumen geoteknik
Pelaksanaan pemasangan geotextile ditunjukkan
pada Gambar 94. Pelaksanaan monitoring ins-
trumen geoteknik ditunjukkan pada Gambar 95.
Kinerja penurunan tanah lempung lunak yang
berhasil dilakukan ditunjukkan Gambar 96.

Perbaikan tanah metoda preloading dengan


penggunaan PVD juga telah diaplikasikan pada
Proyek Pembangunan Jalan Trisakti – Liang
Anggang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,
pada tahun 2016. Pada saat makalah ini ditulis,
Proyek Pembangunan Jalan Trisakti – Liang
Anggang ini masih dalam proses pelaksanaan.
Gambar 100. Kinerja penurunan tanah

Pelaksanaan pemasangan PVD ditunjukkan pada


Gambar 97. Pelaksanaan pemasangan PHD
ditunjukkan pada Gambar 98. Pelaksanaan
monitoring instrumen geoteknik ditunjukkan
pada Gambar 99. Kinerja penurunan tanah
lempung lunak yang berhasil dilakukan ditun-
jukkan pada Gambar 100.

9.4. Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja

Pekerjaan perbaikan tanah lempung lunak meto-


Gambar 97. Pemasangan PVD da preloading dengan penggunaan PVD telah
diaplikasikan dengan menerapkan sistem kon-
trak berbasis kinerja (performance based
contract) pada Proyek Pembangunan Stasiun
Curah Bagendang di Sampit, Kalimantan
Tengah, pada tahun 2008.

Kriteria penerimaan kinerja pekerjaan yang di-


syaratkan adalah :
a. Besarnya kecepatan penurunan pada 90%
konsolidasi tercapai < 0,012 mm per hari.
b. Derajat konsolidasi rata-rata pada lapisan
tanah yang berkonsolidasi tercapai > 90%.
c. Shear strength tanah dasar meningkat dengan
Gambar 98. Pemasangan PHD capaian > 20%.

206
Referensi

[1]. Kuswanda, Wahyu P., Penerapan Sistem Kontrak Berbasis Kinerja pada Pekerjaan Perbaikan Tanah
Lunak, Proceedings Konferensi Regional Teknik Jalan Ke-10 (KRTJ-10), HPJI, Surabaya, 2008.
[2]. Kuswanda, Wahyu P., Peranan Instru- mentasi Geoteknik untuk Mendukung Kontrak Berbasis
Kinerja Pembangunan Prasarana Transportasi di Indonesia, Pro- ceedings Seminar Nasional
Teknik Jalan 2013, HPJI, Medan, 2013.
[3]. Kuswanda, Wahyu P., Pemantauan Instru- men Geoteknik sebagai Indikator Kinerja Tanah Dasar
Lunak pada Kontrak Pemba- ngunan Jalan Berbasis Kinerja, Pro- ceedings
Konferensi Regional Teknik Jalan Ke-12 (KRTJ-12), HPJI, Bandung, 2013.
[4]. Kuswanda, Wahyu P., Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja Pembangunan Prasarana Transportasi
pada Tanah Lempung Lunak, Proceedings Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana
Wilayah 2014 (ATPW-2014), Program Diploma Teknik Sipil, FTSP, Institut
Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2014.
[5]. Kuswanda, Wahyu P., Aplikasi Instrumen Geoteknik pada Pembangunan Prasarana Transportasi,
Proceedings Simposium In- ternasional ke-17 Forum Studi Transpor- tasi antar Perguruan
Tinggi, Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTP) dan Universitas
Jember, Jember, 2014.
[6]. Kuswanda, Wahyu P., Penanganan Proble- ma Pembangunan Infrastruktur Transpor- tasi pada Tanah
Lempung Lunak, Pro- ceedings Seminar Nasional Teknik Jalan 2014,, HPJI, Palangkaraya, 2014.
[7]. Kuswanda, Wahyu P., Urgensi Monitoring Kinerja Tanah Lempung Lunak pada Pembangunan
Prasarana Transportasi di Indonesia, Proceedings Konferensi Regional Teknik Jalan Ke-13 (KRTJ-
13), HPJI, Makasar, 2014.
[8]. Kuswanda, Wahyu P., Rekayasa Geotek- nik Tanah Lempung Lunak pada Pemba- ngunan
Infrastruktur Transportasi, Pro- ceedings Seminar Nasional Aplikasi Teknologi
Prasarana Wilayah 2015 (ATPW-2015), Program Diploma Teknik Sipil,
FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2015.

207

Anda mungkin juga menyukai