0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
108 tayangan8 halaman

Upaya Pengendalian Infeksi di Puskesmas

Keputusan Kepala BLUD UPT Puskesmas Curup menetapkan tim pencegahan dan pengendalian infeksi serta pedoman terkait tugas tim, kriteria anggota, dan kebijakan pencegahan infeksi di Puskesmas seperti pelatihan PPI, isolasi pasien, dan kebersihan tangan.

Diunggah oleh

Anonymous wbPXs6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
108 tayangan8 halaman

Upaya Pengendalian Infeksi di Puskesmas

Keputusan Kepala BLUD UPT Puskesmas Curup menetapkan tim pencegahan dan pengendalian infeksi serta pedoman terkait tugas tim, kriteria anggota, dan kebijakan pencegahan infeksi di Puskesmas seperti pelatihan PPI, isolasi pasien, dan kebersihan tangan.

Diunggah oleh

Anonymous wbPXs6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

DINAS KESEHATAN
[Link] PUSKESMAS CURUP
Jl. Dr. Wahidin No. 03 Curup – Bengkulu Telp. 08117314800
Email: puskesmascurupkota@[Link] Website@[Link]

KEPUTUSAN
KEPALA [Link] PUSKESMAS CURUP
NOMOR: 800 / 873 /Crp/ Sekre

TENTANG

PENCEGAHAN DAN PENGENDLIAN INFEKSI


BLUD UPT PUSKESMAS CURUP

KEPALA BLUD UPT PUSKESMAS CURUP

Menimbang : a. bahwa Setiap Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus melaksanakan


Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
b. bahwa Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan
yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki
peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
c. bahwa petugas kesehatan, masyarakat yang menerima pelayanan
kesehatan, dan pengunjung di Puskesmas memiliki risiko terjadinya
infeksi terkait pelayanan kesehatan, baik karena berobat atau karena
berkunjung ke Puskesmas, untuk itu perlu dilakukan upaya
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Puskesmas.
d. bahwa untuk memenuhi sebagaimana dimaksud diatas perlu
ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala BLUD UPT Puskesmas
Curup;

Mengingat : 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun


2017 tentang Keselamatan Pasien.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun
2017 tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun
2018 tentang Pedoman K3 di Fasyankes.
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BLUD UPT PUSKESMAS CURUP


MANAJEMEN MUTU PUSKESMAS.

KESATU : Dengan ini mencabut kebijakan yang berhubungan dengan


Pencegahandan Pengendalian Infeksi sebeumnya;
KEDUA : Pencegahandan Pengendalian Infeksi sebagaimana tercantum dalam
lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Keputusan
ini ;
KETIGA Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan diperbaiki
sesuai ketentuan ;

Ditetapkan di : Curup
Pada tanggal : 02 Januari 2019
KEPALA BLUD UPT PUSKESMAS CURUP

FERADAMAYANTI
LAMPIRAN 1 SURAT KEPUTUSAN
KEPALA BLUD. UPT PUSKESMAS CURUP
NOMOR : 800/873 /Crp/sekre
TENTANG NAMA PETUGAS YANG TERGABUNG DI
TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
INFEKSI

TIM PENCEGAHAN PENGENDALIAN INFEKSI

Ketua : dr. Ocdela Trias Anggrida

Wakil Ketua : dr. Caecilia Ciera Arni

Sekretaris : Masitawati, [Link]. Kep

Anggota : Sulistiawati, S. Tr. Keb

:Widya Apriyanti, [Link]

: Rika Syafrida, [Link]

: Maya Eka P, [Link]


LAMPIRAN 2 SURAT KEPUTUSAN
KEPALA BLUD. UPT PUSKESMAS CURUP
NOMOR : 800/873 /Crp/sekre
TENTANG KRITERIA TIM PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN INFEKSI

KRITERIA KETUA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI:


1. Dokter yang mempunyai minat dalam PPI.
2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI.
3. Memiliki kemampuan leadership.

KRITERIA WAKIL KETUA, SEKRETARIS DAN ANGGOTA TIM PENCEGAHAN


DAN PENGENDALIAN INFEKSI :
1. Perawat/tenaga lain yang mempunyai minat dalam PPI.
2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI.
3. Dapat bekerjasama dan memiliki komitmen dalam PPI
LAMPIRAN 3 SURAT KEPUTUSAN
KEPALA BLUD. UPT PUSKESMAS CURUP
NOMOR : 800/873 /Crp/sekre
TENTANG URAIAN TUGAS TIM PENCEGAHAN
DAN PENGENDALIAN INFEKSI

URAIAN TUGAS TIM PECEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

1. KETUA
a. Bertanggungjawab atas
- Terselenggaranya dan evaluasi program PPI.
- Penyusunan rencana strategis program PPI.
- Penyusunan pedoman manajerial dan pedoman PPI.
- TersedianyaSPOPPI.
- Penyusunan dan penetapan serta mengevaluasi kebijakan PPI.
- Memberikan kajian KLB infeksi di RS.
- Terselenggaranya pelatihan dan pendidikan PPI.
- Terselenggaranya pengkajian pencegahan dan pengendalian risiko infeksi.
- Terselenggaranya pengadaan alat dan bahan terkait dengan PPI.
- Terselenggaranya pertemuan berkala.
b. Melaporkan kegiatan Komite PPI kepada Direktur.

2. WAKIL KETUA
a. Bertanggung jawab keapada ketua tim dalam hal tugas dan tanggung jawab terkait PPI
b. Membantu tugas dan tanggung jawab ketua dalam pelaksanaan program PPI

3. SEKRETARIS
a. Memfasilitasi tugas ketua komite PPI.
b. Membantu koordinasi.
c. Mengagendakan kegiatan PPI.

4. ANGGOTA
Berkoordinasi dengan ketua dan sekretaris dalam pembagian tugas antara lain:
a. Menyusun dan menetapkan serta mengevaluasi kebijakanPPI.
b. Melaksanakan sosialisasi kebijakan PPI, agar kebijakan dapat dipahami dan
dilaksanakan oleh petugas kesehatan.
c. Membuat SOP PPI.
d. Menyusun program PPI dan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
e. Melakukan investigasi masalah atau kejadian luar biasa HAIs (Healthcare Associated
Infections).
f. Memberi usulan untuk mengembangkan dan meningkatkan cara pencegahan dan
pengendalian infeksi.
g. Memberikan konsultasi pada petugas kesehatan Puskesmas.
h. Mengusulkan pengadaan alat dan bahan yang sesuai dengan prinsip PPI dan aman
bagi yang menggunakan.
i. Mengidentifikasi temuan di lapangan dan mengusulkan pelatihan untuk meningkatkan
kemampuan sumber daya manusia (SDM) Puskesmas dalam PPI.
j. Melakukan pertemuan berkala, termasuk evaluasi kebijakan.
k. Berkoordinasi dengan unit terkait lain dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi
Puskesmas, antara lain :
a. Tim Kesehatan Perorangan dalam Mengendalian Resistensi Antimikroba yaitu
dengan Penggunaan Obat Rasional
b. Tim kesehatan dan keselamatan kerja (K3) untuk menyusun kebijakan.
c. Tim keselamatan pasien dalam menyusun kebijakan clinical governance and
patient safety.
l. Mengembangkan, mengimplementasikan dan secara periodik mengkaji kembali
rencana manajemen PPI apakah telah sesuai kebijakan manajemen rumah sakit.
m. Memberikan masukan yang menyangkut konstruksi bangunan dan pengadaan alat dan
bahan kesehatan, renovasi ruangan, cara pemrosesan alat, penyimpanan alat dan linen
sesuai dengan prinsip PPI.
n. Melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari standar
prosedur / monitoring surveilans proses.
o. Melakukan investigasi, menetapkan dan melaksanakan penanggulangan infeksibila
ada KLB di Puskesmas.
LAMPIRAN 4 SURAT KEPUTUSAN
KEPALA BLUD. UPT PUSKESMAS CURUP
NOMOR : 800/873 /Crp/sekre
TENTANG KEBIJAKAN DAN PROSEDUR TERKAIT
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR TERKAIT


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

1. Hasil pelaksanaan tugas Tim PPI sebagaimana dimaksud dalam lampiran sebelumnya,
dilaporkan kepada Kepala Puskesmas secara berkala paling sedikit 2 (dua) kali dalam
setahun, atau sesuai dengan kebutuhan. Laporan sebagaimana dimaksud dipergunakan
pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagai dasar penyusunan perencanaan dan
pengambilan keputusan.
2. Pendidikan dan pelatihan PPI sekaligus pengembangan SDM Tim PPI dan seluruh
petugas wajib dilakukan dan didukung oleh Manajemen.
3. Seluruh staf Puskesmas harus mengetahui prinsip-prinsip PPI antara lain melalui pelatihan
PPI tingkat dasar.
4. Pelatihan dasar tersebut meliputi :
a. pencegahan infeksi meliputi hand hygiene
b. etika batuk
c. penanganan limbah
d. APD (masker dan sarung tangan) yang sesuai.
5. Semua karyawan baru dan peserta didik harus mendapatkan orientasi PPI.
6. Pendidikan bagi Pengunjung dan keluarga pasien berupa komunikasi, informasi, dan
edukasi tentang PPI terkait penyakit yang dapat menular.
7. Kewaspadaan isolasi meliputi kewaspadaan standar dan kewaspadaan transmisi termasuk
kebijakan tentang penempatan pasien, dilaksanakan sesuai prosedur yang meliputi:
a. Kebersihan Tangan
b. Alat Pelindung Diri (APD) : sarung tangan, masker,kaca mata/pelindung mata,perisai
wajah, gaun, apron, sepatu bot/sandal tertutup
c. Dekontaminasi Peralatan Perawatan Pasien
d. Pengendalian Lingkungan
e. Penatalaksanaan Limbah
f. Penatalaksanaan Linen
g. Perlindungan Petugas Kesehatan
h. Penempatan Pasien
i. Higiene Respirasi/Etika Batuk
j. Praktek Menyuntik Yang Aman
8. Petugas pemberi pelayanan terutama petugas yang langsung kontak dengan pasien adalah
petugas yang telah mengikuti rangkaian pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Curup dan
dinyatakan layak/ sehat.
9. Penggunaan antibiotik di Puskesmas Curup disesuaikan dengan stndart Penggunaan Obat
Rasional Nasional, yaitu :
a. Batas toleransi penggunaan antibiotik pada kasus ISPA non Pneumoni adalah 20%
b. Batas toleransi penggunaan antibiotik pada kasus Diare non Spesifik adalah 8%
10. Pengadaan bahan dan alat yang berhubungan dalam upaya pengendalian infeksi melibatkan
tim PPI dan kolaborasi dengan Tim terkait , pengadaan tersebut disampaikan dengan
pengajuan tertulis kepada Tim Mutu yang sekaligus sebagai Perencanaan Tingkat
Puskesmas, baik secara insidentil maupun lewat Rapat Tinjauan Manajemen.
11. Penempatan pasien di Puskesmas Curup diprioritaskan berdasarkan dengan kondisi
penyakit dan proses penularannya, sehingga harus terpisah dengan ruang pelayanan
lainnya, yaitu:
a. Ruang Pelayanan TBC
Ruangan dengan ventilasi natural untuk mencegah tranmisi airborne dan droplet bagi
petugas dan pasien lainnya, termasuk jalur penyerahan dahak dan pengambilan dahak
yang terpisah.
b. Ruang Imunisasi
Dengan pertimbangan imunisasi harus dilakukan saat kondisi pasien benar- benar sehat
untuk mencegah KIPI maka ruang imunisasi diupayakan terpisah dengan ruangan
pasien sakit.
c. Ruang Pelayanan IMS- HIV
Selain mempertimbangkan penularan infeksi maka pasien dengan HIV dan kasus IMS
perlu diperhatikan privasi nya, maka ruang pelayanan pun harus terpisah.

Anda mungkin juga menyukai