TUGAS MANAJEMEN OPERASI
MAGISTER MANAJEMEN (MM) 54 UNDIKNAS
oleh:
I Ketut Prawira Adhimatera (51911602)
Ida Ayu Indri Novirayanthi (51911603)
Ida Ayu Intan Martiana (51911604)
Kadek Loka Suristya (51911608)
Ni Luh Putu Triya Andriani (51911596)
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini para penulis dapat
menyelesaikan makalah yang mengangkat topik “Implementasi Manajemen Operasional
pada PT. Bumi Resources”. Tulisan ini penulis buat sebagai tugas kelompok mata kuliah
Operations Management. Meskipun kami mengalami banyak hambatan selama proses
pengerjaannya, tapi kami berhasil mengerjakan makalah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah
membantu kami baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengerjakan makalah
ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi
sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan
yang diharapkan dapat tercapai.
Denpasar, 5 Juli 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
BAB I Profil Perusahaan 1
A. Sejarah Singkat 1
B. Visi, Misi, dan Strategi Perusahaan 2
C. Lini Bisnis Utama 2
D. Wilayah Pemasaran dan Negara Tujuan 3
E. Struktur Organisasi 3
F. Total Pegawai 4
BAB II Perkembangan Bisnis
A. Rencana Jangka Pendek 6
B. Rencana Jangka Panjang 6
BAB III Manajemen Operasi 9
BAB IV Analisis 11
BAB V Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan 12
B. Saran 12
LAMPIRAN
BAB I
PROFIL PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat
PT Bumi Resources Tbk didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 26 Juni 1973
berdasarkan Akta Notaris No. 130 dan No. 103 tanggal 28 November 1973, keduanya dibuat
dihadapan Djoko Soepadmo, S.H., notaris di Surabaya dan mendapat persetujuan dari
Kementerian Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 12 Desember 1973 melalui Surat
Keputusan No. Y.A.5/433/12 dan didaftarkan di Buku Register Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Surabaya No. 1822/1973, No. 1823/1973, No. 1824/1973 tanggal 27 Desember 1973,
serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1, Tambahan No. 7, tanggal 2
Januari 1974. Perusahaan memulai kegiatan usaha secara komersial pada tanggal 17
Desember 1979.
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan ini
meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan
dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, perusahaan ini merupakan entitas
induk dari entitas anak yang bergerak di bidang aktivitas pertambangan. Entitas induk
langsung perusahaan adalah Chengdong Investment Corp-self, yang merupakan pemegang
saham mayoritas.
B. Visi, Misi, dan Strategi Perusahaan
1. VISI PT BUMI RESOURCES TBK
“Menjadi perusahaan operator bertaraf internasional dalam sektor energi dan
pertambangan”
2. MISI PT BUMI RESOURCES TBK
Mencapai keberlanjutan dan daya saing global untuk:
a. Meningkatkan laba atas investasi bagi pemegang saham
b. Meningkatkan kesejahteraan karyawan
c. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi tambang kami
d. Menjaga kelestarian lingkungan pada seluruh wilayah operasi pertambangan.
3. STRATEGI PT BUMI RESOURCES TBK
Perusahaan filosofi Tindakan BUMI dipandu oleh empat prinsip dasar:
a. Bagaimana cara terbaik untuk menciptakan nilai
b. Bagaimana cara terbaik untuk menciptakan kemakmuran
c. Bagaimana cara terbaik untuk menemukan peluang
d. Menjaga kelestarian lingkungan pada seluruh wilayah operasi pertambangan.
Filosofi Perusahaan konektivitas lebih ditingkatkan melalui kegiatan yang
mewujudkan konsep Corporate Social Responsibility, membina hubungan baik dengan
masyarakat lokal, dan memperkuat komitmen kami kepada manajemen dan pengurangan
dampak lingkungan. Hal ini, pada gilirannya, menjamin kemakmuran masa depan Perseroan
dan nilai ekonomi bagi semua pemangku kepentingan.
C. Lini Bisnis Utama
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PT Bumi
Resources Minerals adalah bergerak dalam bidang eksplorasi dan pengembangan
pertambangan atas sumber daya minyak, gas bumi dan mineral. PT Bumi Resources Minerals
saat ini memiliki cadangan-cadangan mineral termasuk tembaga, emas, timah hitam, zinc,
bijih besi, phosphate dan berlian yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia dan Afrika
Barat. PT Bumi Resources Minerals, juga dikenal sebagai perusahaan batubara terbesar di
Indonesia.
Saat ini, Perseroan telah merampungkan proyek tambang untuk meningkatkan rantai
suplai Batubara, melengkapi conveyor tambahan dengan sensor canggih untuk melacak
aliran dari tambang ke terminal laut. Nilai tinggi diperoleh dari menjalin kedekatan hubungan
dengan pelanggan, melakukan tindakan cepat atas semua masukan pelanggan, demi
membangun jaringan global terpadu yang Perseroan miliki saat ini. Hasil ditentukan dengan
memenuhi spesifikasi dan memastikan bahwa tenaga kerja mampu diberdayakan untuk
melakukan pekerjaan secara aman, efisien dan menguntungkan.
Direksi BUMI menerapkan strategi pertumbuhan untuk meningkatkan
aset, mendongkrak produksi dan melaksanakan pendekatan manajemen yang terfokus.
Melalui penerapan strategi yang dilakukan secara konsisten dan dengan pendekatan berbasis
risiko ini, BUMI akan mampu mengirimkan lebih banyak Batubara ke pasar global dan
memproduksi aset tambang mineral yang dimilikinya dalam rangka memenuhi permintaan
global yang terus meningkat.
D. Wilayah Pemasaran dan Negara Tujuan
E. Struktur Organisasi
F. Total Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2017, BUMI tercatat memiliki karyawan sebanyak 65
orang, yang pada tahun 2018 bertambah menjadi 67 orang. Guna meningkatkan kinerja
karyawan, BUMI berupaya mengembangkan karyawan yang kompeten dan membangun
hubungan kerja yang harmonis dan lingkungan kerja yang kondusif. Tujuan pengembangan
sumber daya manusia dalam jangka panjang adalah memaksimalkan kompetensi karyawan
guna memastikan kegiatan usaha yang efektif dan efisien. Untuk meningkatkan kemampuan
sumber daya manusia, BUMI telah menyelesaikan beberapa perbaikan terutama dalam
penerapan IT, dan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan), sistem informasi sumber
daya manusia yang dapat memfasilitasi pengelolaan administrasi, pemantauan, dan
pembuatan laporan. Dengan dukungan sistem yang telah disesuaikan, anak perusahaan dan
kontraktor berusaha memberikan kontribusi terhadap realisasi efisiensi operasional yang
optimal.
I. Jumlah Karyawan Berdasarkan Level Jabatan
II. Jumlah Karyawan Berdasarkan Usia
III. Jumlah Karyawan Berdasarkan Pendidikan
IV. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Pegawai
BAB II
PERKEMBANGAN BISNIS
A. Rencana Jangka Pendek
Dalam jangka pendek BUMI fokus terhadap pasokan alat berat dan suku cadang serta
infrastruktur. Akibat krisis ekonomi, pasokan alat berat dan suku cadang susah didapatkan.
Laporan keuangan BUMI mencatat, jumlah beban yang harus dibayar lebih tinggi dari laba
usahanya sendiri. Hal ini tentunya memperlihatkan buruknya kemampuan membayar utang
(solvabilitas) BUMI dalam membayar utang-utangnya.
B. Strategi Bisnis & Pengembangan Usaha
Perseroan berupaya membuka pasar-pasar potensial baru, selain tetap memperhatikan
pasar yang sudah ada. Pasar potensial tersebut diidentifikasi melalui riset pasar, difokuskan
pada negara-negara kawasan Asia yang memiliki pertumbuhan perekonomian cukup tinggi
namun tidak memiliki cadangan sumber daya batubara yang berlimpah, seperti diantaranya
Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Sementara Tiongkok, India, dan Jepang, merupakan
negara-negara maju di kawasan Asia yang akan tetap mendominasi permintaan batubara di
masa mendatang.
Perseroan berkomitmen untuk selalu memberikan jaminan kesesuaian kualitas
batubara yang diterima konsumen dengan kontrak yang disepakati. Jaminan
kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan
proses analisis sesuai sistem terakreditasi. Perseroan berupaya menjaga kualitas produk
untuk menjaga tingkat kepercayaan konsumen dan menjamin kerjasama bisnis bersifat
saling menguntungkan dalam jangka panjang.
Perseroan senantiasa mengutamakan prinsip transparansi dan tanggung
jawab dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen
pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Perseroan memberikan tanggapan yang cepat
terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen melalui komunikasi yang terus
menerus sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan.
Perseroan mengedepankan saling pengertian dan menjaga komitmen hubungan
bisnis berdasarkan prinsip saling menguntungkan dalam jangka panjang. Prinsip
saling mengerti dimaksud adalah kesamaan pandangan pada hubungan bisnis
jangka panjang dengan memperhitungkan keberlanjutan usaha pelanggan,
kelancaran pembayaran yang memungkinkan masing-masing pihak mampu
beroperasi dengan baik, keberlanjutan rantai pasokan maupun kelancaran operasional
di tambang yang telah dikelola dengan sebaik-baiknya oleh Perseroan. Di lain pihak,
Perseroan juga mempertimbangkan kelancaran implementasi kontrak-kontrak jangka
panjang yang mengikat kedua belah pihak, termasuk ketetapan harga yang ditinjau
secara periodik sesuai dengan perkembangan pasar. Untuk menjamin
keberlangsungan kerja sama bisnis dalam jangka panjang, Perseroan menjalin
kerjasama dengan mitra-mitra utama bereputasi internasional, baik yang bergerak
dalam bidang usaha pembangkitan listrik sebagai pengguna langsung maupun
kelompok-kelompok usaha multinasional yang memiliki unit pembangkit sekaligus
bergerak di bidang perdagangan listrik (trading).
C. Pengembangan Industri Batubara Global
Direktur eksekutif APBI-ICMA menyampaikan outlook industri pertambangan
batubara di tahun 2019 lebih banyak dipengaruhi faktor ketidakpastian ekonomi global
terutama Tiongkok. Ketidakpastian perekonomian global diperkirakan masih terjadi di 2019
di tengah kekhawatiran akan berlanjutnya perang tarif dagang antara AS dan China.
Sementara itu, ekonomi di China diperkirakan akan menurun di tahun ini di kisaran 6,4%
yang merupakan penurunan paling rendah dalam dua dekade terakhir ini. Hal ini yang
menimbulkan kekhawatiran akan melemahnya impor batubara di Tiongkok.
Sebagaimana diketahui, pelemahan harga batubara khususnya harga batubara kalori
rendah yang terjadi sejak paruh kedua 2018 lebih banyak disebabkan oleh berkurangnya
impor dari Tiongkok. Negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut di tahun 2018 ini mulai
mengurangi penggunaan batubara kalori rendah guna mengurangi dampak pencemaran dari
pemakaian energi fosil. Tekanan dari aspek lingkungan yang mendorong Tiongkok
membatasi impor batubara kalori rendah yang sebagian besar diimpor oleh Indonesia. Oleh
karena itu Indonesia lah yang sangat terdampak dengan tindakan pemerintah Tiongkok yang
membatasi penggunaan batubara kalori rendah tersebut.
Pelemahan harga batubara tersebut, khususnya di ICI-3 dan ICI-4 sejak Agustus 2018
tersebut yang trennya terus turun hingga di akhir tahun 2018 tersebut yang mengkhawatirkan
para pelaku usaha pertambangan batubara. Di awal Januari 2019, pemerintah menetapkan
HBA di kisaran US$ 92 yang turun tipis dibanding HBA periode Desember 2018. Dengan
kondisi harga seperti itu, industri pertambangan batubara di tanah air akan memasuki
masa-masa yang berat. Namun demikian, ada harapan Tiongkok akan membuka keran
impornya sehingga harga diproyeksikan akan terdorong di bulan Januari ini disaat Tiongkok
sedang mempersiapkan hari raya imlek yang jatuh di awal Februari 2019.
Secara keseluruhan APBI-ICMA tetap optimis industri pertambangan batubara akan
menggeliat di tahun 2019 meskipun perekonomian dunia dilanda ketidakpastian. Oleh karena
itu, APBI-ICMA mengharapkan dukungan kebijakan pemerintah untuk mendorong investasi
serta eksplorasi. Selain itu, insentif dibutuhkan untuk mendorong pengembangan hilirisasi
batubara dalam hal ini gasifikasi, terutama yang saat ini sedang dikembangkan oleh PTBA
mengubah batubara menjadi DME.
BAB III
MANAJEMEN OPERASI
BUMI berusaha dalam bidang pertambangan, adapun bahan dalam proses produksi
adalah :
a). BATU
Dalam negeri telah siap memenuhi permintaan lokal dan peraturan pemerintah untuk
Komitmen Pasokan domestik akan dipenuhi oleh BUMI, dan mudah-mudahan dengan cara
yang memberikan prediktabilitas untuk semua orang dalam produksi batubara dan industri
konsumsi. BUMI selanjutnya mempertimbangkan usaha teknologi baru dalam strategi
produk batubara diversifikasi. Di sini, BUMI telah diinvestasikan dalam usaha patungan dan
pengembangan teknologi, sambil mencari mitra strategis untuk memberikan menyelesaikan
penetrasi pasar yang dinamis dan strategi proses implementasi. BUMI ramping produksi
dengan tujuan untuk 100 ton per tahun pada tahun 2014. Sebagai bagian dari strategi
batubara industri terkemuka pertumbuhan termal, Bumi akan mengakses pasar batubara
thermal yang tercepat akan terjadi di Asia Timur, di Cina dan India khususnya. Dengan
pandangan umumnya positif bagi dunia harga batubara termal, BUMI mengantisipasi bahwa
pertumbuhan output akan memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan yang lebih kuat.
Jalan kedua mengejar strategis melibatkan mineral tambang anak perusahaan Bumi Minerals
Resources. Dengan memiliki pendekatan manajemen lebih dekat dalam non-batubara sifat,
tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari cross-over keahlian sambil
memperkuat pendekatan independen pengetahuan dan lokal terhadap operasi pertambangan
berbagai. Keberhasilan pendekatan ini selaras diberi dorongan awal tahun 2012 dengan
pengumuman positif izin operasional untuk tambang besi di Mauritania. Selain itu,
manajemen BRM juga telah merencanakan untuk memulai operasi dalam operasi Dairi pada
tahun 2012. Dengan mengoptimalkan basis aset, BUMI akan mampu mencapai Bestin kelas
kinerja di semua operasi, posisi Perseroan dalam lintasan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Bagian dari proses ini mencakup drive utama untuk meningkatkan efisiensi operasi melalui
review benchmarking dari semua operasi tambang, review dari rantai pasokan, dan
mengaktifkan standar ditingkatkan tata kelola keuangan dan perusahaan. Secara finansial,
strategi adalah untuk menurunkan biaya bunga melalui produksi batubara di atas meningkat
dan kontribusi meningkat yang baru di tambang sungai. Dengan menurunkan biaya modal,
Perseroan akan menjadi arus kas kuat dan posisi keuangan ketika bergerak dari membangun
potensi dalam properti pertambangan, bergerak di luar keselarasan fokus manajemen pada
kedua batubara dan non-batubara sifat dan akhirnya membuka luar biasa nilai semua
properti. Pasar Distribusi BUMI terus meningkatkan kerjasama jangka panjang dengan
perusahaan utilitas di Cina, Eropa, India, Jepang dan sisanya dari Asia serta pasar domestik
yang terus berkembang. Dalam memperluas basis pelanggan, BUMI telah membuktikan
dirinya sebuah perusahaan kelas dunia di sektor energi dan pertambangan.
BAB IV
ANALISIS
Dengan mengacu pada prinsip-prinsip GCG, BUMI bertekad untuk memberikan pelayanan
terbaik kepada pelanggannya. BUMI menjual produknya kepada pemakai akhir dan semua
pelanggan BUMI adalah perusahaan, dan setiap penjualan batubara di dukung dengan suatu
kontrak, yang memberikan perlindungan ekstra untuk hak dari tiap pihak. Konsep CSR
perusahaan adalah memberdayakan masyarakat lokal di sekitar lokasi pertambangan dengan
menggunakan model kemitraan dalam bidang-bidang:
● Ekonomi: membantu mengembangkan koperasi dan UKM
● Pendidikan: memberikan honorarium kepada guru sekolah masyarakat sekitar dan
daerah dan kepada Bakrie School of Management; serta menyediakan beasiswa untuk
mahasiswa yang belajar di Bakrie School of Management
● Kesehatan: Memberikan pengobatan dan operasi bebas biaya (seperti operasi
katarak) • Infrastruktur: membangun jalan dan jembatan
● Pengembangan Kemampuan Masyarakat: untuk membantu masyarakat dan
pemerintah lokal dengan menyediakan sumbangan untuk kegiatan sosial, masyarakat
serta kegiatan sosial nasional
● Pelestarian Alam dan Budaya: untuk melindungi alam melalui pelaksanaan dan
sosialisasi program pengolahan sampah padat; melestarikan Taman Nasional Kutai;
memberikan kontribusi terhadap Penelitian Wana Orangutan; dan membantu
memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan untuk penduduk asli
● Program Pengembangan Agribisnis: untuk mendukung pengembangan perkebunan
kakao dan sitrus dan melakukan pengembangan kapasitas nelayan dan petani lokal
Untuk memastikan bahwa Perseroan telah memenuhi standar nasional maupun
internasional dalam hal pengelolaan lingkungan, BUMI telah mendapat sertifikasi
ISO 14001 di bidang sistem pengelolaan lingkungan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
PT BUMI RESOURCES Tbk dari tahun ke tahun telah mengalami perkembangan yang
sangat pesat, dengan cadangan batubara Indonesia yang menjadi nomor 3 dunia setelah
China dan Amerika Serikat maka dipastikan usaha dari PT BUMI akan terus
berkelanjutan dibarengi dengan semangat melakukan efisiensi dan perbaikan manajemen
mutu. BUMI mencatatkan pendapatan hingga kuartal III-2018 sebesar US$ 824,86 juta.
Pendapatan ini melesat 47 kali lipat ketimbang pendapatan pada periode sama tahun lalu
sebesar US$ 17,37 juta. Namun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan pada
entitas induk mencapai US$ 205,30 juta atau turun 22,18% dari periode sama tahun lalu
sebesar US$ 263,83 juta.
B. Saran
1. PT Bumi harus melakukan pengembangan usaha lain selain batu bara, karena
ditengah usaha pengembangan sumber daya terbarukan (Renewable Resource) maka
perusahaan dituntut untuk mencari jalan yang terbaik untuk tetap survive.
2. PT BUMI dalam usaha penambangan telah menerapkan usaha yang
berkesinambungan dalam melindungi alam sekitar usaha tambang, namun masih
banyak wilayah yang harus terus diperbaiki sehingga kinerja perusahaan akan
menjadi lebih baik lagi.
3. Untuk mengatasi banyaknya jumlah hutang lancar yang akan jatuh tempo, sebaiknya
PT. Bumi Resources bisa menawarkan kepada kreditur untuk mengkonversikan
sebagian hutangnya menjadi saham atas PT. Bumi resources. Dengan demikian
jumlah hutang yang dimiliki PT. Bumi resources dapat dikurangi, setidaknya untuk
biaya pembayaran bunga jadi berkurang dan biaya pembayaran bunga itu dapat
dialihkan fungsinya untuk lebih dapat mengefisiensi kegiatan operasional perusahaan.
LAMPIRAN :