0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan45 halaman

Metode Penentuan Posisi GPS Statik

Dokumen tersebut membahas berbagai metode penentuan posisi dengan GPS, meliputi metode absolut, diferensial, statik, kinematik, dan real-time. Metode-metode tersebut berbeda dalam hal apakah objek dan receiver bergerak atau diam, serta jenis dan akurasi posisi yang dihasilkan.

Diunggah oleh

Komar Rudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan45 halaman

Metode Penentuan Posisi GPS Statik

Dokumen tersebut membahas berbagai metode penentuan posisi dengan GPS, meliputi metode absolut, diferensial, statik, kinematik, dan real-time. Metode-metode tersebut berbeda dalam hal apakah objek dan receiver bergerak atau diam, serta jenis dan akurasi posisi yang dihasilkan.

Diunggah oleh

Komar Rudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode-Metode

Penentuan Posisi dengan GPS

ABSOLUTE DIFFERENTIAL
(satu receiver) (minimal 2 receiver)

STATIK
(obyek diam, receiver diam)

KINEMATIK
(obyek bergerak, receiver bergerak)

RAPID STATIK
(obyek diam, receiver diam (singkat))

PSEUDO-KINEMATIK
(obyek diam, receiver diam & bergerak)

STOP AND GO
(obyek diam, receiver diam & bergerak)
Real-Time Absolute Positioning (3)

3-5m
Before May 2000 :
25-100 m
Tipe Akurasi posisi horizontal berdasarkan :
• C/A Code on L1

USC-USDC (2002)
Real-Time Absolute Positioning (4)

Lebih tahan terhadap interferensi

1-3 m Mengeliminasi cost kebutuhan untuk


DGPS pada banyak aplikasi non-safety

Tipe Akurasi posisi horizontal berdasarkan


• C/A Code on L1
• L2C Code on L2
• New Code on L5
USC-USDC (2002)
Static Absolute Positioning

Menggunakan banyak epoch pengamatan (dalam beberapa jam atau lebih).

Membutuhkan penggunaan jenis receiver pemetaan atau geodetik.

Dapat berbasis pseudorange, phase dan phase-smoothed pseudoranges.

Tipe akurasi spektrum :


dm sampai beberapa meter

Akurasi akan lebih banyak dipengaruhi oleh :


- jenis data yang digunakan
- panjang data

Dapat digunakan untuk menetapkan inisialisasi stasiun kontrol


(sementara).
Dilution of Precision (DOP)

ketelitian parameter = DOP . ketelitian data

• DOP adalah bilangan yang digunakan untuk merefleksikan kekuatan


geometri dari konstelasi satelit.
Nilai DOP kecil geometri satelit kuat (baik)

Nilai DOP besar geometri satelit lemah (buruk)
Nilai DOP dihitung berdasarkan matrik ko-faktor dari parameter yang
• diestimasi.
Nilai DOP akan tergantung pada jumlah, lokasi, dan distribusi dari
satelit serta lokasi dari pengamat sendiri.

Nilai DOP bervariasi secara spasial maupun temporal.
Beberapa jenis DOP :
• . GDOP = Geometrical DOP (posisi-3D dan waktu)
. PDOP = Positional DOP (posisi-3D)

. HDOP = Horizontal DOP (posisi horisontal)
. VDOP = Vertical DOP (tinggi)
. TDOP = Time DOP (waktu)
Variasi Nilai GDOP

GDOP besar GDOP kecil


(Volume Tetrahedron kecil) (Volume Tetrahedron besar)

Semakin banyak satelit yang diamati,


nilai GDOP akan semakin mengecil dan sebaliknya !

[Link]
Hal ini juga disebut posisi relatif
Differential Positioning
Diperlukan minimal 2 receiver, STATIK Satelit GPS Satelit GPS
di mana salah satunya terletak
pada titik dengan koordinat dikenal
(stasiun referensi).

Stasiun Referensi Stasiun


Posisi ditentukan oleh stasiun relatif Observer Monitor
terhadap stasiun referensi.
Observer KINEMATIK

Konsep umum: proses differencing bisa menghilangkan dan / atau mengurangi efek dari beberapa kesalahan dan
bias, dan karenanya dapat meningkatkan akurasi posisi.

Efektivitas proses differencing akan sangat tergantung pada jarak antara stasiun monitor dan titik yang akan
ditempatkan (semakin pendek lebih efektif, dan sebaliknya).

Dapat menggunakan pseudoranges, fase, atau pseudoranges fase-smoothed.

Rentang tingkat Akurasi posisi dari menengah hingga tinggi.

Aplikasi utama: survei dan pemetaan, survei geodesi, dan navigasi yang presisi.
Mode Data Differencing

Satellite # 2, Satellite # 1,
epoch # 2 epoch # 2 DIANTARA
DIANTARA EPOCH
SATELIT

Satellite # 1,
epoch # 1

DIANTARA
RECEIVER
Receiver # 1 Receiver # 2
Sistem DGPS (Differential GPS) adalah istilah yang digunakan
untuk mewakili positioning system diferensial real-time dengan
Sistem DGPS
menggunakan data pseudorange.

Dalam rangka membentuk Mode real time, Stasiun Referensi


harus mengirimkan koreksi diferensial ke pengguna secara
GPS
real-time dengan menggunakan sistem komunikasi data
tertentu.

Dua Tipe dari Koreksi Diferensial :


- koreksi pseudorange (RTCM SC-104)
- koreksi posisi

Yang biasanya digunakan : koreksi pseudorange Vessel

Tipe Akurasi Posisi : 1 - 3 m Stasiun


Referensi

Hal ini umumnya digunakan untuk posisi Koreksi


objek bergerak. Differential

Aplikasi utama: survei kelautan dan navigasi


akurasi menengah.
Sistem
DGPS

[Link]
Daerah Lokal & Area Luasan DGPS

Tergantung wilayah cakupannya, sistem DGPS dapat dibedakan


atas Local Area DGPS (LADGPS) dan Wide Area DGPS (WADGPS)

LADGPS WADGPS

Jumlah stasion Satu stasion Beberapa


referensi referensi stasion referensi

Koreksi untuk Skalar (koreksi Vektor (koreksi jam satelit,


setiap satelit pseudorange) tiga komponen kesalahan
ephemeris, parameter-
parameter model ionosfir)

Validitas Lokal (< 100 km) Regional


koreksi
Sistem WADGPS
RTK (Real-Time Kinematik) istilah sistem yang
digunakan untuk mewakili sistem diferensial
Sistem RTK
real-time positioning menggunakanData fase
Satelit GPS

Dapat digunakan untuk posisi stasioner dan benda


bergerak.

Dalam rangka membangun mode real


time, Stasiun Referensi harus
mengirim kedua fase dan data Rover Phases dan
pseudorange ke pengguna secara Pseudoranges
real-time dengan menggunakan Stasiun
sistem komunikasi Monitor
data-data tertentu.

Akurasi posisi: 1 - 5 cm

Aplikasi Utama : Stake Out, survei kadaster, survei tambang, dan navigasi presisi
tinggi
RTK Positioning: Hari ini

10 km

Akurasi 2 cm

Tipikal Akurasi dari posisi berdasarkan


• L1 Code and Carrier
• L2 Carrier
• Data Link
USC-USDC (2002)
RTK Positioning: Besok

Pemulihan lebih cepat


mengikuti sinyal koreksi 100+ km
(ex., di bawah jembatan)
Referensi Stasiun
Akurasi 2 cm sedikit dibutuhkan

Tipikal Akurasi Besok positioning berdasarkan


• L1 Code and Carrier•L5 Code and Carrier
• L2 Code and Carrier•Data Link
USC-USDC (2002)
Penggunaan Repeater

• Memperluas cakupan sinyal


Satelit GPS
• Untuk menangani adanya
obstruksi dari topografi

Pengguna
Repeater
(Rover)

4
Stasion
Referensi
RTK Net (Sistem VRS)

Pengguna SR Utama
seolah-olah
menerima data
dari SR maya
Pengguna

SR utama
SR maya mengirimkan
‘data’ SR maya
ke pengguna

SR (Stasion Referensi) sebenarnya


Static Positioning

Titik (-titik) yang akan ditentukan


Satelit GPS
posisinya tidak bergerak.
Bisa berupa absolute ataupun
differential positioning.
Bisa menggunakan data pseudorange
Stasion dan/atau fase.
Referensi
vektor baseline
Ukuran lebih pada suatu epok
pengamatan biasanya banyak.
Keandalan dan ketelitian posisi yang
Satelit GPS diperoleh umumnya tinggi (orde mm
sampai cm).
Aplikasi : penentuan titik-titik kontrol
untuk survai pemetaan maupun survai
geodetik.
Stasion
Referensi
Survey GPS Static

Semua poin yang harus diposisikan


yang stasioner. Fixed points
Poin untuk menjadi
Pengamatan biasanya dilakukan
diposisikan diamati
untuk menutupi jaringan poin
Dasar vektor
tertentu.

Koordinat ditentukan relatif terhadap titik-titik tetap


dengan koordinat diketahui.

Pengamatan biasanya dilakukan dalam modus dasar untuk beberapa jam atau hari.

Biasanya didasarkan pada posisi diferensial dengan menggunakan data fase.

Akurasi posisi Achievable biasanya tinggi (mm sampai tingkat cm).

Aplikasi : control surveys, monitoring surveys, etc..

Metode Lain : - RAPID STATIC - STOP AND GO


- PSEUDO-KINEMATIC - KINEMATIC
Geometri Jaring Survei GPS

• Jaring survai GPS dibentuk oleh titik-titik yang diketahui koordinatnya


(titik tetap) dan titik-titik yang akan ditentukan posisinya.

• Titik-titik tersebut dihubungkan dengan baseline-baseline yang


komponennya (dX,dY,dZ) diamati.

• Contoh suatu bentuk jaring GPS :

titik tetap
titik yang akan
ditentukan posisinya

baseline
yang diamati
Moda Jaring vs. Moda Radial

MODA RADIAL
MODA JARINGAN (DARI 1 TITIK TETAP)

Moda yang digunakan • Ketelitian titik


akan berpengaruh pada: • Waktu Survei
• Biaya Survei
GPS Data Processing Software

Commercial Software Author

SKIPro Leica
GPSurvey Trimble
Pinnacle Topcon

Scientific Software Author

BERNESSE University of Berne, Swiss


DIPOP University of New Brunswick, Kanada

GAMIT Massachussets Institute of Technology, USA


GIPSY Jet Propulsion Laboratory, USA
TOPAS University of Federal Armed Forces, Jerman
Jaringan GPS untuk Contoh Perhitungan

N10239 Jaring GPS 60


Orde-II BPN
Jawa Timur 1994
Panjang Baseline
24 50
25

23 22 40
21

N0006
Nomor
16 17 baseline
20
18
19

14
15 11
13 12

07 09
06 10
08 10
N10237
N10240
05 04 03 02 01 1
30 25 20 15 10 5 0
Titik-Titik Tetap
(N10237, N10239, N10240, N0006) Panjang baseline (km)
Titik (-titik) yang akan Kinematic Positioning
ditentukan posisinya
bergerak (kinematik).
Selain posisi GPS juga bisa digunakan untuk
GPS
menentukan kecepatan, percepatan & attitude.
Bisa berupa absolute ataupun differential positioning.
Bisa menggunakan data pseudorange dan/atau fase.
Hasil penentuan posisi bisa diperlukan saat
pengamatan (real-time) ataupun sesudah
pengamatan (post-processing)
Monitor
Untuk real-time differentian positioning
Station
diperlukan komunikasi data antara monitor station
dengan receiver yang bergerak.
Penentuan posisi kinematik secara teliti memerlukan penggunaan data fase.
Problem utamanya adalah penentuan ambiguitas fase secara on-the-fly.
Ukuran lebih pada suatu epok pengamatan biasanya tidak banyak.
Ketelitian posisi : rendah sampai tinggi.
Aplikasi : navigasi, pemantauan (surveillance), guidance, fotogrammetri,
airborne gravimetry, survai hidrografi, dll.
Penentuan posisi titik-titik yang Precise Kinematic
bergerak secara teliti (tingkat
ketelitian berorde centimeter). Positioning
Harus berbasiskan differential positioning
yang menggunakan data fase.
GPSProblem utama : penentuan
ambiguitas fase secara
on-the-fly, yaitu penentuan ambiguitas fase
pada saat receiver sedang bergerak
dalam waktu sesingkat mungkin.
Penentuan ambiguitas secara on-the-fly akan
meningkatkan ketelitian, keandalan, dan
fleksibilitas dari kinematic positioning.
MonitorSaat dikenal
beberapa teknik penentuan
Station
ambiguitas fase secara on-the-fly.
Hasil penentuan posisi bisa diperlukan saat pengamatan
(real-time) ataupun sesudah pengamatan (post-processing)
Untuk real-time differentian positioning diperlukan komunikasi data antara
monitor station dengan receiver yang bergerak.
Aplikasi : sistem pendaratan pesawat, kalibrasi altimeter satelit, studi oseanografi
(arus, gelombang, pasut), dll.
Survei Statik Singkat (Rapid Static)

Survei Statik dengan sesi pengamatan yang lebih


singkat (5-20 menit ketimbang 1-2 jam).
Prosedur pengumpulan data di lapangan seperti
pada survei statik.
Lama pengamatan tergantung pada panjang
Titik Tetap
baseline, jumlah satelit, serta geometri satelit.
Berbasiskan differential positioning dengan
baseline menggunakan data fase.
Persyaratan mendasar : penentuan ambiguitas
fase secara cepat.
titik yang akan
ditentukan posisinya

Menuntut penggunaan piranti lunak pemroses data GPS yang andal dan canggih.
Memerlukan satelit geometri yang baik, tingkat bias dan kesalahan data yang relatif
rendah, serta lingkungan yang relatif tidak menimbulkan multipath.
Data dua-frekuensi lebih diharapkan.
Untuk meningkatkan keandalan, satu baseline umumnya diamati dalam dua sesi
pengamatan.
Ketelitian (relatif) posisi titik yang diperoleh adalah dalam orde centimeter.
Aplikasi utama : survai pemetaan (orde tidak terlalu tinggi), densifikasi titik, survai
rekayasa, dll.
Statik Singkat vs Statik

Statik singkat mempunyai tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan


survei statik, karena waktu pengamatan satu sesi relatif lebih singkat.
Metode survei statik memberikan ketelitian posisi yang relatif lebih tinggi
dibandingkan metode statik singkat .
Metode statik singkat memerlukan receiver GPS serta piranti lunak
pemroses data yang lebih canggih dan lebih modern.
Karena harus memastikan penentuan ambiguitas fase secara benar dengan
data pengamatan yang relatif lebih sedikit, metode statik singkat relatif
‘kurang fleksibel’ dibandingkan metode statik.
Metode survei statik singkat relatif lebih rentan terhadap efek dari kesalahan dan bias.
Skenario yang paling baik adalah dengan menggabungkan kedua metode tersebut,
dimana setiap metode digunakan secara fungsional sesuai dengan karakteristiknya
masing-masing.

Survai statik
Survai statik singkat

Titik tetap (kontrol)


Titik yang ditentukan posisinya
dengan metode statik
Titik yang ditentukan posisinya
dengan metode statik singkat
Survei Pseudo-Kinematik (1)

Dinamakan juga metode intermittent static


atau metode reoccupation.
pengamatan -1
Dua survai statik singkat (lama pengamatan
beberapa menit) dengan selang waktu yang
Monitor cukup lama (lebih besar dari 1 jam) antara
Station
keduanya.
Argumen mendasar : Pengamatan dalam dua
sesi yang berselang waktu relatif lama
dimaksudkan untuk mencakup perubahan
pengamatan - 2 geometri yang cukup, untuk dapat
setelah > 1 jam
mensukseskan penentuan ambiguitas fase
dan juga untuk mendapatkan ketelitian posisi
p en g yang lebih baik.
am a
perubahan
GPS
Memerlukan satelit geometri yang baik,
geometri
a tingkat bias dan kesalahan data yang relatif
tan p du
ke rendah, serta lingkungan yang relatif tidak
erta n menimbulkan multipath.
g ta
ma en a
p am

Pengamat
Survei Pseudo-Kinematik (2)
Berbasiskan differential positioning dengan menggunakan data fase.
Data pengamatan di antara titik-titik diabaikan.
Receiver GPS dapat dimatikan selama pergerakan.
Penentuan posisi menggunakan data gabungan dari dua sesi pengamatan.
Tidak semua receiver GPS mempunyai moda operasional untuk
metode pseudo-kinematik ini.
Menuntut penggunaan piranti lunak pengolahan data GPS yang khusus.
Ketelitian (relatif) posisi titik yang diperoleh adalah dalam orde centimeter.
Metode yang ideal ketika kondisinya tidak sesuai untuk penerapan
metode statik singkat ataupun metode stop-and-go.

Statik

Statik Singkat

Pseudo-Kinematik
Survei Stop-and-Go (1)

Karakteristik : rover bergerak dan stop


(selama beberapa puluh detik) dari titik ke titik
go
Dinamakan juga survei semi kinematik.
Mirip seperti kinematic positioning,
hanya titik yang akan ditentukan
posisinya tidak bergerak dan receiver
diam beberapa saat di titik tersebut.
stop
Ambiguitas fase pada titik awal harus
ditentukan sebelum receiver bergerak
untuk mendapatkan tingkat ketelitian
berorde centimeter. Pergerakan receiver

Selama pergerakan antara titik ke titik, receiver harus selalu mengamati


sinyal GPS (tidak boleh terputus).
Seandainya pada epok tertentu selama pergerakan terjadi cycle slip maka
receiver harus kembali ke titik sebelumnya untuk inisialisasi
dan kemudian bergerak kembali.
Survei Stop-and-Go (2)
Berbasiskan differential positioning
dengan menggunakan data fase.
Rover
Trayektori dari moving receiver di
antara titik-titik tidak diperlukan
meskipun teramati.
Titik Tetap
Menuntut penggunaan piranti lunak
pemroses data GPS yang khusus.

Untuk mendapatkan kualitas posisi


yang baik diperlukan satelit geometri
yang baik, tingkat bias dan kesalahan
data yang relatif rendah, serta lingkungan Perhitungan
yang relatif tidak menimbulkan multipath. Koordinat Relatif

Penentuan posisi bisa dilakukan secara


real-time ataupun post-processing. Moda real-time menuntut strategi
operasional yang lebih ketat.

Metode ini cocok untuk penentuan posisi titik-titik yang jaraknya dekat
satu sama lainnya serta berada pada daerah yang terbuka, seperti di
daerah persawahan, perkebunan dan padang peternakan.
Hasanuddin Z. Abidin, 1994
Contoh Survei Stop-and-Go

5
17
3
Utara
16
18 1 2 6
Arah pergerakan
Rover
15 7
A 8
14 9
13 12 A = Stasion referensi
1 s/d 18 = Titik-titik yang akan
ditentukan posisinya
10
10 m 11 4
GDOP
3
Titik Lama Pengamatan (menit)
2
Jendela Waktu
A » 24
1 PDOP Pengamatan
1 »7
2 s/d 18 »1 0
8:00 8:10 8:20 8:30 8:40 8:50 9:00
Contoh Survei Stop-and-Go

Standar Deviasi Koordinat (mm)

5 Lintang
Bujur
4 Tinggi

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Nomor Titik
Stop-and-Go vs Kinematik

Pada stop-and-go titik yang akan ditentukan posisinya diam, sedangkan pada
kinematic titik yang akan ditentukan posisinya bergerak.
Metode stop-and-go harus berbasiskan differential positiong dengan data fase,
sedangkan metode kinematic tidak perlu kecuali untuk precise kinematic.
Pada kedua metode, penentuan ambiguitas fase secara benar adalah suatu hal
yang esensial untuk memperoleh posisi yang relatif teliti. Pada metode
kinematik, kebutuhan terhadap metode on-the-fly lebih besar.
Jika penentuan ambiguitas fase dapat dilakukan secara on-the-fly,
maka pada kedua metode ini terjadinya cycle slip pada pengamatan
fase selama pergerakan receiver tidak menjadi masalah.
Metode kinematic positioning umumnya memerlukan interval data yang
lebih pendek.
Kedua metode memerlukan kondisi pengamatan (satelit geometri, tingkat
kesalahan dan bias) yang baik untuk mencapai ketelitian posisi yang relatif tinggi.
Kedua metode dapat diimplementasikan dalam moda real-time
maupun post-processing.
Kombinasi Metode

PSEUDO-KINEMATIK Karena kondisi topografi dan


dan STOP-AND-GO lingkungan kadangkala diperlukan
kombinasi dari beberapa metode
untuk penentuan posisi titik-titik.

pseudo-kinematik
Rover
Titik
Tetap STATIK SINGKAT
dan STOP-AND-GO

stop-and-go
Rover

statik singkat
Receiver GPS tipe geodetik saat ini
umumnya dapat melaksanakan
Titik jembatan
metode-metode statik singkat, Tetap
pseudo-kinematik, ataupun stop-
and-go. Jadi penggabungan metode
memungkinkan. stop-and-go
GPS dan Terestris

Pengukuran detil (rincikan)


STATIK SINGKAT
dengan Total Station
dan POLIGON

statik pengukuran
singkat poligon
statik
Titik statik singkat
Kontrol singkat
GPSstatik
singkat STATIK
SINGKAT Titik Kontrol
dan RINCIKAN GPS

Karena obstruksi (pepohonan dan bangunan) atau pertimbangan


efisiensi dan efektivitas kerja, kombinasi antara pengamatan GPS dan
pengukuran terestris kadangkala diperlukan.
Problem : perbedaan datum antara kedua sistem pengukuran.
Pergerakan Receiver

Metode radial Metode radial 1 Rover-1


1 Rover-1
satu rover dua rover

Rover-2
2 2
kedua receiver
Monitor bergerak
station Monitor
station 3 bersamaan
3 pada saat
yang sama
4
4
5

Metode hybrid,
Pergerakan dari moving receiver dua rover
1 Rover-1

harus diperhitungkan sedemikian


rupa sehingga menguntungkan Rover-2
2 kedua receiver
tidak hanya dari segi kemudahan
Monitor bergerak secara
operasional, tapi juga dari segi station 3 bergiliran
kekuatan geometri jaringan
yang dihasilkan 4

5
Penggunaan Beberapa Monitor Station

Metode radial Lebih banyak baseline yang


satu rover, 1 Rover-1
dua monitor diukur. Meningkatkan keandalan
dan ketelitian dari posisi.
2
Langkah preventif terhadap
kemungkinan tidak berfungsinya
Monitor-1
satu monitor station.
3
Monitor-2

4
Metode hybrid,
1 Rover-1
dua rover,
Penggunaan beberapa monitor dua monitor
station juga dapat digunakan Rover-2
untuk mengestimasi 2
parameter dari beberapa Monitor
kesalahan dan bias. station 3
Berpotensi untuk meningkat
kan ketelitian dari posisi titik. 4

5
Tinggi yang Diberikan GPS

Ketinggian titik yang diberikan oleh


Permukaan Bumi
GPS adalah ketinggian titik di atas
Geoid H
permukaan ellipsoid WGS 1984.

Ellipsoid h
Tinggi ellipsoid (h) tersebut tidak
sama dengan tinggi orthometrik (H)
yang umum digunakan untuk
keperluan praktis sehari-hari yang
biasanya diperoleh dari pengukuran
Pusat Bumi sipat datar (levelling).

Tinggi orthometrik suatu titik adalah tinggi titik tersebut di atas geoid
diukur sepanjang garis gaya berat yang melalui titik tersebut.

Tinggi ellipsoid suatu titik adalah tinggi titik tersebut di atas ellipsoid
dihitung sepanjang garis normal ellipsoid yang melalui titik tersebut.
Geoid dan Ellipsoid

Geoid adalah salah satu bidang


Permukaan Bumi
ekuipotensial medan gaya berat Bumi.
Untuk keperluan praktis umumnya geoid
Geoid H dianggap berimpit dengan muka air laut
rata-rata (Mean Sea Level, MSL).
Ellipsoid h
Secara matematis, geoid adalah suatu
permukaan yang sangat kompleks yang
memerlukan sangat banyak parameter
untuk merepresentasikannya.
Oleh karena itu untuk merepresentasikan
Bumi secara matematis digunakan suatu
ellipsoid referensi dan bukan geoid !
Pusat Bumi

Perhitungan matematis umumnya dilakukan pada ellipsoid referensi.


Ketinggian geoid terhadap ellipsoid dinamakan undulasi geoid .
Geoid dapat ‘diindera’ oleh alat ukur, sedangkan ellipsoid tidak dapat.
Geoid adalah bidang referensi untuk menyatakan tinggi orthometrik.
Tinggi Ellipsoid ke Tinggi Orthometrik

h= tinggi ellipsoid (bereferensi ke ellipsoid).


Permukaan Bumi
H= tinggi orthometrik (bereferensi ke geoid).
N= tinggi (undulasi) geoid di atas ellipsoid.
Geoid H
= defleksi vertikal.
Ellipsoid h

H=h-N

Rumus di atas adalah rumus pendekatan.


Pusat Bumi Cukup teliti untuk keperluan praktis.
Besarnya defleksi vertikal ( ) umumnya
tidak melebihi 30”.

Penentuan undulasi geoid secara teliti (orde ketelitian cm) bukanlah


suatu pekerjaan yang mudah. Disamping diperlukan data gaya berat
yang detil, juga diperlukan data ketinggian topografi permukaan Bumi
serta data densitas material di bawah permukaan Bumi
Ketelitian Tinggi GPS
Ketelitian komponen tinggi yang ditentukan dengan
GPS GPS umumnya 2-3 kali lebih rendah dibandingkan
ketelitian komponen horisontalnya. Kadangkala
bahkan sampai 4-5 kali lebih rendah.

PENYEBABNYA :

Bumi
Satelit-satelit yang bisa diamati hanya yang berada
di atas horison (one-sided geometry) :
- secara geometrik tidak optimal
Komponen - tidak ada effek pengeliminiran kesalahan.
horisontal, GPS
Dalam kasus komponen horisontal, adanya
pengeliminiran
kesalahan satelit di Timur-Barat ataupun Utara-Selatan
memungkinkan adanya pengeliminiran tsb.

Efek dari kesalahan dan bias umumnya adalah


memanjang-mendekkan jarak ukuran. Dalam hal ini
yang paling terpengaruh adalah komponen tinggi.
Penentuan Tinggi Dengan GPS

Untuk mendapatkan hasil yang relatif teliti


GPS penentuan tinggi harus dilakukan secara
relatif :

dH = dh - dN

B
A nukaa Bumi
Perm dh dapat ditentukan lebih teliti
HB
HA Geoid
dibandingkan h
h hB
A dN dapat ditentukan lebih teliti
N
NA B dibandingkan N
Ellipsoid

PERANAN PENENTUAN TINGGI DENGAN GPS

Pemantauan perubahan beda tinggi antar titik (berguna untuk mempelajari


deformasi struktur, pergerakan lempeng, survai rekayasa, dll. nya)
Penentuan tinggi orthometrik (seandainya geoid yang teliti diketahui)
Penentuan geoid (seandainya tinggi orthometrik diketahui)
Transfer datum tinggi antar pulau
Ketelitian Beda Tinggi Ellipsoid dari GPS

Ketelitian yang Dilaporkan Peneliti

Sekitar 1.6 ppm Engelis & Rapp (1984)


3 ppm Schwarz & Sideris (1985)
Sampai 3.2 ppm Holloway (1988)

(0.5 mm + 1-2 ppm) Zilkoski & Hothem (1988)


1 - 3 ppm Kearsley (1988)

Sampai 3.5 ppm Leal (1989)


1 - 2.5 ppm Kleusberg (1990)

Ketelitian diturunkan umumnya berdasarkan hasil salah penutup


dari beda tinggi yang ditentukan dengan metode differential GPS.

Hasanuddin Z. Abidin, 1994


GPS Levelling vs. Levelling

320
Pada grafik ini untuk GPS levelling GPS levelling - 3 ppm
280 diasumsikan kesalahan relatif undulasi
(dN) tidak ada (= nol).
240
Ketelitia
n (mm)
200

160

120 Levelling - Orde 3


GPS levelling - 1 ppm
80 Levelling - Orde 2

40 Levelling - Orde 1

0
0 20 4060 80 100
Jarak (km)
Hasanuddin Z. Abidin, 1997

Anda mungkin juga menyukai