Metode Penentuan Posisi GPS Statik
Metode Penentuan Posisi GPS Statik
ABSOLUTE DIFFERENTIAL
(satu receiver) (minimal 2 receiver)
STATIK
(obyek diam, receiver diam)
KINEMATIK
(obyek bergerak, receiver bergerak)
RAPID STATIK
(obyek diam, receiver diam (singkat))
PSEUDO-KINEMATIK
(obyek diam, receiver diam & bergerak)
STOP AND GO
(obyek diam, receiver diam & bergerak)
Real-Time Absolute Positioning (3)
3-5m
Before May 2000 :
25-100 m
Tipe Akurasi posisi horizontal berdasarkan :
• C/A Code on L1
USC-USDC (2002)
Real-Time Absolute Positioning (4)
[Link]
Hal ini juga disebut posisi relatif
Differential Positioning
Diperlukan minimal 2 receiver, STATIK Satelit GPS Satelit GPS
di mana salah satunya terletak
pada titik dengan koordinat dikenal
(stasiun referensi).
Konsep umum: proses differencing bisa menghilangkan dan / atau mengurangi efek dari beberapa kesalahan dan
bias, dan karenanya dapat meningkatkan akurasi posisi.
Efektivitas proses differencing akan sangat tergantung pada jarak antara stasiun monitor dan titik yang akan
ditempatkan (semakin pendek lebih efektif, dan sebaliknya).
Aplikasi utama: survei dan pemetaan, survei geodesi, dan navigasi yang presisi.
Mode Data Differencing
Satellite # 2, Satellite # 1,
epoch # 2 epoch # 2 DIANTARA
DIANTARA EPOCH
SATELIT
Satellite # 1,
epoch # 1
DIANTARA
RECEIVER
Receiver # 1 Receiver # 2
Sistem DGPS (Differential GPS) adalah istilah yang digunakan
untuk mewakili positioning system diferensial real-time dengan
Sistem DGPS
menggunakan data pseudorange.
[Link]
Daerah Lokal & Area Luasan DGPS
LADGPS WADGPS
Akurasi posisi: 1 - 5 cm
Aplikasi Utama : Stake Out, survei kadaster, survei tambang, dan navigasi presisi
tinggi
RTK Positioning: Hari ini
10 km
Akurasi 2 cm
Pengguna
Repeater
(Rover)
4
Stasion
Referensi
RTK Net (Sistem VRS)
Pengguna SR Utama
seolah-olah
menerima data
dari SR maya
Pengguna
SR utama
SR maya mengirimkan
‘data’ SR maya
ke pengguna
Pengamatan biasanya dilakukan dalam modus dasar untuk beberapa jam atau hari.
titik tetap
titik yang akan
ditentukan posisinya
baseline
yang diamati
Moda Jaring vs. Moda Radial
MODA RADIAL
MODA JARINGAN (DARI 1 TITIK TETAP)
SKIPro Leica
GPSurvey Trimble
Pinnacle Topcon
23 22 40
21
N0006
Nomor
16 17 baseline
20
18
19
14
15 11
13 12
07 09
06 10
08 10
N10237
N10240
05 04 03 02 01 1
30 25 20 15 10 5 0
Titik-Titik Tetap
(N10237, N10239, N10240, N0006) Panjang baseline (km)
Titik (-titik) yang akan Kinematic Positioning
ditentukan posisinya
bergerak (kinematik).
Selain posisi GPS juga bisa digunakan untuk
GPS
menentukan kecepatan, percepatan & attitude.
Bisa berupa absolute ataupun differential positioning.
Bisa menggunakan data pseudorange dan/atau fase.
Hasil penentuan posisi bisa diperlukan saat
pengamatan (real-time) ataupun sesudah
pengamatan (post-processing)
Monitor
Untuk real-time differentian positioning
Station
diperlukan komunikasi data antara monitor station
dengan receiver yang bergerak.
Penentuan posisi kinematik secara teliti memerlukan penggunaan data fase.
Problem utamanya adalah penentuan ambiguitas fase secara on-the-fly.
Ukuran lebih pada suatu epok pengamatan biasanya tidak banyak.
Ketelitian posisi : rendah sampai tinggi.
Aplikasi : navigasi, pemantauan (surveillance), guidance, fotogrammetri,
airborne gravimetry, survai hidrografi, dll.
Penentuan posisi titik-titik yang Precise Kinematic
bergerak secara teliti (tingkat
ketelitian berorde centimeter). Positioning
Harus berbasiskan differential positioning
yang menggunakan data fase.
GPSProblem utama : penentuan
ambiguitas fase secara
on-the-fly, yaitu penentuan ambiguitas fase
pada saat receiver sedang bergerak
dalam waktu sesingkat mungkin.
Penentuan ambiguitas secara on-the-fly akan
meningkatkan ketelitian, keandalan, dan
fleksibilitas dari kinematic positioning.
MonitorSaat dikenal
beberapa teknik penentuan
Station
ambiguitas fase secara on-the-fly.
Hasil penentuan posisi bisa diperlukan saat pengamatan
(real-time) ataupun sesudah pengamatan (post-processing)
Untuk real-time differentian positioning diperlukan komunikasi data antara
monitor station dengan receiver yang bergerak.
Aplikasi : sistem pendaratan pesawat, kalibrasi altimeter satelit, studi oseanografi
(arus, gelombang, pasut), dll.
Survei Statik Singkat (Rapid Static)
Menuntut penggunaan piranti lunak pemroses data GPS yang andal dan canggih.
Memerlukan satelit geometri yang baik, tingkat bias dan kesalahan data yang relatif
rendah, serta lingkungan yang relatif tidak menimbulkan multipath.
Data dua-frekuensi lebih diharapkan.
Untuk meningkatkan keandalan, satu baseline umumnya diamati dalam dua sesi
pengamatan.
Ketelitian (relatif) posisi titik yang diperoleh adalah dalam orde centimeter.
Aplikasi utama : survai pemetaan (orde tidak terlalu tinggi), densifikasi titik, survai
rekayasa, dll.
Statik Singkat vs Statik
Survai statik
Survai statik singkat
Pengamat
Survei Pseudo-Kinematik (2)
Berbasiskan differential positioning dengan menggunakan data fase.
Data pengamatan di antara titik-titik diabaikan.
Receiver GPS dapat dimatikan selama pergerakan.
Penentuan posisi menggunakan data gabungan dari dua sesi pengamatan.
Tidak semua receiver GPS mempunyai moda operasional untuk
metode pseudo-kinematik ini.
Menuntut penggunaan piranti lunak pengolahan data GPS yang khusus.
Ketelitian (relatif) posisi titik yang diperoleh adalah dalam orde centimeter.
Metode yang ideal ketika kondisinya tidak sesuai untuk penerapan
metode statik singkat ataupun metode stop-and-go.
Statik
Statik Singkat
Pseudo-Kinematik
Survei Stop-and-Go (1)
Metode ini cocok untuk penentuan posisi titik-titik yang jaraknya dekat
satu sama lainnya serta berada pada daerah yang terbuka, seperti di
daerah persawahan, perkebunan dan padang peternakan.
Hasanuddin Z. Abidin, 1994
Contoh Survei Stop-and-Go
5
17
3
Utara
16
18 1 2 6
Arah pergerakan
Rover
15 7
A 8
14 9
13 12 A = Stasion referensi
1 s/d 18 = Titik-titik yang akan
ditentukan posisinya
10
10 m 11 4
GDOP
3
Titik Lama Pengamatan (menit)
2
Jendela Waktu
A » 24
1 PDOP Pengamatan
1 »7
2 s/d 18 »1 0
8:00 8:10 8:20 8:30 8:40 8:50 9:00
Contoh Survei Stop-and-Go
5 Lintang
Bujur
4 Tinggi
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Nomor Titik
Stop-and-Go vs Kinematik
Pada stop-and-go titik yang akan ditentukan posisinya diam, sedangkan pada
kinematic titik yang akan ditentukan posisinya bergerak.
Metode stop-and-go harus berbasiskan differential positiong dengan data fase,
sedangkan metode kinematic tidak perlu kecuali untuk precise kinematic.
Pada kedua metode, penentuan ambiguitas fase secara benar adalah suatu hal
yang esensial untuk memperoleh posisi yang relatif teliti. Pada metode
kinematik, kebutuhan terhadap metode on-the-fly lebih besar.
Jika penentuan ambiguitas fase dapat dilakukan secara on-the-fly,
maka pada kedua metode ini terjadinya cycle slip pada pengamatan
fase selama pergerakan receiver tidak menjadi masalah.
Metode kinematic positioning umumnya memerlukan interval data yang
lebih pendek.
Kedua metode memerlukan kondisi pengamatan (satelit geometri, tingkat
kesalahan dan bias) yang baik untuk mencapai ketelitian posisi yang relatif tinggi.
Kedua metode dapat diimplementasikan dalam moda real-time
maupun post-processing.
Kombinasi Metode
pseudo-kinematik
Rover
Titik
Tetap STATIK SINGKAT
dan STOP-AND-GO
stop-and-go
Rover
statik singkat
Receiver GPS tipe geodetik saat ini
umumnya dapat melaksanakan
Titik jembatan
metode-metode statik singkat, Tetap
pseudo-kinematik, ataupun stop-
and-go. Jadi penggabungan metode
memungkinkan. stop-and-go
GPS dan Terestris
statik pengukuran
singkat poligon
statik
Titik statik singkat
Kontrol singkat
GPSstatik
singkat STATIK
SINGKAT Titik Kontrol
dan RINCIKAN GPS
Rover-2
2 2
kedua receiver
Monitor bergerak
station Monitor
station 3 bersamaan
3 pada saat
yang sama
4
4
5
Metode hybrid,
Pergerakan dari moving receiver dua rover
1 Rover-1
5
Penggunaan Beberapa Monitor Station
4
Metode hybrid,
1 Rover-1
dua rover,
Penggunaan beberapa monitor dua monitor
station juga dapat digunakan Rover-2
untuk mengestimasi 2
parameter dari beberapa Monitor
kesalahan dan bias. station 3
Berpotensi untuk meningkat
kan ketelitian dari posisi titik. 4
5
Tinggi yang Diberikan GPS
Ellipsoid h
Tinggi ellipsoid (h) tersebut tidak
sama dengan tinggi orthometrik (H)
yang umum digunakan untuk
keperluan praktis sehari-hari yang
biasanya diperoleh dari pengukuran
Pusat Bumi sipat datar (levelling).
Tinggi orthometrik suatu titik adalah tinggi titik tersebut di atas geoid
diukur sepanjang garis gaya berat yang melalui titik tersebut.
Tinggi ellipsoid suatu titik adalah tinggi titik tersebut di atas ellipsoid
dihitung sepanjang garis normal ellipsoid yang melalui titik tersebut.
Geoid dan Ellipsoid
H=h-N
PENYEBABNYA :
Bumi
Satelit-satelit yang bisa diamati hanya yang berada
di atas horison (one-sided geometry) :
- secara geometrik tidak optimal
Komponen - tidak ada effek pengeliminiran kesalahan.
horisontal, GPS
Dalam kasus komponen horisontal, adanya
pengeliminiran
kesalahan satelit di Timur-Barat ataupun Utara-Selatan
memungkinkan adanya pengeliminiran tsb.
dH = dh - dN
B
A nukaa Bumi
Perm dh dapat ditentukan lebih teliti
HB
HA Geoid
dibandingkan h
h hB
A dN dapat ditentukan lebih teliti
N
NA B dibandingkan N
Ellipsoid
320
Pada grafik ini untuk GPS levelling GPS levelling - 3 ppm
280 diasumsikan kesalahan relatif undulasi
(dN) tidak ada (= nol).
240
Ketelitia
n (mm)
200
160
40 Levelling - Orde 1
0
0 20 4060 80 100
Jarak (km)
Hasanuddin Z. Abidin, 1997