0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan6 halaman

Uji Hipotesis Mesin dan Pupuk Cabe

1. Engineer menguji hipotesis apakah mesin baru lebih baik dari mesin lama dengan data rata-rata produksi dan simpangan baku dari kedua mesin. 2. Analisis menggunakan uji-t dua sampel dan menyimpulkan bahwa mesin baru lebih baik. 3. Mahasiswa menguji formula pupuk baru dengan membagi tanaman ke dua kelompok, satu diberi pupuk dan satu tidak. 4. Analisis menggunakan uji-Z du

Diunggah oleh

farah salsabilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan6 halaman

Uji Hipotesis Mesin dan Pupuk Cabe

1. Engineer menguji hipotesis apakah mesin baru lebih baik dari mesin lama dengan data rata-rata produksi dan simpangan baku dari kedua mesin. 2. Analisis menggunakan uji-t dua sampel dan menyimpulkan bahwa mesin baru lebih baik. 3. Mahasiswa menguji formula pupuk baru dengan membagi tanaman ke dua kelompok, satu diberi pupuk dan satu tidak. 4. Analisis menggunakan uji-Z du

Diunggah oleh

farah salsabilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

2. Nomor 2

Contoh Kasus (Uji Hipotesis 2 sample t test) :

Seorang Engineer ingin melakukan pengujian Hipotesis terhadap Mesin yang ditawarkan oleh
Vendor Mesin. Engineer tersebut kemudian mengumpulkan data sebagai berikut :

Mesin baru berhasil memproduksi rata-rata 550 unit perjam dalam waktu percobaan adalah 8 Jam
produksi dengan simpangan bakunya adalah 25 unit, sedangkanMesin lama berhasil memproduksi
rata-rata 500 unit dalam waktu percobaannya adalah 8 Jam dengan simpangan bakunya adalah 20
unit. Apakah Mesin baru lebih baik dari Mesin Lama?

Penyelesaian :

Langkah1 : Formulasi H0 dan H1

H0 = μ1 = μ2
H1 : μ1 > μ2

Langkah2 : Tentukan Taraf Nyata (α) / Level of Significant

α = 0.05 atau 5%

Langkah3 : Tentukan Nilai Kritis (Lihat Tabel t)

df = n1 + n2 -2
df = 8 + 8 -2
df = 14
ttabel = 2.145

Karena Uji Hipotesis ini adalah membandingkan 2 sampel, maka Uji Hipotesis yang digunakan
adalah 2 sample t test.

Langkah4 : Hitung Nilai Statistik Uji Hipotesis

Diketahui :

Mesin Barun1 = 8
X1 = 550
s 1 = 25

Mesin Laman2 = 8
X2 = 500
s 2 = 20

Rumus Uji Hipotesis 2 sample t test (silakan lihat tabel diatas)


Sp2 = ((8 – 1) (25)2 + (8 -1)(20)2 ) / (8 + 8 -2)
Sp2 = (4375 + 2800) /(14)
Sp2 = 512.5
Sp= √512.5
Sp = 22.63

t= (550 – 500 – 0) / (22.63 √(1/8) + (1/8))

t = 4.418

Langkah 5 : Pengambilan Keputusan

4.438 > 2.145


thitung >ttabel , → Tolak H0

Kesimpulan :

Berdasarkan Pengujian Hipotesis, Mesin Baru Lebih baik daripada Mesin Lama.

3. Bkjf
4. Jlj
5.
6. Uji Z - Uji Hipotesis Proporsi Dua Populasi
Mahasiswa jurusan pertanian ditugaskan untuk menguji formula pupuk terbaru untuk
tanaman cabe. Mereka mengelompokkan tanaman-tanaman cabe menjadi dua kelompok..
Kelompok tanaman cabe pertama diberi pupuk dan kelompok tanaman cabe kedua tidak diberi
pupuk. Dari 250 batang tanaman cabe yang diberi pupuk, mati sebanyak 15 batang. Sedangkan
dari 200 batang tanaman cabe yang tidak diberi pupuk, juga mati sebanyak 15 batang. Dengan
tingkat kepercayaan 95 persen, apakah pemberian pupuk formula terbaru pada cabe akan
menjadi lebih baik daripada tidak diberi pupuk?

Jawab:

Dari soal di atas diketahui


x1 = 15
x2 = 15
n1 = 250
n2 = 200
7. F test
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikannya adalah sebagai berikut.

1. Tentukan terlebih dahulu hipotesis yang digunakan

Dari persoalan di atas ingin diketahui apakah pemberian pupuk formula terbaru pada cabe
akan berdampak lebih baik daripada tidak diberi pupuk.

Maksud dari pernyataan tersebut adalah ingin diketahui apakah proporsi mati pada cebe
yang diberi pupuk lebih rendah dari proporsi mati pada cabe yang tidak diberi pupuk.

Misalkan P1 adalah proporsi mati cabe yang diberi pupuk dan P2 adalah proporsi mati
cabe yang tidak diberi pupuk, maka H1 : P1 < P2.

Dengan demikian hipotesis yang digunakan adalah


Ho: P1 ≥ P2
H1: P1 < P2
2. Tingkat Kepercayaan

Telah disebutkan bahwa tingkat kepercayaan yang digunakan dalam penelitian adalah 95
persen atau (1 – α) = 0,95, dengan demikian tingkat signifikansinya adalah 5 persen
atau α = 0,05.

3. Statistik Uji

Pengujian tersebut merupakan uji proporsi dua populasi, maka statistik uji yang
digunakan adalah uji z,

Sebelum menggunakan rumus tersebut, tentukan terlebih dahulu komponen-komponen yang


digunakan.

Selanjutnya menghitung nilai z,


4. Daerah Kritis

Karena pengujian di atas adalah pengujian satu arah, maka tingkat signifikansi yang digunakan
adalah α = 0,05. Dengan demikian daerah kritis adalah nilai di bawah –Z0,05 = –1,645 (Lihat
Tabel Z).

5. Keputusan

Telah diketahui bahwa z = –0,057 dan –Z0,05 = –1,645, oleh karena itu arena z < –Z0,05 maka
keputusannya adalah tolak Ho.

6. Kesimpulan

Berdasarkan data pengujian pemberian dan tanpa pemberian pupuk formula terbaru pada cabe,
maka dengan tingkat kepercayaan 95 persen, proporsi mati cabe yang diberi pupuk lebih sedikit
dibandingkan proporsi mati cabe yang tidak diberi pupuk.

Dengan demikian, pemberian pupuk formula terbaru pada cabe akan menjadi lebih baik daripada
tidak diberi pupuk.

Anda mungkin juga menyukai