PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
A. Judul
LINGKUNGAN BERSIH MELALUI PEMBERANTASAN JENTIK NYAMUK DI
SDN SEPANJANG JAYA IV BEKASI
B. Analisis Situasi
Lingkungan sehat adalah suatu yang meliputi kesehatan mental, fisik dan sosial yang
bebas dari segala unsur penyakit ataupun kecacatan (Rahayu, 2016). Kebersihan
lingkungan merupakan hal yang teramat penting karena ini adalah suatu cara untuk sehat
maka perlu kita jaga sebaik mungkin. Saat ini kesadaran masyarakat untuk menjaga
kebersihan lingkungan bisa dibilang sudah mulai berkurang. Terbukti dengan maraknya
budaya membuang sampah sembarangan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat
[Link] dari anak-anak hingga orang dewasa seolah tidak merasa bahwa tindakan
mereka tersebut salah dan dapat merugikan lingkungan serta orang banyak. Bila masalah
ini dibiarkan bukan tidak mungkin akan semakin banyak masalah, mulai dari banyaknya
jentik-jentik nyamuk hingga terjadi bencana banjir.
Pemberantasan jentik nyamuk adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membasmi
atau memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk dengan berbagai cara dengan
tujuan untuk menekan laju pertumbuhan nyamuk dilingkungan. Jentik adalah tahap larva
dari [Link] nyamuk hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau
“menggantung” pada permukan air untuk [Link] menjadi sasaran dalam
pengendalian populasi nyamuk yang berperan sebagai vector penyakit menular melalui
nyamuk, seperti malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).Banyak penyakit yang
muncul akibat dari kelalaian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan salah
satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menurut World Health Organization (WHO) Demam Berdarah Dengue (DBD)
merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi salah
satu dari empat tipe virus Dengue dengan maninfestasi klinis demam, nyeri otot dan atau
nyeri sendi yang disertai leucopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diathesis
hemoragik. Hampir disetiap tahunnya di Indonesia ada saja orang yang tejangkit
penyakit [Link] ini membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat masih kurang
sadar terhadap kebersihan lingkungan serta lambatnya pemerintah dalam mengatasi dan
merespon terhadap merebaknya kasus DBD ini.
1
Menurut penelitian Ratna Maya Paramita (2010-2016) mengatakan hasil penelitian
menunjukkan bahwa variable curah hujan per bulan memiliki hubungan dengan kejadian
DBD per bulan di puskesmas Gunung Anyar selama tahun [Link]
tersebut diperoleh dari analisis dengan uji korelasi spearmandengan hasil nilai signifikasi
(p) sebesar 0,042. Nilai signifikasi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa
variable bebas memiliki hubungan dengan variable terikat. Kemudian dapat diketahui
keeratan atau kekuatan hubungan tersebut dengan melihat nilai pada koefisien kolerasi
(r).
Kejadian hubungan antara curah hujan dengan kejadian DBD adalah lemah dengan
nilai 0,[Link] hubungannya adalah [Link] adalah semakin tinggih
jumlah curah hujan dikecamatan Gunung Anyar, maka kejian DBD [Link]
hasil analisis tersebut hanya berlaku untuk periode 7 tahun pada tahun 2010-2016
diwilayah kerja Puskesmas Gunung Anyar. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil
penelitian lain yang sejenis, tetapi dilakukan dipuskesmas Putat Jaya, Kota Surabaya
pada periode 2010-2014 (Kurniawati,2016). Penelitian tersebut menunjukan bahwa curah
hujan memiliki hubungan dengan kejadian DBD. Kemudian derajat kekuatan
hubungnnya lemah (r = 0,141) dan arah hubungannya adalah positif.
Penelitin lain juga menunjukkan bahwa curah hujan memiliki hubungan dengan
kejadian DBD, tanpa mengetahui kekuatan hubungannya. Diantaranya adalah penelitian
yang dilakukan di kabupaten Pacitan ( Wulandari,2016) dengan nilai signifikan (p)
sebesar 0,001. Selanjutnya adalah penelitian dari kota Makasar (Rahim, dkk.,2016) yang
menunjukkan bahwa faktor lingkungan, khususnya adalah curah hujan memiliki
hubungan dengan tingkat edemisitas DBD. Hubungan tersebut menunjukan nilai
signifikan (p) sebesar 0,[Link] penelian yang dilakukan di Kota Semarang pada
periode tahun 2006-2011. Faktor iklim yang memiliki hubungan bermakna dengan arah
positif kejadian DBD adalah curah hujan (p=0,001 dan r=0,403). Sehungga dapat
disimpulkan bahwa peningkatan faktor iklim, berupa curah hujan dan kelembapan udara
diikuti juga dengan peningkatan kejadian DBD di kota Semarang (Wirayoga, 2013).
Pemberantasan jentik nyamuk perlu dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk
Aedes Aegypti, sehingga penularan DBD dapat dicegah atau dikurangi.
2
Saat ini, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien adalah Kegiatan
pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus :
1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat
penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat pemampungan air minum,
penampungan air lemari es dan lain-lain.
2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum,
kendi, toren air dan sebagainnya.
3. Memanfaatkan kembali atau Mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi
untuk jadi tempat perkembang biakan nyamuk penularan DBD.
Adapun yang dimaksud dengan plus adalah segala macam bentuk kegiatan
pencegahan, seperti:
1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersikan.
2. Menggunakan obat nyamuk atau anti obat nyamuk.
3. Menggunakan kelambu saat tidur.
4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
5. Menanam tanaman pengusir nyamuk.
6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
Menghindari kebiasaan menggantung pakaian didalam rumah yang bisa menjadi
tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain (Depkes, 2015).
3
C. Landasan Teori
1. Definisi
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit demam akut yang
disertai dengan adanya manifestasi perdarahan, yang bertendensi mengakibatkan
renjatan yang dapat menyebabkan kematian (Mansjoer & Suprohaita, 2013).
Dengue Haemorhagic Fever (DHF) adalah penyakit demam yang berlangsung akut
menyerang baik orang dewasa maupun anak – anak tetapi lebih banyak
menimbulkan korban pada anak–anak berusia di bawah 15 tahun disertai dengan
perdarahan dan dapat menimbulkan syok yang disebabkan virus dengue, sejenis
virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke dalam tubuh penderita melalui gigitan
nyamuk Aedes aegypty (betina). Sehingga penularannya melalui gigitan nyamuk
Aedesaegypty tersebut
2. Penyebab
a. Virus Dengue
Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam
Arbovirus (Arthropodborn virus) group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus
dengue tipe 1,2,3 dan 4 keempat tipe virus dengue tersebut terdapat di
Indonesia dan dapat dibedakan satu dari yang lainnya secara serologis virus
dengue yang termasuk dalam genus flavivirus ini berdiameter 40 nonometer
dapat berkembang biak dengan baik pada berbagai macam kultur jaringan
baik yang berasal dari sel–sel mamalia misalnya sel BHK (Babby
Homster Kidney) maupun sel–sel Arthropoda misalnya sel aedes
Albopictus.
b. Vector
Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor
yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes albopictus, aedes polynesiensis
dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang [Link]
dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup
terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap
serotipe jenis yang lainnya(Mansjoer & Suprohaita; 2013).
4
Nyamuk Aedes Aegypti maupun Aedes Albopictus merupakan vektor
penularan virus dengue dari penderita kepada orang lainnya melalui
gigitannya nyamuk Aedes Aegyeti merupakan vektor penting di daerah
perkotaan (Viban) sedangkan di daerah pedesaan (rural) kedua nyamuk
tersebut berperan dalam penularan. Nyamuk Aedes berkembang biak pada
genangan Air bersih yang terdapat bejana – bejana yang terdapat di dalam
rumah (Aedes Aegypti) maupun yang terdapat di luar rumah di lubang –
lubang pohon di dalam potongan bambu, dilipatan daun dan genangan air
bersih alami lainnya ( Aedes Albopictus). Nyamuk betina lebih menyukai
menghisap darah korbannya pada siang hari terutama pada waktu pagi hari
dan senja hari.
c. Host
Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka
ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna,
sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya
maupun virus dengue tipe lainnya. Dengue Haemoragic Fever (DHF)
akanterjadi jika seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue
tipe tertentu mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih
dengan pula terjadi pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk
pertama kalinya jika ia telah mendapat imunitas terhadap dengue dari ibunya
melalui plasenta.
d. Lingkungan
1) Kepadatan penduduk
Semakin padat penduduk, semakin mudah nyamuk Aedes
menularkan virusnya dari satu orang ke orang [Link]
penduduk yang tidak memiliki pola tertentu dan urbanisasi yang
tidak terencana serta tidak terkontrol merupakan salah satu faktor
yang berperan dalam munculnya kembali kejadian luar biasa
penyakit DBD (WHO, 2013).
2) Sanitasi lingkungan
Kondisi sanitasi lingkungan berperan besar dalam perkembangbiakan
nyamuk Aedes, terutama apabila terdapat banyak kontainer
penampungan air hujan yang berserakan dan terlindung dari sinar
matahari, apalagi berdekatan dengan rumah penduduk.
5
3) Keberadaan container
Keberadaan kontainer sangat berperan dalam kepadatan vektor
nyamuk Aedes, karena semakin banyak kontainer akan semakin
banyak tempat perindukan dan akan semakin padat populasi nyamuk
Aedes. Semakin padat populasi nyamuk Aedes, maka semakin tinggi
pula risiko terinfeksi virus DBD dengan waktu penyebaran lebih
cepat sehingga jumlah kasus penyakit DBD cepat meningkat yang
pada akhirnya mengakibatkan terjadinya KLB penyakit DBD.
4) Tempat yang disenangi nyamuk untuk hinggap
a. Benda yang bergantungan, sepertipakaian
b. Semak–semak atau tumbuhan, terutama ditempat gelap dan
lembab
c. Penampungan air
3. Tanda dan Gejala Demam Berdarah
a. Demam tinggi yang berlangsung 2-7 hari, tanpa penyebabjelas
b. Tampak lemah danlesu
c. Nyeri uluhati
d. Manifestasi perdarahan spontan :
1) Uji tourniquetpositif
2) Peteki (bintik-bintik merah), perdarahan gusi, hematemesis, melena (BAB
berwarna hitam atau bercampur darah), mimisan
e. Hepatomegali (pembesaran hati atauhepar)
f. Nadi cepat dan lemah, bisa sampai tidak teraba, kulit dingin dangelisah
g. Trombositopeni ( ≤ 100.000 sel/ml)
h. Penderita gelisah disertai tangan dan kaki dingin berkeringat
i. Mual muntah
6
4. Pencegahan DBD
a. Fogging atau Penyemprotan
a) Dengan pestisida fosfat organic penghambatkolinesterase
b) Dapat membunuh hanya nyamuk dewasa, jentik masih tetaphidup.
c) Fogging tidak bisa membrantas nyamuk Aedes aegypti secara [Link]
hanya bermanfaat apabila didahului dengan PSN (Pemberantasan Sarang
Nyamuk).Selainitufogingghanyabermanfaatapabiladilakukandengankonsentr
asiobat yangtepat.
d) Hanya bermanfaat apabila dilakukan dalam suatu wilayah dengan radius
100 meter, suhu udara dan kecepatan angin yang tepat. Dapat menimbulkan
kekebalan terhadap turunan lanjutan dari jenisnyamuk Aedes aegypti
e) Pecemaran udara bisa membahayakan kesehatan bagi manusia danhewan.
f) Bisa menimbulkan keracunan pada manusia, dengan gejala:
1. Sakit kepala, pusing,tremor,pupil mengecil, penglihatan kabur
/gelap, kejang, muntah, kejang perut, diare, sesak nafas, berkeringat
2. Keluar lender dari hidung, bahkan bisa blockingjantung
g) Prosedur Foging untuk RT danRW
h) Ada penderita yang sudah ditanyakan positif DBD oleh puskesmas/ dokter/
layanan kesehatan/RS
7
i) Jumantikmelacakjentikradius100meterdarirumahpenderita(sekitar20 rumah)
dan didapati ≥ 5 % positif jentik dari 20 rumah yang diperiksa
j) Membuat surat permohonan pengasapan atau foging ditujukan ke Dinas
Kesehatan kota malang melalui puskesmas dengan melampirkan identitas
penderita
k) Selama menunggu tindak lanjut dari dinas kesehatan kota malang maka PSN
harus tetapdijalankan.
b. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Cara yang poaling tepat dan efektif untuk memberantas nyamuk Aedes
Aegypti adalah dengan memutus rantai berkembangan biakan nyamuk
dengan gerakan 3M Plus yaitu :
1. Menguras tempat bak mandi, tendon, gentong, vas bunga, tempat
minum burung, taaman air minimal 1 minggu sekali. Selain menguras
maka perlu dilakukan pmeriksaan jentiknyamuk
8
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air (TPA) seperti
ember, gentong, drum,dll
3. Mengubur / menimbun / memusnahkan barang bekas yang
dapat menampung air
c. Plus
1) Memelihara ikan pemakan jentik ditempat-tempat penampunganair
2) Membersihkan tanah atau kavling kosong dari genangan air
3) Mengupayakan agar tidak ada baju yang tergantung dikamar
4) Menggunakan obat nyamuk oles untuk mencegah gigitan nyamuk
5) Upaya pembrantasan secara kimia untuk jentik nyamuk dengan Abate
terutama di tempat yang sulit untuk dikuras . Bila sulit untuk dikuras
maka dapat dengan bubuk abate 2-3 bulan sekali dengan menaburkan 1
garam abat dalam 100 liter air
9
5. Pemantauan Jentik Nyamuk
a. Pemeriksaan jentik / uget-uget dibak mandi/WC, penampungan air dikulkas,
dan tempat penampungan air lainnya.
b. Jika tidak terlihat maka tunggu sekitar 1 menit, jika terdapat jentik
maka jentik akan muncul ke permukaan
c. Gunakan senter untuk memeriksa penampungan air yanggelap
d. Periksa vas bunga hidup, kaleng-kaleng bekas, dan talangrumah
e. Catat pada kartu jentik hasil yang ditemukan saat pemeriksaanjentik Juru
pemantaun jentik (jumantik) tingkat RT bias bergantian untuk memeriksa
jentik tiap bulan
D. Identifikasi Dan Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
a. Kurangnya pengetahuan anak-anak tentang pentingnya kebersihan lingkungan
b. Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi pada musim
hujan
2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana pengetahuan anak-anak tentang pentingnya kebersihan lingkungan
di SDN Sepanjang Jaya IV Bekasi ?
b. Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan tentang Demam Berdarah Dengue
(DBD) ?
c. Bagaimana gambaran pencegahan terhadap Demam Berdarah Dengue
(DBD) ?
E. Tujuan Kegiatan
1. Meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang pentingnya menjaga lingkungan yang
bersih
2. Melaksanakan upaya-upaya pemberantasan jentik nyamuk
10
F. Manfaat Kegiatan
1. Meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang pentingnya menjaga lingkungan yang
bersih
2. Siswa/i dapat melaksanakan upaya-upaya pemberantasan jentik nyamuk guna
menjaga lingkungan yang bersih di sekolah
G. Kerangka Pemecahan Masalah
1. Menghubungi pihak sekolah bahwa kami akan mengadakan kegiatan
2. Melakukan kegiatan penyuluhan
3. Melakukan demonstrasi kegiatan
H. Khalayak Sasaran Antara Yang Strategis
Siswa/i SDN Sepanjang Jaya IV Kelas V
I. Keterkaitan
Kegiatan ini tidak akan mungkin berhasil tanpa adanya keterkaitan dengan
beberapa pihak lain. Dalam hal ini pihak Kepala Sekolah SDN Sepanjang Jaya IV
sebagai pihak yang mempunyai wewenang dimana kegiatan Promkes (Promosi
Kesehatan) hendak dilakukan, memberi dukungan dalam kegiatan ini dengan
menyediakan tempat untuk Promkes (Promosi Kesehatan). Selain itu Kepala Sekolah
diharapkan akan dapat memberikan dukungan melalui kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan di SDN Sepanjang Jaya IV Bekasi.
J. Metode Kegiatan
Dalam rangka mencapai tujuan yang tercantum diatas, maka ditempuh langkah –
langkah sebagai berikut :
1. Menghubungi:
a. Dosen pembimbing
b. Kepala sekolah SDN Sepanjang Jaya IV Bekasi
c. Wali kelas VA Sepanjang Jaya IV Bekasi
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 06 November 2018 di SDN
Sepanjang Jaya IV Bekasi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan tentang
manfaat lingkungan yang bersih dan melakukan kegiatan-kegian untuk pemberantasan
11
jentik nyamuk dilingkungan sekolah seperti pengelolaan sampah, membersihkan
tempat air dan saluran air, memilih barang-barang yang sudah tidak terpakai. Alat
yang digunakan berupa poster, lembar bolak balik terkait materi yang akan
disampaikan, perlengkapan untuk bersih-bersih.
K. Rancangan Evaluasi
1. Jumlah peserta yang hadir penyuluhan minimal 80%
2. Terlaksananya seluruh kegiatan promkes (promosi kesehatan)
3. Peseta dapat memahami materi yang disampaikan melalui penilaian hasil pre-test
dan post-test
4. Peserta dapat mendemonstrasikan apa yang telah disampaikan penyaji
L. Rencana Dan Jadwal Kerja
November
KEGIATAN
1 2 3 4
Persiapan
a. Survey Lokasi
b. Membuat Surat Permohonan
1 untuk kegiatan
c. Menyiapkan proposal dan
media untuk penkes
d. Menyiapkan Lembar Pre-test
dan Post-test
Penyuluhan
2 a. Pelaksanaan Pre-Test
b. Penyampian Materi
c. Tanya Jawab
Kegiatan
a. DemonstrasiPengelolaan
Sampah
b. Demonstrasi Memilih barang-
3 barang yang sudah tidak
terpakai
c. Demostrasi Membersihkan
Tempat air dan Saluran air
d. Pelaksanaan Post-Test
Pelaporan
4 a. Menyiapkan atau Menyusun
Kegiatan Akhir
b. Seminar Hasil Kegiatan
12
M. Rencana Anggaran
No Uraian Total
ATK
1 1) pulpen
Rp..200.000,-
2) kertas A4
3) Doble tipe
Proposal
2 1) Print proposal Rp.100.000,-
2) Fotocopy Surat Permohonan
Dokumentasi
3 1) Banner
Rp.500.000,-
2) Lembar Balik
3) Sertifikat
4 Transportasi Rp.500.000,-
5 Doorprize Rp.500.000,-
6 Bingkisan Rp.500.000,-
7 Snack RP.1.000.000,-
Perlengkapan Kebersihan
1) Trash Back
2) Sapu Lantai
8 3) Sapu Lidi
Rp.500.000,-
4) Sikat
5) Handscoon
6) Senter
7) Bubuk Abate
TOTAL RP.3.800.000,-
13