Dasar-Dasar Engine dan Komponennya
Dasar-Dasar Engine dan Komponennya
1
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
SEJARAH ENGINE
Penciptaan engine
Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875.
N.A. Otto dan E. Langen. Engine pertama tersebut adalah engine 4 langkah dengan bahan bakar gas.
Kemudian, gas digantikan dengan gasoline ( bensin ) dan engine mulai dipakai secara luas. Engine Otto atau disebut engine
pembakaran dalam digunakan terutama pada mobil dan truk kecil.
Engine Diesel diberi nama berdasarkan nama peciptanya yaitu Rudolf Diesel , yang mempatenkannya pada tahun 1892. ide
dari pembuatan engine baru tersebut adalah karena diperlukan engine yang menggunakan bahan bakar yang lebih murah
dibandingkan gasoline.
Ide awalnya adalah bagaimana menciptakan engine yang beroperasi dengan bahan bakar padat seperti abu batubara , namun
kemudian Diesel mengarahkan penelitiannya pada bahan bakar cair. Engine diesel yang asli berukuran sangat besar sehingga
tidak dapat dipasang di kendaraan. Pada tahun 1920 , dua pabrik pembuat truk Jerman memasang sejumlah engine
bersilinder dua pada truk mereka. Engine tersebut memiliki output sebesar 30 hp.
2
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
TIPE-TIPE ENGINE
In-line engine
Tipe engine yang paling umum digunakan adalah engine in-
line, dimana masing-masing silinder ditempatkan segaris.
Tipe ini disebut juga straight engine dan biasanya memiliki 4
hingga 6 silnder.
V-type engine
Jika silinder-silinder ditempatkan dalam dua baris yang
membentuk sudut satu sama lain , engine tersebut bertipe V-
type engine.
Desain ini banyak digunakan pada engine-engine besar,
dengan enam hingga enambelas silinder.
3
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Horizontally-opposed engine
Pada horizontally opposed engine, silinder-silinder disusun
dalam dua baris dan ditempatkan secara horizontal
berlawanan. Tipe ini hanya membutuhkan ruang yang relatif
lebih rendah.
Tipe ini digunakan pada bus dan dipasang di bagian belakang
kendaraan.
Rotary engine
Tipe ini bukan berupa piston bolak-balik ( reciprocating ),
namun memiliki rotor berbentuk segitiga yang berputar di
dalam silinder yang berbentuk oval.
Keuntungan dari tipe ini adalah bobotnya yang relatif lebih
ringan dan hanya membutuhkan sedikit komponen bergerak
dibandingkan engine model lain.
Akan tetapi tipe ini banyak mendapatkan masalah terutama
dalam hal keausan dan kemampuan menjaga kerapatan
absolut antara piston dengan dinding silinder. Akibatnya,
engine ini hanya digunakan pada beberapa model kendaraan
saja.
4
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
BAGAIMANA ENGINE DIESEL BEKERJA ?
Umum
Pada engine diesel piston-piston bergerak di dalam silinder yang sesumbu.
Udara dan bahan bakar masuk ke dalam silnder dan dikompresikan ntuk
menghasilkan pembakaran.
Panas yang dihasilkan oleh kompresi akan menyalakan bahan bakar.
Perbandingan kompresi pada engine diesel jauh lebih besar dibanding engine
bensin.
Kecepatan atau RPM, pada engine diesel diatur oleh jumlah bahan bakar yang
diinjeksikan.
Karena membutuhkan tekanan yang tinggi, dibutuhkan kerapatan yang tinggi
pada engine. Tekanan yang tinggi menghasilkan sejumlah besar ketegangan
mekanis pada engine. Tingkat kompresi yang tinggi juga berarti
pengoptimalisasian bahan bakar yang tinggi. Akibatnya, engine diesel memiliki
efisiensi yang lebih tinggi dibanding engine bensin.
5
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Direct injection
Engine diesel model lama kebanyakan merupakan engine
dengan ruangan muka (pre-chamber) dan ruangan pusar
(swirl-chamber). Pada engine diesel modern , udara dan
bahan bakar dicampur secara langsung di dalam silnder.
Piston didesain untuk menghasilkan pusaran udara selama
langkah kompresi hingga membentuk pencampuran yang
maksimum antara udara dan bahan bakar.
Engine diesel dengan injeksi langsung ( direct-injected diesel
) bekerja agak lebih keras, namun efisiensi pemanfaatan
bahan bakarnnya lebih baik dari model lain.
Ruangan muka pada umumnya membutuhkan busi pijar (low
plug) untuk tiap-tiap silindernya. Glow plug tersebut
memberikan pemanasan awal ruangan muka saat hendak
menstart engine pada suhu rendah. Diesel dengan direct
injection tidak membutuhkan glow plug.
6
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Langkah-langkah pada engine
Langkah kompresi ( compression stroke )
Seperti juga pada engine bensin, engine diesel juga
Piston bergerak ke aas dan kedua katup dalam keadaan
beroperasi pada prinsip empat langkah atau dua langkah.
tertutup. Tekanan dan suhu udara meningkat. Pada akhir
Pada engine dua langkah, pembakaran terjadi pada tiap-tiap
langkah kompresi, suhu udara mencapi 12920 F ( 7000 C )
piston saat mencapai posisi teratas langkahnya, namun pada
dan tekanannya mencapai 400 psi (28,12 kgf/cm2)
engine diesel berselang-seling.
Bahan bakar diinjeksikan segera sebelum piston mencapai
Model yanng banyak digunakan pada mobil, truk, bus dan
titik teratasnya.
alat berat adalah engine empat langkah.
7
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Langkah tenaga / pembakaran ( combustion Langkah buang ( exhaust stroke )
stroke ) Segera sebelum piston mencapai titik terendah ( TMB ),
Udara yang telah memiliki suhu yang tinggi akan katup buang ( exhaust valve ) membuka. Saat piston
menyalakan bahan bakar dan tekanan yang terbangkit bergerak naik kembali, gas sisa pembakaran didorong
akibat pembakaran akan mendorong piston ke bawah. keluar lewat katup.
Pada saat terjadinya pembakaran, suhu mencapai 40000F
(2.204,440C) dan dengan tekanan sebesar sekitar 1450 psi
(1.019.450,85 kgf/cm2)
8
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
DESKRIPSI ENGINE
Bahasan berikut ini berkenaan dengan bagian-bagian dari Cylinder head diikat ke cylinder block dengan head bolt
engine dengan 6 silinder segaris ( in-line) dan fungsinya. khusus.
Terdapat saluran masuk dan saluran keluar dimana valve-
Valve cover ( penutup katup) valve ditempatkan.
Valve cover merupakan suatu bidang yang digunakan untuk Juga disediakan jalur-jalur saluran untuk oli pelumas dan
mencegah masuknya kotoran ke dalam engine dan coolant ( air pendingin).
mencegah oli pelumas menyembur keluar. Beberapa desain engine tertentu memiliki satu cylinder head
untuk tiap-tiap silinder. Model lain menggunakan satu
cylinder head untuk semua silinder.
9
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Cylinder head gasket ( gasket kepala silinder ) Cylinder block
Walau bagaimanapun ratanya cylinder head, adalah Cylinder block merupakan dasar dimana engine dibangun.
sangat sulit menjaga kerapatan akibat tekanan yang tinggi Dibuat dari bahan besi tuang paduan (cast-iron alloy) dan
yang terjadi selama pembakaran. dibentuk menjadi satu kesatuan untuk menahan
Oleh karena itu dibutuhkan pemasangan cylinder head ketegangan yang besar.
gasket yang terbuat dari baja diantara cylinder head dengan Di bagian lubang untuk penempatan silinder, terdapat
silinder. saluran untuk coolant dan lubang-lubang bagi oli untuk
mencapai komponen engine yang bergerak.
Gambar berikut ini menunjukkan block dengan desain
cylinder head individual.
10
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Cylinder liner Engine diesel tugas ringan tidak menggunakan liner untuk
mengurangi biaya pembuatan.
Untuk memperpanjang usia dari cylinder block dan
untuk memudahkan pekerjaan rekondisi engine, cylinder liner
didesain agar dapat diganti (replaceable). cylinder liner
disebut juga sleeve.
Agar tidak mengganti cylinder block secara keseluruhan,
saat pekerjaan rekondisi engine, kita hanya perlu mengganti
cylinder liner yang aus beserta piston dan ringnya.
Piston
Piston merupakan sisi bawah ruang bakar yang dapat
bergerak. Cerukan dan titik di bagian atas piston didesain
untuk menimbulkan pusaran udara dan untuk memudahkan
pencampurannya dengan bahan bakar untuk mendapatkan
pembakaran yang lebih baik.
Gambar disamping menggambarkan engine dengan liner tipe Untuk mencegah kebocoran komperesi , piston dilengkapi
“basah”, maksudnya , liner tersebut mendapat kontak dengan piston ring.
langsung dengan coolant. Dua buah ring paling atas (ring ompresi/compression ring)
Liner tipe basah merupakan jenis yang paling umum membentuk sekat antara ruang bakar dengan ruang engkol
digunakan pada engine diesel untuk tugas berat. Liner tipe (crankcase). Piston ring bagian bawah berfungsi mengikis
kering dipasangkan secara langsung pada cylinder block oli yang membasahi dinding silinder , untuk mencegah oli
dengan pengepresan . hal ini menurunkan masalah masuk ke dalam ruang bakar dan ikut terbakar.
penyekatan diantara liner, block dan coolant. Namuun, hal Piston ring terbuat dari baja khusus dan paduan, yang
ini juga menurunkan efisiensi pendinginan. membuatnya mengepres ke dinding silinder.
11
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Connecting rod (bantalan geser) diantara bidang kontak. Sliding bearing ini
Connecting rod meneruskan tenaga dari piston ke dibaut dari bahan babbitt.
crankshaft ( poros engkol ) dan memungkinkan kedua Babbitt merupakan campuran tembaga dengan timah (atau
ujungnya bergerak bebas. timah-kuningan). adalah penting untuk menjaga agar
Bagian ujung atas dari connecting rod dipasangkan pada permukaan kontaknya selalu mendapatkan pelumasan
piston menggunakan wrist pin (pen pergelangan). Bagian saat engine bekerja untuk mencegah keausan. Hal ini
ujung bawah dipasangkan pada crankshaft menggunakan dimungkinkan dengan memberikan tekanan pada oli yang
bearing cap. masuk ke dalam lubang di dalam bearing.
Pada bagian atas dari connecting rod terdapat bushing (1).
Bearing di bagian bawah connecting rod terdiri dari dua
Wrist pin dan rod bearing
keping (2).
Untuk mengurangi gesekan dari journal dari connecting rod,
crankshaft dan wrist pin, diapasngkan sliding bearing
12
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Crankshaft Bidang untuk pengikatan antara crankshaft dengan cylinder
Saat piston mendorong ke arah bawah setelah terjadi block disebut main bearing cap (1). Makin besar tenaga
pembakaran, crankshaft mulai berputar. Dengan cara yang dihasilkan engine, makin besar ukuran dari main
seperti ini crankshaft menggabungkan tenaga dari semua bearing yang digunakan. Serupa dengan bagian atas dari
piston. Crankshaft dibuat dari besi tempa ( forged steel ) dan connecting r4od, sliding bearing dengan pelumasan oli
memiliki “web” untuk tiap-tiap silinder. Web ini adalah tempat digunakan untuk mengurangi gesekan.
mengikatkan connecting rod. Web-web tersebut beserta Untuk mencegah crankshaft bergerak maju mundur secara
counterweight harus benar-benar seimbang untuk aksial, terdapat dua buah thrust washer (2) pada setiap
menghindari getaran pada engine. sisi main bearing.
13
rev/01/dkcmi/tc/ey/12/07
Vibration damper dan flywheel Flywheel housing dan oil pan
Vibration damper (1) dipasangkan di bagian depan Flywheel housing (1) dipasang pada bagian belakang
crankshaft. Gunanya adalah untuk meniadakan atau cylinder block . komponen ini membungkus flywheel dan
menetralkan osilasi ( goyangan ) yang terjadi pada clutch, torque converter atau sebagai penghubung
crankshaft saat piston bergerak naik turun. Osilasi atau transmission housing ke engine, atau tempat pemasangan
goyangan membuat crankshaft mendapat beban berat , pompa pada excavator.
sehingga tanpa damper , material crankshaft akan lelah dan
patah.
Pulley (2) berada di bagian depan dari vibration damper.
Flywheel (3) terbuat dari besi tuang. Terpasang di bagian
belakang crankshaft. Dengan bobotnya mampu memberikan
efek penyeimbangan pada gerakan berputar crankshaft.
14
Timing gear compressor gear (4) yang digerakkan oleh camshaft
Untuk mendapatkan operasi kerja engine yang tepat, gear, berfungsi memutar air compressor ( kompresor udara
dibutuhkan sejumlah sistem seperti pendinginan, pelumasan, ). Kompresor udara tersebut kemudian menghasilkan udara
injeksi bahan bakar dan lain-lain. bertekanan yang dibutuhkan untuk sistem pneumatik (jika
Semua sistem tersebut memperoleh tenaga dari engine . digunakan pada unit).
Digunakan sejumlah roda gigi yang dipasangkan di bagian injection pump pump (5) memutar injecton pump, yang
depan cylinder block. Sebutan sederhana dari semua roda memberikan suplai bahan bakar dengan jumlah yang tepat
gigi tersebut adalah timing gear. Semua gigi berbentuk kepada engine.
helical untuk mengurangi keausan dan mengurangi coolant pump gear (6) yang digerakkan oleh idler gear (7),
kebisingan kerja. Timing-gear mendapatkan pelumasan dari menyebabkan coolant pump berputar dan memompa
sistem pelumasan engine. Untuk mencegah memerciknya oli, coolant untuk bersirkulasi. Engine-engine tertentu
timing gear ditutup dengan cover yang disebut timing gear menggunakan belt untuk memutar coolant pump.
cover (10). Servo pump gear (8) (tidak digunakan pada alat berat
Saat crankshaft gear(1) berputar, putaran tersebut tertentu).
diteruskan ke : Idler gear(9) menggerakkan oil pump untuk memompakan
Idler gear(2) lalu diteruskan ke camshaft gear(3). oli ke semua kompoen bergerak dari engine.
camshaft gear melalui camshaft menggerakkan mekanisme
katup untuk membuka dan menutup valve-valve.
15
Valve mechanism ( mekanisme katup) Valve lifter dan push rod meneruskan gerakan lobe
Pada umumnya terdapat dua konfigurasi valve dan camshaft camshaft ke rocker arm (penumbuk katup). Bagian bawah
pada engine Diesel, yang yang terpasang di cylinder block dari valve lifter dibuat dari bahan yang yang sangat kuat
(engine block mounted) dan overhead camshaft design. agar tahan keausan akibat gesekan dengan camshaft.
Valve lifter tertentu memiliki roller untuk lebih mengurangi
gesekan dan keausan.
Camshaft (1)( block mounted )
Push rod dibuat kokoh dari bahan logam bulat panjang
Terpasang pada block dan berada diatas crankshaft. Saat
yang ringan dengan bagian ujungnya dikeraskan. Bagian
crankshaft berputar, putaran diteruskan ke camshaft. Pada
bawah dari push rod dibuat membulat agar terpasang tepat
bidang camshaft terdapat sejumlah tonjolan yang eksetris,
pada valve lifter. Di bagian atasnya berceruk, untuk
atau disebut lobe. Lobe tersebut telah didesain dengan teliti
pemasangan bagian yang membulat dari rocker arm.
untuk memastikan valve membuka dan menutup pada saat
Dengan cara seperti ini rocker arm tetap pada tempatnya.
tertentu. Camshaft dipasang pada engine block pada friction
bearing yang mendapat pelumasan oli. Camshaft disangga
pada bagian depan dengan thrust washer. Rocker arm (4) dan valve spring (5)
Rocker arm, yang terpasang pada rocker arm shaft,
menekan valve-bvalve ke arah bawah saat melakukan
gerakan membuka. Valve spring dipasangkan diantara
rocker arm dan cylinder head yang berguna untuk menutup
valve kembali.
Adjuster screw ( sekrup penyetel ) di bagian belakang
rocker arm digunakan untuk menyetel celah valve.
16
Jalur tenaga pada engine
Motor starter memutar flywheel dan crankshaft saat gigi-
giginya terhubung. Piston didorong dan ditarik oleh
connecting rod hingga bergerak naik turun dan menyebabkan
terkompresinya udara. Saat piston mendekati posisi
tertingginya, bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar
oleh injection pump melalui injector , yang kemudian
menyala. Saat pembakaran terjadi di silinder (1), tekanan
meningkat dan menekan piston (2) ke bawah kembali.
Gerakan ke arah bawah ini diteruskan ke crankshaft (3)
melalui connecting rod (4). Saat crankshaft mulai
berputar, flywheel (5) akan terbawa berputar bersamanya.
Tenaga yang meningkat akibat pembakaran kemudian
diteruskan menuju torque converter, power transmission dan
menuju axle untuk memutar roda-roda. Saat crankshaft
berputar, camshaft (6) akan ikut berputar dengan bantuan
timing gear (7). Camshaft kemudian menekan valve lifter
(8) dan push rod (9) hingga rocker arm (10) membuka
exhaust valve ( katup buang )(11).
Gas buang hasil pembakaran kemudian disalurkan dari
silinder melalui exhaust valve. Saat piston bergerak turun
kembali, katup buang menutup, saat berikutnya mekanisme
katup akan membuka inlet valve hingga memungkinkan
udara segar kembali masuk ke dalam silinder.
17
Sistem pelumasan
Oil strainer (1)
Umum Sebelum mencapai oil pump, oli harus melalui strainer
Fungsi dari sistem pelumasan adalah untuk melumasi terlebih dahulu yang terdapat di bagian bawah oil pan. Dari
bagian yang bergerak pada engine (A) dengan oli untuk strainer , oli lewat saluran pemasukan menuju pompa.
mengurangi gesekan dan keausan.
Oli mengangkut karbon dan kotoran / endapan lain yang Oil pump (2)
terbentuk pada dinding silinder setelah pembakaran. Oli juga Oil pump berjenis gear pump , digerakkan oleh roda gigi
meningkatkan penyekatan (sealing). Cylinder liner telah idler pada timing gear. Pompa tersebut terdiri dari dua
didesain sedemikian rupa sehingga selalu terdapat lapisan roda gigi yang berputar di dalam housing pompa yang
yang melekat pada dinding. Hal ini memudahkan piston ring tersekat rapat. Saat gigi-gigi berputar, oli disalurkan
untuk memberikan efek penyekatan pada ruang bakar. diantara gigi-gigi dan dinding housing pompa. Saat gigi-gigi
Oli juga berguna untuk menghantarkan panas dari bagian berkaitan , keduanya membentuk sekat untuk mencegah
dalam engine (b) dan juga memberikan efek peredaman oli kembali ke sisi yang bertekanan rendah. Oli dipompakan
suara. keluar menuju sistem pelumasan.
18
Oil filter (3) dapat menuju ke engine melalui by-pass valve. By-pass
Salah satu tugas dari sistem pelumasan adalah untuk valve ini terletak pada bracket dari filter.
menyapu semua kotoran dari titik-titik pelumasan engine dan
permukaan bearing. Oli kemudian menjadi kotor dan harus Relief valve (1)
dibersihkan sebelum kembali ke titik-titik pelumasan Relief valve berguna untuk mencegah kenaikan tekanan oli
tersebut. Oli telah disaring saat melalui strainer pada pompa yang berlebihan pada RPM engine tinggi.
oli. Untuk menangkap partikel kotoran yang lebih halus,
sistem pelumasan dilengkapi dengan tiga filter, tergantung Oil cooler (2)
pada tipe engine. Oil filter terdiri dari cartridge (wadah) filter Oil cooler membantu melepaskan panas dari bagian interior
yang dapat diganti (replaceable) yang berisi lipatan kertas. engine. Inti dari oil cooler dihubungkan ke sistem
Semua oli dari pompa harus melewati filter-filter tersebut pendinginan engine. Oli bersirkulasi di sekitar inti dan
untuk dibersihkan sebelum memasuki engine kembali. Bila memindahkan panas ke coolant.
terjadi penyumbatan pada oil filter, oli yang belum disaring Oil cooler menyerap 10 – 15% panas engine.
19
Pendinginan piston
Piston akan menjadi sangat panas saat engine bekerja,
dimana pada engine tertentu membutuhkan pendinginan
tambahan. Pendinginan piston diaktifkan saat tekanan oli
sangat tinggi dimana piston-cooling valve pada engine block
terbuka.
Oli dipaksa keluar dari lubang di engine block melalui
cooling jet, pada tiap-tiap piston. Oli disemprotkan pada
bagian bawah piston.
20
Jalur aliran oli pelumas
Oli yang kembali ke oil pan melalui oil cooler (5) untuk
Oil pump (1) digerakkan oleh timing gear, menghisap oli dari didinginkan. Saat engine distart, oli masih dingin, oli tidak
oil pan (2). Oli kemudian mengalir melalui strainer (3) yang akan mengalir oil cooler melainkan langsung melalui
berada pada oil pan dan pompa, dan kemudian dipompakan bypass valve (6) untuk mempercepat proses pemanasan
melewati relief valve (4). engine untuk mencapai suhu kerjanya.
Saat tekanan oli mencapai harga tertentu, piston cooling
valve (9) membuka dan mengalirkan oli ke piston cooling
jet (10). Oli mengalir dari filter menuju jalur utama oli (11)
yang dibuat sepanjang cylinder block. Dari jalur tersebut oli
didistribusikan lewat lubang-lubang menuju camshaft
bearing (12), main bearing (13) dan ke crankshaft.
Sebagian oli dipompakan menuju rocker arm shaft (16).
Akibatnya, mekanisme valve terlumasi. Sebelum mencapai
turbocharger (17), oli mengalir melewati pipa external /
external pipe (18) yang terhubung dengan cylinder block.
Turbocharger membutuhkan banyak oli karena unit turbin
beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi, lebih dari
85.000 RPM.
Fuel injection pump dan air compressor mendapatkan
pelumasan dari pipa eksternal pula.
Karena salah satu dari timing gear (19) terhubung dengan
saluran sistem pelumasan, oli juga didistribusikan padanya
dengan semburan(splashing).
21
SISTEM BAHAN BAKAR ( FUEL SYSTEM )
Mechanical fuel injection ( injeksi bahan bakar
Fuel tank ( tangki bahan bakar ) dan sending mekanis )
unit Fuel injection pump mendapat pasokan bahan bakar dari
Fuel tank berguna untuk menyimpan sejumlah bahan bakar. fuel feed pump yang memperoleh bahan bakar dari fuel
Biasanya dilengkapi dengan sending unit, pick up tube dan tank.
vent. Sending unit biasanya berupa pelampung, yang Fungsi fuel feed pump adalah memompakan sejumlah
berhubungan dengan rheostat (variable resistor), yang bahan bakar ke injection pump pada tekanan tertentu. Fuel
mengirimkan besaran listrik (tegangan) menuju fuel gauge feed pump juga dilengkapi dengan hand priming pump
(meter penunjuk bahan bakar) di dashboard. yang digunakan untuk memompa bahan bakar dengan
tangan saat fuel tank kehabisan bahan bakar dan telah diisi
kembali.
Dengan menggunakan hand priming pump, kita dapat
membuang udara yang masuk dalam sistem bahan bakar
bersamaan dengan mengisi bahan bakar kembali ke jalur-
jalurnya, dengan membuka air venting screw pada bracket
dari fuel flter.
22
Fuel filter
Bahan bakar harus benar-benar bersih sebelum memasuki Fuel injection pump
fuel pump, karean kotoran dapat merusak fuel pump dan Bahan bakar yang telah bersih kemudian dikirim ke fuel
injector dan dapat menyebabkan maslaah/gangguan pada injection pump. Kebanyakan unit alat berat menggunakan
operasi engine, bahkan kerusakan besar pada engine. pompa model in-line ( rotary pump hanya digunakan pada
Filter-filter yang digunakan disebut spin-on filter yangberisi engine ukuran kecil ).
kertas yang berlipat-lipat. Control rod mengendalikan jumlah bahan bakar yang akan
dikirim ke injector untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar.
Saat operator menginjak accelerator pedal (pedal gas),
control rod akan bekerja mengubah-ubah jumlah bahan
bakar yang dikirim.
23
Governor
Governor bertugas mempertahankan RPM engine saat
terjadi perubahan load ( beban ) pada engine. Dengan
mengindera RPM engine, governor akan memberi sedikit
lebih banyak bahan bakar bila beban meningkat dan RPM
turun, dan mengurangi jumlah bahan bakar sedikti bila beban
berkurangi agar RPM relatif tetap stabil.
Smoke limiter
Variasi tekanan pada turbocharger digunakan untuk
mengatur smoke limiter. Saat engine mendapat beban yang
berat, ditandai dengan menurunnya RPM, terdapat
kemungkinan besar terjadi asap hitam. Ini disebabkan karena
sebagian bahan bakar tidak terbakar.
24
Delivery pipes
Delivery pipes dibuat dari pipa baja tebal untuk
mengantisipasi tekanan yang tinggi agar tidak
mengembang, yang akan mempengaruhi ketelitian injeksi
bahan bakar.
Diameter dalam pipa telah disesuaikan dengan tipe
engine.
Bila pipa ini dibengkokkan atau rusak, serpihan logam di
dalam pipa dapat menyumbat injector.
25
Injector atau spray nozzles ( nosel penyemprot )
26
Pola aliran bahan bakar Diesel
Bahan bakar dihisap dari fuel tank(1) melalui tank stariner
(2) oleh fuel feed pump(3).
Bahan bakar tersbut kemudian dipompakan menuju fuel
filter (4) dan terus ke fuel injection pump (5).
Bahan bakar kemudian dinaikkan tekanannya oleh fuel
injection pump dan dikirim ke delivery pipe(6) menuju
injector (7).
Kelebihan bahan bakar kemudian kembali ke Fuel tank
lewat return line.
27
Turbocharger
Turbocharger berfungsi mendorong lebih banyak berfungsi sebagai peredam suara ekstra baik di sisi
udara ke dalam silinder lebih dari yang diperoleh dengan pemasukan maupun pembuangan udara.
hisapan alami piston. Karena lebih banyak udara yang masuk Sejumlah panas terbangkit pada turbo karena gas
ke dalam silinder, maka lebih banyak bahan bakar dapat buang mengalir padanya. Jika engine sering dimatikan
dibakar. tanpa menunggu turbo mencapai kecepatan rendah dan
Akibatnya, output engine dapat ditingkatkan tanpa suhu rendah terlebih dahulu, turbo akan mengalami
mengubah ukuran silinder. Seperti kita lihat dalam gambar, kerusakan karena kurangnya pelumasan. Hal ini sering
turbocharger digerakkan oleh aliran gas buang. Keuntungan menjadi kesalahpahaman karena dianggap komponen
turbocharger dengan cara seperti ini adalah tidak yang bersangkutan bermutu buruk.
dibutuhkannya tambahan tenaga dari engine untuk
menggerakkannya. Gas buang menggerakkan turbin rotor Intake manifold
hingga mencapai kecepatan tinggi – lebih dari 85.000 RPM Udara yang menuju ke silinder-silinder didistribusikan
pada beban maksimum. melalui intake manifold. Manifold tersebut dibuat dari
Pada sisi yang lain dari shaft turbin rotor dipasangkan aluminium tuang atau besi tuang dan telah didesain
compressor rotor. Saat compressor rotor berputar cepat, dengan hambatan aliran udara sekecil mungkin.
udara dipompakan ke dalam silinder untuk mencapai tekanan
lebih. Pembakaran menjadi efisien dan menghasilkan gas
buang yang lebih bersih dan mengurangi polusi. Turbo juga
28
HINO’s technology for Tier 3 J-series engine
COMBUSTION CHAMBER ENGINE ADVANCED CONTROL J-series FAMILY ENGINE for 20-33t class
Optimum configuration J05E and J08E engines have same bore & stroke spec.
COMMON RAIL SYSTEM
OHC 4 VALVE
Ideal shape swirl port
COOL EGR
For cleaning gas
PISTON
COOLING
OIL COOLER
Common parts: Valve, Liner, Bearing, Piston, Con-rod, Oil seals
High performance
and EGR valves
29
J05E-TA externals chart (20ton)
Turbocharger EGR cooler A/C Compressor Oil level gauge Common rail
・Water-cooled ・Bracket Strengthen ・Extension of
・Waist gate type gauge length
Alternator
EGR pipe ・50A Supply pump
Oil-filler
・Brush-less
・Height UP
30
Common rail system
< system comparison with old model jet pump >
Inj. pump
31
Common rail system
< Composition >
Common rail
Pressure sensor
(4)Flow damper
Engine
Speed Common rail (5)Injector
sensor (6)Pressure
Cylinder limiter
Recognition (3)Plunger
sensor
(2)Suction
Control
valve
(1) Feed pump
Supply pump
32
Common-rail fuel injection system
Function 1. Maintain High Press FUEL at common rail (Up to150MPa)
Function 2. Injecting High Press FUEL to combustion chamber
(1)ECU controller
(2)Supply pump
(3)Common rail
SCV
SCV (Suction
(Suction Control
Control Valve)
Valve)
Feed Camshaft
Feed Camshaft
Feed pump
pump Pump
pump
【 J05E 】 【 J08E 】
34
Common rail system < Common rail >
Function: Common-rail accumulates High-pressurized-fuel
supplied from Supply pump, and distributes fuel
to Injector.
Structure: Common rail unit consists by 3 parts;
1. Fuel-pressure-sensor
2. Pressure-limiter
3. Flow dumper
【 J05E 】 【 J08E 】
35
Common rail system
< Injector >
Elec. terminals
Structure 1. Solenoid valve (2 way valve), Solenoid valve
36
Common rail system
< Injector (Operation) >
Function 1. FUEL AMOUNT per cycle
2. TIMING injection
3. Fuel amount RATIO of Pilot & Main injection
Operation : Solenoid valve shifts plunger position up to release pres
at “Control room” , then Piston/Nozzle lifted to injection.
Solenoid
Valve seat Valve spring
To the fuel tank
From common rail
Orifice Return
Control room
Piston
Orifice Inlet
Nozzle
Nozzle needle
Main piping
Sub Piping Gas outlet
A
A
Coolant outlet A-A section
38
Cooled EGR
< EGR Valve >
Function: In order to control EGR, ECU controller reads
valve opening position by feed back of valve lift
sensor, and Regulating total Oxygen amount
depending on engine condition.
EGR valve
EGR cooler
Exhaust
(turbocharger)
Air in-take
Engine
(From inter cooler )
39