Kasus Pelanggaran Hukum Di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat Dan Negara
Pelanggaran hukum disebut juga perbuatan melawan hukum, yaitu tindakan seseorang yang
tidak sesuai atau bertentangan dengan aturan-aturan yang berlaku. Dengan kata lain,
pelanggaran hukum merupakan pengingkaran terhadap kewajiban-kewajiban yang telah
ditetapkan oleh peraturan atau hukum yang berlaku, misalnya kasus pembunuhan merupakan
pengingkaran terhadap kewajiban untuk menghormati hak hidup orang lain. Pelanggaran
hukum merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum.
Ketidakpatuhan terhadap hukum dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu:
Pelanggaran hukum oleh pelaku pelanggaran sudah dianggap sebagai kebiasaan bahkan
kebutuhan;
Hukum yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kehidupan.
Saat ini kita sering melihat berbagai pelanggaran hukum banyak terjadi di negara ini. Hampir
setiap hari kita mendapatkan informasi mengenai terjadinya tindakan melawan hukum baik
yang dilakukan oleh masyarakat ataupun oleh aparat penegak hukum sendiri. Berikut ini contoh
perilaku yang bertentangan dengan hukum yang dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah,
masyarakat, bangsa dan negara.
1. Dalam lingkungan keluarga, diantaranya:
mengabaikan perintah orang tua;
mengganggu kakak atau adik yang sedang belajar;
ibadah tidak tepat waktu;
menonton tayangan yang tidak boleh ditonton oleh anak-anak;
nonton tv sampai larut malam;
bangun kesiangan.
2. Dalam lingkungan sekolah, diantaranya
o mencontek ketika ulangan;
o datang ke sekolah terlambat;
o bolos mengikuti pelajaran;
o tidak memperhatikan penjelasan guru;
o
Roman";"> berpakaian tidak rapi dan tidak sesuai dengan yang ditentukan sekolah.
3. Dalam lingkungan masyarakat, diantaranya:
o mangkir dari tugas ronda malam;
o tidak mengikuti kerja bakti dengan alasan yang tidak jelas;
o main hakim sendiri;
o mengkonsumsi obat-obat terlarang;
o melakukan tindakan diskriminasi kepada orang lain;
o melakukan perjudian;
o membuang sampah sembarangan.
4. Dalam lingkungan bangsa dan negara, diantaranya:
o tidak memiliki KTP;
o tidak memiliki SIM;
o tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas;
o melakukan tindak pidana seperti pembunuhan, perampokan, penggelapan,
pengedaran uang palsu, pembajakan karya orang lain dan sebagainya;
o melakukan aksi teror terhadap alat-alat kelengkapan negara;
o tidak berpartisipasi pada kegiatan Pemilihan Umum;
o merusak fasilitas negara dengan sengaja.