0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan28 halaman

Notasi dan Potensial Sel Volta

Dokumen tersebut membahas tentang sel volta, termasuk pengertian sel volta, potensial elektrode, jembatan garam, contoh soal perhitungan potensial sel dan notasi sel volta, serta contoh soal lainnya tentang sel volta.

Diunggah oleh

zahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan28 halaman

Notasi dan Potensial Sel Volta

Dokumen tersebut membahas tentang sel volta, termasuk pengertian sel volta, potensial elektrode, jembatan garam, contoh soal perhitungan potensial sel dan notasi sel volta, serta contoh soal lainnya tentang sel volta.

Diunggah oleh

zahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Apakah yang dimaksud dengan sel volta ?

Jawab : Sel Volta merupakan suatu perangkat yang dapat mengubah energi dari suatu reaksi redoks
menjadi energi listrik.

2. Apakah yang dimaksud dengan potensial elektrode ?

Jawab : Potensial elektrode merupakan ukuran besarnya kecenderungan suatu unsur untuk
menyerap atau melepaskan elektron.

3. Apakah yang dimaksud dengan jembatan garam ?

Jawab : Jembatan garam merupakan suatu alat yang berfungsi untuk melengkapi rangkaian listrik
sebagai penghantar elektrolit ( menghantarakan ion-ion dari satu elektrode ke elektrode lain ) guna
mengimbangi arah elektron dari anoda ke katoda.

4. Diketahui potensial elektrode Seng dan tembaga sebagai berikut :

Zn2+ + 2e → Zn E͒ = -0,76V
Cu2+ + 2e → Cu E͒ = +0,34 V

A. Tulislah notasi sel volta yang dapat disusun dari kedua elektrode tersebut !
B. Tentukan potensial standar sel itu !
C. Tuliskan pula reaksi sel nya !

Jawab A : Notasi sel volta kita buat berdasarkan format berikut ini

Anoda |Ion ||Ion | Katoda

Logam yang memiliki harga Eo yang lebih negatif diletakan di anoda sedangkan logam yang memiliki
Eo yang lebih positif diletakan di katoda. Maka notasi sel dari reaksi diatas adalah :

Zn |Zn2+ ||Cu2+ |Cu

Jawab B : Rumus untuk menentukan potensial standar dari reaksi sel ialah sebagai berikut :

Esel = Ereduksi - Eoksidasi

Logam yang memiliki Eo paling negatif akan mengalami oksidasi sedangkan logam yang memiliki Eo
yang paling positif akan mengalami reduksi. Maka logam Zn akan mengalami oksidasi sedangkan
logam Cu akan mengalami reduksi. Maka Esel nya :

Esel = ECu - EZn = 0,34 + 0,76 = 1,1 V

Jadi potensial standar yang dihasilkan ialah sebesar 1,1V

Jawab C : Untuk menulis reaksi sel, silahkan perhatikan penjelasan dibawah ini :

Anoda = Zn → Zn2+ + 2e
Katoda = Cu2+ + 2e → Cu
Reaksi Sel keseluruhan = Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu Esel = 1,1 V
5. Diketahui data potensial reduksi standar dari logam besi dan timah ialah sebagai berikut :

Fe2+ + 2e → Fe Eo = -0,44 V
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V

A. Tulislah notasi sel volta dari kedua elektrode tersebut !


B. Berapakah potensial elektrode standar yang dihasilkan dari sel tersebut ?
C. Buatlah reaksi sel dari kedua elektrode tersebut !

Jawab A : Ingat, seperti yang sudah mas dennis sampaikan sebelumnya bahwa untuk membuat
notasi sel volta, kita harus mengikuti format berikut :

Anoda |Ion ||Ion | Katoda

Maka notasi sel voltanya ialah :

Fe |Fe2+ ||Sn2+ |Sn

Jawab B : Ingat lagi, untuk menghitung potensial elektroda dari sel, maka kita gunakan rumus :

Esel = Ereduksi - Eoksidasi, maka


Esel = ESn - EFe
Esel = -0,14 + 0,44 = 0,30 V

Jadi potensial elektroda yang dihasilkan ialah sebesar 0,3 V

Jawab C : Untuk menulis reaksi sel, silahkan perhatikan penjelasan dibawah ini :

Anoda = Fe → Fe2+ + 2e
Katoda = Sn2+ + 2e → Sn
Reaksi Sel keseluruhan = Fe + Sn2+ → Fe2+ + Sn Esel = 0,3 V

6. Diketahui data potensial reduksi standar :

Zn2+ + 2e → Zn Eo = -0,76 V
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V

Notasi sel yang dapat berlangsung spontan adalah....

A. Fe |Fe2+ ||Zn2+ |Zn


B. Zn |Zn2+ ||Mg2+ |Mg
C. Cu |Cu2+ ||Zn2+ |Zn
D. Cu |Cu2+ ||Fe2+ |Fe
E. Mg |Mg2+ ||Cu2+ |Cu
Reaksi sel dapat berlangsung spontan

Jika diketahui :
Mg + 2Ag+ → Mg2+ + 2Ag E0 = +3,12 V
Ag+ + e → Ag E0 = +0,80 V
Cu2+ + 2e → Cu E0 = +0,34 V
Maka potensial standar untuk reaksi berikut adalah....
Mg + Cu2+ → Mg2+ + Cu

Contoh Soal 2
Diketahui potensial reduksi standar sbb:
Fe3+ / Fe2+ = +0,77 V
Cu2+ / Cu = +0,34 V
Zn2+ / Zn = -0,76 V
Mg2+ / Mg = -2,37 V

Untuk Reaksi
Mg + 2Fe3+ → Mg2+ + 2Fe2+ memiliki potensial sel ..
Soal - Soal Sel VOLTA

Contoh Soal 1

Diketahui Potensial elektrode perak tembaga sbb:

Ag+ + e → Ag E0 = + 0,80 V

Cu2+ + 2 e → Cu E0 = + 0,34 V

Carilah :

a. Diagram sel

b. Harga potensial sel

c. Reaksi selnya
Contoh Soal 2

Tiga logam L, M, P dapat membentuk ion-ion positif L2+ , M2+, P+. Diketahui sbb:

L2+ (aq) + P(s) → tidak terjadi reaksi

2P+ (aq) + M(s) → M2+ (aq) + 2P(s)

M2+ (aq) + L (s) → M(s) + L2+ (aq)

Urutan ketiga loga sesuai dengan potensial elektrode yang meningkat ialah....

A. P, M, L

B. L, M, P

C. M, L, P

D. M, P, L

E. P, L, M

Pembahasan

Reaksi akan berlangsung jika logam disebelah kiri deret volta mendesak ion sebelah kanannya.

Sebaliknya, reaksi tidak akan berlangsung jika ion di sebelah kiri direaksikan dengan logam di

sebelah kanan. Jawaban B


Contoh Soal 3

Dua Logam M dan N diketahui bahwa M lebih mudah bereaksi dengan air dari pada N. Maka

dikatakan bahwa.....

1. M dapat menggeser N dari senyawa ionnya

2. M mempunyai potensial elektrode yang lebih negatif

3. Oksida M lebih sulit direduksi dari pada oksida N

4. M lebih mudah dioksidasi daripada N

Pembahasan

Pada deret volta unsur yang terletak di sebelah kiri memiliki tingkat oksidasi lebih besar dari pada

unsur yang terletak di sebelah kanannya ( unsur sebelah kiri mereduksi ion unsur sebelah

kanan) jawaban E

Contoh Soal 4

Logam A dapat mendesak logam B dari larutannya, logam C dapat mendesak logam B dari

larutannya , logam C tidak dapat mendesak logam A dari larutannya. Urutan potensial reduksi yang

semakin negatif dari ketiga logam tersebut adalah...

Pembahasan

Dalam deret volta logam yang terletak sebelah kiri memiliki tingkat oksidasi lebih tinggi dibandingkan

dengan logam yang berada di sebelah kanannya ( logam kiri mereduksi ion logam sebelah kanannya)

Maka urutan ketiga logam dalam deret volta A - C - B

Sehingga urutan berdasarkan E0 adalah B - C - A

Contoh Soal 5

Jika diketahui :

Mg + 2Ag+ → Mg2+ + 2Ag E0 = +3,12 V

Ag+ + e → Ag E0 = +0,80 V

Cu2+ + 2e → Cu E0 = +0,34 V
Maka potensial standar untuk reaksi berikut adalah....

Mg + Cu2+ → Mg2+ + Cu

Contoh Soal 6

Berdasarkan data sbb:

Fe2+ + 2e → Fe E0 = -0,44 V

Pb2+ + 2e → Pb E0 = -0,13 V

Zn2+ + 2e → Zn E0 = -0,76 V

Sn2+ + 2e → Sn E0 = -0,14 V

Maka reaksi yang dapat berlangsung dalam keadaan standar adalah....

1. Fe2+ + Zn → Fe + Zn2+

2. Pb2+ + Fe → Pb + Fe2+

3. Sn2+ + Zn → Sn + Zn2+

4. Zn2+ + Pb → Zn + Pb2+
Contoh Soal 7

Diketahui potensial reduksi standar sbb:

Fe3+ / Fe2+ = +0,77 V

Cu2+ / Cu = +0,34 V

Zn2+ / Zn = -0,76 V

Mg2+ / Mg = -2,37 V

Untuk Reaksi

Mg + 2Fe3+ →Mg2+ + 2Fe2+ memiliki potensial sel ..

Contoh Soal 8

Diketahui data sbb:

Fe2+ / Fe E0 = -0,44 V
Ni2+ / Ni E0 = -0,25 V

Sn2+ / Sn E0 = -0,14 V

Pb2+ / Pb E0 = -0,13 V

Mg2+ / Mg E0 = -2,37 V

Cu2+ / Cu E0 = +0,34 V

Berdasarkan harga E0 di atas, manakah logam yang dapat memberikan perlindungan katodik

terhadap besi ?

Pembahasan

logam yang dapat memberikan perlindungan katodik terhadap besi berarti agar logam besi tidak

terokdidasi, maka dipilih logam lain dengan harga E0 yang lebih kecil dibandingkan dengan E0 besi

untuk pelindungan, sehingga yang paling tepat adalah logam Mg.

Contoh Soal 9

Tulislah reaksi elektrode dan reaksi sel pada masing-masing sel volta berikut:

a. Ni | Ni2+ || Ag+ | Ag

b. Pt | H2 | H+ || Ce4+, Ce3+ | Pt

Contoh Soal 10

Mg2+ (aq) + 2e → Mg (s) Eo = −2,38 volt

Al3+ (aq) + 3e → Al (s) Eo = −1,66 volt


Notasi sel reaksi yang dapat berlangsung adalah....

A. Mg | Mg2+ || Al3+ | Al

B. Al | Al3+ || Mg2+ | Mg

C. Mg2+ | Mg || Al | AlMg3+

D. Al3+ | Al || Mg2+ | Mg

E. Mg | Mg2+ || Al | Al3+

Pembahasan

Eo sel dari Mg lebih kecil dari Eo sel Al, sehingga Mg dijadikan sebagai anoda dan Al dijadikan

katodanya.

Mg | Mg 2+ (mengalami oksidasi)

Al3+ | Al (mengalami reduksi)

Contoh Soal 11

Reaksi redoks berikut berlangsung spontan

2 Al + 6H+ → 2Al3+ + 3H2

Gambarlah rangkaian sel volta berdasarkan reaksi tersebut dan tulis diagram atau notasi sel nya...
Contoh Soal 12

Gambarkan rangkaian sel volta dan tulisan lambang / diagram sel voltanya untuk reaksi

Cd + Ni2+ → Cd2+ + Ni

Contoh soal 13

Ni2+ + 2e → Ni E0 = -0,25 V

Pb2+ + 2 e → Pb E0 = -0,13 V

Berapa Potensial standar sel volta yang terdiri dari Ni dan Pb ?

Pembahasan

E0 yang besar mengalami reduksi , E0 yang kecil mengalami Oksidasi

E0 sel = E0 reduksi – E0 oksidasi

= - 0,13 – ( - 0,25)

= + 0,12 V
Contoh soal 14

Apakah sebabnya reaksi redoks dapat dijadikan sumber listrik searah?

Pembahasan

Karena dalam reaksi redoks dihasilkan aliran elektron yang bergerak pada penghantar menyebabkan

dihasilkannya sumber asrus listrik searah

Contoh Soal 15

Apakah fungsi jembatan garam pada sel volta?

Pembahasan

Jembatan garam berfungsi sebgagai penghantar elektrolit (yang mengalirkan ion-ion dari suatu

elektrode lainnya) untuk mengimbangi alian elektron dari anoda ke katoda

Contoh soal 16

Suatu sel volta tersusun dari elektrode logam A di dalam larutan A+ dan elektrode logam B dalam

larutan B2+. Dengan beda potensial sebesar 2 volt. Jika logam A sebagai kutub positif dn logam B

sebagai kutub negatif, carilah

A. Anoda dan katodanya

B. Reaksi di anoda dan katoda

C. Notasi sel
Contoh soal 17

Sel volta memiliki notasi sel sbb:

Mg | Mg2+ || Sn2+ | Sn E0 sel = +2,23 V

Tentukanlah arah aliran listrik, tentukan anoda dan katodanya, tulis reaksinya dan notasi selnya.

Contoh Soal 18

Apakah manfaat nilai elektroda standar?

Tuliskan elektrode yang digunakan standar dan jelaskan cara mengukur potensial elektroda standar!

Pembahasan
Manfaat elektroda standar adalah untuk menentukan potensial standar dari logam yang lain

Elektroda yang digunakan sebagai standar adalah elektroda hidrogen – platina. Caranya elektroda

disusun menjadi suatu sel elektrokimia dengan elektroda standar dan besarnya potensial dapat

dibaca pada voltmeter.

Contoh soal 19

Jika diketahui sbb:

Pb2+ + 2e → Pb E0 = -0,14 V

Cr3+ + 3e → Cr E0 = -0,74 V

a. Tulis reaksi di anoda dan katoda

b. Tentukan potensial sel

c. Notasi selnya

Contoh Soal 20

Diberikan data beberapa potensial standar sebagai berikut:


Ag+ + e → Ag E0 = + 0,80 V

Mg2+ + 2e → Mg E0 = − 2,37 V

Cu2+ + 2e → Cu E0 = + 0,34 V

Zn2+ + 2e → Zn E0 = − 0,76 V

Tentukan:

a) Potensial sel yang diperoleh jika digunakan elektrode I dan II

b) Potensial sel yang diperoleh jika digunakan elektrode I dan III

Berdasarkan data:
Fe2+ + 2e- → Fe. E0 = -0,44 V
Pb2+ + 2e- → Pb. E0 = -0,13 V
Zn2+ + 2e- → Zn. E0 = -0,75 V
Sn2+ + 2e- → Sn. E0 = -0,14 V
maka reaksi yang tidak dapat berlangsung dalam keadaaan standar, adalah ....
(A) Fe2+ + Zn → Fe + Zn2+
(B) Pb2+ + Fe → Pb + Fe2+
(C) Sn2+ + Zn → Sn + Zn2+
(D) Zn2+ + Pb → Zn + Pb2+
(E) Sn2+ + Fe → Sn + Fe2+

Reaksi elektrokimia berikut yang dapat berlangsung secara spontan adalah ...
(A) 3Ag + Cr3+ → 3Ag+ + Cr
(B) Sn2+ + Fe → Sn + Fe2+
(C) 3Mg2+ + 2Al → 2Al3+ + 3Mg
(D) Cu + 2H+ → Cu2+ + H2
(E) Pb + Zn2+ → Pb2+ + Zn

Suatu sel Volta menggunakan logam aluminium dan logam seng sebagai elektrode. Jika diketahui
Eo Al 3+/Al = -1,66 Volt dan Eo Zn2+/Zn = -0,76 Volt, maka pernyataan di bawah ini
yang benar berdasarkan data di atas, adalah ....
(1) logam alumunium merupakan anode
(2) logam seng sebagai elektrode negatif
(3) elektron mengalir dari alumunium ke seng
(4) potensial standar sel = +5,60 volt

Diketahui data :

Eo Mg2+/Mg = -2,37 volt


Eo Cu2+/Cu = +0,34 volt
Eo Ag+/Ag = +0,80 Volt
Eo Fe2+/Fe = -0,44 Volt
Eo Pb2+/Pb = -0,13 Volt
Sel Volta yang menghasilkan listrik dengan potensial sel standar terbesar adalah ....
(A) Mg + Pb2+ → Mg2+ + Pb
(B) Mg + 2Ag+ → Mg2+ + 2Ag
(C) Mg + Cu2+ → Mg2+ + Cu
(D) Pb + Cu2+ → Pb2+ + Cu
(E) Fe + 2Ag+ → Fe2+ + 2Ag

Logam X dapat mendesak logam Y dari larutannya. Logam Z dapat mendesak logam Y dari
larutannya. Logam Z tidak dapat mendesak logam X dari larutannya. Urutan sifat reduktor yang
makin lemah dari ketiga logam di atas adalah ....
(A) X, Y, Z
(B) X, Z, Y
(C) Z, Y, X
(D) Y, Z, X
(E) Z, X, Y

P+ + Q →P + Q+ E\mathrm{^{o}_{sel}}selo= +1,6 V

P+ + R → P + R+ E\mathrm{^{o}_{sel}}selo = -0,4 V

Q+ + R → Q + R+ E\mathrm{^{o}_{sel}}selo = -1,2 V
Berdasakan data di atas, maka susunan unsur berdasarkan kenaikan sifat reduktor, adalah ....
(A) Q P R
(B) Q R P
(C) R P Q
(D) P R Q
(E) R Q P

Suatu elektrode dengan potensial reduksi negatif, belum tentu menjadi elektrode negatif.
SEBAB
Makin kecil harga Eo reduksi suatu elektrode makin sukar untuk dapat direduksi.

Diketahui potensial sel standar untuk reaksi:


Cu2+ + Zn → Cu + Zn2+ Eo = 1,10 volt
Pb2+ + Zn → Pb + Zn2+ Eo = 0,63 volt
Cu2+ + Pb → Cu + Pb2+ Eo = +0,47 volt
Berdasarkan harga potensial di atas, dapat disimpulkan bahwa urutan ketiga logam tersebut di
atas dalam urutan reduktor menurun adalah ....
(A) Pb, Zn, Cu
(B) Zn, Pb, Cu
(C) Cu, Zn, Pb
(D) Cu, Pb, Zn
(E) Zn, Cu, Pb
Logam A dapat mendesak logam B dari larutannya. Logam C dapat mendesak logam B dari
larutannya, tapi tidak dapat mendesak logam A. Urutan potensial reduksi yang semakin negatif
adalah ....
(A) A > B > C
(B) A > C > B
(C) C > B > A
(D) B > C > A
(E) C > A > B
Dari tiga logam X, Y dan Z, diketahui: Y dan Z dapat membebaskan hidrogen dari larutan encer
HCL X dapat membebaskan Y dari larutan garamnya, dan hanya Z dapat membebaskan hidrogen
dari air. Urutan ketiga logam tersebut berdasarkan daya reduksi yang menurun adalah ....
(A) X–Y–Z
(B) Y–Z–X
(C) Z–X–Y
(D) Z–Y–X
(E) X–Z–Y
Jika 19,4 gram campuran logam seng, Ar Zn = 65 dan logam tembaga, Ar Cu = 64 dilarutkan ke
dalam HCI encer yang berlebih, ternyata diperoleh 4,46 dm3 gas dalam keadaan standar. Maka
logam tembaga dalam campuran adalah ... gram.
(A) 13
(B) 9,75
(C) 6,5
(D) 6,4
(E) 3,25
Diketahui data:
Eo Fe 2+/Fe = -0,44 Volt
Eo Sn 2+/Sn = -0,14 Volt
Eo Ni 2+/Ni = -0,25 Volt
Eo Mg 2+/Mg = -2,34 Volt
Eo Al 3+/Al = -1,66 Volt
Eo Zn 2+/Zn = -0,76 Volt
Pasangan logam di bawah ini yang dapat digunakan sebagai pelindung besi terhadap korosi
dengan metode perlindungan katode, adalah ...
(1) seng dan nikel
(2) timah dan alumunium
(3) magnesium dan timah
(4) seng dan alumunium
Logam-logam di bawah ini yang dapat digunakan sebagai pelindung besi terhadap korosi dengan
metode perlindungan katodik, adalah ....
(A) raksa
(B) emas
(C) nikel
(D) timah
(E) alumunium
Pada sel kering yang merupakan anode adalah ....
(A) karbon
(B) mangan
(C) timbal
(D) seng
(E) besi
Pada sel accu digunakan elektrode Pb dan PbO2, dan eletrolit yang digunakan adalah larutan
asam sulfat encer. Pada saat sel accu digunakan terjadi perubahan ....
(A) pada anode elektrode PbO2 dioksidasi menjadi ion Pb2+
(B) pada katode logam Pb direduksi menjadi PbO2
(C) hanya PbO2 yang berubah menghasilkan PbSO4
(D) hanya Pb yang berubah menghasilkan PbSO4
(E) baik Pb maupun PbO2 berubah menjadi PbSO4

Sel volta merupakan sel yang mengubah energi kimia jadi energi listrik. Ada 2 jenis
elektroda dalam sel volta; elektroda padat dan elektroda tidak padat. Ada pula istilah
deret volta, yakni deret kereaktifan logam yang memberitahu nilai potensial elektroda
standar logam. Dalam praktiknya, sel volta menggunakan reaksi redoks (reduksi dan
oksidasi) spotan.

Sel volta adalah sel yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Sel volta menggunakan
reaksi redoks spontan. Reaksi redoks merupakan singkatan dari reaksi reduksi dan oksidasi.
Gambar dan prinsip kerja dari sel volta adalah sebagai berikut:

Sumber: [Link]
Hasil reaksi pada sel volta ditulis menggunakan diagram sel volta. Diagram selnya adalah sebagai
berikut:

Sumber:
[Link]
Di mana:
A adalah logam anoda
Ax+ adalah ion logam anoda yang teroksidasi
By+ adalah ion logam katoda yang tereduksi
B adalah ion logam katoda.
Tanda ( | | ) adalah jembatan garam
Tanda ( | ) adalah reaksi yang terjadi pada elektroda
Contoh: Pada suatu sel volta, anoda besi tercelup pada FeSO4, katoda nikel tercelup pada NiSO4.
Buatlah reaksi sel volta dan diagram selnya!

Sumber:
[Link]

Jenis-jenis Elektroda pada Sel Volta


Jenis-jenis elektroda pada sel volta adalah sebagai berikut.
a. Elektroda padat/logam
Logam padat dijadikan elektroda dan bereaksi. Contoh elektroda Fe pada larutan FeSO4,
elektroda Ni pada larutan H2SO4.
b. Elektroda tidak padat
Apabila elektroda merupakan elektroda inert (tidak mudah bereaksi) (Pt, Au, dan C), maka zat
lainlah yang mengalami reaksi sel.

Nilai Potensial Sel Standar

Suatu sel volta memiliki nilai potensial sel standar (E0 sel). Rumusan matematis dari potensial
standarnya adalah sebagai berikut:

Sumber:
[Link]
Contoh soal: Tentukan nilai potensial sel jika anodanya adalah Zn dengan E0 = -0,76 V, dan
katodanya adalah Ag dengan E0= + 0,80 V.
Jawab:
Diketahui E0Anoda = -0,76 V dan E0katoda = 0,80 Volt
Sehingga nilai potensial selnya adalah sebagai berikut:
Sumber:
[Link]
Maka diagram sel volta yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Sumber:
[Link]
Nilai potensial standar ini menunjukkan 3 ciri pada sel volta:
1. Tegangan yang dihasilkan oleh sel volta
2. Jika nilai E0sel > 0 (+) maka reaksi sel spontan (berlangsung)
3. Jika nilai E0sel < 0 (-) maka reaksi sel tidak spontan (tidak berlangsung)

Reaksi Sel tidak spontanmenunjukkan tidak terjadinya suatu reaksi pada sel volta. Hal ini
disebabkan karena penempatan anoda dan katoda tidak mengacu pada deret volta, sehingga
E0 sel bernilai negatif.

Deret Volta

Deret Volta adalah deret elektrokimia/kereaktifan logam yang menunjukkan nilai potensial
elektroda standar logam (E0). Sifat deret volta adalah sebagai berikut:

1. Semakin ke kanan, nilai logam semakin mudah tereduksi (Nilai E0lebih positif)
2. Semakin ke kiri, nilai logam semakin mudah teroksidasi (Nilai E0lebih negatif)

Sumber: [Link]
Di bawah unsur-unsur deret volta terdapat nilai kereaktifan logam. Untuk menjawab soal-soal
Kimia SMA, kita tidak perlu menghafal nilai kereaktifan logam tersebut. Kita hanya perlu
memahami posisi dari unsur-unsur pada deret volta. Deret volta dimulai dari kiri ke kanan, di
mana unsur kiri nilainya lebih negatif (-) menuju ke unsur yang nilainya lebih positif (+).
Untuk lebih mudah menghafal unsur-unsur dari deret volta, Quipper Blog menyediakan jembatan
keledai yang menarik agar Quipperian semakin mudah menghafalnya yaitu sebagai berikut:
Tips Mengerjakan Soal Materi Sel Volta

Dalam penyelesaian soal sel volta, biasanya terdapat 3 jenis soal yang diberikan. Berikut solusi
yang Quipper Blog bisa berikan buat kamu:

a. Penentuan unsur yang tepat pada sel volta

Untuk menyelesaikan soal ini, Quipperian harus memahami bahwa posisi katoda adalah sebelah
kanan sedangkan anoda berada di sebelah kiri. Katoda memiliki potensial yang besar sedangkan
anoda memiliki potensial yang kecil. Oleh sebab itu, dapat dibuat jembatan keledai sebagai
berikut:

b. Penetuan logam elektroda sel volta yang tepat

Untuk menyelesaikan soal tipe ini, Quipperian harus memahami bahwa syarat terjadinya sel volta
adalah reaksinya spontan, artinya elektrodanya mempunyai nilai positif. Ingat lagi rumus
matematis elektroda standar, ya!

c. Penentuan logam yang tepat saat terjadinya proses pengorosian logam

Korosi (perkaratan)adalah suatu reaksi reduksi-oksidasi antara logam dengan faktor


lingkungannya. Mekanisme terjadinya korosi secara umum adalah:
1. logam menjadi anoda dan teroksidasi
2. faktor lingkungan menjadi katoda dan tereduksi

Proses korosi akan cepat terjadi apabila logam tersebut dilapisi dengan logam yang berada pada
sebelah kanan di deretan voltanya. Contoh Fe (Besi) akan cepat korosi apabila dilapisi logam Ni
(Nikel), Pb (timbal), Pt (platina), dan lainnya.

Contoh Soal Materi Sel Volta

Biar kamu makin dalam belajar tentang sel voltanya, coba yuk kerjakan contoh soal dari Quipper
Video yang ada di bawah ini.

Contoh Soal 1
Pembahasan:
Dari soal 1 terlihat bahwa terdapat 5 unsur logam yang memiliki potensial yang berbeda-beda.
Diketahui nilai potensial unsur Ag+= +0,79 V sedangkan nilai potensial unsur Mg adalah -2, 35V.
Dari soal terlihat bahwa unsur Ag berperan sebagai katoda dan unsur Mg berperan sebagai
anoda. Maka diperoleh nilai potensial elektrodanya sebagai berikut:

Contoh Soal 2
Pembahasan:
Diketahui 4 unsur yang memiliki potensial yang berbeda-beda. Pertanyaan dari unsur tersebut
reaksi yang dapat berlangsung spontan adalah?
Reaksi sel volta dapat berlangsungspontanapabila nilai elektroda mempunyai nilai positif (+).
Oleh sebab itu menggunakan rumus matematis elektroda dan diperoleh reaksi antara Br2dan KI
karena nilai Elektrodanya (E0) = +0,45 V.

Contoh Soal 3
Pembahasan:
Dari soal diatas, terdapat beberapa unsur yang memiliki potensial yang berbeda, ada yang (+)
dan ada yang (-). Pertanyaannya adalah urutan yang tepat pada deret volta dari kiri ke kanan
adalah…
Sebagaimana kita ketahui bahwa deret Volta adalah suatu deretan unsur yang memiliki potensial
yang berbeda dimana dari kiri dimulai dari elektroda yang negatif (-) menuju elektroda yang
nilainya positif (+). Oleh sebab itu jawaban yang tepat dari soal no 3 adalah sebagai berikut.

1. Sendok yang terbuat dari logam aluminium akan dilapisi perak dengan cara disepuh.
Larutan yang dipakai adalah larutan AgNO3. Penyepuhan dilakukan dengan elektrolisis
larutan AgNO3 dengan elektrode Ag (anode) dan aluminium (katode) menggunakan
arus listrik 10 A dan waktu 8 menit. Massa perak yang mengendap di katode adalah
….. (Ar Ag = 108, 1 F = 96.500 [Link]–1) (C)

Anda mungkin juga menyukai