0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan8 halaman

Tingkat OCD dan Perilaku Anak di Kelas

Berdasarkan dokumen tersebut, video yang ditonton membahas tentang perilaku obsesif kompulsif (OCD) dan pengulangan pemikiran atau tindakan yang tidak diinginkan. Video lain membahas tentang keaktifan siswa selama proses pembelajaran di kelas dan pengaruh penguatan dan hukuman dalam belajar. Terakhir, video membahas tentang perilaku konsumen terhadap promosi penjualan.

Diunggah oleh

Ayudya Indriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan8 halaman

Tingkat OCD dan Perilaku Anak di Kelas

Berdasarkan dokumen tersebut, video yang ditonton membahas tentang perilaku obsesif kompulsif (OCD) dan pengulangan pemikiran atau tindakan yang tidak diinginkan. Video lain membahas tentang keaktifan siswa selama proses pembelajaran di kelas dan pengaruh penguatan dan hukuman dalam belajar. Terakhir, video membahas tentang perilaku konsumen terhadap promosi penjualan.

Diunggah oleh

Ayudya Indriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : AYUDYA INDRIYANI

KELAS : 13F2

NIM : 17081131

Video 1

Tema : Tingkat Obsessive Compulsive Disorder

Judul : The best example of OCD anxiety obsession behaviour, is no fun, having a soup
lunch.

Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengulangan dari Obsessive Compulsive Behaviour

Bentuk Observasi : Natural

Bentuk Pencatatan Data : Sistematik

Telaah Teori :
Gangguan Obsesif Kompulsif Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan
adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah peristiwa kognitif repetitif, tidak diinginkan,
dan intrusive yang bisa berbentuk pikiran atau bayangan dalam pikiran atau hasrat
(dorongan). Mereka menerobos tiba-tiba ke dalan keadaran dan mengakibatkan
peningkatan dalam kecemasan subjektif (Oltmanns & Emery, 2013).

Menurut de silva dan Rachman, 2004 (dalam Oltmanns & Emery, 2013:195)
Pikiran obsesif dapat dibedakan dengan kekhawatiran dalam dua hal utama, yaitu: 1.
Obsesi biasanya dialami oleh orang itu sebagai sesuatu yang dipicu oleh masalah dalam
kehidupan sehari-hari 2. Isi obsesi paling sering melibatkan tema yang dipersepsikan
tidak dapat diterima atau mengerikan secara sosial, seperti seks, kekerasan, dan
penyakit/kontaminasi Sementara itu isi kekhawatiran cenderung terpusat di sekitar
kekhawatiran yang lebih lazim dan dapat diterima, seperti uang dan pekerjaan. Kompulsi
adalah perilaku atau tindakan mental repetitive yang digunakan untuk mengurangi
kecemasan (Oltmanns & Emery, 2013).

Teknik Pencatatan Data : deskriptif

Target Person : -

Aspek Perilaku :
1. Genetik - (Keturunan). Mereka yang mempunyai anggota keluarga yang
mempunyai sejarah penyakit ini kemungkinan beresiko mengalami OCD (Obsesif
Compulsive Disorder).
2. Organik Masalah organik seperti terjadi masalah neurologi dibagian - bagian
tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi OCD. Kelainan saraf seperti yang
disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab OCD.
3. Kepribadian - Mereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih cenderung
mendapat gangguan OCD. Ciri-ciri mereka yang memiliki kepribadian ini ialah seperti
keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada
peraturan, cerewet, sulit bekerja sama dan tidak mudah mengalah.
4. Pengalaman masa lalu - Pengalaman masa lalu/lampau juga mudah
mencorakkan cara seseorang menangani masalah di antaranya dengan menunjukkan
gejala OCD.
5. Konflik - Mereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik
jiwa yang berasal dari masalah hidup.

Definisi Perilaku : OCB (Obsessive Compulsive Behaviour)

Kesimpulan : Berdasarkan video yang telah ditonton, OCD merupakan suatu


penyakit yang mengulang-ngulang suatu hal dan suatu pemikiran. Didalam video
tersebut, pengidap OCD menggunakan metode experimental dengan menyiapkan makan
siang sebagai cara penyampaian yang tepat. Pengertian OCD (Obsessive Compulsive
Disorder) sendiri adalah gangguan obsesif kompulsif dalam kelainan psikologis yang
menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif.

Solusi : Treatment includes talk therapy, medication or both.

Video 3 :

Bentuk Observasi : Natural

Tema : -

Judul : Keaktifan dan Perilaku Khusus dari Anak-Anak Selama Proses Pembelajaran.

Tujuan : Untuk mengetahui keaktifan dan perilaku khusus dari anak-anak selama proses
pembelajaran di kelas

Definisi Perilaku : Perilaku Keaktifan dan Khusus

Target Person : Anak-anak

Bentuk Pencatatan Data : Kronologic

Teknik Pencatatan Data : Rating Scale / Checklist

Telaah Teori :

Menurut Skinner (J.W. Santrock, 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah
adanya penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment). Penguatan dan Hukuman.
Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa
suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang
menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

Menurut Skinner penguatan berarti memperkuat, penguatan dibagi menjadi dua


bagian yaitu :
1. Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons
meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Bentuk-bentuk
penguatan positif adalah berupa hadiah (permen, kado, makanan, dll), perilaku (senyum,
menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau
penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb).
2. Penguatan negatif, adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons
meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak
menyenangkan). Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi
penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang
(menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dll).

Aspek Perilaku :

1) Meningkatkan perilaku yang diharapkan

Ada lima strategi pengkondisian operan dapat dipakai untuk meningkatkan


perilaku anak yang diharapkan yaitu:

a. Memilih Penguatan yang efektif

Tidak semua penguatan akan sama efeknya bagi anak. Analisis perilaku terapan
menganjurkan agar guru mencari tahu penguat apa yang paling baik untuk anak, yakni
mengindividualisasikan penggunaan penguat tertentu. Untuk mencari penguatan yang
efektif bagi seorang anak, disarankan untuk meneliti apa yang memotivasi anak dimasa
lalu, apa yang dilakukan murid tapi tidak mudah diperolehnya, dan persepsi anak
terhadap manfaat dan nilai penguatan. Penguatan alamiah seperti pujian lebih dianjurkan
ketimbang penguat imbalan materi, seperti permen, mainan dan uang.

b. Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu

Agar penguatan dapat efektif, guru harus memberikan hanya setelah murid
melakukan perilaku tertentu. Analisis perilaku terapan seringkali menganjurkan agar guru
membuat pernyataan “jika…maka”. penguatan akan lebih efektif jika diberikan tepat
pada waktunya, sesegera mungkin setelah murid menjalankan tindakan yang diharapkan.
Ini akan membantu anak melihat hubungan kontingensi antar-imbalan dan perilaku
mereka. Jika anak menyelesaikan perilaku sasaran (seperti mengerjakan sepuluh soal
matematika) tapi guru tidak memberikan waktu bermain pada anak, maka anak itu
mungkin akan kesulitan membuat hubungan kontingensi.

c. Memilih jadwal penguatan terbaik

Menyusun jadwal penguatan menentukan kapan suatu respons akan diperkuat.


Empat jadwal penguatan utama adalah :

1. Jadwal rasio tetap: suatu perilaku diperkuat setelah sejumlah respon.


2. Jadwal rasio variabel : suatu perilaku diperkuat setelah terjadi sejumlah respon, akan
tetapi tidak berdasarkan basis yang dapat diperidiksi.
3. Jadwal interval – tetap : respons tepat pertama setelah beberapa waktu akan diperkuat.
4. Jadwal interval – variabel : suatu respons diperkuat setelah sejumlah variabel waktu
berlalu.

d. Menggunakan Perjanjian (contracting)


Adalah menempatkan kontigensi penguatan dalam tulisan. Jika muncul problem dan anak
tidak bertindak sesuai harapan, guru dapat merujuk anak pada perjanjian yang mereka
sepakati. Analisis perilaku terapan menyatakan bahwa perjanjian kelas harus berisi
masukan dari guru dan murid. Kontrak kelas mengandung pernyataan “jika… maka” dan
di tanda tangani oleh guru dan murid, dan kemudian diberi tanggal.

b. Menggunakan penguatan negatif secara efektif

Dalam penguatan negatif, frekuensi respons meningkat karena respon tersebut


menghilangkan stimulus yang dihindari. seorang guru mengatakan ”Pepeng, kamu harus
menyelesaikan PR mu dulu diluar kelas sebelum kamu boleh masuk kelas ikut
pembelajaran” ini berarti seorang guru menggunakan penguatan negatif.

2) Menggunakan dorongan (prompt) dan pembentukkan (shaping).

Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan
sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respon tersebut akan terjadi. Shapping
(pembentukan) adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku sasaran.
3) Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan.

Ketika guru ingin mengurangi perilaku yang tidak diharapkan (seperti mengejek,
mengganggu diskusi kelas, atau sok pintar) yang harus dilakukan berdasarkan analisis
perilaku terapan adalah :

a. Menggunakan Penguatan Diferensial.


b. Menghentikan penguatan (pelenyapan).
c. Menghilangkan stimuli yang diinginkan.
d. Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman).

Kesimpulan : Berdasarkan video tersebut diambil kesimpulan bahwa seorang guru


memberikan stimulus pada siswa-nya dengan cara memeberikan hadiah pada mereka
yang mau aktif dikelas dan menjawab pertanyaan sang guru.

Solusi : Seorang siswa/siswi diharapkan untuk lebih aktif menjawab dikelas


walaupun tidak yakin bahwa jawaban itu benar/salah.
Tema : Perilaku Konsumen.

Judul : Perilaku Konsumen Terhadap Promosi Seorang Sales

Tujuan : Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam memastikan promosi seorang


sales.

Bentuk Observasi : Natural

Bentuk Pencatatan Data : Sistematik

Teknik Pencatatan Data : Rating scale

Definisi Perilaku : Perilaku Konsumen

Telaah Teori : Gerald Zaldman dan Melanie Wallendorf (1979 : 6)

“Consumer behavior are acts, process and sosial relationship exhibited by individuals,
groups and organizations in the obtainment, use of, and consequent experience with
products, services and other resources”.
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan sosial yang
dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu
produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan,
dan sumber-sumber lainya.

Aspek Perilaku : Aspek internal proses yang dilakukan konsumen baik individu
maupun organisasi dalam rangka mendapatkan suatu produk yang melalui tahapan
kognisi dan afeksi dan aspek eksternal (pengaruh rumah tangga, kelompok referensi
budaya, kelas sosial) yang berakibat kosumen melakukan tindakan apakah akan membeli
atau tidak membeli suatu produk, sekaligus tindakan setelah pembelian produk tersebut.
Target Perilaku : Konsumen

Kesimpulan : Berdasarkan hasil observasi diatas, menunjukkan bahwa didalam


video tersebut menunjukkan bahwa seorang konsumen yang banyak bertanya untuk
memastikan perkataan dan keuntungan yang akan didapat apabila ia mempercayai
perkataan si sales.

Solusi : Konsumen dapat memilih barang berdasarkan kebutuhan, Barang


yang dipilih konsumen juga bisa memberikan kegunaan optimal bagi konsumen,
Konsumen dapat memilah barang yang mutunya terjamin serta Konsumen dapat memilih
barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

Anda mungkin juga menyukai