0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan194 halaman

Strategi Pembelajaran Efektif Geografi

Skripsi ini membahas strategi pembelajaran guru dalam meningkatkan efektivitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi di MAN 2 Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan guru dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian guru dan siswa. Hasilnya, strategi yang efektif adalah pembelajaran kooper

Diunggah oleh

Ish
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan194 halaman

Strategi Pembelajaran Efektif Geografi

Skripsi ini membahas strategi pembelajaran guru dalam meningkatkan efektivitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi di MAN 2 Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan guru dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian guru dan siswa. Hasilnya, strategi yang efektif adalah pembelajaran kooper

Diunggah oleh

Ish
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PEMBELAJARAN OLEH GURU DALAM

MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA PADA


MATA PELAJARAN GEOGRAFI JURUSAN IPS Di MAN II
KOTA KEDIRI

SKRIPSI

Oleh:
Raudhatul Jannah
NIM. 13130027

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
Januari 2018

i
STRATEGI PEMBELAJARAN OLEH GURU DALAM
MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA PADA
MATA PELAJARAN GEOGRAFI JURUSAN IPS Di MAN II
KOTA KEDIRI

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang
untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memeperoleh Gelar Strata Satu Sarjana
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (S. Pd)

Oleh:
Raudhatul Jannah
NIM. 13130027

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
Januari 2018

ii
iii
HALAMAN PERSEMBAHAN

Yang Utama Dari Segalanya…..


Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan kasing sayang-
Mu telah memberikanku kekuatan, membekaliku dengan ilmu. Atas karunia serta
kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat
terselesaikan. Sholawat serta salam selalu terlimpahkan keharibaan Rasulullah
Muhammad SAW dan para sahabat yang mulia
Semoga sebuah karya ini menjadi amal shaleh bagiku dan menjadi kebanggaan
bagi keluargaku tercinta
Kupersemahkan karya sederhana ini kepada orang yang sangat kukasihi dan
kusayangi

Ayahanda dan Ibunda Tercinta


Sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terima kasih yang tiada terhingga
Kupersemhakan karya ini kepada Ayah (Lukman Hakim) dan Ibu (Nur Anifah)
yang telah memberikan segalanya, memeberikan kasih sayang, segala dukungan,
dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat kubalas hanya
dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Semoga
ini menjadi langkah awal untuk membuat Ayah dan Ibu bahagia, karna kusadar,
selama ini belum bisa berbuat yang lebih. Untuk Ayah dan Ibu yang selalu
membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih sayang, selalu mendo’akanku,
selalu menasehatiku menjadi lebih baik.

Dosen pembimbing Skripsi


Bapak Dr. Marno, M. Ag selaku dosen pembimbing Skripsi, terima kasih banyak
sudah dibantu selama ini, sudah dinasehati, sudah diajari, sedikitpun saya tidak
akan lupa atas bantuan dan kesabaran dari bapak.
Terima kasih banyak bapak, sudah mengajarkan saya banyak hal.
Seluruh Dosen Pengajar di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Terima kasih banyak untuk semua ilmu, didikan dan pengalaman yang sangat
berarti yang telah di berikan kepada kami.

Sahabat-sahabatku dan teman-teman IPS angkatan 2013/2014


Terima kasih banyak untuk bantuan, dukungan dan kerja samanya selama ini.
Akhir kata, semoga skripsi ini membawa kebermanfaatan dan keberkahan
Amiin amiin yaa rabal ‘alamiin…

iv
MOTTO

)‫الصدَ َق ِة أَنْ َي َت َعلَّ َم ال َم ْر ُء ْال ُم ْسلِ ُم عِ ْل ًما ُث َّم ُي َعلِّ ُم ُه أَ َخا ُه ْال ُم ْسلِ َم (إبن ماجه‬ َ ‫أَ ْف‬
َّ ُ ‫ضل‬

Artinya:"Sedekah yang paling utama adalah seseorang yang belajar


tentang ilmu, kemudian mengajarkannya".([Link] Majah)1

1
Hussen Bahreisj, Ensiklopedi Hadits Nabi Sahih Bukhori Muslim, cet 1, Bintang Usaha Jaya,
Surabaya, 2003, hal. 143.

v
vi
vii
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya. Sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Strategi Pembelajaran Oleh Guru Dalam Meningkatkan Efektifitas Belajar
Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Jurusan IPS di MAN II Kota Kediri”
dengan baik. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi syarat dalam
rangka menyelesaikan studi pada jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam negeri Maulana Malik
Ibrahim Malang.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW,, yang telah mengantarkan kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang
terang benderang yakni dengan agama Islam dan syafaatnya yang selalu kita
harapkan dihari akhirat nanti.
Penulis mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada semua
pihak yang telah memberikan dukungan. Ucapan terima kasih penulis haturkan
kepada:
1. Ayahanda dan ibunda tercinta (Lukman Hakim dan Nur Anifah) yang
tiada lelah mencurahkan kasih sayangnya, motivasi, dukungan, serta doa-
doanya yang tak pernah hendi demi kesuksesan anaknya.
2. Adikku tersayang Annisa Lailatul Rahmah yang telah mendoakan dan
memberikan dukungan.
3. Bapak Prof Dr. Abdul Haris, M. Ag selaku Rektor Universitas Islam
Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
4. Bapak Dr. H. Agus Maimun, [Link] selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
5. Ibu Alfiana [Link] Efiyanti, MA selaku ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan Universitas
Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

viii
6. Bapak Dr. Marno [Link] Selaku dosen pembimbing skripsi yang telah
mengarahkan dan membimbing dengan kesabaran, keikhlasan, dan
ketelitian.
7. Bapak Drs. Enim Hartono, [Link] selaku Kepala madrasah Aliyah Negeri II
Kota Kediri yang telah memberikan izin dalam penelitian skripsi ini.
8. Bapak Agus Hariwiyoko, bapak Ihsan, dan adek-adek (Fahri, Angel,
Ainun, Tiyas, dan Hilmi) yang telah membantu sebagai informan dalam
penyelesaian penelitian skripsi ini.
9. Teman – teman [Link] angkatan 2013 (Ina, Nawang, Fanyak, Sahrotil,
Nikmah, Romli, Yoga, Alfin, Rahman dll) yang sudah menenmani selama
4 tahun sampai dengan penyelesaian skripsi ini.
10. Sahabat berproses Adam Zainurribhi Arifin yang tak henti memberikan
semangat dan dukungan dalam penyelesaian skripsi
11. Sahabat seperjuangan (Novi, Ima, Puput, Zulva) yang terus memberikan
motivasi dalam pengerjaan skripsi ini.
12. Semua pihak yang telah membantu peneliti, yang tidak dapat peneliti
sebutkan satu-persatu.
Semoga Allah memberikan pahala yang setimpal kepada semua pihak
yang membantu penulisan skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan
skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, peneliti mengharap
kritik dan saran dari semua pihak yang membaca. Semoga skripsi ini dapat
bermanfaat bagi pembaca pada umunnya dan penulis khususnya. Amiin ya robbal
alamin.

Malang, 16 Januari 2018


Peneliti

Raudhatul Jannah
13130027

ix
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN

Penulisan transliterasi Arab-Latin dalam skripsi ini menggunakan pedoman

transliterasi berdasarkan keputusan Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan RI no. 158 tahun 1987 dan no. 0543b/U/1987 yang secara garis besar dapat

diuraikan sebagai berikut:

A. Huruf

‫=ا‬a ‫=س‬z ‫=ق‬q

‫=ب‬b ‫=س‬s ‫=ك‬k

‫=ت‬t ‫ = ش‬sy ‫=ل‬l

‫ = ث‬ts ‫ = ص‬sh ‫=و‬m

‫=ج‬j ‫ = ض‬dl ‫=ن‬n

‫=ح‬h ‫ = ط‬th ‫=و‬w

‫ = خ‬kh ‫ = ظ‬zh ‫=ه‬h

‫=د‬d ‫„=ع‬ ‫„=ء‬

‫ = ذ‬dz ‫ = غ‬gh ‫=ي‬y

‫=ر‬r ‫=ف‬f

Hamzah (‫ )ء‬yang sering dilambangkan dengan alif, apabila terletak diawal kata maka

dalam transliterasinya mengikuti vokalnya, tidak dilambangkan, namun apabila terletak

ditengah atau di akhir kata, maka dilambangkan dengan tanda koma koma diatas (,),

berbalik dengan koma („) untuk pengganti lambang “‫”ع‬.

x
B. Vokal, panjang dan diftong

Setiap penulisan bahasa Arab dalam bentuk tulisan latin vokal fathah ditulis

dengan “a”, kasrah dengan “i”, dlomah dengan “u”, sedangkan bacaan panjang masing-

masing ditulis drngan cara berikut:

Vokal (a) panjang = â Misalnya ‫ قال‬menjadi qâla

Vokal (i) panjang = î Misalnya ‫ قيم‬menjadi qîla

Vokal (u) panjang = û Misalnya ‫ دون‬menjadi dûna

Khusus untuk bacaan ya‟ nisbat, maka tidak boleh digantikan dengan “i”,

melainkan tetap ditulis dengan “iy” agar dapat menggambarkan ya‟ nisbat diakhirnya.

Begitu juga untuk suara diftong, wawu dan ya‟ setelah fathah ditulis dengan “aw” dan

“ay”. Perhatikan contoh berikut:

Diftong (aw) = ‫و‬ Misalnya ‫ قول‬menjadi qawlun

Diftong (ay) = ‫ي‬ Misalanya ‫ خيز‬menjadi ǩȟayrun

xi
DAFTAR TABEL

1. Tabel 1.1 : Originalitas Penelitian.

2. Tabel 2.1 : Perbedaan pokok antara pembelajaran kontekstual dan

pembelajaran konvensional

3. Tabel 4.1 : Data pendidik dan tenaga kependidikan

4. Tabel 4.2 : Keadaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan

5. Tabel 4.3 : Jumlah siswa

6. Tabel 4.4 : Tamatan dan Angka Putus Sekolah

7. Tabel 4.5 : Sarana dan Prasarana

8. Tabel 4.6 : Daya tampung sekolah

9. Tabel 4.7 : Prestasi Madrasah Aliyah Negeri Kota Kediri II

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 : Gambar Kegiatan Sholat Dhuha berjamaah

Gambar 4.2 : Kerangka Proses Penanaman Budaya Religius

xiii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Bukti Konsultasi

Lampiran II Surat Izin penelitian dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

UIN Maliki Malang tahun 2017 untuk MAN II Kota Kediri

Lampiran III Surat keterangan selesai penelitian di MAN II Kota Kediri

Lampiran IV Kondisi MAN II

Lampiran V Observasi Proses Pembelajaran

Lampiran VI Bukti Wawancara

Lampiran VII Pedoman Wawancara

Lampiran VIII Transkip Wawancara

Lampiran IX Struktur Organisasi

Lampiran X Tabel

Lampiran XI RPP

Lampiran XII Silabus

xiv
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL JUDUL ..............................................................................i


HALAMAN SAMPUL DALAM .............................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ..............................................................................iv
HALAMAN MOTTO ..............................................................................................v
HALAMAN NOTA DINAS.....................................................................................vi
HALAMAN PERNYATAAN ..................................................................................vii
KATA PENGANTAR ..............................................................................................viii
HALAMAN TRANSLITERASI .............................................................................x
DAFTAR TABEL ....................................................................................................xii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................xiii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................xiv
DAFTAR ISI .............................................................................................................xv
ABSTRAK ................................................................................................................xviii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .........................................................................................1
B. Fokus Penelitian .......................................................................................5
C. Tujuan Peneltian .......................................................................................5
D. Manfaat Penelitian....................................................................................6
E. Orisinalitas Penelitian ..............................................................................7
F. Definisi Istilah ..........................................................................................9
G. Sistematika Pembahasan ..........................................................................9
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Konsep Tentang Strategi ..........................................................................12
1. Pengertian Strategi Pembelajaran .....................................................12
2. Jenis-jenis Strategi pembelajaran .......................................................14
B. Konsep Tentang Geografi ........................................................................35
1. Pengertian Geografi ...........................................................................35
2. Ruang Lingkup Geografi....................................................................38

xv
3. Objek Studi geografi ..........................................................................40
4. Pendekatan geografi ...........................................................................41
C. Konsep Tentang Guru ..............................................................................43
1. Pengertian Guru .................................................................................43
2. Peran dan Tugas Guru ........................................................................45
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ...............................................................48
B. Kehadiran Penelitian ................................................................................49
C. Lokasi Penelitian ......................................................................................49
D. Data dan Sumber Data ..............................................................................50
E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................51
F. Analisis Data ............................................................................................52
G. Prosedur penelitian ...................................................................................53
BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum MAN II Kota Kediri
1. Sejara Singkat MAN II Kota Kediri...................................................55
2. Visi, Misi dan Tujuan MAN II Kota Kediri .......................................58
3. Jumlah Guru, Pegawai dan Siswa ......................................................63
B. Strategi Pembelajaran oleh Guru Geografi dalam Meningkatkan
Efektifitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS di
MAN II Kota Kediri .................................................................................64
1. Strategi Ekspositori ............................................................................72
2. Strategi Inquiry ...................................................................................73
B. Hambatan Guru dalam Meningkatkatkan Efektifitasn Belajar Siswa
pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri .......74
1. Kurangnya Respon dalam Proses Pembelajaran ................................77
2. Pengaruh Buruk Teman......................................................................78
3. Tidur di Kelas .....................................................................................78
C. Dampak Terhada Siswa dalam Penerapan Strategi Pembelajaran
Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri .........................................79
1. Menarik Minat Belajar Siswa.............................................................81

xvi
2. Meningkatkan Pengetahuan Secara Mendalam .................................81
3. Kemampuan Memberi Kesimpulan ...................................................81
BAB V PEMBAHASAN
A. Strategi Pembelajaran oleh Guru dalam Meningkatkan Efektivitas
Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS di MAN II
Kota Kediri ................................................................................................83
B. Hambatan Guru dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa pada
Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri .................93
C. Dampak Terhadap Siswa dalam Penerapan Strategi Pembelajaran
Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri ..........................................94
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................96
B. Saran ..........................................................................................................97
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xvii
ABSTRAK

Jannah, Raudhatul. 2017. Strategi Pembelajaran oleh Guru Dalam Meningkatkan


Efektifitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Jurusan IPS Di
MAN II Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ilmu pengetahuan
Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang. Pembimbing Skripsi: Dr. Marno, [Link]

Kata Kuci : Strategi Pembelajaran Guru, Efektifitas Belajar


Guru sebagai administrator harus dapat menyelenggarakan program
pendidikan dengan sebaik-bainya. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan
program pendidikan yang di inginkan, guru diharapkan mempunyai beberapa
strategi pembelajaran yang bisa menggugah siswa untuk belajar dengan enak dan
menyenangkan. Untuk mencapai tujuan agar bisa meningkatkan efektifitas belajar
siswa, maka diperlukan upaya yang lebih baik dari guru dalam memilih dan
menerapkan strategi, metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan
kompetensi tersebut.
Penelitian ini mengkaji strategi pembelajaran oleh guru dalam
meningkatkan efektifitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi di MAN II
Kota Kediri. Permasalahan yang diteliti difokuskan pada Bagaimana strategi
pembelajaran oleh guru dalam meingkatkan efektivitas belajar siswa pada mata
pelajaran geografi kelas X IPS di MAN II Kota Kediri, apa saja hambatan guru
dalam meningkatkan efektivitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas
X IPS di MAN II Kota Kediri dan bagaimana dampak terhadap siswa dalam
penerapkan strategi guru pada mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN II
Kota Kediri?
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan penelitian
kualitatif. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa
metode, yaitu metode observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan untuk
analisis datanya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu
berupa pemaparan data secara tertulis mengenai data-data terkait, baik yang
tertulis maupun lisan dari objek penelitian yang ada di lembaga tersebut, dimana
dalam hal ini penulis menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang
sebenarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)strategi yang digunakan guru
dalam meningkatkan efektifitas belajar siswa adalah: Strategi Ekspositori dan
Strategi Inquiry. (2)hambatan guru dalam meningkatkan efektivitas belajar siswa
pada mata pelajaran geografi bermacam-macam diantaranya: kurangnya respon
dalam proses pembelajaran, pengaruh buruk dari teman, tidur dikelas. (3)dampak
terhadap siswa dalam penerapkan strategi guru pada mata pelajaran geografi
yaitu: 1) Menarik minat belajar siswa,dengan dibuktikan banyaknya anak-anak
yang bertanya tentang pelajaran yang telah pelajari sebelumnya. Rasa ingin taunya
semakin besar. 2) Meningkatkan pengetahuan secara mendalam, Dengan
dibuktikan ketika di kasih pertanyaan oleh guru tentang pelajaran yang telah di
ajarkan, siswa mampu menjawab dengan baik dan benar. 3) Kemampuan memberi
kesimpulan, siswa mampu memaparkan kesimpulan secara runtut dan urut

xviii
ABSTRACT

Jannah, Raudhatul. 2017. The Strategy of Teacher Learning in Increasing the


Student‟s Effectiveness on the Geography Lesson of Social Science (IPS)
at Public Islamic Senior High School (MAN) II Kediri City. Thesis,
Social Science Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teaching
Sciences, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang.
Supervisor: Dr. Marno, [Link]
Keywords: Teacher‟s Strategy, Effectiveness of Learning
The teacher as administrator should be able to organize the best
educational programs. Therefore, to achieve the goal of the desired educational
program, teacher is expected to have some learning strategies that can inspire
students to do fun learning. To achieve the objectives are in order to improve the
effectiveness of student‟s learning, it needs the better effort of teacher in choosing
and implementing the strategies, methods and learning media in accordance with
these competencies.
The research examines the learning strategies in improving the
effectiveness of student‟s learning on geography subjects in Public Senior High
School II of Kediri. The problems focuses on the learning strategies in improving
the effectiveness of student‟s learning on the subjects of geography of class X of
Social Science (IPS) in Public Senior High School II of Kediri, and the obstacles
of teachers in improving the effectiveness of student‟s learning on the subjects of
geography of class X of Social Science (IPS) in Public Senior High School II of
Kediri, and the impact on the students in implementing the teacher‟s strategy on
the geography subjects of class X of Social Science (IPS) in Public Senior High
School II of Kediri
The researcher used a qualitative research approach. In collecting data
used several methods, namely observation, interview, and documentation. The
data analysis, the researcher used descriptive qualitative analysis technique, such
as explaining the written and spoken data from the object of research in the
institution that had been described thoroughly about the actual situation.
The research results showed that (1) the strategies that had been used by
teachers in improving the effectiveness of students learning were: Expository
Strategy and Inquiry Strategy. (2) the obstacles of the teacher in improving the
effectiveness of students learning on the geography lesson were: lack of response
in the learning process, bad influence from friends, sleeping in the class. (3) the
effects on the students in applying the teacher‟s strategy on the geography lesson
were: 1) Interesting in the students learning, proven by the students who ask about
lessons that had been learned previously and the bigger curiosity. 2) increasing the
knowledge deeply, Proven with the questions that were given by teachers and the
students were able to answer well and correctly. 3) Able to conclude, students
were able to expose coherent and sequential conclusions.

xix
‫ملخص البحث‬

‫اجلنة‪ ،‬روضة‪ . 7102 .‬اسًتاتيجية التعليمية للمعلم يف حتسني فعالية التعلم الطالب يف املوضوع اجلغرافيا ىف الفئة‬
‫العاشرةللقسم العلوم االجتماعية يف املدرسة الثانوية الثانية ىف كيديري‪ .‬البحث اجلامعى‪ ،‬قسم الًتبية العلوم‬
‫االجتماعية ‪ ،‬كلية العلوم الًتبية والتعليم‪ ،‬جامعة موالنا مالك إبراىيم اإلسالمية االسالمية احلكومية يف ماالنج‪.‬‬
‫املشرف‪ :‬الدكتور مرنوا‪ ،‬املاجستري‬
‫الكلمات الرئيسية‪ :‬اسًتاتيجية املعلم‪ ،‬فعالية التعلم‬
‫املعلم كمدير يستطيع أن ينبغي أفضل الربامج التعليمية‪ .‬لذلك‪ ،‬لتحقيق ىذه االىداف‪ ،‬املعلم يكون لو‬
‫بعض اسًتاتيجيات التعلم اليت تستطيع أن تلهم الطالب للتعلم مع املتعة واملرح‪ .‬ولتحقيق األىداف لتحسني‬
‫فعالية تعلم الطالب‪ ،‬حيتاج إىل أفضل جهود للمعلم يف اختيار وتنفيذ االسًتاتيجيات واألساليب ووسيلة التعليمية‬
‫وفقا هلذه الكفاءات‪.‬‬

‫يبحث ىذا البحث االسًتاتيجيات التعلم للمعلم يف حتسني فعالية تعلم الطالب على املوضوعات‬
‫اجلغرافيا يف املدرسة الثانوية الثانية كيديري‪ .‬املشاكل ىي عن اسًتاتيجيات التعلم للمعلم لتعزيز فعالية تعلم‬
‫الطالب يف الصف العاشر للدراسات االجتماعية على املوضوعات اجلغرافيا يف املدرسة الثانوية الثانية كيديري‪،‬‬
‫والعقبات املعلم لتحسني فعالية تعلم الطالب يف الصف العاشر للدراسات االجتماعية على املوضوعات اجلغرافيا‬
‫يف املدرسة الثانوية الثانية كيديري واألثر على الطالب يف تنفيذ اسًتاتيجية املعلم يف الصف العاشر للدراسات‬
‫االجتماعية على املوضوعات اجلغرافيا يف املدرسة الثانوية الثانية كيديري‬

‫يف ىذا البحث‪ ،‬استخدمت الباحثة النهج البحث النوعي‪ .‬يف عملية مجع البيانات‪ ،‬استخدمت الباحثة‬
‫على الطرائق‪ ،‬فهي طريقة املراقبة‪ ،‬واملقابلة‪ ،‬والوثائق‪ .‬ىف حتليل البيانات‪ ،‬استخدمت الباحثة األسلوب التحليل‬
‫النوعي الوصفي يف شكل تعرض البيانات كتابة حول البيانات ذات الصلة‪ ،‬سواء مكتوبة أو شفهية من موضوع‬
‫البحث يف تلك املؤسسة الىت تصف بدقة عن الوضع احلقيقي‬

‫وتدل النتائج أن (‪ )0‬االسًتاتيجيات الىت تستخدم املعلم يف حتسني فعالية تعلم الطالب ىي‪:‬‬
‫اسًتاتيجية االستكشاف واالستقصاء‪ )7( .‬املقاوم للمعلم يف حتسني فعالية تعلم الطالب ىف موضوع اجلغرافيا‬
‫املختلفة يعٌت‪ :‬عدم االستجابة يف عملية التعلم‪ ،‬والتأثري السيئ من األصدقاء‪ ،‬و النوم ىف الفصل‪ )3( .‬االثر‬
‫للطالب ىف تنفيذ اسًتاتيجية املعلم يف املوضوع اجلغرافيا‪ ،‬وىي ‪ )0‬اىتمام الطالب جذابة‪ ،‬مع ثبت األطفال‬
‫الذين يسألون عن الدروس سابقا‪ .‬يشعر ان يتعلم كبري‪ )7 .‬زيادة املعرفة العميقة‪ ،‬تدل عندما تعطئ أسئلة عن‬
‫الدروس وتكون الطالب ان يستجيبوا صيح‪ )3 .،‬القدرة على االستنتاج‪ ،‬والطالب يقدرون ان يفضحوا‬
‫االستنتاجات متماسكة ومتسلسلة‬

‫‪xx‬‬
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan lembaga yang dengan sengaja diselenggarakan

untuk mewariskan dan mengembahkan pengetahuan, ketrampilan dan keahlian

oleh generasi yang lebih tua kepada generasi berikutnya. Melalui pendidikan

manusia berusaha memperbaiki tingkat kehidupan mereka. Terjadi hubungan

yang kuat antara tingkat pendidikan seseorang dengan tingkat social

kehidupannya. Jika pendidikan seseorang maju, tentu maju pula kehidupannya

demikian pula sebaliknya. Tujuan pembelajaran utama adalah membekali

siswa dengan kemampuan.

Disinilah letak peran utama sangat menentukan arah keberhasilan

pendidikan itu. Ada banyak tokoh pada pelaksanaan pendidikan namun ada

satu yang paling utama yaitu seorang guru. Guru menurut Undang-Undang

Dasar Guru dan Dosen adalah pendidik professional dengan tugas utama

mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan

mengevaluasi siswa. Seperti yang sudah dijelaskan guru adalah pendidik

professional, lalu professional itu sendiri adalah pekerjaan atau kegiatan yang

dilakukan oleh seorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang

memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar

mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

1
2

Undang-Undang RI. No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS (2003:

04) dikatakan: “pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur

dan berkenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan

pendidikan tinggi. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan

lingkungan. Sedangkan pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar

pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang”.

Pendidikan formal yang kita tau bahwa guru sebagai administrator

harus dapat menyelenggarakan program pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Sebagai aspek yang menyangkut kelancaran jalannya pendidikan adalah

merupakan tanggung jawab guru. Sebagaimana dalam manajemen kelas, guru

sebagai pendidik harus mampu mengupayakan proses pembelajaran sengan

sebaik-baiknya, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.

Guru merupakan tenaga pendidik yang sangat menentukan proses

pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu guru harus mempunyai kemampuan

dalam segala hal untuk membawa siswa-siswanya mencapai tujuan dan hasil

yang diinginkan. Karena sebenarnya tidak ada anak didik yang tidak bisa

dididik, yang ada hanyalah seorang guru yang tidak bisa mendidik, dan tidak

ada guru yang tidak bisa mendidik yang ada hanyalah kepala sekolah yang

tidak bisa membina. Oleh karena itu, mencapai tujuan pendidikan yang

diinginkan, guru diharapkan mempunyai beberapa upaya yang bisa

meningkatkan efektifitas siswa. Sehingga tidak terkesan guru hanya bisa

menyampaikan materi pelajaran kepada siswanya tanpa memperhatikan

kemampuan dari tiap-tiap siswanya. Dengan demikian, pendidikan akan


3

berjalan sesuai dengan tujuan nasional yang telah digariskan dalam Undang-

Undang 1945 yaitu “ mencerdaskan kehidupan bangsa”. Terciptanya sebuah

bangsa yang maju dengan warga Negara yang berpendidikan.

Selain kualifikasi guru juga memiliki tugas dan tanggung jawab adalah

menguasai berbagai cara belajar efektif sesuai dengan tipe dan gaya belajar

yang dimiliki oleh peserta didik secara individual; memiliki sikap yang positif

terhadap tugas profesinya, mata pelajaran yang dibinanya sehingga selalu

berupaya untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya

sebagai guru; memahami sifat dan karakteristik peserta didik, terutama

kemampuan belajarnya, cara dan kebiasaan belajar, minat terhadap pelajaran,

motivasi untuk belajar, dan hasil yang telah dicapai. Dalam hal ini

pembelajaran IPS akan bisa di pahami secara mendalam oleh siswa khususnya

mata pelajaran geografi.

Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai kaitan

dengan pengembangan ilmu pengetahuan social siswa (social of knowledge),

dan termasuk dalam satu rumpun dengan mata pelajaran ekonomi, sejarah dan

sosiologi. Geografi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang

bagaimana memahami, menemukan, menjelaskan perbedana dan persamaan

yang ada di dalam ruang muka bumi yang mencakup kewilayahan dan

kelingkungan, mulai dari bumi, matahari, ruang angkasa, cuaca, iklim, tipe-

tipe permukaan bumi dan proses terjadinya kemudian hal-hal yang barkaitan

dengan hidrosfer serta biosfer. Sehingga dalam proses pembelajaran guru

perlu menggunakan bermacam-macam strategi.


4

Strategi pembelajaran fokus pada apa yang dilakukan guru dan siswa

serta apa yang mereka lakukan, tidak hanya pemberian dan penguasaan teori,

tetapi juga memperhatikan kecakapan hidup bagi siswa. Strategi pembelajaran

dapat dilakukan dengan memerikan kegiatan yang beragam, melibatkan siswa

secara langsung, siswa lebih aktif dan responsif. Strategi pembelajaran dapat

memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, siswa memiliki

kecakapan hidup untuk memecahkan masalah di lingkungan sekolah, rumah,

dan masyarakat. Strategi pembelajaran yang sesuai dan dukungan dari

lingkungan sekolah, masyarakat, dan kelurga akan menciptakan suasana

belajar yang efektif sehingga menjadikan siswa aktif dan kreatif.

Madrasah Aliyah Negeri II Kota Kediri merupakan sekolah tingkat

MA yang telah di tetapkan sebagai salah satu MAN Model di Indonesia yang

bercorak Islam, khusus menitikberatkan dalam penguasaan ketrampilan hidup

(life skill) dalam rangka mengantarkan generasi yang siap berkompetisi di area

Global. Madrasah ini juga termasuk kedalam sekolah favorit di Kediri yang

mempunyai visi dan misi yang luarbiasa. Banyak siswa yang berprestasi lahir

dari MAN II Kota Kediri ini, begitupun dengan bapak ibu guru yang mengajar

mempunyai kemampuan yang tak di ragukan serta sikap keprofesianalnya

sebagai seorang guru. Rata-rata gurunya sudah menggunakan berbagai strategi

yang menarik siswa, diantaranya strategi pembelajaran langsung, strategi

diskusi, dan strategi kontekstual.


5

Berangkat dari itu, maka peneliti meneliti tentang ”Strategi

Pembelajaran Oleh Guru Dalam Meningkatkan Efektifitas Belajar Siswa Pada

Mata Pelajaran Geografi Jurusan Ips Di Man Ii Kota Kediri”.

B. Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat di rumuskan

permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana strategi pembelajaran guru dalam meingkatkan efektifitas

belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN II Kota

Kediri ?

2. Apa saja hambatan guru dalam meningkatkan efektifitas belajar siswa

pada mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN II Kota Kediri ?

3. Bagaimana dampak terhadap siswa dalam penerapan strategi guru pada

mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN II Kota Kediri?

C. Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui strategi pembelajaran guru dalam meingkatkan

efektifitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN

II Kota Kediri.

2. Untuk mengetagui hambatan guru dalam meningkatkan efektifitas belajar

siswa pada mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN II Kota Kediri.

3. Untuk mengetahui dampak terhadap siswa dalam penerapan strategi guru

pada mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN II Kota Kediri.


6

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut:

1. Bagi Lembaga

Sebagai pemberi iformasi tentang factor yang mempengaruhi efektifitas

belajar siswa, sehingga mampu mengambil kebijakan dalam mengelola

lembaga pendidikan.

2. Bagi Guru

Agar guru lebih mudah dalam menyampaikan materi yaitu secara logis,

praktis dan sistematis secara efektif dan efisian dalam mencapai hasil

pembelajaran yang maksimal, terutama dalam meningkatan efektifitas

belajar siswa, melalui materi geografi.

3. Bagi Siswa

Siswa agar lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan guru

serta dapat meningkatkan efektifitas belajarnya dan memahami

pentingnnya pendidikan untuk direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Bagi peneliti

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dalam meningkatkan

efektifitas belajar siswa melalui pembelajaran geografi, serta peneliti akan

lebih berpengalaman disaat terjun kedalam dunia pendidikan.


7

E. Originalitas Penelitian

Tabel 1.1

Nama Peneliti,
Judul, Bentuk
No (Skripsi, tesis, Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian
jurnal Dll), Peneliti
dan Tahun
1. Septian Dwi, Strategi -Strategi -guru 1. Musium dalam
Pembelajaran Guru Pembelajara sejarah pelaksanaan pengoptimalan
sejarah dalam n guru -tempat museum ini memberikan
meningkatkan - observasi suatu sumber pembelajaran
efektifitas belajar meningkatk yang kongkret pada siswa
melalui optimalisasi an maupun masyarakat
fungsi museum efektifitas 2. dari hasil kunjungan ke
sebagai sumber -penelitina museum hasil yang
belajar di MAN 1 kualitatif diperoleh dari pemanfaatan
Kota Probolinggo. museum sebagai sumber
(Skripsi 2016) pembelajaran sejarah
diantaranya: menarik minat
belajar siswa, peningkatan
pengetahuan tentang
sejarah kota probolinggo,
kemampuan siswa dalam
menyampaikan apa yang
didapat setelah kunjungan
ke museum secara tulis
maupun lisan, penilaian
akhir atau evaluasi hasil
kunjungan ke museum
berupa pertanyaan yang
diberikan oleh peneliti dan
guru.
2. Agus Budi Utomo, -Strategi -Guru IPS 1. Motivasi belajar siswa di
Strategi Pembelajara - MTs Negeri Kota
Pembelajaran guru n Guru Meningkat Probolinggo masi rendah
dalam meningkatkan -penelitian kan 2. Faktor yang
motivasi belajar Kualitatif Motivasi mempengaruhi motivasi
siswa di MTs Negeri Belajar belajar siswa berawal dari
Kota Probolinggo -lokasi factor lingkungan keluarga,
(Skripsi 2015) penelitian terutama masalah ekonomi
yang berkaitan dengan
sarana dan prasarana
belajar siswa, seperti
hubungan guru dengan
8

pegawai di sekolah tiap


harinya. Factor terakhir
adalah factor ligkungan
bermain dalam memilih
teman.
3. Strategi yang dilakukan
oleh guru IPS melalui
beberapa strategi.
Diantaranya sosialisasi
system penilaian, termasuk
metode dan strategi
pembelajaran yang akan
dilakukan. Selain itu, RPP
yang tersusun terintregrasi
dengan metode atraktif
yang menarik untuk
menimbulkan semangat
belajar siswa. Adanya
reward dan punishment
juga menjadi upaya guru
IPS dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa.
3. Ahmad Sidiq, -Strategi -Guru IPS 1. tingkat pengetahuan
Strategi Pembelajara -Mengatasi siswa sangat rendah dalam
Pembelajaran guru n Guru Kesulitan memahami mata pelajaran
dalam mengatasi -Penelitian -lokasi IPS, siswa juga sering
kesulitan belajar kualitatif penelitian bergurau dengan temanya
siswa pada mata ketika guru menerangkan
pelajaran IPS di materi pelajaran, siswa
SMPN 3 Tiris Satu menganggap pelajaran IPS
Atap Probolinggo membosankan serta susah
(Skripsi 2016) di [Link] berupaya
membuat langkah-langkah
pembelajaran serta metode
pembelajaran yang
beranekaragam. Untuk
menciptakan suasana
belajar yang
menyenangkan.
2. sebagaian besar siswa
tidak mengajarkan tugas
yang diberikan oleh
gurunya, karena tugas yang
diberikan oleh guru
menurut siswa
membosankan, siswa
9

merasa jenuh. Guru


berupaya untuk
memberikan tugas yang
berfariasi, seperti mencari
informasi dalam bentuk
klipping

F. Definisi Istilah

Dalam pembahasan skripsi ini akan dijelaskan mengenai istilah-istilah

yang ada. Hal ini perlu dilakukan karena untuk menghindari terjadinya

persepsi lain terhadap istilah-istilah itu. Adapun definisi dari istilah yang

terkait dengan judul dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Strategi Pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus

dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara

efektif dan efisien.

2. Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan gejala gejala

yang terjadi di bui.

3. Efektifitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-

tujuan yang tepat dari serangkaian alternative atau pilihan cara dan

menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainya.

G. Sistematika Pembahasan

Dalam pembuatan skripsi ini diawali dengan halaman formalitas, yang

terdiri dari: halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan,

halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar, dan isi.

Di dalam pembahasan skripsi penulisan membagi dalam bagian-bagian,

tiap bagian terdiri bab-bab dan setiap bab terdiri dari sub-sub bab yang saling
10

berhubungan dalam kerangka satu kesatuan yang logis dan sistematis. Adapun

sistematika pembahasan sebagai berikut:

Bab I, Pendahuluan

Di dalamnya membahas tentang: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan

Penelitian, Manfaat Penelitian, Originalitas Penelitian, Definisi Istilah, dan

Sistematika Pembahasan.

Bab II, Kajian Pustaka

Di dalamnya membahas tentang: Konsep Tentang Strategi dan Konsep

Tentang Geografi

Bab III, Metode Penelitian

Di dalamnya membahas tentang: Pendekatan dan Jenis Pendekatan, Kehadiran

peneliti, Lokasi Peneliti, Data dan Sumber Data, Teknik Pengumpulan Data,

Analisis Data, Prosedur penelitian.

Bab IV, Paparan Data dan Temuan Penelitian

Di dalamnya membahas tentang: Deskripsi Objek penelitian. Sejarah singkat

MAN 2 Kota Kediri, Visi dan Misi, Jumlah Guru, Pegawai, dan Siswa.

Hasil Penelitian. Strategi Pembelajaran oleh Guru dalam Meningkatkan

Efektifitas Belajar Siswa, Hambatan Guru dalam Meningkatkan Efektifitas

Belajar Siswa, Dampak Terhadap Siswa dalam Meningkatkan Efektifitas

Pembelajaran Geografi.

Bab V, Analisis Hasil penelitian

Di dalamnya membahas tentang: Hasil Penelitian. Strategi Pembelajaran oleh

Guru dalam Meningkatkan Efektifitas Belajar Siswa, Hambatan Guru dalam


11

Meningkatkan Efektifitas Belajar Siswa, Dampak Terhadap Siswa dalam

Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Geografi.

Bab VI, Penutup

Di dalamnya membahas tentang: Kesimpulan dan Saran.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Konsep Tentang Strategi

1. Pengertian Strategi Pembelajaran

Strategi merupakan pola umum yang berisi tentang rentetan

kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar

kompetesi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.2

Strategi digunakan untuk memperoleh kekuasaan atau keberhasilan

dalam mencapai tujuan. 3

Strategi pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang

rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan.

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus

dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai

secara efektif dan efisien.

Pemilihan strategi pembelajaran tidak terlepas dari kurikulum

yang digunakan dan karakteristik peserta didik. Karakteristik peserta

didik terutama terkait dengan pengalaman awal dan pengetahuan

peserta didik, minat peserta didik, gaya belajar peserta didik, dan

perkembangan peserta didik. Strategi pembelajaran juga dapat

diklasifikasikan berdasarkan cara komunikasi guru dengan peserta

didik.
2
Wina Sanjaya. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. (Jakarta:
Kencana. 2006). Hlm. 120
3
Ibid. Hlm 126.

12
13

Strategi pembelajaran cara-cara yang berbeda untuk mencapai

hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda

variable strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : a.

strategi pengorganisasian, merupakan cara untuk menata isi suatu

bidang studi, dan kegiatan ini berhubungan dengan tindakan pemilihan

isi materi, penataan isi, pembuatan diagram, format dan sejenisnya. b.

strategi penyampaian adalah cara untuk menyampaikan pembelajaran

pada siswa dan/atau untuk menerima serta merespons masukan dari

siswa. c. strategi pengolalaan adalah cara menata interaksi antara

siswa dan variable strategi pembelajaran lainnya (variable strategi

pengorganisasian dan strategi penyampaian).strategi pengolalaan

pembelajaran berhubungan dengan pemilihan tentang strategi

pengorganisasian dan strategi penyampaian selama proses

pembelajaran berlangsung. Strategi pengolalan pembelajaran

berhubungan dengan penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan

belajar, dan motivasi.

Strategi pembelajaran dapat dibedakan secara jelas, namun

dalam implementasinya dapat terjadi penggunaan beberapa strategi

dalam sebuah pembelajaran, misalnya guru menggunakan metode

penyampaian informasi dengan ceramah (kelompok strategi

pembelajaran langsung) dan dengan demikian strategi pembelajaran

diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkain kegiatan

yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan. Strategi merupakan


14

siasat dalam pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan lebih efektif dan

efesien manakala dijalankan dengan suatu strategi tertentu. Dick dan

Carey mengemukakan bahwa suatu strategi pembelajaran menjelaskan

komponen-komponen umum suatu rangkaian bahan pembelajaran dan

prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tertentu untuk

menghasilkan hasil belajar tertentu pada peserta didik.4

2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran

Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan.

Dalam buku Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses

Pendidikan karya Wina Sanjaya, mengelompokkan ke dalam strategi

penyampaian-penemuan atau exposition-discovery learning, strategi

pembelajaran kelompok, dan strategi pembelajaran individual atau

group-individual learning.5

Dalam strategy exposition, bahan pelajaran disajikan kepada

siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan

tersebut. Dalam discovery, bahan pelajaran dicari dan ditemukan

sendiri melalui berbagai aktivitas.

Strategi pembelajaran individual dilakukan oleh siswa secara

mandiri. Kecepatan, kelambatan, dan keberhasilan pembelajaran siswa

sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan.

Bahan pelajaran dan bagaimana cara mempelajarinya didesain untuk

4
Lif khoiru ahmadi, [Link],Sofan Amri, [Link]. Mengembangkan Pembelajaran IPS Terpadu
(Jakarta: [Link] Pustakarya 2011). hlm. 21
5
Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta:
Kencana. 2006). Hlm. 128
15

belajar sendiri. Contoh dari strategi pembelajaran ini adalah belajar

melalui modul atau belajar bahasa melalui kaset audio.

Belajar kelompok dilakukan secara beregu, sekelompok siswa

diajar oleh seorang atau beberapa orang guru. Bentuk belajar

kelompok bisa dalam pembelajaran kelompok besar atau pembelajaran

klasikal, atau bisa siswa belaajr dalam kelompok-kelompok kecil.

Strategi kelompok tidak memperhatikan kecepatan belajar individual,

setuap individu dianggap sama. Belajar dalam kelompok dapat terjadi

siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan terhambat oleh siswa

yang memiliki kemampuan yang biasa-biasa, siswa yang memiliki

kemampuan kurang akan merasa tertinggal oleh siswa yang

berkemampuan tinggi.

Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi

pembelajaran juga dapat dibedakan antara strategi pembelajaran

deduktif dan strategi pembelajaran induktif. Strategi pembelajaran

deduktif adalah strategi pembelajaran yang dilakukan dengan

mempelajari konesp-konsep terlebih dahulu untuk dicari kesimpulan

dan ilustrasi, atau bahan pelajaran yang dipelajari dimulai dari yang

abstrak menuju kehal yang konkret atau strategi pembelajaran dari

umum ke khusus. Strategi induktif dimulai dari hal yang konkret atau

contoh, kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang

kompeks atau ke hal yang abstrak, atau strategi pembelajaran khusus

ke umum.
16

Dalam buku Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum

Berbasis Kompetensi karya Wina Sanjaya, mencatat beberapa macam

strategi pembelajaran yang dapat digunakan: 6

a. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) atau

Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran langsung adalah strategi pembelajaran

yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal

dari guru ke siswa (calk and talk) agar siswa dapat menguatkan

materi pelajaran dengan optimal. Siswa tidak dituntut untuk

menemukan materi.

Strategi pembelajaran langsung merupakan bentuk dari

pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher

cetered approach), dalam strategi ini guru memegang peranan

yang sangat dominan, penyampaian metri pembelajaran secara

terstruktur dengan harapan apa yang sudah disampaikan dikuasai

siswa dengan baik. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan

akademik (academic achievment) siswa.

Baik tidaknya suatu straetgi pembelajaran dapat dilihat dari

efektif tidaknya strategi tersebut dalam mencapai tujuan

pembelajaran. Dalam penggunaan strategi pembelajaran

ekspositori terdapat beberapa prinsip: 7

6
Wina Sanjaya. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. (Jakarta:
Kencana. 2006). Hlm 105.
7
Wina Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran; Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan. (Jakarta: Kencana. 2006). Hlm 300.
17

1) Berorientasi pada Tujuan

Walaupun penyampaian materi pelajaran merupakan

ciri utama dalam strategi pembelajaran ekspositori melalui

metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian

materi tanpa tujuan pembelajaran, justru tujuan itu yang harus

menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan strategi ini.

Sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu guru

merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas.

2) Prinsip Komunikasi

Proses pembelajaran dapat dikatan sebagai proses

komunikasi yang menunjuk pada proses penyampaian pesan

dari seseorang ke orang lain atau kelompok. Pesan yang ingin

disampaiakan dalam hal ini adalah materi pelajaran yang

diorganisir dan disusun sesuai dengan tujuan tertentu yang

ingin dicapai. Dalam proses komunikasi guru berfungsi sebagai

sumber pesan, sedangkan siswa sebagai penerima pesan.

Dalam proses komunikasi yang bagaimanapun

sederhanya selalu terjadi urutan pemindahan informasi dari

sumber ke penerima informasi. Sistem komunikasi dikatakan

efektif apabila pesan itu dapat mudah ditangkap oleh

peneriman pesan secara utuh, sistem komunikasi dikatan tidak

efektif jika penerima pesan tidak dapat menangkap setiap pesan

yang disampaikan. Kesulitan mengkap pesan dapat terjadi oleh


18

berbagai gangguan yang dapat menghambat kelancaran proses

komunikasi. Akibat gangguan tersebut memungkinkan

penerima pesan (siswa) tidak memahami atau tidak dapat

menerima pesan yang ingin disampaikan. Sebagai suatu strategi

pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian.

Maka prinsip komunikasi merupakan prinsip yang sangat

penting untuk diperhatikan, bagaimana upaya yang dilakukan

agar setiap guru dapat menghilangkan setiap gangguan proses

komunikasi.

3) Prinsip Kesiapan

Inti dari hukum belajar ini adalah bahwa setiap individu

akan merespondengan cepat dari setiap stimulus ketika dalam

dirinya sudah memiliki kesiapan, agar siswa dapat menerima

informasi sebagai stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu

kita memposisikan mereka dalam keadaan siap secara fisik dan

psikis untuk menerima pelajaran. Jangan mulai kita memulai

pelajaran jika siswa belum siap untuk menerimanya, sebelum

kita menyampaikan informasi terlebih dahulu kita meyakinkan

apakah dalam otak anak sudah tersedia file yang sesuai dengan

jenis informasi yang akan disampaikan atau belum, jika belum

kita sediakan dahulu file yang akan menampung setiap

informasi yang akan kita sampaikan.


19

4) Prinsip berkelanjutan

Proses berkelanjutan ekspositori harus dapat

mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran

lebih lanjut. Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat

itu, tapi juga untuk waktu selanjutnya. Ekspositori yang

berhasil adalah ketika melalui proses penyampaian dapat

membawa siswa pada situasi ketidakseimbangan

(disequalibrium), sehingga mendorong mereka untuk mencari,

menemukan dan menambah wawasan melalui proses belajar

mandiri.

Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori8 :

a) Persiapan (preparation)

Tujuan yang ingin dicapai dalam langka persiapan adalah;

(1) Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif.

(2) Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk

belajar.

(3) Menggugah rasa ingin tahu siswa.

(4) Menciptakan suasana pembelajaran yang terbuka.

b) Penyajian (presentation)

Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi

pelajaran sesuai persiapan yang telah dilakukan. Yang

harus dipikirkan oleh setiap guru dalam penyajian ini

8
Ibid. Hlm. 303.
20

adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan

mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Ada beberapa

hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini

yaitu:

(1) Penggunaan bahasa intonasi suara.

(2) Menjaga kontak mata dengan siswa.

(3) Menggunakan joke (lelucon) agar kelas tetap hidup dan

segar.

c) Korelasi (correlation)

Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan

materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau hal-hal lain

yang memungkinkan siswa dapat menangkap

keterkaitannya dalam strutur pengetahuan yang telah

dimilikinya dan untuk meningkatkan kualitas kemampuan

berpikir dan kemampuan motorik anak.

d) Menyimpulkan (generalization)

Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti

dari materi pelajaran yang telah disampaikan. Melalui

langkah menyimpulkan siswa akan dapat mengambil inti

dari proses pembelajaran. Menyimpulkan berarti memberi

keyakinan kepada siswa tentang kebenaran suatu paparan.

Siswa tidak akan mearasa ragu lagi terhadap penjelasan

guru. Menyimpulkan dapat dilakukan beberapa cara:


21

(1) Mengulang kembali inti-inti materi yang menjadi pokok

persoalan. Dengan cara ini diharapkan siswa dapat

menangkap inti materi yang telah disampaikan.

(2) Memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan

materi yang telah disampaikan, diharapkan siswa dapat

mengingat kembali keseluruhan materi pelajaran yang

telah dibahas.

(3) Mapping melalui pemetaan keterkaitan antarmateri

pokok-pokok materi.

e) Mengaplikasikan (aplication)

Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan

siswa setelah menyimak penjelasan guru. Langkah ini

merupakan langkah yang sangat penting, melalui

pemahaman materi pelajaran oleh siswa. Teknik yang bisa

dilakukan adalah:

(1) Membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah

disampaikan.

(2) Memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran

yang telah disampaikan.


22

Keunggulan strategi pembelajaran ekspositori9:

(a) Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi

pembelajaran, guru dapat mengetahui sejauh mana

siswa menguasai bahan pelajaran yang disampiakn.

(b) Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat

efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai

siswa cukup luas, sementara waktu yang dimiliki untuk

belajar terbatas.

(c) Siswa dapat mendengar melalui menuturan tentang

suatu materi pelajaran sekaligus siswa bisa melihat atau

mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).

(d) Bisa digunakan dengan jumlah siswa yang banyak dan

kelas yang besar.

Kelemahan strategi pembelajaran ekspositori10:

(a) Hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang

memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara

baik. Untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan

seperti itu perlu digunakan strategi lain.

(b) Tidak mungkin melayani perbedaan setiap individu baik

perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, bakat,

serta gaya belajar.

9
Direktorat Tenaga Kependidikan. Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. (17- KODE-03-B5-
[Link]. 2008). Hlm 35
10
Ibid. Hlm. 36
23

(c) Karena strategi ini lebih banyak diberikan melalui

ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan

siswa dalam hal sosialisasi, hubungan interpersonal,

serta kemampuan berpikir kritis.

(d) Keberhasilan strategi ekspositori sangat tergantung

kepada apa yang dimiliki guru seperti persiapan,

pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme,

motivasi, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan

pengelolaan kelas.

(e) Oleh karena gaya komunikasi strategi pembelajaran

lebih banyak terjadi satu arah (one way

communication), maka kesempatan untuk mengontrol

pemahaman siswa akan materi pelajaran sangat terbatas,

komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan

yang dimuliki siswa akan terbatas pada apa yang

diberikan guru.

Metode pembelajaran yang tepat menggambarkan strategi ini

adalah:

a) Metode Ceramah

Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara

lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar

untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah

yang relative besar. Jadi ini sesuai dengan pengertian dan


24

maksud dari Strategi Rkspositori tersebut, dimana strategi ini

merupakan strategi ceramah atau satu arah.

b) Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran

dengan mempergunakan atau mempertunjukkan kepada siswa

atau proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari.

Jadi guru memperagakan apa yang sedang dipelajari kepada

siswannya.

c) Metode Sosiodrama

Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasi tingkah laku

dalam hubungannya dengan masalah social. Jadi dalam

penjelasan dengan mendramatisasi tingkah laku untuk

memberikan contoh kepada siswannya.

b. Iquiry

Strategi Inquiry adalah rangkaian kegiatan pebelajaran yang

menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analisis untuk

mencari dan menemukan sendiri jawabannya dari suatu masalah

yang ditannyakan.

Ada beberapa yang menjadi utama dalam strategi pembelajaran

inquiry:

1) Menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk

mencari dan menemukan, artinya strategi inquiry menempatkan

siswa sebagai objek belajar.


25

2) Jika bahan pelajaran tidak berbentuk atau konsep yang sudah

jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.

3) Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tau siswa

terhadap sesuatu.

4) Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa rata-rata

memiliki kemauan dan kemampuan berfikir, strategi ini akan

kurang berhasil diterapkan kepada siswa yang kurang memiliki

kemampuan untuk berfikir.

5) Jika jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa

dikendalikan oleh guru.

6) Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan

pendekatan yang berpusat pada siswa.

Inquiry merupakan strategi yang menekankan kepada

pembangunan intelektual anak. Perkembangan mental itu menurut

Piget dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu: maturation, physical

experience, social experience, dan equilibration.

Strategi ini menggunakan beberapa metode yang relevan,

diantarannya:

a) Metode Diskusi

Diskusi adalah prose pembelajaran yang menghadapkan

siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama diskusi adalah

untuk memecahkan, menjawab suatu permasalahan,


26

menambahn dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk

membuat suatu keputusan.

Diskusi bukan debat yang bersifat mengadu argumentasi,

diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan

keputusan tertentu secara bersam-sama. Selama ini banyak

guru yang merasa keberatan untuk menggunakan diskusi dalam

proses pembelajaran. Keberataan itu bisa timbul dari asumsi (1)

diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh

karena interaksi antar siswa muncul secara spontan, sehingga

hasil dan arah diskusi sulit ditentukan. (2) diskusi biasanya

memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal waktu

pembelajaran di dalam kelas sangat terbatas sehingga

keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu

secara tuntas. Sebenarnya hal itu tidak perlu dirisaukan oleh

guru, dengan perencanaan dan persiapan yang matang kejadian

seperti itu bisa dihindari.

Kelebihan diskusi:

(1) Dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya

dalammemnerikan ide dan gagasan.

(2) Melatih membiasakan diri bertukar pikiran dalam

menghadapi masalah.

(3) Melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat secara

verbal, melatih menghargai orang lain.


27

Kekurangan diskusi:

(1) Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasaai oleh 2

atau 3 orang yang memiliki keterampilan berbicara.

(2) Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas,

sehingga kesimpulan menjadi kabur.

(3) Memerlukan waktu yang panjang, kadang tidak sesuai

dengan yang telah direncanakan.

(4) Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang

bersifat emosional yang tidak terkontrol . akibatnya, ada

pihak yang tersinggung sehingga mengganggu suasana

pembicaraan dan belajar.

b) Metode Pemberian Tugas / Resitasi

Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode

pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume

dengan kalimat sendiri.

Kelebihan Metode Resitasi adalah :

(1) Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar

sendiri akan dapat diingat lebih lama.

(2) Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan

keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.


28

Kelemahan Metode Resitasi adalah :

(1) Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni

peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa

mau bersusah payah mengerjakan sendiri.

(2) Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa

pengawasan.

(3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan

individual.

c) Strategi Pembelajaran Kontestual

Strategi pembelajaran kontekstual adalah suatu proses

pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk

memahami makna materi pelajaran yang dipelajari dengan

mengaitkan materi tersebut kedalam konteks kehidupan mereka

sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa

memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel

dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan yang

lain.11

Tujuan utama pembelajaran kontekstual adalah membantu

siswa dengan cara yang tepat untuk mengaitkan makna pada

pelajaran-pelajaran akademik mereka. Ketika siswa menemukan

makna dalam pelajaran mereka, mereka akan belajar dan terus

ingat apa yang mereka pelajari dan kerjakan. Kontekstual mampu

11
Tim Pustaka Yustisia. Panduan Lengkap KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
(Yogyakarta: Pustaka Yustisia. 2007). Hlm 162.
29

membuat siswa menghubungkan isi dari subjek-subjek akademik

dengan konteks kehidupan keseharian mereka untuk menemukan

makna. Hal itu memperluas konteks pribadi mereka, kemudian

dengan memberikan pengalaman-pengalaman baru yang

merangsang otak membuat hubungan-hubungan baru, guru

membantu siswa menemukan makna baru.

Ada lima karakterisrik penting dalam proses pembelajaran yang

menggunakan pendekatan kontekstual:

(1) Dalam proses pembelajaran merupakan proses pengaktifan

pengetahuan yang sudah ada (activiting knowledge), apa yang

akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah

dipelajari, dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh

siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan

satu sama lain.

(2) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran dalam rangka

memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring

kmowledge). Pengetahuan baru diperoleh dengan cara deduktif,

pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan,

kemudian memperhatikan detailnya.

(3) Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge),

pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk

dipahami, diyakini, dan diterapkan. Misalnya dengan cara

minta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang


30

diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut

dikembangkan.

(4) Mempraktikkaan pengalaman dan pengetahuan (applying

knowledge) yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam

kehidupan siswa sehingga tampak perubahan dalam perilaku

siswa.

(5) Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi

pengembangan pengetahuan. Hal ini dilakukan sebagai umpan

balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan srategi.12

Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mempunyai

karakteristik sebagai berikut :

(1) Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik, yaitu

pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian keterampilan

dalam konteks kehidupan nyata atau pembelajaran yang

dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (learning in real

life setting).

(2) Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk

mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful

learning).

(3) Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman

bermakna kepada siswa (learning by doing).

12
Wina Sanjaya. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasi Kompetensi. (Jakarta:
Kencana. 2006). Hlm 114
31

(4) Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi,

saling mengoreksi antar teman (learning in a group).

(5) Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa

kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antar satu

dengan yang lain secara mendalam (learning to know each

other deeply).

(6) Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan

mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work

together).

(7) Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan

(learning as an enjoy activity).

Ada perbedaan pokok antara pembelajaran kontekstual dan

pembelajaran konvensional seperti yang banyak diterapkan di

sekolah sekarang ini, perbedaan kedua model tersebut dilihat

dari konteks tertentu:

Tabel 2.1

Pembelajaran Pembelajaran
kontekstual Konvensional
1. Menempatkan siswa sebagai Siswa ditempatkan sebagai
subjek belajar, siswa berperan objek belajar yang berperan
aktif dalam setiap proses sebagai penerima informasi
pembelajaran dengan cara secara pasif.
menemukan dan menggali
sendiri materi pelajaran.
2. Siswa belajar melalui kegiatan Siswa lebih banyak belajar
kelompok, diskusi, saling secara individual dengan
menerima dan memberi. menerima, mencatat, dan
32

menghafal materi pelajaran.


3. Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran bersifat
dengan kehidupan nyata secara teoritis dan
riil.
abstrak.
4. Kemampuan didasarkan atas Kemampuan diperoleh
pengalaman. melalui latihan-latihan.
5. Tujuan akhir demi kepuasan Tujuan akhir adalah nilai
diri. dan angka.
6. Tindakan atau perilaku Tindakan atau perilaku
dibangun atas kesadaran diri didasarkan oleh faktor dari
sendiri. luar dirinya.
7. Pengetahuan yang dimiliki Kebenaran yang dimiliki
setiap individu selalu bersifat absolut dan final,
berkembang sesuai pengetahuan dikonstruksi
pengalaman, setiap siswa oleh orang lain.
berbeda dalam memaknai
hakikat pengetahuan yang
dimiliki.
8. Siswa bertanggung jawab Guru adalah penentu
dalam memonitor dan jalannya proses
mengembangkan pembelajaran pembelajaran.
masing-masing.
9. Pembelajaran bisa terjadi di Pembelajaran terjadi hanya
mana saja dalam konteks dan di dalam kelas.
setting yang berbeda sesuai
dengan kebutuhan.
10. Keberhasilan pembelajaran Keberhasilan pembelajaran
diukur dengan evaluasi proses, hanya diukur dengan tes.
hasil karya siswa, penampilan,
rekaman, observasi, dan
wawancara.
33

Beberapa perbedaan di atas, menggambarkan bahwa CTL

memang memiliki karakteristik tersendiri baik dilihat dari asumsi

maupun proses pelaksanaan dan pengelolaannya13

Pelaksanaan pembelajaran kontekstual dipengaruhi

berbagai factor internal dari peserta didik sendiri dan faktor

eksternal, beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Guru harus memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki

peserta didik.

2. Hendaknya guru memulai dari keseluruhan menuju bagian-

bagian secara khusus.

3. Penekanannya pada pemahaman dengan cara menyusun konsep

sementara, melakukan sharing untuk memperoleh masukan dan

tanggapan dari orang lain, merevisi dan mengembangkan

konsep.

4. Pembelajaran ditekankan pada upaya mempraktikkan secara

langsung apa yang dipelajari.

5. Adanya refleksi terhadap strategi pembelajaran dan

pengembangan pengetahuan yang dipelajari.

Selain menggunakan strategi pembelajaran kontekstual

dalam pembelajaran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan

guru:

13
Masnur muslich. KTSP; Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. (Jakarta: Bumi
Aksara. 2007). Hlm 115.
34

1. Memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani

perbedaan individu peserta didik.

2. Lebih mengaktifkan peserta didik dan guru mendorong

berkembangnya kemampuan baru.

3. Menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah, rumah, dan

lingkungan masyarakat.14

Metode yang tepat menggambarkan strategi ini, diantaranya:

a. Metode Demonstrasi

Guru pemperagakan materi apa yang sedang dipelajari

kepada siswa dengan menyangkutkan kegiatan sehari-hari,

sehingga siswa bisa lebih memahami. Demonstrasi sebagai

metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau

seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau

seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau

proses.

Kelebihan Metode Demonstrasi :

1) perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.

2) Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang

dipelajari.

3) Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih

melekat dalam diri siswa.

14
Khaeruddin dan Junaedi Mahfud Dkk, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; Konsep dan
Implementasinya di Madrasah. (Yogyakarta; Pilar Media. 2007) Hlm. 202.
35

Kelemahan metode Demonstrasi :

2) Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang

diperagakan.

3) Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.

4) Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang

kurang menguasai apa yang didemonstrasikan

b. Metode Sosiodrama

Dalam pembelajaran guru memberikan penjelasan

dengan mendramatisasikan tingkah laku yang berhubungan

dengan masalah social disekitar siswa untuk memberikan

contoh kepada siswa, sehingga siswa lebih paham.

B. Konsep Tentang Geografi

1. Pengertian geografi

Dalam kepustakaan, diketahui geografi termasuk pengetahuan

yang sudah tua. Akan tetapi struktur keilmuannya selalu dapat

menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Di Indonesia, penyebutan

geografi sebagai sebuah bidang kajian ilmu terkenal dengan berbagai

istilah. Alam bahasa Belanda dikenal dengan Ardrijkskunde dan dalam

bahasa Inggris dikenal dengan Geography.

Dalam bahasa indonesia sendiri dulu dikenal dengan istilah Ilmu

Bumi. Pemakaian istilah Ilmu Bumi di Indonesia ternyata dinilai kurang

begitu cocok, karena dikhawatirkan akan meng-aburkan dua bidang

ilmu berbeda yaitu antara Geografi dan Geologi. Secara Etimologis


36

kedua bidang ilmu tersebut berkaitan dengan pengetahuan tentang

Bumi. Apabila dilihat dari objek sudut pandang keilmuannya akan

terlihat perbedaan yang sangat mencolok. Apabila dilihat dari akar

katanya, istilah Geografi berasal dari dua kata yaitu geos artinya Bumi

atau Earth dan Graphen yang artinya to describe atau pencitraan.15

Geografi merupakan ilmu yang menjelaskan semua fenomena

yang terdapat di permukaan bumi dengan sudut pandang region.

Tentunya ilmu apapun di dunia ini pokok pikirannya semua dalam Al

Quran. Salah satu nilai geografi adalah nilai Ketuhanan, yaitu

mengajarkan kita akan kebesaran Tuhan akan segala ciptaannya. Kita

sebagai manusia harus bijak dalam mengelola anugerahNya. Berikut ini

beberapa ayat-ayat Quran yang berkaitan dengan Geografi yaitu:

1. Q.S An Nahl 15. Tentang Gunung Api dan Gempa Bumi

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya

bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan)

sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,

2. Q.S An Nahl 11. Tentang Biodiversitas dan Cuaca

15
Bambang Utoyo, Geografi Membuka Cakrawala Dunia Kelas X SMA/MA (Jakarta: PT. Pribumi
Mekar, 2009), Hlm. 2
37

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-

tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda

(kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

3. Q. S As-Sajadah 4. Tentang Penciptaan Alam Semesta

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang

ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia

bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari

padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi

syafa'at.

4. Q.S. Al-Fajr 21. Tentang Gempa

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan

berturut-turut.

5. Q.S An-Nuur 34. Tentang Awan

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan,

kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian


38

menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan

keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-

butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan

seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es

itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari

siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir

menghilangkan penglihatan.

6. Q. S An-Naba 8. Tentang Antroposfer

dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.

7. Q. S An-Naba 10. Tentang Pergantian Siang Malam

dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.16

2. Ruang Lingkup Geografi

Geografi sebagai ilmu terus berkembang, perkembangannya

begitu luas sehingga para pakar geografi cenderung untuk membagi

cabang-cabang ilmu pembantu guna menunjang pengetahuan geografi.

Dalam perkembangannya, geografi menguraikan tentang permukaan

bumi, iklim, ruang angkasa, penduduk, flora, fauna serta hasil-hasil

16
[Link]
(diakses jumat, 26 desember 2017).
39

yang diperoleh dari bumi, yaitu hasil interaksi antara manusia dengan

lingkungannya.17

a. Komponen Geosfer

Ruang lingkup geografi sangat luas, yaitu menyangkut segala

fenomena atau gejala pada geosfer. Geosfer merupakan lingkup

kajian geografi yang terdiri atas enpat komponen utama, yaitu:

atmosfer, litosfer, biosfer dan hidrosfer. Dalam geografi, analisis

fenomena atau gejala yang terjadi di geosfer dilakukan dengan

melihat persebaran, interaksi, dan interelasi unsur-unsur di dalamnya.

Ilmu geografi dapat diterapkan dalam kehidupan guna

meningkatkan kesejahteraan manusia, ilmu geografi banyak

membantu manusia dalam pemanfaatan sumber daya yang tersedia di

Bumi.

b. Disiplin Ilmu yang Berkaitan dengan geografi

Kajian geografi mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga

displin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan geografi.

Keterkaitan geografi dengan disiplin ilmu lain dapat dibedakan

menurut aspek fisis dan aspek social. Aspek fisis meliputi aspek

kimiawi, biologis, astronomis, dan semua fenomena alam yang

langsung dapat diamati. Aspek social meliputi aspek antropologis,

politis, ekonomis, dan aspek yang berhubungan dengan pola hidup

manusia. Sebagai contoh, hubungan geografi dengan biologi

17
Dibyo Soegimo, Geografi Untuk SMA Kelas X (Jakarta: CV. Mevi Caraka, 2009), Hlm. 2-3
40

melahirkan ilmu baru yaitu beogeografi, hubungan goegrafi dengan

antropologi melahirkan antropogeografi, dan hubungan geografi

dengan fisika melahirkan geofisika.18

3. Objek Studi Geografi

Pada dasarnya bumi yang kita huni ini, merupakan obyek kajian

geografi. Obyek kajian geografi ini dapat dibagi menjadi obyek material

dan obyek formal.

a. Obyek Material

Meliputi letak dan gejala atau fenomena yang terdapat dan

terjadi di geosfer. Letak geografi dibedakan menjadi letak fisiografi

dan letak sosiaografi. Contoh letak fisiografi adalah letak

astronomis, maritime, klimatologi, dan letak geomorfologi. Contoh

letak sosiografi adalah letak social, ekonomi, politik, dan letak

kultural.

Obyek materian berkaitan dengan bentang lahan fisik dan

bentang lahan manusia (budaya). Bentang lahan fisik atau

lingkungan alam meliputi atmosfer (meteorology dan klimatologi),

litosfer (geologi, geomorfologi, dan pedologi), hidrosfer

( oseanografi, air permukaan dan air tanah), serta biosfer ( botani

dan zoologi). Bantang lahan budaya atau lingkungan manusia

meliputi geografi social, geografi penduduk, geografi kota, geografi

ekonomi, dan lain-lain.

18
Eni Anjayani, S,Si. Geografi (Klaten: Cempaka Putih, 2005), Hlm. 3-11
41

b. Obyek Formal

Merupakan cara pandang dan cara piker terhadap obyek

material dari sudut geografi. Cara pandang dan cara piker terhadap

obyek material dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan

kompleks wilayah. Segi keruangan meliputi pola, system, dan

proses.

4. Pendekatan geografi

a. Pendekatan Sistem

Suatu sistem terdiri atas bagian-bagian yang saling terkait.

Aliran energy dalam suatu sistem menghasilkan perubahan.

Perubahan yang berkesinambungan akan menghasilkan suatu

bentuk keseimbangan sistem.

Suatu sistem mempunyai tiga bagian yang berbeda, yaitu

bagian komponen bagian input, dan bagian o utput. Salah satu

contoh sistem sederhana yang banyak diketahui dan dikenal luas

adalah system hi-fi. Suatu system hi-fi tersusun dari beberapa

komponen seperti amplifier, speaker, radio, tape, dan pemutar CD.

Ketika menghubungkan system hi-fi dengan aliran listrik dan

menhidupkan, energi listrik mengalir melalui sistem serta

menhidupkan seluruh komponen. Aliran energi ini disebut dengan

input, sedangkan outputnya adalah musik yang kita dengar.


42

Pada sistem yang berfungsi baik, seluruh komponen harus

tersambung bersama. Planet Bumi yang mempunyai banyak

komponen dapat dilihat sebagai sistem yang kopleks dan sangat

besar. Di dalam sistem Bumi, input adalah energi yang datang dari

matahari dan juga energi yang berasal dari dalam Bumi, seperti

tenaga tektonik. Output adalah perubahan konstan yang dapat

dilihat di sekitar kita dalam lingkungan fisik dan manusia, seperti

panas dan hujan.

Sistem Bumi adalah suatu sistem yang kompleks sehingga cara

terbaik untuk mempelajarinya adalah dengan memahami setiap

komponen-komponennya.

b. Analisis Geografi

Dalam geografi modern yang dikenal dengan geografi terpadu

(Intregatet Geography) di gunakan tiga pendekatan atau hampiran.

Ketiga pendekatan geografi, yaitu analisis keruangan, kelingkungan,

dan kompleks wilayah.

1) Analisis Keruangan

Analisis yang mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-

sifat pentingnya. Ahli geografi berusaha mencari factor-faktor

yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah pola

sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik efisien dan wajar.

Analisis keruangan membutuhkan kumpulan data lokasi yang

meliputi data titik, misalnya ketinggian tempat, contoh tanah, dan


43

kedalaman air tanah. Data bidang, misalnya luas sawah, luas

hutan, dan luas permukaan.

2) Analisis Kelingkungan dan Ekologi

Analisis yang mendasarkan pada interaksi organisme dengan

lingkungan. Organisme meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Lingkungan meliputi hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Dalam

kajian ekologi terdapat dua pendekatan, yaitu ekologi yang

menentukan pada habitat dan ekologi yang menekankan pada

organisme hidup sebagai komponen dalam ekologi.

3) Analisis Kompleks Wilayah

Analisis yang mendasarkan pada kombinasi antara analisis

keruangan dan analisis ekologi. Analisis ini menekankan

pengertian “areal differentiation”yaitu adanya perbedaan

karakteristik tiap-tiap wilayah. Perbedaan ini mendorong suatu

wilayah dapat berinteraksi dengan wilayah lain. Perkembangan

wilayah yang saling berinteraksi terjadi karena terdapat

permintaan dan penawaran.19

C. Konsep Tentang Guru

1. Pengertian guru

Menurut Wikipedia guru adalah seorang pengajar suatu ilmu.

KBBI Guru ialah orang yang pekerjaan, mata pencaharian, dan

profesinya adalah [Link] bahasa arab guru sama dengan

19
Sumadi Sutrijat, Geografi 1 Sekolah Menengah Umum Kelas 1(Jakarta: CV. Widya Duta Solo,
2000). Hlm. 3-15
44

“mu‟alim atau ustad”. UU no.14 Tahun 2005 tentang Guru : Guru

ialah seorang pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik,

mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan

mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui

jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Guru merupakan suatu profesi yang selalu berkaitan dengan

pendidikan anak-anak bangsa. Ia harus memiliki banyak pengetahuan

dan keterampilan serta menguasai bahan ajar yang terdapat dalam

kurikulum untuk diajarkan kepada siswa.

Sebagai seorang pendidik guru merupakan panutan untuk ditiru

dan diteladani oleh siswa baik dari sikap, perilaku, budi pekerti,

berakhlak mulia, tekun dan mau belajar. Berharap agar membentuk

kepribadian siswa di masa yang akan datang.

Guru bukan hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai

pengajaran yang mengemban nilai-nilai moral dan agama serta harus

mempunyai pengetahuan yang luas dalam melaksanakan proses belajar

mengajar dengan siswa agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.

Firman Allah s.w.t. di dalam Al-Quran :

‫يزفع هللا انذين ءاينوا ينكى وانذين أوتوا انعهى درجت‬

Maksudnya: “Supaya Allah meninggikan darjat orang-orang

yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu


45

pengetahuan agama (dari kalangan kamu) beberapa darjat”. (Surah Al-

Mujaadalah ayat 11)20

2. Peran dan Tugas Utama Guru Dalam Pendidikan

a. Guru sebagai pendidik

Sebagai seorang pendidik guru memiliki tugas untuk

mengembangkan kepribadian dan membina budi pekerti serta

memberikan pengarahan kepada siswa agar menjadi seorang anak

yang berbudi luhur.

b. Guru sebagai pengajar

Mengajar yaitu memberikan ilmu pengetahuan kepada

siswa, melatih keterampilan, memberikan pedoman, bimbingan,

merancang pengajaran, melaksanakan pembelajaran dan menilai

aktivitas pembelajaran.

c. Guru sebagai fasilitator

Tugas utama guru sebagai fasilitator adalah memotivasi

siswa, menyediakan bahan pembelajaran, mendorong siswa untuk

mencari bahan ajar, membimbing siswa dalam proses pembelajaran

dan menggunakan ganjaran hukuman sebagai alat pendidikan.

20
[Link] (diakses jumat, 27 desember
2017, 11.00)
46

d. Guru sebagai pelayanan

Pelayanan disini berarti memberikan suatu kenyamanan

terhadap siswa dalam belajar. Tugas guru sebagai pelayanan yaitu

menyediakan fasilitas pembelajaran dari sekolah seperti ruangan,

meja, kursi, papan tulis, alat peraga dan lainnya serta memberikan

layanan sumber belajar agar siswa nyaman dan aman dalam

belajar.

e. Guru sebagai perancang

Guru sebagai perancang bertugas untuk menyusun program

pengajaran dan pembelajaran sesuai ajaran dalam kurikulum,

menyusun rencana mengajar, menentukan strategi atau metode

yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.

f. Guru sebagai pengelola

Dalam perannya sebagai pengelola, guru bertugas untuk

melaksanakan adminitrasi kelas seperti mengisi buku presensi

siswa, daftar nilai siswa, mengisi raport dan sebagainya. Bahkan

guru harus memiliki rencana mengajar, program semesteran,

program tahunan dan silabus serta melaksanakan presensi kelas,

dan memilih strategi dan metode pembelajaran yang efektif.

g. Guru sebagai penilai

Penilaian adalah suatu kegiatan yang dilakukan setelah

proses belajar guna untuk memberikan hasil belajar siswa tugas

guru sebagai penilai yaitu menyusun tes dan instrumen penilaian,


47

melaksanakan penilaian terhadap siswa secara objektif,

mengadakan pembelajaran remedial dan mengadakan pengayaan

dalam pembelajaran.
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Pendekatan

Penelitian dengan judul strategi pembelajaran oleh guru dalam

meningkatkan efektifitas belajar pada mata pelajaran geografi siswa kelas

X di MAN II Kota Kediri ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif.

Peneliti menggunakan penelitian kualitatif karena dalam proses penelitian

ini banyak dilakukan di lapangan dan pengamatan langsung. Pada

penelitian kualitatif ini, data yang dikumpulkan umumnya bentuk kata-

kata, gambaran-gambaran, dan kebanyakan bukan ngka-angka.

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang

berdasarkan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada

objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana

peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data

dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat kualitatif,

dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada

generalisasi.21

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, yaitu suatu

metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau

kejadian, sehingga mampu mendapatkan berbagai informasi yang

dibutuhkan. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang

21
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2011), Hlm.
8-9

48
49

menghasilkan data deksriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

orang-orang atau perilaku yang dapat diamati.22

B. Kehadiran Peneliti

Pada penelitian lapangan yang menggunakan penelitian kualitatif,

peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpul data.

Instrument selain peneliti sendiri yakni pedoman wawancara dan pedoman

observasi. Tetapi fungsinnya berbatas sebagai pendukung tugas peneliti

sebagai instrument, oleh karena itu kehadiran peneliti adalah mutlak.

Untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya, peneliti akan

terjun langsung dan membaur dengan subjek penelitian. Peranan peneliti

sebagai instrument utama dalam proses pengumpulan data, peneliti

realisasikan dengan mengamati dan berdialog secara langsung dengan

beberapa pihak dan elemen yang berkaitan.

Namun, kehadiran peneliti tidak hanya mengamati saja, akan tetapi

peneliti disini memiliki catatan lapangan yang menceritakan hal-hal yang

diamati oleh peneliti secara berurutan dan sesuai dengan keadaan yang

diteliti.

C. Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri II Kota Kediri

yang beralamatan di Jl. Sunan Ampel Kecamatan Ngronggo Kabupaten

Kediri Kota Kediri Jawa Timut. Peneliti tertarik memilih sekolahan ini

karena lokasinnya strategis dekat dengan jalan raya dapat di akses dengan

22
Lexy J. Moelyong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006).
Hlm. 4
50

kendaraan apapun serta lokasinya mudah di temukan, karena berada di

kota. Faktor utama peneliti mengambil sekolahan ini adalah, karena

peneliti pernah mengajar di sekolah ini, sehingga peneliti tau bagaimana

proses pembelajaran yang ada, sehingga peneliti merasa penting memilik

sekolahan ini.

D. Data dan Sumber Data

Adapun sumber data yang peneliti gunakan sebagai berikut:

1. Sumber primer

Sumber primer yang merupakan sumber utama dalam penelitian ini

adalah perolehan data tersebut dilakukan peneliti dengan cara

mengidentikasi data sesuai dengan arah permasalahan. Data primer

dapat diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara dan

dokumentasi. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara oleh peneliti

pada informan yaitu guru Geografi di MAN II Kota Kediri dan

wawancara tersebut mengenai strategi pembelajaran oleh guru dalam

meningkatkan efektifitas belajar siswa kelas X di MAN II Kota Kediri.

2. Sumber Sekunder

Sumber sekunder merupakan sumber kedua dari hasil penggunaan

sumber-sumber lainya yang tidak terkait secara langsung tetapi

sangatlah membantu dalam penggalian materi penelitian. Peneliti

mendapatkan data sekunder dengan melalui internet, profil sekolah,

foto, dokumentasi dalam menunjang penelitian.


51

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan),

interview (wawancara) dan dokumentasi.

1. Observasi

Dalam observasi dilapangan peneliti langsung mendatangi

sekolahan yang di gunakan untuk penelitian yaitu di MAN II Kota

Kediri. Selain melakukan wawancara dengan beberapa sumber peneliti

juga ikut masuk ke dalam kelas untuk mengikuti proses pembelajaran

berlangsung, sehingga peneliti bisa mengetahui kondisi real strategi

yang digunakan oleh guru geografi kelas X jurusan IPS di MAN II

Kota Kediri.

Metode observasi digunakan dalam rangka mengumpulkan data

dalam suatu penelitian, merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif

dan penuh perhatian untuk menyadari adanya suatu rangsangan

tertentu yang digunakan/suatu studi yang disengaja dan sistematis

tentang keadaan/fenomena social dan gejala psikis didalam mengamati

dan mencatat.23

2. Wawancara

Wawancara yang dilakukan di man II Kota Kediri ditujukan

kepada beberapa sumber yang terkait yaitu dengan memberikan

beberapa pertanyaan yaitu WK Kesiswaan, Guru geografi dan juga

23
Mardalis, metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), Hlm. 63
52

siswa yang terdidir dari ketua kelas dan wakil kelas, sehingga peneliti

mendapatkan data yang akan menjadi bahan dalam proses selanjutnya.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yang di perlukan dalam penelitian ini adalah foto

tentang kegiatan proses pembelajaran geografi di kelas X IPS,

dokumen dati TU mengenai beberapa data yang sesuai dan lain

sebagainnya.

Dokumentasi merupakan suatu cara pengumpulan data yang

menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan

masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data secara lengkap.

F. Analisis Data

Anaisis penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yakni:

Pertama, analisis data selama dilapangan. Dalam penelitian ini

tidak dikerjakan setelah pengumpulan data selesai, melainkan selama

pengupulan data berlangsung data dikerjakan terus menerus hingga

penyusunan laporan peneliti selesai.

Kedua, analisis data setelah terkumpul atau data yang baru

diperoleh dianalisis dengan cara membandingkan dengan data terdahulu.

Ketiga, setelah proses pengumpulan data terkumpul, maka peneliti

membuat laporan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu

jenis penelitian yang bertujuan untuk membuat gambaran mengenai

situasi-situasi atau kejadian-kejadian.


53

G. Prosedur Penelitian

Tahapan dalam penelitian :

1. Tahap Pra-lapangan

Pada tahap Pra-lapangan kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain:

a. Melakukan observasi sekaligus menjajaki atau melakukan

pengenalan tempat yang digunakan untuk penelitian yang mana

tempatnya adalah di MAN II Kota Kediri.

b. Menyusun rancangan penelitian yang berupa proposal penelitian

dan instrument penelitian.

c. Memilih tempat penelitian, yang sebelumnya dilakukan

observasiawal sebelum membuat proposal skripsi.

d. Mengurus surat-surat perizinan yang berkaitan dengan kegiatan

penelitian yang dilakukan.

e. Menentukan siapa saja yang akan menjadi yang akan menjadi

narasumber dalam penelitian dimana peneliti memilih WK

Kesiswaan, Guru Geografi dan beberapa siswa yang di

wawancarai..

f. Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan saat penelitian nanti,

misalnya alat tulis, hp, dan kamera.

2. Tahap Pengerjaan lapangan

Pada tahap pengerjaan lapangan, kegiatan yang dilaksanakan peneliti

adalah terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan dan


54

pengumpulan data yang barkaitan dengan topic penelitian sebanyak-

banyaknya.

3. Tahap Analisis Data

Tahap analisis data dilakukan untuk mengecek atau memeriksa

keabsahan data yang fenomena yang ada, dan dokumentasi untuk

keabsahan data. Setelah data terkumpul dilakukan analisis untuk

mengungkapkan hal-hal yang perlu digali lebih dalam lagi. Setelah

melakukan penelitian lapangan, hasil penelitian dianalisis sesuai

dengan metode yang digunakan. Setelah itu peneliti menyusun hasil

laporan penelitian.
BAB IV

PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum MAN II Kota Kediri

1. Sejarah singkat MAN 2 Kota Kediri

Madrasah Aliyah Negeri Kediri II kota Kediri adalah institusi

pendidikan yang cukup tua, yang berdiri sejak tahun 1966. Sejarah

berdirinya Madrasah Aliyah Negeri Kediri II kota Kediri diawali

berdirinya SP IAIN Al-Jamiah Al-Islamiyah Al-Hukumiyah ( SP IAIN

Al-Jamiah) cabang Yogyakarta di Kediri. Tahun 1966 bergabung ke

IAIN Sunan Ampel Surabaya dengan nama “Sekolah Persiapan IAIN

Sunan Ampel Kediri”. Tahun 1978 dengan SK Menteri Agama No.

17/1978 tanggal 17 Juli 1978 SP IAIN yang berinduk pada IAIN,

demikian juga beberapa PGA dan PPUPA diubah nama dan status

menjadi MAN dibawah pengelolaan Dirjen Binbaga Islam Depag. Jadi

MAN II adalah peralihan atau perubahan dari sekolah Lanjutan

Tingkat Atas yang diselenggarakan Departeman Agama seperti

PPUPA, MAAIN, SPIAIN dan PGAN, sesuai SK Mendikbud No.

0489/U/1992 tanggal 30 Nopember 1992 tentang Sekolah Umum.

Sejak tahun tahun 1997 MAN II Kota Kediri menjadi MAN

Ketrampilan dengan mendapat bantuan baik gedung maupun

peralatannya dari Islamic Development Bank (IDB), yang meliputi :

55
56

Ketrampilan elektro, Tata Busana, Tata Boga, Tata Rias, Kria Tekstil,

dan Otomotif.24

Ditinjau dari kelembagaan Madrasah Aliyah Negeri II Kota

Kediri mempunyai tenaga akademik yang handal dalam pemikiran,

memiliki manajemen yang kokoh yang mampu menggerakkan seluruh

potensi untuk mengembangkan kreativitas civitas akademika, serta

memiliki kemampuan antisipatif masa depan dan proaktif. Selain itu

Madrasah Aliyah Negeri II Kota Kediri memiliki pemimpin yang

mampu mengakomodasikan seluruh potensi yang dimiliki menjadi

kekuatan penggerak lembaga secara menyeluruh. Semenjak resmi

beralih fungsi sebutan Madrasah Aliyah Negeri II Kota Kediri /

Madrasah Penyelenggra Pogram Keterampilan, madrasah ini telah

mengalami 11 masa kepemimpinan, yaitu

1. Drs. ZEN SUPRAPTO : Menjabat Tahun 1962 s.d 1966

2. Drs. A. HASJIM ANWAR : Menjabat Tahun 1966 s.d 1981

3. Drs. KASMURI : Menjabat Tahun 1982 s.d 1982

4. Drs. AMIN SUDIRO : Menjabat Tahun 1982 s.d 1985

5. Drs. ISROIL : Menjabat Tahun 1985 s.d 1988

6. Drs. H. ZAINUDDIN DIMYATHI : Menjabat Tahun 1988 s.d

1995

7. Drs. H. ISMUDJI : Menjabat Tahun 1995 s.d 2001

8. Drs. H. IMAM SYAFI‟I ALWY : Menjabat Tahun 2001 s.d 2005

24
Dokumen TU MAN Kediri II Kota Kediri
57

9. Drs. H. SUHUDI : Menjabat Tahun 2005 s.d 2009

10. Drs. AHMAD MUSLIH : Menjabat Tahun 2009 s.d 2016

11. Drs. ENIM HARTONO, [Link]. : Menjabat Tahun 2016 sampai

sekarang

Kemudian identitas dari sekolah sendiri adalah sebagai berikut:

1. Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Negeri Kediri II

2. Alamat Madrasah :

a. Jalan : Jl. Sunan Ampel

b. Desa : Ngronggo

c. Kecamatan : Kota

d. Kota : Kediri

e. Propinsi : Jawa Timur - Kode Pos 64127

f. Fax / Telepon : (0354) 672248 – 685322

h. Web : [Link]

3. NSM : 131135710001

4. Tahun berdiri : SP IAIN Tahun 1962, MAN Tahun 1978

5. Nama Kepala Madrasah : Drs. Enim Hartono, [Link].

6. SK Kepala Madrasah

a. Nomor : 4442/Kw.13.1.2/Kp.07.6/11/2016

b. Tanggal : 22 November 2016


58

2. Visi, Misi beserta tujuan MAN II Kota Kediri

a. Visi MAN II Kota Kediri

Visi MAN II Kota Kediri adalah “Terwujudnya Lulusan Madrasah

yang Cerdas, Akhlakul Karimah, Nasionalis, Terampil dan

Inovatif Dilandasi Keimanan”; yang disingkat “CANTIK”.

Indikatornya:

1. Cerdas

Memiliki kompetensi dalam Iptek sehingga mampu

meningkatkan kelulusan dalam UN dan memiliki daya saing

dalam memasuki perguruan tinggi negeri favorit.

2. Akhlakul Karimah

Memiliki sikap dan kepribadian yang santun, beretika dan

berestetika tinggi.

3. Nasionalis

Memiliki wawasan kebangsaan, patriotisme, dan memelihara

persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI.

4. Terampil

Memiliki ketrampilan vokasional sebagai bekal kembali ke

masyarakat.

5. Inovatif

Memiliki kreatifitas dan inovasi yang tinggi


59

6. Keimanan

Menjadikan ajaran dan nilai-nilai Islam sebagai landasan pola

berpikir, bersikap, dan bertingkah laku dalam kehidupan

sehari-hari.

b. Misi MAN II Kota Kediri

Untuk mewujudkan visi, madrasah ini memiliki misi, sebagai

berikut :

Mengembangkan dan melaksanakan kurikulum secara luas dan

berkarakter Islami berdasarkan standar Isi dan Standar Kompetensi

lulusan

1. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendorong siswa

berprestasi akademik, berakhlak mulia, memiliki nasionalisme

tinggi, terampil, kreatif, kritis, yang didasari keimanan yang

kuat.

2. Memberi kesempatan peserta didik seluas-luasnya, untuk

meningkatkan potensi dan bakat peserta didik seoptimal

mungkin melalui kegiatan intra dan ekstra-kurikuler.

3. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan keagamaan

untuk meningkatkan keimanan melalui berbagai kegiatan

keagamaan.

4. Menyiapkan peserta didik untuk siap berkompetisi di era

global.

5. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidkan


60

sesuai dengan standar pendidik dan kependidikan

6. Meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan standar yang

ditentukan.

a. Menyelenggarakan manajemen dengan menerapkan prinsip

kemandirian, partisipasi, kemitraan, transparansi, dan

akuntabilitas.

7. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama yang baik dengan

semua stake holder berdasarkan prinsip transparansi dan

akuntabilitas

8. Menciptakan iklim yang kondusif untuk terlaksananya tugas

pokok dan fungsi dari masing-masing komponen madrasah

(kepala madrasah, guru, karyawan, dan siswa).

9. Melaksanakan segala ketentuan yang mengatur operasional

madrasah, baik tata tertib kepegawaian maupun kesiswaan.

c. Tujuan Pendidikan Madrasah

Berdasarkan visi dan misi madrasah di atas, tujuan yang

hendak dicapai adalah sebagai berikut :

1. Semua guru mata pelajaran memiliki perangkat pembelajaran

yang mantap sesuai dengan dengan tuntutan SI dan Standar

Proses serta berwawasan karakter.

2. Semua guru bisa menjadi teladan bagi siswa dalam hal

kedisiplinan dan ketaatan beragama.


61

3. Madrasah mengembangkan PAIKEM/CTL 100% untuk semua

mata pelajaran.

4. Siswa mencapai nilai rata-rata UN 8,0

5. Madrasah mengembangkan ketrampilan yang menjadi ciri

khas MAN Kediri II Kota Kediri.

6. Madrasah memiliki berbagai tim lomba dan olimpiade

Matematika, Fisika, bahasa Inggris, bahasa Arab dan Olah

raga.

7. Madrasah mengembangkan berbagai wadah/program

penghayatan dan pengamalan agama.

8. Madrasah memiliki sarana dan prasarana berstandar nasional

9. Madrasah memiliki 100% tenaga pendidik dan kependidikan

yang professional.

Masing-masing komponen madrasah (kepala madrasah,

guru, karyawan, dan siswa) melaksanakan Tugas Pokok dan

Fungsi (Tupoksi) dengan baik.

d. Sasaran

Tujuan yang ingin dicapai tersebut diatas dijabarkan dalam

penetapan sasaran yang ingin dicapai antara lain :

1. Meningkatnya kualitas output madrasah

2. Meningkatnya kualitas prestasi dan bakat siswa;

3. Meningkatnya kualitas SDM tenaga pendidik dan

kependidikan;
62

4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana;

5. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengembangan

madrasah;

6. Meningkatnya pengelolaan manajemen dan motivasi kerja guru

dan pegawai;

7. Meningkatnya kebersihan, keindahan dan keamanan madrasah;

e. Kebijakan dan Program

Untuk mewujudkan dan meningkatkan akselerasi

pencapaian kinerja merujuk pada visi, misi, sasaran, tujuan, yang

telah ditetapkan sebelumnya, telah ditetapkan kebijakan sebagai

berikut :

1. Mengadakan Pelatihan / diklat / seminar kepada semua guru

MAPEL;

2. Penyusunan program jam tambahan (Bimbel);

3. Peningkatan kesejahteraan GTT dan PTT;

4. Penambahan sarana dan prasarana pendidikan.

5. Peningkatan pelayanan dan menambah buku-buku bacaan di

perpustakaan.

6. Mengefektifkan kegiatan ekstrakurikurer.

7. Mengikutsertakan tenaga karyawan pada pelatihan – pelatihan.

8. Peningkatan kebersihan, keindahan dan keamanan madrasah.

9. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan Madrasah dengan

komite dan wali murid serta lingkungan sekitar.


63

f. Program yang dibuat yaitu:

1. Peningkatan kualitas guru mata pelajaran.

2. Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

3. Peningkatan prestasi belajar akademik dan non akademik

4. Peningkatan sarpras pendidikan.

5. Peningkatan bahan bacaan di perpustakaan.

6. Mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler.

7. Mengikutkan kegiatan luar sekolah.

8. Terjalinnya kerjasama dengan Komite, wali murid dan

masyarakat sekitar

Selain itu struktur organisasi MAN II Kota Kediri dalam

gambar 4.1 sebagaimana terlampir

3. Jumlah Guru, Pegawai, dan Siswa

Guru MAN Kediri II Kota Kediri berjumlah 79 terdiri dari atas

65 guru PNS/CPNS dan 14 guru Non PNS. Pegawai berjumlah 24

orang, terdiri dari 12 PNS/CPNS dan 12 pegawai Non PNS. Jumlah

murid kelas X, XI dan XII berjumlah 1133 terdiri dari 366 putra dan

767 putri. Tabel 4.1 Data pendidik dan tenaga kependidikan selama

tiga tahun terakhir. Tabel 4.2 Keadaan Tenaga Pendidik dan

Kependidikan berdasarkan tingkat pendidikan secara rinci Tahun 2016 /

2017. Tabel 4.3 Data Siswa Tamatan Dan Angka Putus Sekolah Tahun

Pelajaran 2013/2014 S.D 2016/2017. Table 4.4 Tamatan dan Angka


64

Putus Sekolah. Tabel 4.5 Sarana dan prasarana. Tabel 4.6 daya tampung

sekolah. Table 4.7 Prestasi Madrasah

Madrasah Aliyah Negeri Kediri II Kota Kediri sejak berdiri tahun

1978 sampai dengan sekarang telah melaksanakan berbagai kurikulum.

Pelaksanaan berbagai kurikulum tersebut sebagai berikut :

1. Kurikulum tahun 1975 dilaksanakan dari tahun 1978-1993

2. Kurikulum tahun 1984 dilaksanakan dari tahun 1993-1994

3. Kurikulum tahun 1994 dilaksanakan dari tahun 1994-2004

4. Kurikulum tahun 2004 (KBK) dilaksanakan dari tahun 2004-2006

5. Kurikulum tahun 2006 (KTSP) dilaksanakan dari tahun 2006

6. Kurikukum 2013 (K13) dilaksanakan dari tahun 2014-sekarang

B. Strategi Pembelajaran oleh Guru dalam Meningkatkan Efektifitas

Belajar Siswa Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri

Berdasarkan hasil interview, observasi, dan dokumentasi yang

telah penulis lakukan di MAN II Kota Kediri terus untuk mengantarkan

siswa atau peserta didik agar mencapai hasil pembelajaran yang

maksimal.

Sudah kita tahu bahwa guru sama dengan orang tua kedua bagi

siswa dan Guru juga sebagai mediator dalam proses pembelajaran di

dalam kelas yang harus tahu bagaimana keadaan siswa saat itu, sehingga

proses pembelajaran yang akan dilakukan bisa terlaksana dengan baik

sesuai tujuan yang ingin dicapai sesuai, karena pada dasarnya keadaan

siswa satu dengan siswa lainnya memang berbeda hal ini sesuai dengan
65

wawancara dengan bapak Agus sebagai guru Geografi di Kelas X IPS

sebagai berikut:

“jadi gini mbak, keadaan siswa dikelas itu berbeda-beda sehingga


kita sebagai guru juga harus tau keadaan siswa saat itu. Karena
kadang ada siswa yang lagi nggak mood untuk belajar, entah
karena capek atau karena masalah lainnya. Saya biasanya di awal
pembelajaran saya kasih intermezo dulu sebelum belajar. Entah
game, nyanyi, atau tebak-tebakan dulu yang bisa membuat anak-
anak terpacu semangatnya kembali.”25

Sebagai guru Kegiatan pembelajaran juga harus benar-benar

dipersiapkan dengan baik mulai dari strategi apa yang akan digunakan

agar suatu proses pembelajaran bisa berjalan sesuai tujuan yang ingin

dicapai. Sehingga siswa mampu menerima pembelajaras dengan baik dan

mudah di mengerti. Kesuksesan pembelajaran juga di tentukan dengan

strategi yang di gunakan oleh guru. strategi yang sesuai akan memicu

keberhasilan dalam pembelajaran, sesuai dengan hasil wawancara dengan

Bapak Agus yaitu:

“dalam proses pembelajaran saya harus mempunyai strategi yang


baik agar pembelajran saya sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai mbak. perkembangan zaman sekarang sudah sangt pesat
sekali mbak, dibandingkan dengan jaman saya dulu, sehingga
strategi yang digunaan saat ini pun juga berbeda dengan zaman
saya dulu begitupun metodenya juga sudah berbeda. Zaman dulu
guru hanya menggunakan metode ceramah saja tidak di kasih
variasi apapun, dan itu di gunakan oleh semua guru yang mengajar,
sehingga membuat siswanya merasa jenuh dan ngantuk.
Mengambil dari pengalaman saya dulu saya berinovasi
menggunakan metode lainnya yang sekiranya bisa membuat siswa
saya semangat dalam proses pembelajaran mbak. Saya variasikan
kadang saya menggunakan metode ceramah namun disertai dengan
media lain seperti proyektor itu menggunakan strategi ekspositori
mbak. Kemudian menggunakan strategi yang lain seperti inquiry

25
Hasil wawancara dengan Bapak Agus selaku guru Geografi, pada hari Selasa 15 Agustus 2017
jam 09.00
66

yaitu metode diskusi antar kelompok yang memicu siswa itu aktif
karena bisa belajar besama kelompok lainnya dan saling tukar
pendapat mereka sendiri. Kemudian biasannya saya juga
menggunakan metode pemberian tugas, selanjutnya biasanya saya
juga menggunakan perpustakaan sebagai suber belajar, karena
disitu banyak sekali materi yang berhubungan dengan
pembelajaran.”26

Terlepas dari strategi apa yang digunakan oleh guru, sebagai WK

Kesiswaan tentunya juga harus tau strategi apa saja yang digunakan oleh

guru. Hal ini seperti yang di ungkapkan juga oleh Bapak Ihsan selaku

Waka Kesiswaan yaitu:

“ guru di MAN sini rata-rata sudah sangat modern sekali mbak.


Karena sudah dibekali dengan pelatihan yang diadakan d sekolahan
maupun di kabupaten. Sehingga metode yang digunakan pun sudah
sangat bervariasi dan bermacam-macam, misalnya strategi
ekspositori dan inquiri sering digunakan guru yang sering saya
temui. Di sini guru juga harus sesuai dengan jurusannya mbak,
dengan begitu bisa megajarkan materi pembelajaran dengan baik
dan tepat sasaran.”27

Kemudian peneliti juga mengambil sempel wawancara dengan

sebagian siswa kelas X IPS yang di ajar oleh Bapak Agus selaku guru

geografi, sehingga data yang diperoleh oleh peneliti akan lebih

menyempurnakan hasil penelitian di MAN II ini. Peneliti bisa mengetahui

bagaimana tingkat pengetahuan siswa terhadap pembelajaran geografi

tersebut. Wawancara dengan sebagian siswa tentang pengetahuan tentang

pembelajaran geografi diantaranya diungkapkan oleh Tiyas ketua kelas

kelas X IPS 1:

26
Hasil wawancara dengan Bapak Agus selaku guru Geografi, pada hari Selasa 15 Agustus 2017
jam 09.00
27
Hasil wawancara dengan Bapak Ihsan selaku Waka Kesiswaan, pada hari Rabu 16 Agustus 2017
jam 10.00
67

“pembelajaran geografi itu pembelajaran tentang alam gitu mbak.


Mulai dari bencana alam, kekayaan alam, kondisi alam, dll
mbak.”28

Pengetahuan tentang geografi ini juga di jawab oleh siswa lainya

oleh Angel ketua kelas X IPS 2:

“geografi adalah pelajaran yang mempelajari tentang kondisi alam


kita ini mbak, seperti bagaimana turunnya hujan, panas, mendung,
siang dan malam. Semua itu dipelajari di pelajaran geografi.”29

Kemudian Pendapat lain tentang pengertian geografi juga di

ngkapkan oleh Ainun ketua kelas X IPS 3:

“geografi adalah mempelajari tentang peta dan seisinya mbak.”30

Diungkapkan juga tetekait dengan pengetahuan tentang pengertian

geografi oleh Fahri ketua kelas X IPS 4:

“ilmu yang mempelajari tentang bumi dan seisinya mbak. Tentang


lapisan lapisan bumi, mulai dari atsmosfer sampek litosfer.”31
Berbagai macam strategi dan metode yang digunakan oleh guru

dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran membuat siswa juga

mempunyai pendapat yang berbeda-beda terhadap metode yang digunakan

oleh guru mereka. Seperti yang di ungkapkan oleh Tiyas ketua kelas X IPS

1:

“Kalau menurut saya, cara mengajarnya pak agus sudah enak


mbak, soalnya kalo mengajar nggak cuma pakai metode caramah
saja, biasannya ceramah disertai dengan ppt. sehingga kita bisa
memahami apa yang diajarkan oleh pak agus. Selain itu pak agus
biasanya menggunakan metode yang lainya juga mbak, tidak hanya

28
Hasil wawancara dengan Tiyas siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.00
29
Hasil wawancara dengan Angel siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.30
30
Hasil wawancara dengan Ainun siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.00
31
Hasil wawancara dengan Fahri siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.30
68

ceramah saja, biasannya anak-anak dikasih tugas juga baik


kelompok atau individu.”32

Metode yang digunakan oleh bapak Agus selaku guru geografi

juga di sampaikan oleh Angel ketua kelas X IPS2:

“saya suka mbak di ajar pak agus, beliau kalau mengajar


menggunakan PPT di proyektor, anak-anak juga faham apa yang di
ajar oleh pak Agus. Kadang juga dikasih tugas mbak, selain itu
metode yang lain adalah diskusi kelompok. Saya sangat suka saat
kelompokan, soalnya saya bisa berekspresi sesuai dengan
kemampuan saya sendiri, disitu saya mengeluarkan pendapat saya
sendiri. Jika saya salah teman-teman pasti menyangga apa yang
saya utarakan. Disini kita bisa bebas mengeluarkan pendapat kita
masing-masing.”33
Selain itu pendapat lain tentang strategi yang digunakan oleh

Bapak Agus dikelas sesuai yang diungkapkan oleh Ainun ketua kelas X

IPS 3:

“Pak agus kalau mengajar menggunakan metode yang bervariasi


mbak, diantarannya menggunakan metode diskusi, pemberian
tugas dan lain-lain. Saya sendiri kalau di ajar pak agus sangat
senang mbak, karena apa yang diajarkan bisa di fahami dan
dimengerti. Kadang kalau menggunakan metode diskusi itu
membuat teman-teman menjadi lebih semangat, karena disitu
terlibat langsung semunya. Antusiasme teman-teman juga bagus,
pernah juga di ajak ke perpustakaan mbak, jadi pembelajarannya
tidak hanya dikelas saja, kadang diajakin ke perpus untuk mencari
sumber belajar yang sesuai dengan materinya.”34
Kemudian pendapat lainnya mengenai tentang strategi yang

digunakan didalam kelas mereka juga di utarakan oleh Fahri ketua kelas

X IPS 4:

“metode yang digunakan pak agus tidak hanya satu mbak, biasanya
pak agus kalau mengajar itu menggunakan PPT setelah itu di
32
Hasil wawancara dengan Tiyas siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.00
33
Hasil wawancara dengan Angel siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.30
34
Hasil wawancara dengan Ainun siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.00
69

terangin satu salide, kalau menurut saya enak mbak kalau di ajar
sama pak agus. kadang-kadang pak agus juga memberi tugas pada
anak-anak untuk di kerjakan, pembahasannya pun juga aan di
bahas secara bersama-sama juga. Kemudian juga pernah di ajar
dengan kelompokan, dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian
mendiskusikan materi yang diberikan oleh pak agus, setelah itu di
jelaskan kepada teman-teman di depan kelas disertai pertanyaan
dari teman-teman, setelah itu di bahas secara bersama-sama
dkemudian di simpulkan oleh pak agus. Sehingga metodenya tidak
membosankan mbak untuk di ikuti dalam kelas, dan anak-anak
juga mempunyai semngat tersendiri.”35
Penggunaan metode pembelajaran akan lebih maksimal dan

menarik jika di dukung dengan penggunaan media pembelajaran. Apalagi

MAN II ini sarana dan prasarananya sudah sangat mendukung sekali untuk

proses pembelajaran. Seperti dengan adanya LCD di setiap ruangan kelas,

sehingga memudahkan seorang guru jika akan menggunakan metode yang

mengharuskan menggunakan proyektor. Berdasarkan hasil wawancara

dengan Bapak Agus selaku Guru Geografi:

“kegiatan pebelajaran itu akan lebih menyenangkan apabila siswa


di berikan gambaran nyata, dengan cara memanfaatkan proyektor
yang ada dikelas. Kadangkala saya memutarkan video yang sesuai
dengan materi kemudian diamati bersama dan dikomentari
bersama-sama. Sehingga siswa bisa mengambil pelajaran dari
tayangan video tersebut mbak. Selain itu dengan proyektor dikelas
saya pun juga sangat terbantu, semakin mudah dalam
menyampaikan materi.”36
Selain itu hasil wawancara dengan Bapak Ihsan selaku Waka

Kesiswaan MAN II tentang sarana dan prasarananya sebagai berikut:

“kalau sarana dan prasarana di sini sudah bagus mbak, sudah


sangat memadai sekali, dan Alhamdulillah guru-guru yang
mengajar tidak gaptek, jadi LCD Proyektor dikelas selalu di

35
Hasil wawancara dengan Fahri siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.30
36
Hasil wawancara dengan Bapak Agus selaku Guru Geografi, pada hari Selasa 15 Agustus 2017
jam 09.00
70

manfaatkan untuk menunjang belajar siswa. Dari pihak siswanya


sendiri juga sangat enjoy di ajarnya, merasa lebih mudah menyerap
materi dengan dibantu menggunakan media yang ada. Disini
diharapkan siswanya juga lebih semangat lagi, lagi dan lagi.”37
Selain LCD proyektor sarana lain yang bisa menunjang kegiatan

belajar yaitu perpustakaan. Tentunya setiap sekolahan pasti mempunyai

perpustakaan guna menunjang pemenuhan sumber belajar bagi siswa.

Perpustakaan yang dimiliki sekolahan ini cukup memuat beberapa buku.

Dan itu tentu sangat dibutuhkan juga dalam menunjang proses

pembelajaran. Seperti yang di utarakan oleh bapak Agus selaku Guru

Geografi:

“jadi mbak, selain menggunakan LCD saya biasanya juga


memanfaatkan perpustakaan yang ada. Disana banyak buku yang
berhubungan dengan materi geografi. Apabila LKS yang di pegang
kurang lengkap maka saya suruh siswa untuk mencari di
perpustakaan, jadi tidak hanya bersumber pada satu buku saja,
sehingga pengetahuan siswa pun akan lebih meluas.”38
Dari hasil wawancara dengan berbagai narasumber yang terkait

tentang stategi yang digunakan oleh guru geografi dalam meningkatkan

efektifitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X IPS di MAN

II Kota Kediri ini bisa disimpukan bahwa, dalam proses pembelajaran

seorang guru harus mengetahui dahulu bagaimana keadaan siswa dikelas,

bisasanya guru menggunakan intermezzo dengan beberapa game, nyanyi

tebak-tebakan materi pertemuan yang lalu untuk membuka pelajaran dan

37
Hasil wawancara dengan Bapak Ihsan selaku Waka Kesiswaan, pada hari Rabu 16 Agustus 2017
jam 10.00
38
Hasil wawancara dengan Bapak Agus selaku Guru Geografi, pada hari Selasa 15 Agustus 2017
jam 09.00
71

menggugah semangat siswa, sehingga suasana hati siswa akan semakin

semangat dalam menjalani proses pembelajaran dikelas.

Kemudian setelah guru sudah bisa menguasai kelas dan siswanya,

kelas sudah bisa di mulai pembelajaran, guru menyiapkan strategi apa

yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Karena guru sangat

berpengaruh dalam meningkatkan efektifitas belajar siswa, tidak hanya

tercapai prestasi nilai akan tetapi bisa mengamalkannya kedalam kegiatan

sehari-hari.

Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dalam proses

pembelajaran dikelas metode yang dilakukan oleh Bapak Agus selaku guru

geografi kelas X IPS di MAN II Kota Kediri yaitu tidak hanya satu strategi

saja, hal ini dilakukan bapak Agus karena melihat pengalaman dari

zamannya Bapak Agus sekolah dahulu yang proses pembelajarannya

hanya menggunakan satu strategi saja dan tidak divariasikan dengan media

yang lainya, sehingga siswa pun merasakan bosan dan jenuh karena hanya

mendengarkan guru saja dalam penyampaian materi. Disamping itu bapak

WK Kesiswaan pun juga menjelaskan bahwa guru di MAN II Kota Kediri

ini juga sudah sangat moderen, sehingga kebanyakan guru sudah

menggunakan beberapa strategi yang bervariasi, tidak hanya itu di MAN II

juga mengharuskan guru yang mengajar harus seuai dengan bidang

ilmunya, sehingga bisa menyampaikan materi secara utuh dan tepat

sasaran. Dan strategi yang digunakan adalah strategi ekspositori dan

strategi inquiry :
72

1. Strategi Ekspositori

Strategi ekspositori yaitu strategi yang strategi pembelajaran

yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal

dari guru ke siswa (calk and talk). Jadi guru secara langsung

menyampaikan materi yang diajarnya kepada siswa secara verbal atau

langsung. Disini siswa akan langsung menerima pengetahuan yang

disampaikan oleh guru di dalam kelas. Akan tetapi Bapak Agus

memvariasikan nya dengan menggunakan media yang ada yaitu LCD

Proyektor. Sehingga proses pembeljarannya bisa hidup tidak hanya

secara verbal kepada siswa. Hal ini juga bisa menhindari kebosanan

pada siswa.

Berdasarkan wawancara dengan salah satu siswa diantaranya

yaitu Tiyas, fahri, angel, ainun dan hilmi dari kelas X IPS rata-rata

juga menyebutkan bahwa strategi yang digunakan oleh Bapak Agus

selaku guru geografi kelas X IPS adalah secara langsung atau

ekspositori, akan tetapi lebih berfariativ lagi, yaitu dengan menyelingi

proses pembelajaran dengan menggunakan media yang telah ada di

dalam kelas yaitu LCD proyektor. Hal ini membuat siswa semakin

bersemangat karena selain terdapat materi yang bersifat tulisan juga di

sajikan pula gambar, sehingga siswa bisa langsung memahami materi

yang di sampaikan oleh guru.


73

2. Strategi Inquiry

Strategi inquiry yaitu rangkaian kegiatan pembelajaran yang

menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analisis untuk

mencari dan menemukan sendiri jawabannya dari suatu masalah yang

ditannyakan. Dalam hal ini bapak Agus selaku guru geografi

menggunakan beberapa metode diantaranya diskusi. Diskusi adalah

pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu masalah, artinya

siswa di haruskan untuk bekerjasama dalam menyelesaikan masalah

dengan kelompoknya masing-masing. Metode lainya yaitu pemberian

tugas dimana siswa diberi tugas untuk menyelesaikan resuman atau

beberapa tugas pertanyaan dari guru agar diselesaikan dengan tepat

waktu.

Hal ini juga di sebutkan oleh siswa yang peneliti wawancarai

diantaranya ada Tiyas, Fahri, Angel, Ainun dan Hilmi menyebutkan

bahwa selain menggunakan strategi ekspositori bapak Agus juga

menggunakan metode inquiry diantaranya menggunakan metode diskusi

dan pemberian tugas sehingga pembelajaran dikelas itu tidak bosan,

karena beberapa variasi dari metode pembelajaran yang digunakan oleh

guru.

Selain metode yang dijelaskan di atas pak Agus juga sering

menggunakan sarana dan prasarana yang ada disekolahan guna menunjang

proses pembelajaran geografi, karena belajar itu tidak hanya dikelas saja

bisa dimana saja. Hal ini dibuktikan dengan pembelajran yang berbeda
74

yaitu menggunakan perpustakaan. anak-anak semakin semangat kalau

belajarnya tidak hanya dikelas. Kadang juga di perpustakaan. Karena di

perpustakaan buku-buku yang berkaitan dengan materi pembelajaran

sudah sangat banyak dan sudah dari berbagai buku yang terbaru. Wawasan

siswa pun juga akan ikut berkembang.

Dari hasil wawancara dengan bapak WK Kesiswaan mengutarakan

bahwa di MAN II ini pembelajaran tidak hanya berpusat dari guru saja,

banyak media penunjang yang dapat membantu dalam proses

pembelajaran, diantaranya yaitu LCD proyektor, setiapkelas di MAN II

sudah di lengkapi denga LCD dan itu bisa digunakan setiap saat guna

menunjang keberhasilan proses pembelajaran.

C. Hambatan Guru dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa pada

Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri

Proses pembelajaran disekolahan pastinya tidak hanya berjalan

mulus saja, akan tetapi tentu ada kambatan yang terjadi didalamnya.

Terlebih lagi untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran, ada beberapa

kendala-kendala yang dihadapi guru, karena mengajar dikelas dengan

menghadapi siswa yang berlatar belakang yang berbeda-beda tentunya

membuat siswa berpelilaku berbeda pula. Seperti hasil wawancara dengan

Bapak Agus selaku Guru Geografi:

“jadi mbak, kendalanya itu di dalam kelas setiap siswa kan


kemampuannya berbeda-berbeda jadi saya sebagai guru harus bisa
menyesuaikannya. Terkadang saya jelaskan satu deua kali beserta
cintoh di PPT ada yang sudah faham da nada yang belum faham,
jadi terkadang saya harus mengulangi penjelasan lagi. Ada juga
yang di kelas itu sukaknya tidur terus, kalau ada yang tidur di jam
75

pelajaran, biasanya saya suruh untuk keluar mengambil wudlu biar


terasa segar kembali dalam mengikuti pembelajaran. Bahkan
biasanya ada yang izin ke toilet akan tetapi tidak kembali lagi ke
kelas”39
Selain kendala tersebut harus ada penanganannya juga, sehingga

siswa tidak mengulanginya lagi dalam melakuakan kesalahannya. Seperti

yang di ungkapkan oleh pak Ikhsan:

“untuk mengatasi kendala-kendala tersebut biasanya untuk pertama


saya ingatkan saya tegur dulu, tapi kalau di ulangi lagi baru saya
kasih hukuman biar mereka jera atau kapok tidak megulangi lagi
mbak.”40
Siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas tidak lepas dari

interaksi dengan teman sekelasnya. Pengaruh teman dalam lingkungan

sekolah memberikan dampak yang bermacam-macam sesuai dengan

karakter masing-masing siswa. Jika siswa tidak bisa mengontrol pergaulan

mereka secara positif akan merugikan diri mereka sendiri.

“di dalam kelas itu anak-anak pasti saling berinteraksi dengan


teman-temannya mbak, dan disitu saling mempengaruhi. ada yang
bergaul dengan teman yang baik, maka pengaruhnya juga baik.
Jika bergaul dengan yang rajin, maka cenderung ikut ketularan
rajin juga mbak. Susahnya lagi kalau bergaul dengan siswa yang
malas-malasan untuk belajar, biasannya akan terpengaruh juga
menjadi malas. Pasti banyak sedikit ada yang seperti itu mbak,
sehingga saya terus mengontrol siswa-siswa.”41
Kendala yang terjadi di kelas juga di ungkapkan oleh Bapak Ikhsan

selaku Waka Kesiswaan :

39
Hasil wawancara dengan Bapak Agus selaku Guru Geografi, pada hari Selasa 15 Agustus 2017
jam 09.00
40
Hasil wawancara dengan Bapak Ihsan selaku Waka Kesiswaan, pada hari Rabu 16 Agustus 2017
jam 10.00
41
Hasil wawancara dengan Bapak Agus selaku Guru Geografi, pada hari Selasa 15 Agustus 2017
jam 09.00
76

“untuk mengatasi kendala-kendala tersebut biasanya untuk pertama


saya ingatkan saya tegur dulu, tapi kalau di ulangi lagi baru saya
kasih hukuman biar mereka jera atau kapok tidak megulangi lagi
mbak.”42
Selain kendala tersebut pasti ada cara untuk mengatasinya yaitu

sesuai dengan wawancara pak Waka Kesiswaan Bapak Ikhsan:

“caranya untuk mengatasinya ya di tegur mbak siswanya, kalu


tidak bisa di tegur di panggil ke BP untuk kesalahan yang berulang
kali. Jadi nanti kalau masih seperti itu ya di panggilkan orang
tuanya.”43
Kendala yang sering terjadi dikelas juga dirasakan oleh sebagian

siswa yang diwawancarai Hal itu sesuai yang di utarakan oleh salah satu

siswa yaitu Ainun ketua kelas X IPS 3:

“hambatan kalo di dalam kelas itu mbak bermacam-macam,


diantaranya anak-anak banyak yang ramai sendiri ketika diajar oleh
pak agus. Banyak anak-anak yang tidur di kelas karena kurangnya
minat dalam pelajaran geografi.”44
Selain itu kendala yang berbeda juga diutarakan juga oleh Tiyas

ketua kelas X IPS 1:

“di dalam kelas hambatannya dari anak-anak sendiri mbak,


biasanya banyak yang ramai sendiri bergurau dengan temannya,
kadang juga ada yang izin ke toilet akan tetapi tidak balik ke kelas.
Terus kalau sudah siang jamnya pasti banya yang tidur.”45
Hasil wawancara tentang kendala yang terjadi didalam kelas

diungkapkan juga oleh Angel ketua kelas X IPS 2”

42
Hasil wawancara dengan Bapak Ihsan selaku Waka Kesiswaan, pada hari Rabu 16 Agustus 2017
jam 10.00
43
Hasil wawancara dengan Bapak Ihsan selaku Waka Kesiswaan, pada hari Rabu 16 Agustus 2017
jam 10.00
44
Hasil wawancara dengan Ainun siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.00
45
Hasil wawancara dengan Tiyas siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.00
77

“kendalanya anak-anak ada yang rame sendiri mbak, tidak


memperhatikan pak agus saat ngajar, ada yang tidur juga.”46
Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Fahri ketua kelas X IPS 4:

“anak-anak itu mbak kalau di ajar banyak yang tidur dikelas,


kurang semangat. Terus ramai sendiri mbak sama anak lain di
kelas.”47
Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa setiap

melakukan proses pembelajaran tidak hanya berjalan dengan mulus saja,

pasti selalu terdapat hambatan-hambatan yang terjadi. Dan itu juga akan

mempengruhi efektifitas pembelajaran dikelas. Sesuai hasil wawancara

dengan bapak Agus selaku guru Geografi kelas X IPS hambatannya

bermacam-macam, karena setiap siswa mempunyai kemampuan yang

berbeda, jadi sebagai guru harus bisa mengetahui kondisi kemampuan

siswa. Diantara kendala-kendala tersebut yaitu :

1. Kurangnya Respon Siswa dalam Proses Pembelajaran

Kurangnya respon dari siswa disebabkan karena pembelajaran

geografi ini dianggap sangat membosankan oleh beberapa siswa, akan

tetapi tidak sema siswa menganggap bahwa pembelajaran geografi ini

membosankan, hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dari

beberapa ketua kelas X IPS, bahwa geografi itu mudah dan tidak

membosankan. Sehingga banyak juga yang bersemangat dalam

mengikuti pembelajaran geografi.

46
Hasil wawancara dengan Angel siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.30
47
Hasil wawancara dengan Fahri siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.30
78

2. Pengaruh Buruk dari Teman

Dalam proses pembelajaran siswa tidak lepas dari interaksi antar

siswa, jika siswa tidak bisa menyaring teman sepermainan akan

berpengaruh pada diri mereka sendiri. Biasanya apabila siswa bergaul

dengan siswa yang baik dan raji, maka cenderung akan ikut baik dan

rajin. Tapi sebaliknya apabila siswa bergaul dengan siswa yang

cenderung agak nakal dan jahil biasanya akan ikutan seperti itu juga.

Akan tetapi banyak dari sebagian siswa yang sudah bisa memilih

teman, mana yang baik dan buruk.

3. Tidur di Kelas

Kelas merupakan tempat dimana siswa menerima materi yang di

ajarkan oleh guru, sehingga pengetahuan siswa semakin bertambah.

Dengan disertai suasana yang menyenangkan pula, akan tetapi disini

juga bisa menjadi penghambat dalam pembelajaran diantaranya yaitu

siswa yang tidur dikelas, itu terjadi karena siswa yang badannya lelah

karena beberapa factor, Di samping itu memang karena jam pelajaran

geografi yang sudah siang, sehingga hawanya mengantuk dikelas.

D. Dampak Terhadap Siswa dalam Penerapan Strategi Pembelajaran

Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri

Proses pembelajaran dengan beberapa strategi yang diterapkan oleh

seorang guru tentunya mempunyai dampak terhadap siswa. Setelah

diselesaikan kendala-kendalanya di atas tentunya akan menhasilkan


79

dampak yang lebih baik lagi dari sebelumnya diantaranya seperti hasil

wawancara dengan Bapak Agus selaku Guru geografi:

“kalau dampaknya untuk anak-anak Alhamdulillah sudah lebih


baik mbak dalam pembelajaran, dengan menggunakan beberapa
metode yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran. Hal itu
dibuktikan dengan lebih antusiasnya anak-anak dalam bertanya dan
mengikuti proses pembelajaran, sehingga pembelajaran lebih
[Link] itu ketika anak-anak saya kasih pertanyaan seputar
materi yang telah saya ajarkan sudah bisa menjawabnya, yang
terakhir saya meminta untuk menyimpulkan seluruh materi yang
telah dipelajari hari itu juga anak-anak sudah mampu
menyimpulkan dengan baik.”48
Terkait dengan dampak terhadap strategi yang digunakan oleh

Bapak Agus selaku guru Geografi yang dirasakan oleh Ainun ketua Kelas

X IPS 3:

“pak agus kalau mengajar sudah enak mbak, itu dibuktikan dengan
anak-anak lebih aktif banyak yang bertanya, lebih bersemangat
dalam proses pembelajaran.”49
Dampak lainya juga dirasakan oleh salah seorang siswa yaitu

Angel ketua Kelas X IPS 2:

“menurut saya dampaknya itu lebih baik mbak, anak-anak sudah


banyak yang bertanya kalau dikelas, tidak ada yang tidur lagi,
karena dsuruh wudlu kalau tidur dikelas sama pak Agus. Kalau
sedang berdiskusi antusias untuk bertanya lebih banyak sehingga
pembelajaran di kelas sangat efektif.”50
Selain itu Hasil wawancara tengan dampak terhadap siswa terkait

dengan penerapan strategi yang digunakan oleh guru diungkapkan oleh

Fahri ketua kelas X IPS 4:

48
Hasil wawancara dengan Bapak Agus selaku Guru Geografi, pada hari Selasa 15 Agustus 2017
jam 09.00
49
Hasil wawancara dengan Ainun siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.00
50
Hasil wawancara dengan Angel siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.30
80

“anak-anak sudah lebih baik mbak, banyak yang bertanya saat


pelajaran, lebih bersemangat.”51
Kemudian hal yang sama ditutarakan oleh Tiyas ketua kelas X IPS 1:

“menurut saya pak Agus mengajarnya menyenangkan mbak, saya


sangat semngat kalau di ajar belia. Biasanya di akhir pelajaran
disuruh menyimpulkan apa yang telah dipelajari tadi, jadi saya bisa
tau keseluruhan materi yang telah di ajarkan oleh pak Agus.”52
Selain dampak yang ditimbulkan dari penggunaan strategi yang

digunakan oleh guru siswa juga mempunyai antusisan yang tinggi dalam

proses pembelajaran tersebut seperti yang di ungkapkan oleh Tiyas ketua

kelas X IPS 1:

“sangat antusias kok mbak, karena pelajarannya santai, enak


banget apalagi yang ngajar pak Agus.”53
Diungkapkan juga oleh Angel ketua kelas X IPS 2:

“kalau saya, antusias mbak kalau pelajaran geografi, soalnya


pelajarannya mudah dan sering kita rasakan setiap harinya, jadi
kita bisa langsung mengamati di lingkungan sekitar kita.”54
Diungkapkan juga oleh Ainun ketua kelas X IPS 3:

“saya sangat antusian mbak apalagi di ajar sama pak Agus, kalau
ngajar nggak banyak ceramahnya, kadang ya diskusi, liyat film dll.
Jadi saya dan teman-teman tidak bosen dalam belajar geografi.”55
Dari beberapa wawancara dengan bapak Agus dan beberapa siswa

tentang dampaknya terhadap siswa dalam penerapan strategi yang

digunakan oleh guru geografi kelas X IPS di MAN II Kota Kediri, itu ada

beberapa macam. Setiap strategi yang dipilih oleh guru pasti selalu

51
Hasil wawancara dengan Fahri siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.30
52
Hasil wawancara dengan Tiyas siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.00
53
Hasil wawancara dengan Tiyas siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.00
54
Hasil wawancara dengan Angel siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 10.30
55
Hasil wawancara dengan Ainun siswa kelas X IIS, pada hari Selasa 15 Agustus 2017 jam 11.00
81

membawa dampak terhadap pencapaian hasil yang diharapkan. Strategi

yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar memiliki efek terhadap

peningkatan prestasi belajar, baik dampak langsung maupun tidak

langsung. Diantaranya adalah:

1. Menarik Minat Belajar Siswa

Setelah menggunakan beberapa strategi dalam pembelajaran,

siswa lebih berminat dalam mengikuti pelajaran. Dan semangatnya

lebih besar lagi. Antusias untuk belajar sangat baik. Sehingga

pembelajaran berjalan dengan efektif. Dengan dibuktikan banyaknya

anak-anak yang bertanya tentang pelajaran yang telah pelajari

sebelumnya. Rasa ingin taunya semakin besar.

2. Meningkatkan Pengetahuan Secara Mendalam

Dengan penggunaan metode yang lebih dari satu membuat siswa

lebih faham tentang pelajarannya. Materi yang di ajarkan lebih mudah

dipahai oleh siswa. Dengan dibuktikan ketika di kasih pertanyaan oleh

guru tentang pelajaran yang telah di ajarkan, siswa mampu menjawab

dengan baik dan benar.

3. Kemampuan Memberi Kesimpulan

Setelah menggunakan metode yang menarik siswa mampu

memahami seluruh materi yang diajarkan oleh guru. Sehingga ketika

guru meminta untuk menjelaskan kesimpulan dari materi yang telah di

ajarkan, siswa mampu memaparkan kesimpulan secara runtut dan urut.


BAB V

PEMBAHASAN

Dalam bab ini peneliti akan menyajikan uraian bahasan sesuai

dengan temuan penelitian, sehingga dalam pembahasan ini akan

mengintregasikan temuan yang ada sekaligus akan memodifikasinnya

dengan teori yang ada. Sebagaimana yang telah ditegaskan dalam teknik

analisis kualitatif deskriptif (pemaparan) dari data yang telah diperoleh

baik melalui observasi, dokumentasi, dan interview diidentifikasikan agar

sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari hasil tersebut akan dikaitkan

dengan teori yang ada.

Dalam proses pendidikan di perlukan suatu strategi atau

perhitungan tentang kondisi dan situasi di mana proses tersebut

berlangsung dalam jangka panjang. Karena strategi itu merupakan bagian

dari suatu garis-garis besar haluan yang bertindak dalam usaha mencapai

sasaran yang telah ditentukan. Dan apabila di hubungkan dengan strategi

belajar mengajar maka strategi diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan

guru-anak didik dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar demi

tercapainnya tujuan yang telah digantikan.

Penyampaian strategi pembelajaran yang tepat dalam penyampaian

materi grografi adalah upaya untuk meyampaikan informasi dan

menginternalisasikan nilai kepada siswa secara tepat pula sehingga bisa

82
83

meningkatkan efektifitas pembelajaran. adapun beberapa kendala dalam

menympaikannya, kemudian ada dampaknya juga terhadap siswa dalam

penggunaan strategi yang digunakan oleh guru geografi di MAN II Kota

Kediri adalah sebagai berikut:

A. Strategi Pembelajaran oleh Guru dalam meingkatkan efektifitas

belajar siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS di MAN

II Kota Kediri

Dalam kedudukannya guru mempunyai arti penting dalam

pendidikan. Seorang guru mempunyai tugas dan tanggungjawab yang

cukup berat untuk mencerdaskan anak didiknya. Maka guru harus bisa

mengoptimalkan kemampuannya di dalam kelas, salah satunya dalam

menggunakan strategi. Strategi yang digunakan oleh seorang guru

sangat menentukan keberhasilan dari suatu pendidikan. Pemilihan

strategi yang sesuai dengan materi yang digunakan akan memudahkan

siswa dalam memahami suatu materi pelajaran. Begitu juga dengan

pembelajaran geografi dibutuhkan strategi yang tepat dalam

penyampaiannya.

Penerapan strategi Pembelajaran guru geografi di MAN II Kota

Kediri dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran sangat

bermacam-macam.

a. Menggunakan berbagai metode pengajaran dalam pembelajaran.

Seiring perkembangan zaman metode yang digunakan guru

juga sudah berkembang pesat. Kalau dulu masih hanya


84

menggunakan metode ceramah saja, guru zaman sekarang sudah

lebih kreatif lagi. Pembelajaran terkadang masih menggunakan

metode ceramah tapi juga di variasi dengan metode yang lainnya.

Selain metode ceramah guru biasanya menggunakan metode

diskusi, dimana siswa berkelompok kemudian mendiskusikan

suatu masalah sehingga bisa diselesaikan secara bersama-sama.

Dari situ antusias anak-anak juga semakin meningkat dan kelas

menjadi semakin efektif dan hidup. Banyak anak-anak yang

bertanya tentang materi yang disampaikan apabila ada yang tidak

setuju disanggah dan di selesaikan dengan baik-baik. Sehingga

pemahaman siswa akan bisa utuh. Kemudian metode lainnya yaitu

pemberian tugas, dimana anak-anak akan merasa mempunyai

tanggungjawab untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan dan

memicu anak-anak untuk lebih giat belajar.

Apabila bahan pelajaran disajikan secara menarik dengan

metode yang sesuai maka dapat menggairahkan semangat belajar

siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif

karena siswa aktif dikelas. Metode yang digunakan ada 3 yaitu

ceramah, diskusi dan pemberian tugas.

b. Pemanfaatan sarana dan prasarana

Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan

dalam proses belajar mengajar. Baik yang bergerak maupun yang

tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan


85

dengan lancar, teratur, efektif, dan efisien. Tanpa sarana yang

memadai, sulit kirannya mewujudkan tujuan pendidikan yang

diharapkan. Dalam pendidikan sarana merupakan penunjang

belajar yang sangat penting. Tanpa adanya sarana dan prasarana

yang memadai siswa pasti tidak akan bersemangat dalam belajar

karena merasa tidak nyaman. Sarana dan prasarana untuk proses

pembelajaran di MAN II Kota Kediri yang digunakan sebagai

penunjang pembelajaran termasuk mata pelajaran geografi di

antaranya:

1) Menggunakan LCD Proyektor

LCD proyektor sebagai media pembelajaran yang dapat

mempermudah guru dalam menyampaikan materi

pembelajaran.

2) Pemanfaatan perpustakaan

Perpustakaan merupakan salah satu sarana dan fasilitas yang

ada disekolah sebagai pusat informasi dan pusat belajar siswa.

Di MAN II Kota Kediri penggunaan perpustakaan sebagai

penunjang kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan

efektifitas pembelajaran geografi. Karena didalam

perpustakaan terdapat banya sekali buku yang tersedia.

Dari beberapa strategi di atas, strategi yang di pakai oleh Bapak

Agus selaku guru geografi memakai 2 strategi yaitu strategi

Ekspositori dan startegi Inquiry, sesuai dengan yang telah di tuliskan


86

dalam bukunya Wina Sanjaya yang berjudul Strategi Pembelajaran

berorientasi Standar Proses Pendidikan. Yang berisi tentang:

a. Ekspositori

Strategi pembelajaran langsung adalah strategi

pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian

materi secara verbal dari guru ke siswa (calk and talk) agar siswa

dapat menguatkan materi pelajaran dengan optimal. Siswa tidak

dituntut untuk menemukan materi.

Strategi pembelajaran langsung merupakan bentuk dari

pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher

cetered approach), dalam strategi ini guru memegang peranan

yang sangat dominan, penyampaian metri pembelajaran secara

terstruktur dengan harapan apa yang sudah disampaikan dikuasai

siswa dengan baik. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan

akademik (academic achievment) siswa.

Keunggulan strategi pembelajaran ekspositori56:

(a) Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi

pembelajaran, guru dapat mengetahui sejauh mana siswa

menguasai bahan pelajaran yang disampiakn.

(b) Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif

apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas,

sementara waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.

56
Direktorat Tenaga Kependidikan. Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. (17- KODE-03-B5-
[Link]. 2008). Hlm 35
87

(c) Siswa dapat mendengar melalui menuturan tentang suatu

materi pelajaran sekaligus siswa bisa melihat atau

mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).

(d) Bisa digunakan dengan jumlah siswa yang banyak dan kelas

yang besar.

Kelemahan strategi pembelajaran ekspositori57:

(a) Hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki

kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk

siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu

digunakan strategi lain.

(b) Tidak mungkin melayani perbedaan setiap individu baik

perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, bakat, serta gaya

belajar.

(c) Karena strategi ini lebih banyak diberikan melalui ceramah,

maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal

sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir

kritis.

(d) Keberhasilan strategi ekspositori sangat tergantung kepada apa

yang dimiliki guru seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya

diri, semangat, antusiasme, motivasi, kemampuan

berkomunikasi, dan kemampuan pengelolaan kelas.

57
Ibid. Hlm. 36
88

(e) Oleh karena gaya komunikasi strategi pembelajaran lebih

banyak terjadi satu arah (one way communication), maka

kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi

pelajaran sangat terbatas, komunikasi satu arah bisa

mengakibatkan pengetahuan yang dimuliki siswa akan terbatas

pada apa yang diberikan guru.

Metode pembelajaran yang tepat menggambarkan strategi

ini adalah:

a) Metode Ceramah

Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara

lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar

untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah

yang relative besar. Jadi ini sesuai dengan pengertian dan

maksud dari Strategi Rkspositori tersebut, dimana strategi ini

merupakan strategi ceramah atau satu arah.

b) Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran

dengan mempergunakan atau mempertunjukkan kepada siswa

atau proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari.

Jadi guru memperagakan apa yang sedang dipelajari kepada

siswannya.
89

c) Metode Sosiodrama

Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasi tingkah laku

dalam hubungannya dengan masalah social. Jadi dalam

penjelasan dengan mendramatisasi tingkah laku untuk

memberikan contoh kepada siswannya.

b. Inquiry

Strategi Inquiry adalah rangkaian kegiatan pebelajaran yang

menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analisis untuk

mencari dan menemukan sendiri jawabannya dari suatu masalah

yang ditannyakan.

Strategi ini menggunakan beberapa metode yang relevan,

diantarannya:

a. Metode Diskusi

Diskusi adalah prose pembelajaran yang menghadapkan

siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama diskusi adalah

untuk memecahkan, menjawab suatu permasalahan,

menambahn dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk

membuat suatu keputusan.

Diskusi bukan debat yang bersifat mengadu argumentasi,

diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan

keputusan tertentu secara bersam-sama. Selama ini banyak

guru yang merasa keberatan untuk menggunakan diskusi dalam

proses pembelajaran. Keberataan itu bisa timbul dari asumsi (1)


90

diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh

karena interaksi antar siswa muncul secara spontan, sehingga

hasil dan arah diskusi sulit ditentukan. (2) diskusi biasanya

memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal waktu

pembelajaran di dalam kelas sangat terbatas sehingga

keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu

secara tuntas. Sebenarnya hal itu tidak perlu dirisaukan oleh

guru, dengan perencanaan dan persiapan yang matang kejadian

seperti itu bisa dihindari.

Kelebihan diskusi:

Dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya

dalammemnerikan ide dan gagasan.

Melatih membiasakan diri bertukar pikiran dalam

menghadapi masalah.

Melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat secara

verbal, melatih menghargai orang lain.

Kekurangan diskusi:

Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasaai oleh 2

atau 3 orang yang memiliki keterampilan berbicara.

Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga

kesimpulan menjadi kabur.

Memerlukan waktu yang panjang, kadang tidak sesuai

dengan yang telah direncanakan.


91

Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang

bersifat emosional yang tidak terkontrol . akibatnya, ada

pihak yang tersinggung sehingga mengganggu suasana

pembicaraan dan belajar.

b. Metode Pemberian Tugas / Resitasi

Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode

pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume

dengan kalimat sendiri.

Kelebihan Metode Resitasi adalah :

(1) Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar

sendiri akan dapat diingat lebih lama.

(2) Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan

keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.

Kelemahan Metode Resitasi adalah :

(1) Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni

peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa

mau bersusah payah mengerjakan sendiri.

(2) Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa

pengawasan.

(3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan

individual.
92

Dari beberapa paparan diatas, bapak Agus memilih strategi

ini untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran dengan berbagai

alasan yaitu dengan menggunakan strategi ekspositori guru akan

bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, guru

dapat mengetahui sejauh mana siswa sudah faham akan materi

yang diajarkan. Selain itu strategi ekspoditori dianggap efektif

apabila materi pembelajaran yang harus dikuasai cukup luas,

sementara waktunya juga terbatas. Walaupun strategi ini memiliki

kekurangan yaitu mungkin hanya dapat dilakukan oleh siswa yang

memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.

Untuk kemampuan siswa yang tidak mempunyai kemampuan

seperti itu perlu menggunakan strategi yang lainnya. Bapak Agus

selanjutnya menggunakan strategi Inquiry untuk menutupi

kelemahan tersebut, dimana metode Inquiry sifatnya lebih ke

berfikir secara kritis. Itulah kenapa Bapak Agus menggunakan

strategi Ekspositori kemudian dilanjtkan menggunakan strategi

Inquiry, karena kedua strategi tersebut mempunyai kesinambungan

yang cukup efektif dalam menjalankan metode-metode yang

nantinya beliau pakai untuk proses pembelajaran dikelas dengan

mata pelajaran Geografi di MAN II Kota Kediri.


93

B. Hambatan Guru dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa

pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri

Tidak dapat dipungkiri dalam meningkatkan efektifitas

pembelajaran pastinya tidak lepas dari hambatan yang terjadi. Karena

dalam pelaksanaan pembelajaran ada dua interaksi yang saling terjalin

yaitu antara guru dan siswa. Sebagai tenaga yang professional guru harus

mampu menghadapinya secara bijak.

Beberapa hambatan yang terjadi yaitu: Pengaruh Teman Sebaya,

Pergaulan atau lingkungan sangat berpengaruh dan salah satu faktor

yang menentukan hasil belajar siswa. Jika pergaulannya memberikan

dampak positif, maka akan menghasilkan positif. Namun akan berakibat

buruk jika pergaulannya memberikan dampak yang negatif, maka akan

menghasilkan negatif pula. seperti ramai di dalam kelas tidak merespon

penjelasan guru.

Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan di tegur terlebih dahulu

agar tidak mengulanginya, jika masih mengulangi di beri hukuman yang

sifatnya mendidik. Seperti menghafal sebagian materi yang telah

diajarkan atau dengan yang lainnya.


94

C. Dampak Terhadap Siswa dalam Penerapan Strategi Guru pada Mata

Pelajaran Geografi Kelas X IPS di MAN II Kota Kediri

Dari penggunaan strategi yang digunakan oleh Bapak Agus pasti

ada dampaknya terhadap siswa Diantaranya adalah:

1. Menarik minat belajar siswa

Setelah menggunakan beberapa strategi dalam pembelajaran,

siswa lebih berminat dalam mengikuti pelajaran. Dan semangatnya

lebih besar lagi. Antusias untuk belajar sangat baik. Sehingga

pembelajaran berjalan dengan efektif. Dengan dibuktikan banyaknya

anak-anak yang bertanya tentang pelajaran yang telah pelajari

sebelumnya. Rasa ingin taunya semakin besar.

2. Meningkatkan pengetahuan secara mendalam

Dengan penggunaan metode yang lebih dari satu membuat

siswa lebih faham tentang pelajarannya. Materi yang di ajarkan lebih

mudah dipahai oleh siswa. Dengan dibuktikan ketika di kasih

pertanyaan oleh guru tentang pelajaran yang telah di ajarkan, siswa

mampu menjawab dengan baik dan benar.

3. Kemampuan memberi kesimpulan

Setelah menggunakan metode yang menarik siswa mampu

memahami seluruh materi yang diajarkan oleh guru. Sehingga ketika

guru meminta untuk menjelaskan kesimpulan dari materi yang telah

di ajarkan, siswa mampu memaparkan kesimpulan secara runtut dan

urut.
95

Dengan penggunaan strategi yang berfariasi, memberikan dampak

yang baik kepada siswa, serta efektifitas pembelajaran di dalam kelas

semakin aktif. Sehingga apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa

tercapai sesuai dengan harapan.


BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti paparkan pada bab

sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan:

1. Strategi Pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam meingkatkan

efektivitas belajar siswa pada Mata Pelajaran Geografi di MAN II Kota

Kediri ada 2 yaitu: 1) Strategi Ekspositori yaitu Strategi pembelajaran

langsung yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara

verbal dari guru ke siswa agar siswa dapat menguatkan materi pelajaran

dengan optimal. Yang didalamnya menggunakan metode ceramah, 2)

Strategi Inquiry yaitu rangkaian kegiatan pebelajaran yang menekankan

pada proses berfikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan

menemukan sendiri jawabannya dari suatu masalah yang ditannyakan.

Yang didalamnya menggunakan metode diskusi dan pemberian tugas.

Srhingga pembelajaran berjalan lebih efektif.

2. Hambatan guru dalam meningkatkan efektivitas belajar siswa pada

Mata Pelajaran Geografi di MAN II Kota Kediri. Tidak dapat

dipungkiri dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran pastinya tidak

lepas dari hambatan yang terjadi. Karena dalam pelaksanaan

pembelajaran ada dua interaksi yang saling terjalin yaitu antara guru

dan siswa. Hambatan-hambatan yang di alami diantaranya yaitu: 1)

96
97

kurangnya respon dalam proses pembelajaran, 2) pengaruh buruk dari

teman, 3) tidur dikelas.

3. Dampak terhadap siswa dalam penerapan strategi guru pada mata

pelajaran Geografi kelas X di MAN II Kota Kediri yaitu: 1) Menarik

minat belajar siswa,dengan dibuktikan banyaknya anak-anak yang

bertanya tentang pelajaran yang telah pelajari sebelumnya. Rasa ingin

taunya semakin besar. 2) Meningkatkan pengetahuan secara mendalam,

Dengan dibuktikan ketika di kasih pertanyaan oleh guru tentang

pelajaran yang telah di ajarkan, siswa mampu menjawab dengan baik

dan benar. 3) Kemampuan memberi kesimpulan, siswa mampu

memaparkan kesimpulan secara runtut dan urut.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka dalam

kesempatan ini penulis menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Saran kepada guru:

Diharapkan untuk semua guru aktif dalam mengikuti platihan,

penataran yang biasanya diadakan disekolah atau di luar sekolah

mengenai tentang strategi pembelajaran. Dikarenakan agar guru dapat

memahami secara mendalam mengenai bagaimana cara menerapkan

metode yang baik, sehingga ketika guru menerapkan metode siswanya

lebih semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran dan tujuan yang

diharapkan bisa tercapai nantinya.


98

2. Saran kepada siswa

Diharapkan kepada siswa bisa lebih fokus kepada materi pelajaran

yang di ajarkan oleh guru. Selain itu siswa hendaklah mempersiapkan

diri terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran, jadi ketika

menerima materi benar-benar sudah siap dari diri siswa.


DAFTAR PUSTAKA

Ghoni M. Djunaidi, Almashur fauzan. 2012. Metode Penelitian Kualitatif .

Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Ahmadi, Lif khoiru [Link], Amri Sofan [Link]. 2011. Mengembangkan

Pembelajaran IPS Terpadu. Jakarta: [Link] Pustakarya.

Soegimo, Dibyo. 2009. Geografi Untuk SMA Kelas X. Jakarta: CV. Mevi

Caraka.

Utoyo, Bambang. 2009. Geografi Membuka Cakrawala Dunia Kelas X

SMA/MA. Jakarta: PT. Pribumi Mekar.

Direktorat Tenaga Kependidikan. Strategi Pembelajaran dan

Pemilihannya. (17- KODE-03-B5-Strategi-Pembelajaran-dan-

[Link]. 2017).

Mahfud, Junaedi, Khaeruddin dan Dkk. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan; Konsep dan Implementasinya di Madrasah.

Yogyakarta; Pilar Media.

Muslich, Masnur. 2007. KTSP; Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan

Kontekstual. Jakarta: BumiAksara.

Tim Pustaka Yustisia. 2007. Panduan Lengkap KTSP (Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan). Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

99
100

Sanjaya, Wina. 2006. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum

Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana.

Moelyong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Anjayani, Eni S,Si. 2005. Geografi. Klaten: Cempaka Putih.

Mardalis, 2003. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta:

Bumi Aksara.

Sudarwan, Danim Sudarwan. 2002. menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung:

CV. Pustaka Setia.

Margono S. 2002. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka

Cipta.

Sutrijat, Sumadi. 2000. Geografi 1 Sekolah Menengah Umum Kelas 1.

Jakarta: CV. Widya Duta Solo.

Hubberman, Michael, dkk. 1992. Analisis Data Kualitatif (Jakarta:

Universitas Indonesia. UI Press.


LAMPIRAN - LAMPIRAN
LAMPIRAN I
LAMPIRAN II
LAMPIRAN III
LAMPIRAN IV
KONDISI MAN II KOTA KEDIRI
PIALA PRESTASI SISWA MAN II KOTA KEDIRI
PERPUSTAKAAN MAN II KOTA KEDIRI
LAMPIRAN V
OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN

Bentuk : Gambar
Nama Dokumen : Foto
Tanggal pengamatan : Sabtu, 19 Agustus 2017
Jam : 10.00
Kegiatan yang diobservasi : Proses Pembelajaran
LAMPIRAN VI

BUKTI WAWANCARA

Nama Informan : Bapak Agus Hariwiyoko


Nama Dokumen : Foto
Tanggal wawancara : 15 Agustus 2017
Jam : 09.00
Tempat Wawancara : Di depan Kantor Guru dan Ruang Guru
Topik Wawancara : Strategi Guru dalam Pembelajaran
BUKTI WAWANCARA

Nama Informan : Tiyas, Angel, Fahri, dan Ainun


Nama Dokumen : Foto
Tanggal wawancara : 15 Agustus 2017
Jam : 09.00 sd 13.00
Tempat Wawancara : Di depan Kantor Guru dan Ruang Guru
Topik Wawancara : Strategi Guru dalam Pembelajaran
LAMPIRAN VII

PEDOMAN WAWANCARA

INFORMAN: GURU GEOGRAFI dan WAKA KESISWAN


1. Bagaimana keadaan siswa di dalam kelas ketika pembelajaran geografi
berlangsung ?
………………………………………………………………………….
2. Bagaimana Strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas ?
………………………………………………………………………….
3. Apakah sarana dan prasarana di man sudah memadai untuk penggunaan
proses pembelajaran ?
………………………………………………………………………….
4. Apa saja kendala yang di alami selama proses pembelajaran ?
………………………………………………………………………….
5. Bagaimana cara untuk mengatasi kendala tersebut ?
………………………………………………………………………….
6. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas ?
………………………………………………………………………….
INFORMAN : SISWA
1. Apa yang kamu kletahui tentang pembelajaran Geografi ?
…………………………………………………………………………
2. Bagaimana Strategi yang digunakan guru geografi dalam proses
pembelajaran di kelas ?
…………………………………………………………………………
3. Apakah sarana dan prasarana di MAN II sudah memadai untuk
penggunaan proses pembelajaran khususnya pelajaran geografi ?
…………………………………………………………………………
4. Apakah kamu antusias dalam mengikuti pembelajaran geografi ?
……………………………………………………………………….
5. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas ?
……………………………………………………………………….
LAMPIRAN VIII

TRANSKIP WAWANCARA

Informan 1 : Bapak Agus Hariwiyoko

Hari/tanggal : Selasa 15 Agustus 2017

Waktu : 09.00 WIB

Tempat : Depan Kantor

1. Bagaimana keadaan siswa di dalam kelas ketika pembelajaran geografi


berlangsung?
Jawab: jadi gini mbak, keadaan siswa dikelas itu berbeda-beda sehingga
kita sebagai guru juga harus tau keadaan siswa saat itu. Karena kadang ada
siswa yang lagi nggak mood untuk belajar, entah karena capek atau karena
masalah lainnya. Saya biasanya di awal pembelajaran saya kasih
intermezo dulu sebelum belajar. Entah game, nyanyi, atau tebak-tebakan
dulu yang bisa membuat anak-anak terpacu semangatnya kembali.
2. Strategi apa saja yang digunakan oleh bapak dalam pembelajaran geografi
kelas X IPS di MAN II Kota Kediri ?
Jawab: jadi mbak, dalam proses pembelajaran saya harus mempunyai
strategi yang baik agar pembelajran saya sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai mbak. perkembangan zaman sekarang sudah sangat pesat sekali
mbak, dibandingkan dengan jaman saya dulu, sehingga strategi yang
digunaan saat ini pun juga berbeda dengan zaman saya dulu begitupun
metodenya juga sudah berbeda. Zaman dulu guru hanya menggunakan
metode ceramah saja tidak di kasih variasi apapun, dan itu di gunakan oleh
semua guru yang mengajar, sehingga membuat siswanya merasa jenuh dan
ngantuk. Mengambil dari pengalaman saya dulu saya berinovasi
menggunakan metode lainnya yang sekiranya bisa membuat siswa saya
semangat dalam proses pembelajaran mbak. Saya variasikan kadang saya
menggunakan metode ceramah namun disertai dengan media lain seperti
proyektor itu menggunakan strategi ekspositori mbak. Kemudian
menggunakan strategi yang lain seperti inquiry yaitu metode diskusi antar
kelompok yang memicu siswa itu aktif karena bisa belajar besama
kelompok lainnya dan saling tukar pendapat mereka sendiri. Kemudian
biasannya saya juga menggunakan metode pemberian tugas, selanjutnya
biasanya saya juga menggunakan perpustakaan sebagai suber belajar,
karena disitu banyak sekali materi yang berhubungan dengan
pembelajaran
3. Apakah sarana dan prasarana di MAN II sudah memadai untuk
penggunaan proses pembelajaran khususnya pelajaran geografi kelas X
IPS ?
Jawab: kegiatan pebelajaran itu akan lebih menyenangkan apabila siswa di
berikan gambaran nyata, dengan cara memanfaatkan proyektor yang ada
dikelas. Kadangkala saya memutarkan video yang sesuai dengan materi
kemudian diamati bersama dan dikomentari bersama-sama. Sehingga
siswa bisa mengambil pelajaran dari tayangan video tersebut mbak. Selain
itu dengan proyektor dikelas saya pun juga sangat terbantu, semakin
mudah dalam menyampaikan materi.
4. Apa saja kendala yang di alami selama proses pembelajaran geografi kelas
X IPS?
Jawab: jadi mbak, kendalanya itu di dalam kelas setiap siswa kan
kemampuannya berbeda-berbeda jadi saya sebagai guru harus bisa
menyesuaikannya. Terkadang saya jelaskan satu deua kali beserta contoh
di PPT ada yang sudah faham dan ada yang belum faham, jadi terkadang
saya harus mengulangi penjelasan lagi. Ada juga yang di kelas itu
sukaknya tidur terus, kalau ada yang tidur di jam pelajaran, biasanya saya
suruh untuk keluar mengambil wudlu biar terasa segar kembali dalam
mengikuti pembelajaran. Bahkan biasanya ada yang izin ke toilet akan
tetapi tidak kembali lagi ke kelas. di dalam kelas itu anak-anak pasti saling
berinteraksi dengan teman-temannya mbak, dan disitu saling
mempengaruhi. ada yang bergaul dengan teman yang baik, maka
pengaruhnya juga baik. Jika bergaul dengan yang rajin, maka cenderung
ikut ketularan rajin juga mbak. Susahnya lagi kalau bergaul dengan siswa
yang malas-malasan untuk belajar, biasannya akan terpengaruh juga
menjadi malas. Pasti banyak sedikit ada yang seperti itu mbak, sehingga
saya terus mengontrol siswa-siswa.
5. Bagaimana cara untuk mengatasi kendala tersebut ?
Jawab: untuk mengatasi kendala-kendala tersebut biasanya untuk pertama
saya ingatkan saya tegur dulu, tapi kalau di ulangi lagi baru saya kasih
hukuman biar mereka jera atau kapok tidak megulangi lagi mbak.
6. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas?
Jawab: kalau dampaknya untuk anak-anak Alhamdulillah sudah lebih baik
mbak dalam pembelajaran, dengan menggunakan beberapa metode yang
telah dilaksanakan dalam pembelajaran. Hal itu dibuktikan dengan lebih
antusiasnya anak-anak dalam bertanya dan mengikuti proses
pembelajaran, sehingga pembelajaran lebih [Link] itu ketika anak-
anak saya kasih pertanyaan seputar materi yang telah saya ajarkan sudah
bisa menjawabnya, yang terakhir saya meminta untuk menyimpulkan
seluruh materi yang telah dipelajari hari itu juga anak-anak sudah mampu
menyimpulkan dengan baik.
Informan 2 : Bapak Ihsanutaqwim

Hari/tanggal : Rabu 16 Agustus 2017

Waktu : 110.00 WIB

Tempat : Kantor

1. Strategi apa saja yang digunakan oleh bapak bapak guru dalam
pembelajaran di kelas ?
Jawab: guru di MAN sini rata-rata sudah sangat modern sekali mbak.
Karena sudah dibekali dengan pelatihan yang diadakan d sekolahan
maupun di kabupaten. Sehingga metode yang digunakan pun sudah sangat
bervariasi dan bermacam-macam, misalnya strategi ekspositori dan inquiri
sering digunakan guru yang sering saya temui. Di sini guru juga harus
sesuai dengan jurusannya mbak, dengan begitu bisa megajarkan materi
pembelajaran dengan baik dan tepat sasaran.
2. Apakah sarana dan prasarana di MAN II sudah memadai untuk
penggunaan proses pembelajaran?
Jawab: kalau sarana dan prasarana di sini sudah bagus mbak, sudah sangat
memadai sekali, dan Alhamdulillah guru-guru yang mengajar tidak gaptek,
jadi LCD Proyektor dikelas selalu di manfaatkan untuk menunjang belajar
siswa. Dari pihak siswanya sendiri juga sangat enjoy di ajarnya, merasa
lebih mudah menyerap materi dengan dibantu menggunakan media yang
ada. Disini diharapkan siswanya juga lebih semangat lagi, lagi dan lagi.
3. Apa saja kendala yang di alami bapak ibu guru selama dikelas ?
Jawab: kalau yang sering saya lihat ya mbak, anak-anak itu kadang
mbandel apa lagi kalau sudah jam terakhir pasti mereka banyak yang izin
keluar kelas untuk ke toilet tapi tidak balik ke kelas lagi. Kadang banyak
juga yang tidur dikelas.
4. Bagaimana cara untuk mengatasi kendala tersebut ?
Jawab: caranya untuk mengatasinya ya di tegur mbak siswanya, kalu tidak
bisa di tegur di panggil ke BP untuk kesalahan yang berulang kali. Jadi
nanti kalau masih seperti itu ya di panggilkan orang tuanya.
5. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas oleh bapak guru ?
Jawab: dampaknya lumayan mbak, siswa disini prestasinya juga banyak
sekali. Setiap tahunnya pasti meningkat. Apalagi guru disini sudah sangat
bagus kalau mengajar. Strategi yang digunakan sudah bervariasi, jadi
membuat siswa itu tidak jenuh dan semakin semangat dalam belajar.
Informan 3 : Tiyas

Hari/tanggal : Selasa 15 Agustus 2017

Waktu : 10.00 WIB

Tempat : Kelas

1. Apa yang kamu ketahui tentang pembelajaran Geografi ?


Jawab: pembelajaran geografi itu pembelajaran tentang alam gitu mbak.
Mulai dari bencana alam, kekayaan alam, kondisi alam, dll mbak.
2. Bagaimana Strategi yang digunakan bapak guru dalam proses
pembelajaran di kelas ?
Jawab: Kalau menurut saya, cara mengajarnya pak agus sudah enak mbak,
soalnya kalo mengajar nggak cuma pakai metode caramah saja, biasannya
ceramah disertai dengan ppt. sehingga kita bisa memahami apa yang
diajarkan oleh pak agus. Selain itu pak agus biasanya menggunakan
metode yang lainya juga mbak, tidak hanya ceramah saja, biasannya anak-
3. Apa saja kendala yang di alami dikelas selama proses pembelajaran
geografi?
Jawab: di dalam kelas kendala atau hambatannya dari anak-anak sendiri
mbak, biasanya banyak yang ramai sendiri bergurau dengan temannya,
kadang juga ada yang izin ke toilet akan tetapi tidak balik ke kelas. Terus
kalau sudah siang jamnya pasti banya yang tidur.
4. Apakah kamu antusias dalam mengikuti pembelajaran geografi ?
Jawab: sangat antusias kok mbak, karena pelajarannya santai, enak banget
apalagi yang ngajar pak Agus.
5. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas?
Jawab: menurut saya pak Agus mengajarnya menyenangkan mbak, saya
sangat semngat kalau di ajar belia. Biasanya di akhir pelajaran disuruh
menyimpulkan apa yang telah dipelajari tadi, jadi saya bisa tau
keseluruhan materi yang telah di ajarkan oleh pak Agus
Informan 4 : Angel

Hari/tanggal : Selasa 15 Agustus 2017

Waktu : 10.30 WIB

Tempat : Kelas

1. Apa yang kamu ketahui tentang pembelajaran Geografi ?


Jawab: geografi adalah pelajaran yang mempelajari tentang kondisi alam
kita ini mbak, seperti bagaimana turunnya hujan, panas, mendung, siang
dan malam. Semua itu dipelajari di pelajaran geografi.
2. Bagaimana Strategi yang digunakan bapak guru dalam proses
pembelajaran di kelas ?
Jawab: saya suka mbak di ajar pak agus, beliau kalau mengajar
menggunakan PPT di proyektor, anak-anak juga faham apa yang di ajar
oleh pak Agus. Kadang juga dikasih tugas mbak, selain itu metode yang
lain adalah diskusi kelompok. Saya sangat suka saat kelompokan, soalnya
saya bisa berekspresi sesuai dengan kemampuan saya sendiri, disitu saya
mengeluarkan pendapat saya sendiri. Jika saya salah teman-teman pasti
menyangga apa yang saya utarakan. Disini kita bisa bebas mengeluarkan
pendapat kita masing-masing
3. Apa saja kendala yang di alami dikelas selama proses pembelajaran
geografi?
Jawab: kendalanya anak-anak ada yang rame sendiri mbak, tidak
memperhatikan pak agus saat ngajar, ada yang tidur juga
4. Apakah kamu antusias dalam mengikuti pembelajaran geografi ?
Jawab: kalau saya, antusias mbak kalau pelajaran geografi, soalnya
pelajarannya mudah dan sering kita rasakan setiap harinya, jadi kita bisa
langsung mengamati di lingkungan sekitar kita.
5. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas?
Jawab: menurut saya dampaknya itu lebih baik mbak, anak-anak sudah
banyak yang bertanya kalau dikelas, tidak ada yang tidur lagi, karena
dsuruh wudlu kalau tidur dikelas sama pak Agus. Kalau sedang berdiskusi
antusias untuk bertanya lebih banyak sehingga pembelajaran di kelas
sangat efektif.
Informan 5 : Ainun

Hari/tanggal : Selasa 15 Agustus 2017

Waktu : 11.00 WIB

Tempat : Kelas

1. Apa yang kamu ketahui tentang pembelajaran Geografi ?


Jawab: geografi adalah mempelajari tentang peta dan seisinya mbak.
2. Bagaimana Strategi yang digunakan bapak guru dalam proses
pembelajaran di kelas ?
Jawab: Pak agus kalau mengajar menggunakan metode yang bervariasi
mbak, diantarannya menggunakan metode diskusi, pemberian tugas dan
lain-lain. Saya sendiri kalau di ajar pak agus sangat senang mbak, karena
apa yang diajarkan bisa di fahami dan dimengerti. Kadang kalau
menggunakan metode diskusi itu membuat teman-teman menjadi lebih
semangat, karena disitu terlibat langsung semunya. Antusiasme teman-
teman juga bagus, pernah juga di ajak ke perpustakaan mbak, jadi
pembelajarannya tidak hanya dikelas saja, kadang diajakin ke perpus
untuk mencari sumber belajar yang sesuai dengan materinya
3. Apa saja kendala yang di alami dikelas selama proses pembelajaran
geografi?
Jawab: hambatan kalo di dalam kelas itu mbak bermacam-macam,
diantaranya anak-anak banyak yang ramai sendiri ketika diajar oleh pak
agus. Banyak anak-anak yang tidur di kelas karena kurangnya minat dalam
pelajaran geografi
4. Apakah kamu antusias dalam mengikuti pembelajaran geografi ?
Jawab: saya sangat antusian mbak apalagi di ajar sama pak Agus, kalau
ngajar nggak banyak ceramahnya, kadang ya diskusi, liyat film dll. Jadi
saya dan teman-teman tidak bosen dalam belajar geografi.
5. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas?
Jawab: pak agus kalau mengajar sudah enak mbak, itu dibuktikan dengan
anak-anak lebih aktif banyak yang bertanya, lebih bersemangat dalam
proses pembelajaran
Informan 6 : Fahri

Hari/tanggal : Selasa 15 Agustus 2017

Waktu : 11.30 WIB

Tempat : Depan Kelas

1. Apa yang kamu ketahui tentang pembelajaran Geografi ?


Jawab: ilmu yang mempelajari tentang bumi dan seisinya mbak. Tentang
lapisan lapisan bumi, mulai dari atsmosfer sampek litosfer.
2. Bagaimana Strategi yang digunakan bapak guru dalam proses
pembelajaran di kelas ?
Jawab: metode yang digunakan pak agus tidak hanya satu mbak, biasanya
pak agus kalau mengajar itu menggunakan PPT setelah itu di terangin satu
salide, kalau menurut saya enak mbak kalau di ajar sama pak agus.
kadang-kadang pak agus juga memberi tugas pada anak-anak untuk di
kerjakan, pembahasannya pun juga aan di bahas secara bersama-sama
juga. Kemudian juga pernah di ajar dengan kelompokan, dibagi menjadi
beberapa kelompok kemudian mendiskusikan materi yang diberikan oleh
pak agus, setelah itu di jelaskan kepada teman-teman di depan kelas
disertai pertanyaan dari teman-teman, setelah itu di bahas secara bersama-
sama dkemudian di simpulkan oleh pak agus. Sehingga metodenya tidak
membosankan mbak untuk di ikuti dalam kelas, dan anak-anak juga
mempunyai semngat tersendiri
3. Apa saja kendala yang di alami dikelas selama proses pembelajaran
geografi?
Jawab: anak-anak itu mbak kalau di ajar banyak yang tidur dikelas, kurang
semangat. Terus ramai sendiri mbak sama anak lain di kelas
4. Apakah kamu antusias dalam mengikuti pembelajaran geografi ?
Jawab: kalau saya antusias mbak. Pada dasarnya saya sangat suka dengan
pelajaran geografi, mudah dipahami mbak dan mudah dihafal.
5. Bagaimana dampak pembelajaran terhadap siswa terhadap strategi yang
digunakan di kelas?
Jawab: anak-anak sudah lebih baik mbak, banyak yang bertanya saat
pelajaran, lebih bersemangat
LAMPIRAN IX

Gambar 4.1
LAMPIRAN X
Tabel 4.1
Data pendidik dan tenaga kependidikan selama tiga tahun
terakhir adalah sebagai berikut :
Tahun
No Uraian
2013/2014 2014/2015 2015/2016 2016/2017

1. Kepala 1 1 1 1

2. Wakil Kepala 4 4 4 4

3. Guru CPNS/PNS 65
59 59 60
Kemenag

4. Guru Tetap -
4 1 -
Kemendiknas

5. Guru Non PNS 19 19 20 14

6. Pegawai PNS Tata 10


3 3 7
Usaha

7. Pustakawan PNS - - - -

8. Pegawai Non PNS 12 11 12 4

9. Pustakawan Non PNS 2 2 2 1

10. Satpam 2 2 2 2

11. Tukang 4
4 4 4
Kebun/Kebersihan
Jumlah 114 110 114 102
Tabel 4.2
Keadaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan berdasarkan
tingkat pendidikan secara rinci Tahun 2016 / 2017 adalah sebagai
berikut :
Pegawai
PNS/
Tidak Pendidikan
CPNS
Tetap
No Jenis Jml Jml
S
SLT Sarmud S
L P L P LT S2
A / D3 1
P
3 2 6
1 Guru 4 6 73 - - - 11 73
6 7 2
2 BP 1 1 2 2 6 - - - 6 - 6
3 TU 5 3 2 3 13 1 3 1 8 1 14
Pustakaw
4 - - - 1 2 1 - 1 - 2
an
5 Laboran - - - - - - - - - -
Teknisi
6 1 - - - 1 1 - - - 1
Mesin
Teknisi
7 Komputer - - 1 - 1 1 - - - 1
/Jaringan
Tukang 2
8 2 - 2 - 4 2 - - - 4
Kebun
9 Satpam 1 - 1 - 2 2 - - - 2
4 3 10 7
Jumlah 12 12 5 16 1 12 102
6 1 2 7
Tabel 4.3

Jumlah siswa selama tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut :

Jenis Kelamin
No Tahun Pelajaran Kelas Jumlah Total
Laki-Laki Perempuan
X 136 219 355
1 2013 / 2014 XI 126 216 342 1107
XII 152 258 410
X 117 286 403
2 2014 / 2015 XI 131 216 347 1088
XII 125 213 338
X 128 259 387
3 2015 / 2016 XI 112 285 397 1130
XII 131 215 346
X 131 225 356
4 2016/2017 XI 125 257 382 1133
XII 110 285 395
Table 4.4

Tamatan dan Angka Putus Sekolah

Data tamatan siswa dan angka putus sekolah mulai tiga tahun
terakhir sebagai berikut :

Jumlah Siswa Jumlah Tamatan


Tahun Pelajaran
L P Jumlah L P Jumlah

2013/2014 152 213 338 152 213 338

2014/2015 125 213 338 125 213 338

2015/2016 131 215 346 131 215 346

2016/2017 110 285 395 - - -


Tabel 4.5

Sarana dan prasarana Madrasah Aliyah Negeri Kediri II menempati


luas tanah seluas 9.970 m2. Luas tanah tersebut ditempati fasilitas
sebagai berikut :

No Fasilitas Luas Jumlah Keadaan Keterangan

1. Ruang Teori / Kelas 1.980 31 buah Baik


2. Laboratorium IPA 224 3 buah Baik
3. Laboratorium Komputer 280 2 buah Baik
4. Perpustakaan 60 1 Buah Baik
5. R. Ketrampilan 1565 7 Buah Baik
6. Aula 461 1 buah Baik Menampung
+1.000 orang
7. Ruang UKS 32 1 Buah Baik
8. Teknisi 49 1 Buah Baik
9. Kopsis 32 1 Buah Baik
10. Ruang BP/ BK 17.5 1 Buah Baik
11. Ruang Kepala 27 1 buah Baik
12. Ruang Guru 144 1 Buah Baik
13. Ruang TU 72 1 Buah Baik
14. Ruang .OSIS 24 1 Buah Baik
15. Kamar Mandi / WC Guru 9 4 Buah Baik
16. Kamar Mandi / WC Siswa 49.5 17 Buah Baik
17. Gudang 57 1 Buah Baik
18. Musholla 79 1 Buah Baik
19. [Link] 160 1 Buah Baik
20. Kantin 254 2 Buah Baik
21. Pramuka 24 1 Buah Baik
22 Lapangan Volly 162 1 Buah Baik
23. Pos Satpam 4 2 Buah Baik
24. Lap. Futsal 350 1 Buah Baik
Tabel 4.6

Sedangkan daya tampung sekolah sebagai berikut :

Jumlah Pendaftar Jumlah Yang Diterima


Tahun Pelajaran
L P Jml L P Jml

2013/2014 294 495 789 143 227 370

2014/2015 301 568 869 128 291 419

2015/2016 298 559 857 129 262 391

2016/2017 274 423 697 149 236 385


Tabel 4.7
Adapun data prestasi Madrasah Aliyah Negeri Kota Kediri II
selama tahun 2012-2016 adalah sebagai berikut :
No Bidang Prestasi Yang Diperoleh Tahun
1 Akademik Lulus 100 % 2012
Lulus 100 % 2013
Lulus 100 % 2014
Lulus 100 % 2015
Lulus 100 % 2016

Kegiatan Juara I Futsal SMADA Pare 2011


2 Ekstrakurikuler Juara III D'Ves Di Camp Tingkat Kab/kota
2011
(Olahraga, Kediri
Seni, KIR, Juara III Agriculture Paper Competition tingkat
Ketrampilan 2012
nasional
dll)
Juara III dalam Pornika VI 2012 tingkat
2012
propinsi
Juara Paskibra Propinsi Jawa Timur 2012
Juara I APIK Futsal League Tingkat Kota
2012
Kediri
Juara II FORGA Putra tingkat Kota Kediri 2012
Juara I FORGA Putri tingkat Kota Kediri 2012
Juara I Jurnalis Tingkat Kota Kediri 2012
Juara I Kediri Praja II 2012
Juara III Kejuaraan Dojo Sejatim 2012
Juara III KIR Agriculture Paper Competition
2012
Nasional
Juara III KIR Ekonomi Islam sekota Kediri 2013
Juara II LKTI Nasional 2013
Juara II LKTI Putra Nasional 2013
Juara II LKTI Putri Nasional 2013
Juara III LCC tingkat Kota Kediri 2012
Nilai Tertinggi Propinsi Jatim UN Jur Bhs 2013
Juara II cerdas cermat putri dalam rangka
2013
ranger rover scot competition tingkat Kota
Juara III cross country tingkat Kota kediri 2013
Juara I deklarasi puisi tingkat provinsi Jatim 2013
Juara I deklarasi puisi putri tingkat provinsi
2013
Jatim
Juara 1 Cipta Puisi Putri Aksioma KOTA
2013
Kediri
Juara 1 (Emas) Cipta Puisi Putri Aksioma
2013
Provinsi JATIM
Juara 1 Cipta Puisi Putra Aksioma KOTA
2013
Kediri
Juara III desain Maskot tingkat propinsi Jatim 2013
Juara II Kejuaraan DOJO Sejati-Bali 2013
Juara I Musik Patrol tingkat provinsi Jawa
2013
timur
Juara 1 Pidato Bahasa Arab Putra Aksioma
2014
KOTA Kediri
Juara 1 Pidato Bahasa Arab Putri Aksioma
2014
KOTA Kediri
Juara 1 MTQ Putra Aksioma KOTA Kediri 2014
Juara Harapan II Nasional KIR (UNESA) 2014
Juara Harapan II Nasional KIR (UNESA) 2014
Juara Harapan II Nasional KIR (UNESA) 2014
Juara 1 MFQ pada MTQ KOTA KEDIRI 2014
Juara 1 MFQ pada MTQ KOTA KEDIRI 2014
Juara 1 MFQ pada MTQ KOTA KEDIRI 2014
Juara 2 MSQ pada MTQ Tingakat KOTA
2014
KEDIRI

Juara 2 MSQ pada MTQ Tingakat KOTA 2014


KEDIRI
Juara 2 MSQ pada MTQ Tingakat KOTA
2014
KEDIRI
Juara Harapan 2 KIR Tingkat MTS/MA
2015
Karesidenan Kediri (Hari Jadi Kemenag 2014)
Juara Harapan 2 KIR Tingkat MTS/MA
2015
Karesidenan Kediri (Hari Jadi Kemenag 2014)
Juara Harapan 2 KIR Tingkat MTS/MA
2015
Karesidenan Kediri (Hari Jadi Kemenag 2014)
Juara II Volly turnamen PA SMADA Open
2015
SMAN 2 Nganjuk SMAN 2 Nganjuk
Juara II SMADELA Cup Futsal Se-eks
2015
Karisidenan Kediri SMA 8 Kediri
Juara Mading Terfavorit, Juara The Most
Radar Kediri, School Contest 2015 Lomba 2015
Mading, Radar Kediri
Juara Runner up I, Juara Jaka Batik terfavorit,
Lomba Jaka dan GADIS Batik 2015, Radar 2015
Kediri
Juara 1 Pidato Bhs Inggris SCHOOL Contest
2015
se KOTA / KAB Kediri
MADING THE MOST HONDA SCHOOL
2015
Contest se KOTA / KAB Kediri
Juara 10 (10 Besar) Jatim KIR UNEJ 2015
Juara 10 (10 Besar) Jatim KIR UNEJ 2015
Juara 1 Kab/Kota KIR di STAIN KEDIRI 2015
Juara 1 Kab/Kota KIR di STAIN KEDIRI 2015
Juara 1 Kab/Kota KIR di STAIN KEDIRI 2015
Juara 1 Pidato Bahasa Inggris Putri Aksioma
2015
KOTA
Juara 1 Pidato Bahasa Arab Putri Aksioma
2015
KOTA
Juara 1 Pidato Bahasa Arab Putra Aksioma
2015
KOTA
Juara 2 Pidato Bahasa Arab Putri Aksioma
2015
KOTA
Juara 1 MTQ Putri Aksioma KOTA 2015
Juara 2 MTQ Putri Aksioma KOTA 2015
Juara 1 Kaligrafi Putra Aksioma KOTA 2015
Juara 2 Kaligrafi Putri Aksioma KOTA 2015
Juara 1 Cipta Puisi Putra Aksioma KOTA 2015
Juara 2 Cipta Puisi Putra Aksioma KOTA 2015
Juara 1 Cipta Puisi Putri Aksioma KOTA 2015
Juara 2 Kaligrafi Kab/Kota (Penyalenggara
2016
STAIN Kediri)
MFQ mewakili Kontingen Kota Kediri pada
2016
MTQ JATIM Banyuwangi
MFQ mewakili Kontingen Kota Kediri pada
2016
MTQ JATIM Banyuwangi
Juara I Festival Band Umum Se Karisidenan
2016
Kediri di STIKES PARE
The Best Player Festival Band Umum di
2016
STIKES PARE
Juara III Banjari Umum se Kab-Kota Kediri 2016
Juara II Festival Banjari Pelajar se Karisidenan
2016
Kediri di Nganjuk
Juara Harapan I Festival Banjari se
2016
Karisidenan Kediri di Kunjang
Juara I Festival Tabuh Bedug se Kab-Kota
2016
Kediri di Masjid Agung Kediri
Juara I Kaligrafi Tk Provinsi di UIN Surabaya 2016
Juara II Ajang Prestasi Pramuka Penegak Tk.
2016
Provinsi Jawa Timur di IAIN Tulungagung
Juara II Ajang Prestasi Pramuka Penegak Tk.
2016
Provinsi Jawa Timur di IAIN Tulungagung
Juara 1 Lomba Da‟i Kompetisi Brawijaya
Islamic Festival 2016 Universitas Brawijaya 2016
kampus III Kediri
Juara III Lomba Da‟i Kompetisi Brawijaya
Islamic Festival 2016 Universitas Brawijaya 2016
kampus III Kediri
Juara Harapan I Lomba Musabaqoh Hifdzil
Qur‟an Kompetisi Brawijaya Islamic Festival 2016
2016 Universitas Brawijaya kampus III Kediri
Juara II Lomba Banjari Kompetisi Brawijaya
Islamic Festival 2016 Universitas Brawijaya 2016
kampus III Kediri
LAMPIRAN XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Sekolah : Man Kediri II kota Kediri

Mata pelajaran : GEOGRAFI

Kelas/Semester : X –IIS

Materi Pokok : Pengetahuan Dasar Geografi

Alokasi Waktu : 18 x 45 menit ( 6 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


Rumusan Kompetensi Sosial : Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya.
Rumusan Kompetensi Sikap Sosial perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif,
dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 : memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI-4 :mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan Pembelajaran dengan pendekatan saintifik
menggunakan metode dan model pembelajaran Discovery Learning peserta
didik dapat memahami pengetahuan dasar geografi, menjelaskan,
menggolongkan, membedakan serta memberi contoh serta terapannya dalam
kehidupan sehari-hari dan memiliki sikap mandiri dalam mencari sumber
bacaan, bekerjasama, berpikir kritis. Dan peserta didik dapat membangun
kesadaran akan kebesaran Tuhan YME, menumbuhkan perilaku disiplin,
jujur, aktif, responsif, santun, bertanggungjawab, dan kerjasama, serta
memiliki sikap ingin tahu, teliti, jujur, dalam melakukan pengamatan dan
bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan,
memberi saran dan kritik, serta dapat menganalisis, menyajikan, dan
mengkomunikasikan data hasil diskusi kelompok.

C. Kompetensi Dasar dan Indikator


3.1. Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam
kehidupan sehari-hari
3.1.1. Menguraikan hakikat ilmu geografi

3.1.2. Merumuskan 10 konsep esensial geografi

3.1.3. Menyimpulkan ruang lingkup ilmu geografi

3.1.4. Membedakan objek studi geografi

3.1.5. Mengidentifikasi prinsip-prinsip geografi

3.1.6. Menerapkan prinsip geografi dalam kajian gejala geosfer

3.1.7. Membedakan struktur kajian geogafi ortodoks dan geografi


terpadu

3.1.8. Mendeskripsikan aspek-aspek geografi

3.1.9. Menjelaskan metode/pendekatan geografi


3.1.10. Menganalisis permasalahan geosfer dengan menggunakan
pendekatan geografi

4.1. Menyajikan contoh penerapan pengetahuan dasar geografi pada


kehidupan sehari-hari dalam bentuk tulisan
4.1.1. Mempresentasikan tulisan tentang ruang lingkup pengetahuan dan
keterampilan geografi yang dilengkapi contoh dalam kehidupan
sehari-hari
D. Materi Pembelajaran
PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI
1. Ruang lingkup pengetahuan geografi.
2. Objek studi dan aspek geografi.
3. Konsep esensial geografi dan contoh terapannya.
4. Prinsip geografi dan contoh terapannya.
5. Pendekatan geografi dan contoh terapannya.
6. Ketrampilan Geografi
1. fakta
a. Fenomena alam : contoh pristiwa cuaca/iklim, bencana gempa bumi,
tsunami, banjir, tanah longsor dan kekeringan
Fenomena Cuaca Gempa Bumi, Sumatera Barat
Tsunami di NAD Banjir, di Wongsorejo

Tanah Longsor,di Brastagi

b. Fenomena sosial: kehidupan sehari-hari, kelaparan, kepadatan


penduduk, migrasi penduduk, perumahan, tawuran, kemacetan lalu
lintas.
Fenomena Penduduk` Fenomena Pola Keruangan
Tawuran

2. Konsep

 Konsep Geografi berbagai ahli/sumber


Konsep essensial geografi (lokasi, jarak,keterjangkauan, morfologi, pola,
aglomerasi, interaksi dan interdependensi, keterkaitan keruanagan, nilai
kegunaan, dan deferensiasi area .
3. Prinsip
 Distribusi, interelasi, deskripsi dan korologi
 Pendekatan keruangan, kelingkungan dan kompleks wilayah
E. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas
F. Media Pembelajaran
Whiteboard, LCD, smarthphone, gambar / foto fenomena alam dan sosial
G. Sumber Belajar
1. Aji Arifin dan Rita Noviani. 2014, Goografi [Link]: Mediatama
2. Rista L. G. Wa Majid, Indah Purnamasari, Tri Haryanto dan Puput
Setyaningsih, 2015 Geografi 1. Klaten : Intan Pariwara
3. Ike Femilia Putriana, Spd. 2013. GEOGRAFI sma X, XI dan XII. Jakarta
: PT. Buku Kita
4. Bahpari dan Mulya. 2002, Geografi 1. Jakarta : Erlangga
5. Isda Sugara. 2013, Geografi 1. Jakarta : Piranti Darma Kalokatama
6. K. Wardiyatmoko, 2013, Geografi SMA Kelas X, Jakarta, Erlangga
7. Sugiyanto, 2014, Mengkaji Ilmu Geografi Kelas X, Solo, Platinum
8. Internet
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 ( 3 JP )
1) Kegiatan Pendahuluan
 Guru memberi Kilas balik materi SMP/MTs
 Guru Memberikan motivasi mengenai materi yang akan
diajarkan dan apa manfaatnya, serta menyampaikan tujuan
pembelajaran.
2) Kegiatan Inti
Mengamati
 Memahami berbagai pengertian Geografi dari berbagai tokoh.
 Menguraikan tentang perkembangan ilmu Geografi.
Menanya
 Peserta didik mencari informasi mengenai ilmu geografi dari
buku sumber.
 Tanya jawab berdasarkan hasil temuan dari buku sumber
mengenai ilmu geografi.
Mengumpulkan data
 Mengumpulkan informasi tambahan tentang perkembangan
geografi dan definisi geografi.
 Membandingkan pengertian geografi dari berbagai tokoh.
Mengasosiasi
 Menyimpulkan dengan pendapat sendiri definisi geografi.
 Membuat pertanyaan sendiri tentang perkembangan geografi.
Mengkomunikasikan
 Mengkomunikasikan hasil tanya jawab dalam bentuk laporan
dan membacakan laporannya.
 Memberikan penegasan pada materi perkembangan geografi dan
meluruskan jika terjadi salah konsep.
3) Kegiatan Penutup
 Bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dibahas,
kemudian memberikan kesempatan untuk bertanya mengenai
materi yang kurang dipahami.
Pertemuan 2 ( 3 JP )
1. Kegiatan Pendahuluan
 Guru Menyapa dan mendata kehadiran peserta didik.
 Guru Memberikan motivasi mengenai materi yang akan
diajarkan dan apa manfaatnya, serta menyampaikan tujuan
pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Mengamati
 Mendengarkan penjelasan mengenai 10 konsep esensial geografi
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
 Memberikan kritik kepada penjelasan guru secara saksama dan
mencatat hal-hal penting.
Menanya

 Memberikan tes secara lisan untuk dapat membuat contoh salah


satu penerapan konsep esensial geografi dalam kehidupan
sehari-hari.
 Menyiapkan contoh konsep geografi dalam kehidupan sehari-
hari masing-masing untuk diberi penilaian.
Mengumpulan data

 Dengan menggunakan permainan talking stick guru melakukan


tanya jawab mengenai penerapan 10 konsep esensial dalam
kajian geosfer.
 Aktif dalam memberikan pertanyaan dan membuat jawaban
tentang konsep geografi.
Mengasosiasi
 Mengkhayalkan antara konsep geografi dengan contoh nyata di
kehidupan sehari-hari.
 Menyimpulkan tentang konsep geografi berhubungan dengan
kehidupan sehari-hari.

Mengkomunikasikan
 Mengkomunikasikan hasil tanya jawab dalam bentuk laporan
dan membacakan laporannya.
 Memberikan penegasan pada materi yang harus dikuasai peserta
didik dan meluruskan jika terjadi salah konsep.
3. Kegiatan Penutup
 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya
mengenai materi yang kurang dimengerti.
 Bersama-sama menarik kesimpulan materi. Guru meminta
beberapa peserta didik
Pertemuan 3 ( 3 JP )
1. Kegiatan Pendahuluan
 Guru menyapa dan mengabsen
 Guru menanyakan fenomena terbaru yang terjadi di Indonesia
 Guru bersama dengan siswa mengaitkan antara definisi ilmu
geografi dengan objek studi geografi.
2. Kegiatan Inti
Mengamati
 Menyimak mengenai objek studi geografi dari buku sumber.
 Menjelaskan mengenai penerapan prinsip geografi dalam
mengkaji gejala geosfer
 Menerangkan tentang objek studi geografi yaitu geosfer atau
lapisan
Menanya
 Mengamati gambar/foto yang ditampilkan oleh guru sambil
membuat catatan analisisnya, kemudian disampaikan di depan
kelas.
 Secara kelompok, diskusi mengenai objek studi geografi.
Pengumpulan data
 Berdiskusi dan melakukan tanya jawab mengenai prinsip-prinsip
geografi.
 Melakukan tanya jawab tentang ruang lingkup dan objek studi
geografi
Mengasosiasi
 Mencatat informasi baru yang didapatkan dari hasil diskusi
mengenai prinsip dan objek geografi.
 Menyimpulkan hasil diskusi dan tanya jawab tentang prisip
geografi dan objek studi geografi dikaitkan dengan kehidupan
sehari-hari.

Mengkomunikasikan
 Secara kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas.
 Memberikan penegasan pada materi yang harus dikuasai peserta
didik dan meluruskan jika terjadi salah konsep.
3. Kegiatan Penutup
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.

Pertemuan 4 ( 3 JP )
1. Kegiatan Pendahuluan
 Guru menyapa peserta didik, kemudian mengabsen.
 Guru memberikan pertanyaan tentang struktur kajian ilmu
geografi
 Guru bertanya tentang sejarah perkembangan ilmu geografi.
2. Kegiatan Inti
Mengamati
 Menyimak mengenai prinsip geografi dalam ilmu geografi yang
disampaikan oleh guru.
 Menyimak mengenai struktur kajian ilmu geografi.
 Menjelaskan struktur kajian geografi dan ruang lingkup geografi
yang terdiri atas geografi ortodoks dan geografi terpadu.
Menanya

 Peserta didik dibagi ke dalam 5 kelompok.


 Secara kelompok, diskusi mengenai struktur kajian ilmu
geografi.
Mengumpulkan data:

 Secara acak peserta didik bergiliran menyampaikan hasil


wawancaranya dengan pasangannya.
 Menambahkan informasi yang didapatkannya dari media lain
seperti buku atau internet
Mengasosiasi
 Guru berdiskusi bersama peserta didik dan sedikit membahas
hasil observasi peserta didik di lingkungan sekolah.
 Guru berdiskusi bersama peserta didik membahas tentang
struktur kajian ilmu geografi.

Mengkomunikasikan
 Secara kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas.
 Guru memberikan penegasan pada materi yang harus dikuasai
peserta didik dan meluruskan jika terjadi salah konsep.
3. Kegiatan Penutup
 Memberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
 Mengumpulkan lembar observasi kepada guru.
 Bersama-sama menarik kesimpulan materi.
Pertemuan 5 ( 3 JP )
1. Kegiatan Pendahuluan
 Guru menyapa peserta didik, kemudian mengabsen.
 Guru memberikan pertanyaan mengenai pendekatan-pendekatan
dalam geografi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
2. Kegiatan Inti
Mengamati
 Menyimak mengenai pendekatan dalam ilmu geografi yang
disampaikan oleh guru.
 Memerhatikan gambar yang ditampilkan oleh guru melalui
proyektor.
Menanya

 Meminta membuat kelompok untuk membentuk sebanyak dua


orang (berpasangan).
 Meminta salah satu peserta didik dalam pasangan untuk
menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan
pasanganya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil,
kemudian berganti peran.
Mengumpulkan data

 Secara acak peserta didik bergiliran menyampaikan hasil


wawancaranya dengan pasangannya.
 Menambahkan informasi yang didapatkannya dari media lain
seperti buku atau internet
Mengasosiasi
 Menganalisis satu jenis fenomena geosfer dengan menggunakan
pendekatan geografi.
 Mengkategorikan contoh-contoh yang diuraikan oleh guru ke
dalam pendekatan geografi.
Mengkomunikasikan
 Masing-masing kelompok membacakan kesimpulan hasil
diskusi kelompoknya.
 Memberikan penegasan pada materi yang harus dikuasai peserta
didik dan meluruskan jika terjadi salah konsep.
 Memberikan komentar dari setiap penampilan peserta didik dan
menjelaskan apa manfaat dari tugas tersebut.
3. Kegiatan Penutup
 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya
mengenai materi yang kurang dimengerti.
 Bersama-sama menarik kesimpulan materi.
Pertemuan 6 ( 3 JP )
1. Kegiatan Pendahuluan
 Guru menyapa peserta didik, kemudian mengabsen.
 Memberikan pertanyaan mengenai gejala geografi dalam
geografi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
 Memberikan pertanyaan mengenai manfaat geografi dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Kegiatan Inti
Mengamati

 Menyimak mengenai aspek dan gejala geografi dan manfaat


geogafi dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan oleh
guru.
 Mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru.
Menanya

 Meminta membuat kelompok untuk membentuk lima orang.


 Meminta salah satu peserta didik dalam kelompok untuk
menceritakan gejala geografi dan manfaat geografi yang
dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengumpulkan data

 Secara acak bergiliran untuk menyanggah pendapat yang


dikemukakan oleh temannya.
 Mencari tambahan informasi dari buku atau internet.

Mengasosiasikan
 Menyimpulkan tentang gejala geografi dan manfaat geografi
yang dirasakan.
 Menjelaskan tentang gejala geografi dan manfaat geograf yang
dirasakan
Mengkomunikasikan

 Memberikan penegasan pada materi yang harus dikuasai peserta


didik dan meluruskan jika terjadi salah konsep.
 Memberikan komentar dari setiap penampilan peserta didik dan
menjelaskan apa manfaat dari tugas tersebut.
3. Kegiatan Penutup
 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya
mengenai materi yang kurang dimengerti.
 Bersama-sama menarik kesimpulan materi.
I. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Bentuk Instrumen

 Tugas individu  Tes lisan


 Tugas kelompok  Hasil kerja kelompok
 Pengamatan Sikap  Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
 Tes Unjuk Kerja  Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik
 Tes Tertulis  Tes Uraian dan Pilihan
 Portofolio  Panduan Penyusunan Portofolio

[Link] tagihan

a. Tugas Individu
- Bentuk tagihan : Tes Lisan
- Contoh Instrumen : Berikan contoh kasus penerapan konsep
aglomerasi

b. Tugas terstruktur

Rubrik Penilaian tugas individu

Apek Nilai
Berdiri tegap menghadap dan dapat menjaga kontak mata dengan
guru
Dapat menyampaikan pendapat dengan suara yang baik, bahasa
yang santun dan sistematis
Menyampaikan pendapat dengan intonasi dan bahasa tubuh yang
meyakinkan
Pendapat mencerminkan penerapan konsep yang dijelaskan
Nilai rata-rata
Kriteria Penilaian

Nilai Nilai Kuantitatif


Kualitatif
A 4 > 80
B 3 75 – 80
C 2 72 - 74
D 1 < 72

c. Tugas Kelompok

Bentuk tagihan : Hasil Kerja Kelompok

Contoh Instrumen : Diskusikan mengenai ruang lingkup dan


objek studi ilmu geografi. (Tugas
terstruktur)

Rubrik Penilaian Diskusi

Apek Nilai
A. Isi Materi
 Ketikan menarik dan mudah dimengerti serta sistematis
 Hasil diskusi menggambarkan pengetahuan dasar
geografi
 Terlihat perbedaan yang jelas antar konsep, prinsip,
pendekatan, aspek, dan objek geografi
B. Kerjasama Kelompok
 Semua anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam
diskusi
 Semua anggota kelompok mengerti dan memahami
mengenai materi yang di diskusikan
C. Presentasi
 Berdiri tegap menghadap dan dapat menjaga kontak
mata dengan audien
 Dapat menyampaikan materi dengan suara yang baik,
bahasa yang santun dan sistematis
 Menyampaikan materi dengan intonasi dan bahasa
tubuh yang menyakinkan audien
 Memberikan tanggapan/jawaban yang benar dan sesuai
pemecahan masalah
Nilai rata-rata

Kriteria Penilaian:

Nilai Nilai Kuantitatif


Kualitatif
A 4 > 80
B 3 75 – 80
C 2 72 - 74
D 1 < 72

d. Soal TesTertulis
1. Uraikan 10 konsep dasar geografi dan contoh penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari?
2. Uraikan mengenaiprinsip-prinsip yang digunakan geografi
untuk menganalisis gejala geosfer ?
3. Sebutkan contoh di kehidupan tentang masalah-masalah yang
terkait dengan pendekatan ekologi / kelingkungan ?
4. Uraikan objek studi geografi ?
5. Uraikan aspek-aspek geografi ?
e. Kunci jawaban
1. 10 konsep esensial Geografi :
a. konsep lokasi
b. konsep jarak
c. konsep keterjangkauan
d. konsep pola
e. konsep morfologi
f. konsep aglomerasi
g. konsep nilai guna
h. konsep diferensiasi area
i. konsep keterkaitan ruang
j. konsep interaksi dan interdependensi
2. 4 prinsip geografi:
a. prinsip deskripsi
b. prinsip persebaran
c. prinsip interelasi atau keterkaitan
d. prinsip korologi
3. contoh masalah di kehidupan sehari- hari terkait dengan
pendekatan kelingkungan :
a. banjir di daerah-daerah yang dekat sungai karena
penduduknya membuang sampahnya ke sungai
b. banyaknya penduduk sebagai penyalahguna narkoba di
daerah-daerah yang rawan narkoba
c. kebakaran hutan di daerah riau karena kecerobohan
penduduk membuang putung rokok di musim kemarau
4. obyek geografi ada 2 :
a. obyek material geografi ( geosfer )
b. obyek formal geografi ( cara pandang pada gejala
geosfer )
5. Aspek kajian geografi ada 2 :
a. aspek fisik
b. aspek non fisik
Penilaian KI 4
Tugas Mandiri/Kelompok *)

Penilaian Tugas
…………………………………………….
Skor
1 4
No. Tahapan 2 3
(Kurang (Sangat
(Cukup Baik) (Baik)
Baik) Baik)
1. Persiapan
2. Pelaksanaan
3. Hasil
Skor yang dicapai
Skor yang diperoleh

Nilai

Kriteria Penilaian:
Sangat baik : apabila memperoleh nilai 86–100
Baik : apabila memperoleh nilai 70–85
Cukup : apabila memperoleh nilai 60–69
Kurang: apabila memperoleh nilai kurang dari 60

PERTEMUAN 1:
MATERI:
Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra.
Ungkapan itu pertama kali disitir oleh Eratosthenes yang mengemukakan
kata “geografika”. Kata itu berakar dari geo=bumi dan graphika=lukisan
atau tulisan.

Bintarto (1977) mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan


yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan
penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha
mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.

Hasil Seminar Semarang (1988) menyepakati rumusan, bahwa geografi


adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaanfenomena geosfer
dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks
keruangan.
Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam
studi itu dilakukan analisis persebaran-interelasi-interaksi fenomena atau
masalah dalam suatu ruang..

Karl Ritter berpendapat bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat


tinggal manusia. Berdasarkan konsep itu, bumi sebagai tempat tinggal
manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola, dan proses
yang terbentuk oleh aktivitas manusia. Selain itu konsep “tempat tinggal
manusia” tidak hanya terbatas pada permukaan bumi yang ditempati oleh
manusia, tetapi juga wilayah-wilayah permukaan bumi yang tidak dihuni
oleh manusia sepanjang tempat itu penting artinya bagi kehidupan
manusia. Menurut Huntington (Bintarto, 1977), geografi terbagi menjadi
empat cabang, yaitu:

a. Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam;

b. Pitogeografi yang mempelajari tanaman;

c. Zoogeografi yang mempelajarai hewan;

d. Antropogeografi yang mempelajari manusia.

Menurut Muller dan Rinner (Bintarto, 1977), cabang-cabang geografi


terdiri atas: (1) Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika,
geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan
sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan; (2) Geografi
Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial,
dan geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian; geografi
transportasi dan komunikasi) geografi politik; (3) geografi regional.

Pertemuan 2

Konsep Esensial Geografi

Konsep merupakan pengertian yang merujuk pada sesuatu. Konsep


esensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk
mengungkapan atau menggambaran corak abstrak fenomenaesensial dari
obyek material bidang kajian suatu ilmu. Oleh karena itu, konsep esensial
merupakan elemen yang penting dalam memahami fenomena yang terjadi.
Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut.
Lokasi

Lokasi adalah letak atau tempat dimana fenomena geografi terjadi. Konsep
lokasi dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

1) Lokasi Absolut

Lokasi absolut adalah letak atau tempat yang dilihat dari garis lintang dan
garis garis bujur (garis astronomis). Lokasi absolut keadaannya tetap dan
tidak dapat berpindah letaknya karena berpedoman pada garis astronomis
bumi.

2) Lokasi Relatif

Lokasi relatif adalah letak atau tempat yang dilihat dari daerah lain di
sekitarnya. Lokasi relatif dapat berganti-ganti sesuai dengan objek yang
ada di sekitarnya.

Jarak
Jarak adalah ruang atau sela yang menghubungkan antara dua lokasi atau
dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep
Jarak memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan
politik. Konsep jarak dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak
relatif.

1) Jarak Mutlak

Jarak mutlak adalah ruang atau sela antara dua lokasi yang digambarkan
atau dijelaskan melalui ukuran panjang dalam satuan ukuran meter,
kilometer, dsb. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak dapat
berubah-ubah.

2) Jarak Relatif

Jarak relatif adalah ruang atau sela antara dua lokasi yang dinyatakan
dalam lamanya perjalanan atau waktu.
Morfologi

Morfologi adalah konsep yang berkaitan dengan bentuk permukaan bumi


secara keseluruhan misalnya dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan,
lembah, dsb.

Keterjangkauan

Keterjangkauan adalah jarak yang mampu dicapai dengan maksimum dari


satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya tergantung pada
jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang.

e. Pola

Pola adalah bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau kejadian di


permukaan bumi baik gejala alam maupun gejala sosial

f. Aglomerasi Aglomerasi adalah adanya suatu fenomena yang mengelompok


menjadi satu bentuk atau struktur

Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan adalah konsep yang berkaitan dengan nilai guna suatu
wilayah yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang
perkembangan suatu wilayah.

Interaksi/Interpendensi

Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan


ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi
kebutuhannya.

Diferensiasi Areal

Diferensiasi areal adalah konsep yang membandingkan dua wilayah untuk


menunjukkan adanya perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain
karena tiap-tiap wilayah memiliki karakteristik khas masing-masing.

Keterkaitan Ruang

Keterkaitan ruang adalah konsep yang menunjukkan tingkat keterkaitan


antar wilayah dan mendorong terjadinya interaksi sebab-akibat
antarwilayah.

Pertemuan 3

Obyek Geografi

Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya.


Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek material dan obyek formal.
Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan
obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang
digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.

Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu
yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama.
Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer yang meliputi
litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek material itu
juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi,
hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain. Sebagai contoh
obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga menjadi bidang kajian
bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.

Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin
ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya. Obyek
formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam
memahami obyek material. Dalam konteks itu geografi memilki
pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain.

Pertemuan 4

Prinsip Geografi

Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam


menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga
berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena
itu. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip
penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.

a. Prinsip Penyebaran

Prinsip ini melihat fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di
permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak
merata.

b. Prinsip Interelasi

Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan


antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat
terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain,
atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia.

c. Prinsip Deskripsi

Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaitan. Keterkaitan


antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat
dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah,
sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta,
grafik, dan diagram.

d. Prinsip Korologi

Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip


penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan
manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu
ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala,
kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.

Pertemuan 5

Pendekatan Geografi

Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajarai fenomena


geosfer dengan menggunakan pendekatan

keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan. Adapun uraian secara detail


sebagai berikut.

a. Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)

Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka


analisis yang menekankan pada eksistensi ruang. Eksisitensi ruang dalam
perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola
(spatial pattern), dan proses (spatial processes).

Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada


permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang.

b. Pendekatan Kelingkungan (Enviroment Approach)

Pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun


pada keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel
lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka
analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan
lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena
yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan
manusia. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan
nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.

Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk


penduduk dan produk dan proses anorganik. Studi mendalam mengenai
interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal
dengan variabel lingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri
khas pada pendekatan kelingkungan.

c. Pendekatan Kewilayahan (Teritorial Approach)

Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan


elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah
lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Selain
itu, setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor
determinannya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan
memberikan analisis yang kompleks untuk memecahkan permasalahan
secara lebih luas dan kompleks pula.

Pertemuan 6

Aspek Geografi

Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Geografi fisik

Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik


di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan
segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah
di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia.

b. Geografi Manusia
Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya
keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk
kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi,
aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam
melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam
cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik,
geografi permukiman dan geografi sosial
LAMPIRAN XII
SILABUS
Mata Pelajaran : GEOGRAFI
Satuan Pendidikan : MAN II Kota Kediri
Kelas : X- IIS

KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI-3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan hmaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan
peradapan terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI-4 : Mengolah, menalar dan menyajikan dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
Kopetensi Dasar Materi Pelajaran Pembelajaran Penilaian Alokasi Sumber Belajar
Waktu
3.1 Memahami PENGETAHUAN DASAR
Pengetahuan dasar GEOGRAFI
Geografi dan  Ruang lingkup  Mencariinformas *tanya jawab 18 x 9. Aji Arifin dan
terapannya dalam pengetahuan geografi i tentang konsep, * Diskusi 45‟ Rita Noviani.
kehidupan sehari-hari  Objek studi dan aspek objek, dan ruang Kelompok (6 2014, Goografi
4.1 Menyajikan contoh geografi. lingkup geografi *penugasan Pertemuan .Surakarta:
penerapan melalui berbagai *tes tertulis ) Mediatama
 Konsep esensial
pengetahuan dasar sumber /media Pengetahuan 10. Rista L. G.
geografi dan contoh
geografi pada  Menunjukkan Wa Majid, Indah
terapannya.
kehidupan sehari-hari objek dan aspek Purnamasari, Tri
 Prinsip geografi dan
geografi pada Haryanto dan
contoh terapannya
peta yang Puput
 Pendekatan geografi dan
memperlihatkan Setyaningsih,
contoh terapannya.
penerapankonsep 2015 Geografi 1.

dan prinsip Klaten : Intan

geografi Pariwara

 Menganalisis 11. Ike Femilia


hubungan antara Putriana, Spd.
suatu objek 2013.
dengan objek GEOGRAFI sma
lainnya di X, XI dan XII.
 Keterampilan geografi.
permukaan bumi Jakarta : PT.
1. Fakta
 Mempresentasika Buku Kita
c. Fenomena alam :
n tulisan tentang
contoh pristiwa
ruang lingkup 12. Bahpari dan
cuaca/iklim, bencana
pengetahuan dan Mulya. 2002,
gempa bumi, tsunami,
keterampilan Geografi 1.
banjir, tanah longsor
geografi yang Jakarta : Erlangga
dan kekeringan
dilengkapi contoh 13. Isda Sugara.
d. Fenomena sosial:
dalam kehidupan 2013, Geografi 1.
kehidupan sehari-hari,
sehari-hari Jakarta : Piranti
kelaparan, kepadatan
Darma
penduduk, migrasi
Kalokatama
penduduk, perumahan,
14. Internet
tawuran, kemacetan
lalu lintas
2. Konsep
lokasi,
jarak,keterjangkauan,
morfologi, pola,
aglomerasi, interaksi
dan interdependensi,
keterkaitan keruanagan,
nilai kegunaan, dan
deferensiasi area
(konsep essensial)

3. Prinsip
a. Distribusi, interelasi,
deskripsi dan korologi
b. Pendekatan keruangan,
kelingkungan dan
kompleks wilayah
3.2 Memahami dasar-dasar PENGETAHUAN DASAR
pemetaan, PEMETAAN
Pengindraan Jauh, dan  Dasar-dasar pemetaan,  Mengamati * tanya jawab 12 x 1. Aji Arifin dan
Sistem Informasi pengindraan jauh, dan peta, citra * Diskusi 45‟ Rita Noviani.
Geografis (SIG) sistem informasi pengindran Kelompok (4 2014, Goografi 1.
4.2. Membuat peta tematik geografis. jauh, dan hasil *penugasan Pertemuan Surakarta:
wilayah provinsi *tes tertulis ). Mediatama
 Jenis petadan Sistem
dan/atau salah satu Informasi 2. Rista L. G. Wa
penggunaannya.
pulau di Indonesia Geograf Is Majid, Indah
 Jenis citra Pengindraan
berdasarkan peta rupa untuk Purnamasari, Tri
Jauh dan interpretasi citra.
Bumi mendapatkan Haryanto dan
 Teori pengolahan data
informasi Puput
dalam Sistem Informasi
geografis Setyaningsih,
Geografis (SIG).
 Mendiskusikan 2015 Geografi 1.

dan membuat Klaten : Intan

laporan tentang Pariwara


1. Fakta
hasil 3. Ike Femilia
Foto udara dari permukaan
interpretasi Putriana, Spd.
bumi, citra
2013.
baik wilayah yang sempit peta, citra GEOGRAFI
maupun wilayah yang luas pengindraan SMA X, XI dan
2. Konsep jauh, dan XII. Jakarta : PT.
Komponen inderaja Sistem Buku Kita
1. sumber tenaga Informasi 4. Bahpari dan
2. atmosfer Geografis Mulya. 2002,
3. interaksi antara tenaga  Praktik Geografi 1.
dan obyek membuat peta Jakarta : Erlangga
4. sensor tematik tentang 5. Isda Sugara.
5. wahana wilayah 2013, Geografi 1.
6. perolehan data (citra) provinsi di Jakarta : Piranti
7. pengolahan data daerahnya Darma
3. Prinsip  pelajaran hari Kalokatama
a. Inderaja ini. 6. Internet
b. SIG
4. Prosedur
Interpretasi citra ( hasil
data)
3.3 Memahami langkah- LANGKAH-LANGKAH
langkah penelitian ilmu PENELITIAN GEOGRAFI
geografi dengan  Melakukan *tanya jawab 12 x 45‟ 1. Aji Arifin dan
 Mengamati fenomena
menggunakan peta penelitian * Diskusi (4 Rita Noviani.
geografis.
4. 3 Menyajikan hasil Kelompok Pertemuan 2014, Goografi
 Merumuskan pertanyaan geografi
observasi lapangan sederhana * *penugasan ) .Surakarta:
penelitian geografi.
dalam bentuk makalah dengan langkah- *tes tertulis Mediatama
 Mengumpulkan serta
yang dilengkapi langkah 2. Rista L. G. Wa
mengolah data geografis.
dengan peta, bagan, penelitian ilmiah Majid, Indah
 Menganalisis data
gambar, tabel, grafik, sesuai dengan Purnamasari, Tri
geografis.
foto, dan/atau video tema penelitian Haryanto dan
Membuat laporan penelitian.
yang ditentukan Puput
1. Fakta
oleh guru Setyaningsih,
Teknik Pengumpulan
dan/atau peserta 2015 Geografi 1.
data
didik. Klaten : Intan
2. Konsep
 Menyajikan Pariwara
Pendekatan dan metode
hasil laporan 3. Ike Femilia
analisis Geografi
penelitian Putriana, Spd.
3. Prinsip geografi 2013.
Pengambilan Data ke sederhana GEOGRAFI sma
Sumber Data dilengkapi peta, X, XI dan XII.
4. Prosedur tabel, grafik, Jakarta : PT.
- Publikasi hasil foto, dan/atau Buku Kita
penelitian Geografi vide 4. Bahpari dan
Mulya. 2002,
Geografi 1.
Jakarta : Erlangga
5. Isda Sugara.
2013, Geografi 1.
Jakarta : Piranti
Darma
Kalokatama
6. Internet

3.4 Menganalisis BUMI SEBAGAI RUANG


dinamika KEHIDUPAN
 Mengamati *tanya jawab 15 x 45‟ 1. Aji Arifin dan
planet bumi  Teori pembentukan planet
sebagai ruang Bumi. proses * Diskusi (5 Rita Noviani.
kehidupan.  Perkembangan kehidupan pembentukan Kelompok Pertemuan 2014, Goografi 1
4.4. Menyajikan di Bumi. planet Bumi *penugasan ) Surakarta:
karakteristik planet melalui *tes tertulis Mediatama
 Dampak rotasi dan
bumi sebagai ruang berbaga i 2. Rista L. G. Wa
revolusi Bumi terhadap
kehidupan dengan sumber/media Majid, Indah
kehidupan di Bumi.
menggunakan peta,  Berdiskusi Purnamasari, Tri
1. Fakta
bagan, gambar, tabel, tentang gerakdan Haryanto dan
Terjadinya Revolusi dan
grafik, foto dan / atau kedudukan Puput
evolosi bumi
vidio Matahari, Bulan, Setyaningsih,
Perputaran Bumi
dan Bumi, serta 2015 Geografi 1.
terhadap matahari ,
pengaruhnya Klaten : Intan
terjadi setiap tahun
terhadap Pariwara
perputaran bumi pada
kehidupan
porosnya, terjadinya
 Menyampaikan 3. Ike Femilia
siang dan malam
laporan hasil Putriana, Spd.
2. Konsep
diskusi tentang 2013.
Lapisan kulit bumi,
gerak dan GEOGRAFI sma
pergeseran benua dan
kedudukan X, XI dan XII.
kala geologi Matahari, Bulan, Jakarta : PT.
3. Prosedur dan Bumi, serta Buku Kita
Menentukan Kala pengaruhnya 4. Bahpari dan
Geologi terhadap Mulya. 2002,
kehidupan Geografi 1.
dilengkapi peta, Jakarta : Erlangga
gambar, tabel, 5. Isda Sugara.
grafik, foto, 2013, Geografi 1.
dan/atau video Jakarta : Piranti
Darma
Kalokatama
6. Internet
BIODATA MAHASISWA

Nama : Raudhatul Jannah

NIM : 13130027

Tempat Tanggal Lahir : Kediri, 02 Juni 1994

Fak/Jur/[Link] : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/ Pendidikan

Ilmu Pengetahuan Sosial

Tahun Masuk : 2013/2014

Alamat Rumah : Jln. Kauman RT/RW 01/07 Sumberjo Kandat

Kediri

No. Telp Rumah/ HP : 085732158994

Malang, 26 Oktober 2017

Mahasiswa

Raudhatul Jannah

Anda mungkin juga menyukai