Simple Random sampling
1. Contohnya: “Jumlah siswa disebuah kelas di SMA tertentu di Jakarta yang
akan diberikan bantuan. Simple random sampling ini bisa dilakukan
melalui undian, tabel bilangan random atau dengan acak sistematis.
Teknik ini dapat dipergunakan bilamana jumlah unit sampling di dalam
suatu populasi tidak terlalu besar. Misal, populasi terdiri dari 100 orang
siswa IPA. Untuk memperoleh sampel sebanyak 30 orang dari populasi
tersebut, digunakan teknik ini, baik dengan cara undian, ordinal, maupun
tabel bilangan random. Teknik ini dapat digambarkan di bawah ini.
Dalam teknik sampling acak sederhana ini, perbedaan karakter yang
mungkin ada pada setiap unsur atau elemen populasi tidak merupakan
hal yang penting bagi rencana analisisnya. Misalnya, dalam populasi ada
laki-laki dan perempuan, atau ada yang kaya dan yang miskin, ada
manajer dan bukan manajer, dan perbedaan-perbedaan lainnya.
2. Contohnya, misal seorang peneliti memiliki daftar 100 orang populasi
dan ingin memilih 10 orang untuk menjadi sampel. Pertama, semua
orang dalam populasi ditandai dengan nomor 1-100. Nomor tersebut
lalu diacak. Pengacakan bisa meniru model arisan atau sekarang bisa
menggunakan aplikasi acak nomor. 10 individu yang nomornya keluar
menjadi sampel penelitiannya. Teknik ini biasanya digunakan pada
populasi yang homogen. Misal seseorang ingin meneliti tentang proses
belajar di kelas dalam satu kelas. Total muridnya berjumlah 100 orang.
Peneliti tersebut bisa mewawancarai secara mendalam 10 orang
sebagai sampel.
3. contoh pemilihan 20 orang sampel dari populasi yang beranggotakan 100 orang, dengan teknik simple
random sampling maka setiap orang pada populasi tersebut memilki peluang yang sama untuk menjadi
satu dari 20 sampel yang dipilih.