0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan55 halaman

Perbedaan Pendahuluan dan Latar Belakang

BAB I berisi tentang latar belakang penulisan dokumen critical book report untuk memahami kelebihan dan kekurangan tiga buku. Tujuannya adalah untuk menambah wawasan, meningkatkan pemahaman isi buku, dan memenuhi tugas kuliah. BAB II menjelaskan identitas ketiga buku dan ringkasan isi buku utama yang membahas tentang bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa asing, bahasa Indonesia baku, dan penulisan teks akademik

Diunggah oleh

Indah Agustina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan55 halaman

Perbedaan Pendahuluan dan Latar Belakang

BAB I berisi tentang latar belakang penulisan dokumen critical book report untuk memahami kelebihan dan kekurangan tiga buku. Tujuannya adalah untuk menambah wawasan, meningkatkan pemahaman isi buku, dan memenuhi tugas kuliah. BAB II menjelaskan identitas ketiga buku dan ringkasan isi buku utama yang membahas tentang bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa asing, bahasa Indonesia baku, dan penulisan teks akademik

Diunggah oleh

Indah Agustina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Latar belakang penulis membuat Critical Book Report ini adalah untuk megetahui buku
mana yang lebih unggul dan lebih baik untuk dijadikan panduan oleh mahasiswa. Dengan
menyelesaikan tugas Critical Book Report ini, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru
dari apa yang telah dibacanya yang mungkin ia belum pernah ketahui sebelumnya. Dengan
mengkritisi beberapa buku, pembaca akan mengetahui persamaan dan perbedaan, kelebihan dan
kekurangan dari buku yang telah ia baca tersebut.

1.2 TUJUAN PENULISAN


1) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari ketiga buku
2) Untuk menambah wawasan yang diperoleh dari ketiga buku
3) Untuk meningkatkan keterampilan dalam memahami isi buku
4) Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia

1.3 MANFAAT PENULISAN


1) Agar kita tahu kelebihan dan kekurangan dari ketiga buku
2) Agar kita dapat menambah wawasan yang diperoleh dari ketiga buku
3) Agar kita dapat meningkatkan keterampilan dalam memahami isi buku

1
BAB II
ISI

2.1 IDENTITAS BUKU UTAMA (DIKTAT)


1. Judul Buku : Pendidikan Bahasa Indonesia
2. Pengarang : [Link] Barus, [Link]
3. Penerbit : Unimed Press
4. Tahun Terbit : 2019
5. Tempat Terbit : Medan
6. ISBN : 978-602-7938-06-9
7. Tebal Buku : 119 halaman
8. Edisi : Revisi

2.2 IDENTITAS BUKU PEMBANDING I


1. Judul Buku : Penulisan Karya Tulis
2. Penulis : Drs. Sanggup Barus, [Link]
3. Penerbit : Halaman Moeka Publishing
4. Tahun Terbit : Januari 2013
5. Tempat Terbit : Jakarta
6. ISBN : 978-602-9126-77-8
7. Tebal Buku : 218 halaman
8. Edisi :-

2.3 IDENTITAS BUKU PEMBANDING II


1. Judul Buku : Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Bahasa Indonesia

2. Pengarang : Paristiyanti Nurwardani


: Dr. TriWiratno, M.A.
: Dr. DwiPurnanto, [Link].
: Dr. [Link], [Link]

2
3. Penerbit : Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

4. Tahun Terbit : 2016


5. Tempat Terbit :-
6. ISBN :-
7. Tebal Buku : 276 halaman
8. Edisi :1

2.4 RINGKASAN BUKU UTAMA (DIKTAT)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Kedudukan dan Fungsi Bahasa-bahasa di Indonesia


Bahasa – bahasa di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
1. Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu dan termasuk ke dalam rumpun bahasa
Austronesia. Dalam hal ini, bahasa melayu itu sudah lama (berabad-abad) digunlan sebagai
lingua franca ‘bahasa perhubungan’ di nusantara ini pada zaman Sriwijaya dan Majapahit. Pada
masa pemerintahan colonial belanda bahasa Melayu dikenal sebagai bahasa sehari-hari yang
sering dinamai dengan istilah Melayu pasar. Bahasa melayu pasar sangat mudah dimengerti,
ekspresif, memiliki toleransi kesalahan yang sangat besar, dan mudah menyerap istilah-istilah
lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya.

Penanaman bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dri peristiwa ikrar Sumpah
Pemuda pada 28 Oktober 1928, dalam rangkaian kegiatan Kongres Pemuda Kedua di Jakarta.
Bagi bangsa Indonesia, bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting karena
bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Dalam
kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang
kebanggan nasional, (2) lambag identitas nasional, (3) alat pemersatu berbagai suku bangsa yang

3
berbeda-beda latar belakang social, budaya, dan bahasa daerahnya, dan (4) alat komunikasi
antardaerah dan antarbudaya.

2. Bahasa daerah

Bahasa daerah adalah bahasa-bahasa suku bangsa di Indonesia. Bahasa daerah berfungsi
sebagai (1) lambang kebanggan daerah, (2) lambang identitas daerah, (3) alat perhubungan di
dalam keluarga dan masyarakt daerah, dan (4) sarana pendukung budaya daerah dan bahasa
Indonesia.

3. Bahasa asing

Bahasa asing diartikan sebagai bahasa-bahasa di Indonesia selain bahasa Indonesia dan
bahasa daerah. Bahasa asing berfungsi sebagai alat perhubungan antarbangsa dan sarana
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk pembangunan nasional.

B. Bahasa Indonesia Baku


1. Pengertian Bahasa Baku dan Nonbaku

Bahasa baku ialah bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, stuktur
kalimat, ejaan, dan pengucapan yang biasa dipakai oleh mereka yang berpendidikan, seperti
pejabat, ahli, dosen, guru, ilmuwan, cendekiawan, dan sebagainya. Sedangkan bahasa nonbaku
ialah bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan dan
pengucapan yang biasa dipakai oleh mereka yang kurang berpendidikan dan yang bisa
beraktifitas dalam lingkungan tidak resmi.

a. Fungsi Bahasa Indonesia Baku

Bahasa Indonesia baku mempunyai empat fungsi yang secara satu per satu dapat dijelaskan
sebagai berikut.

Pertama, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai pemersatu.

Kedua, bahwa bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penanda kepribadian.

Ketiga, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penambah wibawa.

4
Keempat, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan.

b. Konteks Pemakaian Bahasa Indonesia Baku

Bahasa Indonesia baku dipakai di dalam beberapa konteks. Pertama, dalam komunukasi
resmi, yaitu dalam surat - menyurat resmi atau dinas, pengumuman-pengumuman yang
dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penamaan, dan peristilahan resmi. Kedua,
dalam wacana teknis, yaitu dalam laporan resmi dan karya ilmiah berupa makalah, skripsi, tesis,
disertasi, dan laporan hasil penelitian. Ketiga, dalam pembicaraan di depan umum, yaitu
ceramah, kuliah, dan kotbah. Keempat, dalam pembicaraan dengan orang yang dihormati, yaitu
atasan dengan bawahan di dalam kantor, guru dan kepala sekolah di pertemuan-pertemuan resmi,
mahasiswa dan dosen di ruang perkuliahan.

c. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku

Secara umum dapat diketahui bahwa bahasa Indonesia baku mempunyai tiga ciri, yaitu (1)
memiliki keunggulan wilayah dan waktu penggunaan, (2) kemantapan dinamis dan, (3) cendekia.

BAB II

PENULISAN TEKS AKADEMIK

A. Pengertian Teks Akademik

Kridalaksana (2011:238) menyatakan bahwa teks adalah satuan bahasa yang bisa
berupa bahasa tulis dan bisa juga berupa bahasa lisan yang dihasilkan dari interkasi atau
komunikasi manusia. Dengan demikian, teks akademik merupakan teks yang diproduksi
dan digunakan dalam keperluan akademik. Teks akademik atau teks ilmiah dapat
berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku, ulasan buku, proposal penelitian, laporan
penelitian, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.

B. Perbedaan Teks Akademik dengan Teks Non-Akademik


Perbedaan antara teks akademik dan teks non-akademik dijelaskan secara
memadai dengan mengidentifikasi ciri-ciri yang ada. Pendapat tentang teks akademik
yang berkembang selama ini adalah bahwa teks akademik mempunyai cirri-ciri antara

5
lain sederhana, padat, objektif, dan logis(Lihat, misalnya, Sudaryanto, 1996, Moeliono,
2004).

C. Ciri-ciri Teks Akademik dan Non-Akademik


Perbedaan Teks Akademik Teks Non-Akademik
(Teks Ilmiah) (Teks Non Ilmiah)
Objek Adanya fakta objek yang diteliti Tidak ada objek yang diteliti
Fakta pengamatan Dibuktikan dengan pengamatan Tanpa dukungan atau bukti
(objektif) (subjektif)
Tata urutan Bersifat metodis dan sistematis Sesuai dengan alur
Bahasa Mengguanakan bahasa yang Menggunakan bahasa yang
ilmiah (bahasa baku yang baik non ilmiah (menggunakan
dan benar) bahasa baku yang baik)
Istilah Pemakaian istilah khusus Pemakaian istilah umum
Gaya Bahasa Formal Non formal dan popular
Isi Biasanya berisi pengamatan atau Dapat bersifat persuasif,
penelitian deskriptif, maupun kritik
tanpa didukung bukti.

D. Teks Akademik dalam Berbagai Genre Makro


Berbagai jenis wujud karya ilmiah seperti, buku, ulasan buku, proposal penelitian, laporan
prkatikum, dan artikel ilmiah, itu semua merupakan genre makro yang masing-masing di
dalamnya terkandung campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur,
eksplanasi, eksposisi, dan diskusi. Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai
sebuah jenis teks secara keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre-subgenre yang yang lebih
kecil yang terdapat di dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut.

Ulasan buku

Dapat dikelompokkan menjadi buku ajar dan buku referensi. Buku referensi adalah buku yang
digunakan sebagai referensi atau bahan rujukan pada saat orang menyusun karya ilmiah. Ulasan

6
buku yang juga sering disebut dengan timbangan buku adalah tulisan yang berisi tentang kritik
terhadap buku yang dimaksud.

Proposal

Proposal merupakan tulisan yang berisi rancangan penelitian. Proposal dapat berupa proposal
penelitian atau proposal kegiatan. Proposal penelitian memiliki stuktur teks pendahukuan,
landasan teori dan tinjauan pustaka, metidologi.

Laporan penelitian

Laporan dapat dikelompokkan menjadi laporan penelitian dan laporan kegiatan. Laporan
penelitian ditata dengan struktur teks.

Artikel ilmiah

Artikel ilmiah dapat dikelompokkan menjadi artikel penelitian dan artikel konseptual. Dalam hal
ini artikel penelitian adalah artikel yang disusun berdasarkan sebuah laporan penelitian.
Sedangkan artikel konseptual adalah artikel yang disusun sebagai hasil pemikiran secara
konseptual

BAB III

PENULISAN TEKS ULASAN BUKU

A. Pengertian Teks Ulasan Buku


Teks ulsan adalah suatu tulisan yang sisinya untuk menimbang atau menilai karya yang
dihasilkan oleh orang lain (Isnatun & Farida, 2013: 57). Ulasan sering juga diistilahkan
dengan timbangan, resensi, dan review. Menurut Isnatun & Farida (2013:57), tujuan
pembuatan ulasan adalah sebagai berikut.
a) Menyajikan informasi komprehensif (menyeluruh) tentang sebuah karya.
b) Memengaruhi penikmat karya untuk memikirkan, merenungkan, dan
mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema pada suatu karya.
c) Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah karya layak dinikmati
atau tidak.
B. Struktur Teks Ulasan Buku

7
Struktur teks ulasan menurut Narwardani, dkk (2016:45) adlah sebagai berikut.
Teks Ulasan
 Identitas pada teks ulasan bersifat opsional. Pada bagian identitas dimuat judul,
penulis, penerbit, tahun terbit, bahasa yang digunakan, warna sampul dan lain-lain
 Orientasi merupakan pengenalan terhadap keseluruhan teks ulasan. Fungsi
tahapan orientasi adalah menyampaikan informasi tentang buku yang diulas,
memposisikan buku yang diulas, dan menyatakan pendapat pengulas tentang
buku.
 Pada bagian tafsiran, dipaparkan penceritaan ulang tentang hal yang di lakukan
oleh penulis saat menulis buku dan ringkasan buku yang merupakan ulasan dari
pengulas buku. Untuk memperkuat tafsirannya, seorang penulis sering
membandingkan kualitas karya atau benda yang diulas dengan karya benda lain
yang sejenis.
 Tahapan evaluasi memaparkan penilaian pengulas terhadap karya yang diulas,
Karena bagian ini merupakan bagian yang paling penting dalam mengulas buku.
Aspek-aspek yang dinilai adalah (1) kedalaman isi buku yang diulas ; (2) tata
organisasi gagasan yang tergambar pada penataan bab; (3) gaya penulisan yang
digunakan; (4) keunggulan dan kelemahan buku yang diulas.
 Pada bagian rangkuman, penulis merumuskan simpulan yang di tujukan kepada
pembaca karya atau benda yang telah diulas.
C. Cara Merekonstruksi Teks Ulasan Buku

Merekonstruksi teks ulasan buku maksudnya adalah menuliskan kembali teks ulasan
yang telah ada dengan menggunakan bahasa sendiri. Adapun hal-hal yang harus
diperhatikan yaitu sebagai berikut.

a. Membaca teks ulasan


b. Apabila belum pernah membaca buku yang diulas, pengulas dapat mencari
informasi mengenai buku tersebut.
c. Melihat struktur teks ulasan
d. Menuliskan kembali teks ulasan berdasarkan teks ulasan.
D. Langkah-langkah Operasional Penulisan Teks Ulasan Buku

8
Mengulas sebuah buku artinya memberikan penilaian terhadap buku yang diulas secara
objektif. Pengulas buku harus memaparkan kelebihan dan kekurangan dari buku yang
diulas dengan berimbang. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai beriikut.
1. Memilih buku yang diulas
2. Membaca kritis
3. Membuat ringkasan
4. Menentukan kriteria penilaian
5. Mencari buku pembanding dan referensi untuk rujukan
6. Menulis laporan yang dimaksud

BAB IV

PENULISAN TEKS PROPOSAL

A. Pengertian Teks Proposal


Teks Proposal merupakan suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat secara formal
dan standar serta diajukan kepada pemimpin atas pemangku kepentingan atau pihak terkait
untuk mendapatkan [Link] umumnya proposal merupakan tulisan
informatif dan persuasif yang mengedukasi dan menyakinkan pembaca.
B. Jenis-jenis Proposal
1. Proposal Kegiatan
Teks Proposal kegiatan merupakan rencana kegiatan yang disusun oleh panitia untuk
mendapatkan bantuan dan persetujuan dari pihak ketiga dan pihak [Link] proposal
kegaiatan adalah berisi pedoman kerja atau peta perjalanan lengkap yang akan dinilai
selama melakukan kegiatan,panitia kegiatan telah memiliki gambaran menyeluruh dan
lengkap mengenai ruang lingkup dan urutan kegiatan maupun tenggang
waktunya,dirancang oleh kelompok panitia yang berencana menggelar acara dan
biasanya memiliki susunan panitia,bentuk kegiatan,waktu kegiatan dan nama kegiatan.
2. Proposal Penelitian
Menyusun teks proposal penelitian diibaratkan seperti membuat suatu produk untuk
dijual. Artinya,terjual atau tidaknya barang tersebut sangat tergantung dari dan

9
kepandaian kita dalam menawarkan barang [Link] barang tersebut merupakan hal
baru bagi masyarakat,barang tersebut akan menarik perhatian [Link]
sebuah rencana penelitian terdiri dari bab-bab: (1)Pendahuluan,(2)Tinjauan
Pustaka,(3)Perumusan Hipotesis,dan (4) Metode Penelitian.

BAB V
PENULISAN TEKS LAPORAN

A. Pengertian Teks Laporan


Teks Laporan adalah sebuah teks yang mengandung klarifikasi mengenai suatu objek
tertentu yang berdasarkan kriteria [Link] dengan teks deskripsi,teks laporan
bersifat umum atau universal sedangkan teks deskripsi lebih bersifat khusus dan
memadai. Teks laporan disebut juga teks klasifikasi karena teks tersebut memuat
klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Model Teks
Laporan Penelitian

Teks laporan penelitian adalah uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses
kegiatan [Link] berarti bahwa teks laporan penelitian tidak hanya berisi uraian
tentang langkah-langkah yang telah dilalui oleh peneliti tetapi juga latar belakang
permasalahan,kerangka berpikir,dukungan teori,dan sebagainya yang bersifat
memperkuat makna penelitian yang [Link] garis besar tujuan penelitian dapat
dibedakan menjadi 3 menurut pihak yang dapat memanfaatkan [Link] pihak
yang dimaksud adalah:

 Para Ilmuan
 Pemerintah
 Masyarakat Luas
B. Model Teks Laporan Kegiatan
Teks laporan ini akan digunakan sebagai bahan pertanggung jawaban kepada
pemberi mandat,atasan atau sponsor [Link] itu,teks laporan ini juga sebagai atau
bukti bahwa kegiatan tersebut telah selesai [Link] laporan kegiatan harus

10
ditulis dengan sistematis,dan jelas sehingga bisa dengan mudah dipahami oleh
pembacanya.
Kerangka laporan kegiatan
JUDUL
RINGKASAN
BAB 1 PENDAHULUAN
Latar Belakang Kegiatan
Objek Kegiatan dan Strategi Pelaksanaannya
Tujuan Kegiatan
BAB 2 DESKRIPSI KEGIATAN
Nama Kegiatan
Lokasi
Waktu
Pelaksana
BAB 3 PELAKSANAAN KEGIATAN
BAB 4 PENUTUP
Simpulan
Saran
C. Hubungan Genre pada Teks Laporan Kegiatan
1. Abstrak
2. Pendahuluan
3. Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
4. Metodologi Penelitian
5. Hasil penelitian dan pembahasan
6. Penutup

D. Langkah-langkah Penulisan Teks Laporan


1. Langkah-langkah penulisan teks laporan penelitian
a. Pendahuluan
1. Rumusan Masalah
2. Tujuan Penelitian

11
b. Penulisan Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
c. Penulisan Metodologi Penelitian
d. Penulisan Hasil Penelitian dan Pembahasan
e. Penulisan penutup
2. Langkah-langkah penulisan teks laporan kegiatan
a. Pendahuluan
b. Deskripsi Kegiatan
c. Pelaksanaan Kegiatan
d. Penutup

E. Manfaat Teks Laporan

Bagi peneliti Laporan penelitian menjadi bukti bahwa dia sudah melakukan penelitian atau
sudah menemukan [Link] pelaksana kegiatan,laporan kegiatan menjadi bukti bahwa
mereka telah melakukan tugas dengan [Link] pihak penerima laporan,laporan memberi
masukan tentang pemecahan masalah yang telah diteliti atau suatu kegiatan yang telah
dilaksanakan.

BAB VI

PENULISAN TEKS ARTIKEL ILMIAH

Kata artikel dimaknai dengan karya tulis [Link] ini berarti bahwa artikel adalah
tulisan yang lengkap dengan unsur-unsur [Link] kata ilmiah dapat diartikan
dengan bersifat ilmu dan memenuhi syarat ilmu [Link] teks artikel ilmiah adalah
tulisan lengkap yang bersifat ilmu atau memenuhi syarat ilmu pengetahuan.

ada 4 prinsip utama tentang pengertian ilmiah:

1. Teks artikel ilmiah bersifat objektif


2. Penulis tidak boleh memasukkan unsur subjektifitasnya kedalam karyanya.
3. Penyimpulan penemuan didalamnya berpola induktif dan deduktif
4. Pembahasan datanya berdasarkan rasio.

12
Teks artikel penelitian adalah teks artikel penelitian adalah teks artikel yang penyusunannya
berdasarkan suatu penelitian yang telah dilakukan. Struktur teks artikel konseptual lebih
bervariasi,tetapi yang sering dijumpai adalah abstrak^pendahuluan^tinjauan
pustaka^pembahasan^simpulan.

Struktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel Penelitian

Struktur Teks Genre Mikro yang diharapkan Fungsi Retoris

Abstrak Abstrak Menyajikan ringkasan yang


mewakili seluruh artikel
Pendahuluan Eksposisi(dan atau meliputi deskripsi) Memberi latar belakang
penelitian,permasalahan
penelitian,tujuan,dan
pendekatan/metode/teknik untuk
mencapai tujuan.
Tinjauan Pustaka Review Menyajikan ulasan teoritis tentang
dasar pemikiran yang digunakan
untuk memecahkan masalah
[Link] ulasan
tentang penelitian terdahulu dan
perbandingannya dengan penelitian
yang dilaporkan pada artikel yang
dimaksud.
Metodologi penelitian Rekon(dan atau meliputi Menyajikan
deskripsi,prosedur,laporan) pendekatan,metode,dan teknik
penelitian,termasuk langkah-
langkah yang ditempuh.
Hasil Deskripsi(dan atau meliputi Menyajikan temuan-temuan
[Link]) penelitian

Pembahasan Diskusi (dan atau meliputi eksplanasi) Membahas(dan atau


menjelaskan)temuan-temuan

13
penelitian dari berbagai sudut
pandang teori yang telah disajikan
pada tinjauan [Link]
apakah kekurangan penelitian
sebelumnya dapat ditutup oleh
penelitian yang dilaporkan.
Simpulan Ekposisi(dan atau meliputi deskripsi) Menyajikan uraian bahwa pokok
persoalan yang disajikan telah
diperlakukan sedemikian rupa
dengan hasil yang telah disajikan
pada pembahasan,diikuti dengan
sran baik secara reoritis maupun
praktis.

Pentingnya artikel ilmiah dapat dirasakan melalui pengalaman penulisannya yang dapat
membantu dalam mengerjakan tugas-tugas penulisan yang sejenis dengan artikel ilmiah,misalnya
paper,esai atau makalah dengan lebih [Link] ilmiah,baik artikel penelitian maupun
artikel konseptual,dapat diterbitkan diberbagai forum dan [Link] teks artikel
konseptual dapat dibagi atas 3 tahap,yaitu pra-penulisan,penulisan dan [Link] ditempuh
pada tahap pra-penulisan adalah(1)pemilihan topik(2)pembatasan topik(3)Penentuan
Judul(4)perumusan tema(5)Pengumpulan bahan(6)Penyusunan kerangka artikel konseptual.

Penulisan Kutipan dan Daftar Rujukan

1. Penulisan Kutipan
Kutipan adalah fakta,ise,opini,atau pendapat yang dikutip dari sumber tertulis untuk
mendukung atau memperjelas argumen,posisi,atau opini penulis dalam artikel [Link]
berarti bahwa semua kutipan,baik berupa fakta,ide,opini maupun pernyataan yang
terdapat dalam artikel ilmiah,bukan milik penulis itu sendiri.
2. Penulisan Daftar Rujukan
Ada 2 istilah yang dapat dipakai untuk menamai bagian karya tulis,tempat sejumlah
rujukan didaftarkan,yaitu daftar pustaka dan daftar [Link] istilah itu mempunyai

14
konsep yang [Link] pustaka adalah sejumlah rujukan yang menjadi sumber
kutipan dan yang memberi dukungan secara tidak langsung(tidak dikutip).Sedangkan
daftar rujukan adalah daftar semua sumber kutipan yang digunakan dalam penulisan
sebuah karya tulis.
Petunjuk penulisan daftar rujukan di bawah ini:
1. Nama penulis ditulis tanpa gelar
2. Identitas setiap buku rujukan diketik satu spasi dan jarak 2 spasi untuk identitas buku
berikutnya.
3. Buku-buku rujukan didaftarkan secara alpabetis dan tidak diberi nomor urut.
4. Urutan identitas setiap buku dalam penullisannya dapat dijelaskan sebagai berikut
5. Nama penulis(tanpa gelar).tahun [Link] [Link] kota tempat
penerbitan:nama [Link] hal ini juga judul buku harus digaris bawahi atau
dicetak dengan huruf miring.
6. Penulisan nama akhir mendahului penulisan nama diri penulis dan dipisahkan dengan
tanda koma.
7. Bila buku ini ditulis oleh orang penulis disisipkan kata dan di antara kedua nama
penulis.
8. Bila buku ini ditulis lebih dari 2 orang,yang ditulis hanya nama penulis pertama
dengan menambahkan singkatan dkk,dibelakangnya.

2.5 RINGKASAN BUKU PEMBANDING I

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengertian Kompetensi Menulis

Menulis sebagai salah satu aspek kegiatan berbahasa mempunyai peranan penting di dalam
kehidupan masa kini. Dengan menulis, seseorang akan dapat mengungkapkan pikiran dan
perasaan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Senada dengan hal itu, Brus (2010:1)
menyatakan “Menulis” adalah rangkaian kegiatan mengungkapkan dan menyampaikan gagasan
atau pikiran dengan bahasa tulis kepada pembaca sehingga pembaca dapat memahaminya.

15
Berdasarkan informasi di atas, dapat dinyatakan bahwa kompetensi menulis benar-benar
dibutuhkan dalam kehidupan modern ini. Kata kompetensi (competency) berarti kecakapan atau
kemampuan. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa kompetensi menulis berarti kemampuan
menulis. Selain menguasai bahasa yang dijadikan sebagai alat komunikasi, dalam pembicaraan
ini kompetensi menulis yang dimaksud, meliputi dua kemampuan utama, yaitu kemampuan
kognitif (pengetahuan tentang cara menulis) dan kemampuan yang bersifat mekanistik
(keterampilan menulis). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kompetensi menulis adalah
keterampiln menulis atau menghasilkan suatu tulisan dengan mengaplikasikan cara atau aturan-
aturan penulisannya.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penulis dalam Penulisan Karya Tulis

Menurut D’Angelo sebagaimana dikutip Tarigan (1983:22), faktor-faktor yang


mempengaruhi penulis dalam penulisan karya tulis adalah sebagai berikut.

a. Maksud dan tujuan sang penulis (perubahan yang diharapkannya akan terjadi pada diri
pembaca)
b. Pembaca atau pemirsa (apakah pembaca itu orangtua, kenalan, atau teman sang penulis)
c. Waktu atau kesempatan (keadaan-keadaan yang melibatkan berlangsungnya suatu
kejadian tertentu, waktu, tempat, dan situasi yang menuntut perhatian langsung, masalah
yang memerlukan pemecahan, pertanyyan yang menuntut jawaban, dan sebagainya).

Oleh karena itu, agar bisa menjadi penulis yang baik, setiap penulis harus membiasakan
dirinya untuk menentukan maksud dan tujuan penulisannya sebelum menulis.

C. Jenis-jenis Tulisan

Berdasarkan tujuan penulisannya, tulisan dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Eksposisi adalah tulisan yang menjelaskan sesuatu secara mendalam atau pemaparan
yang berusaha untuk menerangkan suatu pikiran pokok, yang dapat memperluas
pandangan atau memperkaya pengetahuan pembaca.
b. Deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan suatu objek seperti apa adanya sebagai
hasil pengamatan terhadap objek itu dengan melukiskannya sehidup-hidupnnya secara

16
tertulis, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakan apa
yang dialami oleh penulis
c. Narasi adalah tulisan yang bertujuan untuk menyampaikan ide dengan menggunakan
peristiwa-peristiwa sebagai bahan untuk dijalin sedemikian rupa.
d. Argumentasi adalah tulisan yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat
pembaca sehingga mereka mempercayai pendapat penulis dan akhirnya mereka bertindak
sesuai dengan keinginan penulis.
D. Perencanaan Penulisan

Perencanaan penulisan sangat menentukan keberhasilan penulis dalam menghasilkan tulisan.


Agar tulisan yang akan dihasilkan bermanfaat bagi pembaca dan penulis mampu
mengerjakannya, penulis dapat memilih topik tulisannya. Agar ada dasar pembangunan tulisan
ayng dimaksud, maka harus dibuat rumusan mengenai masalah dan tujuan yang dicapai dengan
topik tadi. Rumusan itu dinamakan tema. Rumusan tema yang menonjolkan gagasan sentral,
disebut tesis, sedangkan rumusan tema yang tidak menonjolkan gagasan sentral dinamakan
pengungkapan maksud.

E. Manfaat Kegiatan Menulis

Manfaat kegiatan menulis bagi penulis adalah

a. Penulis dapat mengenali dirinya.


b. Penulis dapat terlatih dalam mengembangkan berbagai gagasan.
c. Penulis dapat memperkaya pengetahuannya dalam berbagai topik.
d. Penulis dapat terlatih dalam hal mengorganisasi gagasan secara sistematis.
e. Penulis dapat terbiasa berfikir dan berbahasa secara tertib dan teratur
f. Penulis dapat termotivasi untuk belajar secara kontinu.

BAB II

PENULISAN ESSAI

Secara umum kata esai diartikan dengan karangan. Dalam Ensiklopedi Britania
dinyatakan bahwa esai adalah “..karangan yang sedang panjangnya, biasanya dalam bentuk
prosa, yang mempersoalkan suatu persoalan secara mudah dan sepintas lalu, tepatnya

17
mempersoalkan suatu persoalan sejauh persoalan tersebut merangsang hati penulis” (Djuharie –
Suherli,2001 : 114). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan, “esai : karya tulis atau
karangan dalam bentuk prosa yang memaparkan tentang suatu masalah dari sudut pandang
pribadi penulis secara lugas dan sepintas lalu”. Esai berbeda dengan karya ilmiah. Karya ilmiah
menghadirkan masalah, kemudian membahasnya sampai memperoleh simpulan untuk mengatasi
masalah atau mengantisipasi masalah yang diungkapkan. Sedangkan esai merupakan karya tulis
yang tidak kaku dan tidak terikat pada ketentuan bentuk dan isinya.

Dari segi bentuk penuturannya, esai dapat dibedakan atas esai formal dan esai informal.
Dalam hal ini esai formal adalah esai yang menunjukkan kesungguhan penulis dalam
mengangkat persoalan dan mempermasalahkannya dengan memberikan alasan yang nyata bahwa
persoalan itu memang persoalan atau masalah. Sedangkan esai informal adalah esai yang
mengungkapkan persoalan berdasarkan kesan pribadi penulisannya sehingga menunjukkan hasil
pikiran dan perasaannnya.

Albert dalam Djuharie dan Suherli (2001 : 115) menunjukkan perbedaan kedua jenis esai
itu dengan tiga aspek pembedaan, yakni sebagai berikut.

Aspek-aspek Esai Formal Esai Informal


Maksud Mengajar, meyakinkan Menyajikan impresi-impresi pribadi
Nada Biasanya serius Biasanya ringan
Perkembangannya Tegas dan teratur Bebas dan beranekaragam
Penggunaan bahasa

Ragam bahasa yang digunakan dalam penulisan esai adalah bahasa baku. Taiwo (1976 :
8) menyatakan, esai sebaiknya bebas dari kesalahan mekani, kesalahan tata bahasa, tanda baca,
dan ejaan. Semua hal itu mendatangkan hasil kerja yang baik dan membuat esai mudah dibaca.

Langkah-langkah Penulisan Esai

Esai terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Langkah-langkah
penulisannya dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Penulisan pendahuluan

18
Pendahuluan adalah bagian permulaan esai. Selain dapat mempersiapkan pikiran
pembaca untuk mengikuti uraian bagian isi esai, bagian pendahuluan harus diupayakan
dapat memotivasi pembaca untuk membaca keseluruhan uraian yang terdapat dalam esai.
2. Penulisan isi
Dalam bagian ini masalah yang telah diperkenalkan dalam bagian pendahuluan, dibahas
dengan cara-cara yang dapat menarik perhatian pembaca. Dalam bagian ini pembahasan
masalah tidak berakhir dengan solusi atau jalan keluar dari permasalahan.
3. Penulisan penutup
Dalam bagian ini yang dominan bukan menunjukkan gambaran ringkas keseluruhan
uraian pembahasan, melainkan menjadikan masalah itu sebagai persoalan kembali. Itu
berarti bahwa penulis memberi kesempatan kepada pembaca untuk memecahkannya.

BAB III

PENULISAN RESENSI

` Resensi dapat diartikan sebagai tulisan tentang timbangan buku atau wawasan tentang
baik atau kurang baik nya kualitas suatu tulisan yang terdapat didalam satu buku. Resensi adalah
suatu ulasan atau tulisanmengenai nilai sebuah hasil karya atau buku.

Penulisan resensi bertujuan untuk :

1. Memperkenalkan satu karya kepada orang lain yang belum membaca atau
menyaksikannya.
2. Membantu pembaca dalam menentukan perlu tidaknya membaca atau menyaksikan suatu
karya.
3. Menghargai keunggulan suatu karya.
4. Member pujian atas bobot ilmiahsuatu karya ilmiah atau nilai seni suatu karya seni.
5. Member kritik terhadap suatu karya.

Langkah-langkah yang di tempuh dalam menulis resensi buku, secara rinci dijelaskan sebagai
berikut :

1. Membaca buku yang di resensi


Pada langkah ini penulis membaca buku yang di resensi secara keseluruhan

19
2. Mencermati setiap kalimat dan paragraph
Padalangkah ini penulis mencermati setiap kalimat untuk mendapatkan pokok kalimat
atau inti kalimat, lalu mencermati setiapparagraf untuk mendapatkan pikiran pokok atau
pikiran utamanya.
3. Menulis resensi buku
Pertama penulis mencatat identitas buku, nama pengarang, tebal buku, jumlah halaman,
nama penerbit, tempat dan tahun terbit. Kedua, menguraikan jenis buku. Ketiga, penulis
memaparkan secara objektif kelebihan dan kekurangan buku atau karya yang diresensi.
Keempat, penulis memberikan simpulan tentang buku. Kelima, penulis memberi
penilaian dengan memutuskan baik-buruknya buku itu dibaca oleh siapa dan kalangan
mana.
4. Membeli judul resensi
Karena pada langkah ini naskah resensi sudah selesai ditulis, penulisdapat menentukan
judul resensi dengan lebih mudah.

BAB IV

PENULISAN BERITA

Berita adalah catatan imformasi yang menarik, penting, dan lengkap yang dapat diproleh
tentang sesuatu yang dipikirkan, diucapkan, dilihat, dilakukan, oleh seseorang. Ini berarti bahwa
berita berisi imformasi yang menarik, penting, dan lengkap dapat berupa fakta, yaitu sesuatu
yang dilihat atau dilakukan dan dapat pula berupa idea tau pendapat yaitu sesuatu yang dapat
dipikirkan atau di ucapkan. Berita yang disajikan secara tertulis yaitu melalui media cetak seperti
surat kabar dan majalah dan ada yang disajikan secara lisan melalui media elektronik seperti
radio dan televisi.

Penggunaan kata dalam berita yang pertama,berita di tulis dengan menggunakan kata-
kata yang ekonomis. Penggunaan kata atau istilah asing dan daerah harus di hindarkan dalam
penulisan berita karena dapat menimbulkan kesukaran bagirepublik dalam memahami berita.
Dalam menulis berita penulis hendaknya menghindarkan penggunaan ungkapan klise yang
sering di pakai dalam transisi berita seperti kata sementara itu, dapat di tambahkan perlu
diketahui, dalam rangka. Kata kerja harus digunakan sebanyak mungkin sesuai dengan

20
keperluannya dalam menulis berita. Dalam menulis berita penulis harus mengurangi penggunaan
kata sifat, artinya penulis harusmenghindarkan kata sifat yang berlebihan. Dalam penulisan new
bulletin seperti hard news, straight bahasa, lebih-lebih yang tidak bersifat menjelaskan harus di
hindarkan karena menimbulkan unsur subjektif yang merusak makna berita itu sendiri. Unsur
mewujudkan kejelasan berita, penggunaan singkatan ataupun akronim dalam penulisan berita
harus dibatasi, penggunaanyadilakukan hanya keterbatasan teknis.

Teknik peyusunan berita adalah cara menyusun urutan bagian-bagian berita dalam menulis suatu
berita. Ada tiga tehnik yaitu:

1. TeknikPiramid terbalik adalah cara menyusun urutan bagian-bagianberita dengan


menempatkan bagian berita yang dianggap sangat penting pada bagian yang paling awal,
lalu disusun dengan penembatan bagian berita yang kurang penting di bagian akhir.
2. Teknik Piramid adalah cara menyusun urutan bagian-bagian berita dengan menempatkan
bagian berita yang dianggap kurang penting pada bagian awal, lalu di susul dengan
penempatan berita yang dianggap penting, kemudian bagian berita yang paling penting
pada akhir berita.
3. Teknik kronologis adalah cara menyusun urutan bagian berita dengan tidak berdasar pada
mana yang penting dan mana yang kurang penting.

BAB V

PENULISAN TAJUK RENCANA

A. Pengertian tajuk rencana

Kata tajuk berarti tingkat atau jenjang. Tajuk rencana berarti tulisan atau karangan pokok
dalam surat kabar atau majalah. Suryamiharja dkk menyataknan tajuk rencana adalah tulisan
utama dalam penulisan pers biasanya pada surat kabar harian dan majlah mingguan.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tajuk rencana adalah karya tulis
yang berisi uraian singkat logis dan menarik perhatian tentang opini dan pandangan lembaga
penerbitan terhadap suatu fenomena yang timbul dan berkembang dalam masyarakat.

Ada beberapa bentuk tajuk rencana, antara lain :

21
1) memberi penjelasan, yaitu menjelaskan berita terpenting pada suatu saat;
2) menjelaskan latar belakang terjadinya suatu masalah atau peristiwa, yaitu meletakkan
suatu berita dalam perspektif sejarah dan untuk itu, tajuk rencana dapat ditulis dengan
melukiskan keterhubungan peristiwaperistiwa terpisah, baik di bidang politik, ekonomi
maupun sosial;
3) membuat perkiraan masa depan berdasarkan masalah atau peristiwa yang sedang terjadi ;
dan
4) menyampaikan pertimbangan moral berdasarkan kebenaran yang bisa diterima di semua
lapisan masyarakat.
B. Penggunaan Bahasa
Sekalipun yang di uraiankan dalam penulisan tajuk rencana adalah opini atau pandangan
terhadap suatu masalah atau pembicaraannya yang bersifat lucu, penulisan yang ditunjuk adalah
harus menggunakan Bahasa baku tulis dengan baik dengan benar. Ini berarti bahwa dalam
penulisa tajuk rencana, penulis harus menggunakan kaidah Bahasa baku dan bertaan asas kaidah
ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.

C. Kriteria Topik Tajuk Rencana


Selain memenuhi kriteria topik tulisan secara umum, topik tajuk rencana harus
pula memenuhi beberapa kriteria khusus, yakni sebagai berikut.
1) Topik tajuk rencana harus merujuk pada fenomena atau peristiwa yang aktual dan
kontroversial mempunyai daya untuk menarik perhatian pembaca.
2) Topik tajuk rencana harus sesuai dengan visi, misi, dan media penerbitan. Karena setiap
media penerbitan biasanya mempunyai visi dan misi.
3) Topik tajuk rencana harus sesuai dengan wilayah sirkulasi penerbitan media. Karena
setiap media massa mempunyai tingkatan sirkulasi. Ada media massa yang mempunyai
tingkatan sirkulasi nasional, ada yang regional, dan ada pula yang daerah.
4) Topik tajuk rencana harus berpijak pada standar jurnalistik, seperti aktualitas,
objektivitas, akurasi, dan lain-lain. Topik yang tidak relevan dengan hal-hal tersebut,
dianggap kurang baik.

22
5) Topik tajuk rencana tidak boleh bertentangan dengan aspek ideologis, yuridis, sosiologis,
dan etis yang terdapat dalam masyarakat, khususnya masyarakat Sesuai dengan cakupan
sirkulasi media tersebut, dan
6) Topik tajuk rencana harus berorientasi pada nilai-nilai luhu1, peradaban, kemanusiaan,
keadilan, kejujuran, persaudaraan, sampai penegakan supremasi hukum.
D. Karakteristik Judul Tajuk Rencana
Tajuk rencana harus mempunyai judul. Dalam hal ini, judul adalah nama atau kepala
tajuk rencana. judul tajuk rencana mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1) Provokatif
Judul yang provokatif adalah judul yang mampu membangkitkan perhatian dan minat
baca masyarakat.
2) Singkat padat
Judul yang singkat dan padat adalah judul yang tidak bertele-tele dan langsung pada
pokok bahasan.
3) Relevan
Judul yang relevan adalah judul yang sesuai dengan pokok bahasan, tidak menyimpang
dari topik, bahkan lebih baik kalau judul diambil dari topik.
4) Fungsional
lni berarti bahwa setiap kata yang membentuk judul itu, berdiri sendiri dan maknanya
tidak bergantung pada kata yang lain.
5) informal
Ini berarti bahwa judul tajuk rencana tidak formal, tidak seperti dalam karangan ilmiah:
makalah, skripsi, tesis; disertasi, dan buku teks. Namun, judul tajuk rencana hal ué
menarik, ati aktif, hidup, dan jelas.
E. Pembuatan kerangka tajuk rencana
Kerangka tajuk rencana tidak jauh berbeda dengan kerangka tulisan lainnya. Kerangka
tajuk rencana menurut Sumadiria seperti dikutip oleh jauhari (2009 : 218) terdiri dari
"penjelasan, kutipan, contoh, dan penutup." Keempat unsur kerangka tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut.
1) Penjelasan

23
Bagian ini berisi uraian pokok persoalan dengan urutan pembicaraan : jenis, ukuran, sifat,
fungsi, cakupan, dan dampaknya.
2) Kutipan
Penggunaan kutipan bertujuan untuk memperkuat argumen penulis di dalam
mengutarakan opini atau pandangannya terhadap pokok persoalan. Selain itu, kutipan
dapat digunakan sebagai landasan teoretis untuk memperkuat kredibilitas media.
3) Contoh
Bagian ini berisi contoh, yang penggunaannya bertujuan untuk memperjelas dan
menegaskan argumen yang diajukan dengan gambaran konkrit dan dapat dibuktikan
dengan pancaindera.
4) Penutup
Bagian ini berisi simpulan atas semua uraian pembahasan. Selain itu, pada bagian ini juga
diberikan himbauan terhadap pembaca untuk melakukan tindakan berdasarkan simpulan.
F. Langkah-langkah Penulisan Tajuk Rencana
Langkah-langkah penulisan tajuk rencana hampir sama dengan langkah-langkah
penulisan artikel. Langkahlangkah penulisan tajuk rencana dapat dijelaskan sebagai
berikut.
1) Mencari ide untuk dijadikan topik;
2) Menyeleksi dan menetapkan topik;
3) Memberi bobot substansi materi;
4) Menulis tajuk rencana.

BAB VI

PENULISAN ARTIKEL

A. Pengertian Artikel
Secara umum artikel diartikan dengan tulisan yang dipublikasikan memalui surat kabar
ataupun majalah. Suryamiharja dkk menyatakan artikel adalah karya tulis lengkap yang
dimuat dalam surt kabar, majalah, atau pernebitan berkala lainnya. Arikel biasanya
merupakan karya tulis khalaiyat di luar redaksi surat kabar atau majalah.
Artikel adalah karya tulis yang terlepas dari masalah actual yang bersifat opini pribadi
penulisnya.

24
B. Penggunaan Bahasa
Gaya Bahasa yang menonjol yang digunakan dalam penulisan artikel adalah gaya Bahasa
keilmuan dan gaya bahasa media massa. Gaya Bahasa keilmuan berfungsi
menyampaikan kebenaran ilmu beserta dalil-dalilnya yang logis dan objektif. Gaya
bahasa media masaa berfungsi menginformaikan suatu peristiwa atau fakta yang faktual.
C. Langkah-langkah penulisan artikel
Pada prinsipnya langlah-langkah penulisan artikel sama dengan langkah-lamgkah
penulisan jenis tulisan lainnya seperti essay dan makalah.
Artikel juga mempunyai bagian-bagiannya yaitu: pendahuluan pembahasan dan penutup.
1. Penulisan Pendahuluan

Yang ditulis pada bagian ini adalah gagasan-gagasan yang dipandang pening, menarik
minat konsumen, dan menunjukkan masalah yang hendak dipecahkan. Model yang dapat
digunakan untuk menulis bagian pendahuluan atau teras artikel yaitu: Model 5W1H; Model
penggoda; Model kutipan langsung; Model deskriptif; Model pertanyaan; Model ucapan
kondang; Model ringkasan; Model figurative

2. Penulisan Pembahasan

Penulisan pembahasan dilakukan dengan cara menguraikan pikiran pokok yang telah
dinyatakan didalam [Link] hal ini, uraian dibangun dengan mengembangkan sejumlah
paragraf yang disebut paragraph tubuh artikel. Pengambangan paragraph tubuh artikel dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a) Menggunakan model spiral


b) Menggunakan model rekatan
c) Menggunakan model blok
d) Menggunakan model tematik
e) Menggunakan model kronolohis
3. Penulisan Penutup

Dalam penulisannya bagian penutup diupayakan dapat berupa simpulan sementara atau
simpulan akhir. Paragraph penutup didalam bagian ini harus diupayakan dikembangkan
sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembaca.

25
Penulisan penutup dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Menggunakan model simpulan
b) Menggunakan model menggantung
c) Menggunakan model ringkasan

BAB VII

PENULISAN LAPORAN

A. Pengertian Laporan
Kata laporan terbentuk dari pokok kata lapar dan akhiran -an. Dalam hal ini, kata
melapor berarti memberitahu atau mengadu. Kata melaporkan berarti memberitahukan
atau mengabarkan. Lalu kata laporan diartikan dengan sesuatu yang dilaporkan.
Laporan ada yang disampaikan secara lisan dan ada pula secara tertulis. Namun,
kenyataan menunjukkan bahwa laporan yang disampaikan secara lisan pun, pada
umumnya ditulis terlebih dahulu dengan baik. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa
laporan adalah semacam karya tulis atau dokumen yang menyampaikan informasi tentang
suatu masalah yang telah diselidiki ataupun suatu tugas yang telah dilaksanakan.
Yang ditulis dalam laporan adalah hal-hal yang esensial saja, yaitu hal-hal pokok yang
berkaitan dengan tugas si penulis sendiri. Karena itu, penulis laporan harus menyadari
dan berusaha agar apa yang disampaikan itu, merupakan hal-hal yang penting, bukan
pengalaman pengalaman pribadi atau hal-hal yang kurang penting.

B. Penggunaan Bahasa
Laporan buku dan laporan penelitian tergolong ke dalam karya ilmiah. Dalam
kedua macam laporan itu, masalah dibahas secara ilmiah dan objektif. Oleh karena itu,
kedua macam laporan tersebut harus diteliti dengan menggunakan bahasa ragam baku
ilmiah. Dalam hal penggunaan bahasa, pilihan kata yang tepat dan sesuai sangat
menentukan efektifitas laporan dalam aktivitas berkomunikasi tulis. Mort (1983 : 85)
menyatakan , 'Kata-kata adalah hal yang sangat penting dalam penulisan laporan. Kata-
kata merupakan bahan mentah dasar suatu laporan. Suatu laporan tidak mungkin ada
tanpa kata-kata tersebut. Bahkan kejelasan makna tabel dan diagram dalam sebagian
besar laporan sangat bergantung pada kata-kata yang digunakan.”

26
C. Langkah-langkah Penulisan Laporan Buku
Berdasarkan sistematika laporan buku, langkah-langkah penulisan laporan buku
dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Penulisan Pendahuluan
2. Penulisan Isi Buku
3. Penulisan Komentar
4. Penulisan Simpulan
D. Langkah-langkah Penulisan Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah karya tulis yang dibuat berdasarkan penelitian ilmiah terhadap
suatu fenomena atau masalah. Format laporan penelitian ada dua macam. yakni format bebas dan
format tetap. Dalam format Iaporan bebas jumlah bab serta bagian-bagiannya tidak dibatasi.
Format laporan tetap mengikuti peraturan tertentu, baik mengenai jumlah babnya maupun
bagian-bagian babnya (subbab). Berdasarkan jenis datanya, laporan penelitian dapat dibedakan
atas laporan penelitian kualitatif dan laporan penelitian kuantitatif.

Penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengungkapkan fenomena secara menyeluruh dan


kontekstual. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif harus mampu memberi gambaran yang
utuh dan kontekstual tentang topik yang diteliti. Penulisan laporan penelitian kualitatif dimulai
dengan penulisan halaman judul, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar
lampiran ; dan diakhiri dengan penuhsan daftar pustaka, serta lampiran. Selanjutnya, menurut
Saukah seperti dikutip Jauhari (2009 : 181), “Ada tiga format laporan penelitian kualitatif, yakni
format tetap, format semi bebas, dan format bebas.”. Dalam pembicaraan ini tahapan-tahapan
yang terlihat dalam setiap macam format itulah, yang dimaksud dengan Iangkah-langkah
penulisan laporan penelitian kualitatif.

BAB VIII

PENULISAN MAKALAH

Pengertian Makalah

27
Makalah adalah sejenis tulisan yang berisi pembahasan secara ilmiah tentang suatu
masalah, baik untuk dipublikasikan atau diterbitkan maupun untuk disajikan atau dibacakan
dalam diskusi ilmiah, seminar, konvensi, simposium, kongres, da sebagainya.

Penggunaan Bahasa

Bahasa ilmiah adalah ragam bahasa yang objektif. Oleh karena itu, penggunaan bahasa
dalam makalah tidak boleh menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam terhadap ide,
gagasan, ataupun opini yang dikemukakan di dalamnya.

Langkah-langkah Penulisan Makalah

1. Penulisan Pendahuluan
Untuk mencapai tujuan itu, hal-hal yang biasa ditulis pada bagian pendahuluan
makalah adalah sebagai berikut :
1. Harapan dalam konteks topik yang digarap
2. Fenomena
3. Kesenjangan
4. Rumusan Masalah
5. Teori, Pandagan, dan Sikap
6. Istilah’
2. Penulisan Pembahasan
Bertujuan untuk menemukan atau memperoleh jawaban yang jelas dan logis terhadap
masalah atau pertanyaan yang harus dijawab dalam makalah itu.
3. Penulisan Penutup
Bertujuan untuk memberi simpulan dan saran.
Simpulan merupakan gambaran ringkas hasil pembahasan. Ini berarti bahwa simpulan
merupakan pernyataan-pernyataan umum yang diturunkan dari uraian setiap butir
pembicaraan yang terdapat pada bagian pembahasan.
Saran merupakan permintaan yang bertujuan untuk mengatasi atau menyelesaikan
masalah yang berkait dengan hasil pembahasan.

Enumerasi

28
Enumerasi diartikan dengan tata penomoran butir-butir pembicaraan dalam penulis
makalah.

Penulisan Kutipan

Kutipan adalah fakta, ide, opini, atau pendapatan yang dikutip dari sumber tertulis untuk
mendukung atau memperjelas argumen, posisi, atau opini penulis dalam suatu karya ilmiah.

BAB IX

PENULISAN SKRIPSI

Skripsi adalah salah satu jenis karya ilmiah. Skripsi adalah karya ilmiah ynag dibuat oleh
mahasiswa sastra satu (S1) sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Skripsi
berisi proses dan hasil penelitian, baik penelitian studi pustaka maupun penelitian lapangan.
Skripsi hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan
data empiris di lapangan.

Adapun jenis penelitian dikelompokkan menjadi dua, yaitu penelitian kuantitatif dan
penelitian kualitatif. Sedangkan skripsi hasil penelitian kajian kepustakaan adalah telaah yang
dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan
kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.

Bahan pustaka menjadi sumber primer dalam penelitian. Penelitian kepustakaan juga
dapat dibedakan menjadi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hanya saja umumnya penelitian
kepustakaan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam skripsi memuat data dan fakta yang
objektif. Sumber data itu memuat hasil penelitian baik penelitian lapangan (field research)
maupun kajian kepustakaan (library research).

Khusus untuk penelitian lapangan (field research) dapat menggunakan jenis metode
penelitian kualitatif (qualitative research). Metode ini adalah metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat postpositifisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang
alamiah. Peneliti adalah instrument kunci. Analisis datanya bersifat induktif kualitatif dan hasil
penelitian menekankan pada makna dari generalisasi. Instrumen penelitiannya adalah wawancara
mendalam, studi dokumentasi dan observasi.

29
Metode penelitian kuantitatif (Quantitative research) merupakanmetode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positifisme. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan
secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Instrumen
utamanya adalah angket (quetionare), studi dokumen, observasi dan wawancara untuk
mendukung hasil analisa data.

Bahasa yang digunakan dalam penulisan skripsi berpedoman dengan bahasa Indonesia
yang baik (Ejaan Yang Disempurnakan --- EYD) sebagai bahasa pengantar nasional. Skripsi juga
boleh ditulis menggunakan bahasa asing (Inggris dan Arab).

Langkah-langkah penulisan skripsi penelitian kuantitatif:


BAB II PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Identifikasi masalah
C. Pembatasan masalah
D. Rumusan masalah
E. Tujuan penelitian
F. Manfaat penelitian
BAB II KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS
PENELITIAN
A. Kajian teoretis
B. Kerangka berpikir
C. Hipotesis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Tempat dan waktu penelitian
B. Metode penelitian
C. Populasi dan sampel
D. Desain penelitian
E. Variabel dan defenisi operasional variabel
F. Prosedur pelaksanaan perlakuan

30
G. Pengumpulan data dan instrumen penelitian
H. Organisasi penganalisisan data
I. Teknik analisis data
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi data
B. Pengujian persyaratan analisis
C. Pengujian hipotesis
D. Temuan penelitian
E. Pembahasan hasil penelitian
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran

2.6 RINGKASAN BUKU PEMBANDING II


A. PENDAHULUAN

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Di Indonesia tumbuh dan be rkembang bahasa
yang beragam ragam. Sebagian besar orang Indonesia menguasai atau menggunakan beberapa
bahasa sekaligus.

1. Bahasa Nasional dan Bahasa Negara

Bagi bangsa Indonesia, tentu saja bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat
penting karena bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa persatuan dan bahasa
negara sekaligus. Sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia mempunyai fungsi
sebagai lambang kebanggaan dan identitas nasional, serta alat pemersatu berbagai
su ku bangsa yang berbedabeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya. Secara lebih
rinci, dalam kedudukan itu bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan,
bahasa pengantar di dunia pendidikan, bahasa perhubungan pada tingkat nasional
untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan bahasa
resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta
teknologi modern.

31
2. Bahasa Daerah

Bahasa daerah adalah bahasa bahasa suku bangsa di Indonesia. Bahasa ini
jumlahnya sangat banyak dan digunakan menyebar di seluruh daerah di Indonesia. Bahasa
daerah berfungsi sebagai lambang kebanggaan dan lambang identitas daerah, alat
perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah, dan sarana pendukung budaya
daerah dan bahasa Indonesia

3. Bahasa Asing

Bahasa asing diberi batasan sebagai bahasa bahasa di Indonesia selain bahasa
Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa asing mempunyai fungsi sebagai alat
perhubungan antarbangsa dan sarana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern
untuk pembangunan nasional.

B. Bahasa Indonesia Baku

Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam masyarakat mu ltikultural. Oleh karena
itu, bahasa Indonesia mempunyai varian yang sangat banyak, baik varian akibat perbedaan
daerah penggunaan maupun varian akibat kelompok sosial penggunanya. Perbedaan varian itu
di satu sisi dapat dijadikan ciri yang menunjukkan dari daerah mana atau kelompok mana
seorang penutur berasal, di sisi yang lain merupakan perbedaan yang mengganggu interaksi
sosial antar kelompok yang menggunakan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, untuk keperluan
kedua itu, perlu ditetapkan bahasa Indonesia baku yang mewakili setiap varian yang ada.
Bahasa Indonesia baku memiliki ciri cendekia.

[Link] bahasa Indonesia sebagai bahasa negara membawa konsekuensi


Bahasa Indonesia harus mampu mengemban tujuan nasional bangsa Indonesia, yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam kehidupan bangsa yang cerdas, setiap warga negara,
apalagi mereka yang telah terdidik, tidak hanya harus mampu memahami berbagai informasi,
tetapi juga mampu menjelaskan, menerapkan, mengevaluasi, dan bahkan mampu mencipta ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta seni (ipteks), baik sebagai bentuk implementasi maupun
inovasi. Untuk itu, diperlukan kemahiran mewujudkan teks sebagai bentuk terlengkap
komunikasi berbahasa.

32
[Link] dan Desain Pembelajaran

Pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi merupakan proses pembentukan


miniatur kehidupan bahasa negara di masyarakat. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia
ini, kampus menjadi arena utama pengembangan bahasa Indonesia sebagai identitas
negara dan ekspresi diri bangsa yang lebih bermartabat.

(1) Pembelajaran Tematik

Metode ini bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap


pembelajaran, dan pemikiran yang kreatif dalam menggunakan teks tertentu (tematik)
untuk membangun sebuah konteks yang baru.

(2) Pembelajaran Berbasis Saintifik

Metode belajar ini mengutamakan kaidah kaidah ilmiah, objektif, terukur, dan
sistematis dalam melakukan pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan
penjelasan tentang suatu teks.

(3) Pembelajaran Berbasis Proyek

Pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang berorientasi proses, relatif


berjangka waktu, dan berfokus pada masalah tertentu. Metode ini
mengedepankan kolaborasi dalam kelompok yang heterogen untuk merancang sebuah
proyek tertentu.

(4) Pembelajaran Berbasis Masalah

Metode ini berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual. Dengan metode belajar ini, sivitas
akademik disodorkan pada suatu masalah, yang kemudian melalui pemecahan
masalah tersebut mereka dapat memperoleh keterampilan - keterampilan baru yang
lebih mendasar.

(5) Pembelajaran Kolaboratif

Pembelajaran kolaboratif adalah suatu metode pembelajaran yang di dalam prosesnya,


sivitas akademik, baik yang berasal dari disiplin ilmu yang sama maupun dari berbagai disiplin

33
ilmu yang berbeda, bekerja sama mengeksplorasi sebuah pertanyaan spesifik atau bekerja
sama merancang sebuah proyek bersama.

[Link] Berbasis Teks

Pembelajaran berbasis teks atau pembelajaran berbasis genre mengandung makna bahwa
teks beserta unsure unsur di dalamnya menjadi bahan dasar pembelajaran. Mahasiswa
tidak hanya mempelajari isi dan kaidah kaidah tentang teks, tetapi juga mempelajari nilai
nilai sosial yang terungkap di dalamnya. (Poin ini dibicarakan secara khusus pada Bagian
E)Hasil pembelajaran diukur dengan lima cara, yaitu penilaian otentik, portofolio,
penilaian diri, dan tes pen capaian hasil belajar.

1. Teks sebagai Bahan Dasar Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, perlu ditunjukkan bahwa unsure -unsur dan struktur teks itu
digunakan di dalam teks untuk memenuhi fungsi/tujuan sosialnya. Karena teks yang satu
memiliki fungsi/tujuan sosial yang berbeda, teks yang berbeda juga memanfaatkan unsur-
unsur kebahasaan dan struktur teks yang berbeda pula.

2. Jenis- jenis Teks

Genre sebagai jenis teks, dapat digolongkan menjadi genre faktual dan genre fiksional atau
genre rekaan. Genre faktual adalah jenis teks yang dibuat berdasarkan kejadian, Peristiwa, atau
keadaan nyata yang berada di sekitar lingkungan hidup. Genre fiksional adalah jenis teks
yang dibuat berdasarkan imajinasi, bukan berdasarkan kenyataan yang sesungguhnya. Genre
faktual meliputi: laporan, deskripsi, prosedur, rekon (recount) , eksplanasi, eksposisi, dan
diskusi. Sementara itu, genre fiksional mencakup: rekon, anekdot, cerita/ naratif dan
eksemplum. Genre yang dipelajari pada mata kuliah Bahasa Indonesia adalah genre faktual,
bukan genre fiksional.

4. Prinsip- prinsip Pembelajaran Berbasis Teks

Pada pengajaran dan pembelajaran berbasis teks, terdapat empat tahap yang harus ditempuh
(Rose & Martin, 2012), yaitu:

(1) tahap pembangunan konteks,

34
(2) tahap pemodelan teks,

(3) tahap pembuatan teks secara bersama- sama,

(4) tahap pembuatan teks secara mandiri.

BAB I MENGEKSPLORASI TEKS AKADEMIK DALAM GENRE MAKRO

A. Membangun Konteks Teks Akademik

Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku,
ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.
Jenis- jenis tersebut merupakan genre makro yang masing- masing di dalamnya terkandung
campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi, eksposisi,
dan diskusi. Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah jenis teks secara
keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre - subgenre yang lebih kecil yang terdapat di
dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut.

B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Akademik

Teks akademik atau yang juga sering disebut teks ilmiah berbeda dengan teks
nonakademik atau teks nonilmiah. Teks akademik dan teks n onakademik ditandai oleh
ciri- ciri tertentu. Untuk membedakan keduanya, Anda harus menelusuri cirri - ciri tersebut.
Dengan memahami cirri - ciri teks akademik, Anda akan merasa yakin bahwa jenis teks
tersebut memang penting bagi kehidupan akademik Anda. Terbukti bahwa dalam menjalani
kehidupan akademik, Anda harus membaca dan mencipta teks akademik

C. Membangun Teks Akademik secara Bersama-sama

Teks - teks akademik yang dipilih untuk pembahasan pada buku ini adalah ulasan
buku, proposal, laporan, dan artikel ilmiah. Meskipun setiap genre makro itu mempunyai
ciri-ciri khusus, secara umum teks akademik dalam berbagai makro mempunyai ciri-ciri
yang sama.

[Link] dan Mengevaluasi Lebih Jauh Ciri- ciri Teks Akademilk

35
Pada subbab ini, pembahasan dipusatkan pada persamaan dan perbedaan yang
tecermin dari ciri- ciri keilmiahan teks-teks tersebut dalam mengungkapkan makna
metafungsional yang meliputi makna ideasional, interpersonal, dan tekstual. Dengan
demikian, satu bukti dapat digunakan untuk menjelaskan lebih dari satu ciri.

a. Teks Akademik Bersifat Sederhana dalam Struktur Kalimat

b. Teks Akademik Padat Informasi

c. Teks Akademik Padat Kata Leksikal

d. Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Nominalisasi

e. Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Metafora Gramatika melalui Ungkapan Inkongruen

f. Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Istilah Teknis

g. Teks Akademik Bersifat Taksonomik dan Abstrak

h. Teks Akademik Banyak Me

i. Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Proses Relasional Identifikatif dan

j. Teks Akademik Bersifat Monologis dengan Banyak Mendayagunakan Kalimat Indikatif-


Deklaratif

k. Teks Akademik Memanfaatkan Bentuk Pasif untuk Menekankan Pokok Persoalan, bukan
Pelaku; dan Akibatnya, Teks Akademik Menjadi Objektif, bukan Subjektif

l. Teks Akademik Seharusnya tidak Mengandung Kalimat Takgramatikal

m. Teks Akademik Tergolong ke dalam Genre Faktual bukan Genre Fiksional

[Link] Teks Akademik dalam Berbagai Genre Makro

a. Ulasan Buku

36
Buku dapat dikelompokkan menjadi buku ajar dan buku referensi. Sesuai dengan namanya,
buku referensi adalah buku yang digunakan sebagai referensi atau bahan rujukan pada saat
orang menyusun karya ilmiah.

b. Proposal

Proposal merupakan tulisan yang berisi rancangan penelitian atau rancangan


kegiatan. Proposal dapat berupa proposal penelitian atau proposal kegiatan. Proposal
penelitian memiliki struktur teks pendahuluan^ landasan teori dan tinjauan pustaka^metodologi
penelitian. Adapun proposal kegiatan memiliki struktur teks pendahuluan^tata laksana
kegiatan^penutup.

c. Laporan

Laporan dapat dikelompokkan menjadi laporan penelitian dan laporan kegiatan Laporan
penelitian ditata dengan struktur teks: pendahuluan, landasan teoretis dan tinjauan pustaka,
metodologi penelitian hasil pembahasan dan penutup. Adapun laporan kegiatan mempunyai
struktur teks yang lebih fleksibel, sesuai dengan cakupan kegiatan yang dilaporkan itu.
Akan tetapi, pada umumnya, struktur teks laporan kegiatan adalah pendahuluan,deskripsi
kegiatan,pelaksanaan ,kegiatan,[Link]-masing tahapan pada struktur teks tersebut
mengandung genre mikro yang berbeda-beda, sesuai dengan fungsi retoris masing-
masing.

[Link] Ilmiah

Artikel ilmiah dapat dikelompokkan menjadi artikel penelitian dan artikel konseptual.
Anda akan mempelajari cara menyusun artikel ilmiah pada Bab V. Pada dasarnya artikel
penelitian adalah laporan penelitian yang disusun dalam bentuk artikel. Oleh sebab itu, tidak
mengherankan apabila struktur teks artikel penelitian sama dengan struktur teks laporan
penelitian, yaitu: abstrak,pendahuluan,tinjauan pustaka metodologi penelitian,hasil dan
pembahasan simpulan Di pihak lain, artikel konseptual adalah artikel sebagai hasil pemikiran
mengenai sesuatu secara konseptual. Artikel konseptual disusun dengan struktur teks yang
lebih fleksibel, bergantung kepada cakupun pokok persoalan dan konsep atau teori
yang digunakan untuk membicarakan pokok persoalan tersebut. Setiap tahapan pada

37
struktur teks artikel ilmiah mengandung genre mikro yang berbeda- beda sesuai dengan
fungsi retoris masing-masing tahapan tersebut.

BAB II

MENJELAJAH DUNIA PUSTAKA

A. Membangun Konteks Teks Ulasan Buku

Sebagai insan akademik, Anda tentu harus membaca karya- karya ilmiah, antara lain
buku. Pada saat Anda membaca buku, Anda harus mencernanya dengan seksama agar
Anda dapat memahami isinya. Di pihak lain, Anda perlu mengomunikasikan pemahaman
Anda itu dalam berbagai bentuk untuk keperluan presentasi atau menulis, seperti proposal
penelitian, laporan penelitian, artikel ilmiah, tugas akhir, atau skripsi.

B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Ulasan Buku

[Link] Model Teks Ulasan Buku

a. Struktur Teks dan Hubungan Genre pada Teks Ulasan Buku

Bagaimana jawaban Anda dari pertanyaan tentang cara menyusun teks ulasan buku?
Setelah Anda mengobservasi teks ulasan buku di atas, Anda mendapati bahwa teks ulasan buku
disusun dengan struktur teks identitas ,orientasi,tafsiran ,isi,evaluasi,rangkuman evaluasi.

1) Identitas

2) Orientasi

3) Tahapan Tafsiran Isi

4) Evaluasi

5) Rangkuman Evaluasi

[Link] tentang Struktur Teks dan Hubungan Genre pada Teks Ulasan Buku

Fungsi retoris perlu dibedakan dengan fungsi sosialMenganalisis Aspek Penilaian,


Formulasi Bahasa, dan Manfaat Teks Ulasan Buku.

38
a. Menganalisis Aspek Penilaian

Terbukti bahwa memahami ulasan buku merupakan keharusan bagi mahasiswa. Sebelum
Anda mengajukan pertanyaan untuk menganalisis ulasan buku, kerjakanlah tugas di bawah ini
terlebih dahulu.

[Link] Formulasi Bahasa Evaluasi

Pada saat Anda menelusuri setiap tahapan dalam teks ulasan buku, Anda sudah menaruh
perhatian pada formulasi bahasa. Kali ini, Anda hanya akan menganalisis formulasi
bahasa pada Tahapan Evaluasi.

C. Membangun Teks Ulasan Buku secara Bersama -sama

1. Merekonstruksi Teks Ulasan Buku

Anda diminta untuk merekonstruksi teks ulasan buku. Ada tiga teks ulasan yang
dijadikan bahan rekonstruksi. Teks yang pertama adalah teks ulasan terhadap buku hasil
terjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Dua teks yang lain adalah ulasan
terhadap buku bahasa yang ditulis dalam bahasa Inggris

2. Membuat Teks Ulasan Buku

Seorang pengulas pada prinsipnya adalah kritikus. Dalam mengulas sebuah buku atau
bahan lain, ia harus bersikap jujur dalam mengungkapkan pendapat dan pandangannya.
Untuk menghasilkan ulasan yang baik, diperlukanlah prosedur yang
mengandung langkah- langkah operasional. Langkah-langkah itu adalah dapat diuraikan
sebagai berikut

 Membaca buku yang diulas


 Maembaca secara kritis
 Membuat ringkasan
 Menentukan kriteria penilaian
 Mencari buku pembanding dan referensi untuk rujukan
 Menulis ulasan yang dimaksud

39
BAB III

MENDESAIN PROPOSAL PENELITIAN DAN PROPOSAL KEGIATAN

A. Membangun Konteks Teks Proposal

Sebelum Anda mempelajari teks proposal lebih jauh, Anda diminta untuk
mengeksplorasi terlebih dahulu sejumlah persoalan yang dapat menunjukkan jalan ke arah
penyusunan proposal.

B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks

Proposal Hal penting yang hendaknya Anda perhatikan dalam mendesain proposal
sebagai genre makro adalah bahwa seluruh isi dan gagasan dalam proposal seharusnya
disampaikan dengan bahasa Indonesia yang baku.

1. Menelusuri Model Teks Proposal


Baik proposal penelitian maupun proposal kegiatan disusun menurut struktur teks
tertentu. Untuk kelengkapan proposal penelitian, di bawah ini juga akan dibahas
cara memformulasikan daftar pustaka menurut konvensi tertentu. Akan tetapi, cara
penulisan lampiran tidak dibahas.
1) Pendahuluan
Tahapan Pendahuluan pada proposal penelitian mengandung unsur (1) latar
belakang penelitian, (2) rumusan masalah penelitian, (3) tujuan penelitian, (4) ruang lingkup
penelitian, dan (5) hipotesis.
2) Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
Sesuai dengan namanya, ada dua unsur yang disampaikan pada Tahapan Landasan Teori
dan Tinjauan Pustaka, yaitu landasan teori dan tinjauan pustaka. Landasan teori berfungsi
untuk menyajikan ulasan teoretis dengan memformulasikan sintesis teori yang akan digunakan
sebagai dasar pemecahan masalah yan g diteliti. Di pihak lain, tinjauan pustaka berfungsi untuk
menyajikan ulasan penelitian - penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yang kemudian
dibandingkan dengan penelitian yang akan dilakukan ini.
3) Metodologi Penelitian

40
Pada contoh proposal tentang eceng gondok di atas, Tahapan Metodologi Penelitian
meliputi: (1) waktu dan lokasi penelitian; (2) sumber data penelitian; dan (3) alur penelitian.
Unsur yang pertama mengandung pengertian bahwa penelitian akan dilaksanakan pada kurun
waktu dan di lokasi tertentu.
4) Daftar Pustaka

Meskipun tidak dimasukkan ke dalam tahapan pada struktur teks proposal penelitian, daftar
pustaka merupakan kelengkapan yang sangat penting. Model penulisan daftar pustaka
yang diikuti secara internasional pada umumnya adalah sistem APA (American
Psychological Association) atau sistem Harvard. Akan tetapi, penerbit buku atau jurnal
sering mempunyai sistem sendiri, meskipun biasanya merupakan hasil modifikasi dari
kedua sistem tersebut.

5) Simpulan tentang Struktur Teks dan Hubungan Genre pada Teks Proposal Penelitian
Unsur- unsur yang termuat dalam proposal disusun dalam sistematika tertentu. Masing-
masing perguruan tinggi memiliki struktur yang mungkin berbeda. Akan tetapi,
semuanya disusun secara sistematis dan logis, sehingga susunan itu mencerminkan
alur berpikir yang logis pula.

a. Menganalisis Struktur Teks dan Hubungan Genre pada Proposal Kegiatan

Dari penelusuran Anda terhadap proposal magang di atas, Anda mendapati bahwa
terdapat unsur- unsur proposal yang dijadikan bab atau subbab, yaitu pendahuluan, tata laksana
kegiatan, dan penutup. Secara berturut- turut, unsure - unsur tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut.
1) Pendahuluan
Tahapan Pendahuluan berisi uraian tentang latar belakang kegiatan yang akan
Dilaksanakan, pentingnya kegiatan itu dilaksanakan, tujuan, manfaat, dan strategi yang
akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
2) Tata Laksana Kegiatan

Tahapan Tata Laksana kegiatan adalah tahapan yang menyajikan strategi yang akan dilakukan
dalam melaksanakan kegiatan, termasuk langkah- langkah yang akan ditempuh.

41
3) Penutup

Tahapan Penutup digunakan untuk menyampaikan harapan agar setelah diusulkan proposal
kegiatan itu diterima dan menghasilkan sesuatu seperti yang direncanakan. Genre mikro yang
digunakan adalah deskripsi.

4) Simpulan tentang Struktur Teks dan Hubungan Genre pada Proposal Kegiatan

Setelah melakukan observasi dan analisis, Anda dapat membuat simpulan bahwa tahapan-
tahapan yang dimaksud pada proposal kegiatan adalah tahapan- tahapan yang membentuk
proposal itu secara keseluruhan.

C. Membangun Teks Proposal secara Bersama- sama

Pada bagian ini Anda diajak untuk menyusun teks proposal secara bersama -sama dengan
mencermati isi teks, struktur teks, hubungan antara genre makro dan genre mikro, serta
karakteristik bahasanya.

1. Merekonstruksi Teks Proposal

Pada dasarnya, merekonstruksi teks proposal adalah menyusun ulang teks tersebut
dengan cara yang berbeda. Dalam mengungkapkan hasil rekonstruksi, Anda boleh
menggunakan bahasa Anda sendiri, tetapi Anda harus tetap mempertahankan struktur teks,
isi, dan genre mikro yang ada.

2. Menyusun Teks Proposal yang Baru

Proposal yang akan Anda susun meliputi proposal penelitian dan proposal kegiatan. Proposal
penelitian atau proposal kegiatan yang akan Anda susun itu milik Anda sendiri,

BAB IV
MELAPORKAN HASIL PENELITIAN DAN HASIL KEGIATAN
A. Membangun Konteks Teks Laporan

42
Laporan penelitian atau laporan kegiatan yang dimaksudkan di sini adalah laporan pada
umumnya–yaitu bahwa setelah peneliti atau pelaksana kegiatan melaksanakan penelitian atau
kegiatan, mereka harus menyusun laporan.
Di pihak lain, laporan kegiatan tidak disusun berdasarkan penelitian, tetapi berdasarkan kegiatan,
misalnya latihan kerja (job training), magang (internship), seminar, lokakarya, pentas seni, dan
kegiatan kemahasiswaan yang lain. Mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan dituntut untuk
menulis laporan setelah mereka menyelesaikan kegiatan-kegiatan tersebut. Dengan demikian
terdapat dua jenis laporan kegiatan, yaitu laporan kegiatan secara umum dan laporan kegiatan
yang berupa TA. Namun demikian, perlu dicatat bahwa di lembaga pendidikan tertentu skripsi
juga sering disebut TA (yang tentu saja didasarkan pada penelitian), tetapi pada buku ini TA
dianggap sebagai laporan kegiatan nonpenelitian.
B. Menelusuri Model dan Menganalisis Teks Laporan
Melaporkan hasil penelitian atau hasil kegiatan (termasuk pengolahan dan analisis data)
dalam bentuk tulisan yang berterima tidaklah mudah. Sering sekali peneliti atau pelaksana
kegiatan mengabaikan pentingnya penulisan laporan, baik dari segi kebahasaan maupun dari segi
ketepatan waktu pelaporan. Padahal, pengabaian seperti itu merugikan karena dari segi yang
pertama, apabila laporan tidak disusun dengan formulasi bahasa yang sesuai (termasuk struktur
teks yang seharusnya), laporan itu akan sulit dipahami; sedangkan dari segi yang kedua, apabila
penelitian atau kegiatan itu tidak segera dilaporkan, hasil-hasil dan temuan-temuan penelitian
atau kegiatan tersebut tidak akan diketahui oleh berbagai pihak dengan cepat.
1. Menelusuri Model Teks Laporan
Laporan penelitian dan laporan kegiatan disusun menurut struktur teks tertentu. Struktur
teks itu terdiri atas tahapan-tahapan yang direalisasikan oleh genre mikro yang sesuai
dengan isi dan fungsi tahapan-tahapan tersebut.
2. Menganalisis Hubungan Genre pada Setiap Tahapan Teks Laporan
a. Menganalisis Hubungan Genre pada Setiap Tahapan Teks Laporan Penelitian
1) Abstrak
Abstrak merupakan bagian yang sangat penting dalam laporan penelitian. Pada laporan
penelitian, abstrak adalah genre mikro yang berisi ringkasan seluruh penelitian yang dilaporkan.
Pada konteks ini, abstrak juga disebut ringkasan atau intisari.
2) Pendahuluan

43
Pada laporan penelitian, pendahuluan merupakan tahapan yang berfungsi untuk
menyatakan latar belakang penelitian yang telah dilaksanakan, permasalahan yang diteliti, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, pentingnya masalah itu diteliti, dan pendekatan/metode/teknik
yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
3) Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
Tahapan Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka berisi dua hal. Yang pertama, adalah
landasan teori yang berfungsi untuk menyampaikan ulasan teori yang digunakan untuk
memecahkan masalah yang diteliti, dan yang kedua adalah tinjauan pustaka yang berfungsi
untuk menyatakan perbandingan antara penelitian yang dilaporkan itu dan penelitian-penelitian
sebelumnya.
4) Metodologi Penelitian
Tahapan Metodologi Penelitian berisi sajian tentang pendekatan, metode, dan teknik
penelitian yang diterapkan pada penelitian yang dilaporkan, termasuk langkah- langkah yang
ditempuh.
5) Hasil Penelitian dan Pembahasan
Tahapan Hasil Penelitian dan Pembahasan terdiri atas dua hal yang berbeda: hasil
penelitian dan pembahasan. Pada laporan penelitian, kedua hal itu dapat dijadikan satu bab,
dengan nama “Hasil Penelitian dan Pembahasan”, atau dijadikan dua bab, masing-masing
dengan nama “Hasil Penelitian” dan “Pembahasan”.
6) Penutup
Bab Penutup merupakan tahapan terakhir pada struktur teks laporan penelitian. Tahapan
ini biasanya mengandung dua unsur, yaitu simpulan dan saran. Selain kedua unsur itu, implikasi
penelitian juga sering dimasukkan ke dalam tahapan tersebut.
Untuk menyampaikan simpulan dan saran (termasuk implikasi hasil penelitian), genre mikro
yang digunakan adalah deskripsi dan atau meliputi eksposisi. Deskripsi digunakan untuk
memaparkan simpulan, yang tidak lain adalah jawaban langsung terhadap pertanyaan penelitian
yang telah disampaikan pada Tahapan Pendahuluan.
7) Daftar Pustaka dan Lampiran
Daftar pustaka dan lampiran tidak dimasukkan ke dalam struktur teks laporan penelitian,
meskipun dua hal itu penting. Peneliti (termasuk penulis) hendaknya memasukkan ke dalam

44
daftar pustaka semua sumber (yang berupa buku, artikel ilmiah/jurnal, atau terbitan lain) yang
digunakan sebagai acuan dalam membuat laporan penelitian.
8) Simpulan tentang Struktur Teks dan Hubungan Genre pada Laporan
Penelitian
Dari penelusuran Anda terhadap struktur teks dan genre mikro yang digunakan untuk
merealisasikan setiap tahapan yang ada di dalam laporan penelitian, Anda dapat menarik
simpulan bahwa menulis laporan penelitian merupakan rangkaian kegiatan setelah penelitian
dijalankan berdasarkan proposal yang telah didesain sebelumnya. Laporan penelitian
mengandung unsur-unsur yang saling terkait.
b. Menganalisis Hubungan Genre pada Setiap Tahapan Teks Laporan Kegiatan
1) Ringkasan
Meskipun ringkasan dan abstrak itu sama, abstrak laporan kegiatan lebih cocok disebut
ringkasan karena lebih merupakan intisari dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan. Ringkasan
laporan kegiatan mengandung unsur-unsur: (1) tujuan kegiatan, (2) deskripsi kegiatan, (3)
pelaksanaan kegiatan, serta (4) saran. Ringkasan laporan kegiatan berbeda dengan abstrak
laporan penelitian. Perbedaan itu terletak pada unsur-unsur pembentuknya. Pada laporan
kegiatan tidak terkandung landasan teori dan metodologi penelitian.

2) Pendahuluan
Tahapan Pendahuluan pada laporan kegiatan berfungsi untuk menyampaikan latar
belakang kegiatan yang telah dilaksanakan, gambaran tentang jenis dan bentuk kegiatan, tujuan,
manfaat, serta strategi yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
3) Deskripsi Kegiatan
Tahapan Deskripsi Kegiatan berisi paparan tentang nama kegiatan, lokasi kegiatan,
waktu kegiatan, dan pelaksana kegiatan. Nama kegiatan adalah kegiatan yang dilaksanakan itu
sendiri.
4) Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan berisi rangkaian tata cara pelaksanaan kegiatan. Tahapan
ini berfungsi untuk menguraikan kegiatan yang dilakukan, strategi yang digunakan dalam
melaksanakan kegiatan, kendala yang dihadapi, dan langkah-langkah yang ditempuh dalam
mengatasi kendala tersebut.

45
5) Penutup
Di satu sisi, Tahapan Penutup berisi pernyataan simpulan bahwa kegiatan yang
dimaksud telah dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat.
6) Daftar Pustaka dan Lampiran
Meskipun daftar pustaka dan lampiran itu penting–seperti telah diuraikan pada
pembicaraan tentang daftar pustaka dan lampiran untuk penelitian di atas–dua hal itu juga tidak
dimasukkan ke dalam struktur teks laporan kegiatan. Penyajian daftar pustaka diletakkan di
belakang setelah bab-bab inti.
7) Simpulan tentang Struktur Teks dan Hubungan Genre pada Laporan Kegiatan
Setelah dilakukan penelusuran terhadap struktur teks dan genre mikro yang digunakan
untuk merealisasikan setiap tahapan yang ada dalam laporan kegiatan, dapat ditarik simpulan
bahwa laporan kegiatan merupakan paparan hasil pelaksanaan kegiatan yang dibuat berdasarkan
proposal yang telah dirancang sebelumnya.
c. Menganalisis Ciri-ciri Akademik, Manfaat, dan Pihak yang Diberi Teks Laporan
1) Menganalisis Ciri-ciri Akademik Teks Laporan
Ciri-ciri teks akademik secara umum telah dibicarakan pada Bab I. Teks laporan
tergolong ke dalam teks akademik, sehingga tentu saja teks laporan mengandung ciri- ciri
tersebut.
2) Menganalisis Manfaat Teks Laporan
Berdasarkan waktu penyusunannya, laporan dapat dirinci menjadi laporan akhir dan
laporan kemajuan. Laporan akhir adalah laporan yang disusun setelah penelitian atau kegiatan
dilaksanakan Laporan akhir dapat digunakan untuk menilai apakah penelitian atau kegiatan itu
berhasil. Di pihak lain, laporan kemajuan adalah laporan yang disusun pada saat penelitian atau
kegiatan itu sedang berlangsung.
3)Menganalisis Pihak yang Diberi Teks Laporan
Apabila laporan yang Anda buat itu adalah laporan penelitian, laporan itu akan Anda
serahkan paling tidak kepada dosen pembimbing Anda dan kepada program studi, petugas
administrasi untuk keperluan pengarsipan, atau ke perpustakaan untuk bahan bacaan.
C. Membangun Teks Laporan secara Bersama- sama
1. Merekonstruksi Teks Laporan

46
Pada dasarnya, merekonstruksi teks laporan adalah menyusun kembali teks tersebut dengan
menggunakan bahasa Anda sendiri, tetapi dengan tetap mempertahankan struktur teks, isi, dan
genre mikro yang ada.
2. Menyusun Teks Laporan yang Baru
Laporan yang akan Anda susun meliputi laporan penelitian dan laporan kegiatan. Dalam
menyusun kedua jenis laporan itu, Anda masih mendasarkan diri pada model yang sudah ada.

BAB V
MENGAKTUALISASIKAN DIRI MELALUI ARTIKEL ILMIAH
A. .Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah merupakan salah satu jenis teks akademik. Artikel ilmiah biasanya
diterbitkan pada jurnal ilmiah, yaitu terbitan berkala yang berisi kajian-kajian ilmiah di bidang
tertentu (Rifai, 1995: 57-95). Jenis-jenis teks akademik yang lain adalah buku, laporan
penelitian, tesis, disertasi, ulasan, dan sebagainya. Telah Anda ketahui bahwa artikel ilmiah
dapat digolongkan menjadi artikel penelitian dan artikel nonpenelitian (serta artikel ilmiah
populer, sebagai subjenis yang lain). Sesuai dengan namanya, artikel penelitian didasarkan pada
penelitian. Adapun artikel ilmiah populer relatif sama dengan artikel konseptual, yaitu artikel
ilmiah yang lebih bergaya informal yang antara lain ditandai oleh penggunaan bahasa sehari-
hari. Apabila artikel penelitian dan artikel konseptual dipublikasikan di jurnal atau
dipresentasikan di forum seperti lokakarya dan seminar, artikel ilmiah populer biasanya dimuat
di koran atau majalah, khususnya di kolom opini.
1. Mengeksplorasi Struktur Teks pada Artikel Ilmiah
Baik artikel penelitian maupun artikel konseptual ditulis menurut konvensi yang berlaku
di masyarakat akademik, sedangkan artikel ilmiah populer tidak terlalu terikat oleh konvensi.
Secara berturut-turut semua jenis artikel itu akan Anda eksplorasi dengan mengacu kepada
pendapat beberapa ahli. Dengan cara ini, Anda akan memahami formulasi setiap jenis artikel
ilmiah dan akan dapat menulisnya dengan lebih baik.
a. Struktur Teks pada Artikel Penelitian dan Artikel Konseptual
Hal yang paling utama pada konvensi penulisan artikel penelitian adalah struktur
teksnya. Menurut Cargill dan O’Connor (2009: 9-13), artikel penelitian terikat oleh:
“conventional article structure: AIMRaD (Abstract, Introduction, Materials and Methods,

47
Results, and Discussion) and its variations”. Dalam bahasa Indonesia, struktur teks itu adalah
abstrak^pendahuluan^materi^metode^hasil^pembahasan. Konvensi ini juga dikenal dengan
IMRD(Introduction^Method^Results^Discussion–atau
Pendahuluan^Metode^Hasil^Pembahasan).
b. Struktur Teks pada Artikel Ilmiah Populer
Seperti struktur teks pada artikel konseptual, struktur teks pada artikel ilmiah populer
tidak kaku, bahkan sering disusun menurut kehendak penulisnya. Hal ini tidak berarti bahwa
artikel ilmiah populer tidak mempunyai struktur teks sama sekali. Pada umumnya, artikel ilmiah
populer dipublikasikan di koran atau majalah sebagai tulisan opini. Pada konteks ini, artikel
ilmiah populer dapat disebut artikel opini.
2. Menganalisis Hubungan Genre pada Teks Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah merupakan salah satu genre. Sebagai genre makro, artikel ilmiah
mengandung genre mikro yang terletak pada tahapan-tahapan atau bab-bab di dalamnya
(abstrak^pendahuluan^tinjauan pustaka^metodologi penelitian^hasil ^pembahasan^ simpulan
untuk artikel penelitian dan abstrak^pendahuluan^ tinjauan pustaka^ pembahasan^simpulan
untuk artikel non-penelitian). Setiap tahapan mengandung genre mikro yang berbeda-beda.
a. Hubungan Genre pada Teks Artikel Penelitian dan Teks Artikel Konseptual
Struktur teks artikel penelitian adalah abstrak^pendahuluan^tinjauan pustaka^
metodologi penelitian^hasil^pembahasan^simpulan. Di pihak lain, struktur teks artikel
konseptual adalah abstrak^pendahuluan^tinjauan pustaka^pembahasan^simpulan. Baik struktur
teks pada artikel penelitian maupun struktur teks pada artikel konseptual belum mencakup judul
artikel, daftar pustaka, dan lampiran.

b. Hubungan Genre pada Teks Artikel Ilmiah Populer


Telah dinyatakan di atas bahwa pada dasarnya artikel ilmiah populer sama dengan artikel
konseptual. Akan tetapi, dalam hal formulasi bahasa, artikel ilmiah populer disajikan dengan
gaya yang cenderung informal, sedangkan artikel konseptual (seperti artikel penelitian) disajikan
dengan gaya yang lebih formal. Ketidakformalan bahasa pada artikel ilmiah populer ditandai
oleh penggunaan ragam bahasa sehari-hari dan sedikit istilah teknis. Biasanya ragam bahasa
yang demikian itu akan lebih mudah diterima oleh pembaca awam.

48
3. Menganalisis Pentingnya Teks Artikel Ilmiah dan Media Publikasinya
a. Menganalisis Pentingnya Teks Artikel Ilmiah
Sebagai mahasiswa tentu saja Anda sering mendapatkan tugas dari dosen untuk
membuat tulisan yang disebut paper, esai, atau makalah. Tugas Anda itu sesungguhnya adalah
artikel ilmiah. Barangkali artikel yang Anda tulis itu pada umumnya merupakan artikel
konseptual. Artikel penelitian dan artikel ilmiah populer akan Anda tulis pada kesempatan lain.
Pada saatnya, Anda membuat artikel penelitian setelah Anda melakukan penelitian. Jadi
penelitian itu selain dapat dilaporkan ke dalam bentuk laporan penelitian juga dapat dilaporkan
ke dalam bentuk artikel penelitian. Pada kesempatan lain, Anda akan menulis artikel ilmiah
populer apabila Anda mengungkapkan gagasan dengan cara yang lebih informal melalui koran,
majalah, atau media sosial.
b. Menganalisis Media Publikasi Teks Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah dalam ketiga jenis itu dapat diterbitkan di berbagai forum dan media.
Selain dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah, artikel ilmiah (baik yang berupa penelitian maupun
yang konseptual) dapat disajikan di forum seminar, konferensi, dan lokakarya. Kegiatan itu pada
umumnya dilaksanakan secara periodik. Brosur tentang forum itu diedarkan secara luas, dan
bahkan ditayangkan di media maya. Brosur seperti itu berfungsi sebagai undangan (calls for
papers) untuk mempresentasikan artikel ilmiah.

49
50
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU UTAMA (DIKTAT)


Kelebihan Buku Kelemahan Buku

1. Sampul atau cover buku ini cukup menarik 1. Tampilan isi buku kurang menarik,karena hanya
karena dipadukan dengan warna yang dapat sangat sedikit penjelasan berupa gambar ,dan
meningkatkan minat bagi para pembaca warna yang digunakan juga hanya hitam putih.
untuk membaca buku ini.
2. Dalam buku ini terdapat soal-soal yang dapat 2. Sedikit juga terdapat kekurangan dalam
menguji para pembacanya sejauh mana isentitas buku ini yaitu tidak memiliki edisi
mereka dapat mengetahui tentang cetakan ke berapa serta ISBN dalam buku ini
pemahaman konsep-konsep teori Bahasa tidak ada dicantumkan.
Indonesia.
3. Ukuran buku ini sesuai dengan standard 3. Dalam buku ini tidak terdapat kesimpulan
sehingga pembaca tertarik untuk sehingga pembaca kurang tertarik dan mungkin
mempelajarinya akan cepat merasa bosan dalam mempelajari
buku ini karena secara keseluruhan harus di
4. Tampilan kata-kata maupun tulisan serta baca terlebih dahulu untuk memperoleh
bantuk buku ini lebih loyal dan fleksibel. intisarinya .

51
3.2 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU PEMBANDING I

Kelebihan Buku Kelemahan Buku

1. Dari segi cover buku , buku ini cukup 1. Identitas dalam buku ini sudah cukup lengkap,
menarik dengan warna yang cerah namun sedikit kekurangannya yaitu tidak
sehingga menarik pembaca untuk mencantumkan edisi ke berapa dalam buku
membaca buku ini. tersebut.
2. Materi-materi yang di paparkan dalam 2. Ukuran buku terlalu kecil padahal kertas
buku ini sudah cukup lengkap dan didalamnya sampai 218 halaman sehingga
mendalam. menyulitkan pembaca karena terlalu tebal dan
3. Dalam buku ini juga dimuat soal-soal tidak sesuai dengan lebarnya
latihan di setiap akhir bab untuk 3. Kertasnya polos serta kurang varian warna.
menguji kemampuan para pembaca.
4. Dalam setiap kajian materi memuat
daftar pustaka yang mempermudah si
pembaca dalam mencari sumber dan
apabila ingin memperdalam kajian
materinya.

3.3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU PEMBANDING II

Kelebihan Buku Kelemahan Buku

1. Tampilan isi buku cukup menarik karena 1. Buku ini tidak memiliki bentuk hard copy
dalam buku ini memiliki konsep varian sehingga sedikit mempersulit sebagian pembaca
warna yang terdapat pada judul maupun dalam mempelajari buku ini
bagan dalam pembahasan materinya. 2. Identitas buku ini tidak lengkap karena tidak
2. Pemaparan materi yang disajikan lebih mencantumkan Tempat terbit serta ISBN nya
lengkap dan leluasa dan juga disertai dengan juga tidak ada.
contoh-contoh artikel untuk mempermudah 3. Buku ini terlalu tebal yang memungkinkan
si pembaca dalam mengaplikasikannya serta kebosanan atau menurunkan minat baca bagi
dapat lebih menguasai kajian teorinya. sebagian orang.

52
3. Buku ini memuat penjelasan mengenai 4. Dalam buku ini tidak memiliki rangkuman
kerangka konseptual, visi dan tujuan di awal sehingga si pembaca harus benar-benar
pembahasan materi untuk mempermudah menguasai isi kajian materi dalam buku ini agar
serta memampukan si pembaca dalam lebih mudah untuk menemukan intisari dari
menguasai serta dapat mengetahui konsep- pemaparan materinya.
konsep dari kajian materi yang akan 5. Soal latihan yang terdapat dalam setiap akhir bab
dibahas. pemaparan materi dalam buku ini berupa tugas
4. Dalam buku ini, kajian materi yang proyek dan bukan merupakan contoh soal latihan,
disajikan juga dilengkapi dengan gambar, sehingga si pembaca tidak memungkinkan untuk
tabel/grafik dari setiap contoh pemaparan membahas langsung soal tersebut.
teori, sehingga pembaca dapat lebih rinci
untuk mempelajari buku ini.
5. Buku ini juga memuat materi tambahan di
setiap akhir bab yaitu membuat rangkuman
dari kajian teori tang telah di bahas.
6. Dalam buku ini dilengkapi dengan daftar
pustaka serta lampiran dari setiap kajian
teoritis.

53
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Setelah dilakukannya kritik buku pada ketiga buku di atas dapat diketahui yang mana
buku yang lebih unggul lebih baik untuk digunakan. Ketiga buku tersebut layak menjadi buku
referensi bagi mahasiswa ataupun bagi masyarakat serta ketiganya memiliki kelebihan dan
kelemahan masing-masingnya. Namun demukian tetap saja ketiganya bernilai baik dalam
kegunaannya. Ketiga buku tersebut memiliki perbedaan dalam jumlah babnya dimana buku
utama (buku 1) terdiri dari 6 bab sedangkan buku pembanding pertama (buku 2) memiliki 9
bab dengan isi kajian materinya lebih banyak dan buku pembanding kedua (buku 3) memiliki 5
bab + 1 pendahuluan namun bukunya lebih tebal sesuai dengan ukuran standart maupun
halaman. Namun demikian, meskipun sedikit berbeda- beda pemaparannya baik dari segi fisik
maupun cover akan tetapi isi pemahaman kajian materi dalam buku ini tetap sama. Tetapi
sedikit kelebihannya yaitu bahwasannya buku pembanding ke-2 karangan [Link] Barus
lebih gampang untuk dicerna sebagai bahan pembelajaran karena buku ini lebih rinci dalam
pemaparannya meskipun lebih banyak kajian materi namun tidak bertele-tele seerta buku ini
juga lebih jelas dan memiliki identitas yang lebih lengkap.

4.2 SARAN
Dilihat dari hasil analisa dari penulis, buku yang paling baik digunakan sebagai referensi
adalah buku “Penulisan Karya Tulis” karangan Drs. Sanggup Barus, [Link] Karena buku tersebut
materi yang di paparkan singkat padat dan jelas sehingga pembaca yang ingin mempelajari buku
ini bebih mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari apalagi disertai dengan kasus
sehingga buku ini baik untuk menjadi [Link] alangkah baiknya jika buku ini diberi
variasi warna yang lebih menarik pada judul teori-teori buku tersebut agar si pembaca yang
menggunakannya lebih tertarik.

54
DAFTAR PUSTAKA

Barus, Sanggup dkk. (2014). Pendidikan Bahasa Indonesia. Medan: Unimed Press

Barus , Sanggup. (2013). Penulisan Karya Tulis. Jakarta: Halaman Moeka

Nurwardani, Paristiyanti dkk. (2016). Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Bahasa Indonesia.
Jakarta: Ristekdikti

55

Common questions

Didukung oleh AI

Teks laporan penelitian berfokus pada uraian seluruh proses penelitian termasuk latar belakang, kerangka berpikir, dukungan teori, dan langkah-langkah penelitian . Dalam teks laporan kegiatan, fokusnya lebih pada deskripsi pelaksanaan suatu kegiatan dan hasilnya, sering berupa pertanggungjawaban kepada pemberi mandat atau sponsor kegiatan . Struktur laporan penelitian biasanya mencakup pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil, dan pembahasan, sedangkan laporan kegiatan mencakup pendahuluan, deskripsi kegiatan, pelaksanaan, dan penutup .

Bagi peneliti, laporan penelitian menjadi bukti bahwa mereka telah melakukan penelitian atau menemukan penemuan . Bagi pelaksana kegiatan, laporan menjadi bukti bahwa mereka melakukan tugas dengan baik dan memungkinkan penerima laporan memperoleh masukan tentang pemecahan masalah atau pelaksanaan suatu kegiatan . Laporan juga berfungsi untuk menilai keberhasilan kegiatan atau penelitian, khususnya untuk laporan akhir .

Dalam menyusun proposal kegiatan yang efektif, perlu dimulai dengan menjelaskan latar belakang, pentingnya, tujuan, dan strategi pelaksanaan kegiatan pada bagian pendahuluan . Tahapan tata laksana menyajikan strategi dan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan, dan bagian penutup menyampaikan harapan agar proposal diterima serta menghasilkan sesuai rencana . Struktur tersebut harus tetap mempertahankan isi genre mikro, seperti deskripsi rinci kegiatan dan langkah-langkah pelaksanaan yang realistis .

Judul tajuk rencana yang baik harus provokatif, singkat padat, relevan, fungsional, dan informal . Karakteristik ini penting karena judul yang provokatif dan relevan mampu menarik perhatian dan minat baca masyarakat, sedangkan sifat singkat dan padat membuat judul mudah dipahami dan langsung mengenai inti pokok bahasan .

Kutipan berperan memperkuat argumen penulis dengan memberikan landasan teoretis yang mendukung opini atau pandangan yang disampaikan, sekaligus menambah kredibilitas media . Dengan mencantumkan kutipan, penulis dapat menunjukkan bahwa pandangannya didasarkan pada informasi atau pengetahuan yang sudah diakui kebenarannya, yang penting untuk meyakinkan pembaca .

Penghindaran penggunaan kata sifat yang berlebihan penting dalam penulisan berita karena dapat menimbulkan subjektivitas yang merusak makna berita itu sendiri . Dengan mengurangi kata sifat, berita menjadi lebih faktual dan objektif, yang meningkatkan kejelasan dan akurasi berita sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca .

Abstrak dalam laporan penelitian umumnya mencakup elemen-elemen seperti landasan teori dan metodologi penelitian . Sebaliknya, ringkasan dalam laporan kegiatan terdiri dari tujuan kegiatan, deskripsi kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan saran tanpa landasan teori dan metodologi penelitian . Perbedaan ini mencerminkan fokus yang berbeda: penelitian pada proses dan teori, sementara kegiatan pada pelaksanaan dan hasil praktis .

Prinsip utama dalam penulisan artikel ilmiah adalah bahwa artikel tersebut harus bersifat objektif, tanpa memasukkan unsur subjektivitas dari penulisnya, kesimpulan dalam artikel harus digambarkan secara induktif dan deduktif, dan data yang dibahas harus didasarkan pada rasionalitas . Prinsip-prinsip ini mendukung objektivitas dan kredibilitas dengan memastikan bahwa artikel ilmiah tidak bias dan didasarkan pada analisis yang valid dan data yang dapat diverifikasi .

Langkah-langkah menulis resensi mencakup membaca buku secara keseluruhan, mencermati kalimat dan paragraf untuk mendapatkan pokok pikiran, dan menulis resensi dengan mencatat identitas buku, menguraikan jenis buku, serta memaparkan kelebihan dan kekurangan buku . Proses ini membantu pembaca dengan memberikan penjelasan objektif tentang kualitas buku dan memberikan evaluasi apakah buku tersebut layak dibaca sesuai dengan minat dan kebutuhan pembaca .

Teknik piramid terbalik menyusun bagian berita dengan menempatkan informasi yang paling penting di awal dan diakhiri dengan informasi yang kurang penting . Sementara itu, teknik kronologis menyusun bagian berita berdasarkan urutan waktu peristiwa tanpa memprioritaskan informasi berdasarkan tingkat kepentingannya . Dengan demikian, teknik piramid terbalik lebih menekankan urgensi dari berita tersebut sedangkan teknik kronologis lebih menekankan urutan kejadian .

Anda mungkin juga menyukai