BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Self Awareness merupakan perhatian terhadap diri sendiri, pengetahuan
tentang apa yang dilakukan diri sendiri, dan pemahaman tentang lingkungan
sekitar. Self awareness juga merupakan kesadaran diri sebagai masyarakat, warga
negara, bagian dari lingkunganya, menjadikan kekurangan dan kelebihan modal
untuk meningkatkan diri sebagai pribadi yang bermanfaat baik dirinya sendiri
maupun lingkungan. Self awareness bukan perhatian yang dikuasai oleh emosi,
bereaksi secara berlebihan dan melebih-lebihkan apa yang diketahui. Self
awareness lebih merupakan sifat netral yang mempertahankan refleksi diri dalam
emosi. Kesadaran terhadap emosi adalah kemampuan emosional dasar yang
melandasi terbentuknya kemampuan lain, seperti pengendalian diri terhadap
emosi.
Konsep diri merupakan konsep dasar yang perlu diketahui perawat untuk
mengerti perilaku dan pandangan terhadap dirinya, masalahnya, serta
lingkungannya. Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus dapat
meyakini bahwa klien adalah makhluk bio-psiko-sosio-spiritual yang utuh
danunik sebagai satu kesatuan dalam berinteraksi terhadap lingkungannya dan
dirinya sendiri. Setiap individu berbeda dalam mengimplementasikan stimulus
dalam lingkungannya yang diperoleh melalui pengalaman yang unik dengan
dirinya sendiri dan orang lain.
Konsep ide adalah semua ide, pikiran, perasaan, kepercayaan
dan pendirian yang diketahui individu dalam berhubungan dengan orang lain.
Konsep diri berkembang secara bertahap dimulai dari bayi dapat mengenali dan
membedakan orang lain. Proses yang berkesinambungan dari perkembangan
konsep diri dipengaruhi oleh pengalaman interpersonal dan cultural yang
memberikan perasaan positif, memahami kompetensi pada area yang bernilai bagi
individu dan dipelajari melalui akumulasi kontak-kontak social dan pengalaman
dengan orang lain. Dalam merencanakan asuhan keperawatan yang berkualitas
perawat dapat menganalisis respon individu terhadap stimulus atau stressor dari
berbagai komponen konsep diri yaitu citra tubuh, ideal diri, harga diri, identitas
dan peran. Dalam memberikan asuhan keperawatan ada lima prinsip yang harus
Self awareness Page 1
diperhatikan yaitu memperluas kesadaran diri, menggali sumber-sumber diri,
menetapkan tujuan yang realistic serta bertanggung jawab terhadap tindakan.
Konsep diri adalah semua ide, pikiran kepercayaan dan pendirian yang
diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam
berhubungan dengan orang lain. Ide-ide, pikiran, perasaan, dan keyakinan ini
merupakan persepsi yang bersangkutan tentang karakteristik dan kemampuan
interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai yang berkaitan dengan
pengalaman dan objek sekitarnya serta tujuan dan idealismenya. Konsep diri
adalah cara individu memandang dirinya secara utuh baik fisik, emosi,intelektual,
social, dan spiritual. Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam
bertingkah laku,artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka
hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju
kesuksesan.
Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja
mempersiapkan kegagalan bagi dirinya. Dapat disimpulkan bahwa konsep diri
merupakan cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi
kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun
lingkungan terdekatnya.
Self awareness Page 2
1.2. Rumusan Masalah
1) apa yang dimaksud dengan self awareness?
2) apa saja yang menjadi faktor terbentuknya self awareness ?
3) apa yang di maksud eksplorasi perasaan ?
4) apa yang dimaksud dengan kemampuan menjadi model ?
5) apa yang dimaksud dengan paggilan jiwa ?
6) apa yang dimaksud dengan etika dan tanggung jawab ?
1.3. Tujuan Umum
Agar mahasiswa dapat mengerti tentang self awareness (kesadaran
intrapersonal dalam hubungan interpersonal) yang didalamnya meliputi:
kemampuan menjadi model, panggilan jiwa serta etika dan tanggung jawab.
1.4. Tujuan Khusus
1. Agar mahasiswa dapat mengerti dan mengetahui tentang self awareness
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui beberapa faktor yang membentuk
selfawareness
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui, memahami dan mampumempraktekkan
apa yang dimaksud dengan kemampuan menjadi model
4. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami tentang panggilan jiwaAgar
mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang etika dantanggung
jawab
Self awareness Page 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Self Awarness
A. DIRI (SELF)
Pengertian Diri (Self)
Dalam kamus bahasa Inggris self berarti diri. Self disini berisi pola
pengamatan dan penilaian yang sadar terhadap diri sendiri baik sebagai subyek
maupun obyek. Isitlah Self di dalam psikologi mempunyai dua arti, yaitu sikap dan
perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri, dan suatu keseluruhan proses
psikologis yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.
Teori modern mengenai self yang berpendapat bahwa ada aspek kejiwaan
sebagai sesuatu yang ada didalam (sebagai isi) yang mengatur perbuatan-perbuatan
manusia. Self, baik itu dimaksudkan sebagai obyek maupun sebagai proses,
ataupun kedua-duanya bukanlah suatu homunculus atau “manusia didalam dada”
atau jiwa; tetapi pengertian tersebut terutama dimaksukan untuk menunjuk kepada
obyek proses-proses psikologis itu sendiri, dan proses-proses tersebut dianggap
dikuasai oleh hukum sebab akibat. Dengan kata lain, pengertian self itu tidak
dipakai dalam arti metafisis atau keagamaan, tetapi dipakai dalam arti psikologis
ilmiah (positif).
Teori self menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh untuk menyelidiki
gejala-gejala dan membuat konsepsi dari hasil penyilidikan mengenai tingkah laku
itu. Jadi, didalam menunjukkan self sebagai proses, itu yang dimaksud tidak lain
dari pada nama bagi sekelompok proses.
Presepsi tentang diri ini dapat bersifat psikologis, sosial, dan fisis (Rahmat,
2003). Tidak ada seorangpun yang terlahir secara langsung memiliki self-concept,
ia berkembang seiring perjalanan hidup seseorang, dan pengaruh dari luar terhadap
seseorang. Harry Stack Sullivan menjelaskan, jika kita diterima oleh orang lalin,
dihormati, dan menerima diri kita maka kita cenderung bersikap menghormati dan
menerima diri kita. Sebaliknya, apabila oranglain selalu meremehkan,
menyalahskan, dan menolak kita, kita cenderung tidak menyayangi diri sendiri.
Self awareness Page 4
B. KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS)
Pengertian Self Awareness (Kesadaran Diri)
Dalam kamus bahasa Inggris self berarti diri. Self disini berisi pola
pengamatan dan penilaian yang sadar terhadap diri sendiri baik sebagai subyek
maupun obyek. Isitlah Self di dalam psikologi mempunyai dua arti, yaitu sikap dan
perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri, dan suatu keseluruhan proses
psikologis yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.
Teori self menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh untuk menyelidiki
gejala-gejala dan membuat konsepsi dari hasil penyelidikan mengenai tingkah laku
itu. Jadi, didalam menunjukkan self sebagai proses, itu yang dimaksud tidak lain
dari pada nama bagi sekelompok proses.
Sedangkan Awareness adalah kesadaran, keadaan, kesiagaan, kesediaan,
atau mengetahui sesuatu kedalam pengenalan atau pemahaman peristiwa-peristiwa
lingkungan atau kejadian-kejadian internal. Secara istilah kesadaran mencakup
pengertian persepsi, pemikiran atau perasaan, dan ingatan seseorang yang aktif
pada saat tertentu. Dalam pengertian ini Awareness (kesadaran) sama artinya
dengan mawas diri. Namun seperti apa yang kita lihat, kesadaran juga mencakup
persepsi dan pemikiran yang secara samar-samar disadari oleh individu hingga
akhirnya perhatian terpusat. Oleh sebab itu, ada tingkatan mawas diri (Awareness)
dalam kesadaran.
Menurut konsep Suryamentaran, bahwa mawas diri adalah sebagai cara
latihan Milah Mlahake (memilah-milah) rasa sendiri dengan rasa orang lain untuk
meningkatkan kemampuan menghayati rasa orang lain sebagai manifestasi
tercapainya pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang sehat dan sejahtera.
Hasil penelitian Yosshimich mendapati bahwa pemahaman diri melalui tahapan
mawas diri mampu menunjukkan bahwa pada diri seseorang ada elemen kunci
yang sangat menentukan bahagia tidaknya seseorang, elemen ini adalah elemen
yang selalu stabil, tenang, serta damai, dan elemen-elemen yang berubah-ubah,
senantiasa berubah serta selalu berusaha menuruti keinginannya sendiri, terutama
yang berhubungan dengan semat, drajat, dan kramat.
Jika digabungkan, Self Awareness (kesadaran diri) adalah wawasan
kedalam atau wawasan mengenai alasan-alasan dari tingkah laku sendiri,
pemahaman diri sendiri. Self Awareness pada umumnya dimaknai sebagai kondisi
Self awareness Page 5
tahu atau sadar pada diri sendiri dalam pengertian yang mempunyai obyek secara
relatif tetapi membuka dan menerima penilaian dari kebenaran sifat individu.
Dalam memahami Self Awareness, individu memiliki kemampuan dalam diri
sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menghargai masalah-masalah
psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah
[Link]. Kesadaran diri bisa dibedakan
menjadi dua, yakni :
o Kesadaran diri publik
Orang yang memiliki kesadaran diri publik berperilaku
mengarah keluar dirinya. Artinya, tindakan-tindakannya dilakukan
dengan harapan agar diketahui orang lain. Orang dengan kesadaran
publik tinggi cenderung selalu berusaha untuk melakukan
penyesuaian diri dengan norma masyarakat. Dirinya tidak nyaman
jika berbeda dengan orang lain.
o Kesadaran diri pribadi.
Orang dengan kesadaran diri pribadi tinggi berkebalikan
dengan kesadaran diri publik. Tindakannya mengikuti standar
dirinya sendiri. Mereka tidak peduli norma sosial. Mereka nyaman-
nyaman saja berbeda dengan orang lain. Bahkan tidak jarang mereka
ingin tampil beda. Mereka-mereka yang mengikuti berbagai kegiatan
yang tidak lazim dan aneh termasuk orang-orang yang memiliki
kesadaran diri pribadi yang tinggi.
Kesadaran diri atau (self-awareness) di yakini merupan satu dari sekian
kunci keberhasilan hidup. salah satu defensi dari self-awareness menyebutkan, ada
3 hal yang harus di kenali dan di sadari sepenuhnya.
Pertama nilai dan tujuan yang di miliki;
Kedua kebiasaan, gaya, kekuatan dan kelemahan diri;
Ketiga, hubungan antara perasaan,pemikiran dan tingkah laku.
Teori self menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh untuk menyelidiki
gejala-gejala dan membuat konsepsi dari hasil penyilidikan mengenai tingkah laku
itu. Jadi, di dalam menunjukkan self sebagai proses, itu yang dimaksud tidak lain
dari pada nama bagi sekelompok proses.
Self awareness Page 6
Self Awareness pada umumnya dimaknai sebagai kondisi tahu atau sadar
pada diri sendiri dalam pengertian yang mempunyai obyek secara relative tetapi
membuka dan menerima penilaian dari kebenaran sifat individu.
Dalam memahami Self Awareness atau kesadaran intrapersonal dalam
hubungan interpersonal perawat dituntut mampu menjadi role model,
berdasarkan panggilan jiwa, dan mengerti akan etika dan tanggung
jawab sehingga dapat menciptakan kondisi yang dapat mempermudah
perkembangan individu untu kaktualsasi diri.
C. Gangguan konsep diri
1. Faktor predisposisi
a) Faktor predisposisi gangguan citra tubuh :
Kehilangan /kerusakan bagian tubuh (anatomi dan fungsi)
Perubahan ukuran,bentuk dan penampilan tubuh (akibat pertumbuhan
dan perkembangan atau penyakit)
Proses patalogik penyakit dan dampaknya terhadap struktur maupun
fungsi tubuh
Prosedur pengobatan seperti radiasi,kemoterapi,transplantasi.
b) Faktor predisposisi gangguan harga diri :
Penolakan dari orang lain
Kurang penghargaan
Pola asuh yang salah:terlalu dilarang,terlalu terkontrol,terlalu
dituruti,terlalu dituntut dan tidak konsisten
Persaingan antar-saudara
Kesalahan dan kegagalan yang berulang
Tidak mampu mencapai standar yang ditentukan.
c) Faktor predisposisi gangguan peran :
Transisi peran yang sering terjadi pada proses perkembangan,perubahan
situasi dan keadaan sehat sakit.
Ketegangan peran,ketika individu kurang pemgetahuannya tentang
harapan peran yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku peran
yang sesuai
Keraguan peran, ketika individu kurang pengetahuannya tentang
harapan yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku peran yang
sesuai.
Self awareness Page 7
Peran yang terlalu banyak
d) Faktor predisposisi gangguan identitas diri :
Ketidak percayaan orang tua kepada anak
Tekanan dari teman sebaya
Perubahan social.
2. Faktor Prespitasi
a. Trauma
Masalah spesifik sehubungan dengan konsep diri adalah situasi yang
membuat individu sulit menyesuaikan diri atau tidak dapat menerima khususnya
trauma emosi seperti penganiayaan fisik,seksual dan psikologis pada masa anak-
anak atau merasa terancam kehidupannya atau menyaksikan kejadian berupa
tindakan kejahatan.
b. Ketegangan peran
Ketegangan peran adalah perasaan frustasi ketika individu merasa tidak
adekuat melakukan peran atau melakukan peran yang bertentangan dengan hatinya
atau tidak merasa cocok dalam melakukan [Link] peran ini sering
dijumpai saat terjadi saat terjadi konflik peran,keraguan peran dan terlalu banyak
[Link] peran terjadi saat individu menghadapi transisi peran yang
[Link] peran yang sering terjadi adalah perkembangan,situasi dan sehat-
sakit.
Transisi peran [Link] perkembangan dapat menimbulkan
ancaman pada [Link] tahap perkembangan dapat menimbulkan ancaman
pada [Link] tahap perkembangan harus dilalui individu dengan
menyelesaiakn tugas perkembangan yang berbeda-beda,hal ini dapat merupakan
stressor bagi konsep diri. Transisi peran [Link] jumlah anggota keluarga
baik pertambahan atau pengurangan melalui kelahiran atau kematian. Transisi
peran sehat-sakit. Perubahan tubuh dapat memengaruhi semua konsep diri.
Pergeseran kondisi kesehatan individu yang menyebabkan kehilangan bagiian
tubuh, perubahan bentuk, penampilan dan fungsi tubuh. Perubahan akibat tindakan
pembedahan yang dapat terlihat seperti kolostomi atau gastrostomi atau yang tidak
kelihatan seperti histerektomi.
Self awareness Page 8
D. Manfaat Self Awereness
1. Mampu memahami diri kita dalam berhubungan dengan orang lain.
2. Mampu mengembangkan dan mengimplementasikan kemampuan diri.
3. Mampu menetapkan pilihan hidup dan karier yang akan dicapai
4. Mampu mengembangkan hubungan kerja dengan orang lain.
5. Meningkatkan kemampuan peran dalam organisasi, lingkungan, dan keluarga.
E. Cara membangun Self Awereness
Kesadaran diri dapat dibangun dengan mengaktifkan bagian otak yang
disebut neokorteks. Neokoeteks adalah bagian otak yang terkait dengan
penggunaan bahasa. maksudnya, untuk meningkatkan kesadaran diri, Anda perlu
“membahasakan” dan mengidentifikasi emosi yang Anda rasakan. Ada beberapa
hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran diri:
a. Bertanya pada diri sendiri
b. Mendengarkan orang lain
c. Aktif mencari informasi mengenai diri sendiri
d. Melihat sisi diri yang berbeda
e. Meningkatkan keterbukaan diri
Dengan membiasakan hal-hal di atas, Anda akan bisa merasa lebih nyaman
menghayati emosi-emosi, Anda tanpa harus larut dan lepas kendali. Hal terpenting
yang tidak bisa dilupakan dalam membangun self-awareness ini adalah memahami
hakekat jati diri. Anda dapat memahami kelebihan dan kekurangan Anda.
2.2 eksplorasi perasaan
Eksplorasi perasaan yaitu mengkaji atau menggali perasaan-perasaan yang muncul
sebelum dan sesudah berinteraksi dengan orang lain , dimana eksplorasi perasaan
membantu seseorang untuk mempersiapkan objektif secara komplit dan sikap yang
sangat [Link] menggambarkan tentang ketidakbenaran. Objektif yang komplit
dan sikap yang sangat berpengaruh dijabarkan sebagai seseorang adalah tidak
responsif, kesalahan, mudah ditemui, tidak mengenai orang tertentu dimana mutu
hubungan therapeutic perawat sangat terbuka, sadar dan kontrol diri, akal, perasaan
dimana dapat membantu pasien.
Sebagai perawat, kita perlu terbuka dan sadar terhadap perasaan kita dan
mengontrolnya agar kita dapat menggunakan diri kita secara therapeutic. Jika perawat
terbuka pada perasaannya maka ia akan mendapatkan dua informasi penting, yaitu
bagaimana responnya pada klien dan bagaimana penampilannya pada klien sehingga
Self awareness Page 9
pada saat berbicara dengan klien, perawat harus menyadari responnya dan mengontrol
[Link] perasaan perawat terhadap proses interaksi berpengaruh
terhadap respon dan penampilannya yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap
perasaan klien ( Stuart, GW, 1998 )
Seorang perawat yang merasa cemas pada saat interaksi akan tampak pada ekspresi
wajah dan prilakunya. Kecemasan perawat ini akan membuat klien merasa tidak
nyaman dan karena adanya untuk pemindahan perasaan ( transfer feeling ) mungkin
klien juga akan menjadi cemas dan hal ini akan mempengaruhi interaksi secara
keseluruhan.
Perasaan perawat merupakan tujuan penting dalam membantu [Link]
merupakan tolak ukur untuk umpan balik dan hubungan dengan orang lain,membantu
orang [Link] akan menggunakan perasaan-perasaanya, kurang memperhatikan
kebutuhan pasien, tidak menepati janji sehingga pasien mengalami kemunduran,
distress sehingga pasien tidak mau menemui, marah karena pasien banyak permintaan
atau manipulasi dan kekuatan karena pasien terlalu tergantung pada perawat.
Perawat harus terbuka akan perasaan pasien dan bagaimana perawat mengerti akan
pasien serta bagaimana pendekatan dengan pasien. Perasaan perawat adalah petunjuk
tentang kemungkinan nilai dari masalah pasien.
TABEL TEHNIK MENILAI PERASAAN
Keterangan :
TP : Tidak Pernah KK : Kadang-kadang
J : Jarang S : Sering
Self awareness Page 10
Tehnik tersebut diatas tidak untuk membuat penilaian, namun sebagai upaya
individu atau klien untuk jujur dan berani mengungkapkan perasaannya. Dan ungkapan-
ungkapan perasaan tersebut terpais dapat mengidentifikasi apakah perasaan klien positif
atau negative. Bila perasaan positif, terapis ( perawat ) perlu mendukung dan
mengembangkan perasaan tersebut dan sebaliknya bila perasaan negative maka perlu
mengarahkan dan memberikan alternative agar klien dapat mengelola perasaannya.
2.3 Kemampuan Menjadi Model
Perawat merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang ada di lingkungan
masyarakat. Tidak hanya itu perawat bahkan dapat dijumpai sampai pelosok tanah air.
Oleh karena itu perawat hidup ditengah masyarakat haruslah menjadi panutan/contoh
( Role Model ) dalam berkehidupan di masyarakat. Karena perawat merupakan publik
figure yang ada di tengah masyarakat Indonesia, maka semua perilaku atau kebiasaan
perawat akan menjadi contoh di masyarakat. Terlebih lagi kebiasaan dalam bidang
kesehatan, misal perilaku hidup bersih dan sehat, ini akan menjadi sorotan masyarakat.
Oleh karena perawat dituntut menjadi Role Model / contoh di tengah
masyarakat maka perawat harus terlebih dahulu mengenali diri sendiri sebelum
menjadi contoh untuk masyarakat. Maka sebelum menjadi Role Model ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan oleh seorang perawat. Perawat yang mempunyai masalah
pribadi, seperti ketergantungan obat, hubungan interpersonal yang terganggu, akan
mempengaruhi hubungannya dengan klien (Stuart dan Sundeen, 1987, h.102).
Perawat mungkin menolak dan mengatakan ia dapat memisahkan hubungan
professional dengan kehidupan pribadi. Hal ini tidak mungkin pada asuhan
kesehatan jiwa karena perawat memakai dirinya secara terapeutik dalam menolong
klien.
Perawat yang efektif adalah perawat yang dapat memenuhi dan memuaskan
kehidupan pribadi sertatidak didominasi oleh konflik, distres atau pengingkaran dan
memperlihatkan perkembangan serta adaptasi yang sehat. Perawat
diharapkan bertanggung jawab atas perilakunya, sadar akan kelemahan dan
[Link] perawat yang dapat menjadi role model :
1. Puas akan hidupnya
2. Tidak didominasi oleh stress
3. Mampu mengembangkan kemampuan
4. Adaptif
Self awareness Page 11
2.4 Panggilan Jiwa (Altruisme)
A. Helper
yang baik harus interes dengan orang lain dan siap menolong dengan cara
mencintai dari manusia tersebut. Secara benar bahwa seseorang selama hidupnya
membutuhkan kepuasan dan penyelesaian dari kerja yang [Link]
mempertahankan keseimbangan antara kedua kebutuhan tersebut.
B. Altruisme
adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan
diri sendiri. Altruisme lebih menitikkan pada kesejahteraan orang lain. Tidak
diartikan secara altruistik diri juga tidak menampilkan kompensasi yang adekuat
dan pengulangan atau pengingkaran secara praktis atau pengorbanan [Link],
altruisme juga dapat diasumsikan sebagai bentuk perubahan sosial yang dibuat
untuk manusia dalam bentuk kebutuhan akan kesejahteraan.
Salah satu tujuannya adalah semua profesional harus dapat membantu orang
lain dalam pemberian pelayanan dan mengembangkan kemampuan sosial. Secara le
gitimasi diperlukan peran perawat dalam melakukan pekerjaannya untuk
mengadakan perubahan struktur yang besar dan proses perubahan sosial dalam men
ingkatkan kesehatan individu dan kemampuan dirinya.
2.5 Etika dan Tanggung Jawab
a) Etika
adalah peraturan atau norma yang dapat digunakan sebagai
acuan bagi perilaku seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk
yang dilakukan oleh seseorang dan merupakan suatu kewajiban dan
tanggung jawab moral. Dari konsep pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
etika adalahilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya
manusia hidup didalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip-
prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu:
a. Baik dan buruk
b. Kewajiban dan tanggung jawab.
Tujuan etika profesi keperawatan adalah mampu:
1. Mengenal dan mengidentifikasi unsur moral dalam praktik keperawatan.
2. Membentuk strategi / cara dan menganalisis masalah moral yang terjadidalam
praktik keperawatan.
Self awareness Page 12
3. Menghubungkan prinsip moral / pelajaran yang baik dan dapat dipertanggung
jawabkan pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kepada Tuhan, sesuai
dengan kepercayaannya.
b) Tanggung jawab
Tanggung jawab menunjukkan kewajiban. Ini mengarah kepada kewajiban
yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara professional.
Manajer dan para staf harus memahami dengan jelas tentang fungsi tugas yang
menjadi tanggung jawab masing-masing perawat serta hasil yang ingin dicapai dan
bagaimana mengukur kualitas kinerja stafnya.
Perawat yang professional aka bertanggung jawab atas semua bentuk
tindakan klinis keperawatan atau kebidanan yang dilakukan dalam lingkup
tugasnya. Keyakinan diri pada seseorang dan masyarakat dapat memberikan
berupa kesadaranakan petunjuk untuk melakukan tindakan. Kode untuk perawat
umumnya menampilkan penguatan nilai hubungan perawat-klien dan tanggung
jawab dan pemberian pelayanan yang merupakan rujukan untuk semua perawat
dalam memberikan penguatan untuk kesejahteraan pasien dan tanggung jawab
sosial.
Pilihan etik bertanggung jawab dalam menentukan pertanggung
jawaban,risiko, komitmen dan keadilan. Hubungan perawat dengan etik adalah
kebutuhanakan tanggung jawab untuk merubah perilaku. Dimana harus diketahui
batasan dan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Juga dilakukan oleh anggota
tim kesehatan, perawat yang setiap waktu siap untuk menggali pengetahuan dan
kemampuan dalam menolong orang lain; sumber-sumber yang digunakan guna
dipertanggung jawabkan. Empat phase hubungan perawat pasien yang berkatian
dengan tanggung jawab dan tugas perawat kesehatan terhadap pasien adalah :
1. Orientasi ( orientation )
pada phase ini seorang perawat harus mampumenangkap bahwa pasien
ingin mencari kesembuhan penyakitnya dan dia mempercayakan dirinya dirawat
oleh perawat dengan pengenalan.
2. Indetifikasi ( identification),
interaksi perawat-pasien hendaknya berbasis pada kepercayaan,
penerimaan, pengertian, relasi yang saling membantu.
3. Eksploitasi ( exploitation ),
Self awareness Page 13
interrrelasi perawat – pasien, akan menumbuhkan pengertian pasien
terhadap proses system asuhan, sehingga pasien mempunyaiketerlibatan aktif
yang muncul dari dirinya karena ingin cepat sembuh dari sakitnya. Aspek lain
pasien dapat ditimbulkan pengertian, dan kesadaran self – care, sehingga peran
perawat dan pasien dalam proses keperawatan untukmencapai penyembuhan terjadi
dengan baik ( kolaborasi ).
4. Resolusi ( resolution ).
Harapan, kebutuhan pasien dapat diketahui melaluihubungan kesetaraan
perawat – pasien dengan menggunakan komunikasi efektif. Harapan, kebutuhan
pasien merupakan data yang menjadi arah tindakan apa yang perlu dilakukan
terhadap pasiennya Phase yang keempat inisering kali disebut dengan phase
terminasi.
Dalam melakukan proses komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh
beberapa hal terhadap isi pesan dan sikap penyampaian pesan antara lain:
1. Perkembangan Pada prinsipnya dalam berkomunikasi yang perlu diperhatikan
adalah siapa yang diajak berkomunikasi. Maka dalam berkomunikasi isi pesan
dan sikap menyampaikan pesan harus disesuaikan apakah yang kita ajak bicara
adalah anak-anak, remaja, dewasa atau usia lanjut. Pasti akan berbeda
dalam berkomunikasi.
2. Persepsi-Persepsi adalah pandangan personal terhadap suatu kejadian. Persepsi
dibentuk oleh harapan dan pengalaman. Kadang kala persepsi merupakan suatu
hambatan kita dalam berkomunikasi. Karena apa yang kita persepsikan belum
tentu sama dengan yang dipersepsikan oleh orang lain.
Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga sangat penting
bagi pemberi pelayanan kesehatan untuk menyadari nilai seseorang.
3. Latar belakang budaya Gaya berkomunikasi sangat dipengaruhi oleh faktor
budaya. Budaya inilah yang akan membatasi cara bertindak dan
berkomunikasi.
4. Emosi adalah perasaan subjektif tentang suatu peristiwa.
Dalam berkomunikasi kita harus tahu emosi dari orang yang akan kita ajak berk
omunikasi. Karena emosi ini dapat menyebabkan salah tafsir atau pesantidak
sampai.
5. Pengetahuan Komunikasi akan sulit dilakukan jika orang yang kitan ajak
berkomunikasi memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda. Untuk itu maka
Self awareness Page 14
kita harus bias menempatkan diri sesuai dengan tingkat pengetahuan yang kita
ajak bicara.
6. Peran Gaya komunikasi harus di sesuaikan dengan peran yang sedang kita
[Link] ketika kita berperan membantu pasien akan berbeda ketika
kita berperan atau berkomunikasi dengan tenaga kesehatan yang lain.
Bertanggung jawab atas semua bentuk tindakan klinis keperawatan atau
kebidanan yang dilakukan dalam lingkup tugasnya. Keyakinan diri pada seseorang
dan masyarakat dapat memberikan berupa kesadaranakan petunjuk untuk
melakukan tindakan. Kode untuk perawat umumnya menampilkan penguatan
nilai hubungan perawat-klien dan tanggung jawab dan pemberian pelayanan
yang merupakan rujukan untuk semua perawat dalam memberikan penguatan
untuk kesejahteraan pasien.
Self awareness Page 15
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesmpulan
Self Awareness adalah proses dimana seseorang berusaha untukmengetahui dan
memahami tentang dirinya sendiri, aktifitas yang dilakukannya,dan menyadari
posisinya dalam suatu [Link] Awareness atau kesadaranintrapersonal dalam
hubungan interpersonal perawat dituntut mampu menjadi rolemodel, berdasarkan
panggilan jiwa, dan mengerti akan etika dan tanggung jawabsehingga dapat
menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembanganindividu untuk
aktualsasi [Link] dituntut menjadi Role Model / contoh di tengah masyarakat
maka perawat harus terlebih dahulu mengenali diri sendiri sebelum menjadi contohunt
uk masyarakat.
Etika adalah peraturan atau norma yang dapat digunakan sebagai
acuan bagi perilaku seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan burukya
ng dilakukan oleh seseorang dan merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab
moral.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami
bahwakomunikasi dalam kehidupan klita sehari-hari terutama dalam
proses pembangunan dan dalam proses keperawatan yang diharapkan juga bagi
pembacaagar dapat menggunakan bahasa yang sesuai dalam pergaulan sehari-
hari,khususnya bagi pembaca yang berprofesi sebagai seorang perawat atau
tenagamedis lainnya agar dapat berkomunikasi yang baik dengan pasien guna
untykmenjalin kerjasama dengan pasien dalam melakukan proses keperawatan
yang bertujuan untuk kesehatan pasien serta berkomunikasi dengan baik terhadap
rekankerja dan siapapun yang terdapat di tempat kita bekerja.
Self awareness Page 16