Pemahaman Retinopati Prematuritas
Pemahaman Retinopati Prematuritas
RLF (retrolental fibroplasias) tahun 1940 Preterm Baby Imaturitas multi organ Screening infant with : Pemeriksan
gangguan progresif dilihat secaraeksklusif pada diagnostic oleh Stadium I - Pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal ringan. Banyak
bayi prematur berat badan lahir rendah, di 1. BB lahir < 1800 g anak yang membaik tanpa pengobatan dan akhirnya me miliki penglihatan
opthalmologic normal. Penyakit ini sembuh dengan sendirinya tanpa perkembangan lebih
mana dalamjaringan fibrosa terbentuk di 2. UG < 30 W
lanjut.
belakang lensa, yang mengakibatkan kebutaan 3. Menggunakan O2 > 7 hari
Paru-paru Mata Pembuluh darah 1. Funduskopi
dan gangguan penglihatan yang parah 4. Dilakukan pada usia Stadium II - Pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal. Banyak anak
kronologis 4-7 minggu 2. Foto retina yang mengembangkan tahap II meningkat tanpa pengobatan dan akhirnya
mengembangkan penglihatan normal. Penyakit ini sembuh dengan
sendirinya tanpa perkembangan lebih lanjut.
ROP adalah penyakit okular yang Stadium III - Pertumbuhan pembuluh darah yang sangat tidak normal.
terjadi pada bayi prematur dan Kurangnya Tumbuh pada usia Tidak ada pada Pembuluh darah yang abnormal tumbuh ke pusat mata alih-alih mengikuti
pola pertumbuhan normal sepanjang permukaan retina. Beberapa bayi yang
mempengaruhi pembuluh darah jumlah surfaktan gestasi 4 w retina sebelum UG mengembangkan stadium III membaik tanpa pengobatan dan akhirnya
retina yang sedang berkembang 16 W mengembangkan penglihatan normal. Namun, ketika bayi memiliki tingkat
(Buonocore, 2012) tertentu Tahap III dan "ditambah penyakit" berkembang, pengobatan
dianggap. "Plus penyakit" berarti bahwa pembuluh darah retina telah
ROP adalah penyakit mata yang Pemasangan alat bantu Petumbuhan membesar dan terpelintir, menunjukkan memburuknya penyakit. Perawatan
dapat terjadi pada bayi prematur. Ini nafas : CPAP atau UG 27 W = 70 % pada titik ini memiliki peluang bagus untuk mencegah ablasi retina.
menyebabkan pembuluh darah
tercepat antara
Ventilator dg jangka gestasi 28-40 w retina vascular Stadium IV - Retina terpisah sebagian. Traksi dari bekas luka yang dihasilkan
abnormal tumbuh di retina, dan oleh perdarahan, pembuluh abnormal menarik retina menjauh dari dinding
dapat menyebabkan kebutaan. waktu lama dan
mata.
konsentrasi tinggi
Stadium V - Retina yang sepenuhnya terpisah dan stadium akhir dari
penyakit. Jika mata dibiarkan sendirian pada tahap ini, bayi dapat
Komplit pada UG mengalami gangguan penglihatan yang parah dan bahkan kebutaan.
Risk factor : HAP, hypoxia intra 40 W
vasokonstriksi pembuluh
uterin, IUGR, other unknown
darah retina dan
factor Komplikasi :
menghentikan proses
vaskularisasi myopia, ambyopia, strabismus, visual
empairment from laser, blind
Sebagai mekanisme kompensasi yang patologis,
Penatalaksanaan terjadi neovaskularisasi yang bersifat aberan dan
dapat membuat jaringan fibrovaskular yang
Tidak adanya kemudian menjadi eksudatif, traksional dan terjadi Risiko untuk Perubahan Perubahan Sensory /
pembuluh darah pelepasan (ablasio) retina Pertumbuhan dan Perseptual b.d penerimaan,
kapiler pada retina Perkembangan b.d transmisi, dan integrasi yang
Medication : stad 1-2
gangguan penglihatan berubah akibat retinopati
Risiko koping Keluarga prematuritas
- Cyclopentolate 0,2% dan Ansietas Risiko untuk Cedera yang
yang Tidak Efektif b.d
Phenilephrine 1% b.d gangguan penglihatan
kecacatan
- Follow up tiap 1-4 minggu samapi Gangguan citra tubuh berkepanjangan anak dari
vaskularisai komplit NOC : NOC :
gangguan sensorik
Tujuan : kecemasan terkompensasi, keluarga Pertumbuhan dan Perkembangan
mampu menerima keadaan anaknya NOC :
perkembangan anak normal Kompensasi untuk defisit
Intervensi : Anak itu tidak akan
Surgery : stad 3 NOC : Body image, Intervensi Prioritas sensorik oleh
NOC mengalami cedera.
Mengoreksi jaringan Self esteem NIC: memaksimalkan penggunaan
1. Berikan kesempatan pada keluarga untuk Kriteria Hasil : Body image Keluarga memenuhi Intervensi Prioritas
- Cryotherapi parut pada ujung kapiler indera yang tidak terganggu.
mengungkapkan kecemasannya positif, Mampu kebutuhan anak dan mampu
- Laser ■ Bantu orang tua NIC:
2. Beri edukasi pada keluarga tentang penyakit, mengidentifikasi kekuatan mengatasi NIC:
merencanakan lebih awal, Berikan kinestetik, sentuhan,
penyebab dan penatalaksanaan personal, Mendiskripsikan pengalaman memiliki Evaluasi lingkungan untuk
secara faktual perubahan
teratur kegiatan sosial dengan dan stimulasi pendengaran
3. Anjurkan keluarga untuk pemeriksaan rutin anak cacat visual. potensi bahaya berdasarkan
- Scleral buckle (stad 4-5) fungsi tubuh anak-anak lain. saat bermain dan dalam
Nyeri pada anaknya sesuai jadwal NIC usia anak dan tingkat
■ Berikan peluang dan perawatan sehari-hari
- Vitrektomy (stad 5) Mempertahankan interaksi
4. Berikan dukungan pada keluarga untuk dapat ■ Berikan penjelasan gangguan.
sosial mendorong aktivitas makan Sediakan musik sementara
menerima kondisi anaknya penurunan visual sebagaimana Waspadai terhadap benda-
NIC sendiri. memandikan bayi
mestinya. benda yang dapat
Body image enhancement ■ Berikan lingkungan yang menggunakan lonceng dan
· Kaji secara verbal dan non ■ Rujuk orang tua ke menimbulkan bahaya
Pemasangan pita silikon di sekitar mata Penggantian vitreous kaya masukan sensorik. suara-suara lain di setiap sisi
Tujuan : Anak tidak mengalami nyeri atau verbal respon klien organisasi, untuk Hilangkan bahaya dan
dan mengencangkannya. Ini membuat dan menggantikannya ■ Kaji pertumbuhan dan bayi.
penurunan nyeri sampai tingkat yang dapat terhadap tubuhnya program intervensi, dan lindungi anak dari paparan.
gel vitreous menarik jaringan parut dan dengan larutan garam · Monitor frekuensi
perkembangan selama Menjelaskan secara lisan
diterima anak. Kriteria hasil : Anak beristirahat lainnya
memungkinkan retina untuk meratakan mengkritik dirinya pemeriksaan rutin ke kepada anak semua tindakan
tenang & menunjukkan bukti-bukti nyeri yang (orang tua dengan anak
kembali ke dinding mata · Jelaskan tentang mengidentifikasi kekuatan dan yang dilakukan oleh orang
minimal atau tidak ada tunanetra)
pengobatan, perawatan, kekuatan anak dewasa/disekelilingnya
Intervensi : 1. Kaji tingkat nyeri ; 2. Berikan posisi kemajuan dan prognosis
■ Bantu orang tua untuk
kebutuhan.
Daftar pustaka yg nyaman; 3. Hindari mempalpasi area operasi penyakit merencanakan, pendidikan,
kecuali jika diperlukan ; 4. Berikan analgesik sesuai · Dorong klien dan kebutuhan keamanan
Beta, Gunta (2014) Patient Education-Relevant in Nursing Education and Practice. American Journal of
Educational Research. DOI : 10.12691 ketentuan untuk nyeri ; 5. Gunakan distraksi mengungkapkan mereka secara visual
Buonocore (2012). Neonatology : A Practical Approach to Neonatal Diseases. Springer. Italia.
(aktivitas bermain) ; 6. Pantau respon anak perasaannya anak cacat.
Daftarian, Soheil (2016) Retinopathy of prematurity: Improving parental awareness and perceived
· Identifikasi arti Tawarkan sumber daya untuk
importance of follow-up eye exams using an informative pamphlet (Interim Report). Journal Of Neonatal terhadap pengobatan
Nursing. DOI : 10.1016 pengurangan melalui mengubah lingkungan rumah
Kychentahal, Anndres (2017). Retinophaty of Prematurity : Current Diagnosis and Management. Springer. pemakaian alat bantu
Chile. menjadimembantu anak
Nurarif .A.H. dan Kusuma. H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA
· Fasilitasi kontak dengan
NIC-NOC. Jogjakarta: MediAction. individu lain dalam
tunanetra.
Rizalar (2011). Pain Level, Influencing Factors and Applied Nursing Intervention in Patient Undergoing GI
Surgery.
kelompok kecil