0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan4 halaman

Sistem dan Model Corporate Governance

Dokumen ini membahas tentang sistem tata kelola perusahaan (corporate governance) sebagai sistem yang terdiri dari berbagai subsistem yang saling berinteraksi. Dokumen ini juga membahas tentang berbagai model dan unsur sistem tata kelola perusahaan serta hasil yang diharapkan dari penerapan tata kelola perusahaan yaitu berkurangnya konflik kepentingan antar pihak dalam perusahaan.

Diunggah oleh

ANNISA ZAHRA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan4 halaman

Sistem dan Model Corporate Governance

Dokumen ini membahas tentang sistem tata kelola perusahaan (corporate governance) sebagai sistem yang terdiri dari berbagai subsistem yang saling berinteraksi. Dokumen ini juga membahas tentang berbagai model dan unsur sistem tata kelola perusahaan serta hasil yang diharapkan dari penerapan tata kelola perusahaan yaitu berkurangnya konflik kepentingan antar pihak dalam perusahaan.

Diunggah oleh

ANNISA ZAHRA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Annisa Zahra

NIM : 16061100

Corporate Governance System

Governance sebagai Sebuah Sistem

Sudut pandang organisasi (korporasi) sebagai sebuah sistem terbuka didasarkan pada

paradigma fungsionalis yang merupakan landasan filosofis dari konsepsi governance

(Lukviarman, 2001). Paradigma ini jika dihubungkan dengan definisi CG, memberikan

penekanan pada perlunya upaya untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas di dalam

kehidupan sosial. Paradigma fungsionalis mensyaratkan setiap individual yang berkepentingan

dengan korporasi melaksanakan fungsinya dan menjaga hubungannya sesuai dengan struktur

yang diatur perundang-undangan di dalam suatu sistem atau lingkungan tempat korporasi

berada.

Problema dasar CG yang dimulai sejak era Adam Smith, disebabkan karena terjadinya

pemisahan antara kepemilikan dan pengendalian terhadap perusahaan. Kondisi ini akan

menimbulkan konflik kepentingan yang dapat mempengaruhi upaya pencapaian tujuan

perusahaan. Fenomena CG dapat diamati melalui pemahaman bahwa sebuah sistem terdiri dari

seperangkat subsystem seperti perusahaan atau korporasi dan institusi lainnya yang saling

berinteraksi di dalam sistem tersebut.

Corporate Governance: Sistem dan Model

Setiap prespektif akan berhubungan dengan seperangkat sistem dan model governance, sesuai

dengan asumsi dasar dan presuppositions dari setiap perspektif. Governance model merupakan

kerangka dan proses pengambilan keputusan yang didesain agar korporasi mampu tumbuh dan
bertahan di dalam lingkungannya. Namun demikian, governance model hanya akan menjadi

benda mati tanpa didukung oleh perangkat sistem yang dinamis. Dalam kaitan ini, sistem

governance dideskripsikan sebagai keterlibatan aktif dari keseluruhan perangkat organisasi

yang berinteraksi secara dinamis di dalam kerangka governance model. Sistem governance

juga tidak akan bisa bekerja tanpa didukung oleh suatu model governance. Secara keseluruhan,

berjalannya sistem governance akan sangat ditentukan oleh bagaimana individu di dalam

organisasi bekerja sama untuk mengantisipasi, memahami dan melakukan tindakan

sehubungan dengan konsekuensi yang muncul dari pilihan keputusan yang diambil.

Keberagaman Sistem Corporate Governance

Secara umum manfaat penerapan CG adalah upaya untuk meningkatkan nilai bagi berbagai

pihak yang berkepentingan yang terlibat dalam suatu organisasi dalam melakukan interaksi

dengan lingkungannya. Manfaat yang diharapkan adalah meningkatnya akses korporasi

tersebut terhadap pasar modal serta terjadinya peningkatan daya saing korporasi. Namun

demikian, permasalahan yang muncul di dalam praktik adalah beragamnya konteks lingkungan

CG antarnegara dan lingkungan tersebut bersifat dinamis serta rentan terhadap berbagai

perusahaan. Hal ini sesuai dengan konsep “divergensi” di dalam memahami fenomena

governance diikuti perlunya pemahaman perkembangan CG sebagai work in progress.

Governance dan Sistem Keuangan

Hak kepemilikan atas suatu entitas korporasi yang dinyatakan dalam bentuk ekuitas merupakan

basis kekuasaan di dalam setiap korporasi. Sejumlah investasi pemilik berupa ekuitas dalam

perusahaan merupakan hal penting untuk diperhatikan sebagaimana tergambar melalui struktur

modal dari setiap entitas korporasi. Struktur modal dapat dianggap sebagai pola yang

menggambarkan bagaimana risiko dan pengendalian dialokasikan oleh berbagai investor

dalam suatu korporasi. Struktur modal dalam sebuah perusahaan tidak hanya berhubungan dan
terbatas kepada komposisi atau struktur antara pembiayaan menggunakan utang dengan ekuitas

yang dimiliki oleh perusahaan.

Governance: Pemisahan Kepemilikan dan Pengendalian

Pemisahan antara kepemilikan dan pengendalian merupakan akar masalah dari konsepsi CG

dan telah diakui melalui tradisi yang berumur panjang dimulai dari Adam Smith hingga Jensen

dan Meckling. Kepemilikan korporasi terdispersi yang dinyatakan semakin tidak lazim

ditemukan di berbagai belahan dunia. Kepemilikan perusahaan secara terkonsentrasi

memperoleh kritikan sebagai upaya sistematis dalam memberikan kekuasaan yang berlebihan

bagi pemegang saham pengendali dalam menggunakan sumber daya korporasi atau perusahaan

untuk tujuan kelompok tersebut sehingga merugikan kepentingan stakeholders lainnya.

Keberadaan pemegang saham dengan jumlah mayoritas disisi lain juga diargumentasikan

mampu memberikan manfaat kepada korporasi dan pada akhirnya manfaat tersebut juga akan

diperoleh semua pemegang saham.

Struktur Kepemilikan dan Mekanisme Pengendalian

Mekanisme pengendalian eksternal mengacu kepada kemungkinan lingkungan eksternal

perusahaan bereaksi dalam mendisiplinkan perusahaan yang memiliki kinerja perusahaan yang

rendah. Sementara mekanisme pengendalian internal mempercayakan efektivitas pengendalian

pada perangkat internal yang terdapat pada perusahaan seperti keberadaan dewan komisaris.

Kepemilikan perusahaan terkonsentrasi di tangan sekelompok keluarga yang memiliki

pengendalian yang kuat sebagai pemegang saham mayoritas dan mengendalikan.

Governance: Karakteristik dan Komparasi

Pengendalian yang kuat oleh keluarga pada perusahaan publik dan afiliasi kepada kelompok

bisnis yang juga dimiliki oleh keluarga, serta hubungan dekat antara pembisnis dengan
pemerintah untuk memperkuat argumentasi bahwa kuatnya indikasi berlakunya “the insider

control” pada berbagai korporasi di Indonesia.

Elemen Sistem Governance

Sistem governance tidak akan bisa bekerja tanpa didukung oleh suatu model governance.

Berjalannya sistem governance akan sangat ditentukan oleh bagaimana berbagai pihak di

dalam organisasi bekerja sama untuk mengantisipasi, memahami dan melakukan tindakan

sehubungan dengan konsekuensi yang muncul dari setiap pilihan keputusan yang diambil.

Governance Outcomes

Governance outcomes yang diharapkan adalah berupa berkurangnya konflik kepentingan antar

pihak yang terlibat dalam suatu perusahaan. Hal ini terutama dibutuhkan pada berbagai negara

dengan tingkat proteksi kepentingan investor minoritas relatif rendah , seperti terdapat pada

Indonesia serta negara berkembang lainnya.

Anda mungkin juga menyukai