0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan72 halaman

Panduan Instalasi Listrik Aman

Bab pertama membahas latar belakang pentingnya pemasangan instalasi listrik yang benar dan aman untuk mencegah kematian akibat listrik. Bab ini juga menjelaskan tujuan dari pembelajaran ini yaitu memberikan pemahaman tentang pemasangan instalasi listrik non domestik, perhitungan daya dan titik lampu, standarisasi instalasi, serta estimasi biaya pemasangan instalasi.

Diunggah oleh

liviamargareta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan72 halaman

Panduan Instalasi Listrik Aman

Bab pertama membahas latar belakang pentingnya pemasangan instalasi listrik yang benar dan aman untuk mencegah kematian akibat listrik. Bab ini juga menjelaskan tujuan dari pembelajaran ini yaitu memberikan pemahaman tentang pemasangan instalasi listrik non domestik, perhitungan daya dan titik lampu, standarisasi instalasi, serta estimasi biaya pemasangan instalasi.

Diunggah oleh

liviamargareta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hal terpenting di bidang kelistrikan adalah Instalasi Listrik, Maksud dan tujuan
persyaratan umum instalasi listrik adalah menyelenggarakan perangkaian instalasi listrik
dengan baik dan benar. Data statistic symposium menyatakan bahwa tingginya angka
kematian diakibatkan dari pemasangan instalasi listrik yang tidak baik sehingga Syarat-syarat
umum dalam instalasi kelistrikan sangat penting bagi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja
khusus dibidang kelistrikan, Maka dari itu praktik ini bertujuan untuk mengantisipasi
terjadinya kematian akibat listrik dengan merancang rangkaian Instalasi Listrik dengan Baik
dan tentunya aman.

1.2 Tujuan
 Mahasiswa mengetahui pemasangan instalasi non domestik yang benar
 Mahasiswa tau cara menghitung jumlah titik lampu dan daya dalam suatu ruangan
 Mahasiswa mengetahui standarisasi dan peraturan instalasi yang di tetapkan PLN
 Mahasiswa mengetahui Estimasi biaya pemasangan suatu instalasi listrik.

1.3Rumusan Masalah
 Bagaiamana memasang instalasi listrik non domestik yang benar?
 Bagaimana cara menghitung jumlah titik lampu dan daya dalam suatu ruangan?
 Bagaimana cara menghitung estimasi biaya pemasangan suatu instalasi listrik?

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Instalasi Listrik


Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan
Permukiman mendefinisikan bahwa rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat
tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah tinggal dapat diartikan sebagai
rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal. Rumah tinggal berfungsi untuk tempat
tinggal, menjaga keamanan dari gangguang luar seperti bencana alam, serangan binatang
buas atau kejahatan manusia. Sebagai tempat tinggal rumah harus memiliki pencahayaan
yang baik. Pencahayaan dalam sebuah rumah dapat berasal dari pencahayaan alami dari sinar
matahari maupun pencahayaan buatan yang bersumber dari tenaga listrik.

Dalam kehidupan sehari-hari di sebuah rumah tinggal listrik dimanfaatkan untuk menunjang
berbagai fungsi. Fungsi primer listrik dalam rumah adalah untuk pencahayaan. Cahaya sangat
penting dalam rumah karena tanpa adanya cahaya rumah menjadi gelap sehingga sulit
mengidentifikasi objek maupun lingkungan yang ada dalam [Link] itu listrik juga
berperan sebagai sumber energi untuk menyalakan alat-alat rumah tangga.

Instalasi Rumah Tinggal


Instalasi listrik rumah tinggal adalah suatu sistem/rangkaian yang digunakan untuk
menyalurkan daya listrik ke lampu atau alat -alat listrik yang lain sebagai penunjang aktifitas
rumah tangga sehari-hari. Instalasi listrik pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu instalasi
pencahayaan listrik dan instalasi daya listrik. Instalasi pencahayaan listrik adalah seluruh
instalasi yang digunakan untuk memberikan daya listrik pada lampu. Instalasi daya listrik
adalah instalasi yang digunakan untuk menjalankan alat-alat elektrik selain lampu seperti
mesin cuci, setrika, televisi, dan lain-lain.

Pemasangan instalasi listrik di rumah tinggal tidak dilakukan sembarang karena berhubungan
dengan keselamatan jiwa dan kenyamanan. Sebelum dilakukan pemasangan suatu instalasi
listrik, terlebih dahulu haruslah dibuat gambar-gambar rencana berdasarkan denah bangunan
yang akan ditempati. Hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah syarat pekerjaan,
pelaksanaan, material yang digunakan, waktu yang dibutuhkan dan lain-lain sebagainya.

Untuk pemasangan suatu instalasi listrik rumah tinggal lebih dahulu harus dibuat gambar-
gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana instalasinya akan dipasang.
Gambar-gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti. Gambar denah bangunannya
biasanya disederhanakan. Dinding-dindingnya digambar dengan garis tunggal agar tipis,
saluran-saluran listriknya karena lebih penting maka digambar lebih tebal. Supaya gambarnya
rapi harus dipilih tebal garis yang tepat. Gambar-gambar yang biasanya diperlukan yaitu
seperti berikut.

a. Gambar Situasi
Gambar situasi diperlukan untuk menyatakan letak bangunan yang akan dipasang
instalasinya, serta rencana penyambungan dengan jaringan PLN. Keterngan ini diperlukan
oleh PLN untuk memudahkan menetukan kemungkinan penyambungan serta pembiayaanya.
Gambar instalasinya meliputi hal-hal berikut:

2
1. Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang seperti titik lampu,
sakelar, stop kontak
2. Rencana penyambungan peralatan listrik dengan alat pelayanannya. seperti lampu dan
sakelarnya, motor dan pengasutnya
3. Data teknis penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang

b. Gambar diagram garis tunggal,


Diagarm garistunggal biasanya disebut digram perencanaan instalasi listrik, sedangkan
diagram garis ganda disebut diagram pelaksanaan. Diagram garis tunggal diterapkan padai
nstalasi rumah sederhana maupun instalasi gedung-gedung sederhana hingga gedung
besar/bertingkat dan juga pada diagram panel bagi dan rekapitulasi beban. Diagram garis
tunggal ini meliputi:

1. Diagram perlengkapan hubung bagi dengan keterangan mengenai ukuran/daya


nominal setiap komponen
2. Keterangan mengenai beban yang terpasang dan pembaginya
3. Ukuran dan jenis hantaran yang akan digunakan
4. Sistem pentanahannya

c. Gambar Perincian dan Keterangan yang Diperlukan


Gambar ini memuat beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Perkiraan ukuran fisik perlengkapan hubung bagi


2. Cara pemasangan alat-alat listrik
3. Cara pemasangan kabel
4. Cara kerja instalasi kontrol, (jika ada)

Pengawasan dan Tanggung Jawab


Dalam pemasangan instalasi listrik, biasanya rawan terhadap terjadinya kecelakaan akibat
adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur
pemasangan instalasi. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan

3
bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. Pengawasan pemasangan instalasi listrik,
tanggung jawab pelaksana, dan pelaksanaan pekerjaan telah ditentukan sebagai berikut.

1. Setiap pemasangan listrik harus mendapat izin dari instansi yang berwenang, umunya
dari cabang PLN setempat.
2. Penanggung jawab pekerjaan instalasi haruslah orang yang memiliki ilmu
pengetahuan tentang instalasi listrik dan memiliki ijin dari instansi yang berwenang.
3. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus diawasi oleh seorang pengawas yang ahli
dan memiliki pengetahuan tentang listrik, berpengalaman dalam pemasangan instalasi
listrik, bertanggung jawab atas keselamatan pekerjanya.
4. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus dilakukan oleh orang-orang yang
berpengalaman tentang listrik.
5. Pemasangan instalasi listrik yang selesai dikerjakan harus dilaporkan secara tertulis
kepada PLN setempat untuk diperiksa dan diuji.
6. Setelah dinyatakan baik secara tertulis dan sebelum diserahkan kepada pemilik,
instalasinya harus dicoba dengan tegangan dan arus kerja penuh dengan waktu yang
cukup lama. Semua peralatan yang telah terpasang harus dicoba.
7. Perencana suatu instalasi listrik bertanggung jawab atas rencana yang telah dibuatnya.
8. Pelaksana pekerjaan instalasi listrik bertanggung jawab atas pekerjaannya selama
batas waktu tertentu. Jika terjadi kecelakaan karena kesalahan pemasangan ia
bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Dalam pembuatan instalasi pencahayaan listrik dan instalasi daya listrik selain faktor estetika
juga harus memenuhi syarat-syarat teknis. Syarat pertama adalah aman bagi manusia, hewan,
dan barang yang ada dalam rumah. Kedua, material yang dipasang harus memenuhi standar
kualitas. Keiga penghantar arus (kabel) yang digunakan harus berdiameter sesuai dengan kuat
arus yang mengalir.

4
2.2 Peralatan Instalasi Listrik
A. Bargainser

Bargainser merupakan alat yang terpasang sebagai batas antara PLN dan pelanggan. Selain
itu, bargainser merupakan milik PLN sehingga masih tanggung jawab dan tersegel oleh PLN.
Posisi pemasangannya di bagian depan dari rumah untuk memudahkan pencatatan pemakaian
listrik oleh petugas PLN. Terdapat juga informasi mengenai ID pelanggan (No. kontrak
pelanggan) di bargainser ini.

Fungsi bargainser adalah

 Membatasi daya yang digunakan oleh pelanggan (sesuai dengan kontrak


pemasangan),
 Mencatat daya yang digunakan oleh konsumen.
 Pemutus daya utama beralih jika ada kekuatan kelebihan konsumsi oleh pelanggan,
gangguan arus pendek pada instalasi listrik atau sengaja dimatikan rumah pelanggan
untuk tujuan pemasangan perbaikan listrik rumah.

Dalam Komponen Bargainser terdapat komponen utama yakni :

 Circuit Breaker (MCB)


Circuit Breaker (MCB) adalah komponen bargainser yang berkerja untuk
memutuskan arus listrik, bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan atau bila terjadi
hubungan singkat dari suatu peralatan listrik rumah.

 Meter Listrik (Kwh Meter)


Meter Listrik (Kwh Meter) Sebagai penujuk besarnya daya listrik dan satuan Kwh
(Kilowatt hour), petugas PLN yang setiap bulannya yang selalu mencatat angka-
angka meter listrik ini.

 Spin Control
Spin Control sebagai alat yang berputar dan menggerakan meter listrik. Jika, terjadi
pemakaian daya. Semakin besar pemakaian daya semakin cepat spin control berputar.

Selain itu, terdapat 2 macam bargainser, yaitu analog dan digital. Model analog masih sangat
umum dipakai di perumahan, sedangkan model digital biasanya lebih digunakan untuk
pelanggan PLN pra-bayar (dikenal dengan system pulsa). Untuk system ini, pelanggan hanya
perlu membayar terlebih dahulu sejumlah uang kepada PLN (bisa melalui ATM dengan
memasukkan kode pelanggan yang diperlukan) dan kemudian mendapatkan kode semacam
voucher untuk dimasukkan dalam bargainser tersebut. Persis seperti membeli pulsa pra-bayar.

5
Bargainser analog

Bargainser digital

6
B. Bahan Penghantar Listrik

1. Bahan Penghantar (Konduktor)

Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik
berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor.
Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya logam
bersifat konduktif. Emas, perak, tembaga, alumunium, zink, besi berturut-turut memiliki
tahanan jenis semakin besar. Jadi sebagai penghantar emas adalah sangat baik, tetapi karena
sangat mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga dan alumunium paling banyak
digunakan.
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang menghantarkan listrik dengan mudah.
Bahan ini mempunyai daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan tahanan
listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan
arus listrik. Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik yang anda jumpai. Juga
pada saluran transmisi/distribusi. Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering
dijumpai adalah tembaga dan alumunium.

2. Sifat bahan konduktor.

Yang termasuk bahan-bahan penghantar (konduktor) adalah bahan yang memiliki banyak
elektron bebas pada kulit terluar orbit. Elektron bebasini akan sangat berpengaruh pada sifat
bahan tersebut. Jika suatu bahan listrik memiliki banyak elektron bebas pada orbit-orbit
elektron, bahan ini memiliki sifat sebagai penghantar listrik. Bahan penghantar memiliki
sifat-sifat penting, yaitu : Daya Hantar Listrik Arus yang mengalir dalam suatu penghantar
selalu mengalami hambatan dari penghantar itu sendiri.

3. Jenis Bahan Konduktor

Bahan-bahan yang dipakai untuk konduktor harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai


berikut:
1. Konduktifitasnya cukup baik.
2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
3. Koefisien muai panjangnya kecil.

4. Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) cukup besar.

Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor, antara lain:


1. Logam biasa, seperti: tembaga, aluminium, besi, dan sebagainya.
2. Logam campuran (alloy), yaitu sebuah logam dari tembaga atau aluminium yang diberi
campuran dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain, yang gunanya untuk menaikkan
kekuatan mekanisnya.

7
3. Logam paduan (composite), yaitu dua jenis logam atau lebih yang dipadukan dengan cara
kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan (welding).

Aluminium

Aluminium murni mempunyai massa jenis 2,7 g/cm 3 , α nya 1,4 . 10 -5 , titik
leleh 658 ° C dan tidak korosif. Daya hantar aluminium sebesar 35 m/[Link] 2 atau
kira-kira 61,4 % daya hantar tembaga.
Aluminium murni mudah dibentuk karena lunak, kekuatan tariknya hanya 9
kg/mm 2 .Untuk itu jika aluminium digunakan sebagai penghantar yang d imensinya
eukup besar, selalu diperkuat dengan baja atau paduan aluminium, Penggunaan yang
demikian misalnya pada : ACSR (Aluminium Conductor Steel Reinforced), ACAR
(AluminiumConductorAlloyReinforced).
Penggunaan aluminium yang lain adalah untuk busbar dan karena alasan
tertentu misalnya, karena alasan ekonomi, dibuat penghantar aluminium yang
berisolasi, misalnya : ACSR - OW.
Menurut ASA (American Standard Association), paduan aluminium diberi
penandaan seperti ditunjukkan pada Tabel :

Tembaga

Tembaga mempunyai daya hantar listrik yang tinggi yaitu 57Ω.mm 2/m pada suhu
20°C. Koeffisien suhu (α) tembaga 0,004 per ° C.
Pemakaian tembaga pada teknik listrik yang terpenting adalah sebagai penghantar,
misalnya : kawat berisolasi (NYA, NYAF), kabel (NYM, NYY, NYFGbY), busbar, lamel
mesin dc, cincin seret pada mesin ac.
Tembaga mempunyai ketahanan terhadap korosi, oksidasi. Massa jenis tembaga murni
pada 20° C adalah 8,96 g/cd, titik beku 1083° C. Kekuatan tarik tembaga tidak tinggi yaitu
berkisar antara 20 hingga 40 kg/mm 2, kekuatan tarik batang tembaga akan naik setelah
batang tembaga diperkecil penampangnya untuk di jadikan kawat berisolasi atau kabel.
Cara memperkecil penampang batang tembaga menjadi kawat dengan menggunakan
penarik tembaga. Untuk memperkecil penampang tembaga digunakan batu tarik (die) yang
besarnya beragam, makin ke ujung adalah makin kecil penampang rautannya. Makin kecil
penampang kawat diperlukan, makin banyak tahapan batu tarik yang digunakan. Bahan batu
tarik untuk pembuatan kawat yang cukup besar diameternya adalah wolfram-karbida.
Sedangkan untuk pembuatan kawat yang diameternya kecil adalah intan.

Selama penarikan akan terjadi penambahan panjang. Untuk itu roda tarik yang dipasang
di belakang batu tank putarannya atau diametemya dibuat lebih besar.
Sesudah diadakan penarikan terhadap batang tembaga menjadi kawat, tembaga akan
lebih lenting. Keadaan ini kurang baik digunakan sebagai kawat berisolasi atau kabel. Agar
tembaga menjadi lunak kembali, perlu diadakan pemanasan. Namun harus diusahakan

8
hendaknya selama proses pemanasan tersebut tidak terjadi oksidasi. Setelah proses
pemanasan selesai, maka proses pembuatan kawat berisolasi atau kabel dapat dimulai.
Untuk penghantar yang penampangnya lebih kecil dari 16 mm2 digunakan penghantar
pejal, sedangkan untuk penghantar yang penampangnya >16 mm 2 digunakan
penghantar serabut yang dipilin.

Baja

Baja merupakan logam yang terbuat dari besi dengan campuran karbon.
Berdasarkan campuran karbonnya, baja dikategorikan menjadi 3 yaitu : baja dengan
kadar karbon rendah (0 hingga 0,25 %), baja dengan kadar karbon menengah (0,25
hingga 0,55 %), baja dengan kadar karbon tinggi ( di atas 0,55%).
Meskipun konduktivitas baja rendah tetapi digunakan pada penghantar
transmisi yaitu ACSR, fungsi baja dalam hal ini adalah untuk memperkuat konduktor
aluminium secara mekanis setelah digalvanis dengan seng. Keuntungan dipakainya
baja pada ACSR adalah menghemat pemakaian aluminium. Berdasarkan
pertimbangan tersebut dibuat penghantar bimetal.

Dua hal yang menguntungkan dari penghantar bimetal, yaitu :

a. Pada arus bolak balik ada kecenderungan arus melalui bagian luar konduktor (efek kulit).
b. Dengan melapisi baja menggunakan tembaga, maka baja sebagai penguat penghantar
terhindar dan korosi.

Wolfram
Logam ini berwama abu-abu keputih-putihan, mempunyai massa jenis 20 g/cm3, titik
leleh 3410°C, titik didih 5900°C, α 4,4.10-6 per°C, tahanan jenis 0,055 Ω . mm2/m.
Wolfram diperoleh dari tambang yang pemisahannya dari penambangan dengan
menggunakan magnetik atau proses kimia. Dengan reaksi reduksi asam wolfram (H2WO4)
dengan suhu 700o C diperoleh bubuk wolfram.
Bubuk wolfram tersebut kemudian dibentuk menjadi batangan dengan suatu proses
yang disebut metalurgi bubuk yang menggunakan tekanan dan suhu tinggi (2000 atmosfir,
1600° C) tanpa terjadi oksidasi.
Dengan menggunakan mesin penarik, batang wolfram diameternya dapat dikecilkan
menjadi 0,01 mm (penarikannva dilakukan pada keadaan panas).
Penggunaan wolfram pada teknik listrik antara lain: filamen (lampu pijar, lampu
halogen, lampu ganda), elektroda, tabung elektronik.

9
Molibdenum
Logam ini mirip dengan wolfram dalam hal sifatnya, demikian pula cara
mendapatkannya. Molibdenum mempunyai massa jenis 10,2 g/cm3, titik leleh 2620° C, titik
didih 3700° C, α 53. 10-7 per ° C, resistivitasnya 0,048 9 Ω.mm2/m koeffisien suhu 0,0047
per ° C.
Di antara penggunaan Molibdenum adalah pada : tabung sinar X, tabung hampa udara,
karena molibdenum dapat membentuk lapisan yang kuat dengan gelas. Sebagai campuran
logam yang digunakan untuk keperluan yang keras, tahan korosi, bagian-bagian yang
digunakan pada suhu tinggi.

Platina
Platina merupakan logam yang berat, berwarna putih keabu-abuan, tidak korosif, sulit
terjadi peleburan dan tahan terhadap sebagian besar bahan kimia. Massa jenisnya 21,4 g.cm3,
α nya 9 . 10-6 per ° C, titik leleh 1775° C, titik didih 4530° C, resistivitasnya 0,1 Ω. mm2 /m,
koeffisien suhu 0,00307 per ° C.
Platina dapat dibentuk menjadi filamen yang tipis dan batang yang tipis-tipis.
Penggunaan platina pada teknik listrik antara lain untuk elemen pemanas pada laboratorium
tentang oven atau tungku pembakaran yang memerlukan suhu tinggi yaitu di atas 1300° C,
untuk termokopel platina-rhodium (bekerja di atas 1600° C), platina dengan diameter ± 1
mikron digunakan untuk menggantung bagian gerak pada meter listrik dan instrumen sensitif
lainnya, bahan untuk potensiometer.

Air Raksa
Air raksa adalah satu-satunya logam yang berbentuk cair pada suhu kamar.
Resistivitasnya adalah 0,95 α . mm2 /m, koeffisien suhu 0,00027 per ° C.
Pada pemanasan di udara air raksa sangat mudah terjadi oksidasi. Air raksa dan
campurannya khususnya uap air raksa adalah beracun.
Penggunaan air raksa antara lain: gas pengisi tabung-tabung elektronik, penghubung
pada saklar air raksa, cairan pada pompa diffusi, elektroda pada instrumen untuk mengukur
sifat elektris bahan dielektrik padat.
Logam-logam lain yang juga banyak digunakan pada teknik listrik di antaranya adalah :
tantalum dan niobium. Tantalum dan niobium dipadukan dengan aluminium banyak
digunakan sebagai kapasitor elektrolitik.

10
C. Stop Kontak

Stop kontak adalah sebuah alat pemutus ketika terjadi kontak antara arus positif, arus negatif
dan grounding pada instalasi listrik. Dan yang lebih penting lagi ELCB bisa memutuskan arus
listrik ketika terjadi kontak antara listrik dan tubuh manusia.

Cara kerja stop kontak Umumnya bila peralatan listrik bekerja normal maka total arus yang
mengalir pada kawat “plus” dan “netral” adalah sama sehingga tidak ada perbedaan arus.
Namun bila seseorang tersengat listrik, kawat “plus” akan mengalirkan arus tambahan
melewati tubuh orang yang tersengat ke tanah.

Macam-macam stop kontak:

Tipe A

Dua lempeng saling berdekatan sebagai konektornya. Stopkontak ini merupakan stopkontak
kelas II dengan standar dua cabang paralel datar.

Tipe stopkontak A merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan oleh
negara-negara di Benua Amerika, China, Australia, Jepang, Bangladesh, Bolivia, Brazil, dan
negara-negara lainnya.

Tipe B

Stopkontak dengan dua lempeng saling berdekatan sebagai konektornya ditambah satu
lempeng berbentuk U.

Tipe stopkontak B merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan oleh
negara-negara di Benua Amerika Utara seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Mexico, juga
digunakan di Amerika Tengah, Karibia, Jepang, Kolombia, Ekuador, Venezuela, sebagian
Brazil, Taiwan, dan Saudi Arabia.

Tipe C

Tipe C memiliki dua kaki koneksi silindris yang dikenal sebagai Europlug dan digambarkan
dalam CEE 7/16. Steker ini memiliki dua pin bediameter 4 mm, pada pusatnya memiliki
ukuran 19 mm, dengan jarak antar pin di dasar terpisah sejauh 18,6 mm dan di ujungnya
sejauh 17,5 mm

Tipe stopkontak C merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan oleh
negara-negara di Eropa kecuali Irlandia, Siprus, dan Malta. Stopkontak tipe C juga banyak
digunakan di negara-negara berkembang. Negara lainnya yang menggunakan tipe ini adalah
Albania, Aljazair, Argentina, Austria, Bangladesh, Kamboja, dan lain-lain.

Tipe D

11
Stopkontak tipe D ini jika kita lihat pada gambar di atas memiliki tiga koneksi berbentuk
bulat yang membentuk segitiga dengan kekuatan 5 ampere.

Tipe stopkontak D merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan
secara eksklusif oleh negara India dan Nepal. Namun, beberapa negara lainnya yang juga
menggunakan stopkontak tipe ini adalah Afganishtan, Bangladesh, Bhutan, Ghana, Irak,
Irlandia, Lebanon, Myanmar, dan negara lainnya.

Tipe E

Tipe ini memiliki dua koneksi berbentuk bulat yang memiliki ukuran panjang sebesar 14 mm
dengan diameter 4,8 mm.

Merupakan tipe yang paling banyak digunakan di Perancis, Belgia, Polandia, Slovakia,
Republik Ceko, dan beberapa negara lainnya. Negara Perancis, Belgia, dan beberapa negara
tersebut memiliki standar pada stopkontak yang berbeda dari standar CEE 7/4, yaitu
stopkontak tipe F seperti yang digunakan di Jerman dan negara-negara kontinental Eropa
lainnya.

Tipe F

Biasa disebut dengan “Schuko Steker” yang merupakan singkatan dari “Schutzkontakt”.
Dalam bahasa Jerman, “Schutzkontakt” memiliki arti “stopkontak perlindungan” atau
“stopkontak keamanan”.

Bentuk bulat yang dimiliki tipe F ditambah dengan dua klip landasan di sisi steker.
Stopkontak ini merupakan tipe yang paling banyak digunakan di Jerman, Austria, Belanda,
Swedia, Finlandia, Portugal, dan negara lainnya

Tipe G

Tipe G yaitu berbentuk persegi panjang yang membentuk segitiga sama kaki. Pada tipe G, pin
netral memiliki ukuran panjang sebesar 17,7 mm dan pin pendek dengan ukuran 6,35 mm.

Tipe stopkontak G merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan oleh
negara Inggris, Malta, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong, Bangladesh, Bhutan, Brunei
Darussalam, Kamboja, Ghana, Guyana, dan negara lainnya.

Tipe H

Pada tipe H, tiga garpu bulat yang ada memiliki ukuran panjang sebesar 19 mm dan
membentuk segitiga. Antara satu koneksi/pin dengan koneksi lainnya terpisah dengan jarak
sebesar 19 mm.

12
Tipe stopkontak H merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan
secara eksklusif di negara Israel, Palestina, Thailand. Namun, penggunaan listrik tipe H
paling sering digunakan di negara Israel dan Palestina saja khususnya Jalur Gaza.

D. Pengaman

Alat pengaman arus listrik adalah alat yang digunakan untuk memutus secara otomatis
apabila dalam suatu Instalasi listrik mengalami gangguan seperti Beban lebih, Hubung
singkat (kosleting), percikan api, dan lain – lain. dengan berbagai cara pemutusan dan jenis
aurs yang diamankan, juga berdasarkan kegunaan dan kebutuhan, Alat pengaman listrik
otomatis ini terbagi menjadi 8 yaitu :

MCB (Miniature Circuit Breaker)


MCCB ( Mold Case Circuit Breaker)
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)
ACB ( Air Circuit Breaker)
OCB (Oil Circuit Breaker)
VCB (Vacuum Circuit Breaker)
NCB (No Fuse Circuit Breaker)
SF6CB (Sulfur Circuit Beraker)

MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB adalah alat pengaman arus listrik dari beban lebih dan hubung singkat. Ada dua
komponen penting pada MCB yaitu Thermis sebagai bahan pengaman dari beban lebih, dan
Relay elektromagnetik sebagai pengaman dari hubung singkat

Pengaman thermis memiliki prinsif dan cara kerja yang hampir sama dengan Thermal
Overload relay (TOR) yaitu dengan menggunakan 2 buah logam yang digabungkan (bimetal).
Sedangkan pengaman menggunakan elektromagnetik menggunakan sebuah kumparan yang
dapat menarik angker dari besi lunak.

13
Keuntungan penggunaan MCB meliputi :
1 Dapat meengamankan (memutus hubungan) semua fasa dari rangkaian 3 fasa walaupun
terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya saja
2 Dapat digunakan kembali setelah proses pengamanan terjadi akibat hubung singkat atau
beban lebih
3 mempunyai respon yang baik bila terjadi gangguan seperti hubung singkat dan beban lebih
Lanjutkan

Berdasarkan penggunaan dan daerah kerjanya, MCB dapat digolongkan menjadi 5 jenis
1 Tipe G (kapasitas besar) biasa digunakan untuk pengaman Motor
2 Tipe L (kapasitas besar ) untuk pengaman kabel dan jaringan
3 Tipe H biasa digunakan untuk pengaman instalasi penerangan pembangunan
4 Tipe berrating dan Breaking kapasitas kecil
5 Tipe Z berating danBreaking kapasitas kecil biasa digunakan untuk pengaman semi
konduktor dan trafo yang sensitif terhadap tegangan

Kapasitas arus yang dapat diamankan oleh miniature circuit breaker relatif kecil, dan itu
wajar karena MCB adalah pengaman arus rendah

Berikut kisaran arusnya : 2 A, 4 A, 10 A, 32 A ada juga yang menyebutkan sampai 64 A


untuk 3 fasa
MCB biasa digunakan untuk rangakaian 1 fasa untuk pengaman instalasi rumah sederhana
dan biasa terdapat pada KWH sebagai pembatas beban penggunaan.

Maksud dari batas penggunaan adalah batasan daya yang dipakai misalnya 400 atau 950 watt.
Bila pemakaian melebihi batasan tersebuit, maka MCB akan memutus arus secara Otomatis.

MCCB ( Moulded Case Circuit Breaker)


Mold Case Circuit Breaker memiliki fungsi yang sama dengan MCB karena dapat
mengamankan arus listrik dari beban lebih atau dari hubung singkat. Yang membedakan
MCCB dan MCB adalah mempunyai kemampuan pemutusan arus dapat diatur sesuai dengan
batas beban yang diinginkan.
MCCB juga dikhususkan untuk rangkaian berbasisi 3 fasa seperti pada PHB dan sistem
kontrol Motor listrik 3 fasa

14
Di dunia Industri MCCB juga dapat disebut dengan Breaker

Berikut batasan arus yang dpat ditahan oleh MCCB atau Mold case Circuit Breaker adalah
100 A, 200 A, 400 A, dan lan sebagainya sesuai dengan jenis dan kebutuhan penggunaan
Yang dimaksud A adalah Ampere atau arus lsitrik bila di simbolkan I, rumusnya I = W/V

ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)


Eart Leakage Circuit Breaker adalah alat pengaman arus lsitrik bila terjadi kebocoran arus
listrik atau tegangan pada sebuah rangkaian Instalasi listrik. Maksud dari kebocoran arus
adalah arus yang keluar bukan pada beban yang diharuskan misalnya arus yang masuk pada
Manusia (manusia yang tersengat Listrik).

15
Dengan kata lain, ELCB digunakan sebagai pengaman manusia dari tegangan sentuh dan arus
lsitrik yang bocor.
Cara kerja kerja ELCB adalah sebagai berikut
Ketika kabel fasa mengalami kebocoran arus yang langsung terhubung dengan Tanah atau
kabel ground maka sebelum terjadi hal yang membahayakan (segatan listrik) ELCB akan
memutus arus tersebut

ACB (Air Circuit Breaker)

ACB merupakan alat pengaman listrik yang dapat mengamankan aliran listrik dengan
pemadam busur api berupa udara (air dalam bahasa inggris)
Udara pada tekanan atsmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat
proses switching ataupun gangguan seperti hubung singkat

OCB (Oil Circuit Bearker)

16
OCB adalah alat pengaman listrik (CB) yang berguna untuk pengaman dari percikan api yang
timbul akibat gangguan. Oil Circuit Breaker (OCB) bekerja ketika ada busur api terjadi, maka
minyak pada OCB berubah menjadi uap minyak dan busur api akan dikelilingi oleh
gelembung – gelembung uap minyak tersebut

VCB (vacuum Circuit Breaker)

VCB adalah pengaman listrik yang berfungsi sebagai pengaman busur api. Perbedan dari
OCB dan ACB adalah pada VCB terdapat ruang hampa udara untuk mengamankan busur api,
pada saat terbuka, sehingga dapat mengisolir hubungan setelah bunga api terjadi

NFCB (NO Fuse Circuit Breaker)

17
SF6Cb (sulfur Hexafluoride Circuit Breaker)

Sama halnya dengan ACB, OCB, dan VCB, SF6CB adalah pengaman arus listrik dari busur
api yang membedakannya adalah pemutusan arus pada rangkaian dilakukan menggunakan
gas sulfur Hexafluoride.

Gas tersebut merupakan gas yang berat dan mempunyai sipat dielektrik dan mempunyai sifat
memadamkan busur api yang baik.

Prinsif kerjanya, gas yang terdapat pada SF6CB ditiupkan pada rangkaian sepanjang busur
api, kemudian gas tersebut akan mengambil panas dari busur api tersebut sehingga padam.

Pengaman yang paling sering di jumpai rumah rumah tinggal adalah MCB (Miniature
Circuit Breaker)

E. Sakelar

Saklar termasuk bahan jadi yang merupakan alat yang berfungsi untuk menghubungkan dan
memutuskan arus listrik dari sumber tegangan menuju beban. Saklar sangat banyak macam
dan jenisnya misalnya: untuk keperluan instalasi penerangan, untuk tegangan tinggi, instalasi
tenaga dan banyak lagi jenisnya. Sebagai pengetahuan dasar cukup mengenai beberapa
macam yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari : di rumah, sekolah dan tempat-tempat
umum lainnya.

Saklar ada yang dipasang di luar tembok dan ada pula yang dipasang did alam. Saklar yang
dipasang di dalam tembok harganya lebih mahal, tetapi lebih banyak yang menyukai sebab
tampak lebih bersih dindingnya karena pipanya tidak tampak, sehingga tidak mengganggu
pemandangan.

18
Jenis-jenis saklar pada dasarnya dibedakan menjadi:
1. Saklar manual
2. Saklar magnetik (MC)
3. Saklar otomatis

Saklar magnetik dan saklar otomatis akan dibahas pada semester berikutnya. Sedangkan
saklar manual menurut penggunaannya untuk:
1. Instalasi penerangan.
2. Instalasi tenaga.

Bentuk-bentuk pemasangannya saklar adalah:


1. Saklar ditanam dalam tembok sistem IN-BOUW
2. Saklar tidak ditanam di dalam tembok sistem OUT-BOUW

Ada beberapa persyaratan dalam pemasangan saklar antara lain:

1. Harus dapat melayani secara aman tanpa memerlukan alat bantu.


2. Saklar harus dipasang sedemikian rupa sehingga bagian yang bergerak (tangkai atau
pengumpil) saklar tidak bertegangan pada waktu saklar dalam keadaan terbuka atau tidak
terhubung (Puil 1977 Pasal 206 B1).
3. Dudukan semua saklar di dalam suatu instalasi harus seragam, misalnya: semua saklar
dalam keadaan terhubung: Jika tangkai saklar didorong ke atas atau.

Jika pengumpil saklar bagian atas ditekan (Puil 1977 Pasal 206.B1)

1. Pemasangannya harus sedemikian rupa sehingga tidak mungkin akan terhubung sendiri
oleh pengaruh gaya beratnya.
2. Kemampuan saklar sekurang-kurangnya harus mempunyai kemampuan sesuai dengan alat
yang dihubungkan padanya, tetapi tidak boleh lebih kecil dari 5 A (Puil 1977 Pasal 630 C61).

19
20
1. Saklar tunggal (lihat gambar 1) Saklar ini tidak lagi memerlukan penjelasan. Ini suatu cara
yang termudah untuk menghubungkan/memutuskan suatu hantaran.

2. Saklar seri/deret (lihat gambar 2) Saklar seri ini gunanya untuk memutuskan dan
menghubungkan dua buah kelompok lampu secara bergantian.
Misalnya:
Lampu yang terdapat pada ruangan tamu dan lampu yang terdapat pada taman dapat hidup
sendiri-sendiri atau seluruhnya dihidupkan pada waktu bersamaan.

3. Saklar tukar/hotel (lihat gambar 3)Saklar tukar/hotel ini digunkaan apabila kita
menghendaki melayani satu lampu dari dua tempat atau lampu menyala secara berurutan.
Misalnya:
Pada lorong-lorong dalam kamar yang dua pintu dan tangga pada rumah bertingkat, maka
kita pakai dua buah saklar tukar.

4. Saklar silang (lihat gambar 4)Saklar silang ini digunakan apabila kita harus dapat melayani
satu lampu dan tiga tempat, maka kita pakai saklar silang waktu memasang. Hendaklah
diingat, bahwa saklar yang pertama dan penghabisan haruslah dipasang saklar tukar, saklar di
antaranya adalah saklar silang.

21
5. Saklar kutub dua (lihat gambar 5)

Misalnya:
Kamar mandi, atau penerangan luar sehingga kedua kawat lampu diputuskan hubungannya.

6. Saklar kutub tiga (lihat gambar 6)Saklar ini dipakai pada golongan yang terdiri dari
sejumlah lampu-lampu besar.

Misalnya:
Untuk penerangan lantai, penerangan bagian atas dan gedung-gedung pertemuan untuk
dihubungkan dengan tiga fasa. Hubungan ini disambung dan diputuskan dengan saklar kutub
tiga.

7. Saklar tarik (lihat gambar 7)Saklar tarik ini digunakan pada kamar tidur, dan kamar mandi
yang dapat dihidupkan dan dimatikan dengan menarik saklarnya dengan perantaraan tali
sebagai penariknya.

8. Saklar tombol tekan (lihat gambar 8)Saklar tombol banyak digunakan untuk mengontrol
motor-motor listrik dan juga banyak digunakan untuk melayani bel, dan lain-lain.

22
F. Fitting

Fitting lampu adalah suatu alat yang digunakan untuk menghubungkan lampu dengan kawat
jaringan agar aman. Dengan menggunakan fitting, peralatan listrik yang kita punya seperti
lampu akan lebih aman untuk digunakan. Ada beberapa macam jenis fitting berdasarkan jenis
pemakaiannya, yaitu:

1. Fitting Tempel

Fitting tempel biasanya sering disebut fitting plafon. Nama lain dari fitting tempel adalah
fitting duduk, disebut fitting duduk adalah karena setelah dipasang kedudukannya melekat
ditempat semula. Jika ingin memasang fitting jenis ini maka tutupnya harus dibuka terlebih
dulu.

2. Fitting Gantung

Fitting gantung adalah peralatan yang berfungsi sebagai pemegang bola lampu dan sebagai
penghantar daya listrik ke lampu. Jenis ini disebut sebagai fitting gantung karena
pemasangannya yang menggantung di langit- langit. Umumnya jenis fitting ini dipasang
menggantung dengan menggunakan kabel snur sebagai penahan bola lampu dan kap lampu.

23
3. Fitting Kombinasi

Fitting kombinasi adalah jenis fitting yang dilengkapi oleh stop kontak. Fitting ini sering
disebut fitting T dan dapat digunakan untuk dua jaringan. Pada fitting kombinasi ini terdapat
dua lubang yang berfungsi sebagai stop kontak untuk mengambil aliran listrik dengan
perantaraan saklar. Untuk pemasangan fitting kombinasi ini dapat dilakukan dengan
memasangnya pada fitting gantung atau fitting plafon dengan cara memutarnya.

24
G. Kotak Sambung

Penyambungan atau pencabangan hantaran listrik pada instalasi dengan pipa harus dilakukan
dalam kotak sambung.

Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari gangguan
yang membahayakan. Pada umumnya bentuk sambungan yang digunakan pada kotak
sambung ialah sambungan ekor babi (pig tail), kemudian setiap sambungan ditutup dengan
las dop setelah diisolasi.

Macam- macam kotak sambung :

25
26
H. Pipa Instalasi

Perlu diketahui bahwa pada pekerjaan instalasi listrik banyak sekali dipergunakan pipa listrik.
Fungsi pipa adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar. Dengan pemasangan
pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.

MACAM-MACAM PIPA INSTALASI

Pipa instalasi yang digunakan dalam instalasi listrik antara lain:

1. Pipa besi/baja (union)


2. Pipa PVC (plastik)
3. Pipa spiral (fleksibel)
4. Pipa-galvani

1. Pipa Union

Pipa union adalah pipa yang terbuat dari plat besi dan dibuat oleh pabrik tanpa menggunakan
las dan diberi cat meni berwarna merah. Pipa jenis ini dalam pengerjaannya mudah karena
dapat dengan mudah dibengkokkan dalam keadaan dingin. Selain daripada itu pipa union
mudah pula dipotong dengan gergaji besi. Pipa jenis ini mudah didapat dipasaran dengan
harga relatif murah.

Dalam instalasi listrik, pada pemasangan pipa union, jika masih dalam jarak jangkauan
tangan harus dihubungkan dengan bumi, kecuali bila digunakan untuk menyelubungi kawat
pembumian (arde).

Pemasangan pipa union umumnya dipasang pada tempat yang kering dengan maksud
menghindari terjadinya korosi atau karat.

2. Pipa PVC atau Paralon

Dewasa ini selain pipa union yang terbuat dari besi, juga banyak dipakai pipa pelindung yang
terbuat dari pipa bahan PVC atau paralon. Keuntungan penggunaan pipa PVC ini dibanding
dengan pipa union antara lain adalah pipa PVC lebih ringan, mudah pengerjaannya, mudah
dibengkokkan dan yang lebih penting adalah pipa PVC sendiri adalah merupakan bahan

27
isolasi sehingga dalam pemasangannya tidak akan mengaibatkan terjadinya hubungan pendek
antara penghantar dengan pipa.

Penggunaan pipa PVC sangat cocok untuk daerah lembab sebab tidak akan menimbulkan
korosi. Namun demikian pipa PVC mempunyai kelemahan yaitu tidak tahan digunakan pada
suhu kerja di atas 600C.

3. Pipa Fleksibel

Pada instalasi listrik adakalanya dipasang pipa yang disebut pipa fleksibel. Pipa ini dibuat
dari logam yang mudah diatur dan lentur. Sebagai contoh misalnya dipakai sebagai pelindung
kabel yang berasal dari dak standar menuju ke meter pembatas listrik atau juga dipakai
sebagai pelindung pada penghantar instalasi tenaga seperti mesin bubut, pres, dan mesin skraf
serta dikapal laut, dan sebagainya.

4. Pipa Galvanis

Didalam instalasi listrik pipa galvanis banyak digunakan pada dak standar,tiang lampu
[Link] pipa galvanis ini biasanya juga disebut pipa ledeng.

Maksud dan tujuan pemasangan pipa pada instalasi listrik antara lain:

1. Untuk memberikan perlindungan pada penghantar terhadap gangguan mekanis yang


mungkin terjadi pada penghantar.
2. Sebagai tempat untuk meletakkan/menyalurkan kabel penghantar di dalamnya.
3. Untuk mempermudah pembongkaran dan pemasangan kembali penghantar-
penghantar pada waktu perbaikan/penggantian penghantar yang rusak.

28
Pada instalasi listrik direncanakan sedemikian rupa dengan permukaan bagian dalamnya
harus licin, agar dalam penarikan kawat penghantar di dalam pipa tersebut tidak
mengakibatkan isolasi kawat tersebut tidak rusak.

Pipa instalasi harus memenuhi ketentuan pada persyaratan sebagai berikut:

Pipa instalasi harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap kelembaban.

Misalnya: pipa baja, pipa PVC (pastik) atau bahan lain yang sederajat. (Pasal 730 D2 PUIL
77).

Pipa instalasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat melindungi secara mekanis
hantaran yang ada di dalamnya dan harus tahan terhadap tekanan mekanis yang mungkin
timbul selama pemasangan dan pemakaian. (pasal 730 D3 sub. A PUIL 771).

Permukaan bagian dalam dan luar dari pipa harus licin dan rata, tidak boleh terdapat lubang
atau tonjolan yang tajam atau cacat lain yang sejenis pada bagian dalam atau luar pipa
tersebut, serta harus dilindungi secara baik terhadap karat. (pasal 730 D3 sub.b PUIL 77).

Pada bagian dalam pada ujung dari bahagian penyambung pipa tidak boleh terdapat
bahagian tajam. Permukaan dan pinggiran atau bibir lewat mana hantaran itu ditarik harus
licin dan tidak tajam. Pada ujung bebas dari pipa instalasi yang terbuat dari baja, kawat
dipasang-selubung masuk (tule) yang berbentuk baik dan terbuat dari bahan yang awet.

Pemasangan pipa instalasi harus sedemikian rupa sehingga hantaran dapat ditarik dengan
mudah setelah pipa benda bantu dipasang, serta hantaran dapat diganti dengan mudah tanpa
membongkar sistem pipa (pasal 730 F1 PUIL 77).

Pipa instalasi yang terbuat dari logam dan terbuka yang terdapat dalam jarak yang kanan
tangan harus ditahankan dengan baik, kecuali bila pipa instalasi logam tersebut dipergunakan
untuk menyelubungi kabel yang mempunyai instalasi ganda (mis: NYM) atas digunakan
hanya untuk menyelubungi kawat pertahanan. (pasal 730 F3 PUIL 77)

Pipa instalasi haru sedapat mungkin dipasang secara tegak lurus atau mendatar. (pasal 730
F4 PUIL 77)

Pipa instalasi PVC (plastik) memiliki beberapa keuntungan antara lain:

1. Tahan terhadap bahan kimia, jadi tidak perlu dicat.


2. Tidak menyalurkan nyala api.
3. Ringan dan mudah dibawah/digunakan
4. Mudah dibentuk dengan menggunakan alat pemanas.

29
Pipa instalasi logam/baja memiliki beberapa keuntungan antara lain:

1. Lebih kuat
2. Tahan terhadap panas dan nyala api
3. Bisa dijadikan pentahanan langsung
4. Kerusakan mekanis tidak perlu diragukan

2.3 Standarisasi dan Peraturan Instalasi Listrik


STANDARISASI

Tujuan standarisasi ialah untuk mencapai keseragaman, antara lain mengenai:


a. ukuran, bentuk dan mutu barang;
b. cara menggambar dan cara kerja.
Dengan makin rumitnya konstruksi dan makin meningkatnya jumlah dan jenis barang yang
dihasilkan, standarisasi menjadi suatu keharusan.
Standarisasi membatasi jumlah jenis bahan dan barang, sehingga mengurangi
kemungkinan terjadinya kesalahan. Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun
pekerjaan otak. Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dan alat-alat dapat
dipergunakan secara lebih baik dan efisien, sehingga dapat menurunkan harga pokok dan
meningkatkan mutu.
Dua organisasi international yang bergerak di bidang standarisasi ialah:
a. “International Electrotechnical Commission” (IEC) untuk bidang teknik listrik, dan
b. “International Organization for Standardization” (ISO) untuk bidang-bidang lainnya
Di Indonesia saat ini sudah terbentuk Badan Standarisasi Nasional (BSN)
Ada banyak standar tentang instalasi listrik yang bisa diterapkan dalam dunia industry
baik yang berskala internasional, regional, maupun nasional. Tentunya yang terbaik adalah
yang mampu menerapkan standar yang paling ketat dari standar-standar yang ada. Contoh
standar-standar tersebut adalah IEC 60364 dengan seri terbarunya versi 2009, standar ini
berlaku internasional, karena dikeluarkan oleh International Electrotechnical
Commission(IEC), yakni sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang standarisasi
kelistrikan, yang terdiri dari lembaga standar beberapa Negara, diantaranya adalah Negara
kita yang berstatus sebagai full member.
IEC 60364 mengatur tentang system kelistrikan gedung yang terdiri dari 7 pasal, yang
masing-masing pasal terdapat beberapa section. Sedangkan di benua Eropa, inggris telah
mengeluarkan standar yang berjudul BS 7671 dengan versi terbarunya tahun 2015. Standar
ini selain dipakai didalam negeri Inggris sendiri, juga diterapkan oleh beberapa Negara yang
merupakan persemakmuran dari Inggris.
Sementara itu di Negara kita tercinta ini, Badan Standar Nasional (BSN) bekerjasama
dengan beberapa instansi pemerintah, seperti Deptamben, Depnaker, Depkes, kemudian juga
dengan PLN, serta beberapa perguruan tinggi nasional, mengeluarkan sebuah standar yang
berjudul PUIL versi tahun 2000. PUIL merupakan kepanjangan dari Persyaratan Umum
Instalasi Listrik, yang banyak mengacu kepada standar IEC 60634.
30
Kemudian pemerintah, melalui Kementerian Tenaga Kerja, pada tanggal 25 April
2002 mengeluarkan Kepmenaker no. 75 tahun 2002 tentang tentang pemberlakuan standar
nasional indonesia (sni) nomor : sni-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi
listrik 2000 (puil 2000) di tempat kerja. Sehingga dengan diberlakukannya Kepmenaker ini,
semua tempat kerja yang ada di wilayah NKRI, dalam Perencanaan, pemasangan,
penggunaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik di tempat kerja harus sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI 04-
0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja,
sebagaimana disebutkan dalam pasal 2 ayat 1, Permenaker tersebut.
Kemudian standar PUIL ini telah direvisi untuk menyesuaikan dengan IEC 60634
yang dirilis versi terbarunya pada tahun 2009. PUIL ini sekarang telah diterbitkan dengan
versi paling baru tahun 2011. BSN merilisnya dengan judul SNI 0225:2011 tentang PUIL
2011. Kemudian sudah dilakukan lagi amandemen 1 pada tahun 2013, sehingga judulnya
sudah berubah menjadi SNI 0225:2011/Amd 1:2013.
Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), telah
mengeluarkan Permen ESDM no. 36 tahun 2014 tentang pemberlakuan Standar Nasional
Indonesia 0225:2011 mengenai persyatan umum instalasi listrik 2011 (PUIL 2011) dan
standar nasional Indonesia 0225:2011/Amd:2013 mengenai persyaratan umum instalasi listrik
2011 (PUIL 2011) amandemen 1 sebagai standar wajib. Peraturan ini ditandatangani oleh
menteri Sudirman Said, pada tanggal 24 Desember 2014.
Kemudian melalui siaran persnya no. 02/SJI/2015 pada tanggal 23 Januari 2015 yang
ditandatangani oleh Bpk. Saleh Abdurrahman, selaku kepala pusat komunikasi publik,
menyiarkan bahwa SNI PUIL 2011 telah diberlakukan secara wajib

PERATURAN

Pemasangan instalasi listrik terikat pada peraturan-peraturan. Tujuan peraturan-


peraturan ini adalah:
a. pengamanan manusia dan barang;
b. penyediaan tenaga listrik yang aman dan efisien.
Dapat diperkirakan bahwa kebanyakan orang tidak akhli di bidang listrik. Supaya
listrik dapat digunakan dengan seaman mungkin, maka syarat-syarat yang ditentukan dalam
peraturan sangat ketat.
Peraturan instalasi listrik terdapat dalam buku “Persyaratan Umum Instalasi Listrik
2000” disingkat PUIL 2000. Buku ini diterbitkan oleh YAYASAN PUIL. Di samping PUIL
2000, harus juga diperhatikan peraturan-peraturan lain yang ada hubungannya dengan
instalasi listrik, yaitu:
a. Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, beserta Peraturan
Pelaksanaannya;
b. Undang-undang Nomor 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan;
c. Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
d. Undang-undang Nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
e. Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah;

31
f. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan
Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan
Tenaga Listrik;
h. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1993 tentang Analisa Mengenai Dampak
Lingkungan;
i. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik
j. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 01.P/40/[Link]/1990 tentang
Instalasi Ketenagalistrikan;
k. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 02.P/0322/[Link]/1995 tentang
Standarisasi, Sertifikasi dan Akreditasi Dalam Lingkungan Peetambangan dan Energi.

32
2.4 Standar dan Sistem Pencahayaan Ruang

Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan sistem
pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan di ruangan,
termasuk di tempat kerja dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu:

A. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)

Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu
diterangi. Sistm ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada
kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik
karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal,
disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna
cerah agar tampak menyegarkan

B. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)

Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi,
sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini kelemahan
sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit dan dinding
yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putih
effisien pemantulan antara 5-90%

C. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting)

Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari, sedangka
sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng. Dalam pencahayaan sistem ini termasuk
sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas.
Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.

D. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting)

Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas, sedangkan
sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan langit-langit perlu
diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis
tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.

E. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting)

Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas kemudian
dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit-langit dapat menjadi
sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan sistem ini
adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi
effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja.

33
Banyak faktor risiko di lingkungan kerja yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan
pekerja salah satunya adalah pencahayaan. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.1405
tahun 2002, pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan
untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. Pencahayaan minimal yang dibutuhkan menurut
jenis kegiatanya seperti berikut:

Tingkat Pencahayaan Lingkungan Kerja

TINGKAT
JENIS
PENCAHAYAAN KETERANGAN
KEGIATAN
MINIMAL (LUX)
Pekerjaan kasar 100 Ruang penyimpanan & ruang
dan tidak terus peralatan/instalasi yang
– menerus memerlukan pekerjaan yang
kontinyu
Pekerjaan kasar 200 Pekerjaan dengan mesin dan
dan terus – perakitan kasar
menerus
Pekerjaan rutin 300 Ruang administrasi, ruang
kontrol, pekerjaan mesin &
perakitan/penyusun
Pekerjaan agak 500 Pembuatan gambar atau bekerja
halus dengan mesin kantor, pekerjaan
pemeriksaan atau pekerjaan
dengan mesin
Pekerjaan halus 1000 Pemilihan warna, pemrosesan
teksti, pekerjaan mesin halus &
perakitan halus
Pekerjaan amat 1500 Mengukir dengan tangan,
halus pemeriksaan pekerjaan mesin
Tidak menimbulkan dan perakitan yang sangat halus
bayangan
Pekerjaan 3000 Pemeriksaan pekerjaan,
terinci perakitan sangat halus
Tidak menimbulkan
bayangan

Sumber: KEPMENKES RI. No. 1405/MENKES/SK/XI/02

United Nations Environment Programme (UNEP) dalam Pedoman Efisiensi Energi


untuk Industri di Asia mengklasifikasikan kebutuhan tingkat pencahayaan ruang tergantung
area kegiatannya, seperti berikut:

34
Kebutuhan Pencahayaan Menurut Area Kegiatan

Pencahayaan
Keperluan Contoh Area Kegiatan
(LUX)
Pencahayaan 20 Layanan penerangan yang minimum
Umum untuk dalam area sirkulasi luar ruangan,
ruangan dan area pertokoan didaerah terbuka, halaman
tempat penyimpanan
yang jarang 50 Tempat pejalan kaki & panggung
digunakan 70 Ruang boiler
100 Halaman Trafo, ruangan tungku, dll.
dan/atau tugas- 150 Area sirkulasi di industri, pertokoan dan
tugas atau ruang penyimpan.

visual sederhana
Pencahayaan 200 Layanan penerangan yang minimum
umum untuk dalam tugas
interior 300 Meja & mesin kerja ukuran sedang,
proses umum dalam industri kimia dan
makanan, kegiatan membaca dan
membuat arsip.
450 Gantungan baju, pemeriksaan, kantor
untuk menggambar, perakitan mesin
dan bagian yang halus, pekerjaan warna,
tugas menggambar kritis.
1500 Pekerjaan mesin dan diatas meja yang
sangat halus, perakitan mesin presisi
kecil dan instrumen; komponen
elektronik, pengukuran & pemeriksaan
bagian kecil yang rumit (sebagian
mungkin diberikan oleh tugas
pencahayaan setempat)
Pencahayaan 3000 Pekerjaan berpresisi dan rinci sekali,
tambahan misal instrumen yang sangat kecil,
setempat untuk pembuatan jam tangan, pengukiran
tugas visual yang
tepat

35
2.5 Prosedur pemasangan Instalasi Listrik Baru

Salah satu kelebihan yang dimiliki listrik pintar di antaranya pelanggan tidak perlu lagi
berurusan dengan pencatatan meter yang biasanya dilakukan setiap bulan, dan tidak perlu
terikat dengan jadwal pembayaran listrik setiap bulan.

Nah buat Anda yang ingin mengajukan pemasangan sambungan listrik baru PLN, begini
prosedurnya. Apa saja langkahnya:

1. Kunjungi langsung kantor pelayanan PLN terdekat sesuai domisili atau lokasi rumah yang
akan dipasang listriknya. Syaratnya harus membawa beberapa lampiran, antara lain:

 Fotokopi kartu identitas pengguna atau pengguna bangunan (KTP/SIM) yang masih
berlaku
 Gambaran denah/peta lokasi rumah (hal ini diperlukan untuk memudahkan dalam
proses survei lapangan)
 Surat kuasa apabila pengajuan permohonan tidak dilakukan oleh pemilik/diwakilkan
 Membayar biaya penyambungan.

2. Mengajukan permohonan sambungan baru juga dapat Anda lakukan melalui saluran
telepon Call Center PLN 123.

Setelah persyaratan di atas dipenuhi, tahapan berikutnya adalah:

1. Melengkapi berkas administrasi permohonan sambungan baru.

2. Survei lapangan oleh petugas untuk mengetahui secara persis kondisi kelistrikan di
lapangan (kondisi dalam bidang teknis, jarak dengan tiang terdekat, jarak dengan trafo
terdekat, dan informasi teknis lainnya).

3. Calon pelanggan wajib untuk menyelesaikan proses administrasi di kantor PLN. Proses
pembayaran biaya penyambungan ini hanya dapat dilakukan di Kantor PLN dan/atau melalui
bank yang ditunjuk.

4. Pelanggan harus menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

5. PLN akan melakukan penyambungan listrik ke rumah pelanggan, setelah seluruh proses
administrasi selesai dan sudah dapat dilakukan penyambungan secara teknis.

36
Biaya Pasang Listrik Baru

Dari laman resmi PLN, ada 12 golongan tarif baru yang telah diberlakukan, yaitu tarif
adjustment. Hal itu merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 dan 33 Tahun
[Link] itu, ditetapkan pula biaya lain-lain, seperti biaya penyambungan, uang jaminan
langganan, dan ketentuan lainnya.

Beberapa biaya yang perlu Anda persiapkan:

 Biaya Guna Penyambungan (BP)


 Uang Jaminan sebagai Langganan (UJL)
 Biaya Materai
 Membeli token listrik atau stroom perdana minimal Rp5.000.

Total biaya pasang sambungan listrik baru yang harus dikeluarkan sebesar Rp1.218.000.
Biaya tersebut sudah mencakup BP, UJL, biaya materai, kecuali token listrik perdana.
Sedangkan biaya lain seperti bagian instalasi akan diserahkan kepada pihak PT Perintis
Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN).

Adapun biaya pemeriksaan keamanan instalasi arus listrik dari situs resmi PPILN,
adalah sebagai berikut:

No Daya PerVA Biaya Pemeriksaan


1 450 Rp 40.000
2 500 - Rp 60.000
3 1.300 - Rp 95.000
4 2.200 - Rp 110.000
5 3.500 Rp 30 Rp 105.000
6 4.400 Rp 30 Rp 132.000
7 5.500 Rp 30 Rp 165.000
8 6.600 Rp 30 Rp 198.000
9 7.700 Rp 30 Rp 231.000
10 10.600 Rp 25 Rp 265.000
11 11.000 Rp 25 Rp 275.000
12 13.200 Rp 25 Rp 330.000
13 16.500 Rp 25 Rp 412.500
14 23.000 Rp 25 Rp 575.000
15 33.000 Rp 20 Rp 660.000
16 41.500 Rp 20 Rp 830.000
17 53.000 Rp 20 Rp 1.006.000

37
18 66.000 Rp 20 Rp 1.032.000
19 82.500 Rp 15 Rp 1.237.000
20 105.000 Rp 15 Rp 1.575.000
21 131.000 Rp 15 Rp 1.965.000
22 147.000 Rp 15 Rp 2.205.000
23 197.000 Rp 15 Rp 2.955.000

Pasang Listrik Baru via Online

Inovasi terbaru dari PLN, yakni pasang listrik lewat online. PLN online menyediakan banyak
fitur, mulai dari pembelian pulsa listrik sampai dengan pasang sambungan listrik baru.
Dengan adanya inovasi tersebut, memberi kemudahan kepada Anda yang ingin melakukan
pendaftaran migrasi, perubahan daya atau instalasi pemasangan baru secara online melalui
gadget Anda.

Cara Pasang Listrik Baru Secara Online

1. Jika sudah yakin ingin melakukan perubahan daya atau memasang sambungan listrik baru,
langsung saja kunjungi website resmi PLN [Link]

2. Untuk mendaftar sambungan baru, klik menu “Pasang Sambungan”

3. Tunggu beberapa detik karena website sedang menyiapkan form untuk mengisi data diri
dan blangko pendaftaran listrik baru online. Usahakan Anda memiliki jaringan internet yang
cukup baik, agar lebih cepat dan tidak terputus.

4. Baca syarat dan ketentuan yang berlaku terlebih dahulu. Jika sudah, scroll terus ke bawah
hingga bagian akhir klik “setuju”. Setelah itu akan muncul informasi penting yang perlu
Anda baca, ingat dan Anda penuhi. Klik saja “Ok”

5. Isi formulir pendaftaran dengan data benar dan sesuai kartu identitas Anda.

6. Jika sudah, lanjutkan pengisian ke sheet “data pemohon,” lalu Anda bisa centang di bagian
“copy berdasarkan data pelanggan” untuk mempercepat pengisian data.

7. Setelah mengisi seluruh data diri, scroll ke bagian bawah untuk mengisi jumlah tarif/daya
baru. Isi dengan benar sesuai dengan kebutuhan Anda.

8. Setelah selesai mengisi, bisa klik menu “Hitung Biaya” untuk mengetahui berapa besar
biaya yang Anda harus bayarkan ke rekening PLN. Pastikan Anda mengisi data dengan
benar, karena apabila data yang Anda berikan ada yang salah, maka akan ada notifikasi untuk
Anda koreksi dan mengulanginya lagi.

9. Untuk info lebih lanjut hubungi Call Center PLN di nomor 123.

38
Pastikan Sesuai dengan Kebutuhan

Sebelum memutuskan memasang sambungan listrik baru pascabayar maupun prabayar,


pastikan dulu apa kebutuhan Anda. PLN melakukan inovasi agar manfaatnya dapat dirasakan
seluruh masyarakat Indonesia.

Konsumsi listrik Anda akan mempengaruhi berapa uang yang harus dibayarkan. Apapun
pilihan sistem pembayaran listrik di rumah, Anda harus tetap berhemat. Jangan boros demi
masa depan energi yang berkelanjutan.

39
2.6 Penggolongan Tarif Pelanggan Listrik
Berikut tarif tenaga listrik triwulan I Tahun 2019:

 Rp 997/kWh untuk pelanggan tegangan tinggi, yaitu I-4 Industri Besar dengan daya
30 MVA ke atas.

 Rp 1.115/kWh untuk pelanggan tegangan menengah, yaitu B-3 Bisnis Besar dengan
daya di atas 200 kVA dan P2 Kantor Pemerintah dengan daya di atas 200 kVA.

 Rp 1.467/kWh untuk pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 Rumah Tangga Kecil
dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah Tangga Kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah
Tangga Menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah Tangga Besar dengan
daya 6.600 VA ke atas, B-2 Bisnis Menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-
1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan Penerangan Jalan
Umum.

 Rp 1.645/kWh untuk pelanggan Layanan Khusus.

 Rp 1.352/kWh untuk rumah tangga daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM) (belum


diterapkan tariff adjustment).

Lebih lanjut, tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak
mengalami perubahan atau besarannya tarifnya tetap. Dua puluh lima golongan pelanggan ini
tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan listrik usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

40
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Data Umum Gedung Lotte Mart


Gedung domestik yaitu gedung lotte mart ini dengan terletak di Jalan R. Soekamto,
Palembang-Sumatera Selatan. Rumah ini terhubung dengan trafo yang terletak di dekat
simpang patal. Dengan mendapatkan sumber dari PLN sebesar 40A.

3.2 Perhitungan Jumlah Titik Lampu dan Daya

Menentukan Cahaya Yang Dibutuhkan Dalam Suatu Ruangan

Dalam menentukan cahaya ini, salah satu pedoman yang bisa digunakan adalah tabel
SNI- 03-6197-2000 dimana terdapat standar lux yang dibutuhkan setiap ruangannya.

41
Tabel Tingkat Pencahayaan Rata - Rata

42
3.2PERHITUNGAN JUMLAH TITIK LAMPU DAN DAYA
KUAT PENERANGAN

Perkantoran = 200 – 500 Lux

Apartemen / Rumah = 100 – 250 Lux

Hotel = 200 – 400 Lux

Rumah sakit / Sekolah = 200 – 800 Lux

Basement / Toilet / Coridor / Hall / Gudang / Lobby = 100 – 200 Lux

Restaurant / Store / Toko = 200 – 500 Lux

Industri = 300 Lux

Rumus:

N= ExLxW
Ø x LLF x Cu x n

N = Jumlah titik lampu

E = Kuat penerangan (Lux), rumah atau apartemen standar 100lux – 250lux

L = Panjang (Length) ruangan dalam satuan Meter

W = Lebar (Width) ruangan dalam satuan Meter.

Ø = Total nilai pencahayaan lampu dalam satuan LUMEN

LLF = (Light Loss Factor) atau Faktor kehilangan atau kerugian cahaya, biasa nilainya antara
0,7–0,8

Cu = (Coeffesien of Utillization)

n = Jumlah Lampu dalam 1 titik

43
A. Lampu

a. Parkir

Luas : 7m x 22m = 154m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 4 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 200 𝐿𝑢𝑥 𝑥 154 m2


∅ 15000 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 4,4/ 4 lampu

Menggunakan 4 lampu LED dengan daya 200 watt agar terang dan nyaman pada
saat malam hari.

44
b. Alat alat Elektronik

Luas : 22m x 9m = 198 m2

Tinggi :6m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 6 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 200 𝐿𝑢𝑥 𝑥 198 m2


∅ 2250 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 7.5 /7 lampu

Menggunakan 7 lampu LED dengan daya 30 watt agar terang dan nyaman pada
saat malam hari.

45
c. Jalan Utama

Luas : 6m x 18m = 108 m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 1 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 200 𝐿𝑢𝑥 𝑥 108 m2


∅ 15000 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 4.11 /4 lampu

Menggunakan 4 lampu LED dengan daya 200 watt agar terang dan nyaman pada
saat malam hari.

46
d. Nugget, Sosis dan Burger

Luas : 8m x 18m = 144m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 250 Lux

N : 1 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 250 𝐿𝑢𝑥 𝑥 144 m2


∅ 2625 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 39.2 /40 lampu

Menggunakan 40 lampu TL dengan daya 35 watt agar terang dan nyaman pada
saat malam hari

47
e. Ayam dan Daging

Luas : 5m x 18m = 90m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 1 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 250 𝐿𝑢𝑥 𝑥 90 m2
∅ 2100 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 10.7 /10 lampu

Menggunakan 10 lampu TL dengan daya 80 watt agar terang dan nyaman pada
saat malam hari

48
f. Gudang, Rak 12, Rak 13, Rak 14 dan Rak 15

Luas : 5m x 50 m = 250m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 1 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 250 𝐿𝑢𝑥 𝑥 250m2


∅ 4500 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 39.7 /40 lampu

Menggunakan 40 lampu TL dengan daya 60 watt agar terang dan nyaman dan 6
lampu LED 40 Watt tambahan pada saat malam hari

49
g. Alat Alat Rumah Tangga
Luas : 8m x 8m = 64m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 1 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 200 𝐿𝑢𝑥 𝑥 64 m2
∅ 1350 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 6.5 /6 lampu

Menggunakan 6 lampu LED dengan daya 75 watt agar terang dan nyaman pada
saat malam hari

50
h. Rak 1-4
Luas : 10m x 18m = 180m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 1 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 200 𝐿𝑢𝑥 𝑥 180 m2


∅ 2700 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 39/40 lampu

Menggunakan 40 lampu TL dengan daya 36 watt dan tambahan 6 lampu LED 30


watt agar terang dan nyaman pada saat malam hari

51
i. Rak 5-11
Luas : 8m x 18m = 144m2

Tinggi :4m

Diketahui :

E : 200 Lux

N : 1 Buah

LLF : 0,7

CU : 0,5

𝑛 : 1 buah

: 200 𝐿𝑢𝑥 𝑥 144 m2


∅ 1125 𝑥 0,7 𝑥 0,5 𝑥 1

: 73 /70 lampu

Menggunakan 70 lampu LED dengan daya 15 watt agar terang dan tambahan
lampu LED 18 buah dengan daya 30 watt dan nyaman pada saat malam hari.

52
B. Stop Kontak

a. Alat Alat Elektronika


- Stop Kontak Merek : Panasonic Clipsal Broco
- Harga : Rp. 26.000
- Jumlah : 3 x 220 Watt / Buah
: 660 Watt
b. Nugget, Sosis dan Burger
- Stop Kontak Merek : Panasonic Clipsal Broco
- Harga : Rp. 26.000
- Jumlah : 220 Watt / Buah
c. Rak 11
- Stop Kontak Merek : Panasonic Clipsal Broco
- Harga : Rp. 26.000
- Jumlah : 220 Watt / Buah
d. Ayam dan Daging
- Stop Kontak Merek : Panasonic Clipsal Broco
- Harga : Rp. 26.000
- Jumlah : 220 Watt / Buah

e. Gudang
- Stop Kontak Merek : Panasonic Clipsal Broco
- Harga : Rp. 26.000
- Jumlah : 6 x 220 Watt / Buah
: 1320 watt

53
3.3 Panel Hubung Bagi
PHB (Panel Hubung Bagi) merupakan tempat percabangan dari sirkit yang ada pada
sebuah intalasi listrik yang dilengkapai dengan proteksi arus dan indikator lampu serta
indikator pengukuran.

FUSE BOX /
BOX MCB
atau tempat dudukan MCB
Untuk ukuran 3 MCB / 3 Group
Merk PRESTO / HELES PRODUCT
Di tanam dalam tembok (inbow)
Sudah ada rell MCB / Dudukan untuk MCB
Tutup Transparant / bening

Ukuran tutup 15 x 18cm


Ukuran belakang : 13cm x 12cm
Tebal 7cm

3.4 Deskripsi Pemakaian


Gedung non domestik yaitu Lotte Mart. Gedung ini dilengkapi dengan tempat parkir,
tempat alat alat elektronik, jalan utama, alat alat kebutuhan rumah tangga, rak 1-15, gudang,
tempat nugget, sosis dan burger dan ayam dan daging.

Adapun pembagian grup sebagai berikut:

Grup 1 terdiri dari alat alat eletronik dan rak 5-11

Grup 2 terdiri dari rak 1-4, nugget, sosis dan buger dan ayam dan daging

Grup 3 terdiri dari parkir, gudang dan rak 12-15

54
Rincian :

1. Tempat Parkir
a. 4 buah lampu Philips LED 200 watt

2. Alat-Alat Elektronik
a. 7 Buah lampu Philips LED 30 watt
b. 3 buah stop kontak
c. Sebuah saklar tunggal
d. 3 buah saklar seri.

3. Jalan Utama
a. 4 Buah lampu Philips LED 200 watt

4. Rak 1-4

a. 6 Buah lampu Philips LED 30 watt


b. 80 buah lampu TL Philips 36 watt
c. 4 buah saklar seri

5. Rak 5-11
a. 12 Buah lampu Philips LED 30 watt
b. 70 buah lampu TL Philips 15 watt
c. Sebuah stop kontak
d. Sebuah saklar tunggal
e. 6 buah saklar seri

6. Alat-Alat rumah tangga


a. 6 buah lampu Philips LED 75 watt

7. Nugget, Sosis dan Burger


a. 40 buah lampu TL Philips 35 watt
b. Sebuah stop kontak
c. Sebuah saklar tunggal

8. Ayam dan Daging


a. 10 lampu TL Philips 80 watt
b. 1 buah saklar tunggal
c. I buah saklar seri
d. 1 buah stop kontak

9. Gudang
a. 6 buah lampu Philips LED 40 watt
b. 40 buah lampu TL Philips 60 watt

55
c. 6 buah saklar tunggal
d. 6 buah stop kontak

3.5 Daftar Peralatan Listrik yang Digunakan


1. MCB 50 Ampere

56
2. Lampu LED 30 Watt

3. Lampu LED 75 Watt

57
4. Lampu LED 200 Watt

5. Lampu TL 15 watt

58
6. Lampu TL 36 watt

7. Lampu TL 60 Watt

8. Lampu TL 80

59
9. Saklar Tunggal

10. Saklar Seri

11. Stop Kontak

60
12. Kotak MCB

13. Fitting

14. Pipa Listrik

61
15. Kotak Sambung Cabang Dua

16. Kotak Sambung Cabang Tiga

17. Kotak Sambung Cabang Empat

18. Kabel

62
3.6 Tabel Estimasi Biaya
No. Nama Bahan Volume Satuan Harga Jumlah Harga
Satuan

1. MCB 50 A 1 Buah 252.000 252.000


Schneider
2. Lampu LED 40 6 Buah 190.000 1.140.000
Watt Philips
3. Lampu TL 80 10 Buah 230.000 2.300.000
watt Philips
4. Lampu LED 30 25 Buah 200.000 5.000.000
Watt Philips
5. Lampu LED 75 6 Buah 500.000 3.000.000
Watt Philips
6. Lampu LED 200 8 Buah 2.400.00 19.200.000
Watt Philips
7. Lampu TL 15 70 Buah 100.000 7.000.000
Watt Philips
8. Lampu TL 36 120 Buah 160.000 19.200.000
Watt Philips
9. Lampu TL 60 40 Buah 290.000 11.600.000
Watt Philips
10. Saklar Seri 12 Buah 40.000 480.000
Panasonic
11. Saklar Tunggal 12 Buah 28.000 336..000
Panasonic
12. Pipa Listrik 100 Buah 12.000 1.200.000
PVC 4m
13. Kotak Sambung 50 Buah 3.500 175.000
Cabang Dua
14. Kotak Sambung 20 Buah 3.500 70.000
Cabang Tiga
15. Kotak Sambung 35 Buah 5.000 175.000
Cabang Empat
16. Kabel NYA Fasa 5 Roll 280.000 1.400.000
(R) Merah (2,5
mm)
17. Kabel NYA 3 Roll 280.000 840.000
Netral (N) Biru
18. Kabel NYA 3 Roll 280.000 840.000
Grounding (Pe)
Hijau Kuning

63
19. Stop Kontak 12 Buah 28.000 336.000
Panasonic
TOTAL Rp. 74.544.000

64
3.7 Denah Dasar Rumah Tipe 120

65
3.8 Tampak Depan Rumah Tipe 120

66
3.9 Instalasi Listrik Rumah Tipe 120

67
3.10 Diagram Distribusi Rumah Tipe 120

68
3.11 Denah Lokasi

69
3.12 Panel Distribusi

70
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis pencahayaan pada bangunan Lotte Mart diketahui bahwa:
Dalam membuat suatu instalasi penerangan dibutuhkan suatu perencaan yang harus
memenuhi
PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)
SPLN (Syarat Perusahaan Listrik Negara)
IEC (International Electrotechnical Commision)
ISO (International Organization for Standardization)
Baik dalam pengunaan lampu, saklar, stop kontak, MCB dan seluruh peralaratan
listrik lainya. Serta harus cocok pemakaiannya terhadap lingkungannya, dan
mengikuti instruksi pabrik pembuat peralatan tersebut.
a. Cek apakah kapasitas daya listrik dari PLN digedung yang sudah dianalisa
oleh anda sudah tepat sesuai dengan kebutuhan..
b. Mulailah menghitung berapa kebutuhan daya listrik yang anda perlukan per
hari. Perhatikan pemakaian peralatan listrik di gedung anda apakah sesuai
kebutuhan dan tidak berlebihan. Pahami perhitungan tagihan pemakain listrik
secara rinci.
c. Selalu memilih peralatan listrik hemat energi atau ber-daya listrik yang
secukupnya seperti : lampu, AC, lemari es, ac dan sebagainya.
d. Selalu merawat dengan baik dan memperhatikan pemakaian peralatanlistrik
secara benar. Hal ini membantu pemakaian listrik lebih [Link]-poin
dibawah adalah hal-hal yang perlu diperhatikan.
e. Jangan biarkan colokan peralatan listrik yang tidak digunakan selalu terpasang
pada stop kontak. lebih baik dicabut dari stop kontak. Jika hal ini secara
konsisten dilakukan, Anda bisa menghemat pemakaian listrik hingga 5% dari
tagihan.

71
4.2 Saran
Dalam instalasi sistem pencahayaan dibutuhkan ketelitian dan pengawasan
yang baik. Jenis pencahayaan dan alat penerangan disesuaikan dengan kebutuhan dan
fungsi bangunan tersebut, sehingga daya listrik dapat disesuaikan.
Kami sebagai penulis dari makalah ini sepenuhnya menyadari bahwa pada
makalah ini masih terdapat banyak kesalahan ataupun kekurangan yang mungkin
terjadi karena kurangnya referensi bahan ataupun dari kesalahan kami sendiri. Oleh
karena itu kepada pembaca. Kritik dan saran yang sifatnya membangun kami siap
terima agar kedepannya dapat diperbaiki.

72

Anda mungkin juga menyukai