0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan9 halaman

Pengamatan Penyakit Potensial KLB

Dokumen tersebut membahas tentang pengamatan penyakit potensial KLB di tingkat puskesmas dan kabupaten. Langkah-langkahnya meliputi persiapan tenaga dan peralatan, pencarian kasus, identifikasi faktor risiko, serta pelaporan hasil pengamatan. Dokumen ini juga menjelaskan tata cara penetapan dan penanggulangan terjadinya KLB berdasarkan investigasi epidemiologi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan9 halaman

Pengamatan Penyakit Potensial KLB

Dokumen tersebut membahas tentang pengamatan penyakit potensial KLB di tingkat puskesmas dan kabupaten. Langkah-langkahnya meliputi persiapan tenaga dan peralatan, pencarian kasus, identifikasi faktor risiko, serta pelaporan hasil pengamatan. Dokumen ini juga menjelaskan tata cara penetapan dan penanggulangan terjadinya KLB berdasarkan investigasi epidemiologi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

Pengamatan Penyakit Potensial KLB


No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 1 Juli 2015
Halaman :
UPT PUSKESMAS CITEUREUP Ditetapkan oleh Kepala UPT
Jl. ALTERNATIF PUSPANEGARA NO 8 Pusksmas Citeureup
Kel. PUSPANEGARA
CiTEUREUP-BOGOR
Telp. 021 8758850
Email uptpuskesmasciteureup@[Link]
dr. NINING SUNENGSIH
NIP. 197809102008012009
1. Pengamatan Penyakit Potensial KLB
Terwujudnya sikap tanggap petugas terhadap kondisi yang mengancam
terjadinya KLB untuk melakukan tindakan pencegahan dan atau
tindakan dini terhdap KLB penyakit dan keracunan makanan.
2. Kasus Suspek
Seseorang yang menderita gejala klinis suatu penyakit menular yang
sedang berjangkit di suatu wilayah tertentu pada kurun waktu tertentu.

3. Kasus Confirmasi
Seseorang yang memenuhi kriteria kasus suspek suatu penyakit menular
yang sedang berjangkit dan telah diperiksa laboratorium dengan hasil
positif.
4. Kejadian Luar Biasa (KLB)
Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan / kematian yang
1. Pengertian
bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu
tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya
wabah.

5. Kriteria KLB
Suatu daerah dapat di tetapkan dalam keadaan KLB apabila memenuhi
salah satu kriteria sbb:
1. Timbulnya suatu penyakit / penyakit menular yang sebelumnya
tidak ada / tidak dikenal.
2. Peningkatan kejadian penyakit / kematian terus – menerus selama 3
kurun waktu berturut – turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari,
minggu, bulan, tahun)
3. Peningkatan kejadian penyakit / kematian, dua kali atau lebih
dibandingkan dengan periode sebelumnya (hari, minggu, bulan,
1

tahun)
4. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukan kenaikan dua
kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata – rata
perbulan dalalm tahun sebelumnya.
5. Angka rata – rata perbulan selama satu tahun menunjukan kenaikan
dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata – rata
perbulan dari tahun sebelumnya.
6. Case Fatality Rate (CFR) dari suatu penyakit dalam kurun waktu
tertentu menunjukan kenaikan 50% atau lebih disbanding dengan
CFR dari periode sebelumnya.
7. Propotional Rate (PR) penderita baru dari suatu periode tertentu
menunjukan kenaikan dua kali atau lebih dibanding periode yang
sama
6. Wabah
Kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang
jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan
yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan
petaka.
a. Tujuan Umum
Kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular dan keracunan makanan
tidak menjadi masalah kesehatan

b. Tujuan Khusus
1. Memastikan terjadinya KLB menular di suatu wilayah
2. Tujuan
2. Tertanggulanginya KLB penyakit menular di suatu wilayah
3. Diketahuinya gambaran epidemiologi KLB suatu penyakit menular
disuatu wilayah
4. Diketahuinya faktor resiko penyebab terjadinya KLB di suatu
wilayah
Keputusan Kepala Puskesmas tentang Peningkatan Surveilans
3. Kebijakan Epidemiologi dan Pengggulangan Wabah

1. Undang – Undang No. 4 tahun 1984 tentang wabah Penyakit Menular


2. Undang – Undang No. 33 tahun 2002 tentang Perimbangan Keuangan
4. Referensi
Pusat dan Daerah
3. Undang – Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
1

4. Undang – Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan


5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 40 tahun 1991 tentang
Penanggulangan Wabah Penyakit Menular
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 949/
MENKES/SK/VIII/2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem
Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (KLB)
7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1116 tahun 2003 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Kesehatan
8. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1479 tahun 2003 tentang Surveilans
Penyakit Menular dan tidak menular terpadu
9. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1501 tahun 2010 tentang jenis
Penyakit Menular tertentu
10. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 11 tahun 2008 tentang
Pembentukan Dinas Daerah
A. PENGAMATAN PENYAKIT POTENSIAL KLB
Penetapan penyakit menular tertentu yang berpotensial KLB
didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, sosial, budaya,
keamanan, ekonomi yang berdampak menimbulkan malapetaka di
masyarakat tata cara penemuan penyakit menular tertentu
dilakukan seperti:
1. Penemuan secara pasif yaitu melalui laporan/ informasi kasus dari
fasilitas pelayanan kesehatan dan konfirmasi dari laboratorium
2. Penemuan secara aktif yaitu melalui kunjungan lapangan dengan
menegakkan diagnosis secara epidemiologis berdasarkan
gambaran penyakit menular tertentu yang selanjutnya diikuti
pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium (jika
memungkinkan)

5. Langkah-langkah A.1 Pengamatan Penyakit Potensial KLB di Tingkat Puskesmas


1. Menyiapkan tenaga yang terdiri dari lintas program sesuai
dengan penyakit yang sedang berjangkit
2. Menyiapkan bahan dan alat instrument pengamatan penyakit
seperti : Form pelacakan kasus, Juknis penanggulangan penyakit
menular, masker, sarung tangan, stetoskop, tensimeter,
thermometer, timbangan dan obat – obatan
3. Persyaratan administrasi
4. Pencarian kasus, pengobatan disertai wawancara untuk
mendapatkan data epidemiologis
5. Identifikasi faktor resiko
6. Pelaporan
A.2 Pengamatan Penyakit Potensial KLB di Tingkat Kabupaten
1 Menyiapkan tenaga yang terdiri dari lintas program sesuai dengan
penyakit yang sedang berjangkit
[Link] bahan dan alat instrumen pengamatan penyakit
1

seperti: Form pelacakan kasus, juknis penanggulangan penyakit


menular, masker, sarung tangan, stetoskop, tensimeter,
thermometer, timbangan dan obat-obatan
3. Persyaratan administrasi
4. Pencarian kasus, pengobatan disertai wawancara untuk
mendapatkan data epidemiologis
5. Identifikasi faktor resiko
6. Memastikan terjadinya peningkatan kasus tertentu
7. Pelaporan
B. PENANGGULANGAN KLB
Penetapan KLB didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, social
budaya, keamanan, ekonomi yang berdampak menimbulkan
malapetaka di masyarakat tata cara penetapannya yaitu dengan
melakukan investigasi yang meliputi:
B.1 Tingkat Puskesmas
Persiapan
1. Lapor ke Dinas Kesehatan Kebupaten melalui telp/HP/Form
W1
2. Menyiapkan tenaga (Tim gerak cepat) yang terdiri dari lintas
program
3. Menyiapkan bahan dan alat (instrumen) penganggulangan
KLB pengamatan penyakit sesuai dengan penyakit yang
berjangkit seperti:
Kaporit, Abate, neddle, wing neddle, pot spesimen, botol
spesimen, vaccine carier, cold pack, label, bed, form
pelacakan kasus, juknis penanggulangan penyakit menular,
masker, sarung tangan, stetoskop, thermometer, timbangan,
oabt – obatan, dll
4. Menyiapkan posko pelayanan kesehatan
5. Persyaratan administrasi
6. Berkoordinasi dengan lintas sector di wilayah kecamatan
setempat.
Pelaksanaan
1. Pengobatan terhadap penderita
2. Merujuk kasus – kasus yang perlu penanganan khusus / lebih
lanjut
3. Pendirian Posko Pelayanan Kesehatan
4. Merujuk kasus – kasus yang tidak dapat ditanggulangi di
lokasi kejadian
5. Pelacakan kasus dengan menggunakan form investigasi KLB
disesuaikan dengan jenis penyakit yang sedang berjangkit
7. Pengambilan spesimen / sampel pada penderita maupun pada
kontak (keluarga/teman sepermainan dll) disesuaikan dengan
jenis penyakit yang berjangkit (sampel darah, urine,
muntahan, tinja dan beberapa jenis sampel tertentu dilakukan
oleh BLK Prop/BBTKL/Litbangkes RI, dll)
8. Pencegahan dan pemberian kekebalan terhadap populasi
rentan
9. Pemusnahan penyebab penyakit
10. Penyuluhan
11. Monitoring kasus dilakukan selama 2 kali masa inkubasi
suatu penyakit
1

12. Pelaporan ke Dinas Kesehatan Kab. Bogor

B.2 Tingkat Kabupaten


Persiapan
1. Lapor ke Dinas Kesehatan Kebupaten melalui telp/HP/Form
W1
2. Menyiapkan tenaga (Tim gerak cepat) yang terdiri dari lintas
program
3. Menyiapkan bahan dan alat (instrumen) penganggulangan
KLB pengamatan penyakit sesuai dengan penyakit yang
berjangkit seperti:
Kaporit, Abate, neddle, wing neddle, pot spesimen, botol
spesimen, vaccine carier, cold pack, label, bed, form
pelacakan kasus, juknis penanggulangan penyakit menular,
masker, sarung tangan, stetoskop, thermometer, timbangan,
oabt – obatan, dll
4. Menyiapkan posko pelayanan kesehatan
5. Persyaratan administrasi
13. Berkoordinasi dengan lintas sector di wilayah Kabupaten
Bogor dan jejaring surveilans di Dinas Kesehatan Propinsi
Jawa Barat, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan
Depkes RI, Posko KLB Depkes RI

Pelaksanaan
1. Pengobatan terhadap penderita
2. Merujuk kasus – kasus yang perlu penanganan khusus / lebih
lanjut
3. Pelacakan kasus dengan menggunakan form investigasi KLB
disesuaikan dengan jenis penyakit yang sedang berjangkit
4. Mengumpulkan data – data pendukung epidemiologi seperti
data geografi, demografi, cakupan imunisasi, peta lokasi,
perilaku masyarakat dan data – data penunjang lain yang
berhubungan dengan kejadian penyakit.
5. Pengambilan spesimen / sampel pada penderita maupun pada
kontak (keluarga/teman sepermainan dll) disesuaikan dengan
jenis penyakit yang berjangkit (sampel darah, urine,
muntahan, tinja dan beberapa jenis sampel tertentu dilakukan
oleh BLK Prop/BBTKL/Litbangkes RI, dll)
6. Pengiriman spesimen ke laboratorium Biofarma Bandung
untuk KLB Campak
7. Pencegahan dan pemberian kekebalan terhadap populasi
rentan seperti imunisasi, perbaikan gizi, penggunaan alat
proteksi diri, hidari kontak dengan penderita, lingkungan
yang tercemar dan penggunaan profilaksis
8. Pengendalian sarana lingkungan dan hewan pembawa
penyakit untuk menghilangkan sumber penularan dan
memutus mata rantai penularan
9. Penyuluhan
10. Menetapkan kejadian KLB penyakit tertentu di wilayah
terjangkit melalui laporan investigasi dan Lap W1
1

11. Monitoring kasus dilakukan selama 2 kali masa inkubasi


suatu penyakit
12. Pelaporan ke Pemerintah Daerah Kab. Bogor, Dinas
Kesehatan Propinsi Jawa Barat dan Posko KLB Depkes RI.
6. Bagan Alir
7. Unit Terkait

9. Rekaman historis perubahan

No Yang dirubah Isi Perubahan [Link] diberlakukan


1
1
1

Anda mungkin juga menyukai