LAPORAN PERCOBAAN PROTOTYPE PERAHU LAYAR
1. Tujuan :
Membuat sebuah perahu yang memiliki kesetimbangan stabil dan terapung di air.
2. Landasan Teori
2.1 Hukum Archimedes
Berat benda di dalam zat cair disebut berat [Link] gaya ke atas (Fa) akan sama
dengan berat fluida atau zat cair yang dipindahkan.
Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Archimedes (285-212 SM) :
Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya pada suatu fluida,
benda itu akan mendapat gaya ke atas yang besarnya sama dengan
beratfluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.
FA = ρf Vbf g
Dengan : FA = gaya ke atas (N)
Wbf = berat zat cair yang dipindahkan (N)
ρf = massa jenis fluida (Kg/m3)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
Vbf = volume zat cair yang dipindahkan (m3)
Jika volume zat cair yang dipindahkan adalah Vbf dan massa jenis zat cair ρf, maka zat cair
itu adalah Wbf = ρf Vbf g. Jadi berdasarkan perumusan ini berat zat cair yang dipindahkan
sama dengan gaya ke atas yang diterima oleh benda.
Wbf = FA
Berdasarkan persamaan ini juga dapat dikatakan bahwa jika benda tercelup lebih dalam
maka benda itu akan mendapat gaya ke atas dari fluida lebih besar. Tekanan pada setiap
bagian permukaan benda tidak bergantung pada bahan benda, tetapi bergantung pada
bentuk permukaannya. Resultan semua gaya yang arahnya ke atas disebut gaya apung.
2.2 Kesetimbangan Benda Terapung
Dalam kesetimbangan benda terapung maka kita akan mengacu pada Prinsip Hukum
Archimedes :
“ Benda yang terapung atau terendam dalam zat cair akan mengalami gaya apung
sebesar berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut ”
Sebuah benda dikatakan stabil apabila benda tersebut kembali keposisi kesetimbangannya
semula apabila benda tersebut diusik (meskipun sedikit). Untuk benda terapung, masalah
kestabilan lebih rumit karena jika benda berotasi lokasi pusat apungnya bisa berubah. Jika
hanya sebagian benda yang tercelup kedalam zat cair. Dalam hal ini berat benda lebih kecil
daripada gaya keatas dari zat cair. Atau dengan kata lain supaya benda mengapung maka
massa jenis benda harus lebih kecil daripada massa jenis zat cair. Suatu benda terapung
dalam keseimbangan stabil apabila pusat beratnya berada dibawah pusat berat apungnya.
Namun, benda terapung dalam kondisi tertentu dapat pula dalam keseimbangan stabil
meski pusat beratnya berada diatas pusat apung.
3. Alat dan Bahan
Botol air mineral
Kipas angin
Gunting/cutter
Plastisin
Bahan layar (mika)
Bahan rangka layar (stik es krim, tusuk sate, sumpit)
Double tape
Super gule
Beban
4. Langkah Kerja
5. Hasil Percobaan
6. Kesimpulan
1. Kapal yang terapung mengambil tempat di dalam air sebesar berat kapal dan beban yang
diterima, sehingga kapal mendapat gaya ke atas dari dalam air yang cukup besar.
2. Menurut archimedes, besar gaya apung suatu benda sangat dipengaruhi oleh volume.
3. Gaya apung dan volume itu berbanding lurus, jadi semakin besar volume benda yang tercelup,
semakin besar gaya apungnya.
DOKUMENTASI