PT NAGA MASELTRADITAMA
SOSIALISASI K3 PT NAGA
MASELTRADITAMA
PT NAGA MASELTRADITAMA
“Kami akan pulang dari tempat kerja tanpa cidera atau sakit”
OUTLINE SOSIALISASI K3
PT NAGA MASELTRADITAMA
PT NAGA MASELTRADITAMA
1DEFINISI, MAKSUD DAN TUJUAN.
2KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3).
3TUJUAN DAN SYARAT K3.
4KECELAKAAN KERJA.
5ALAT PELINDUNG DIRI (APD).
6BEKERJA DI KETINGGIAN.
7BAHAYA KELISTRIKAN.
8KEBAKARAN.
9KEADAAN DARURAT
10PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN.
[Link]
1, DEFINISI, MAKSUD DAN TUJUAN SOSIALISASI K3
IDEFINISI K3
PT NAGA MASELTRADITAMA
IIFilosofi atau pengertian umum
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemeliharaan dan upaya untuk menjamin keutuhan dan
kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan
budaya menuju masyarakat yang adil dan makmur.
1Keilmuan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua ilmu dan penerapannya untuk mencegah terjadinya
Kecelakaan Akibat Kerja (KAK), Penyakit Akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan, dan pencemaran
lingkungan.
1Hukum
Ialah upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat, sehat selama melakukan pekerjaan
serta begitu pula bagi orang lain yang memasuki tempat kerja maupun proses produksi dapat secara aman dan
efisien serta keselamatan dan kesehatan masyarakat luas.
1OHSAS 18001:2007
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada
keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di
tempat kerja.
1Menyediakan atau memberikan wawasan kepada seluruh pekerja ataupun seluruh karyawan PT NAGA
MASELTRADITAMA, tentang keselamatan dan kesehatan kerja agar para pekerja atau karyawan sudah merasa
aman dan nyaman. Dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta dapat
mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK), Penyakit Akibat Kerja (PAK), dan pencemaran terhadap
lingkungan kerja maupun lingkungan sekitarnya.
2Agar seluruh pekerja atau karyawan lebih ber hati – hati dalam bekerja dan dapat saling mengingatkan rekan –
rekan kerjanya jika ada bahaya/tindakan atau kondisi yang tidak aman.
3Pekerja dapat mencegah atau menghentikan kerusakan yang lebih parah jika terjadi keadaan darurat seperti
kebakaran, dan kecelakaan atau luka ringan dan pada saat terjadinya proses evakuasi seluruh para pekerja agar
tidak panik.
PT NAGA MASELTRADITAMA
2, Dasar – Dasar Peraturan atau Regulasi K3
BAB III
SYARAT – SYARAT KESELAMATAN KERJA
PASAL 3
1Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan kerja.
2Mencegah dan mengurangi kecelakaan .
3Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
4Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan.
5Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian – kejadian lain yang
berbahaya.
6Memberi pertolongan pada kecelakaan.
7Memberi alat – alat pelindung diri pada para pekerja.
8Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas,
hembusan angin, cuaca, sinar radiasi, suara dan getaran.
9Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik pisik maupun psikis, keracunan, infeksi, dan
penularan.
10Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.
11Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik.
12Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup.
13Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban.
14Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.
15Mengamankan dan mempelancar pengangkutan orang, binatang, tanaman, atau barang.
PT NAGA MASELTRADITAMA
16Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.
17Mengamankan dan mempelancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
18Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.
19Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi
bertambah tinggi.
20Dengan peraturan per-undang – undangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi serta pendapat – pendapat baru di kemudian hari.
PASAL 4
1Dengan peraturan perundang – undangan ditetapkan syarat – syarat keselamatan kerja dalam perencanaan,
pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan
penyimpanan bahan, barang, produksi teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan
bahaya kecelakaan.
BAB V
PEMBINAAN
PASAL 9
1Pengurus diwajibkan menunjukan dan menjelaskan pada setiap tenaga kerja baru tentang :
·Kondisi – kondisi dan bahaya – bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja.
·Semua pengamanan dan alat – alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja.
·Alat – alat pelindung diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan.
·Cara – cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaan.
1Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja
tersebut telah memahami syarat – syarat tersebut diatas.
PT NAGA MASELTRADITAMA
2Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya,
dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja,
pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.
3Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat – syarat dan ketentuan – ketentuan yang berlaku
bagi usaha dan tampat kerja yang di jalankan.
BAB IX
KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA
PASAL 13
Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan
memakai alat – alat perlindungan diri yang diwajibkan.
1Undang – undang No. 13 Tahun 2003 tentang tenagakerjaan
Paragraf 5
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
PASAL 86
1Setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :
2Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3Moral dan kesusilaan dan,
4Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai – nilai agama.
5Untuk melindungi keselamatan pekerja atau buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal
diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja.
6Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perudang
– undangan yang berlaku.
PASAL 87
PT NAGA MASELTRADITAMA
1Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi
dengan sistem manajemen perusahaan.
2Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.
3TUJUAN K3
ØUNIVERSAL
aMencegah terjadinya kecelakaan kerja.
bMencegah agar kecelakaan yang serupa tidak terulang kembali.
cMenjamin pekerja saat melakukan pekerjaan dan dapat mengembangkan potensinya.
ØUNDANG – UNDANG NO. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA
aAgar setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja terjamin keselamatannya.
bAgar proses produksi tetap berjalan dengan lancar.
cAgar setiap tenaga kerja dapat meningkatkan produksi kerjanya dan meningkatkan produktivitas perusahaan.
ØSYARAT – SYARAT K3
Penerapan syarat – syarat K3 dilaksanakan dengan cara konsisten melalui tahap:
PT NAGA MASELTRADITAMA
Penerapan syarat – syarat K3 dilaksanakan secara konsisten dan melekat diseluruh tahapan atau proses
berjalannya suatu pekerjaan mulai dari tahap awal – proses – sampai dengan pekerjaan selesai (akhir) hingga hasil
pekerjaan tersebut dapat digunakan atau berfungsi.
Ø5 Elemen yang menunjang HSE Framework atau Safety Program.
KEBIJAKAN HSE
PT. NAGA MASELTRADITAMA (penyedia layanan pemeliharaan, fabrikasi, konstruksi, instalasi, kontraktor)
mengakui, menerima, dan sangat berkomitmen untuk terus mengamankan kesehatan, keselamatan, lingkungan
dan kesejahteraan semua karyawan, aset perusahaan dan semua orang lain yang terlibat dengan kegiatan
perusahaan. Supervisor yang bertugas memiliki tanggung jawab untuk semua aspek kebijakan HSE akan
diterapkan di tempat kerja dan kegiatan sehari-hari.
Ini adalah kebijakan manajemen untuk mempertahankan lingkungan kerja yang aman dan sehat dan terus
berusaha untuk mencapai standar HSE tertinggi. Untuk memenuhi langkah-langkah ini, perhatian khusus
diberikan untuk;
·Terus meninjau dan meningkatkan kebutuhan HSE perusahaan kami;
PT NAGA MASELTRADITAMA
·Menyediakan sanitasi dan fasilitas yang memadai;
·Penyediaan sumber daya keuangan dan fisik yang memadai untuk mencapai standar tersebut;
·Penyediaan dan komunikasi dari penilaian yang sesuai dan memadai dari risiko kesehatan dan keselamatan
karyawan, aset perusahaan dan semua orang lain sebagai sarana untuk mencegah cedera atau sakit yang
bertujuan untuk operasi “Zero-insiden“;
·Penyediaan informasi yang memadai, instruksi, pelatihan dan pengawasan untuk memungkinkan karyawan
untuk menghindari bahaya dan memberikan kontribusi positif bagi keselamatan mereka sendiri dan kesehatan
di tempat kerja;
·Penyediaan yang aman, pemeliharaan dan pengaturan untuk penggunaan, penanganan, penyimpanan dan
transportasi peralatan dan bahan;
·Mengakui pentingnya semua komitmen karyawan terhadap kewajiban ini dan mendorong partisipasi mereka
dalam segala hal keselamatan dan merangkul budaya dimana staf bebas mengidentifikasi kondisi yang mungkin
muncul berbahaya, berbahaya atau tidak sehat;
·Mematuhi peraturan HSE Indonesia dan kebutuhan pelanggan;
·Perusahaan akan terus meningkatkan efektivitas kebijakan HSE ini dengan menetapkan kesehatan,
keselamatan dan tujuan lingkungan dan sasaran, dengan menilai hasil audit, analisis data, tindakan korektif dan
preventif sebagai bagian dari prosedur peninjauan.
Karyawan juga memiliki kewajiban untuk mendukung perusahaan dengan;
·Mengikuti setiap dan semua persyaratan yang ditetapkan dalam kebijakan dan prosedur;
·Melaporkan setiap kecelakaan, insiden yang mungkin terjadi atau cacat atau kekurangan lainnya dalam setiap
peralatan yang digunakan;
PT NAGA MASELTRADITAMA
·Terlibat dalam prosedur komunikasi, konsultasi, pelatihan yang menggunakan perusahaan untuk memastikan
setiap karyawan secara aktif membantu dalam memenuhi dan memenuhi persyaratan dan semangat kesehatan
dan keselamatan;
·Merangkul budaya kerja tim untuk secara terbuka mendiskusikan isu-isu untuk meningkatkan kinerja
kesehatan dan keselamatan dari pengalaman mereka.
Sangat penting bahwa umpan balik dari manajemen, karyawan, klien dan pemegang saham lainnya diterima dan
dikomunikasikan kepada semua pihak sebagai komponen untuk menlanjutkan proses improvisasi.
Kesehatan perusahaan, keselamatan dan kebijakan lingkungan akan ditinjau setiap 12 bulan dan jika ada
revisi akan disampaikan ke karyawan.
Ø10 ATURAN AMAN DALAM BEKERJA
1Anda bertanggung jawab untuk keselamatan anda sendiri dan orang lain.
2Kecelakaan harus dicegah.
3Jangan cari cara yang mudah (gampang), selalu ikuti peraturan kerja aman.
4Jika anda belum terlatih jangan dilakukan.
5Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar.
6Cermati resiko lingkungan sekitar sebelum melakukan pekerjaan.
7Jangan melakukan pekerjaan jika kondisi tidak aman.
8Jangan bercanda gurau ketika sedang bekerja lakukan dengan SERIUS & HATI – HATI.
9Selalu mencermati kecelakaan yang hampir terjadi (nearmiss accident) dan laporkan.
10Jika ragu – ragu sebaiknya tidak dilakukan.
ØSITE SAFETY
ØAlat Pelindung Diri (APD)
1SAFETY HAT/HELMET
2
3 (HELM keselamatan)
4
PT NAGA MASELTRADITAMA
1SAFETY SHOES
2
3 (Sepatu keselamatan)
1BODY HARNESS (DOOBLE HOOK)
2
3 (Sabuk pengaman)
4
1SAFETY GLOVE
2
3 (Sarung tangan SAFETY)
4
ØSAFETY TOOLS (APD & APK)
ØDasar hukum peraturan perudang – undangan RI tentang APD
ØUndang – undang NO.1 tahun 1970.
Ø Pasal 3 ayat (1) butir f : memberikan alat – alat perlindungan diri pada para pekerja.
Ø Pasal 9 ayat (1) butir c : pengurus diwajibkan menunjukan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru
tentang APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan.
Ø Pasal 12 butir b : dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk
memakai APD yang diwajibkan.
Ø Pasal 14 butir c : pengurus diwajibkan menyediakan secara cuma – cuma APD yang diwajibkan pada
pekerja dan orang lain yang memasuki tempat kerja.
ØPERMENAKERTRANS NO. PER.01/MEN/1981.
PT NAGA MASELTRADITAMA
ØPasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan secara cuma – cuma APD yang
diwajibkan penggunaannya oleh tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya untuk mencegah PAK.
ØPERMENAKERTANS [Link].03/MEN/1982
Pasal 2 menyebutkan memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja, pemilihan
Alat Pelindung Diri (APD) yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan makanan di tempat kerja.
uPERMENAKERTRANS RI [Link].08/MEN/VII/2010 tentang alat pelindung diri dan dijelaskan juga
dalam beberapa BAB dan pasal seperti :
Pasal 2 menjelaskan beberapa item sebagai berikut :
1Pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja atau buruh di tempat kerja.
2APD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)
atau standar yang berlaku.
3APD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib diberikan oleh pengusaha secara cuma – cuma.
ØMasalah kesehatan kerja dapat terjadi bila
1Ada tidaknya serasian pada kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja.
2Pekerja terpajan dengan agen atau bahaya potensial lingkungan kerja.
ØBahaya potensial dilingkungan kerja meliputi :
1Faktor fisik.
2Faktor kimia (uap, gas, debu, asap).
3Faktor biologi (organisme viable dan racun biogenis, alergi bionik, bahaya infeksi).
4Faktor fisiologis atau ergonomi.
5Faktor psikososial.
14. KECELAKAAN KERJA
2PERMENAKER NO.03/MEN/1998
3Suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban
manusia atau harta benda.
42. PERMENAKER N0.04/MEN/1993
PT NAGA MASELTRADITAMA
5Kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena
hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju
tempat kerja, dan pulang kerumah yang melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.
üTeori Domino
ü
ü
üFaktor penyebab kecelakaan kerja
üPenyebab kecelakaan kerja
PT NAGA MASELTRADITAMA
üSkema faktor proses terjadinya kecelakaan kerja
PT NAGA MASELTRADITAMA
ü5 Hirarki pengendalian bahaya
üLangkah – langkah penanggulangan kecelakan kerja
1Peraturan perundang – undangan
·Ketentuan dan syarat K3 mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi
·Penerapan ketentuan dan syarat K3 sejak tahap rekayasa.
·Penyelenggaraan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan K3
1Standarisasi
·Standar K3 maju akan menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan K3
1Inspeksi/pemeriksaan
·Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi tempat kerja masih memenuhi ketentuan dan persyaratan K3.
1Riset teknis, medis, psikologis dan statistik.
PT NAGA MASELTRADITAMA
·Untuk menunjang tingkat kemajuan bidang K3 sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi
1Pendidikan dan pelatihan.
·Peningkatan kesadaran kualitas pengetahuan dan ketrampilan K3 bagi tenaga kerja.
1Persuasi
·Cara penyuluhan penerapan dan pendekatan dibidang K3.
1Asuransi
·Insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan dengan pembayaran premi yang lebih rendah
terhadap perusahaan yang memenuhi syarat K3.
1Penerapan K3 ditempat kerja
·Langkah langkah pengaplikasian di tempat kerja dalam upaya memenuhi syarat – syarat K3 di tempat kerja.
·6. PENANGGULANGAN BAHAYA BEKERJA DI KETINGGIAN
·Persyaratan ketika akan bekerja diatas ketinggian :
1Pekerja harus dalam kondisi fit sebelum melakukan kegiatan bekerja diatas ketinggian dan tidak mempunyai
riwayat penyakit kronis.
2Semua pekerja sebelum melakukan kegiatan bekerja diatas ketinggian harus sudah mendapat pelatihan
“bekerja di ketinggian”.
3Prosedur kerja aman (JSA) harus dibuat oleh kordinator teknisi/pekerja yang terlibat dalam bekerja diketinggian
dan semua pekerja harus berpartisipasi dalam rumusan JSA.
4Semua peralatan penahan dan pencegah jatuh serta peralatan pendukung harus dalam kondisi baik dan sudah
diinspeksi sebelum digunakan.
5Semua peralatan pendukung (EWP, scaffold, ladders, dll) sesuai dengan persyaratan standardan didirikan atau
dioprasikan oleh orang yang berkompeten.
üFaktor – faktor sesesorang terjatuh dari atas ketinggian :
PT NAGA MASELTRADITAMA
1people (manusia) ---- kurang pengetahuan, keahlian dan kemampuan terbatas, kondisi tidak fit untuk bekerja ,
mengambil jalan pintas verprilaku tidak aman.
2Environment (lingkungan)--- kondisi cuaca, permukaan licin, berserakan dan tidak bersih.
3Peralatan, prosedur/instruksi kerja dan organisasi ---- peralatan tidak standar (rusak/tidak layak),
prosedur/instruksi kerja tidak disosialisaikan dengan benar dan organisasi yang kurang pengawasan dan pelatihan.
üPerlengkapan standar APD minimal untuk memulai pekerjaan ketinggian adalah :
1Full set body harness untuk kerja diketinggian.
·Positioning Lanyard.
·Absorber Lanyard.
·2 atau 3 set crabineer Screw.
1Safety shoes/boots untuk kerja ketinggian.
2Safety helmet dengan tali dagu.
3Kacamata pelindung dari sinar matahari.
4Tas toolkit.
5Kantung bolt (semacam tas dengan bentuk menyerupai karung dengan webbing flip untuk dikaitkan dipinggang
atau dibody harness).
6Sarung tangan untuk melakukan pemanjatan di tower dan atau safety glove.
7Safety vest dan jas hujan.
7BAHAYA KELISTRIKAN
üJenis bahaya kontak listrik
PT NAGA MASELTRADITAMA
1Kontak sentuhan langsung
2 Yang dimaksud dengan sentuhan langsung adalah sentuh langsung pada bagian aktif perlengkapan atau
instalasi listrik. Yang dimaksud dengan bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik adalah bagian
konduktif yang merupakan bagian dari sirkit listrik, yang dalam keadaan kerja normal pada umumnya
bertegangan dan atau dialiri arus listrik.
3Kontak sentuhan tidak langsung
Yang dimaksud dengan sentuhan tidak langsung adalah sentuhan pada bagian konduktif terbuka suatu
perlengkapan atau instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan isolasi. Yang dimaksud
dengan bagian konduktif terbuka suatu perlengkapan adalah bagian konduktif yang tidak merupakan
bagian dari sirkit listriknya, yang dalam keadaan normal tidak bertegangan.
üResiko kegagalan isolasi pada listrik
1Resiko atas kebakaran.
Akibat utama dari gangguan arus yang melalui konduktor atau alat lain yang tidak diharapkan untuk
menerima arus adalah peningkatan suhu yang tidak normal. Suhu yang tinggi ini dapat menyebabkan
kerusakan pada kabel atau bahkan percikan api pada material, lalu terbakar.
1Resiko akan kematian.
Hal ini terjadi pada manusia dan disebut juga “ELECTROCUTION” ELECTROCUTION ialah
mengalirnya arus ke tubuh manusia, dan sangat berbahaya. Aliran arus merusak dua fungsi tubuh yang
vital : pernapasan dan detak jantung. Penelitian menyatakan skala resiko berdasarkan dua faktor : arus
pengenal dan lamanya waktu kontak.
üDampak waktu tegangan listrik
ü
PT NAGA MASELTRADITAMA
8KEBAKARAN
9Nyala api yang tidak dapat ditangani/dikendalikan yang dapat menyebabkan kerugian material dan jiwa.
ü6 Klasifikasi (kelas) kebakaran berdasarkan NFPA dengan media pemadam efektifnya antara lain:
üSEGITIGA API
PT NAGA MASELTRADITAMA
üPenanggulangan kebakaran
1Mencegah kebakaran arus listrik.
2Jangan mencuri arus listrik.
3Jangan membuat saluran baru tanpa berkordinasi dengan PLN.
4Jangan meletakan barang – barang cair didekat alat elektronik.
5Jangan menempelkan stopkontak bertumpuk – tumpuk.
6Pastikan kabel listrik dalam kondisi baik dan sesuai dengan muatan arus listriknya.
7Mencegah kebakaran umum.
8Jangan merokok ditempat tidur.
9Jangan taruh obat nyamuk bakar berdekatan dengan barang – barang yang mudah terbakar.
10Jangan biatkan anak kecil bermain korek api.
11Jangan membakar sampah ditengah terik matahari dan angin kencang.
12Jangan menyalakan lilin diatas barang yang mudah terbakar.
13Pastikan semua peralatan yang menggunakan listrik sudah dipadamkan sebelum meninggalkan rumah.
PT NAGA MASELTRADITAMA
14Pastikan kompor dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah.
üAlat Pemadam Api Ringan (APAR)
APAR adalah suatu alat pemadam kebakaran yang dapat dijinjing/dibawa, dioprasikan oleh satu orang, berdiri
sendiri, mempunyai berat antara 0,5 kg – 16 kg dan digunakan pada api awal.
ØJENIS APAR
ØBASAH : KERING:
Ø- AIR - DRY POWDER
Ø- BUSA - CO2
- HALLON
ØBAGIAN – BAGIAN APAR :
ØCARA PENGGUNAAN APAR :
PT NAGA MASELTRADITAMA
9KEADAAN DARURAT
Definisi keadaan darurat adalah suatu keadaan darurat yang diluar dugaan yang dapat terjadi kapanpun dan dapat
merugikan material ataupun korban jiwa jika tidak ditangani secara cepat.
10Pertolongan Pertama Pada Kecelakaaan (P3K)
Pertolongan pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah
keadaan bertambah buruk sebelum sikorban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi.
Tindakan pertolongan pertama ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar
sipenderita sembuh dari penyakit yang dialami. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab
penanganan yang salah dapat berakibat buruk/fatal, cacat tubuh bahkan kematian.
PT NAGA MASELTRADITAMA
üSistematika pertolongan pertama
1Jangan panik.
2Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.
3Perhatikan pernapasan dan denyut jantung korban.
4Hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.
üFasilitas K3 ditempat kerja :
1Ruang P3K.
2Kotak P3K dan isi standar (tidak dianjurkan obat minum/telan).
3Alat evakuasi dan alat transportasi.
4Fasilitas tambahan berupa Alat Pelindung Diri atau peralatan khusus ditempat kerja yang memiliki potensi
bahaya yang bersifat khusus.
5APD dalam P3K yaitu sarung tangan lateks, sarung tangan kerja, kacamata pelindung, baju pelindung, masker
penolong.