0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Analisis Sensor Tekanan Udara Vixion

Bab 3 dokumen tersebut membahas proses analisis sistem EFI Yamaha Vixion yang meliputi pembuatan engine stand, diagram alir penelitian, alat dan bahan yang digunakan, rancangan gambar engine stand, dan proses analisis sistem EFI mencakup analisis fuel sistem, sistem induksi udara, dan sistem kontrol elektronik.

Diunggah oleh

Marwan M Djuned
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Analisis Sensor Tekanan Udara Vixion

Bab 3 dokumen tersebut membahas proses analisis sistem EFI Yamaha Vixion yang meliputi pembuatan engine stand, diagram alir penelitian, alat dan bahan yang digunakan, rancangan gambar engine stand, dan proses analisis sistem EFI mencakup analisis fuel sistem, sistem induksi udara, dan sistem kontrol elektronik.

Diunggah oleh

Marwan M Djuned
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

PROSES ANALISIS SISTEM EFI YAMAHA VIXION

3.1. Tempat Pelaksanaan Tugas Akhir

Proses analisis sistem EFI Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin,

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta..

3.2. Diagram Alir Penelitian

Mulai

Pembuatan Engine Stand

Proses Perbaikan

Tidak

Pengujian Engine Stand

Ya

Pengambilan data

Analisis dan
pengolahan data

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

36
37

3.3. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam melaksanakan proses analisis sistem

EFI Yamaha Vixion antara lain:

3.3.1. Alat

Peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan Tugas Akhir dengan

judul “Analisis Sistem EFI Yamaha Vixion Dengan Sistem Injeksi Yamaha

Mixture JET-FI (YMJET-FI)” antara lain:

1. Toolbox ( kunci ring dan pas 8 – 22 mm, obeng, palu, tang).

2. Kunci Shock

3. Multitester

4. Tune Up Kit

5. Feller Gauge (0.05 - 1.00 mm)

6. Fuel Pressure Gauge

3.3.2. Bahan

Bahan yang digunkan dalam proses pembuatan Tugas Akhir dengan judul

“Analisis Sistem EFI Yamaha Vixion Dengan Sistem Injeksi Yamaha Mixture

JET-FI (YMJET-FI)” antara lain:

Tabel 3.1. Rincian Bahan dan Part Pada Analisis Sistem EFI dan Pembuatan

Engine Stand

No Bahan dan Part Jumlah


1 Engine Yamaha Vixion 1
2 Tangki 1
3 Setang 1
4 Dudukan Stang sepasang
5 Roda Stand 4
38

No Bahan dan Part Jumlah


6 Lampu Indikator 3
7 Amplas 12 lembar
8 Mata Gerinda besar 1
9 Mata Gerinda Kecil 3
10 Kenalpot 1
11 Air Coollant 1 botol
12 Besi 6 meter
13 Cat+hardener 1kg
14 Poxi+hardener 1/4kg
15 Dempul+hardener 1kg

3.4. Rancangan Gambar Teknik Rancangan Engine Stand

Gambar 3.2. Rancangan Engine Stand

3.5. Proses Analisis Sistem EFI

Proses Analisis dilakukan dengan membongkar komponen-komponen dari

sistem EFI, mengindentifikasi kerusakan, dan memperbaiki kerusakan pada sistem

EFI Yamaha Vixion. Adapun proses yang dilakukan adalah sebagai berikut:
39

3.5.1. Analisis Fuel Sistem

Analisis fuel sistem meliputi pembongkaran, pemeriksaan, dan perbaikan

pada fuel sistem pada sistem EFI yang meliputi pompa bahan bakar, injector,

pressure regulator, dan sensor-sensor pada sistem EFI. Antara lain:

1. Memeriksa Fuel Injector

a. Periksa Fuel injector jika rusak ganti fuel injector

2. Memeriksa Throttle Body

a. Periksa throttle body jika retak/rusak → Ganti throttle body.

b. Periksa:aliran bahan bakar jika tersumbat bersihkan

c. Bersihkan throttle body dengan petroleum-based solvent. Jangan

menggunakan carburetor cleaning

d. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan.

Gambar 3.3. Throttle Body (Yamaha Motor Co., Ltd, 2007)

3. Memeriksa Tekanan Bensin

a. Periksa tekanan bensin

b. Buka tempat duduk

c. Angkat bagian depan dari tangki bensin


40

d. Lepaskan selang bensin dari pompa

PERINGATAN

Lindungi sambungan selang dengan kain, jika akan melepas selang .

Untuk menghindari semburan bensin

e. Pasangkan fuel pressure adapter di antara selang bensin dan pompa

bensin.

f. Pasangkan pressure gauge pada fuel pressure adapter.

g. Hidupkan mesin.

h. Ukur tekanan bensin .jika tidak sesuai ganti pompa bensin

Gambar 3.4. Memeriksa Tekanan Bensin (Yamaha Motor Co., Ltd, 2007)

4. Memeriksa Sensor Temperatur

Gamabr 3.5. Pemeriksaan tahanan sensor temperature


(Yamaha Motor Co., Ltd, 2007)
41

a. Lepas Sensor temperature coolant dari mesin

PERINGATAN

 Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati .

 Jangan sampai sensor temperature coolant terbentur benda keras.

Jika sensor temperature coolant terjatuh, ganti segera.

b. Periksa:• Tahanan sensor temperature coolant . jika diluar spesifikasi

→ ganti.

5. Memeriksa Unit Throttle Body Sensor

PERINGATAN

 Jangan membongkar unit throttle body sensor.

 Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati.

 Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. jika

unit throttle body sensor terjatuh, ganti segera. Throttle position

sensor

a. Periksa throttle position sensor menggunakan multimeter/tester digital

b. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor

c. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor .jika diluar spesifikasi

ganti/perbaiki kabel bodi .

d. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle

body sensor.

e. Buka secara perlahan handel gas, dan periksa penambahan voltase

output throttle position sensor. jika voltase tidak berubah, atau berubah

dengan kasar dan tiba-tiba maka ganti throttle body.


42

3.5.2. Analisis Sistem Induksi Udara

Analisis sistem induksi udara meliputi pembongkaran, pemeriksaan, dan

perbaikan sistem induksi udara pada sistem EFI yang meliputi type dari sistem

induksi udara, Map sensor, throttle body, dan pengaturan induksi udara pada

putaran idle pada sistem EFI.

1. Memeriksa Intake Air Pressure Sensor

Periksa voltase output Intake Air pressure sensor jika diluar spesifikasi

ganti sensor tekanan udara masuk

a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body

sensor seperti pada gambar

Gambar 3.6. Memeriksa Intake Air Pressure Sensor


(Yamaha Motor Co, Ltd, 2007)

b. Putar kunci kontak ke posisi “ON”.

c. Ukur output voltage Intake Air pressure sensor .

2. Memeriksa Intake Air Temperature Sensor

Periksa tahanan sensor Intake Air Temperature jika diluar spesifikasi

maka ganti sensor temperatur udara masuk


43

a. Pasang socket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor

seperti pada gambar.

Gambar 3.7. Memeriksa Intake Air Temperature Sensor


(Yamaha Motor Co, Ltd, 2007)

b. Ukur tahanan Intake Air temperature sensor

3. Memeriksa FID (Fast Idle Solenoid)

a. Periksa tahanan FID (fast idle solenoid)

b. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi.

c. Pasang socket tester (Ω × 10) pada terminal dari FID (fast idle

solenoid), ukur tahanan FID (fast idle solenoid) jika diluar spesifikasi

ganti unit throttle body.

3.5.3. Analisis Sistem Control Elektronik.

Analisis sistem control elektronik meliputi analisis data pada trouble code

pada DTC/Scanner dan sistem wiring diagram pada sistem EFI.

1. Diagnosa Sistem EFI (Self Diagnosis)

ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat

menjamin FI dapat bekerja dengan normal. Apabila terdapat gejala

kerusakan, atau masalah pada sensor-sensor, maka ECU akan memberitahu

pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (Engine trouble warning


44

light) yang terdapat pada speedometer. Jika salah satu tidak berfungsi, akan

segera terdeteksi , dan akan tersimpan didalam memory ECU

Untuk mengetahui self diagnostic function dapat dilakukan dengan cara

sebagai berikut:

a. Letakkan sepeda motor pada standar utamanya.

Catatan:

Malfunction Indicataor Light (MIL) akan berkedip-kedip sewaktu kunci

kontak diputar ke “ON” atau putaran mesin di bawah 2.000 putaran

permenit (rpm). Pada semua kondisi lain, MIL akan tetap hidup dan tetap

hidup.

b. Putar kunci kontak ke posisi “ON”.

c. Malfuction indicator Light (MIL) berkedip-kedip.

d. Catat berapa kali MIL berkedip dan tentukan penyebab persoalan

Gambar 3.8. Posisi MIL (Yamaha Motor Co, Ltd, 2007)

e. Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1.5 detik mati

( OFF ).

f. Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0.5 detik. (ON) dan 0.5 detik

mati (OFF ).
45

Gambar 3.9. Kode Indikasi Kerusakan Engine Trouble Warning Light


(Yamaha Motor Co, Ltd, 2007)

2. Diagnosis menggunakan Diagnosis Tool Yamaha

a. OFF kan kunci kontak.

b. Hubungkan Yamaha EFI Diagnosis Tool Yamaha Vixion ke connector

DLC .

c. ON kan kunci kontak .

d. Periksa DTC yang terlihat dalam Yamaha EFI Diagnosis Tool Yamaha

Vixion, kemudian catat.

e. Selesai memeriksa DTC, OFF kan kunci kontak dan lepaskan Yamaha

EFI Diagnosis Tool Yamaha Vixion dari connector DLC

Gambar 3.10. EFI Diagnosis Tool Yamaha Vixion (Yamaha Motor Co, Ltd, 2007)
46

Tabel 3.2. Kedipan Malfunction indicator Light (MIL)

Banyaknya Kedipan Lampu


Kode Gangguan/Kerusakan
Menyala 1 dt Menyala 1/2 dt
12 Crankshaft Position Sensor 1 Kali 2 Kali
13 Intake Air Pressure Sensor 1 Kali 3 Kali
14 Saluran Intake Air Pressure Sensor 1 Kali 4 Kali
16 Throttle Position Sensor Macet 1 Kali 6 Kali
21 Coolant Temperature Sensor 2 Kali 1 Kali
22 Intake Air Temperature Sensor 2 Kali 2 Kali
30 Sepeda Motor Terjatuh 3 Kali 0 Kali
33 Primary Ignition Coil 3 Kali 3 Kali
39 Sistem Kelistrikan Fuel Injector 3 Kali 9 Kali
41 Lean Angle Sensor 4 Kali 1 Kali
Proses Pembacaan dan Penulisan
44 4 Kali 4 Kali
pada EPROM
Aliran Listrik ke Sistem FI Tidak
46 4 Kali 6 Kali
Normal
50 Kerusakan Pada Memori ECU 5 Kali 0 Kali

Anda mungkin juga menyukai