Tujuan
Berikut tujuan dari SAARC:
Memperkuat kerjasama negara anggota SAARC dengan negara-negara berkembang lain di dunia
Menyejahterakan rakyat di Asia selatan untuk membuat kehidupannya menjadi lebih maju
Mempercepat pertumbuhan ekonomi, perkembangan sosial dan budaya untuk menuju individu yang
lebih bermartabat
Memperkuat kepercayaan diri secara kolektif diantara negara-negara di Asia Selatan
Memperkuat kerjasama antara negara anggota dengan forum internasional mengenai hal-hal yang
sedang terjadi
Memperbesar rasa saling percaya dan tolong menolong untuk menyelesaikan suatu masalah
Bekerjasama dengan organisasi regional dan internasional dengan tujuan yang sama
Latar belakang
Latar belakang SAARC tidak terlepas dari tanggal 8 Desember 1985 yang mana Organisasi ini didirikan.
Hal ini dimulai dari akhir tahun 1970 an dimana presiden Bangladesh yang bernama Ziaur Rahman
mengajukan sebuah blok perdagangan yang terdiri dari negara-negara yang berkawasan di Asia Selatan.
Kemudian, ide tersebut kembali dibicarakan pada tahun 1981 tepatnya di bulan Mei. Seluruh komite
bertemu di Colombo untuk mengidentifikasi 5 bidang besar untuk kerjasama regional tersebut. Setelah
itu, disusunlah 5 bidang dasar dari SAARC dan tujuan dari organisasi ini untuk kemudian dicantumkan
dalam piagam
Anggota
1 Afghanistan
2 Bangladesh
3 Bhutan
4 India
5 Maladewa
6 Nepal
7 Pakistan
8 Sri Lanka
.Dampak positif dan negatif kerjasama antar negara terhadap perokonomian Indonesia
Dampak positif:
a) Negara dapat memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri
b) Memperluas pasar bagi produk dalam negeri
c) Menghilangkan hambatan perdagangan internasional
d) Mempercepat pertumbuhan ekonomi
e) Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat
f) Terjadinya alih teknologi
g) Masuknya modal asing kedalam negeri
Dampak negatif:
a) Salah peneratan atas penggunaan teknologi
b) pasar dalam negeri dikuasai produk asing
c) Perusahaan dalam negeri yang tidak mampu bersaing akan bangkrut
d) Banyaknya TKI illegal
e) Barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual lebih
murah dalam negeri yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.
f) Munculnya ketergantungan dengan negara maju.
Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatanjuga telah memulai aksi pada serangkaian langkah praktis untuk
memfasilitasi proses integrasi ekonomi.
SAARC Pengaturan Perdagangan Istimewa (SAPTA)
Pada bulan Desember 1991, Konferensi Tingkat Tinggi Keenam diadakan di Kolombo menyetujui
pembentukan Kelompok Antar-Pemerintah merumuskan kesepakatan untuk membangun Pengaturan
Istimewa Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan (SAPTA) pada tahun 1997.