0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
302 tayangan9 halaman

Tiga Domain Pembelajaran dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tiga domain pembelajaran yaitu domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif terkait dengan kemampuan berpikir dan terdiri atas enam aspek. Domain afektif terkait dengan sikap dan nilai, terdiri atas lima jenjang. Domain psikomotor terkait dengan keterampilan motorik dan terdiri atas lima aspek. Makalah ini bertujuan menjelaskan ketiga domain tersebut beserta con

Diunggah oleh

Farisah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
302 tayangan9 halaman

Tiga Domain Pembelajaran dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tiga domain pembelajaran yaitu domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif terkait dengan kemampuan berpikir dan terdiri atas enam aspek. Domain afektif terkait dengan sikap dan nilai, terdiri atas lima jenjang. Domain psikomotor terkait dengan keterampilan motorik dan terdiri atas lima aspek. Makalah ini bertujuan menjelaskan ketiga domain tersebut beserta con

Diunggah oleh

Farisah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana yang dijalankan
secara teratur dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir seseorang
atau peserta didik yang berfungsi untuk mengembangkan kualitas sumber daya
manusia agar memperoleh kualitas kehidupan kearah yang lebih baik. Salah satu
cara untuk mewujudkan tujuan pendidikan adalah dengan cara meningkatkan
mutu pendidikan. Salah satu sarana dan prasarana untuk mendapatkan pendidikan
adalah di sekolah. Di mana dapat membentuk manusia yang berilmu pengetahuan
dan memiliki lulusan-lulusan yang berkualitas. Pembelajaran di sekolah bertujuan
meningkatkan mutu pendidikan yang dapat menghasilkan siswa-siswi yang
berprestasi dan memiliki kemampuan terbaik dalam belajar.
Proses kegiatan pembelajaran adalah hal utama dalam proses pendidikan di
sekolah, sedangkan prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh karena
aktivitas yang dilakukan. Pada setiap kegiatan pembelajaran tentunya juga
memerlukan sebuah cara untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Dalam
kegiatan pembelajaran biasanya tujuan yang ingin dicapai itu meliputi 3 domain
yaitu domain kognitif, domain afektif dan domain psikomotor. Domain kognitif
mengacu pada pembelajaran intelektual dan pemecahan masalah, domain afektif
mengacu pada emosi dan sistem nilai seseoran, dan domain psikomotor mengacu
pada karakteristik gerakan fisik dan kemampuan motorik.

B. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian dari domain kognitif, afektif dan psikomotor?
b. Apa saja aspek-aspek yang terdapat dalam ketiga domain tersebut?
c. Apa saja contoh kegiatan belajar serta hasil yang diperoleh dalam aspek-
aspek tersebut?

C. Tujuan
Makalah ini dibuat agar kita dapat mengetahui pengertian dari domain
kognitif, afektif dan psikomotor, aspek-aspek yang terdapat dalam ketiga domain
tersebut serta contoh kegiatan belajar serta hasil yang diperoleh dalam aspek-
aspek tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Ranah Kognitif (cognitive domain)


Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Ranah
kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, yang meliputi kemampuan
menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan
mengevaluasi. Dalam ranah kognitif terdapat enam aspek atau jenjang proses
berfikir, yaitu :
1) Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)
Merupakan sebuah kemampuan yang seseorang untuk mengingat-ingat
kembali atau mengenal kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan
sebagainya tanpa mengharapkan kemampuan tertentu untuk menggunakannya.
Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada jenjang pengetahuan adalah dapat
menulis huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah penulisannya dengan baik dan
benar setelah di ajarkan oleh dosen Bahasa Arab Melayu di sekolah.
2) Pemahaman (comprehension)
Merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu
setelah sesuatu diketahui dan diingat. Dengan kata lain memahami adalah
mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi. Seseorang
peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan
penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan
menggunakan kata-katanya sendiri. Salah satu contoh hasil belajar kognitif
pada aspek pemahaman yaitu peserta didik dapat menjawab pertanyaan
gurunya apabila ditanyai tentang kandungan surat al-Fatihah secara lancar dan
jelas setelah diberi materi tentang hafalan surat, penulisan ayat serta
terjemahan surat al-Fatihah oleh gurunya.
3) Penerapan (application)
Merupakan kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-
ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus,
teori-teori dan sebagainya, dalam situasi yang yang baru dan kongkret. Salah
satu contoh dari hasil kognitif dalam aspek penerapan yaitu peserta didik dapat
menerapkan konsep kedisiplinan yang di ajarkan Islam dalam kehidupan
sehari-hari seperti berperilaku baik dan menjauhi hal-hal yang dapat merugikan
diri sendiri maupun orang lain, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun
masyarakat.
4) Analisis (analysis)
Menentukan bagian-bagian dari suatu masalah serta penyelesaiannya, atau
sebuah gagasan untuk menunjukan hubungan antar bagian tersebut. Contoh
kegiatan pembelajarannya yaitu mengindentifikasi faktor penyebab,
merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan untuk mencari informasi dan
mengkaji ulang apa hasil yang di dapat.
5) Sintesis
Menggabungkan berbagai informasi menjadi satu kesimpulan/konsep atau
merangkai sebuah gagasan menjadi suatu hal yang baru, contoh kegiatan
belajarnya yaitu membuat desain, menemukan solusi dari setiap masalah, serta
menciptakan produksi baru.
6) Evaluasi
Kemampuan seseorang dalam mempertimbangkan suatu kondisi, nilai atau ide
pada saat dihadapkan oleh beberapa pilihan, maka ia mampu untuk memilih
mana yang benar atau salah, baik atau buruk, serta yang mana yang bermanfaat
atau yang tidak bermanfaat. Contoh kegiatan pembelajaran nya yaitu
mempertahankan pendapat, membahas suatu kasus, memilih solusi yang
terbaik, menulis laporan, dst.
Dalam sistem pendidikan yang diselenggarakan pada umumnya baru
menerapkan beberapa aspek kognitif tingkat rendah seperti pengetahuan,
pemahaman, serta sedikit penerapan. Pengukuran hasil belajar ranah kognitif
dilakukan secara tes tertulis. Bentuk tes kognitif diantaranya asalah tes atau
pertanyaan lisan di kelas, pilihan ganda, uraian obyektif, uraian bebas, jawaban
atau isian singkat, portofolio dan performans.

B. Ranah Afektif
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah
afektif ,emcakup watak, perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi dan nilai.
Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta akan tampak pada peserta
didik dalam berbagai tingkah laku, seperti perhatiannya terhadap mata pelajaran
yang di ajarkan di sekolah, kedisiplinnya dalam mengikuti pelajaran di kelas,
motivasinya yang tinggi untuk mengetahui lebih banyak mengenai pelajaran yang
ia terimanya, serta perilaku rasa hormatnya terhadap setiap guru yang mengajar di
sekolah.
Ranah efektif terbagi menjadi lima jenjang yaitu :
1) Menerima atau memperhatikan (receiving/attending)
Adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan (stimulus) dari
luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah,situasi,gejala, dll.
Menerima atau memperhatikan juga diartikan sebagai kemauan untuk
memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek. Pada jenjang ini peserta
didik di bina agar mereka bersedia menerima nilai-nilai yang diajarkan
kepada mereka, dan mereka mau menggabungkan diri kedalam nilai-nilai
itu.
2) Responding (menanggapi)
Kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengikut sertakan
dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi
terhadapnya salah satu cara.
3) Valuing (menghargai/menilai)
Artinya memberikan nilai atau penghargaan terhadap suatu kegiatan atau
obyek, sehingga terbesit dalam diri kita apabila kegiatan itu tidak
dikerjakan, maka akan membawa kerugian atau penyesalan.
4) Organization (mengatur/mengorganisasikan)
Artinya mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru
yang universal, yang membawa pada perbaikan umum.
5) Karakterisasi dengan suatu nilai
Yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki oleh seseorang,
yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya.
Skala yang digunakan untuk mengukur ranah efektif seseorang terhadap
kegiatan suatu objek diantaranya adalah sikap yang berkategorikan; sikap
mendukung (positif), menolak (negatif) dan netral. Sikap pada hakikatnya adalah
kecenderungan berperilaku pada seseorang. Terdapat 3 komponen dalam sikap
yaitu kognisi, afektif dan konasi. Kognisi berkenaan dengan pengetahuan
seseorang terhadap objek yang dihadapinya, afeksi berkenaan dengan perasaan
dalam menanggapi objek tersebut, sedangkan konasi berkenaan dengan
kecenderungan berbuat terhadap objek tersebut.

C. Ranah Psikomotor
Merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan
bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Ranah
psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik, seperti
melompat, melukis, menari, memukul dan sebagainya. Hasil belajar psikomotor
ini merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan hasil
belajar afektif (baru tampak dalam kecenderungan berperilaku.
Aspek dalam domain psikomotorik, yaitu :
1) Gerakan refleks
Adalah basis semua perilaku bergerak atau respon terhadap stimulus tanpa
sadar. Misalnya melompat, menunduk, berjalan, menggenggam.
2) Gerakan dasar
Gerakan yang muncul tanpa perlu latihan, akan tetapi bentuk gerakan ini
terpola dan dapat ditebak. Misalnya, gerakan tak berpindah (membungkuk,
menarik, mendorong, berputar); gerakan berpindah (berjalan, berlari,
memanjat); gerakan manipulasi (menggunting, menyusun balok,
menggambar dengan krayon); dan keterampilan gerak tangan serta jari-
jari.
3) Gerakan persepsi
Gerakan yang sudah lebih meningkat karena dibantu kemampuan
perseptual. Misalnya seperti menangkap bola, menulis alfabet,
membedakan bunyi beragam alat musik, membedakan berbagai tekstur
dengan cara meraba, dll.
4) Gerakan kemampuan
Adalah gerakan yang berkembang melalui kematangan dan belajar.
Misalnya yaitu, mengangkat beban, melakukan senam, melakukan push-
up, dan menari sesuai pola tarian.
5) Gerakan terampil
Gerakan yang dapat mengontrol berbagai tingkat gerak, tangkas, serta
cekatan dalam melakukan gerakan yang sulit dan rumit. Misalnya,
membuat kerajinan tangan, bermain piano, melakukan gerak akrobatik,
dan menggergaji kayu.
Cara penilaian hasil belajar psikomotor mencakup persiapan, proses, dan
produk. Penilaian dapat dilakukan pada saat proses berlangsung yaitu pada saat
peserta didik melakukan praktik, atau sesudah proses mengetes peserta didik
tersebut. Penilaian psikomotorik dapat dilakukan dengan menggunakan observasi
atau pengamatan. Observasi dilakukan saat kegiatan itu berlangsung.
BAB III
KESIMPULAN

Dalam kegiatan pembelajaran biasanya terdapat tiga domain yang meliputi 3


kategori yaitu domain kemampuan kognitif, kemampuan afektif dan kemampuan
psikomotor. Kognitif yaitu kemampuan berfikir seseorang, afektif yaitu sikap
yang dimiliki peserta didik sedangkan psikomotorik yaitu kemampuan peserta
didik dalam menampilkan ketrampilan. Aspek kognitif mencakup kemampuan
memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mengsintesis dan
mengevaluasi. Aspek-aspek dalam afektif yaitu menerima, merespon, menghargai
dan mengorganisasi. Aspek psikomotorik yaitu menganalisis suatu pekerjaan,
kemampuan menggunakan alat dan sikap dalam bekerja, kecekatan dalam
mengerjakan tugas dan kemampuan membaca gambar atau simbol.
DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin, H. (2005). Pengantar Psikologi Pendidikan. Banda Aceh : Yayasan


PeNA.
Supriyono, W. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta : Aneka Cipta.
[Link] di akses pada tanggal
9 maret 2019.

Anda mungkin juga menyukai