TEHNIK PENGAMBILAN DARAH ( FLEBOTOMI )
Flebotomi berasal dari Bahasa Yunani yaitu Phlebos : vena, dan Tome
: memotong. Flebotomi masa kini , terdiri dari :
1. Tusukan Vena ( Veni Puncture )
2. Tusukan Kulit ( Skin Puncture )
TUSUKAN VENA ( VENI PUNCTURE )
A. Pra Analitik
Alat dan bahan :
Antiseptik & desinfektan : alkohol 70%
Kapas steril
Plester
Tourniquet
Metode semprit :
Jarum semprit ( 21 – 23 gauge )
Penampung ( barrel )
Penghisap ( plunger )
Tabung yang telah diisi antikoagulan
Metode tabung vakum :
Jarum khusus ( 20 – 22 gauge )
Holder / adapter
Tabung vakum ( dengan antikoagulan )
Antikoagulan : EDTA, heparin, Na. Sitrat, NH4-oksalat
A. Analitik
1. Metode Tabung Vakum
a. Pilih bagian yang akan dilakukan tusukan vena ( veni puncture ), yaitu
: antecubitus lengan , pilih lengan yang besar dan tidak mudah
bergerak.
b. Desinfektan area veni puncture dengan kapas alkohol dengan gerakan
memutar dari tengah ke tepi, biarkan 30 detik untuk pengeringan
alkohol.
c. Pasang tourniquet 7,5 – 10 cm di atas bagian veni puncture disertai
pengepalan tangan pasien membantu penampakan vena.
d. Tusuk jarum ke dalam vena, posisi lubang jarung menghadap ke atas
dengan sudut 15 – 30.
e. Lepas tourniquet setelah darah mengalir ( jangan biarkan tourniquet
terpasang lebih 1 menit ).
f. Isi tabung sampai kevakumannya habis.
g. Lepaskan tabung dari jarum.
h. Bolak balik isi tabung 5 – 10 kali.
i. Lepaskan jarum perlahan – lahan.
j. Segera tekan dengan kapas selama 3 – 5 menit.
k. Plester bagian veni puncture dan lepas setelah 15 menit.
l. Beri label pada tabung ( nama, no. lab, jarum & tanggal pengambilan ).
2. Metode Semprit
a. Keluarkan semprit dari plastiknya, pasang jarum, tarik penghisap untuk
memeriksa kelancarannya.
b. Pilih bagian yang akan dilakukan tusukan vena ( veni puncture ), yaitu
: antecubitus lengan , pilih lengan yang besar dan tidak mudah
bergerak.
c. Desinfektan area veni puncture dengan kapas alkohol dengan gerakan
memutar dari tengah ke tepi, biarkan 30 detik untuk pengeringan
alkohol.
d. Pasang tourniquet 7,5 – 10 cm di atas bagian veni puncture disertai
pengepalan tangan pasien membantu penampakan vena.
e. Tusuk jarum ke dalam vena, posisi lubang jarung menghadap ke atas
dengan sudut 15 – 30.
f. Lepas tourniquet setelah darah mengalir ( jangan biarkan tourniquet
terpasang lebih 1 menit ).
g. Tarik perlahan – lahan pengisap ( plunger ) dan biarkan semprit terisi
darah.
h. Lepaskan jarum perlahan – lahan.
i. Segera tekan dengan kapas selama 3 – 5 menit.
j. Plester bagian veni puncture dan lepas setelah 15 menit.
k. Masukkan darah ke dalam tabung yang telah diisi antikoagulan.
l. Beri label pada tabung ( nama, no. lab, jarum & tanggal pengambilan ).
TUSUKAN KULIT ( SKIN PUNCTURE )
A. Pra Analitik
Alat dan bahan :
Antiseptik & desinfektan : alkohol 70%
Kapas steril
Lanset steril atau hemolet
Penampung darah ( tabung / pipa kapiler )
B. Analitik
a. Tangan diletakkan di atas meja dengan posisi telapak menghadap ke
atas.
b. Pilih bagian yang akan ditusuk dan dibersikan.
c. Pegang jari pasien dengan ibu jari dan telunjuk kita.
d. Bagian kulit dibersihkan dengan kapas alkohol 70%.
e. Tusukkan lanset pada kulit.
f. Buang lancet pada tempat khusus.
g. Tekan bagian yang darahnya keluar ( jangan terlalu keras ).
h. Hapus tetesan darah pertama dengan kapas streil.
i. Tampung darah yang keluar ke dalam tabung / pipa kapiler sesuai
permintaan pemeriksaan dengan menempelkan tabung / pipa kapiler
langsung pada bagian kulit dimana darah keluar.
j. Pipa kapiler ditutup dengan clay.
k. Bila diperlukan sediaan apus, ambil porsi pertama sebelum tabung
antikoagulan : 1 – 2,5 cm pada ujung kaca objek, diameter tetesan 1 –
2 mm.
TES HEMOGLOBIN CARA SAHLI
A. Pra analitik
Persiapan pasien : tidak memerlukan persiapan khusus.
Persiapan sampel : darah kapiler, EDTA, oksalat.
Prinsip tes : hemoglobin diubah menjadi asam, kemudian warna yang
terjadi dibandingkan secara visual dengan standar dalam alat itu.
Alat dan bahan :
Hemolet / lanset
Hemoglobinometer ( hemometer ) :
Tabung pengencer
Pipet Hb
Pipet tetes
Selang pengisap
Batang pengaduk
HCl 0,1 N
Aquadest
B. Analitik
a. Masukkan HCL 0,1 N ke dalam tabung pengencer sampai tanda 2.
b. Isap darah kapiler dengan pipet Hb sampai tanda 20 µl.
c. Hapuslah darah yang melekat pada sebelah luar ujung pipet.
d. Segera alirkan darah dari pipet ke dalam dasar tabung pengencer.
Catat waktu / saat darah dicampurkan ke dalam HCl.
e. Isap kembali isi tabung ke dalam pipet kemudian tiupkan kembali isi
pipet ke dalam tabung, lakukan hal ini 2 sampai 3 kali agar sisa –sisa
darah terbilas ke dalam tabung.
f. Tambahkan aquadest tets demi tetes, sambil mengaduk isi tabung
sampai diperoleh warna isi tabung sama dengan warna standar yang
ada di komparator.
g. Tepat 3 menit setelah darah tercampur dengan HCl, warna larutan
dibaca pada jarak sepanjang lengan atas dengan latar belakang
cahaya matahari, warna larutan disamakan dengan warna gelas
standar. Tinggi larutan sesuai dengan skala yang menunjukkan kadar
Hb dalam g% ( lihat pada dasar meniscus ).
h. Laporan nilainya dalam gr% ( = gr/100 ml = gr/dl).
C. Pasca Analitik
Nilai rujukan :
Perempuan : 12 – 16 gr/dl
Laki – laki : 14 – 18 gr/dl
Sumber Kesalahan
1. Tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti
karboksihemoglobin, methemoglobin dan sulfhemoglobin.
2. Cara visual mempunyai kesalahan inheren sebesar 15 – 30%,
sehingga tidak dapat menghitung indeks eritrosit.
3. Sumber kesalahan yang sering terjadi :
a. Kemampuan untuk membedakan warna tidak sama.
b. Sumber cahaya kurang baik.
c. Kelelahan mata.
d. Alat – alat kurang bersih.
e. Ukuran pipet kurang tepat, perlu kalibrasi.
f. Warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya.
g. Penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang
akurat.
PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH ( LED )
Laju endap darah adalah mengukur kecepatan sedimentasi sel
eritrosit di dalam plasma. Satuannya mm/jam. Cara pemeriksaan yang
mendapat rekomendasi dari International Committee for Standardization in
Hematology ( ICSH) adalah cara Westergren.
Cara Westergren
A. Pra Analitik
1. Persiapan pasien : tidak memerlukan persiapan khusus.
2. Persiapan sampel :
Darah vena dicampur dengan antikoagulan Natrium Sitrat 0,109 M
dengan perbandingan 4 : 1 dapat juga dipakai darah EDTA yang
diencerkan dengan larutan sodium sitrat 0,109 M atau NaCl 0,9%
dengan perbandingan 4 : 1.
3. Prinsip : mengukur kecepatan sedimentasi sel eritrosit di dalam
plasma. Satuannya mm/jam.
4. Alat dan bahan :
Pipet Westergren
Rak untuk pipet Westergren
Natrium Sitrat 0,109 M
B. Analitik
1. Isi pipet Westergren dengan darah yang telah diencerkan sampai garis
tanda 0. Pipet harus bersih dan kering.
2. Letakkan pipet pada rak dan perhatikan supaya posisinya betul – betul
tegak lurus pada suhu 18 – 25C. jauhkan dari cahaya matahari dan
getaran.
3. Setelah tepat 1 jam, baca hasilnya dalam mm/jam.
C. Pasca Analitik
Nilai rujukan
Laki – laki : 0 – 20 mm/jam
Perempuan : 0 – 15 mm/jam
Sumber Kesalahan
1. Kesalahan dalam persiapan pasien, pengambilan dan penyiapan
pemeriksaan.
2. Dalam suhu kamar pemeriksaan harus dilakukan dalam 2 jam
pertama, apabila darah EDTA disimpan pada suhu 4C pemeriksaan
dapat ditunda selama 6 jam.
3. Perhatikan agar pengenceran dan pencampuran darah dengan larutan
antikoagulan dikerjakan dengan baik.
4. Mencuci pipet Westergren yang kotor dapat dilakukan dengan cara
membersihkannya dengan air, kemudian alkohol dan terakhir aseton.
Cara lain adalah membersihkan dengan air dan biarkan kering satu
malam dalam posisi vertikal. Tidak dianjurkan memakai larutan
bichromat atau deterjen.
5. Nilai normal pada umumnya berlaku untuk 18 – 25 C.
6. Pada pemeriksaan pipet harus diletakkan benar- benar posisi vertikal.
HITUNG LEKOSIT
Pra Analitik
Persiapan pasien : tidak memerlukan persiapan khusus.
Persiapan sampel : darah kapiler , EDTA