0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan3 halaman

Prinsip dan Masalah dalam Tes Psikologi

Tes psikologi adalah prosedur pengumpulan perilaku yang dinilai secara kuantitatif. Prinsipnya adalah standardisasi, objektivitas, reliabilitas, dan validitas. Permasalahan penyusun tes adalah keterbatasan sampel perilaku dan ketidakpastian definisi situasi. Reliabilitas adalah konsistensi hasil pengukuran pada objek yang sama. Skor sebenarnya dipengaruhi oleh skor murni dan eror pengukuran. Jenis-jen

Diunggah oleh

fadia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan3 halaman

Prinsip dan Masalah dalam Tes Psikologi

Tes psikologi adalah prosedur pengumpulan perilaku yang dinilai secara kuantitatif. Prinsipnya adalah standardisasi, objektivitas, reliabilitas, dan validitas. Permasalahan penyusun tes adalah keterbatasan sampel perilaku dan ketidakpastian definisi situasi. Reliabilitas adalah konsistensi hasil pengukuran pada objek yang sama. Skor sebenarnya dipengaruhi oleh skor murni dan eror pengukuran. Jenis-jen

Diunggah oleh

fadia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL KELOMPOK 11

1. Tes psikologi merupakan prosedur pengumpulan sampel perilaku yang akan dikenai nilai
kuantitatif. Berikut ini yang bukan prinsip tes psikologi.......
A. Memiliki kemungkinan terjadinya eror
B. Standardisasi alat ukur psikologi
C. Objektivitas dalam penilaian
D. Adanya norma pengujian
E. Reliabilitas dan Validitas

2. Berikut ini permasalahan yang dihadapi para penyusun tes, kecuali..........


A. Pengukuran psikologi pada umumnya didasarkan pada sampel perilaku yang
jumlahnya terbatas
B. Situasi dalam skala pengukuran tidak dapat didefinisikan dengan baik
C. Pengukuran selalu mungkin mengandung eror
D. Tidak ada pendekatan tunggal dalam pengukuran konstrak apapun yang dapat
diterima secara universal
E. Perbandingan hasil ukur dengan norma atau kriteria

3. Derajat keajegan (konsisten) di antara dua buah hasil pengukuran pada objek yang sama,
pernyataan tersebut merupakan isi dari........
A. Teori Reliabilitas
B. Teori Validitas
C. Teori pengukuran
D. Klasifikasi alat test
E. Semua salah

4. Asumsi ini menjelaskan bahwa sifat aditif berlaku pada hubungan antara skor tampak,
skor muni, dan eror. Skor tampak (X) merupakan jumlah skor murni (T) dan eror (E), jadi
besar skor tampak akan tergantung oleh besarnya eror pengukuran, sedangkan besarnya
skor murni individu pada setiap pengukuran yang sama diasumsikan selalu tetap.
Pernyataan tersebut termasuk kedalam asumsi ke…........
A. Asumsi 5
B. Asumsi 4
C. Asumsi 3
D. Asumsi 2
E. Asumsi 1
5. Angka yang menunjukan jenjang kualitatif, adalah….....

A. Angka Murni
B. Angka Nominal
C. Angka Ordinal
D. Angka Rasio
E. Angka Interval

6. Angka yang menunjukan jarak antar jenjang yang tetap disebut dengan…....

A. Angka Ordinal
B. Angka Nominal
C. Angka Murni
D. Angka Rasio
E. Angka Interval

7. Karena angka-angka hasil pengukuran dengan tes psikologi tidak memiliki satuan ukur,
maka perlu dinyatakan secara......
A. Kuantitatif
B. Subjektif
C. Objektif
D. Normatif
E. Deskriptif

8. Dibawah ini yang merupakan karakteristik prosedur evaluasi adalah....


A. Pembandingan antara hasil ukur dengan suatu norma atau suatu kriteria
B. Hasilnya bersifat kualitatif
C. Kesimpulannya dinyatakan secara evaluatif
D. Hasilnya bersifat kuantitatif
E. A, B dan C benar

9. Pengertian yang paling tepat mengenai performansi tipikal yaitu .........


A. Merupakan performansi yang ditampakan oleh individu sebagai proyeksi unik
dari kepribadian nya sendiri sehingga indikator perilaku yang diperlihatkannya
merupakan kecenderungan umum dirinya dalam menghadapi situasi tertentu.
B. Korelasi dengan alat tes lain, yang dibagi menjadi alat tes baru dengan alat tes lama,
dan korelasi alat tes baru dengan alat tes lain.
C. validitas yang diperhitumgkan melalui pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis
rasional.
D. Alat ukur atau instrumen psikologi pada umumnya tidak dapat menggantungkan
kualitasnya hanya pada validitas muka
E. Merupakan performansi. isi alat ukur merupakan representasi dari aspek yang hendak
diukur.

10. Manakah contoh yang termasuk performansi tipikal.....


A. Sikap
B. Minat
C. Kestabilan emosi
D. Tipe ketrampilan
E. Semua benar

Anda mungkin juga menyukai