Perbandingan Model OSI dan TCP/IP
Perbandingan Model OSI dan TCP/IP
KELOMPOK :2
NAMA ANGGOTA : 1. FADLI KURNIAWAN (4316040005)
2. ADAM SATRIO (4316040002)
3. INDRA (4316040020)
KELAS : TOLI 5
MATA KULIAH : SISTEM KOMUNIKASI DATA
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Ridho-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan Judul “PERBANDINGAN OSI
REFERENCE MODEL & TCP/IP SALUTE ” tepat pada waktunya. Kami memgucapkan
terimakasih juga kepada semua pihak yang telah ikut membantu hingga dapat disusunya
makalah ini.
Penyusun berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kami maupun bagi para pembaca.
Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami
harapkan dari para pembaca guna peningkatan kualitas makalah ini dan makalah-makalah
lainnya pada waktu mendatang.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………...…………..iii
A. LATAR BELAKANG………………………………….………………..……….……1
B. RUMUSAN MASALAH.…...…………………………………….......….…………..1
C. TUJUAN………………………………………………………..…………….……….1
A. KESIMPULAN……………………….………………………………………………6
B. SARAN………………………………….……………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA…………………………….………………………………………….7
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket Switching
digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun
1969. Sementar ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada
waktu itu tidak mampu menampung jumlah node yang semangkin banyak. oleh karena itu
DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum yaitu TCP/IP menjadi
standart ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang
mengimplementasikan protokol ini kedalam BSD dan UNIX sehingga dimulai hubungan
UNIX dengan TCP/IP. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang
menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang
sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan
untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan
dengan protokol TCP/IP.
Sejarah OSI REFEREN MODEL jauh sebelum kita mengenal komputer, khususnya di
Indonesia, Pada era tahun 70 an para staf ahli di berbagai perusahaan software seperti Digital
dan IBM serta perusahaan besar lainnya telah mengembangkan sebuah arsitektural jaringan
yang berupa model. Lantas, hal tersebut tidak berjalan dengan baik karena perbedaan
protokol dan format data yang dibuat masing-masing perusahaan/ pengembang. Sehingga
pada era tahun 80 an ISO (International Organization for Standardization) menyelesaikan
masalah tersebut dengan menciptakan model arsitektural jaringan yang bernama OSI.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan OSI REFERENCE MODEL dan apa yang dimaksud
TCP/IP?
2. Apa perbedaan dari OSI REFERENCE MODEL dengan TCP/IP?
3. Apa persamaan dari OSI REFERENCE MODEL dengan TCP/IP?
C. TUJUAN
Tujuan di buatnya makalah ini ditujukan sebagai sarana pembelajaran mata kuliah
Sistem Komunikasi Data dan sebagai tugas yang harus kami kerjakani tentang OSI
REFERENCE MODEL & TCP/IP .
BAB II LANDASAN TEORI
OSI Reference Model adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan
komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling
berkomunikasi melalui jaringan. Model referensi OSI (Open System Interconnection)
menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer
berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain.
Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing
lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model Open Systems Interconnection (OSI)
diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan
kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan.
Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi
pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada
proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi
antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya
“error” selama proses transfer data berlangsung. Model Layer OSI dibagi dalam dua group:
“upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan
bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang
menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data
melalui jaringan aktual.
Cara kerja OSI REFERNCE MODEL
1. Pertama data dibuat oleh host A. Kemudian data tersebut turun dari application layer
sampai kephysical layer (terjadi enkapsulasi sempurna).
3. Data masuk ke hub (dalam bentuk bit dan tidak mengalami proses apa apa karena hub
bekerja pada physical layer)
6. pada akhirnya data sampai pada host B. data dalam bentuk bit naik dari layer 1 sampai 7.
dalam proses ini data yang dibungkus oleh header header layer osi mulai dilepas satu persatu.
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan
memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data.
Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi. Berikut adalah nama-nama 7
layer tersebut :
1. Physical layer
Ini adalah layer yang paling sederhana yang berkaitan dengan electrical (dan optical)
koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui
media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer
Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
Fungsi physical layer antara lain : Untuk mendefinisikan media transmisi jaringan,
metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token
Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana
Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Contoh dari
physical layer adalah Hub.
Network Components :
1. Amplifier 5. Hubs (Passive and Active)
2. Repeater 6. Oscilloscope
3. Multiplexer
4. TDR
Protocol yang digunakan :
1. IEEE 802 (ETHERNET STANDART)
2. IEEE 802.2 (ETHERNET STANDART)
3. ISO 2110
4. ISDN
2. Data-link layer
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena
menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan
layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari
data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer
physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 &
802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link. Fungsi
data-link layer antara lain : Untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan
menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi
kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control
Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti
hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini
menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access
Control (MAC). Contoh dari link layer : NIC / LAN Card.
Network Components :
1. Bridge 5. NIC
2. Switch 6. Advanced Cable Tester
3. ISDN Router
4. Intelligent Hub
Protocol yang digunakan :
Media Access Control : Logical Link Control :
1. 802.3 CSMA/CD (ETHERNET) 1. Error Correction & Flow Control
2. 802.4 Token Bus (ARCnet) 2. Manages Link Control/defines SAPs
3. 802.5 Token Ring
4. 802.12 Demand Priority
3. Network layer
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket
dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu
network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya
seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol
menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core
Protocol).
Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Fungsi network layer antara
lain : Untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan
kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan
switch layer-3. Contoh dari Network Layer : B-router.
Network Components :
1. Bridge 5. NIC
2. Switch 6. Advanced Cable Tester
3. ISDN Router
4. Intelligent Hub
Protocol yang digunakan :
1. IP; ARP; RARP; ICMP; RIP; OSFP 5. NetBEUI
2. IGMP 6. OSI
3. IPX 7. DDP
4. NW Link 8. DECnet
4. Transport layer
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX
(Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk
koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini
menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga
menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
Fungsi transport layer antara lain : Untuk memecah data ke dalam paket-paket data
serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada
sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket
diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-
paket yang hilang di tengah jalan. Contoh dari transport layer : B-router.
Network Components :
1. Gateway
2. Advance Cable Tester
3. Brouter
Protocol yang digunakan :
1. TCP; ARP; RARP
2. SPX
3. NW Link
4. NetBIOS/NetBEUI
5. ATP
5. Session layer
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon
pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer
diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa
protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh
IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI
(NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan
pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager.
ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada
printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk. Fungsi session layer antara lain :
Untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain
itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Dan juga mengendalikan dialog antar aplikasi.
Contoh dari Session layer: Gateway
Network Components :
1. Gateway
Protocol yang digunakan :
1. NetBIOS
2. Names Pipes
3. Mail Slots
4. RPC
6. Presentation layer
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi
dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan
mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan
banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin)
ditangani oleh layer ini. Fungsi presentation layer antara lain : Untuk mentranslasikan data
yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui
jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector
software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell
(semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
Contoh dari Pressentation layer : Gateway.
7. Application layer
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway
melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka.
Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu
komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application
adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP,
POP3 berada pada layer Application. Fungsi application layer antara lain : Sebagai antarmuka
dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat
mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada
dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS. Contoh dari Application layer:
Gateway.
B. TCP/IP
Pengertian TCP/IP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet
Protocol. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an
sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan
untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN).
TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap
mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat
IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling
berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti
protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft
Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi
menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP
merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat
dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini,
kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat
TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang
dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP
diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP
adalah sebagai berikut:
1. Aplication Layer
Bertugas untuk melayani permintaan data atau servis, aplikasi pada layer ini menunggu di
portnya masing-masing pada suatu antrian untuk diproses. Yang bekerja pada layer ini yaitu
aplikasi:
Network Terminal Protocol (TELNET), yang menyediakan remote login dalam
jaringan.
File Transfer Protocol (FTP), digunakan untuk file transfer.
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), dugunakan untuk mengirimkan e-mail
(electronic mail).
Domain Name Service (DNS), untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.
Routing Information Protocol (RIP), protokol routing.
Open Shortest Path First (OSPF), protokol routing.
Network File System (NFS) untuk berbagi/ sharing file dalam suatu jaringan terhadap
berbagai host.
Hyper Text Transfer Protokol (HTTP), protokol yang digunakan untuk web browsing.
2. Transportation Layer
Transport layer sering juga disebut sebagai host to host, fungsinya untuk membentuk
sebuah sambungan antara host penerima dan pengirim sebelum kedua host tersebut
berkomunikasi dan seberapa sering kedua host ini akan mengirim acknowledgment dalam
sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari dua macam protocol
diantaranya yaitu:
Transmission Control Protocol (TCP)
3. Internet Layer
Berisi protokol yang mempunyai tanggung jawab dalam pengalamatan dan enkapsulasi
paket data jaringan. Pada Internet layer terdiri dari beberapa protokol yaitu :
IP
ARP
ICMP
IGMP
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]