0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan11 halaman

Keterkaitan GIS dalam Teknik Sipil

Makalah ini membahas tentang sistem informasi geografis (GIS) dan pemanfaatannya dalam teknik sipil. GIS adalah sistem informasi yang mengelola data spasial dan atribut yang memungkinkan analisis geografis. Makalah ini menjelaskan komponen GIS, jenis data, tahapannya, dan bagaimana GIS berguna untuk perencanaan infrastruktur dan pemetaan lahan dalam bidang teknik sipil.

Diunggah oleh

Fajar Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan11 halaman

Keterkaitan GIS dalam Teknik Sipil

Makalah ini membahas tentang sistem informasi geografis (GIS) dan pemanfaatannya dalam teknik sipil. GIS adalah sistem informasi yang mengelola data spasial dan atribut yang memungkinkan analisis geografis. Makalah ini menjelaskan komponen GIS, jenis data, tahapannya, dan bagaimana GIS berguna untuk perencanaan infrastruktur dan pemetaan lahan dalam bidang teknik sipil.

Diunggah oleh

Fajar Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN GIS DAN PRAKTIKUM PEMETAAN

KETERKAITAN GIS DENGAN KETEKNIKSIPILAN

OLEH :
FAJAR MAULANA
181910301151

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JEMBER
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Balakang

1.2 Tujuan

1.3 Rumusan Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sistem Informasi

2.2 Pengertian GIS

2.3 Sistem GIS

2.4 Jenis Data

2.5 Tahapan GIS

2.6 Hasil GIS

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Peran GIS dalam Teknik Sipil

BAB IV PENUTUP

3. 1. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini ilmu pengetahuan berkembang


Sangat pesat . Banyak sekali kemudahan – kemudahan yang yang didapat kan sebagai hasi
dari perkembangan teknolgi tersebut. Dari perkembangan teknologi kita diharapkan meraih
hasil dalam segala pengerjaan hal secara lebih baik , efektif dan efektif. Sebagai contoh dari
perkembangan teknologi saat ini adalah berkembangnya komputer secara pesat. Era
komputerisasai telah memberi wawasan dan paradigma baru dalam proses pengambilan
keputusan dan penyebaran informasi. Data yang mempresentasikan dunia nyata dapat
disajikan dalam bentuk – bentuk yang lebih sederhana dan sesuai kebutuhan. SIG merupakan
sistem berbasis komputer yang didesain untuk mengumpulkan , mengelola , memanipulasai
dan menampilkan informasi spesial ( keruangan ) berupa informasi yang mempunyai
hubungan geometrik dalam arti bahwa informasi tersebut dapat diukur , dihitung, ddan
disajikan dalam sistem koordinat rujukan/ bidang hitung yang baku , dengan data berupa data
digital yang terdiri dari data posisi ( data spesial) dan data semantiknya (data atribut).
SIG juga dapat mempresetasikan real word ( dunia nyata) siatas monitor computer
sebagaimana lembaran peta dapat mempresentasikan dunia nyata di atas kertas. Tetapi SIG
memiliki kekuatan lebih dan fleksibilitas dibandingkan lembaran pada kertas. SIG dapa
menentukan lokasi yag sesuai untuk pengembangan lokasi pemukiman penduduk yang
memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kemampuan SIG yang lebi eksplisit
adalah: memasukkan data dan mengumpulkan data geografi (spasial dan atribut),
mengintegrasikan data geografi , memeriksa , meg-update data geografi, menyimpa dan
membuka kembali data geografi , mempresentasikan atau menampilkan data geografi.
1.2 Tujuan
Tujuan dari disusunnya makalah ini supaya pemba!a mengerti apa itu Sistem
Informasi Geografi atau yang bisa disingkat GIS dan bagaimana keterkaitannya dalam dunia
ketekniksipilan.

1.3 Rumusan Masalah


 Bagaimanakah pengertian dari sistem informasi geografis?
 Apa sajakah komponen-komponen sistem informasi geografis?
 Apa sajakah jenis data dalam sistem informasi geografis?
 Apa sajakah tahapan-tahapan sistem informasi geografis?
 Bagaimanakah hasil dari sistem informasi geografis?
 Bagaimanakah pemanfaatan sistem informasi geografis dalam dunia Teknik Sipil?

BAB II

KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem dimama antara
satu komponen dengan komponen lainnya sanagat berkaitan dan bertujuan menghasilkan
suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya
klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu
informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel,
efektif dan efisien. Dalam definisi lainnya sistem informasi diartikan sebagai kumpulan
antara sub-sub sistem yang saling berhubungan yang membentuk suatu komponen yang
didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi
(data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)

2.2 Pengertian GIS


Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System biasanya
disingkat GIS) merupakan suatu sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki
informasi spasial (bereferensi keruangan).Dalam arti yang lebih spesifik ,GIS merupakan
sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan
menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut
lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun
dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini. Teknologi Sistem Informasi
Geografis sangat bermanfaat untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan
pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Selain itu, SIG bisa membantu perencana
untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG
dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari
polusi

2.3 Sistem SIG


Istilah sistem berasal dari bahasa Latin yaitu systema, sedangkan dalam bahasa
Yunani yaitu sustema yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi materi, dan/atau energi. Menurut
kamus besar bahasa Indonesia sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling
berkaitan sehingga membentuk totalitas. Dalam sistem informasi geografis (SIG) sistem
mempunyai arti kumpulan dari sejumlah komponen yang saling terkait dan mempunyai
fungsi satu sama lain. SIG adalah keterpaduan antarainput, penyimpanan (storage),
pemakaian (manipulasi), dan hasil (output) dari informasi geografis.
Terdapat tiga unsur utama dalam sistem/komponen SIG yaitu manusia,
pengetahuan/metode, dan alat (komputer).

[Link]

Manusia merupakan inti elemen dari SIG karena manusia adalah perencana dan
pengguna dari SIG. Pengguna SIG mempunyai tingkatan seperti pada sistem informasi
lainnya, dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan mengelola sistem sampai pada
pengguna yang menggunakan SIG untuk membantu pekerjaannya sehari-hari.

[Link]

Metode yang digunakan dalam SIG akan berbeda untuk setiap permasalahan. SIG
yang baik tergantung pada aspek desain dan aspek realnya.

C. Alat/komputer

Alat dalam sistem kerja geografis dibedakan menjadi dua bagian yaitu perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

[Link] Keras (hardware)

Perangkat keras SIG adalah perangkat-perangkat fisik yang merupakan bagian dari
sistem komputer yang mendukung analisis goegrafi dan pemetaan. Perangkat keras
SIG mempunyai kemampuan untuk menyajikan citra dengan resolusi dan kecepatan
yang tinggi serta mendukung operasioperasi basis data dengan volume data yang
besar secara cepat. Perangkat keras SIG terdiri dari beberapa bagian untuk menginput
data, mengolah data, dan mencetak hasil proses. Berikut ini pembagian berdasarkan
proses :

3 Input data: mouse, digitizer, scanner


4 Olah data: harddisk, processor, RAM, VGA Card
5 Output data: plotter, printer, screening
2. Perangkat lunak (software)

Perangkat lunak digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisa,


memvisualkan data-data baik data spasial maupun non-spasial. Perangkat lunak yang
harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:

 Alat untuk memasukkan dan memanipulasi data SIG


 Data Base Management System (DBMS)
 Alat untuk menganalisa data-data
 Alat untuk menampilkan data dan hasil analisa.

Paket perangkat lunak SIG sebagian besar dari luar negeri, seperti ILWIS, ERDAS,
SPANS, MAP INFO, ARC Info, dan lain-lain.

2.4 Jenis Data


Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG yaitu :

A. Data Spasial

Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi.
Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan disimpan
dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai
tertentu.

B. Data Non Spasial (Atribut)

Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi
yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling
terintegrasi dengan data spasial yang ada.

2.5 Tahapan Sistem Informasi Geografis (SIG)


Tahapan kerja sistem informasi geografis melalui tiga langkah yaitu input(masukan),
proses (manipulasi dan analisis), serta output (keluaran yang berupa hasil data).

A. Input (masukan)
Subsistem ini berperan memasukan data dan mengubah data asli ke bentuk yang dapat
diterima dan dipakai dalam SIG. Semua data dasar geografi diubah dahulu menjadi data
digital sebelum dimasukan ke komputer.

Data dasar yang dimasukan dalam SIG diperoleh dari tiga sumber yaitu data lapangan
(terestris), data peta, dan data pengidraan jauh.

Untuk memasukan data spasial ke dalam SIG dapat dilakukan dengan dua cara yaitun digitasi
dan pemindaian. Digitasi adalah proses konversi data spasial dari datahardcopy atau kertas
cetak ke format digital. Sedangkan pemindaian adalah proses memasukan data
dengan scanner.

B. Proses (manipulasi dan analisis data)

Proses data dalam SIG meliputi memanggil, memanipulasi, dan menganalisis data yang telah
tersimpan dalam komputer. Menipulasi data merupakan aktivitas yang meliputi membuat
basis data baru, menghapus basis data, membuat tabel basis data, mengisi dan menyisipkan
data ke dalam tabel, mengubah dan mengedit data, serta membuat indeks untuk setiap tabel
atau basis data.

C. Output (keluaran)

Data yang sudah dianalisis dalam SIG dapat memberikan informasi kepada para pengguna.
SIG dapat menghasilkan keluaran (output) data geografi dalam bentuk peta tematik, tabel,
grafik laporan, dan lain-lain.

2.6Hasil Sistem Informasi Geografis (SIG)


Setelah melalui beberapa tahapan. Sistem informasi geografis dapat menghasilkan bebrapa hal
yang sanagt berguna. Berikut adalah beberapa cotoh hasil data yang dapat dihasilkan melalui Sistem
Informasi Geografis (SIG)
A. Peta rencana pola kota

B. Ilustrasi ruang kota

Selain itu banyak hal yang bisa dihasilkan dari sistem informasi geografis. Diataranya peta umum,
tabel, peta tematik, dan lain-lain.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Peran SIG dalam Teknik Sipil

Peran SIG dalam teknik sipil diantaranya adalah dalam bidang perencanaan
pembangunan. Penggunaan SIG dalam bidang perencanaan pembangunan sangat
memudahkan para perencana dalam mengelola data dan informasi yang sedemikian banyak
dan berseri. Sehingga membantu mereka dalam mengefisienkan biaya, waktu dan tenaga
serta memudahkan dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang efektif untuk diterapkan di
lingkungan atau daerah perencanaannya. Umumnya, teknologi SIG digunakan untuk
membuat peta-peta kondisi eksisting, peta-peta lahan, ataupun perencanaan jaringan jalan.
Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat berfungsi sebagai bank data terpadu, yaitu dapat
memandu data spasial dan non spasial dalam suatu basis data terpadu. Sistem modelling dan
analisa, yaitu dapat digunakan sebagai sarana evaluasi potensi wilayah dan perencanaan
spasial. Sistem pengelolaan yang bereferensi geografis, yaitu untuk mengelola operasional
dan administrasi lokasi geografis. Dan sebagai sistem pemetaan komputasi, yaitu sistem yang
dapat menyajikan suatu peta yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu SIG juga memiliki beberapa peranan dalam teknik sipil diantaranya adalah:

3 Untuk bidang sumber daya, seperti kesesuaian lahan pemukiman, pertanian, perkebunan,
tata guna lahan, pertambangan dan energi, analisis daerah rawan bencana.
4 Untuk bidang perencanaan ruang, seperti perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan
kawasan industri, pasar, kawasan permukiman, penataan sistem dan status pertahanan.
5 Untuk bidang manajemen atau sarana-prasarana suatu wilayah, seperti manajemen sistem
informasi jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan jaringan listrik.
6 Untuk bidang pariwisata, seperti inventarisasi pariwisata dan analisis potensi pariwisata
suatu daerah.
7 Untuk bidang transportasi, seperti inventarisasi jaringan transportasi publik, kesesuaian
rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan jalan, analisis kawasan rawan
kemacetan dan kecelakaaan.
8 Untuk bidang sosial dan budaya, seperti untuk mengetahui luas dan persebaran penduduk
suatu wilayah, mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola
drainasenya, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan
pada suatu kawasan, pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan
industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan perkantoran.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi (IPTEK) dan informasi pada era
globalisasi seperti saat ini manusia lebih mudah untuk mendapatkan segala kebutuhannya.
Saat ini informasi telah dibagi dalam berbagai bidang, salah-satu diantaranya yaitu informasi
geografis. Sistem informasi geografis yaitu sistem khusus pengelola data yang mempunyai
informasi spasial. (bereferensi keruangan), atau dalam arti sempit yaitu sistem komputer
yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola, dan menampilakan
informasi keruangan.
Tentunya banyak manfaat dari sistem informasi geografi (SIG) diantaranya adalah
perencanaan pola pembangunan kota/wilayah. Dalam Teknik Sipil , ilmu sistem informasi
geografis (SIG) memiliki peranan yang sangat penting seperti halnya dalam perencanaan
pembangunan,penggunaan SIG dapat memudahkan para perencana dalam mengelola data
dan informasi yang sedemikian banyak dan berseri sehingga dapat menghasilkan data yang
efektif dan efisien. Selain itu , sistem Informasi Geografis (SIG) dapat berfungsi sebagai bank
data terpadu, yaitu dapat memandu data spasial dan non spasial dalam suatu basis data
terpadu

DAFTAR PUSTAKA

Rukmini Mokobombang , 2018 , Peran Sig Dan Geomatika Dalam Teknik Sipil
[Link]
docx (diakses 27 Agustus 2019)

Nurlaila Rahmah, Sistem Informasi Geografis


[Link] (diakses 27
Agustus 2019)

Hamidi , 2014 , Apliksi GIS dalam dunia Teknik Sipil


[Link] (diakses 27
Agustus 2019)

Anda mungkin juga menyukai