0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan29 halaman

Pedoman Instalasi Farmasi RSUD Tomohon

Pedoman ini mengatur pengorganisasian Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon dengan tujuan meningkatkan pelayanan kesehatan dan mutu pelayanan farmasi. Dokumen ini menjelaskan struktur organisasi, tugas pokok jabatan, tata hubungan kerja, kualifikasi personil, kegiatan orientasi, rapat, dan pelaporan di Instalasi Farmasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan29 halaman

Pedoman Instalasi Farmasi RSUD Tomohon

Pedoman ini mengatur pengorganisasian Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon dengan tujuan meningkatkan pelayanan kesehatan dan mutu pelayanan farmasi. Dokumen ini menjelaskan struktur organisasi, tugas pokok jabatan, tata hubungan kerja, kualifikasi personil, kegiatan orientasi, rapat, dan pelaporan di Instalasi Farmasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

INSTALASI FARMASI
RSUD ANUGERAH TOMOHON

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANUGERAH


KOTA TOMOHON
2018
PEMERINTAH KOTA TOMOHON
DINAS KESEHATAN DAERAH
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PRATAMA ANUGERAH
Kel. Tumatangtang I, Kec. Tomohon Selatan
website: [Link] e-mail: rsudanugerah@[Link]
TOMOHON Kode Pos 95439

SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RSUD ANUGERAH TOMOHON
Nomor : 440/DINKES-RSUDA/SK/X/021/2018
TENTANG
PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI FARMASI
RSUD ANUGERAH TOMOHON

DIREKTUR RSUD ANUGERAH TOMOHON

Menimbang : a. Bahwa dalam menyelenggarakan aktivitas


operasionalnya, setiap unit dalam organisasi
memerlukan suatu pedoman sebagai acuan
pengorganisasian dalam unit terkait.
b. Bahwa pedoman dimaksud disusun berdasarkan
standar yang ditetapkan dalam ketentuan
perundang-undangan, peraturan pemerintah, dan
ketentuan internal organisasi.
c. Bahwa diperlukan suatu keputusan untuk
menetapkan Pedoman Pengorganisasian Instalasi
Farmasi di RSUD Anugerah Tomohon.
Mengingat : 1. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit
2. Undang – Undang Republik Indonesia No. 36
tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
3. Peraturan Presiden No. 51 tahun 2009 tentang
Pekerjaan Kefarmasian
4. Peraturan Menteri Kesehatan No. 889 tahun 2011
tentang Registrasi, Izin Praktek dan Izin Kerja
Tenaga Kefarmasian
5. Peraturan Menteri Kesehatan No. 58 tahun 2014
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Rumah Sakit

MEMUTUSKAN

Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD


ANUGERAH TOMOHON TENTANG PEDOMAN
PENGORGANISASIAN INSTALASI FARMASI RSUD
ANUGERAH TOMOHON
(KESATU)…..
KESATU : Pedoman dimaksud merupakan dasar / acuan
penyelenggaraan koordinasi dan
pengorganisasian di Instalasi Farmasi RSUD
Anugerah Tomohon
KEDUA : Evaluasi terhadap Pedoman Pengorganisasian
Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon
dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun.
KETIGA : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal
ditetapkannya, apabila dikemudian hari
ditemukan kekeliruan didalamnya, maka akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Tomohon
Pada Tanggal : 8 Oktober 2018i
2015
DIREKTUR RSUD ANUGERAH,

dr. Jerry Bororing


PEMBINA
NIP. 19600609 199010 1 002
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat TUHAN YANG MAHA ESA karena atas
bimbingan dan penyertaan-NYA saja sehingga Pedoman Pengorganisasian Instalasi
Farmasi Rumah Sakit ini dapat diselesaikan dengan baik. Pedoman ini disusun
sebagai dasar penyelenggaraan organisasi dalam ruang lingkup aktivitas Instalasi
Farmasi Rumah Sakit.
Dalam menjalankan tugas, fungsi dan perannya di Rumah Sakit Umum
Daerah Anugerah Tomohon, Instalasi Farmasi perlu saling berkoordinasi dengan
suatu unit/bagian maupun yang lainnya untuk menunjang pelayanan di Rumah
Sakit. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu kebijakan dan sistem koordinasi
yang jelas di Instalasi Farmasi sebagaimana termuat dalam Pedoman
Pengorganisasian ini.
Dalam proses penyusunannya, Pedoman ini tentunya masih memiliki berbagai
kekurangan yang membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak terkait
untuk perbaikan kedepannya.
Akhirnya, penyusun berharap agar Pedoman ini dapat dimanfaatkan dengan
baik sebagai dasar penyelenggaraan organisasi oleh seluruh pihak yang terkait
dengan Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon.

Tomohon, 8 Oktober 2018


Hormat Kami,

Penyusun

i
DAFTAR ISI

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR


KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I : Pendahuluan 1
BAB II : [Link] Umum RS 3
[Link] Umum Instalasi Farmasi 5
BAB III : Visi, Misi, Falsafah, dan Tujuan 6
BAB IV : Struktur Organisasi RS. ANUGERAH 8
BAB V : Struktur Organisasi Instalasi Farmasi 9
BAB VI : Uraian Jabatan 10
BAB VII : Tata Hubungan Kerja 16
BAB VIII : Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil 18
BAB IX : Kegiatan Orientasi 21
BAB X : Pertemuan / Rapat 23
BAB XI : Pelaporan 24

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akreditasi RS merupakan suatu upaya peningkatan mutu pelayanan rumah


sakit yang dilakukan dengan membangun sistem dan budaya mutu. Melalui
akreditasi RS diharapkan ada perbaikan sistem di RS yang meliputi input, process
dan product output (meliputi output dan outcome). Untuk itu, dalam proses
akreditasi ini dibutuhkan suatu pedoman regulasi yang nantinya akan membantu
terwujudnya suatu sistem perbaikan mutu.
Dalam hal ini, dokumen regulasi di RS dapat dibedakan menjadi:

1. Regulasi pelayanan RS, yang terdiri dari:


a) Kebijakan Pelayanan RS
b) Pedoman/ Panduan Pelayanan RS
c) Standar Prosedur Operasional (SPO)
d) Rencana jangka panjang (Renstra, Rencana strategi bisnis, bisnis plan, dll)
e) Rencana kerja tahunan (RKA, RBA atau lainnya)

2. Regulasi di unit kerja RS yang terdiri dari:


a) Kebijakan Pelayanan RS
b) Pedoman/ Panduan Pelayanan RS
c) Standar Prosedur Operasional (SPO)
d) Program (Rencana kerja tahunan unit kerja)

Kebijakan, pedoman/ panduan, dan prosedur merupakan kelompok


dokumen regulasi sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan, dimana kebijakan
merupakan regulasi yang tertinggi di RS, kemudian diikuti dengan
pedoman/panduan dan kemudian prosedur (SPO). Karena itu untuk menyusun
pedoman/panduan harus mengacu pada kebijakan-kebijakan yang sudah
dikeluarkan oleh RS, sedangkan untuk menyusun SPO harus berdasarkan
kebijakan dan pedoman/panduan.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud :
Penyusunan Pedoman Pengorganisasian digunakan sebagai salah satu
dokumen regulasi, memuat ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana
sesuatu harus dilakukan, dengan demikian merupakan hal pokok yang
menjadi dasar untuk menentukan atau melaksanakan kegiatan.

2. Tujuan :
Pedoman Pengorganisasian bertujuan agar setiap unit kerja akan
mendasarkan pelaksanaan kegiatannya menurut tugas dan fungsi setiap
SDM dalam pengorganisasiannya serta menyelenggarakan pelayanannya
sesuai dengan tata laksana yang telah ditetapkan dan kemudian disesuaikan
pada setiap unit kerja dalam hal ini pada unit kerja Pelayanan Instalasi
Farmasi.

1
C. Pengertian
Pelayanan Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon adalah pelayanan
bagi pasien rawat jalan dan rawat inap yang berorientasi kepada pelayanan
pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik,
yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon adalah wadah yang mengelola
pelayanan Farmasi dan Pengelolaan Perbekalan Farmasi secara professional,
bermutu serta terjangkau oleh pasien, yang meliputi seluruh jenis-jenis
pelayanan farmasi klinik dan pengelolaan perbekalan farmasi yang diperlukan
dalam menunjang pelayanan kesehatan pasien yang paripurna sesuai
kemampuan RSUD Anugerah Tomohon.
Keteraturan dalam pengorganisasian di Instalasi Farmasi RSUD Anugerah
Tomohon merupakan hal yang penting dalam peningkatan mutu pelayanan
Instalasi Farmasi.
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Anugerah
Tomohon, maka perlu disusun suatu Pedoman Pengorganisasian Farmasi RSUD
Anugerah Tomohon yang dapat dipakai sebagai acuan dalam merencanakan
peningkatan dan pengembangan pengorganisasian di bidang Farmasi yang
selaras dengan Akreditasi Rumah Sakit.
Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
sistem pelayanan kesehatan rumah sakit, yang merupakan suatu unit atau
bagian yang meyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang mencakup
perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan perbekalan kesehatan,
dispensing obat berdasarkan resep bagi penderita rawat inap dan rawat jalan,
pengendalian mutu, pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh
perbekalan-perbekalan kesehatan di rumah sakit serta pelayanan farmasi
umum dan spesialis.

2
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. GAMBARAN UMUM RSUD ANUGERAH TOMOHON

Secara umum, perumahsakitan dipahami sebagai suatu usaha berbentuk


organisasi jasa yang memproses input dan menghasilkan jasa pelayanan
kesehatan. Dalam penyelenggaraannya, Rumah Sakit mengalami berbagai
dinamika yang dipengaruhi oleh kebijakan politik dari Pemerintah baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Tetapi seiring dengan terjadinya perubahan dalam dinamika lingkungan,
maka pada saat ini Rumah Sakit melaksanakan fungsinya di bidang kuratif,
promotif, preventif dan rehabilitatif sebagaimana telah diatur dalam Undang-
Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Dengan demikian, perubahan
yang terjadi di lingkungan industri Rumah Sakit Indonesia berdampak pada
kelembagaan Rumah Sakit itu sendiri.
Karya Pelayanan RSUD Anugerah Tomohon telah resmi dimulai pada 8
Agustus Tahun 2018, karya ini melewati berbagai tahapan dan masa yang
menorehkan berbagai momentum berharga atas sebuah perjuangan.

B. Data Dasar Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon


Dalam perkembangan pelayanannya, RSUD Anugerah Tomohon telah
melakukan berbagai upaya pembenahan, baik dari aspek Sumber Daya Manusia
(SDM), Sarana & Prasarana, maupun Sistem Tata Kelola untuk meningkatkan
kualitas pelayanan yang diberikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan
masyarakat.
Secara rinci, data dasar dan jenis pelayanan yang tersedia di Rumah Sakit
Umum Daerah Anugerah Tomohon dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Nama Rumah Sakit : Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah


Tomohon
b. Jenis : Rumah Sakit Umum Daerah

c. Pemilik : Pemerintah Kota Tomohon

d. Badan Hukum :

e. Status Kepemilikan : Rumah Sakit Pemerintah

f. Kategori : Rumah Sakit Umum Daerah

g. Tipe : D

h. Nomor Kode RS :

i. Tgl. diresmikan: 8 Agustus 2018

j. Surat Ijin Nomor 09/WKT/I-2018


Penyelenggaraan :

3
Tanggal 19 JAN 2018

Oleh JIMMY FEIDIE EMAN, SE.,AK.

Status Ijin Tetap - Perpanjangan (5


tahun)

k. Alamat; Jl. Pinaras, Kel. Tumatangtang I, Kec.


Tomohon Selatan, Kota Tomohon

l. Telepon :

m. Website : [Link]

n. E-mail : rsudanugerah@[Link]

o. Luas Tanah : 2.7 ha

p. Luas Bangunan : ……. m2

q. Kapasitas Tempat 54 Tempat Tidur


Tidur :

r. Direktur : dr. Jerry Bororing

C. Jenis Pelayanan RS
a. Pelayanan Rawat Jalan
1) Poliklinik Umum
2) Poliklinik Spesialis: Poli Interna, Anak dan Kandungan, Gigi & Mulut, dan
Bedah.
b. Pelayanan Gawat Darurat :
1) IGD Bedah
2) IGD Non Bedah
c. Pelayanan Rawat Inap :
Pelayanan Rawat Inap RSUD Anugerah Tomohon mencakup pelayanan
kesehatan: Interna, Kesehatan Anak dan Kandungan, dan Bedah.
d. Instalasi Laboratorium, melayani pemeriksaan diagnostik: Kimia Darah, Gula
Darah, Hematologi, Serologi, Bakteriologi, Liquor, Transudat/ Exudat, Urine,
Tinja, Analisa Gas Darah.
e. Instalasi Radiologi, melayani pemeriksaan diagnostik: Computerized
Radiography (Foto dengan / tanpa bahan kontras), CT-Scan, dan USG.
f. Instalasi Farmasi menyediakan pelayanan Obat Generik dan Obat Paten
selama 24 Jam.
g. Pelayanan Penunjang Khusus, mencakup: Electro Encephalografi (EEG) dan
Electro Kardiografi (EKG).
h. Pelayanan Medical Check-Up RSUD Anugerah Tomohon diklasifikasikan ke
dalam beberapa paket pelayanan, diantaranya: Sederhana – A/B, Sedang –
A/B, Besar – A/B, Khusus.

4
D. GAMBARAN UMUM INSTALASI FARMASI
Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon terletak di bagian utama
bangunan Rumah Sakit yang mempunyai akses yang sangat mudah dijangkau
karena berdekatan dengan bagian Adminsitrasi dan kasir. Instalasi Farmasi di
RSUD Anugerah Tomohon merupakan satu-satunya unit di rumah sakit yang
mengadakan perbekalan farmasi, mengelola dan mendistribusikannya kepada
pasien, bertanggung jawab atas semua perbekalan farmasi yang beredar di
rumah sakit serta bertanggung jawab atas pengadaan dan penyajian informasi
obat yang siap pakai bagi semua pihak di rumah sakit, baik petugas maupun
pasien.
Instalasi Farmasi di RSUD Anugerah Tomohon memiliki organisasi yang
dipimpin oleh seorang apoteker dibantu oleh beberapa orang apoteker yang
memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
kompeten secara profesional, yang bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan
serta pelayanan kefarmasian, yang terdiri atas pengadaan; produksi;
penyimpanan perbekalan kesehatan/sediaan farmasi; dispensing obat
berdasarkan resep bagi penderita rawat inap dan rawat jalan; pengendalian
mutu dan pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh perbekalan
kesehatan di Rumah Sakit, serta Pelayanan Farmasi Klinis.

5
BAB III
VISI, MISI, TUJUAN, TATA NILAI DAN MOTTO

A. Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon


1. Visi Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon
"Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama Masyarakat dengan Pelayanan PRIMA di
Tahun 2023"

2. Misi Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon


a. Meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan yang bermutu dan
profesional
b. Mengembangkan sistem manajemen rumah sakit yang terintegrasi
c. Melakukan pengembangan dalam bidang pendidikan kesehatan
d. Meningkatkan kesejahteraan karyawan
e. Mensukseskan Akreditasi RSUD Anugerah Tomohon Tahun 2019.

3. Tujuan Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon


a. Memberi manfaat kepada penderita, rumah sakit, sejawat profesi
kesehatan dan kepada profesi farmasi oleh Apoteker rumah sakit yang
kompeten dan memenuhi syarat
b. Membantu dalam menyediakan perbekalan farmasi yang bermutu guna
memenuhi kebutuhan rumah sakit
c. Meningkatkan penelitian dalam praktik farmasi rumah sakit dan dalam
ilmu farmasi lainnya
d. Membantu dalam mengembangkan dan kemajuan profesi kefarmasian,
serta menjadi tempat pendidikan dan pelatihan tenaga kefarmasian
e. Pengendalian mutu sebagai dasar setiap langkah pelayanan untuk
meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian

4. Tata Nilai Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon


PRIMA : Peduli, Responsif, Inovatif, Bermutu dan Akuntable

5. Motto Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon


“Pah’pendanen Ma’suat Wo Witi Wale”
“Feels Like Home”
“Terasa Seperti dirumah Sendiri”

B. Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon


1. Visi Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon
“Terwujudnya Pelayanan Kefarmasian yang bermutu juga terjangkau
berdasarkan Pharmaceutical Care dan Patient Oriented”.

2. Misi Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon


a. Menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang cepat dan tepat yang
berorientasi kepada peningkatan kualitas hidup pasien
b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang dimiliki
c. Meningkatkan kerjasama yang harmonis dengan pihak ketiga

6
d. Mengupayakan penyediaan perbekalan farmasi yang lengkap, bermutu
dan terjangkau
e. Melaksanakan pelayanan farmasi klinik secara optimal yang berinteraksi
langsung dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya.

C. Tujuan Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon


1. Rumah Sakit Menjadi Pilihan Masyarakat yang Terjangkau, Bermutu dan
Paripurna
2. Berperan Aktif dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Khususnya di Wilayah Kota Tomohon

7
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RSUD ANUGERAH TOMOHON

8
BAB V
STRUKTUR ORGANISASI
INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ANUGERAH

Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon dipimpin oleh seorang Kepala


Instalasi Farmasi yang bertanggung jawab langsung terhadap Kepala Bidang
Penunjang Medis. Dalam menyelenggarakan fungsi, peran, dan tanggung jawabnya,
Kepala Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon dibantu oleh penanggungjawab
gudang perbekalan farmasi, penanggungjawab pelayanan, penanggungjawab
administrasi dan pelaksana.
Secara umum, struktur organisasi Instalasi Farmasi dapat digambarkan sebagai
berikut :

STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI FARMASI


RSUD ANUGERAH TOMOHON

KABID PENUNJANG
MEDIK

KEPALA INSTALASI

PENANGGUNGJAWAB
ADMINISTRASI

PENANGGUNGJAWAB PENANGGUNGJAWAB
PENANGGUNGJAWAB
GUDANG/PERBEKALAN FARMASI KLINIK
MANAJEMEN MUTU

PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA

9
BAB VI
URAIAN JABATAN

A. KEPALA INSTALASI FARMASI


Nama Jabatan : Kepala Instalasi Farmasi
Atasan Langsung : Kepala Bidang Penunjang Medik
Atasan Tak Langsung : Direktur
1. Tugas Pokok
a. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan di Instalasi Farmasi
b. Menyelenggarakan kegiatan administrasi yang terkait dengan pelayanan
di Instalasi Farmasi
c. Melaksanakan koordinasi dengan pelayanan medis dan perawatan
2. Uraian Tugas
a. Mengawasi dan memonitor kegiatan pelayanan di Instalasi Farmasi
b. Menjamin penyelenggaraan administrasi pada Instalasi Farmasi.
c. Menjamin ketersediaan perbekalan farmasi
d. Melakukan inventarisasi dan pemeliharaan alat – alat dengan fasilitas
lainnya
e. Menjamin terselenggaranya informasi obat kepada pihak – pihak yang
berkepentingan
f. Merekam daftar hadir karyawan, membina dan menjaga disiplin kerja di
Instalasi Farmasi
g. Merencanakan, melakukan pengawasan dan penilaian pelaksanaan
pelayanan di Instalasi Farmasi
3. Tanggung Jawab
a. Mengontrol persediaan dan penyimpanan obat, bahan obat dan alat
kesehatan
b. Mengontrol administrasi pelayanan farmasi
c. Membuat laporan tahunan secara berkala
d. Melakukan evaluasi dan mengusulkan penetapan standar pelayanan
farmasi
4. Wewenang
a. Mengusulkan rencana persediaan obat, bahan obat dan alat kesehatan
b. Mengusulkan pengembangan pelayanan farmasi
c. Menentukan keputusan berkenaan dengan kebijakan pelayanan Instalasi
Farmasi
d. Memberikan pembinaan dan teguran kepada karyawan Instalasi Farmasi
e. Memberikan teguran dan peringatan bagi karyawan yang tidak
melaksanakan tugas dengan baik.
f. Mengevaluasi kinerja karyawan

B. APOTEKER PENDAMPING
Nama Jabatan : Apoteker Pendamping
Atasan Langsung : Kepala Instalasi Farmasi
Atasan Tak Langsung : Kepala Bidang Penunjang Medik
1. Tugas Pokok
a. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan di Instalasi Farmasi
b. Menyelenggarakan kegiatan pelaporan dan pemantauan
2. Uraian Tugas
a. Menerima permintaan resep dari pasien, keluarga pasien dan perawat
10
b. Menuliskan waktu penerimaan dan penyelesaian resep
c. Melakukan telaah resep
d. Melakukan telaah obat
e. Memberikan obat serta pelayanan informasi obat
f. Melakukan supervisi di instalasi farmasi dan ruang perawatan
g. Menerima laporan insiden dan meneruskannya kepada Kepala Instalasi
h. Membuat laporan obat narkotika dan psikotropika setiap akhir bulan
3. Tanggung Jawab
a. Mengontrol pemakaian dan pemberian obat pasien secara tepat dan
rasional
b. Menyediakan pelayanan informasi obat yang jelas dan bermutu
c. Mengawasi penyimpanan dan penggunaan obat di ruang perawatan
d. Melaksanakan pelaporan obat dan efek samping obat
e. Menjaga dan mengawasi kelancaran tugas, tata tertib, disiplin, keamanan
dan kebersihan di instalasi farmasi
4. Wewenang
a. Menunjang kegiatan pelayanan kefarmasian
b. Sebagai pelaksana tugas dari Kepala Instalasi jika Kepala Instalasi tidak
berada di tempat

C. PENANGGUNGJAWAB FARMASI KLINIK


Nama Jabatan : Penanggungjawab Farmasi Klinik
Atasan Langsung : Kepala Instalasi Farmasi
Atasan Tak Langsung : Kepala Bidang Penunjang Medik
1. Tugas Pokok
a. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi klinis
b. Menyelenggarakan kegiatan pelaporan dan pemantauan
2. Uraian Tugas
a. Memahami Rekam Medis (Medical Record) atau Rekam Kefarmasian/
Catatan Pengobatan (Medication Record)
b. Melakukan Pengkajian Resep
c. Penelusuran Riwayat Penggunaan Obat
d. Rekonsiliasi Obat
e. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
f. Konseling
g. Visite
h. Pemantauan Terapi Obat (PTO)
i. Monitoring Efek Samping Obat (MESO)
j. Evaluasi Penggunaan Obat (EPO)
k. Melakukan intervensi/ Tindakan Apoteker
3. Tanggung Jawab
a. Mengontrol pemakaian dan pemberian obat pasien secara tepat dan
rasional
b. Menyediakan pelayanan informasi obat yang jelas dan bermutu
c. Mengawasi penyimpanan dan penggunaan obat di ruang perawatan
d. Melaksanakan pelaporan obat dan efek samping obat
4. Wewenang
a. Menunjang kegiatan pelayanan kefarmasian
b. Dapat membatasi jumlah pemakaian obat

11
c. Melakukan komunikasi dengan dokter terkait pemberian obat kepada
pasien

D. PENANGGUNGJAWAB GUDANG/PERBEKALAN FARMASI


Nama Jabatan : Penanggungjawab Gudang Perbekalan Farmasi
Atasan Langsung : Kepala Instalasi Farmasi
Atasan Tak Langsung : Kepala Bidang Penunjang Medik
1. Tugas Pokok
Memonitor kegiatan dan administrasi di Gudang Instalasi Farmasi
2. Uraian Tugas
a. Gudang
1) Mengkoordinir, memonitor dan mengevaluasi kegiatan gudang dan
administrasinya terkait penerimaan, penyimpanan, pendistribusian
unit.
2) Membuat laporan kegiatan terkait penerimaan, penyimpanan,
pendistribusian unit.
3) Bekerjasama dengan bagian lain dalam proses pelayanan gudang
b. Faktur
1) Mengkoordinir, memonitor dan mengevaluasi kegiatan administrasi
faktur di Gudang Instalasi Farmasi.
2) Membuat laporan kegiatan administrasi faktur
3) Bekerjasama dengan bagian lain yang berkaitan dengan administrasi
faktur
3. Tanggung Jawab
a. Mengontrol persediaan dan penyimpanan obat, bahan obat dan alat
kesehatan.
b. Mengontrol administrasi faktur pelayanan farmasi.
c. Menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja.
4. Wewenang
Mengusulkan rencana persediaan obat, bahan obat dan alat kesehatan

E. PENANGGUNGJAWAB MANAJEMEN MUTU


Nama Jabatan : Penanggungjawab Manajemen Mutu
Atasan Langsung : Kepala Instalasi Farmasi
Atasan Tak Langsung : Kepala Bidang Penunjang Medik
1. Tugas Pokok
Menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi
2. Uraian Tugas
a. Mengkoordinir, memonitor dan mengevaluasi kegiatan pelayanan mutu
kefarmasian.
b. Membuat laporan evaluasi pelayanan mutu setiap akhir bulan.
c. Membuat rekapan hasil survey indikator mutu pelayanan.
d. Bekerjasama dengan bagian/unit lain dalam proses pelayanan mutu
kefarmasian.
3. Tanggung Jawab
a. Melaksanakan pelayanan mutu kefarmasian
b. Menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja
c. Memastikan form survey indikator mutu selalu tersedia
4. Wewenang

12
a. Membuat usulan untuk pengembangan pelayanan mutu di Instalasi
Farmasi.
b. Memastikan jalannya proses survey berjalan dengan baik.

F. PENANGGUNGJAWAB ADMINISTRASI
Nama Jabatan : Penanggungjawab Administrasi
Atasan Langsung : Kepala Instalasi Farmasi
Atasan Tak Langsung : Kepala Bidang Penunjang Medik
1. Tugas Pokok
Menyelenggarakan kegiatan administrasi farmasi di Instalasi Farmasi
2. Uraian Tugas
a. Mengkoordinir, memonitor dan mengevaluasi kegiatan administrasi
[Link] laporan evaluasi administrasi setiap akhir bulan
c. Membuat laporan stock opname setiap akhir bulan
[Link] pengisian kartu stok beserta jumlah stok obat, alat kesehatan dan
BMHP
e. Bekerjasama dengan bagian lain dalam proses kegiatan administrasi di
Instalasi Farmasi.
3. Tanggung Jawab
a. Mengontrol persediaan dan penyimpanan obat, bahan obat dan alat
kesehatan
[Link] kegiatan administrasi.
c. Memastikan jadwal dinas Tenaga Administrasi berlangsung dengan baik
[Link] kebersihan dan kerapihan tempat kerja.
4. Wewenang
Membuat usulan untuk pengembangan kegiatan administrasi di Instalasi
Farmasi.

G. PELAKSANA
Nama Jabatan : Pelaksana Instalasi Farmasi
Atasan Langsung : Kepala Instalasi Farmasi
Atasan Tak Langsung : Kepala Bidang Penunjang Medik
1. Tugas Pokok
Melaksanakan kegiatan pelayanan di Instalasi Farmasi dan
Gudang/Perbekalan Farmasi
2. Uraian Tugas
a. Pelaksana Gudang
1) Menjaga kebersihan dan kerapihan gudang.
2) Menyiapkan, mendistribusikan dan mengarsipkan nota distribusi
permintaan kamar operasi, unit gawat darurat dan unit – unit lain
sesuai jadwal
3) Mengecek dan melakukan permintaan perbekalan yang akan dipesan.
4) Menyimpan perbekalan yang baru masuk.
5) Mengecek expired date perbekalan secara periodik.
6) Melakukan sampling stok secara periodik.
7) Mengisi kartu kontrol suhu.
8) Mengisi kartu stok.
9) Mengarsipkan kartu stok.

13
b. Pelaksana Administrasi
1) Membuat nota pembayaran resep
2) Mencatat pengeluaran obat, alat kesehatan dan BMHP harian
3) Memasukkan data pengeluaran obat per hari di komputer
4) Membuat laporan jumlah resep setiap akhir shift dan setiap hari
5) Membuat laporan pengeluaran obat, alat kesehatan dan BMHP harian
dan bulanan
6) Melakukan stock opname setiap akhir bulan
7) Memantau kartu stok, jumlah dan daluarsa obat, alat kesehatan dan
BMHP secara berkala
8) Memesan obat, alat kesehatan dan BMHP yang habis atau hampir
habis ke Gudang Perbekalan Farmasi
9) Mengarsipkan resep setiap hari
10) Melakukan sampling stok
11) Menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja

c. Pelaksana Pelayanan
1) Menjaga kebersihan tempat dan peralatan kerja
2) Menerima, mencatat waktu dan menghitung resep
3) Melakukan telaah resep dan telaah obat
4) Melayani permintaan resep
5) Menghubungi dokter bila ada resep yang perlu dikonfirmasi
6) Mengisi kartu stok
7) Mencatat pengeluaran resep
8) Mengarsipkan resep
9) Menyerahkan obat ke pasien
10) Membuat salinan resep
11) Memberikan pelayanan informasi obat ke pasien
12) Mencatat pengeluaran dan pemasukan obat Narkotika dan
Psikotropika
13) Mengisi buku pelayanan informasi obat
14) Mengisi kartu kontrol suhu
15) Menerima retur obat
16) Melaksanakan stok opname setiap akhir bulan
17) Mengecek stok obat setiap minggu
18) Mencatat obat yang hampir atau sudah habis
19) Mengorder obat di Gudang Perbekalan Farmasi

3. Tanggung Jawab
a. Mengontrol persediaan dan penyimpanan obat, bahan obat dan alat
kesehatan.
b. Menentukan resep yang bisa segera dilayani dan resep yang perlu
konfirmasi.
c. Memelihara kebersihan dan keindahan ruangan kerja

14
4. Wewenang
a. Pelaksana Gudang
1) Menolak pelayanan distribusi unit yang tidak sesuai jadwal.
2) Menolak perbekalan yang datang tidak sesuai pesanan.
3) Meretur obat yang dekat expired date (konsultasi dengan
Penanggungjawab Gudang/Perbekalan Farmasi)
b. Pelaksana Pelayanan
1) Menolak resep yang tidak absah.
2) Menolak retur obat yang tidak layak diterima.

15
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagaimana telah diuraikan


pada pembahasan sebelumnya, Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon
berkoordinasi dengan pihak berbagai unit terkait lainnya sebagaimana
tergambar pada skema hubungan kerja, sebagai berikut:

Skema Hubungan Kerja


Instalasi Farmasi RSUD Anugerah Tomohon

Rawat Inap Kasir


Rawat Jalan

Admission
2 4
3
1
IPSRS 12 5 IGD
INSTALASI
11 FARMASI

Logistik 1 10 6 Kepegawaian
9 8 7
Laboratorium PKS
mmmm
ICU/OK/Radiologi/ TFT
Fisiotherapi
9
Penjelasan hubungan kerja Instalasi Farmasi dengan:
1. Admission
Dalam hal penginputan resep ke pasien rawat inap, pasien IGD, pasien rawat
jalan (pasien pribadi / pasien assuransi / pasien perusahaan / pasien BPJS),
farmasi membutuhkan kerjasama dari pihak loket dalam upayanya menuliskan
identitas pasien yang bersangkutan.
2. Rawat Jalan
Hubungan timbal balik terjadi antara Farmasi dan Poliklinik. Poliklinik
membutuhkan Farmasi dalam upaya pendistribusian obat dan alat kesehatan
yang dibutuhkan oleh Poliklinik. Dan Farmasi membutuhkan Poliklinik dalam
upayanya mencantumkan secara jelas dan lengkap mengenai kelengkapan resep
termasuk diagnosa pasien.
3. Rawat Inap
Tata hubungan kerja antara Farmasi dan Perawatan, dimana Farmasi
mendistribusikan kebutuhan akan obat – obatan dan alat kesehatan yang
dibutuhkan bagian perawatan setiap harinya. Dan Farmasi membutuhkan
bantuan perawatan dalam upayanya mencantumkan secara jelas kelengkapan
resep termasuk status pasien dan nomor rekam medik.
4. Kasir
Farmasi membutuhkan kerjasama dari pihak keuangan dalan upayanya
pemberian bukti berupa nota pembayaran obat yang telah diselesaikan oleh
pasien maupun keluarganya (khusus pasien rawat jalan).
5. Instalasi Gawat Darurat (IGD)
16
Hubungan timbal balik terjadi antara Farmasi dan IGD. Dimana Farmasi
membutuhkan IGD, guna memperoleh resep – resep dari pasien yang masuk
melalui IGD dan IGD membutuhkan Farmasi guna pendistribusian obat –
obatan dan alat kesehatan yang akan dipergunakan sehari – hari di IGD.
6. Kepegawaian
Tata hubungan kerja antara Farmasi dan Kepegawaian, terjalin dalam
hubungannya dengan urusan yang berkaitan dengan kepegawaian.
7. PKS (Perjanjian Kerja Sama)
Farmasi membutuhkan kerjasama bagian PKS (Perjanjian Kerja Sama) dalam
upayanya mendeskripsikan secara jelas obat – obatan dan atau diagnosa apa
saja yang bisa diberikan kepada pasien terkhusus pasien assuransi dan pasien
perusahaan.
8. Tim Farmasi dan Terapi (TFT)
Tata hubungan kerja antara Farmasi dan TFT (Tim Farmasi dan Terapi)
berhubungan dengan penyediaan obat – obatan dan alat kesehatan yang akan
dipergunakan di RSUD Anugerah Tomohon.
9. ICU/OK/Radiologi/Fisioterapi
Farmasi mendistribusikan obat – obatan dan alat kesehatan yang dibutuhkan
ICU / OK / Radiologi / Fisioterapi sehari – hari.
10. Laboratorium
Farmasi melakukan penginputan alat kesehatan dan bahan laboratorium
yang dibutuhkan oleh laboratorium.
11. Logistik
Setiap minggunya bagian logistik mendistribusikan permintaan kelengkapan
administrasi yang dibutuhkan oleh Farmasi.
12. Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS)
Pelayanan Instalasi Farmasi sangat erat kaitannya dengan unit sarana/
prasarana khususnya dalam hal penanganan sistem pelistrikan, air,
pembuangan dan perabotan yang ada di Instalasi Farmasi

17
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI SDM

Dalam upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang handal,


diperlukan berbagai upaya dalam menyediakan dan mempertahankan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang tepat bagi organisasi. Berdasarkan pertimbangan
tersebut, diperlukan adanya perencanaan SDM sebagai suatu proses
mengantisipasi dan menyiapkan perputaran internal dan eksternal SDM.
Tujuannya adalah untuk memberdayakan sumber-sumber tersebut seefektif
mungkin sehingga pada waktu yang tepat, tersedia sejumlah orang yang sesuai
dengan persyaratan jabatan terkait.
Selain itu, perencanaan ketenagaan ini dilaksanakan untuk mempertahankan
dan meningkatkan kemampuan oganisasi dalam mencapai sasarannya melalui
strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Adapun pola ketenagaan dan
kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Instalasi Farmasi RSUD Anugerah
Tomohon adalah sebagai berikut :

POLA KETENAGAAN INSTALASI FARMASI


KUALIFIKASI TENAGA YANG
NAMA JABATAN
FORMAL & INFORMAL DIBUTUHKAN
Kepala Instalasi  Pendidikan S1 1 orang
Apoteker
 Telah mengucapkan
Sumpah Jabatan
Apoteker
 Memiliki STRA
 Memiliki SIPA
 Pengalaman : min. 3
tahun
 Memiliki kemampuan
kepemimpinan
 Berwibawa dan
berperilaku baik
 Sehat jasmani dan
rohani
Apoteker Pendamping  Pendidikan S1 Apoteker 3 orang
 Telah mengucapkan
Sumpah Jabatan
Apoteker
 Memiliki STRA
 Memiliki kemampuan
kepemimpinan
 Berwibawa dan
berperilaku baik
 Sehat jasmani dan
rohani

18
Penanggungjawab  Pendidikan S1 Apoteker 1 orang
Gudang  Memiliki STRA & SIPA
 Pengalaman : min. 2
tahun
 Berwibawa dan
berperilaku baik
 Sehat jasmani dan
rohani
Penanggungjawab  Pendidikan S1 Apoteker 1 orang
Farmasi Klinik  Memiliki STRA & SIPA
 Pengalaman : min. 2
tahun
 Berwibawa dan
berperilaku baik
 Sehat jasmani dan
rohani
Penanggungjawab  Pendidikan S1 1 orang
Manajemen Mutu Administrasi Publik
 Pengalaman : min. 2
tahun
 Berwibawa dan
berperilaku baik
 Sehat jasmani dan
rohani
Pelaksana Farmasi  Pendidikan D3 / SMK 10 orang
Farmasi
 Memiliki STRTTK &
SIKTTK
 Ramah dan
berpenampilan
menarik
 Sehat jasmani dan
rohani
 Memahami prinsip
pelayanan kefarmasian
 Dapat bekerja dalam
tim

Pelaksana  Pendidikan S1/ SMK 5 orang


Administrasi Farmasi
 Ramah dan
berpenampilan
menarik
 Sehat jasmani dan
rohani
 Memahami prinsip
pelayanan kefarmasian
 Dapat bekerja dalam
tim

19
Kualifikasi Penarikan Calon (Recruitment) dan Seleksi Karyawan
1. Penarikan Calon (Recruitment) Karyawan
Penarikan calon adalah aktivitas atau usaha yang dilakukan untuk mengundang
para pelamar sebanyak mungkin sehingga Instalasi Farmasi memiliki
kesempatan yang luas untuk menemukan calon yang paling sesuai dengan
tuntutan jabatan yang diinginkan. Penarikan calon SDM dilakukan karena
berdasarkan analisa kebutuhan tenaga yang telah ditetapkan. Dilihat dari
sumbernya penarikan calon dapat dibagi dua yaitu:
a. Internal RSUD ANUGERAH (internal resources)
1) Menarik calon SDM dari internal RSUD ANUGERAH (Internal resources)
memiliki keuntungan lebih yaitu calon sudah dikenal dan proses dapat
dilakukan dengan lebih cepat dibanding menarik calon dari luar RSUD
Calon SDM akan masuk ke Instalasi Farmasi melalui proses mutasi atau
promosi.
2) Calon SDM diperoleh melalui :
a) Informasi lisan
b) Pengiriman surat pemberitahuan ke seluruh unit kerja akan adanya
kebutuhan tenaga di Instalasi Farmasi RS ANUGERAH

b. Dari luar RSUD ANUGERAH (external resources)


1) Proses penarikan calon SDM dari luar RSUD ANUGERAH dapat dilakukan
dengan cara :
a) Informasi lisan
b) Berkas lamaran dari calon SDM
c) Iklan media cetak
d) Lembaga-lembaga pendidikan
2. Penyaringan / Seleksi Calon (selection) Karyawan
Seleksi adalah proses menyeleksi pelamar, sehingga Instalasi Farmasi RSUD
ANUGERAH dapat memperoleh karyawan yang paling sesuai dengan tuntutan
jabatan yang diinginkan.
Tahapan seleksi terdiri dari :
a. Umum
Para pelamar harus melalui proses seleksi umum yang diselenggarakan oleh
pihak rumah sakit.
b. Khusus
Setelah para pelamar lulus proses seleksi secara umum maka para pelamar
diseleksi secara khusus oleh Instalasi Farmasi RSUD ANUGERAH. Proses
seleksi yang dilakukan oleh Instalasi Farmasi RSUD ANUGERAH ini
menyangkut pengetahuan dan kompetensi yang latar belakang kefarmasian.

20
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Program orientasi dilakukan pada SDM baru yang masuk ke Instalasi Farmasi
RSUD ANUGERAH. Dalam proses orientasi, pre-test dan post-test dilakukan
sebagai dasar evaluasi kegiatan orientasi. Kegiatan orientasi dimaksud mencakup :
1. Pengenalan lingkungan kerja di Rumah Sakit
2. Pedoman organisasi dan pedoman kerja di Instalasi Farmasi RSUD ANUGERAH
3. Pemahaman tentang Keselamatan Pasien di RS, Hand Hygiene, Resusitasi
Jantung & Paru (RJP), Alat Pelindung Diri (APD), Penggunaan APAR dan Fasilitas
Keselamatan Kerja lainnya

Tabel 9.1
Tabel Orientasi Umum SDM Instalasi Farmasi RSUD ANUGERAH

HARI MATERI WAKTU PENGARAH


I Pengenalan personil 10 menit Kepala Ruangan
Orientasi ruangan dan
60 menit
pelayanan RSUD ANUGERAH.
Sosialisasi Misi, Visi dan
struktur organisasi RSUD 15 menit
ANUGERAH.
Sosialisasi Misi, Visi dan
struktur organisasi Instalasi 15 menit
Farmasi.
Sosialisasi Peraturan dan
45 menit
Kebijakan RSUD ANUGERAH.
Sosialisasi Peraturan dan
30 menit
Kebijakan Instalasi Farmasi.
HARI MATERI WAKTU PENGARAH
Sosialisasi uraian jabatan dan
60 menit
tata hubungan kerja
Sosialisasi pedoman kerja 60 menit
II Kepala Ruangan
Sosialisasi indikator kinerja 60 menit
Sosialisasi perencanaan &
60 menit
evaluasi program kerja

21
III Sosialisasi teknis kegiatan 240 menit Kepala Ruangan
Instalasi Farmasi :
a. Mengenal SOP
pelayanan resep
b. Mengenal alur
pelayanan resep rawat jalan
dan rawat inap.
c. Mengenal pekerjaan
administrasi, pencatatan dan
pelaporannya
d. Mengenal alur
penerimaan, penyimpanan
dan distribusi.

22
BAB X
RAPAT

A. Rapat Rutin ( Morning Briefing )


Rapat rutin yang diselenggarakan berupa morning briefing:
Waktu : Setiap Senin-Jumat
Jam : 08.30 wita – selesai
Tempat : Ruangan Instalasi Farmasi
Peserta : KepalaInstalasi, Penanggungjawab dan Staf Pelaksana
Materi :
1. Evaluasi pelayanan Farmasi yang telah dilakukan.
2. Tindak lanjut penyelenggaraan program
3. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja
penyelenggaraan program.
Kelengkapan Rapat mencakup undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi/usulan kepada Direksi RSUD ANUGERAH.

B. Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan pada :
Waktu : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu
dibahas dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai undangan
Tempat : Sesuai undangan
Peserta : Kepala Instalasi, Penanggungjawab, Staf Pelaksana dan unit
terkait (bila diperlukan)
Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas
Kelengkapan Rapat mencakup undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi/usulan kepada Direksi RSUD ANUGERAH.

C. Rapat Evaluasi
Rapat Evaluasi diselenggarakan pada:
Waktu : Setiap Awal Bulan
Jam : Sesuai Undangan
Tempat : Sesuai Undangan
Peserta : Kepala Instalasi, Penanggungjawab, Staf Pelaksana dan unit
terkait.
Materi : Mengevaluasi kegiatan sepanjang bulan berjalan dengan agenda
pembahasan permasalahan yang terjadi di Instalasi Farmasi
apabila ada dan pembahasan program kerja mingguan.

23
BAB XI
PELAPORAN

A. Laporan Harian
Laporan harian di Instalasi Farmasi RSUD ANUGERAH meliputi:
1. Laporan jumlah resep
2. Laporan pencatatan resep umum dan JKN
3. Laporan obat tidak terlayani
4. Laporan jumlah survey
5. Laporan yang dibuat oleh pelaksana farmasi dalam bentuk tertulis setiap
hari.

B. Laporan Bulanan
Laporan yang dibuat oleh pelaksana farmasi dalam bentuk tertulis setiap
bulannya.
Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :
1. Laporan jumlah resep yang meliputi
a. Jumlah resep pasien umum
b. Jumlah resep pasien JKN
c. Jumlah resep berdasarkan rawat jalan, rawat inap, IGD dan penjualan
bebas
2. Laporan jumlah resep yang tidak sesuai formularium.
3. Laporan 10 diagnosa terbanyak.
4. Laporan pengeluaran obat, alat kesehatan dan BMHP dari gudang medis.
5. Laporan Mutu Pelayanan instalasi Farmasi meliputi :
a. Waktu tunggu penyerahan obat jadi
b. Angka keterlambatan penyerahan obat jadi pada farmasi rawat jalan

C. Laporan Tahunan
Laporan yang dibuat oleh pelaksana farmasi dalam bentuk tertulis setiap
akhir tahun dan diserahkan kepada Kepala Instalasi Farmasi dan Kepala Bidang
Penunjang Medik. Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah: Laporan sisa stock
obat.

24

Anda mungkin juga menyukai