BAB IV
PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GARDU
INDUK
4.1. PERSIAPAN PEKERJAAN
a Semua pihak yang terlibat (terkait) dengan pelaksanaan pekerjaan gardu induk
(khususnya pelaksana pekerjaan/ kontraktor), harus melakukan persiapan
dengan baik.
a Tujuan persiapan pekerjaan :
9 Agar dalam pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan lancar dan tidak
banyak mengalami hambatan.
9 Agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
a Ketentuan lain yang harus dipenuhi :
9 Kontraktor harus memiliki tenaga kerja (personil) yang berpengalaman
dalam melaksanakan pekerjaan gardu induk.
9 Kontraktor harus memiliki peralatan kerja yang memadai.
9 Dalam melaksanakan pekerjaan harus berpedoman pada ketentuan
teknis dan administrasi yang telah ditentukan.
a Informasi detail tentang pelaksanaan pembangunan gardu induk ini
penekanannya lebih difokuskan pada pekerjaan kelistrikan. Pekerjaan sipil
hanya akan disampaikan secara garis besar.
44
Lanjutan 4.1.
a Persiapan administrasi :
9 Menyiapkan ijin-ijin yang terkait dengan pekerjaan di lapangan (di
lokasi pekerjaan).
9 Menyiapkan schedule pelaksanaan pekerjaan dan kurva S, untuk
dipasang di lokasi pekerjaan.
9 Mempelajari petunjuk pelaksanaan pekerjaan dengan benar dan teliti, sesuai
yang ditentukan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
9 Menyiapkan form-form laporan harian, laporan mingguan, dan lain-lain.
9 Membuat Direksi Keet.
a Persiapan teknis :
9 Membuat gudang di lokasi pekerjaan, untuk tempat penyimpanan
peralatan dan material.
9 Membuat gambar-gambar kerja (gambar pelaksanaan) dengan benar dan
teliti.
9 Menyiapkan rencana kerja sesuai dengan jenis pekerjaan, rencana
personil yang dilibatkan, dan lain sebagainya.
9 Mobilisasi peralatan kerja yang dibutuhkan dan material yang akan
dipasang.
dipasang lokasi
9 Menyiapkan buku-buku petunjuk pemasangan dan informasi lainnya
yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.
9 Di k i
45
4.2. PELAKSANAAN PEKERJAAN SIPIL & MEKANIKAL
a Komponen pekerjaan sipil dalam GI berfungsi sebagai penunjang/ penopang
pekerjaan kelistrikan.
a Semua peralatan utama listrik yang ada pada switch yard, bertumpu
(dipasang) di atas pondasi (pekerjaan sipil).
a Komponen-komponen listrik lainnya yang ditunjang/ ditopang komponen
sipil, adalah :
9 Control panel dan control relay.
9 Cubicle dan sejenisnya.
9 Kabel power dan kabel kontrol.
9 Dan lain sebagainya.
a Oleh karenanya pembangunan gardu induk, didahului pelaksanaan pekerjaan
a sipil. Pekerjaan listrik dilaksanakan setelah pekerjaan sipil selesai atau setidak-
tidaknya ada beberapa item pekerjaan listrik yang bisa dikerjakan setelah
pekerjaan sipil berjalan.
46
k b l
Lanjutan 4.2.
a Pekerjaan sipil prasarana & sarana (umum) :
9 Melaksanakan uitzet dan pematokan (pemasangan bouwplank).
9 Urugan dan pematangan tanah.
9 Pemasangan pagar keliling GI.
9 Pembuatan saluran air pematusan.
9 Pembuatan jalan masuk ke switch yard dan ke gedung kontrol.
9 Pembuatan jalan sekeliling switch yard dan gedung kontrol.
a Pekerjaan sipil switch yard :
9 Melaksanakan uitzet dan pematokan (pemasangan bouwplank).
9 Pembuatan pondasi peralatan (Trafo, CB, DS, CVT, CT, LA, TPS, PT).
9 Pembuatan pondasi serandang post.
9 Pembuatan got kabel (cable duct) dengan berbagai ukuran(dimensi).
47
Lanjutan 4.2.
a Pekerjaan mekanikal :
9 Pembuatan dan pemasangan serandang peralatan ( CB, DS, CVT, CT,
LA, PT).
9 Pembuatan dan pemasangan serandang post (support)
(support).
9 Pembuatan dan dan pemasangan serandang beam (gantry).
9 Pembuatan dan pemasangan rak-rak kabel dan plat bordes tutup got kabel.
9 Pemasangan air conditioner (AC) di gedung kontrol, ruang operator dan
kantor GI
GI.
a Pekerjaan sipil gedung kontrol (control building) :
9 Melaksanakan uitzet dan pematokan (pemasangan bouwplank).
9 Pembuatan gedung kontrol gardu induk, beserta ruang operator,ruang
kerja (kantor) GI dan ruang-ruang lain yang diperlukan.
9 Pembuatan pondasi peralatan (panel relay, panel cubicle, dan
lain-lain).
9 Pembuatan got-got kabel yang ada dalam gedung kontrol, yang
menghubungkan ke switch yard.
9 Pembuatan sarana parkir dan jalan di sekeliling gedung kontrol
9 Pembuatan kamar mandi dan WC.
9 Pembuatan saluran buang air.
48
4.3 PEMASANGAN TRAFO, NEUTRAL CURRENT TRANSFORMER (NCT)
& NEUTRAL GROUNDING RESISTANCE (NGR)
a Pemasangan transformator daya, neutral current transformer (NCT) &
neutral grounding resistance (NGR) :
9 Pemasangan trafo pada dudukan (pondasi) yang telah disediakan,
dengan menggunakan alat pengangkat yang memadai.
9 Posisi pondasi (dudukan) harus benar-benar presisi (level).
9 Pada saat mengangkut (mengangkat), menggeser dan memasang
trafo harus diperhatikan posisi yang ditentukan oleh Pabrik.
9 Pada saat pemasangan trafo daya/ trafo pentanahan, semua
perlengkapannya harus dilepas dan trafo dalam keadaan kosong
(tanpa minyak).
a Melaksanakan pemasangan (assembling) perlengkapan trafo, yang terdiri dari
d
radiator, conservator, tapl t changer box, pipa-pipa,
d i bushing- bushing,
meter- meter, dan perlengkapan lainnya :
9 Pada saat membuka katup-katup dan segel-segel pada trafo harus
dijaga agar tidak ada udara yang masuk ke dalam trafo.
9 Tujuan pemasangan katup-katup dan segel-segel ini adalah untuk
melindungi belitan (kumparan) trafo dari kelembapan pada saat proses
pengiriman sejak dari pabrik sampai ke lokasi pekerjaan.
49
meter perlengkapan :
Lanjutan 4.3.
a Melaksanakan filtering minyak trafo :
9 Memindahkan minyak trafo dari drum ke tangki mesin filtering.
9 Melakukan vacum (penghampaan udara) tangki trafo, memanaskan dan
menyaring minyak trafo dan memasukkan minyak trafo ke tangki utama
minyak trafo.
a Internal dan eksternal wiring :
9 Internal wiring bisa dilaksanakan tanpa harus menunggu komponen lain
selesai dikerjakan.
9 Eksternal wiring baru bisa dilaksanakan setelah komponen lain selesai
dikerjakan.
a Menghubungkan (connecting) trafo ke peralatan lain, misalnya dari:
9 Bushing ke arrester.
9 Netral trafo ke tahanan pentanahan (NGR).
dikerjakan
9 Terminal 20 KV ke sel 20 KV.
9 Dan lain sebagainya.
a Pekerjaan lain-lain :
9 Memasang instalasi pembumian sesuai dengan sistem yang telah
ditentukan.
9 Membersihkan dan melakukan pengecatan pada body (bagian) trafo
yang lecet.
50
ditentukan
4.4. PEMASANGAN DISCONNECTING SWITCH (DS), CIRCUIT
BREAKER (CB) & REL (BUSBAR)
a Urutan dan ruang lingkup pekerjaan :
9 Didahului dengan memasang rel (busbar) pada posisi jarak yang
benar.
9 Jika rel (busbar) tersebut harus dipasang pada serandang beam (gantry),
maka insulator strings harus dipasang terlebih dahulu.
9 Panjang rel (busbar) harus diperhitungkan secara cermat, agar andongan
dan tegangan tariknya memenuhi persyaratan.
9 Untuk pemasangan rel (busbar) yang menggunakan pin insulator
(isolator tumpu), harus diperhatikan agar isolator tersebut tidak mengalami
gaya tarik horizontal yang melebihi kemampuannya.
9 Untuk rel (busbar) yang menggunakan pipa, sebelum dipasang harus diukur
dengan teliti kebutuhannya, agar tidak kurang atau terlalu panjang.
a Memasang disconnecting switch (DS) :
9 Pemasangan harus menggunakan peralatan kerja (crane atau tackle
chain block) yang memadai.
9 Yang perlu diperhatikan, jarak antara dua kutub harus benar-benar
tepat.
9 adalah dengan melakukan penyetelan kontak geraknya (moving contact)
dengan kontak tetapnya (permanent contact), atara kontak gerak
dengan kontak gerak.
9 Setelah terpasang dicoba dioperasikan dengan cara manual, sehingga
diyakini hubungan kontak-kontaknya dapat terhubung dengan baik.
maka st ings dipasang dah l
51
(i l t h i l t tid k
Lanjutan 4.4.
a Memasang circuit breaker (CB) :
9 Pemasangan harus menggunakan peralatan kerja (crane atau tackle
chain block) yang memadai.
9 Untuk CB dengan busur api minyak (OCB), harus dijaga agar tidak
terjadi kebocoran minyak.
9 Untuk CB dengan pemadam busur api semburan udara (ACB) atau
pemadam busur api SF 6 (SF 6 CB), pada saat pemasangan, lubang-
lubang tempat penyambungan pipa-pipanya tidak boleh cacat dan
tidak boleh bocor.
a Memasang perlengkapan CB, misal : pipa-pipa tangki gas, meter-
meter, kompresor, dan lain-lain.
a Mengisi gas ke tiap-tiap fasa, menguji minyak, menguji sambungan-
sambungan pipa dan pekerjaan pemeriksaan lainnya.
a Melakukan penyambungan/ menghubungkan (connecting) DS, CB dan rel
(busbar), dengan peralatan lainnya sesuai dengan petunjuk gambar
pelaksanaan.
a Membersihkan DS, CB dan rel (busbar), memperkuat baut-baut,
menyempurnakan sealing-sealing dan lain sebagainya.
a b / ( ti ) CB l
52
S d (b b ) b
4.5. PEMASANGAN LIGHTNING ARRESTER (LA), CURRENT
TRANSFORMER (CT) & CAPASITOR VOLTAGE TRANSFORMER (CVT)
a Memasang LA, CT dan CVT pada serandangnya masing-masing :
9 Pada saat pengangkat (handling) dan pemasangan (installing), harus
dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan peralatan kerja yang
memadai.
9 Harus diperhatikan posisi dan arah peralatan tersebut.
a Memperkuat sambungan peralatan dengan dudukan serandangkan (plendes),
dengan cara memperkuat baut-bautnya.
a Memasang panel-panel dan perlengkapan lainnya dari LA, CT dan CVT.
a Memasang konduktor penghubung (connecting wire) antara LA, DS, CB,
dengan peralatan listrik lainnya dengan menggunakan klem-klem.
a Menutup panel-panel
l dengan benar dan
d d sealing-sealing
li harus dalam
d l posisi dan
d
kondisi yang baik.
53
4.6. PEMASANGAN PANEL KONTROL (CONTROL PANEL) & PANEL
RELAY (RELAY PANEL)
a Memasang panel-panel pada posisi (pondasi) yang telah disediakan :
9 Pada saat mengangkat (handling) dan pemasangan (installing), harus
dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan peralatan kerja yang
memadai.
9 Komponen pada panel-panel memiliki akurasi dan sangat presisi,
serta kepekaan (sensitivity) yang tinggi.
a Pemasangan bolt & nut atau mengelas antara dudukan panel dengan
panel-panel (penyetelan posisi panel-panel).
dil k k pengikat hantara
a Memasang ti d
panel l t yang lainnya, dengan
yang satu dengan
menggunakan bolt & nut atau bentuk pengikat lainnya yang
dipersyaratkan.
a Panel-panel ini dipasang di dalam gedung kontrol (control building) Gardu
Induk.
l i i l)
54
bolt nut bentuk lainnya
4.7. PEMASANGAN SEL TEGANGAN MENENGAH (CUBICLE) 20 KV
a Memasang sel 20 KV pada posisi (pondasi) yang telah disediakan
9 Pada saat mengangkat (handling) dan pemasangan (installing), harus
dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan peralatan kerja yang
memadai.
9 Komponen-komponen dalam cubicle yang memiliki kepekaan (sensitivity)
tinggi, misal : CB dan LBS, sebelum pasangan cubicle harus dilepas terlebih
dahulu.
a Pemasangan bolt & nut atau mengelas antara pondasi dengan cubicle
(penyetelan posisi cubicle).
a Memasang pengikat antara cubicle yang satu dengan yang lainnya,
menggunakan bold & nut atau bentuk pengikat lainnya yang
dipersyaratkan.
55
Lanjutan 4.7.
a Memasukkan dan memasang kembali CB dan LBS ke dalam cubicle.
a Memasang kabel power :
9 Kabel power sebagai sebagai penyulang (feeder) yang menuju ke
jaringan tegangan menengah (JTM).
9 Kabel power dari arah tranformator daya menuju ke cubicle.
9 Memasang Indoor Termination Kit pada sisi cubicle dan Out Door
Termination Kit pada sisi JTM (SUTM)
a Memeriksa kontak-kontak dari CB dan LBS, apakah telah dapat terhubung
dengan baik dengan rel (busbar).
a Sel tegangan menengah (cubicle) ini dipasang di dalam gedung kontrol
(control building) Gardu Induk.
56
T i ti d JTM
4.8. PEMASANGAN PENTANAHAN (GROUNDING) DAN KAWAT TANAH
(GROUND WIRE)
a Melaksanakan galian tanah untuk tempat peletakan instalasi pentanahan.
a Memasang instalasi pentanahan yang berupa konduktor tembaga atau plat
tembaga dan menyambungnya dengan sempurna (pengelasan atau klem),
sehingga membentuk jaringan pentanahan di switch yard.
a Setelah instalasi pentanahan terpasang, melakukan pengurugan kembali
galian tanah.
a Menghubungkan batang pentanahan dengan jaringan pentanahan, pada posisi-
posisi yang telah ditentukan.
a Menghubungkan semua serandang peralatan, serandang post/ beam ke
instalasi pentanahan.
57
Lanjutan 4.8.
a Menghubungkan badan peralatan listrik yang bukan konduktor/ penghantar
(bagian peralatan listrik yang dalam keadaan normal tidak berarus), yang
diperkirakan bisa mengalirkan arus listrik jika terjadi gangguan atau
induksi dengan instalasi pentanahan yang ada.
a Melakukan penarikan kawat tanah (ground wire) antara ujung serandang
(post dan beam) paling atas yang satu dengan ujung serandang (post dan
beam) paling atas yang lainnya.
a Menhubungkan kawat tanah (ground wire) dengan instalasi pentanahan,
dengan klem-klem yang sesuai.
a Menghubungkan instalasi pentanahan gedung kontrol dengan instalasi
pentanahan pada switch yard.
i d k i i t l i d
a Menghubungkan badan panel-panel listrik di dalam gedung dengan instalasi
pentanahan.
(post beam) atas satu ujung (post
58
4.9. PEMASANGAN PANEL AC/ DC DAN BATTERY
a Memasang dudukan panel AC/ DC dan Battery.
a Memasang panel-panel di atas dudukan (pondasi) yang telah ditentukan.
a Memasang pengikat panel dengan posisi dudukan, dengan menggunakan bolt &
nut atau di las.
a Memasang dudukan Battery pada tempat yang telah disediakan.
a Memasang (merangkai) Battery dengan hubungan seri di atas dudukannya dan
memasang kabel penghubung dari panel DC ke kutub posistip dan negatip.
a Mengisi Battery dengan larutan elektrolit, sesuai dengan ketentuan teknis yang
ditentukan.
a Mengisi (to charge) Battery dengan menggunakan Battery Charger, sesuai
dengan kapasitas Battery.
59
4.10. PENGGELARAN (PENARIKAN) KABEL KONTROL DAN
PENGKABELAN (WIRING)
a Menggelar kabel pada got kabel (cable duct) sesuai dengan petunjuk
yang telah ditentukan :
9 Sebelum penggelaran kabel dilaksanakan, harus terlebih dahulu diketahui
ukuran, jumlah dan panjang kabel yang akan digelar.
9 Ukuran kabel tidak boleh terlalu pendek, penyambungan kabel sedapat
mungkin dihindari karena untuk penyambungan dengan jointing diperlukan
biaya yang cukup besar. Dalam hal tertentu penyambungan kabel
tidak bisa diterima oleh Pemberi Kerja.
9 Jika ukuran kabel terlalu panjang, maka terjadi pemborosan dan bisa
terjadi untuk pengkabelan yang lain mengalami kekurangan.
a Memberi tanda sementara pada kabel-kabel yang telah digelar,
agar pada saat penyambungan (connecting ) antar peralatan dan pada
terminal
terjadiperalatan lebih mudah danlain
pengkabelan tidak terjadi kesalahan.
kekurangan
a Membuat lobang-lobang diplat dasar panel, untuk letak “Cable Gland”,
selanjutnya
saat memasukkan kabel dari panel yang
(connecting satu ke panel dan
antar lainnya terminal
60
a lobang diplat panel letak Gland”
Lanjutan 4.10.
a Wiring antar peralatan, yang meliputi dan dengan ketentuan :
9 Wiring antar peralatan yang ada di switch yard dengan peralatan
yang ada di gedung kontrol.
9 Wiring antar peralatan yang ada di switch yard dengan peralatan
lainnya yang ada di switch yard.
9 Wiring antar peralatan yang ada di gedung kontrol dengan peralatan
lainnya yang ada di gedung kontrol.
9 Ujung-ujung kabel tersebut dihubungkan dengan sepatu kabel (cable
schoen), selanjutnya di klem di terminal-terminal peralatan.
9 Mengingat jumlah kode dalam kabel kontrol dan jumlah kabel kontrol yang
dipasang cukup banyak, harus diberi tanda atau kode tertentu, agar tidak
bingung dan tidak terjadi kesalahan.
9 Pada saat wiring dan connecting digunakan peralatan komunikasi
handy talky (HT).
9 Wiring harus berpedoman dan mengikuti petunjuk yang telah ditentukan,
yang biasanya kita sebut “cable schedule”.
61
4.11. PEKERJAAN PENINGKATAN KAPASITAS (UP - RATING) GARDU
INDUK
a Pada daerah-daerah yang merupakan pusat-pusat beban, seiring dengan
bertambahnya (berkembangnya) penduduk dan pemukiman, juga adanya
pertumbuhan dunia usaha/ dunia industri, maka akan terjadi penambahan
beban listrik.
a Jika pertambahan beban sangat besar dan kondisi GI yang ada tidak
memungkinkan ditingkatkan kapasitasnya, maka harus dibangun GI baru yang
mampu memenuhi kebutuhan beban.
a Jika GI yang ada masih memiliki area tanah yang memungkinkan untuk
peningkatan kapasitas GI, maka bisa dilakukan peningkatan kapasitas GI,
yang biasa disebut dengan “Up rating”, dengan cara :
beban
9 Mengganti Transformator Daya dan komponen lainnya, dari kapasitas
yang kecil menjadi kapasitas yang lebih besar. Jika kemampuan busbarnya
tidak mencukupi, harus dilakukan reconductoring busbar.
9 Menambah Transformator Bay (pemasangan Transformator Daya)
baru, beserta komponen lainnya.
9 Penambahan TR Bay baru diikuti dengan penambahan Transmission Line
Bay (TL Bay) baru.
kapasitas maka dilakukan kapasitas
62
k i dil k k b b
Lanjutan 4.11.
a Up-rating GI banyak dilakukan di Indonesia, karena pada umumnya GI-GI yang
ada telah direncanakan untuk mampu dikembangkan (ditingkatkan)
kapasitasnya, sehingga area tanahnya telah disiapkan untuk mampu
memenuhi peningkatan kapasitas GI dalam kurun waktu tertentu.
a Pekerjaan up-rating atau perluasan (peningkatan) kapasitas GI,
dikategorikan dengan “pekerjaan pada kondisi khusus”.
a “Pekerjaan pada kondisi khusus” yang dimaksudkan disini adalah, pada saat
melaksanakan pekerjaan harus dilakukan di daerah dan dalam kondisi
tempat kerja bertegangan.
a Pada saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung, gardu induk lama harus tetap
bekerja dengan normal.
kapasita nya area telah untuk
63
b k j l
Lanjutan 4.11.
a Beberapa hal yang perlu diketahui dan diperhatikan pada pekerjaan up-
rating Gardu Induk :
9 Dalam merencanakan perluasan dan melaksanakan pekerjaan up-
rating harus dipertimbangkan agar jangan sampai terjadi pemadaman.
9 Jika terpaksa terjadi pemadaman , maka tidak boleh terlalu lama.
9 Terjadinya pemadaman akan menyebabkan kerugian pada pelanggan,
citra PLN menurun, losses daya listrik meningkat dan daya listrik tidak
terjual.
9 Dalam melaksanakan pekerjaan up-rating GI harus benar-benar teliti dan
hati-hati, karena tidak boleh mengganggu dan menyebabkan timbulnya
gangguan pada gardu induk eksisting yang sedang beroperasi.
64
gangguan gardu eksisting sedang
4.12. TAHAPAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN UP-RATING
GARDU INDUK
a Mempersiapkan gambar-gambar pelaksanaan, time schedule dan kurva S di
lokasi pekerjaan.
a Menyediakan peralatan kerja yang sesuai dan memadai, karena pada
umumnya areal (lokasi) pekerjaan yang sangat sempit dan padadaerah
bertegangan.
a Intensifikasi pengawasan dan pengkoordinasian yang ketat terhadap
semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya
pengawasan terhadap pekerja di lapangan.
a Menginventarisir dan mengetahui dengan pasti tentang pekerjaan-pekerjaan
terhadap yang meliputi
yang akan dilaksanakan, di :
9 Pekerjaan sipil dan mekanikal : galian tanah, pondasi, peralatan, pondasi
serandang post, cable duct, perluasan gedung kontrol, erection serandang
(peralatan, post/beam), urug balik tanah, dan lain-lain.
9 Pekerjaan listrik : pemasangan/ penggantian trafo dan komponen
lainnya pada switch yard, pemasangan panel atau cubicle tambahan,
penarikan kabel power dan kabel kontrol, pemasangan busbar, pengkabelan
(wiring) antar peralatan, dan lain sebagainya.
a Pada saat melaksnakan pekerjaan di bawah daerah yang bertegangan,
harus diperhatikan benar jarak bebas (clearance) antara peralatan kerja dan
para pekerja terhadap peralatan yang bertegangan tersebut.
65
Lanjutan 4.12.
a Dalam kondisi dimana harus melaksanakan pekerjaan penyambungan
(connecting) dengan gardu induk lama, harus diperhatikan dan dipenuhi
beberapa hal sebagai berikut :
9 Harus ada rencana kerja yang matang , khususnya menyangkut masalah
keselamatan dan ketepatan memperhitungkan waktu pelaksanaan
pekerjaan.
9 Setiap rencana dan setiap akan melaksanakan pekerjaan, harus
dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan pihak PLN, karena hal ini
umumnya menyangku pemadaman.
9 Jika terjadi pemadaman, maka sebelum diadakan penyambungan
harus diketanahkan terlebih dahulu bagian-bagian yang tadinya bertegangan
(beroperasi).
a Beberapa contoh tentang pekerjaan up-rating gardu induk :
9 umumnya pemadaman
Penggantian Tranformator Daya dari kapasitas 10 MW menjadi 30
MW, dari 30 MW menjadi 60 MW atau 100 MW, dari 60 MW menjadi 100 MW.
9 Penambahan Transformator Bay (TR Bay), dari 1 TR Bay menjadi 2 TR Bay
dan seterusnya.
9 Penggantian dan penambahan Transformator Daya tersebut tentu
dibarengi perubahan dan penambahan komponen-komponen lainnya,
yang kapasitasnya sesuai dengan kapasitas Transformator Daya tersebut.
66
4.13. PEKERJAAN FINISHING
a Pekerjaan finishing dilakukan setelah semua pekerjaan selesai dikerjakan,
sehingga dapat diketahui apabila terdapat kekurangan atau kesalahan.
a Melaksanakan pengecekan terhadap semua pekerjaan yang telah selesai
dikerjakan.
a Melaksanakan perbaikan dan penyempurnaan terhadap pekerjaan yang
salah, yang tidak sesuai dengan bestek, atau yang kurang sempurna.
a Pengencangan (pengerasan) bolt & nut, sekrup-sekrup dan setting
pada semua peralatan maupun serandang yang telah terpasang.
a Membersihkan lokasi pekerjaan dari sisa-sisa dan potongan-potongan
material, kupasan kabel dan kotoran (limbah) lainnya.
a Melaksanakan retour material ke gudang PLN.
67
Lanjutan 4.13.
a Menyiapkan laporan akhir ke PLN tentang pekerjaan yang telah diselesaikan,
antara lain terdiri dari :
9 Laporan harian.
9 Laporan mingguan.
9 Laporan bulanan.
9 Progress phisik 100 %.
9 Asbulit Drawing.
9 Cable Schedule.
9 Dan lain sebagainya.
a Menyiapkan Testing dan Komisioning.
a Setelah pekerjaan finishing diselesaikan, pengawas PLN melakukan pengecekan
terhadap semua pekerjaan, Jika masih terdapat kekurangan yang sifatnya tidak
prinsip (kekurangan kecil) dan tidak mengganggu pengoperasian, kekurangan
tersebut dimasukkan ke dalam “pending item”
68
i i k il) tid k k k