0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan79 halaman

Perhitungan Struktur Bawah Jembatan

Dokumen tersebut membahas perhitungan struktur bawah jembatan, termasuk data tanah, kedalaman tiang pancang, properti tanah pada berbagai kedalaman, dan pembebanan pada abutment seperti berat sendiri, beban mati, tekanan lateral dan vertikal tanah, beban hidup dan mati, gaya gesek dan gempa.

Diunggah oleh

rizko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan79 halaman

Perhitungan Struktur Bawah Jembatan

Dokumen tersebut membahas perhitungan struktur bawah jembatan, termasuk data tanah, kedalaman tiang pancang, properti tanah pada berbagai kedalaman, dan pembebanan pada abutment seperti berat sendiri, beban mati, tekanan lateral dan vertikal tanah, beban hidup dan mati, gaya gesek dan gempa.

Diunggah oleh

rizko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

6.

2 Perhitungan Struktur Bawah


6.2.1 Data Tanah
Dari data penyelidikan tanaj dapat disimpulkan bahwa :
 Hasil Boring Log menunjukkan angka optimal kapasitas dari bored pile
berada di kedalaman 27 m baik di sampel BH -1 maupun BH -2 dengan
diameter 60, 80 dan 100 cm.
 Oleh karena itu kedalaman bored pile dalam abutment maupun pilar
jembatan ditentukan dalam kedalaman 27 m.

Tabel 6.2. Properties tanah pada masing-masing kedalaman

No Kedalaman Unit Weight Sudut Geser Cohesi


(m) (γ ) (Ø ) (kg/cm)
1 -6,00 1,6838 200 0,17
2 -11,00 1,7270 290 0,08
3 -17,00 1,7795 240 0,13
4 -24,00 1,7736 300 0,11
5 -34,00 1,8584 250 0,18
6 -39,00 1,8819 260 0,10

 Muka air tanah (MAT) sampai pada kedalaman -5,00 meter


dari muka tanah
 Sifat tanah pada daerah untuk abutment dengan spesifikasi adalah
2 0 2
d = 1,63 kg/cm ; 1 = 30 ; C = 0 kg/cm
 Sebagai perencanaan kedalaman sistem pondasi diambil kedalaman tiang
pancang dengan kedalaman -24 m dari permukaan tanah asli

6.2.2 Perhitungan detail abutment


[Link] Pembebanan
A. Aksi tetap

161
1. Berat sendiri abutment

Gambar 6. 19 Pembebanan akibat berat sendiri abutment


Tabel 6.3 Pembebanan akibat berat sendiri abutment

Bagian Berat (G)


Ton
Ton
W1 2,4 * 0,5 * 0,65 * 10 7,8
W2 2,4 * 0,8 * 0,95 * 10 18,24
W3 2,4 * (0,5 * 0,8 * 0,9) * 10 8,64
W4 2,4 * 0,45 * 0,65 * 10 7,02
W5 2,4 * (0,5 * 0,45 * 0,5) * 10 2,7
W6 2,4 * 1,1 * 4,95 * 10 130,68
W7 2,4 * (0,5 * 1,95 * 0,5) * 10 11,7
W8 2,4 * (0,5 * 2,95 * 0,5) * 10 17,7
W9 2,4 * 6 * 1 * 10 144
∑ 348,48

162
[Link] mati bangunan atas
Pembebanan akbat beban mati bangunan atas
yaitu: Berat aspal = 2,2 * 0,05
* 8 * 60
= 35,64 T
Berat plat lantai = 2,4 * 8 * 0,2 * 60
= 155,52 T
Berat sandaran = 2 * 60* 8,79
= 0,712 T
Berat trotoar = 2 * 2,4 * 0,25 * 1 * 60
= 48,6 T
Berat gelagar memanjang = 4 * 9 * 7,85*0,004678*4,5
= 5,9490 T
Berat gelagar melintang = 10 * 7,85*0,02155 * 8
= 13,5334
Berat bracing = 9 * 2 * 9,1788 * 0,0199 + 8 *
2
* 9,1788 * 0,0199 + 8 * 8 *
0,021
= 7,5544 T
Berat rangka induk = 2 (76,5 * 0,1365 + 115,344 *
0,1062)
= 45,3836 T
Berat sambungan = 10 % berat rangka induk
= 4,5384 T
Total Berat = 317,4308
T
Jadi total beban mati konstruksi atas untuk abutment
P1 = 0,5 * 317,4308 = 158,7154 T

163
3. Gaya akibat tekanan lateral

Gambar 6. 20 Pembebanan abutment akibat tekanan tanah


lateral

Diketahui :
𝛾= 1,63

𝜑= 300
C= 0
D= 6,85 m

· Koefisien tekanan tanah aktif : Ka = tan2 ( 450 – 𝜑/2 )

Ka = tan2 ( 450 – 30/2 )


= 0,333

· Koefisien tekanan tanah pasif : Kp = tan2 ( 450 + 𝜑/2 )

Kp = tan2 ( 450 + 30/2 )


=3

164
Menurut pasal 1.4 PPJJR SKBI, muatan lalu lintas
diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan
tekanan tanah setinggi h = 60 cm.
q = * h = 1,63 * 0,6
= 0,978 T/m2
Didapati muka air tanah -5 m dari muka tanah setinggi 2 m
· Gaya tekanan tanah aktif

Pa1 = Ka * q * H * B
= 0,333 * 0,978 * 7 * 10
= 22,7972 T

Pa2 = ½ * Ka * * H2 * B
= ½ *0,333* 1,63 * 72 * 10
= 132,9836 T

Pa3 =½* * H2 * B = ½ * * 22 * 10 = 10 T

· Gaya tekanan tanah pasif


Pp =½* * Kp * H2 * B
= ½ * 1,63 * 3 * 22 * 10
= 97,8 T

165
4. Gaya akibat beban vertikal tanah

Gambar 6. 21 Pembebanan abutment akibat tekanan tanah vertical

Tabel 6. 4 Pembebanan akibat beban tanah vertikal


Berat tanah (W)
Bagian Ton
t1 1,63 * 1,45 * 0,65 * 10 15,3628
t2 1,63 * 1,15 * 1,85 * 10 34,6783
t3 1,63 * (0,5 * 0,8 * 0,9) * 10 5,8478
t4 1,63 * 1,95 * 3 * 10 95,3550
t5 1,63 * 2,95 * 0,5 * 10 24,0425
t6 1,63 * (0,5 * 1,95* 0,5 ) * 10 7,9463
t7 1,63 * (0,5 * 2,95 * 0,5 ) * 10 12,0213
∑ 195,2538

166
B. Aksi Transien
1. Beban hidup bangunan atas
Beban merata
D = 0,69 * 40,5 * 5,5 + 0,5*0,69 * 40,5 * 0,25 * 2
= 160,6838 T
Beban garis K = 6,16 * 40,5
= 249,48 T

Total beban hidup = 160,6838 + 249,48 = 410,1168


T P2 = 0,5 * 410,1168
= 205,0584 T
2. Gaya horisontal akibat rem dan traksi
Menurut BMS 1992 : “pengaruh percepatan dan
pengereman dari lalu lintas harus diperhitungkan sebagai
gaya dalam arah memanjang, dan dianggap bekerja pada
permukaan lantai jembatan.” Besarnya gaya rem untuk L
< 80 m adalah sebesar P3 = 250 KN = 25 T.

3. Gaya gesek tumpuan bergerak


fges = P1 * C Keterangan :
fges = gaya gesek tumpuan bergerak (rol)
P = Beban mati konstruksi atas = 158,7154 T
C = koefisien tumpuan gesekan
karet dengan baja = 0,15

4. Beban Pejalan kaki


Trotoar pada jembatan jalan raya direncanakan
mampu memikul beban sebagai berikut:

167
Beban hidup merata pada trotoar:

A (m2) q ( kPa)
≤ 10 5
10 < A ≤ 100 5-0,033*(A-10)
>100 2

Keterangan :
A : luas bidang merata pada trotoar
Bentang 50m
A = 2 * 50 = 100 m2
sehingga q = 5-0,033*(A-10)
= 5-0,033*(100-10)
= 2,6570 kPa q = 0,27 T/m2
P5 = (0,27 * 100)/2 = 10,935 T

C. Aksi lainnya
1. Gaya gempa
Berdasarkan BMS 1992, beban gempa rencana
dihitung dengan rumus :
TEQ = Kh * I * Wt
Keterangan:
Kh :C*S
Wt : berat total jembatan yang berupa berat sendiri
dan
beban mati tambahan
C : Koefisien geser dasar gempa
I : faktor kepentingan = 1,0
S : Faktor tipe struktur yang berhubungan dengan
kapasitas penyerapan energi gempa (daktilitas)
dari stukrut jembatan.

168
Waktu getar struktur dihitung dengan rumus :
𝑊𝑡
T : 2π√ 𝑔 𝑥 𝐾

Keterangan:
T : waktu getar struktur (detik)
Wt : berat jembatan yang mengalami percepatan gempa
: berat struktur atas + ½ berat badan pilar g :
percepatan gravitasi = 9,81 m/det 2
K : kekakuan pilar jembatan, untuk 1 pilar K = (3EI)/L3
I : momen inersia penampang pilar (m 4)
E : modulus elastisitas bahan pilar = 2000000 ton/m2
L : Tinggi badan pilar

Gambar 6. 23 Respon spektrum gempa wilayah gempa 2

169
· Beban gempa arah memanjang jembatan (arah x)
Tinggi breast wall :L = 4,45 m
Dimensi breast wall :b = 10 m
:h = 1,1 m
Momen inersia :I = 1/12 * b * h3
= 1/12 * 10 * 1,13
= 1,1092 m4

Mutu beton K – 400 : f‟c = 0,83 * K/10


= 0,83 * 400/10
= 33,2 Mpa
Modulus elastisitas beton :
Ec =4700√𝑓𝑦
=27081,1373 Mpa
=2708113,73 T/m2
Kekakuan abutment :K = (3EI)/L3
=3*2708113,73*1,1092
/4,453
= 1,0226 . 105 T/m2
Menghitung waktu getar strukutr

𝑊𝑡
T : 2𝜋√𝑔𝑥𝐾

Wt = Berat bangunan atas + berat ½ badan abutment


= 158,7154 + ½ * 79,2
= 198,315 T
198,315
T = 2𝜋√9,81𝑥1,0226.10⁵

= 0,0883 detik
Kekuatan geser tanah (S)
S = c + (γ * h) tan φ
φ = 260
γ = 1,8819 gr/cm3
170
= 0,0018819 kg/cm3
c = 0,10 kg/cm2
Kedalaman lapisan tanah (h) = 39 m = 3900 cm
S = 0,10 + (0,0018819*3900) tan 260
= 3,68 kg/cm2
= 368 kPa

Tabel 6. 5 Definisi jenis tanah


Kedalaman Lapisan Nilai Kuat Geser Tanah S (KPa)
m Tanah Keras Tanah Sedang Tanah Lunak
5 S > 55 45 ≤ S ≤ 55 S < 45
10 S > 110 90 ≤ S ≤ 110 S < 90
15 S > 220 180 ≤ S ≤ 220 S < 180
≥ 20 S > 330 270 ≤ S ≤ 330 S < 270

S > 330, S = 368kPa, maka termasuk tanah keras


Dari diagram spektrum respon gempa didapat C = 0,16

Untuk struktur jembatan dengan daerah plastis beton


bertulang, maka faktor jenis stuktur
S = 1,0 * F
dengan F = 1,25 – 0,025 * n ; F harus diambil ≥ 1
Keterangan :
F = faktor perangkaan
n = jumlah sendi plastis yang menahan deformasi arah
lateral untuk n = 1 maka F = F = 1,25 – 0,025 * 2 =
1,2
S = 1,0 * F = 1,0 * 1,2 = 1,2
sehingga koefisien beban gempa horisontal
kh = C * S
= 0,16 * 1,2
= 0,192
TEQ = Kh * I * Wt

171
= 0,192* 1,0 * Wt
= 0,192* Wt

Tabel 6. 6 Distribusi beban gempa pada abutment


Bagian struktur Berat Wt TEQ
(Ton) (Ton)
1. Akibat struktur atas 158,7154 30,473357
2. Akibat struktur bawah
G1 7,80 1,4976
G2 18,24 3,5021
G3 8,64 1,6589
G4 7,02 1,3478
G5 2,70 0,5184
G6 130,68 25,0906
G7 11,70 2,2464
G8 17,70 3,3984
G9 144,00 27,6480

2. Beban angin
Beban angin tekan pada sisi rangka jembatan
(Ptk): Ptk = ½ *(50% x (30% x A) x w)
= ½ *(50% x (30% x 229,5) x 150)
= 2581,785 kg
= 2,5818 T

Beban angin hisap pada sisi rangka jembatan


(Phs): Phs = ½ *(50% x (15% x A) x w)
= ½ *(50% x (15% x 229,5) x 150)
= 1290,8925 kg
= 1,291 T

Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (P L):


PL = ½ * (100% x w x L x 2)

172
= ½ *(100% x 150 x 4,5 x 2)
= 675 kg
= 0,675 T

Beban angin total = 2,5818 + 1,291 + 0,675


= 4,5478

Lengan terhadap titik A

Ytk = 5,95 + 3 = 8,95 m

Yhs = 5,95 +3 = 8,95 m

Momen akibat
= 7 +gaya
0,2 angin
+ 1 terhadap
= 8,2titik
m A
YL
Mtk = 5,7712 * 8,95 = 51,6522 T.m
Mhs = 2,8850 * 8,95 = 25,8208 T.m
ML = 1,3500 * 8,2 = 11,07 T.m
Mtot = 88,5430 T.m

173
[Link] Kombinasi Pembebanan pada Abutment
Tabel 6. 7 Kombinasi Beban
Aksi Kombinasi Beban

1 2 3 4 5 6

1. Aksi tetap X X X X X X
Berat sendiri
Beban mati tambahan
Penyusutan, rangkak
Prategang
Pengaruh pelaksanaan tetap
Tekanan tanah
Penurunan
2. Aksi transien
Beban lajur D atau beban truk T X O O O O
Gaya rem, atau gaya sentrifugal X O O O
Beban pejalan kaki X
Gesekan pada perletakan O O O O O
Aliran air O X O O
Beban angin O O X O
3. Aksi lain :
Gempa X
Sumber : BMS 1992
Keterangan:
O = kondisi batas layan (SLS)
X = kondisi ultimate (ULS)

174
Kombinasi 1
1. Aksi tetap ULS
2. Beban lajur ULS
3. Gaya gesek SLS
4. Beban angin SLS

Gambar 6. 23 Gaya-gaya yang bekerja pada abutment kombinasi 1

175
Tabel 6. 7 Kombinasi 1
kombinasi 1 (Aksi tetap ULS + Beban lajur D ULS + Gaya rem ULS + Gaya gesek SLS + Beban angin SLS)

Lengan ke
P H Faktor Pu Hu A MV MH
Aksi Beban
Ton Ton Ton Ton (m) Tm Tm
1. Aksi tetap
Berat sendiri 1,30
W1 7,800 10,14 -4,300 -43,602
W2 18,240 23,712 -4,450 -105,518
W3 8,640 11,232 -4,317 -48,485
W4 7,020 9,126 -2,725 -24,868
W5 2,700 3,51 -2,800 -9,828
W6 130,680 169,884 -3,500 -594,594
W7 11,700 15,21 -4,700 -71,487
W8 17,700 23,01 -1,967 -45,253
W9 144,000 187,2 -3,000 -561,600
Beban mati struktur atas
P1 158,715 1,1 174,5869 -3,550 -619,784
Tekanan tanah lateral
Beban merata 22,797 1,25 28,4965 3,500 99,738
Tekanan tanah aktif 132,984 1,25 166,2295 2,330 387,315
Tekanan muka air tanah 10,000 1,25 12,5 0,670 8,375
Tekanan tanah pasif -97,800 1,4 -136,92 0,670 -91,736
Tekanan tanah vertikal 1,25
T1 15,363 19,2034 -5,275 -101,298
T2 34,678 43,3478 -5,425 -235,162
T3 5,848 7,3097 -4,583 -33,503
T4 95,355 119,1938 -5,025 -598,949
T5 24,043 30,0531 -1,475 -44,328
T6 7,946 9,9328 -5,350 -53,141
T7 12,021 15,0266 -0,983 -14,776
2. Aksi transien
Beban lajur D atau beban truk T 2
P2 205,058 410,1168 -3,55 -1455,9146
Gaya rem, atau gaya sentrifugal( P3) 25 2 50 7 350
Gesekan pada perletakan (P4) 23,807 1 23,8073 5,95 141,6534
Jumlah 907,508 116,788 1281,795 144,113 -4662,090 895,345
∑Momen = ∑MV- ∑MH -3766,746
Ry 1281,795
Rx 144,113
x = ∑Momen/Ry -2,939

176
b. Kombinasi 2
1. Aksi tetap ULS
2. Beban Lajur SLS
3. Gaya rem SLS
4. Pejalan kaki ULS
5. Gaya gesek SLS

Gambar 6. 24 Gaya-gaya yang bekerja pada abutment kombinasi 2

177
Tabel 6.8 Kombinasi 2
Kombinasi 2 ( Aksi tetap ULS + Beban lajur D SLS + Gaya rem SLS + Pejalan kaki ULS + Gaya gesek SLS)
P H Pu Hu M
Faktor MV H
Aksi Beban Lengan (m) Tm
Ton Ton Ton Ton T
m
1. Aksi tetap
Berat sendiri 1,30
W1 7,800 10,14 -4,300 -43,602
W2 18,240 23,71 -4,450 -105,518
W3 8,640 11,23 -4,317 -48,485
W4 7,020 9,13 -2,725 -24,868
W5 2,700 3,51 -2,800 -9,828
W6 130,680 169,88 -3,500 -594,594
W7 11,700 15,21 -4,700 -71,487
W8 17,700 23,01 -1,967 -45,253
W9 144,000 187,20 -3,000 -561,600
Beban mati struktur atas
P1 158,715 1,1 174,5869 -3,550 -619,784
Tekanan tanah lateral
Beban merata 22,797 1,25 28,4965 3,500 99,7
38
Tekanan tanah aktif 132,984 1,25 166,2295 2,330 387,
315
Tekanan muka air tanah 10,000 1,25 12,5 0,670 8
,
Tekanan tanah pasif -97,800 1,4 -136,92 0,670 -3
91,7
7
Tekanan tanah vertikal 1,25 36
5
T1 15,363 19,2034 -5,275 -101,298
T2 34,678 43,3478 -5,425 -235,162
T3 5,848 7,3097 -4,583 -33,503
T4 95,355 119,1938 -5,025 -598,949
T5 24,043 30,0531 -1,475 -44,328
T6 7,946 9,9328 -5,350 -53,141
T7 12,021 15,0266 -0,983 -14,776
2. Aksi transien
Beban lajur D atau beban truk T 1
P2 205,058 205,0584 -3,55 -727,9573
Gaya rem, atau gaya sentrifugal( P3) 25 1 25 7 1
7
Beban pejalan kaki ( P5) 10,935 2 21,87 -3,55 -77,6385 5
Gesekan pada perletakan (P4) 23,807 1 23,8073 5,95 141,6
534
Jumlah 1098,607 119,113 -4011,771 720,
345
∑Momen = ∑MV- ∑MH -3291,427
Ry 1098,607
Rx 119,113
x = ∑Momen/Ry -2,996

178
c. Kombinasi 3
1. Aksi tetap ULS
2. Beban lajur SLS
3. Gaya rem SLS
4. Gaya gesek SLS
5. Beban angin SLS

Gambar 6. 25 Gaya-gaya yang bekerja pada abutment kombinasi 3

179
c Kombinasi 3 ( Aksi tetap ULS + Beban lajur D SLS + Gaya rem SLS + Gaya gesek SLS + Beban angin SLS)
P H Faktor Pu Hu MV MH

Ton Ton Beban Ton Ton Lengan (m) Tm Tm

1. Aksi tetap
Berat sendiri 1,30
W1 7,800 10,14 -4,300 -43,602
W2 18,240 23,71 -4,450 -105,518
W3 8,640 11,23 -4,317 -48,485
W4 7,020 9,13 -2,725 -24,868
W5 2,700 3,51 -2,800 -9,828
W6 130,680 169,88 -3,500 -594,594
W7 11,700 15,21 -4,700 -71,487
W8 17,700 23,01 -1,967 -45,253
W9 144,000 187,20 -3,000 -561,600
Beban mati struktur atas
P1 158,715 1,1 174,5869 -3,550 -619,784
Tekanan tanah lateral
Beban merata 22,797 1,25 28,4965 3,500 99,738
Tekanan tanah aktif 132,984 1,25 166,2295 2,330 387,315
Tekanan muka air tanah 10,000 1,25 12,5 0,670 8,375
Tekanan tanah pasif -97,800 1,4 -136,92 0,670 -91,736
Tekanan tanah vertikal
T1 15,363 19,2034 -5,275 -101,298
T2 34,678 43,3478 -5,425 -235,162
T3 5,848 7,3097 -4,583 -33,503
T4 95,355 119,1938 -5,025 -598,949
T5 24,043 30,0531 -1,475 -44,328
T6 7,946 9,9328 -5,350 -53,141
T7 12,021 15,0266 -0,983 -14,776
2. Aksi transien
Beban lajur D atau beban truk T 1
P2 205,058 205,0584 -3,55 -727,9573
Gaya rem, atau gaya sentrifugal( P3) 25 1 25 7 175
Gesekan pada perletakan (P4) 23,807 1 23,8073 5,95 141,6534
Jumlah 1076,737 119,113 -3934,133 720,345
∑Momen = ∑MV- ∑MH -3213,788
Ry 1076,737

Rx 119,113
x = ∑Mome/Ry -2,985

180
d . Kombinasi 4
1. Aksi tetap ULS
2. Beban lajur SLS
3. Gaya rem SLS
4. Gaya gesek SLS
5. Beban angin ULS

Gambar 6. 26 Gaya-gaya yang bekerja pada abutment kombinasi 4

181
Tabel 6. 11 Kombinasi 5
Kombinasi 5 ( Aksi tetap ULS + Beban lajur D SLS + Gempa ULS)
P H Faktor Pu Hu MV MH
Aksi Beban Lengan (m) Tm Tm
Ton Ton Ton Ton
1. Aksi tetap
Berat sendiri 1,30
W1 7,800 10,14 -4,300 -43,602
W2 18,240 23,71 -4,450 -105,518
W3 8,640 11,23 -4,317 -48,485
W4 7,020 9,13 -2,725 -24,868
W5 2,700 3,51 -2,800 -9,828
W6 130,680 169,88 -3,500 -594,594
W7 11,700 15,21 -4,700 -71,487
W8 17,700 23,01 -1,967 -45,253
W9 144,000 187,20 -3,000 -561,600
Beban mati struktur atas
P1 158,715 1,1 174,5869 -3,550 -619,784
Tekanan tanah lateral
Beban merata 22,797 1,25 28,4965 3,500 99,738
Tekanan tanah aktif 132,984 1,25 166,2295 2,330 387,315
Tekanan muka air tanah 10,000 1,25 12,5 0,670 8,375
Tekanan tanah pasif -97,800 1,4 -136,92 0,670 -91,736
Tekanan tanah vertikal 1,25
T1 15,363 19,2034 -5,275 -101,298
T2 34,678 43,3478 -5,425 -235,162
T3 5,848 7,3097 -4,583 -33,503
T4 95,355 119,1938 -5,025 -598,949
T5 24,043 30,0531 -1,475 -44,328
T6 7,946 9,9328 -5,350 -53,141
T7 12,021 15,0266 -0,983 -14,776
2. Aksi transien

Beban lajur D atau beban truk T 1

P2 205,058 205,0584 -3,55 -727,9573

3. Aksi lainnya 25 1 25 7 175

akibat struktur atas 30,4734 1 30,4734 5,95 181,3165

akibat struktur bawah 1

G1 1,4976 1,4976 -4,300 -6,4397

G2 3,5021 3,50208 -4,450 -15,5843

G3 1,6589 1,65888 -4,317 -7,1609

G4 1,3478 1,34784 -2,725 -3,6729

G5 0,5184 0,5184 -2,800 -1,4515

182
G6 25,0906 25,09056 -3,500 -87,8170

G7 2,2464 2,2464 -4,700 -10,5581

G8 3,3984 3,3984 -1,967 -6,6835


G9 27,6480 27,648 -3,000 -82,9440
Jumlah 1076,737 95,306 -3759,133 403,691
∑Momen = ∑MV- ∑MH -3355,442
Ry 1076,737
Rx 95,306
x = ∑Mome/Ry -3,116

f. Kombinasi 6
1. Aksi tetap ULS
2. Gaya gesek SLS
3. Beban angin SLS

183
Tabel 6. 12 Kombinasi 6
Kombinasi 6 ( Aksi tetap ULS + gaya gesek SLS + Beban angin SLS)
P H Faktor Pu Hu MV MH
Aksi Beban Lengan (m) Tm Tm
Ton Ton Ton Ton
1. Aksi tetap
Berat sendiri 1,30
W1 7,800 10,14 -4,300 -43,602
W2 18,240 23,71 -4,450 -105,518
W3 8,640 11,23 -4,317 -48,485
W4 7,020 9,13 -2,725 -24,868
W5 2,700 3,51 -2,800 -9,828
W6 130,680 169,88 -3,500 -594,594
W7 11,700 15,21 -4,700 -71,487
W8 17,700 23,01 -1,967 -45,253
W9 144,000 187,20 -3,000 -561,600
Beban mati struktur atas
P1 158,715 1,1 174,5869 -3,550 -619,784
Tekanan tanah lateral
Beban merata 22,797 1,25 28,4965 3,500 99,738
Tekanan tanah aktif 132,984 1,25 166,2295 2,330 387,315
Tekanan muka air tanah 10,000 1,25 12,5 0,670 8,375
Tekanan tanah pasif -97,800 1,4 -136,92 0,670 -91,736
Tekanan tanah vertikal 1,25
T1 15,363 19,2034 -5,275 -101,298
T2 34,678 43,3478 -5,425 -235,162
T3 5,848 7,3097 -4,583 -33,503
T4 95,355 119,1938 -5,025 -598,949
T5 24,043 30,0531 -1,475 -44,328
T6 7,946 9,9328 -5,350 -53,141
T7 12,021 15,0266 -0,983 -14,776
2. Aksi transien
Gesekan pada perletakan (P4) 2,246 1 2,2464 5,95 13,3661
Jumlah 871,678 72,552 -3206,175 417,057
∑Momen = ∑MV- ∑MH -2789,118
Ry 871,678
Rx 72,552
x = ∑Momen/Ry -3,200

184
[Link] Perhitungan daya dukung tanah
Kapasitas dukung tanah dasar (bearing capacity) dipengaruhi
oleh parameter υ, c dan γ. Besarnya kapasitas dukung tanah dasar
dapat dihitung dengan metode Terzaghi, yaitu:
σ ult = (c*Nc*(1+0,3B/L)+ γ*Df*Nq + 0,5* γ*B*Nγ*(1-0,2B/L))
Keterangan:
Pult = daya dukung ultimate tanah dasar (t/m 2)
C = kohesi tanah dasar (t/m2)
γ = berat isi tanah dasar
(t/m3) B = D = lebar pondasi
(meter)
Df = kedalaman pondasi (meter)
Nγ, Nq, Nc = faktor daya dukung
Terzaghi
Ap = luas dasar pondasi
B = lebar pondasi
L = panjang pondasi

Tabel 6. 13 Nilai- nilai daya dukung Terzaghi


ϕ Keruntuhan Geser Umum Keruntuhan Geser Lokal
Nc Nq Nϒ N'c N'q N'ϒ
0 5,7 1,0 0,0 5,7 1,0 0,0
5 7,3 1,6 0,5 6,7 1,4 0,2
10 9,6 2,7 1,2 8,0 1,9 0,5
15 12,9 4,4 2,5 9,7 2,7 0,9
20 17,7 7,4 5,0 11,8 3,9 1,7
25 25,1 12,7 9,7 14,8 5,6 3,2
30 37,2 22,5 19,7 19,0 8,3 5,7
34 52,6 36,5 35,0 23,7 11,7 9,0
35 57,8 41,4 42,4 25,2 12,6 10,1
40 95,7 81,3 100,4 34,9 20,5 18,8
45 172,3 173,3 297,5 51,2 35,1 37,7
48 258,3 287,9 780,1 66,8 50,5 60,4
50 347,6 415,3 1153,2 81,3 65,6 87,1

Berdasarkan data tanah diperoleh nilai:


Φ1 = 200
γd = 1,6838 T/m3
185
c = 0,17 kg/cm2 = 1,7 T/m2
Sehingga diperoleh :
Nc = 17,7
Nq = 7,4
Nγ =5
Daya dukung ijin pondasi dangkal menurut formula Terzaghi dan
Peck:
σ ult = c*Nc*(1+0,3B/L)+ γ*Df*Nq + 0,5* γ*B*Nγ*(1-0,2B/L))
σ ult = 1,7*17,7 (1+0,3*6/10)+ 1,6838 *2*7,4
+0,5*1,6838 *6*5*(1-0,2*6/10)
= 82,6526 T/m2
σ all = (1/3) * Pult
= (1/3) * 82,6526
= 27,5509 T/m2

[Link] Kontrol Gaya


Kontrol terhadap:
a. Gaya Guling
Arah x
Σ 𝑀𝑣
FS = > SF = 1,5 … Aman
Σ 𝑀ℎ

Tabel 6. 14 Kontrol terhadap gaya guling


No Kombinasi Guling SF Checking

1 Kombinasi 1 5,207 >1,5 Memenuhi


2 Kombinasi 2 5,569 >1,6 Memenuhi
3 Kombinasi 3 5,461 >1,7 Memenuhi
4 Kombinasi 4 5,461 >1,8 Memenuhi
5 Kombinasi 5 9,312 >1,9 Memenuhi
6 Kombinasi 6 7,688 >1,10 Memenuhi

b. Gaya Geser
Σ 𝑉 𝑥 tan 𝛿+𝐶𝑎𝑥𝐵
FS = Σ𝐻

186
Keterangan:
Tan = Faktor geser tanah antara tanah dan dasar tembok
(Buku Teknik Sipil)
= 0,45 (Beton dengan tanah lempung padat dan pasir
gravelan padat)
Ca = adhesi antara tanah dan dasar tembok
=0
B = lebar dasar pondasi

Tabel 6. 15 Kontrol terhadap gaya geser

No Kombinasi Geser SF Checking


1 Kombinasi 1 4,002 >1,5 Memenuhi
2 Kombinasi 2 4,150 >1,5 Memenuhi
3 Kombinasi 3 4,068 >1,5 Memenuhi
4 Kombinasi 4 4,068 >1,5 Memenuhi
5 Kombinasi 5 5,084 >1,5 Memenuhi
6 Kombinasi 6 5,407 >1,5 Memenuhi

c. Daya dukung tanah


qall = 27,5509 T/m2
P P.e.X
σ =A± Iy

Tabel 6. 16 Kontrol terhadap daya dukung tanah


σ2

No Kombinasi σ1 (t/m2) (t/m2) σijin (t/m2) Checking

1 Kombinasi 1 22,647 21,363 <27,5509 Memenuhi


2 Kombinasi 2 18,383 18,310 <27,5509 Memenuhi
3 Kombinasi 3 18,218 17,946 <27,5509 Memenuhi
4 Kombinasi 4 18,218 17,946 <27,5509 Memenuhi

187
5 Kombinasi 5 20,114 15,777 <27,5509 Memenuhi
6 Kombinasi 6 17,623 14,528 <27,5509 Memenuhi

Gambar 6. 29 Diagram tegangan kontak pada abutment

σmaks 22,647 t/m2 < σall = 27,5509t/m2


Daya dukung tanah aman, sehingga footing cukup kuat
dalam menahan beban yang bekerja. Namun, untuk
keamanan melihat kondisi tanah yang sulit diprediksi maka
pondasi abutment menggunakan tiang pancang.

[Link] Penulangan abutment


a. Penulangan badan abutment
Gaya vertikal pada badan abutment
Vtumpuan = Pmati konstruksi atas + Phidup konstruksi
atas

= 158,715 + 205,081
= 363,796 T

Gaya horisontal pada badan abutment


Dengan menganggap beban gempa yang terjadi dapat ditahan
sepenuhnya oleh tekanan tanah pasif, maka gaya- gaya dalam
yang ditanggung oleh pilar adalah sebagai berikut:
Hrem = 25 T ; z = 7 m
Hgesek pada perletakan = 23,8073 T ; z = 5,95 m
188
Gaya tekanan tanah aktif
Pa1 = Ka * q * H * B
= 0,333 * 0,978 * 5,5 * 10
= 17,9121 T
MPa1 = 17,9121 * 2,75
= 49,2582 Tm
Pa2 = ½ * Ka * * H2 * B
= ½ *0,333* 1,63 * 5,52 * 10
= 82,0970 T
Mpa2 = 82,0970 * 1,827
= 149,9912
Tm
Ptot = Pa1 + Pa2 = 17,9121 + 82,0970
= 100,0091 T
Mptot = MPa1 +
Mpa2
= 49,2582 + 149,9912
= 199,2494 Tm
Pu = 363,769 T = 3637690 N
Vu = 25 + 23,8073 + 100,0091
= 148,8164 T = 1488164 N
Mu = Hrem * z + Hgesek pada perletakan * z + Mptot
= 25 * 7 + 23,8073 * 5,95 + 199,2494
= 516,2777 Tm

Penulangan Tulangan Utama


Pu = 3637690 N
b = 1000 mm (per meter lebar)
h = 1100 mm
Agr = 1100*1000 = 1100000 mm2
Ht = tinggi badan = 4450 mm

189
f'c = 33,2 mPa
fy = 400 mPa
d‟ = 50 + 12 + ½ * 36 = 80 mm
Mu = 317,0283 Tm = 0,317* 1010 Nmm
h = 1100 mm
Mu 516,277
𝑒𝑡 = P′u = 363,769 = 1,419 𝑚 = 1419,2 𝑚𝑚
P′u 3637690
= = 0,1892
φxAgrx0,81xf′c 0,65x1100000x0,81x33,2

P′u et
𝑥 = 0,1892𝑥1.2902 = 0,2441
φxAgrx0,81xf′c P′u
Menurut grafik pada gambar 6.2a buku GTPBB untuk
kolom dengan tulangan satu sisi didapat nilai:
r = 0,02
β = 0,8217
ρ = r* β
= 0,02* 0,8217
= 0,0164
Syarat ρmin < ρ < ρmaks
1,4 1,4
𝜌 min = = = 0,0035
fy 400
b1x0,85xf′ c 600
𝜌 max = 0,75 𝑥 ( x600+fy)
fy
0,8217x0,85x33,2 600
= 0,75 𝑥 ( x600+400)
fy

= 0,0261
Maka digunakan 𝜌 = 0,0164
Untuk setiap meternya :
Astot = ρ * Agr
= 0,0164 *
1100000
= 18077,4

mm2

As kanan = As kiri = 0,5*Astot 18077,4 mm2

190
= 9038,7

mm2

Digunakan tulangan 2D32 – 150 (As= 10723,3029 mm2)


Cek Tulangan Geser
Vu = 148,8164 T = 1488164
f′c
N Vc = √6 ∗b*d

= 33,2 * 1000 * 1020



6

= 979530,5 N
ϕ *Vc = 0,65 * 979530,5
= 636694,825 N
ϕ ∗Vc 0,65 ∗979530,5
2
= 2

=
318347,412
N
ϕ * Vc + ϕ *√f′c * b * d = 636694,825 + 636694,825
6

=1273389,65 N
0,5*ϕ*Vc ≥ ϕ*Vc + ϕ*√f′c*b*d; perlu dipasang tulangan
6

geser
dengan kuat geser sebagai berikut:
ϕ*Vs perlu = Vu - ϕ*Vc
= 1488164 – 636694,825
= 851469,1750 N
Luas tulangan yang diperlukan per meter panjang adalah
1000xVs
As = fyxd
1000x851469,175
= 400x1020

= 2086,9343 mm2

Digunakan tulangan geser D22 – 150 (As= 2534,2181 mm2)

191
b. Penulangan konsol pendek
1. Konsol 1 (Back wall)

Gaya Vertikal
V = q plat injak * L + berat blok pemisah gelagar
= 1,17 T/m * 8 + 2,4 * 1,05 * 0,5 * 1
= 10,62 T
Gaya Horisontal
Hrem = 0,2 * Vertikal
= 0,2 * 10,62 = 2,1240 T
P = 10,62 T
u = 2,1240 T
d‟
V = 50 + 12 + ½ * 36 = 80 mm
du = 1850-80
= 1770 mm
a = jarak P dari muka kolom
= 150 mm a/d = 150/1770
= 0,0847 < 1; persyaratan perhitungan konsol
pendek terpenuhi
V
n =φ
21240
= 0,65

= 32676,9231 N
Vn
Avf = fyxμ
32676,923
= 400x1,4

= 58,3516 mm2

Tulangan Af yang dibutuhkan untuk menahan momen


Mu adalah
Mu = 0,15*P + Vu * (h-d)
= 0,15 * 106,2 + 21,240 * (1,85-1,77)

192
= 17,6292 kNm
Mu 17,6292
= 1,0x1,77²
bd²

= 5,6271 kN/m2

Dari “Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Betulang”


didapat ρ = 0,0003
Af = ρ* b* d
0,0003* 1000* 1770

= 531 mm2
Tulangan yang dibutuhkan untuk menahan gaya
tarik Nuc adalah
Nuc = φ* An* fy
Nuc
An = φxfy
21240
= 0,65 x 400

= 81,6923 mm2
Tulangan utama total As adalah nilai tebesar dari:
a. As = Af + An
= 531 + 81,6923

= 612,6923 mm2
2Avf
b. 𝐴𝑠 = + 𝐴𝑛
3
2x58,3516
= + 81,6923
3

= 120,5934 mm2
0,04f′c
c. As = ρmin * b * d; ρmin = = 0,003
fy

= 0,003 * 1000 * 1770

= 5310 mm2

Sehingga nilai As yang menentukan adalah As=

6785,8401 mm2
Digunakan tulangan D36-150

193
Af 531
Ah =2 = 2

= 265 mm2

Sejarak 2/3 d = 2/3 * 1770= 1180 mm2


Dipakai tulangan D12-200
Konsol 1 (Corbel) Gaya Vertikal
V = Vmati konstruksi atas + Vhidup konstruksi atas
= 158,715 + 205,081
= 363,796 t
Gaya Horisontal
H = 0,2 V = 0,2 * 363,796 = 72,7592 T
Pu = 363,796 T
Vu = 72,7592 T = 727592 N
d‟ = 50 + 12 + ½ * 36 = 80 mm d = 1150-80
= 1070 mm
a = jarak P dari muka kolom
= 225 mm a/d = 225/1070
= 0,2103 < 1; persyaratan perhitungan konsol
pendek terpenuhi
v
Vn =φ
727592
= 0,65

= 1119372,308 N
Vn
Avf = fyxμ
1119372,308
= 400x1,4

= 1998,8791 mm2
Tulangan Af yang dibutuhkan untuk menahan momen
Mu adalah
Mu = 0,45*P + Vu * (h-d)
= 0,225 * 3637,96 + 727,592 * (1,15-1,07)
= 876,7484 kNm
Mu 876,748
= 1,0x1,77²
bd²

194
= 765,7860 kN/m2
Dari “Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Betulang” didapat
ρ = 0,0025
Af = ρ* b* d

= 0,0025* 1000* 1070 = 2635,41 mm2


Tulangan yang dibutuhkan untuk menahan gaya tarik
Nuc adalah
Nuc = φ * An* fy
Nuc
An = φxfy
727592
= 0,65 x 400

= 2798,4308 mm2
Tulangan utama total As adalah nilai tebesar dari:
a. As = Af + An
= 2635,41 + 2798,4308

= 5433,8408 mm2
2Avf
𝑏. 𝐴𝑠 = + 𝐴𝑛
3
2x1998,871
+ 2798,4308
3

= 4131,0169 mm2
c. As = ρmin * b * d; ρmin = = 0,003
= 0,003 * 1000 * 1070
= 3210 mm
Sehingga nilai As yang menentukan adalah

As = 5433,8408 mm2

Digunakan tulangan D36-150 (As = 6785,8401 mm2)


Af
Ah = 2
2635,41
= 2

= 1317,7050 mm2
Sejarak 2/3 d = 2/3 * 1070 = 713,333 mm

Dipakai tulangan D16-150 (As = 1434,2411 mm2


195
c. Penulangan blok pemisah gelagar
Hrem = 25 ton = 250 kN Vu = 25 ton
Mu 2,65x10⁸
= 1000x439²
bd²
Mu fy
= ρ * 0,8 * fy * (1-0.588 * ρ* f′c )
bd²

Mu = 250 * 1,05
= 262,5 kNm
= 2,65 * 108 Nmm
d = 500 – 50 – 22/2
= 439 mm

400
1,375 = ρ * 0,8 * 400 * (1-(0.588 * ρ* 33,2 )

2266,988 ρ2 - 320ρ + 1,375 = 0


Didapat ρ = 0,0044
1,4 1,4
𝜌 min = = = 0,0035
fy 400
b1x0,85xf′ c 600
𝜌 max = 0,75 𝑥 ( x600+fy)
fy
0,8217x0,85x33,2 600
= 0,75 𝑥 ( x600+400)
fy

= 0,0261
ρmin < ρ < ρmaks
Digunakan ρ = 0,0044
As =ρ*b*d
= 0,0044 * 1000 * 439
= 1931,6 mm
Dipakai tulangan tarik D22- 150 (As= 2534,2181)

196
Perhitungan Tulangan Bagi
Diambil 20% tulangan utama = 20% * As
= 20% * 1931,6
= 386,32

Dipakai tulangan D12-200 (As = 565,487 mm2)


Cek Tulangan Geser
Vu = 25 t = 250000 N
f′c
Vc =√ ∗b *d
6

= 33,2 * 1000 * 439



6

= 421582,244 N
ϕ *Vc = 0,65 * 421582,244
= 274028,459 N
Vu < ϕ *Vc ; tidak perlu dipasang tulangan geser.

. d . Penulangan footing
abutment Pmaks =
165,795 ton Momen yang
terjadi
Mmaks = 165,795 * 1,95
= 306,7208 ton.m

Penulangan Tulangan
Utama
Direncanakan menggunakan tulangan utama D-36
f'‟c = 33,2 mPa
fy = 400 mPa
h = 1000 mm

197
d = 1000 – 50 – ½ * 36
= 932 mm
Mu = 0,3067 ton.m
= 0,3067 * 1010 Nmm
Mu 0,3067x10¹⁰
=
bd² 1000x932²
= 3,5309
Mu fy
bd²
= ρ * 0,8 * fy * (1-0.588 * ρ* f′c )
400
3,5309 = ρ * 0,8 * fy * (1-0.588 * ρ* 33,2 )
=ρ*
2266,988 ρ2 - 320ρ + 3,5309= 0
0,8 *
Didapat ρ = 0,0121
fy * 1,4 1,4
𝜌 min = = = 0,0035
(1- fy 400
0.58 b1x0,85xf′ c 600
𝜌 max = 0,75 𝑥 ( x600+fy)
fy
8*
0,8217x0,85x33,2 600
fy = 0,75 𝑥 ( x )
ρ* f′c fy 600+400

= 0,0261
)
ρmin < ρ < ρmaks
Digunakan ρ = 0,0067
As =ρ*b*d
= 0,0121* 1000 * 932
= 11277,2 mm

Digunakan tulangan 2D36 – 150 (As= `13571,6803 mm2)


Perhitungan Tulangan Bagi
Diambil 20% tulangan utama = 20% * As
= 20% * 12274,4
= 2454,88

Dipakai tulangan D22-150 (As = 2534,2181 mm2)

198
Cek Geser Pons Pile Cap
Syarat perlu tulangan geser pons
Vu > ϕ* Vcp
Dimensi: 6 m * 10 m * 1 m

Vu = Pu(pilar) + Berat kolom


pilar
= 1281,795 T

= 1,282 * 107 N
d = 1000 – 50 – ½ * 36
= 932 mm
bo = 2* ((bk+d)+(hk+d))
= 2* ((1000+932)+(10000+932))
= 25728 mm
f'c = 33,2 mPa
ϕ *Vc1= 0,65 * (1+2xβc) x
√𝑓′𝑐𝑥𝑏𝑜𝑥𝑑
6
10000 33,2𝑥25728𝑥932
= 0,65 * (1+2x 1000 ) x √ 6

= 274028,459 N
= 4,49 * 107 N
√𝑓′𝑐
ϕ *Vc1= 0,65 x 𝑥 𝑏𝑜 𝑥 𝑑
3
33,2
== 0,65 x √ 𝑥 25728 𝑥 932
3

= 2,99357 N
Vu < ϕ*Vc; tidak perlu tulangan geser

199
Gambar 6. 30 Penulangan abutmen

200
6.2.3. Perancangan Pilar
[Link] Perhitungan Pilar Tengah

Gambar 3.30 Pilar Tengah Jembatan

A. Beban dari konsturksi atas


 Beban mati

201
Untuk 1 pilar
Lengan gaya =

 Beban hidup
Untuk 1 pilar
Lengan gaya =

B. Berat sendiri Pilar


Perhitungan berat sendiri Pilar
Tabel 3.16 Perhitungan Berat Sendiri Pilar

bagian luas X1 Y1 luas . X1 luas . Y1 Volume berat


1 0.400 0.000 9.750 0.000 3.900 4.000 9.600
2 0.220 0.000 9.100 0.000 2.002 2.200 5.280
3 0.045 ‐0.200 9.700 ‐0.009 0.437 0.450 1.080
4 0.045 0.200 9.700 0.009 0.437 0.450 1.080
5 1.610 0.000 8.350 0.000 13.444 16.100 38.640
6 12.800 0.000 4.500 0.000 57.600 51.200 122.880
7 0.045 ‐1.100 7.900 ‐0.050 0.356 0.450 1.080
8 0.045 1.100 7.900 0.050 0.356 0.450 1.080
9 5.600 0.000 0.500 0.000 2.800 56.000 134.400
10 0.270 ‐1.667 1.100 ‐0.450 0.297 2.700 6.480
11 0.270 1.667 1.100 0.450 0.297 2.700 6.480
12 0.300 0.000 1.150 0.000 0.345 3.000 7.200
13 0.300 0.000 7.850 0.000 2.355 3.000 7.200
Σ 21.950 0.000 84.624 142.700 342.480

Berat sendiri pilar


Momen

202
C. Perhitungan urugan tanah
Tabel 3.17 Perhitungan Urugan Tanah Pada Pilar

bagian luas X1 Y1 luas . X1 luas . Y1 Volume berat


T1 1.800 ‐ 1.800 ‐ 3.240 3.240 18.000 30.600
1.800
T2 1.800 1.800 1.800 3.240 3.240 18.000 30.600
T3 0.270 2.100 1.200 0.567 0.324 2.700 4.590
T4 0.270 ‐ 1.200 ‐ 0.567 0.324 2.700 4.590
2.100
Σ 4.140 0.000 7.128 41.400 70.380

Berat timbunan tanah

Momen

D. Gaya rem dan traksi

Berdasarkan PPPJJR 1987, gaya rem dan traksi bekerja sebesar 5


% dari muatan D tanpa koefisien kejut yang memenuhi semua
jalur lalu lintas yang ada dan dalam satu jurusan.

Beban hidup

Lengan gaya dan trkasi terhadap titik sentries

203
Momen gaya rem dan traksi terhadap titik eksentrisitas pancang

E. Gaya akibat urugan diatas poer


Volume urugan
Berat
Momen

F. Gaya gesekan pada tumpuan ( PMI 1970 )

G. Gaya akibat gempa

( jawa tengah)

Tabel 3.18 Gaya Gempa Pada Pilar

No Muatan gaya gempa lengan gaya momen gempa


H1 konst atas 405.92 56.8288 8.700 494.4106
H2 pilar 342.48 47.9472 3.855 184.8365
Σ 104.776 679.2470

H. Gaya akibat aliran air

204
 bentuk depan pilar (PPPJJR 1987)

Luas bidang kena air

Momen

Kombinasi pembebanan.
Berdasarkan PPPJJR 1987, kontruksi jembatan ditinjau terhadap
kombinasi pembebanan dan gaya yang mungkin bekerja, sesuai dengan
sifat–sifat serta kemungkinan–kemungkinan pada setiap beban, tegangan
yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang
bersangkutan dinaikkan terhadap tegangan yang diijinkan sesuai dengan
keadaan elastis.

205
a. Kombinasi 1 ( M + (H+K) + Ta + Tu )  100%
Tabel 3.19 Kombinasi 1 Pada Pilar

beban V ( ton ) H ( ton ) M ( tm )


M pilar 342.480 0.000
kons atas 405.920 223.256
(H+K) hidup 34.480 18.964
Ta T TnhAktif 70.380 0.000
Tu g angkat
Σ 782.880 70.380 242.220
100% 782.88 70.38 242.22

b. Kombinasi 2 ( M + Ta + Ah + Gg + A + Sr + Tm ) 125%
Tabel 3.20 Kombinasi 2 Pada Pilar

beban V ( ton ) H ( ton ) M ( tm )


M pilar 342.480 0.000
kons atas 405.920 223.256
Ta T TnhAktif 63.342 0.000
Gg g gesek 4.0592 43.0275
Ah aliran 51.075 0.000
A angin
Sr susut
Tm suhu
Σ 748.400 118.476 266.284
125% 935.5 148.0953 332.85438

c. Kombinasi 3 ( komb 1 + Rm + Gg + A + Sr + Tm + S ) 140%


Tabel 3.21 Kombinasi 3 Pada Pilar

beban V ( ton ) H ( ton ) M ( tm )


komb 1 782.88 70.38 242.22
Rm rem 11.5 19.826
Gg g gesek 4.0592 43.0275
Ah aliran 51.075 43.028
A angin
Sr susut
Tm suhu
S sentrifugal
206
Σ 782.880 137.014 348.101
140% 1096.032 191.8199 487.3414
d. Kombinasi 4 ( M + Gh + Tad + Gg + Agh + Tu ) 150%
Tabel 3.22 Kombinasi 4 Pada Pilar

beban V ( ton ) H ( ton ) M ( tm )


pilar 342.480 0.000
M
kons atas 405.920 223.256
Gh g gempa 104.776 679.247
Gg g gesek 4.059 43.028
Ahg aliran gempa
Tu g angkat
Σ 748.400 108.835 945.531
150% 1122.6 163.2528 1418.2958

e. Kombinasi 5 ( M + P1 ) 130%
Tabel 3.23 Kombinasi 5 Pada Pilar

beban V ( ton ) H ( ton ) M ( tm )


M pilar 342.480 0.000
kons atas 405.920 223.256
P1 pelaksanaan
Σ 748.400 0.000 223.256
130% 972.92 0 290.2328

f. Kombinasi 6 ( M + (H+K) + Ta + S + Tb ) 150%


Tabel 3.24 Kombinasi 6 Pada Pilar

beban V ( ton ) H ( ton ) M ( tm )


pilar 342.480 0.000
M
kons atas 405.920 223.256
(H+K) hidup 17.240 33.608
Ta T Tnh Aktif 63.342 0.000
S sentrifugal
Σ 765.640 63.342 256.864
150% 1148.46 95.013 385.296

207
Dipakai kombinasi 4
Data :

 Tegangan

208
 Kontrol terhadap guling
Angka keamanan =

 Kontrol terhadap geser

3.2.2 Penulangan Pilar Tengah


a. Badan Pilar

Kombinasi yang digunakan adalah kombinasi 4

209
Asumsikan tampang (

210
Dipakai tulangan D32

Pakai tulangan D32-75


Tulangan bagi D22

Pakai tulangan D22-125


b. Poer Pilar

Momen pada poer :

211
Dipakai tulangan D32

Pakai tulangan D32-200


Tulangan bagi D22

212
Pakai tulangan D22-200

6.2.4. Perancangan Detail Pondasi


[Link] Perhitungan pondasi tiang pancang abutment
Dari perhitungan pembebanan yang diterima abutment :
Pu = 1281,79 T
Hu = 144,113 T
Mu = Pu * e
= 1281,79 * 0,061
= 78,1761 Tm
[Link] Perhitungan daya dukung tiang pancang tunggal
a. Daya dukung tiang terhadap kekuatan bahan
P tiang = σ‟ bahan * A tiang
Keterangan :
Diameter tiang (D) = 40 cm
Panjang tiang pancang = 24 m Mutu
beton = K-400
σ‟ bk = kekuatan tekan beton karakteristik = K-400
σ‟ b = tegangan maksimum ijin = 0,33*400 = 132 kg/cm2
A tiang = luas penampang tiang pancang = 1256 cm 2
P tiang = 132 * 1256 = 165,792 Ton

b. Daya dukung tiang berdasarkan data SPT (Boring)


Rumus Meyerhoff
Ptiang = Qu + Qsi

161
Qujung = 40*N* Ap
Keterangan :
Qu : daya dukung ujung tiang pancang
N : nilai N-SPT yang telah dikoreksi = 15 + (N-15)/2
Ap : luas penampang dasar tiang pancang (m 2)

Tabel 6. 17 Nilai N-SPT koreksi


Kedalaman Jenis tanah N Nterkoreksi
4 pasir 6 6
8 pasir 37 26
12 pasir 50 32,5
16 lempung 53 34
20 lempung 38 26,5
24 lempung 41 28
28 lempung 45 30
32 lempung 42 28,5
36 lempung 45 30
40 lempung 47 31

Direncanakan tiang pancang berada pada kedalaman 24 m.


Qujung = 40*N* Ap
= 140,67 T
Qsi = qs * Asi
Keterangan :
Qsi : Tahanan friksi tiang pancang
qs : 0,2 N = untuk tanah pasir0,5 N = untuk tanah lempung
Asi : luas selimut tiang pancang (m 2)
Kedalaman tiang yang masuk kedalam lapisan pasir 12,5 m
Kedalaman tiang yang masuk kedalam lapisan lempung 11,5 m

162
Qsi = qs * Asi
= Qsi pada lapisan pasir + Qsi pada lapisan lempung
= (0,2*28*2*π*0,2*12,5) + (0,5*28*2*π*0,2*11,5)
= 505,0828 T
Pall = (Qu + Qsi)/3
= (140,67 + 505,0828)/3
= 168,3609 T

Didapatkan nilai daya dukung tiang berdasarkan kekuatan bahan,


Pall = 165,792 Ton, dan nilai daya dukung tiang berdasarkan data N-
SPT, Pall = 168,3609 T. Dengan demikian daya dukung tiang diambil
nilai terkecil, yaitu sebesar Pall = 165,792 Ton

[Link] Menentukan jumlah tiang


𝑃𝑢 1281,795
n = 𝑃𝑎𝑙𝑙 = = = 7,7313 ; digunakan 12 tiang pancang
165,792

Direncakan pemasangan 3 baris dengan masing-masing berisi 4 tiang.

[Link] Efisiensi daya dukung tiang grup (pile group)


Tabel 6.18 Nilai effisiensi daya dukung tiang grrup

Spasi tiang (s) 3D 4D 5D 6D 8D


Effisiensi grup (E) 0,7 0,75 0,85 0,9 1
Konfigurasi tiang grup disusun dengan spasi 5D = 5*0,6 = 2,4 m,
dengan demikian effisiensi tiang grup diambil sebesar 0,85
Pgrup all = E * n* daya dukung tiang
= 0,85* 12 * 165,792
= 3357,288 T
Syarat Pgroup all > Pu
3357,288 T > 2531,887 T

163
[Link] Gaya maksimum pada tiang pancang tunggal
Konfigurasi tiang pancang
Dipakai jarak antar tiang 5D, sehingga
Jarak antar tiang untuk arah x = 5D = 5 * 40 = 200 cm
Jarak antar tiang untuk arah y = 5D = 5 * 40 = 200 cm

Gambar 6.31 Denah tiang pancang pada abutment


Pu = 1281,795 T
Mu= 78,1761 Tm
x =2
∑(X2) = 4(22) = 16

𝑃𝑢 𝑀𝑢.𝑋
P= ± Σ(𝑥 2 )
𝑛
𝑃𝑢 1281,795
P = 𝑃𝑎𝑙𝑙 = 165,792

164
Pmaks = 116,5883 T
Pmin = 97,0442 T
Sehingga,
Pmax < Pall
116,5883 T < 165,7920 T .... (OK!)

Gambar 6. 32 Diagram gaya kontak tiang pancang pilar 1

[Link] Kapasitas Gaya lateral tiang pancang


Metode perhitungan kapasistas gaya lateral tiang pancang
menggunakan metode Broom. Dimana kedalamaman tiang pancang
sedalam 24 m, cenderung berada pada lapisan pasir (12,5 m). Oleh
karena itu perhitungan kapasitas gaya lateral akan dihitung berdasarkan
lapisan tanah non-kohesif.
· Menghitung I (momen inersia) dan E(Modulus elastisitas
𝜋
I = 64 𝑥0,42 = 0,0013 m4

165
Mutu beton K – 400 : f‟c = 0,83 * K/10
= 0,83 * 400/10
= 33,2 Mpa
Ec = 4700√𝑓′𝑐
= 4700√33,2
= 2708113,73 T/m2
· Menghitung Z (section modulus), fb (allowable bending stress), Mu
(momen ultimate), dan Qu (ultimate load)
Z = I/(D/2) = 0,0064/(0,6/2) = 0,00628m3
fb = 0,33 * f‟c
= 0,33 * 33,2 = 10,956 Mpa = 1095,6 T/ m2
Mu = Z*fb = 0,00628 * 1095,6 = 6,8804 Tm
𝐸𝐼 0,2 2708113,73 𝑥 0,0065 0,2
𝑇=( ) = ( ) = 1,0254
𝑛ℎ 30
L/T = 12,5/1,0254= 12,19 > 4
perilaku tiang sebagai tiang panjang (long pile) Mu/D4
γ Kp = 6,8804 / 0,44*1,7270*3 = 52,0803

Gambar 6. 81 Hubungan antara Hubungan antara Ultimate


Resistance Moment dan Ultimate Lateral Resistance

166
e/D = 0
Qu/ Kp D3γ = 30 ; didapat dari gambar 5.x untuk kepala tiang
terkekang (fix-head pile)
Sehingga,
Qu = 30 Kp D3γ = 30 *3 * 0,44 *1,7270 = 9,9475 T
Qall = Qu/3 = 9,9475/3 = 3,31584 T/tiang
Qluar = 144,113 /12 tiang = 12,0094 T/tiang
Qluar = 3,31584 T/tiang < Qall = 12,0094 T/tiang
Oleh karena beban luar horisontal (Qluar) lebih besar dari
kapasitas ijin lateral tiang, maka untuk melawan beban lateral
yang bekerja digunakan tiang tiang dipancang miring.
Rumus :
Qu + N1 * P sin α ≥ H
Keterangan :
Qu = Kapasitas lateral tiang tegak
N1 = jumlah tiang pancang miring
P = daya dukung 1 tiang pancang vertikal dalam grup
H = gaya lateral yang bekerja

Hu + N1 * P sin α ≥ H
0,85 (4 * 3,3158 + 8 (165,7920 * sin 7o) ≥ 144,113
148,6675 T > 144,113 T

Cek Gaya vertikal


P * N12 + N2 * P cos α ≥ V
Keterangan :
P= kemampuan 1 tiang pancang tegak

167
N1 = jumlah tiang pancang tegak = 4 buah
N2 = jumlah tiang pancang miring = 8 buah
V = beban vertikal yang bekerja
0,85 (165,7920 * 4 + 8 * 165,7920 cos 70) ≥ 1281,795 T
1682,6750 T ≥ 1281,795 T... (OK!)

6.6.2 Perhitungan pondasi tiang pancang pilar


Dari perhitungan pembebanan yang diterima abutment :
Pu = 2531,8872 T
Hu = 102,927 T
Mu = Pu * e
= 2531,8872 * 0,446
= 1128,5758 Tm

[Link] Perhitungan daya dukung tiang pancang tunggal


a. Daya dukung tiang terhadap kekuatan bahan
P tiang = σ‟ bahan * A tiang
Keterangan :

168
Diameter tiang (D) = 60 cm
Panjang tiang pancang = 24 m
Mutu beton = K-400
σ‟ bk = kekuatan tekan beton karakteristik = K-400
σ‟ b = tegangan maksimum ijin = 0,33*400 = 132 kg/cm 2
A tiang = luas penampang tiang pancang = 1963 cm 2
P tiang = 132 * 2826 = 373,032 Ton
b. Daya dukung tiang berdasarkan data SPT (Boring)
Rumus Meyerhoff
Ptiang = Qu + Qsi
Qujung = 40*N* Ap
Keterangan :
Qu : daya dukung ujung tiang pancang
N : nilai N-SPT yang telah dikoreksi = 15 + (N-15)/2
Ap : luas penampang dasar tiang pancang (m 2)

Tabel 6. 23 Nilai N-SPT koreksi


Kedalaman Jenis tanah N Nterkoreksi
4 pasir 6 6
8 pasir 37 26
12 pasir 50 32,5
16 lempung 53 34
20 lempung 38 26,5
24 lempung 41 28
28 lempung 45 30
32 lempung 42 28,5
36 lempung 45 30
40 lempung 47 31

Direncanakan tiang pancang berada pada kedalaman 24 m.


Qujung = 40*N* Apondasi = 40 x 28 x (π/4 x 0,6²)

169
= 316,51 T
Qsi = qs * Asi
Keterangan :
Qsi : Tahanan friksi tiang pancang
qs : 0,2 N = untuk tanah pasir
0,5 N = untuk tanah lempung

Asi : luas selimut tiang pancang (m2)


Kedalaman tiang yang masuk kedalam lapisan pasir 12,5 m
Kedalaman tiang yang masuk kedalam lapisan lempung 11,5 m
Qsi = qs * Asi
= Qsi pada lapisan pasir + Qsi pada lapisan lempung
= (0,2*28*2*π*0,3*12,5) + (0,5*28*2*π*0,3*11,5)
= 819,9243 T
Pall = (Qu + Qsi)/3
= (316,51 + 819,9243)/3
= 378,8121 T
Didapatkan nilai daya dukung tiang berdasarkan kekuatan bahan,
Pall = 373,032 Ton, dan nilai daya dukung tiang berdasarkan data
N-SPT, Pall = 378,8121 T. Dengan demikian daya dukung tiang
diambil nilai terkecil, yaitu sebesar Pall =373,032 Ton

[Link] Menentukan jumlah tiang


𝑃𝑢 2531,887
n = 𝑃𝑎𝑙𝑙 = = 6,7873 ; digunakan 12 tiang pancang
373,032

Direncakan pemasangan 3 baris dengan masing-masing berisi


4 tiang.

[Link] Efisiensi daya dukung tiang grup (pile group)


Tabel 6. 63 Nilai effisiensi daya dukung tiang grrup
Spasi tiang (s) 3D 4D 5D 6D 8D
Effisiensi grup (E) 0,7 0,75 0,85 0,9 1

170
Konfigurasi tiang grup disusun dengan spasi 4D = 4*0,6 = 2,4 m, dengan
demikian effisiensi tiang grup diambil sebesar 0,75
Pgrup all = E * n* daya dukung tiang
= 0,75* 12 * 373,032
= 3357,288 T
Syarat Pgroup all > Pu
3357,288 T > 2531,887 T
[Link] Gaya maksimum pada tiang pancang tunggal
Konfigurasi tiang pancang
Dipakai jarak antar tiang 5D, sehingga
Jarak antar tiang untuk arah x = 4D = 4 * 60 = 240 cm
Jarak antar tiang untuk arah y = 4D = 4 * 60 = 240 cm

Gambar 6. 24 Denah tiang pancang pada abutment

171
Pu = 2531,8872 T
Mu = 1128,5758 Tm
x = 2,4

∑(X2) = 4(2,4) = 23,04


𝑃𝑢 𝑀𝑢.𝑋
P= ± Σ(𝑥 2 )
𝑛
2531,8872 1128 𝑥 2,4
P= ±
12 23,04

Pmaks = 328,5506 T
Pmin = 93,4306 T
Sehingga,
Pmax < Pall
328,5506 T < 373,0320 T .... (OK!)

Gambar 6.25 Diagram gaya kontak tiang pancang pilar 1

172
[Link] Kapasitas Gaya lateral tiang pancang
Metode perhitungan kapasistas gaya lateral tiang pancang
menggunakan metode Broom. Dimana kedalamaman tiang
pancang sedalam 24 m, cenderung berada pada lapisan pasir (12,5
m). Oleh karena itu perhitungan kapasitas gaya lateral akan
dihitung berdasarkan lapisan tanah non-kohesif.
·Menghitung I (momen inersia) dan E (Modulus elastisitas)

I = 64 𝑥0,62 = 0,0064 m4
𝜋

Mutu beton K – 400 : f‟c = 0,83 * K/10


= 0,83 * 400/10
= 33,2 Mpa

Ec = 4700√𝑓′𝑐
= 4700√33,2
= 2708113,73 T/m2

· Menghitung Z (section modulus), fb (allowable bending


stress), Mu (momen ultimate), dan Qu (ultimate load)

Z = I/(D/2) = 0,0064/(0,6/2) = 0,0212 m3


fb = 0,33 * f‟c

= 0,33 * 33,2 = 10,956 Mpa = 1095,6 T/ m2


Mu = Z*fb = 0,00628 * 1095,6 = 23,2212 Tm
𝐸𝐼 0,2 2708113,73 𝑥 0,0064 0,2
𝑇=( ) = ( ) = 1,4183
𝑛ℎ 30
L/T = 12,5/1,4183= 8,8131 > 4

perilaku tiang sebagai tiang panjang (long pile) Mu/D4 γ Kp =


23,2212 / 0,64*1,7270*3 = 34,5833

173
Gambar 6. 85 Hubungan antara Ultimate Resistance Moment dan
Ultimate Lateral Resistanc e

e/D = 0

Qu/ Kp D3γ = 30 ; didapat dari gambar 5.x untuk kepala tiang


terkekang (fix-head pile)
Sehingga,

Qu = 30 Kp D3γ = 30 *3 * 0,64 *1,7270 = 33,5729 T


Qall = Qu/3 = 33,5729/3 = 11,191 T/tiang
Qluar = 102,927/12 tiang = 8,5773 T/tiang
Qluar = 8,5773T/tiang < Qall = 11,191 T/tiang

Oleh karena beban luar horisontal (Qluar) lebih kecil


dari kapasitas ijin lateral tiang, maka tiang pancang mampu
menahan gaya lateral yang terjadi. Namun untuk keamanan
jembatan, tiang tiang dipancang miring pada baris 1 dan 3.

174
Gambar 6. 26 Tiang pancang miring pilar 1

6.7 Perancangan Wing Wall


Diketahui :
γ = 1,63
φ = 300
C=0
H = 6,85 m

· Koefisien tekanan tanah aktif :


Ka = tan2 ( 450 – φ/2 )

Ka = tan2 ( 450 – 30/2 )


= 0,333

Menurut pasal 1.4 PPJJR SKBI, muatan lalu lintas diperhitungkan sebagai beban
merata senilai dengan tekanan tanah setinggi h = 60 cm.
q = γ * h = 1,63 * 0,6

= 0,978 T/m2

175
Gaya tekanan tanah aktif
Pa1 = Ka * q * H * B
= 0,333 * 0,978 * 7 * 10
= 22,7972 T
Pa2 = ½ * Ka * * H2 * B

= ½ *0,333* 1,63 * 72 * 10
= 132,9836 T
Pa3 =½* * H2 * B = ½ * * 22 * 10 = 10 T

Momen yang terjadi


MPa1 = 22,797*3,5
=79,7895 ton.m
Mpa2 = 132,984*2,33
= 309,853 ton.m
Mpa3 = 10*0,67
= 67 ton.m
Mtotal = 79,7895 + 309,853 + 67
= 456,7125 ton.m

Penulangan Wing Wall: Tebal Plat 250 mm


d = 250-50-12-1/2*16
= 180 mm
Mu 456,7125
=
bd² 1x0,18²
= 14096,0648 t/m²
= 140,96 N/mm²
ρ*
=Didapat ρ = 0,000423
0,8 * 1,4 1,4
𝜌 min = = = 0,0035
fy * fy 400
b1x0,85xf c 600 ′
(1-
𝜌 max = 0,75 𝑥 ( x600+fy)
fy
0.58 0,8217x0,85x33,2 600
= 0,75 𝑥 ( x600+400 = 0,0261
8* fy

ρ*
fy 176
f′c

)
Syarat ρmin < ρ < ρmaks
Maka digunakan ρmin= 0,0035
As =ρ*b*d
= 0,0035 * 1000 * 180

= 630 mm2

Digunakan tulangan D16-250 (As= 804,248 mm2)


Checking:
ρ = As terpasang/ (b*d)
= 804,248/ (1000*180)
= 0,0045 < ρmaks
Tulangan Pembagi
As = 20% * Asperlu
= 20% * 630
= 126 mm2
Digunakan tulangan D12-500 (As= 226,195 mm2)

Gambar 6. 27 Penulangan wing wall

177
6.3. Komponen Struktur Bangunan Pelengkap
6.3.1. Dinding Penahan Tanah

Gambar 6.85. Tekanan Tanah pada Dinding Penahan Tanah


Data :

ᵞ = 1,7 𝑡𝑜𝑛/𝑚3
Ꝋ = 320
𝐶=0
2
Ꝋ = 3 𝑥 320 = 21,330
Nc = 44,0
Nq = 28,5
Nr = 28,0

𝐾𝑎 = tan2 (45 − ) = 0,307
2
1
𝐾𝑝 = = 3,354
𝐾𝑎

Tekanan Tanah Aktif


𝑃𝑎1 = (𝑞 𝑥 𝐾𝑎) 𝑥 𝐻
= (10 𝑥 0,307) 𝑥 6
= 10,42 𝑡𝑜𝑛

178
1
𝑃𝑎2 = 𝑥 𝐻 2 𝑥 𝛾 𝑥 𝐾𝑎
2
1
= 𝑥 62 𝑥 1,7 𝑥 0,307 = 9,3942 𝑡𝑜𝑛
2

𝑃𝑎 = 𝑃𝑎1 + 𝑃𝑎2
= 18,42 + 9,3942 𝑡
= 27,8124 𝑡𝑜𝑛
𝑃𝑎ℎ = 𝑃𝑐 𝑥 cos 𝜃𝑤
= 27,8124 𝑥 cos 21,33
= 25,909 𝑡𝑜𝑛
𝑃𝑎𝑣 = 𝑃𝑎 𝑥 sin 𝜃𝑤
= 27,8124 𝑥 sin 21,33
= 10,1171 𝑡𝑜𝑛
Tekanan Tanah Pasif
𝛾 𝑥 ℎ2 𝑥 𝐾𝑝
𝑃𝑝 = 𝑥 cos 𝛽
2
1,7 𝑥 1 𝑥 3,254
= 𝑥 cos 0
2

= 2,7659 𝑡𝑜𝑛
Cek Stabilitas Guling
𝑞 𝑢𝑙𝑡 = (𝑐 𝑥 𝑁𝑐) + (𝛾 𝑥 𝐷 (𝑁𝑞 − 1)) + (0,5 𝑥 𝐵 𝑥 𝛾 𝑥 𝑁𝑦)
= (0 𝑥 44) + (1,7 𝑥 1,2 (28,5 − 1)) + (0,5 𝑥 𝐵 𝑥 1,7 𝑥28)
= 39,6 + 23,8 𝐵

Letak CO Q ult Pf ult

0,01 B 49,12 19,648


0,15 B 53,88 32,328
0,20 B 58,64 46,912
0,30 B 68,16 81,792

179
a. Pada 0,10 B
Gaya pada retaining wall
Bidang 1 = (4 𝑥 1 𝑥 1,6) 𝑥 24 = 15,36 𝑡𝑜𝑛
Bidang 2 = (1 𝑥 5 𝑥 1,1) 𝑥 24 = 13,2 𝑡𝑜𝑛
1
Bidang 3 = ( 2 𝑥 1 𝑥 5 𝑥 1,93) 𝑥 24 = 11,58 𝑡𝑜𝑛

Total = 15,36 + 13,2 + 11,58 = 40,14 𝑡𝑜𝑛

Gaya lengan ke CO Guling (t) Tahan (t)


Pah 2,4 62.1816
Pav 5,6 56.6556
Pfult 0,2 3.9296
gaya pada RW 62.1816 40.14
100.7252

100,7254
FS =
62,18,16
= 1,6199 ≥ 1,5 (𝑂𝐾)

b. Pada 0,15 B
Gaya pada retaining wall
Bidang 1 = (4 𝑥 1 𝑥 1,4) 𝑥 24 = 13,44 𝑡𝑜𝑛
Bidang 2 = (1 𝑥 5 𝑥 0,9) 𝑥 24 = 10,8 𝑡𝑜𝑛
1
Bidang 3 = ( 2 𝑥 1 𝑥 5 𝑥 1,73) 𝑥 24 = 10,4 𝑡𝑜𝑛

Total = 13,44 + 10,8 + 10,4 = 34,64 𝑡𝑜𝑛

Gaya lengan ke CO Guling (t) Tahan (t)


Pah 2,4 62.1816
Pav 5,4 54.632
Pfult 0,3 9,698
gaya pada RW 62.1816 34,64
98,907

98,907
FS =
62,18,16
= 1,5916 ≥ 1,5 (𝑂𝐾)
180
c. Pada 0,20 B
Gaya pada retaining wall
Bidang 1 = (4 𝑥 1 𝑥 1,2) 𝑥 24 = 11,52 𝑡𝑜𝑛
Bidang 2 = (1 𝑥 5 𝑥 0,7) 𝑥 24 = 10,8 𝑡𝑜𝑛
1
Bidang 3 = ( 2 𝑥 1 𝑥 5 𝑥 1,73) 𝑥 24 = 10,4 𝑡𝑜𝑛

Total = 13,44 + 10,8 + 10,4 = 34,64 𝑡𝑜𝑛

Gaya lengan ke CO Guling (t) Tahan (t)


Pah 2,4 62.1816
Pav 5,4 52.608
Pfult 0,3 18,764
gaya pada RW 62.1816 29,12
100,493

100,493
FS =
62,18,16
= 1,616 ≥ 1,5 (𝑂𝐾)

d. Pada 0,30 B
Gaya pada retaining wall
Bidang 1 = (4 𝑥 1 𝑥 0,8) 𝑥 24 = 7,68 𝑡𝑜𝑛
Bidang 2 = (1 𝑥 5 𝑥 0,3) 𝑥 24 = 3,6 𝑡𝑜𝑛
1
Bidang 3 = ( 2 𝑥 1 𝑥 5 𝑥 1,13) 𝑥 24 = 6,8 𝑡𝑜𝑛

Total = 7,68 + 3,6 + 6,8 = 18,08 𝑡𝑜𝑛

Gaya lengan ke CO Guling (t) Tahan (t)


Pah 2,4 62.1816
Pav 5,4 48,562
Pfult 0,3 49,075
gaya pada RW 62.1816 10,08
115,717

115,717
FS =
62,18,16
= 1,861 ≥ 1,5 (𝑂𝐾)
181
Dipakai CO = 0,15 B = 0,6 m
𝛴𝑀 = 0
(𝑃𝑝 𝑥 𝑋) + (𝛴𝑀𝑝) − (𝛴𝑀𝑅 – 𝛴𝑀𝑓𝑢𝑙𝑡) = 0
(32,328 𝑋) + 62,1816 – (98,970 – 9,6984) = 0
𝑥 = 0,8379

𝐵
𝑒 = 𝑥 −
2
4 𝐵
= 0,383 − >
2 6

= −1,1,6 > 0,667


𝑒 = 0
Cek Daya Dukung Tanah
𝐵’ = 𝐵 – 2𝑒
= 4𝑚

𝑞 𝑢𝑙𝑡 = (𝐶 𝑥 𝑛𝑐 ) + ( 𝛾 𝑥 𝐷 (𝑛𝑞 − 1)) + (0,5 𝑥 𝐵 𝑥 𝛾 𝑥 𝑛𝛾 )

= (0 𝑥 44) + (1,7 𝑥 1,2 (28,5 − 1)) + (0,5 𝑥 4 𝑥 1,7 𝑥 28)


= 151,3
151,3
𝑞𝑎 =
𝐹𝑆
= 100,8667
𝑃𝑓
𝑞′ =
𝐵′
32,328
= 4

= 8,082
𝑞 ′ < 𝑞𝑎 (𝑂𝐾)

Cek Terhadap Bahaya Geser


Gaya dorong 𝑃𝑎 = 27,8124 𝑡𝑜𝑛
Gaya Lawan 𝐹 = 𝑉 𝑥 𝑓
= 98,97 𝑥 𝑡𝑎𝑛 32
= 61,843 𝑡𝑜𝑛

182
𝐹
𝑆𝐹 =
𝑃𝑎
61,843
= 27,914

= 2,223 > 1,5 (𝑂𝐾)

6.3.2. Perencanaan Tebal Perkerasan Oprit


a. Mencari ITP (Indeks Tebal Perkerasan)
Tanah dasar, urugan pilihan CBR 12,81 %

Gambar 6.86 Kolerasi DDT dan CB, ITP


DDT = 6,3
LER = 4926,386 kend/hari/2 arah
Dari Nomogram diatas didapat nilai IPT = 10
Susunan perkerasan jalan baru rencana adalah sebagai
berikut:
· Lapis pondasi kelas A = 20 cm
· Lapis pondasi kelas B = 25 cm

183
ITP = a1 * D1 + a2 * D2 + a3 * D3
10,6 = 0,4 * D1 + 0,14 * 20 + 0,12 * 25
D1 = 12, 00 cm (Laston)

Gambar 6.82 Potongan Lapisan Perkerasan Oprit

184
6.3.3. Perletakan Elastomer
Beban
Mati = 101,48 ton
Hidup = 8,62 ton
Total = 110,1 TON
Dipakai beton K-225  𝜎𝑏 = 75 𝑘𝑔/𝑐𝑚2

Luas yang diperlukan


𝑅𝑣 110,1 𝑡𝑜𝑛
F=𝜎 = = 1468 𝑐𝑚2
𝑏 75 𝑘𝑔/𝑐𝑚2

a = √𝐹 = √1468 = 38,31448 𝑐𝑚2

 Perhitungan Elastomer
Beban = 110,1 ton
Ambil Elastomer TBRA sebanyak 3 buah 3 x 40 > 110,1 ton

 Beban Horizontal
1. Gaya Rem dan Traksi
𝐻𝑅𝑇 = 5% 𝑥 8,63 𝑡𝑜𝑛 = 0,431 𝑡𝑜𝑛
2. Beban Gempa
𝐻𝐺 = 𝐸 𝑥 101,48 𝑡𝑜𝑛 = 14,2072 𝑡𝑜𝑛
Beban Horizontal total sebesar H = 14,6382 ton
TBRA A = 3 x 5,6 ton > 14,6382 ton

Tabel 6.22. Jenis-Jenis Elastomer


Pembebanan Maksimal
Jenis Ukuran (mm) Gerakan Dasar
Vertikal Horisontal

A 20;20;1,5  40t 5,6t 12 mm


0,1
B 20;30;1,5  72t 8,4t 12 mm
0,1

185
6.3.4. Plat Injak

Dimensi plat injak


Tebal = 25 cm
Lebar =9m
Panjang =3m
a. Pembebanan
1. Beban Mati
Berat Sendiri : 0,25 𝑚 𝑥 2,2 𝑡/𝑚3 𝑥 1 𝑚 = 0,6 𝑡/𝑚
Berat Aspal : 0,12 𝑚 𝑥 2,2 𝑡/𝑚3 𝑥 1 𝑚 = 0,264 𝑡/𝑚
2. Beban Hdup
3
Beban merata : (3+2𝑥0,88) 𝑥2,1067 = 1,635 𝑡/𝑚

Beban garis : 12 t/lajur + 3,5 m = 3,4285 t/m

b. Perhitungan momen
1
𝑀𝐷𝐿 = 𝑥 (0,6 + 0,288)𝑥 32 = 2,77 𝑡𝑚
8
1
𝑀𝐿𝐿 = ( 𝑥 5,0635 𝑥 32 ) = 5,6964 𝑡𝑚
8
𝑀𝑣 = 1,2 𝑀𝐷𝐿 + 1,6 𝑀𝐿𝐿 = 12,4442 𝑡𝑚
𝑀𝑢 12,4442
𝑀𝑛 = = = 15555350 𝑁𝑚𝑚
∅ 0,8

186
c. Penulangan
t = 250 mm
1
d = 250 − 20 − (2 𝑥19)

= 210,5 𝑚𝑚 = 211 𝑚𝑚
𝑓 ′ 𝑐 = 24,9 𝑀𝑝𝑎
𝑓𝑦 = 339 𝑀𝑃𝑎 → 𝑈 − 39 (𝑃𝐵𝐼 1971)

1
𝑀𝑛 = 0,85 𝑥 𝑓 ′ 𝑐 𝑥 𝑎 𝑥𝑏 𝑥 (𝑑 − 𝑎)
2
1
155552300 = 0,85 𝑥 24,9 𝑥 𝑎 𝑥 1000 𝑥 (211 − 𝑎)
2
155552500 = 4465815𝑎 − 10582,5 𝑎2
𝑎 = 38,309
𝑎 = 39
𝐶𝑐 = 𝑇𝑠 = 𝐴𝑠 𝑥 𝑓𝑦
0,85 𝑥 𝑓 ′ 𝑐 𝑥 𝑎 𝑥 𝑏 = 𝐴𝑠 𝑥 339
0,55 𝑥 24,9 𝑥 39 𝑥 1000
𝐴𝑠 = = 2434,9115 𝑚𝑚2
339
𝐴𝑠 min = 0,25% 𝑥 𝑏 𝑥 𝑑
= 0,25% 𝑥 1000 𝑥 211
= 527,5 𝑚𝑚2
Dipakai tulanagann D19 (As = 283,529 𝑚𝑚2 )
283,539 𝑥 1000
𝑆 = = 116,443 𝑚𝑚
2434,9115
Pakai tulangan D19-100
Tulangan bagi D19 (As = 283,529 𝑚𝑚2)
𝐴𝑠 𝑏𝑎𝑔𝑖 = 0,25% 𝑥 2434,9115 = 608,7279 𝑚𝑚2
283,539 𝑥 1000
𝑆 = = 465,772 𝑚𝑚
608,7279
Pakai Tulangan D19-200

187

Anda mungkin juga menyukai