0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan58 halaman

Risiko BPH di RS PKU Muhammadiyah Sruweng

Skripsi ini membahas faktor-faktor risiko yang mempengaruhi tingkat kejadian benign prostatic hyperplasia (BPH) di RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan sampel 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap BPH adalah usia, riwayat keluarga, frekuensi seksual, merokok dan diabetes mellitus.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan58 halaman

Risiko BPH di RS PKU Muhammadiyah Sruweng

Skripsi ini membahas faktor-faktor risiko yang mempengaruhi tingkat kejadian benign prostatic hyperplasia (BPH) di RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan sampel 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap BPH adalah usia, riwayat keluarga, frekuensi seksual, merokok dan diabetes mellitus.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI TINGKAT

KEJADIAN BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA (BPH)


DI RS PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Derajat Sarjana


Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah
Gombong

Disusun Oleh :
Bisri Samsuri
A21601426

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
GOMBONG
2018
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong
Program Studi S1 keperawatan
Skripsi, Februari 2018
Bisri Samsuri1) Podo Yuwono 2) Irmawan Andri 3)

Faktor-Faktor Risiko yang Mempengaruhi Tingkat


Kejadian Benign Prostate Hyperplasia (BPH)
di RS PKU Muhammadiyah Sruweng

XIV+62 halaman+7 lampiran


ABSTRAK
Latar belakang: Beban penyakit BPH terus mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun. Sejak tahun 1990 hingga 2013 tercatat peningkatan angka kejadian BPH
sebesar 33,4 % di dunia (Global Burden of Disease, 2013). Prevalensi penderita BPH
di RS PKU Muhammadiyah Sruweng menunjukkan bahwa selama bulan Januari
hingga Agustus 2017 baik dari rawat inap maupun rawat jalan total pasien BPH
sebanyak 157 pasien.
Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang mempengaruhi tingkat
kejadian BPH
Metode penelitian: penelitian ini menggunakan rancangan descriptive analytic.
Sampel sebanyak 36 responden Sampel diambil dengan tehnik accidental sampling.
Analisa data menggunakan chi square untuk mengetahui pengaruh antar variabel dan
regresi linear berganda untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan.
Hasil penelitian: Faktor risiko yang berpengaruh terhadap BPH antara lain: Usia
(p=0,003), riwayat keluarga (p=0,002), frekuensi seksual (p=0,04), merokok
(p=0,019) dan Diabetes Mellitus (p=0,039). Faktor risiko yang tidak berpengaruh
antara lain: obesitas (p=0,33), olahraga (p=0,05), pola makan (p=0,084), dan
konsumsi alcohol (p=0,516). Faktor risiko paling dominan adalah usia
Kesimpulan: faktor risiko tingkat kejadian BPH meliputi: usia, riwayat keluarga,
frekuensi seksual, merokok dan riwayat DM
Rekomendasi: Pendidikan kesehatan yang terpadu sangat penting di masyarakat dan
Rumah Sakit baik pada penderita BPH ringan maupun yang tidak menderita BPH
sebagai upaya pencegahan BPH.

Kata Kunci: Benigna Prostat Hyperplasy, Fakor Risiko BPH

-------------------------------------------------------------------------
1. Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong
2. Dosen STIKes Muhammadiyah Gombong
3. Dosen STIKes Muhammadiyah Gombong

Daftar Pustaka: 47(2002-2018)

iii
Muhammadiyah Gombong Health Science Institute
S1 Nursing Study Program
Paper, February 2018
Bisri Samsuri1) Podo Yuwono 2) Irmawan Andri 3)

Risk Factors Affecting Degree of Benign Prostatic Hyperplasia Occurrence at


PKU Muhammadiyah Sruweng Hospital

XIV+62 pages+7 appendices

ABSTRACT

Background: BPH disease burden continues to increase from year to year. From
1990 to 2013 there was an increase in the incidence of BPH by 33.4% in the world
(Global Burden of Disease, 2013). The prevalence of BPH in PKU Muhammadiyah
Sruweng Hospital shows that during January to August 2017 both inpatient and
outpatient total of 157 patients of BPH.
Objective: the research to find out what risk factors affect the incidence of BPH
Research method: This research use descriptive analytic design. Sample of 36
respondents Sample taken with accidental sampling technique. Analysis of data using
chi square to determine the effect between variables and multiple linear regression to
determine the most dominant risk factors.
Research Finding: Age (p = 0,003), family history (p = 0,002), sexual frequency (p
= 0,04), smoking (p = 0,019) and Diabetes Mellitus (p = 0,039 ). Risk factors that did
not influence were obesity (p = 0,33), exercise (p = 0,05), diet (p = 0,084), and
alcohol consumption (p = 0,516). The most dominant risk factor is age
Conclusion: risk factors of BPH occurrence are age, family history, sexual
frequency, smoking and history of DM
Recommendation: Integrated health education is very important in the community
and Hospital both in patients with mild BPH and who do not suffer BPH as an effort
to prevent BPH

Key Word: Benigna Prostat Hyperplasy, Risk Factor of BPH

-------------------------------------------------------------------------
1. STIKes Muhammadiyah Gombong Students
2. Lecturer STIKes Muhammadiyah Gombong
3. Lecturer STIKes Muhammadiyah Gombong

References: 47(2002-2018)

iv
MOTTO

Men sitik asal berkah


Ojo rumongso biso tapi biso rumongso

v
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Tingkat Kejadian Benign Prostate
Hyperplasia (BPH) di RS PKU Muhammadiyah Sruweng”. Adapun tujuan dari
penulisan skripsi adalah untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh derajat
Sarjana keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah
Gombong.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa terselesaikannya penyusunan
skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Rasa
terimakasih penulis ucapkan kepada pembimbing skripsi yaitu bapak Podo Yuwono,
[Link] selaku pembimbing I yang telah membimbing dengan penuh kesabaran dan
keikhlasan, serta tak lupa terima kasih sebanyak-banyaknya kepada bapak Irmawan
Andri Nugroho, [Link] selaku pembimbing II yang tak henti-hentinya memberikan
petunjuk dan masukan yang berharga demi selesainya skripsi ini. Ucapan terima
kasih juga penulis ucapkan kepada :
1. H. Hasyim Asy`ari (alm) dan Hj. Siti Fatimah yang telah memberikan doa restu
sehingga bisa menyelesaikan skripsi ini
2. Isteriku tercinta Elina Haryanti, [Link] dan anak-anakku tersayang Muh.
Hasbi Ash Shidiqi Ramadhani, Bahir Bathlatun Zhafar yang telah memberikan
dukungan dan semangat hidup
3. Hj. Herniyatun, [Link], [Link], [Link] selaku Ketua STIKes Muhammadiyah
Gombong
4. Isma Yuniar, [Link] selaku ketua program studi S1 Keperawatan
5. Seluruh staf pengajar dan staf karyawan STIKes Muhammadiyah Gombong
6. Direksi dan seluruh staf karyawan RS PKU Muhammadiyah Sruweng yang telah
memberikan ijin belajar dan melakukan penelitian dan rela memberikan bantuan
kepada penulis selama melakukan penelitian
7. Teman-teman seperjuangan angkatan 2016 reguler B13 yang banyak
memberikan motivasi dan bantuan

vi
8. Berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu
9. Akhirnya semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu
keperawatan.
Akhirnya semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu
keperawatan.

Gombong, Oktober 2017

Penulis

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................................. iii
ABSTRAK ............................................................................................................ iv
ABSTRACT .......................................................................................................... v
MOTTO ................................................................................................................ vi
KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ................................................................................................. x
DAFTAR SKEMA ................................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xiii
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................ 5
C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5
D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6
E. Keaslian Penelitian ...................................................................................... 6
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 9
A. Konsep Dasar Benigna Prostat Hiperplasia ............................................ 9
B. Faktor-Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadinya Benign Prosta
Hyperplasia ............................................................................................. 16
C. Kerangka Teori ....................................................................................... 19
D. Kerangka Konsep.................................................................................... 20
E. Hipotesis 21
BAB III. METODE PENELITIAN....................................................................... 24
A. Jenis Dan Rancangan Penelitian ............................................................. 24
B. Populasi Dan Sampel .............................................................................. 24
C. Variabel Penelitian .................................................................................. 27
D. Definisi Operasional ............................................................................... 28
E. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 29
F. Instrumen Penelitian ................................................................................ 30
G. Teknik Analisa Data ............................................................................... 31
H. Etika Penelitian ....................................................................................... 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 34
A. Hasil Penelitian ....................................................................................... 34
B. Pembahasan 48
BAB V KESIMPULAN ........................................................................................ 60
A. Kesimpulan 60

viii
B. Saran 61
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 62
LAMPIRAN

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Definisi Operasional ............................................................................ 28


Tabel 3.2. Kisi – Kisi Lembar Observasi .............................................................. 30
Tabel 3.3. Kisi – Kisi Lembar Wawancara ........................................................... 30
Tabel 3.4. Kisi – Kisi Kuesioner International Prostate Symptom Score (IPSS) . 31
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi responden menurut pendidikan........................... 34
Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi responden menurut pekerjaan ............................. 34
Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan usia ................................ 35
Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan riwayat keluarga ............ 35
Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan obesitas .......................... 36
Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan olahraga ......................... 36
Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan frekuensi seksual ........... 37
Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan pola makan .................... 37
Tabel 4.9. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan merokok ........................ 38
Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan konsumsi alkohol ........ 38
Tabel 4.11. Distribusi Frekuensi responden berdasarkan diabetes melitus........... 39
Tabel 4.12. Distribusi Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH ..................... 39
Tabel 4.13. Distribusi Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan usia....... 40
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan riwayat
keluarga ................................................................................................................. 41
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan obesitas. 41
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan olahraga 42
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan frekuensi
seksual ................................................................................................................... 43
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan pola makan
............................................................................................................................... 44
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan merokok 44
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan konsumsi
alkohol ................................................................................................................... 45

x
Tabel [Link] Responden Menurut Tingkat Kejadian BPH dan diabetes
melitus ................................................................................................................... 46
Tabel [Link] regresi linear faktor risiko BPH ............................................ 47

xi
DAFTAR SKEMA

Skema 2.1. Kerangka Teori ................................................................................... 19


Skema 2.2. Kerangka Konsep ............................................................................... 20
Skema 3.1. Rancangan Penelitian ......................................................................... 24

xii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Permohonan Menjadi Responden


Lampiran 2: Pemberian Persetujuan (Informed Consent) Menjadi Responden
Lampiran 3: Lembar Hasil Pemeriksaan Responden
Lampiran 4: Lembar Wawancara
Lampiran 5: Kuesioner International Prostate Symptom Score (IPSS)
Lampiran 6: Data responden
Lampiran 7: Hasil pengolahan data

xiii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Benign Prostate Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu
penyakit tidak menular yang masih menjadi persoalan serius bagi pria. Benign
Prostate Hyperplasia (BPH) atau dikenal dengan pembesaran prostat jinak
menurut Kapoor (2012) merupakan suatu keadaan terjadinya proliferasi sel
stroma prostat yang akan menyebabkan pembesaran dari kelenjar prostat.
Pada pembesaran prostat jinak terjadi hiperplasia kelenjar perineutral yang
akan mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer (Sjamsuhidajat, 2017).
Mediator utama dalam pertumbuhan kelenjar prostat yaitu dehidrotestosteron
(DHT) yang merupakan metabolit testosteron yang dibentuk di dalam sel
prostat. Walaupun jarang menyebabkan kematian tetapi dapat menurunkan
kualitas hidup penderita secara signifikan.
Beban penyakit BPH terus mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun. Di dunia, diperkirakan 59 pria dari 100.000 penduduk menderita BPH.
Sejak tahun 1990 hingga 2013 tercatat peningkatan angka kejadian BPH
sebesar 33,4 % (Global Burden of Disease, 2013). Sementara itu, Office of
Health Economic Inggris telah mengeluarkan proyeksi prevalensi BPH bergejala
di Inggris dan Wales beberapa tahun ke depan. Pasien BPH bergejala yang
berjumlah sekitar 80.000 pada tahun 1991, diperkirakan akan meningkat menjadi
satu setengah kalinya pada tahun 2031 (Suryawisesa, et. al, 1998 dalam
Santoso,2015).
Berdasarkan (Global Burden of Disease (2013) Asia merupakan
benua terbanyak yang penduduknya menderita BPH. Jepang disebut sebagai
negara yang menyumbang angka kejadian BPH tertinggi se-Asia bahkan
dunia sebesar 110,029 dari 100.000 penduduk. Setelah Jepang, negara dengan
populasi BPH di urutan ke dua dan ke tiga menempati wilayah negara di Asia
tenggara yaitu Brunei Darussalam sebanyak 101,28 orang tiap 100.000

1
2

penduduk dan Singapura 96,73 orang dari 100.000 penduduk (Global


Burden of Disease, 2013).
Di Indonesia, BPH menjadi urutan kedua setelah penyakit batu
saluran kemih, dan secara umum, diperkirakan hampir 50% pria di Indonesia
yang berusia di atas 50 tahun ditemukan menderita BPH. Oleh karena itu, jika
dilihat, dari 200 juta lebih rakyat indonesia, maka dapat diperkirakan jika 100
juta pria yang berusia 60 tahun ke atas berjumlah 5 juta orang, maka dapat
dinyatakan kira-kira 2,5 juta pria Indonesia menderita penyakit ini. (Purnomo,
2011). Apabila dilihat berdasarkan peringkat 10 besar penyakit tidak menular
penyebab rawat inap di seluruh rumah sakit di Indonesia pada tahun 2009 dan
tahun 2010, maka BPH merupakan bagian dari gangguan perkemihan yang
menyumbang sebesar 2,49% (Kemenkes. 2012).
Jumlah penderita BPH secara pasti belum bisa dinyatakan tetapi
secara prevalensi di beberapa RS sudah terdokumentasi berdasarkan
penelusuran dari beberapa penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh Badan
Penelitian FKUI (2015) meneyebutkan bahwa pada tahun 2014 penyakit BPH
berada di urutan ke-8 di unit rawat jalan RS Cipto Mangunkusumo. Penelitian
Wiyono (2014), menemukan pasien dengan penyakit BPH di Rumah Sakit
Umum Pusat Sanglah, Denpasar, selama tahun 2013 sebanyak 103 pasien
dengan BPH yang menjalani operasi, dari total 1161 pasien urologi yang
menjalani operasi. Selain itu, pada penelitian yang dilakukan di RSU
Soedono, Madiun sepanjang bulan Nopember 2011 tercatat sebanyak 114
pasien BPH yang dilaksanakan TURP (Santoso, 2015).
Angka kejadian BPH di Jawa Tengah, secara umum tidak
terlaporkan secara akurat. Laporan mengenai penyakit ini secara keseluruhan
hanya pada tahun 2003 berdasarkan data profil kesehatan Jawa Tengah
(2003) dimana penderita BPH tertinggi ada di Kabupaten Grobogan yaitu
sebesar 4.794 kasus (66,33 %), sedangkan kasus tertinggi kedua adalah kota
Surakarta sebanyak 488 kasus (6,75 %). Rata-rata kasus gangguan prostat di
Jawa Tengah adalah 206,48 kasus (Prayitno,2014). Selain itu, penelitian di
beberapa rumah sakit di Jawa Tengah menunjukkan tingginya prevalensi
3

gangguan BPH seperti di RSUD Ambarawa pada periode januari 2014


sampai Februari 2015 di ruang rawat inap mencapai 152 kasus (Wiguna,
2015), rumah sakit Pandanarang Boyolali pada tahun 2012 sebanyak 90 kasus
dan awal tahun 2012 sampai april 2013 tecatat 131 kasus (Perdana,2013) ,
dan penelitian di RSUD Kebumen dan RS PKU Muhammadiyah Gombong
menunjukan bahwa selama bulan januari sampai dengan desember tahun
2013 terdapat 141 pasien trans vesica prostatectomy (TVP) (Prayitno,2014).
Faktor-faktor risiko terjadinya BPH masih belum jelas. Beberapa
penelitian membagi 2 kategori besar faktor risiko yang terkait dengan BPH
antara lain faktor tidak dapat dimodifikasi (umur dan genetika) dan faktor
dapat dimodifikasi (hormon steroid seks, sindrom metabolik, obesitas,
diabetes, aktivitas fisik dan diet) (Patel, 2014). Selain itu perilaku seksual,
merokok dan minuman beralkohol diduga berisiko menyebabkan gangguan
kesehatan ini.
Prevalensi BPH yang bergejala pada pria berusia 40-49 tahun
mencapai hampir 15%. Angka ini meningkat dengan bertambahnya usia,
sehingga pada usia 50-59 tahun prevalensinya mencapai hampir 25%, dan pada
usia 60 yahun mencapai angka sekitar 43% (Suryawisesa, et. al, 1998 dalam
Santoso,2015). Menurut Cooperberg, et al (2013) Pertumbuhan kelenjar
prostat terjadi secara konstan selama dua puluh tahun pertama kehidupan lalu
berhenti antara usia 20-40 tahun dan mulai kembali pada usia 50 tahun
(Jiwanggana, 2016). Kejadian pembesaran prostat jinak meningkat sesuai usia
dan sering ditemukan pada laki-laki usia pertengahan sampai usia lanjut
(Patel, 2014). Prevalensi histologis BPH meningkat dari 20% pada laki-laki
berusia 41-50 tahun, 50% pada laki usia 51-60 tahun hingga lebih dari 90%
pada laki berusia diatas 80 tahun.
Selanjutnya penelitian yang mengarah pada risiko BPH berkaitan
erat dengan faktor predisposisi genetik atau perbedaan ras. Sekitar 50% laki-
laki berusia di bawah 60 tahun yang menjalani operasi BPH memiliki faktor
keturunan yang kemungkinan besar bersifat autosomal dominan, dimana
4

penderita yang memiliki orangtua menderita BPH memiliki resiko 4 kali lipat
lebih besar dibandingkan dengan yang normal. (Cooperberg, et al, 2013).
Faktor risiko karena gaya hidup berupa diet tinggi lemak dan
obesitas berpengaruh terhadap kejadian BPH. Sebuah penelitian pada
binatang percobaan menunjukkan makanan yang mengandung tinggi terbukti
meningkatkan distribusi dan aktivitas sel mast dan makrofag pada prostat (De
Nunzio, et al. 2011). Sementara itu, pada obesitas terutama obesitas sentral
berkaitan dengan sindroma metabolik. Sindroma metabolik merupakan suatu
kelompok kelainan metabolik meliputi obesitas, resistensi insulin, gangguan
toleransi glukosa, dislipidemia dan hipertensi (Sugondo, 2009). Pada obesitas
terjadi insulin resisten sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar
insulin yang diproduksi oleh pankreas, insulin menginduksi terjadinya
proliferasi jaringan prostat (Breyen and Sarma,2014).
Faktor risiko diduga sebagai penyebab terjadinya BPH adalah
aktifitas fisik berolahraga. Aktif berolahraga dapat menurunkan kadar
dehidrotestosteron sehingga dapat memperkecil resiko gangguan prostat,
selain itu berolahraga akan mengontrol berat badan agar otot lunak yang
melingkari prostat tetap stabil. Lain halnya dengan konsumsi alkohol, alkohol
dapat menghilangkan kandungan zink dan vitamin B6 yang penting untuk
prostat yang sehat. Zink sangat penting untuk kelenjar prostat. Prostat
menggunakan zink 10 kali lipat dibandingkan dengan organ yang lain. Zink
membantu mengurangi kandungan prolaktin di dalam darah. Prolaktin
meningkatkan penukaran hormon testosteron kepada DHT. (Setyawan, 2016)
Faktor Risiko lain yaitu merokok dan perilaku seksual.
Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh Djawa, et al (2014),
menemukan bahwa dari 40 responden yang diteliti, sebanyak 52,5 %
melakukan perilaku seksual tidak teratur menderita penyakit BPH, sedangkan
57,5% penderita BPH adalah perokok aktif. Kandungan zat rokok dapat
menimbulkan proliferasi sel prostat bahkan dapat mengakibatkan kanker.
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 3 September
2017 di RS PKU Muhammadiyah Sruweng, menunjukkan bahwa selama
5

bulan Januari hingga Agustus 2017 baik dari rawat inap maupun rawat jalan
total pasien BPH sebanyak 157 pasien. Penderita di rumah sakit tersebut rata-
rata berusia 50 tahun ke atas. Berdasarkan wawancara yang dilakukan
terhadap 8 pasien BPH, 5 orang diantaranya mengetahui tentang BPH,
namun semua penderita mengatakan tidak mengetahui penyebab pasti
timbulnya penyakit tersebut dan mereka mengaku takut jika komplikasi yang
ditimbulkan akan membahayakan dirinya.
Berdasarkan uraian di atas mengenai faktor-faktor risiko terjadinya
BPH yang kemungkinan dapat dicegah sedini mungkin, maka penulis tertarik
untuk mengambil judul “Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Tingkat
Kejadian Benign Prostate Hyperplasia (BPH) di RS PKU Muhammadiyah
Sruweng”

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini
adalah “Apakah Faktor Risiko yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat
diubah dapat mempengaruhi tingkat kejadian Benign Prostate Hyperplasia
(BPH) di RS PKU Muhammadiyah Sruweng?”

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Tujuan Umum
Untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang mempengaruhi tingkat
kejadian Benign Prostate Hyperplasia (BPH)
2. Tujuan Khusus
a. Menganalisis usia sebagai faktor risiko tingkat kejadian BPH
b. Menganalisis riwayat keluarga sebagai faktor risiko tingkat kejadian
BPH
c. Menganalisis obesitas sebagai faktor risiko tingkat kejadian BPH
d. Menganalisis olahraga sebagai faktor risiko tingkat kejadian BPH
6

e. Menganalisis aktifitas seksual sebagai faktor risiko tingkat kejadian


BPH
f. Menganalisis pola makan sebagai faktor risiko tingkat kejadian BPH
g. Menganalisis merokok sebagai faktor risiko tingkat kejadian BPH
h. Menganalisis konsumsi alkohol sebagai faktor risiko tingkat kejadian
BPH
i. Menganalisis penyakit Diabetes Mellitus sebagai faktor risiko tingkat
kejadian BPH
j. Menganalisis faktor risiko paling dominan yang mempengaruhi tingkat
kejadian BPH

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Untuk institusi rumah sakit, dapat digunakan sebagai informasi
berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BPH
sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan perencanaan
dalam pengobatan dan pencegahan.
2. Untuk keperawatan profesional, sebagai bahan masukan bagi perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan BPH.
3. Untuk institusi pendidikan, sebagai bahan masukan pada program
penelitian dan pengembangan khususnya mengenai BPH.

E. Keaslian Penelitian
Sepengetahuan peneliti, penelitian dengan judul “Faktor-Faktor Risiko
Yang Mempengaruhi Tingkat Kejadian Benigna Prostate Hyperplasia (BPH)
Di RS PKU Muhammadiyah Sruweng belum pernah dilakukan. Namun ada
beberapa penelitian yang serupa dengan penelitian ini, yakni:
1. Suryawan (2015) dengan judul “Hubungan Usia Dan Kebiasaan Merokok
Terhadap Terjadinya BPH di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar
Lampung Tahun 2015”. Penelitian ini menggunakan metode
observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik
7

pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil


hasil penelitian menunjukan nilai p usia = 0,000, nilai p kebiasaan
merokok = 0,000 yang berarti ada hubungan usia dan kebiasaan merokok
terhadap terjadinya BPH. Persamaan dengan penelitian ini adalah sama-
sama membahas tentang faktor resiko BPH. sedangkan perbedaannya
adalah pada jumlah variabel yang diteliti, yang mencakup semua
komponen faktor risiko.
2. Setyawan (2016), dengan judul “Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian
Benign Prostate Hyperplasia (Studi Di RSUD Dr. Soedarso Pontianak)”.
penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan
kejadian Benign Prostate Hyperplasia di RSUD Dr. Soedarso Pontianak.
Penelitian ini menggunakan desain kasus konntrol. sampel penelitian
sebanyak 62 orang (31 kasus dan 31 kontrol) yang diambil dengan teknik
accidendal sampling. uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan
tingkat kepercayaan 95%. hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat
hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok (p value=0.025,
or=3.756, CI 95% =1.138-12.391), kebiasaan berolahraga (p value=0.039,
or=2.968, CI 95% =1.039-8.479. Penelitian kali ini sama-sama meneliti
tentang faktor risiko BPH dan kejadian BPH. Selain itu, persamaan
penelitian terletak pada desain penelitian yaitu case control. Hanya saja
penelitian Setyawan memfokuskan penelitian pada faktor risiko yang
dapat diubah, sementara penelitian ini berfokus pada seluruh aspek faktor
risiko yang mempengaruhi BPH.
3. Susanto (2011) dengan judul penelitian “Analisis Faktor yang
Mempengaruhi Terjadinya Syndroma TURP pada Pasien BPH yang
Dilakukan TURP di Kamar Operasi Emergency RSUD dr. Soedono
Madiun”. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk menganalisa faktor apa
saja yang mempengaruhi Syndroma TURP yang meliputi usia, besar
prostat, jenis cairan, dan lama operasi. Desain penelitian menggunakan
pendekatan case crontol retrospektif dan uji analisis dengan Kai
Kuadrat..
8

Hasil uji statistik variabel umur diperoleh p value = 0,045, untuk besar
prostat diperoleh p value = 0,003, cairan irigasi p value = 0,044, dan
variabel lama operasi p = 0,000. Persamaan penelitian Santoso (2011)
dengan penelitian ini adalah variabel penelitian merupakan multivariate
yaitu mencari faktor-faktor dari adanya suatu penyakit, sedangkan
perbedaannya terletak pada topik penelitian, di mana penilitian Susanto
(2011) mengangkat tema penelitian tentang syndrome TURP pada pasien
BPH.
DAFTAR PUSTAKA

Ajit,V & Poduri, R.2012. Lipids in the Pathogenesis of Benign Prostatic


Hyperplasia: Emerging Connections, Dyslipidemia From Prevention to
Treatment, Prof. Roya Kelishadi (Ed.), ISBN: 978-953-307-904-2,
InTech. 2012; h. 411-426.
Amalia, [Link]-Faktor Risiko Terjadinya Pembesaran Prostat Jinak.
Studi kasus di RS dr. Kariadi, RS Roemani dan RSI Sultan Agung
Semarang. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro
Arikunto,[Link] Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta:Rineka Cipta.
Aulia, Erisa. 2015. Hubungan Benigna Prostat Hiperplasia Dengan Diabetes
Mellitus Tipe-2 Di Rumah Sakit Umum [Link] Abidin Banda Aceh.
Banda Aceh : Universitas Syiah [Link].
Breyer, Benjamin And Sarma, Aruna [Link] And Insulin
Resistance And The Risk Of BPH/LUTS: An Update Of Recent
Literature. Us: Us National Library Of Medicine National Institutes Of
Health
Brunner & Suddarth.2012. Buku Ajar Keperawatan [Link] : Selemba
Medika.
Chandrasegaran,[Link] Nilai International Prostate
Symptom Score Pada Pasien Benign Prostate Hyperplasia Di Poliklinik
Urologi RSUP Haji Adam Malik Medan. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas
Kedokteran: Universitas Sumatera Utara Medan
Coorperg, Mathew R,et al.2013. Validation Of A Cell-Cycle Progression Gene
Panel To Improve Risk Stratification In A Contemporary Prostatectomy
Cohort. Journal Of Clinical Oncology Vol 31 No: 11 [Link]
Dahlan, [Link] Sampel Dan Cara Pengambilan Sampel Dalam
Penelitian Kedokteran Dan [Link]: Salemba Medika

62
63

De Nunzio, Cosimo, et al.2011. The Controversial Relationship Between Benign


Prostatic Hyperplasia And Prostate Cancer: The Role Of Inflammation
July 2011volume 60, Issue 1, Pages 106–117. Europan Urology
Djawa, Maria Noviat Ngadha, [Link] Alam Dan Yusran Haskas.2014. Faktor
Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertropi Prostat Di Rumah
Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan
Diagnosis Volume 5 Nomor 5 Tahun [Link] : 3021721 Diunduh
Pada Tanggal 12 September 2017
Frasiska,K.D.A,& Oka,A.A.G.2018. Usia dan obesitas berhubungan terhadap
terjadinya penyakit benign prostatic hyperplasia di RSUP Sanglah Bali
periode januari 2014 sampai desember 2014 . E-JURNAL MEDIKA,
VOL. 7 NO. 1, JANUARI, 2018 : 1 - 5 ISSN: 2303-1395
Gass, R. [Link] prostatic hyperplasia: the opposite effects of alcohol and
coffee intake. BJU International, 2002, 90(7), 649-
[Link]: 10.1046/j.1464-410X.2002.03001.
Global Burden Of Disease [Link] Prostate Hiperplasia.
([Link]). As Of 2013; Refreshed July 2016
Haryoko, MD. 2010. Korelasi usia dan merokok terhadap kejadian retensi urin
total pada pria penderita BPH di RSUD ulin banjarmasin.
Banjarmasin.
Haryono, Rudi.2013. Keperawatan Medikal Bedah: Sistem Perkemihan.
Yogyakarta: Andi Offset
Hwalu,S & Chen,C.S.2014. Natural History And Epidemiology Of Benign
Prostatic [Link]-Review. Formosan Journal of Surgery
(2014) 47, 207e210. [Link]
published by elesevier
Jiwanggana, Parada 2016 Perbedaan Derajat Keasaman Urin Pada Penderita
Pembesaran Prostat Jinak Dengan Bakteriuria Rendah Dan
Tinggi. Other Thesis, Universitas Sebelas Maret.
64

Kapoor, Anil.2012. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Management In The


Primary Care Setting. The Canadian Journal Of Urology. Canada:
Juravinski Cancer Centre.
Kemenkes.2012. Buletin Jendela Dan Informasi Kesehatan. Penyakit Tidak
Menular. ISSN 2088 – 270 X
Kementerian Kesehatan Republik [Link] Gizi Seimbang.
Lopes, G.C. 2013. The Histology of Prostate Tissue following Prostatic Artery
Embolization for the Treatment of Benign Prostatic
[Link] of San Paulo Medical School. Brazil.
2013;39:222-227
Lu, Shing Hwa,& Chen, Chih Shou.2014. Natural History And Epidemiology Of
Benign Prostatic Hyperplasia. Mini-Review. Formosan Journal of
Surgery (2014) 47, 207e210
Mochtar, C.A.,et al.2015. Pedoman Penatalaksanaan Klinis Pembesaran Prostat
Jinak (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH). Ikatan Ahli Urologi
Indonesia
Muttaqin, Arif. Dkk, 2012, Asuhan Keperawatan Sistem [Link]:
Salemba Medika
Notoatmodjo, Soekidjo. 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi.
Jakarta : Rineka Cipta.
Nurmariana. 2013. Gambaran Karakteristik Dan Tingkat Keparahan Obstruksi
Pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di RSU Dr. Soedarso
Pontianak Tahun 2013. Naskah Publikasi. Program Studi Pendidikan
Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Nursalam.2011. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
[Link]: Salemba Medika: Jakarta
Patel, Nishant D. And J. Kellogg Parsons. 2014. Epidemiology And Etiology Of
Benign Prostatic Hyperplasia And Bladder Outlet [Link] J
Urol. 2014 Apr-Jun; 30(2): 170–[Link]: 10.4103/0970-1591.126900.
Diakases Pada Tanggal 12 September 2017
65

Pawennari, Ishaq.2006. Hubungan Usia Perilaku Merokok Dengan Kejadian


Benigna Prostat [Link]. Surabaya: Universitas Airlangga
Perdana, Aji.2013. Asuhan Keperawatan Pada Tn. Y Dengan Gangguan Sistem
Perkemihan Post Prostatectomy Hari Ke-1 Di Ruang Cempaka Rumah
Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali. Karya Tulis
[Link]: UMS
Prayitno, Juni.2014. Pengaruh Kegel Exercise Terhadap Pencegahan
Inkontinensia Urin Pada Pasien Benigna Prostat Hiperplasy (Bph)
Pasca Operasi Trans Vesica Prostatectomy (Tvp). Skripsi
Purnomo, B. 2011. Dasar-Dasar Urologi, Edisi 3. Jakarta: Sagung Seto.
Rendy, Clevo M Dan Margareth (2012). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah
Penyakit [Link] Medika: Yogyakarta
Ruspanah, Andrew & Manuputty, James T.2017. Hubungan Usia, Obesitas Dan
Riwayat Penyakit Diabetes Mellitus Dengan Kejadian Benign Prostate
Hyperplasia (BPH) Derajat IV di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon
Periode 2012-2014. Molucca Medica Volume 10, Nomor 1, Oktober
2017 ISSN 1979-6358 (print) ISSN 2597-246X (online) Fakultas
Kedokteran Universitas Pattimura Ambon
Santoso, Dadi.2015. Efektivitas Kombinasi Bladder Training Dan Muscle Pelvic
Exercise Terhadap Fungsi Eliminasi Berkemih Pada Pasien Benigna
Prostate Hyperplasy Pasca Operasi Trans Vesica Prostatectomy. Tesis.
Yogyakarta: UMY
Sarma,V.A.,et al.2011. Diabetes Treatment And Progression Of Benign Prostatic
Hyperplasia In Community Dwelling Black And White [Link]
Urology 79(1): 102–108. doi: 10.1016/[Link].2011.08.065
Sastroamoro, Sudigdo Dan Sofyan, Ismael.2011. Dasar-Dasar Metodologi
Penelitian Klinis Edisi Keempat. Jakarta: Sagung Seto.
Setyawan, Bagus et al.2016. Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Benign
Prostate Hyperplasia (Studi Di RSUD Dr. Soedarso Pontianak)
Sjamsuhidajat, Dkk.2017. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi [Link]: EGC
66

Soegondo, S Dan Gustaviani, R. 2009. Sindrom Metabolik. Buku Ajar Ilmu


Penyakit Dalam, Edisi Keempat, Jakarta: Fkui
Sugiyono.2014. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV Alfabeta.
Suryawan, Boby. 2016. Hubungan Usia Dan Kebiasaan Merokok Terhadap
Terjadinya Bph Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun
2015. Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2, April 2016 : 102 – 107
Diakses Pada Tanggal 10 September 2017
Susanto, Agus.2011. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Syndroma
Turp Pada Pasien Bph Yang Dilakukan Turp Di Kamar Operasi
Emergency RSUD Dr. Soedono Madiun. Skripsi.S1 Keperawatan Stikes
Pemkab Jombang.
Wiguna, I Putu Pradana Andi et al. [Link] Nyeri Pada Tn. R Dengan
Post Op. Prostatektomi Pada Hari Ke 1 Dan 2 Di Ruang Melati RSUD
Ambarawa. Ungaran: Stikes Ngudi Waluyo
Wolin, K.Y.,et al.2015. Physical Activity and Benign Prostatic Hyperplasia-
Related Outcomes and Nocturia Med Sci Sports Exerc. 2015 Mar;
47(3): 581–[Link]: 10.1249/MSS.0000000000000444. Published by
Lippincot William & Wilkins
Xu, H, et al.2016. Smoking Habits And Benign Prostatic Hyperplasia A
Systematic Review And Meta-Analysis Of Observational Studies.
Medicine Journal 95(32): e4565. doi:
10.1097/MD.0000000000004565. Published by Wolter Kluwer Health
Lampiran 1

PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

KEPADA
Yth. Bapak/Saudara
RSU PKU Muhammadiyah Sruweng

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Bisri Samsuri
NIM : A2. 1601426
adalah mahasiswa program studi sarjana Keperawatan Sekolah TGI Ilmu
Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong, yang akan mengadakan
penelitian dengan judul ““Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Tingkat
Kejadian Benign Prostate Hyperplasia (BPH) Di RS PKU Muhammadiyah
Sruweng”.
Pada kesempatan ini saya mengajukan permohonan kepada
Bapak/Ibu/Saudara menjadi responden pada penelitian ini. Penelitian ini tidak
akan menimbulkan akibat yang merugikan bagi Bapak/Ibu/Saudara. Kerahasiaan
informasi akan dijaga sepenuhnya. Apabila Bapak/Ibu/Saudara berkenan menjadi
responden penelitian ini, saya mohon Bapak/Saudara untuk menandatangani
lembar persetujuan ini.
Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Saudara sebagai responden saya
ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Bisri Samsuri
Peneliti
Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT) MENJADI


RESPONDEN

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya :


Nama (Inisial) :
Umur :
Alamat :
sesungguhnya menyatakan setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian yang
dilakukan oleh mahasiswa program studi S1 Keperawatan STIKes
Muhammadiyah Gombong tentang “Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi
Tingkat Kejadian Benign Prostate Hyperplasia (BPH) Di RS PKU
Muhammadiyah Sruweng”, dengan beberapa syarat yang saya ajukan sebagai
berikut:
1. Saya akan bertanya segala sesuatu yang terkait dengan penelitian ini jika ada
hal-hal yang tidak saya ketahui selama penelitian,
2. Saya wajib menerima penjelasan mengenai tujuan dan cara pelaksanaan
penelitian dari peneliti,
3. Penelitian tidak menimbulkan dampak negatif bagi saya,
4. Data mengenai diri saya akan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti,
5. Semua berkas yang mencantumkan identitas saya hanya akan digunakan untuk
keperluan pengolahan data,
6. Sebagian atau seluruh biaya penelitian tidak ada yang dibebankan kepada
saya, tetapi ditanggung sepenuhnya oleh peneliti,
7. Sewaktu-waktu saya dapat menyatakan keberatan dan mengundurkan diri dari
partisipasi penelitian tanpa ikatan dan pengaruh apapun terhadap pelayanan
kesehatan di rumah sakit ini kepada saya.
Untuk itu saya akan mengikuti beberapa prosedur dalam penelitian ini dengan:
1. Bersedia menjadi responden dan bersedia diobservasi secara sukarela
2. Menjawab sebenarnya bila saya diwawancarai tanpa paksaan.
Hal-hal di luar pernyataan tersebut akan dibicarakan kemudian dan saya
tidak akan menuntut sepanjang masih berhubungan dengan keperluan ilmiah.
Demikian agar menjadi maklum, dan terima kasih

Sruweng, ......................... 2017


Peneliti, Responden,

(Bisri Samsuri) ( )
Lampiran 3

Lembar Hasil Pemeriksaan Responden


“Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Tingkat Kejadian Benign
Prostate Hyperplasia (BPH) Di RS PKU Muhammadiyah Sruweng”

No Responden:
Data Responden
1. Tanggal :
2. No. RM :
3. Usia :
4. Pendidikan :
5. Pekerjaan :
6. Alamat :
7. TGI Badan : ………m
8. Berat Badan : ………kg
9. BMI : ………kg/m2 (normal/obesitas*)
10. IPSS : BPH : IPSS Ringan/IPSS Sedang/IPSS Berat *)

*) coret yang tidak perlu


Lampiran 4

Lembar Wawancara
“Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Tingkat Kejadian Benign
Prostate Hyperplasia (BPH) Di RS PKU Muhammadiyah Sruweng”

No Responden:
Data Responden
1. Apakah ada anggota keluarga Bapak/Saudara yang menderita BPH?
a. Ya
b. Tidak

2. Berapakah frekuensi bapak/saudara olahraga dalam seminggu?


a. ≥ 3 x / mgg selama 30 menit
b. < 3 x / mgg selama 30 menit

3. Berapakah frekuensi Bapak/Ibu melakukan aktivitas seksual selama


seminggu?
a. > 3 x / mgg
b. ≤ 3 x / mgg

4. Apakah Bapak/Saudara merokok?


a. ya
b. Tidak

5. Jika merokok, berapa batang rokok yang Bapak/Saudara habiskan selama 1


hari?
a. ≥ 12 batang
b. < 12 batang

6. Berapakah frekuensi asupan makanan yang mengandung lemak dan serat


yang Bapak/Saudara konsumsi setiap hari?
a. Frekuensi TGI (sayur 4 porsi, lauk hewani 4 porsi)
b. Frekuensi RDH (sayur < 4 porsi, lauk hewani > 4 porsi )

7. Apakah Bapak/Saudara mengkonsumsi alkohol?


a. Ya
b. Tidak

8. Apakah Bapak/Saudara memiliki/pernah menderita Diabetes Mellitus?


a. Ya
b. Tidak
Lampiran 5

Kuesioner International Prostate Symptom Score (IPSS)

No Responden:
Dalam 1 bulan terakhir, seberapa seingkah Anda: Skor

kadang (sekitar

Hampir selalu
< 1 setiap 5 x
Tidak pernah

> setengah
< setengah
Kadang-

50%)
1 Merasa masih ada sisa setelah BAK? 0 1 2 3 4 5

2 Harus kembali berkemih dalam waktu kurang 0 1 2 3 4 5

dari 2 jam setelah selesai BAK?

3 BAK terputus-putus? 0 1 2 3 4 5

4 Sulit menunda BAK? 0 1 2 3 4 5

5 Pancaran urin lemah? 0 1 2 3 4 5

6 Harus mengejan untuk memulai BAK? 0 1 2 3 4 5

7 Harus bangun untuk BAK, sejak mulai tidur 0 1 2 3 4 5

pada malam hari hingga bangun di pagi hari?

Total Skor

Keterangan:
a. ringan: skor 0 – 7

b. sedang: skor 8 – 19

c. berat: skor 20 – 35
Lampiran 6 Data Responden

Riwayat frek pola


Usia obesitas olahraga
keluarga seksual makan
KODE
pendidik
No RESPO pekerjaan
an
NDEN

THN kode kode BB TB IMT kode kode kode kode

1 R1 SD BURUH 72 2 YA 2 YA 72 1,68 25,51020408 2 YA 1 <3 2 >3 1 TGI


2 R2 SD BURUH 70 2 YA 1 TDK 69 1,52 29,86495845 2 YA 2 >3 2 >3 2 RDH
3 R3 SMA TANI 46 1 TDK 2 YA 90 1,59 35,5998576 2 YA 1 <3 2 >3 2 RDH
4 R4 Sarjana PNS 47 1 TDK 1 TDK 70 1,64 26,0261749 2 YA 1 <3 2 >3 1 TGI
5 R5 SMA TANI 58 2 YA 1 TDK 57 1,6 22,265625 1 TDK 1 <3 2 >3 1 TGI
6 R6 Sarjana PNS 40 1 TDK 1 TDK 68 1,6 26,5625 2 YA 2 >3 2 >3 1 TGI
7 R7 SMA TANI 70 2 YA 2 YA 61 1,53 26,05835362 2 YA 2 >3 2 >3 1 TGI
8 R8 SMA DAGANG 52 2 YA 1 TDK 66 1,53 28,19428425 2 YA 2 >3 1 <3 1 TGI
9 R9 SMA BURUH 68 2 YA 2 YA 81 1,78 25,56495392 2 YA 1 <3 2 >3 2 RDH
10 R10 SMA TANI 48 1 TDK 1 TDK 51 1,67 18,28677973 1 TDK 1 <3 1 <3 1 TGI
11 R11 SMA PNS 64 2 YA 2 YA 42 1,5 18,66666667 1 TDK 2 >3 1 <3 1 TGI
12 R12 SMA TANI 45 1 TDK 1 TDK 48 1,56 19,72386588 1 TDK 2 >3 1 <3 2 RDH
13 R13 SMA TANI 58 2 YA 2 YA 56 1,68 19,84126984 1 TDK 1 <3 2 >3 2 RDH
14 R14 SMA TANI 55 2 YA 1 TDK 52 1,54 21,92612582 1 TDK 2 >3 1 <3 2 RDH
15 R15 SD TANI 74 2 YA 2 YA 77 1,64 28,62879239 2 YA 2 >3 1 <3 2 RDH
KARYAWA
16 R16 Sarjana N 47 1 TDK 1 TDK 51 1,49 22,9719382 1 TDK 1 <3 1 <3 2 RDH
17 R17 Sarjana BURUH 53 2 YA 2 YA 65 1,55 27,05515088 2 YA 2 >3 1 <3 1 TGI
18 R18 SMA BURUH 49 1 TDK 2 YA 53 1,57 21,50188649 1 TDK 1 <3 1 <3 2 RDH
19 R19 SMA TANI 67 2 YA 2 YA 90 1,75 29,3877551 2 YA 2 >3 2 >3 2 RDH
20 R20 Sarjana PNS 78 2 YA 1 TDK 60 1,5 26,66666667 2 YA 2 >3 1 <3 2 RDH
21 R21 Sarjana PNS 59 2 YA 2 YA 55 1,74 18,16620425 1 TDK 2 >3 2 >3 2 RDH

22 R22 SMA TANI 74 2 YA 1 TDK 72 1,52 31,1634349 2 YA 1 <3 1 <3 2 RDH

23 R23 SMA TANI 74 2 YA 2 YA 75 1,65 27,54820937 2 YA 2 >3 1 <3 1 TGI


24 R24 SD TANI 42 1 TDK 1 TDK 55 1,57 22,31327843 1 TDK 1 <3 1 <3 2 RDH
25 R25 SMA TANI 75 2 YA 2 YA 72 1,56 29,58579882 2 YA 2 >3 2 >3 2 RDH
26 R26 SD TANI 88 2 YA 2 YA 65 1,57 26,37023814 2 YA 1 <3 2 >3 2 RDH
27 R27 SD TANI 83 2 YA 1 TDK 47 1,51 20,613131 1 TDK 2 >3 1 <3 2 RDH
28 R28 SD BURUH 41 1 TDK 1 TDK 65 1,74 21,46915048 1 TDK 1 <3 1 <3 1 TGI
29 R29 SMA TANI 41 1 TDK 2 YA 70 1,56 28,76397107 2 YA 2 >3 1 <3 1 TGI
30 R30 SD DAGANG 65 2 YA 2 YA 81 1,59 32,03987184 2 YA 2 >3 1 <3 2 RDH
31 R31 SMA DAGANG 45 1 TDK 1 TDK 78 1,6 30,46875 2 YA 1 <3 1 <3 2 RDH
32 R32 SD BURUH 72 2 YA 2 YA 68 1,62 25,91068435 2 YA 2 >3 1 <3 2 RDH
33 R33 SMA TANI 57 2 YA 2 YA 67 1,52 28,99930748 2 YA 2 >3 2 >3 2 RDH
34 R34 SMA DAGANG 45 1 TDK 2 YA 60 1,51 26,31463532 2 YA 1 <3 1 <3 1 TGI
35 R35 SMA TANI 72 2 YA 2 YA 60 1,75 19,59183673 1 TDK 2 >3 2 >3 2 RDH
36 R36 SD TANI 46 1 TDK 2 YA 62 1,69 21,7079 1 TDK 1 <3 1 >3 2 RDH
merokok alkohol DM IPSS
No KODE RESPONDEN

JUMLAH kode kode kode skor kode Ket

1 R1 12 2 >12 1 TDK 1 TDK 32 3 BERAT


2 R2 16 2 >12 1 TDK 2 YA 32 3 BERAT
3 R3 14 2 >12 2 YA 2 YA 30 3 BERAT
4 R4 16 2 >12 1 TDK 1 TDK 3 1 RINGAN
5 R5 7 1 <12 2 YA 2 YA 9 2 SEDANG
6 R6 6 1 <12 1 TDK 1 TDK 2 1 RINGAN
7 R7 5 1 <12 1 TDK 1 TDK 18 2 SEDANG
8 R8 8 1 <12 1 TDK 1 TDK 2 1 RINGAN
9 R9 5 1 <12 1 TDK 2 YA 28 3 BERAT
10 R10 8 1 <12 1 TDK 1 TDK 7 1 RINGAN
11 R11 3 1 <12 1 TDK 1 TDK 16 2 SEDANG
12 R12 4 1 <12 1 TDK 1 TDK 6 1 RINGAN
13 R13 12 2 >12 2 YA 2 YA 18 2 SEDANG
14 R14 1 1 <12 1 TDK 2 YA 12 2 SEDANG
15 R15 6 1 <12 1 TDK 2 YA 17 2 SEDANG
16 R16 7 1 <12 1 TDK 1 TDK 18 2 SEDANG
17 R17 24 2 >12 2 YA 2 YA 32 3 BERAT
18 R18 2 1 <12 1 TDK 2 YA 12 2 SEDANG
19 R19 20 2 >12 1 TDK 1 TDK 24 3 BERAT
20 R20 2 1 <12 1 TDK 1 TDK 4 1 RINGAN
21 R21 12 2 >12 2 YA 2 YA 26 3 BERAT

22 R22 10 1 <12 2 YA 2 YA 10 2 SEDANG

23 R23 6 1 <12 2 YA 2 YA 24 3 BERAT


24 R24 12 2 >12 2 YA 2 YA 4 1 RINGAN
25 R25 15 2 >12 1 TDK 1 TDK 28 3 BERAT
26 R26 8 1 <12 1 TDK 1 TDK 14 2 SEDANG
27 R27 5 1 <12 1 TDK 2 YA 28 3 BERAT
28 R28 4 1 <12 2 YA 2 YA 7 1 RINGAN
29 R29 2 2 >12 2 YA 2 YA 16 2 SEDANG
30 R30 14 2 >12 2 YA 2 YA 32 3 BERAT
31 R31 2 1 <12 1 TDK 1 TDK 18 2 SEDANG
32 R32 2 1 <12 1 TDK 1 TDK 12 2 SEDANG
33 R33 17 2 >12 2 YA 2 YA 28 3 BERAT
34 R34 3 1 <12 1 TDK 1 TDK 4 1 RINGAN
35 R35 9 1 <12 1 TDK 2 YA 26 3 BERAT
36 R36 15 2 >12 2 YA 2 YA 9 2 SEDANG
Lampiran 7. Hasil analisis data dengan SPSS

Crosstabs

Case Processing Summary


Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N

Usia * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36


Riwayat Keluarga * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36
Obesitas * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36
Frekuensi Olahraga * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36
frekuensi seksual * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36
pola makan TGI serat * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36
merokok * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36
konsumsi alkohol * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36
Diabetes Mellitus * Kejadian BPH 36 100,0% 0 0,0% 36

Case Processing Summary


Cases

Total

Percent

Usia * Kejadian BPH 100,0%


Riwayat Keluarga * Kejadian BPH 100,0%
Obesitas * Kejadian BPH 100,0%
Frekuensi Olahraga * Kejadian BPH 100,0%
frekuensi seksual * Kejadian BPH 100,0%
pola makan TGI serat * Kejadian BPH 100,0%
merokok * Kejadian BPH 100,0%
konsumsi alkohol * Kejadian BPH 100,0%
Diabetes Mellitus * Kejadian BPH 100,0%
Usia * Kejadian BPH

Crosstab
Kejadian BPH Total
RINGAN SEDANG BERAT

Count 7 5 1 13
<50 TAHUN
% within Usia 53,8% 38,5% 7,7% 100,0%
Usia
Count 2 9 12 23
> 50 TAHUN
% within Usia 8,7% 39,1% 52,2% 100,0%
Count 9 14 13 36
Total
% within Usia 25,0% 38,9% 36,1% 100,0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 11,324a 2 ,003
Likelihood Ratio 12,257 2 ,002
Linear-by-Linear Association 10,834 1 ,001
N of Valid Cases 36

a. 1 cell (13,3%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,25.
Riwayat Keluarga * Kejadian BPH
Crosstab
Kejadian BPH

RINGAN SEDANG BERAT

Count 8 5 2
TIDAK ADA RIWAYAT
% within Riwayat Keluarga 53,3% 33,3% 13,3%
Riwayat Keluarga
Count 1 9 11
ADA RIWAYAT
% within Riwayat Keluarga 4,8% 42,9% 52,4%
Count 9 14 13
Total
% within Riwayat Keluarga 25,0% 38,9% 36,1%

Total
Crosstab
Count 15
TIDAK ADA RIWAYAT
% within Riwayat Keluarga 100,0%
Riwayat Keluarga
Count 21
ADA RIWAYAT
% within Riwayat Keluarga 100,0%
Count 36
Total
% within Riwayat Keluarga 100,0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 12,156a 2 ,002
Likelihood Ratio 13,211 2 ,001
Linear-by-Linear Association 10,907 1 ,001
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (16,7%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,75.
Obesitas * Kejadian BPH

Crosstab
Kejadian BPH Total
RINGAN SEDANG BERAT

Count 4 7 3 14
TDK OBESITAS
% within Obesitas 28,6% 50,0% 21,4% 100,0%
Obesitas
Count 5 7 10 22
OBESITAS
% within Obesitas 22,7% 31,8% 45,5% 100,0%
Count 9 14 13 36
Total
% within Obesitas 25,0% 38,9% 36,1% 100,0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)

Pearson Chi-Square 2,212a 2 ,331


Likelihood Ratio 2,295 2 ,317
Linear-by-Linear Association 1,239 1 ,266
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (16,7%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,50.
Frekuensi Olahraga * Kejadian BPH

Crosstab

Kejadian BPH Total


RINGAN SEDANG BERAT

Count 5 8 3 16
FREK
% within Frekuensi 31,3% 50,0% 18,8% 100,0%
OLAHRAGA>3X
Frekuensi Olahraga
Olahraga Count 4 6 10 20
FREK < 3X % within Frekuensi 20,0% 30,0% 50,0% 100,0%
Olahraga
Count 9 14 13 36
Total % within Frekuensi 25,0% 38,9% 36,1% 100,0%
Olahraga

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 3,768a 2 ,152
Likelihood Ratio 3,929 2 ,140
Linear-by-Linear Association 2,607 1 ,106
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (16,7%) have expected count less than 5. The minimum


expected count is 4,00.
frekuensi seksual * Kejadian BPH
Crosstab
Kejadian BPH

RINGAN SEDANG BERAT

Count 7 10 4
FREK < 3X
% within frekuensi seksual 33,3% 47,6% 19,0%
frekuensi seksual
Count 2 4 9
FREK >3X
% within frekuensi seksual 13,3% 26,7% 60,0%
Count 9 14 13
Total
% within frekuensi seksual 25,0% 38,9% 36,1%

Crosstab

Total

Count 21
FREK < 3X
% within frekuensi seksual 100,0%
frekuensi seksual
Count 15
FREK >3X
% within frekuensi seksual 100,0%
Count 36
Total
% within frekuensi seksual 100,0%

Chi-Square Tests

Value Df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 6,451a 2 ,040
Likelihood Ratio 6,567 2 ,037
Linear-by-Linear Association 5,278 1 ,022
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (16,7%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,75.
pola makan TGI serat * Kejadian BPH

Crosstab
Kejadian BPH

RINGAN SEDANG

Count 6 4
FREK TGI
% within pola makan TGI serat 46,2% 30,8%
pola makan TGI serat
Count 3 10
FREK RDH
% within pola makan TGI serat 13,0% 43,5%
Count 9 14
Total
% within pola makan TGI serat 25,0% 38,9%

Crosstab

Kejadian Total
BPH
BERAT

Count 3 13
FREK TGI
% within pola makan TGI serat 23,1% 100,0%
pola makan TGI serat
Count 10 23
FREK RDH
% within pola makan TGI serat 43,5% 100,0%
Count 13 36
Total
% within pola makan TGI serat 36,1% 100,0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 4,944a 2 ,084
Likelihood Ratio 4,838 2 ,089
Linear-by-Linear Association 3,862 1 ,049
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (13,3%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,25.
merokok * Kejadian BPH

Crosstab
Kejadian BPH Total
RINGAN SEDANG BERAT

Count 7 11 4 22
< 12 BTG
% within merokok 31,8% 50,0% 18,2% 100,0%
Merokok
Count 2 3 9 14
> 12 BTG
% within merokok 14,3% 21,4% 64,3% 100,0%
Count 9 14 13 36
Total
% within merokok 25,0% 38,9% 36,1% 100,0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 7,884a 2 ,019
Likelihood Ratio 7,983 2 ,018
Linear-by-Linear Association 5,626 1 ,018
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (16,7%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,50.
konsumsi alkohol * Kejadian BPH

Crosstab
Kejadian BPH

RINGAN SEDANG

Count 7 9
TDK KONSUMSI ALKOHOL
% within konsumsi alkohol 30,4% 39,1%
konsumsi alkohol
Count 2 5
KONSUMSI ALKOHOL
% within konsumsi alkohol 15,4% 38,5%
Count 9 14
Total
% within konsumsi alkohol 25,0% 38,9%

Crosstab

Kejadian Total
BPH
BERAT

Count 7 23
TDK KONSUMSI ALKOHOL
% within konsumsi alkohol 30,4% 100,0%
konsumsi alkohol
Count 6 13
KONSUMSI ALKOHOL
% within konsumsi alkohol 46,2% 100,0%
Count 13 36
Total
% within konsumsi alkohol 36,1% 100,0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 1,322a 2 ,516
Likelihood Ratio 1,363 2 ,506
Linear-by-Linear Association 1,277 1 ,259
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (13,3%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,25.
Diabetes Mellitus * Kejadian BPH

Crosstab
Kejadian BPH

RINGAN SEDANG BERAT

Count 7 6 3
TDK RIWAYAT DM
% within Diabetes Mellitus 43,8% 37,5% 18,8%
Diabetes Mellitus
Count 2 8 10
ADA RIWAYAT DM
% within Diabetes Mellitus 10,0% 40,0% 50,0%
Count 9 14 13
Total
% within Diabetes Mellitus 25,0% 38,9% 36,1%

Crosstab

Total

Count 16
TDK RIWAYAT DM
% within Diabetes Mellitus 100,0%
Diabetes Mellitus
Count 20
ADA RIWAYAT DM
% within Diabetes Mellitus 100,0%
Count 36
Total
% within Diabetes Mellitus 100,0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2-


sided)
Pearson Chi-Square 6,468a 2 ,039
Likelihood Ratio 6,760 2 ,034
Linear-by-Linear Association 6,098 1 ,014
N of Valid Cases 36

a. 1 cells (16,7%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 4,00.
Regression

Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N

Kejadian BPH 2,11 ,785 36


Usia 1,64 ,487 36
Riwayat Keluarga 1,58 ,500 36
frekuensi seksual 1,42 ,500 36
Merokok 1,39 ,494 36
Diabetes Mellitus 1,56 ,504 36

Correlations

Kejadian BPH Usia Riwayat frekuensi


Keluarga seksual
Kejadian BPH 1,000 ,556 ,558 ,388
Usia ,556 1,000 ,303 ,283
Riwayat Keluarga ,558 ,303 1,000 ,257
Pearson Correlation
frekuensi seksual ,388 ,283 ,257 1,000
merokok ,401 ,007 ,327 ,366
Diabetes Mellitus ,417 ,142 ,151 -,038
Kejadian BPH . ,000 ,000 ,010
Usia ,000 . ,036 ,047
Riwayat Keluarga ,000 ,036 . ,065
Sig. (1-tailed)
frekuensi seksual ,010 ,047 ,065 .
merokok ,008 ,485 ,026 ,014
Diabetes Mellitus ,006 ,204 ,189 ,413
Kejadian BPH 36 36 36 36
Usia 36 36 36 36
Riwayat Keluarga 36 36 36 36
N
frekuensi seksual 36 36 36 36
merokok 36 36 36 36
Diabetes Mellitus 36 36 36 36
Correlations
merokok Diabetes Mellitus

Kejadian BPH ,401 ,417


Usia ,007 ,142
Riwayat Keluarga ,327 ,151
Pearson Correlation
frekuensi seksual ,366 -,038

Merokok 1,000 ,255


Diabetes Mellitus ,255 1,000
Kejadian BPH ,008 ,006
Usia ,485 ,204
Riwayat Keluarga ,026 ,189
Sig. (1-tailed)
frekuensi seksual ,014 ,413
Merokok . ,067
Diabetes Mellitus ,067 .
Kejadian BPH 36 36
Usia 36 36
Riwayat Keluarga 36 36
N
frekuensi seksual 36 36

Merokok 36 36

Diabetes Mellitus 36 36

Variables Entered/Removeda

Model Variables Variables Method


Entered Removed
Diabetes . Enter
Mellitus,
frekuensi
1 seksual,
Riwayat
Keluarga, Usia,
merokokb

a. Dependent Variable: Kejadian BPH


b. All requested variables entered.
Model Summary

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the


Square Estimate
1 ,791a ,626 ,564 ,518

a. Predictors: (Constant), Diabetes Mellitus, frekuensi seksual, Riwayat


Keluarga, Usia, merokok

ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Regression 13,493 5 2,699 10,042 ,000b

1 Residual 8,062 30 ,269


Total 21,556 35

a. Dependent Variable: Kejadian BPH


b. Predictors: (Constant), Diabetes Mellitus, frekuensi seksual, Riwayat Keluarga, Usia, merokok

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients
B Std. Error Beta

(Constant) -1,041 ,459 -2,267 ,031


Usia ,613 ,200 ,381 3,061 ,005
Riwayat Keluarga ,480 ,196 ,306 2,446 ,021
1
frekuensi seksual ,234 ,202 ,149 1,158 ,256

merokok ,274 ,210 ,173 1,308 ,201

Diabetes Mellitus ,434 ,186 ,279 2,337 ,026


Coefficientsa

Model 95,0% Confidence Interval for B

Lower Bound Upper Bound

(Constant) -1,979 -,103


Usia ,204 1,022
Riwayat Keluarga ,079 ,881
1
frekuensi seksual -,179 ,647

merokok -,154 ,702

Diabetes Mellitus ,055 ,813

a. Dependent Variable: Kejadian BPH

Anda mungkin juga menyukai