Penyakit Jantung Reumatik pada Anak
Penyakit Jantung Reumatik pada Anak
BAB I
PENDAHULUAN
perekonomian lebih baik dan upaya pencegahan penyakit lebih sempurna. Dari data 8
rumah sakit di Indonesia tahun 1983-1985 menunjukan kasus RHD rata-rata 3,44 ℅ dari
seluruh jumlah penderita yang [Link] Nasional mortalitas akibat RHD cukup
tinggi dan ini merupakan penyebab kematian utama penyakit jantung sebelum usia 40
tahun.
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui lebih dalam hal-hal yang berhubungan dengan penyakit pada
anak-anak maupun dewasa yaitu Reumatik Heart Disease
BAB II
LAPORAN PENDAHULUAN
PENYAKIT RHD
1. PENGERTIAN
Penyakit jantung reumatik merupakan proses imun sistemik sebagai reaksi terhadap
infeksi streptokokus hemolitikus di faring (Brunner & Suddarth, 2001).
Penyakit jantung rematik adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan pada
katup jantung akibat serangan karditis rematik akut yang berulang kali (Arif Mansjoer,
2002).
Penyakit jantung rematik (RHD) adalah suatu proses peradangan yang mengenai
jaringan-jaringan penyokong tubuh, terutama persendian, jantung dan pembuluh darah
oleh organisme streptococcus hemolitic-β grup A (Sunoto Pratanu, 2000).
Penyakit jantung rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya rheumatic heart disease
(RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa
berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral sebagai akibat adanya gejala
sisa dari demam rematik.
2. ETIOLOGI
Adanya antigen limfosit manusia ( HLA ) yang tinggi. HLA terhadap demam
rematik menunjkan hubungan dengan aloantigen sel B spesifik dikenal dengan antibodi
monoklonal dengan status reumatikus.
Demam reumatik sering didapatkan pada anak wanita dibandingkan dengan anak
laki-laki. Tetapi data yang lebih besar menunjukkan tidak ada perbedaan jenis kelamin,
meskipun manifestasi tertentu mungkin lebih sering ditemukan pada satu jenis kelamin.
4. Umur
reumatik / penyakit jantung reumatik. Penyakit ini paling sering mengenai anak umur
antara 5-15 tahun dengan puncak sekitar umur 8 tahun. Tidak biasa ditemukan pada
anak antara umur 3-5 tahun dan sangat jarang sebelum anak berumur 3 tahun atau
setelah 20 tahun. Distribusi umur ini dikatakan sesuai dengan insidens infeksi
streptococcus pada anak usia sekolah. Tetapi Markowitz menemukan bahwa penderita
infeksi streptococcus adalah mereka yang berumur 2-6 tahun.
Keadaan gizi serta adanya penyakit-penyakit lain belum dapat ditentukan apakah
merupakan faktor predisposisi untuk timbulnya demam reumatik.
Dari penelitian ditemukan adanya kesamaan antara polisakarida bagian dinding sel
streptokokus beta hemolitikus group A dengan glikoprotein dalam katub mungkin ini
Faktor-faktor lingkungan :
sudah maju, jelas menurun sebelum era antibiotik termasuk dalam keadaan sosial
ekonomi yang buruk sanitasi lingkungan yang buruk, rumah-rumah dengan penghuni
padat, rendahnya pendidikan sehingga pengertian untuk segera mengobati anak yang
menderita sakit sangat kurang; pendapatan yang rendah sehingga biaya untuk perawatan
kesehatan kurang dan lain-lain. Semua hal ini merupakan faktor-faktor yang
memudahkan timbulnya demam reumatik.
tropis pun mempunyai insidens yang tinggi, lebih tinggi dari yang diduga semula.
Didaerah yang letaknya agak tinggi agaknya insidens demam reumatik lebih tinggi
daripada didataran rendah.
3. Cuaca
[Link]
terjadinya demam reumatik yangpasti belum diketahui. Pada umumnya para ahli
sependapat bahwa demam remautik termasuk dalam penyakit autoimun.
Perjalanan klinis penyakit demam reumatik / penyakit jantung reumatik dapat dibagi
dalam 4 stadium.
Stadium I
Berupa infeksi saluran nafas atas oleh kuman Beta Streptococcus Hemolyticus Grup
A.
Keluhan :
1. Demam
2. Batuk
3. Rasa sakit waktu menelan
4. Muntah
5. Peradangan pada tonsil yang disertai eksudat.
Stadium II
Stadium ini disebut juga periode laten, ialah masa antara infeksi streptococcus
dengan permulaan gejala demam reumatik, biasanya periode ini berlangsung 1 – 3
minggu, kecuali korea yang dapat timbul 6 minggu atau bahkan berbulan-bulan
kemudian.
Stadium III
Yang dimaksud dengan stadium III ini ialah fase akut demam reumatik, saat ini
timbulnya berbagai manifestasi klinis demam reumatik /penyakit jantung reumatik.
Manifestasi klinis tersebut dapat digolongkan dalam gejala peradangan umum dan
menifesrasi spesifik demam reumatik /penyakit jantung reumatik.
Gejala peradangan umum :
Disebut juga stadium inaktif. Pada stadium ini penderita demam reumatik tanpa
kelainan jantung / penderita penyakit jantung reumatik tanpa gejala sisa katup tidak
menunjukkan gejala apa-apa.
Pada penderita penyakit jantung reumatik dengan gejala sisa kelainan katup jantung,
gejala yang timbul sesuai dengan jenis serta beratnya kelainan. Pasa fase ini baik
penderita demam reumatik maupun penyakit jantung reumatik sewaktu-waktu dapat
5. PATHWAY
Ekspansin paru
Sumber : [Link]
[Link]
6. KOMPLIKASI
Komplikasi yang sering terjadi pada Penyakit Jantung Reumatik (PJR) diantaranya
adalah gagal jantung, pankarditis (infeksi dan peradangan di seluruh bagian jantung),
pneumonitis reumatik (infeksi paru), emboli atau sumbatan pada paru, kelainan katup
jantung, dan infark (kematian sel jantung).
Pada umumnya payah jantung pada anak diobati secara klasik yaitu dengan digitalis
dan obat-obat diuretika. Tujuan pengobatan ialah menghilangkan gejala (simptomatik)
dan yang paling penting mengobati penyakit primer.
1. Pericarditis
Peradangan pada pericard visceralis dan parietalis yang bervariasi dari reaksi radang
yang ringan sampai tertimbunnnya cairan dalam cavum pericard
7. PENATALAKSANAAN
1. Tirah baring dan mobilisasi (kembali keaktivitas normal) secara bertahap
2. Pemberantasan terhadap kuman streptokokkus dengan pemberian antibiotic
penisilin atau eritromisin. Untuk profilaksis atau pencegahan dapat diberikan
antibiotic penisilin benzatin atau sulfadiazine
3. Antiinflamasi (antiperadangan). Antiperadangan seperti salisilat dapat dipakai
[Link] DIAGNOSTIK/PENUNJANG
Pemeriksaan darah
b) Lekositosis
10
Pemeriksaan bakteriologi
Radiologi
Pemeriksaan Echokardiogram
Pemeriksaan Elektrokardiogram
A. Pengkajian
Data fokus:
Peningkatan suhu tubuh tidak terlalu tinggi kurang dari 39 derajat celcius namun tidak
terpola
Adanya riwayat infeksi saluran nafas.
Tekanan darah menurun, denyut nadi meningkat, dada berdebar-debar..
Nyeri abdomen, Mual, anoreksia dan penurunan hemoglobin
Arthralgia, gangguan fungsi sendi
Kelemahan otot
11
Akral dingin
Mungkin adanya sesak.
Manifestasi khusus:
carditis:
a) takikardia terutama saat tidur ( sleeping pulse )
b) kardiomegali
c) suara bising katup ( suara sistolik )
d) perubahan suara jantung
e) perubahan ECG (PR memanjang)
f) Precordial pain
B. Diagnosis Keperawatan
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan adanya gangguan pada penutupan pada
katup mitral ( stenosis katup ).
2. Perfusi jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan metabolisme
terutama perifer akibat vasokonstriksi pembuluh darah.
12
episode dispnea,angina. Ikut serta dalam aktivitas yang mengurangi beban kerja jantung.
Intervensi dan rasional:
Intervensi Rasional
jantung
Kaji perubahan warna kulit Pucat menunjukkan adanya penurunan
terhadap sianosis dan pucat. perfusi perifer terhadap tidak
adekuatnya curah jantung. Sianosis
terjadi sebagai akibat adanya obstruksi
aliran darah pada ventrikel.
13
14
mengeluh nyeri, tidak ada nyeri tekan dan klien tidak membatasi [Link]
tampak rileks
Intervensi dan rasional:
Intervensi Rasional
Kaji keluhan nyeri. Perhatikan Memberikan informasi sebagai
intensitas ( skala 1-10 ) dasar dan pengawasan intervensi
15
Intervensi Rasional
16
BAB III
KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN
Klien R (50 thn) datang kerumah sakit dengan keluhan sesak, lemas, mual muntah, dan
tidak nafsu makan. Dari hasil pemeriksaan TD: 110/80 mmHg, HR: 115 x/menit, RR:
o
28 x/menit, S: 38,8 C. EKG segmen PR Elevasi, kketika di palpasi terjadi kardiomegali,
dan terdengar pericardial friction rub.
I. PENGKAJIAN
1. Identitas
a) Nama Pasien : Ny . R
Tempat Tanggal Lahir : Purwakarta , 1 Januari 1966
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Tanggal Masuk RS : 25 Oktober 2014
No . RM : 0011223344
Ruang Penyakit Dalam : Penyakit Dalam
17
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawan
Alamat : Ci teko , Purwakarta
a) Nutrisi
Klien mengatakan sebelum sakit klien makan 3 x sehari dengan
nasi, sayur mayur yang di masak setengah matang, kadang-
kadang dengan lauk. Klien tidak berpantang. Selama sakit klien
mengatakan nafsu makan berkurang.
18
19
RR : 28x/menit,
0
S : 38,8 C
d. Mata : anemis (-), sianosis (-). Sklera : putih Konjunctiva : merah
Atas 5 5
Bawah 5 5
7. Spiritual
20
sangat yakin.
h. Persepsi thd penyebab penyakit: tidak tahu
8. Analisa Data
No Data Etiologi Problem
1 DS : Klien mengatakan Merangsang medulla Pola Nafas
mengalami sesak
oblongata Tidak Efektif
DO : RR : 28x/menit
Klien terlihat lemas
Kompensasi saraf simpatis
Jantung
21
tonsil )
Tubuh mengeluarkan
antibody berlebihan tidak
dapat membedakan antibody
RHD
Persendian
Polyarthritis / arthralgia
Hipertermia
22
Mual , anoreksia
23
III. INTERVENSI
NO DX KRITERIA INTERVENSI IMPLEMENTASI
HASIL
dalam batas
dapat diterima,
akral hangat,
suara nafas
24
bersih, oksimetri
dalam rentang
normal..
25
26
IV. EVALUASI
DX1
DX 2
S : Klien mengatakan demam sudah turun
O : S : 37
A : masalah teratasi
P : Intervensi di hentikan
DX 3
27
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu proses peradangan yang
mengenai jaringan-jaringan penyokong tubuh, terutama persendian, jantung dan
pembuluh darah oleh organisme streptococcus hemolitic-b grup A.
Demam reumatik adalah suatu sindroma penyakit radang yang biasanya
timbul setelah suatu infeksi tenggorok oleh steptokokus beta hemolitikus golongan A,
mempunyai kecenderungan untuk kambuh dan dapat menyebabkan gejala sisa pada
28
allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau
golongan cephalosporin. Sedangkan antiradang yang biasanya diberikan adalah
Cortisone and Aspirin.
4.2 SARAN
Seseorang yag terinfeksi kuman streptococcus hemoliticus dan mengalami
demam reumatik, harus diberikan terapi yang maksimal dengan antibiotika, hal ini untuk
menghindari kemungkinanserangan kedua kalinya bahkan menyebabkan penyakit
jantung reumatik
29
DAFTAR PUSTAKA
2014 [Link]
keperawatan_9041.[Link] akses 2014 .
2011 [Link]
[Link] .Tanggal akses 30 oktober 2014 .
2012 [Link] .
Tanggal akses 30 oktober 2014 . jam
30