Laporan Kasus Tuberkulosis Paru 2019
Laporan Kasus Tuberkulosis Paru 2019
KEDOKTERAN KELUARGA
PUSKESMAS TAMALANREA
“TUBERKULOSIS PARU”
Disusun Oleh
C 111 08 211J
Kategori I
Pembimbing
Drg. A. Erny
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul...........................................................................................................i
Halaman Pengesahan...............................................................................................ii
Daftar Isi.................................................................................................................iii
Daftar Gambar.........................................................................................................vi
A. IDENTITAS PASIEN.......................................................................................1
B. ANAMNESIS...................................................................................................1
C. PEMERIKSAAN FISIK..................................................................................1
D. RESUME..........................................................................................................3
E. DIAGNOSIS.....................................................................................................4
G. PROGNOSIS............................................................................................. 5
H. KONSELING....................................................................................................5
A. ANATOMI.....................................................................................................7
B. DEFINISI.....................................................................................................11
C. EPIDEMIOLOGI............................................................................................11
D. FAKTOR RESIKO........................................................................................11
E. KLASIFIKASI................................................................................................12
G. TATALAKSANA...........................................................................................19
H. EVALUASI PENGOBATAN........................................................................22
iii
KESIMPULAN......................................................................................................25
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................27
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. GambaranHilusParu.......................................................................10
v
BAB I
LAPORAN KASUS
A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. L
Umur : 30 tahun
Agama : Islam
B. ANAMNESIS
Riwayatperjalananpenyakit
dialami sejak 5 bulan yang lalu, terus menerus, ada dahak berwarna putih
Demam tidak ada. Mual tidakada, muntah tidak ada. Buang air kecil lancar.
Demam saat ini tidak ada. Riwayat demam ada dialami selama 2 bulan
terakhir, disertai penurunan berat badan dari 48kg menjadi 42kg, mual dan
1
Riwayat merokoktidakada
Riwayat kontak penderita TB disangkal
Riwayat asma dan penyakit jantung disangkal
Riwayat penyakit infeksi sebelumnya tidak ada
Riwayat alergi tidak ada
o Riwayat Penyakit Keluarga:
Pasien menyangkal memiliki keluarga dengan riwaya tkeluhan yang sama
o RiwayatLingkungan:
Di lingkungan sekitar pasien, pasien menyangkal memiliki tetangga
dengan riwayat keluhan yang sama.
C. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaanumum
Tanda-tanda vital
Pernafasan :22x/menit
Suhu : 36,7 0C
Nadi :80x/menit
Mata
2
Bibir : tidak kering
Leher
Paru
Inspeksi :
- Bentuk :Pergerakan dada simetris kiri dan kanan saat statis dan
dinamis.
- Tidak ada iga gambang
- Massa tidak ada
- Tanda trauma tidak ada
- Tidak ada retraksi subcostal, intercostal, ataupun suprasternal
Palpasi :
3
Auskultasi :
Abdomen
Palpasi : nyeri tekan tidak ada, lien tidak teraba, hepar tidak teraba
Perkusi : timpani
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Mikroskopik Dahak: Sputum SPS BTA +
D. RESUME
dialami sejak 5 bulan yang lalu, terus menerus, ada dahak berwarna putih
4
sesekali, tidak ada batuk berdarah. Keluhan memberat 2 bulan terakhir.
Demam tidak ada. Mual tidak ada, muntah tidak ada. Buang air kecil lancar.
Paru:
Auskultasi:
tidak ada
E. DIAGNOSIS
buruk seperti merokok, makan yang tidak higienis, cara batuk yang
c. Kuratif :
Terapi Medikamentosa :
5
o Rawat Jalan dengan obat OAT KDT
Terapi non medikamentosa :
G. PROGNOSIS : Dubia
H. KONSELING :
komprehensif
seperti merokok, makan yang tidak higienis, cara batuk yang tidak
benar.
memakai masker.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. ANATOMI
clavicula
Batas-batas paru :
Pulmo dextra sedikit lebih besar dari pulmo sinistra dan dibagi oleh
fissura obliqua dan fissura horizontalis pulmonis dextra menjadi tiga lobus
; lobus superior, lobus medius, dan lobus inferior. Fissura oblique berjalan
7
sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua buah
segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada lobus inferior.
lobulus.
ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf. Dalam tiap
a. Lobu ssuperior :
- Segmen apicale
- Segmen posterior
- Segmen anterior
b. Lobus medius
- Segmen lateral
- Segmen medial
c. Lobusinferior :
- Segmen apicobasal
- Segmen mediobasal
- Segmen anterobasal
- Segmen laterobasal
- Segmen posterobasal
8
a. A. Pulmonalis dextra
inferior
d. Nodule lymphideus
Pulmo sinistra dibagi oleh fissure oblique dengan cara yang sama
menjadi dua lobus; lobus superior dan lobus inferior. Pada pulmo sinistra
a. Lobus superior :
- Segmen apicoposterior
- Segmen anterior
b. Lobu sinferior :
- Segmen apicobasal
a. A. pulmonalis sinistra
9
c. Vv. Pumonalis sinistra
d. Noduli lymphoideus
lengkung untuk jantung (cardiac notch) dan impression cardiac yang lebih
10
Gambar 2. HilusParu
B. DEFINISI
C. EPIDEMIOLOGI
juta orang dengan kematian mencapai 1,5 juta jiwa dengan angka kematian
320 ribu jiwa diantaranya meninggal dengan positif HIV. Adapun 3 negara
kasus.
D. FAKTOR RESIKO
2. Lamanyawaktusejakterinfeksi
4. Dayatahantubuhrendah
5. Komorbidpenyakit lain
11
E. KLASIFIKASI
12
o Satu hasil pemeriksaan dahak BTA positif ditambah hasil
≥ 5%
ATAU
HIV, atau
- Jika HIV negatif (atau status HIV tidak diketahui atau prevalens
13
Kasus Bekas TB:
adekuatakanlebihmendukung
fototoraksulangtidakadaperubahangambaranradiologi
3. BerdasarkanRiwayatSebelumnya
Baru +/- -
Sembuh
Riwayat Kambuh +/-
Pengobatan lengkap
pengobatan
Gagal + Pengobatan gagal
sebelumnya
Lalai + Lalai berobat
14
memenuhi kriteria diatas,
seperti:
sebelumnya
pengobatan sebelumnya
pengobatan
kembali untuk
pengobatan dengan
negatif atau
bakteriologis ekstraparu
TB negatif
4. Status HIV
pembahasan TB-HIV.
F. DIAGNOSIS
lokal dan gejala sistemik. Bila organ yang terkena adalah paru maka
15
gejala lokal ialah gejala respiratori (gejala lokal sesuai organ yang
terlibat).
1. Gejalarespiratori :
- Batuk 2 minggu
- Batuk darah
- Sesak napas
- Nyeri dada
Gejala respiratori ini sangat bervariasi, dari mulai tidak ada gejala
sampai gejala yang cukup berat tergantung dari luas lesi. Kadang
pasien terdiagnosis pada saat medical check up. Bila bronkus belum
gejala batuk. Batuk yang pertama terjadi karena iritasi bronkus dan
2. Gejalasistemik :
- Demam
3. Gejala TB ekstraparu
ronggapleuranyaterdapatcairan.
16
Pemeriksaan Fisis
dari organ yang terlibat. Pada TB paru, kelainan yang didapat tergantung
daerah apeks dan segmen posterior (S1 dan S2), serta daerah apeks lobus
inferior (S6). Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan antara lain suara
Pada perkusi ditemukan redup atau pekak, pada auskultasi suara napas
yang melemah sampai tidak terdengar pada sisi yang terdapat [Link]
PemeriksaanBakteriologi
1. Sputum BTA
Bahanpemeriksaan :
- Sputum
- Cairan pleura
- Liquor cerebrospinalis
- Bilasanbronkus
- Bilasanlambung
17
Skala IUATLD (International Union Against Tuberculosis and
Lung Disease) :
ditemukan (scanty)
2. Gene XPERT
3. Kultur
PemeriksaanRadiologi
bayanganopakberawanatau nodular.
- Bayanganbercakmilier.
- Fibrotik
- Kalsifikasi
- Kompleksranke
- Penebalan Pleura
18
G. PENGOBATAN
produktivitas
- Mencegah kekambuhan
2 fase yaitu fase intensif dan fase lanjutan. Pada umumnya lama
19
Jenis – Jenis Obat Anti Tuberkulosis (OAT) :
- Isoniazid (H)
- Rifampisin (R)
- Pirazinamid (Z)
- Etambutol (E)
- Streptomisin (S)
- Kanamisin
- Kapreomisin
- Amikasin
- Kuinolon
- Sikloserin
- Etionamid/Protionamid
Dosis yg
Dosis Dosis (mg) / kgBB /
Dosis dianjurkan
maks / hari
Obat (mg/kg (mg/kgBB/hari)
hari
BB/hari) Inter- 40-
Harian (mg) < 40 >60
mitten 60
20
Z 20-30 25 35 750 1000 1500
Sesuai
S* 15-18 15 15 1000 750 1000
BB
30-37 2 2 2
38-54 3 3 3
55-70 4 4 4
>71 5 5 5
a. PengobatanSuportif
1. Penderitarawatjalan
prinsipnyatidakadalaranganmakananuntukpenderitatuberkulosi
s, kecualiuntukpenyakitkomorbidnya)
21
b. Bilademamdapatdiberikanobatpenurunpanas/demam.
Bilaperludapatdiberikanobatuntukmengatasigejalabatuk,
sesaknapasataukeluhanlain.
2. Penderitarawatinap
a. Indikasirawatinap :
TB parudisertaikeadaanataukomplikasiseperti:
- Batukdarah (profus)
- Keadaanumumburuk
- Pneumotoraks
- Empiema
- TB parumilier
- Meningitis TB
H. EVALUASI PENGOBATAN
efeksampingobat, sertaevaluasiketeraturanberobat.
Evaluasiklinis
- Pasiendievaluasisecaraperiodik.
- Evaluasiterhadapresponspengobatan dan
adatidaknyaefeksampingobatsertaadatidaknyakomplikasipenyakit.
22
- Evaluasiklinismeliputikeluhan, berat badan, pemeriksaanfisis.
- Sebelumpengobatandimulai
- Pada akhirpengobatan
kepekaan.
Sebelum pengobatan.
bulanpengobatan).
23
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
PenyebabtuberkulosisadalahMycobacterium tuberculosis,
TB sangatrentanterhadapsinarmatahari,
70%,ataulisol 5%.
24
Proses terjadinyainfeksi oleh [Link],
makinbesarlahbahayapenularan.
tidaktahancahayamatahari,
kemungkinanpenularandibawahterikcahayamataharisangatkecil. Denganventilasi
yang baik,
membuatadanyapertukaranudaradaridalamrumahdenganudarasegardariluar, dan
25
DAFTAR PUSTAKA
26