0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan5 halaman

Tata Tertib Musyawarah Wilayah FKHMEI

Dokumen tersebut merupakan tata tertib musyaarah wilayah ke-15 himpunan mahasiswa elektro Indonesia yang akan diselenggarakan pada 19 September 2017 di Universitas Musamus Merauke dengan tema "Peran generasi muda dalam pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di Indonesia Timur". Tata tertib ini mengatur tentang peserta, sidang, pimpinan sidang, pengambilan keputusan, dan larangan serta

Diunggah oleh

Mas Dayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan5 halaman

Tata Tertib Musyawarah Wilayah FKHMEI

Dokumen tersebut merupakan tata tertib musyaarah wilayah ke-15 himpunan mahasiswa elektro Indonesia yang akan diselenggarakan pada 19 September 2017 di Universitas Musamus Merauke dengan tema "Peran generasi muda dalam pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di Indonesia Timur". Tata tertib ini mengatur tentang peserta, sidang, pimpinan sidang, pengambilan keputusan, dan larangan serta

Diunggah oleh

Mas Dayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TATA TERTIB

MUSYAWARAH WILAYAH XV KE 1
FORUM KOMUNIKASI HIMPUNAN MAHASISWA ELEKTRO INDONESIA

BAB I
NAMA, TEMA, WAKTU DAN TEMPAT
Pasal 1
NAMA
MUSYAWARAH WILAYAH XV KE 1
Forum Komunikasi Himpunan Mahasiwa Elektro Indonesia yang disingkat MUSWIL XV
KE 1 FKHMEI.
Pasal 2
TEMA
“Jiwa Muda FKHMEI Yang Berperan Aktif Dalam Mengoptimalkan Sumber Energi
Baru Tebarukan Dalam Upaya Meminimalisasi Penggunaan Bahan Bakar Fosil Di
Indonesia Timur”
Pasal 3
WAKTU
MUSWIL XV KE 1 FKHMEI diselenggarakan pada tanggal 19 September 2017 - selesai.
Pasal 4
TEMPAT
MUSWIL XV KE 1 FKHMEI bertempat di Universitas Musamus Merauke.

BAB II
PESERTA
Pasal 5
Peserta MUSWIL XV KE 1 FKHMEI terdiri dari :
a) Peserta Penuh.
b) Peserta Peninjau.
c) Peserta Undangan.

Pasal 6
Menurut kedudukannya dalam sidang, peserta persidangan dibedakan menjadi :
a) Pimpinan Sidang.
b) Peserta Sidang.
Pasal 7
Peserta penuh adalah maksimal lima orang anggota HME per Universitas yang terdaftar
menjadi anggota FKHMEI Wilayah XV.
Pasal 8
Peserta peninjau adalah :
1. Perwakilan dari tiap-tiap HME diluar peserta anggota penuh.
2. Seseorang dari lembaga yang mengetahui atau memahami FKHMEI.
Pasal 9
Peserta Undangan adalah :
Para undangan MUSWIL XV KE 1 FKHMEI yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.

BAB III
KEWAJIBAN DAN HAK PESERTA
Pasal 10
Kewajiban peserta MUSWIL XV KE 1 FKHMEI :
1. Mengikuti seluruh acara MUSWIL XV KE 1 FKHMEI sepenuhnya.
2. Meminta persetujuan pimpinan sidang apabila hendak meninggalkan ruang sidang.
Pasal 11
Hak peserta MUSWIL XV KE 1 FKHMEI :
1. Peserta penuh memiliki hak suara dan hak bicara
2. Peserta peninjau mempunyai hak bicara dengan persetujuan pimpinan sidang dan
tidak mempunyai hak suara.
3. Peserta undangan tidak memiliki hak suara tetapi memiliki hak bicara apabila diminta
dengan persetujuan pimpinan sidang dan kesepakatan peserta.

BAB IV
SIDANG
Pasal 12
Sidang terdiri dari :
1. Sidang Pleno
2. Sidang Komisi
Pasal 13

Yang disebut Sidang Pleno adalah sidang besar yang diikuti oleh seluruh peserta sidang tanpa
kecuali.

Pasal 14

Yang disebut sidang komisi adalah forum persidangan yang membahas dan membuat sebuah
keputusan sementara dari peserta sidang komisi yang didelegasikan dan ditunjuk yang
kemudian disahkan di sidang pleno.
BAB V
PIMPINAN SIDANG PLENO
Pasal 14
Pimpinan sidang pleno MUSWIL XV KE 1 FKHMEI di pimpin oleh pimpinan sidang yang
dipilih oleh seluruh peserta sidang.
Pasal 16
Untuk membantu tugas notulensi dan dokumentasi sidang, maka pimpinan sidang pleno
dibantu oleh seorang notulen yang dipilih dari seluruh peserta sidang
Pasal 17
Pimpinan sidang pleno berhak menerima atau menolak intrupsi dari peserta sidang.
Pasal 18
Tugas dan wewenang pimpinan sidang pleno :.
1. Memimpin persidangan sesuai dengan tata tertib sidang dan mengumpulkan
pembahasan dalam sidang.
2. Menjaga ketertiban sidang dengan melaksanakan azas-azas demokrasi kebenaran,
kebijakan dan musyawarah
BAB VI
PIMPINAN SIDANG KOMISI
Pasal 19
Pimpinan sidang komisi terdiri dari satu ketua, satu sekertaris yang dipilih dari peserta sidang
komisi.
Pasal 20
Pada saat sidang komisi, para pimpinan sidang komisi hanya mempunyai hak bicara.

BAB VII
SAHNYA KETETAPAN DAN KEPUTUSAN SIDANG
Pasal 21
1
1. Sidang dianggap sah bila di hadiri oleh 2 𝑛 +1 dari seluruh peserta sidang.
1
2. Apabila 2 𝑛 + 1 dari peserta belum terpenuhi maka sidang di skors selama 1x15 menit.

3. Apabila dalam 1x15 menit quorum tidak tepenuhi maka sidang diskors 1x15 menit dan
sesudah sidang diskors sidang dianggap sah.
Pasal 22
1. Bentuk – bentuk keputusan MUSWIL XV KE 1 FKHMEI adalah :
a) Keputusan MUSWIL XV KE 1 FKHMEI.
b) Ketetapan MUSWIL XV KE 1 FKHMEI.
2. Keputusan MUSWIL XV KE 1 FKHMEI adalah putusan sidang yang hanya mempunyai
kekuatan hukum yang mengikat pada sidang tersebut.
3. Ketetapan MUSWIL KE 1 FKHMEI adalah putusan yang di tetapkan dalam MUSWIL
XV KE 1 FKHMEI yang disahkan oleh pimpinan sidang atas persetujuan korum dan
memiliki kekuatan yang mengikat kedalam dan keluar.
Pasal 23
Pengambilan keputusan pada dasarnya sedapat mungkin dengan azas musyawarah untuk
mufakat dan apabila hal ini tidak tercapai, sidang di skorsing selama 2 x 5 menit untuk
melakukan mekanisme lobby dan apabila masih belum tercapai keputusan, putusan diambil
berdasarkan suara terbanyak (Voting).
Pasal 24
Dalam pemungutan suara terbuka tiap-tiap peserta penuh memiliki satu suara dan tidak boleh
diwakilkan.
Pasal 25
Apabila hasil pemungutan suara masih sama banyak selanjutnya diserahkan pada kebijakan
pimpinan sidang untuk melaksanakan lobbying korum untuk kemudian dilaksanakan
pemungutan suara yang ke-2 (voting).

BAB VIII
LARANGAN DAN SANKSI
Pasal 26
1. Peserta sidang dilarang membawa senjata tajam, senjata api, menggunakan narkoba
meminum-minuman keras, dan merokok pada saat sidang sedang berlangsung.
2. Peserta dilarang mengikuti sidang dalam pengaruh minuman keras dan narkoba.
3. Peserta dilarang meniggalkan sidang sebanyak 3 kali tanpa seizin pimpinan sidang
4. Dilarang membawa isu SARA dalam persidangan.
5. Peserta sidang dilarang tidur dan bermain telepon genggam pada saat persidangan,
apabila peserta melanggar pimpinan sidang berhak menegur peserta sidang bahkan
mengeluarkan sebagai peserta sidang yang bersangkutan sampai ke pembahasan
berikutnya.
Pasal 27
1. Peserta akan mendapatkan peringatan berupa teguran apabila peserta sidang
mengganggu kelancaran sidang.
2. Sanksi diberikan kepada peserta setelah 2 kali diberikan peringatan berupa teguran
oleh pimpinan sidang.
3. Sanksi yang diberikan adalah dikeluarkan dari persidangan sampai pembahasan
agenda berikutnya.
4. Peserta yang dikeluarkan tidak diikutkan dalam pengambilan satu keputusan dalam
persidangan tersebut dan diturunkan statusnya.
BAB IX
PENUTUP
Pasal 28
Hal – hal yang belum diatur didalam tata tertib diatur kemudian.

Anda mungkin juga menyukai