0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan5 halaman

Penerapan Sistem Manajemen Pengetahuan

Dokumen tersebut membahas tentang implementasi knowledge management system pada sistem supply chain produk agroindustri. Knowledge management diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing produk dan meningkatkan profit margin perusahaan. Knowledge management bekerja dengan menangkap, mengorganisir, merefining, dan mengtransfer pengetahuan, serta contoh penerapannya pada PT Unilever Indonesia Tbk dalam hal komunikasi pemasaran, pengembangan SDM, budaya coaching dan sharing knowledge.

Diunggah oleh

krishna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan5 halaman

Penerapan Sistem Manajemen Pengetahuan

Dokumen tersebut membahas tentang implementasi knowledge management system pada sistem supply chain produk agroindustri. Knowledge management diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing produk dan meningkatkan profit margin perusahaan. Knowledge management bekerja dengan menangkap, mengorganisir, merefining, dan mengtransfer pengetahuan, serta contoh penerapannya pada PT Unilever Indonesia Tbk dalam hal komunikasi pemasaran, pengembangan SDM, budaya coaching dan sharing knowledge.

Diunggah oleh

krishna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM

“Tugas IT dan Agroindustri”

Disusun Oleh :

1. Jessica Maya Berlianasari 192410101030


2. Nor Kholil 192410101018
3. Andhika Prima Maulana 192410101027
4. Clarissa Sahda Ardelia 192410101042

2019
UNIVERSITAS NEGERI JEMBER
1. Pengertian Knowledge Management System

Knowledge Management adalah sebuah proses yang membantu perusahaan mengidentifikasi,


memilih, mengorganisasikan, menyebarkan, dan mentransfer informasi dan keahlian yang penting
yang merupakan bagian dari ingatan perusahaan dan yang biasanya berada di dalam perusahaan
dalam bentuk yang tidak terstruktur. (Turban, et al 2008)

Turban, et al (2008, p.400) menjelaskan bahwa Knowledge Management System dikembangkan


menggunakan tiga set teknologi, yaitu: komunikasi, kolaborasi, dan penyimpanan dan
pengambilan.

Sedangkan menurut Debowski (2006, p.151), terdapat tiga kriteria yang harus diraih agar
implementasi Knowledge Management System dapat berhasil, antara lain:

1. Sistem merefleksikan dan responsif terhadap kebutuhan perusahaan.


2. Sistem merefleksikan prinsip-prinsip Knowledge Management, terutama pendorong untuk
kolaborasi dan komunikasi
3. Sistem merefleksikan perhatian yang dalam terhadap individual diseluruh fase
pengembangannya.

Secara umum, Debowski (2006) menyebutkan ada beberapa tahapan yang harus direncanakan
dengan baik agar implementasi sistem sekompleks Knowledge Management System dapat berjalan
dengan baik. Tahapan-tahapan tersebut adalah:

1. Merumuskan kebutuhan akan Knowledge Management System.


2. Mengidentifikasi kebutuhan sistem.
3. Mengklarifikasikan spesifikasi sistem.
4. Mengevaluasi sistem-sistem yang potensial.
5. Memilih sistem dan/atau komponennya yang relevan.
6. Mengimplementasikan sistem.
7. Mengevaluasi penerimaan dan adopsi sistem.

2. Tujuan utama dari penerapan Knowledge Management System

Tujuan KMS didefinisikan oleh tindakan KM saat KMS disebarkan. Oleh karena itu, KMS
dirancang sebagaimana implementasi KMS tersebut tertanam dalam sebuah tindakan KM yang
komprehensif. Menurut Stein dan Zwass (1955), didefinisikan bahwa adanya penekanan terhadap
tujuan utama dari KMS untuk meningkatkan keefektifan organisasional dengan adanya
manajemen sistematis terhadap sebuah pengetahuan. Dengan demikian, KMS merupakan bagian
teknologis dari tindakan KM yang juga meliputi orientasi manusia dan instrumen organisasi yang
berfokus pada peningkatan produktivitas pekerjaan berbasis pengetahuan. Tindakan KM dapat
dikelompokan misalnyam mengacu kepada strategi pada orientasi manusia, tindakan personalisasi
dan orientasi teknologi berbasis kodifikasi. Jenis – jenis tindakan KM berganting pada jenis
sistem informasi pendukung yang dapat dianggap sebagai KMS dari sudut pandang lingkungan
aplikasi [Link] management dalam sebuah organisasi adalah untuk memfasilitasi
knowledge sharing yang efektif dan efisien tidak hanya antara sesama anggota organisasi tetapi
juga antar organisasi (Shin 2004).
3. Contoh dan Penerapan
Software
Penerapan Knowledge Management System yang dibuat dengan menggunakan software
yang
berbasis web. Hal ini dikarenakan aplikasi yang berbasis web dapat dioperasikan dengan
mudah,
cukup mengetik alamat web aplikasi tersebut. Software tersebut terdiri dari empat kategori,
yaitu
software pemrograman, database, web browser, dan tools tambahan. Berikut daftar
software
yang digunakan dalam mengkonstruksi atau membuat prototipe dalam penelitian ini:
1) Visual Studio 2008
2) Microsoft SQL Server 2008
3) SQL Server Management Studio
4) Internet Information Services (IIS)
5) CMS DotNetNuke (DNN)

Penerapan knowledge management


dapat sistem supply chain produk agroindustri
akan memberikan kesempatan untuk
menghasilkan dan mempertahankan
keunggulan supply chain sebagai kompetensi
perusahaan. Pengetahuan merupakan
keunggulan bersaing (competitive advantages)
dalam supply chain karena tidak hanya
mentransformasi produksi tetapi juga
kemampuannya untuk menghadapi kompleksitas dan perubahan yang ada dalam dunia
bisnis. Penerapan management knowledge
dalam sistem supply chain akan meningkatkan
daya saing produk dan meningkatkan profit
margin dari perusahaan.

 Penerapan Knowledge Management di PT Unilever Indonesia Tbk


Penerapan knowledge management yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia adalah
[Link] pemasaran yang bersifat One-Voice
Penjelasan One-Voice adalah walaupun system komunikasi yang digunakan oleh perusahaan
berbeda-beda tetapi jika sudah dikoordinasi dan memiliki misi yang tepat maka akan mudah
meraih konsumen. Sistem komunikasi ini bukan hanya untuk menigkatkan pencitraan suatu
produk tetapi juga harus menimbulkan hasil penjualan yang baik dari produk yang telah
dipasarkan.
[Link] SDM
Didalam bagian ini
karyawan ada asset yang berharga bagi Unilever Indonesia. Karena itu Unilever Indonesia
membuat strategi dan system huma capital yang bersifat komprehensif. Hal-hal yang dilakukan
adalahmembaut Performance Development Program (PDP) yaitu dimana karyawan melakukan
perkejaannya sesuai dengan kemampuannya, setiap pertengahan tahun PDP dimonitor melalu
Continuos Improvement Discussion (CID) untuk membahas hal-hal yang diperlukan utnuk
pengembangan system kerja dari karyawan.
[Link] Coaching
Budaya Coaching disini
menjelaskan bahwa seorang senior manager ditempatkan disuatu department untuk membantu
atau memimpin karyawan-karyawan yang tergabung didalam departementnya. Tetapi sebelum
menjadi coach mereka diberikan pelatihan terlebih dahulu agar mengetahui teknik-tekniknya.
Budaya coaching ini diberi nama Building Leaders as Generative Coaches.
[Link] Sharing Knowledge
Disini menjelaskan
Unilever Indonesia menunjuk seorang senior manager untuk menjadi learning champion dengan
sukarela untuk membagi pengalaman dan pengetahuan mereka didalam ahlinya masing-masing.
Dan hal-hal yang dilakukan oleh Unilever Indonesia adalah :
o Suatu achievement bagai management dan karyawan yang berkontribusi dalam membagi
pengetahuan dan pengalamannya.
o Retrospect berupa program penulisan tacit yang diperoleh dari pengalamannya dan
dianggap baik terus akan dipublikasikan didalam situs department mereka.
o SOLAR (Share of Learning and Discussion) yang dimana pemimpin perusahaan Uniliver
Indonesia dari luar dating sebagai narasumber untuk membagikan pengetahuan dan
pengalamannya.
o Good idea. Ini merupakan inisiatif yang memfasilitasi karyawan untuk menyampaikan
suatu ide sederhana yang dapat menguntungkan perusahaan dari berbagai sisi.
4. Knowledge management memiliki cara kerja yang dapat dilihat pada berikut ini:
 Tahap pertama, yaitu capturing, dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal
berikut ini: pemasukan data, pemindaian, wawancara, serta brainstorming.
 Tahap organizing dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal berikut ini:
pembuatan katalog, pengindeksan, penyaringan, penghubungan, dan pengkodean.
 Tahap refining dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal berikut ini:
kontekstualisasi, kerjasama, kompresi, serta pembuatan proyeksi.
 Tahap transfer dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal berikut ini:
pembagian dan peringatan.
Daftar Pustaka
Maier, Ronald. (2007). Knowledge Management Systems Information and Communication Technologies for
Knowledge Management. 3rd Edition. Springer. German
[Link]
k/article/download/2736/2183&ved=2ahUKEwiKm5a4pdnkAhWLQ48KHfvAC8gQFjAAegQIA
RAB&usg=AOvVaw055dsCvuJsUSZY2LtCT7C9
[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai