100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
139 tayangan36 halaman

RPP KD 3.2 Program Linear

Dokumen ini berisi rencana pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran matematika tentang program linear dua variabel. Mencakup kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi, model dan pendekatan pembelajaran, serta kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Diunggah oleh

Rayyan Sahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
139 tayangan36 halaman

RPP KD 3.2 Program Linear

Dokumen ini berisi rencana pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran matematika tentang program linear dua variabel. Mencakup kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi, model dan pendekatan pembelajaran, serta kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Diunggah oleh

Rayyan Sahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMAN 10 LUWU


Mata Pelajaran : Matematika (Wajib)
Kelas/ Semester : XI / Ganjil
Pokok Bahasan / Sub : Program Linear Dua Variabel
Alokasi Waktu : 10 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 dan KI 2 : Menghayatidanmengamalkan ajaranagamayang dianutnya.
Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggung jawab,peduli(gotong
royong,kerjasama,toleran),santun, responsif,danpro-aktif sebagaibagian
darisolusiatasberbagaipermasalahan dalam berinteraksisecaraefektifdenganlingkungan
sosialdanalamserta menempatkandiri sebagaicerminan bangsa dalampergaulandunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar / KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi / IPK


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
[Link] program linear dua 3.2.1. Mendefinisikan pertidaksamaan linear
variabel dan metode dua variabel.
penyelesaiannya dengan 3.2.2. Menentukan penyelesaian suatu
menggunakan masalah pertidaksamaan linear dua variabel.
kontekstual. 3.2.3. Menemukan syarat pertidaksamaan
memiliki penyelesaian.
3.2.4. Menemukan syarat pertidaksamaan
tidak memiliki penyelesaian.
3.2.5. Mendefinisikan program linear dua
variabel.
3.2.6. Mendefinisikan fungsi tujuan suatu
masalah program linear dua variabel.
3.2.7. Mendefinisikan daerah penyelesaian
suatu masalah program linear dua
variabel.
3.2.8. Menjelaskan nilai optimum suatu
masalah program linear dua variabel.
3.2.9. Menjelaskan garis selidik.
4.2. Menyelesaikan masalah 4.2.1. Membedakan pertidaksamaan linear dua
kontekstual yang berkaitan variabel dengan pertidaksamaan linear
dengan program linear dua lainnya.
variabel. 4.2.2. Menyusun pertidaksamaan linear dua
variabel dari suatu masalah kontekstual.
4.2.3. Menyelesaikan pertidaksamaan linear
dua variabel.
4.2.4. Menyajikan grafik pertidaksamaan
linear dua variabel.
4.2.5. Membentuk model matematika suatu
masalah program linear dua variabel.
4.2.6. Menyelesaiakan masalah program linear
dua variabel.
4.2.7. Menginterpretasikan penyelesaian yang
ditemukan secara kontekstual.
4.2.8. Menerapkan garis selidik untuk
menyelesaiakan program linear dua
variabel.

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu dan kelompok, diskusi
kelompok, penemuan terbimbing (guided discovery) dan berbasis masalah (Problem Based
Learning) peserta didik mampu:
1. Menunjukkan sikap jujur, tertib, dan mengikuti aturan pada saat proses belajar
berlangsung.
2. Menunjukkan sikap cermat dan teliti dalam menyelesaiakan masalah-masalah program
linear dua variabel.
3. Menjelaskan pertidaksamaan linear dua variabel.
4. Membentuk model matematika dari suatu masalah kontekstual.
5. Membedakan pertidaksamaan linear dua variabel dengan yang lainnya.
6. Menyelesaikan pertidaksamaan linear dua variabel baik secara analisis maupun secara
geometris.
7. Menjelaskan definisi program linear dua variabel.
8. Membentuk model matematika dari suatu masalah program linear dua variabel.
9. Menjelaskan definisi daerah penyelesaian.
10. Menjelaskan fungsi tujuan.
11. Menyajikan grafik daerah penyelesaian dari suatu masalah program linear dua variabel.
12. Menggunakan garis selidik untuk menentukan nilai optimum suatu program linear.
13. Mengintrepretasikan penyelesaian secara kontekstual.
Sehingga peserta didik dapat menerapkan konsep program linear untuk
menyelesaiakan beberapa kasus dalam permasalahan sehari-hari sebagai realisasi dari
keterampilan berfikir tingkat tinggi/HOTS, kecakapan hidup abad 21 khusus dalam
penguatan karakter jujur, mandiri, displin dan literasi.

D. Materi Pembelajaran
Fakta : Pertidaksamaan dan masalah program linear yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari.
Konsep : Defenisi Sistem Pertidaksamaan Linear dua Variabel dan
Program Linear Dua Variabel
Prosedur : 1. Mendefinisikan pertidaksamaan linear dua variabel
2. Menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear dua
variabel
3. Menemukan syarat pertidaksamaan memiliki penyelesaian
4. Menemukan syarat pertidaksamaan tidak memiliki
penyelesaian
5. Mendefinisikan program linear dua variabel
6. Mendefinisikan daerah penyelesaian suatu masalah
program linear dua variabel
7. Mendefinisikan fungsi tujuan suatu masalah program linear
dua variabel
8. Menjelaskan nilai optimum suatu masalah program linear
dua variabel.
9. Menjelaskan garis selidik

E. Model dan Pendekatan Pembelajaran


Model : Guided Discovery (pertemuan 1), dan Problem
Based Learning (pertemuan 2, 3, 4, dan 5)

F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1.
Indikator :
3.2.1. Mendefinisikan pertidaksamaan linear dua variabel.
3.2.2. Menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear dua variabel
3.2.3. Menemukan syarat pertidaksamaan memiliki penyelesaian
3.2.4. Menemukan syarat pertidaksamaan tidak memiliki penyelesaian
4.2.1. Menyelesaiakan daerah himpunan penyelesaian (DHP) dari sistem pertidaksamaan
linear dua variabel.
4.2.2. Menyelesaiakan sistem pertidaksamaan linear dua variabel dari lukisan daerah
himpunan penyelesaian.
4.2.3. Menyelesaikan pertidaksamaan linear dua variabel.
4.2.4. Menyajikan grafik pertidaksamaan linear dua variabel.

No. Deskripsi Kegitan


1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang persamaan dan
pertidaksamaan yang telah dipelajari di SMP.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang
pertidaksamaan linear dua variabel.
5. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.

2. Kegiatan Inti :
Fase Stimulation (Memberi Stimulus)
6. Setiap kelompok mengeluarkan UKB 1 dan memperhatikan Kegiatan Belajar 1.
7. Peserta didik diminta mengamati secara seksama dan teliti ilustrasi dan
penyelesaian dari masalah pertidaksamaan linear dua variabel.
8. Diharapkan peserta didik dapat memahami konsep menyelesaikan masalah
pertidaksamaan linear dua variabel.
Fase Statement (Mengidentifikasi Masalah)
9. Dari hasil pengamatan pada Kegiatan belajar 1, diharapkan perhatian peserta
didik fokus pada soal dan penyelesaian yang terdapat pada UKB. Sehingga
memunculkan pertanyaan “Bagaimana memodelkan dan menyelesaikan masalah
pada pertidaksamaan linear dua variabel?”
Data Collecting (Menggunakan Data)
10. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi untuk menjawab
pertanyaan tersebut (buku teks pelajaran, internet)
11. Peserta didik menuliskan informasi yang diperoleh
Data Prosessing (Mengolah Data)
12. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 1.
13. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Verification (Memverifikasi)
14. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu mereka dengan memaparkan hasil diskusi dan pemikiran
peserta didik.
15. Pendidik mengoreksi hasil diskusi yang telah dipaparkan peserta didik.
Generalization (Menyimpulkan)
16. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang penyelesaian pertidaksamaan
linear dua variabel.
17. Peserta didik menganalisis permasalahan pertidaksamaan linear dua variabel
dalam menyelesaikan latihan pada UKB.

3. Kegiatan Penutup:
18. Peserta didik diberi tes tulis evaluasi yang terdapat pada Kegiatan Belajar 1
19. Peserta didik mengumpulkan hasil tes evaluasi dan apabila evaluasi
pembelajaran belum selesai dikerjakan, peserta didik dapat melanjutkan di
rumah
20. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
21. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
22. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
23. Setelah selesai mengerjakan evaluasi tersebut, peserta didik dapat melanjutkan
Kegiatan Belajar 2 pada UKB 1

Pertemuan 2
Indikator :
3.2.5. Mendefinisikan program linear dua variabel.
3.2.6. Mendefinisikan fungsi tujuan suatu masalah program linear dua variabel.
4.2.5. Membentuk model matematika suatu masalah program linear dua variabel.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang pertidaksamaan linear dua
variabel yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang program
linear dua variabel.
2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Seeorang pengusaha sepeda ingin membeli sepada balap dan sepeda gunung
sebanyak 30 buah untuk persedian. Harga sebuah sepeda balap
RP1.500.000,00 dan sepeda gunung dengan harga Rp1.750.000,00. Modal
yang dimiliki oleh pengusaha tersebut adalah Rp300.000.000,00. Pertanyaan:
Tentukanlah model matematika dari permasalahan di atas?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitprogram linear.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 2.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 2.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam membuat model matematika dari masalah dalam
UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya.
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
17. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
18. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
19. Setelah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut, peserta didik dapat
melanjutkan Kegiatan Belajar 2 pada UKB.

Pertemuan 3.
Indikator:
3.2.7. Mendefinisikan daerah penyelesaian suatu masalah program linear dua variabel.
4.2.6. Menyelesaiakan masalah program linear dua variabel.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang program linear yang telah
dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang penyelesaian
suatu masalah program linear dua variabel.
2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Untuk menghasilkan barang jenis A seharga Rp. 100.000 diperlukan bahan
baku 30 kg dan waktu kerja mesin 18 jam. Barang jenis B seharga Rp. 100.000
memerlukan bahan baku 20 kg dan waktu kerja mesin 24 jam. Selesaikanlah
masalah tersebut secara grafik dan tentukan titik-titik ekstrimnya?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitmasalah program linear dua variabel.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 3.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 3.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam penyelesaian dari masalah dalam UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang penyelesaian suatu masalah
program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
17. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
18. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
19. Setelah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut, peserta didik dapat
melanjutkan Kegiatan Belajar 3 pada UKB.

Pertemuan 4
Indikator:
3.2.8. Menjelaskan nilai optimum suatu masalah program linear dua variabel.
4.2.7. Menginterpretasikan penyelesaian yang ditemukan secara kontekstual.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang program linear dua variabel
dan fungsi tujuan yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang nilai
optimum suatu masalah program linear dua variabel.
2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Diketahui luas lahan parkir di sebuah tempat hiburan 360 m2. Sebuah mobil
dan sebuah bus, masing-masing membutuhkan lahan 6 m2 dan 24 m2. Daerah
parkir itu tidak dapat memuat lebih dari 30 kendaraan.
Pertanyaan:
Tentukan jumlah maksimum yang diterima tukang parkir jika biaya untuk
sebuah mobil Rp1.500,00 dan sebuah bus Rp3.000,00?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitnilai optimum suatu masalah program linear dua variabel.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 4.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 4.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam penyelesaian dari masalah dalam UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang nilai optimum suatu masalah
program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
17. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
18. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
19. Setelah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut, peserta didik dapat
melanjutkan Kegiatan Belajar 4 pada UKB.

Pertemuan 5
Indikator:
3.2.9. Menjelaskan garis selidik.
4.2.8. Menerapkan garis selidik untuk menyelesaiakan program linear dua variabel.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang program linear dua variabel
yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang garis selidik.

2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Seorang penjahit mempunyai persediaan bahan-bahan 16 m2 katun, 11 m2
sutra dan 15 m2 wol. Sebuah gaun memerlukan bahan 1 m2 katun, 2 m2 sutra
dan 3 m2 wol. Sebuah kemeja memerlukan 2 m2 katun, 1 m2 sutra dan 1 m2 wol.
Jika sebuah gaun dijual Rp800.000,00 dan sebuah kemeja dijual Rp600.000,00.
Berapa buah masing-masing harus dibuat penjahit agar diperoleh penjualan
maksimum?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitgaris selidik untuk menyelesaiakan program linear dua variabel.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 5.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 5.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam penyelesaian dari masalah dalam UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang garis selidik untuk
menyelesaiakan program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Peserta didik diberi tes tulis evaluasi.
17. Peserta didik mengumpulkan hasil tes evaluasi dan apabila evaluasi
pembelajaran belu selesai dikerjakan, peserta didik dapat melanjutkan di rumah.
18. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran.
19. Pendidik menyampaikan bahwa untuk pertemuan selanjutnya akan diadakan test
formatif.
20. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.

G. Penilaian
a. TeknikPenilaian:
1. Pengtahuan : Tes Tertulis
2. Keterampilan : Tes tertulis penyelesaian masalah
3. Sikap : Observasidanjurnal
b. BentukPenilaian:
1. Pengetahuan : Uraian(Terlampir)
2. Keterampilan :Instrument Keterampan(Terlampir)
3. Sikap :Lembar observasi(Terlampir)

H. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media :Buku Tes Pelajaran (BTP), UKBM
2. Alat :Spidol, laptop dan white board
3. Sumber Pembelajaran :
 Kemendikbud RI. 2017. Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI. Jakarta : Pusat
Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud
I. Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah mencapai target pembelajaran sebelum waktu yang telah
dialokasikan berakhir, perlu diberikan kegiatan pengayaan.

J. Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai target pembelajaran pada waktu yang telah
dialokasikan, perlu diberikan kegiatan remedial.

Bua, 15 Juli 2019


Mengetahui:
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

[Link] BURHAN,M.M ASDAYANTI MAKKARAKA, [Link]


NIP.19661231 199203 1 076 NIP.
Lampiran Materi Pembelajaran
Lampiran Peretemuan 1
1. Materi Pembelajaran
Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (PtLDV)
Definisi:
Pertidaksamaan linear dua variabel adalah pertidaksamaan yang berbentuk
𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐 < 0
𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐 ≤ 0
𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐 > 0
𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐 ≥ 0

Dengan:
a, b : koefisien (𝑎 ≠ 0, 𝑏 ≠ 0, 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ)
c : konstanta (𝑐 ∈ ℝ)
x, y : variabel (𝑥, 𝑦 ∈ ℝ)
2. Instrument Penilaian
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan permasalahan di atas, maka cobalah
selesaikan soal – soal berikut ini :
1. Lukislah DHP dari SPtLDV berikut.
a. 2𝑥 + 𝑦 ≤ 10, 𝑥 + 𝑦 ≤ 7, 𝑥 + 2𝑦 ≤ 12, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
b. 3𝑥 + 𝑦 ≥ 24, 𝑥 + 𝑦 ≥ 16, 𝑥 + 3𝑦 ≥ 30, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
2. Tuliskan SPtLDV dari masing-masing DHP di bawah ini yang ditunjukkan oleh
daerah yang diarsir.
a. b.

Pedoman Penskoran
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 5
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan 3 garis lurus
(garis pembatas) berikut:
2𝑥 + 𝑦 = 10
{ 𝑥+𝑦 =7
𝑥 + 2𝑦 = 12
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat
pada tabel berikut.
2𝑥 + 𝑦 = 10 𝑥+𝑦 =7 𝑥 + 2𝑦 = 12
10
x 0 5 x 0 7 x 0 12

y 10 0 y 7 0 y 6 0

Titik (0, 10) (5, 0) Titik (0, 7) (7, 0) Titik (0, 6) (12, 0)

Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koodinat Cartesius dengan


ukuran yang tepat.
10

b. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah


penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan 3 garis lurus 5
(garis pembatas) berikut:
3𝑥 + 𝑦 = 24
{ 𝑥 + 𝑦 = 16
𝑥 + 3𝑦 = 30
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat
pada tabel berikut.
3𝑥 + 𝑦 = 24 𝑥 + 𝑦 = 16 𝑥 + 3𝑦 = 30
10
x 0 8 x 0 16 x 0 30

y 24 0 y 16 0 y 10 0

Titik (0, 24) (8, 0) Titik (0, 16) (16, 0) Titik (0, 10) (30, 0)

Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koodinat Cartesius dengan


ukuran yang tepat.
10

Bobot Soal 50
2. a. Sistem persamaan garis pembatas: 15
1. Sumbu X⟹ y = 0
2. Sumbu Y⟹ x = 0
3. Garis yang melalui titik (1,0) dan (0,4), misal garis p
4−0 4
𝑚= = − = −4
0−1 1
𝑦 = −4𝑥 + 𝑐 atau 4𝑥 + 𝑦 = 𝑐
𝐴(0, 4) ⟹ 0 + 4 = 𝑐
∴ 𝑐 = 4 ⟹ 4𝑥 + 𝑦 = 4 (persamaan garis p)
4. Garis yang melalui titik (2,0) dan (0,2), misal garis q
2−0 2
𝑚= = − = −1
0−2 2
𝑦 = −𝑥 + 𝑐 atau 𝑥 + 𝑦 = 𝑐
𝐴(0, 2) ⟹ 0 + 2 = 𝑐
∴ 𝑐 = 2 ⟹ 𝑥 + 𝑦 = 2 (persamaan garis q)

Lukisan DHP 10
Perhatikan DHP yang ditunjukkan oleh tanda panah berikut.

SPtLDV
𝑥 ≥ 0 (di kanan sumbu Y)
𝑦 ≥ 0 (di kanan sumbu X)
4𝑥 + 𝑦 ≤ 4 (di bawah garis p)
𝑥 + 𝑦 ≥ 2 (di atas garis q)
Jadi, SPtLDV dari gambar adalah 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0, 4𝑥 + 𝑦 ≤ 4, dan 𝑥 +
𝑦≥2

b. Sistem persamaan garis pembatas: 15


1. Sumbu X⟹ y = 0
2. Sumbu Y⟹ x = 0
3. Garis yang melalui titik (12,0) dan (0,7), misal garis k
7−0 7
𝑚= =−
0 − 12 12
7 7
𝑦 = − 12 𝑥 + 𝑐 atau 12 𝑥 + 𝑦 = 𝑐
𝐴(0, 7) ⟹ 0 + 7 = 𝑐
7
∴ 𝑐 = 7 ⟹ 12 𝑥 + 𝑦 = 7 (persamaan garis k)
4. Garis yang melalui titik (0,0) dan (1,3), misal garis l
3−0 3
𝑚= = =3
1−0 1
𝑦 = 3𝑥 + 𝑐 atau 𝑦 − 3𝑥 = 𝑐
𝐴(1,3) ⟹ 3 − 3 = 𝑐
∴ 𝑐 = 0 ⟹ 𝑦 − 3𝑥 = 0 (persamaan garis l)
5. Garis yang melaui titik (0,0) dan (3,3), misal garis m
3−0 3
𝑚= = =1
3−0 3
𝑦 = 𝑥 + 𝑐 atau 𝑦 − 𝑥 = 𝑐
𝐴(3,3) ⟹ 3 − 3 = 𝑐
∴ 𝑐 = 0 ⟹ 𝑦 − 𝑥 = 0 (persamaan garis m)
6. Garis yang melaui titik (1,3) dan (0,3), misal garis n
3−3 0
𝑚= =− =0
0−1 1
𝑦 = 0 + 𝑐 atau 𝑦 − 0 = 𝑐
𝐴(1,3) ⟹ 3 = 𝑐
∴ 𝑐 = 3 ⟹ 𝑦 = 3 (persamaan garis n) 10

Lukisan DHP
Perhatikan DHP yang ditunjukkan oleh tanda panah berikut.

SPtLDV
𝑥 ≥ 0 (di kanan sumbu Y)
𝑦 ≥ 0 (di kanan sumbu X)
7
𝑥 + 𝑦 ≤ 7 (di bawah garis k)
12
𝑦 ≤ 3𝑥 (di bawah garis l)
𝑦 ≥ 𝑥 (di atas garis m)
𝑦 ≥ 3 (di atas garis n)
7
Jadi, SPtLDV dari gambar adalah 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0, 12 𝑥 + 𝑦 ≤ 7,𝑦 ≤ 3𝑥,
𝑦 ≥ 𝑥,dan 𝑦 ≥ 3
Bobot Soal 50
Total Skor 100
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Peretemuan 2
1. Materi Pembelajaran
Program Linear Dua Variabel
Definisi :
1. Model matematika adalah suatu hasil penerjemahan dari bahas sehari-hari menjadi
bentuk matematika berupa persamaan, pertidaksamaan, atau fungsi. Model
matematika yang baik hanya memuat bagian-bagian yang penting dan diperlukan.
2. Program linear merupakan bagian dari matematika terapan dengan model
matematika yang terdiri atas persamaan-persamaan atau pertidaksamaan-
pertidaksamaan linear, yang memuat pembuatan program untuk memecahkan
berbagai permaslahan sehari-hari.
3. Fungsi objektif maksimum: 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦
Pembatasan (syarat-syarat): 𝑐𝑖 𝑥 + 𝑑𝑖 𝑦 ≤ 𝑒𝑖 , 𝑖 = 1,2, … , 𝑛
𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
4. Fungsi objektif maksimum: 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦
Pembatasan (syarat-syarat): 𝑐𝑖 𝑥 + 𝑑𝑖 𝑦 ≥ 𝑒𝑖 , 𝑖 = 1,2, … , 𝑛
𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0

Contoh:

Evis ingin membuat dua jenis kartu undangan ulang tahun, yaitu kartu jenis A yang
memerlukan 30 cm2 karton warna biru dan 25 cm2 karton warna kuning, sedangkan
kartu jenis B memerlukan 45 cm2 karton warna biru dan 35 cm2 karon warna kuning.
Banyaknya karton warna biru dan kuning yang ia miliki masing-masing 2 m2 dan 3 m2.
Evis ingin membuat kartu undangan sebanyak-banyaknya. Buatlah model matematika
Pembahasan:
Dengan memisalkan kartu jenis A = x dan kartu jenis B = y

Note:

Maksimal, paling banyak, tidak lebih itu menggunakan tanda ≤ dan <

Minimal, paling sedikit, tidak kurang itu menggunakan tanda ≥ dan >
2. Instrument Penilaian
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan permasalahan di atas, maka cobalah
selesaikan soal – soal berikut ini :
1. Sebuah pabrik memproduksi dua jenis barang yang harus diproses melalui bagian
perakitan dan bagian finishing atau penyempurnaa. Bagian perakitan menyediakan
waktu 90 jam dan bagian finishing menyediakan waktu 72 jam. Pembuatan sebuah
jenis barang I memerlukan waktu 6 jam pada bagian perakitan dan 3 jam pada
bagian finishing. Sedangkan pembuatan sebuah jenis barang II memerlukan waktu 3
jam pada bagian perakitan dan 6 jam pada bagian finishing
a. Misalkan 𝑥 adalah banyak jenis barang I, dan 𝑦 adalah banyak jenis barang II,
tulislah sistem pertidaksamaan linear dua variable dalam 𝑥 dan 𝑦.
b. Jika laba yang diberikan jenis barang I dan jenis barang II berturut-turut adalah
Rp80.000 dan Rp60.000 dan pendapatan pabrik adalah 𝑓, nyatakan fdalam𝑥
dan 𝑦.

2. Pedagang teh mempunyai lemari yang hanya cukup ditempati untuk 40 boks teh.
Teh A dibeli dengan harga Rp6.000 setiap boks dan the B dibeli dengan harga
Rp8.000 setiap boks. Jika pedagang tersebut mempunyai modal Rp300.000 untuk
membeli 𝑥 boks the A dan 𝑦 boks the B. Buatlah model matematika dari masalah
tersebut.
3. Sebuah pabrik mempunyai kayu, plastik, dan baja masing-masing dengan berat 240
kg, 370 kg, 180 kg. Produk A memerlukan kayu, plastik dan baja masing-masing
sebanyak 1 kg, 3 kg, 2 kg. Produk B memerlukan masing-masing 3 kg, 4 kg, an 1
kg. Jika produk A dijual seharga Rp. 80.000 dan B dijual Rp. 120.000, buatlah
model matematika dari masalah linear itu, agar pendapatan pabrik maksimum.
Pedoman Penskoran

No. Alternatif Penyelesaian Skor


1. a. Misalkan: 10
x = Jenis barang I
y = Jenis barang II

Jenis Perakitan Finishing Laba


I (x) 6 3 80.000
II (y) 3 6 60.000
Tersedia 90 72
Model matematika yang terbentuk:
Kendala: 15
2𝑥 + 𝑦 ≤ 30, 𝑥 + 2𝑦 ≤ 24, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0

b. Memaksimumkan fungsi tujuan


𝑓(𝑥, 𝑦) = 80000𝑥 + 60000𝑦 5
Bobot Soal 30
2. Misalkan: 10
x = Teh A
y = Teh B

Jenis Teh Boks Harga


A (x) 1 6000
B (y) 1 8000
Tersedia 40 300.000
Model matematika yang terbentuk:
Kendala:
𝑥 + 𝑦 ≤ 40, 3𝑥 + 4𝑦 ≤ 150, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 20
Bobot Soal 30
3. Misalkan: 10
x = Produk A
y = Produk B

Produk Kayu Plastik Baja Di jual


A (x) 1 3 2 80.000
B (y) 3 4 1 120.000
Tersedia 240 370 180
Model matematika yang terbentuk:
Kendala:
𝑥 + 3𝑦 ≤ 240, 3𝑥 + 4𝑦 ≤ 370, 2𝑥 + 𝑦 ≤ 180, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 15

Memaksimumkan fungsi tujuan


𝑓(𝑥, 𝑦) = 80000𝑥 + 120000𝑦 5
Bobot Soal 30
Total Skor 90
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟗𝟎

Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Pertemuan 3
1. Materi Pembelajaran
Titik pojok/Titik ekstrim
Dalam menentukan nilai optimum (memaksimalkan/meminimumkan) dari
masalah program linear, kita harus menentukan titik pojok dari daerah himpunan
penyelesaian (daerah feasible) sistem pertidaksmaan yang ada (kendala/syarat fungsi
tujuan). Titik pojok ini sering disebut titik ekstrim. Titik-titik ekstrim inilah yang paling
menentukan nilai optimum fungsi tujuan dalam masalah program linear.
Contoh:
Selesaikanlah sistem pertidaksamaan linear berikut secara grafik dan tentukan titik-titik
ekstrimnya.
2𝑥 + 𝑦 ≤ 22, 𝑥 + 𝑦 ≤ 13, 2𝑥 + 5𝑦 ≤ 50, 𝑥 ≥ 0, dan 𝑦 ≥ 0

Pembahasan:
Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah penyelesaiannya berada di
kuadran pertama. Lukiskan 3 garis lurus (garis pembatas) berikut:
2𝑥 + 𝑦 = 22
{ 𝑥 + 𝑦 = 13
2𝑥 + 5𝑦 = 50
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada tabel berikut.
𝟐𝒙 + 𝒚 ≤ 𝟐𝟐 𝒙 + 𝒚 ≤ 𝟏𝟑 𝟐𝒙 + 𝟓𝒚 ≤ 𝟓𝟎

x 0 11 x 0 13 x 0 25

y 22 0 y 13 0 y 10 0

Titik (0, 22) (11, 0) Titik (0, 13) (13, 0) Titik (0, 10) (25, 0)

Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koodinat Cartesius dengan ukuran yang tepat.
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 2𝑥 + 𝑦 ≤ 22 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 𝑦 = 22
(iv) 𝑥 + 𝑦 ≤ 13 ⟹ di bawah garis 𝑥 + 𝑦 = 13
(v) 2𝑥 + 5𝑦 ≤ 50 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 5𝑦 = 50
 Penentuan titik ekstrim
(i) A(0, 10), perpotongan garis 2𝑥 + 5𝑦 = 50 dengan sumbu Y
(ii) B(5, 8), perpotongan garis 2𝑥 + 5𝑦 = 50 dengan garis 𝑥 + 𝑦 = 13
(iii) C(9, 4), perpotongan garis 𝑥 + 𝑦 = 13 dengan garis 2𝑥 + 𝑦 = 22
(iv) D(11, 0), peepotongan garis 2𝑥 + 𝑦 = 22 dengan sumbu X.
(v) E(0, 0), perpotongan sumbu X dan sumbu Y.

 Lukisan daerah penyelesaian dan titik-titik ekstrimnya


2. Instrument Penilaian
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan permasalahan di atas, maka cobalah
selesaikan soal – soal berikut ini :
1. Lukiskan pada digram Cartesius setiap sistem pertidaksamaan berikut, kemudian
nyatakan daerah penyelesaiannya berupa daerah terbuka atau daerah tertutup dan
tuliskan titik-titik pojoknya.
a. 2𝑥 + 𝑦 ≤ 10, 𝑥 + 2𝑦 ≤ 8, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
b. 2𝑥 + 3𝑦 ≥ 12, −𝑥 + 𝑦 ≤ 3, 0 ≤ 𝑦 ≤ 5
c. 2𝑥 + 3𝑦 ≥ 16, 𝑥 + 𝑦 ≥ 12, 𝑥 + 2𝑦 ≥ 14, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
d. 4𝑥 + 3𝑦 ≥ 48, 2𝑥 + 𝑦 ≤ 24, 𝑥 ≤ 9
2. Seorang penjahit mempunyai mempunyai 20 m kain katun, 11 m kain sutera, dan 15
m kain wol. Pakaian model I memerlukan 2 m kain katun, 1 m kain sutera, dan 1 m
kain wol, sedangkan pakaian model II mememrlukan 1 m kain katun, 2 m kain
sutera, 3 m kain wol. Selesaikanlah masalah tersebut secara grafik dan tentukan
titik-titik ekstrimnya.

Pedoman Penskoran
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 5
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
2𝑥 + 𝑦 ≤ 10
{
𝑥 + 2𝑦 ≤ 8
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
2𝑥 + 𝑦 = 10 𝑥 + 2𝑦 = 8
x 0 5 x 0 8
y 1 0 y 4 0 10
Ti ik (0, 10) (5, 0) Titik (0, 4) (8, 0)

Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koordinat Cartesius dengan


ukuran yang tepat.
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian
1. 𝑥 ≥ 0 (sebelah kanan sumbu Y)
2. 𝑦 ≥ 0 (di atas sumbu X)
3. 2𝑥 + 𝑦 ≤ 10 (di bawah garis 2𝑥 + 𝑦 = 10)
4. 𝑥 + 2𝑦 ≤ 8 (di bawah garis 𝑥 + 2𝑦 = 8)

 Penentuan titik-titik ekstrim


1. A(0,4), perpotongan garis 𝑥 + 2𝑦 = 8 dengan sumbu Y.
2. B(4, 2), perpotongan garis 2𝑥 + 𝑦 = 10 dengan garis 𝑥 + 2𝑦 = 5
8.
3. C(5, 0), perpotongan garis 2𝑥 + 𝑦 = 10 dengan sumbu X.
4. D(0, 0), perpotongan sumbu X dengan sumbu Y.

b. Lukiskan tiga garis lurus (garis pembatas) berikut.


2𝑥 + 3𝑦 ≥ 12
5
{ −𝑥 + 𝑦 ≤ 3
0≤𝑦≤5
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
2𝑥 + 3𝑦 = 12 −𝑥 + 𝑦 = 3
x 0 6 x 0 -3
y 4 0 y 3 0
Ti ik (0, 4) (6, 0) Titik (0, 3) (-3, 0)

Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koordinat Cartesius dengan


ukuran yang tepat.
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian
1. 𝑦 ≥ 0 (di atas sumbu X)
2. 2𝑥 + 3𝑦 ≥ 12(di atas garis 2𝑥 + 3𝑦 = 12) 10
3. −𝑥 + 𝑦 ≤ 3 (di bawah garis −𝑥 + 𝑦 = 3)
4. 𝑦 ≤ 5 (di bawah garis𝑦 = 5)

 Penentuan titik-titik ekstrim


1. A(0,6 , 0,36), perpotongan garis 2𝑥 + 3𝑦 = 12 dengan −𝑥 + 5
𝑦 = 3.
2. B(2, 5), perpotongan garis −𝑥 + 𝑦 = 3 dengan garis 𝑦 = 5.
3. C(6, 0), perpotongan garis 2𝑥 + 3𝑦 = 12 dengan sumbu X.

c. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah


penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan tiga garis lurus
5
(garis pembatas) berikut.
2𝑥 + 3𝑦 ≥ 16
{ 𝑥 + 𝑦 ≥ 12
𝑥 + 2𝑦 ≥ 14

Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
2𝑥 + 3𝑦 = 16 𝑥 + 𝑦 = 12 𝑥 + 2𝑦 = 14

x 0 8 x 0 12 x 0 14

y 5,3 0 y 12 0 y 7 0

Titik (0, 5,3) (8, 0) Titik (0, 12) (12, 0) Titik (0, 7) (14, 0)

 Penentuan daerah himpunan penyelesaian


(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X 10
(iii) 2𝑥 + 3𝑦 ≥ 16 ⟹ di atas garis 2𝑥 + 3𝑦 = 16
(iv) 𝑥 + 𝑦 ≥ 12 ⟹ di atas garis 𝑥 + 𝑦 = 12
(v) 𝑥 + 2𝑦 ≥ 14 ⟹ di atas garis 𝑥 + 2𝑦 = 14
 Penentuan titik-titik ekstrim 5
1. A(0 , 12), perpotongan garis 𝑥 + 𝑦 = 12 dengan sumbu Y.
2. B(10, 2), perpotongan garis 𝑥 + 𝑦 = 12 dengan garis 𝑥 + 2𝑦 =
14.
3. C(14, 0), perpotongan garis 𝑥 + 2𝑦 = 14 dengan sumbu X.

d. Lukiskan tiga garis lurus (garis pembatas) berikut.


4𝑥 + 3𝑦 ≥ 48 5
{ 2𝑥 + 𝑦 ≤ 24
𝑥≤9
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
4𝑥 + 3𝑦 = 48 2𝑥 + 𝑦 = 24
x 0 12 x 0 12
y 16 0 y 24 0
Titik (0, 16) (12, 0) Titik (0, 24) (12, 0)

 Penentuan daerah himpunan penyelesaian


(i) 𝑥 ≤ 9 ⟹ sebelah kirigaris 𝑥 = 9
(ii) 4𝑥 + 3𝑦 ≥ 48 ⟹ di atas garis 4𝑥 + 3𝑦 = 48
(iii) 2𝑥 + 𝑦 ≤ 24 ⟹ di atas garis 2𝑥 + 𝑦 = 24 10

 Penentuan titik-titik ekstrim 5


1. A(0, 24), perpotongan garis 2𝑥 + 𝑦 = 24 dengan sumbu Y.
2. B(0, 16), perpotongan garis 4𝑥 + 3𝑦 = 48 dengan sumbu Y.
3. C(9, 6), perpotongan garis 2𝑥 + 𝑦 = 24 dengan 𝑥 = 9.
4. D(9, 4), perpotongan garis 4𝑥 + 3𝑦 = 48 dengan 𝑥 = 9.
Bobot Soal 80
2. Misalkan: 5
x = Teh A
y = Teh B
Model Katun Sutera Wol
I (x) 2 1 1
II (y) 1 2 3
Tersedia 20 11 15
Model matematika yang terbentuk:
2𝑥 + 𝑦 ≤ 20, 𝑥 + 2𝑦 ≤ 11, 𝑥 + 3𝑦 ≤ 15, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.

2𝑥 + 𝑦 = 20 𝑥 + 2𝑦 = 11 𝑥 + 3𝑦 = 15 10
x 0 10 x 0 11 x 0 15

y 20 0 y 5,5 0 y 5 0

Titik (0, 20) (10, 0) Titik (0, 5,5) (11, 0) Titik (0, 5) (15, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 2𝑥 + 𝑦 ≤ 20 ⟹ di atas garis 2𝑥 + 𝑦 = 20
(iv) 𝑥 + 2𝑦 ≤ 11 ⟹ di atas garis 𝑥 + 2𝑦 = 11
(v) 𝑥 + 3𝑦 ≤ 15 ⟹ di atas garis 𝑥 + 3𝑦 = 15

Penentuan titik-titik ekstrim


1. A(0, 5), perpotongan garis 𝑥 + 3𝑦 = 15 dengan sumbu Y.
2. B(3, 4), perpotongan garis 𝑥 + 3𝑦 = 15 dengan 𝑥 + 2𝑦 = 11. 5
29 2
3. C( 3 , 3), perpotongan garis 𝑥 + 2𝑦 = 11 dengan 2𝑥 + 𝑦 = 20.
4. D(10, 0), perpotongan garis 2𝑥 + 𝑦 = 20 dengan sumbu X.
5. E(0, 0), perpotongan sumbu X dengan sumbu Y.
Bobot Soal 20
Total Skor 100
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Peretemuan 4
1. Materi Pembelajaran
Menentukan Nilai Optimum fungsi Objektif
Dalam bagian sebelumnya, kita telah membahas secara rinci tentang daerah
penyelesaian suatu sisitem pertidaksamaan (yang merupakan syarat/kendala fungsi
tujuan dari masalah program linear) serta penentuan titik ekstrim daerah penyelesaian
dari sistem pertidaksamaan linear tersebut. Hal ini merupakan syarat mutlak dalam
penentuan nilai optimum fungsi tujuan dari permasalahan program linear. Menentukan
nilai optimum fungsi tujuan secara grafik dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu: metode
uji titik pojok dan metode garis selidik.
1. Menentukan nilai optimum fungsi objektif dengan metode uji titik pojok.
Metode uji titik pojok adalah suatu metode untuk menentukan nilai optimum dari
fungsi objektif 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 dengan cara menghitung nilai-nilai 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 pada
setiap titik sudut yang terdapat pada daerah himpunan penyelesaian pertidaksamaan
linear dua variable, kemudian membandingkan nilai-nilai yang telah diperoleh. Nilai
yang paling besar merupakan nilai maksimum dari 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦, sedangkan nilai yang
paling kecil merupakan nilai minimum dari 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦

Contoh:

Seorang pematung akan membuat patung singa dan patung gajah. Sebuah patung
singa membutuhkan 2 gram emas dan 2 gram perak untuk lapisan luarnya. Sedangkan
patung gajah membutuhkan 3 gram emas dan 1 gram perak untuk lapisan luarnya.
Persediannya emas dan perak pengrajin masing-masing 12 gram dan 8 gram. Jika patung
singa akan dijual dengan harga Rp5.000.000,00 per buh dan untuk patung gajah
Rp4.500.000 per buah, berapa banyak masing-masing jenis patung yang harus dibuat
pengrajin memperoleh pendapatan sebanyak-banyaknya?

Pembahasan:
Misal patung Singa = 𝑥 dan patung Gajah = 𝑦
Permasalahan diatas dapat dituangkan ke dalam tabel berikut
Patung singa (x) Patung Gajah (y) Batasan
Emas 2 3 12
Perak 2 1 8
Sehingga diperoleh hubungan:
Kebutuhan emas : 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12
Kebutuhan perak : 2𝑥 + 𝑦 ≤ 8
Model Matematika :
Fungsi objektif maksimum: 𝑧 = 5.000.000𝑥 + 4.500.000𝑦
Dengan batasan: 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12
2𝑥 + 𝑦 ≤ 8
𝑥 ≥ 0 ;𝑦 ≥ 0
Titik potong pertidaksamaan 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12 dan2𝑥 + 𝑦 ≤ 8 dengan garis koordinat :
2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12 → 2𝑥 + 3𝑦 = 12
2𝑥 + 𝑦 ≤ 8 → 2𝑥 + 𝑦 = 8
𝟐𝒙 + 𝟑𝒚 = 𝟏𝟐 𝟐𝒙 + 𝒚 = 𝟖
𝑥 0 6 0 4
𝑦 4 0 8 0
Titik-titik ekstrim penyelesaian adalah :(0.0), (4.0), (0.4), (3.2)
Masukkan nilai variable 𝑥 dan 𝑦 pada titik ekstrim ke fungsi objektif

(𝑥, 𝑦) 𝑧 = 5.000.000𝑥 + 4.500.000𝑦


(0.0) 0
(0.4), 18.000.000
(4.0), 20.000.000
(3.2) 24.000.000
Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai optimum 24.000.000 diperoleh dari titik
optimum (3,2). Hal tersebut berarti bahwa pendapatan maksimum sebesar
Rp24.000.000,00 akan diperoleh jika pematung membuat 3 buah patung singa dan 2
buah patung gajah.
2. Instrument Penilaian
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan permasalahan di atas, maka cobalah
selesaikan soal – soal berikut ini :
1. Tentukan (x,y) sedemikian rupa sehingga
a. Fungsi objektif minimum: 𝑍 = 5𝑥 + 3𝑦.
2𝑥 + 𝑦 ≥ 3
Syarat-syarat: { 𝑥+𝑦 ≥2
𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0; 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ
b. Fungsi objektif minimum: 𝑍 = 1,5𝑥 + 2,5𝑦.
𝑥 + 3𝑦 ≥ 3
Syarat-syarat: { 𝑥+𝑦 ≥2
𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0; 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ
2. Tentukan nilai maksimum dari 5𝑥 + 4𝑦 yang memenuhi pertidaksamaan: 2𝑥 +
3𝑦 ≤ 12, 2𝑥 + 𝑦 ≤ 8, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0; 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ
3. Seorang petani ingin memberikan pupuk pada tanaman padinya. Pupuk yang
diberikan harus mengandung sekurang-kurangnya 600g fosfor dan 720 g nitrogen.
Pupuk I mengandung 30 gam fosfor dan 30 gram nitrogen per bungkus. Pupuk II
mengandung 20 gram fosfor dan 40 gram nitrogen per bungkus. Petani itu ingin
mencampur kedua pupuk tersebut. Satu bungkus pupuk I harganya Rp17.500,00 dan
pupuk II harganya Rp14.500,00 per bungkus. Tentukan biaya minimum yang harus
dikeluarkan oleh petani tersebut.
Pedoman Penskoran
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 5
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
2𝑥 + 𝑦 ≥ 3
{
𝑥+𝑦≥2
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut
2𝑥 + 𝑦 = 3 𝑥+𝑦 =2 5
x 0 1,5 x 0 2
y 3 0 y 2 0
Titik (0, 3) (1,5, 0) Titik (0, 2) (2, 0)
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
10
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 2𝑥 + 𝑦 ≥ 3 ⟹ di atas garis 2𝑥 + 𝑦 = 3
(iv) 𝑥 + 𝑦 ≥ 2 ⟹ di atas garis 𝑥 + 𝑦 = 2

Titik Fungsi Tujuan


Ekstrim 𝒁 = 𝟓𝒙 + 𝟑𝒚 5
A(0, 3) 𝟓(𝟎) + 𝟑(𝟑) = 𝟗
B(1, 1) 𝟓(𝟏) + 𝟑(𝟏) = 𝟖
C(2, 0) 𝟓(𝟐) + 𝟑(𝟎) = 𝟏𝟎

Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai minimum8 diperoleh dari


titik ekstrimB(3,2).
b. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus 5
(garis pembatas) berikut.
𝑥 + 3𝑦 ≥ 3
{
𝑥+𝑦≥2
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
𝑥 + 3𝑦 = 3 𝑥+𝑦 =2 10
x 0 3 x 0 2
y 1 0 y 2 0
Titik (0, 1) (3, 0) Titik (0, 2) (2, 0)
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 𝑥 + 3𝑦 ≥ 3 ⟹ di atas garis 𝑥 + 3𝑦 = 3
(iv) 𝑥 + 𝑦 ≥ 2 ⟹ di atas garis 𝑥 + 𝑦 = 2

5
Titik Fungsi Tujuan
Ekstrim 𝒁 = 𝟏, 𝟓𝒙 + 𝟐, 𝟓𝒚
A(0, 2) 𝟏, 𝟓(𝟎) + 𝟐, 𝟓(𝟐) = 𝟓
B(1,5, 0,5) 𝟏, 𝟓(𝟏, 𝟓) + 𝟐, 𝟓(𝟎, 𝟓) = 𝟑, 𝟓
C(3, 0) 𝟏, 𝟓(𝟑) + 𝟐, 𝟓(𝟎) = 𝟒, 𝟓
Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai minimum3,5 diperoleh dari
titik ekstrimB(1,5, 0,5).
Bobot Soal 50
2. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 5
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12
{
2𝑥 + 𝑦 ≤ 8
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut

2𝑥 + 3𝑦 = 12 2𝑥 + 𝑦 = 8
x 0 6 x 0 4
y 4 0 y 8 0
Titik (0, 4) (6, 0) Titik (0, 8) (4, 0) 10
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 3𝑦 = 12
(iv) 2𝑥 + 𝑦 ≤ 8 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 𝑦 = 8

Titik Fungsi Tujuan


5
Ekstrim 𝒁 = 𝟓𝒙 + 𝟒𝒚
A(0, 4) 𝟓(𝟎) + 𝟒(𝟒) = 𝟏𝟔
B(3, 2) 𝟓(𝟑) + 𝟒(𝟐) = 𝟐𝟑
C(4, 0) 𝟓(𝟒) + 𝟒(𝟎) = 𝟐𝟎
D(0, 0) 𝟓(𝟎) + 𝟒(𝟎) = 𝟎

Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai maksimum yaitu23 diperoleh


dari titik ekstrimB(3,2).
Bobot Soal 20
3. Misalkan: 10
x = Pupuk I
y = Pupuk II
Pupuk Fosfor Nitrogen Harga
I (x) 30 30 17.500
II (y) 20 40 14.500
Tersedia 600 720
Model matematika yang terbentuk:
3𝑥 + 2𝑦 ≤ 60, 3𝑥 + 4𝑦 ≤ 72, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
Memaksimumkan fungsi tujuan
𝑍 = 17500𝑥 + 14500𝑦
Titik potong kedua garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
3𝑥 + 2𝑦 = 60 3𝑥 + 4𝑦 = 72 5
x 0 20 x 0 24
y 30 0 y 18 0
Titik (0, 30) (20, 0) Titik (0, 18) (24, 0)

Penentuan daerah himpunan penyelesaian 10


(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 3𝑥 + 2𝑦 ≤ 60 ⟹ di atas garis 3𝑥 + 2𝑦 = 60
(iv) 3𝑥 + 4𝑦 ≤ 72 ⟹ di atas garis 3𝑥 + 4𝑦 = 72

5
Titik Fungsi Tujuan
Ekstrim 𝒁 = 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎𝒙 + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎𝒚
A(0, 18) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟎) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟏𝟖) = 𝟐𝟔𝟏𝟎𝟎𝟎
B(16, 6) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟏𝟔) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟔) = 𝟑𝟔𝟕𝟎𝟎𝟎
C(20, 0) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟐𝟎) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟎) = 𝟑𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎
D(0, 0) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟎) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟎) = 𝟎

Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai maksimum yaitu367.000


diperoleh dari titik ekstrimB(16,6).
Bobot Soal 30
Total Skor 100
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Peretemuan 5
1. Materi Pembelajaran
2. Menentukan nilai optimum fungsi objektif dengan garis selidik.
Metode Garis Selidik
1. Gambar garis 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑎𝑏 yang memotong sumbu 𝑋 di titik (𝑏, 0) dan memotong
sumbu 𝑌 di titik (a, 0)
2. Tarik garis yang sejajar dengan 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑎𝑏 yang melalui titik-titik perpotongan
pada batas-batas daerah himpuanan penyelesaian.
3. Garis selidik yang berada di paling atas atau yang berada paling kanan
menunjukkan nilai maksimum, sedangkan garis selidik yang berada paling bawah
atau paling kiri pada daerah himpunan penyelesaian menunjukkan nilai minimum

Contoh:
Tentukan nilai maksimum dari 3𝑥 + 2𝑦 yang memenuhi 𝑥 + 𝑦 ≤ 5, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 dan
𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
Pembahasan:

Jadi, nilai maksimum di capai pada titik (5, 0) yaitu 3.5 + 2.0 = 15
2. Instrument Penilaian
1. Tentukan nilai maksimum dengan metode garis selidik dari
a. 𝑧 = 𝑥 + 𝑦 yang memenuhi:
5x + y ≤ 50, x + y ≥ 1, y ≤ 4, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
b. 𝑧 = 10𝑥 + 6,2𝑦 yang memenuhi:
x + y ≥ 1, y ≤ 5, x ≤ 6, x + 9y ≤ 63, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
c. 𝑧 = 𝑥 + 5𝑦 yang memenuhi:
x + 10y ≤ 20, x ≤ 2, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
2. Tentukan nilai minimum dengan metode garis selidik dari
𝑧 = 15𝑥 + 10𝑦yang memenuhi:
3x + y ≥ 6, x + y ≥ 3, y ≤ 4, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ

Pedoman Penskoran
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 10
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan tiga garis lurus
(garis pembatas) berikut.
5x + y ≤ 50
{ x + y ≥ 1
y ≤ 4
Fungsi tujuan
𝑧 =𝑥+𝑦
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
5x + y = 50 x+y=1
x 0 10 x 0 1
y 50 0 y 1 0
Titik (0, 50) (10, 0) Titik (0, 1) (1, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y 15
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 5x + y ≤ 50 ⟹ di bawah garis 5x + y = 50
(iv) x + y ≥ 1 ⟹ di atas garis x + y = 1
(v) y ≤ 4 ⟹ di bawah garis y = 4

Pada gambar di atas terlihat bahwa nilai maksimum 𝑧 = 𝑥 + 𝑦 di capai


pada titik B(9,2, 4).
Jadi, nilai maksimum 𝑧 = 9,2 + 4 = 13,2

b. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah


penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan empat garis
lurus (garis pembatas) berikut.
10
x + y ≥ 1
{ x + 9y ≤ 63
y ≤ 5 dan x ≤ 6
Fungsi tujuan
𝑧 = 10𝑥 + 6,2𝑦
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
x+y=1 x + 9y =63
x 0 1 x 0 63
y 1 0 y 7 0
Titik (0, 1) (1, 0) Titik (0, 7) (63, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) x + y ≥ 1 ⟹ di atas garis x + y = 1 15
(iv) x + 9y ≤ 63 ⟹ di bawah garis x + 9y = 63
(v) y ≤ 5 ⟹ di bawah garis y = 5
(vi) x ≤ 6 ⟹ di bawah garis x = 6
Pada gambar di atas terlihat bahwa nilai maksimum 𝑧 = 10𝑥 + 6,2𝑦 di
capai pada titik B(6, 5).
Jadi, nilai maksimum 𝑧 = 10(6) + 6,2(5) = 91

c. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah


penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus 10
(garis pembatas) berikut.
x + 10y ≤ 20
{
x ≤ 2
Fungsi tujuan
𝑧 = 𝑥 + 5𝑦
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
x + 10y = 20
x 0 20
y 2 0
Titik (0, 2) (20, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X 15
(iii) x + 10y ≤ 20 ⟹ di bawah garis x + 10y = 20
(iv) x ≤ 2 ⟹ di bawah garis x = 2

Pada gambar di atas terlihat bahwa nilai maksimum 𝑧 = 𝑥 + 5𝑦 di capai


pada titik B(2, 1,8).
Jadi, nilai maksimum 𝑧 = 2 + 5(1,8) = 11
Bobot Soal 75
2. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 10
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan tiga garis lurus
(garis pembatas) berikut.
3x + y ≥ 6
{x + y ≥ 3
y ≤ 4
Fungsi tujuan
𝑧 = 15𝑥 + 10𝑦
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
3x + y = 6 x + y= 3
x 0 2 x 0 3
y 6 0 y 3 0
Titik (0, 6) (2, 0) Titik (0, 3) (3, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y 15
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 3x + y ≥ 6 ⟹ di atas garis 3x + y = 6
(iv) x + y ≥ 3 ⟹ di atas garis x + y = 3
(v) y ≤ 4 ⟹ di bawah garis y = 4

Pada gambar di atas terlihat bahwa nilai minimum𝑧 = 15𝑥 + 10𝑦 di capai
pada titik B(1,5, 1,5).
Jadi, nilai maksimum 𝑧 = 15(1,5) + 10(1,5) = 37.5
Bobot Soal 25
Total Skor 100

𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Penilaian Keterampilan
No. Kriteria Skor
Sesuai (3)
Menggunakan metode yang sesuai dalam
1 Kurang Sesuai (2)
menyelesaikan permasalahan
Tidak Sesuai (1)
Cermat (5)
2 Menentukan penyelesaian masalah dengan cermat Kurang Cermat (3)
Tidak Cermat (1)
Tepat (2)
Menggunakan materi lain yang sesuai dalam
3 Kurang Tepat (1,5)
menentukan solusi permasalahan dengan tepat
Tidak Tepat (1)
Pedoman penskoran penilaian keterampilan ;
No. Nama Kriteria Total
K.1 K.2 K.3 Skor
1

dst.

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑥 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Penilaian Sikap
No. Indikator Kriteria

1. Kritis a. Mengerjakan tugas dengan teliti


b. Tanggap dalam memecahkan masalah
c. Mememukan kesalahan dan kekeliruan yang terjadi
2. Komunikatif a. Menjawab pertanyaan dengan tegas
b. Memberi masukan yang tepat
c. Menyampaikan tanggapan yang mudah dipahami dan
diterima dengan baik
3. Bekerjasama a. Mengerjakan tugas secara bersama-sama sesuai dengan
kelompok
b. Membantu menyelesaikan masalah yang ditemukan
4. Tanggungjawab a. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
b. Peran serta aktif dalam kegiatan belajar-mengajar
individu atau diskusi kelompok
c. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
d. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang
dilakukan
5. Disiplin a. Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai dengan
waktu yang ditentukan
b. Datang tepat waktu
c. Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/ sekolah
1. JikaSangat Baik (SB) diberi skor 4, disesuaikan dengankriteria
yangmunculmaka diberisebutanselalu
2. JikaBaik (B) diberi skor 3, disesuaikan dengan kriteria yang
munculmakadiberisebutansering
3. JikaCukup © diberi skor 2, disesuaikan dengankriteria yang
munculmakadiberisebutankadang- kadang
4. Jika Kurang (D) diberi skor 1, disesuaikan dengan kriteriamunculmaka
diberisebutanjarang
(*)informasiiniselanjutkanya disampaikankepadaguruPPKn,
Agamadanwalikelasuntuk dipertimbangkanmenjadinilai sikap
LAMPIRAN PENILAIAN HARIAN

TES FORMATIF

1. Tentukanlah daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan berikut untuk 𝑥 dan 𝑦 ∈ ℝ.


7𝑥 + 14𝑦 − 12 ≥ 0 2𝑥 − 𝑦 − 2 ≤ 0
9𝑥 − 3𝑦 − 18 ≤ 0 𝑥 − 3 ≥ 3𝑦
a. { b. {
𝑥≥0 𝑥≥0
𝑦≥0 𝑦≥0

2. Tuliskan SPtLDVuntuk daerah terarsir yang merupakan DHP pada gambar berikut.

3. Untuk membuat satu adonan roti jenis A, Ibu memerlukan terigu 400 gram dan mentega 50
gram. Sedangkan untuk membuat adonan roti jenis B diperlukan terigu 200 gram dan
mentega 100 gram. Bahan yang tersedia adalah 6 kg terigu dan 2,4 kg mentega. Jika dijual,
Roti jenis A mendapat keuntungan Rp 1.000,00 per roti, dan roti jenis B mendapat
keuntungan Rp. 2.000,00 per roti.
a. Buatlah model matrmatika dari masalah tersebut.
b. Berapa banyaknya roti jenis A dan jenis B yang harus dibuat Ibu agar memperoleh
untung sebanyak-banyaknya.?

4. Carilah nilai 𝑥 dan 𝑦 yang meminimumkan 𝑓(𝑥. 𝑦) = 4𝑥 + 3𝑦 dengan metode garis selidik
dengan kendala berikut
𝑥−𝑦≤0
𝑥+𝑦≥7
6𝑥 + 𝑦 ≥ 12
𝑥≥0
{ 𝑦≥0

5. Pesawat penumpang mempunyai tempat duduk 48 kursi. Setiap penumpang kelas utama
boleh membawa bagasi 60 kg sedangkan kelas ekonomi 20 kg. pesawat hanya dapat
membawa bagasi 1440 kg. harga tiket kelas utama Rp 150.000,00 dan kelas ekonomi Rp
100.000,00. Supaya pendapatan dari penjualan tiket pada saat pesawat penuh mencapai
maksimum, maka berapakah jumlah tempat duduk yang harus ada pada kelas utama?
PEDOMAN PENSKORAN
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 15
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
7𝑥 + 14𝑦 − 12 ≥ 0
{
9𝑥 − 3𝑦 − 18 ≤ 0
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
7𝑥 + 14𝑦 = 12 9𝑥 − 3𝑦 = 18
x 0 1,71 x 0 2
y 0,86 0 y -6 0
Titik (0, 0,86) (1,71, 0) Titik (0, 3) (3, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii)7𝑥 + 14𝑦 ≥ 12 ⟹ di atas garis 7𝑥 + 14𝑦 = 12
(iv) 9𝑥 − 3𝑦 ≤ 18 ⟹ di bawah garis 9𝑥 − 3𝑦 = 18

b. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah


penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
2𝑥 − 𝑦 − 2 ≤ 0
{
𝑥 − 3 ≥ 3𝑦
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
2𝑥 − 𝑦 = 2 𝑥 − 3𝑦 = 3
x 0 1 x 0 3
y -2 0 y -1 0
Titik (0, -2) (1, 0) Titik (0, -1) (3, 0)

Penentuan daerah himpunan penyelesaian


(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii)2𝑥 − 𝑦 ≤ 2 ⟹ di atas garis 2𝑥 − 𝑦 = 2
(iv) 𝑥 − 3𝑦 ≥ 3 ⟹ di bawah garis 𝑥 − 3𝑦 = 3

Sistem pertidaksamaan di atas tidak memiliki himpunan penyelesaian.


2. Sistem persamaan garis pembatas: 15
1. Sumbu X⟹ y = 0
2. Sumbu Y⟹ x = 0
3. Garis yang melalui titik (3,0) dan (2,2), misal garis p
2−0 2
𝑚= = − = −2
2−3 1
𝑦 = −2𝑥 + 𝑐 atau 2𝑥 + 𝑦 = 𝑐
𝐴(3, 0) ⟹ 2(3) + 0 = 𝑐
∴ 𝑐 = 6 ⟹ 2𝑥 + 𝑦 = 6 (persamaan garis p)
3. Garis yang melalui titik (2,2) dan (-3,-2), misal garis q
−2 − 2 4
𝑚= =
−3 − 2 5
4 4
𝑦 = 5 𝑥 + 𝑐 atau − 5 𝑥 + 𝑦 = 𝑐
4
𝐴(2, 2) ⟹ − (2) + 2 = 𝑐
5
2 4 2
∴ 𝑐 = 5 ⟹ − 5 𝑥 + 𝑦 = 5 (persamaan garis q)
4. Garis yang melalui titik (3,0) dan (0,-1), misal garis r
−1 − 0 1
𝑚= =
0−3 3
1 1
𝑦 = 3 𝑥 + 𝑐 atau − 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑐
1
𝐴(3, 0) ⟹ − (3) + 0 = 𝑐
3
1
∴ 𝑐 = −1 ⟹ − 3 𝑥 + 𝑦 = −1 (persamaan garis r)
Lukisan DHP
Perhatikan DHP yang ditunjukkan oleh tanda panah berikut.

SPtLDV
2𝑥 + 𝑦 ≤ 6 (di bawah garis p)
−4𝑥 + 5𝑦 ≤ 2 (di bawah garis q)
−𝑥 + 3𝑦 ≥ −3 (di atas garis r)
Jadi, SPtLDV dari gambar adalah2𝑥 + 𝑦 ≤ 6, −4𝑥 + 5𝑦 ≤ 2dan −𝑥 +
3𝑦 ≥ −3
3. Misalkan: 20
x = Jenis A
y = Jenis B
Jenis Fosfor Nitrogen Harga
A (x) 400 50 1000
B (y) 200 100 2000
Tersedia 6000 2400
Model matematika yang terbentuk:
4𝑥 + 2𝑦 ≤ 60, 5𝑥 + 10𝑦 ≤ 240, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
Memaksimumkan fungsi tujuan
𝑍 = 1000𝑥 + 2000𝑦
Titik potong kedua garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada tabel
berikut.
4𝑥 + 2𝑦 = 60 5𝑥 + 10𝑦 = 240
x 0 15 x 0 48
y 30 0 y 24 0
Titik (0, 30) (15, 0) Titik (0, 24) (48, 0)

Penentuan daerah himpunan penyelesaian


(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 4𝑥 + 2𝑦 ≤ 60 ⟹ di atas garis 4𝑥 + 2𝑦 = 60
(iv) 5𝑥 + 10𝑦 ≤ 240 ⟹ di atas garis 5𝑥 + 10𝑦 = 240

Titik Fungsi Tujuan


Ekstrim 𝒁 = 𝟏𝟎𝟎𝟎𝒙 + 𝟐𝟎𝟎𝟎𝒚
A(0, 24) 𝟏𝟎𝟎𝟎(𝟎) + 𝟐𝟎𝟎𝟎(𝟐𝟒) = 𝟒𝟖𝟎𝟎𝟎
B(4, 22) 𝟏𝟎𝟎𝟎(𝟒) + 𝟐𝟎𝟎𝟎(𝟐𝟐) = 𝟒𝟖𝟎𝟎𝟎
C(15, 0) 𝟏𝟎𝟎𝟎(𝟏𝟓) + 𝟐𝟎𝟎𝟎(𝟎) = 𝟏𝟓𝟎𝟎𝟎
D(0, 0) 𝟏𝟎𝟎𝟎(𝟎) + 𝟐𝟎𝟎𝟎(𝟎) = 𝟎

Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai maksimum yaitu48000 diperoleh


dari titik ekstrimA(0,24) dan B(4, 22).
4. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah penyelesaiannya 20
berada di kuadran pertama. Lukiskan tiga garis lurus (garis pembatas)
berikut.
𝑥−𝑦 ≤0
{ 𝑥+𝑦 ≥7
6𝑥 + 𝑦 ≥ 12
Fungsi tujuan
𝑓(𝑥. 𝑦) = 4𝑥 + 3𝑦
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada tabel
berikut.
𝑥−𝑦 =0 𝑥+𝑦=7 6𝑥 + 𝑦 ≥ 12

x 0 0 x 0 7 x 0 2

y 0 0 y 7 0 y 12 0

Titik (0, 0) (0, 0) Titik (0, 7) (7, 0) Titik (0, 12) (2, 0)
Pada gambar di atas terlihat bahwa nilai minimum 𝑓(𝑥. 𝑦) = 4𝑥 + 3𝑦 di
capai pada titik B(1, 6).
Jadi, nilai maksimum 𝑓(𝑥. 𝑦) = 4(1) + 3(6) = 22
5. Misalkan: 30
x = Utama
y = Ekonomi
Tempat
Kelas Bagasi Harga
duduk
Utama (x) 1 60 150000
Ekonomi (y) 1 20 100000
Tersedia 48 1440
Model matematika yang terbentuk:
𝑥 + 𝑦 ≤ 48, 3𝑥 + 𝑦 ≤ 72, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
Memaksimumkan fungsi tujuan
𝑍 = 150000𝑥 + 100000𝑦
Titik potong kedua garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada tabel
berikut.
𝑥 + 𝑦 = 48 3𝑥 + 𝑦 = 72
x 0 48 x 0 24
y 48 0 y 72 0
Titik (0, 48) (48, 0) Titik (0, 72) (24, 0)

Penentuan daerah himpunan penyelesaian


(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 𝑥 + 𝑦 ≤ 48 ⟹ di atas garis 𝑥 + 𝑦 = 48
(iv) 3𝑥 + 𝑦 ≤ 72 ⟹ di atas garis 3𝑥 + 𝑦 = 72
Titik Fungsi Tujuan
Ekstrim 𝒁 = 𝟏𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎𝒙 + 𝟏𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝒚
A(0, 48) 𝟏𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟎) + 𝟏𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟒𝟖) = 𝟒𝟖𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎
B(12, 36) 𝟏𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟏𝟐) + 𝟏𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟑𝟔) = 𝟓𝟒𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎
C(24, 0) 𝟏𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟐𝟒) + 𝟏𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟎) = 𝟑𝟔𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎
D(0, 0) 𝟏𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟎) + 𝟏𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎(𝟎) = 𝟎

Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai maksimum yaitu5400000


diperoleh dari titik ekstrimB(12,36).
TOTAL 100

𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM

Anda mungkin juga menyukai