RPP KD 3.2 Program Linear
RPP KD 3.2 Program Linear
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu dan kelompok, diskusi
kelompok, penemuan terbimbing (guided discovery) dan berbasis masalah (Problem Based
Learning) peserta didik mampu:
1. Menunjukkan sikap jujur, tertib, dan mengikuti aturan pada saat proses belajar
berlangsung.
2. Menunjukkan sikap cermat dan teliti dalam menyelesaiakan masalah-masalah program
linear dua variabel.
3. Menjelaskan pertidaksamaan linear dua variabel.
4. Membentuk model matematika dari suatu masalah kontekstual.
5. Membedakan pertidaksamaan linear dua variabel dengan yang lainnya.
6. Menyelesaikan pertidaksamaan linear dua variabel baik secara analisis maupun secara
geometris.
7. Menjelaskan definisi program linear dua variabel.
8. Membentuk model matematika dari suatu masalah program linear dua variabel.
9. Menjelaskan definisi daerah penyelesaian.
10. Menjelaskan fungsi tujuan.
11. Menyajikan grafik daerah penyelesaian dari suatu masalah program linear dua variabel.
12. Menggunakan garis selidik untuk menentukan nilai optimum suatu program linear.
13. Mengintrepretasikan penyelesaian secara kontekstual.
Sehingga peserta didik dapat menerapkan konsep program linear untuk
menyelesaiakan beberapa kasus dalam permasalahan sehari-hari sebagai realisasi dari
keterampilan berfikir tingkat tinggi/HOTS, kecakapan hidup abad 21 khusus dalam
penguatan karakter jujur, mandiri, displin dan literasi.
D. Materi Pembelajaran
Fakta : Pertidaksamaan dan masalah program linear yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari.
Konsep : Defenisi Sistem Pertidaksamaan Linear dua Variabel dan
Program Linear Dua Variabel
Prosedur : 1. Mendefinisikan pertidaksamaan linear dua variabel
2. Menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear dua
variabel
3. Menemukan syarat pertidaksamaan memiliki penyelesaian
4. Menemukan syarat pertidaksamaan tidak memiliki
penyelesaian
5. Mendefinisikan program linear dua variabel
6. Mendefinisikan daerah penyelesaian suatu masalah
program linear dua variabel
7. Mendefinisikan fungsi tujuan suatu masalah program linear
dua variabel
8. Menjelaskan nilai optimum suatu masalah program linear
dua variabel.
9. Menjelaskan garis selidik
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1.
Indikator :
3.2.1. Mendefinisikan pertidaksamaan linear dua variabel.
3.2.2. Menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear dua variabel
3.2.3. Menemukan syarat pertidaksamaan memiliki penyelesaian
3.2.4. Menemukan syarat pertidaksamaan tidak memiliki penyelesaian
4.2.1. Menyelesaiakan daerah himpunan penyelesaian (DHP) dari sistem pertidaksamaan
linear dua variabel.
4.2.2. Menyelesaiakan sistem pertidaksamaan linear dua variabel dari lukisan daerah
himpunan penyelesaian.
4.2.3. Menyelesaikan pertidaksamaan linear dua variabel.
4.2.4. Menyajikan grafik pertidaksamaan linear dua variabel.
2. Kegiatan Inti :
Fase Stimulation (Memberi Stimulus)
6. Setiap kelompok mengeluarkan UKB 1 dan memperhatikan Kegiatan Belajar 1.
7. Peserta didik diminta mengamati secara seksama dan teliti ilustrasi dan
penyelesaian dari masalah pertidaksamaan linear dua variabel.
8. Diharapkan peserta didik dapat memahami konsep menyelesaikan masalah
pertidaksamaan linear dua variabel.
Fase Statement (Mengidentifikasi Masalah)
9. Dari hasil pengamatan pada Kegiatan belajar 1, diharapkan perhatian peserta
didik fokus pada soal dan penyelesaian yang terdapat pada UKB. Sehingga
memunculkan pertanyaan “Bagaimana memodelkan dan menyelesaikan masalah
pada pertidaksamaan linear dua variabel?”
Data Collecting (Menggunakan Data)
10. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi untuk menjawab
pertanyaan tersebut (buku teks pelajaran, internet)
11. Peserta didik menuliskan informasi yang diperoleh
Data Prosessing (Mengolah Data)
12. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 1.
13. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Verification (Memverifikasi)
14. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu mereka dengan memaparkan hasil diskusi dan pemikiran
peserta didik.
15. Pendidik mengoreksi hasil diskusi yang telah dipaparkan peserta didik.
Generalization (Menyimpulkan)
16. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang penyelesaian pertidaksamaan
linear dua variabel.
17. Peserta didik menganalisis permasalahan pertidaksamaan linear dua variabel
dalam menyelesaikan latihan pada UKB.
3. Kegiatan Penutup:
18. Peserta didik diberi tes tulis evaluasi yang terdapat pada Kegiatan Belajar 1
19. Peserta didik mengumpulkan hasil tes evaluasi dan apabila evaluasi
pembelajaran belum selesai dikerjakan, peserta didik dapat melanjutkan di
rumah
20. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
21. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
22. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
23. Setelah selesai mengerjakan evaluasi tersebut, peserta didik dapat melanjutkan
Kegiatan Belajar 2 pada UKB 1
Pertemuan 2
Indikator :
3.2.5. Mendefinisikan program linear dua variabel.
3.2.6. Mendefinisikan fungsi tujuan suatu masalah program linear dua variabel.
4.2.5. Membentuk model matematika suatu masalah program linear dua variabel.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang pertidaksamaan linear dua
variabel yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang program
linear dua variabel.
2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Seeorang pengusaha sepeda ingin membeli sepada balap dan sepeda gunung
sebanyak 30 buah untuk persedian. Harga sebuah sepeda balap
RP1.500.000,00 dan sepeda gunung dengan harga Rp1.750.000,00. Modal
yang dimiliki oleh pengusaha tersebut adalah Rp300.000.000,00. Pertanyaan:
Tentukanlah model matematika dari permasalahan di atas?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitprogram linear.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 2.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 2.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam membuat model matematika dari masalah dalam
UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya.
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
17. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
18. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
19. Setelah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut, peserta didik dapat
melanjutkan Kegiatan Belajar 2 pada UKB.
Pertemuan 3.
Indikator:
3.2.7. Mendefinisikan daerah penyelesaian suatu masalah program linear dua variabel.
4.2.6. Menyelesaiakan masalah program linear dua variabel.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang program linear yang telah
dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang penyelesaian
suatu masalah program linear dua variabel.
2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Untuk menghasilkan barang jenis A seharga Rp. 100.000 diperlukan bahan
baku 30 kg dan waktu kerja mesin 18 jam. Barang jenis B seharga Rp. 100.000
memerlukan bahan baku 20 kg dan waktu kerja mesin 24 jam. Selesaikanlah
masalah tersebut secara grafik dan tentukan titik-titik ekstrimnya?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitmasalah program linear dua variabel.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 3.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 3.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam penyelesaian dari masalah dalam UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang penyelesaian suatu masalah
program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
17. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
18. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
19. Setelah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut, peserta didik dapat
melanjutkan Kegiatan Belajar 3 pada UKB.
Pertemuan 4
Indikator:
3.2.8. Menjelaskan nilai optimum suatu masalah program linear dua variabel.
4.2.7. Menginterpretasikan penyelesaian yang ditemukan secara kontekstual.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang program linear dua variabel
dan fungsi tujuan yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang nilai
optimum suatu masalah program linear dua variabel.
2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Diketahui luas lahan parkir di sebuah tempat hiburan 360 m2. Sebuah mobil
dan sebuah bus, masing-masing membutuhkan lahan 6 m2 dan 24 m2. Daerah
parkir itu tidak dapat memuat lebih dari 30 kendaraan.
Pertanyaan:
Tentukan jumlah maksimum yang diterima tukang parkir jika biaya untuk
sebuah mobil Rp1.500,00 dan sebuah bus Rp3.000,00?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitnilai optimum suatu masalah program linear dua variabel.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 4.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 4.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam penyelesaian dari masalah dalam UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang nilai optimum suatu masalah
program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran
17. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
18. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
19. Setelah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut, peserta didik dapat
melanjutkan Kegiatan Belajar 4 pada UKB.
Pertemuan 5
Indikator:
3.2.9. Menjelaskan garis selidik.
4.2.8. Menerapkan garis selidik untuk menyelesaiakan program linear dua variabel.
No. Deskripsi Kegitan
1. Kegiatan Pendahuluan :
1. Mengondisikan suasana belajar yang kondusif (berdoa, mengabsen kehadiran
dan mengecek kesipan belajar peserta didik)
2. Apersepsi: pendidik menanyakan kembali tentang program linear dua variabel
yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
3. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan dicapai kepada peserta didik.
4. Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yakni tentang garis selidik.
2. Kegiatan Inti :
Fase 1:Orientasi Peserta Didik kepada Masalah
5. Pendidik memberikan gambaran awal suatu masalah program linear dalam
kehidupan sehari-hari.
“Seorang penjahit mempunyai persediaan bahan-bahan 16 m2 katun, 11 m2
sutra dan 15 m2 wol. Sebuah gaun memerlukan bahan 1 m2 katun, 2 m2 sutra
dan 3 m2 wol. Sebuah kemeja memerlukan 2 m2 katun, 1 m2 sutra dan 1 m2 wol.
Jika sebuah gaun dijual Rp800.000,00 dan sebuah kemeja dijual Rp600.000,00.
Berapa buah masing-masing harus dibuat penjahit agar diperoleh penjualan
maksimum?”
6. Peserta didik mengamati masalah kontekstual yang diberikan oleh guru
terkaitgaris selidik untuk menyelesaiakan program linear dua variabel.
Fase 2:Mengorganisasikan Peserta Didik
7. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
8. Peserta didik mempersiapkan UKB pada kegiatan belajar 5.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi (buku teks
pelajaran, internet) untuk dapat digunakan pada latihan dalam UKB.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu & Kelompok
10. Peserta didik mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk diaplikasikan
ke soal-soal latihan yang telah disiapkan pendidik pada Kegiatan Belajar 5.
11. Pendidik mengarahkan peserta didik dalam mengolah informasi pendukung jika
diperlukan.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
12. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil
diskusi/penyelidikan dalam penyelesaian dari masalah dalam UKB
13. Pendidik meminta peserta didik mengecek kebenaran dari hasil kerja kelompok
maupun individu dengan memaparkan hasil diskusinya/pemikirannya
Fase 5: Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
14. Pendidik mengoreksi hasil diskusi/pemikiran yang telah dipaparkan
15. Peserta didik dan pendidik menyimpulkan tentang garis selidik untuk
menyelesaiakan program linear dua variabel.
3. Kegiatan Penutup:
16. Peserta didik diberi tes tulis evaluasi.
17. Peserta didik mengumpulkan hasil tes evaluasi dan apabila evaluasi
pembelajaran belu selesai dikerjakan, peserta didik dapat melanjutkan di rumah.
18. Pendidik melakukan refleksi sebgai umpan balik terhadap proses pembelajaran.
19. Pendidik menyampaikan bahwa untuk pertemuan selanjutnya akan diadakan test
formatif.
20. Pendidik mengakhiri kegiatan belajar dengan mengucapkan salam penutup.
G. Penilaian
a. TeknikPenilaian:
1. Pengtahuan : Tes Tertulis
2. Keterampilan : Tes tertulis penyelesaian masalah
3. Sikap : Observasidanjurnal
b. BentukPenilaian:
1. Pengetahuan : Uraian(Terlampir)
2. Keterampilan :Instrument Keterampan(Terlampir)
3. Sikap :Lembar observasi(Terlampir)
J. Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai target pembelajaran pada waktu yang telah
dialokasikan, perlu diberikan kegiatan remedial.
Dengan:
a, b : koefisien (𝑎 ≠ 0, 𝑏 ≠ 0, 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ)
c : konstanta (𝑐 ∈ ℝ)
x, y : variabel (𝑥, 𝑦 ∈ ℝ)
2. Instrument Penilaian
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan permasalahan di atas, maka cobalah
selesaikan soal – soal berikut ini :
1. Lukislah DHP dari SPtLDV berikut.
a. 2𝑥 + 𝑦 ≤ 10, 𝑥 + 𝑦 ≤ 7, 𝑥 + 2𝑦 ≤ 12, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
b. 3𝑥 + 𝑦 ≥ 24, 𝑥 + 𝑦 ≥ 16, 𝑥 + 3𝑦 ≥ 30, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
2. Tuliskan SPtLDV dari masing-masing DHP di bawah ini yang ditunjukkan oleh
daerah yang diarsir.
a. b.
Pedoman Penskoran
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 5
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan 3 garis lurus
(garis pembatas) berikut:
2𝑥 + 𝑦 = 10
{ 𝑥+𝑦 =7
𝑥 + 2𝑦 = 12
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat
pada tabel berikut.
2𝑥 + 𝑦 = 10 𝑥+𝑦 =7 𝑥 + 2𝑦 = 12
10
x 0 5 x 0 7 x 0 12
y 10 0 y 7 0 y 6 0
Titik (0, 10) (5, 0) Titik (0, 7) (7, 0) Titik (0, 6) (12, 0)
y 24 0 y 16 0 y 10 0
Titik (0, 24) (8, 0) Titik (0, 16) (16, 0) Titik (0, 10) (30, 0)
Bobot Soal 50
2. a. Sistem persamaan garis pembatas: 15
1. Sumbu X⟹ y = 0
2. Sumbu Y⟹ x = 0
3. Garis yang melalui titik (1,0) dan (0,4), misal garis p
4−0 4
𝑚= = − = −4
0−1 1
𝑦 = −4𝑥 + 𝑐 atau 4𝑥 + 𝑦 = 𝑐
𝐴(0, 4) ⟹ 0 + 4 = 𝑐
∴ 𝑐 = 4 ⟹ 4𝑥 + 𝑦 = 4 (persamaan garis p)
4. Garis yang melalui titik (2,0) dan (0,2), misal garis q
2−0 2
𝑚= = − = −1
0−2 2
𝑦 = −𝑥 + 𝑐 atau 𝑥 + 𝑦 = 𝑐
𝐴(0, 2) ⟹ 0 + 2 = 𝑐
∴ 𝑐 = 2 ⟹ 𝑥 + 𝑦 = 2 (persamaan garis q)
Lukisan DHP 10
Perhatikan DHP yang ditunjukkan oleh tanda panah berikut.
SPtLDV
𝑥 ≥ 0 (di kanan sumbu Y)
𝑦 ≥ 0 (di kanan sumbu X)
4𝑥 + 𝑦 ≤ 4 (di bawah garis p)
𝑥 + 𝑦 ≥ 2 (di atas garis q)
Jadi, SPtLDV dari gambar adalah 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0, 4𝑥 + 𝑦 ≤ 4, dan 𝑥 +
𝑦≥2
Lukisan DHP
Perhatikan DHP yang ditunjukkan oleh tanda panah berikut.
SPtLDV
𝑥 ≥ 0 (di kanan sumbu Y)
𝑦 ≥ 0 (di kanan sumbu X)
7
𝑥 + 𝑦 ≤ 7 (di bawah garis k)
12
𝑦 ≤ 3𝑥 (di bawah garis l)
𝑦 ≥ 𝑥 (di atas garis m)
𝑦 ≥ 3 (di atas garis n)
7
Jadi, SPtLDV dari gambar adalah 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0, 12 𝑥 + 𝑦 ≤ 7,𝑦 ≤ 3𝑥,
𝑦 ≥ 𝑥,dan 𝑦 ≥ 3
Bobot Soal 50
Total Skor 100
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Peretemuan 2
1. Materi Pembelajaran
Program Linear Dua Variabel
Definisi :
1. Model matematika adalah suatu hasil penerjemahan dari bahas sehari-hari menjadi
bentuk matematika berupa persamaan, pertidaksamaan, atau fungsi. Model
matematika yang baik hanya memuat bagian-bagian yang penting dan diperlukan.
2. Program linear merupakan bagian dari matematika terapan dengan model
matematika yang terdiri atas persamaan-persamaan atau pertidaksamaan-
pertidaksamaan linear, yang memuat pembuatan program untuk memecahkan
berbagai permaslahan sehari-hari.
3. Fungsi objektif maksimum: 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦
Pembatasan (syarat-syarat): 𝑐𝑖 𝑥 + 𝑑𝑖 𝑦 ≤ 𝑒𝑖 , 𝑖 = 1,2, … , 𝑛
𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
4. Fungsi objektif maksimum: 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦
Pembatasan (syarat-syarat): 𝑐𝑖 𝑥 + 𝑑𝑖 𝑦 ≥ 𝑒𝑖 , 𝑖 = 1,2, … , 𝑛
𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
Contoh:
Evis ingin membuat dua jenis kartu undangan ulang tahun, yaitu kartu jenis A yang
memerlukan 30 cm2 karton warna biru dan 25 cm2 karton warna kuning, sedangkan
kartu jenis B memerlukan 45 cm2 karton warna biru dan 35 cm2 karon warna kuning.
Banyaknya karton warna biru dan kuning yang ia miliki masing-masing 2 m2 dan 3 m2.
Evis ingin membuat kartu undangan sebanyak-banyaknya. Buatlah model matematika
Pembahasan:
Dengan memisalkan kartu jenis A = x dan kartu jenis B = y
Note:
Maksimal, paling banyak, tidak lebih itu menggunakan tanda ≤ dan <
Minimal, paling sedikit, tidak kurang itu menggunakan tanda ≥ dan >
2. Instrument Penilaian
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan permasalahan di atas, maka cobalah
selesaikan soal – soal berikut ini :
1. Sebuah pabrik memproduksi dua jenis barang yang harus diproses melalui bagian
perakitan dan bagian finishing atau penyempurnaa. Bagian perakitan menyediakan
waktu 90 jam dan bagian finishing menyediakan waktu 72 jam. Pembuatan sebuah
jenis barang I memerlukan waktu 6 jam pada bagian perakitan dan 3 jam pada
bagian finishing. Sedangkan pembuatan sebuah jenis barang II memerlukan waktu 3
jam pada bagian perakitan dan 6 jam pada bagian finishing
a. Misalkan 𝑥 adalah banyak jenis barang I, dan 𝑦 adalah banyak jenis barang II,
tulislah sistem pertidaksamaan linear dua variable dalam 𝑥 dan 𝑦.
b. Jika laba yang diberikan jenis barang I dan jenis barang II berturut-turut adalah
Rp80.000 dan Rp60.000 dan pendapatan pabrik adalah 𝑓, nyatakan fdalam𝑥
dan 𝑦.
2. Pedagang teh mempunyai lemari yang hanya cukup ditempati untuk 40 boks teh.
Teh A dibeli dengan harga Rp6.000 setiap boks dan the B dibeli dengan harga
Rp8.000 setiap boks. Jika pedagang tersebut mempunyai modal Rp300.000 untuk
membeli 𝑥 boks the A dan 𝑦 boks the B. Buatlah model matematika dari masalah
tersebut.
3. Sebuah pabrik mempunyai kayu, plastik, dan baja masing-masing dengan berat 240
kg, 370 kg, 180 kg. Produk A memerlukan kayu, plastik dan baja masing-masing
sebanyak 1 kg, 3 kg, 2 kg. Produk B memerlukan masing-masing 3 kg, 4 kg, an 1
kg. Jika produk A dijual seharga Rp. 80.000 dan B dijual Rp. 120.000, buatlah
model matematika dari masalah linear itu, agar pendapatan pabrik maksimum.
Pedoman Penskoran
Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Pertemuan 3
1. Materi Pembelajaran
Titik pojok/Titik ekstrim
Dalam menentukan nilai optimum (memaksimalkan/meminimumkan) dari
masalah program linear, kita harus menentukan titik pojok dari daerah himpunan
penyelesaian (daerah feasible) sistem pertidaksmaan yang ada (kendala/syarat fungsi
tujuan). Titik pojok ini sering disebut titik ekstrim. Titik-titik ekstrim inilah yang paling
menentukan nilai optimum fungsi tujuan dalam masalah program linear.
Contoh:
Selesaikanlah sistem pertidaksamaan linear berikut secara grafik dan tentukan titik-titik
ekstrimnya.
2𝑥 + 𝑦 ≤ 22, 𝑥 + 𝑦 ≤ 13, 2𝑥 + 5𝑦 ≤ 50, 𝑥 ≥ 0, dan 𝑦 ≥ 0
Pembahasan:
Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah penyelesaiannya berada di
kuadran pertama. Lukiskan 3 garis lurus (garis pembatas) berikut:
2𝑥 + 𝑦 = 22
{ 𝑥 + 𝑦 = 13
2𝑥 + 5𝑦 = 50
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada tabel berikut.
𝟐𝒙 + 𝒚 ≤ 𝟐𝟐 𝒙 + 𝒚 ≤ 𝟏𝟑 𝟐𝒙 + 𝟓𝒚 ≤ 𝟓𝟎
x 0 11 x 0 13 x 0 25
y 22 0 y 13 0 y 10 0
Titik (0, 22) (11, 0) Titik (0, 13) (13, 0) Titik (0, 10) (25, 0)
Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koodinat Cartesius dengan ukuran yang tepat.
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 2𝑥 + 𝑦 ≤ 22 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 𝑦 = 22
(iv) 𝑥 + 𝑦 ≤ 13 ⟹ di bawah garis 𝑥 + 𝑦 = 13
(v) 2𝑥 + 5𝑦 ≤ 50 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 5𝑦 = 50
Penentuan titik ekstrim
(i) A(0, 10), perpotongan garis 2𝑥 + 5𝑦 = 50 dengan sumbu Y
(ii) B(5, 8), perpotongan garis 2𝑥 + 5𝑦 = 50 dengan garis 𝑥 + 𝑦 = 13
(iii) C(9, 4), perpotongan garis 𝑥 + 𝑦 = 13 dengan garis 2𝑥 + 𝑦 = 22
(iv) D(11, 0), peepotongan garis 2𝑥 + 𝑦 = 22 dengan sumbu X.
(v) E(0, 0), perpotongan sumbu X dan sumbu Y.
Pedoman Penskoran
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 5
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
2𝑥 + 𝑦 ≤ 10
{
𝑥 + 2𝑦 ≤ 8
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
2𝑥 + 𝑦 = 10 𝑥 + 2𝑦 = 8
x 0 5 x 0 8
y 1 0 y 4 0 10
Ti ik (0, 10) (5, 0) Titik (0, 4) (8, 0)
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
2𝑥 + 3𝑦 = 16 𝑥 + 𝑦 = 12 𝑥 + 2𝑦 = 14
x 0 8 x 0 12 x 0 14
y 5,3 0 y 12 0 y 7 0
Titik (0, 5,3) (8, 0) Titik (0, 12) (12, 0) Titik (0, 7) (14, 0)
2𝑥 + 𝑦 = 20 𝑥 + 2𝑦 = 11 𝑥 + 3𝑦 = 15 10
x 0 10 x 0 11 x 0 15
y 20 0 y 5,5 0 y 5 0
Titik (0, 20) (10, 0) Titik (0, 5,5) (11, 0) Titik (0, 5) (15, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 2𝑥 + 𝑦 ≤ 20 ⟹ di atas garis 2𝑥 + 𝑦 = 20
(iv) 𝑥 + 2𝑦 ≤ 11 ⟹ di atas garis 𝑥 + 2𝑦 = 11
(v) 𝑥 + 3𝑦 ≤ 15 ⟹ di atas garis 𝑥 + 3𝑦 = 15
Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Peretemuan 4
1. Materi Pembelajaran
Menentukan Nilai Optimum fungsi Objektif
Dalam bagian sebelumnya, kita telah membahas secara rinci tentang daerah
penyelesaian suatu sisitem pertidaksamaan (yang merupakan syarat/kendala fungsi
tujuan dari masalah program linear) serta penentuan titik ekstrim daerah penyelesaian
dari sistem pertidaksamaan linear tersebut. Hal ini merupakan syarat mutlak dalam
penentuan nilai optimum fungsi tujuan dari permasalahan program linear. Menentukan
nilai optimum fungsi tujuan secara grafik dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu: metode
uji titik pojok dan metode garis selidik.
1. Menentukan nilai optimum fungsi objektif dengan metode uji titik pojok.
Metode uji titik pojok adalah suatu metode untuk menentukan nilai optimum dari
fungsi objektif 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 dengan cara menghitung nilai-nilai 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 pada
setiap titik sudut yang terdapat pada daerah himpunan penyelesaian pertidaksamaan
linear dua variable, kemudian membandingkan nilai-nilai yang telah diperoleh. Nilai
yang paling besar merupakan nilai maksimum dari 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦, sedangkan nilai yang
paling kecil merupakan nilai minimum dari 𝑧 = 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦
Contoh:
Seorang pematung akan membuat patung singa dan patung gajah. Sebuah patung
singa membutuhkan 2 gram emas dan 2 gram perak untuk lapisan luarnya. Sedangkan
patung gajah membutuhkan 3 gram emas dan 1 gram perak untuk lapisan luarnya.
Persediannya emas dan perak pengrajin masing-masing 12 gram dan 8 gram. Jika patung
singa akan dijual dengan harga Rp5.000.000,00 per buh dan untuk patung gajah
Rp4.500.000 per buah, berapa banyak masing-masing jenis patung yang harus dibuat
pengrajin memperoleh pendapatan sebanyak-banyaknya?
Pembahasan:
Misal patung Singa = 𝑥 dan patung Gajah = 𝑦
Permasalahan diatas dapat dituangkan ke dalam tabel berikut
Patung singa (x) Patung Gajah (y) Batasan
Emas 2 3 12
Perak 2 1 8
Sehingga diperoleh hubungan:
Kebutuhan emas : 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12
Kebutuhan perak : 2𝑥 + 𝑦 ≤ 8
Model Matematika :
Fungsi objektif maksimum: 𝑧 = 5.000.000𝑥 + 4.500.000𝑦
Dengan batasan: 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12
2𝑥 + 𝑦 ≤ 8
𝑥 ≥ 0 ;𝑦 ≥ 0
Titik potong pertidaksamaan 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12 dan2𝑥 + 𝑦 ≤ 8 dengan garis koordinat :
2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12 → 2𝑥 + 3𝑦 = 12
2𝑥 + 𝑦 ≤ 8 → 2𝑥 + 𝑦 = 8
𝟐𝒙 + 𝟑𝒚 = 𝟏𝟐 𝟐𝒙 + 𝒚 = 𝟖
𝑥 0 6 0 4
𝑦 4 0 8 0
Titik-titik ekstrim penyelesaian adalah :(0.0), (4.0), (0.4), (3.2)
Masukkan nilai variable 𝑥 dan 𝑦 pada titik ekstrim ke fungsi objektif
5
Titik Fungsi Tujuan
Ekstrim 𝒁 = 𝟏, 𝟓𝒙 + 𝟐, 𝟓𝒚
A(0, 2) 𝟏, 𝟓(𝟎) + 𝟐, 𝟓(𝟐) = 𝟓
B(1,5, 0,5) 𝟏, 𝟓(𝟏, 𝟓) + 𝟐, 𝟓(𝟎, 𝟓) = 𝟑, 𝟓
C(3, 0) 𝟏, 𝟓(𝟑) + 𝟐, 𝟓(𝟎) = 𝟒, 𝟓
Dari tabel dapat disimpulkan bahwa nilai minimum3,5 diperoleh dari
titik ekstrimB(1,5, 0,5).
Bobot Soal 50
2. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 5
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12
{
2𝑥 + 𝑦 ≤ 8
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut
2𝑥 + 3𝑦 = 12 2𝑥 + 𝑦 = 8
x 0 6 x 0 4
y 4 0 y 8 0
Titik (0, 4) (6, 0) Titik (0, 8) (4, 0) 10
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 2𝑥 + 3𝑦 ≤ 12 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 3𝑦 = 12
(iv) 2𝑥 + 𝑦 ≤ 8 ⟹ di bawah garis 2𝑥 + 𝑦 = 8
5
Titik Fungsi Tujuan
Ekstrim 𝒁 = 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎𝒙 + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎𝒚
A(0, 18) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟎) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟏𝟖) = 𝟐𝟔𝟏𝟎𝟎𝟎
B(16, 6) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟏𝟔) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟔) = 𝟑𝟔𝟕𝟎𝟎𝟎
C(20, 0) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟐𝟎) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟎) = 𝟑𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎
D(0, 0) 𝟏𝟕𝟓𝟎𝟎(𝟎) + 𝟏𝟒𝟓𝟎𝟎(𝟎) = 𝟎
Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Lampiran Peretemuan 5
1. Materi Pembelajaran
2. Menentukan nilai optimum fungsi objektif dengan garis selidik.
Metode Garis Selidik
1. Gambar garis 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑎𝑏 yang memotong sumbu 𝑋 di titik (𝑏, 0) dan memotong
sumbu 𝑌 di titik (a, 0)
2. Tarik garis yang sejajar dengan 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑎𝑏 yang melalui titik-titik perpotongan
pada batas-batas daerah himpuanan penyelesaian.
3. Garis selidik yang berada di paling atas atau yang berada paling kanan
menunjukkan nilai maksimum, sedangkan garis selidik yang berada paling bawah
atau paling kiri pada daerah himpunan penyelesaian menunjukkan nilai minimum
Contoh:
Tentukan nilai maksimum dari 3𝑥 + 2𝑦 yang memenuhi 𝑥 + 𝑦 ≤ 5, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 dan
𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
Pembahasan:
Jadi, nilai maksimum di capai pada titik (5, 0) yaitu 3.5 + 2.0 = 15
2. Instrument Penilaian
1. Tentukan nilai maksimum dengan metode garis selidik dari
a. 𝑧 = 𝑥 + 𝑦 yang memenuhi:
5x + y ≤ 50, x + y ≥ 1, y ≤ 4, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
b. 𝑧 = 10𝑥 + 6,2𝑦 yang memenuhi:
x + y ≥ 1, y ≤ 5, x ≤ 6, x + 9y ≤ 63, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
c. 𝑧 = 𝑥 + 5𝑦 yang memenuhi:
x + 10y ≤ 20, x ≤ 2, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ.
2. Tentukan nilai minimum dengan metode garis selidik dari
𝑧 = 15𝑥 + 10𝑦yang memenuhi:
3x + y ≥ 6, x + y ≥ 3, y ≤ 4, x ≥ 0, y ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ
Pedoman Penskoran
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 10
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan tiga garis lurus
(garis pembatas) berikut.
5x + y ≤ 50
{ x + y ≥ 1
y ≤ 4
Fungsi tujuan
𝑧 =𝑥+𝑦
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
5x + y = 50 x+y=1
x 0 10 x 0 1
y 50 0 y 1 0
Titik (0, 50) (10, 0) Titik (0, 1) (1, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y 15
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii) 5x + y ≤ 50 ⟹ di bawah garis 5x + y = 50
(iv) x + y ≥ 1 ⟹ di atas garis x + y = 1
(v) y ≤ 4 ⟹ di bawah garis y = 4
Pada gambar di atas terlihat bahwa nilai minimum𝑧 = 15𝑥 + 10𝑦 di capai
pada titik B(1,5, 1,5).
Jadi, nilai maksimum 𝑧 = 15(1,5) + 10(1,5) = 37.5
Bobot Soal 25
Total Skor 100
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM
Penilaian Keterampilan
No. Kriteria Skor
Sesuai (3)
Menggunakan metode yang sesuai dalam
1 Kurang Sesuai (2)
menyelesaikan permasalahan
Tidak Sesuai (1)
Cermat (5)
2 Menentukan penyelesaian masalah dengan cermat Kurang Cermat (3)
Tidak Cermat (1)
Tepat (2)
Menggunakan materi lain yang sesuai dalam
3 Kurang Tepat (1,5)
menentukan solusi permasalahan dengan tepat
Tidak Tepat (1)
Pedoman penskoran penilaian keterampilan ;
No. Nama Kriteria Total
K.1 K.2 K.3 Skor
1
dst.
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑥 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Penilaian Sikap
No. Indikator Kriteria
TES FORMATIF
2. Tuliskan SPtLDVuntuk daerah terarsir yang merupakan DHP pada gambar berikut.
3. Untuk membuat satu adonan roti jenis A, Ibu memerlukan terigu 400 gram dan mentega 50
gram. Sedangkan untuk membuat adonan roti jenis B diperlukan terigu 200 gram dan
mentega 100 gram. Bahan yang tersedia adalah 6 kg terigu dan 2,4 kg mentega. Jika dijual,
Roti jenis A mendapat keuntungan Rp 1.000,00 per roti, dan roti jenis B mendapat
keuntungan Rp. 2.000,00 per roti.
a. Buatlah model matrmatika dari masalah tersebut.
b. Berapa banyaknya roti jenis A dan jenis B yang harus dibuat Ibu agar memperoleh
untung sebanyak-banyaknya.?
4. Carilah nilai 𝑥 dan 𝑦 yang meminimumkan 𝑓(𝑥. 𝑦) = 4𝑥 + 3𝑦 dengan metode garis selidik
dengan kendala berikut
𝑥−𝑦≤0
𝑥+𝑦≥7
6𝑥 + 𝑦 ≥ 12
𝑥≥0
{ 𝑦≥0
5. Pesawat penumpang mempunyai tempat duduk 48 kursi. Setiap penumpang kelas utama
boleh membawa bagasi 60 kg sedangkan kelas ekonomi 20 kg. pesawat hanya dapat
membawa bagasi 1440 kg. harga tiket kelas utama Rp 150.000,00 dan kelas ekonomi Rp
100.000,00. Supaya pendapatan dari penjualan tiket pada saat pesawat penuh mencapai
maksimum, maka berapakah jumlah tempat duduk yang harus ada pada kelas utama?
PEDOMAN PENSKORAN
No. Alternatif Penyelesaian Skor
1. a. Pertidaksamaan 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0 menunjukkan bahwa daerah 15
penyelesaiannya berada di kuadran pertama. Lukiskan dua garis lurus
(garis pembatas) berikut.
7𝑥 + 14𝑦 − 12 ≥ 0
{
9𝑥 − 3𝑦 − 18 ≤ 0
Titik potong ketiga garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada
tabel berikut.
7𝑥 + 14𝑦 = 12 9𝑥 − 3𝑦 = 18
x 0 1,71 x 0 2
y 0,86 0 y -6 0
Titik (0, 0,86) (1,71, 0) Titik (0, 3) (3, 0)
Penentuan daerah himpunan penyelesaian
(i) 𝑥 ≥ 0 ⟹ sebelah kanan sumbu Y
(ii) 𝑦 ≥ 0 ⟹ di atas sumbu X
(iii)7𝑥 + 14𝑦 ≥ 12 ⟹ di atas garis 7𝑥 + 14𝑦 = 12
(iv) 9𝑥 − 3𝑦 ≤ 18 ⟹ di bawah garis 9𝑥 − 3𝑦 = 18
SPtLDV
2𝑥 + 𝑦 ≤ 6 (di bawah garis p)
−4𝑥 + 5𝑦 ≤ 2 (di bawah garis q)
−𝑥 + 3𝑦 ≥ −3 (di atas garis r)
Jadi, SPtLDV dari gambar adalah2𝑥 + 𝑦 ≤ 6, −4𝑥 + 5𝑦 ≤ 2dan −𝑥 +
3𝑦 ≥ −3
3. Misalkan: 20
x = Jenis A
y = Jenis B
Jenis Fosfor Nitrogen Harga
A (x) 400 50 1000
B (y) 200 100 2000
Tersedia 6000 2400
Model matematika yang terbentuk:
4𝑥 + 2𝑦 ≤ 60, 5𝑥 + 10𝑦 ≤ 240, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
Memaksimumkan fungsi tujuan
𝑍 = 1000𝑥 + 2000𝑦
Titik potong kedua garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada tabel
berikut.
4𝑥 + 2𝑦 = 60 5𝑥 + 10𝑦 = 240
x 0 15 x 0 48
y 30 0 y 24 0
Titik (0, 30) (15, 0) Titik (0, 24) (48, 0)
x 0 0 x 0 7 x 0 2
y 0 0 y 7 0 y 12 0
Titik (0, 0) (0, 0) Titik (0, 7) (7, 0) Titik (0, 12) (2, 0)
Pada gambar di atas terlihat bahwa nilai minimum 𝑓(𝑥. 𝑦) = 4𝑥 + 3𝑦 di
capai pada titik B(1, 6).
Jadi, nilai maksimum 𝑓(𝑥. 𝑦) = 4(1) + 3(6) = 22
5. Misalkan: 30
x = Utama
y = Ekonomi
Tempat
Kelas Bagasi Harga
duduk
Utama (x) 1 60 150000
Ekonomi (y) 1 20 100000
Tersedia 48 1440
Model matematika yang terbentuk:
𝑥 + 𝑦 ≤ 48, 3𝑥 + 𝑦 ≤ 72, 𝑥 ≥ 0, 𝑦 ≥ 0
Memaksimumkan fungsi tujuan
𝑍 = 150000𝑥 + 100000𝑦
Titik potong kedua garis dengan sumbu X dan sumbu Y terlihat pada tabel
berikut.
𝑥 + 𝑦 = 48 3𝑥 + 𝑦 = 72
x 0 48 x 0 24
y 48 0 y 72 0
Titik (0, 48) (48, 0) Titik (0, 72) (24, 0)
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
Keterangan:
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) : 78
Tuntas jika Nilai ≥ KKM
Tidak Tuntas jika < KKM